Syaikh Dr. Faris Yaslam Faraj – Pertanyaan di Hari Kiamat

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Roja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam cek cek cek Alhamdulillahi rabbil alamin wasatu wasalam ala sayidil mursalin Muhammad Abdillah Amin Sallallahu Alaihi Wa alihibihan nabiallahaih wasam la ykurullahkuraskurah Azza wall Al Hadina had had biladana majalis waikhw jam asur zumalai hafahullahustaz asurjidkazamahamillah muhammadb Abdillah amahuaihiiin pertama sekali kalimat Saya ingin sekali mengawalinya dengan firman Allah tabaraka wa taalaul bukanah balasan kebaikanalah kebaikan dana ambil dalil dari hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam la yaskurullah Man la yaskurunas tidak pandai bersyukur kepada Allah orang yang tidak pandai berterima kasih kepada manusia maka daripada itu sesungguhnya Saya bersyukur kepada Allah tabaraka wa taala atas nikmat yang sangat banyak ini di mana Allah tabaraka wa taala telah memberikan kepada kesempatan kepada saya untuk datang ke negeri ini dan hadir di majelis yang seperti ini dan bertemu dengan saudara-saudaraku di tempat yang mulia ini kemudian saya berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya hafidahumullah dan mereka adalah orang-orang yang setelah Allah dengan mereka Allah mendatangkan saya ke negeri ini di anaranya adalah penterjemah akhunya maududi Abdullah yang telah dengan izin Allah mendatangkan saya ke negeri ini dan kemudian juga kepada saudara saudaraku yang telah berjibaku menegakkan masjid ini dan markas ini dan tentunya yang terdepan adalah saudaraku Badrusalam Semoga Allah Tabarak wa taala memberikan kepada mereka semua ganjaran yang sangat banyak dan memberikan kebaikan yang telah mereka lakukan dan mengganarnya juga dengan kebaikan [Tepuk tangan] Mus had Abdullah Masud radallahuu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] Abi [Musik] bani hadimir Wan yj insanahak a an yusal [Musik] hadilq Fi rwayat Ibnu Adam KH am [Musik] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Musik] umqamahumtiaklah [Musik] yid Insan kalik ha yizih insanatiusalm yang artinya tidak akan bergerak kaki Ibnu Adam atau kaki seorang Hamba dalam riwayat Ibnu Adam sampai dia ditanya tentang lima perkara tentang umurnya untuk apa dia gunakan tentang masa mudanya untuk apa dia habiskan tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan dan tentang Amal apa yang telah dia lakukan di permukaan bumi hadis ini diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi juga datang dari riwayat Abu Said al-khudri juga datang dari Abi barzakh Abi barzakh al-aslami dan riwayatnya sangat berdekatan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dan hadis ini dihasankan oleh Syekh al-albani dan di dalam hadis ini terdapat faedah-faedah yang sangat banyak hendaklah kita selalu memperhatikan dan benar-benar melihat dengan baik dan benar karena di sini adalah keselamatan diri kita pada hari kiamat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan tidak akan bergerak kaki seorang Hamba dalam riwayat lain Ibnu Adam di sisi Allah tabaraka wa taala yaitu di mana suatu saat semua kita pasti akan berdiri di hadapan Allah tabaraka wa taala dan kita pasti akan ditanya beberapa pertanyaan hal yang seperti ini yang ada di dalam hadis ini dan di sini tidak ada khilaf karena sesungguhnya di dalam harta ada dua pertanyaan ada yang menghitungnya satu dan ada yang menghitungnya dua di dalam hadis ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan bilangan ee 5 atau empat dan di dalam faedah menyebutkan bilangan adalah memberikan semangat untuk kita yang mendengarkan agar kita peduli kepada bilangan tersebut dan memperhatikan bilangan tersebut ini seperti hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam riwayat yang lainnya sabatunahu yaumqamah Ya ada tujuh orang tujuh kelompok manusia yang Allah naungi pada hari kiamat di bawah naungan yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah tabaraka wa taala kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tujuh bilangan tersebut dan di dalam menyebutkan bilangan ini terdapat di dalamnya motivasi kita untuk menguasai tujuh bilangan tersebut hal yang sama dengan apa yang ada di dalam hadis tadi nabi menyebutkan l atau EMP dan semua ini agar kita benar-benar Perhatian Kepada bilangan ini ada empat atau l sehingga kita benar-benar memperhatikan mana yang empat dan mana yang lima tersebutillahik u [Musik] [Musik] [Musik] azr Yan Ma akah AHM Wu Allah [Musik] Azza ahh [Tepuk tangan] [Musik] khararina [Tepuk tangan] amanu tak uh Subhanahu untuk apa dia habiskan seorang pasti akan ditanya oleh Allah tabaraka wa taala akan semua umur yang telah dia gunakan mulai dia baligh sampai detik-detik kematiannya berapa yang telah dia pakai 30 tahun atau 50 tahun tahun berap pun dia meninggal di usia berap pun dia meninggal maka engkau akan ditanya oleh Allah tabaraka wa taala dan akan datang pertanyaan Allah Tabarak wa taala tentang usiamu apa yang telahau amalkan kau gunakan untuk apa umurmu apakah untuk ketaatan-ketaatan atau untuk yang lainnya dan itu suatu hal yang pasti akan datang akan datang kepada kita catatan bahkan daripada catatan amal kita dan catatan itu mencatat semuanya secara sempurna mulai dari waktu baligh kita sampai kita wafat semenjak Allah tabaraka wa taala wajibkan kepada kita taklif secara syariat maka akan ditanya Oleh karena itu suatu hal yang sangat penting bagi kita untuk peduli kepada masalah ini masalah pertanyaan tentang usia kita bahwa kita akan ditanya oleh Allah tabaraka wa taala mulai dari baligh sampai datangnya waktu yang Allah katakan tentang kematian yang mereka tidak bisa akhirkan barang sesaat dan juga tidak bisa majukan barang sesaat di sini pada hari kiamat kita akan ditanya tentang amalan-amalan kita sungguh Sal Saleh dahulu sangat peduli dengan amal saleh dalam kehidupannya di anaranya adalah hammad bin Salamah salah seorang ulama Salafus Saleh dikatakan dalam riwayat hammad bin Salamah Q hammad bin Salamah apabila dikatakan kepada hammad bin Salamah Inna malakal mautialab sesungguhnya malaikat maut sudah ada di depan pintumu maka ia tidak akan bisa menambah sedikit pun amal salehnya ini disebutkan dalam riwayat Imam Muhammad bin Salamah Apa maksud daripada kalimat ini maksudnya adalah hammad Bin Salam adalah orang yang selalu menghabiskan waktunya untuk ketaatan dia isi seluruh waktunya dengan membaca al-quran dengan puasa dengan salat dengan beramal saleh di seluruh waktu-waktu yang ada pada waktu-waktu yang Allah berikan kepadanya usianya dihabiskan untuk itu dia selalu murqabah terhadap Allah dalam setiap harinya di seluruh harinya dia senantiasa muraqabatullah dan selalu melakukan amal saleh dari mulai membaca Alqur’an salat berpuasa belajar ilmu agama mengajarkan kepada manusia sehingga waktu-waktunya habis untuk ketaatan sehingga apabila dikatakan kepadanya malaikat maut di depan pintu maka dia tidak akan bisa lagi untuk menambah amalnya karena benar-benar telah dia isi dengan ketaatan Adapun kita saudaraku apa yang telah kita lakukan dalam usia kita bagaimana kita dengan usia kita apabila dikatakan kepada kita malaikat maut sudah di depan pintumu maka niscaya semua kita akan menambah amal salehnya Kenapa kita harus menambah amal saleh kita karena kita sangat sangat kurang amal saleh kita disebabkan kurangnya amal saleh kita sehingga kalau seandainya ada dokter yang mengatakan kepada kita sebentar lagi engkau akan wafat kita tahu bahwa usia Allah yang menentukan akan tetapi sebagian dokter dengan indikasi dan ciri-ciri kadang-kadang menentukan usia sekian hari lagi sekian hari lagi Sementara ketentuan yang sebenarnya ada di sisi Allah tapi sekiranya itu terjadi kepada kita dokter mengatakan kepada kita besok engkau akan meninggal Apa yang akan kita lakukan kita akan memperbanyak ibadah kita kita akan mengisi waktu kita dengan ketaatan Kenapa karena selama ini kita menyepelekan waktu itu kita mengabaikannya Oleh karena itu waktu adalah hal yang sangat berharga dalam syariat sehingga Allah tabaraka wa taala bersumpah dengan waktu dalam surat yang sangat masyhur Wal asr demi masa Allah Tabarak wa taala bersumpah dengan waktu dengan zaman Sebagian ulama mengatakan ini adalah masa secara keseluruhan dan Sebagian ulama mengatakan ini antara di antara asar dan waktu magrib akan tapi ini adalah waktu yang dengannya Allah Tabarak bersumpah dan Allah boleh bersumpah dengan apa pun yang dia inginkan sementara kita sebagai seorang muslim dilarang bersumpah kecuali dengan nama Allah tabaraka wa taala kita tidak boleh bersumpah dengan selain Allah Allah di sini bersumpah Wal sesungguhnya manusia dalam kerugian benar-benar merugi rugi yang sebenar-benar merugi Siapa yang ingin merugi tidak ada orang yang tidak ingin tidak ada orang yang mau merugi maka Allah datangkan kemudian setelahnya pengecualian Siapa orang yang Allah kecualikan kalau orang-orang yang tidak akan merugi illalladina amanu wailus shihat kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka merupakan keharusan yang sangat bagi kita untuk memperbanyak amal saleh dalam kehidupan kita hendaklah kita memperbanyak amal saleh beraneka ragam ketaatan yang telah diajarkan Allah hendaklah kita memperbanyaknya agar kemudian kita tidak menjadi orang-orang yang merugi wataw selalu nasihatmenasihati dalam kebenaran ini sebenarnya bagian daripada amal saleh itu sendiri namun dispesialkan Allah karena dia adalah Amar Makruf dan nahi mungkar mengajak manusia kepada kebaikan terutama tauhid diajak manusia untuk hal yang merupakan ketaatan kepada Allah tabaraka wa taala mereka saling nasihat nashati untuk kesabaran sabar Itul Adah ibadah yang sangat Agung sabar Itul Adah ibadah yang sangat hebat sehingga Allah tabaraka wa taala berfirman dalam al-qur’an tentang sabar innama ywairun ajrum bhairi hisab sesungguhnya orang-orang yang sabar akan Allah berikan kepadanya ganjaran mereka pahalanya tanpa dihisab-hisab inilah Dia ayat yang menunjukkan ibadah sabar itu luar biasa ibadah sabar Allah Tabarak wa taala berikan ganjaran kepada orang yang bersabar tanpa dihisab seperti yang dikatakan nabi tentang bulan Ramadan nabi mengatakan bahwa Allah memberikan ganjaran untuk bulan Ramadan untuk puasa Ramadan dari sisi Allah karena Allah mengatakan fainnahu Li puasa itu untukku Dan aku yang akan memberikan ganjaran kepadanya Allah tidak menyebutkan bilangan khusus ini menunjukkan bahwa akan diberikan dengan jumlah yang sangat banyak tanpa dihisab-hisab karena dikembalikan kepada Allah tabaraka wa taala dikembalikan kepada Allah dan Allah maha pemurah maha Dermawan Maha memberi Maha memberikan rezeki maka semua yang dikembalikan kepada Allah menunjukkan bahwa ganjarannya adalah ganjaran yang berlipat ganda demikian juga dengan sabar Oleh karena itu merupakan sebuah keharusan bagi kita untuk mempeduli kepada ayat yang sangat Agung ini bahwa sesungguhnya Allah tabaraka wa taala menjadikan semua manusia merugi kecuali orang-orang yang memanfaatkan umurnya untuk iman dan amal saleh dan tawi bilhaq tawasir maka hendaklah setiap kita wahai Saud saudaraku memperhatikan umur yang telah Allah berikan kepada kita perhatikan semua umur kita semua waktu yang Allah berikan umur perhati agar kemudian kita benar-benar termasuk kepada orang-orang yang tidak merugii [Musik] [Musik] was akab [Musik] abahahuah [Musik] [Musik] [Musik] Abah [Musik] as rasulillah Sallallahu Alaihi wasamana rallahuhu [Tepuk tangan] un am nabiallahu alaih wasallamak [Musik] jq RH W us Zaid qis [Musik] [Musik] was IB makahah [Musik] [Musik] lakin ar ar Zam [Musik] [Musik] ak [Tepuk tangan] [Musik] ak [Musik] in ir abab na [Musik] yamam KH nabi sallallahuai wasamikriabab ahaklamlimin [Musik] [Musik] kemudian Nabi Sallallahu Ali wasallam bersabdai abl dia akan ditanya tentang masa mudanya untuk apa dia habiskan masa muda adalah masa kesehatan masa yang penuh dengan kekuatan itulah dia masa-masa muda seseorang seorang diberikan Allah wa taala di masa mudanya kekuatan yang sangat hebat untuk melakukan kegiatan suatu saat berkata kepadanya Jangan engkau lakukan seperti itu hendaklah Engkau puasa cukup satu hari saja pada setiap bulan seorang pemuda bernama Abdullah bin Amar bin as ketika itu mengatakan Ya Rasulullah Anau akalik Ya Rasulullah saya mampu lebih daripada itu cuma satu hari dalam sat bulan saya mampu lebih daripada itu nabi mengatakan kalau begitu puasa du hari saja dalam setiap bulan Abdullah bin Amar bin as yang muda ketika itu tap mengatakan saya mampu lebih daripada itu ya Rasulullah kalau gitu puasa tiga kali dalam setiap bulan terus seperti itu sampai nabi mengatakan puasa du hari pada setiap minggu pada setiap pekan tetap Beliau mengatakan saya mampu lebih daripada itu sampai nabi mengatakan puasa satu hari dan berbukalah satu hari berpuasa satu hari dan tidak tidak berpuasa satu beliau sudah tua di saat Abdullah bin Amar bin as sudah tua ber bagi beliau untuk puasa satu hari dan berbuka Pada suatu hari sehingga apa yang beliau lakukan pada saat-saat beliau merasa berat beliau berbuka namun di saat ada kekuatan beliau mengqadanya beliau mengqada puasa yang beliau tinggalkan dan ditanyakan kepada beliau kenapa kenapa engkau mengqada puasa-puasa yang kau tinggalkan pada saat engkau lemah Beliau mengatakan saya tidak ingin meninggalkan sebuah amalan yang saya amalkan di masa hidup Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam lalu saya tidak ingin meninggalkannya sampai mati lalu Beliau mengatakan Andai dahulu Aku mau menerima nasihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Andai dahulu saya mau menerima nasihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maksudnya adalah Dulu ketika saya masih muda nasihat Rasulullah itu saya tidak terima karena saya mampu lebih daripada itu namun ketika saya sudah lemah seperti sekarang ini tak mampu lagi untuk seperti masa muda saya akan tetapi beliau tetap mempertahankannya tetap beliau puasa satu hari dan tidak berpuasa satu hari namun di saat beliau sangat sudah lemah dan tak sanggup untuk berpuasa di hari berikutnya maka beliau tetap beliau berbuka puasa namun menggantinya pada saat ada kekuatan mengqadanya beliau tetap mempertahankan puasa satu hari dan berbuka pada satu hari karena beliau punya kaidah dalam hidupnya Saya tidak akan berpisah daripada dunia dengan amalan yang telah saya amalkan di di masa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hidup saudaraku ini merupakan sesuatu yang harus kita perhatikan bahwa sesungguhnya masa muda adalah masa yang dia adalah pondasi kekuatan dalam amalan dan banyak sekali para sahabat yang menghiasi masa mudanya dengan hal-hal yang luar biasa Seperti Usamah bin Zaid mereka memimpin pasukan padahal usianya masih 18 tahun ketika itu rasulullah salluh wasam menunjuk Usamah bin Zaid menjadi pemimpin pasukan panglima perang pada usia 18 tahun padahal dalam pasukan perang itu ada Abu Bakar dan ada Umar dan pemimpinnya adalah seorang pemuda berusia 18 tahun bersama Usamah bin Zaid Liatlah para pemuda di dalam agama Islam kemudian Abdullah bin Abbas anak daripada Paman Rasul kita tercinta Abbas radhiallahu anhuma waardahuma yang digelari dengan habru hadil Umah habru artinya adalah orang alim dalam bahasa orang yahud dan di lari juga dengan Bahru hadil Ummah bahr artinya adalah laut saking luasnya ilmu beliau Abdullah bin Abbas Saudaraku di masa mudanya berkata kepada temannya orang Anshar seusia dengannya kata Abdullah bin Abbas kepada temannya Ayo kita pergi ke sahabat-sahabat Rasulullah kita menimba ilmu itu di masa mudanya sahabatnya mengatakan Apakah engkau merasa bahwa para sahabat ini butuh dirimu apa engkau mengira bahwa orang-orang ini butuh dirimu kita siapa kita kita anak kecil sementara sahabat-sahabat rasulullah yang tua masih hidup akan tetapi Abdullah bin Abbas melanjutkan menimba ilmu menjudkan menimba ilmu mendatangi para sahabat bertanya bahkan Abdullah bin Abbas datang ke rumah-rumah para sahabat kemudian tidur di samping pintunya di samping pintunya beliau tidur menunggu sahabat itu keluar untuk bertanya ilmu sampai datang angin dan angin berhembus dengan membawa debu menutupi badan belia namun ketika sahabat membuka pintu dan menemukan Abdullah bin Abbas ada di depan pintu berbaring tertidur dan dihiasi badannya oleh sebagian debu yang dihembusi angin para sahabat mengatakan ada apa wahai anak daripada paman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu beliau bertanya ilmu sahabat mengatakan Andai engkau perintahkan kami datang kepadamuang diboikot di kota Makkah di syib Bani Hasyim dan ketika Rasulullah S wasallam wafat beliau ketika itu masih muda sekali akan tetapi dimasukkan oleh oleh Umar Bin Khattab di dalam barisan orang-orang yang berilmu dijadikan penasihat Umar Bin Khattab bersama para sahabat yang lainnya yang sudah tua-tua dan para sahabat berkata kepada Umar Ada apa engkau masukkan anak seusia ini dan kami punya anak seusia dia kata Abdullah kata Umar Bin Khattab kepada yang lainnya karena dia memiliki ilmu yang sangat luas lalu Umar Bin Khattab bertanya kepada para sahabat apa menurut kalian makna daripada firman Allah tabaraka wa taala 40 tahun dan nabi diangkat pada usia 40 tahun diutus menjadi nabi akan tetapi di usia muda kekuatan untuk sesuatu itu berbeda dengan di usia tua akan jidah adalah apa yang didapatkan oleh seseorang daripada harta punya harta yang banyak punya sesuatu di tangannya untuk dia belanjakan bertambah dengan masa mudah ditambah dengan dengan waktu yang kosong sementara akalnya kosong dan waktunya banyak W tenaganya kuat sehingga akhirnya akan merusak sehingga pemuda-pemuda rata-rata terbagi tiga ada yang Pemuda sibuk dengan syahwatnya dan itu yang paling banyak dan ada yang Pemuda malah ikut syubuhat hawa nafsu ikut syahwat syubuhat syahwat sebahagiannya yang paling banyak dan ada yang mengikuti Ahwa nafsu namun ada yang pertengahan dan ini yang kita inginkan seorang pemuda yang benar-benar berpegang tueguh dengan kebaikat menjadi pemimpin di usia yang sangat muda Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi kita untuk memperhatikan masa muda kita kita dengarkan suara azan berkumandang kita jawab Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah Ashadu anna muhammadar rasulullah Hayya Alya [Musik] Hayya Alal Falah Hayya Alal [Musik] Fah Allahu Akbar Allahu Akbar [Musik] ahaillallahahu Alaihi wasam q wah [Musik] Akti Allah Azza was unahun [Musik] wulir [Musik] [Musik] [Musik] muslim [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] kemudian nabi kita bersabda setnya diaananya t dari mana dia mendapatkannya dan ke mana dia membelanjakannya di dalam riwayat ini ada yang mengatakan dua yaitu dari mana dia dapatkan dan ke mana dibelanjakan sehingga menjadi lima adapun yang mengatakan empat menganggapnya satu kesatuan yang menganggapnya lima menghitungnya Dua pertanyaan almuhim bahwa ini adalah sesuatu yang berhubungan dengan harta ditanya oleh Allah tabaraka wa taala dan ini adalah fitnah harta adalah fitnah saudaraku Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan wa fitnatu umtil Ma fitnah umatku adalah harta Ketika Nabi mengatakan fitnah umatku ada harta menunjukkan bahwa harta ini telah memfitnah banyak manusia dari umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Allah tab Azza waall Allah Azza waalla menyebutkan bahwa tentang fitnah harta di dalam firman Allah tabaraka wa taala zuina Linnas hubbus syahwati minanisai Wal Banin i telah diberikan kepada manusia perhiasan syahwat dihiasi syahwat mereka mencintai wanita mencari mencintai keturunan dan mencintai harta yang melimpah ruah daripada emas dan perak yaitu manusia diberikan Allah Fitrah mencintai dunia mencintai syahwat-syahwat dunia pada harta-hartta ini oleh karena itu hendaklah kita memperhatikan Jangan sampai kita tidak peduli dari mana kita ambil harta ini jangan tidak peduli ada orang yang tidak peduli dari mana dia mendapatkan harta yang penting mendapatkan dapatkan dari cara riba dicapatkan dari transaksi-transaksi yang haram yang penting baginya dia dapat dan dia tidak peduli Apakah hasil sogok-menyogok Apakah hasil menipu curi-mencuri ini perkara yang sangat besar yang harus kita perhatikan karena apa Karena kita akan ditanya oleh Allah tentang harta kita kita akan ditanya tentang harta itu dan sebagaimana yang kita dengarkan di dalam hadis nabi tadi kita tidak hanya ditanya dari mana kita dapatkan saja namun kita juga akan ditanya oleh Allah bagaimana kita menginfakkannya ke mana kita keluarkan harta itu apakah kita mengeluarkannya menghabiskannya untuk kebaikan ataukah tidak Apakah kita infakkan kepada orang-orang yang wajib kita berinfak kepadanya seperti orang tua kita atau tidak jangan mengira bahwa berinfak kepada orang tua kepada keluarga di dalamnya tidak ada pahala itu pahala yang sangat besar karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan dosa bagi orang yang tidak mempedulikan orang yang wajib Dia memberikan nafkah kepada mereka nabi Sallahu alaii wasallam bersabda Kaf yang kemudian merokok dan ketika ditanya kepadanya dia tidak peduli Yang penting Hasal hasilnya dari hasil yang halal padahal itu adalah suatu hal yang dosa membelanjakan harta untuk hal yang tidak diridai Allah tidak seperti itu tak boleh [Musik] ah [Musik] urai [Musik] [Tepuk tangan] umamahu ahah Subhanahu Wa [Tepuk tangan] taalaahah am [Musik] [Musik] [Musik] dalamquran kitabah banyak sekali ayat-ayat yang gandeng antara ilmu dengan amal alladina amanu wailus shihat alladina amanu banyak sekali dalam al-qur’an untuk menggiling sesuatu menggiling buah mengiling biji-bijian seperti itu terjadi ada orang alim yang kemudian dia diazab di neraka dan bertaburan khususnya dia berputar-putar sehingga penduduk neraka berkata kepadanya kalau terjadi hubungannya maka dia akan bertahan kalau tidak ilmu itu akan berangkat juga meninggalkan kita maka maksud daripada ilmu saudaraku ku adalah bukan sekedar engkau tahu sesuai ini menjadi Ilah yang satu saja ini perkara yang aneh maka Lailahaillallah orang musyrikin tahu maknanya musyrikin Mekah tahu maknanya la mabuda bihaqqin illallah tidak ada yang berhak diibadati kecuali Allah subhanahu wa taala akan tetapi mereka melanggarnya banyak sekali kaum muslimin pada sekarang pada zaman kita sekarang ini bukan bahkan mungkin sebagian mereka tidak tahu apa makna lailaha illallah sebagaimana makna yang diinginkan Allah tabaraka wa taala sehingga mereka berdoa kepada selain Allah mereka menyembelih untuk selain Allah mereka tidak mengamalkan tauhid yang diperintahkan Allah dalam Lailahaillallah alhasil bahwa beramallah Perbanyaklah amal apa yang kau ketahu daripada agama Allah maka amalkan engkau tahu rukun-rukun salat syaratsarat salat amalkan jangan sampai kau tinggalkan setelah engkau belajar amalkan Apa yang kau ketahui daripada kebenaran tidaklah merupakan syarat beramal harus jadi orang alim terlebih dahulu jadi ulama terlebih dahulu tidak untuk beramal tidak menjadi syarat harus jadi ulama Apa yang kau ketahui daripada ilmu amalkan Apa yang kau tahui daripada ilmu amalkan sesuai dengan apa yang kau ketahui sebatas apa yang kau ketahui engkau telah belajar rukun-rukun salat syarat-syarat salat maka amalkan salat tersebut sebagaimana yang Kau pelajari dalam bab-bab salat engkau tahu tauhid tentu dan ini yang paling utama apa yang menjadi syarat-syarat tauhid apa yang menjadi penghalang-penghalang tauhid apa yang menjadi perusak-perusak tauhid amalkan jauhi hal-hal yang membatalkan tauhidmu engkau mengerti hukum puasa belajar hukum puasa maka amalkan ya maka sesungguhnya tujuan daripada ilmu adalah engkau amalkan sesuai dengan ilmu yang kau miliki Dan tidak menjadi syarat harus menjadi orang alim terlebih dahulu Adapun orang alim maka dia adalah orang yang paling banyak ditanya oleh Allah di akhirat Kenapa ilmunya banyak maka pertanyaan untuknya juga akan banyak karena dia memiliki ilmu yang sangat banyak Adapun kita yang bukan orang alim kita juga ditanya oleh Allah dengan ilmu yang telah ada pada kita banyak ilmu kita maka banyak juga pertanyaan sedikit ilmu kita maka sedikit juga pertanyaan sesuai dengan kapasitas ilmu kita yang diberikan Allah tabaraka wa taala yang kita pelajari di permukaan bumi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] jina ahu muhamm was hadis yang telah kita bicarakan saudaraku hadis yang sangat besar hadis yang sangat Agung sekali maka agungkanlah dengan cara kita mengamalkan dan menjadi orang-orang yang mengamalkan hadis ini hendaklah kita semuaersiapkanaim kita akan menjawab pertanyaan Allah nanti di akhirat Mari masing-masing kita bertanya kepada dirinya Apakah saya sudah Siap untuk ditanya oleh Allah pada saat nanti saya akan pasti berdiri di hadapan Allah dan ditanya dengan pertanyaan-pertanyaan ini daklah kita bertanya kepada diri kita apakah saya sudah siap dengan pertanyaan dengan jawaban Ketika saya Nanti ditanya ini yang paling penting dan caranya untuk bisa menjawab amalkan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis Jibril anta’budallah kepada allahahahau Melat Allah apabilau tidaku melihatnya maka dia matendlah kitaal had iniendlah kita memperhatikan bilangan-bilangan yang t dikatakan nabii wasahersebut Uli muraqabatullah dalam setiap amal dan setiap waktu yang diberikan Allah tabaraka Wa Taala kepada kita sampai di sini mungkin Apa yang bisa saya sampaikan daripada muhadarah Pada kesempatan kali ini dan saya memohon kepada Allah tabaraka wa taala Agan memberikan kepada kita semuanya Taufik dari Allah dan akan memberikan kepada kita tasdid di dalam amal kitau atawul alijtimai Bismillahirrahmanirrahim [Musik] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] am صلص لahzجan istisar W Anta masul Isar WT istشعار هذا مسؤول احون والك فيبيت لا تت و هذاقص a ma [Musik] wahihahih anr Bismillahirrahmanirrahim pertama kali saya sampaikan kepada anda bahwa agama ini adalah agama Islam agama kita adalah agama Islam dan Agama kita adalah agama yang memuliakan waktu agama kita agama yang memuliakan waktu inataat Al mmin Kitab Ma salat adalah sebuah kewajiban yang ditentukan waktunya jagaga daripada tawasul daripada banyak sosial-sosial media sosial ini berdoalah kepada Allah agar Allah menjaga dirimu karena doa penting dalam hidup seorang muslim dan juga hendaklah engkau selalu menghadirkan di dalam dirimu rasa pentingnya waktu rasa berharganya waktu perasaan bahwa waktu ini berharga dan engkau akan ditanya oleh Allah tabaraka wa taala di akhir tentang waktu ini tentang usiamu sebagaimana yang tadi telah kita sampaikan setiap detik Daripada detik-detikmu Kau akan ditanya oleh Allah tabaraka wa taala maka perhatikanlah itu boleh saja engkau masuk dalam dunia sosial media sosial akan tetapi berikan kepada mereka-mereka yang memang memiliki hubungan penting dengan dirimu seperti ayah seperti Ibu seperti saudara dan orang-orang yang memang ada keterikatan dengan dirimu maka engkau boleh saja melakukan media sosial bergabung di media sosial dan engkau bersama orang-orang yang engkau memang terhubung dengan mereka silaturahim dan itu penting banyak di antara manusia sekarang ini berhubungan dengan media sosial dan kemudian jari jemarinya tak lepas dari media sosial tapi bukan dengan orang-orang yang ada hubungan penting dengan dirinya ya dan menghabiskan waktunya untuk itu bahkan kau melihat sebagian orang baru saja selesai salam dia lihat dia buka handphone-nya bahkan tadi sebelum dia Takbiratul Ihram dia membukanya juga ini yang banyak sekarang terjadi ya sesungguhnya media sosial ini boleh tapi untuk orang-orang yang engkau penting dengan mereka maka hendaklah engkau berdoa kepada Allah agar Allah menjagamu daripada menghabiskan waktumu untuk berpa yang tidak bermanfaat untuk media sosial kemudian berikutnya yang kedua perlu juga engkau untuk menyusun waktumu buat susunan waktu yang benar engkau membuat menyusun waktumu bahwa apa yang terpenting untuk engkau lakukan apa setelahnya apa setelahnya dengan baik jadikan waktu-waktu khusus untuk pekerjaan-pekerjaan yang memang bermanfaat untukmu jam segini saya melakukan ini jam segini saya melakukan ini jam segini saya melakukan ini contoh apabila engkau berada pada sebuah waktu hendaklah engkau menyusunnya seperti membaca al-qur’an apabila engkau sedang membaca al-qur’anul Karim berikan waktu khususmu untuk baca al-qur’an pada saat itu jangan buka handphone-mu jauhkan dirimu dari handphone-mu jauhkan dirimu dari alat yang menyibukkan kamu dari membaca al-quranul Karim ya setiap manusia dia yang paling tahu kapan waktu yang paling cocok untuknya membaca al-qur’an mungkin cocok baginya pada waktu fajar subuh mungkin cocok pada waktunya setelah zuhur bagi dirinya mungkin cocoknya bagi dia setelah isya pilih waktu untuk membaca al-qur’an habiskan setengah juz untuk membaca al-qur’an satu juz untuk membaca al-qur’an dan pada saat itu jauhkan engkau dirimu dari dari handphone-mu dan hendak lah setiap kita peduli kepada waktunya Karena akan ditanya oleh Allah Tabarak wa taala dan inti dari semuanya adalah jiwa yang memang punya semangat tinggi dan tekad yang kuat ini inti dari segalanya bahwa engkau punya kekuatan semangat yang sangat tinggi untuk menggunakan waktumu dalam hal-hal yang diridai Allah subhanahu wa taala nih sampai di sini mungkin karena waktu yang Ee tidak cukup dan sampai di sini pertemuan kita Semoga Allah tabaraka wa taala menjadikan ini pertemuan yang penuh dengan berkah Semoga Allah tabaraka wa taala mengampunkan dosa dan kesalahan kita dan semoga Allah Tabarak memberikan kebaikan kepada Syekh Faris yaslam farajaunak hafidahullahu warah dan semoga Allah tabaraka wa taala pertemukan kita di surganya subhanakallah wabihamdikuaaha an alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] simat radio r Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *