Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakuh uaahaillallah wahdahuarikah waadu Anna muhammadan abduhuas ikhwat Islam azakumullah para pemerhati rja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari selasa kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting mengenai ee pendidikan remaja diambil dari buku Ada apa dengan remaja sebuah buku yang disusun oleh Al ustazan almaidani hafidahullah dan disampaikan seperti biasa oleh Beliau langsung pada kesempatan pagi hari ini masih dalam pembahasan atau bab jangan rusak kepribadian anak di kesempatan pagi hari ini seperti biasa setelah materi kami akan sediakan S sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada listad kami dipersilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina wasiati aalina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah wa ba’d para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah pertama-tama kita Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala atas nikmat dan karunia yang Allah limpahkan kepada kita selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemahati ra kaum muslimin dan muslimat Azani Allahu wayakum Pagi ini kita akan melanjutkan Masih bersama buku Ada apa dengan remaja kita sampai pada pembahasan poin-poin tentang beberapa hal yang bisa merusak kepribadian anak remaja atau remaja kita ada beberapa poin yang sudah kita bicarakan Pada kesempatan kali ini kita akan lanjutkan yaitu di antaranya adalah suka menuduh ya ketika orang tua menuduh anak maka pada hakikatnya kita telah menjatuhkan vonis ya kita bertindak seperti Hakim yang menjatuhkan hukuman kadang-kadang itu tanpa disertai bukti atau tanpa melihat bukti terburu-buru menuduh itu biasanya keliru ya ternyata kenyataannya tidak seperti yang kita tuduhkan maka jangan terburu-buru melemparkan tuduhan ya kadang-kadang orang tua itu seperti sedang menginterogasi anaknya untuk mengorek-ngorek kesalahannya atau untuk mencari tahu kesalahannya dan Ini masalah cara berkomunikasi Sebenarnya ya sebagian orang tua mungkin bukan maksudnya menuduh tapi enggak bisa membedakan bertanya dan menuduh ya mungkin bedanya pada intonasi ya cara kita berbicara intonasi ee perkataan yang keluar itu juga menentukan ya ada perbedaan yang sangat jelas antara bertanya dan menuduh dan itu bisa dibedakan dari nada suara kita ya dari nada suara dan intonasi suara kita mungkin orang tua ini atau si Ibu atau si Ayah ingin bertanya tapi ya karena nadanya ee agak Ketus jadi seperti menuduh jadinya bukan bertanya ya bedanya sangat jelas antara bertanya kepada anak kita misalnya ya mengapa kamu terlambat dengan cara yang tenang dan bertanya dengan Mengapa kamu terlambat ya dengan cara yang kasar atau dengan intonasi yang agak ee tajam ya Nah cara pertama ini anak ya akan meresponnya sebagai satu pertanyaan dia akan menjawab memberikan alasan Ya tapi kalau redak intonasinya itu seperti menuduh ya atau dengan kalimat atau redaksi lain yang mungkin ingin menanyakan tentang keterlambatannya misalnya ya ya itu akan direspon berbeda oleh anak ya ketika dia tangkap itu sebagai tuduhan dia akan membela diri beda ya membela diri dengan menjawab pertanyaan ketika dia menjawab pertanyaan Mungkin dia lebih lepas dan mengatakan apa adanya karena dia enggak merasa tertekan tidak merasa terintimidasi tapi kalau tuduhan pasti ya itu Eh ada pada semua orang yang akan muncul darinya adalah self defense dia akan mempertahankan diri dan dia akan ee membantah tuduhan itu ya dengan menafikan nya misalnya nah jadi jadi ya kita katakan cara komunikasi itu sangat menentukan juga ya Nah antara e kita menanyakan sesuatu kepada anak kita dengan ee kesannya menuduh ya Para pembererhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah ya Nah Cara yang pertama itu akan membuat ee anak kita mau berkomunikasi dengan kita sedangkan cara kedua membuatnya ya menutup diri dan bahkan memaksanya untuk berbohong karena dia akan membela diri karena sedang dituduh ya siapapun yang dituduh pasti akan membela dirilah ya kita juga sama seperti itu kalau kita dituduh ya terlepas tuduhannya itu benar atau tidak Kita pasti akan membela diri tapi kalau ada yang menanyakan sesuatu kepada kita maka mungkin kita dengan senang hati akan memberikan jawaban kita akan lebih lepas ya jadi masalahnya adalah cara berkomunikasi ya Nah dan ya hindari juga ya kata-kata yang tajam dan itu menyudutkan ya bukan hanya sekedar tuduhan tapi sudah menyudutkan ya tuduhan yang berbau vonis ya ya Ada tuduhan Ya sekedar menuduh begitu ya Ada tuduhan yang tajam dan kesannya itu bukan sebagai tuduhan lagi tapi sudah ya bisa diartikan sebagai vonis ya demikian dan tentunya ini akan ee berat diterima oleh orang yang mendapatkan tuduhan itu apalagi anak-anak kita ya remaja terutama ya dia pasti akan membantah dan ujung-ujungnya ya terjadilah perdebatan dan ujung-ujungnya ya pasti orang tua itu marah dan enggak ada lagi komunikasi yang bisa ee diharapkan dari ee hal tersebut ya dari kondisi seperti itu ya Nah terputus komunikasi wallahuam bisawab jadi ee salah satu hal yang perlu dihindari juga adalah ee suka menuduh ya nah dan EE harus dibedakan ya orang tua misalnya dia ingin menanyakan sesuatu kepada anak dengan ya Ee pertanyaan yang kesannya itu tuduhan ya apalagi tuduhan yang bisa berkonotasi ponis ya ataupun ee menjatuhkan hukuman ataupun memastikan suatu hukum atas dirinya ya Nah demikian Nah jadi ya beda ya E info informasi khabar dengan insya Ya misalnya ya Fulan mencuri dengan Fulan pencuri tentunya berbeda itu ya Nah berbeda E ketika kita katakan Fulan pencuri itu bukan sekedar tuduhan ataupun apa tapi sudah fonis ya suatu Ee kita katakan Sifat yang kita lekatkan pada dirinya tapi kalau Fulan mencuri ya ya itu mungkin e satu tuduhan yang dialamatkan kepadanya ya Dia mungkin akan meresponnya sebagai tuduhan tapi kalau kamu pencuri Nah itu vonis ya itu ya vonis walaupun yang berkata maksudnya adalah menuduh begitu ya Tapi itu sudah Ee bukan sekedar tuduhan yang ringan tuduhan yang tajam dan mengarah kepada vonis ya nah jadi ya pemilihan kata intonasi cara menyampaikan itu sangat mempengaruhi ya di dalam berkomunikasi jadi orang tua juga harus bisa berkomunikasi dengan baik kepada anak-anak mereka ya sehingga tidak salah paham banyak masalah itu ya berawal dari salah paham aja sebenarnya antara dua belah pihak karena cara komunikasi yang salah ya yang tidak tepat wallahuam bawab ya kita juga di dalam pergaulan juga kadang-kadang seperti itu ya maksud kita baik sebenarnya tapi yang mendengar yang menerima itu meresponnya negatif ya mungkin karena cara komunikasi yang enggak tepat ya wallahuam bawab maka dari itu ya ee jangan terburu-buru menuduh Jangan asal menuduh apalagi ya ternyata tuduhan itu salah ini sangat fatal ya ini sangat fatal itu akan menj jauhkan ya hatinya dari ee orang orang tuanya ya dia akan ee mungkin akan menghindari ya Ee komunikasi berikutnya ataupun ee interaksi berikutnya karena memang ya hati itu kalau sudah terluka Memang agak susah untuk diobati ya maka hindarilah ya asal menuduh ya Mungkin orang tua juga harus ee perlu ee menampilkan bukti Kalaupun dia sudah dapat bukti ya ya dia juga jangan terburu-buru menuduh ya dia selidiki selidiki dulu bukti-bukti itu Carilah uzur itu itu pesan Nabi ya seorang mukmin itu mencari uzur untuk saudaranya ya sedangkan orang munafik itu selalu mencari dicari kesalahan kesilapan saudaranya Nah itu di dalam pergaulan ya apalagi kepada anak-anak kita ya Nah demikian ya ketika dia dikasih kelapangan ya ya berupa uzur ya mungkin ya dalam hatinya dia merasa salah ya karena anggapan kita mungkin lebih ringan daripada yang dia duga ini secara psikologi ya orang itu Kalau diberi uzur ya walaupun hakikatnya dia salah ya dia akan merasa lapang untuk mengakui kesalahan itu nah kita juga Sama ya seperti itu kalau kita bersalah ternyata ee anggapan atau tanggapan orang lain kepada kita itu ternyata lebih ringan daripada yang kita kira dan kita duga kita juga akan terbuka hatinya untuk mengakui kesalahan ya dan ada ada ee niat ya untuk ah saya salah ini mungkin lain lain waktu saya tidak akan seperti itu lagi tapi kalau ternyata ya ya persangkaan kita itu tuduhan kita itu salah atau lebih berat daripada yang ya yang ada yang yang yang yang terjadi nah ini akan membuat ya ee hubungan itu akan merenggang ya Nah dia akan dia dia akan memandang kita sebagai pihak yang zalim mungkin ya atau pihak yang bersalah ya ya berbuat aniaya kepadanya karena tuduhan itu terlalu lebih berat daripada yang yang yang yang yang ada sebenarnya begitu wallahuam baawab jadi kasih uzur manusia itu maka seorang mukmin kata nabi memberi uzur untuk saudaranya Mungkin mungkin kamu begini mungkin maksudmu begini gitu ya padahal mungkin tidak Sebenarnya ya Bisa saja ya dugaan kita uzur kita itu lebih ringan ya ya daripada hakikat sebenarnya Tapi itu akan mempermudah orang itu maka nabi mengatakan Wir mudahkan Jang sulit ya dan beri kabar gembira ya jangan membuat orang lari kalau itu di dalam pergaulan apalagi di dalam mendidik anak-anak kita ya Nah itu sangat perlu untuk kita terapkan yassiru wala tuasiru itu basyiru wala tunafiru Jangan membuat orang lari begitu ya kadang-kadang orang tua itu ingin dia dipandang sebagai pendidik yang ditakuti sehingga itu maksud si pendidik ya tapi ee ternyata kenyataan yang terjadi adalah dia bukan ditakuti tapi menakutkan menakutkan dan jadi horor Bagi EE anak didiknya begitu ya Nah ini kan membuat ya orang lari maka itu pesan Nabi kepada kita ya mudahkan urusan manusia ya kasih uzur kepada mereka ya Nah jangan membuat mereka lari ya wallahuam baawab mudahkan ya ya dalam hal-hal yang apalagi dalam hal-hal yang sulit ya yaitu di dalam mendidik ya ya menerima pendidikan itu kan berat ya Ee dididik orang itu berat berat ya Ya mungkin kita dulu pernah jadi anak ya mendapat pendidikan itu kan berat juga mendidik anak juga berat sama aja itu ya maka permudah itu ya Permudah itu bagi mereka untuk mendapatkan pelajaran dan pendidikan wallahuam bawab ya Nah demikian yang berikutnya adalah memberi hukuman dalam bentuk kekerasan nah ini harus dihindari ini ini merusak mentalnya ya jiwanya psikologinya pikirannya dan semuanya hukuman dalam bentuk kekerasan Ya beda hukum hudud ya dengan hukum takzir ya Nah beda enggak sama hukuman takzir itu tujuannya pendidikan mendidik ya Nah tujuan utama namya itu beda dengan hukum hudud Ya beda dengan hukum hudud maka di dalam hukum takzir ya hukuman takzir ya yang tujuannya pendidikan itu misalnya pukulan enggak boleh lebih dari 10 ya Nah Enggak boleh lebih dari 10 ya beda dengan hukum hudud ya Ada ketentuannya ya karena tujuannya selain memberikan hukuman juga untuk ya Ee kepada pelakunya ya juga untuk memberikan Efek Jera bagi yang lain itu Hukum hudud beda dengan pendidikan ya yang EE tujuan utama hukuman takzir dalam pendidikan itu adalah untuk meluruskan ya Nah demikian Nah kalau anak sudah nampak indikasi dia lurus atau berubah ya maka harus dihentikan ya Nah sering kita sampaikan ketika banyak orang mendengar sabda Nabi wadribum Fi asrin dan pukullah anakmu di usia 10 tahun kalau enggak Salat atau masih malas salat ya mereka tidak mengerti ya mengartikan kata pukul di sini ya menurut anggapan sebagian orang asumsi sebagian orang pukul ya main pukul aja begitu ya pukul itu di situ ada keidahnya bukan asal Pukul pukul pukul begitu ya Nah kadang-kadang dia enggak bisa membedakan antara memukul dan menghajar anak itu ya yang terjadi di lapangan Ternyata bukan mukul dia tapi menghajar Bapak belur gu itu bukan seperti itu yang dimaksud jadi orang tua ketika ingin menerapkan atau mengamalkan sabda Nabi seperti itu ya dia harus belajar harus tahu pukulan itu bagaimana ya yang dibolehkan berapa batasannya seperti kita katakan hukuman takzir untuk tujuannya pendidikan itu enggak boleh lebih dari 10 kali Nah kalau berkali-kali itu menghajarnya namanya ya Nah sampai babak belur misalnya itu hukum untuk melampiaskan kekesalan kemarahan bukan untuk maka ada kriterianya seperti jangan mukul pada saat marah karena itu tidak akan terkontrol ya bobot pukulan yang kita berikan cara memukulnya juga ada tempat yang boleh dipukul juga ada ya Nah demikian i memukulnya Juga momennya juga harus tahu misalnya jangan menghukum anak berupa pukulan di depan orang lain misalnya atau orang orangor banyak ya tidak membuat dia malu tidak menggunakan alat apalagi alat-alat yang menghinakan misalnya ya sapu-sapu Itu kan untuk membersihkan kotoran atau yang lainnya kalaupun ee enggak memukul itu dengan tangan pada bagian tertentu ya tidak menggunakan alat apalagi alat-alat yang membahayakan tajam misalnya jadi ada kriterianya ada ilmunya bukan asal e pukul begitu ya kata nabi pukul ya dipukul ya kemudian sampai babak belur itu anak ya bukan seperti itu yang diinginkan nabi ya Nah nabi juga mengatakan seperti itu nabi tidak pernah memukul anak ya itu hanya sebatas izin bahwa 10 tahun ke atas itu boleh diberi hukuman dalam bentuk takzir yang tertinggi itu adalah pukulan dan juga enggak harus mukul ya ketika nabi Allah mengatakan waid halaltum fastadu Jika kamu sudah tahalul maka berburulah ya bukan harus berburu ya itu izin untuk berburu ya Nah setelah kita ya bertahalul berburu itu juga bukan sembarang berburu ya ada hewan-hewan yang ya boleh diburu dan di mana tempatnya bukan di tanah haram tapi di luar tanah haram Jadi bukan asal-asalan seperti itu sebagian orang enggak ngerti ya dia dapat sabda Nabi kemudian dia terapkan sesuka hati dengar kata jihad jihad sesuka hati tanpa ee tahu bagaimana ee ketentuannya dalam syariat ya ya maka ya ini harus belajar ya ya karena segala sesuatu itu di dalam agama ini harus ada ilmunya harus ada ee panduan ilmunya Bukan menurut apa yang kita ya asumsikan atau apa yang kita inginkan Enggak seperti itu ya wallahuam bisaab karena banyak juga orang tua yang salah ini salah kaprah ya Dia ee dengar nabi mengatakan pukul dia main pukul ya Tan apa ee tahu ya ketentuannya Bagaimana ya apakah harus dipukul atau tidak itu pertama kalau harus bagaimana caranya ya Nah demikian wallahuam bisawab jadi hukuman ya Ee dalam Islam juga bukan tujuan sebenarnya dia adalah wasilah ya dia bukan tujuan dia adalah wasilah untuk suatu tuju ee untuk suatu Ee kita katakan hikmah ataupun ee manfaat maslahat yang lebih besar itulah tujuan dari hukuman ya Ee dan hukuman ya dengan berbagai cara itu sebenarnya bukan solusi yang terbaik ya karena masalah juga kadang-kadang enggak selesai dengan memberikan hukuman ya nah jadi ya Kita juga harus ee di dalam melakukan pendekatan kepada anak ya ya ya jangan hanya pendekatan hukuman nah ini akan membuat ee anak itu ee rusak mentalnya ya karena ee pendekatannya selalu dengan hukuman Ya enggak semua perkara harus diselesaikan enggak Enggak semua kesalahan harus ditanggapi dengan hukuman harus disikapi dengan hukuman ya Nah ya itu mungkin alternatif ter akhirlah hukuman itu ya Nah kalau bisa ya jangan sampai ya kepada tahap itu ya itu tahap hukuman wallahuam bisab apalagi hukuman dalam bentuk kekerasan kekerasan fisik ya Ee ini bisa kalau sekarang itu ada ee undang-undangnya juga ya undang-undang perlindungan anak tentang kekerasan terhadap anak walaupun Tujuan orang tua menghukum ya tapi kalau ya menimbulkan ya kerugian pada anak misalnya cedera dan lain sebagainya Itu bisa diangkat ke jalur hukum ya walaupun Tujuan orang tua ya baik ya masalahnya yang terjadi di lapangan ya rata-rata orang tua yang menghukum anaknya dengan kekerasan itu ya tujuannya untuk memberikan hukuman pendidikan mendidik tapi caranya salah ya Nah itu bisa berakibat fatal ya ya maka ya hukuman dalam bentuk kekerasan justru akan memperumit ya e masalah yang ada tidak menyelesaikan ya itu sebenarnya hanya menjadi pelampiasan kejengkelan orang tua ya Nah ya untuk melepaskan kejengkelannya aja ya untuk melampiaskan kemarahannya ya kekesalannya kepada anak wallahuam bis twab ya Nah seorang remaja yang sering mendapat hukuman ya mungkin hanya mau menaati orang tuanya pada jangka waktu yang singkat ya eah karena terpaksa ya ya dia harus ya mengikuti perkataan orang tuanya karena dibawaah ancaman hukuman atau dia mendapatkan hukuman ya Nah maka dia kelihatannya taatlah tapi sebenarnya Enggak seperti itu di dalam dirinya ya Dia ee taat itu bukan karena kesadaran tapi karena mungkin terpaksa ya karena situasi yang mendesaknya seperti itu kalau ada kesempatan untuk enggak taat dia akan pilih enggak taat dia akan melanggar melawan ya apa yang dikatakan oleh orang tuanya Nah demikian jadi memunculkan kesadaran dalam hati itu memang harus dengan pendekatan positif dulu ya Nah pendekatan negatif berupa hukuman itu mungkin sesekali Itu pun kalau perlu kalau memang enggak perlu ya enggak usah sampai ke tahapan itu makanya nabi membolehkan dibolehkan ya di dalam al-qur’an memukul istri tapi nabi kan enggak pernah mukul istri walaupun ya istri juga buat salam kadang-kadang membuat nabi jengkel membuat nabi Kesal ya karena sikap dan EE tingkah laku mereka tapi nabi ya walaupun dapat izin memukul ya dan tentunya nabi enggak kurang dalam menasihati Tapi beliau tidak sampai kepada tahapan itu paling tinggi ya nabi itu menjauhi mereka atau e apa namanya Pisah Ranjang pernah terjadi itu selama 1 bulan itu saja ya di atas itu tahapan selanjutnya enggak pernah nabi melakukannya yaitu memukul istri nah seperti itu ya Nah enggak perlu juga sampai kepada tahapan memukul kalau memang enggak perlu ya walaupun ada ayatnya wadribun pukullah mereka ya enggak harus juga dilakukan ya Nah demikian ya karena kalau itu sudah kita lakukan itu seperti sudah puncaknya gitu Setelah itu apalagi gitu Kalau misalnya enggak selesai masalahnya ya kalau kita langsunglah misah mendidik anak kita katakan kita langsung kepada tahapan yang e pamungkasnya lah kita pukul dia setelah itu apaagi Coba kalau misalnya masalahnya enggak selesai mau kita apakan lagi anak itu makanya sekali mukul itu akan tetap mukul Biasanya seperti itu ya hingga nya jadi kebiasaan ya Nah karena kita terburu-buru menapaki tahapan tahapan itu mulai dari memberi nasihat kan begitu ya Nah kemudian mungkin memberi sanksi ya yang non fisik ya baru kemudian sanksi fisik atau hukuman berupa pukulan tapi kalau tahapan itu enggak kita jalani dengan ya tertib atau baik ya langsung aja kita main pukul Nah kalau masalahnya selesai dan biasanya enggak selesai kalau enggak selesai Gimana mau diapain lagi tuh anak Oh mungkin akan terpikir di benak orang tua oh mungkin pukulannya kurang keras maka dia tambah intensitas pukulan atau ya kekuatan pukulan ya karena enggak Selesai masalah ya hingga akhirnya ya Banyak orang tua akhirnya suka main pukul sama anaknya ya sedikit-sedikit dia main pukul dipukul dipukul karena enggak selesai masalahnya kurang sabar menapaki tahapan-tahapan pendidikan itu ya wallahuam bissawab ya Nah demikian jadi walaupun syariat mengizinkan membolehkan bukan Artinya kita harus melakukannya ya Nah di sinilah ya perlu ya kita katakan ilmu pemahaman yang mendalam gitu ya tentang ee ee kita katakan ee memilih mana yang aslah mana yang lebih maslahat gitu ya menimbang gitu ya mana yang paling aslah mana yang paling memberikan banyak maslahat gitu ya ya ya bukan ya kita katakan ee bersikap gerasa grusu terburu-buru ya Sehingga ya kadang-kadang hasilnya juga tidak baik ya wallahuam baawab Nah demikian Nah mungkin anak itu di depan kita bersikap baik tetapi ketika kita tidak ada di depannya dia akan bersikap sebaliknya ya maka ada satu Kapan itu siapa yang sering dapat hukuman maka perilakunya menjadi buruk itu satu pepatah ya Siapa yang sering dapat hukuman maka perilakunya akan menjadi buruk ya maka Coba lihat orang yang keluar masuk penjara misalnya ya apakah EE menjadi baik Ya karena Terus dapat hukuman seper seperti itu tanpa dapat pendidikan enggak Maka jangan heran kalau keluar masuk begitu ya kalau tidak dapat pendidikan ya Nah maka yang diperlukan oleh anak itu bukan hukuman tapi pendidikan yang diperlukan oleh orang yang bersalah adalah dididik ya Nah hukuman itu wasilah ya yang dia perlukan adalah pendidikan maka orang yang bersalah enggak dididik ya dia akan terus e dan hanya dihukum maka dia akan mengulangi kesalahannya besok dia ulangi lagi lama-lama dia resisten dengan hukuman nah ini titik yang berbahaya ketika dia sudah resisten Ya sudah kebal itu dengan hukuman itu yang kita tidak inginkan sebenarnya pada anak di mana anak itu sudah resisten dengan hukuman maka dia akan sangat ringan untuk Mengulangi kesalahan ya wah wuam bawab Nah demikian jadi ee hindarilah ya memberi hukuman dalam bentuk kekerasan ya kalau perlu juga jangan terlalu Royal memberikan hukuman ya ya kita ini dalam pendidikan ya mungkin di sekolah juga anak-anak itu dijejali dengan dijejeli dengan hukuman ya peraturan dan hukuman peraturan dan hukuman itu aja yang dia kenal ya ya sebatas manalah manusia bisa menaati peraturan ya Nah kalau setiap dia tidak menaati peraturan dapat hukuman ya Ya udah itu orang-orang Ya kita katakan terhukum semua yang enggak akan lurus perilakunya dengan cara seperti itu ya maka yang muncul justru generasi yang resisten terhadap hukuman enggak takut lagi dihukum sudah biasa ya Nah karena sudah biasa dihukum ya Mengulangi kesalahan juga biasa ya Mengulangi kesalahan juga biasa dia sudah berhitung Wah Nanti kalau saya lakukan ini hukumannya kayak gini nih ya Saya sudah pernah dihukum soalnya Nah akhirnya dia ulangi kesalahan itu ya bahkan mungkin kesalahan yang lebih besar lagi karena dia ingin Coba kalau yang ini kesalahannya gimana ya gitu ya maka enggak ada efek Jera di situ Ya karena ya terlalu Royal ya di dalam memberikan hukuman wallahuam bissawab tib maka dalam Islam hukum hudud saja itu ada ketentuan yang ketat untuk apa Nam melaksanakannya bukan asal asalan Juga misalnya hukum rajam misalnya bukan ketangkap ya Ada ketentuannya ada saksi-saksi yang ya apa Nam menyaksikan empat itu enggak enggak cukup satu tiga aja ya ada empat Misalnya tiga yakin satu enggak yakin itu enggak bisa dilakukan hukum rajam itu pernah terjadi di zaman Umar tiga orang saksi yakin sementara satu lagi masih ragu-ragu benar enggak ya Gitu maka batal ataupun terangkat hukuman itu enggak jadi diterapkan begitu hukum hudud itu itu hukum hudud ya Nah demikian wallahuam bissawab ya supaya kita jangan salah mendidik ya sehingga kita justru menciptakan ya makhluk-makhluk yang enggak takut hukuman yang resisten terhadap hukuman ini mengerikan sebenarnya wallahuam bisawab Nah itu saja mungkin ya kita akan lanjutkan lagi nanti pada pertemuan-pertemuan yang akan datang ya masih berbicara tentang ee jangan rusak kepribadian anak anda itu saja mungkin musl baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jairakallahik demikianlamah pemerhati di manaun anda berada materi yang telah disampaikan oleh alustaz di kesempatan pagi hari ini masih dalam Bab jangan merusak kepribadian anak dan tadi telah dibahas juga Cup panjang mengenai e jangan sembarangan menuduh terhadap anak yang ini Ba bisa menjadi dampak negatif bagi anak tentunya Baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif dan kami ajukan yang pertama Ustaz di layanan pesan Whatsapp Nam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz Bagaimana cara menumbuhkan kedisiplinan ketika waktu salat tiba Ustaz saya sebagai orang tua sedang konsen dalam hal ini karena saya yakin ketika keseriusan dalam perhatiannya ketika akan salat berpengaruh baik kepada urusan lainnya nah kebetulan anak saya yang remaja sudah ada tiga dan EE hal ini cukup kesulitan dalam mendisiplinkan mengenai salat Ustaz hukuman apa yang tepat jika mereka lalai dalam masalah ini padahal sebelumnya juga sering dinashati I maka nabi mengatakan ya ya artinya makin cepat makin baik sebenarnya melatih anak untuk salat tapi jangan lebih dari 7 tahun Kalau bisa sebelum itu sudah dilatih Jadi disuruh ya diarahkan ya dibiasakan dibuat suka dengan salat ya Karena untuk melahirkan sebuah kesadaran dan kedisiplinan itu perlu waktu itulah pendidikan pendidikan itu perlu waktu enggak bisa dalam waktu singkat ya manusia itu langsung terdidik enggak bisa seperti itu ya maka nabi mengatakan ee suruh anak kamu salat di usia 7 tahun gu di atas itu 9 tahun baru disuruh salat ini sudah telat ya nah sudah telat n ya maka biasakan jauh-jauh hari itu untuk menanamkan ya kesadaran ya kedisiplinan ya dan kebiasaan itu ya dan rasa suka itu yang perlu kita bangun pada anak suka dia salat gitu ya Nah suka dia salat Nah ya hukuman baru boleh diberikan di usia 10 tahun ke atas itu pun tidak harus seperti yang sudah kita Jelaskan berkali-kali enggak harus ya kalau ee apa namanya ee masih melalaikannya misalnya dipukul enggak enggak harus dipukul bisa kita berikan sanksi-sanksi dalam bentuk yang lain ya Nah demikian seperti kita katakan ya Puncak hukuman itu ya hukuman fisik pukul cuma kalau langsung ke situ dia kalau masalahnya selesai Kalau enggak ya kan mukul ada batasnya juga nanti kita merasa kurang kuat maka ya dikencengin pukulannya lama-lama bukan dipukul tapi dihajar dibalbal itu anak ya Nah bahkan ya mungkin lebih lebih ekstrem dari pukulan diusir ya sudah anak itu jadi santapan ee orang-orang jahat di luar sana lebih mengerikan lagi Hingga dia menjauh dan akhirnya hilang itu anak los apa itu yang diinginkan tentunya tidak ya maka Coba ya hal cara-cara lain ya untuk menumbuhkan kesadaran itu kadang-kadang perlu ya makanya dari kecil itu dia ditumbuhkan suka salat Bagaimana caranya dengan melakukan pendekatan positif ya dengan memberikan apresiasi ya sehingga dia merasa kalau saya salat untung kalau saya enggak Salat jadi jadi enggak beruntung itu yang harus ditanamkan itu ya Ya makanya kecil-kecil kalau enggak Salat dihukum nanti dia W ini salat gara-gara salat ini ya saya dihukum saya di ya ya di katakan begini dikatakan begitu kan begitu ya Nah hukum h-hukuman verbal misalnya ya Nah demikian wallahuam bawab jadi coba berbagai macam cara ya untuk menumbuhkan kesadaran dan ya kedisiplinan itu ya itu juga enggak mudah perlu Sabar ya memberikan nasihat kepada anak juga perlu Sabar ya Nah demikian ee walaupun ya itu ee ee kita katakan riwayat pendidikan sudah kita berikan kepadanya ya bahwa itu bukan pertama kali kita menyuruhnya salat sudah berkali-kali ya ulangi lagi terus ya Nah karena kita juga enggak tahu kapan hati manusia itu terbuka ya berdoalah kepada Allah mudah-mudahan Allah mudahkan hatinya untuk menerima kebenaran Sebelumnya kan sudah kita bahas juga tentang memberikan nasihat ya kadang-kadang Ee nasihat yang kita berikan itu ee ee memberatkan ya orang yang menerima nasihat itu kasih ruang bagi mereka untuk bisa memahami nasihat dan untuk mau melakukan nasihat itu ya ya mudahkan jangan dipersulit ya kadang-kadang kita harus tahu apa kendalanya Kenapa anak ini kayaknya malas-malasan salat ada ada Faktor apa ya itu juga harus kita selidiki kita kita cari tahu apa apa masalahnya apa penyebabnya ya mungkin dia terlalu asyik dengan gadget sementara gadget kita yang berikan ya ya itu sebabnya ya sehingga dia lebih asyik dengan gadgetnya ya kadang-kadang lupa salat atau misalnya ya yang sudah kita bahas sebelumnya orang tua mengeluhkan Anaknya susah bangun pagi untuk salat subuh biasanya paling sulit itu kan salat subuh ya Hatta di Kalang dengan anak remaja salat subuh itu susah Ternyata apa mungkin penyebabnya bukan anak itu enggak mau salat tapi tidurnya kadang-kadang selalu larut malam dia begadang ngapain main handphone ya lalu kita kita kira kita vonis anak ini enggak mau salat atau malas salat gimana dia bisa salat di waktu tersebut dia dalam kondisi ngantuk berat karena begadang ya J harus tahu apa namanya penyebab-penyebabnya juga sehingga kita bisa menyelesaikan masalah itu dengan tepat ya Nah tidak menjatuhkan vonis yang kadang-kadang keliru anak saya enggak mau salat nih bukan dia enggak mau salat sebenarnya tapi mungkin karena ada faktor-faktor yang membuat dia terhalang salat itu ya wallahuam bab itu salah satu ya di antara cara-cara yang harus kita lakukan Ya sabarlah karena kunci memberi nasihat itu sabar Wat tawasau bilhaqqi watawasau bisabri enggak bisa kesusu terburu-buru ingin cepat memetik hasil kan begitu yaah mengulang-ulangi nasihat memang membosankan Tapi itu harus dilakukan Ya makanya perlu sabar dalam menyampaikan nasihat ya jangan ee cepat Ee kita katakan Putus Asa lalu wah anak saya enggak bisa dinasihati udah Biarkan aja dia ya Enggak ulangi lagi kasih waktu dulu ulangi lagi ya Nah ya mungkin kita perlu masuk dari berbagai sisi ya Nah demikian wallahuam bis Nah iya baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz ee jawaban yang eh cukup menarik dari pertanyaan di linanan WhatsApp kemudian selanjutnya yang kedua ada dua pertanyaan Senada di antaranya nya dari penanya yang berada di Wonosobo dan juga penanya yang lainnya yaitu ee di kedua penanya ini memiliki anak 8 dan yang lainnya 5 tahun Ustaz jadi ee sering dimarahi dan EE dipukul ya karena ee melakukan kebohongan dan juga sangat aktif sekali Dan ini juga yang umur 5 tahun ee sering ee kadang dibentak Ustaz katanya ini bagaimana apakah hal ini termasuk dosa atau bagaimana Ustaz itu kesalahan fatal dalam pendidikan itu 8 tahun 5 tahun itu masih bocah ya di bawah 10 tahun salat aja Jangan karena salat aja jangan dihukum gitu ya baru boleh dihukum 10 tahun ke atas itu salat ya Iya rukun Islam kedua gitu ada yang lebih penting dari salat dalam dalam ee dalam agama Islam enggak ada ya itu di bawah syahadat kan begitu ya Nah itu aja enggak boleh menghukum anak karena dia tidak melakukannya misalnya atau malas-malasan melakukannya ya apalagi perkara yang yang lain ya Nah J jadi usia 10 tahun ke bawah itu adalah usia yang belum layak untuk di diberi hukuman apalagi hukuman fisik itu sangat berbahaya ya ya bahaya bagi ya kita katakan ee e jasmaninya maupun rohaninya ya Nah anak akan dipenuhi dengan dendam kemarahan dari kecil bayangkan bagaimana dia dapat hati yang lembut begitu ya bagaimana dia bisa memiliki hati yang lembut gitu maka wajar kalau dia menjadi orang yang pendendam keras hati impulsif ya Ee kadang-kadang ya penuh dendam ya kekerasan masa kecil itu efeknya sangat luar biasa ya terhadap anak anak-anak yang mendapatkan kekerasan di masa kecilnya itu akan terus Membekas sampai dia dewasa bahkan ini bisa berujung kepada kelainan jiwa penyakit jiwa kalau kita ingin mengurus anak Ya silakan lakukan seperti itu tapi kalau kita sayang anak Maka jangan sekali-kali lakukan seperti itu itu bisa merusak masa annya ya Nah banyak kasus-kasus orang-orang yang bermasalah jiwanya setel ketika dia dewasa itu karena akibat dari kekerasan fisik yang dialaminya waktu kecil ya maka nabi tidak membolehkan memberikan hukuman di bawah 10 tahun karena itu menakutkan ya wallahuam bisawab ya itu akan Menimbulkan trauma yang mendalam ya pada ee diri anak itu ya dan cenderung dia enggak bisa melupakannya ya ya akan ada kemarahan pada dirinya dendam ya hatinya juga akan jadi keras pikirannya juga rusak ya Nah bayangkan anak kecil dapat perlakuan seperti itu maka orang tua melakukan hal itu tbatlah itu cara yang sangat-sangat salah enggak ada mungkin pendidikan yang membenarkannya baik itu di dalam ee di luar Islam apalagi di dalam Islam ya wallahuam bisawab Nah demikian ya maka itu cara yang sangat salah dan ya harus dihentikan dan kalau sudah terjadi minta Maaflah atau bertobatlah kepada Allah subhanahu wa taala kalau kita pernah melakukannya ya Nah karena kita telah melakukan satatu kesalahan yang sangat-sangat fatal ya kalau dosa bisa dikategorikan sebagai dosa besar guu ya wallahuam bisawab ya karena itu merusak anak ya merusak anak ya Luar biasa itu ya maka kita ada bahas buku sebelumnya jangan marah kan gitu ya apa namanya mendidik anak tanpa amarah karena rata-rata pukulan itu terjadi karena amarah ya bukan iseng ya ya ada yang fatal hingga akhirnya berakhir tragis ya ya Nah kalaupun tidak berakhir tragis itu akan apa Nam menyisakan ya Ee masalah besar bagi si anak di kemudian hari ketika dia dewasa wallahuam B ya Nah demikian mungkin ya pertemuan kita pada kesempatan pagi ini mudah-mudahan bermanfaatuluuli had astagfirullahakum muslimin inahu gurahim Alhamdulillah baik terima kasih banyak Ustaz jazakah kir ikat islamzakumullah demikianan pertemuan di kesempatan pagi hari ini dari pembahasan mengenai pendidikan remaja yaitu ada buku buku Ada apa dengan remaja bab pembahasan masih jangan merusak kepribadian anak menarik sekali pembahasan kita di kesempatan pagi hari ini mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah dari apa yang telah disampaikan dan terus semangat untuk mendidik kita menjadi untuk untuk mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang salh dan salhah demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *