Syariah Indonesia nomor rekening [Musik] 7561717006 atas nama yayasan cahaya sunah R TV cabang Cibubur kode bank 451 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0819896543 dana yang dibutuhkan sebesar R miliarahir kepada parain Semoga menjadi amal Sal dan amal jariah beriman dan iman tidak mungkin lurus tanpa ilmu dan beramal saleh Roja [Musik] TV rja tvan dan kajian Islam ba TV [Musik] Oh iya berisik nih matiin aja matiin aja berisik ya berisik mungkin ini Iya Mas ohoke iya innalhamdalillah nahmaduhu waasta’uhu waastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati Amalina ahdihillah Fala m wlil Fala hadialah wa asadu allaahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasul am ikhwan dan akhwat yang saya muliakan Mari kita melanjutkan kajian ilmiah kita insyaallahu taala mengenai Manhaj dan Akidah Islamiah yang sahihah yang terambil dari Alkitab dan Sunah dan dari pemahaman salaful Ummah khususnya para sahabat yang kemudian diikuti oleh tabiin dan seterusnya radhiallahu anhu jamiah kita akan memasuki akidah [Musik] ke1 halaman 500 35 dari kitab syarah akidah salf dan kita masih di dalam pembahasan mengenai keimanan kita secara khusus kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai nabi dan rasul terakhir yang Allah utus untuk seluruh umat manusia dan jin dimulai dari akidah ke-71 sampai akidah ke-15 sudah banyak yang kita [Musik] bahas mengenai keimanan secara khusus kepada nabi yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam dan yang berhubungan atau berkaitan dengan perjalanan kehidupan beliau bersama generasi terbaik dari umat ini yaitu para sahabat pada poin akidah ke-100 yaitu tidak mencaci maki sahabat-sahabat beliau yakni sahabat-sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam waradhiallahu anhum Jamian berdasarkan hadis sahih yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim an Abi saidin al-khudri radhiallahu Anhu qala Q nabiu Sallallahu Alaihi Wasallam la tasubbu [Musik] ashabiau Anna ahadakum anfaqla uhudinahaban Ma mudda ahadiim wifahu akhrajahul Bukhari wa muslim yang artinya dari Abu Said alkudri radiiallahu Anhu Dia berkata yakni menceritakan kepada kita Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah atau pernah bersabda janganlah kamu mencaci maki sahabat-sahabatku la tasubbu ashabi janganlah kamu mencaci maki [Musik] sahabat-sahabatku karena kalau sekiranya salah seorang dari kamu menginfakkan emas sebesar gunung uhud niscaya tidak akan mencapai derajat mereka meskipun satu mood saja dan tidak juga setengahnya setengahmu satu adalah sebanyak dua telapak tangan orang dewasa hadis yang mulia ini dengan tegas melarang mencaci maki para sahabat Mengapa karena dengan mencaci maki para sahabat berarti kita atau orang yang mencaci maki para sahabat I tahu atau tidak tahu sadar atau tidak sadar telah mencaci maki Allah dan rasulnya mencela Allah dan rasulnya Mengapa Karena Allah subhanahu wa taala memuji para sahabat di banyak ayat di poin akidah ke-100 ini saya bawakan beberapa ayat dan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam memuji para sahabat memuliakannya meninggikannya dan beliau mengatakan Khairun Nas sebaik-baik manusia maka mencaci maki para sahabat dengan sendirinya mencaci maki yang memuji dan memuliakan para sahabat Oleh karena itu mencaci maki para sahabat Siapa saja yang mencaci maki para sahabat maka keislamannya tertuduh islamkah ia atau bukan muslimkah I atau bukan karena hanya orang-orang munafikun yang suka mencaci maki para sahabat atau kaum zindik pernah kita membaca perkataan Al Imam Abu zurah arrazi di sini saya kutip sebagiannya apabila engkau melihat seseorang yang mencaci maki salah seorang dari sahabat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam salah seorang saja maka ketahuilah sesungguhnya orang itu zindiq zindq adalah munafik yni apabila engkau melihat seseorang mencaci maki salah seorang saja dari sahabat-sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka ketahuilah sesungguhnya orang itu zindiq wasah dibawakan lafaznya di kitab ini ini karena itu keislamannya tertuduk mencaci maki para sahabat karena tidak ada yang mencaci maki para sahabat kecuali orang-orang munafik dan orang-orang kafirin dan musyrikin dan terakhir adalah raofidah Syiah perhatikan beberapa ayat al-qur’an halaman 536 Allah Subhanahu Wa taa [Musik] apabila dikatakan kepada mereka mereka di sini adalah orang-orang Munaf berimanlah kamu sebagaimana manus telah ber manusia dalam ayat ini adalah para sahabat karena ketika turunnya ayat yang mulia ini tidak ada yang beriman kepada Allah dan rasulnya dan hari akhir kecuali para sahabat yang menyertai yang bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di ayat ini Allah subhanahu wa taala memerintahkan orang-orang munafikun tentunya segenap manusia untuk beriman sebagaimana keimanannya para sahabat ini dalil atau salah satu dalil wajibnya kita mengikuti cara beragama para sahabat keimanan mereka akidah mereka Manhaj mereka dan seterusnya mereka menjawab orang-orang munafik Apakah kita akan beriman kami akan beriman sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman orang-orang yang bodoh yang mereka maksudkan adalah para sahabat ini caci maki orang-orang munafik Siapa saja yang merendahkan para sahabat pada hari ini menghinakan mereka Maka orang-orang itu masuk ke dalam ayat yang mulia ini bersama-sama orang-orang munafikun benarlah apa yang dikatakan oleh Al Imam Abu zur’ah yang mewakili para imam yang lainnya bahwa apabila kita melihat salah seorang seseorang mencaci maki merendahkan para sahabat seorang saja sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka ketahuilah bahwa ia zindi benar orang-orang munafikun mengatakan bahwa para sahabat sufaha bodoh ini saya saya bawakan perkataan Al Hafiz Ibnu Katsir dalam menterjemahkan sufaha bentuk jamak dari safih yang artinya orang yang jahil pertama yang kedua akal nya lemah yang ketiga qil qilul makrifah sedikit sangat sedikit pengetahuannya tentang apa tentang almalih tentang maslahat-maslahat dan mudarat-mudarat itu arti sufaha berarti dalam sekali caci maki orang-orang munafik kepada para sahabat mereka mengatakan bahwa para sahabat itu bodoh lemah akalnya tidak tahu mana yang maslahat dan mana yang mudarat sebetulnya Allah subhanahu wa taala menegaskan ala innahum humusfahakam ketahuilah sesungguhnya merekalah orang-orang munafiklah orang-orang yang bodoh yang sufaha tetapi mereka disebabkan kejahilan mereka yang sangat dalam mereka tidak tahu bahwa mereka sufaha bahkan mereka menuduh orang lain sufaha ya di ayat yang mulia ini Allah subhanahu wa taala membela para sahabat membantah orang-orang munafikun itu di antara faedah ayat yang mulia ini halaman 537 dan 538 pertama Manusia diperintah agar beriman sebagaimana keimanannya para sahabat atau dengan kata lain yang lebih dan lebih luas lagi ialah mengikuti cara beragama para sahabat baik secara ilmu pemahaman dan amal maupun dakwah yang kedua hanya kaum munafik dan orang-orang yang mengikuti sifat dan amal orang-orang munafik sajalah yang menuduh para sahabat sebagai orang-orang yang bodoh yang ketiga pembelaan besar dari rabbul alamin kepada para sahabat bahwa para sahabat radhiallahu anhum bukanlah orang-orang yang bodoh sebagaimana tuduhan kaum munafik bahkan para sahabat adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya dengan keimanan dan ketakwaan yang benar mereka adalah orang-orang yang berilmu yang memang sangat mengetahui mana yang maslahat dan mana yang mudarat akan tetapi orang-orang munafiklah yang bodoh yang sama sekali mereka tidak mengetahui mana yang maslahat dan mana yang mudarat ada ee faedah yang keempat dan kelima ini golongan pertama yang sering melemparkan cacian dan Makian dan kehinaan kepada para sahabat dari zaman ke zaman sampai pada masa kita ini dari orang-orang zindik golongan yang kedua adalah orang-orang kafir dan musyrikin yang mereka sangat membenci dan sangat marah kepada para sahabat Allah subhanahu wa taala menjelaskan kemarahan mereka kepada para sahabat Muhammadur Rasulullah walladina maahu asidd Alal kuffari ruham bainahum [Musik] umud in asahid yang menjadi dalil di siniimul Kuar yakni keberadaan para sahabat itu tumbuhnya mereka dengan sangat kuat dan kokohnya membuat marah orang-orang kufar Al Imam Malik yakni alhafiz Ibnu Katsir lihat halaman 540 alfiz Ibnu [Musik] katir tafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan dari ayat ini ya Al Imam Malik dalam satu dalam salah satu riwayat darinya telah mengeluarkan hukum akan kafirnya rawafid rafidah atau Syiah yaitu orang-orang yang marah kepada para sahabat orang-orang yang murka kepada para sahabat beliau yakni Al Imam Malik mengatakan halaman 541 karena sesungguhnya mereka raofidah telah marah dan membenci para sahabat beliau mengatakan waman shahabata fahua Kafirun lihadiil ayah dan barang siapa yang marah atau membenci atau murka kepada para sahabat maka dia kafir berdasarkan ayat ini karena ayat ini jelas sekali liagihimul kuffar orang-orang kuffar itu marah murka kepada para sahabat berdasarkan ayat ini Al Imam Darul Hijrah imamnya Darul Hijrah Madinah yaitu Al Imam Malik beristinbat mengeluarkan hukum bahwa rawafid rawafid itu bentuk jamak dari rofidah yang marah dan sangat marahnya kepada para sahabat sehingga mereka mengkafirkan para sahabat maka masuk ke dalam ayat yang mulia mengikuti sifat dan amal orang-orang kafirin yang sangat marah dan sangat murka kepada para sahabat beliau mengatakan wamanahabata fahua Kafirun liadiil Ayah ini beliau berbicara secara umum tidak menentukan orang perorangnya siapa yang mengikuti Perjalanan orang-orang kufar yang sangat memusuhi dan marah besar kepada para sahabat maka ia kafir berdasarkan ayat itu oleh karena itu golongan ketiga adalah raofidah Nanti akan saya bahas ee panjang tapi ada sebagi yang perlu dijelaskan karena mencaci maki para sahabat ada dua keadaan keadaan pertama hanya mencaci maki dan tidak mengkafirkan ba dari tadi keislamannya tertuduh dan ia tertuduh zindik karena hanya orang-orang munafikunlah yang merendahkan para sahabat keadaan yang kedua mengkafirkan seluruh para sahabat seperti perbuatan raofidah Syiah kecuali hanya beberapa orang sahabat yang tidak dikafirkan yang selamat dari lisan dan tulis mereka selebihnya mereka mengkafirkan atau mengatakan bahwa para sahabat semuanya Kecuali sedikit hanya beberapa orang fasik semua para sahabat fasik keluar dari jalan ketaatanah ini hukumnya berdasarkan ijma ulama berdasarkan Nas Alkitab dan sunah dan ijma ulama kafir silakan buka halaman 839 saya membawakan perkataan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah halaman 839 Barang siapa yang menuduh sesungguhnya mereka para sahabat telah murtad sesudah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam wafat kecuali beberapa orang sedikit sekali tidak lebih dari belasan orang atau menuduh sesungguhnya mereka semua telah fasik keluar dari Jalan ketaatan maka hal ini Tidak diragukan lagi tentang kufurnya orang tersebut Jadi siapa yang mengkafirkan seluruh para sahabat kecuali hanya beberapa orang atau mengatakan bahwa seluruh para sahabat fasik maka orang tersebut kafir keluar dari Islam setelah ditegakkan hujah kepadanya kemudian syikhul Islam di sini memberikan beberapa hujah atau alasan tentang kufurnya orang yang mengatakan bahwa para sahabat telah murtad atau kafir atau fasik semuanya kecuali hanya beberapa orang saja sesudah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wafat hujah yang pertama syekhul Islam mengatakan karena dia telah mendustakan al-qur’an yang telah menetapkan bukan hanya di satu tempat bukan hanya di satu ayat tentang keredaan dan Sanjungan Allah kepada para sahabat dengan sendirinya dia mendustakan itu yang kedua perkataan tersebut menunjukkan bahwa pembawa al-qur’an dan Sunah yaitu para sahabat adalah orang-orang kufar dan fasik karena yang membawa al-quran menyampaikan al-qur’an kepada manusia siapa para sahabat kalau para sahabat telah tertuduh fasik apalagi kafir murtad maka dengan sendirinya pembawa al-qur’an dan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang-orang kuffar dan fasik tujuan mereka apa Untuk membatalkan Alkitab al-qur’an dan Sunah karena al-qur’an dan Sunah dibawa Dan disampaikan oleh orang-orang kuffar yaitu para sahabat ini hujah yang kedua hujah yang ketiga menurut sikhul islamimiah bahwa firman Allah yang telah menegaskan kamual sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia sedangkan yang terbaik dari umat ini adalah generasi yang pert yaitu para sahanyaah orang kufar dan fasik maksudnya bahwa umat ini yakni umat Islam adalah sejelek-jelek umat seburuk-buruk umat sedangkan generasi yang pertama dari umat ini adalah yang paling jelek paling buruk di antara mereka berarti mereka mendustakan ayat kuntum yang pertama masuk ke dalam ayat yang Mul yaitu siapa para sahabat ridwanullah alaihim Jamian nanti ini Apabila sampai pada tempatnya kita akan eh membahasnya ya dari perkataan kaum Ridah dari kitab mka dari ulama mereka dari kitab mereka bahwa mereka telah mengkafirkan para sahabat Oleh karena itu jauh-jauhari ahlusunah telah menetapkan kaidah-kaidah mereka akidah mereka Manhaj dan akidah mereka berasarkan Sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam akidah ke-100 ini la tasubbu ashabi jangan kamu mencaci maki para sahabat karena para sahabat telah dipuji disanjung dimuliakan Allah di dalam al-qur’an dan dimuliakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalambda saabda beliau yang sahih perhatikan ayat Muhammadur Rasulullah dari walladina maahu sampai akhir ayat adalah pujian Sanjungan kepada para sahabat demikian juga ayat yang sebelumnya pembelaan Allah subhanahu wa taala kepada para sahabat atas tuduhan orang-orang munafikun bahwa para sahabat sufaha para sahabat bukan tapi yangaha adalah orang-orang m kemudian ayat yang lain halaman 541 sabilil mminin adalah para sahabat diperintah untuk mengikuti jalannya orang-orang mukminin ayat yang ketiga wasabiqual aaluna Minal muhajirina wal anar para sahabat yang mendapat keridaan Allah bahkan orang-orang yang mengikuti para sahabat pertama Manusia yang mengikuti para sahabat adalah tabiin dipuji di ayat yang mulia ini karena mengikuti para sahabat wuman radiallahuhum kemudian ayat yang ke [Musik] berapa kelima halaman 543 [Musik] [Musik] Sesungguhnya Allah telah terhadap orang-orang Mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu yakni [Musik] maiat diat apa ketika membaiat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di bawah sebuah pohon dalam perjanjian hudaibiyah untuk setia Sehidup dan semati bersama beliau membela beliau maka apa kata Allah faalima Ma filubihim Allah tahu apa-apa yang ada di hati-hati mereka yaitu kebaikanitu keimanan ak maka Allah menurunkan Sakinah kepada mereka ketenangan ketentraman kekuatan kebesaran dan Allah memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang sudah dekat waktunya yaitu perjanjian haibiah yangakan kemenangan besar bagi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya dan tidak Berapa lama 2 tahun berselang beliau menguasai Makkah kita tahu cerita tentang kisah Fathu Fathu Makkah kemudian ayat selanjutnya ini para sahabat pertama yang masuk ke dalam ayat yang mulia ini adalah para sahabat maka dari pembahasan kita dapat saya simpulkan pertama dilarang keras mencaci maki para sahabat merendahkan dan menghinakan mereka berdasarkan larangan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam la tasubbu ashabi pencaci Makian kepada para sahabat dengan sendirinya mencaci maki yang memuji para dan menyanjung para sahabat melawannya Siapa yang memuji dan menyanjung dan membesarkan serta memuliakan para sahabat Allah dan rasulnya perhatikan beberapa ayat tadi belum lagi ayat-ayat yang lain dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dibanyak hadis beliau memuji dan memuliakan serta meninggikan para sahabat t seseorang mencaci maki para sahabat berarti melawan Allah dan rasulnya yang telah memuji dan membesarkan para sahabat di banyak ayat dan di banyak Sabda rasulullahi Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam dan itu adalah sifat orang-orang munafikun Oleh karena itu Al Imam Abu zur amatan ini zindik zindik adalah munafik dan al-qur’an memberitahukan kepada kita sifat dan amal orang-orang munafikun yaitu selalu merendahkan dan meremehkan mengecilkan menghinakan para sahabat menganggap para sahabat itu bodoh jahil dengan lafaz sufaha itu ya yang pertama yang kedua hukum dari mencaci maki para sahabat ada dua keadaan pertama hanya mencaci maki dan tidak mengkafirkan hukumnya terlarang dan keislamannya tertuduh mengapa keislamannya tertuduh karena ia mengikuti sifat dan amal orang-orang munafikun karena ia melawan Allah dan rasulnya mengapa ia mencaci maki para sahabat padahal Allah dan rasulnya telah memujinya walaupun satu orang keadaan yang kedua lebih besar lagi pengkafiran atau mengkafirkan para sahabat kecuali hanya beberapa orang Ah ini hukumnya kufur berdasarkan nas-nas al-qur’an tadi karena ia telah mendustakan secara terang-terangan mendustakan al-qur’an dan tujuan nya Untuk membatalkan al-qur’an karena yang membawa al-qur’an dan Sunah kepada manusia menyampaikannya bertablig adalah para sahabat atas perintah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam bighu Anni Walau Ayah sampaikan dariku meskipun satu ayat itu untuk para sahabat pertama Karena para sahabat orang-orang yang berilmu dan orang-orang yang berilmu yang lainnya mengikutinya bukan orang-orang bodoh yang menyampaikannya tidak mungkin Nabi Sallallahu alaih wasallam memerintahkan kepada para sahabat untuk menyampaikan risalah beliau kalau para sahabat orang-orang yang tidak mengerti orang-orang yang bukan berilmu bukan orang-orang yang berilmu menunjukkan hadis itu untuk orang orang yang berilmu kepada siapa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pertama bersabda tentu kepada para sahabat bighu Anni Walau Ayah hadis riwayat Bukhari lagi hadis riwayat Bukhari dan Muslim liyubahidu minkumulb hendaklah orang yang hadir di antara kamu menyampaikan kepada yang tidak hadir Tablig juga para sahabat berarti pembawa al-qur’an dan pembawa sunah adalah para sahabat kalau para sahabat telah dicaci maki direndahkan berarti merendahkan orang yang memerintahkan para sahabat untuk menyampaikan dakwah yaitu Rasulullah Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam apalagi sampai mengkafirkannya sana Abdullah ngadepin keantung lagi ngadep ali bahkan tadi syaikhul Islam mengatakan tidak ragu lagi orang yang mengkafirkan para sahabat tentunya setelah ditegakkan hujah diberitahukan dan mengetahui ayat-ayat dan hadis-hadis yang disampaikan oleh ahli ilmu tidak ragu lagi tentang kafirnya dan para ulama rafidah para pembesar mereka tokoh mereka di kitab-kitab mereka mengkafirkan para sahabat yang dahulu dan yang sekarang Coba buka halaman 800 842 ada beberapa catatan saya sedikit saya bawakan di sini ada 11 ya yang pertama mereka mengatakan bahwa para sahabat telah murtad sesudah wafatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kecuali tiga orang yaitu Miqdad bin Aswad Abu Dzar dan Salman al-farisi ini dari kitab besar mereka bukharinya mereka al-quulaini atau Al alquulaini raudun Minal kafi dari kitab mereka dan bukharinya mereka kitabnya disamakan dengan sahih bkari kita ini ada tulis bahwa para sahabat telah murtad di dalam Kitab mereka di dalam Bukhari mereka sesudah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wafat Yang Kedua mereka mengatakan bahwa para sahabat adalah orang-orang kuffar sesat dan terlaknat karena memerangi Ali dan mereka kekal di neraka ini pun di kitab mereka awailul maqalat oleh pembesar ulama mereka Mufid kemudian salah seorang rafidi dari mereka namanya nikmatullah aljazairi di kitabnya anwarun nu’maniyah juz sekian halaman sekian mengatakan imamiah yakni Syiah imamiyah mengatakan dengan Nas yang terang atas imamahnya Ali dan mereka telah mengkafirkan para sahabat ini jelas kemudian rafidi yang lain yaitu Muhammad Bakir almajlisi mengatakan akidah kita tentang berlepas diri Albar ialah bahwa sesungguhnya kita berlepas diri dari empat orang berhala yaitu Abu Bakar umarman dan muah dan dari perempuan yaitu Aisyah Hafsah Hindun Ummul Hakam dan dari semua pendukung dan pengikut-pengikut mereka termasuk kita karena kita pendukung dan pengikut para sahabat dan sesungguhnya mereka adalah sejelek-jelek makhluk Allah di muka bumi dan sesungguhnya tidak sempurna iman kepada Allah dan rasulnya dan iman kepada para imam yakni para imam mereka kecuali sesudah berlepas diri dari musuh-musuh mereka yaitu para sahabat hal yakin kitabnya namanya dalam bahasa Persia yang kelima mereka mengatakan bahwa Abu Bakar Umar dan Utsman diazab disiksa di neraka dengan sekeras-keras azab yang keenam mereka mengatakan bahwa Abu Bakar dan Umar pertama orang yang masuk neraka bersama iblis yang ketujuh Bahkan mereka mengatakan bahwa Umar diazab di neraka lebih keras dari iblis ini di kitabnya alanwarun nu’maniyah oleh aljazari tadi orang majusi ini ya Ee di juz sekian halaman ee sekian ya dan seterusnya ee ada beberapa lagi Antum bisa membacanya menunjukkan dengan terang dan nyata bahwa rafidah mengkafirkan para sahabat Oleh karena itu Al Imam Darul Hijrah Al Imam Malik menegaskan bahwa berdasarkan ayat ini liagihimul kuffar bahwa rawafid bentuk jamak dari rafidah kafir karena mereka mengkafirkan para sahabat secara umum kita tidak nunjuk orang perorangnya secara umum Barang siapa siapa saja yang mengkafirkan para sahabat secara keseluruhan maka dia masuk ke dalam ayat demikian eh akidah ke 101 Kita istirahat sebentar beberapa menit nanti kita melanjutkan kembali alhamdulillahbilamin Amir mukmininallah [Musik] Alan nabiil Karim wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumiddin wab ikhwan dan akhwat yang saya hormati para sahabat adalah orang-orang mulia yang dimuliakan dan disanjung serta dibesarkan oleh rabbul alamin dan rasulnya di banyak ayat dan hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kita melihat dari satu sisi maka martabat mereka sama tidak ada perbedaan antara Abu Bakar dan yang selainnya sama-sama sahabat sama-sama orang yang beriman kepada nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam dan wafat dalam keadaan iman dan mereka adalah orang-orang yang bertemu dan berjumpa dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi apabila kita melihat dari sisi yang lain maka para sahabat itu bermartabat bertingkat bertabaqat tidak sama keutamaan dan kemuliaan mereka Abu Bakar As Siddiq tentu lebih mulia lebih besar lebih tinggi dari sahabat lainnya yang sesudahnya disebabkan beliau orang yang pertama masuk Islam dari kaum laki-laki orang dewasa dan beliau sepanjang Hayat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam selalu mendampingi Rasulullah sering kita dengar Rasulullah sallahui wasam bersabda saya masuk bersama Abu Bakar dan Umar Saya keluar sama Abu Bakar dan Umar terkenal dengan nama syaikhan dua orang syikh yaitu Abu Bakar dan Umar nah mereka bertingkat bertabqat Sebagian ulama menghitung sampai ada 12 tingkatan para sahabat itu demikian tetapi dari satu sisi semuanya mereka sama sahabat dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda secara umum laubu ashabi jangan kamu mencaci maki sahabatah ini pembahasan kita e singkat mengenai akidah ke-100 kemudian akidah ke11 menolong atau membela beliau Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi waa alihi wasallam berdasarkan ayat allinaabiasul nabial Ummi alladziaj yajidunahu maktubanahum in [Musik] orang-orang yang mengikuti Rasul nabi yang Umi Umi adalah tidak bisa baca dan tulis yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yakni nama Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tertulis Muhammad Ahmad tertulis dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka Ahlul kitab mereka tahu bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tertulis namanya dan sifat-sifatnya di antaranya yang memerintahkan mereka mengerjakan yang Makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar ini sifat nabi yang Umi ini Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belengu-belengu yang ada pada mereka yakni syariat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mudah ringan dihilangkanlah segala kesusahan keberatan tidak ada kesempitan tidak yang berat diringankan yang sempit diluaskan nabi S wasam mengatakan inadina yusrun sesungguhnya agama ini mudah dan beliau memerintahkan untuk memudahkan yassiru wala tuassiru mudahkan jangan mempersukar mempersulit kemudian Allah subhanahu wa taala berfirman maka orang-orang yang beriman kepadanya dan memuliakannya dan menolongnya itu Firman Allah [Musik] orang-orang yang beriman kepadanya kepada nabiu dan memuliakannyau serta menolong dan [Musik] membelanyaah dan mengikuti cahaya yang terang berenderang Alquran yang diturunkan kepadanya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung di dunia dan di akhirat yakni ulaika humul muflihun asyahid yang menjadi dalil bagi akidah ke-101 ini adalah waazzaruhu waasoruhu memuliakan dan membela serta menolong nabi Muhammad sallallahu alaihiam waa alihi wasallam kemudian poin akidah ke-102 meyakini bahwa beliau Sallallahu Alaihi Wasallam rasul yang diutus untuk semua atau seluruh manusia dan jin berdasarkan beberapa ayat ayat pertama Qul Ya ayyuhanas ya auhah Katakanlah hai Muhammad hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu semuanya ayat yang kedu dan kami tidak mengutusmu melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagaiawa ber bagi orang-orang yang beriman dan sebagai pemberi peringatan bagi mereka yang ingkar dan durhaka dan kafir serta musyrik dan munafik tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ayat yang ketiga ini ayat pertama dan kedua untuk manusia seluruh manusia karena tidak ada nabi lagi apalagi Rasul setelah diutusnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nanti akan ada ee pembahasannya mengenai bahwa beliau adalah penutup dari sekalian para Nabi dan Rasul ayat selanjutnya atau beberapa ayat selanjutnya mengenai Jin beliau diutus juga kepada Jin seluruh bangsa jin firman Allah Wana ilika nafar Minal Jin Minal jinni yastamiunal qurana falamma hadoruhu qolu ansitu falamma quya W Ila qumihim munzirin dan ingatlah Hai Muhammad ketika kami hadapkan serombongan Jin kepadamu yang mendengarkan bacaan al-qur’an yakni Allah perintahkan Jin untuk mendengarkan bacaan al-qur’an yang dibacakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka tatkala mereka menghadiri bacaan al-qur’an itu falamma haduhu qolu mereka berkata sesama merekaitu Diamlah kalian dengarkan bacaan al-quran nah ini akhlak dan adab Jin sebagian mereka tentunya yang mukmin yang ketika mendengarkan bacaan al-quran kemudian falammaim Mirin ketika pembacaan al-qur’an itu telah selesai Mereka pun kembali kepada kaum mereka untuk memberi peringatan yakni mereka beriman ayat selanjutnya qu yaana Inna kitaban unzil badi Musa musdiq limaiahalqi wa mustqim mereka berkata kepada kaum mereka Hai kaum kami ya kaum Sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab al-quran yang telah diturunkan sesudah Musa sesudah Taurat yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya Kitab Taurat Zabur dan [Musik] Injil lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus Ini sifat Alquran juki kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurusakwah sebagian Jin kepada Jin yang lain lagi yaana ajibuallah hai kaum kami ijabahkanlah Dai Allah yaitu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam wainu bihi berimanlah kepada kepadanya firakum minunubikum wjirum minabin Alim niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan menyelamatkan kamu dari siksa api neraka yang sangat pedih menunjukkan bahwa Jin terkena perintah dan larangan Wul jinna dan jin berdosa dan berpahala mendapat nikmat balasan dari pahala dan azab siksa yang pedih kalau ia kalau mereka berdosa kemudian e mereka pun mengatakan yakni sebagian mereka berdakwah kepada kaumnya [Musik] [Musik] Barang siapa yang tidak menerima yakni dakwah orang yang menyeru kepada Allah orang di sini adalah nabi muhammadallallahuaih was maka dia tidak akan dapat melepaskan dirinya dari azab Allah diukai ini dan tidak berada di dalam kesesatan yang nyata dan ini mengikuti orang yang sesat Jin yang sesat ini yang kafir dan susu mengikuti Bapak mereka yaitu iblis iblis adalah bapaknya Jin Allah subhanahu wa taala berfirman dalam surah alkahfi Wana Minal jinni fafasaq amribihi dan ia iblis adalah dari bangsa jin yni abaknya bapaknya jin itu iblis ada yang mengikuti iblis maka jin-jin kafir itu dan mereka beragam dalam kekufurannya ada yang masuk dalam Ahlul kitab ada yang menjadi kaum musyrikin ada yang mengikuti agama ini agama itu mungkin ada yang ateis dan lain sebagainya beragam sebagaimana diberitahukan sendiri oleh jin sebagaimana firman Allah dalam Surah Jin bahwa kami beragam ada yang Saleh ada yang tidak Saleh ada yang Mukmin ada yang kafir ada yang ahli bidah ada yang ahlus sunah dan begitu seterusnya beragam sama dengan ee manusia kemudian hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim wakana nabiyu W nabiu yubatui Khan Wi amatan dahulu para nabi diutus khusus kepada kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia Nabi Musa diutus khusus kepada Bani Israil Nabi Isa diutus kepada siapa kepada Bani Israil demikian juga dengan nabi-nabi lainnya alaihatu wasalam diutus khusus kepada kaumnya [Musik] ini dahulu para nabi kata nabiui was diutus hanya khusus kepada kaumnya khusus P kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia berdasarkan firman Allah tadi ya e ya Nabi Isa itu diutus kepada Bani Israil bukan kepada bangsa Indonesia bukan itu kepada Bani Israil bukan kepada bangsa yang lain tapi Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diutus untuk seluruh umat manusia ya begitu Mengapa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam diutus untuk seluruh umat manusia terdapat hikmah yang dalam sekali pertama tadi Allah subhanahu wa taala telah mengakhiri dan menyudahi kenabian dan kerasulan dengan diutusnya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam itu pertama yang kedua Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam membawa syariat yang lengkap dan sempurna yang dibutuhkan dan dihajati oleh manusia sehingga manusia tidak membutuhkan lagi peraturan-peraturan yang lain tinggal mengikuti syariat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang ketiga Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam membawa mukjizat terbesar dari seluruh mukjizat para Nabi dan rasul yaitu mukjizat al-qur’an mukjizat yang dapat disaksikan oleh orang yang hidup pada masanya dan orang yang sesudahnya dan sesudahnya dan sesudahnya sampai pada hari ini pada masa kita dan selanjutnya sampai al-qur’an diangkat mukjizat al-qur’an berbeda dengan mukjizat Yang lainnya dari para nabi dan rasul alaihimusatu wasalam mukjizat al-qur’an mukjizat ilmiah dan Amaliah yang terus-menerus menampakkan kemukjizatannya keagungannya kebesarannya Oleh karena itu apabila manusia tegak berdiri dengan ikhlas untuk mencari kebenaran dan melihat kepada siapa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ini maka dengan izin Allah ia akan mendapat Hidayah dan jalan yang lapang dan terang yang menuntunnya kepada Hidayah Taufik yakni hidayah yang Allah masukkan ke dalam hati seseorang untuk beriman Kemudian pada akidah [Musik] ke13 ijabahkan seruan dan panggilan beliau Untuk apa Agar kita hidup perhatikan firman Allah ya ayyuhalladzina amanu istajibu lillahi walirasuli daakum lima yuhyikum Hai orang-orang yang beriman ijabahkanlah penuhilah ulkanlah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru memanggil kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu atau terjemahannya Akum apabila Rasul memanggil kamu Li yuhyikum untuk menghidupkan kamu berarti hakikat orang yang hidup adalah yang mengijabahkan panggilan Rasul apa saja yang Rasul panggil kita untuk mengerjakan sesuatu lalu kita mengikutinya berarti itu kita menghidupkan diri kita sini ada semac macam bait syair panggilan Rasul kepada Islam akan menghidupkan mereka sesudah kematian mereka di dalam kekufuran panggilan rasul kepada al-haq kebenaran akan menghidupkan mereka sesudah kematian mereka di dalam kesesatan panggilan Rasul kepada al-qur’an yang di dalamnya terdapat keselamatan dan kehidupan panggilan rasul kepada jihad yang dengan sebabnya Allah akan memuliakan kamu sesudah kehinaan dan menguatkan kamu sesudah kelemahan dan mengalahkan musuhmu sesudah mereka menangil semua panggilan Rasul kepadamu demi kemaslahatan pada dunia dan akhiratmu itulah kehidupan yang Hakiki ini perhatikan ada du buah hadis Bagaimana rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam memanggil para sahabat atau sebagian sahabat ketika ia sedang salat kejadian pertama Ubay bin ka’ab ini hadis pertama halaman 551 ketika Ubay sedang salat rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam memanggil ya Ubay ffata ubayun walam yujibhu Ubay menolek dan tidak menjawabnya harusnya menjawab labbaika Ya Rasulullah kemudian Ubay salat dan meringankan salatnya selesai salat Ubay menghadap kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Seraya mengucapkan salam asalamualaika ya rasulullahq rasulullahu alam waaikalamak ya ay ya ibani UK wahai Ubay apa yang menghalangimu untuk menjawab panggilanku ketika Aku memanggilmu maka UB berkata Ya Rasulullah in Sesungguhnya aku sedang berada di dalam salat beliau bersabda [Musik] [Musik] yang Allah wahyukan kepadaku Rasulullah berdalil dengan ayat ini iabahkanlah bagi Allah danagias apabila Rasul memanggil kamu bentuknya secara umum baik di dalam salat apagi di luar salat untuk menghidupkan kamuk Insyaallah saya tidak akan mengulang lagi Insyaallah lihat paham Ubai demikian sampai ketika sahabat sedang salat dipanggil oleh Rasul berdasarkan ayat ini Wa daakum apabila Rasul menyeru memanggil kamu ijabahkan ya Ubay Ubay tidak mengijabahkan ditegur oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ubay beralasan Saya sedang salat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawakan ayat yang bersifat umum untuk menyaauuti ketika beliau panggilah Ya paham Ubai tidak berkelit lagi seperti akal pikiran kita ketika datang sabda Nabi ketikaatakan Wah berkelit kitanya Ubai paham Langsung Taslim bala dan saya berjanji tidak akan mengulang lagi Insyaallah titik sudah samna wa lihat para sahabat kalau kita mungkin bisa bantah kan kita lagi salat kan diperintah oleh Allah mana Wah terus berjidal ah ini berbahaya Manhaj para sahabat lihat ketika diberi Alasan saya sedang salat lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membawakan ayat tadi diam Taslim ah itulah orang-orang Mulia kalau kita mungkin ini kita lagi salat Ya gimana ini kan panggilan Allah ini panggilan Rasul Wah akhirnya terjadi dibenturkanlah antara Allah dan Rasul Ah ini berbahaya pemikiran demikian lihat sahabat perhatikan ikhwan akhwat sahabat lihat Taslim Cep diam bahkan berjanji saya tidak akan ulang kejadian pertama kejadian kedua ya ini e kemudian Ubay diajarkan oleh Rasulullah keutamaan surah al-fatihah yang demikian besar Antum bisa baca kejadian kedua terhadap Abu Said bin almualla bukan Abu Said alkudri Abu Said ada dua Abu Said bin almualla dan Abu Said al-khudri ini Abu Said bin almualla mualla dengan Ain Abu Said bin almualla Saya pernah salat di masjid salat sunatasah wasu rasah was memanggilku aku tidak menyautin sehingga aku selesaikan salatku kemudian aku datang kepadaiau danuers yang menghalangimu untuk datang segera kepadaku Ya batalkan salatmu datang kepadaku kupanggil Fau Ya Rasulullah inni kuntu Usi wahai Rasulullah Sesungguhnya aku sedang salat FAQ alamahu beliau pun membawakan ayat tadi lagi istah [Musik] demikian para sahabat diuji kemudian Beliau berkata kepadu Abu Dania aku kep besar-besar surat di dalam al-qur’an sebelum kau keluar dari masjid Suma ak biadi kata Abu Said bin mualla Kemudian beliau memegang tanganku maka tatkala beliau hendak keluar aku katakan bukankah Engkau mengatakan tadi aku akan ajarkan kepadamu sebuah Surat yang ia merupakan sebesar-besar surat dalam al-qur’an qala beliau bersabda Alhamdulillahi rabbil alamin yakni surah al-fatihah Hiya sabul matsali tujuh ayat yang diulang-ulang di dalam salat Wal Quranul Adim alladzi utitu dan Quran yang besar yang diturunkan kepadaku yang diberikan yang diberikan kepadaku ah demikian Ikhwan kemudian poin akidah ke-104 mengucapkan selawat dan salam kepada beliau ada perintah Allah dalam al-quran Innallaha wa malaikatahu yusuna al nabi ya ayyuhalladina amanu Shu alaihiaslimu wasallimu taslima Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya berselawat kepada nabi apa selawat Allah kepada Nabi yaitu Puji Allah kepada Nabi di hadapan Siapa pertama di hadapan makhluk yang dekat dengannya para malaikat dan di hadapan seluruh manusia makhluk Allah memuji Muji dan menyanjung nabi setinggi-tingginya di dalam al-qur’an kemudian apa selawat malaikat kepada nabi selawat malaikat kepada nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah memohon kepada Allah agar Allah berikan tambahan kebaikan dari kebaikan yang telah ada pada nabi sallallahu alaihi wasallam demikian juga selawat dan salamnya orang-orang yang beriman kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memohon kepada Allah tambahan kebaikan dan kebaikan dan kebaikan untuk Nabi enggak ada diperintah untuk mengirim bacaan al-qur’an surah Alfatihah Ila hadratin nabi Alfatihah dan seterusnya tidak ada sama sekali tidak a karena bacaan al-qur’an bukan untuk orang yang mati tapi untuk orang yang hidup agar hidup hatinya Lium bahkan Surah Yasin yang sering dibacakan untuk orang yang telah mati di hadapan jenazahnya atau dikirim pahalanya atau di kuburnya di dalam surat itu ada ayat liunir mananayan liyunziro Man Kana Hayan agar al-qur’an itu menjadi peringatan bagi orang yang hidup si pembaca tidak tahu ayat itu artinya apa dia membaca di hadapan jenazah dia membaca untuk dikirim bacaan kepada orang yang mati dia membaca di kuburan Padahal di di dalam ayat itu terdapat liyuniro Man Kana hayyan ayat ke berapa ada agar al-qur’an menjadi peringatan bagi orang yang hidup bukan bagi orang yang mati tidak dikenal di dalam Islam tidak dikenal oleh Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam tidak dikenal oleh para sahabat radhiallahu anhum membacakan al-qur’an kepada orang yang telah mati karena al-qur’an Hidayah Huda Lil Muttaqin hudalinnas hudail Muttaqin untuk yakni bacaan untuk orang yang hidup kemudian akidah ke-105 kita meyakini bahwa tidak keluar dari beliau melainkan kebenaran di atas kebenaran Sebagaimana telah ditegaskan Allah dan beliau pun telah menjelaskannya nanti akidah ke-111 ada ayat wantiil Hawa inhua illa Wahyu Yuha dan dia Muhammad tidak berkata-kata dengan hawa nafsunya tidaklah ia melainkan Wahyu yang diwahyukan kepadanya ya Iya ayat eh poin akidah ke 106 kita meyakini bahwa beliau adalah Maksum yni berdasarkan firman Allah Wil Hawa inua illa Wahyu wahyuuha barangkali ini ikhwan yang ee bisa kita bahas sampai akidah ke-106 barangkali Insyaallah taala di lain waktu kita akan sambung ke akidah 107 dan seterusnya walhamdulillahi rabbil alamin dan setelah sejenak istirahat nanti kita akan ber soal jawab an [Musik] amirwiar radhiallahu rasillah Sallallahu alaihiallam [Musik] Yaum rajul shadidab shadidad la ya alaihifar yuadta Jal nabi sallah Alib wqal ya Muhammad akbirni Islam faqala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam alislam la ilahe illallah enne Muhammed rasulullahim salti zekas ramadanit iniilajna Q faahbirniiman Q enine Billahi ve malelaiketihi ve kbihi ve rusulih walumir Tumin bilqadariri wa Kal sadak faahbirnisanud Ken lem [Musik] tekunu yak Q faahbirni qha [Musik] a Run fbanab mal umma qal yaar atadil Allahu Ve resuluhu Alem Kal Fe innahu jibrilakum yallimukumum rawahu muslim dari Umar Bin alkhattab mengakan pada suu hari ketika kami sedanguduk di sisi rasulullahi was Li mengakakai yang sangnyaang H jauh dan di kam mengnya was dan K telak tang di at kahia Sera mengan is was [Musik] [Musik] [Musik] was nya hari Akir dan beran kepada takdir baik dan buruknya ia mengatakan engkau benar m kep ihaii wasau beribadah kepada allahahau melihatnya Danau melatnya maka snya dia mah mihatu Kama yuhibbu rabbuna ward wasallallahu [Musik] wasallama Alan nabiil Karim wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumiddin wab di antara pertanyaan adalah pertama ini pertanyaan pertama saya pernah mendengar hadis tentang jika jemah salat subuh seperti ramainya jemaah salat Jumat Allah akan memberikan ketakutan di hati orang-orang kafir Setahu saya tidak ada hadis seperti ini ini perkataan manusia dan saya kira hanya di Indonesia Kenapa hanya salat subuh tidak salat zuhur dan asar serta Magrib dan Isya juga tidak seperti salat Jumat ya apa hadis itu sahih ini Enggak ada Ini bukan hadis ini bukan hadis apabila disandarkan kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka ia berdusta atau datang dari hadis-hadis palsu maka apabila saudara Mendengar orang menyandarkan bahwa ini hadis sebagai seorang muslim dan muslimah ketika mendengar orang menyandarkan atas nama nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam maka cara beragama para sahabat adalah bertanya kepada orang itu ini hadis atau bukan Atau barangkali orang salah dengar kalau ia Nyatakan hadis riwayat siapa di kitab apa begitu para sahabat kalau mendengar hadis Ibnu Abbas pernah ada seseorang membacakan hadis qala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam qala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak didengarkan oleh Ibnu Abbas orang itu bertanya hai Ibnu Abbas aku bacakan kepadamu Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kau tidak dengarkan diterangkan oleh Ibnu Abbas dahulu yakni pada zaman Ibnu Abbas para masa sahabat para masa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam apabila orang berkata qala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka mata kami tertuju kepadanya pendengaran kami kami pasang siap mendengarkan Kurang lebih begitu tetapi ketika manusia telah menempuh cara-cara yang sulit dan mudah y telah terjadi kekacauan fitnah maka kami tidak mengambil hadis kecuali dari orang yang kami kenal itu Ibnu Abbas lihat Bagaimana pada zaman kita sekarang ini langsung diterima Siapa ini Siapa yang menyampaikan tentang hadis orangnya harus dikenal harus Makruf kalau seperti ini kita terima maka kita tidak mengindahkan kaidah-kaidah yang dibuat oleh para ulama Tidak sembarangan Ikhwan hadis nabi besar dalam sebuah riwayat e di dalam Sunan Ibnu Majah saya membawakannya di kitab almasail jilid pertama Zaid bin Arqam diminta oleh tabiin Za Zaid Zaid Zaid ceritakan kepada kami hadis alid mengatakan saya sudah tua ini umurnya sudah tua hadis nabi itu berat berat ceritakan hadis nabi itu berat Zaid bin Arqam sahabiun Jalil usianya sudah tua mungkin kadang-kadang lupa saya sudah tua lupa nanti dan bercerita tentang hadis berat itu Zaid bin Arqam sahabiun Jalil Bagaimana mungkin kita serampangan membawakan hadis mensahihkan atau mendhaifkannya harus dikenal orangnya beberapa kelompok membawakan hadis tidak peduli mau hadis itu sahih dif sangat dif maudu bahkan tidak ada asal usulnya seperti ini yang penting ada nama hadis sudah dibawakan kelompok yang lain justru mendustakan hadis tidak mau pakai hadis sama sekali Nah ini ijma ulama yang kedua ini kufur kelompok yang lain [Musik] lagi yakni ee mendhaifkan hadis-hadis sahih Ah ini baru muncul ini muncul sejak puluhan tahun yang lalu sebetulnya Ti Muncul lagi di Indonesia itu dibawa oleh orang dari luar dari Mesir mendhaifkan hadis ini mendaifkan hadis itu dan lain-lain padahal orangnya tidak Makruf tidak dikenal oleh para ulama ahli hadis apa yang seperti itu kita terima saja yang seperti mereka ini kita terima saja tidak ya jadi harus harus ketat eh kemudian lagi pertanyaan zaman kini cukup banyak orang yang mengajarkan tafsir al-qur’an di majelis majelis agar tidak menyimpang dari Manhaj sahabat mohon nasihat Ustaz untuk pedoman kami menghadiri Majelis Tafsir al-qur’an ke kriteria apa pula bagi pengajar-pengajar tafsir yang di yang diperlukan bagi pengajar-pengajar tafsir orang yang akan mengajarkan tafsir al-qur’an dia harus Alim terhadap sunah karena [Musik] sunah sebagai penafsir al-qur’an dan yang menjelaskannya serta menunjuki al-qur’an sunah atas perintah al-qur’an atas perintah Allah di dalam al-qur’an wa anzalna ilaikzikra litubayyina Linnas Ma nuzzila ilaihim wala’allahum yatafakkaru kami Allah turunkan kepadamu Muhammad al-qur’an Agar engkau menjelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka oleh Rabb mereka oleh Tuhan mereka itu al-qur’an supaya mereka [Musik] mengerti ayat yang singkat dan ringkas sedikit lafaznya ini maknanya luas dan dalam sekali ini mukjizat al-qur’an bahwa kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Allah turunkan al-qur’an Pertama Yang kedua bahwa kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Allah memerintahkan untuk memberikan Bayan penjelasan terhadap al-qur’an diterangkan kepada manusia apa yang diterangkan yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pertama lafaz lafaz al-quran dari awal sampai akhir setiap kali turun ayat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kepada sebagian sahabat untuk mencatat dan menulisnya tidak dikurangi dan ditambahi oleh Beliau dari awal sampai akhir yang kedua penjelasan beliau mengenai maknanya tafsirnya Apa yang dimaksud dengan ayat ini dan seterusnya yang ketiga dengan penjelasan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam manusia akan mengerti walaallahum yatafakarun tujuannya supaya mereka Paham mengerti tanpa sunah sulit dimengerti dengan benar Oleh karena itu sebaik-baik tafsir al-qur’an setelah al-qur’an menafsirkan al-qur’an sendiri karena sebagian ayat menafsirkan ayat yang lainnya maka sebaik-baik tafsirnya adalah dari sunah dari hadis yang meluaskannya Oleh karena itu penafsir ada ilmu tersendiri dia harus mengerti tentang usul Tafsir dan seterusnya yang dibicarakan oleh para ulama agar tidak tersesat dalam menafsirkan al-qur’an banyak sekali yang tersesat dalam menafsirkan al-qur’an hampir semua firkah kecuali rafidah Syiah tidak memakai al-qur’an karena menurut mereka Quran yang ada sekarang ini tidak asli menurut para imam dan termaktub di kitab-kitab mereka sudah diubah dikurangi dan ditambahi oleh para sahabat sebagian bertqiah berpura-pura berpegang Quran ini Quran yang asli menurut mereka nanti akan dibawa oleh Imam Mahdi mereka Imam Mahdi khurafat tentunya karena orangnya tidak pernah ada tidak pernah lahir ke dunia ya hampir rata-rata firkah-firkah sesat berdalil dengan Al Quran sesuai dengan pemahaman mereka yang sesat dimulai dari khawarij perhatikan khawarij mengkafirkan Ali dan muawiyah dan Amr Bin Ash bahkan sebelumnya Utsman dan para sahabat lainnya yang ada kecuali syaikhan Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhum Jamian berdasarkan ayat yang ia pahami dengan salah Inil hukmu illa lillah tidak ada hukum kecuali kepunyaan Allah ketika khawarij lihat berdalil dengan ayat al-qur’an dan dia menafsirkan memahami dengan salah karena tidak merujuk kepada sunah dan tidak merujuk kepada akwal perkataan para sahabat yang hidup pada masa Turunnya wahyu dan langsung belajar kepada rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ketika khawarij berhujjah di hadapan Ali kepada Ali dengan ayat tersebut maka Ali radhiallahu taala Anhu mengatakan kepada khawarid kalimatu haqin urida biha albaathtil itu Kalimat yang hak yang kau bawakan itu Kalimat yang hak al-qur’an tidak boleh didustakan hak tetapi yang dikehendaki olehmu adalah kebatilan berarti yang salah apanya pemahamannya tafsirnya Begitu juga dengan firkah-firkah lainnya karena tidak berpegang dengan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Manhaj para sahabat jadi ngelantur ke sana kemari sehingga ada orang menafsirkan Quran adalah hanya kepatuhan kepada Tuhan siapa yang patuh menyerah kepada Tuhan tunduk maka dia muslim karena itu mereka mengatakan semua agama sama kemudian ada lagi yang membawakan ayatamguh kamiuliakan anak digunakan ayat itu untuk memuliakan para pemimpin kuffar padahal ayat itu dijelaskan oleh Allah untuk kemuliaan manusia yang membedakan dengan hewan dan lainnya tidak menyatakan bahwa semua agama sama semua harus dimuliakan tidak lalu memuliakan sampai dicium kepala dan tangannya ini jahil tidak tahu ayat yang tadi tidak tahu ayat dan ayat-ayat lainnya bahwa aimatul kufri itu mendakwahkan agamanya jahil dalam menafsirkan al-qur’an dia tahu biasa yang demikian orang-orang liberal yang syiarnya adalah wihdatulan kesatuan agama-agama tapi mereka hanya berani mengatakan kan itu di hadapan kaum muslimin Beranikah mereka naik di mimbar Yahudi lalu mengatakan Hai Yahudi agamamu dengan agama yang lain sama saya yakin tidak berani naik di mimbar agama yang lain agamamu dengan agama yang lain sama Kenapa hanya kaum muslimin berani naik di mimbar Islam mengatakan seperti itu Nah ini paham batiniah muncul sejak puluhan tahun yang lalu di Indonesia ini dan negara-negara Islam lainnya yang mereka telah diangkat anak dan disusui oleh Yahudi untuk mengubah agama Allah ini memadamkan cahaya Allah ini tidak mungkin tidak akan pernah bisa seumpama orang ingin memadamkan sinar matahari dengan ia tiup tidak mungkin atau Cahaya Bulan l ia tiup akan redup tidak mungkin agama Allah tinggi liiru untuk datang untuk mengalahkan semua agama ke mana keimanan seorang yang Mukmin Oleh karena itu tidak sembarangan dalam menafsirkan al-qur’anul Karim Ustaz ada ulama yang mengatakan bahwa agama itu sama yang mengatakan jelas bukan ulama tidak ada ulama ya yang mengatakan agama itu sama agama Islam itu sama dengan agama yang lainnya tidak keyakinan kita adalah yang hak Islam keyakinan kita yang wajib kita yakini Dan itu menjadi akidah yang besar bahwa islamlah satu-satunya agama yang sah di sisi Allah menurut keyakinan kita silakan yang lain meyakini sesuai dengan keyakinannya lakum dinakum waliadin ini toleransi kebablasan tidak mengerti toleransi karena memang yang berbicara dari kaum batiniah kaum yang mau merusak Dinul Islam dan membatalkan syariat agama tidak sah perhatikan firman Allah Inah Islam ininaahil Islam in Islam agama yang besar di sisi Allah hanyalah agama Islam sebagai seorang muslim dan muslimah harus kininya yang lain tidak sah di sisi Allah yang sah hanyalah Islam apakah dengan alasan toleransi lalu kita mengatakan sama semua agama Jangan berbicara tentang toleransi terhadap ajaran Islam kyataannya lihat sepanjang zaman orang di luar islam apabila hidup bersama kaum muslimin di negeri mereka di daerah mereka di kampung mereka aman sepanjang zaman dicolek saja tidak dijaga karena Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda Barang siapa yang membunuh eh kafir muahad jadi orang kafir itu kafir muahad kafir yang tinggal di negeri mereka dan datang ke negeri muslim baik itu atas undangan pemerintahnya atau orang perornya dibunuh tidak cium bau surga tercium se jauh perjalanan 40 tahun dalam hadis sahih Bukhari diancam tidak boleh karena sifat ajaran Islam tidak boleh menganiaya tidak boleh menzalimi seseorang Hatta dia kafir aman Adapun perbuatan sebagian kecil segelintir kaum muslimin dari orang-orang khawarij yang terkena ajaran syubhat mereka lalu melakukan pengeboman sana sini itu bukan dari ajaran Islam dan para ulamanya berlepas diri dari mereka itu sempalan lihat kepada ajaran Islam ya enggak ada ulama bilang semua agama sama enggak ada murtad kalau kita mengatakan semua agama sama apabila telah ditegakkan hujah Bagaimana mungkin kita mengatakan semua agama sama agama Islam dengan agama lain sama sama benarnya dan dan seterusnya padahal Allah berfirman ininaallahil Islam padahal allah subhanahu wa taala berfirman waruakumul islama Dina aku reda Islam sebagai agama bagimu yang diredai oleh Allah Pencipta langit dan bumi Dan kita meyakininya seyakin-yakinnya insyaallahu taala agama islamlah yang diredai itu keyakinan kita jangan mau kaum muslimin dipaksa untuk mengakui yang lainnya benar tidak ini pemurtadan Nanti secara besar-besaran sadar atau tidak sadar ayat yang lain [Musik] isamu Wua ak Minal khirin Barang siapa yang mencari selain Islam tidak akan diterima selamanya tidak akan diterima oleh Allah dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi itu keyakinan kita harus memiliki keyakinan yang seperti itu karena ajaran-ajaran ini selalu memberikan taskik keraguan kepada kebenaran Islam tapi hujah mereka lemah lebih lemah dari sarang laba-laba ya banyak lagi ayat yang lainnya jelas ini bukan ulama ini Kaum [Musik] batiniah yang telah disingkap oleh para ulama ajarannya membatalkan syariat dan sekarang lagi diangkat lagi tapi mereka orang-orang duafa hujahnya lemah jika kaum muslimin kembali kepada kitab dan Sunah mengikuti perjalanan para sahabat ridwah alai kesimpulannya ya mengajar tafsir harus berilmu ada di kitab kitab tentang syarat untuk mengajarkan Tafsir Alquran kemudian memilih tafsir yang sahih yang jalannya lurus karena setiap pemikiran dia ada tafsirnya setiap aliran-aliran yang ada di dalam Islam dia punya Tafsir ya tafsir al-hafiz Ibnu Katsir dia bagus sekali dan tafsir ee lainnya ada pembicaraan yang cukup ee pcar ya jadi toleransi Islam sudah lebih dahulu berbicara tentang toleransi Jauh sebelum orang lain berbicara la ikraha fiddin tidak ada paksaan dalam agama apa pernah orang Islam paksa orang lain untuk masuk Islam lalu disiksa orang itu perempuannya diperkosa dan lain sebagainya enggak tapi lihat kenyataan dalam sejarah dan di zaman kita ini peristiwa di Bosnia lihat pembantaian etnis muslim secara besar-besaran saat itu dan lihat Yahudi sekarang di Palestina sekolah anak-anak pun di hajar dibom tawanan-tawanan perangnya tawanan-tawanan yang ditawan orang-orang Palestina oleh Yahudi disiksa sesiksa-siksanya tapi tawanan Yahudi tidak diapa-apakan dimuliakan dikasih makan tidak diganggu tapi ditawan memanga Yahudi juga menawan perbedaan yang sangat mencolok sekali dan di daerah-daerah lain mana kaum muslimin dibantai agama lain tidak pernah dibantai oleh kaum muslimin dipaksa suruh masuk Islam tidak karena telah nyata kebenaran itu tidak perlu dipaksa lagi Nur sudah ada Hidayah terangbenderang laridin enggak pernah dipaksa orang masuk Islam didakwahkan apabila tidak mau tidak dipaksa Hidayah belum masuk ke dalam hatinya kaum muslimin dahulu menguasai negeri-negeri dipaksa orang untuk masuk Islam tidak didakwahkan lihat kebesaran Islam tapi orang Islam pada sebagian tempat berada wah yang pakai jilbab disuruh buka jilbabnya lain sebagainya ada sekarang di mana kaji Kistan apa kajikistan ya yang mayoritas kaum muslimin tapi pemimpinnya munafikun mau mengikuti perjalanan Mustofa Kamal attatruk Turki itu salah seorang pembesar munafik dia mau ikuti disuruh buka jilbab pakai pakaian adat yang mimpinnya orang munafik perjalanan saudaranya yang dahulu mengubah ajaran Islam di Turki orang-orang munafikun ya jangan dicontoh pegang al-quran dan sunah dan perjalanan para sahabat ridwanullah alaihim Jamian sampai di sini subhanakallahumma wabihamdika asadu Alla ilahailla ant astagfiruka wauubuai wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]
Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat | Syarah Aqidah Salaf
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply