Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. | Daurah Ilmu Hadits Pertemuan ke-3

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

bin Zaid Kalau begitu nikahlah kamu dengan Usamah bin Zaid di sini ah Islam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kekurangan dua orang sahabat untuk kemaslahatan seorang wanita ya nabi su wasallam menyebutkan kekurangan dua orang sahabat yang melamar wanita ini untuk Selatan Siapa wanita tersebut Rasulullah apa Abu jaham dia tidak pernah meletakkan apa tongkatnya dari pundaknya muawiyah Sal engak punya harta dia l itu menunjukkan Pak kalau Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan atau menggunjing istilahnya begitu ya menyebutkan kekurangan duah Sahabat Untuk kemas klahatan wanita saja boleh Bagaimana kalau itu untuk kemaslahatan agama untuk kemaslahatan apa ya membela hadis rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dan membela hadis lebih agung membela agama ini lebih agung maka ini menunjukkan boleh ya di sini rasl menjarah menjarah abu abu jaham menjarah muawiyah untuk kemaslahatan seorang wanita Iya dalil yang kedua hadis yang di Bukhari dan Muslim dari hadis Aisyah radhiallahu anha bahwasanya ada seorang laki-laki minta izin ingin bertemu dengan rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian ketika Rasulullah melihatnya dari jauh Rasulullah bersabda ba akhul asirah ba Ibnul asirah itu orang seburuk-buruk bergaul itu orang jelek akhlaknya lihat ya Ada orang minta izin ingin bertemu dengan sia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Rasulullah melihatnya dari jauh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan kekurangan diaia istilahnya menjelekkan dia tapi kemudian Rasul mengizinkan dia untuk bertemu ketika orang itu datang kepada Rasulullah Sahi wasam dan duduk diapan rasulull S wasam apa yang terjadi maka Rasul pun tersenyum Ya ters di hadapan orang ini bers Wah rasul kepada dia ketika orang itu pergi aisahallah bertanya ya rasah Rasulullah tadi Ketika engkau melihat orang ini engkau menjelek-jelekkan dia tapi ketika dia duduk di hadapanu engkau terseng di hadapan ini kok Gimana ya bersabda Ya semenjak Kapan engau menemukan aku berbuat fahis sesungguhnya Aisyah orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah nanti pada hari kiamat itu orang yang ditinggalkan oleh manusia karena takut dari keburukan orang ini artinya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tersenyum kepada orang ini Pak dalam Rangga apa dalam rangka mudarah I supaya orang ini tidak lari dari [Musik] kebenaran ya dan ini disebut oleh para ulama dengan istilah mudarah apa itu mudarah mudarah itu artinya eh mengorbankan sedikit dunia untuk kebaikan agama dan dunia ituanyaah danah boleh yang haram itu mudahan mudahan itu artinya mengorbankan agama untuk kemaslahatan dunia ya dan agama ini mudahana haram kalau mudahana haram dengan ijma para ulama Adapun marah boleh ya dilakukan oleh rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam syahidnya di situ Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya ketika melihat orang itu apa kata rasulullah ba akul asyir bisa Ibnu asyirah R menjarah orang tersebut ya maka ini menunjukkan ahal Islam boleh menjarah para perawi ya menarah para perawi baik kita akan bahas dulu makna aljarhu dan makna attdil Apa itu aljarhu dan apa itu attadil ini enggak bisa lihat mungkin bisa munduran kali ya Papannya ak maju soalnya mungkin bisa di ke Dep di belakangin dikit bisa bantuannya ak ke belakangin dikit lagi Iya baik apa itu aljarhu ini kayaknya bukan yang kemarin deh ppennya agak kur ini Bik Heh dibalik dibalik gimana B yang tebal enggak ada tebal yang tebal [Musik] ya Oh iya Masyaallah sudahudah canggih aljarhu Apa itu aljarhu kata beliau waswi W ini Ketebelan terus aljarhu wasfur Rawi t riwayatiiha aha was Maina Riwayati au tifaadah wasfur Rawi Bima Jelaskan tulisannya enggak jelaswi Bim Alina riwayatihi auifaha au rdaha artinya mensifatnya Rawi dengan sifat yang menunjukkan kepada membikan riwayatannya atau pendfannya atau penolakan riwayatnya mensifati perawi atau menyifati yang benar mensifati atau menyifati Pak secara bahasa Indonesia menyipati ya menyipati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada pelembikan riwayatnya itu talin atau pendaifannya atau penolakan riwayatnya kalau sudah saya akan Jelaskan sudah selesai ha sudah baik perhatikan ak Islam ini adalah definisi jarah secara istilah ya jarah secara istilah Adapun jarah secara bahasa beda lagi maknanya yaarah secara bahasa tikaman menikam melukai namanya jarah Adapun secara istilah ilmu ya hadis menati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada apa yang pertama riwayatnya atauan periwayatannya atau penolakan riwayatnyaungk Antum bert- B makan ya karena akal Islam derajat kedhaifan perawi itu bertingkat tingkat ada yang dihfnya ringan Ada difnya ringan ada difnya pertengahan dan ada yang difnya berat yang ada difnya apa berat perawi yang difnya ringan biasanya di apa kalau antum eh membuka Kitab takribut tahzib Kitab takribut tahzib yang ditulis alhafiz Ibnu Hajar alasqalani rahimahullah beliau membagi perawi itu menjadi beberapa derajat nah di derajat yang kelima itu adalah beliau khususkan untuk perawi-perawi yang derajatnya adalah difnya ringan seperti beliau Sebutkan soduk sayiul hifad soduk buruk hafalan soduk ya yukti soduk tapi suka salah ya soduk yahim soduk tapi suka keliru soduk Lahu Aam ya soduk tapi dia memiliki banyak kekeliruan nah jenis ini dimasukkan oleh alhafiz Ibnu Hajar dalam tingkatan yang kelima karena ini adalah merupakan jenis perawi yang kalau bersendirian dalam meriwayatkan hadis tidak bisa diterima Kenapa dia lemah tapi lemahnya itu bukan bukan lemah yang yang berat contoh misalnya seorang perawi yang bernama Isa bin mahan abu abu Jafar arrazi Isa bin mahan Abu Jafar arrazi I apa kata alhafiz Ibnu Hajar shoduqun sayiul hifad shoduk sangat jujur orangnya tapi dia Buruk apa hafalannya Kapan seorang perawi disebut buruk hafalan Saya pernah sampaikan ke Antum di sini Sisi benarnya tidak bisa mengalahkan Sisi Apa salahnya Ar benar dan salahnya itu seimbang nah seorang perawi yang benar dan salahnya itu seimbang disebut dalam ilmu Hadis buruk hafalan Kalau Sisi salahnya lebih banyak daripada Sisi apa benarnya Disebut apa fahisul banyak berbuat kesalahan maka ini kelemahannya berat Pak Nah saudaraku seiman rahimahullah tapi Ibnu Hajar ya dalam saking telitinya di dalam menilai seorang perawi beliau tidak katakan perawi ini dif tidak beliau katakan soduk soduk artinya masih bisa diterima kalau ada penguatnya ya sebetulnya kalau kita perhatikan kata saduk dalam ilmu Apa perkataan para ulama saduk soduk artinya sangat jujur sebetulnya kalau perawi soduk itu Pak derajat hadisnya Hasan derajat hadisnya apa Hasan Namun ternyata perawi yang derajat hadisnya Hasan itu bertingkat-tingkat juga ya soduk sayiul hifad dia buruk hafalan kalau soduk doang hadisnya Hasan bisa diterima tapi ketika ada embel embel di belakangnya saduk sayiul hifad soduk bukuruk hafalan berarti ini masuk dalam derajat apa lembek artinya apa derajatnya lemah tapi lemahnya apa ringan bisa dikuatkan hadisnya kalau ada indikasi-indikasi Menunjukkan akan kebenaran periwayatannya misalnya ya dia tidak bersendirian dalam meriwayatkan hadis ini atau dikuatkan oleh hadis-hadis lain yang semakna yang menunjukkan kalau si perawi ini hafalannya benar ya sehingga pada waktu itu dia bisa diterima periwayatannya ini Pak namanya lembek adapun yang kedua dif yang kedua apa dif dan dif itu ada tiga keadaan saudaraku sekalian ya dif itu ada tiga keadaan ini udah nih ya di Gimana caranya Iya benar ya Daf ada tiga keadaan pendaifan riwayat pendaifan parawi ada tiga keadaan yang pertama pendfan secara mutlak yang kedua kfan secara terikat yang ketiga pedaifan yang bersifat relatif yaitu Saat membandingkan dua orang perawian perwi ada tiga keadaan yang pertama pendfan secara apa mutlak bagaimana Apa makna pendaifan secara mutlak Pak yaitu seorang Alim misalnya berkata Fulan dif seorang Alim mengatakan apa Si Fulan dif maka seorang yang mengatakan Si Fulan dif berarti dia mendaifkan secara mutlak ya Makanya yang seperti ini hadisnya apa ditolak ya tidak tidak terima kalau bersendirian tapi kalau dia dimutabaat dikuatkan oleh perawi lain yang semisal dengan dia naik derajatnya menjadi Hasan lihairihi I yang kedua pendaifan secara terikat pendaifan secara apa terikat terikat dengan apa terikat misalnya dengan ee Negeri tertentu contoh misalnya mmad bin Rasyid alazdi kalau meriwayatkan di kota Basrah daif tapi kalau meriwayatkan dari di selain kota Basrah sahih ya contoh lagi Ismail Bin ayyasy Allah meriwayatkan dari orang-orang Syam itu ya di negerinya sendiri Hasan hadisnya tapi kalau dia meriwayatkan dari selain orang-orang Syam ya apalagi dari orang Madinah daif I ini pendifan secara apa terikat terikat bagaimana maksudnya tadi bisa jadi terikat dengan negeri ter tentu atau teringkat kalau dia meriwayatkan dari negeri dari orang yang berasal di negeri tertentu Pak atau misalnya terikat dengan Syekh tertentu contoh misalnya Yahya Bin Main mendaifkan periwayatan Ibnu Abi Dib dari azzuhri menurut bin maim periwayatan IBN Abi diib dari siapa azzuhri kata beliau dif tapi hanya terikat pada Syekh tertentu saja tidak sepada seperti setiap apa Syekh paham tidak secara terikat terikat dengan negeri atau dengan syikh atau dengan apa namanya E guru tertentu dan yang lainnya adapun pendaifan yang bersifat relatifitu saat membandingkan dua orang perawi misal ditanya ya Menurut anda yang lebih tiqah Si Fulan atau Si Fulan Apakah dia Si Fulan fqah Si Fulan dif artinya dif dibandingkan Si Si Fulan dan kata-kata ini tidak boleh kita katakan Oh Si Fulan mendhaifkan dia salah tidak boleh kita katakan Si Fulan mendhaifkan Kenapa karena dia sedang membandingkan antara dua orang mana yang lebih fqah menurut anda kata dia Si Fulan dif Si Fulan fqah artinya dif dibandingkan di Si Fulan Nah berarti gimana dong cara kalau keadaannya seperti ini pak kalau keadaannya seperti ini wajib kita lihat sikohnya ini tingkat gimana nih ternyata yang fikohnya ini sangat fikoh sementara yang didhaifkannya itu kita lihat Oh dia dif dibandingkan kalau dibandingkan dengan Si Fulan berarti apa bisa jadi yang difkan tapi dibandingkan Si Fulan si dia apa dif itu namanya pendaifan secara apa relatif nisbih ya maka pendfan secara relatif tidak bisa dijadikan huah untuk mendhaifkan ya kecuali kalau memang dua-duanya perawi yang diaif enggak masalah kalau yang dibandingkan dua-duanya perawi yang Daf ikhwat Islam saudaraku seiman sampai di sini paham ya ikhwah tentang aljarah hah hah paham Insyaallah jadi ajarah itu tadi apa menyifati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada apa pelembekan riwayatnya Apa maksudnya pelembekan tadi hah lembikan riwayatnya itu pendaifan yang ringan atau yang kedua itu pendaifannya pendaifan seorang perawi Nah dif itu pak ya dia derajat yang tengah-tengah dia tidak difnya ringan bukan bukan juga orang yang berat thifnya Pak paham tidak dia tengah tengah itu kemudian yang ketiga itu penolakan periwayatannya yang ketiga apa penolakan periwayatannya nah penolakan periwayatannya ini khusus untuk mereka perawi yang difnya berat Ya ya penolakan periwayatan perawi penolakan riwayat perawi sama dengan dif yang berat pertanyaannya dif yang berat itu seorang perawi disifati Bagaimana dif yang berat pun juga bertingkat-tingkat yang paling berat kalau perawi disebut apa tingkatan Daf berat number one yang paling dif nih Kadzab Pendusta atau wad pemalsu hadis atau Dajal ya Dajal wad ya Kadzab dimasukkan juga sariquul hadis Ya tapi ini yang yang Mashur ini tiga Dajal wad Kadzab ini status hadisnya apa Pak maudu palsu status hadisnya Apa maudu itu hadisnya palsu Kemudian yang kedua diif berat juga tapi enggak seat yang pertama apa itu matruk Daf Jidan muttahamil kadib bertuduh berdusta ya matruk artinya ditinggalkan orang tinggalkan para ulama diif Jiddan mutil kadib tertuduh ber berdusta Kapan seorang perawi disebut tertuduh berdusta Mas seorang peri dituduh berdusta Pak kalau dia suka bohong kalau ngomong walaupun tidak diketahui dia berdusta atas nama rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam dia tidak diketahui berdusta atas nama Rasulullah tapi kalau ngomong suka bohong maka perawi ini disebut dengan muttaham Bil kadib tertuduh berdusta atas nama rasulullahi Sallallahu Alaihi wasam Nah ya ikhat Islam perpera yang sangat lemah seperti ini ditolak sama sekali tidak bisa menguatkan tidak bisa dikuatkan raawi yang sangat lemah seperti ini ya ditolak sama sekali tidak bisa menguatkan dan tidak bisa apa dikuatkan ini dia perawi-perawi yang berat walaupun kalau Antum melihat dalam kitab takribut tahzib ya Antum akan dapatkan di situ ya Ee Al Imam alhafid Ibnu Hajar membagi juga tingkatan perawi-perawi tersebut yang jelas para ulama berbeda dalam membagi tingkatan-tingkatannya Ya baik sekarang kita akan membahas atttdil ini sudah wasfur Rawi Bima yqtadi Abul riwayatihi menyifati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada menyifati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada diterimanya periwayatan perawi diterimanya periwayatan apa Rawi diterima itu penerimaan periwayatan perawi ya atau perawi yang diterima riwayatannya ada dua yang pertama berstatus sahih yang kedua Oh berderajatlah ya bukan berstatus berderajat Hasan iya berat perhatikan takdil setelah kita jelaskan tadi aljarhu sekarang attdil Apa itu atdil itu menyifati perawi dengan sifat yang menunjukkan kepada diterimanya periwayatan sang perawi kalau tadi kan Al jarah tadi apa H pelembekan atau pendaifan atau penolakan kalau ini diterima nah perawi yang diterima ada dua derajat derajat yang pertama yaitu yang berderajat apa sahih Iya biasanya para ulama menyebutkan tentang perawi yang berderajat sahih itu dengan ucapan siqah Fulan siqoh i dan derajat kesahihan pun bertingkat-tingkat yang paling rendah fqah naik kalau misalnya dia lebih fqohqatun mutinqatuntunqatunqoh paling derat tinggi lagi ya Fulan aqu Nas manusia yang paling fqah palingting lagi lagi Amirul mukminina fil hadis Iya buulan Amirul Mukminin dalam hadis saking fikahnya sudah seperti Imam Bukhari Imam azzuhri Sufyan atauri sy’bah Ibnu hajjaj I IBN ward alataqi itu semua perawi-perawi yang disifati sebagai Amirul Mukminin hadis Masyaallah Ya saking fikahnya mereka akhir Islam di dalam periwayatan ini akhi adapun yang berderajat Hasan tadi kita sudah Sebutkan para ulama menyebutnya dengan sadukq atau la bas biih la B bihi atau Lais bihi baas aryaajnya Hasan hadisnya artinya derajatnya apa Hasan biasanya para ulama mengungkapkan orang yang derajatnya Hasan seperti ini S misal atau la B apa-apa auhi baas semua menunjukkan kepada apa derajat apa Hasan paham Islam sampai sini baik sudah ini catat bisa dihapus kemarin waktu kita belajar tentang hadis sahih perawi itu harus apa syarat hadis sahih yang pertama bersambung yang kedua perawinya Adil Yang ketiga perawinya dobit ya adil dan apa mobit ini sangat berpengaruh kepada kesikohan perawi dua perkara ini yang pertama apa tadi Adil Yang kedua apa Apa itu adil ada yang masih ingat coba dibuka lagi kapan disebut perawi adil I musim balik berakal tidak fasik tidak melakukan Karim muruah hal-hal yang bisa merusak muruah berarti ini perawi apa adil itu yang memenuhi lima syarat tadi muslim balig berakal tidak fasik murajah lagi ya tidak tidak fasik ada dua keadaan orang yang fasik perawi yang fasik ada dua keadaaneng ingat pelaku dosa besar betul Ahsan yang kedua Iya bidah nah periwayatan ahli bidah Bagaimana statusnya ada yang ingat ini pelajaran ini sebetulnya sangat berkaitan dengan ilmu jarahat adil Pak riwayatan ahli bidah Bagaimana statusnya ah bidah yang mukafirah apa itu bidah yang mukafirah yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam maka statusnya Bagaimana diterima tidak hadisnya tidak diterima bidah apa hah hah mengkafirkan sahabat Apalagi nih ngejawab terus kasih hadiah nih jawab terus nih Masyaallah nih Yang ngejawab terus kasih hadiah aja kasih hadiah ya baik kalau bidahnya gir mukafirah gimana bidahnya giriru mukafirah Hah Apa statusnya gimana diterima enggak hadisnya diterima dengan syarat Apa syaratnya jujur tidak menghalkan dusta Masyaallah masih nih Kang wangol bab kemudian saudaraku seiman atas dasar itu berarti yang keluar dari sifat perawi yang adil Siapa saja yang keluar dari sifat peragu yang adil siapa saja ini maaf kembali kita mengulang pelajaran hadis sahih karena ini sangat berkaitan Arat dengan ilmu jarh Wat takdil Pak yang keluar dari ya sifat adil yang pertama kafir yang pertama apa kafir yang kedua anak kecil karak anak kecil kehilangan syarat ba balik yang ketiga orang gila kenapa orang gila karena dia kehilangan akal sementara Rawi adil itu hah berakal ya yang keempat yang keluar dari sifat adil apa fasik ya karena misalnya diaeminum arak zina dan yang lainnya kemudian apaalagi yang mengeluarkan dari adil mbtadi ahli bidah yang bidahnya mengkafirkan kemudian apa lagi suka berdusta suka apa berdusta dalam berbicara Walaupun dia tidak pernah berdusta atas nama rasulullahi Tadi saya sudah sudah Sebutkan Pak orang yang suka berdusta tapi tidak pernah berdusta atas nama Rasul Disebut apa pelakunya Hah muttaham Bil kadib Ahsan tertuduh berdusta Masyaallah ya ada hadiah enggak hadiahnya dikit sih ya Adun yang bungkusan-bungkusan tuh buat akhwat katanya itu isinya jilbab mau dikasih ke Ikhwan Hah Enggak apa-apalah masih Jid Insyaallah Kemudian yang kedua dabit Apa itu dobit ada yang masih ingat hah seorang perawi yang sedikit kesalahannya dalam meriwayatkan hadis bab dabit Ada berapa macam ada dua macam yang pertama dabit apa soder apa itu l soder ya dia menghafal ya hadisnya dan hafalnya tidak berubah Sampai Kapan Sampai Akhir hayatnya yang kedua Babil apa kitab Apa itu terjaga kitabnya dari kekeliruan dan kesalahan Ahsan Barakallah Fik apa yang mengeluarkan dari sifat dobit kemarin tu saya belum bahas ini ya yang mengeluarkan dari sifat dobit yang pertama katratul paham catat sama antumak apaapa saya catat di sini perkara yang mengeluarkan perawi dari kebobitan yang pertama yang pertama kasratul waham banyak banyak keliru kasratul waham B nya keliru dalam meriwayatkan hadis yang kedua asratul mukhalafah banyak menyelisihi menyelisihi perawi-perawi yang fqah yang ketiga suul hifad buruk hafalan tadi sudah kita sebutkan Kapan disebut buruk hafalan sayiul hifad ada yang ingat Hah Ada yang ingat enggak kapan disebut perawi itu buruk hafalan Asan yaitu seimbang antara benar dan salahnya Alla yatarajah janibuabihi ala janibi khi yang keempat syiddatul gflah sangat lalai itu dia tidak punya ya apa namanya kemutkinan dia enggak mutkin ya sehingga tidak bisa membedakan periwayatannya mana yang benar mana yang salah syidatul gflah namanya ya yaitu tidak mukkin tidak mutkin mutkin tuh Antum paham enggak mutkin besinya apa ya mutkin tuh ya mutkin itu artinya kuat Gitu tidak hafalannya enggak enggak kuat Gitu Pak sehingga tidak bisa membedakan sehingga dia tidak bisa membedakan periwayatannya ini namanya syiddatul gflah sangat lalai yaitu tidak mukkin sehingga tidak bisa membedakan periwayatannya antara yang benar dengan yang apa yang salah antara yang benar dengan yang salah kemudian yang kelima ini sudah belum belum saja dulu sudah lihat ini berumat kalau sudah saya hapus yang kelima uhsul galat banyak kesalahan ya itu lebih banyak salahnya daripada benarnya dibandingkan ya benarnya yang keenam jahil bodoh terhadap makna makna lafaz dan tujuannya dan apa yang bisa merubah makna tapi yang enam ini pak yang keenam ini khusus kalau dia meriwayatkan hadis secara makna khusus Kalau dia mau meriwayatkan hadis secara apa makna ya ternyata dia bodoh terhadap makna lafaz dan tujuannya dan apa yang bisa merubah makna Karena dia Bodoh terjadilah kesalahan dalam meriwayatkan Apa hadis maka seperti ini bisa merusak kedabitannya yang terakhir tujuh meremehkan kitab hadisnya sehingga dia tidak tashih dan dia pun tidak memukabalahnya ini khusus untuk dobat Kitab ini khusus untuk tobat apa kitab baik sudah ini adalah tujuh perkara yang bisa merusak kedabitan bak apa perawi tujuh perkara yang bisa merusak kedabitan seorang perawi Hadis baik sekarang ikhwat Islam saudaraku seiman Bagaimana kalau ternyata seorang perawi itu diperselisihkan oleh para ulama sebagian menitahkan mensahihkan Fulan fqah tapi ulama lain menilai dia apa Hah daif yang satu menfikohkan yang satu apa ya mendhaifkan dan itu bakalan sering terjadi kalau antum ya merujuk kitab-kitab jarah Wat takdil pasti Antum akan dapatkan itu contoh yang kita barusan tadi Sebutkan yaitu Abu Jafar Ar Isa bin mahan Abu Jafar Arzi ini diperselisihkan oleh para ulama Yahya Bin Main mengatakan fqah Ali IBN madini gurunya Imam Bukhari mengatakan fqah I sementara Imam Ahmad mengatakan apaqwi gak kuat ya dan ulama-ulama lain mengatakan sayul hif buruk hafalannya yang satu mfikohkan yang satu apa mendhaifkan sehingga terjadilah saudaraku sekalian perbedaan di dalam apa ha menilai seorang perawi Hadis nah saudaraku seiman ikhwat Islam saudaraku seiman ini disbut dengan istilah taarud perbeda terjadinya perbedaan antara jarah dan takadil bertabrakan ya antara jarah dan takdil ini pembahasan yang paling bisa dikatakan inti daripada ilmu Hadis apa ilmu jarah W takdil ini kita akan bahas pertentangan antara antara jarah dan takdil bagaimana menghadapinya kalau terjadi pertentangan antara jarah dan takdil pertentangan jarah W takdil ada dua keadaan ada dua keadaan keadaan yang pertama pertentangan dari dari satu Imam I yang berasal dari satu Imam yang kedua pertentangan yang berasal dari beberapa Imam maksud Imam di sini ulama ya yang kedua pertentangan yang berasal dari ya Beberapa ulama yang pertama tadi misal Yahya Bin Main ada beberapa pendapat tentang seorang perawi dalam satu riwayat Yahya Bin main mendhaifkan dalam riwayat yang lain Yahya Bin Main menfikohkan sehingga terjadilah pertentangan dua pendapat dari satu ulama paham tidak Pak ulama ini ada dua atau tiga pendapat dalam satu riwayat menfikohkan dalam Rat yang lain mendaifkan bagaimana menghadapinya ya tentunya dalam menghadapi keadaan seperti ini yang pertama ini caranya adalah yaitu dengan melihat sejarah tanggalan ya karena misalnya ulama ini di awal-awal mendhaifkan kemudian yang setelah dia pelajari pelajari pelajari pelajari lagi akhirnya dia mensikohkan berubah ijtihadnya paham tidak maka yang diambil pendapat yang ter terakhir ya maka yang diambil pendapatnya yang apa yang terakhir yang menunjukkan bahwa dia sudah berubah ijtihadnya atau yang kedua caranya bagaimana ya menghadapi yang pertama ini adapun yang pertama maka yang a diambil ucapannya yang paling akhir a tidak bisa Tentukan mana yang terakhir mana belakangan ya maka ambil periwayatan muridnya yang paling lama mulazamahnya Yahya Bin Main muridnya banyak Pak dan ternyata murid-muridnya berbeda-beda dalam meriwayatkan dari Yahya Bin Main maka yang diroihkan yang mana kata para ulama muridnya riwayat aduri lebih dikedepankan daripada semua murid-murid Yahya Bin Main karena imam aduri yang paling lama mulazamahnya terhadap beliau paham tidak Pak maka periwayatan muridnya yang paling n mulazamahnya itu lebih dirojihkan daripada periwayatan yang apa Hah yang kurang mulazamahnya paham tidak ya Yang kedua apa jika tidak bisa maka diambil periwayatan muridnya yang paling Hah lama mulazamahnya nah yang namanya murid-murid kan beda-beda kan Pak Ya contoh aja misalnya yang jauh-jauh muridnya Ustaz Yazid ada yang senior yang lama dia ada yang baru setahun 2 tahun ada yang cuma sekali dua kali pertemuan ada tidak seperti itu terjadi tentu muridnya yang paling lama mulazamahnya Paling paham dong dibandingkan dengan yang cuma ngajinya ke Beliau misalnya cuma sekali dua kali pertemuan atau cuma setahun 2 tahun misalnya paham tidak Pak demikian pula ulama seperti itu pak ya pakai Islam saudaraku seiman dan ini pun Pak ya yang ke b ini jika tidak bisa maka diambil periatan muridnya yang paling lama mulazamannya ini kalau sudah tidak mungkin bisa dikompromikan ya yang ini nih kalau sudah tidak mungkin bisa di apa dikompromi kan antara pendapat yang Saling bertabrakan itu kalau masih bisa dikompromikan maka pada waktu itu wajib di apa dikompromikan paham Iya kita katakan ini jika tidak mungkin di kompromis Ik maka pada waktu itu ditarjih ya di tarjih kalau ternyata setelah ditarjih juga sulit murid-muridnya Semua senior semua gimana maka kata para ulama yang paling mendekati dengan ucapan ulama-ulama yang lain yang paling mendekati dengan ucapan ulama-ulama yang yang lainnya ini akhi kalau itu terjadi ya apa namanya tentangannya yang berasal dari satu ulama kalau pertentangannya terjadi antar satu ulama sekarang Yang Kedua tentangannya berasal dari beberapa ulama Gimana nih Mas kata y main fqah IBN Mad mengatakan diif Bukhari mengatakan fqah ini mengatakan diif waduh mana ini terjadi perbeda antara mereka nah ini ada kaidahnya Pak ada kaidahnya kaidahnya ada sekitar Ya lumayan banyak ya sekitar 20 kaidah 12 kaidah enggak ak banyak I yang pertama yang harus kita lakukan kan ini kan sekarang menyikapiantangan jarah dan takdil dari beberapa ulama sebagai berikut kaidah ya itu dengan dengan melihat dengan melihat kaidah-kaidah berikut kaedah pertama m melihat metode para ulamaarah dan takil mereka dibagi ini pernah nih menjadi tiga tingkat kan yang pertama mutasyaddidin yang kedua muktadi yang ketiga mutasahil ingat enggak Nah siapa yang masih ingat siapa ulama mutasyaddid Apa yang dimaksud dengan mutasyaddid hah Ahsan Barakallah Fik itu mutasyadid adalah ulama-ulama yang mudah sekali mendhaifkan Rawi hanya hanya karena satu atau dua kesalahan ini sudah ini contohnya siapa nhah Yahya bin Said alqan Ahsan Barakallah Fik ada lagi Yahya Bin Main Ahsan Barakallah Fik siapa lagi annasai Ahsan siapa lagi Abu Hatim Arzi Ahsan Barakallah fik mutasyaddid ya yaitu ulama-ulama yang mudah difkan Rawi hanya karena satu atau dua Apa kesalahan gara-gara satu kesalahan Daf dua kesalahan Daf ini nah contohnya sudah kita sebutkan tadi yang kedua muktadil muktadil ini mereka yang tidak mudah mendhaifkan dan juga tidak mudah mensikohkan tapi mereka tengah-tengah nah ucapan ulama muktadil ini yang sering menjadi apa sandaran Pak contoh siapa ulama muktadil Imam Bukhari imam muslim Imam Ahmad bin hambal apaagi Hah Abu Daud Ahsan Barakallah Fik siap lagi Abu zurah arrazi Masyaallah Barakallah fik ya itu ulama-ulama muktadilun ucapan mereka selalu diterima baik dalam pendaifan maupun dalam apa penikohan kalau yang ini ya kalau yang mutasyadid apa yang kita lakukan Pak kalau jenis yang pertama ini ulama yang paling susah mensikohkan pak kalau dia sudah mensikohkan gigit dengan gigiram Kenapa karena dia susah banget mensikohkan orang tuh susah banget kalau mendaifkan Gampang udah ya maka mutasyadid ini pak kalau dia sudah mensikohkan kata Imam azzahabi gigit dia dengan gigi geraham ya kalau muktadil kalau mutasyaddid kalau mendhaifkan gimana hah Kalau ulama mutasyadid nih mendhaifkan sikap kita gimana terima enggak jangan terima dulu kenapa karena dia memang sangat apa mudah sekali apa mendhaifkan ya sangat mudah mendhaifkan hanya karena kesalahan satu dan dua Jangan diterima dulu sampai kita melihat pendapat ulama-ulama yang yang lain yang muktadil bagaimana iya paham tidak tapi bukan berarti juga perkataan ulama mutasyadid ini kita buang sama sekali enggak tetap itu berpengaruh sedikit nya setidaknya dia apa namanya merendahkan kualitas keesikohannya Ya mutasahil siapa di mutasahil kebalikan mutasyadid mutasahil itu mudah menfikohkan mudah sekali menfikohkan Si Fulan fqah Si Fulan fqah contohnya siapa hah alhakim anisaburi Ahsan Ibnu khuzaimah Ibnu Hibban Siapa lagi at-tirmidzi Siapa lagi lagi addar qutni pada sebagian keadaan kalau Dar qutni tidak secara mutlak ya sekali-kali aja beliau mutasahil ya ikwat Islam saudaraku seiman nah ini kaidah yang pertama ini adalah kaidah yang paling penting untuk melihat metode-metode para ulama di dalam menilai seorang apa perawi Hadis ya Nah mutasyadid muktadil apa zahil kita lihat kalau enggak ketahuan gimana nih ya di yaakub bin Sufyan al-fasawi Apakah dia termasuk muktadil atau tidak ikhtilaf sebagian mengatakan dia muktadil dan yang lainnya Iya ini kaidah yang pertama ini kaidah yang pertama Baik saya kira kita isare dulu ya Pak ya sebentar setelah itu baru kita lanjutkan lagi baik kita lanjutkan kembali Antum yang punya HP bisa dibuk apa namanya aplikasi telegram untuk Tum punya enggak aplikasi telegram aplikasi telegram Saya punya channel namanya belajar ilmu Hadis langangkar Antum bisa cari belajar ilmu Hadis Hah Ahsan Barakallah Fik di situ saya Sebutkan kaidah-kaidah jarah wa takdil ketemu enggak Antum yang punya aplikasi telegram ada channel namanya belajar ilmu Hadis hah kamu di situ saya Sebutkan kaidah-kaidah pertentangan jarah dan takdil Hah Iya jadi saya enggak usah nyatat lagi capek Pak kalau antum ada Antum juga enggak usah nyatat lagi karena sudah saya catat di situ dalam channel itu channel channel milik saya sendiri pribadi ya Siri yang nulis ketemu enggak iya ininya kayak gini nih tulisannya nih Ulumul hadis sudah ketemu semua hah engak punya HP hahak punya HD enggak ada HP enggak ada HP Iya siapa yang enggak bawa HP cuma satu orang Alhamdulillah yang lain pada baah hp semua sudah ketemu channelnya Hah kamemu Enggak Pak Arif sudah ketemu apa aplikasinya dibuka dulu diinstal dulu download Instal aplikasi telegram tadi Bang Zul Gimana cara dapatnya sudahah ada sudah dapat Gimana cara Antum dapatnya Hah Iya kalau sudah download telegram aplikasi telegram ya download aplikasi apa telegram bukan Instagram loh kalau Instagram gambar telegram telegram kemudian Antum klik itu cari belajar ilmu Hadis belajar ilmu Hadis Cuma masalahnya dari telegram enggak ada halamannya ini enggak ada halamannya ya Antum ee ada di situ kaidah-kaidah pertentangan ziarah dan takdil kemu enggak ya ketemu ketemu siapa yang belum menemu sudah ketemu semua sudah ketemu baik kaidah yang pertama melihat metode para ulama jarah Wat takdil metode mereka ada tiga macam satu mutasyaddid ekstrem dalam Zarah dan yaitu ekstrm dalam Zarah dan sangat hati-hati dalam takdil mereka mudah melemahkan perawi karena dua atau tiga kesalahan di antara ulama yang berpegang kepada metode ini adalah sybah bin alhajjaj wafat tahun 160 Hijriah Yahya Bin Said alqattan wafat tahun 198 Hijriah Yahya Bin Min wafat tahun 233 Hijriah Abu Hatim arrazi wafat pada tahun 277 Hijriah bila mereka menganggap fikah seorang perawi maka peganglah kuat-kuat tapi jika menganggap lemah maka harus dilihat apakah vonisnya tersebut sesuai dengan vonis ulama lain atau tidak jika sesuai dan perawi tersebut tidak ada yang menganggap Nya fqah maka ia lemah dan jika tidak sesuai maka vonis mereka tidak diterima begitu saja tapi juga tidak dibuang sama sekali tapi dimintai penjelasannya Mengapa dianggap lemah paham itu apa ada ada paham enggak sampai sini paham ya yang kedua muktadil itu tengah-tengah dalam Zarah dan takdil ulama yang memegang metode ini di antaranya adalah Sufyan Atri wafat tahun 161 Hijriah Abdurrahman Bin Mahdi wafat pada tahun 198 Hijriah Imam Ahmad wafat tahun 241 Hijriah Imam Bukhari wafat pada tahun 256 Hijriah abu zur’ah arrazi wafat tahun 264 Hijriah Ibnu Adi wafat tahun 365 Hijriah addaraqotni ya pendapat merekalah yang selalu dijadikan patokan dalam Zarah maupun takdil ini ini muktadil yang ketiga mutasahil itu amat longgar dalam menganggap fqah ulama yang dikenal mutasahil adalah yang pertama al-ijli wafat 261 Hijriah at-tirmidzi 276 Hijriah Ibnu Hibban al-busti 354 Hijriah adaraqutni terkadang Imam alhakim wafat 405 Hijriah albaihaqi wafat 458 Hijriah ya diantaranya juga Ibnu khuzaimah bila mereka bersendirian saat menganggap fikah perawi maka tidak diterima bila mereka bersendirian saat menganggap fqah perawi maka tidak di terima tapi jika disetujui oleh ulama metode satu atau dua maka diterima Adapun dalamjarah di antara mereka ada yang mutasahir juga seperti al-ijri dan di antara mereka ada yang ekstrem juga seperti Ibnu Hiban Ibnu Hiban ini aneh Pak dia itu menggabungkan dua metode yang Saling bertabrakan dalam masalah menfikohkan mudah menfikohkan dalam masalah menziarah Mudah juga menjarahnya i dia dalam pqohan takdil mutasahil tapi dalam jarah apa mutasyadid J ya ini Ibnu Hiban Ibnu Hibban punya kaidah yang berbeda Ibnu Hibban itu menganggap pada asalnya seorang muslim itu fqah sehingga ketika menghadapi perawi-perawi yang majhul ya Ibnu Hiban mengatakan apa Rawi majhul itu fqah makanya berapa banyak hadis-hadis yang dimasukkan dalam sahihnya sahih Ibnu Hibban sementara di dalam sanadnya ada perawi-perawi yang majhul Kenapa karena kaidah beliau diimana kaidah beliau menganggap bahwa perawi majhul itu dikembalikan kepada asalnya seorang muslim itu fqah bisa dipercaya sedangkan jumhur ulama mengatakan perawi majhul itu ya tidak bisa dihukumi Apakah dia itu seorang yang fqah atau dif tapi mutawaqof alaih tawakuf ya sampai jelas Siapa orang ini Iya kaidah yang kedua ada di telegram Antum punya enggak enggak punya HP hp-nya kenapa enggak ada kuotakanya bisa lihat ke tamannya ya Pak lihat ke tamannya Iya HP Antum yang enggak punya kuota ya Atau bisa teman lihat ke temannya kaidah kedua searah belum diterima jika dikhawatirkan sebabnya adalah akibat perbedaan akidah atau adanya persaingan jarah ya jarah celaan belum diterima jika dikhawatirkan sebabnya adalah akibat perbedaan akidah atau adanya persaingan alhafiz Ibnu Hajar rahimahullah berkata di antara yang harus disikapi dengan kehati-hatian untuk diterima jarahnya adalah bila sebabnya adalah permusuhan akibat perbedaan akidah seperti abu Ishaq aljauajani yang menjarah penduduk kufah yang masyhur dengan Syiah dan Al zaujani ini ekstrem dalam akidah khawarij zaujajani ini seorang khawarij Pak Antum sendiri tahu antara khawarij dengan Syiah itu ya mereka Pasti sangat bermusuhan karena akidahnya saling ber bertentangan satu sama lainnya ya sampai-sampai Ia melemahkan para ulama kufah seperti al’masy Abu nuaim ubaidullah Bin Musa dan para ulama besar yang lainnya Padahal mereka perawi-perawi fqoh hanya karena oleh aljauzaajani dianggap apa Karena kan ani ini keyakinannya khwarij pemikirannya apa kharij maka yang tidak sesuai dengan keyakinan dia pasti akan dijarah Pak pasti akan apa di jarah maka jarah dia tidak diterima jika ada ulama yang memfikohkan perawi kufah contoh lainnya adalah Ibnu khiras seorang Syiah yang ekstrem tidak boleh langsung diterima zarahnya terhadap penduduk Syam karena adanya permusuhan antara ia dengan mereka dalam akidah dan yang sama dengannya adalah jarah akibat adanya persaingan dalam kedudukan karena yang seperti ini sering kali terjadi maka jangan tergesa-gesa untuk menerima ziarah mereka terlebih dahulu Iya kaedah ketiga jarah tidak diterima pada perawi yang telah masyhur keimaman dan keadilannya jarah tidak diterima terhadap perawi yang telah masyhur keimaman dan keadilannya oleh karena itu jarah Ibnu Abi diib terhadap Imam Malik tidak dapat diterima jarah Imam nasai terhadap Ahmad bin shh almisri tidak diterima demikian pula jarah Yahya Bin Main terhadap Imam assyafi’i Yahya Bin main itu mendaifkan Imam Syafi’i Pak sementara Imam Syafi’i masyhur akan keimamannya keesikohannya Jabal Imam adzahabi berkata mengenai jarah Yahya Bin Main terhadap Imam assyafi’i Ibnu main telah menyakiti dirinya sendiri Oleh karena itu manusia tidak menerima jarahnya terhadap Imam asyafi’i juga terhadap perawi-perawi lain yang fikah dan pernyataan Ibnu main tentang beberapa perawi lain sebagai perawi yang fikah juga tidak diterima Padahal kita selalu menerima perkataan beliau dalam Zarah dan takdil dan lebih mendahulukan beliau dari banyak ulama yang Hafiz selama tidak menyelisihi jumhur apabila beliau bersendirian dalam mensikohkan perawi yang didhaifkan oleh jumhur atau mendaifkan perawi yang diikohkan oleh jumhur maka yang diambil adalah pendapat jumhur ini khusus untuk Yahya Bin Main Yahya Bin m ini temannya Imam Ahmad Pak teman seumuran ya ke nuntut ilmu biasanya Berdua Ada nih Bin main sama Imam Ahmad tu berdua ke mana-mana Imam Ahmad muktadil yah Bin Main mutasyad Ya kebalikan dari kaidah ini adalah apabila seorang Imam menikohkan seorang perawi yang telah disepakati kedhaifannya maka tidak dapat diterima contohnya para ulama yang tidak menerima Imam Syafi’i yang menganggap fqah Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya al-aslami yang telah disepakati kedhaifannyaya Muhammad bin Abi Yahya ini difikohkan oleh Imam Syafi’i tapi tidak diterima oleh para ulama semua ulama mendaifkannya Imam Syafi’i sendirian mengatakan fqah pikohan Imam Syafi’i tidak diterima paham tidak Pak halnya tadi ya Yahya Bin Main mendaifkan Imam Syafi’i sementara semua ulama sepakat W Imam Syafi’i itu tiqah maka pendaifan Imam Yahya Bin Main engak diterima yang satu masyhur dengan kesikohannya yang syat yang satu lagi masyhur dengan apa kedaifannya paham tidak Pak kaidah keempat jarah yang tidak sah sanadnya kepada imam yang menjarah tidak diterima jarah yang tidak sah sanadnya kepada imam yang menjarah tidak diterima contohnya perkataan Ibnu Hajar Ibnu jauzi menukil dari jalan alqudaimi dari Ibnul madini dari Yahya alq bahwa ia berkata aku tidak mau meriwayatkan darinya namun penukilan ini tertolak karena ia berasal dari al-qudaaimi Yang dif ya ternyata perawinya bernama al-quudaimi al-quudaimi ini seorang yang dif sehingga periwayatannya yang menyebutkan bahwa Yahya Bin alqapan mendhaifkannya tidak diterima demikian pula pemfikohan teradap perawit tidak diterima jika sanadnya dif kepada imam yang memfikohkan tersebut Contoh adalah Ali bin Abdul Aziz albaghawi meriwayatkan dari Sulaiman bin Ahmad ia berkata aku mendengar Abdurrahman Bin Mahdi berkata aku tidak pernah melihat perawi Syam yang jauh yang lebih fqah dari faraj bin fadalah ya apa kata Ibnu Hajar Ibnu Hajar berkomentar Janganlah tertipu Oleh hikayat tentang peniikohan Ibnu Mahdi terhadapnya karena ia berasal dari riwayat Sulaiman bin Ahmad alwiti karena ia adalah perahu yang kadab apa itu kadab Mas itu kabar dusta iya sehingga tidak diterima periwayatannya kaidah yang kelima jarah yang berasal dari orang yang majruh Zarah yang berasal dari orang yang majruh tidak diterima kecuali jika ia seorang imam yang memiliki perhatian dalam ilmu ini dan perawi yang dijarah juga tidak ada yang menganggapnya fqah contohnya perkataan Abu fathah alazdi tentang Ahmad bin syabib Al hababi apa kata aljdi mungkarul hadis Ibnu Hajar berkata tidak ada seorang pun ulama yang menerima perkataan al-azdi tersebut al-azdi sendiri tidak diridai oleh mereka Kara lemah iya di tempat lain Ibnu Hajar berkata perkataan alazdi tidak diterima karena ia sendiri lemah Bagaimana akan dijadikan sandaran untuk melemahkan perawi yang fqah ada perawi yang fqah dianggap lemah sama perau yang lemah kan lucu ini namanya kayak kambing mau menanduk apa gunung ya namun Ibnu Hajar menerima perkataan al-azdi jika perahu yang dijarah olehnya tidak ada ulama yang menganggapnya fikah seperti Ibrahim bin Ismail bin Abdul Malik bin Abi mahdzurah artinya tidak ada pendapat ulama yang ada pendapat alazdi saja diterima saat itu kaedah keenam jarah tidak diterima jika dugaan kuat sumbernya adalah lemah jarah tidak diterima jika dugaan kuat sumbernya adalah apa lemah contohnya Abdurrahman Bin suihh almuafiri ya siqah dengan kesepakatan ahli hadis tapi Ibnu Saad berbeda sendiri dan mengatakan bahwa ia adalah mungkarul hadis Ibnu Hajar berkata tidak ada seorang ulama pun yang menerima perkataan Ibnu Saad karena kebanyakan sumbernya berasal dari al-waqidi yang tidak dapat dijadikan sandaran kalau wakidi ini p matruk stusnya ya bukan mukidi loh pak ya alwaqidi di kalau di netizen kan terkenal mukidi mukidi dalam ilmu Hadis itu alwaqidi alwaqidi ini seorang ahli sejarah terkenal Pak Iya tapi dalam RI dalam periwayatan ilmu Hadis Dia sangat lemah sekali sampai para ulama matruk tapi dia seorang hujah dalam ilmu sirah dalam apa sirah Namun bukan berarti perkataan Ibnu Saad ditolak secara mutlak karena beliau termasuk ulama yang diterima jarah dan takdilnya akan tetapi jika Ibnu Saad membicarakan perawi yang berasal dari Irak harus ekstra hati-hati karena ia mengikuti Man Haj gurunya itu alwaqidi yang membenci penduduk irq Iya kaidah ketujuh jarah yang berasal dari ulama belakangan jangan langsung diambil bila bertentangan dengan tauik pfikohan ulama terdahulu sampai menjadi jelas Sebabnya kenapa contohnya abban bin shh al-qurisyi Maula mereka dia dianggap fikah oleh Ibnu main alijli yaquub Bin sybah Abu zurah Abu Hatim bahkan annasai mengatakan Laisa bihi baas namun Ibnu Abdil bar Ibnu Abdul bar ini ulama mutaakhir abad keelim Hijriah Iya mengatakan dif Ibnu hazam menyebutkan bahwa ia tidak masyhur apa kata Ibnu Hajar ini adalah kelalaian dari keduanya tidak ada satuun ulama terdahulu yang menganggapnya dif Iya kaidah ke-elan jarah terkadang disebabkan oleh kesalahan naskah buku contoh Bisar bin Syuaib bin Abi Hamzah al-himsi Imam Adabi mengatakan I siqah Ibnu Hibban salah karena memasukkannya dalam perawi-perawi yang dif Apa alasan Ibnu Hibban mendhaifkan alasan Ibnu Hibban mendhaifkannya adalah perkataan Imam Bukhari taroknahu kami meninggalkannya padahal Imam Bukhari di kitab tarikhnya berkata begini kami meninggalkannya masih hidup tahun 2012 paham tidak Pak jadi Ibnu Hibban hanya mengambil perkataan Imam Bukhari kami meninggalkannya ya kalau cuma sampai sini maknanya apa Pak berarti matruk raawinya lemah tapi ketika dirujuk ke buku aslinya ternyata Imam bukhar berkata kami meninggalkannya masih hidup pada tahun 2002 I sehingga Ibnu Hiban dalam hal ini tidak diterima karena beliau salah paham salah dalam memahami perkataan Imam Bukhari kaedah keesembilan perawi yang dikenal tidak pernah meriwayatkan kecuali dari perawi yang fqah perawi yang dikenal tidak pernah meriwayatkan kecuali dari perawi yang apa fqah karena ada perawi-perawi yang dia itu punya apa namanya nya prinsip Pokoknya saya enggak mau meriwayatkan kecuali dari yang fikah saja bila ia meriwayatkan dari seseorang maka orang tersebut dianggap fikoh menurutnya contohnya Siapa Imam Malik Imam Malik ini beliau punya prinsip Saya tidak mau meriwayatkan kecuali dari perwi yang apa fqah maka setiap perawi yang ia riwayatkan Maka menurut Imam Malik pasti fqah biasanya Iya menurut Imam Malik tapi belum tentu menurut ulama yang yang lainnya sybah demikian IBN hajajah bin alhajaj ya Beliau juga metodenya begitu beliau tidak mau meriwayatkan kecuali per yang apa yang fqah Yahya Bin saidq Ibnu Mahdi dan yang lainnya namun ini maksudnya adal yang sering mereka lakukan artinya kebanyakannya seringnya begitu walaupun Terkadang mereka mereka pernah juga meriwatkan dari perawi yang lemah contoh sybah meriwatkan dari Jabir aljfi Ibrahim alhijri Muhammad bin Ubaidillah dan para lemah lainnya demikian pula Imam Malik pernah meriwayatkan dari Abdul Karim bin AB Abil mukharid yang lemah iya kaedah ke-10 perawi-perawi yang dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab sahihnya ada dua macam perawi-perawi yang dikeluarkan Imam Bukhari dan Muslim dalam kitab sahihnya ada dua macam yang pertama yang dijadikan hujah dalam pokok kitab Antum kalau baca kitab sahih Bukhari Pak Imam Bukhari itu kebiasaannya suka membawakan bab begini dan begitu terkadang membawakan ayat al-qur’an membawakan perkataan Ula ulama Antum yang suka ikut sahih Bukhari habis subuh itu Insyaallah akan paham itu setelah itu baru Imam Bukhari membawakan hadis yang pertama di dalam Bab itu hadasanaulan An Fulan an Fulan nah hadis yang pertama beliau sebutkan dengan sanadnya itu Itulah yang dijadikan hujah patokan oleh Imam Bukhari iya ini yang pertama nih yang kedua yang hanya dijadi dipakai sebagai mutabaah dan apa syawahid mutabah dan apa penguat saja adapun yang pertama ada dua keadaan juga satu tidak ada yang menjarahnya seorang pun tidak ada ulama yang menjarahnya maka I siqoh walaupun tidak ada yang mengatakan kesiikohannya Kenapa karena Imam Bukhari dan muslim sudah mensyaratkan harus sahih hadisnya yang kedua dijarah oleh Sebagian ulama maka ini ada dua keadaan pertama yang menjarahnya berlebihan sementara jumhur menganggapnya fikah maka hadisnya kuat bisa diterima adapun yang kedua yaitu yang dipakai sebagai mutabaah dan syawahid maka mereka bertingkat-tingkat derajat kebit ya namun mereka semua disifati jujur maka jika ada yang menjarahnya tidak diterima kecuali bila dijelaskan sebab jarahnya apa iya ada kaidah Pak kalau jarah bertabrakan dengan takdil gimana Iya kalau jarahnya jarah mufasar tahu enggak jarah mufasar Pak Zarah mufasar itu Zarah yang dijelaskan Sebabnya kenapa Zarah Apa mufasar contoh misalnya kalau si A mengatakan Si Fulan dif karena dia suka mencuri hadis kata-kata mencuri hadis ini tafsir dari zarahnya Kenapa dia menjarah dif paham tidak nah jarah mufasar kalau bertabrakan dengan takdil yang sifatnya mubham sebatas misalnya Si Fulan fqah yang satu menjarah yang satu apa mentakdil tapi jarahnya mufasar kata para ulama maka jarah mufasar lebih didahulukan daripada takdil saya berikan contoh yang sayaukkan tadi ya Abu Jafar arrazi dianggap fqah oleh siapa Yahya Bin Main Ali Ibnu madini Abu Hatim arrazi padahal nih ulama-ulama mutasyadidin semua nih ya Yahya Bin maain mutasyadid tidak mutasyaddid Abu hatim arrazi mutasyaddid ya Ali Ibnu madini muktadil beliau gurunya Imam Bukhari tiga ulama ini mensikohkan Abu Jafar arrazi Pak I tapi Imam Ahmad mengatakan apa Laisa bilqawi enggak kuat hadisnya ya ulama lagi berkata apa sayiul hifad Buruk hafalannya nah ini namanya tafsir penjelasan Kenapa dia apa Hah kenapa dia dilemahkan ulama-ulama yang melemahkan Abu Jafar arrazi menyebutkan tafsirnya penjelasan sebab kedhaifannya kenapa maka yang seperti ini lebih didahulukan pak daripada ulama-ulama yang mentikohkannya paham paham tidak ya walaupun tentunya Pak tidak setiap orang yang menjarah secara mufasar diterima kalau ternyata tafsirnya tidak diterima contoh misalnya Abu Daud berkata tentang anak ditanya tentang anaknya sendiri siapa Abu Bakar Bin Abu Daud Abu Daud punya anak namanya Abu Bakar ditanya Abu Daud tentang anaknya Kata anak kata Abu Daud apa Ibni Daf anakku lemah para ulama mencari Kenapa bapaknya mendaifkan anaknya padahal ini anaknya loh Abu Bakar dan Abu Bakar ini Imam disikohkan oleh banyak ulama ya Tapi kok bapaknya mendhaifkan rupanya gara-garanya ya Abu Bakar masuk ke pintu penguasa bahkan Abu Bakar ya ditunjuk sebagai seorang menteri suka bapaknya anaknya di ya ngurus kekuasaan akhirnya Abu Daud apa daif anakku itu ketahuan Oh rupanya itu sebab Abu da Abu Daud mendaifkan anaknya ditolak alasannya ini ka kata mereka apa ini sebab yang tidak bisa diterima karena masalah seorang seorang ya Imam dia dekat dengan penguasa itu bukan salah satu sebab seorang perawi di jarah para ulama menolak jarahnya siapa Abu Daud terhadap anaknya Iya kenapa karena ini bukan sebab yang bisa diterima para ulama memfikohkan Abu Bakar ikhwat Islam saudaraku seiman baik kaidah ke-11 hendaknya diperintah diperhatikan istilah-istilah para ulama dalam lafaz jarah dan takdil contohnya Yahya Bin Main bila berkata la basa bihi la basa bihi maksudnya adalah fqoh yah Bin main punya istilah sendiri dia yah Bin Main kalau di Beliau berkata laba sabiih yang umum Pak kata-kata laba sabiih itu biasanya digunakan untuk perawi yang apa yang Hasan hadisnya tapi Yahya Bin Main menggunakan kata laba sabihi ternyata untuk perawi yang apa yang siiqah bila berkata Laisa bisyaai artinya hadisnya sangat sedikit padahal pak ulama lain menggunakan kata-kata Laisa bisyaaiin dengan Nakirah biasanya itu untuk dif yang sangat i biasanya yang umum sih begitu untuk Yahya Bin Main beliau terkadang menggunakan kata Laisa bisai artinya hadisnya sedikit bukan menunjukkan bahwa perawiya lemah maka hati-hati ya ketika kita lihat istilah seorang Alim demikian pula istilah para ulama dalam kitab-kitab mereka seperti Imam azzahabi dalam kitab mizanul i’tidal bila beliau menulis di depan nama perawinya Shah sah maka itu isyarat bahwa perawi itu dianggap fqah I itu dalam kitab mizanul Idal beda yang ke-12 taauik atau pensikohan dan tadif pendaifan dari para ulama yang muqayyad terikat tidak bisa dihukumi secara mutlak pada seorang perawi maka akan tetapi sesuai dengan keadaannya ini memiliki beberapa bentuk di antaranya a penikohan terhadap perawi pada periwayatannya di suatu Negeri Tanpa Negeri lainnya contoh tadi sudah kita sebutkan ya Mamar bin Rasyid alazdi riwayatannya di kota Basrah banyak terjadi keguncangan karena saat itu bukunya tidak bersamanya sedangkan periwayatannya di di Yaman jayid B pensikohan terhadap perawi pada periwayatannya dari suatu daerah tanpa daerah lainnya sebabnya karena saat mendengar dari suatu daerah ia menghafalnya sedangkan dari daerah lain kurang hafal contoh tadi Ismail bin ayyasy al-himsi apabila meriwayatkan dari penduduk Syam maka hadisnya jayid tapi jika meriwayatkan dari daerah lainnya maka hadisnya mutarib guncang tolak pensikohan teradap perawi yang apabila berasal dari periwetan daerah tertentu contoh misalnya Muhammad bin Bin Abdurrahman Bin Abi did periwayatan pendudukan periwayatan penduduk Hijaz darinya adalah sahih sedangkan periwayatan penduduk Iraq darinya terdapat kesalahan yang besar contoh lainnya adalah zuhhaair bin Muhammad alkurasani periwayatan penduduk Irak darinya diterima Adapun periwayatan penduduk Syam darinya mungkar d pend terhadap perawi apabila periwayatan dari sebagian syikhnya perawi ini sebetulnya fqah tapi periwayatannya dari Syekh tertentu lemah contoh jarir bin Hazim albasri adalah fqah kecuali periwayatannya dari qatadah dianggap lemah Jafar bin barqan aljazari Imam Ahmad bertanya berkata tentangnya diterima hadisnya selama bukan dari selain Zuhri Adapun Jika ia meriwayatkan dari Zuhri maka tidak diterima dia lemah kalau meriwayatkan dari azzuhri saja OK pendifan terhadap perawi apabila ia melakukan pengumpulan sanad dari beberapa syikhnya Adapun jika meriwayatkannya secara individu maka diterima contoh hammad bin Salamah adalah perawi yang fqah Namun apabila melakukan pengumpulan sanad tidak diterima seperti I mengatakan haddasana qotadah tabit dan Abdul Aziz bin suaib l menjadikannya satu padahal terdapat perbedaan dalam periwayatan mereka iya F penkohan terhadap perawi pada suatu keadaan tertentu perawi tersebut sebenarnya fqah namun kemudian hafalannya berubah walaupun perubahannya berbeda-beda ada yang perubahan hafalannya amat drastis dan ada juga yang ringan perubahan hafalan mereka akibat salah satu sebab satu sebabnya menjadi buta di akhir hayatnya Ya sementara ia tidak terlalu hafal hadisnya lalu ia meriwayatkan dengan hafalannya sehingga terjadi banyak kesalahannya contoh Imam Abdur roazq bin hammam assan’ani demikian pula Muhammad bin Maimun assukari dua menjadi buruk hafalannya karena memangku jabatan setelah jadi jabatan q ya jadi lemah contohnya siapa syariq bin Abdullah annakhai qadi kufah hafalannya menjadi buruk setelah menjadi qadi Pak demikian pula hafaz bin qiyas an-nakhaai sama namun di antara perawi ada yang kebalikannya di akhir umurnya malah lebih fikah lagi contoh hammam bin Yahya Bin Dinar Maula alazdi di awal-awal hampir tidak pernah melihat bukunya saat meriwayatkan hadis kemudian di akhir-akhir umurnya ia selalu merujuk ke kitabnya ia berkata kepada Affan bin muslim Hai Affan ternyata aku banyak berbuat kesalahan aku memohon ampun kepada Allah G kendaifan terhadap perawi bila meriwayatkan dari hafalannya tapi jika ia meriwayatkan dari kitabnya diterima periwayatannya itu ya kalau dia meriwayatkan dari hafalan ditolak Pak Tapi kalau dia meriwayatkan dari kitab apa diterima contohnya Yunus bin Yazid Abu zurah berkata tentangnya ia pemilik buku jika meriwayatkan dari hafalan maka tidak ada apa-apanya contoh lain suwaid bin Said alhadasani Abu zurah berkata Adapun kitab-kitabnya sahih semuanya aku telah memeriksanya dan menulis darinya tapi jika ia meriwayatkan dari hafalannya maka tidak diterima lihat Iya jadi Pak mereka mereka ini disebut dengan dif terikat sudah kita sebutkan tadi Pak ya difnya terikat ya kaidah ke-13 tis terhadap perawi yang dilakukan oleh ulama-ulama terakhir adalah sesuai dengan pengetahuan mereka terhadap perkataan para ulama terdahulu jadi ulama terakhir Contohnya apa Ibnu Hajar ya imam azzahabi dan yang lainnya avonis mereka ini terhadap seorang perawi Pak sesuai dengan pengetahuan mereka terhadap Pak perkataan-perkataan ulama-ulama ter terdahulu contoh Abdullah bin Abi Sulaiman Maula al-umawi Ibnu Hajar mengatakan dalam takqribut tahzib ya saduq karena beliau Bersandar kepada perkataan Abu Hatim syyaikh dan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam kitab assiqat namun terluput dari beliau riwayat Utsman ad-darimi dari Yahya Bin Main bahwa ia siqah jika Ibnu Hajar menemukan riwayat ini tentu beliau akan mensikohkannya bukan hanya sebatas mengatakan apa Sadu kaedah ke-14 pemakaian kata fqah yang digunakan oleh ulama terdahulu lebih luas maknanya dibandingkan ulama terakhir kata fqah menurut ulama terakhir lebih sempit maknanya dan lebih menentukan sedangkan ulama terdahulu terkadang menggunakan kata fqah untuk saduk juga dan terkadang menggabungkannya Dengan mengatakan fiqatun saduk soduk hal ini dikarenakan pembagian hadis menurut ulama terdahulu hanya terbagi menjadi sahih dan dif saja dan hadis Hasan masuk dalam kategori hadis sahih sedangkan ulama belakangan membagi menjadi sahih Hasan dan dif ya Antum masih ingat enggak siapa ulama yang pertama kali membagi hadis sahih Hasan dif ada yang ingat at-tirmidzi Masyaallah Barakallah Iya kaidah ke-15 para perawi itu spesialisasinya berbeda-beda terkadang spesialis dalam ilmu tapi dalam ilmu lain kurang contoh asim bin Abi najud ya dalam ilmu qiraat sangat fqah tapi dalam ilmu Hadis ya Sadu Hasan hadisnya contoh lain Muhammad bin Ishaq bin yasar Ibnu Hajar berkata Ya Imam dalam magazzi sejarah soduk dalam hadis sudah begitu dia mudalis iya ya Nah ini 15 Faidah i jadi enggak perlu saya catat tibor kan Pak Kalau saya catat tadi enggak bakalan selesai Alhamdulillah k kirnya cukup dulu Pak sampai di sini barangkali ada yang mau nanya dan sebetulnya Pak ilmu jarah W takdil ini ya adalah ilmu yang bukan sebatas teori tapi butuh praktik dan Antum penting memiliki dua kitab Kalau antum termasuk orang yang serius ya sebagai pemula Antum milikilah dulu kitab tahzibut tahzib dan takqribut tahzib ya buat pemula penting untuk memiliki dua buku ini yang pertama Buku apa ahzibut tahzib yang kedua akribut tahzib Apa bedanya ini dua buku ini ditulis oleh satu ulama dua buku ini ditulis oleh alhafiz Ibnu Hajar alasq Alani rahimahullah tahzibut tahzib I adalah kitab yang mengumpulkan perawi-perawi kutubut tis’ah sembilan kitab katan eh enam kutubus sittahit Bukhari Muslim Abu Daud Tirmidzi nasai dan Ibnu Majah setiap perawi yang dikeluarkan oleh kutubusittah ini disebutkan biografinya di situ dan disebutkan perkataan-perkataan para ulama tentang perawi tersebut ya tahbut tahzib beliau mengambil dari kitab tahzibul Kamal tahzibul Kamal ditulis oleh almaqdisi kemudian ditahzib lagi oleh Imam Ibnu Hajar menjadi tahzibut tahb dan berikan tambahan-tambahan yang tidak ada dalam kitab tahzibul Kamal Iya nah kemudian Pak tahzibu tahzib ini kan panjang kali ada 15 jilid Pak kok ketawa tahzibut tahzib itu 15 jilid Nah Imam Ibnu hajar menulis lagi buku namanya takribut tahzib takribut tahzib itu adalah kesimpulan setiap perawi yang ada dalam kitab tahzibut tahzib misal Abu Jafar arrazi Isa bin mahan ya dia akan sebutkan shod sayiul hif kata-kata Sod sayul fad itu kesimpulan beliau setelah beliau menyebutkan perkataan-perkataan para ulama yang banyak dalam kitab tahzibut tahzib Kalau antum pengin tahu perinciannya Kenapa Beliau mengatakan saduq sayul hifad saduq lahu Aham itu rujuklah ke kitabnya tahzibut tahzib dengan cara seperti itu Antum akan punya malakah kemampuan Kenapa sih Ibnu Hajar menghukumi perawi ini fqah I Nah Bu rujuk kitab tahzibut tahb di situ disebutkan oleh Ibnu Hajar perkataan-perkataan para ulama semuanya tentang perawi tersebut ya Kenapa Ibnu Hajar mengatakan perawi ini Lemah soduk atau yang lainnya nah caranya dengan kita membaca dalam kitabut tahzib tahzib itu Pak dan jangan juga kalau antum sudah mulai di situ membanding-bandingkan Oh begini Jangan Lupakan juga perkat buku kitab Imam azzahabi yang berjudul alkasyif karena terkadang terjadi perbedaan dalam menghukumi seorang perawi antara Imam azzahabi dengan apa ya Ibnu Hajar al-asqalani rahimahullah ya Nah itu manfaat banget ketika kita banding-bandingkan menurut Ibnu Hajar fqah Imam azahabi fqah Biasanya kalau duadanya mengatakan fqah Insyaallah fqah itu I kalau Ibnu Hajar dengan Imam adzahabi sepakat jarang sekali salahnya tapi kalau antara Imam azzahabi dengan Ibnu Hajar terjadi perbedaan Imam azahabi mengatakan dif yang ini mengatakan soduk kita Aji ulang ya apa alasannya kenapa apa hujahnya Nah seperti ini Pak sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan kita dalam ilmu jarah w w takdil makanya orang yang selalu bergumul dengan hadis mau tidak mau dia akan bergumul dengan perawi Hadis dia akan bergumul dengan perawi Hadis dia akan sangat sering sekali membuka dua buku itu tbut tahzib akribut tahzib demikian pula kitabnya Imam adzahabi alkasyif ya ini Ca masalahnya kitabnya gede banget pak 15 cilid takribut tahzib kalau Imam azahabi itu dalam kitab siar alamin nubala 35 jilid 35 jilid ya Beliau juga punya Kitab tarikhul Islam tikul Islam lebih tebal lagi dari siar Alamin nubala Ya meang Imam adahabi luar biasa dua-dua ulama ini Pak Termasuk ulama akhirin yang tentunya aahabi lebih lebih duluan daripada Ibnu Ibnu Hajar Ibnu Hajar Ibnu Hajar tahun 900-an kalau azzahabi tahun 700-an Imam azzahabi itu muridnya Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah t Ustaz sampaikan jika ulama hadis yang mutasyaddidin telah mensikohkan hadis maka pegang erat-erat Apakah kaidah ini secara mutlak dan mereka tidak mungkin salah dalam menilai suatu perawi keseringannya begitu walaupun terkadang sekali-kali tidak diterima ucapan mereka kalau ternyata ada yang menjarahnya secara mufasar dan Tafsir jarahnya diterima ya Apa yang menyebabkan seorang perawi didhaifkan secara terikat banyak faktor Pak karena sudah kita sebutkan contohnya tadi Mamar bin Rasyid alajdi kenapa kalau meriwayatkan di hadis di Basrah kok ditolak sama ulama rupanya makmar bin Rasyid alazdi itu enggak bawa buku pas ke basrh Pak lalu ia meriwayatkan hadis-hadis dari kitabnya sementara dia kurang hafal kitabnya itu akhirnya terjadi banyak kesalahan tapi ketika ia meriwayatkan diaman dia bawa kitab sehingga dia kuat hafalannya dan periwayatannya apa apa maksudnya periwayatan-periwayatannya diterima saat itu ya demikian pula Seti Ibnu lahiah iya dia menjadi dif setelah kebakaran kitab-kitabnya kitab-kitabnya semua terbakar kitab-kitab hadisnya sementara dia belum menguasai dan belum menghafal hadis-hadisnya akhirnya bingung dia dia meriwayatkan dari hafalannya sah bersalahan ditolak oleh ulama t syariq alqadi setelah jadi qadi sibuk dengan urusan manusia sebagai qadi ya akhirnya apa lupa untuk murajaah hadis saking sibuknya dengan apa ya memutuskan perkara-perkara manusia akhirnya setelah jadi qadi jadi dif dia di antara sebab-sebabnya ya Apa maksudnya hadisnya sahih tapi sanadnya dif karena kan Pak sudah kita sebutkan yang namanya hadis sahih itu kalau memenuhi lima syarat bersambung sanadnya perawinya adil Hah I hadisnya sahih tapi sanadnya dif gimana ini biasanya masuk dalam kategori Shahih lighhairihi bukan sahih apa lizatihi dia sahih karena banyaknya ja jalan sanadnya yang ini yang ini sih dif tapi setelah dikumpulkumpulkumpulkan kan ternyata kok sanadnya banyak dan ternyata yang ini Hasan yang ini Ini sahih yang ini wah kita katakan apa hadis ini apa sahih walaupun sanadnya yang ini daif misal di yang Ono ya bisa diterima atau misalnya ada lima sanad ya sanadnya tidak lepas dari kelemahan semuanya tapi lemahnya ringan semuanya Pak lima sanad itu maka ini saling menguatkan satu sama lainnya bisa naik kepada sahih lighhairihi menurut pendapat Syekh Albani rahimahullah demikian wabillahi Taufik Subhanallah wabihamdik Ashadu alla ilaha illa Anta astagik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] ah terima kas Anda bers kajan Isam yang akan ditayangkan pada jam-jam berikut ini [Musik] Rodja TV saluran tilawah al-qur’an dan kajian Islam

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *