Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah – Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

93.1 FM dan radio ro Bandung 104.3 FM menyebar cahaya [Musik] sunahikm illah muhammii asuaahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul ba islamakumullah para pemira dan pendengar di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancarlaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau Komplek Radio Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV saluran tilawah Alqur’an dan kajian Islam sat radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah Bismillahirahmanirahim Alhamdulillah muhamm waihitiiin auhina amqulaha haqq tuqatii W tamunna illa wa Anum muslimun ya ayuhqubakumzi KH auhina amahan sumakumumahahuqitabahaii was ikhwah sekalian disebutkan di dalam musnadarimi Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma bercerita Beliau mengatakan lma Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallamasulahahu Alaihi Wasallam Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wafat sahabat Ibnu Abbas yang merupakan sahabat Junior beliau masih kecil dan muda sekali sekalipun beliau merupakan orang cerdas beliau didoakan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allahumma pahamkan agama dan pahamkan Tafsir sehingga ilmunya banyak doa Nabi wasam dan di antara sebabnya juga beliau adalah orang yang bersungguh-sungguh cerdas dan tidak malas tidak hanya karena beliau seorang keturunan dan keluarga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Tapi beliau juga termasuk orang yang menjadi teladan dalam kesungguhan belajar Beliau mengatakan aku berkata kepada seorang dari kalangan Ansar ayo kita tanya kepada para sahabat mumpung mereka masih banyak kita tanya ilmu-ilmu yang masih instan dan masih fresh dari paraas Sahat maka orang tadi mengatakan wabanaka Abbas yaja Ila wiim Min asabi rasulillahallahu Alaihi Wasallam fim kamu ini an ada-ada aja kamu aneh Ibnu Abbas Apakah kira-kira orang akan membutuhkan ilmu kamu sementara di tengah kaum muslimin masih banyak para sahabat yang banyak maka kata Ibnu abbasatalika dalam riwayat dikatakan Aku tinggalkan dia dan dia meninggalkan belajar tapi aku sibukkan untuk mempelajari dan bertanya mencari ilmu-ilmunya para sahabat MP mereka masih banyak Beliau mengatakan barangkali ada sebuah hadis yang aku dengar dari salah seorang sahabat nabi wasam maka Aku datangi rumah akuunya ternyata dia Tid siang maka Beliau mengatakan aku ambil SBU aku jadikan bantal aku Tid di pintunya sampbu itu menyiramukakuun u Alaihi was maka eh sahabat mengatakan wahai sepupu Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kenapa kamu harus capek-capek datang ke sini Kenapa Antum tidak utus orang saja aku yang datang ke rumahmu tahu bahwa ini keluarga Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan orang khusus maka Ibnu Abbas mengatakan la WA ah Bahkan aku yang lebih berhak untuk mendatangi dan belajar dari Antum Kemudian beliau belajar dan bertanya kemudian setelah itu kembali ke orang Ansari yang tadi aku ajak belajar umurnya panjang hingga ketika aku belajar kemudian aku lama menghabiskan waktu akhirnya aku mulai dibutuhkan orang mereka tanya mereka hadir di majelisku orang itu lewat lalu orang tadi mengatakan fq Iya anak muda ini ternyata lebih muda dan lebih hebat dari aku lebih berakal belajar terkadang orang memiliki pesimisme mungkin ambisinya salah saya belajar harus jadi Ustaz jadi Alim jadi Mufti atau viral sehingga beberapa ulama ditanya Syekh saya barangkali enggak bisa untuk belajar jadi ulama Kalau tidak salah bertanyakan disampaikan kepada Syekh e salh Fauzan Beliau mengatakan kata siapa orang belajar jadi ulama orang belajar Minimal dia bisa menghilangkan ketidaktahuan dirinya sehingga beribadah kepada Allah dengan ilmu ini yang paling penting dan ini yang banyak dilupakan kaum muslimin Kemudian yang kedua pelajaran penting juga Terkadang ada di tengah masyarakat orang yang tidak hanya malas belajar tetap tapi gembosi membuat malas belajar ya kalau Sufyan Ibnu uyainah rahimahullah Beliau mengatakan sungguh aku barangkali ingin menyampaikan satu Hadis yang giarib jarang sekali dimengerti oleh semua orang hampir aku sampaikan ternyata di antara hadirin itu ada orang yang agak lemah pemahamannya aku enggak jadi dan para ulama mengatakan bahwa ini merupakan salah satu sisi negatif orang berteman dengan orang yang agak kurang paham lalu Bagaimana seorang berteman dengan orang yang malas belajar digembosin dia mau belajar bahkan dijelek-jelekkan dan di zaman ketika sunah ini jarang maka orang-orang tidak lagi mengatakan Kamu mau belajar biar jadi itu jadi itu bahkan sebagian orang tidak ragu mereka mengategorikan ada ekstrem kanan ekstrm kiri ekstrim kiri adalah orang-orang yang tidak mau menerima dalil ekstrm kanan adalah orang yang sedikit-sedikit dalil lalu orang yang tengah-tengah bagaimana yang sesuai dengan selera masyarakat kira-kira ilmu itu mau didapat dengan cara apa kalau seandainya talak ukurnya seperti itu pelajaran ketiga ketika ilmu itu harus dihargai kalau seandainya orang tidak menghargai ilmu bagaimana dia berharap ilmunya akan berharga para ulama mengatakan Ketika sang Alim orang yang punya ilmu tidak menghargai ilmunya sendiri kira-kira dia berharap bahwa orang-orang yang ada di sekitarnya menghargai ilmunya dia sendiri yang punya ilmu Ternyata dia tidak menghargai ilmunya Subhanallah kalau kita melihat bagaimana riwayat yang dinukil dari para ulama ahli hadis Imam Malik rahimahullah Beliau pernah diminta oleh khalifah agar membawa kitab almuwata untuk mengajarkannya di tengah istana maka beliau mengatakan aallahul Amir Semoga Allah memuliakan engkau wahai Amir inalmaa ilmu ini dengan jasa engkau dengan pertolongan Allah in Kalau engkau akan muliakan akan Mulia Kalau engkau hinakan akan hina W tetapi ilmu itu didatangi bukan mendatangi lalu sang khalifah sadar lalu mengatakan benar anak-anaknya suruh hadir ke masjid ini hampir sama dengan kisah albukhari rahimahullah sayang Al Imamul Bukhari menjadi orang yang dijauhi bahkan dimusuhi oleh qadi yang berkuasa di zaman itu di daerah bukhara ketika ia memerintahkan Imam Bukhari membawa dua kitabnya yang pertama aljamiahih yang keduaarikul Kabir bawa ke istana liasmaahu Aku pengin mendengarkan Karang karangan itu di istana maka beliau dengan tegas mengatakan ee dikatakan kepada utusannya qulahu inni la udillul ilm wa ahmiluhu Aa abwabis Salatin katakan kepada rajamu ya kepada atasanmu aku tidak ingin menghinakan ilmu dan aku tidak akan bawa ilmu ini di pintu-pintu istana dan kekuasaan fainu hajatun ilaihi kalau dia butuh datang ke masjidku atau ke rumahku kalau ternyata dia tidak ingin dengan jawabanku dia boleh untuk melarang karena dia adalah seorang pejabat atau pengua larang saya dari kajianak ada Mas nanti aku punya alasan di depan Allah Wal aku tidak Ma menyembunyikan ilmu akan tetapi ini mahal sekali para ulama ketika mereka menghargai ilmu itu maka ilmu itu berharga dan mereka menjadi orang yang didoakan kata-kata mereka dikenang sampai sekarang dan dimanfaatkan barangkali ini yang banyak juga dilupakan oleh kebanyakan penuntut ilmu di zaman sekarang dan ini yang diingatkan berkali-kali oleh Syekh salhusaimi hafidahullah ketika beliau mengatakan banyak orang yang lebih suka memperhatikan masalah yang kelihatan menghafal hadir Majelis Taklim kemudian pilih buku yang paling bagus mau baca kitab apa sampai khatam tetapi barangkali Kebanyakan orang tidak perhatian pada hatinya entah orang yang belajar maupun orang yang orang yang mengajar dan kita minta keikhlasan kepada Allah Azza waalla rupanya para ulama mengingatkan poin penting ini dalam masalah menyampaikan ilmu Abdurrahman Bin Mahdi rahimahullah seorang ulama ahli hadis meninggal tahun 200 ee ee 198 198 beliau meninggal sama dengan Yahya Bin Said al-qattan para pendekar ilmu Hadis mereka itu beliau suu saat mengatakan aku hadir di sebuah kajian hari Jumat ternyata yang hadir banyak maka aku bahagia sekaliuman satu hari aku hadir ternyata yang hadir sedikitintu maka aku sedih Mak aku mendatangi salah satu Guruku lalu Beliau mengatakan majelis itu adalah majelis yang jelek kamu bisa bahagia atau sedih karena banyak atau sedikitnya orang yang hadir dan subhanallah rahimahullah mengatakan tu A IBN Abi Rabah ya wahua ahlil ARD telah meninggal dan wafat Aa IBN Abi Rabah murid Ibnu Abbas ketika beliau meninggal dan beliau adalah orang yang paling diridai ilmu dan agamanya Wana yah majlisahu illaaniani Sabah ternyata yang hadir majelisnya hanya Del atau 7 orang saja tapi itu tidak menjadi pertimbangan ketika mereka ikhlas ini yang Dan kita punya tugas bersama dan kalau kita perhatikan ternyata para ulama sampai dalam masalah pengajian mengingatkan ini hati-hati ketakwaan bisa terganggu ini ini majelis gede banget yang datang banyak banget ini bisa jadi mengganggu niat juga ya Semoga kita menjadi orang yang ikhlas ya Beliau mengatakan kamuisawa yangik kamu akan kamu tidak bisa bertwa dengan cara yang benarau ak bertemu dengan seorang perempuan kamu tidak tunduk pandangan bisa jadi kita butuh unuk berwaaama setelah pengajian kalian jalan bersama aku dari masjid ke tempat ini barangkali ini pantas untuk dijadikan evaluasi ketakwaan kita alam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam inahu fitnatbui Bukankah kalian ingat hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam orang jalan bersama itu bisa menjadi godaan orang yang diikuti dan akan menjadi kehinaan orang yang mengikuti artinya para ulama memperhatikan itu tapi kita berdoa kepada Allah agar ilmu yang kita pelajari bermanfaat ikhwah sekalian kita akan mempelajari kitab tentang adab dan lebih khusus dan spesifik adalah adab belajar dan ternyata para ulama memperhatikan Sisi adab ini menjadi salah satu sebab ilmu ini bermanfaat dan bisa jadi kecerdasan orang kesungguhan dalam hadir bahkan banyaknya catatan tidak mewakili ilmu seeorang bisa jadi banyak Akan tetapi karena adab yang tidak banyak ternyata ilmu ini tidak bermanfaat catatan penting dari sahabat Ibnu Abbas ketika beliau rela untuk tidur di depan pintu rumah orang yang akan diambil ilmunya ya Beliau pernah juga hampir sama membawakan tali kekang unta gurunya Zaid Bin Tsabit radhiallahu anhum AJ maka beliau mengatakanun rasulillah biarkan ini biarkan saya bisa bawa sendiri Beliau mengatakan demikianlah kita diperintahkan untuk menghormati guru-guru kita ya ini barangkali juga perlu diperhatikan ketika di zaman ini orang belajar lebih terdorong karena urusan finansial saya bayar saya sudah berhak untuk mendapatkan jatah saya dan fasilitas kemudian dia menyandang gelar kemudian setelah itu dia sampaikan lalu dia mungkin membanggakan sesuatu yang kalau kita bandingkan dengan kebiasaan para ulama malu sekali kita kita enggak seperti mereka dalam belajar apalagi dalam masalah keikhlasan maka perlu kita mempelajari bagaimana keteladanan mereka dalam beradab dan beliau Syekh Sal usaimi sering mengingatkan ini beliau mengatakan pernah satu saat ada orang yang sudah bergelar Doktor pengin belajar kepada saya Saya pengin belajar kepada Antum baik silakan kalau begitu kita mulai membaca kitab salalatatul usul Beliau mengatakan orang yang tadi dibilang itu saya maaca tatul usul dia merasa dia sudah Doktor dia sudah banyak baca buku Kalau dia baca sendiri bisa ini aja enggak Saya pengin buku yang lain nanti saya bawa gini ini sudah dari awal cengkal kata orang Jawa Itu ya sudah Ngai sama gurunya bantah dia dia pun Tentukan sendiri bukunya Dia tentukan dulu aturannya dari awal sudah tidak seperti itu Subhanallah ternyata para ulama mengatakan bahwa bisa jadi cara yang salah itu yang membuat mereka gagal di awal sementara dulu para ulama mereka belajar sampai 30 tahun itu gimana ceritanya mulazamah sampai 30 tahun kalau orang kuliah S1 S2 S3 anggap 15 tahun ditambah dengan mungkin dari jenjang paling dasar itu TK SD SMP SMA Apakah sampai 30 tahun tidak sampai belajarnya Bagaimana apakah belajarnya seperti belajar para ulama Antum tahu bahwa metode para ulama dalam majelisnya betul-betul dipenuhi dengan keagungan kehormatan kewibawaan majalisul Ilmi kata para ulama majelisnya para ulama atau majelis ilmu itu dipenuhi dengan Haibah ketenangan Kehormatan dan juga kewibawaan bahkan di Abdurahman bin mahdiiam tidak ada yang berani meraut penanya tidak ada yang berani berbicara tersenyum tidak ada yang berani dan ini yang jarang diegur di zaman sekarang bahkan Syekh usimi mengatakan saya ingin terapkan ini dan tidak dibolehkan seorang ini Tentunya di majelis khusus di majelis khusus kalau majelis umum biasanya beliau yang menghargai seperti Masjid Nabawi beliau biarkan tapi kalau di majelis khusus beliau akan tegur itu contoh nya misalkan ada orang duduk di belakang gitu tuh Ya beliau akan tegur itu orang eh Antum yang duduk di belakang antum mau hadir atau hanya pengin dengar-dengar gitu aja gitu ngisi waktu kan biasa orang daripada pulang gitu ngisi waktu aja kalau mau hadir kayak gitu caranya datang mendekat kemudian ada salah satu muridnya dia melihat bukunya begitu Syekh us mengatakan angkat kepalamu lihat ke sini beliau pun pernah marah ketika beliau akan menutup kajiannya hampir ditup kajian itu ada rekamannya itu itu ada rekamannya beliau punya kajian rutin di Riyad beliau hampir tutup itu kajiannya tiba-tiba murid-muridnya sudah berdiri langsung Beliau mengatakan Kalian mau ke mana Kenapa kalian enggak sabar kita datang semua untuk belajar saya datang seperti Antum Saya pengin belajar bersama Antum tapi kenapa kita enggak bisa menerapkan adab ya kenapa enggak sabar sedikit sabar dulu saya biar keluar dulu dan Kemudian beliau tegaskan itu dan terkadang beliau menghukum muridnya menghukum muridnya beliau ambil sandalnya keluar dari Majelis Ya beliau sudah Ingatkan sebelumnya sudah diingatkan bahwa seperti Abdurrahman Bin Mahdi rahimahullah beliau tidak ingin ada orang yang hadir kemudian sambil tersenyum-senyum ngobrol sendiri sana kemari gitu enggak ingin beliau ada seperti itu kalau ada yang seperti itu beliau marah ambil sandalnya keluar Nah ini Syekh Sal usimi pernah praktik kan lalu pada pengajian setelahnya beliau Ingatkan saya sengaja keluar Kemarin saya sudah Ingatkan pada kajian sebelumnya bahwa tidak pantas kita sebagai thbul ilm seperti ini dan rupanya kalian mungkin masih perlu diingatkan lebih keras kira-kir kita bayangkan kalau di zaman sekarang gurunya keluar itu mungkin senang tu hantri itu ya saya ingat itu guru guru di pesantren dia mengeluarkan kita dari kelas kemudian digabung dengan kelas lain kemudian lagi beliau nyuruh nyatat aja tidak disyarah tidak dijelaskan kita malah senang kita ngobrol ke sana kemari guru itu jadi tambah marah dia Dia bilang saya ini pengin hukum kalian saya keluarkan kalian dari kelas kalian Biasanya kalau di kelas-kelas profesional itu mereka marah kenapa kami dikeluarkan dari Kelas kami gitu kemudian Kenapa kami dikumpulkan dengan kelas lain kan kita butuhkan penjelasan secara khusus dari Antum kalau kita enggak santai kita mah n seperti ini barangkali tidak cocok diterapkan ya karena kita belum siap untuk belajar Beneran itu kalau kita melihat Bagaimana guru itu sampai tidak ada harganya zaman sekarang guru barangkali lebih takut dengan peraturan ini belum lagi ada pembulian guru kemudian ada lagi ada murid yang sampai membunuh guru gara-gara satu peraturan di pesantren tetapi sekedar murid tidak bisa lagi untuk gagalak boleh gagal dia rasip-rosip enggak paham nilainya kecil luluskan aja nanti kita enggak dapat akreditasi Mohon maaf ini mumpung enggak ada pesantrennya di sini ya kalau tidak ada akreditasi repot kan sudah akreditasi biar jalan yang enggak lulus luluskan ya tiib hukum asalnya enggak pantas dia naik ke jenjang berikutnya nulis Enggak bisa katrol lagi lalu ketika dia jadi guru dia akan ngatrol atau dia akan minta katron lain kira-kira ilmunya Bagaimana seperti itu kalau sekarang standarnya adalah titel sebenarnya ini merupakan kebanggaan yang tidak perlu dibanggakan dan memalukan memalukan sekali Maka ikhwah sekalian belajar tentang adab belajar menjadi penting dan justru dari sisi itu Ibnu jamaah rahimahullah menulis buku khusus tentang adab kita akan baca ini dan isinya dalil beliau Sebutkan tentang pertama keistimewaan ilmu Tidak semua orang belajar biar kita tahu bahwa yang kita pelajari ini lebih terhormat dari apa yang dipelajari ahlud dunia ahlud dunia belajar mahal beli apa segala macam modalnya banyak sekali orang belajar agama rata-rata kan gratis tinggal datang pengajian selesai tapi ternyata demikian karena orang kurang bisa menghargai ilmu akhirnya ilmu ini seolah Mang murah sekali ya kemudian beliau akan menyebutkan tentang adab seorang guru itu bagaimana kemudian adab seorang penuntut ilmu setelah itu beliau akan sebutkan Bagaimana adab seorang ketika menghargai bukunya ketika menghargai bukunya para ulama ketika mereka menulis buku kita akan paham misyaallah kitaan pelajari mereka tidak akan mencoret-coret buku itu mereka tidak akan apalagi sampai meletakkan di bawah kemudian mereka akan rusak-rusak bukunya ya kalau kita baca tulisan dan contoh para ulama menghargai buku mereka tidak boleh dipinjam ketika ada yang minjam kok minjamnya ngutus orang Antum tahu itu buku mau pinjam tapi dia pinjam ngutus orang untuk minjam enggak akan dipinjamin itu disebut oleh khatib Al bagdadi dalam kitab takyidul ilm ketika ada orang mau mininjam buku dites dia dites coba kamu baca buku ini enggak bisa baca Enggak jadi dipinjamin karena di antara bentuk pengagungan ilmu seseorang hanya memberikan kepada ahlinya saja kalau orang yang tidak ahli dia diberi ilmu segini mubadir yang pertama yang kedua dia tidak bisa menghargai begitu Antum bayangkan itu sampai para ulama seperti itu ada orang yang sampai Pinjam Buku ternyata ketika dikembalikan ada minyaknya Oh ini belajar atau makan ini keesokan harinya pengin Pinjam Buku lagi dikasihnya buku sama piring ya kasih buku sama piring katakan ini Piring untuk apa kamu kalau makan pakai piring jangan pakai buku saya ya ada orang yang pakai begitu sampai mereka akaninjamkan buku dia katakan Saya mau pinjamkan buku Tapi kamu harus kasih jaminan ini orang yang minjam tidak tidak kalah Kalil adab namanya dia bilang siap Ana kasih jaminan apa jaminannya buku yang dipinjam dari orang lain Ini buku siapa buku kamu bukan saya pinjam dari saya Wah kalau gitu jangan-jangan buku saya akan dijadikan jaminan ke orang lain lagi nah Artinya mereka tanya seperti itu ya sampai ada ungkapan di tengah orang Arab mereka mengatakan orang yang meminjam meminjamkan buku adalah orang yang bodoh orang yang meminjamkan buku adalah orang yang bodoh orang yang mengembalikan pinjamannya kepada pemiliknya lebih bodoh lagi karena dia sudah dapat yang paling mulia meskipun kita tidak berbicara ini masalah amanah atau dia jujur atau tidak enggak boleh zalim tidak seperti itu akan tapi bagaimana lihat para ulama mereka menghargai buku itu sekalipun dengan sebuah pinjaman maka ee Sesungguhnya orang yang hanya mengetahui harganya ilmu adalah orang yang paham ikhwah sekalian buku ini ditulis oleh seorang qadi qadi itu di zaman dulu merupakan pejabat yang dilantik karena ilmunya maka banyak para ulama yang sampai diberi gelar alqadi dan masing-masing mazhab memiliki ulama yang sampai menyandang gelar qadi seperti alqadi abu ya’la alqadi abu Yusuf ya Banyak sekali dan kebanyakan mereka tidak mau Jabatan itu lari bahkan ada yang pura-pura gila ada yang sampai dihukum seperti Abu Hanifah dihukum karena enggak mau jadi Seorang qadi akan tetapi qadi itu tugasnya berat sekali sehingga Sebagian ulama yang tadinya hafalannya kuat gara-gara mengambil jabatan qadi hafalannya tercampur seperti syarik IBN Abdillah annakhi hafalannya kuat sebelumnya tapi setelah tawallal Qada Setelah dia mengambil jabatan qadi hafalannya mulai enggak beraturan akhirnya ditinggalkan hadisnya orang yang meriwayatkan dari ini selama sebelum menjabat itu masih diterima tapi kalau Setelah dia mengambil Jabatan itu sudah jangan diterima lagi itu riwayatnya sudah enggak karu-karuan nah memang Jabatan itu menyibukkan jangankan jabatan yang memang panas orang bilang ya ya bukan hanya panas itu panas tapi menggiurkan ya jadi orang mau semua tetapi itu cuma sekedar sebuah tanggung jawab saja membuat orang sibuk dari belajar Saya pernah tanya ke seorang dosen saya ya Syekh Antum ini sekarang jadi dekan padahal Antum sudah Profesor Apakah Antum punya waktu gimana cara ngaturnya gitu n beliau katakan sudah hilang sudah waktu untuk baca saja hilang tapi Ana bilang Antum Masyaallah membaca disertasi-disertasi sehingga Antum bisa manfaatkan itu beliau mengatakan beda membaca disertasi untuk saya uji Itu saya cari kesalahannya tetapi kalau saya membaca buku ulama untuk istifadah itu yang butuh waktu dan itu barangkali yang ikhlas ya Dan kita ketika membaca karyanya para ulama kita ingin latihan dengan metode mereka dalam menyusun kalimat yang betul-betul mereka Tuliskan dengan keikhlasan ketawaduan mereka dan ini bisa jadi berbeda sekali dengan tulisan orang zaman sekarang meskipun sama-sama bahasa Arab tu para ulama hati-hati dalam menulis sampai dinukil dari almawardi rahimahullah beliau ketika akan meninggal beliau katakan tulisan saya itu jangan bururu-buru dicetak kalau seandainya nanti saya mati dengan kesulitan jangan dicetak itu buku saya Saya khawatir enggak Ikhlas itu Tapi kalau nanti saya mati dengan tenang silakan dicetak buku itu nah Artinya mereka hati-hati sekali Imam Malik rahimahullah ketika beliau menulis karya beliau almuata beliau mengatakan atau disampaikan kepada beliau orang-orang bilang itu banyak yang nulis muata masa Antum masih menulis muata lagi dia mengatakan maana lillahi yabqo yang ditulis karena Allah itu yang akan bertahan dan hampir sekarang tidak ada muata yang tersisa selain muata Imam Malik rahimahullah annawawi rahimahullah tulis kitab Arbain Nawawi Riyadus shihin Syarah Sahih Muslim usia Beliau belum sampai 40 tahun atau 45 tahun meninggal tulisannya bermanfaat sekali sejak beliau meninggal tahun 676 Hijriah sampai sekarang Banyak kaum muslimin mengkaji Riyadus shihin ARB Nawawi kira-kira pahalanya mengalir berapa itu Ibnu Hajar alasqalani rahimahullah menulis Kitab Bulughul Maram disebutkan assakhawi rahimahullah alhafiz Ibnu Hajar menulis Bulughul Maram untuk dijadikan anaknya menghafal waqadarallahu Masya fa’al anaknya tidak hafal tapi Allah ganti dengan lebih istimewa ketika kaum muslimin banyak menghafal Bulughul Maram itu dan hadis itu menjadi tumpuan pembahasan halal dan haram kalau orang sudah menghafal Bulughul Maram banyak para ulama mengatakan setidaknya dia sudah menguasai pembahasan fikih kalau kita sekarang belajar orang mau menguasai pembahasan fikih hafalkan Mutun hafalkan Mutun matan-matan fikih mau fikih Mazhab Syafi’i Hambali dan seterusnya dari mukhtasarat yang paling pendek sampai yang mutawalat tapi kita katakan yang lebih istimewa lagi kalau dia bisa menghafal dalil-dalilnya dan Al alhafiz in hajar beliau menyusun dalil itu sesuai dengan pembahasan fikih yang biasa digunakan oleh para fuqaha maka beliau akan menyebutkan beberapa hadis yang lemah bukan karena beliau mengatakan hadis sahih beliau katakan hadis diif bahkan terkadang hadis itu lemah sekali akan tetapi beliau ingin menyebutkan hadis ini yang biasa digunakan untuk berdalil oleh para fuqaha Antum tahu sekarang lemah itu nah sehingga kalau kita menghafal hadis-hadis Maram maka kita akan tahu bagaimana ilmu itu kita bisa pegangi baik ikhw sekalian Ana sebutkan bahwa penulis kitab ini dan seorang Fakih bahkan seorang muhaddis ahli hadis Beliau bernama badruddin Abu Abdillah Muhammad bin Ibrahim Ibnu jamaah beliau meninggal tahun 733 Hijriah usia Beliau ketika meninggal ada sekitar 94 tahun 94 tahun itu usia tua kalau seandainya Allah Azza W beri Taufik dia tetap akan bisa memanfaatkan usia tua masih tetap mengajarkan dan di zaman ini juga ada beberapa orang seperti itu saya pernah kenal saya cerikan saya sering ceritakan usia 97 meninggalnya tapi sebelum itu masih selalu berdakwah perempuan berdakwah usia sampai 97 kemudian meninggal di saat seberapa orang yang meninggal usia 60 atau mungkin belum meninggal dia50 tahun sudah mulai merepotkan orang bahkan Mungkin banyak orang yang tidak belajar enggak ngerti tata cara wudu dan salat ketika dia bisa berumur 50 60 tahun kira-kira umur sekian panjang untuk apa saja itu itu dicela sekali Ana sering sampaikan kepada jemaah di masjid-masjid bahwa dulu para ulama ahli hadis sampai jengkel kepada orang tua tidak ngerti al-quran dan hadis ya sampai dikatakan tempeling saja kalau ada orang kayak begitu ini mohon maaf ini ini namanya nya bahasa Jawa Timur ya ya tapi Menerjemahkan bahasa Arab memang ada kesamaannya ya Beliau mengatakan Ikh lam yaq Qur Wam yak had lah kalau kamu melihat ada orang tua tidak belajar Alquran tidak belajar hadis fas lahu Asa dalam bahasa Arab itu mukul kepala tapi tangannya terbuka itu apa artinya itu Iya bahasanya sopan mengelus gitu ya tapi tempeleng begitu karena dia adalah masyaikh remulan Masik remulan Apa yang dimaksud dengan Masik remulan ak mereka biasa menghabiskan waktu ngobrol gitu ketika mata ketika sinar rembulan mulai kelihatan di malam hari di zaman itu memang di zaman itu mereka menghabiskan waktu malam ngobrol minum mungkin minum kopi kalau ada ya ya mereka santai menghabiskan waktu yang mereka perbincangkan adalah berita orang-orang ini datang ini pergi ini beli ini jual ini apa segala macam sampai ke sana kemari mereka bahas tetapi ternyata di antara mereka enggak ngerti tata cara wudu untuk salat ilmu yang mereka butuhkan itu fardu Ain ya fardu Ain ini ke mana aja mereka tidak belajar ini mukadimah panjang banget ya ya eh dan ini ikhwah sekalian Eh ditulis oleh [Musik] EE Ibnu jamaah rahimahullah beliau sempat berguru kepada ayahnya sendiri karena ayahnya Ibrahim Ibnu jamaah merupakan seorang ahli fikih jadi belajar kepada bapaknya bahkan belajar al-quran sampai selesai dari bapaknya ini menjadi kebiasaan para ulama yang pertama mereka harus menghafal al-quran itu itu menjadi kebiasaan Bahkan mereka menganggap tidak hafal Quran adalah aib ya aib disebutkan oleh Hafiz IBN hajar dalam takrib tahzib tentang Utsman IBN Abi syaibah siiqatun hafidun imamun lahu Aham Dia seorang terpercaya Imam tapi dia sering lupa ya Qila innahu kanana la yahfadul Quran katanya beliau tidak hafal al-qur’an dan banyak para ulama menilai bahwa tidak hafal Quran adalah aib ya ya dan justru kebanyakan ulama mereka belajar al-quran sebelum baligh bahkan kalau bisa belajar dari orang tuanya luar biasa Seperti Abdullah bin Imam Ahmad Abdullah bin Imam Ahmad belajar al-qur’an sampai khatam dari ayahnya sendiri ya tapi yang paling gampang Kalau zaman ini ibunya aja yang hafidah bapaknya kan sibuk cari kerja minimal dapat Ibu Hafizah Maka anaknya Biarkan saja Insyaallah Hafid sendiri mungkin ya mudah-mudahan baik Kemudian beliau sempat belajar juga kepada beberapa ulama ahli fikih bahasa bahkan termasuk Ibnu Malik yang kita dengar mengarang karya Alfiyah IBN Malik itu salah satu gurunya dan Kemudian beliau ee berkali-kali menjadi qadi dicopot jadi lagi dicopot pernah menjadi qadi di daerah ee Syam kemudian dicopot kemudian pindah ke Mesir dicopot lagi kemudian ke Syam kemudian ketika Ibnu daqiqilid Ibnu daqiqilid ini meninggal tahun 702 Hijriah ini Pengarang kitab ihkamul Ahkam dan beliau adalah seorang qadi juga ketika meninggal maka Ibnu jamaah ini yang dilantik di menjadi seorang qadi beberapa tahun sempat dicopot lagi berkali-kali beliau menjadi qadi naik turun naik turun Tapi beliau masih sempat-sempatnya menulis Kitab tentang masalah adab dan sopan santun belajar ya dan beliau ternyata merupakan orang yang juga dikenal dengan orang yang perhatian kepada penampilan orang yang putih Bajunya bagus ya dikatakan malihal haiah penampilannya memang kelihatan diperhatikan ya abyad mustadirul lihya orangnya putih lehyahnya apa melingkar begini ini kalau sering baca kayak begini nih saya sering apa namanya ee iri gitu orang yang jenggotnya panjang Masyaallah gitu tapi ada orang yang jengkotnya panjang dicukur gitu kita yang enggak punya jengkot tu pengin panjang ini sudah panjang dicukur lagi ini kan kasihan sekali dia ya jamilul bazzah Bajunya rapi daqiuti sakinan wa santai tenang berwibawa ya dan beliau akhirnya wafat pada tahun 733 Hijriah ini salat isyanya jam berapa 7 6 baik pertemuan kali ini karena namanya mukadimah jadi kita baca mukadimahnya Insyaallah dan kalau belum selesai kita selesaikan habis azan tidak panjang Beliau mengatakan Alhamdulillah Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahahimilidina Muhammad nailarim beliau Sebutkan di awal setelah memuji Allah dan memuji berselawat kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dijadikan dasar untuk menyebutkan kitab ini Firman allahak engkau wahai Muhammad berada pada akhlak yang sangat mulia baik ada kata-kata sayidina dan kita sering mendengar penjelasan para ulama boleh seorang menggunakan kata-kata sayiduna itu bukan bidah kalau kita mengatakan ee sayidina Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tidak ada masalah ya karena nabiam pernah mengatakan Ana sayidu waladi Adama wala fakr Aku adalah pemimpin anaknya Adam tidak ada masalah hanya jika kita sedang membaca sebuah doa yang tertentu di dalam salat apalagi maka yang paling kuat adalah kita berpegang dengan yang mansus yang ditegaskan dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana cara menyebutkannya ya Dan ini yang lebih selamat Amma ba Aham maubadir bihibuihi wibu nafsahu Fi tahsilii watisabihi husnal adab alladzi sahidar wqlu badli watqatilinuukri ahli di antara sesuatu yang perlu diawali oleh seorang pemuda yang berakal alnabib artinya al-aqil orang yang berakal syarababihi di penghujung atau di awalelajar perjalanan belajarnya ketika di awal usia muda dan dia perlu memaksa membiasakan dirinya untuk mengenal tentang sebuah kebiasaan belajar apa yang perlu didahulukan husnal adab ya beradab dengan yang baik yang akal maupun dalil sepakat kemudian pendapat maupun penjelasan juga sepakat orang yang memiliki akhlak yang baik pasti akan dipuji dan diberikan ucapan terima kasih kita tidak lagi membahas Kenapa dakwah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam diusir dicela ditolak Apa karena adabnya jelek Bukan itu pembahasan lain lagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah jelas akhlaknya tinggi akan tapi karena beliau mendakwahkan tauhid baru diomongin macam-macam itu aja Wah itu aja yang membuat orang-orang kafir enggak Siap Apakah dia akan menjadikan Tuhan yang banyak jadi satu mereka enggak siap itu tapi mereka sepakat bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam akhlaknya yang baik tetapi Syekh salh usimi ketika mensyarah kata-kata ini beliau mengatakan bahwa dalil maupun akal sehat seseorang sebenarnya tidak berbeda bahwa akhlak itu penting baik kemudian termasuk pendapat orang maupun ta penjelasan mereka juga semuanya sepakat bahwa akhlak itu penting semua Wana ahq J jalilah Ahlul ilm orang yang paling berhak memiliki akhlak yang baik adalah orang yang berilmu kalau orang yang tidak berilmu orang awam Mereka dididik untuk menghormati orang yang lebih tua Kenapa orang berilmu tidak malah kebalik tadinya berakhlak setelah belajar kok jadi kasar begitu ini ada yang konslet ini dirukyah ini belajarnya Bagaimana caranya sehingga sudah sepantasnya orang berilmu itu lebih perhatian kepada masalah yang bisa menyempurnakan keilmuannya mengatakanmu itu indah akan bisa ada orang yang meraihnya kecuali orang yang memiliki keindahan baik orang yang menggunakan ilmu itu sebagai sarana untuk mencapai puncak kemuliaan dan dengan ilmu itu orang bisa menggapai Pusat tempat terdepan Ya baik Azan dulu ya barakallahik ini baru separuhnya mukadimah ini belum sampai separuhnya bahkan ikhwatan Islam untuk selanjutnya kita simak dikumangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar [Musik] allahu akbar allahu akbar allahu akbar Ashadu Alla ilahaillallah asadua ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah Ashadu anna muhammadar rasulullah [Musik] Hayya [Musik] alasah Hayya Alal Falah Hayya Alal fanah Allahu akbar Allahu akbar [Musik] Lailahaillallah Lailahaillallah tiib disebutkan Wai qtilya mereka ketika menggunakan ilmu akan berhasil mencapai puncak dan posisi terdepan sebagai pewaris para nabi qasab itu artinya tanaman yang ada tiangnya atau ada ee batangnya qasab assabq disebutkan oleh Syekh salh usaimi orang Arab Dulu mereka kalau mau kejar-kejaran atau cepat-cepatan menggunakan kuda mereka akan meletakkan ee finishnya dengan menancapkan satu tanaman seperti Antum tahu tebu itu ya itu namanya qasabus sukar itu Nah itu tanaman seperti itu ditancapkan kemudian mereka menggunakan kuda cepat-cepatan yang pertama nyampai nyabut itu maka dikatakan qasabus sabq artinya adalah dia meraih kemenangan dia lebih cepat gitu artinya penuntut ilmu dia akan meraih kesuksesan terdepan sebagai pewaris para nabiahu Alaihi was karena mereka erti tentang akhlak Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat setelahnya kemudian termasuk orang-orang yang mengikuti gaya mereka lalu diikuti lagi oleh orang-orang yang datang belakangan Q Muhammad Sirin sekarang beliau ini akan menyebutkan beberapa nasihat dan untaian kalimat para ulama tentang pentingnya adab tentang pentingnya adab dan ternyata mereka rata-rata adalah ulama ahli hadis Danang pertama dulu para ulama ketika belajar yang dipelajari hadis mereka tidak kenal sebelumnya kecuali haddasana wa akhbarana mereka Safar di tempat yang jauh sampai melakukan perjalanan lama ya untuk mendapatkan haddasana wa akhbarana itu dulu ilmunya para ulama Salaf ya tetapi yang kedua ternyata ini menjadi perhatian mereka ternyata masalah tauhid akidah ilmu yang lain bukan tidak penting akan tetapi ini yang sering dilupakan orang masalah akhlak disebutkan Q sirinu yataamal Hadi yataamal ilm mereka dulu siapa mereka maksudnya guru-gurunya Ibnu Sirin rahimahullah Muhammad Ibnu Sirin adalah seorang tabiin meninggal tahun 110 Hijriah beliau bisa saja menceritakan tentang guru-gurunya yaitu tabiin yang lain atau para sahabat Dulu mereka belajar Alhadi Alhadi ini bisa diartikan sepak terjang tindak tanduk dan sopan santun gurunya tapi juga bisa diartikan dengan adab mereka belajar adab dari gurunya sebelum mereka mempelajari inti dari ilmu yang teori itu alhan Al bashri rahimahullah sama beliau juga meninggal tahun 110 Hijriah Beliau mengatakan inulakuiabinaksin dulu di zaman kami orang barangkali perlu Safar melakukan perjalanan jauh untuk mempelajari ini yang akan mempengaruhi kebiasaan mereka karakter mereka akhlak mereka sampai bertahun-tahun mereka belajar itu ya kemudian sekarang pernyataan Sufyan Ibnu uyainah salah seorang ulama ahli hadis meninggal tahun 198 Beliau mengatakan Inna rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam mizanul Akbar Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam adalah Timbangan dan ukuran semua pembahasan akan diukur dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam diukur dengan perbuatannya kemudian pendapatnya akhlaknya kemudian sirahnya kalau cocok berarti itu benar kalau tidak cocok berarti dia salah ini kita m bahas tentang masalah akhlak kesimpulannya orang yang ingin menjadi orang berakhlak dia perlu belajar hadis jangan sampai dia berakhlak sesuai dengan kebiasaan masyarakat ternyata melanggar syariat itu tidak sopan sama sekali sopan kepada orang tapi tidak sopan kepada Allah naudubillah waqala habibn Syahid libnihi Habib IBN Syahid meninggal tahun 145 Hijriah Beliau mengatakan kepada anaknya ya bunai ishabil fuqaha Wal ulama Dia berkata kepada anaknya wahai anakku kamu belajar sana kamu hadir di para fuqaha dan ulama ahli fikih dan para ulama kamu belajar dari ilmu mereka dan adab mereka sungguh adab yang kamu pelajari dari mereka lebih aku sukai daripada hadis banyak yang kamu pelajari selanjutnya disampaikan oleh makhlad Ibnu Husain maklad IBN Husain meninggal tahun 191 Hijriah atau 196 Hijriah Beliau berkata kepada Abdullah IBN Mubarak Abdullah bin Mubarak meninggal tahun 181 berarti beliau ngomong kepada seniornya atau kepada gurunya nahnu Ila katsirin Minal adab ahwaju Minna Ila katsirin Minal hadit kita ini lebih butuh kepada adab meskipun sedikit daripada kita belajar hadis Meskipun banyak tapi ini tidak boleh disalah pahami berarti akhlak lebih penting daripada ilmu ini tidak benar Ya wallahuam maksudnya adalah bagaimana para ulama memperhatikan masalah akhlak ya Kalau seandainya orang mau belajar akhlak tidak mengerti hadis bagaimana dia akan prakk maka yang dimaksudkan adalah ketika para ulama menyampaikan ini ini penting banget itu maksudnya begitu alamfiahimahah perah juga disampaikan kepada belia Bagaimana keinginan atau kecintaanmu kepada belajar adab dan para ulama Dulu mereka menggunakan kata-kata syahwat syahwat itu artinya betul-betul ee kecanduan sayang banget gitu tapi kepada ilmu kepada ilmu mereka bisa itu sampai sebagian mereka seperti Abdullah bin Mubarak rahimahullah belajar membaca di rumahnya Enggak keluar-keluar sambil ditanya oleh para sahabatnya alais Apa kamu tidak bosan di rumah sendiri membaca buku Beliau mengatakan KAA as Wa mabiallahu Alaihi wasallamahabah Bagaimana aku akan apa namanya eh bosan sementara aku bersama nabi dan para sahabatnya membaca hadis menikmati sekali ada orang seperti itu Imam Syafi’i sampai ditanya kira-kira nafsu Antum untuk belajar adab itu seberapa maka Beliau mengatakan as Asad aku barangkali mendengar dengan telingaku ini satu pembahasan tentang akhlak lalu aku berharap masing-masing dari anggota tubuh ini punya pendengaran semua sehingga semua ikut mendengarkan kata-kata tentang adab itu sehingga aku bisa menikmati pembahasan adab ini yang berkata adalah Imam Syafi’i Imam Syafi’i kalau beliau debat dengan orang orang itu dibuat terbungkam tegas sekali beliau yang mengatakan orang yang belajar hadis qat hujat orang yang belajar hadis dia akan kuat argumennya ya tetapi dalam masalah akhlak beliau perhatian juga rupanya baik Kemudian beliau mengatakan ditanya wabukaahu belajarmu Bagaimana mencari ilmu tentang adab Beliau mengatakan thabul martilti waha Wais Aku mencari dan mempelajari adab seperti seorang ibu seorang wanita yang kehilangan anaknya dan itu adalah anak satu-satunya kata Syekh shh usaimi hafidahullah coba lihat ini merupakan gambaran yang penekanannya kuat tiga hal yang pertama seorang wanita seorang wanita itu lebih perasa daripada laki-laki laki-laki kehilangan anak satu enggak apa-apalah nanti bisa bikin lagi atau mungkin anak yang lain masih banyak ada orang kan pengajian bawa anaknya nanti lupa gitu ketinggalan Oh iya ketinggalan anaknya banyak dan biasa aja coba ibu-ibunya itu sudah ramai itu dimarah-marahi suaminya itu sampaian nih kalau enggak berani bawa anak jangan dibawa sudah ya ketinggalan-ketinggalan begitu baik Kemudian yang kedua ibu kepada anaknya yang ketiga ini anak satu-satunya begitu maksudnya bagaimana seorang Alim ketika dia pengin belajar adab sampai seperti ibu yang kehilangan anaknya itu luar biasa itu berarti perhatiannya luar biasa nah kemudian baru sekarang Ibnu jamaah menyimpulkan Beliau mengatakan ini beliau ingin menyebutkan Kenapa saya tulis buku ini beliau katakan ketika kita sudah bahas Terata akhlak itu penting banget ini yang pertama yang kedua ternyata pembahasan secara rinci sering tidak disadari orang yang ketiga banyak orang yang tidak merasa butuh tidak mau imma dia malu sehingga dia tidak mau belajar kalau dijelaskan dalam pengajian Mungkin dia malu untuk disinggung-singgung atau maka dia enggak hadir dia enggak hadir atau dia merasa tidak perlu sehingga dia pergi karena dia takut misalkan ini pembahasan terlalu keras harus seperti ini harus seperti ini maka daripada seperti itu saya tulis aja kata Beliau saya tulis ini saya kumpulkan beliau mengatakaniau Buu pengin jadikan pengingat untuk orang yang sudah tahu dan untuk penuntut ilmu saya akan jadikan sebagai peringatan bukan mengingatkan tapi memperingatkan ya dan beliau mengatakan ada akhlak yang dimiliki dan harus dimiliki oleh guru dan murid ada yang lebih ditekankan kepada murid apa yang butuh ditekankan kepada guru nanti kita akan pelajari Bagaimana seorang murid harus sabar kalau dapat guru yang galak ya guru galak itu kalau di pengajian santai aja galak-galak Oh Ana enggak butuh ya kan tapi coba kalau dosen itu dosen yang galak mahasiswa cari dosen yang lain Minimal dia ketakutan tu ya karena nilainya jelek apa segala macam kalau pengajian ternyata ustaznya nunjuk coba Antum tadi saya baca apa Oh Besok enggak datang lagi Gampang kan itu banyak kayak begitu di zaman Syekh salh Muhammad Ibnu utsimin rahimahullah beliau sering Ana diceritain guru-guru senior yang di jamiah Islamiah nya beliau suka nunjuk coba tadi Imam baca apa Wah enggak hafal Syekh ente enggak hafal Quran jauh-jauh ke sini enggak hafal Quran mending pulang Akhirnya sampai berapa mahasiswa sembunyi di belakang ya sembunyi di belakang Nanti Syekh tanya lagi saya pengin tanya untuk yang di belakang saya lagi ya kemudian di sini disebutkan beliau perlu menjelaskan tentang adab terhadap buku adab terhadap tempat baik itu guru atau orang yang menuntut ilmu tempat ini penting kalau kita tidak hargai tempatnya maka ilmu ini tidak menjadi terhormat aku kumpulkan dari riwayat-riwayat Entah aku dengar sendiri aku aku dapatkan dari beberapa ulama atau aku Tampilkan di situ karena bacau aku baca aku nukil atau mungk Aku sedang berdiskusi bersama namanya muzakarah muzakarah itu artinya berdiskusi dan diskusi ini yang sering dilupakan diskusi itu artinya kita sudah belajar bersama begini nanti ketika pulang kita bareng sama kawan Eh tadi kita belajar apa Coba sebutkan yang kamu ingat l diaat gini nanti coba kamu dia Ingatkan apa yang dia pelajari dan dia masih ingat cara seperti ini akan lebih memantapkan hafalan yang jarang dilakukan orang ya Dan ini diterapkan oleh salah seorang Syekh kita di Madinah Syekh haitam sarhan Beliau mengatakan saya punya setengah jam pengajian maka 10 menit pertama aku akan jadikan murajaah pelajaran kemarin 10 menit kedua aku akan jadikan materi Baru 10 menit ketiga mengulangi pelajaran baru ini dia pengin murid-muridnya hafal caranya bagaimana tidak boleh baca buku bukunya ditutup dengarkan kemudian sebutkan apa yang kita pelajari kemarin cara yang seperti ini jarang dilakukan ya Kemudian beliau mengatakanah Aku sengaja tidak Sebutkan sanad agar tidak membosankan orang yang membaca dan Antum tahu beberapa buku akhlak yang ditulis oleh para ulama mutaqadimin kebanyakan pakai sanad kita bayangkan nasihat para Salaf yang berkaitan dengan akhirat yang berkaitan dengan sopan santun ya ternyata ditulis pakai sanad seperti Ibnu Mubarak punya kitab azzuhud warqaiq kita bayangkan Wah ini buku mengingatkan kita akhirat pas dibaca sanadnya banyak kita jadi malas itu Antum tahu Ana pernah ngajar buku isinya tentang sanad Q haddana Q haddana itu ngantuk itu Jamaah itu jemaah pengin kajian instan tematik gitu ya Kalau bahas buku memang terkesannya membosankan tetapi ini yang bermanfaat Insyaallah kita harus sabar yaamillah aku kumpulkan berbagai pembahasan ini yang tidak aku dapatkan di buku khusus ya dan memang k syekhimi jarang sekali ada ulama yang menulis secara khusus buku adab belajar maka Ibnu jamaah penting beliau menulis ini ya Dan ini Insyaallah di tahun ini akan dipelajari di stdi ya tapi Antum gak usah ke stdi sudah belajar s kita di sini ya Beliau mengatakan di awal kita akan membahas tentang keistimewaan ilmu dan dengan usaha kita untuk bertabar mencari barokahnya karena beliau akan sebutkan ayat pembahasan pertama beliau akan menyebutkan tentang diseb seorang Alim dan kehormatannya akan tetapi pada pembahasan berikutnya di bab pertamanya beliau mengatakanlimi waumiah beliau menyebutkan ada ayat kemudian ada sekitar 13 hadis baru setelah itu arar dari para ulama ini Insyaallah yang akan kita jadikan pembahasan di waktu mendatang biznillah mudah-mudahan Allah kasih keberkahan manfaat dan bisa kita jadikan modal untuk belajar allahuam bwab kurang lebihnya mohon maaf Shallallahu wasallam Waka abdihiuli Nabina Muhammad wbihi ajmain ini enggak ada pertanyaan kan sudah sudah salat Isya Hah Sudah selesai atau gimana gimana siap Kiran Insyaallah eh subhanakallahum wihamdik asadu alla ilaha illa Anta astagfirik whamdulillahibilamin [Musik] Roja TV demikianlah ikhwat Islam azakumullah para pemisa dan pendengar Roja di manaun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaruaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Roja TV Terima kasih Anda masih bersama Roja TV lailahaillallah dan radio Roja ikuti terus kajian Islam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *