Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahbilamin wasu wasam erhati R rahimani warahimakumullah di manapun Anda bisa menyimak siaran kami senang sekali kami dapat hadir kembali ke layar kaca dan ruang dengar anda guna menghadirkan sebuah program bimbingan dan pelajaran akan disampaikan oleh guru kita ahmadainahu ta langsung dari studio Min kediaman beliau di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan guna melanjutkan dari pembahasan kitab Fathul Majid sarhu kitabi tauhid dan kami juga berikan kesempatan bagi anda yang nanti ingin bersoal jawab silakan di 0218236543 atau pesan singkat di 0819896543 langsung saja kita akan menyimak bimbingan dan pelajaran bersama beliau kepada Ustaz kami persilakan falatafadol maskuran ya Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bismillahirrahmanirrahim inalhamdulillah nahmaduhuuagfirillahi anahahuuallah wahu [Musik] yaah wantum muslimun ya aumzium w wqah ya ayuhina Amah Wan S wa Ahsanul Hadi had Muhammadin Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam was umuri muhda wa muhdtin bidah wa bidtinah waatin Alhamdulillah kita bersyukur k Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu Pagi 22 Safar 1446 Hijriah bertepatan dengan 28 Agustus [Musik] 2020 4 kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk kembali duduk bersama dalam kajian Islam ilmiah bersama rja TV dan radio Roja di dalam pembacaan kitab Fathul Majid syarhul kitab tauhid yang ditulis oleh fadilat Syekh Abdurrahman Bin Hasan alu syikh rahimahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa al alihi wasallam P keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kel dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifatnya yang mulia kita berdoa Allah inuka Allah aminahahakum kaum muslimin para pemira R TV para pendengar radio r dan seluruh kaum muslimin yang e dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala ala Pada kesempatan kali ini kita [Musik] akan memulai bab yang baru bab yang ke-37 yaitu babun minasyirki bab termasuk dari kesyirikan irodatul Insani biamaliid dunya Keinginan manusia dengan amalnya untuk mendapatkan dunia Keinginan manusia dengan amalnya untuk mendapatkan dunia ahibbati fillahanillahakum yang eh Afan ini adalah bab yang ketuj penulis rahimahullahu taala berkata ahu kalau ditanya apa perbedaan antara bab ini dengan bab sebelumnya yaitu bab tentang RI Bukankah di dalam RI juga menginginkan dunia ujian manusia sanjungannya penghargaannya atau hadiah dari manusia Apa bedanya dengan bab yang ke-36 bab tentang RI qulu atau kla bisa juga n kamu bisa menjawab bahuma umumun W khususun mutlak di antara keduanya adalah ada keumuman dan kekhususan secara mutlak maksudnya bisa terkumpul dan bisa terpisah gitu maksudnya Ya antara bab yang ke-36 tentang Riya dengan bab yang ke-3 tentang ee mengingin beramal menginginkan dunia itu ada bedanya secara ee umum dan khusus yaitu ada perbedaan antara ee menginginkan dunia dengan RI dan Ada kesamaan antara menginginkan dunia dengan Ria ahibati fillahanillah wakum baik sekarang kita membaca wahua Ar insan bialiun lahumana yang artinya ee dua hal ini terkumpul dalam sebuah perkara yaitu apabila seorang manusia menginginkan dengan amalnya ee memperbagus di hadapan manusia dan berpura-pura bagi mereka dan mendapatkan pujian dari mereka nah ini sama ya ini sama antara manusia seseorang menginginkan berbagus-bagus di hadapan manusia dan ee mendapatkan pujian nah ini sama antara ee bab yang ke-36 tentang RI dengan bab yang ke-37 Tentang seorang manusia beramal menginginkan dunia baik ramanu maka ini adalah RI sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya k mfikin sebagaimana orang-orang munafik yaitu beramal memperbagus amalnya di hadapan manusia kemudian berpura-pura di hadapan manusia untuk mendapatkan pujian Sanjungan penghargaan ataupun hadiah nah antara bab 36 tentang Riya dengan bab 37 tentang ee apa namanya tentang menginginkan dari amal ibadah ini sama yaitu sama saja dengan menginginkan dunia dengan cara berpura-pura di hadapan manusia menuntut pujian dari mereka dan pemuliaan yang artinya dan berbeda dengan RI yaitu dari sisi dia beramal-amal yang Saleh ar bihi ar Minun dari amal saleh tersebut dia menginginkan bagian dari dunia Kaman yujahidamalan sebagaimana Ia berjihad untuk me mengambil atau sebagaimana Ia berjihad mengangkat senjata melawan musuh untuk mendapatkan harta ya berjihad di jalan Allah tapi tujuannya untuk mendapatkan harta nah ini termasuk daripada kesamaan ya Ee termasuk daripada perbedaan maksud saya antara Riya dengan e menginginkan dunia [Tepuk tangan] ya kamujahid sebagaimana dia berjihad untuk mendapatkan Har ABD atau berjihad untuk mendapatkan harta rampasan perang atau Selain itu dari perkara-perkara yang disebutkan oleh Syekh kita [Musik] abasadallahuirun dari Abdullah bin Abbas radiallah anhuma dan selainnya dari para ahli tafsir tentang makna firman Allah subhanahu wa taala yang berbunyi Siapa saja yang yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya maka kami akaniai kami akan ee menyegerakan apa namanya ataupun memberikan secara sempurna atas apa yang mereka amalkan di dalam dunia yang mereka inginkan dikasih oleh Allah subhanahu wa taala dan tidak akan dikurangi oleh Allah subhanahu wa taala tetapi nanti di akhirat tidak ada pahala kecuali nerakanya Allah subhanahu wa taala surat hud ayat 15 baik Nah itu perbedaan antara Riya dengan beramal untuk mendapatkan dunia Jadi ada umumun Wa khusus mutlak Ada kesamaan dari beberapa Sisi dan ada perbedaan dari beberapa Sisi kesamaannya adalah bahwa orang yang RI atau orang yang beramal menginginkan dunia maka sama-sama beramal ingin mendapatkan pujian dari manusia ingin mendapatkan pujian dari manusia sedangkan orang yang EE sedangkan bedanya antara RI dengan ee beramal menginginkan dunia kalau RI adalah beramal dan ingin memperlihatkan amalan tersebut atau memperbagus amalan tersebut di hadapan manusia untuk mendapatkan pujian Sanjungan serta penghargaan sedangkan orang yang beramal ingin mendapatkan dunia maka dunia yang dia cari bukan hanya sekedar pujian Sanjungan tetapi dunia yang diacar Yaitu harta tahta wanita Nah itu bedanya antara RI dengan beramal menginginkan dunia Jadi intinya ada pada kata bahwa apa perbedaan antara RI dengan beramal menginginkan dunia ada pada kata umumun W khususun mutlak yaitu Ada kesamaan pada beberapa Sisi dan ada perbedaan dalam beberapa Sisi ada perbedaan dalam beberapa Sisi baik para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala para ulama juga menyatakan seperti ini saya bacakan beberapa penjelasan para ulama Apa bedanya Ria dengan ee seseorang menginginkan dari amal ibadahnya dunia as Syekh mengatakan Syekh Muhammad bin shalh al-utsimin rahimahullah Beliau mengatakan ketika ditanya tentang bagaimana kita menjawab bahwa R sama dengan beramal ingin dunia Syekh mengatakan ee bahwa Riya itu kalau orang beramal ibadah riaya dia beramal ibadah ikhlas hanya karena Allah subhanahu wa taala ya Akan tetapi dari amal ibadah yang ikhlas karena Allah tersebut dia menginginkan juga pujian dari manusia nah di situ rianya di situ rianya ya ya lakin ar yastanfi biha Amran madian sedangkan eh orang yang beramal menginginkan amalan dunia menginginkan dunia maka dia beramal ibadah mungkin ada niatannya untuk Allah dan dia ingin dunia juga untuk dunia juga seperti misalkan tadi berjihad Kemudian untuk mendapatkan harta rampasan perang atau mendapatkan perempuan untuk bisa dinikahi atau mendapatkan [Musik] ee Tahta jabatan nah ini adalah dunia dan di dalam ibadah yang menginginkan dunia kadang tidak ada sama sekali niatan untuk ber IB kepada Allah subhanahu wa taala sedangkan R ada niatannya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala begitu ya itu bedanya ya nahahullahunuh w dan Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala menginginkan dari bab ini dan setelahnya bahwa beramal karena dunia adalah kesyirikan dan ini menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib dan menghapuskan amal wahua Min dan ini lebih besar daripada RI ya lebih besar daripada karena Riya tadi dia beramal karena Allah cuma dia ingin dipuji manusia gitu kalau ini dia beramal karena dunia ya beramal karena dunia tidak karena Allah jadi dia beramal karena dunia ini lebih besar keburukannya dibandingkan beramal karena Ria ya amal karena orang beramal dengan Ria itu dia beramal karena Allah Tetapi ingin pujian manusia gitu ya ya tetapi kalau beramal ingin dunia dia benar-benar beramal hanya ingin dunia karena dunia karena dunia bukan hanya ingin dunia tapi karena dunia Jadi tidak ada niatan sama sekali dia beramal ibadah karena Allah subhanahu wa taala Nah bisa dimaklumi begitu ya Nah ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala nah kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah murid Dunya karena orang yang menginginkan dunia kadang mengalahkan keinginannya atas kebanyakan dari amalnya jadi ketika seseorang berjihad untuk harta maka itu berarti dia menginginkan untuk beramal untuk dunia kalau seseorang berjihad untuk Allah tapi dia ingin pujian manusia itu itu bedanya nah orang yang beramal ingin dunia itu kadang keinginannya mengalahkan atas sel kebanyakan dari amalnya ini perbedaan juga nih ya perbedaan antara Riya dengan beramal ingin dunia kalau orang beramal ingin dunia maka seluruh amalnya hanya ingin dunia seluruh amalnya hanya ingin dunia tapi kalau orang beramal Ria maka sebagian Ya sebagian dari amalannya dia inginkan dunia Nah itu R para Ikhwan jadi tidak semua amal Kalau amal ingin dunia itu seluruh amal dia ingin dunia saja nah sedangkan orang beriman harus menjauhi dari yang ini dan dari yang itu yaitu dari mengingin beramal meng dunia dan beramal dengan Ria jadi kalau saya boleh ringkas para ikhwah bahwa bedanya Ria dengan beramal ingin dunia yang pertama orang yang Ria dia beramalnya karena Allah lalu dia Perlihatkan untuk mendapatkan pujian manusia dan untuk mendapatkan hadiah dari manusia sedangkan orang yang beramal ingin dunia maka dia beramalnya karena memang dunianya untuk dunia bukan karena untuk dunianya Kemudian yang kedua perbedaananya kalau Ria kadang-kadang dia bisa Ria kadang-kadang dia ikhlas karena Allah Subhanahu Sedangkan untuk dunia maka kebanyakan dari amalnya untuk dunia tidak ada keikhlasan untuk Allah subhanahu wa taala nah gitu ya kemudian yang ketiga adalah ee orang yang Ria dia mengingin kan pujian dari manusia sedangkan orang yang beramal dunia Dia menginginkkan ee dunia seperti Harta Tahta dan Wanita Nah itu tiga perbedaan kira-kira antara RI dengan beramal ingin dunia baiktiillahahakum kemudian penulis membawakan dalil nah Sebelum saya Sebutkan pembawaan dalilnya maka para ikhwah yang dirahmati oleh Allah Sekali lagi saya katakan bab kita sekarang ini adalah bab yang ke-37 kemudian makna bab adalah menjelaskan bahwa beramal menginginkan dunia termasuk contoh perbuatan Syirik beramal inginkan dunia termasuk contoh perbuatan Syirik ya kemudian hubungan bab ini bab yang ke-37 dengan Tauhid ee bahwa beramal menginginkan dunia ini adalah contoh perbuatan Syirik Akbar Ehan asghar syidq asghar ya dan dia ada dua dua macam satu kalau hanya menginginkan dunia dari seluruh amalnya maka ini Syirik Akbar sebagaimana perbuatan orang-orang munafik munafik Akbar hanya dunia yang dia inginkan saat berjihad hanya ingin rampasan harta rampasan perang yang dia inginkan maka ini Syirik Akbar yang kedua amal ingin dunia dari sebagian dari sebagian keinginanun ya Berarti ada masih keinginan apa namanya keinginannya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa taala nah begitu ya baik sekarang kita masuk kepada dalil yang pertama yang dibawakan oleh penulis yang aryaang siapa yang mengin kehidupan dunia dan perhiasan kami akan berikan secara sempurna am di dalamnya tidak akan dikurangi merekalah yang tidak memiliki di akhirat kecuali neraka terhapus apa yang telah mereka perbuat di dalam dunia dan batal apa yang telah mereka amalkan aballahuun yang dimaksud dengan Abdullah bin abbasadah menafsirkanang Siapa yang meng kehidupan dunia maksudnya adalah e pahala pahala dari amalnya adalah dunia yang dimaksud dengan perhiasannya adalah [Musik] hartanya maka kami kumpulkan bagi mereka pahala amalan-amalan mereka ee seperti kesehatan kegembiraan di dalam harta keluarga dan anak wahum fiha la yubasu dan mereka di dalamnya tidak la yunqasun tidak dikurangi tumma nasakatha nah ayat ini kemudian dihapus dengan ayat yang selanjutnya eh Afan ayat ini surah hud ayat 15 dihapus dengan Surah al-isra ayat 18 apa ayat 18u Barang siapa yang menginginkan alajilah yaitu dunia kami segerakan baginya di dalam dunia apa yang kami kehendaki bagi siapa yang kami inginkan eh di dalam eh perkataan ini nasakath yaitu kemudian [Musik] eh kata Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma bahwa surah hud ayat 15 diikat dengan Surah alisra Ayat 18amq maka akhirnya ayat tidak eh tidak tersisa atas itlaknya atas ee keumumannya ya tidak tersisa pada keumumannya jadi para ikhw yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala maksudnya surat hud ayat 15 Siapa yang beramal ingin kehidupan dunia dan perhiasannya yaitu pahalanya pahala dunia kemudian perhiasannya adalah harta maka kami akan berikan kepada dia sesuai dengan keinginannya tapi kemudian dibatasi oleh surat al-isra ayat 18 ya Liman nurid bagi siapa yang kami kehendaki Nah itu artinya ada orang yang beramal menginginkan ee pahala dunia dan juga harta dunia tidak diberi oleh Allah subhanahu wa taala ya tidak diberi oleh Allah tapi kebanyakan diberi oleh Allah karena ini ada pembatasan yaitu Liman nurid bagi siapa yang kami kehendak lagi ya kami inginkan dikasih oleh Allah Subhanahu Wa taalab waq rahimahahun hahu Barang siapa yang dunia adalah tekadnyaabatahuatahu dan tuntutannya dan niatnya jazahullahuun Allah akan kasih ya amal-amal salehnya di dunia pahala-pahalanya di dunia Allah akan kasih subhanahu wa taala kemudian dia masuk ke dalam akhirat dan tidak Dia tidak memiliki satu kebaikan pun yang diberikan dengan amalehnya sebagai pahalapun orang berimanun orang beriman maka diberikan pahalanya di dunia dan di e berikan atasnya di akhirat itu bedanya antara orang yang di orang yang beramal karena dunia di dunia saja dikasih sedangkan orang yang beramal untuk akhirat maka dia di dunia dan di akhirat dikasih oleh Allah subhanahu wa taala J hurai ya disebutkan oleh Imam Ibnu jarir dengan sanadnya Nam sampai kepada Abu Hurairah radhiallahu Anhu dan hadisnya sahih ya hadisnya sahih baik jadi para ikhwah perlu diingat di sini bahwa Siapa yang beramal ingin dunia dikasih oleh Allah dunianya sebagai ganjaran untuknya tetapi nanti di akhirat tidak ada pahalanya nah Barang siapa yang beramal ingin akhirat ingin Rida Allah di akhirat maka pada saat itu dia akan dapatkan dunianya dan juga ee pahalanya di akhirat n para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala qa haddasani alwalid Ibnu Abdul Walid Ibnu Abil Walid abuman muslimb jadi di sini Kemudian beliau meriwayatkan hadis Dari Abu Hurairah dari Abdullah bin mubar mendapatkan riwayat dari bin surais haiwah bin surais berkata telah berbicara eh telah meriwayatkan kepadaku Al Walid Bin Abil Walid Abu Utsman ya bahwa ubah bin muslim telah meriwayatkan hadis kepada Abu Utsman bahwa syfai bin mati al-asbuhi telah meriwayatkan kepada ubah bin bin muslim yaitu Bahwa beliau telah memasuki kota Madinah ternyata ada orang yang dikerumuni oleh manusia ada orang yang telah dikerumuni oleh manusia lalu eh sufai bin Mat alasbuhi bertanya man siapa ini kemudian orang-orang menjawab Abu Hurairah radhiallahu Anhu ini adalah Abu Hurairah radhiallahu Anhu l setelah itu qauta Q kata sufai bin mati lalu aku mendekat kepadanya sampai aku duduk di hadapannya sampai aku duduk di hadapannya dan beliau waktu itu meriwayatkan hadis di hadapan [Musik] manusiaas wasam yang artinya aku memohon kepada engkau untuk engkau meriwayatkan hadis yang engau telah dengar dari Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan engkau pahami dan engkau mengerti kemudian Abu Hurairah radallah anu berkataal i aku akan riwayatkan sungguh aku akan meriwayatkan kepada engkau sebuah hadis yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meriwayatkannya kepadaku di dalam rumah ini tidak ada seorang pun kecuali aku dan beliau Abu hairah setelah itu Abu Hurairah radhiallahu Anhu beliau menggetar kemudian setelah itu beliau pingsan lalu Beliau bangun setelah itu Beliau berkata sungguh aku akan beritahukan kepada engkau hadis rasulahuhi wasamiwayatkannya kepadaku di dalam rumah ini tidak ada seorang di dalam rumah ini selain aku dan beliau Abu Kemudian beliau P sekali lagi Kemudian beliau tertunduk Ya sambil tersungkur sujud kemud sampah lama kemudian setelah itu beliau eh sadar kembali rasullahhi wasam lalu Beliau berkata Rasulullah su Alaihi wasam bersabdaahab ta Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala jika pada hari kiamat turun kepada mereka agar menghisab mereka dan setiap orang pada waktu itu dalam keadaan sedang ee apa namanya dalam keadaan ter ee jafah jafah itu adalah dia ter bukan tersungkur tetapi ee berdiri di atas lututnya ya berdiri di atas lutut itu namanya bahasa Indonesia p berdiri di atas lututnya ya berdiri lutut ya berdiri lutut berarti berdiri di atas lututnya baik kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala maka yang pertama kali seorang yang dipanggil adalah seseorang yang menghafal Alquran dan seseorang yang di yang terbunuh di dalam perang di jalan Allah subhanahu wa taala dan yang ketiga adalah seorang laki-laki yang banyak harta maka Allah subhanahu wa taala berfirman kepada orang yang e membaca dan ahli bacaan Alquran bukanah aku telah ajarkan kepada engkau apa yang telah aku turunkan atas Rasul Sallallahu Alaihi was yaitu Alquran Si Ahli bacaquran tadi meng atakanal ya Iya Wahab kalau begitu apa yangau telah amalkan dari apa yang telah engkau ilmuiah lalu orang tersebut mengatakan aku bangun membacanya dalam waktu siang hari dan dan malam hariah maka Allah subhanahu wa taala berfirman engkau telah berdusta dan para malaikat berkata kepau telah berdusta engau menging AG diucapkan kepad engauli dan sungguh memang terjadi seperti itu ketika di dunia dia di e apa namanya di membaca Alquran ya ketika di dunia dia memang membaca Alquran dan sebagai ahli bacaan Alquran dikenal oleh manusia didatangkan orang yang punya harta banyak maka Allah berfirmanuknya bukanah aku telah meluaskan melapangkan atasmu sampampai aku tidak mbikanan kepada seay orang yang aku dahulu menyambung hubungan rahim dengan harta yang kau berikan kepadamu kepadaku dan aku bersedekahahuah Lalu Allah subhanahu wa taala berfirmanabta engkau telah berdustaikabta engkau telah berdustaahu jaw Tapi engkau menginginkan agar dipanggil dengan Si Fulan adalah Dermawan dan engkau sudah memang dipanggil seperti itu di dunia dan didatangkan dengan orang yang dibunuh di dalam peperangan Orang tersebanya mengapaaubunuh aku dikanuk berih di jalanau ya Allah Lalu aku pun berjihad Sampai engkau sampai aku terbunuhahapi Allah berfirman kepadanya engkau pernah berdustaulikah dan para malaikat mengatakan kabtaahah arq tetapi eh [Musik] Allah berfirman akan tetapi kamu ingin agar dikatakan oleh orang sebagai seorang pemberani dan memang orang-orang mengatakan untukmu seperti itu was lalu Rasulullah su wasam memukul ya atau menghentaklah ya memukul kedua lututku AB wahai Abu Hurairah radhiallahu Anhu tiga mereka yang tiga tersebut yang pertama kali dari makhluk-makhluk Allah yang dibakar oleh neraka pada hari kiamat mereka yang pertama kali dibakar di api neraka pada hari kiamat Nah ini kan berat dan ada pelajaran menarik di sini para Ikhwan Allah subhanahu wa taala yalamu Ma fisudur Allah mengetahui apa yang ada di dalam kalbu ya Ee yang dalam kalbu baik Allah tahu yang dalam kalbu buruk Allah tahu subhanahu wa taala jadi e yang berpura-pura Allah tahu yang tidak berpura-pura Allah tahu ya Buktinya apa tadi tiga orang ini yang pertama ahli baca Quran yang kedua ahli Sedekah Yang ketiga ahli jihad tiga orang ini disebut oleh Allah kabta kabta kabta engkau telah berdusta engkau telah berdusta engkau telah berdusta Padahal mereka merasa diri mereka beramal untuk Allah subhanahu wa taala ternyata Allah lebih mengetahui apa yang ada dari dalam hati mereka Maka hati-hati dengan Perkara apa yang diniatkan dan telah ditanya yaituam Muhammad bin ABD Wahab rahimahullah tentang ayat ini Maka beliau menjawab dengan ringkasan [Musik] seperti yang Arya disebutkan dari para Salafus Saleh di dalam hal ini beberapa macam tentang apa yang dikerjakan oleh manusia sekarang dan mereka tidak mengetahui maknanya Diar yaitu amal saleh yang kebanyakan dari manusia e mengerjakannya mencari wajah Allah subhanahu wa taala berupa sedekahat menyamb hubungan dan berbuat baik [Musik] Ak tapi dia ingin agar Allah subhanahu wa taala memberikan ganjarannya dengan menjaga hartanya dan mengembangkan hartanya ah atau menjaga keluarganya menjaga anak istrinya atau terusmenerus menginginkan terusmenerus nikmat yang nikmat untuk mereka Jadi ada keing dia mendat untuk ter dari ap Nera gjar diun Ati di Akir diaiki apa- bag radhiallahu anhuma Dan inilah bagian yang disebutkan oleh Im ee Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma Nah itu para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala itu adalah hal yang pertama Ya macam yang pertama yaitu seseorang beramal ingin dunia Allah subhanahu wa taala akan kasih dia beramal ingin dunia Allah subhanahu wa taala akan kasih dia kemudian dirahti Allah yaitucam yang kedua dan ini lebih besar daripada yang pertama dan lebih menakutkan yaitu yang disebutkan oleh Imam Mujahid di dalam ayat bahwa ayat ini turun padanya yaitu beramal amalan saleh dan niatnya ingin riak di hadapan manusia tidak tidak menginginkan pahala di akhirat Nah kalau tadi beramal ingin dunia dikasih oleh Allah sedekah ingin dunia agar hartanya bertambah kasih oleh Allah tapi di akhirat tidak dapat pahala kemudian ee puasa ingin sehat dikasih oleh Allah tapi di akhirat tidak ada pahala kemudian juga ee apaagi mengerjakan kesalehan ketaatan agar anaknya juga Saleh dikasih oleh Allah anak yang Saleh tapi di akhirat tidak ada nah pahala atasnya nah seperti itu yang pertama yang kedua adalah lebih berat yaitu beramal amal saleh tapi RI di hadapan manusia ya ingin ee apa namanya ingin seseorang mendapatkan ee pujian dari manusia tidak sama sekali menginginkan pahala di akhirat anani bagian yang ketiga anala amalan shhudu eh yqsodu bihaan seseorang iat is menikahinya atau bersedekah untuk e untuk mendapatkan harta rampasan maka telah disebutkan juga telah disebkan juga macam ini di dalam tafsir ayat ini masjid seperti juga orang belajar untuk mendapatkan eh titel untuk mendapatkan pekerjaan untuk mendapatkan kepemimpinan atau belajar al-quran atau senantiasa salat di masjid karena memang Pekerjaannya ya pekerjaannya sebagai pengurus Masjid dan yang seperti ini sangat banyak Nah itu juga berkurang pahalanya ya itu juga berkurang pahalanyaam yang ke yaitu [Musik] ya itu beramal taat kepada Allah ikhlas karena Allah subhahu wa takutuagi Allah akan tetapi dia beramal dengan amalan yang mengkafirkaninya dan keluar dari Isam sepertium Yahudi Nasr dia beribadah kepada Allah diaers atau ak akau se kebanyak dariat ini yang diinya adaan yangeluarkanere Dar agama Isar atau seseorang jika taat kepada Allah dengan ketaatan yang ikhlas menginginkan dengan amal tersebut dengan ketaatan tersebut pahala dari Allah dan kehidupan akhirat akan tetapi Mere ini mengerjakan amalan yang mengeluarkan mereka dari Isam dan menahan diterimanya amal ibadah mereka maka ini juga makna dari ayat yang disebutkan tadi oleh Anas bin Malik radhiallah Anhu dan para ulama Salaf menjauhinya jadi para ikhwah dari tadi ya penulis menyebutkan tafsiran-tafsiran disebutkan para ulama Salaf tentang surat hud ayat 15 sampai 16 Siapa yang menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya kami akan berikan secara sempurna kepadanya amalan-amalan mereka di dalamnya dan mereka tidak pernah merugi mereka tidak pernah merugi merealah yang tidak memiki di akhirat ke ap neraka dan yang telah mereka perbuat di dalamnya dan batal apa yang telah mereka amalkan batal apa yang telah mereka amalkan para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala maksud dari ayat ini surat hud ayat 15 sebagaimana sudah kita pelajari ada empat macam maksud ya ada empat macam maksud yang pertama yaitu seorang yang EE niatnya untuk dunia maka Allah subhanahu wa taala akan berikan dunia kepadanya tapi di akhirat tidak mendapatkan apa-apa ini ini tafsiran pertama dari surat hud ayat 15 sampai 16 seorang yang beramal ingin dunia saja beramal ingin dunia saja amal saleh ingin dunia saja maka ee Allah kasih dunianya tapi di akhirat tidak ada pahala atas amal ibadahnya tersebut yang kedua adalah yang lebih besar dan lebih parah daripada tafsiran yang pertama itu beramal-amal Saleh tapi niatnya ingin riak di hadapan manusia murni ingin ri tidak mengingin pahala dari amal ibadahnya itu sama sekali di akhirat murni ingin riak di hadapan manusia nah ini tafsiran yang kedua tafsiran yang ketiga adalah beramal saleh dan dia menginginkan harta seperti berhaji untuk dapat harta berjihad untuk dapat dunia berhijrah untuk dapat istri dan seterusnya seperti juga seseorang ee mengerjakan amalan-amalan tut ilmu misalkan untuk dapat ijazah untuk dapat bisa dapat kerja atau seseorang yang belajar al-quran dan senantiasa ee mengerjakan salat karena memang pekerjaannya karena memang pekerjaannya di dunia seperti itu ya Nah itu tafsiran yang ketiga tafsiran yang keempat adalah seseorang mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan ikhlas tapi dia ya mengerjakan kekufuran ya yang menyebabkan amal yang ikhlas t tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala Nah itulah empat tafsiran dari Manun surat hud ayat 15 samp 16 ya Saya ulangi sekali lagi Barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia n dan perhiasannya kami akan berikan kepada dia secara sempurna di dalam dunia dan mereka tidak akan dikurangi merekalah orang-orang yang tidak memiliki sesuatu apapun di dunia di akhirat kecuali neraka dan mereka ee di neraka ya Di Neraka ya dan terhapus apa yang mereka lakukan dan batal apa yang tah mereka amalkan di situ ada empat tafsiran tafsiran yang pertama beramal amal saleh tapi dia niatnya untuk dunia niatnya untuk dunia ya maka orang seperti ini dikasih dunianya sesuai dengan niatnya akan tetapi di akhirat tidak ada pahalanya sama sekali Ki yang kedua tafsirannya adalah seseorang yang beramal saleh tetapi RI ingin mendapatkan penglihatan dari manusia penghargaan manusia itu adalah tafsiran yang kedua tafsiran yang ketiga adalah beramal saleh ingin mendapatkan harta ingin mendapatkan harta berjihad untuk dapat Harta Ya berjihadapat perempuan ya atau ber beramal ibadah untuk menuntut ilmu untuk ee mendapatkan pekerjaan dan seterusnya ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala bab para ikhw yang dirahmati oleh Allah yang ketiga adalah beramal untuk dunia ya beramal untuk dunia kemudian yang keempat adalah beramal untuk ketaatan kepada Allah ikhlas karena Allah tapi dia mengerjakan sesuatu yang merupakan kekufuran yang akhirnya amalannya ditolak dan dia dikeluarkan agama Islam karena kekufuran yang telah dia lakukan tersebut bukan karena amal ibadah yang ikhlas yang dilakukan tersebut Nah itu beberapa tafsiran ya kita lanjut Sebagian ulama Salaf mengatakan kalau seandainya Allah subhanahu wa taala kalau seandainya aku mengetahui bahwa Allah subhanahu wa taala menerima dariku satu amal saleh saja maka niscaya aku akan berangan-angan mati karena Allah subhanahu wa taala berfirman Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala menerima dari orang-orang yang bertakwa surah Almaidah ayat 27 Sur Almaidah ayat 27 kemudian eh Beliau berkata ahullah farahu lillahunuqa yang artinya kalau ada yang bertanya Kalau ada orang mengerjakan amal saleh seperti salat lima waktu menunaikan zakat berpuasa pada berhaji karena Allah subhanahu wa taala berharap pahala dari Allah subhanahu wa taala di akhirat ya selesai itu diamalkan lalu dia mengerjakan amalan lain yang sama tapi untuk niatan dunia seperti dia berhaji yang diwajibkan oleh Allah sudah selesai itu dia ikhlas benar-benar murni hanya inin dapat Rid Allah kemudian ingin dapat pahala dari Allah subhanahu wa taal di akhirat kemudian dia berhaji lagi selanjutnya yang kedua untuk dunia seperti misalkan badal haji ya untuk dunia sebagaimana yang terjadi maka pada saat itu dilihat mana yang lebih besar niatannya untuk ibadah atau untuk dunia yang dia sesuai dengan niatan itulah dia akan mendapatkan pahalanya sebagian mereka mengatakan bahwa al-qur’an kebanyakan menyebutkan tentang penghuni surga yang benar-benar ikhlas murni penghuni surga kemudian menyebutkan tentang penghuni neraka yang benar-benar EE kekal abadi dalam neraka dan al-qur’an tidak menyebutkan tentang dua orang yang punya dua tanduk ini yang semisal dengan ini dan EE yang semisal dengan yang disbutkan tadi yaitu beramal ee untuk dunia eh untuk Allah subhanahu wa taala pertama kemudian nanti amal yang keduanya untuk dunia Nah itu didiamkan oleh al-qur’an maka pada saat itu para ikhwah jadi mana yang lebih kuat niatnya dari dunia tersebut atau dari ikhlas hanya karena Allah subhanahu wa taala dan akhirnya dia mendapatkan pahala dari Allah subhanahu wa taala Naam itu dulu yang bisa disampaikan pada bab ini Jadi intinya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala di dalam penjelasan dalil yang pertama surat hud ayat 15 sampai 16 makna dalil adalah menjelaskan bahwa Allah subhanahu wa taala mengabarkan Siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya niscaya Allah akan berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka amalan mereka di dunia dengan sempurna tanpa dikurangi tetapi nanti di akhirat ia tidak mendapatkan apapun kecuali neraka dan ini sudah kita sebutkan ada berbagai macam makna yang disebutkan oleh para ulama rahimahullahu taala baik hubungan dalil ini hud ayat 15 sampai 16 dengan tauhid adalah bahwa ee beramal menginginkan dunia contoh perbuatan Syirik dan yang dimaksud dalam ayat ini surat hud ayat 15 sampai 16 adalah seluruh amalnya hanya menginginkan dunia maka berubah menjadi Syirik Akbar Karena itu adalah sifat orang-orang munafikqadi munafik dalam keyakinan wallahuam kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang eh ada waktu sekitar 15 menit dipersilakan untuk bersoal jawab wallahuamb Az Barakallah fikum jazakallahuiran Terima kasih atas bimbingan dan pelajaran yang telah disampaikan kepada kita di kesempatan pagi hari ini Selanjutnya kami akan bacakan langsung dari pesan singkat di kesempatan kali ini yang telah masuk Kami coba angkat dari hamba Allah di Palembang asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh hari ini Rabu terakhir bulan Safar di kampung tempat Adik saya ada sebuah tradisi yang menurut saya aneh Selain Kita harus mandi dengan dicampur dengan isim-isim tertentu Tidak tahu bacaan bacaannya apa malamnya ada kita membaca Yasin begitu sampai pada kalam mirabir rahim dibacanya 313 kali pertanyaan saya apa yang harus saya sampaikan karena setiap kali saya menasihati tidak pernah mereka dengan ja silakan bismillahhamdulillahulillahillahakum yang pertama adalah seorang muslim ketika melihat saudara Muslim lainnya melakukan amal ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam maka dia wajib untuk menasihatinya yang kedua menasihati harus di atas ilmu agama cara menasihati di atas ilmu agama adalah mengenalkan tentang dua kalimat syahadat mengenalkan tentang dua kalimat syahadat ya ee karena di dalam pengenalan yang baik dan benar tentang dua kalimat syahadat seseorang akan mengenal betul Bagaimana sebenarnya konsekuensi orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat Ashadu Alla ilahaillallah konsekuensinya dia beribadah ikhlas hanya kepada Allah Ashadu anna muhammadar rasulullah konsekuensinya dia beribadah hanya murni mencontoh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam wallahuam n ba Barakallah fikum Selanjutnya kami berikan kesempatan kembali untuk Anda yang ingin masuk bertanya kami persilakan via telepon 0218236543 Halo silakan Iya halo dengan siapa Di mana ini dengan Pako di silakan Pak pertanyaannya I baik Ustaz sebagai seorang muslim seharusnya Seperti apa menerapkan niat yang ketika kita beribadah yang pertama ikhlas kemudian melaksanakan perintah Allah kemudian mengharapkan surga Allah dan Pahala allah atau e gimana Ustaz Mohon bimbingannya I asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullah silakan Ust bismillah walhamdulillah wasatu wasalam rasulillah waa alihi waashihi W Amma ba ee seorang muslim diwajibkan beribadah kepada Allah dengan ikhlas hanya karena Allah subhanahu wa taala dan dengan mencontoh hanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan makna seorang muslim beribadah dengan ikhlas adalah menjadikan Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang dia niat kan dalam amal ibadahnya salat dia niatkan hanya untuk Allah puasa dia niatkan hanya untuk Allah dan seterusnya dari amal ibadah amal ibadah yang lain kemudian ikhlas juga meniatkan menginginkan pahala dari Allah subhanahu wa taala ikhlas juga menginginkan pahala dari Allah subhanahu wa taala ya ikhlas juga menginginkan pahala dari Allah subhanahu wa taala maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala seorang yang ikhlas dia tidak ingin kecuali pahala dari Allah Rida dari Allah subhanahu wa taala ahah yang ketiga Apabila ada orang yang beramal ibadah menginginkan surga menginginkan nikmat di dalam surga maka ini tidak mengurangi keikhlasannyau barakahikum Terima kasih atas nasihatnya Selanjutnya kami bacakan dari pesan singkat saudara saudari kita Putri yang bertanya apakah ja seorang ist memaaminya untuk Pah pilih ke lokasi yang ada di situ sekolah sunah dan banyak kajian sunah karena Seorang Istri merasa lokasi ditinggal sekarang ini banyak masyarakatnya yang mengerjakan amalan bidah dan sekolah tidak ada yang sunah Apakah hal tersebut termasuk dosa Seorang Istri memaksa suami seperti itu atau meminta ee seperti itu bismillah whamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wa ashabihi ini adalah lari kepada firman Allah subhanahu wa taala di dalam al-qur’an ya ayyuhalladina amanu anfusakum waahlikum Wahai orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang dimaksud dengan menjaga diri dan keluarga dari api neraka adalah mengajari diri dan keluarga adab-adab keislaman dan syariat-syariat keislaman dan yang dimaksud dengan menjaga diri dan keluarga dari api neraka adalah mengajari ketaatan-ketaatan kepada Allah agar dikerjakan dan mengajari larangan-larangan Allah agar dijauhi larangan-larangan Allah subhanahu wa taala agar dijauhi baik kemudian ahibati fillahakum Lalu setelah itu ya Ini juga berkaitan dengan hadis rasul Sallallahu Alaihi wasam wasam yang berbunyi mauludinitu ydumis yang artinya ee setiap Bari yang terlahir dilahirkan di atas Fitrah Fitrah di sininya di atas tauhid maka kedua orang tuanya lah yang menyebabkan ia untuk me eejadikan Yahudi atau Nasrani atau majusi maka dari hadis ini kita ambil pelajaran bahwa orang tua mempunyai amanah dari Allah subhanahu wa taala untuk menjaga anaknya selalu di atas Fitrah dan orang tua merupakan penanggung jawab atas anaknya ya dan yang ditanyai atas anaknya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaukum setiap dari kalian pemimpin dan setiap dari kalian penanggung jawab atas yang dipimpin ahli seorang lelaki bapak atau suami adalah pemimpin atas rumah tangganya atas rumah tangganya maka pada saat itu eh apabila kita kaitkan dengan hal yang berkaitan dengan sekolah anak Nah itulah ukurannya jika seseorang menyekolahkan anak di mana pun dia sekolah sunah sekolah tidak sunah Eh pesantren tidak Pesantren umum agama maka semua patokannya apa yang disebutkan tadi dari ayat-ayat dan hadis-hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wallahuam Nam Barakallah fikum wazakallahuiran Terima kasih atas Jawabannya dan selanjutnya kami akan bacakan kembalian singkat Asalamualaikum Ustaz berkaitan dengan masyarakat di sekitar kita banyak yang merasa dirinya kurang di dalam hal harta dan kesejahteraan sehingga pada akhirnya mereka mengerjakan amalan-amalan seperti salat malam yang didawam kan dengan harapan dapat mudah dalam rezekinya kemudian bersedekah atau infak dengan sesuatu yang berharap dilipatgandakan dan hal tersebut sering sekali kita lihat ada juga ustaz-ustaz di sebuah platform media sosial yang meng anjurkan tentang hal tersebut agar bersedekah agar Allah nanti meng ganti dengan yang lebih baik Bagaimana menyikapi hal tersebut Ustaz silakan bismillahhamdulillah wasam rasulillah waii ini sudah kita jawab dalam penjelasan yang kita jelaskan tadi saat eh kita membaca kitab Fathul Majid bahwa Apabila seseorang beramal ibadah kemudian dari amal ibadahnya tersebut dia meniatkan dunia saja maka maka Allah subhanahu wa taala akan kasih kepada dia dunianya ya tetapi di akhirat dia tidak mendapatkan apa-apa Nah itulah yang disebut dengan iratul Insan bial Dunya manusia menginginkan dari amalnya adalah mendapatkan dunia nah Bolehkah seperti itu maka jawabannya tidak boleh bahkan itu Syirik Akbar karena hanya dunia yang dia ininkan hanya dunia yang dia inginkan bab ada orang yang kedua yaitu seorang beramal ibadah menginginkan ee meniatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa taala dan ingin niat ingin juga dapat pahala dari Allah tapi juga ingin dapat dunia seperti tadi bersedekah dan dia niatannya bersedekah unuk agar dapat pahala dari Allah dan agar dapat ee limpahan rezeki lebih dari Allah subhanahu wa taala maka jawabannya pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah boleh boleh yang seperti ini diperbolehkan jika ada dalil ya jika ada dalilnya seperti masalah sedekah Allah subhanahu wa taala berfirman perumpamaan orang-orang yang bersedekah di jalan Allah subhanahu wa taala seperti diaanam sebuah biji kemudian menumbuhkan 7 bulir dan tu bulir tersebut dilipatkan oleh Allah subhanahu wa taala berat-at nah ini menunjukkan bahwa bersedekah mendatangkan ganjaran ganjaran pahala salah satu pahalanyaalah seseorang dilipatkan rezekinya oleh Allah subhanahu wa taala maka ini boleh karena ada dalilnya seperti juga bersedekah untuk agar orang yang sakit dari keluarga atau kita yang bersedekah ee disembuhkan oleh Allah subhanahu wa taala maka ini boleh ya karena daum asalkan ada niatan untuk Allah terlebih dahulu kemudian dibarengi dengan niatan untuk dunia tadi dan yang tercela dari hal ini adalah apabila niatan untuk dunianya lebih tinggi nah itu nanti dikhawatirkan dia e menyerempet dari menginginkan dunia dari amal ibadah tapi tidak semuanya baik kemudian yang ketiga adalah yang paling utama seseorang beramal ibadah ingin hanya Allah ingin hanya R Allah in hanya ganjaran pahala dari Allah subhanahu wa taala semata tiada se bagi ini yang paling Afdal dan paling utama wallahuam namb Ustaz Barakallah fikum W jaazakallahu Khairan Nampaknya kita cukupkan sampai di sini karena terbatasnya waktu kita di kesempatan pagi hari ini setelah ini ada program yang selanjutnya sebelum kami akhiri mohon Ustaz berikan iktitam fad Ustaz Bismillah whamdulillah was rulillah wa alihi Wai W Amma ba ahibbati fillahanillah wakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah Subhanahu taala senantiasa memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat ada dua jenis manusia yang salah satunya nya adalah penuh dengan berkah terkumpul dalam dirinya kebaikan ya yang pertama yaitu yang bersedekah maka dia adalah seorang yang memberikan harta dan tidak mengambil ee bagian atau kembalian dari harta yang dia sedekah sesungguhnya Dia memberikan kepada orang yang yang memerlukan orang lemah orang miskin berharap hanya ganjaran pahala dari Allah Subhanahu dan ini yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam surat alinsan ayat 9um ja kami memberikan makanan kepada kalian karena wajah Allah tidak menginginkan dari kalian ganjaran atau terima kasih Adapun seorang yang EE bersedekah ataupun apaan ee yang ee apa namanya memberikan harta Tetapi dia untuk memeras orang miskin untuk menyulitkan orang yang penuh dengan hajat yaitu orang yang memberi tapi ingin kembalian bahkan kembaliannya lebih nah ini yang disebut dengan pelaku riba di situ letak bedanya antara yang satu menolong karena ingin wajah Allah yang satu menolong karena ingin mengembali mengambil kembalian dari orang bahkan ingin kembaliannya lebih Allah berfirman terhadap orang ini Surah Albaqarah ayat 276 artinya allah menghancurkan harta RI dan membanyakkan sedekah dan biasanya harta yang diambil dari harta riba yaitu menghutangi orang lain memberikan orang lain ingin kembalian yang lebih maka ini akan bangkrut sebagaimana perkataan nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam riwayat Imam Ibnu Majah Ma ahadun akar miniba illaaqibatu Amri barang si tidak ada seorang pun yang memperbanyak dari riba kecuali akhir urusannya adalah bangkrut akhir urusannya adalah bangkrutah Semoga kita bersedekah karena memang kita tidak inginembali mengambil kembalian dari manusia tetapi ingin mendapatkan wajah Allah ganjaran murni hanya dari Allah hanya berniat karena Allah subhanahu wa taala bukan karena ingin mengambil dari orang yang malah semestinya di tolong orang lemah orang kesulitan harta orang yang sangat memerlukan hajat keperluannya sangat banyak maka yang dirahmati ole Allah subhanahu wa taala semoga seseorang mengambil poin yang pertama tadi wallahuam Nab muhammadhamdulillahbilamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhalam warahmatullahi wabarakatuh jazakallahu Khairan Barakallah fikum Terima kasih atas kesediaannya untuk meluangkan waktu menyampaikan pelajaran yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini semoga Allah berikan Taufik dan tambahan ilmu untuk kita semuanya Selanjutnya kami yang bertugas mohon pamit undur diri kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini kami akhiri subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *