Ustadz Ustadz Arman Amri, Lc. | Syarah Hadist Arbain An-Nawawi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] [Musik] Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] pada hari ini hari Kamis 5 Dzulhijjah 5 Zulkaidah 1444 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 25 Mei 2023 masehi kita akan melanjutkan kembali pembahasan dari Al Arbain nawiyah kita masih berada pada hadis kedua hadis Jibril dan pada sore hari ini kita akan menjelaskan penjelasan yang terakhir dari hadis Jibril dari pertanyaan mereka Jibril kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang Al Ihsan sampai kepada tanda-tanda kiamat Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lihat langsung kepada hadis Jibril Ketika Malaikat Jibril Alaihissalam bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] atau Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Gambarkanlah kepadaku Apa itu Ihsan [Musik] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab antara [Musik] nabi bersabda yang artinya engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat Allah dan jika engkau tidak melihat Allah pasti Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihat dirimu inilah keterangan dari nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam tentang pertanyaan Malaikat Jibril tadi tentang Ihsan Apa itu Ihsan sekali lagi nabi mengatakan bahwa Ihsan itu adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya dan jika engkau tidak melihatnya maka pasti Allah melihat dirimu Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita bahas tentang makna atau tentang Ihsan ini yang pertama dari si ta’rif ya ini definisi Ihsan Apa makna Ihsan baik secara lughatan maupun secara istilah atau secara etimologi dan terminologi [Musik] adalah Al Ikhsan bersikap profesionalisme profesional [Musik] Ihsan secara bahasa secara luas kemudian secara syar’an atau istilah atau terminologi dalam bidang agama yaitu ikhtiar yakni mengerjakan agama dengan sebaik-baik pengerjaan Yakni dengan pengerjaan yang sempurna pengerjaan yang paling bagus inilah makna dari Ihsan secara syar’an atau terminologi apa dalilnya bisa kita lihat dalilnya dalam surat dalam surat [Musik] ayat 217 sampai 220 dari surat ayat 217 sampai 220 dimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman [Musik] artinya dan bertawakallah kepada Allah yang maha perkasa lagi maha penyayang yang melihat dirimu Ketika engkau bangun dan mengerjakan sujud bersama orang-orang yang sujud Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mendengar lagi Maha Mengetahui inilah berkaitan dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di mana ibadah beliau adalah ibadah yang sangat bagus sekali ibadah beliau yang ibadah beliau adalah ibadah yang sangat sempurna sekali dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ayat yang mulia ini menyatakan melihat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika mengerjakan Ibadah salat ketika berdiri sampai sujud dan lain sebagainya dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha mendengar lagi Maha Mengetahui Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkaitan dengan Ihsan ini Tentunya seorang dapat meningkatkan agamanya sampai kepada derajat Ihsan Jika ia betul-betul belajar dan memahami asma wa sifat nama-nama Allah dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala nama-nama Allah yang indah dan sifat-sifat Allah yang mulia Artinya bahwa jika seseorang betul-betul memahami dan mengamalkan apa yang terkandung dalam nama-nama Allah dan sifat-sifatnya maka akan ada perasaan di hatinya bahwa dirinya Tengah diperhatikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Al istishar birunya yakni melihat Allah atau seolah-olah dia melihat Allah atau diperhatikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka ini merupakan Akbar wa izin Lil Abdi sebesar-besar nasehat bagi seorang hamba Jadi ketika seorang mengetahui bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah al-basir Maha Melihat Sami maha mendengar Al Alim Maha Mengetahui dan seterusnya dari nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala pasti dia merasa bahwa dirinya dipantau oleh rabbul alamin dilihat oleh Allah didengar ucapan-ucapannya oleh Allah diketahui gerak-geriknya oleh rabbul alamin maka saya hamba ini akan menjaga seluruh perbuatannya anggota tubuhnya hatinya dan gerak-geriknya semuanya akan diperhatikan termasuk dari ibadah-ibadahnya akan dilakukan dengan sebaik-baik ibadah karena Allah subhanahu wa taala karena dia merasa bahwa dirinya Tengah dipantau oleh Allah subhanahu wa ta’ala diperhatikan oleh Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala ada ungkapan dari para ulama kita tentang masalah ini yakni Ungkapan tersebut adalah ulama kanal apabila seorang hamba memiliki ilmu tentang rabbul alamin dan ia mengetahui tentang diri rabbul alamin dengan sebenar-benar pengetahuan maka dia akan beribadah kepada Allah dengan sebaik-baik ibadah akan mendekatkan diri kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan jauh dari berbuat maksiat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah ungkapan yang bagus sekali dari para ahli ilmu berkaitan dengan seorang yang telah mencapai derajat Ihsan Oleh sebab itu para ulama yang jelas-jelas mereka memiliki ilmu yang Masya Allah dalam hal ini berkaitan dengan asma wa sifat nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka rasa takut mereka kepada rabbul alamin sangatlah tinggi sekali sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang keadaan mereka dalam surat Fathir ayat 28 innama yaksha Allah amin riba dihil ulama kata Allah Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah ulama arti betul-betul takut kepada Allah dengan ilmu mereka dengan pengetahuan mereka siapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala siapa Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila seorang ingin mendapatkan nilai atau tingkatan Ihsan derajat Ihsan maka hendaknya dia berusaha berusaha semaksimal mungkin di dalam beragama ini ya melakukan mujahadah betul-betul usaha yang maksimal di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam beragama yang mulia ini sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala jelaskan dalam surat al-ankabut ayat 69 tentang hamba-hamba Allah yang mereka berusaha dengan maksimal di dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam beragama ini sehingga mereka betul-betul mendapatkan derajat Ihsan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah berfirman dalam ayat yang mulia ini artinya dan orang-orang yang berjuang dijalan kami sungguh mereka akan mendapatkan petunjuk kami akan mendapatkan petunjuk untuk mendapatkan jalan-jalan kebaikan dalam agama ini dan Allah bersama orang-orang yang motion bersama orang-orang yang Ihsan yang mendapatkan derajat Ihsan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Nah inilah berkaitan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat al-ankabut ayat 69 ayat 69 Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] jarak kita dengan nabi yang mulia dengan generasi pertama umat Islam generasi terbaik umat Islam sungguh jarak yang jauh sekali sudah pada tentu generasi-generasi terdahulu bisa kita dapati kebanyakan generasi-generasi terdahulu dari Salafus Shalih adalah orang-orang yang Muhsin banyak di kalangan mereka yang merupakan golongan Muhsinin golongan orang-orang yang mendapatkan derajat atau tingkatan Ihsan Adapun di zaman kita sekarang ini untuk sedikit sekali dari hamba-hamba Allah Yang bisa mencapai derajat Ihsan tentunya hal ini sesuai dengan zamannya di mana di zaman Nabi ya Mulia dipenuhi dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala zaman para sahabat ya berada di atas kesolehan mereka ketakwaan mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka seluruh para sahabat mendapatkan tingkatan Ihsan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala bisa kita lihat dalilnya berkaitan dengan masalah ini dalam surat al-waqiah dalam surat al-waqiah ayat 13 dan 14 di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman fulatus Minal awwalina akhirin sungguh banyak dia terdapat dari golongan orang-orang terdahulu ini orang-orang yang baik orang-orang yang soleh orang-orang yang bertakwa yang mendapatkan derajat Ihsan insya allah subhanahu wa ta’ala dan sedikit sekali dari mereka di kemudian hari di hari-hari yang kemudian ini yang mendapatkan kebaikan dari Allah subhanahu wa taala atau yang yakni berada di atas tingkatan Ihsan inilah dalil yang menjelaskan bahwa Bagaimana generasi terdahulu Salafus Shalih orang-orang yang sangat bertakwa kepada Allah orang-orang Saleh orang-orang yang mendapatkan tingkatan Ihsan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kalau kita melihat kembali kepada hadis Jibril hadits Jibril Dimana Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menerangkan tentang Islam kemudian iman dan ihsan maka bisa kita dapati perbedaan antara tiga hal tersebut yang pertama tentang Islam ini berkaitan dengan a’mal dzahir amal-amal yang Zahir Adapun Iman berkaitan dengan aman batinah amal-amal batin sedangkan Ihsan sedangkan masalah Ihsan yakni berkaitan dengan mempraktekkan agama ini dengan sebaik-baik praktek dengan sebagus-bagus praktek dengan sempurna prakteknya Nah inilah berkaitan dengan tiga tingkatan agama tadi dari Islam kemudian iman dan ihsan agar kita bisa lihat dalil yang menjelaskan hal ini dari surat al-hujurat dari surat al-hujurat ayat 14 tentang al-a’raf orang-orang badui di masa Dahulu ketika mereka ketika mereka baru masuk agama Islam yakni Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang mereka [Musik] yang artinya berkata orang-orang Arab Baduy kami beriman katakanlah wahai Muhammad kepada mereka kalian Belumlah beriman kalian Belumlah beriman namun Ucapkanlah oleh kalian aslamna kami baru masuk agama Islam yakni mereka baru mengucapkan dua kalimat syahadat dan belum ada keyakinan yang mantap di hati mereka tentang agama yang mulia ini artinya ketika seorang baru masuk agama Islam kemudian dia mempelajari agama yang mulia ini terus dengan berjalannya waktu kemudian dengan berjalannya waktu diamalkan agama yang mulia ini dengan sebaik-baik pengamalan lalu semakin Yakinlah di hatinya dari apa yang diamalkan dari apa yang dia kerjakan tentang agama ini maka inilah ya tentang pencapaian yang kedua tingkatan yang kedua dari agama ini yaitu itu Mukmin orang yang beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian setelah mencapai derajat keimanan terus ditingkatkan imannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ditingkatkan imannya kepada rabbul alamin semakin hari semakin mantap keimanannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian semakin dia merasa dirinya diawasi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dipantau oleh rabbul alamin dilihat oleh Allah subhanahu wa taala maka saya hamba ini mencapai tingkatan yang ketiga yang paling atas yang sempurna Yaitu Ihsan tingkatan orang-orang Muhsinin orang-orang yang Ihsan Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala inilah berkaitan dengan ayat yang menjelaskan tingkatan tersebut Islam terlebih dahulu amal-amal yang Zahir seperti mengucapkan dua kalimat syahadat mengerjakan salat siang Ramadhan sampai pergi haji dan amal-amal lainnya yang dapat dikerjakan dalam agama ini yang merupakan kewajiban-kewajiban dalam beragama Islam kemudian setelah itu meningkat kepada yakni Iman aman batinah dia meyakini semuanya meyakini apa yang ada dalam agama yang mulia ini maka setelah itu tingkatan yang terakhir yang di atasnya artikatan Ihsan Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala dalam hadis saat mengatakan di sini kepada nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam atau Saat ditanya oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana pandanganmu tentang Si Fulan jawaban beliau radhiyallahu ta’ala Anhu wa inninan aku melihat aku memandang bahwa Si Fulan adalah orang beriman namun lihat jawaban nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam kepada sahabat ini Allah muslimah Allah muslimah yakni lebih bagus engkau katakan Dia adalah orang Islam orang yang telah beragama Islam Belumlah mencapai derajat Iman pada diri orang tersebut Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lebih jelas dalam hal ini berkaitan dengan masalah Ihsan kita baca keterangan dari Syekh Abdul Muhsin Abbad dalam kita punya Fathul qowil matiin di Halaman 27 Sampai 28 kita bisa mendapatkan keterangan dari beliau Hafiz Allah ta’ala mengenai Ihsan perkataan mereka Jibril Fahmi kabarkanlah kepadaku Apa itu Ihsan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab antara Ihsan itu adalah kata nabi engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya dan jika engkau tidak melihatnya pasti Allah melihat dirimu Al Ihsan keterangan Di Sini dari Syekh Abdul Muhsin itu adalah tingkatan agama yang paling tinggi dan dibawa Ihsan ada tingkatan iman dan di bawah tingkatan iman ada tingkatan Islam setiap orang yang Mukmin setiap orang yang beriman pasti dia muslim Mukmin muslim dan setiap orang yang Ihsan itu atau Muhsin itu pasti dikatakan orang itu adalah orang mukmin dan Muslim Mukmin serta muslim ini kebalikannya dan tidak setiap tidak dikatakan setiap orang Islam itu adalah orang yang beriman atau bahkan orang yang Muhsin orang yang berada pada tingkatan Ihsan Jadi kalau seseorang dikatakan Muslim belum tentu dia sampai kepada derajat Mukmin apalagi derajat Ihsan atau Muhsin Selamat datang dalil dari surat al-hujurat ayat 14 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang orang-orang Arab Baduy berkata orang-orang Arab Baduy ini amana kami telah beriman full Katakanlah wahai Muhammad kepada mereka untuk minum kalian Belumlah beriman kami baru masuk agama Islam dan Belumlah masuk keimanan itu pada hati kalian wajah afihatul hadits dan telah terdapat pada hadis ini bayanut atau tingkatan Ihsan dengan ucapan nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatnya yakni engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau berada di hadapan Allah yang mana Allah pasti melihat dirimu orang yang seperti ini keadaannya orang yang seperti ini keadaannya maka dia akan beribadah kepada Allah dengan sempurna namun jika ia tidak mencapai kedudukan seperti ini hendaknya dia merasa yakni perasaannya hatinya merasa bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tengah melihatnya Tengah memperhatikannya dan tidak ada yang tidak ada terhalang bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala [Musik] terhadap apa yang dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan ia berusaha mengamalkan apa yang diperintah oleh Allah subhanahu wa taala Nah inilah keterangan dari Syekh Abdul Muhsin Abbad hafizahullah ta’ala mengenai makna Ihsan tadi Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita jelaskan sekarang korelasi antara Islam dan iman korelasi antara Islam dan iman yakni antara amal-amal Zahir dan amal-amal batin apabila seorang mewujudkan mempraktekkan ibadah-ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala seluruh ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang disertakan dengan keimanan di dalam hati Maka yang seperti ini adalah pembenaran terhadap Islamnya itu sendiri sekali lagi ketika seorang hamba mengerjakan ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’Ala kewajiban-kewajiban kepada dengan keimanan di hatinya dengan keimanan yang mantap di hatinya maka apa yang dikerjakannya itu membenarkan keislamannya artinya ketika dia salat ketika dia mengerjakan setiap Ramadhan dengan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka apa yang dikerjakannya itu ya adalah pembenaran terhadap Islamnya itu sendiri dia sedang membenarkan atau sedang yakni mengerjakan apa yang dia yakini apa yang dia yakini dalam beragama ini ya dalam mengerjakan salat dalam mengerjakan siam ya dan lain sebagainya maka nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan apa dalam hadis yang mulia tentang siang Man somah Ramadan imanan lewat sini imanan wahtisaban rufirallahumma taqadlambi Barang siapa mengerjakan Ibadah siang Ramadan dengan keimanan lihat ada keterangan dari nabi dengan keimanan dan berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala maka dihapuslah dosanya yang lalu itu kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam jadi inilah yang perlu kita perhatikan di sini ketika kita mengerjakan kewajiban-kewajiban agama tentu dengan keimanan yang mantap dan berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala Para jamaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala bisa kita lihat dalil tentang hal ini dalil yang menjelaskan hal ini dalam surat al-isra ayat 19 dimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Muhammad arodal akhirota Wassalam menginginkan kehidupan akhirat puasa alas dan berusaha untuk menempuhnya yakni mengerjakan kewajiban-kewajiban itu kewajiban-kewajiban agamanya wahuwa Mukmin sedangkan ia dalam keadaan beriman kepada Allah Subhanahu wa ta’ala itu yakni usaha-usaha mereka itu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala arti bahwa apa yang dikerjakan oleh hamba dari kewajiban-kewajiban agamanya dengan keimanan yang mantap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka inilah yang dikehendaki oleh rabbul alamin inilah yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu masalah kita lihat ya mungkin di antara orang ketika mengerjakan Ibadah salat misalnya udah begitu saja mengerjakan Ibadah salat mulai dari takbir itu Takbiratul Ihram ya sampai salam ya begitu-begitu saja ya tidak dipenuhi dengan keimanan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak berharap pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala artinya sekedar memenuhi atau sekedar menggugurkan kewajiban agama sekedar menjalankan ibadah salat udah begitu saja salat yang dikerjakannya tanpa ada keimanan yang mantap kepada rabbul alamin dari apa yang diperintah oleh Allah untuk mengerjakan Ibadah salat para jemaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam hadis yang mulia Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan kepada kita Innallaha laa yang lurusnya Allah tidak akan melihat kepada bentuk rupa kalian dan tidak melihat pula kepada harta-harta kalian namun yang dilihat oleh Allah adalah hati dan amal perbuatan kalian yakni sejauh mana sejauh mana keimanan yang ada di hati itu dan keikhlasan yang ada di hati ketika mengerjakan Ibadah ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun orang-orang yang kita lihat selama ini Ketika mereka mengerjakan Islamnya ketika mereka beragama Islam ini maka cukup bagi kita untuk menghukumi mereka secara zahirnya saja menghukumi mereka secara zahirnya saja yakni misalnya ketika Si Fulan salat ketika Si Fulan mengerjakan siang katanya mengerjakan Ibadah ini itu adalah sebagainya cukup kita melihat dan menghukumi sepulan itu dari zahirnya saja adapun batinnya kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan ungkapan kita menghukumi manusia secara lahir rias saja Adapun batin kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan hal ini bisa kita lihat ya dari hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan buah Isa bahwa dan hisabnya kelak diserahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala apabila di hati seorang hamba terdapat keimanan yang mantap keimanan yang kuat maka anggota tubuhnya akan tergerak untuk melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala anggota tubuhnya akan tergerak untuk mengerjakan kewajiban-kewajiban agama kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Mengapa demikian karena hati kita adalah raja hati kita ini Raja sedangkan anggota tubuh adalah prajuritnya sebagaimana nabi yang mulia shallallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam hadis yang mulia kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam ketahuilah kata nabi bahwa di dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal daging apabila dia baik maka baiklah seluruh anggota tubuhnya dan jika ia sudah rusak rusaklah seluruh anggota tubuhnya ketahuilah segumpal daging tersebut dinamakan dengan qalbu kata nabi dinamakan dengan kalbu kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam hadis yang mulia ini diperjelas oleh sahabat nabi yang mulia Abu Hurairah Abdurrahman Bin zakat adause radhiyallahu taala Anhu di mana beliau menjelaskan Al qalbum Malik atau bagaikan raja Adapun anggota-anggota tubuh lainnya adalah prajuritnya apabila sang raja baik baik pulalah prajuritnya dan jika sang raja sudah rusak rusak pulalah prajuritnya inilah keterangan dari sahabat yang mulia Abu Hurairah tentang hadis nabi yang tadi Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah berbentuk hati manusia ini bisa menguat dan kebalikannya bisa melemah Bisa bertambah keimanannya bisa pula berkurang keimanannya sebagaimana nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam ketika melihat sahabat yang mulia Ammar bin Yasir apa kata nabi tentang pemuda yang mulia ini pemuda yang soleh bertakwa kepada Allah ini nabi mengatakan tentang Amar Inna Ammar bin Yasir Mulia Shallallahu Alaihi Wasallam sungguh keimanan Ammar bin Yasir telah memenuhi sampai kepada ujung-ujung jarinya ini jadi bukan hanya di dalam tubuh beliau saja bukan hanya pada relung hatinya saja sampai kepada yakni ujung-ujung jarinya Ini kata nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hal ini Tentunya Al Imam Ahmad bin hambal menegaskan kepada kita semua beliau rahimahullah ta’ala mengatakan Al imanu yasidu Amsal iman itu terkadang Bisa bertambah seperti yakni sebesar gunung sebesar gunung dan iman tersebut bisa berkurang sampai-sampai tidak tersisa sedikitpun juga inilah keterangan dari Imam Ahmad bin hambal rahimahullahu ta’ala berkaitan dengan masalah Iman jadi jelas bagi kita ada hubungan yang erat antara Islam dan iman apabila sekali lagi ketika seorang sudah mencapai derajat Iman kemudian dia mantapkan keimanannya dan terus dia berjuang untuk keimanannya ini maka dia akan sampai kepada derajat yang tinggi derajat Ihsan orang-orang yang Muhsin para jemaah yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala inilah berkaitan dengan keterangan-keterangan tentang Ihsan dari hadis nabi yang tadi dalam hadis Jibril takbir nih Anil Ihsan kabarkanlah kepadaku tentang Ihsan baik Para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita lanjut kembali kepada hadis Jibril di mana malaikat jibril bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentang asa’ah itu kiamat Malaikat Jibril berkata kepada nabi atau bertanya kepada nabi Anisa kabarkanlah kepadaku tentang kiamat yakni Kapan kiamat itu tiba Kapan kiamat itu tiba [Musik] yang ditanya dan pihak yang bertanya sama-sama tidak mengetahui lihat di sini tentang pihak yang ditanya adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam para nabi ketika ditanya Kapan kiamat tiba beliau tidak mengetahuinya dan yang bertanya adalah seutama-utama malaikat yaitu Malaikat Jibril Alaihissalam juga tidak mengetahui kata nabi tentang kapan kiamat tiba Nah inilah keterangan dari nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Malaikat Jibril ketika ditanya tentang Asahi kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita dengarkan sejenak keterangan dari Syekh Abdul Muhsin Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahui tentang kiamat tiba Kapan kiamat akan tiba hanya Allah yang mengetahui tidak ada yang mengetahui kapan kiamat tiba kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Luqman ayat 34 tentang kekhususan ya masalah kiamat dan beberapa hal lainnya yang disebutkan dalam ayat yang mulia ini yang hanya Allah saja yang mengetahui hanya Allah saja yang mengetahui tidak ada yang mengetahui dari para makhluk tidak dari kalangan para nabi tidak pula dari kalangan para malaikat ataupun yang lainnya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Luqman ayat 34 Innallaha illallah [Musik] [Musik] artinya Sungguhnya di sisi Allah ada ilmu tentang kiamat kemudian Allah menurunkan hujan dan Allah mengetahui apa yang ada pada rahim wanita Dan tidaklah seorang mengetahui apa yang akan dikerjakannya esok hari dan tidak pula seorang mengetahui di mana dia akan wafat Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui artinya ada beberapa hal yang makhluk tidak mengetahui hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya pertama dalam ayat yang mulia ini tentang kapan kiamat tiba hanya Allah yang tahu yang kedua Kapan hujan diturunkan hanya Allah yang tahu secara persis artinya manusia hanya bisa memperkirakan saja tentang hujan turun dan lain sebagainya perkiraan dari ilmu Manusia kemudian yang ketiga tentang apa yang terdapat dalam rahim wanita kemudian yang keempat apa yang bakal dikerjakan oleh seorang esok hari dan yang kelima tentang di mana dan kapan Seorang akan wafat Nah inilah perkara-perkara gaib Semuanya hanya Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya dan Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat al-an’am ayat 59 [Musik] ada kunci-kunci perkara gaib tidaklah mengetahuinya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan diantaranya adalah ilmu tentang kiamat nabi [Musik] dalam hadis Bukhari dari sahabat Abdullah bin Umar semoga Allah meridhoi keduanya ia berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ada kunci-kunci perkara gaib ada lima kata nabi kunci-kunci perkara gaib ada lima kemudian nabi membaca ayat yang tadi telah kita sebutkan atau kita baca itu dalam surat Luqman ayat 59 dan seterusnya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang lain dalam surat al-a’raf dalam surat al-a’raf ayat 187 di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman [Musik] manusia bertanya tentang manusia bertanya kepada engkau wahai Muhammad tentang kiamat ini kapan kiamat tiba maka dikatakan di sini cool katakanlah kepada mereka innama ilmunya ilmunya ada pada si Allah pada sirahku Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi tidak ada yang mengetahui tentang perkara kiamat ini kecuali hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian diterapkan di sini kembali oleh Syekh hafizahullah dan terdapat dalam sunnah atau hadis nabi bahwa kiamat akan tiba nanti pada hari Jumat jadi kejadiannya pada hari Jumat Adapun berkaitan dengan pertanyaan Tahun berapa terjadinya maka tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sahabat Abu Hurairah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Khairu yaumin thola’ad fihi Syamsu Yaumul Jumat sebaik-baik hari tentang terbitnya matahari adalah Hari Jumat kata nabi pada hari Jumat Allah mencipta Nabi Adam dan pada hari Jumat Allah menurunkan Nabi Adam dari surga ke dunia ini dan pada hari itu Allah mengampuni memaafkan kesalahan Nabi Adam alaihissalam dan pada hari Jumat Nabi Adam wafat dan pada hari itu jadi pada hari Jumat terjadi kiamat kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Nah inilah berkaitan dengan hadis nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam tentang yakni keutamaan hari Jumat diantaranya bahwa hari Jumat itulah akan terjadi kiamat namun Jumat yang mana tanggal berapa bulan apa Tahun berapa tidak ada yang mengetahui ya tidak ada yang mengetahui Adapun ucapan Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang di jawaban nabi kepada mereka Jibril malmas’ulu anhabinasa’il pihak yang ditanya dan pihak yang bertanya sama-sama tidak mengetahui maknanya adalah bahwa seluruh makhluk tidak ada yang mengetahui kapan kiamat tiba siapapun yang bertanya siapapun yang ditanya maka tidak memiliki ilmu tentang kiamat tiba ini kapan kiamat akan tiba ini Nah inilah keterangan dari beliau tentang [Musik] penjelasan dari pertanyaan mereka Jibril kepada nabi fahbir nih Anisa kabarkanlah kepadaku Kapan kiamat tiba kemudian para jamaah yang dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita mulai kita melihat lebih lanjut di sini bahwa Malaikat Jibril kembali bertanya kepada nabi yang mulia Shallallahu Alaihi Wasallam tentang tanda-tanda kiamat itu sendiri beliau bertanya kepada [Musik] nabiha kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tanda kiamat itu kol nabi menjawab bataha bahwa akan ada budak wanita melahirkan majikannya dan engkau akan melihat orang-orang yang tadinya tidak beralas kaki tidak berbusana miskin serta menggembala kambing Kemudian mereka berlomba-lomba membangun bangunan menjulang tinggi di sini kita dengarkan kembali Berkaitan dengan keterangan dari Syekh Abdul Muhsin tanda-tanda kiamat tersebut Adapun tanda-tanda kiamat dibagi menjadi dua kata beliau ada tanda-tanda yang sudah menunjukkan dekatnya kiamat tiba seperti keluarnya atau terbitnya matahari dari arah barat salam dari langit dan ada tanda kiamat sebelum itu ya sebelum ya dekatnya kiamat tiba itu alamat hadits itu diantara contohnya adalah dua tanda kiamat yang Nabi Sebutkan dalam hadis makna dari hadis nabi antara ammatura bahwa budak wanita akan melahirkan majikannya adalah

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *