[Musik] bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah di kesempatan Jumat yang berbahagia ini kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang disyaratan secara langsung dari pembahasan rutin faedah-kaidah sejarah Islam disampaikan oleh yang berada di Pekanbaru Riau Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan seperti biasa setelah materinya akan disampaikan masih dalam pembelaan terhadap tuduhan dulu atau sanggahan terhadap tuduhan kepada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Anda bisa bertanya perihal pemba ini baik melalui Layanan Telepon ataupun di layanan pesan Whatsapp baik gerakan simak kebersamaan materi yang akan disampaikan kepada Lestari kami persilahkan Valentino bis Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] semoga Antum selalu dalam keadaan sehat serta diberkahi dalam segala aktivitasnya dari Allah subhanahu wa ta’ala telah ada salam tak lupa pula kita kirimkan buat arwah nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam semua kita senantiasa dibimbing oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk Istiqomah di atas sunnah beliau di dalam baikan di dalam menjalankan agama yang mulai ini pemirsa ada pendengar rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita akan melanjutkan pembahasan kita dari pembahasan faedah-faidah Sejarah Islam yang mana kita sampai pada masa hidupnya maka kita mencoba [Musik] membahas sekilas tentang berbagai kehidupan beliau dan juga peluang-tuduhan terhadap beliau sebenarnya yang telah kita Jelaskan pada penyampaian-penyampaian yang lalu bahwa kita wajib menjaga hak-hak seorang muslim tidak boleh dizalimi dan bila kita tahu bahwa dia dituduh dengan suatu tujuan-tuduhan yang tidak baik maka kita wajib menyampaikan kepada orang lain bahwa itu bantuan tersebut adalah tuduhan yang dusta dan bohong itu juga itu sebagai hak seorang muslim bila kita dia difitnah itu dunia sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan Maka sebagai bentuk kita untuk membela kebenaran menjaga keadilan kita tidak boleh diam dari melihat kemungkaran terhadap atau kezaliman dilakukan terhadap sebagian saudara kita semua muslim apalagi kezaliman itu dilakukan terhadap seorang ulama yang akan menyebabkan manusia lain atau orang lain menjadi tidak percaya dengan ilmu dan apa namanya buku-buku yang telah di luar Makassar menunjukkan unsur akhlak ya Tolonglah saudaramu yang menzalimi maupun yang dizalimi ya lalu sahabat bertanya bagaimana kalau Kami paham Bagaimana menolong seorang bagaimana seorang yang menzaliminya yaitu tahajud Untuk menghentikan kezalimannya itu adalah anggota menolong dia menghentikan dari maka kita membahas pembahasan ini ada dua faedah dari sini Semuanya terdapat dalam hadis tadi adalah yang pertama adalah membela seseorang yang dizalimi ya Bahkan bukan seseorang yang manusia biasa apa namanya seorang kaum muslimin yang biasa tapi ada seorang ulama yang dipercaya ilmunya oleh umat kemudian juga menyelamatkan orang-orang yang selama ini mungkin terlanjur menyampaikan atau menuduh sebagainya perlu ini kembalikan kepada arah yang benar mereka agar mereka bertobat ya Dan mereka menyadari kesalahan-kesalahan mereka dan yang ketiga itu faedahnya adalah agar umat atau orang-orang lain tidak terpengaruh dengan tuntunan tersebut ini adalah hak sebesar muslim ya hak sesama Muslim kita bila mengetahui ada orang berperkara dan kita tahu bahwa yang benar adalah salah satu pihak itu memiliki bukti-bukti dan kita tahu persis tentang kejadian peristiwa itu maka kita wajib sebenarnya memberikan kesaksian untuk tegaknya keadilan kalau tidak maka kita termasuk orang yang menyajikan kebenaran dan bahkan membiarkan kezaliman dan membunuh keadilan Jadi sekarang ini kita lihat ada semacam fenomena juga itu dengan masyarakat kita ya Secara umum kadang-kadang dia sebetulnya dia tahu persoalan itu dengan detail dan rinci ya Dan Dia mungkin terlibat juga mengetahui hal-hal tersebut namun dia melihat ada orang yang dihukum yang diberikan keputusan atau dituduh difitnah tidak sesuai dengan kenyataan dan fakta yang sebenarnya maka dia tidak boleh diam Sebenarnya dia wajib memberikan kesaksian untuk menyelamatkan orang tadi dari kezaliman dan menghentikan kezaliman dilakukan oleh pihak lain baik urusan Apapun saja maka apalagi dengan dunia-dunia politik ya maka kita tidak boleh karena fanatik terhadap sebuah calon pelatih terhadap sebuah ini kita menjatuhkan mendzolimi orang lain itu juga tidak boleh kita berlaku adil tetap siapapun saja Bahkan Islam menyuruh adil untuk setiap kepada setiap manusia jangankan seseorang sering kepada manusia orang yang zalim kepada binatang saja di akhir kelak Jika dia pun akan diminta pertanggungjawab bahkan sesama binatang Zoli binatang yang lain pun akan ada persidangan dan balasan di akhirat kelak maka dari itu kezaliman-kezaliman tidak boleh diteruskan dan bahkan kita harus ikut andil di dalam mengurangi bahkan menghentikan kezaliman itu apalagi yang dizalimi itu adalah seorang ulama besar yang telah mewariskan karya-karya ilmu kepada umat ya maka perlu kita Jelaskan kepada umat hal seperti ini sebelumnya kita sudah membahas tentang tuduhan pada pelajaran lalu pada pekan yang lalu kita membahas tentang tumbuhan adalah suka mengkafirkan orang lain gitu ya atau kaum muslimin dan ini sudah kita Jawab dengan berbagai bukti fakta dari penjelasan perjalanan beliau dalam kitab-kitab belo Pada kesempatan ini kita akan membahas satu topik lain yaitu beliau dituduh sebagai orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk atau disebut mujasin atau mushabbih Nah ini banyak nih orang menuduh ini banyak ya Mulai dari zaman beliau sampai hari-hari ini termasuk kelompok Al habasyiyah yang ada di Lebanon dan juga berapa orang-orang Sufi kelompok-kelompok Sufi dan ahli kalam biasanya selalu menggaungkan tujuan-tujuan ini kemana-mana ya demi untuk sebagai menghalangi orang ya untuk mendengar dan mengetahui penjelasan-penjelasan detail yang dijelaskan untuk permasalahan dalam beriman kepada Allah SWT secara khusus dalam mengimani sifat dan nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi tujuan yang sering dituduhkan juga atau kepada kelompok lain yang sebagian masyarakat menuduh dengan sebutan Wahabi dan sebagainya menuduh warga kita lihat ada sebagian orang-orang yang begitu berani menuduh dengan tuduhan yang keji ini ya Bahkan mengatakan ejekan-ejekan ya terhadap ayat-ayat dan hadis-hadis menerapkan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita harus tahu apa yang dimaksud dengan tasbih atau mushabbih itu nah sebelum kita membahas kita akan Jelaskan dulu apa pengertian tasbih atau tasbih Yasin atau mushabbih itu dari bahasa Arab yaitu di dalam istilah yang dimaksud oleh orang-orang di sini adalah menyerupakan Allah dengan makhluk nah tapi pengertiannya berbeda dengan pengertian mereka akan menuduh orang-orang berbeda dengan pandangan mereka dalam menetapkan nama dan sifat-sifat Allah sebagai mushabbih Jadi bagi mereka bagi orang muktazilah bagi orang jahmia umpamanya dia akan menuduh orang percaya Allah itu sifat Allah memiliki nama petunjuk orang muktazilah menuduh bagi orang yang mengimani Allah itu memiliki sifat karena orang muktazilah menyatakan nama-nama bagi Allah tapi mereka mengingkari sifat Allah maka mereka akan menuduh orang mintakan sifat bagi Allah dia adalah orangtullabia atau menuduh orang-orang menyatakan sifat ikhtiariyah bagi Allah menuduh bila orang itu bila menyatakan sifat lebih dari sifat yang mereka Imani yaitu 7 sifat ya mikirnya sifat peristiwa yang lainnya itu mereka akan setiap mereka menuduh itu sebagai orang itu pengertian menurut mereka sedangkan menurut ulama ahlussunnah menyerupakan Allah dengan makhluk menyebabkan Allah dengan makhluk tetapi orang-orang Ahlul kalam ya ketika kita mengatakan Allah itu memiliki sifat Allah itu beristiwa Allah itu apa namanya bersifat hulu ya mati jadi semua makhluk yang ada sifat-sifat lainnya itulah maka akan tumbuh sebagai musabi nah ini yang masalah jadi perlu dijelaskan dulu mengatakan Allah itu seperti makhluk dalam sifat-sifatnya Nah itu pengertian yang benar ya Nah dan orang yang menurut itu disebut lamusabi bila ada orang mengatakan Allah seperti makhluk dalam sifatnya Ya menyemaka Allah dengan makhluk itu adalah mushabbih mushabbih ini dibagi dulu oleh formal ada yang tasbihul makhluk Bil Khalik menyerupakan makhluk yang sang Khalik atau sebaliknya sang Khalik dengan makhluk Ya Allah dengan makhluk Nah kalau yang pertama tadi menyimpulkan makhluk dengan sang Khalik atau tasbihul makhluk dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah orang-orang yang ekstrem di dalam mengagungkan tokoh-tokoh mereka atau ulama-ulama mereka ataupun ekstrem di dalam memuliakan para nabi dan rasul seperti orang-orang Nasrani mengatakan Isa itu adalah anak tuhan nah ini ya menyerupakan apa namanya makhluk dengan Allah sehingga mengatakan ya adanya Tuhan selain Allah dan Isa tersebut memiliki sifat-sifat ketuhanan nah ini menyerupai kan makhluk yang Allah dan juga sebagian dari kelompok-kelompok untuk ekstrim kadang-kadang bersifat kan imam-imam mereka wali-wali mereka seperti Allah bagaimana bentuknya mengatakan bahwa mereka itu dapat memberikan keselamatan Wali mereka dapat memberikan bahaya jika orang tidak menjadi kuburnya Bali mereka dapat mengetahui kondisi-kondisi murid-muridnya di kapal dan di mana saja walinya bisa begini dan begitu ya nah ini berlebihan ini menyebabkan apa makhluk dengan Allah yaitu Memberikan sebagian sifat-sifat Allah kepada makhluk ini makhluk yang dibahas dalam Taufik asma sifat adalah bagian yang kedua atau bahasa yang kedua yaitu menyerupakan Allah dengan makhluk yaitu mengatakan Allah sifatnya seperti sifat makhluk nah ini jelas banget hal ini dibantah oleh banyak kitab sebelumnya diantaranya kitab yang paling mudah didapat dan sederhana sekali mudah ya dipahami seperti kita belum azan Muria risalah atau Muria misalnya belum memberikan banyak argumentasi untuk membantah orang menyerupakan Allah dengan makhluk tetapi kenapa beliau sendiri dituduhkan oleh orang-orang sekarang punya al-kautsar kemudian juga sekop dari Lebanon dan juga berapa lagi Al Habsyi dari mana juga itu dan juga kelompok-kelompok yang apa namanya mengambil dari mereka ya ini diantara yang menulis dengan tujuan-tujuan tersebut [Musik] dan seterusnya ini banyak sekali dan itu masih disebarkan oleh sebagian orang-orang yang ada di nusantara ini dan juga di luar negeri sana juga banyak mereka menyebarkan coba-coba ini turun-turuan dusta ini terhadap Islam dan siapa mereka-mereka menuju sel-selnya dengan tudung tersebut ya dari masa yang lalu sudah banyak menurut sistem itu seperti itu dengan tujuan-tujuan yang untuk menghalangi manusia dari mengambil faedah dari ilmu-ilmu yang telah diwariskan ya dalam kitab beliau terutama majemuk Toyib kemudian setelah itu tadi juga kita Jelaskan apa namanya tadi kita sebutkan paham Tasbih ini ya yang beliau Sebutkan di dalam Kitab beliau ada berapa alasan yang beliau bahas pertama beliau bahas dari segi adil dan naqliyah Dalil dari Wahyu ya yang kedua adalah dalil daripada Apa dalil dari aqliyah belum mengatakan pertama membahas semuanya Dalil Naqli yang mengharamkan menyerupakan Allah dengan makhluk bahwa orang yang sebenarnya pendapat para ulama seperti mana Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada satupun seorangpun yang dapat menerima Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada tandingan bagi Allah satupun dalam sifatnya ada seterusnya Nah itu dalil-dali Syari atau firman Allah tidak ada sesuatupun yang mirip dengan Allah ataupun Allah tidak mirip sesuatupun dari makhluk lain tidak ada yang mirip dari sifat Allah dengan sifat makhlukNya baik itu dalil-dali Syari ya hal tak lama-lama ingkari Apakah ada pertandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi istighfar dan banyak lagi dalil syar’i di sini ya Nah kemudian juga tidak ada makhluk ini yang mampu mengetahui tentang zat dan sifat-sifat Allah hakikat sifat Allah kemudian itu diantara dalil yang dikemukakan Rasulullah dalam berbagai kitab utama Alquran Karim nggak boleh menyebabkan buah itu adalah ayat-ayat menyatakan tentang Allah itu tidak sama hakikat sifatnya sifat makhluk kemudian belum membantah poin keduanya adalah Beliau mengatakan al-kaulu bersifat alkaufidad Beliau mengatakan mengimani sifat-sifat Allah seperti kita mengimani Dzat Allah yang belum masuk di sini adalah bahwa kita Yakin Dzat Allah itu ada Allah punya zat demikian pula Allah punya sifat ya yang dimana zatnya memiliki sifat-sifat yang begitu banyak tetapi zat Allah kan tidak sama dengan zat makhluk walaupun namanya sama-sama zat ya jadi alkoholfi sifat Al qautiful dalam mengimani sifat-sifat Allah seperti mengimani zat Allah Allah punya zat tidak mirip dengan zat makhluk demikian pula Allah punya sifat tidak sama dengan sifat makhluk itu mudah sifat demikian pula tidak sama zat Allah tidak sama dengan zat makhluk tidak sama dengan sifat makhluk itu diantara dua kemudian nama bukan berarti namanya orang yang punya nama atau zat yang punya nama itu memang nama sifat Allah sama nama sifatnya tapi bukan berarti sifat itu Mirip Nah itu maksudnya sebuah mana dalam makhluk sendiri ya semua makhluk sendiri manusia dan binatang atau semua manusia pun sifatnya sama nama tapi hakikat dan bentuknya berbeda kan nah itu yang dimaksud disini ya sebagaimana antara zat makhluk dan zat makhluk lain tidak sama zat binatang zat manusia beda zat Jin dengan zat manusia beda zat malaikat dengan zat jin dan semuanya zat tidaknya jika makhluk saja berbeda zat yang zat walaupun mereka punya zat masing-masing tentu demikian Allah punya zat tapi tidak sama dengan makhluk demikian pula sifat tadi sama sifat itu bentuknya hakikatnya jangankan antara Allah dengan makhluk antara semua makhluk aja nggak Sama ya Pendengaran pamannya pendengaran sama-sama nama pendengaran tapi pendengaran kucing dan pendengaran manusia beda pendengaran ular yang mendengar manusia beda juga penglihatan Allah melihat makhluk melihat tapi tidak sama demikian pula makhluk-makhluk pun sama-sama melihat tapi tidak sama kualitas dan kaifia sifat mereka tuh nggak Sama ya contoh apa banyak penglihatan Elang itu lebih tajam dari penglihatan manusia dan jauh mereka bisa melihat manusia dengan penglihatan makhluk-makhluk lain seperti atau kucing aja seumpamanya di malam hari manusia kalau tanpa cahaya dia tidak bisa berjalan tapi Kucing nggak pernah beli senter untuk jalan malam walaupun sama nama penglihatan-peliatan jadi walaupun sama nama sifat bukan berarti sama hakikat dari sifat itu jangankan antara Allah dengan makhluk sesama makhluk aja nggak sama nah ini yang ini dalil aqlinya ya Dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyembuhkan menambahkan sifatnya sama dengan sifat makhluk Allah itu maha apa mendengar Bagaimana [Musik] sama ini kalau mengatakan allahummakan hidupnya Haya hidup Allah juga menambahkan makhluk dengan nama yang sama tetapi juga dikatakan hidup tapi hakikat sifat Nah jadi tidak masalah sebenarnya ketika kita justru hal ini sangat mudah dipahami oleh orang sekalipun karena fakta dalam kenyataan pun tidak akan sama hakikat walaupun sama nama pokoknya lebih mudahnya ya belum tentu juga wanita namanya sama-sama Fatimah belum tentu juga sama dari segi kecantikannya kepintaran segala macam ini yang dimasalahkan besar oleh orang-orang ini adalah sebetulnya adalah di sini yang tidak kecil oleh mereka ketika mereka melihat sama nama mereka tergambar dalam otak mereka itu adalah sama bentuk hakikatnya nah ini yang mestilah ini yang masalah sebenarnya Kenapa hal itu bisa terjadi dalam otak mereka karena mereka telah tercemar terkotori pikir mereka oleh Manhaj Al Kalam makanya ulama-ulama ataupun orang-orang awam yang tidak tercemar oleh Al Kalam ya mereka sangat santai saja mendengar sifat-sifat Allah itu karena mereka tahu ya termasuk di zaman Rasulullah SAW juga tidak semua orang sepintar-pintar bagaimanapun mereka Paham kalau seandainya di dalam ayat-ayat itu terdapat tasbih tentulah orang-orang musyrikin yang pertama akan menggunakan dalil tasbih untuk menolak ajaran Islam ini katanya Muhammad melarang kita menyembah selain Allah tapi kok Muhammad bicara dengan sifat Allah itu adalah bermakna tasbih atau mengatakan bahwa ayat sifat ayat mutasyabihat orang ayat yang meragukan ada Sahabat kalau sahabat melakukan sesuatu dalam Alquran mereka langsung bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah sahabat bertanya tentang ayah itu sifat tapi sahabat ada pertanyaan tentang hukum-hukum akhir mereka tentang bertanya tentang khamar bertanya tentang bulan bertanya tentang hukum haid dan segala macam nah ini sebenarnya jika orang awam itu ya belajar bersama ahlussunnah ulama ahlussun jamaah sangat gampang nama-nama bukan bersama apa sama hakikatnya jangankan antara Allah dengan makhluk saya sama makhluk aja nggak sama cuman telinga apa namanya nama samanya apa sama hakikatnya telinga kucing dan telinga kambing enggak gajah enggak sama telinga gajah telinga kuali nggak sama namanya sama-sama nama sama hakikat sangat berbeda jadi yang persoalannya di situ lalu makanan nanti orang Al Kalam mereka akan gunakan kan arti telinga dalam bahasa begini ya dalam arti bahasa yang disebutkan dalam bahasa itu kan hakikat yang dilihat pada makhluk bukan hakikat yang mereka ciptakan pada Allah Adapun hakikat kaifia sifat Allah tidak ada satupun yang tahu kecuali Allah itu sendiri itu sebetulnya jadi kalau kita lihat ini penjelasan ini ya sangat belokan tertentu semua bahwa yang kedua yang ketiga secara dalil ya dalil naqli dalil naqlinya ada dalil tadi atau dalam mengimani nama-nama sifat-sifat Allah seperti Allah kita Yakin Allah punya zat kita tidak tahu kita Yakin Allah punya zat dan zat Allah tidak seperti makhluk demikian pula kita mengimani sifat Allah kita Yakin Allah punya sifat sebenarnya Alquran dan Sunnah yang shahiha ya dan tidak seperti hakikatnya tidak seperti sifat makhluk ya walaupun kita tidak tahu dengan kaifiah sifat tersebut kita Yakin Allah punya sifat gampang gampang masalahnya sebenarnya tidak ada yang sulit dalam memahami agama ini ya kan tetapi sulitnya Nanti kalau sudah dibawa bertele-tele memakai rumusnya orang-orang kalam logika-logikanya orang kalam Nah di situ cuma makin sulit itu makanya bingung makanya tokoh mereka mengakui kebingungan mengikuti kebingungan itu Nah itu dan logika yang berikutnya adalah lu mengatakan menyerupakan sifat zat yang sempurna dengan makhluk yang kurang itu menjadikan kurang sifat yang sempurna tadi yang menyerupakan yang lebih dengan yang kurang itu mengurangi nilai yang sempurna ya kalau kamu katakan Allah itu seperti sifat-sifat makhluk kan penuh dengan aib penuh dengan kekurangan seperti itu kalau kamu menyerupakannya sedangkan sifat waktu adalah sifat yang Maha Sempurna nah menyerupakan zat Allah yang sempurna dalam segala sifatnya dengan makhluk yang sebab kekurangan itu menjatuhkan kesempurnaan Allah lalu dicontohkan oleh Sebagian ulama ada ya kalau ada orang mengatakan sesungguhnya tongkat ini lebih tajam daripada pedang apa namanya dikatakan umpamanya pedang lebih tajam daripada tongkat itu kan ada nilainya pedang lebih tajam dari tongkat menjatuhkan nilai pedang hanya lawannya cuman tongkat dikatakan pedang lebih tajam dari tongkat [Musik] itu mengurangi nilai kualitas apa namanya kualitas pedang tadi sendiri bukan menunjukkan bahwa itu menunjukkan pedang ini tajam nggak saya tunggu-tumpul pedang ya tajam daripada tongkat gitulah ini sebetulnya Subhanallah ya kalau kita membaca kita kita ketahui cerdas beliau memahami membahas masalah ini sebetulnya ya saya yakin kalau orang-orang Ahlul kalam itu membuka apa namanya topeng mereka dan menguliti syubhat yang ditempel di otak mereka oleh orang-orang itu mereka akan mudah sekali memahami masalah-masalah ini sebetulnya enggak ada yang sulit sebenarnya Kenapa persoalan yang tidak pernah menjadi persoalan yang melebar yang meluas oleh para ulama-ulamaan Salaf tapi melempar dan meluas Setelah orang Ahlul kalah muncul lalu mereka mengatakan begini logika yang yang ngawur-ngawur mereka pergunakan dalam mengimani sifat Allah jadi itu 3 logika yang membatalkan argumentasi orang menyemprotkan Allah dengan makhluk argumentasi logika ya kalau dari Alquran itu banyak tadi sebagian sudah kita sebutkan juga belum Mengapa apa namanya menggunakan dalil Fitroh namanya ya fitrah manusia cinta mengagungkan zat yang sempurna tidak sama dengan makhluk kalau begitu berartinya Allah itu bisa kalau sifat Allah seperti sifat makhluk Tentu juga makhluk bisa diagungkan lebih seperti mengagungkan Allah begitu nah ini karena dalil Fitrah dinamakan dalil Fitrah jadi kalau kita membaca kitab-kita ulama yang berpegang dengan Alquran dan Sunnah itu luar biasa tajamnya logika mereka dan sangat mudah dipahami sangat mudah dipahami itu sedikit secara global Bagaimana pandangan ahlussunnah jamaah dalam menulis sifat-sifat Allah ya Nah ini yang perlu kita pahami itu sebutan dari dulu gambarnya Saya sudah sampaikan sekilas tentang jawaban mujmal ya Secara garis besarnya tentang jawaban soal sistem kimia terhadap orang menyukai Allah dengan makhluk baik kita coba lihat penjelasan penulis di sini ya maka dari itu diantara orang-orang yang menyatakan merupakan seperti itu video seperti yang mereka meriwayatkan dari Ibnu batu tua bahkan juga ini sebetulnya riwayat ilmu tato ini sudah didahului juga ya Bahkan didustakan oleh para menceritakan kalau dia ketika pergi ke masjid damaskus katanya dia mulai Ibnu Tamiya berceramah di atas mimbar hari Jumat lalu dia turun dia mengatakan Allah turun seperti aku turun dari mimbar ini semua riwayat itu adalah palsu dan Dusta kenapa Karena di akhir hidup tidak ada di damaskus beliau berada di Mesir dalam tahanan waktu itu ya difitnah oleh orang-orang Sufi dan ahlul Kalam dan juga disebutkan sebenarnya hal yang sama suhu rendah lebih dahulu di nukil oleh orang lain sebetulnya tentang tersebut ya apa yang disebutkan oleh apa namanya sudah ada sebelumnya dinukil ya dari ya Abi Ali ala suku Nia adalah ulama yang hidup di masa sentuhnya Yang kerjanya selalu memfitnah terus Sebutkan ya di masa kejadian-kejadian yang mengalami fitnah dalam hidup beliau melalui ya dimana kolaborasinya antara Al Bid’ah dengan puasa ya sebagaimana Imam Ahmad di masa 19 juga banyak para albidah yang menghasut para penguasa untuk menangkap sistem Tamiya dan sebagainya dengan tujuan-tujuan fitnah Tetapi semuanya terbantahkan ketika diajak berdiskusi di pertemukan oleh para penguasa ternyata lawan-lawan yang selama ini menuduh-nuduh itu tidak memiliki bukti terhadap tuhan-tugas kemudian ya Itu sekilas tentang apa namanya yang dapat kita sebutkan saya sentuhnya berkata bahwa belum mengatakan diantara jawaban-jawaban beliau yang belum ini banyak saya nukilkan sebagian sebagian baru membantah tulang-tulang tersebut sebenarnya lalu mengatakan Apakah Allah itu boleh diciptakan dengan Isim atau dengan apa namanya gym atau tidak karena mereka mengatakan mujasimah dan mujasim ya kata sudah yang pertama adalah lafadzim ini ya itu adalah fat yang mujmal yang tidak terdapat dalam Alquran baik ditetapkan maupun dinafikan dari Allah subhanahu wa ta’ala baik itu artinya tidak ada Allah menyatakan Allah dalam Quran Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terdapat pokoknya Allah itu punya jisim atau juga tidak ada ayat maupun hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang sahih mengatakan Allah tidak bukan pula tetapi orang Al Kalam merubah lafadz ini karena mengandung makna yang ambigu yang ambigu yang membingungkan Kenapa karena kata-kata jisin bisa berarti setiap digunakan yang punya sifat ya yang punya sifat maka contohnya malaikat punya sifat Apakah dia punya jasad nah ini sebetulnya didiskusi ini panjang dibahas oleh solution Tamiya jadi tidak mesti saya punya sistem maka Allah tidak mengatakan Allah mana punya SIM atau tidak punya jisim Lalu Allah mengatakan agama dan para rasul dan pengikut para rasul baik di kala umat Nabi Musa Nabi Isa kata beliau dan Muhammad Shallallahu mereka tidak pernah mengatakan Allah itu punya jisun juga tidak ada mereka mengkomentar Allah itu bukan justru atau bukan jasad ya punya satu bukan punya jasa jadi tidak ada dalil menafikan sifat itu dari Allah maupun menetapkannya kata beliau ataupun istilah Jauhar ya yang di mana juga orang-orang menggunakan jauhan sebagainya istilah-istilah ini muncul setelah generasi utama dari 3 umat Yahudi Nasrani ya dan umat Muhammad salam sahabat para nabi tersebut telah meninggal baru muncul istilah-istilah itu dalam agama mereka memiliki sifat yang sempurna nah itu yang jelas sepakat Tuh semua Rasul semua umatnya dan terdapat Alquran pun Taurat itu menyatakan sifat-sifat bagi Allah sifat yang sempurna tidak ada satupun yang mirip dengan Allah subhanahu wa ta’ala dalam sifatnya maupun dalam makhluk hidup maka tidak boleh diserupakan sifat Allah dengan sifat makhluk kemudian sifat makhluk apa yang Allah ditetapkan terhadap dirinya dari sifat-sifat tersebut ya Kita percaya Allah ketika mengatakan Allah mendengar Allah melihat maka demikian sifat-sifat Ulu dan sifat lain sebagainya wajah alias dan sebagainya ya kita Contohkan tapi tidak seperti sifat makhluk hakikat dan itu yang dimaksud oleh Beliau maka tidak boleh disuruh oleh sifat makhluk kemudian mengatakan pula dalam agama kata beliau sesungguhnya sudah sangat maklum tidak ada seorangpun dinukil dari para nabi tidak pernah dari Karang sahabat para tabiin dan para ulama Salaf umat ini Allah berjisip atau bukan berjisim itu sudah tidak pernah diukir dan isbat baik dikatakan Allah itu tidak jimm atau Allah ini sesuatu yang menimbulkan perdebatan dan kemudian membawa kepada salah paham dan kesesatan baik Kemudian beliau menukil semua ini disebutkan kesepakatan para ulama beliau ya lalu Beliau menjelaskan adab Islam Kenapa ulama Salaf tidak pernah menggunakan rapat jisim dalam menyebut sifat-sifat Allah itu ada dua alasan kata beliau pertama tidak ada terdapat dalam Alquran langsung lainnya maka ini termasuk dalam bidang kemudian kedua alasan kita perlu adalah yang pertama maknanya itu bisa bermakna benar bisa makna batil jadi punya dua sisi seperti ular berkepala belut atau syubhat dalam bahasa agamanya menetapkannya maka termasuk ke dalamnya nanti adalah sifat yang kurang dan menyerupai Allah dan itu adalah batil orang yang menafsirkannya adalah akan termasuk ke dalamnya sifat itu membawanya untuk mengingkari sifat Allah dan Allah tetapkan bagi dirinya dari sifat dan itu juga batil juga salah kemudian ya dan juga belum menjelaskan bahwa kalimat lafadzim itu ya Ini belum merinci ya butuh kepada penjelasan lebih rinci kita kata sendiri apabila yang dimaksud Isim itu adalah zat yang memiliki sifat maka Allah memiliki sifat memiliki zat yang punya sifat tapi bila dikatakan jisung itu adalah Allah punya jasad seperti jasad makhluk ini yang diingkari Nah itu tafsirnya oleh para ulama maka Beliau mengatakan venurida ambil zat yang ada dengan dirinya sendiri yang memiliki sifat maka maknanya benar kalau itu yang dimaksud tapi tidak boleh digunakan bahwa Allah itu umpamanya tersusun dari anggota badan maka jelas ini adalah makna yang keliru maka dari itu Ahmad dakwah anak Muslim Tidak seperti jisim yang makhluk bila ada mengatakan Demikian maka tidak benar tidak pernah belum mengatakan karena beliau mengatakan sifat yang terdapat dalam Alquran saja yang beliau katakan bahwa sifat Allah Alaika sambil makhluk itu sifat-sifatnya terhadap Alquran Adapun sifatnya tidak hafal Alquran beliau tidak pernah mengatakan Ya Allah punya jisim tidak seperti tidak seperti tidak pernah demikian dan oleh sebab itu ini lafat-lapat belok secara tegas membantah hal seperti itu ya lalu katakan Bolehkah Allah disebut jisung atau tidak tadi sudah kita Jelaskan Sesungguhnya Allah itu disifatkan dengan apa yang Allah sifatkan dirinya dengannya adalah Alquran maupun dalam sunnah salam ya apa namanya walaisana ada tidak ada dalam Alquran dan Sunnah Allah itu sehingga harus menggunakan istilah itu menggunakan atau pertanyaan seperti itu kata belum ketika dikatakan Apakah Allah tidak ada dalam Alquran istilah itu sehingga harus timbul pertanyaan seperti itu mengatakan orang yang menggunakan lafal ini adalah dihukum perkataan itu setelah menyerupai Allah dengan makhluk itu hukum beliau orang mengatakan Allah itu punya jisun tidak seperti dia telah beda dengan orang mengatakan Allah itu memiliki sifat Hayat tidak seperti makhluk Kenapa karena sifat ini Allah tetapkan bagi dirinya dalam Alquran dan Sunnah ini beliau tidak pernah mengatakan Yesus membela istilah-istilah yang dibuat-buat oleh orang-orang yang ingin menimpakan tuduhan bohong kepada belo Demilo mengajarkan kita oleh sebab itulah para ulama-ulama Islam mereka tidak pernah menggunakan kalfat istilah-istilah istilah-istilah yang baru istilah-istilah yang dibuat-buat ya AL mujmala yaitu Al mutanajah yang terjadi perselisihan dalam lafal-lafal itu mereka selalu kembali kepada lafaz Alquran langsung oleh sebab itu di antara manhalusuran Jamaah adalah termasuk di alfazil Quran sunnah itu adalah selamat dari segala bentuk perselisihan dari perdebatan-perdebatan atau paham-paham yang menimbulkan diskusi-diskusi yang tidak ada ujungnya maka beliau selalu maka lafaz-lafadz yang mau jemaatsal maknanya Jika dia masuk maknanya sesuai dengan Alquran sunnah lafaznya harus sesuai dengan Alquran sunnah supaya tidak menimbulkan apa salah paham bagi orang-orang lain karena di dalam makna yang salah dan makna yang benar itu tadi bisa tetap sehat yang salah bisa tersenyum salah benar tapi kalau lafaz Alquran semuanya benar tidak bisa ditafsirkan salah itu maka beliau mengatakan ya maka lafal-lafal yang munazah istilah-istilah yang di dalam terjadi perdebatan tidak ada ditetapkan juga tidak dinafikan dalam Alquran ya dan itu tidak boleh digunakan kecuali setelah tafsir istighfar brainly orang yang mengatakan ya maka ditetapkan apa ini Allah tetapkan dalam laporan dalam sunah Rasulullah kemudian ya itu diantara Bagaimana below meng-counter ya paham-paham yang menyertakan Allah dengan makhluk tadi kemudian juga istilah hasawiyah kadang-kadang disebut oleh mereka maksudnya ya mereka menggunakan untuk orang-orang menempelkan sifat-sifat Allah ini juga tidak dikenal dalam istilah-istilah ulama orang yang pertama sekali menggunakan lafal-lafal hasyawiyah ini katanya adalah amruno dari Karang orang itu tokohnya orang muktazilah dimana dia menuduh Abdullah itu apa artinya adalah apa namanya catatan kaki oleh kita yang tidak penting gitu maksudnya adalah Sis atau sampah atau sesuatu yang dari sesuatu yang kita buang pokoknya kalau di gabah pokoknya ya gabah yang hampa itu disebut ya ini perkataan-perkataan seperti mengatakan ini yang pertama dan hari ini juga ada sebagian yang mengatakan orang-orang ahlussunnah sebagai mengatakan orang mengatakan sifat Allah itu adalah maka di dalam bahasa Arab biasanya orang mengatakan suatu pendapat yang menyelisir pendapat orang maksudnya aneh maka disebut dalam bahasa Arab makanya orang-orang muktazilah menamakan orang yang percaya kepada takdir nyebutnya mereka hasyawi orang Jambinya juga menamakan orang-orang menyatakan sifat Allah subhanahu wa ta’ala sebagai hasyawi orang karawita juga menambahkan orang yang mewajibkan salat dan zakat sebagai nah ini diantara apa namanya istilah-istilah yang dituduhkan oleh orang-orang terhadap orang-orang yang menyatukan nama dan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang eee serba perkataan Ibnu Batutah atau ilmu tuto ini bukan juga seorang ulama dia ini adalah rohhal ee pengelana dan juga juga banyak sekali dalam kisah-kisah perjalanannya itu terdapat hal-hal yang aneh-aneh dan kedustaan nah dia menisbahkan katanya dia melihat seseorang Tamiya mengumpamakan turun Allah dengan dirinya dengan turun dari mimbar ini suatu hal kedustaan yang disebarkan ya kepada saudara-saunya tadi yang sudah sebutkan bahwa ketika dia datang ke damaskus di akhir tahun 727 ya 7 eee 28 Hijriah 728 Hijriyah itu sudah tidak di damaskus karena beliau lagi berada di dalam tahanan di Mesir maka beliau mengatakan ketika menjelaskan tentang sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala kata beliau adalah orang-orang ahlussunnah meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada seperti sifatnya ya tidak ada tandingan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam sifat Allah Yang Sempurna itu tidak ada sempurna makhluk yang satupun tandingan ya kesamaan ya dari makhluk ini dalam sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sisi karena sifat Allah bersifat sempurna tidak ada juga seorangpun berilmu seperti ilmunya Allah walau dan juga tidak memiliki qudrat seperti kekuasaan Allah ya Allah menyayangi seperti sayangnya dan juga tidak mendengar seperti Allah mendengar jadi disini Mana belum menyerupakan Beliau mengatakan ya tidak sesuatupun dari makhluk ini yang dapat memiliki sifat sama sifat seperti sifat Allah yang maha sempurna walaupun sama nama Allah mendengar makhluk mendengar ya sama nama bukan berarti sama hakikat dan kualitas dari sifat tersebut yang mampu melihat seperti memilih pandangan penglihatan seperti penglihatan Allah subhanahu wa ta’ala dan juga tidak ada seorang makhluk beristiwa seperti istiwanya Allah subhanahu wa ta’ala dan seterusnya beliau menyebutkan bahwa Tamako Allah ta’ala sebenar Allah dan walau sifatnya Allah tidak sama dengan tidak ada seorangpun mirip dengan makhluk ini memiliki sifat unsur seperti sifat Allah semata Allah artinya tidak menyerupai tidak sama antara hakikat sifat makhluk dengan sifat Allah subhanahu wa ta’ala Meskipun penyebutan nama sifat itu sama itu sangat mudah sebenarnya yang memahaminya bagi orang-orang yang belum terkena apa namanya dari itu orang-orang muktazilah menuduh bagi orang yang menyatakan sifat mereka tuduh sebagai orang mujazib demikian pula orang-orang yang menyatakan sifat-sifat bersifat dan seterusnya lalu belum menyebutkan juga menjelaskan dalam penjelasan beliau barangsiapa yang memahami dalil-dalil yang menyatakan sifat Allah itu supaya tamsil atau tasbih yang memahami makna dari ayat-ayat sifat ayat-ayat hadits-hadis tentang sifat Allah semata Allah itu adalah tamsil atau maknanya seperti sifat makhluk sama sifat seperti sifat makhluk kekeliruan Jadi kalau ada orang memahami dari ayat-ayat sifat ya itu ada tamsil bahwa air itu terdapat menyerupakan Allah dengan makhluk maka dia telah terjerumus atau terjatuh ke dalam 4 kesalahan yang pertama adalah kaum muslimat yang pertama dia keliru karena dia memahami dari unsur-unsur sifat Allah semata Allah itu dengan makna sifat makhluk ya dengan sifat makhluk Dan dia menyangka bahwa dalil tentu Tamsil Ya menyerupakan Allah makhluk sudah keliru dia dari pemahamannya ketika dia memahami Nas tersebut maknanya seperti sifat makhluk yang kedua adalah maka pemahamannya itu telah membatalkan sifat sempurna bagi Allah ketika dia memahami sifat yang terdapat dalam ayat bagi Allah itu disamakan dengan sifat makhluk yang kedua dia akan berpaling dari menafikan kalau orang lalu kalam dia menafikan makna yang telah tergambar sifat yang sifat makhluk jadi dia berusaha mengalihkan maknanya nah ketika dia mengalihkan makna itu dia jatuh ke dalam merubah nama dan Kepatihan sifat Allah tadi maka dia mengingkari sifat Allah terdapat dalam hal tersebut yang kedua yang terakhir adalah yaitu dia menyempatkan Allah dengan lawan dari sifat yang terdapat dari ayat terdapat dalam ayat dan hadis tersebut maka dia mengatakan Allah tidak bersuara Allah dengan lawan dari sifatnya Allah tetapkan dan tadi sudah kita Jelaskan juga ya sepintas Bagaimana bahwa kesamaan di dalam nama bukan yang berarti samanya hakikat yang memiliki nama ini dengan Alquran Allah juga menyebutkan yaitu seperti Allah menyebutkan pohonnya Allahu La Ilaha Illallah menyebutkan juga makhluk juga haid tawakallah kalian kepada Allah yang Maha hidup yang tidak akan mati dan Allah juga menamakan makhlukNya dengan tadi kita sebutkan Allah mengeluarkan makhluk hidup dari makhluk yang mati jadi Sudah dipahami bahwa sifat cahaya bagi Allah tidak sama seperti sifat bagi makhluk walaupun sama nama sifatnya ataupun nama yang terdapat itu ya nama Allah juga alhay ya sebetulnya banyak contoh yang baru Kemukakan dalam pembahasan nah Oleh sebab itu Itulah dari sekilas tentang penjelasan beliau jawaban beliau ya sekilas yang dapat kita Gambarkan apa namanya pembahasan ini semoga menjadi jelas bagi kita bahwa tidak Adapun Satukan kalimat yang di dalam buku-buku belo mengatakan bahwa Allah itu sifat Allah seperti sifat makhluk tidak ada satupun kalimat kata dalam penjelasan beliau ya menyatakan bahwa sifat Allah seperti sifat makhluk dan beliau menjelaskan bahwa memang ya namanya sama tetapi bukan berarti hakikat dan bentuknya sama antara sifat Allah dengan sifat makhluk makanya Oleh sebab itu ya para ulama-ulama Salaf mengingkari orang-orang jahiliyah ya apa yang di apa namanya dituduhkan oleh orang jamiah kepada ulama-ulama salam seperti menuduh Ibnu Umar sebagai apa namanya dan apa namanya orang-orang muktazilah orang-orang yang menuduh ulama-ulama ahlussun dengan mereka tahu bahwa maksud ulama ahlussunnah tidak pernah menyuruh karena mereka saking lamanya hujan mereka mereka pakailah sepotong tuduhan ini untuk membuat agar dapat memprovokasi orang masyarakat awam ya dengan menggunakan lafal-lafal itu untuk menolak penjelasan-penjelasan para ulama tentang dalam beriman kepada sifat dan nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala makanya dari antara ulama mengatakan sebagai mereka menyebutkan mengingkari sifat-sifat Allah adalah kufur menyerupakan sifat Allah juga kufur ini banyak yang perkataan ulama-ulang Muhammad gurunya Imam Bukhari dan sebagainya dan mengatakan hal-hal demikian untuk membantah argumentasi orang yang mengingkari sifat Allah ataupun yang merupakan sifat Allah dengan sifat makhluk demikian yang dapat kita bahas insya Allah kita akan lanjutkan Insyaallah pada pertama yang akan datang pembahasan berikutnya adalah tuduhan kepada suaminya tentang ya Kita lihat apa pembahasan berikutnya adalah mengatakan bahwa Islam yang mengambil pemahaman tasbih dari orang sebelumnya seperti sebetulnya sudah selesai kita Jawab ya tuhan-tuduhan itu gua tidak benar Saya berpaham tasbih atau mujat bahkan dalam kitab beliau banyak sekali penjelasan yang mengkantar pembahasan-pembahasan orang-orang yang menyerupakan Allah dengan makhlukNya demikian kita kembalikan pada akhir menu kita dari studio Cileungsi nah Baik terima kasih banyak sekolah atas materi yang telah disampaikan oleh kesempatan pagi menjelang siang ini mudah-mudahan menjadi ilmu dan Hasanah wawasan yang lebih luas bagi kita semua baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi anda para pemerhati Rojas kalian yang ingin bertanya silahkan anda bisa menghubungi kami di layanan Telepon di 0218236543 atau Anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 yang pertama menyajikan terlebih dahulu Ustad pertanyaan di layanan pesan Whatsapp Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Islam Ibnu Taimiyah lebih banyak atau rata-rata dimusuhi oleh golongan hampir semua golongan Ahlul Bid’ah dibandingkan dengan ulama-ulama yang lainnya Mohon penjelasan nya pertama bukan ya sebetulnya juga yang menyendiri banyak sekali mendapat tantangan seperti yang terlebih dahulu seperti Imam Ahmad Karena di masa beliau ini memang aliran-aliran itu sangat subur jadi bermacam ini sudah kita bahas waktu dulu siapa saja yang memusuhi sistem Tamiya ya kita sebutkan dari kelompok orang-orang syiah karena beliau punya bantahan begitu panjang tentang syaratnya di sana beliau kupas berbagai alasan argumentasi orang-orang kemudian Ahlul kalam beliau punya yang mengatakan adanya pertentangan antara akal dan Wahyu tulis juga kitab yang panjang 8 jilid yaitu kitab dan juga kitab apa namanya kalau nggak salah ada setengah meter lah ya miliknya gitu ya untuk apa namanya dua ilmu tersebut tadi belum lagi dalam bahasa novel tentang mengupas berbagai penyimpanan ulama-ulama tasawuf yang ekstrim demikian pula kelompok dari yang belum betul-betul kupas dalam berbagai sehingga banyak sekali di sana yang tersinggung dengan belok gitu ya tersinggung yang karena belum membahas dengan detail berbagai hal-hal yang menjadi argumentasi bagi orang-orang yang menjauhi pandangan para ulama Salaf atau mazhab Ahlussunnah Wal Jamaah Jadi dari situ belum mendapatkan tentang-tentang yang berat dan secara khusus di masa beliau memang gerakan dan aliran ini sangat apa namanya subur sangat subur dan beliau justru juga menguasai pembahasan ini lebih luas tuh masalahnya maka sebagian tokoh dari Al filsafat mengatakan bahwa kami belum paham sebagian istilah Apa nama istilahnya itu bahas istilah-istilah dalam ilmu seperti kecuali setelah membaca bukunya Pengakuan dari sebagian mereka jadi Beliau juga kulitnya juga gitu banyak sekali buku-buku yang bisa bermanfaat ya jadi memang belum lebih banyak di sini atas vianya ya Tarbiyah beliau sangat jelas membersihkan ajaran Islam dari ajaran-ajaran yang sempalan yang dimasukkan ke dalam Islam baik dari ajaran agama-agama lain maupun dari pemikiran-pemikiran yang filsafat kuno demikian Baik terima kasih dan selanjutnya kami berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya melalui Layanan Telepon silahkan Kami tunggu di 021 8236543 halo Halo Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan bapak siapa di mana Erwin Pak Erwin di Padangsidimpuan Saya mau menanyakan keilmuan sih Ibnu Taimiyah itu ilmunya Apakah juga oleh Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dalam tauhid Apakah saya Muhammad bin Abdul Wahab juga mempelajari kitab dari Ibnu Tamiya karena keduanya tidak disukai oleh pemahaman Islam nusantara yang ada di Indonesia ini mereka selalu berusaha mendeskripsikan mereka berdua Padahal mereka yang terbaik dalam keilmuan mohon arahnya agar agar masyarakat ini banyak yang terpengaruh oleh Islam nusantara tersebut sebenarnya begini ada statemen yang begitu menyudutkan ulama seperti mengatakan itu anehnya itu Wahabi padahal Muhammad Wahab induk pada abad ke-12 Hijriyah ibnunya hidup pada abad ke-9 Hijriyah beliau lahir pada tahun 661 Hijriyah wafat pada tahun 728 Hijriyah itu berapa abad jauhnya ya kemudian Muhammad Wahab pada tahun 1115 ya kemudian wafat pada 1126 lahirnya 1115 Kalau nggak salah kemudian pada abad pada tahun 126 atau lupa saya persisnya hidup pada abad ke-12 Hijriyah ini hidup pada abad ke-8 Hijriyah ini sangat jauh rentang masa beliau kemudian lahir muridnya terlebih dahulu pada gurunya kan kalau menurut orang-orang Islam nusantara Wahabi itu kan adalah pengikut Muhammad Wahab Muhammad Wahab itu hidup pada tahun Pada abad ke-12 Hijriyah ilmu kimia pada 7 Hijriyah bagaimana bisa dikatakan Wahabi sedangkan Muhammad lahir pada abad 12 Hijriyah tidak mungkin dikatakan Taimiyah mungkin bisa ya karena lebih dahulu bulan ini satu kekeliruan bagaimana mereka ngawurnya dalam penisbahan itu Nah yang kedua Apakah benar membaca kitab Muhammad Wahab bukannya kitab yang dibaca oleh dia sekalian ulama yang belum baca ya dan Adapun masalah tauhid bukan hanya yang membahas masalah ini banyak sekali ulama yang semasa maupun tersebut ya tidak ada hubungannya kalau Sean India pun membaca kita tetap Ibnu Taimiyah selama macam ya karena memang semua ulama mempelajari kita kita ulama sebelumnya ya mau berdoa juga membaca kitab hajar hanya perkataan Imam ulama-ulama dari Syafi’i ya yang pertama beliau perkataan Imam Syafi’i yang kedua belok ke wakil perkataan Imam Ibnu Katsir ya ketika belum menyembuhkan dalil tentang surat al-ashri beliau kecuali surat ini untuk makhluk tak cukup sebagai hujjah kata Imam Syafi’i lalu ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi berbagai ulama kalau ada kesamaan dalam pendapat yaitu bukan hanya pendapat ilmiah sendiri gitu para ulama-ulama lain juga pendapat yang sama dari ulama-ulama lain ya jadi demikian bisa saja apa juga dari kitab tapi bukan hanya kitab suci atau dikatakan bahwa pelajaran tauhid Muhammad ya kita kalau baca kita kita belok-belok selalu konsisten menjelaskan ayat dan hadis itu dengan perkataan sahabat dan tabiin selalu mengomentari apapun bahasan belum pasti berusaha mencari perkataan para ulama-ulama masalah jadi beliau dalam memahami Alquran sunnah itu betul-betul merujuk kepada paham ulama salah jadi itu sebenarnya jadi tidak ada yang namanya Ada pendapat Ibnu Tamiya yang sendiri yang melenceng di Alquran dan Sunnah itu yang dipegang oleh bukan begitu maksudnya ya belum ada yang terkoneksi untuk di telepon kami ajukan ada pertanyaan Ustadz Apakah benar dalil bahwa tauhid dibagi menjadi tiga itu ada pada Surah Maryam ayat yang ke 65 pertama pembagian tauhid itu adalah pembagian istiqra’i ya pembagian berdasarkan menelaah dalil-dalil agama pembagian ini bukan pembagian yang sifatnya artinya orang tidak hafal pembagian bukan ahlussunnah tetapi yang penting mereka memahami tauhid yang 3 itu dan pemberian tauhid 3 ini ada ulama membagi juga dua karena istikharah maka ia tidak ada Nash yang yang konteks dalam pemberian tauhid makanya ulama Salaf untuk kadimin banyak bagi tauhid kepada dua bagian yaitu tauhid Asia dan ini sama pembagian apa namanya istilah-istilah ulama dalam ilmu hadits ada Hadis Mutawatir ada hadis Ahad ya ada hadis terbagi lagi ada hadis masyhur ada hadis apa namanya Azis ada hadis apa namanya ilmu Jadi bagi ada ilmu zulfiki ada ilmu fiqih ada ilmu apa namanya tafsir Ilmu Tafsir dan Tafsir ilmu hadisnya semuanya juga pembagian pembahasan Nahwu ada huruf ada Isim ada fi’il ada fi’il ada sebagian ini semuanya istiqra’i oleh para ulama Jadi sebetulnya jadi untuk hal ini ya itu adalah memudahkan memahami itu tujuan ulama dan juga untuk mengklasifikasi di mana kekeluargaan yang terjadi ya di dalam memahami tauhid itu tujuannya untuk kembali menjadi utuh dan satu kemudian masalah Dalil dan surah Al Maryam tadi saya tidak Apa bunyi ayatnya ya tetapi dalil tentang pembagian tauhid itu sangat banyak sekali dalam Alquran umpamanya dalam surat al-fatihah dan juga surat an-nas al-fatihah alhamdulillahirobbilalamin robbul alamin adalah asma as sifat Maliki yaumiddin asma as sifat ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala pembagian tauhid itu dibagi untuk memudahkan memahami pembahasannya itu tujuannya makanya para ulama berbeda ibarah mereka lafadz apa namanya konteksnya berbeda tapi maksudnya sama tetapi kenapa ada yang ulama yang mengingkari pembagian Ketika pembagian itu membawa kepada pemahaman yang keliru sebagai membagi tahu itu menjadi ada namanya tauhid hakimia ini adalah sebetulnya bagian dari mereka menyewakimia tujuan mereka adalah untuk mendapat menyaksikan bahwa Syirik dalam hukum adalah apa namanya kita tidak hanya Syirik dalam ibadah tapi Syirik hukum sudah hukum atau apabila kita mengamalkan hukum-hukum yang buat manusia nah itu kata mereka Maka menambahkan istilah tauhid hakimia sedangkan hukum dibuat manusia itu tidak mutlak selalunya bertentangan dengan Alquran dan lalu mereka nanti akan mengambil nah ini pembagian-pembagian ilmiah itu tidak dipermasalahkan selama pembagiannya betul-betul mengikuti dalil yang ada jadi Adapun dalil untuk pembagian tauhid itu banyak sekali dalam Alquran bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan juga dasar pembagiannya adalah ketika memang sebagian orang memahami itu hanya tauhid rububiyah kalau dia sudah memahami Allah menciptakan alam dan semesta mengatur miskin hidup matikan mereka menganggap itu Sudahlah tauhid sudah sempurna maka tidak menganggap orang-orang yang meminta-minta kepada sesama Allah pernah Dzar kepada Allah ya bersumpah dengan selain Allah tidak menganggap lagi dia melakukan sebuah penyimpangan dalam tauhid selama dia mengakui Allah sebagai pencipta nah ini yang perlu dikomentari oleh para ulama bahwa tauhid mengakui Allah sebagai pencipta itu tidak belum ya menyempurnakan dan belum dikatakan bertauhid karena orang-orang musyrikin pun mengakui Allah yang menciptakan mereka ya walaupun mereka beriman dengan Tauhid rububiyah itu ya walaupun ada di sana pembagian orang kafir yaitu orang-orang dahriyah atau orang-orang ateis tapi orang-orang musyrikin secara umum mereka dikatakan musyrik mereka bersamping beribadah kepada Allah juga beribadah kepada Allah makanya mereka juga berdoa kepada Allah jika dalam kondisi-kondisi yang sangat berat kondisi-kondisi sangat apa namanya darurat ya mereka menunjukkan bahwa mereka kepada Allah Jadi mereka juga memohon kepada Allah tidak semata-mata kepada berhala karena Allah katakan faedah rakibu fill Allah Mukhlisin jika mereka menaiki bahtera kapal di lautan datang ombak besar dan seterusnya badai mereka berdoa kepada orang-orang ke daratan mereka kembali lagi berempat kiri dan juga riwayat dari saudara ketika ditanya oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Siapa yang berapa Tuhan yang engkau sembah mereka sebut adalah dia jauh adalah 7 sama ada 6 di bumi satu di langit ini mereka juga beriman apa namanya kepada Allah tapi samping beriman kepada Allah mereka mempersekutukan dalam teman-temannya dalam ibadahnya kepada selain Allah makanya Nabi Ibrahim juga umat Nabi Ibrahim juga ini baru memang aku melepas diri dari segala sesembahan kecuali zat yang menciptakanku yaitu Allah berarti dia antara makanya Ibrahim mengecualikan mereka yang berpasi dari mengecualikan Allah karena diantara sama mereka juga Allah jadi mereka dikatakan musyrik di samping beribadah kepada Allah mereka kalau berhaji zakat salat mungkin kepada Allah tapi ketika memohon Istighosah sebagainya kepada selain Allah nah ini yang disebut dengan bentuk penyimpanan dalam Tauhid uluhiyah itu maka itu para ulama menyisihkan membagikan ini menjelaskan untuk dijelaskan mana yang sudah di Imani mana yang belum diimani dan perlu disempurnakan demikian kita di kesempatan pagi menjelang siang ini ada istilahnya dapat disampaikan untuk para pengraji Rodja sekalian terima kasih untuk bersama anak untuk semua berbagai ini demikian mohon maaf jika ada kekurangan dan penyebab ini Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ilmu yang telah disampaikan dari pembahasan bantahan terhadap tuduhan syaikhul Islam pertemuan kesekian kalinya yang mudah-mudahan lebih mencerahkan kita ke kepada kita semua mengenai sosok ulama besar kita yaitu Syekh khul Islam Ibnu Taimiyah mohon maaf apabila ada kesalahan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply