Ustadz Dr. Anas Burhanudin, M.A. – Washaya Wa Taujihat Fi Fiqhi at-Ta’abbud Li Rabbi

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

amdulillah tvuran tilwah Alquran dan kajian Islam [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin waa alihi wa ashabih waman tabiahum bisanin yaumiddin Amma ba pemisa r TV dan pendengar radio R yang dirahmati Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan kitab was waujihat Bariah bersama Al Ustaz Anas burhanudinfahullahu taala Alhamdulillah kami telah terkoneksi bersama beliau di studio Mini ST I Jember whamdulillah telah e terhubung juga dan langsung saja kita mulai pembahasan dan kajian di kesempatan sore hari ini dan kepada Ustaz kami persilakan fatafad Maskur Bismillahirrahmanirrahim innalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi minuri anfusina wiatialina yahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuas i a ba kembali kita panjatkan syukur kita kepada Allah subhanahu wa taala atas Taufik anugerah dan pilihannya sehingga ber kesempatan sore hari ini hati kita kembali tergerak dan badan kita kembali beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dalam bentuk thaabul ilm mendalami agama Allah subhanahu wa taala yang merupakan salah satu amalan paling utama kita mendalami agama Allah subhanahu wa taala melalui sebuah kitab yang berjudul wasaya wa taujihat fi fiqhi taabbud lirabbil bariyat wasiat-wasiat dan arahan seputar fikih beribadah kepada Allah subhanahu wa taala yang merupakan Tuhan semua makhluk dan ini adalah halqah yang kedua dari serial kajian ini dan pada kesempatan yang sebelumnya yakni di halqah yang pertama telah kita kaji bersama Bagaimana Allah subhanahu wa taala tidak butuh kita tidak butuh ibadah kita kita tidak bisa memberikan manfaat kepadanya dan juga tidak bisa untuk membahayakan dia namun Allah subhanahu wa taala Meskipun tidak butuh kepada kita dan ibadah-ibadah kita ternyata Allah subhanahu wa taala gembira dengan Taubat hambanya lebih dari kegembiraan orang yang kehilangan untanya yang di atas unta itu ada bekal makanannya dan minumannya semuanya saat dia sedang berada di tengah padang pasir maka saat dia putus asa dan sangat sedih tiba-tiba unta tersebut sebut sekonyong-konyong muncul maka dia pun bergembira dan saking gembiranya dia sampai salah ucap dan mengatakan Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu dia mengatakan kalimat itu kepada Allah subhanahu wa taala jadi Allah subhanahu wa taala lebih bahagia dengan toubat seorang hambanya daripada orang yang kehilangan unta tadi kemudian menemukannya juga Allah subhanahu wa taala lebih sayang kepada hambnya daripada sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya maka hendaknya renungan seperti ini membuat kita semakin Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala untuk kemudian lebih mengagungkannya lebih mentaatinya lebih banyak beribadah kepadanya dan menjauhi berbagai larangannya jangan sampai seperti yang dilakukan oleh sebagian orang di mana Allah subhanahu wa taala menurunkan banyak kebaikan dari langit untuknya sementara dia malah mengirimkan kepada Allah subhanahu wa taala maksiat-maksiat Allah subhanahu wa taala menunjukkan cintanya dengan berbagai Anugerah tapi dia malah dia malah tapi dia malah memancing murkanya dengan berbagai pembangkangan Allah subhanahu wa taala mendekat kepada kita padahal dia tidak butuh sementara kita kita malah berpaling darinya padahal Kitalah yang butuh kepada Allah subhanahu wa taala dan Allah subhanahu wa taala bergembira dengan Taubat dari kita sebagai hamb-anya Namun kita tidak bersedih dengan berbagai maksiat dan pembangangan yang kita lakukan ini adalah ee paradoks ini adalah hal yang kontradiktif yang terjadi pada sebagian hamba yang tidak memahami hak besar yang dimiliki oleh Allah subhanahu wa taala maka dia malah memancing murka Allah subhanahu wa taala dengan berbagai maksiat itu adalah ee kesimpulan dari renungan pertama dari Kitab yang ditulis oleh guru kita Prof Dr Syekh Ibrahim bin Amir arruhhaairi hafidahullahu taala juga ee satu poin yang disebutkan adalah ee bahwasanya kita yang butuh kepada Allah subhanahu wa taala kita yang butuh kepada Allah dan Allah tidak butuh kita Lantas kenapa kita beribadah kepada Allah subhanahu wa taala karena kita yang butuh untuk beribadah karena kita yang butuh untuk bersujud karena kita yang butuh untuk mendapatkan ketenangan jiwa kedamaian batin kita yang butuh kebahagiaan-kebahagiaan di dunia dan di akhirat maka semua ibadah yang kita lakukan buahnya kita yang akan memetiknya sendiri sebagian buah itu akan kita petik saat kita masih di dunia dan lebih banyak lagi kita akan merasakan manfaat dan buahnya saat sudah menapaki alam akhirat kelak Adapun hari ini kita akan berpindah kepada renungan yang kedua atau wasiat yang kedua yang disebutkan oleh Syekh penulis kita kitab hafidahullahu taala dalam kitab yang bermanfaat ini renungan yang kedua ini adalah bahwasanya semua umat manusia sepakat bahwasanya kita semuanya mengakui jasa kedua orang tua kita kita semuanya mengakui jasa kedua orang tua kita semua orang baik dari zaman terdahulu sampai zaman sekarang yang Mukmin ataupun yang kafir yang baik ataupun yang buruk mereka semuanya sepakat akan Kewajiban menjaga hak kedua orang tua kita dan bahwasanya kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka kepada anaknya kita tidak boleh kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka kepada kita karena keduanya adalah sebab adanya kita Nah kita semuanya bisa berada di atas muka bumi ini dengan Sebab mereka mereka menikah kemudian mereka menjalani sunah kauniah berupa ee berhubungan di antara mereka sehingga akhirnya ibu kita hamil kemudian setelah itu Setelah menunggu sekian lama akhirnya kita lahir di atas muka bumi ini Itu semuanya melalui proses yang cukup panjang bahkan ada sebagian yang dalam jangka waktu yang lama sudah berusaha tapi ternyata mereka tidak juga diberikan keturunan ada yang sudah diberikan keturunan sekali tapi kemudian setelah itu ketika berusaha lagi mereka tidak diberikan dan mereka hanya punya satu anak saja akhirnya maka ini adalah ee proses yang panjang yang tidak semuanya diberikan Taufik untuk berhasil menjalani dan para orang tua kita termasuk orang-orang yang terpilih dan mendapat anugerah dari Allah subhanahu wa taala berupa Salah satu bentuk kesempurnaan sebagai manusia yaitu menikah dan kemudian memiliki keturunan dalam proses itu juga Ibu kita mengalami fase-fase yang berat dalam hidupnya ibu kita mengalami rasa sakit saat mengandung rasa berat saat kandungan kita semakin besar JNI saat kandungannya yang berupa anak-anaknya yang berupa janin yaitu kita pada waktu itu semakin besar janin maka semakin berat yang dirasakan oleh ibu kita ditambah lagi rasa sakit yang Kemudian beliau rasakan ketika melahirkan yang itu seperti dikatakan adalah salah satu bentuk pengorbanan jadi ee seorang ibu sampai berjuang mati-matian menahan rasa sakit yang sedemikian rupa banyak juga yang dalam proses itu sampai meninggal dunia kemudian setelah itu keduanya membesarkan kita mendidik kita ibu kita menyusui kita memberikan makan memasak mendidik kita Ayah kita bekerja keras untuk bisa memberikan nafkah terbaik untuk kita dan juga mereka semuanya melindungi kita sebagai anak-anak maka ini semuanya adalah ee jasa yang tidak boleh kita lupakan dari kedua orang tua kita karenanya Dalam Islam kita diperintahkan untuk Birul Walidain berbakti kepada mereka dan kita dilarang untuk durhaka kepada keduanya dan Birul Walidain adalah salah satu ibadah yang seharusnya ringan dilakukan oleh seorang muslim Kenapa karena selain ibadah ini diperintahkan oleh Islam Islam mendorong kita untuk berbakti kepada kedua orang tua kita dan tidak boleh durhaka kepada mereka dan kalau kita durhaka maka itu adalah dosa besar kabair menurut Islam nah selain Islam mengajarkan sedemikian rupa Birul Walidain juga adalah sebuah ibadah yang sesuai dengan fitrah kita tanpa kita disuruh untuk Birul walidin seharusnya seorang anak mencintai kedua orang tuanya dan berbakti kepada mereka Kenapa karena dia tahu jasa mereka kepada dia dia tahu jasa kedua orang tuanya kepadanya tadi yang sudah kita sebutkan tadi dari fase kehamilan melahirkan membesarkan mendidik melindungi memberikan nafkah itu adalah jasa yang tidak boleh dilupakan maka seharusnya kalau seandainya tidak ada perintah Birul Walidain tidak ada larangan untuk durhaka kepada orang tua sebagai ee seorang manusia yang berakal dan memiliki Fitrah seharusnya kita sudah mencintai kedua orang tua kita secara otomatis Dan ini juga adalah Fitrah yang Allah tanamkan kepada kita di waktu kecil kita semuanya cinta kepada kedua orang tua kita namun kemudian ada sebagian yang kehilangan Fitrah ini Fitrah ini tercabut darinya sehingga dia sampai durhaka kepada kedua orang tuanya Atau paling tidak tidak tidak berbakti dan ihsan kepada kedua orang tuanya nah ini menyelesai Fitrah normalnya seorang manusia jangankan seorang muslim ya seorang manusia itu fitrahnya harusnya otomatis cinta kepada kedua orang tuanya selalu berusaha untuk membalas jasa-jasa mereka berbuatbaik kepada mereka dan tidak durhaka kepada kedua orang tua ini adalah amnya jadi birrul walidin adalah sebuah ibadah yang seharusnya ringan Kenapa karena ini adalah ibadah yang sesuai dengan fitrah masing-masing dari kita ingin membalas kebaikan kedua orang tua kita dan dari kecil kita sudah punya rasa sayang yang besar kepada kedua orang tua kita lebih dari sayang kita kepada orang lain sehingga kalau seorang di antara kita diuji dengan meninggalnya salah satu orang tuanya atau kedua orang tuanya maka itu akan menjadi hari yang paling gelap dalam hidupnya itu akan menjadi hari yang paling menyedihkan untuk dia yang ini menunjukkan Fitrah yang masih bertahan di hatinya dan Allah berikan dan anugerahkan Fitrah itu kepada dia maka Kalau sampai ada orang yang durhaka tidak mau Birrul Walidain tidak mau berbakti kepada orang tuanya atau malah ee sampai menyia-nyiakan mereka ya mengusir mereka dari rumah dan tidak Sedih ketika mereka sakit apalagi mereka meninggal dunia maka sungguh ini adalah orang yang sudah tercabut fitrahnya Adapun seorang manusia yang baik dan seorang muslim yang taat kepada Allah subhanahu wa taala maka dia akan menjalankan kewajiban Birul Walidain dengan sangat ringan dengan sangat mudah karena secara Fitrah dia sudah didorong secara Fitrah dia sudah diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala untuk mencintai kedua orang tuanya dan berusaha untuk membalas jasa-jasa mereka Maka Kesimpulannya adalah bahwasanya Birul Walidain adalah ibadah yang tidak hanya diperintahkan oleh Islam tapi dia juga selaras dengan fitrah Kita sebagai manusia maka seharusnya Birin menjadi sebuah ibadah yang ringan untuk kita Kemudian beliau menjelaskan bahwasanya Fitrah ini tidak hanya ada pada umat manusia saja namun binatang-binatang pun juga memiliki rasa dan Fitrah yang sama binatang itu tahu jasa besar induknya dia tidak melupakan jasa induknya maka binatang binatang ini begitu sayang kepada kedua orang tuanya juga terutama ibunya yaitu induknya maka ini adalah ee sebuah fakta yang harus Kita Renungkan jadi manusia semuanya bahkan para binatang pun mengakui kebaikan kedua orang tua mengakui kebaikan nenek moyang dan orang tua kita termasuk binatang-binatang juga seperti itu maka kita tidak boleh melupakan hal ini dan hendaknya kita Birul Walidain dan tidak durhaka kepada kedua orang tua kita nah kemudian kalau kita sudah mengetahui hakikat ini kita sudah memahami Fitrah ini yang menuntut kita untuk tidak melupakan hak dua orang yang telah menjadi sebab keberadaan kita di atas muka bumi siapa mereka mereka adalah ayah dan ibu kita maka Bagaimana dengan zat yang telah menciptakan kita Dan mentakdirkan keberadaan kita dan orang tua kita untuk hidup di atas muka bumi ini jadi kalau kita membandingkan antara jasa Allah subhanahu wa taala kepada kita dengan jasa kedua orang tua kita kepada kita maka jelas dan gamblang bahwasanya jasa Allah subhanahu wa taala kepada kita jauh lebih besar dibandingkan jasa kedua orang tua kita kenapa karena secara logika orang tua kita hanya menjadi sebab keberadaan kita mereka menikah kemudian melakukan hubungan biologis kemudian Allah kan ibu kita hamil setelah itu kita lahir ke dunia Nah itulah jasa yang telah diberikan kedua orang tua kepada kita jadi mereka adalah sebab keberadaan kita dan sebab terlahirnya kita di atas muka bumi jadi itu jasa kedua orang tua kita kepada kita sedangkan Allah subhanahu wa taala adalah almujid Al Khaliq dia yang mengadakan kita dia yang menciptakan kita bahkan juga menciptakan semua makhluk termasuk kedua orang tua kita maka Jangan sampai kita tidak melupakan jasa kedua orang tua kita kita bisa menghormati mereka menghargai jasa mereka berbakti kepada mereka tidak durhaka kepada mereka tapi kemudian kita melupakan hak Allah subhanahu wa taala yang merupakan pencipta kita dan yang mengadakan kita bahkan dialah yang mengadakan semua sebab dan musabab Jadi kalau sampai kita bisa berbakti kepada Jadi kalau sampai kita bisa berbakti kepada kedua orang tua kita Tapi kita melupakan hak Allah subhanahu wa taala dan tidak beribadah kepada Allah maka ini juga adalah bentuk kontradiksi dan paradoks yang lain ini bertentangan dengan logika logikanya yang punya jasa lebih besar dia harus mendapatkan penghargaan dan kebaikan yang lebih besar kita harus berusaha untuk mensyukuri dan membalas kebaikannya dengan upaya yang lebih baik lagi dan subhanallah ya ternyata ada sebagian orang yang fitrah nya dalam menghargai dan menghormati kedua orang tua ternyata tidak selaras dengan fitrah dia untuk menghargai dan berterima kasih kepada Tuhannya ada sebagian orang yang begitu baik kepada kedua orang tuanya dia bisa Birrul Walidain dia tidak durhaka kepada keduanya dia bisa membalas kebaikan-kebaikan mereka Atau mungkin tepatnya berusaha membalas karena jasa mereka tidak mungkin untuk dibalas jasa mereka terlalu banyak dan terlalu besar tapi pada saat yang sama orang yang seperti itu terlihat dia tidak memperhatikan ibadah dia dia tidak menunaikan kewajiban-kewajiban dia kepada Allah subhanahu wa taala nah ini adalah sesuatu yang merupakan paradoks kontradiksi dan bertentangan dengan fitrah dia sebagai manusia bertentangan dengan logika yang sudah kita sebut sebutkan tadi berbakti kepada orang tua itu baik tidak durhaka kepada kedua orang tua Ini adalah sebuah kewajiban dalam Islam Tapi alangkah baiknya kalau kita bisa menggabungkan antara dua keutamaan ini kita bisa Birrul Walidain tidak durhaka kepada kedua orang tua kita Tapi kita juga menjaga kewajiban-kewajiban kita kepada Allah subhanahu wa taala kita ucapkan syahadatain Kita tegakkan Salat kita tunaikan zakat berpuasa pada bulan Ramadan juga pada hari-hari Yang disunahkan untuk berpuasa kita haji ke Baitullah umrah ya mengimani rukun iman yang enam semuanya ini adalah contoh-contoh dari hak besar Allah subhanahu wa taala atas kita semuanya kita juga berusaha untuk mewujudkan itu semuanya mengimani rukun iman yang enam melaksanakan rukun Islam yang lima kemudian berusaha mengamalkan cabang-cabang iman yang banyak kita semuanya berusaha untuk mengamalkan itu semuanya beribadah kepada Allah subhanahu wa taala paling tidak yang wajib-wajib syukur kalau kita bisa menambahkan ibadah-ibadah yang sunah juga jadi tidak hanya berbakti kepada kedua orang tua kemudian kita tidak durhaka kepada mereka dan itu adalah sesuatu yang positif tapi tidak cukup kalau kita mengatakan bahwasanya kita berbakti kepada mereka kita tidak durhaka kepada mereka karena kita mengingat jasa mereka dan itu adalah Fitrah yang Allah ciptakan dalam hati kita maka jangan pula melupakan hak Allah subhanahu wa taala Jangan katakan bahwasanya kita secara Fitrah tidak mencintai Allah subhanahu wa taala Jangan katakan itu karena kalau kita merenung dan berpikir sehat kita akan dapati bahwasanya jasa Allah subhanahu wa taala kepada kita jauh lebih besar dari jasa kedua orang tua kita Fitrah kita juga mengesakan Allah subhanahu wa taala Fitrah kita juga menyembah Allah subhanahu wa taala semata tidak menyembah tuhan-tuhan yang lain tapi tapi kemudian di tengah jalan kita dilupakan dari Fitrah ini kita lalai akan Fitrah ini kita lupa dengan jasa-jasa Allah subhanahu wa taala kepada kita padahal kalau eh seseorang merenung dan berpikir misalnya membandingkan tadi antara jasa kedua orang tua kita dengan jasa Allah subhanahu wa taala di mana kedua orang tua kita adalah sebab keberadaan kita di atas muka bumi sementara Allah subhanahu wa taala adalah pencipta kita dia yang mengadakan kita Bahkan dia juga yang menciptakan semua sebab dan musabab maka jelaslah bahwasanya hak Allah subhanahu wa taala lebih besar daripada hak kedua orang tua kita jasa Allah subhanahu wa taala kepada kita juga jauh lebih besar daripada jasa kedua orang tua kita maka renungan yang kedua ini dari kitab wasa waujihat fqh taabudbil bariat mengajak kita untuk merenungi fakta ini merenungi hakikat ini jangan sampai kita lupa jangan sampai sebagai jangan sampai seperti sebagian orang yang dia terlihat Birrul Walidain sangat berbakti kepada kedua orang tuanya tapi di saat yang sama dia membangkang kepada Allah subhanahu wa taala dan tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya kepada Allah subhanahu wa taala Anda masih kurang jika demikian anda belum menunaikan hak yang sesungguhnya Anda diberikan Taufik untuk bisa melakukan sebagian hak tapi hak-hak yang lain belum Anda tunaikan maka hendaknya kita berusaha sebagaimana kita berbakti kepada kedua orang tua kita berbuat baik kepada mereka berusaha membalas jasa-jasa mereka yang sangat besar dan kita tidak akan bisa membalas jasa itu maka sebagaimana kita begitu hormat kepada kedu orang tua kita dan berusaha menunaikan hak-hak mereka hendaknya kita juga menghargai jasa Allah subhanahu wa taala Tidak melupakan kebaikan-kebaikannya kepada kita dan kita semakin banyak dan rajin dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala Maka kalau seandainya terjadi tabrakan kepentingan hak Allah subhanahu wa taala bertabrakan dengan hak kedua orang tua kita maka siapa yang harus kita dahulukan jawabannya jelas karena Allah yang menciptakan kita Allah yang mengadakan Kita Sementara kedua orang tua kita hanya ya dalam tanda petik hanya menjadi sebab keberadaan kita di atas muka bumi maka hak Allah subhanahu wa taala dikedepankan di atas hak kedua orang tua kita kenapa beliau menjelaskan di sini ini karena Allah subhanahu wa taala adalah pencipta dan pengada yakni yang mengadakan kita di atas muka bumi sementara kedua orang tua kita tidak menciptakan kita juga tidak mengadakan kita tapi mereka adalah sebab ya mereka menjadi sebab keberadaan kita beda antara pencipta dan pengada dengan orang yang menjadi sebab keberadaan kita yakni dengan proses pernikahan di anara k duanya kemudian hubungan biologis di antara keduanya sehingga akhirnya kita lahir di atas muka bumi ini dan dialah Allah subhanahu wa taala yang mentakdirkan seluruh sebab dan musabab Jadi kalau dalam konteks kelahiran kita ya kedua orang tua kita adalah sebab keberadaan kita mereka menjadi sebab kelahiran kita di atas muka bumi tapi yang makdir sebab ini siapa yang mentakdirkan sebab dan musbab ini adalah Allah subhanahu wa taala juga jadi yang membuat aturan dan Sunah kauniah bahwasanya kalau ada sepasang laki-laki dan perempuan menikah kemudian melakukan hubungan biologis maka Allah subhanahu wa taala mentakdirkan dari hubungan itu ada yang mendapatkan keturunan ya dengan berbagai fasenya tahapannya dari mani kemudian berubah menjadi segumpal darah kemudian berubah menjadi sekerat daging ya kemudian ditiupkan ruh pada ciptaan tersebut sehingga kemudian dia tumbuh semakin besar semakin besar Kemudian pada umur sekitar 9 bulan dia dilahirkan dari rahim ibunya nah ini semuanya adalah sebab kauni yang Allah takdirkan dan Allah ciptakan Allah yang membuat aturan alam itu Allah yang menciptakan sunah kauniah itu jadi di sini kita bisa melihat bahwasanya peran kedua orang tua kita dibandingkan peran Allah subhanahu wa taala itu sungguh tidak bisa dibandingkan Allah subhanahu wa taala yang mengadakan kita yang menciptakan kita juga yang menciptakan kedua orang tua kita dan menciptakan semua sebab dan musabab termasuk Bagaimana proses seorang anak manusia bisa lahir itu semuanya nya Allah subhanahu wa taala yang takdirkan jadi jelas dan gamblang sekali perbedaan peran yang dimainkan oleh kedua orang tua kita jika dibandingkan dengan peran yang di lakukan oleh Allah subhanahu wa taala terhadap keberadaan dan terciptanya kita di atas muka bumi ini hal ini juga di tegaskan oleh Allah subhanahu wa taala dalam firman-nya di surat al-waqiah ayat 58 dan 59 afaritum Ma tumnun aantumlahu am nahnul Apakah kalian melihat kepada mani yang kalian tumpahkan pada rahim-rahim Apakah kalian yang menciptakannya menjadi manusia atau kami yang menciptakannya ayat ini berisi istifham iskari pertanyaan sifatnya mengingkari jawabannya tentunya tidak bukan kalian yang menciptakan jadi dalam firman Allah ini dalam ayat Alquran ini Allah subhanahu wa taala berfirman Apakah kalian melihat kepada mani-mani yang kalian tumpahkan pada rahim-rahim pasangan kalian apakah kalian yang menciptaknya menjus atau kami yang menciptakannya jawabannya tentunya Allah subhanahu wa taala yang menciptakannya bukan kalian kalian tidak bisa menciptakan mani menjadi manusia kalian hanya menjadi sebab saja kalian hanya menjalani proses adapun yang menciptakan yang mengadakan yang mentakdirkan semua sebab dan musabab yang menciptakan sunah kauniah ini adalah Allah subhanahu wa taala ya maka jika demikian kalau sampai terjadi tabrakan hak kalau sampai terjadi konflik kepentingan antara kepentingan Allah subhanahu wa taala dengan kepentingan manusia termasuk kedua orang tua kita atau kalau ada tabrakan hak antara hak Allah subhanahu wa taala dengan hak manusia maka hendaknya hak Allah subhanahu wa taala yang kita dahulukan dan ini ditegaskan oleh Allah subhanahu wa taala dalam FirmanNya dalam surat Luqman ayat 15 waain jahadaaka an tusrika Bi maaisaka bihi ilm falauma wasibhuma Fid Dunya maufa dan kalau kedua orang tuamu memaksamu untuk berbuat Syirik kepadaku dengan sesuatu yang kalian tidak punya ilmu tentangnya Maka jangan kalian mentaati keduanya tapi perlakukanlah keduanya dengan baik di duniaun tapi perlakukanlah keduanya dengan baik di dunia Allahu akbar di sini Allah subhanahu wa taala menjelaskan bahwasanya ketika terjadi konflik kepentingan di mana kedua orang tua kita miliki untuk mengajak kita kepada agama mereka mereka yang barangkali masih berada di atas kemusyrikan sementara kita sudah diberikan hidayah untuk mengesakan Allah subhanahu wa taala saja maka mereka tidak rela dengan itu sehingga mereka karena kita tahu kita menghormati mereka mereka tahu kita diajarkan untuk berbakti kepada mereka untuk menghargai jasa- mereka Maka mereka masih berusaha untuk memaksa kita kembali kepada agama mereka jahus wa Jaha anusrika Bi maisaka bihi Il falauma dan jika keduanya memaksa kalian untuk berbuat Syirik kepadaku dengan sesuatu yang kalian tidak punya ilmu tentangnya menyekutukan Allah subhanahu wa taala dengan jin atau malaikat atau arwah atau setan pepohonan batu-batuan yang kita tidak punya ilmu tentangnya yang tidak ada hujah bahwasanya mereka layak untuk disembah sebagaimana Allah subhanahu wa taala Maka kalau mereka mengajak kalian bahkan memaksa kalian untuk menyekutukan mereka dengan Allah subhanahu wa taala maka hendaknya kita menolak itu falauma jangan kalian taati mereka Nah di sini kita harus mengedepankan hak Allah subhanahu wa taala hak yang mana hak untuk diesakan hak tauhid di mana Allah subhanahu wa taala meminta kita untuk tidak pernah memberikan ibadah apapun kepada selain Dia tidak boleh kita menyembah kepada selain Dia tidak boleh kita menyembelih untuk selain Allah subhanahu wa taala tidak boleh kita bersujud untuk selain Allah subhanahu wa taala bernazar kepada selain Allah subhanahu wa taala dan berbagai ibadah yang lain ini hanya khusus untuk Allah subhanahu wa taala saja maka jika kedua orang tua kita mengajak kita untuk memberikan sebagian ketuhanan ini kepada selain Allah subhanahu wa taala mengajak kita untuk menyembah sebagian nabi atau sebagian malaikat atau orang-orang Saleh berdoa kepada mereka menyembelih untuk mereka bernazar untuk mereka Maka Seorang muslim harus tahu jawaban yang tepat untuk ajakan itu ya Jawabannya adalah tidak mohon maaf Ayahanda mohon maaf ibunda Kami mencintai kalian kami hormat kepada kalian tapi ajakan ini ada adalah ajakan yang salah ini adalah dosa yang paling Akbar dalam agama kami ini adalah dosa yang tidak termaafkan yang tidak akan diampuni oleh Allah subhanahu wa taala Kalau kami meninggal di atasnya Maka mohon maaf kami tidak bisa ikuti itu kita menolak ajakan mereka dan paksaan mereka nah jangan sampai kita salah prioritas Jangan sampai kita salah jawaban Jangan sampai kita salah dalam memberikan sikap ya ini mungkin ee jarang di antara kita yang menghadapinya tapi ada sebagian saudara kita yang masih menghadapi ujian seperti ini mereka yang EE sudah mualaf mereka yang sudah masuk Islam tapi orang tuanya belum legowo membiarkan anaknya masuk Islam bahkan sebagian mereka legau dan bisa menerima kalau anaknya berpindah kepada agama lain selain Islam Adapun agama Islam maka mereka tahu bahwasanya ini adalah agama yang beda maka mereka mendiamkan kalau anaknya berpindah kepada agama-agama lain selain Islam maka mereka masih bisa terima itu tapi perang yang sesungguhnya terjadi ketika mengetahui anak mereka berpindah agama dan ternyata agama baru yang dipilih adalah agama Islam nah ini masih terjadi pada sebagian saudara kita yang sudah masuk Islam mereka diuji dengan ujian-ujian seperti ini mereka masih diajak dirayu untuk kembali kepada agama lama mereka yang sesuai dengan agama kedua orang tuanya maka sebagian mereka kadang-kadang merasakan Dilema mereka merasakan pilihan yang berat ini harus pilih mana apalagi kadang-kadang rayuannya adalah rayuan-rayuan yang berat sebagian mereka mengancam untuk bunuh diri sebagian mereka mengancam untuk tidak mau ketemu lagi tentunya ini satu hal yang sangat sulit bagi seorang anak Bagaimana mendapati orang tuanya mengancam akan bunuh diri atau dia harus kehilangan kesempatan untuk bertemu dengan orang tuanya atau dia harus diusir dari keluarganya nah ancaman-ancaman ini kadang-kadang masih dihadapi oleh sebagian saudara kita kita berdoa semoga Allah menguatkan iman mereka dan semoga mereka diberikan Taufik untuk bisa mengamalkan ayat ini Fala tutihuma Maka jangan kalian taati keduanya nah ini adalah jawaban yang tegas yang harus kita berikan saat kita diuji dengan ujian seperti ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda alkufru millatun Wahidah kekufuran itu adalah agama yang satu jadi kekufuran apapun agamanya itu satu makanya ee ada sebagian orang tua yang membiarkan anaknya berpindah agama kepada agama apapun selain Islam tapi kalau anaknya berpindah kepada ajaran agama Islam maka ini yang menjadi masalah bagi mereka nah ini sebenarnya adalah sebuah pengakuan bahwasanya yang berbeda adalah Islam dan kita bersyukur atas anugerah dari Allah subhanahu wa taala yang membimbing kita untuk bisa memeluk agama ini jadi mereka tahu bahwasanya yang memang beda adalah Islam yang lain dianggap sama saja dan ini selaras dengan sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam alkufru millatun Wahidah kekufuran itu adalah ee satu agama nah ee ada sebagian saudara kita yang EE diuji dengan ujian seperti ini maka kita doakan mereka bisa tabah kita doakan semoga Allah menguatkan iman mereka sehingga mereka bisa memberikan jawaban yang tepat ketika diuji dengan ujian seperti ini Apa jawabannya Fala tutiuma Maka jangan kalian mentaati keduanya jadi jangan taati mereka dalam kemusyrikan dalam maksiat dalam ajakan dan paksaan untuk menyekutukan Allah subhanahu wa taala tapi kemudian di akhir ayat Allah subhanahu wa taala berfirmanaidunya mauf dan perlakukanlah keduanya di dunia dengan baik ya jadi seorang anak yang dipaksa kedua orang tuanya untuk melakukan dosa Akbar dosa terbesar dalam Islam yaitu menyekutukan Allah subhanahu wa taala anak tersebut diperintahkan untuk menolak ajakan dan paksaan tersebut tapi dia tetap diperintahkan untuk memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik kenapa karena jasa-jasanya karena hak besar orang tua atas seorang anak ini tidak dilupakan oleh Islam tapi perlakuan baik kepada mereka ini hanya berlaku saat masih di dunia saja adapun di akhirat maka kalau kedua orang tua tersebut meninggal di atas kekufuran di atas kesirikan mereka Maka mereka adalah orang-orang yang berhak untuk masuk ke dalam neraka dan mereka kekal di sana untuk selamanya Jadi mereka tidak punya kesempatan untuk masuk ke surga mereka tidak bisa menikmati Surga sama sekali Iya begitulah kita sebagai umat Islam meyakini ini adalah keyakinan kita sebagai seorang muslim dan setiap agama punya klaim kebenaran setiap agama punya the claim Of Truth kita tidak malu untuk mengakui itu kalau kita tidak yakin dengan agama kita terus Kenapa kita harus memeluk Islam toh agama lain juga memiliki klaim yang sama maka kita tidak perlu turun dari klaim ini kita tidak perlu tanazul atau mengalah Dengan mengatakan Oh yang moderat itu adalah kalau kita menganggap semua agama sama dan baik semua agama sama-sama akan masuk surga semuanya Nah kita sudah tanazul dari akidah yang seharusnya kita yakini banyak dari mereka yang paham agamanya mereka tetap mengakui dan mengklaim agama mereka sebagai yang terbaik yang paling selamat bahkan satu-satunya yang selamat maka kita juga punya klaim itu kita juga punya Pengakuan itu maka kita bangga untuk mengungkapkan akidah ini dan berharap ada sebanyak mungkin umat manusia yang diberikan hidayah untuk bisa memeluk agama ini ya jadi Ee kita diperintahkan untuk ee bersikap baik kepada mereka Meskipun mereka sudah memaksa kita untuk berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala maka ini menunjukkan bahwasanya Islam tidak melupakan jasa kedua orang tua Islam menghargai hak orang tua atas anaknya nya mereka berhak untuk dihormati mereka berhak untuk diberlakukan dengan baik kita tetap diperintahkan untuk Birul walidin dan berbakti kepada mereka Adapun di akhirat maka kalau mereka meninggal di atas kekufuran maka Allah subhanahu wa taala yang akan memberikan hukuman kepada mereka Sesuai dengan aturan yang telah dia buat tapi hendaknya kita berusaha juga untuk menyelamatkan mereka kan juga berdiskusi dengan mereka mengajak mereka kepada agama Allah yang Hanif ini agama yang menegakkan tauhid dan tidak pernah kompromi dengan kemusyrikan kepada Allah subhanahu wa taala maka ee sebagaimana kita sudah merasakan nikmatnya iman dan Islam sebagaimana kita sudah merasakan indahnya tauhid kepada Allah subhanahu wa taala hendaknya kita ber usaha untuk mengajak siapun terutama keluarga kita dan terutama secara khusus kedua orang tua kita untuk bisa memeluk agama yang indah ini sehingga akhirnya kita tidak hanya bisa berbuat baik kepada mereka di dunia tapi kita juga bisa e menyelamatkan mereka di akhirat dan memberikan syafaat kepada mereka di akhirat ini adalah yang terbaik yang menjadi harapan kita semuanya Adapun kalau ee kemudian mereka bisa sebaliknya malah masuk ke dalam Islam mengikuti kita dalam agama kita tidak lagi berbuat syik kepada Allah subhanahu wa taala maka kita berbuat baik kepada mereka di dunia bahkan lebih baik lagi kita menunaikan hak-hak mereka di dunia nah kemudian di akhirat Insyaallah mereka juga mendapatkan ganjaran yang besar di sisi allah subhanahu wa taala mereka sudah punya kunci surga yang membuat mereka bisa merasakan nikmat di akhirat berupa berbagai kenikmatan yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wa taala termasuk juga bisa melihat wajah Allah subhanahu wa taala di akhirat Kela maka penulis rahimahullah eh penulis hafidahullahu taala menyebutkan di sini ee sebuah e faedah mengajak kita kepada renungan yang menarik dan poin yang penting Bahwasanya Allah subhanahu wa taala Tidak melupakan hak kedua orang tua kita atas kita meskipun keduanya sudah mengajak kita untuk melakukan dosa paling Akbar yaitu berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala dan menyekutukan dia dengan makhluk-makhluknya yang tentunya tidak berhak untuk diberikan ketuhanan seperti Allah subhanahu wa taala yakni dalam firmannya Maka jangan kalian mentaati keduanya tapi perlakukan keduanya dengan baik di dunia Jadi meskipun Allah meskipun keduanya sudah memaksa anaknya meskipun keduanya sudah memaksa anak mereka untuk berbuat Syirik kepada Allah subhanahu wa taala ternyata Allah subhanahu wa taala tidak membalas dengan keburukan Allah subhanahu wa taala membalas mereka di dunia dengan kebaikan yaitu memerintahkan kedua anak mereka untuk memperlakukan mereka dengan baik selama masih di dunia maka ini menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala adalah Tuhan Yang Maha berterima kasih dia adalah Tuhan Yang Maha Pemurah yang maha penyayang dan tidak menggugurkan hak kedua orang tua berupa Ihsan dan Bakti dari anaknya untuk keduanya padahal keduanya sudah memaksa anak mereka untuk berbuat kufur dan Syirik kepada Allah subhanahu wa taala maka alangkah bodohnya manusia dan alangkah zalimnya manusia dan sebaliknya alangkah pemurah Allah subhanahu wa taala dan alangkah sabarnya Allah subhanahu wa taala kepada kita semuanya ini adalah ee poin kedua atau renungan kedua yang disampaikan oleh penulis Kitab wasaya waaujihat Fi fiqhi taabud lbil bariat yang dari poin yang kedua ini kita bisa simpulkan beberapa hal yang pertama Bahwasanya Allah subhanahu wa taala lebih berhak untuk mendapatkan kebaikan dan balas jasa dari hamba-hambanya dibandingkan kedua orang tua dari anak-anaknya jadi Allah subhanahu wa taala lebih berhak untuk mendapatkan kebaikan dan balas jasa dari hamba-hambanya lebih besar daripada hak orang tua untuk mendapatkan balas jasad dan kebaikan dari anak-anaknya Kenapa karena Allah subhanahu wa taala adalah pencipta dan pengada kita semuanya Dia yang menciptakan kita Dan mengadakan kita dari tidak ada menjadi ada dia yang menciptakan semua sebab dan musabab sementara Allah Subhanahu sementara kedua orang tua kita hanya ya dalam tanda petik kedua orang tua kita hanya menjadi sebab keberadaan kita di atas muka bumi ini Maka jangan sampai kita salah prioritas Jangan sampai kita mengedepankan hak manusia termasuk kedua orang tua kita di atas hak Allah subhanahu wa taala kemudian Kemudian yang kedua Bahwasanya Allah subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua kita sekalipun mereka telah mengajak dan memaksa kita untuk berbuat kemusyrikan kepada Allah subhanahu wa taala poin yang ketiga Bahwasanya Allah subhanahu wa taala maha pemurah maha penyabar dan penyayang kepada kita semuanya maka Ini adalah sebuah nikmat yang harus kita syukuri dan membuat kita semakin banyak bersyukur dan taat serta beribadah kepada Allah subhanahu wa taala kemudian ee hal yang keempat adalah sebagaimana Allah subhanahu wa taala tidak butuh kepada ibadah-ibadah kita tapi dia senang dengan Taubat dan ibadah-ibadah kita maka demikian juga di sini di poin renungan yang kedua ini kita simpulkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala lebih berhak atas ibadah-ibadah kita maka hendaknya kita lebih banyak beribadah dan Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala di samping Allah subhanahu wa taala adalah pencipta kita Allah juga menghargai orang tua kita yang mengajak kita kepada kemusyrikan maka itu semuanya menunjukkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala menghargai dan menghormati kedua orang tua kita yang sudah melakukan kesalahan besar itu maka hendaknya kita semakin banyak bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala dan semakin rajin beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dan jangan sampai kita salah prioritas dengan mendahulukan hak-hak manusia di atas hak-hak Allah subhanahu wa taala baik barangkali ini yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini semoga bermanfaat wallahu taala alam wasallallahu ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallam wa akhiru dawana anilhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dan kami ucapkan jazakullah Khair kepada Ustaz telah menyampaikan faedah dan EE beberapa penjelasan yang cukup bermanfaat dan semoga menjadi pencerahan bagi semua dan EE pemira rja TV kita berikan kesempatan bagi anda yang ingin bertanya secara langsung dalam pembahasan wasay W tauihat vvkudbil Bariah kita berikan kesempatan di telepon 0218236543 dan pertanyaan via chat WhatsApp seperti biasa di 0819896543 baik kita akan angkat via telepon terlebih dahulu en silakan Halo silakan sudah masuk tib kami angkat pertanyaan via chat WhatsApp Ustaz dari pemisa dan pendengar radio rja ya Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Barakallah Fik W jazakallah Khair atas eh faedah ilmu yang disampaikan Ustaz Bagaimanakah cara berbakti kepada kedua orang tua secara khusus kepada Eh ibu yang sudah wafat dan banyak kelalaian serta kekhilafan yang selama hidup ee ee beliau dan belum sempat berbakti secara maksimal mohon nasihatnya Apakah bimbingan Islam di dalam berbakti kepada orang tua yang sudah wafat jazakullah Khair Ustaz Iya baik eh meninggalnya kedua orang tua kita atau salah satu dari kedua orang tua kita adalah ee musibah besar yang pasti membuat kita sedih keduanya adalah ee pintu surga kita sebagaimana dijelaskan oleh para ulama selagi mereka masih hidup kita harus berusaha untuk berbakti sebisa mungkin karena keduanya adalah pintu surga kita yang masih terbuka kalau keduanya sudah meninggal maka pintu besar masuk surga sudah tertutup tapi alhamdulillah e Bukan berarti semua pintu sudah tertutup masih ada pintu-pintu lain yang bisa kita masuki diantaranya adalah dengan e mendoakan Mereka kita adalah hasil didikan mereka kita tidak lepas dari tarbiah dan pendidikan mereka saat mereka masih hidup maka kesalan yang kitaai saat ini yang kita bisa rengkuh saat ini semuanya tidak lepas dari jasa kedua orang tua kita maka hendaknya kita tidak melupakan jasa-jasa mereka dan kita masih bisa mendoakan Mereka di antara amal saleh yang tidak terputus yang akan terus mengalirkan pahala untuk kedua orang tua kita adalah anak saleh yang mendoakan Mereka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam yang yang kita sudah hafal dari kecil jika seorang manusia sudah meninggal maka putuslah semua amalannya kecuali saja jariah yaituekah jariah yang dimanfaatkan dan ke anak Saleh yang mendoakan kedua orang tuanya maka doa-doa kita akan terus mengalir dan Insyaallah dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga doa-doa tersebut bisa menambah ee amal saleh kedua orang tua kita yang sudah meninggal nah kemudian juga Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mensyariatkan amalan-amalan yang masih bisa kita lakukan saat kita masih hidup sementara kedua orang tua kita sudah meninggal jadi Ee kita bisa melakukan amalan-amalan yang pahalanya nak nanti akan menjadi milik kedua orang tua kita seperti misalnya menghajikan mereka mengumrahkan mereka ya bersedekah atas nama mereka dan bersedekah ini maknanya luas ya bisa dalam bentuk wakaf ya bisa dalam bentuk kurban bisa dalam bentuk ee sedekah yang diatasnakan mereka Jadi kita masih bisa melakukan ibadah-ibadah ini maka silakan ini dilakukan Insyaallah pahalanya akan otomatis mengalir untuk kedua orang tua kita karena memang niatnya kita beramal untuk mereka Jadi kita masih beramal sebagian untuk diri kita sendiri tapi sebagian amal kita niatkan untuk kedua orang tua kita sehingga pahalanya akan menjadi milik mereka nah kemudian ee yang ketiga adalah berusaha untuk menjadi anak yang saleh ya berusaha untuk mencapai derajat surga yang lebih tinggi dari kedua orang tua kita nah ini ee adalah ee sebuah faedah ya yang layak untuk kita catat ya layak untuk kita ingat-ingat terus yaitu bahwasanya seorang anak bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tua berupa menaikkan derajat mereka di surga ya Jadi ini sesuai dengan firman Allah subhanahu wa taala eh yaituina dan orang-orang yang beriman kemudian diikuti oleh keturunan mereka dengan keimanan pula maka kami akan angkat keturunan mereka ke derajat mereka Nah jadi orang tua bisa memberikan syafaat kepada anaknya kalau orang tua derajatnya lebih tinggi si anak derajatnya lebih rendah maka si anak akan diangkat kepada derajat kedua orang tuanya dan sebaliknya kalau si anak memiliki derajat yang lebih tinggi Maka orang tuanya akan otomatis dinaikkan derajatnya dan naik untuk menempati dan menikmati surga bersama anak-anaknya yang lebih Saleh maka ini adalah e hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada kedua orang tua kita jadi di akhirat nanti mereka bisa mendapatkan kejutan atau surprise ya mereka merasa hanya mendapatkan hanya berhak untuk mendapatkan derajat surga tertentu sesuai dengan amalan mereka Nah tadi diisyaratkan dalam pertanyaan bahwasanya mereka dulu masih punya banyak kesalahan-kesalahan ya mungkin pada masa mereka komitmen dengan Islam tidak semudah seperti kita sekarang sumber-sumber ilmu juga belum seluas dan banyak yang kita dapati pada zaman kita sekarang teknologi belum seperti sekarang dakwah islam belum seperti sekarang Maka itulah uzur barangkali mereka dahulu masih belum begitu paham dengan syariat Islam nah kemudian kita anaknya barangkali bisa punya ilmu yang lebih banyak bisa mendapatkan ilmu agama dengan lebih mudah sehingga akhirnya kita juga bisa mengamalkannya dengan lebih baik maka Insyaallah kita pertahankan itu terus kitaus usaha menjadi orang yang Saleh bahkan kalau bisa sesaleh mungkin setakwa mungkin sehingga kita bisa memberikan hadiah terbaik berupa memberikan syafaat untuk kedua orang tua kita dan mengangkat derajat mereka di surga dan itu menjadi kejutan untuk mereka di akhirat kelak sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis sahih ya ada orang-orang yang kaget dengan derajat mereka yang sangat tinggi di akhirat ketika mereka bertanya mereka mendapatkan jawab bahwasanya itu adalah bfari wadaka itu adalah karena istigfar anakmu untukmu itu adalah karena kedudukan anakmu yang lebih tinggi darimu maka kami angkat derajatmu kepada derajat anak-anakmu nah ini beberapa tips dan kiat yang bisa kita praktikkan dalam rangka berbakti kepada kedua orang tua kita yang sudah meninggal jadi masih ada kesempatan untuk berbakti kepada mereka Meskipun mereka sudah meninggal walhamdulillah jawaban dan nasihat yang disampaikan semoga bermanfaat beberapa pertanyaan dari pemira dan pendengar Radi R barakallahu Fik baik kami berikan kesempatan kembali bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di Line telepon 0218236543 dalam pembahasan bersama Al Ustaz Anas Burhanuddin hafidahullahu taala baik kita akan coba ee membuka layanan interaktif silakan nah Halo I baik masih terputus kami angkat kembali pertanyaan berikut Ustaz dari pendengar kita eh Asalamualaikum warahmatullah dari pemisa R TV Bapak Mahdi di Aceh tib sudah ada yang masuk kita akan angkat telepon dulu silakan Halo silakan Asalamualaikum asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh n Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dengan siapa Umu di mana dengan hamba Allah di Tangerang Selatan baik silakan pertanyaannya Umu Em Jadi ee Bapak saya itu belum mendapat Hidayah [Tepuk tangan] apa untuk mencintai sunah rasul lah begitu Jadi kalau saya mendengarkan radio Gitu dibilang udahlah janganjangan jadi masih menganggap apa ya sunah rasul itu ee ekstrem kayak gitu Jadi saya saya jujur untuk ngadapinnya tuh masih belum bisa yang seperti orang lembut gitu tapi saya mengambil sikap ee apa ya E di depan Bapak saya saya tidak mendengarkan begitu Ustaz Bagaimana ya apa saya salah ya Tapi ketika bak saya sudah pulang saya dengerin lagi kayak gitu Ustaz jadi gimana ya Jalan tengahnya Bagaimana pelan-pelan pengin memperkenalkan tapi saya selalu diklaim ee itu terlalu over kayak gitu baik Umu kita akan simak jawabannya ja jazakah kir baik silakan Ustaz ya Ee baik jika ee kedua orang tua kita tidak berkenan kalau melihat kita mendengarkan radio tertentu atau menyimak ya siaran televisi tertentu ya padahal radio itu adalah radio yang tidak mengajarkan kecuali kebaikan dan televisi itu juga tidak mengajarkan kecuali hanya sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan ajaran Islam ya maka eh tidak masalah kalau ketika mereka berada di rumah ya Kita Sementara tidak ee menyimak dan mendengarkan dulu ya karena ee mereka kurang berkenan ya mungkin bisa jadi Hal itu membuat mereka tidak nyaman di rumah kemudian membuat kesan seperti kita melawan mereka ya membuat kesan kita seperti membantah mereka ini adalah satu hal yang tidak baik yang membuat rumah menjadi tidak nyaman ya maka tidak masalah ya kalau kita meyakini apa yang kita lakukan adalah ee sesuatu yang baik ya kita mendapatkan ilmu ya tentang sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ilmu tentang ajaran-ajaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang sahih yang disampaikan oleh EE para Ustaz dan ulama yang berkompeten dalam bidangnya ya maka tidak masalah kita ee menahannya sebentar ketika kedua orang tua kita berada di rumah ya kita eh ya mungkin tidak perlu didebat ya tapi kita cukup matikan saja kita tidak tonton dahulu ya baru nanti ketika ee sudah tidak ada maka tidak masalah kita ee mendengarkan kembali dan menyimak kembali radio atau ee televisi yang kita yakini Ee tidak mendakwahkan kecuali hanya yang baik-baik saja jadi ee Kenapa boleh seperti itu karena kemungkinan besar ilmu yang kita simak dan kita dengar Insyaallah yang wajib-wajib sudah kita ketahui Insyaallah ya jadi Ee tidak ada kewajiban untuk harus mendengar pada hari itu tidak ada kewajiban untuk harus menyimak ilmu itu hari itu toah rekamannya juga ada ya kemudian siaran ulangnya juga kadang-kadang diputar di website-nya juga selalu ditampilkan ya Jadi kalau ada yang ketinggalan misalnya kita sudah mengikuti ee materi tertentu atau serial tentu kita bisa ikuti nanti di media sosial atau di website milik e radio tersebut tidak masalah sehingga dengan demikian ee orang tua kita nyaman ya nyaman dengan ee kondisi di rumah dan kita tidak menampakkan perlawanan atau ee pembantahan kepada mereka ya sehingga mereka ee nyaman untuk tinggal di rumah kita dan kita ee bisa tetap berbuat baik kepada mereka tanpa harus ada sungkan dan hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman ya Nah kalau ada kesempatan untuk ee diskusi tidak masalah ya kita sampaikan bahwasanya ya ini ee seperti ini ya dulu saya juga menyangka ini ekstrem ini ee radikal dan lain sebagainya tapi ternyata yang diajarkan adalah hal-hal yang baik dan positif yang EE memotivasi kita untuk semakin bertakwa semakin banyak beramal yang memotivasi kita untuk mengamalkan ilmu kita tidak hanya sebatas mengikuti kajian saja dan yang lebih penting adalah ee adalah ee ilmu itu membuat kita semakin Birul Walidain ya semakin Ee kita memiliki akhlak yang baik ya sehingga kita semakin bijak termasuk tadi kita ee untuk sementara tidak mendengarkan itu termasuk hikmah termasuk bijak ya dan termasuk eh wujud Birul walidin kita kepada mereka karena kita ingin membuat beliau nyaman di rumah ya jadi eh kita tunjukkan juga kita sampaikan bahwasanya eh kami di radio ini di televisi ini diajarkan untuk berbakti kepada orang tua dan sekarang ini pun kita berbakti di antaranya adalah karena apa yang sudah kita dengar di radio dan televisi ini ya Jadi kita tunjukkan bahwasanya ee belajar agama ini dan menyimak radio atau televisi ini ee tidak menambah kecuali kita semakin berbakti kepada kedua orang tua kita kita semakin ee memiliki akhlak yang baik yang nanti mereka akan lihat dan mereka akan bandingkan Oh dahulu Si Fulan atau fulanah seperti itu ya tapi sekarang Masyaallah menjadi anak yang Shah anak yang sangat berbakti anak yang EE bijaksana anak yang memiliki akhlak yang sangat baik itu akan menjadi Nilai plus kredit yang akan dilihat suatu saat sehingga bisa jadi itu ee menjadi Jalan hidayah untuk mereka juga Atau paling tidak mereka akhirnya membiarkan kita karena ternyata yang disampaikan tadi yang radikal atau yang EE ekstrem dan lain sebagainya ternyata tidak terbukti ya maka itu menjadi ee bantahan yang yang ee tepat ya sekaligus juga halus tanpa kita harus kowar-kowar gitu sehingga akhirnya mereka bisa menerima Atau paling tidak ee bisa ee membiarkan ya kita bisa menyimak apa yang Ee Kita yakini sebagai ee sebuah kebenaran dan kita berdoa ya semoga Allah subhanahu wa taala memberikan petunjuknya kepada kita untuk bisa mendapatkan guru-guru terbaik mendapatkan sumber-sumber ilmu terbaik terhindar dari syubhat dan syahwat dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan taufiknya kepada kita dan para orang tua kita untuk bisa mendapatkan Rida darinya amin ya rabbal alamin jazakallah Khair atas nasihat dan jawaban yang disampaikan demikian Umu yang bertanya Barakallah Fik Semoga menjadi pencerahan wakahir kami angkat satu pertanyaan terakhir Ustaz di kesempatan sore hari ini dari bapak Mahdi di Aceh beliau bertanya Asalamualaikum warahmatullah Bagaimana Ustaz yang dimaksud dengan berpaling dari ayat-ayat al-qur’an atau mendustakannya ee Mohon penjelasan dan contoh kasus mungkin Ustaz jazakallah Khair Iya eh berpaling dari ayat-ayat Allah artinya adalah eh meninggalkannya dengan tidak membacanya sama sekali juga termasuk berpaling dari ayat-ayat Allah adalah ee meninggalkan hukum-hukum yang dikandungnya kita sudah tahu hukumnya sudah disampaikan kepada kita kita sudah mendengarnya dengan baik tapi kita kemudian berpaling dari ayat-ayat itu Nah itu adalah yang dimaksud dengan berpaling dari ayat-ayat Allah Adapun kalau kita tersibukkan ya dengan beberapa kesibukan sehingga kita tidak sempat untuk membaca al-qur’an beberapa saat mungkin beberapa hari atau beberapa pekan karena kesibukan itu maka ini tidak termasuk berpaling dari ayat-ayat Allah karena membaca al-qur’an itu hukumnya adalah sunah sehingga kalau kita tidak membacanya ya Ee 1 bulan 2 bulan kita tidak berdosa maksudnya kalau ee kita tidak membacanya ya berupa tilawah ya dengan memegang mushaf tapi paling tidak tentunya kita masih membaca ayat al-quran dalam salat kita paling tidak yang wajib-wajib pasti kita masih melakukannya Jadi kalau ee kita tersibukkan dalam beberapa hari atau beberapa pekan sehingga tidak bisa menjalani rutinitas kita untuk membaca al-qur’an dan membaca wirid Alqur’an kita maka itu bukan berarti eh berpaling dari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala Adapun mendustakan ayat-ayat Allah sub sub taala adalah tidak mengimaninya bentuknya bisa kita tidak percaya bahwasanya itu adalah Firman Allah subhanahu wa taala padahal ayatnya jelas-jelas ada dalam al-qur’an maka ini berarti kita mendustakan ya mendustakan artinya tidak percaya menganggap orang yang membawanya sebagai pembohong nah seperti yang dilakukan oleh EE orang-orang kafir kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau membawakan ayat-ayat Allah kepada mereka mereka mendustakannya mereka mengatakan ini bukan firman Allah ini adalah sihir ini adalah karanganmu sendiri Ini adalah syirnya para penyair dan lain sebagainya berarti mendustakan atau bisa juga bentuknya adalah mendustakan kandungan ayat al-qur’an ya Jadi kita meyakini bahwasanya itu adalah ayat karena jelas ada dalam Alquran tapi kita tidak mengimani kandungannya seperti mereka yang mendustakan tanda-tanda hari kiamat mereka yang mendustakan ee ya turunnya Dajal ya turunnya Nabi Isa alaih salam dan e tanda-tanda kiamat ee kubra yang disebutkan dalam yang yang sebagiannya disebutkan dalam al-qur’an nah ini termasuk ee mendustakan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala atau tidak mengim ini bahwasanya umat Islam dan orang-orang yang bertakwa akan melihat wajah Allah subhanahu wa taala akan langsung berjumpa dan melihat Allah subhanahu wa taala ini didustakan oleh sebagian orang yang mengaku muslim padahal jelas wujuhu yaumidin nirohbiha niroh pada hari itu akan ada wajah-wajah yang berseri-seri kepada Tuhan mereka wajah-wajah itu melihat ya ini adalah ayat al-qur’an yang menjelaskan tentang nikmat terbesar di surga yaitu bisa melihat kepada wajah Allah subhanahu wa taala Nah kalau kita mendustakan ini berarti kita mendustakan kandungan ayat-ayat al-qur’an atau misalnya juga adalah mendustakan bahasanya Allah di atas Arsy nah ini adalah bentuk pendustaan yang lain kepada ayat-ayat Allah dia menetapkan ayatnya ada dalam al-qur’an arrahmanu Alal arsawa tapi dia mendustakan artinya tidak mengimani Bahwasanya Allah berada di atas Arsy ini adalah di antara eh bentuk eh pendustaan kepada ayat Allah jadi bisa berupa tidak percaya bahwasanya ayat itu diturunkan oleh Allah kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam atau bisa juga mendustakan kandungannya nah ini adalah eh yang dimaksud dengan berpaling dari ayat-ayat Allah ataupun eh dan juga mendustakan ayat-ayat al-qur’an Semoga bisa dipahami dengan baik jazakallah Khair atas penjelasan dan jawabannya Barakallah Fik demikian Pak Mahdi semoga bermanfaat dan ini merupakan pertanyaan kami terakhir di kesempatan sore hari ini dan sebagai kesimpulan kajian kita Ustaz tafadol ee kami persilakan iya ee baik eh dalam renungan yang kedua dari kitab wasaya waujihat Fi fq taabudbil bariat kita bisa simpulkan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala lebih berhak daripada kedua orang tua kita untuk mendapatkan ibadah dan balas jasa dari kita karena Allah subhanahu wa taala adalah pencipta kita dia yang mengadakan kita dia yang mentakdirkan semua sebab dan musabab sementara kedua orang tua kita adalah sebab keberadaan kita saja Maka kalau sampai terjadi konflik kepentingan dan EE kontradiksi hak antara Allah subhanahu wa taala dengan makhluk-makhluknya termasuk kedua orang tua kita hendaknya kita mendahulukan hak Allah subhanahu wa taala dan jangan sampai seseorang itu berbakti kepada orang tua tapi dia tidak berbakti kepada Allah jangan sampai dia bisa menjaga untuk tidak durhaka kepada orang tuanya tapi dia malah durhaka kepada Allah subhanahu wa taala karena ini adalah ee salah satu bentuk salah prioritas dan menyelisihi Fitrah serta menyelisihi logika yang seharusnya dijalani oleh seorang manusia dan hamba Allah dalam membandingkan antara hak Tuhannya dengan hak kedua orang tuanya nah ini adalah kesimpulan yang bisa kita petik dari renungan yang kedua dan Insyaallah kita akan lanjutkan pada renungan yang ketiga di pertemuan selanjutnya biznillahi taala nah jazakallah Khair jazakallah Khair kami sampaikan kepada Al Ustaz Anas Burhanuddin hafidakallahu taala Ustaz atas faedah ilmu dan keluangan waktu yang disampaikan langsung dari studio Mini stdi I Jembar dan pembahasan sore hari ini dari risalah ilmiah yang ditulis oleh fadilat Syekh Prof Dr Ibrahim Amir aruhili wasjihatil baliat dan Insyaallah kita akan Sambung kembali di kesempatan Selasa eh du pekan berikutnya demikian dan kami mohon maaf pada sejumlah pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada semoga yang sedikit ini bermanfaat kami ucapkan jazakumullah Khair wabakallah fikum Semoga Allah memberikan kepada kita pemahaman dan juga kemudahan dalam mengamalkan ilmu yang kita pelajari sore hari ini dan kami mengucapkan jazakumullah Khair kami akhiri pembahasan dan kajian sore hari ini dengan ul majelis subhanakallahumma wabihamdik asadu Alla ilahailla ant astagfiruka waubuik alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] Terima kasih Anda masih bersama ronja TV dan radio Roja ikuti terus kajian Islam

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *