[Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah Hamdan [Musik] ktiribanahaillallah wu dan abduhuasul ba’du ikhwatil Islam azakumullah para pemerhati raja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini seperti biasa kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang dihadikan secara langsung dari pembahasan rutin yaitu pembahasan remaja diambil dari buku Ada apa dengan remaja disusun Al Ustaz e Abu Ihsan almaidani hafidahullah disampaikan langsung oleh Beliau pada kesempatan pagi hari ini pembahasan bab baru yaitu menciptakan e lingkungan positif bagi remaja di buku tersebut pada kesempatan ini Insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz dan seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi Sisi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya silakan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastain’uhu waastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina wa sayiati Amalina May yahdihillah Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyalah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah RAB semesta alam selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan siapa saja yang mengikuti sunah beliau sampai hari kemudian aja kaum muslimin dan muslimat rahimani warahimakumullah pada kesempatan Pagi ini kita kembali melanjutkan pembahasan yang kita angkat dari buku Ada apa dengan e remaja kita sampai pada poin yaitu menciptakan lingkungan positif bagi remaja orang tua punya kewajiban atau salah satu tugasnya adalah mencarikan lingkungan yang baik atau memilih lingkungan yang baik dan mengarahkan anak-anak mereka kepada lingkungan yang baik ini ya Dan ini sangat ee menentukan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah Menjelaskan pengaruh lingkungan almaru Al Dini khilih walur ahadukumukalil seorang berada di atas agama ataupun kebiasaan temannya atau orang dekatnya atau ee sahabat karibnya maka hendaklah setiap orang memperhatikan dengan siapa dia bersahabat karib bergaul berteman ya dan manusia sangat terpengaruh dengan lingkungan yang ada di sekitarnya ya maka dari itu menciptakan lingkungan yang baik ataupun ee pergaulan yang baik untuk anak-anak adalah kewajiban orang tua karena dalam hal ini anak mungkin tidak tahu ya Karena ee ya pengalaman mereka yang masih minim dan juga usia mereka yang masih muda mereka cenderungnya ya Dekat berteman dengan siapa saja ya maka Orang tua harus menuntun mengarahkan bahwa seorang muslim ya tentunya tidak e bersahabat karib dengan sembarang orang ya nabi mengatakan La tusahib illa mukminan jangan kamu bersahib atau bersahabat karib dekat ya ya ini makna dari ee e kita katakan suhbah yaitu eh Sahabat karib ya sahabat dekat beda dengan k kenalan ya kenalan mungkin kita kenal Banyak orang tapi bersahabat karib ya itu tentunya kita tidak bersahabat karib dengan semua orang yang kita kenal nah anak-anak tentunya enggak tahu ya dengan segala keluguannya dia enggak tahu mana lingkungan yang berbahaya untuknya mana lingkungan yang baik untuknya mana yang lingkungan yang negatif mana lingkungan yang positif maka dari itu e orang tua berkewajiban untuk mencarikan ataupun memilih untuk anak-anak mereka lingkungan pergaulan yang positif kita katakan positif di sini bukan sekedar saleh ya Ada di sana lingkungan yang Saleh tapi anak-anak enggak dapat apa-apa itu sudah cukup sebenarnya tapi kita Ingin Lebih dari itu lingkungan yang positif yaitu yang Saleh yang baik dan juga ada nilai positif bagi anak yaitu bisa mungkin meningkatkan kemampuannya ya ataupun dia mendapatkan keuntungan advantage dari lingkungan itu enggak semua Ling ee lingkungan seperti itu ya Ada lingkungan yang baik tapi anak-anak enggak dapat apa-apa ya Ya sekedar dia punya ee teman-teman yang baik agamanya ya tapi kita Ingin Lebih dari itu yaitu lingkungan yang baik yang positif Ya maksudnya yaitu yang selain Saleh ada ee keuntungan yang bisa dia raih di situ ya Ee ket ee lingkungan yang menguntungkan ya itu yang positif di sini ya maka ya tentunya ini ee perlu peran orang tua juga ya Orang tua harus ikut e campur tangan atau ikut ikut serta di dalam hal ini ya karena kalau kita serahkan kepada anak ya anak bisa saja setelah bergaul ya dia dekat dengan orang-orang yang justru membahayakan dirinya ya Nah maka Orang tua harus ee berperan di sini ada ee perkataan ataupun kata-kata yang ya Ee salah ya keliru ya sebagian orang tua mengatakan ya biarkan dia bergaul dengan siapa yang dikehendakinya ya Biarkan anak memilih pergaulannya Biarkan anak memilih lingkungannya Nah ini salah anak itu enggak ngerti apa-apa ya dan karena kepolosannya keluguannya ya dia masih hijau belum banyak makan asam garam enggak tahu engak mungkin belum mengenal banyak karakter manusia e dia mungkin dekat dengan sesuatu yang dia merasa nyaman aja tapi baik atau tidak dia enggak pikir ke itu positif atau negatif e dia tidak akan memikirkan hal itu ya Nah demikian ya karena salah pergaulan ini sangat berbahaya ya salah pergaulan itu sangat berbahaya Nah maka Allah menceritakan orang-orang yang menyesali dirinya karena salah memilih pergaulan ya Nah Allah mengatakan dalam surah al-furqan itu ya tentang orang yang menyesal yaanilai kiranya dulu aku dan ingatlah ketika hari di mana orang zalim itu menggigit kedua tangannya yaitu ke10 jarinya yaitu dia menyesal dia mengatakan ya Duhai kiranya dulu aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai khilku yaitu sebagai teman dekatku teman karibku sungguh dia telah menyesatkanku dari azzikr dari al-quran ya dari ilmu yang bermanfaat dari Hidayah setelah ya hidayah itu datang kepadaku ya Nah demikian maka ya pengaruh lingkungan ini sangat besar ya nah Ee Kita tidak ingin tentunya anak kita jadi korban pergaulan ya koper korban pergaulan dan tentunya kita juga berharap anak kita juga enggak koper kurang pergaulan ya Karena manusia dikatakan makhluk sosial dia perlu bergaul ya dia perlu berteman Iya betul itu adalah suatu hal yang e kita katakan fitrah ya nabi saja berteman ya bersahabat karib nabi punya sahabat-sahabat dekat ya dan itu Seorang nabi ya manusia enggak bisa hidup sendiri dia harus berkomunity berkomunitas ya Ada lingkungan dan pergaulan ya perlu itu anak ya jangan kuper juga Ya enggak mungkin kan anak dikurung terus dalam rumah enggak ke mana-mana enggak ketemu siapa-siapa ya pada akhirnya dia akan ketemu siapa saja ya Keti ya tidak selamanya kita selaku orang tua bisa berada di samping anak kita ya ada orang tua yang over protectif enggak membiarkan anaknya bergaul sama sekali karena dia selalu curiga jangan bergaul sang sama Si Fulan sama Si Fulan akhirnya anak itu enggak punya pergaulan sama sekali dan enggak mengerti manusia enggak memahami manusia karena bergaulnya bukan sama manusia ada manusia yang bergaulnya sama kucing atau sama anjing sama binatang ya sama burung ya habis waktunya bersama binatang-binatang itu bukan tidak boleh memelihara binatang ya tapi kadang-kadang sebagian orang melakukan itu sebagai pelarian ya engak karena enggak mau bergaul dengan manusia ya manusia harus bergaul dengan manusia makanya nabi sallahuaihi wasam punya sahabat ya nah Sean dan para nabi dan rasul ya mereka tidak hidup sendiri mereka ada sahabat-sahabat Nabi Isa ada kaum Hawari ya ya orang-orang yang dekat dengan beliau nah demikianlah fitrah manusia dan Islam datang ya membawa Fitrah yang lurus maka enggak bisa kita orang tua sebagai orang tua ya terlalu over protektif curiga kan karena apalagi zaman sekarang kan begitu ya sehingga dia tidak membiarkan anaknya bergaul dengan siapapun nah ini orang tua yang penuh dengan kecurigaan ya ya Nah demikian ya ini akan mudarat juga bagi anak seperti yang kita sebutkan tadi enggak selamanya kita orang tua bisa berada di samping anak kita satu waktu kelak dia akan hidup sendiri artinya dia akan menjalini hidupnya sendiri tanpa orang tua dan di sana dia akan ketemu siapa saja dan siapapun ya Nah yang bermacam-macam karakternya Ya sementara Dia tidak punya pengalaman ya untuk bergaul dengan manusia nah ini lebih fatal lagi nantinya ya Nah memang salah satu ee faedah dari bergaul itulah kita bisa mengenali manusia dan kita berlatih sabar itu salah satu ee hikmah ataupun faedah kita bergaul bersosialisasi ya membuka apa yang Allah katakan sebagai hablun minannas itu sebuah keniscayaan enggak bisa kita menghindari itu itu menyimpang dari Fitrah ya itu tidak sejalan dengan fitrah manusia ya manusia tidak bisa hidup sendiri Nah maka itu dari satu sisi ya dari sisi yang yang lain kita juga tahu ya ini seperti perkara yang sangat dilematis ya kita merasa perlu anak ini bergaul tapi dari satu sisi kita khawatir ya Nah ini yang tengah-tengah ini yang susah ini apalagi zaman sekarang ya kekhawatiran kita terhadap pergaulan anak-anak kita sangat besar atau sebagian orang tua enggak merasa khawatir sehingga muncullah kata-kata Biarkanlah anak itu mencari lingkungannya sendiri ya menemukan lingkungannya sendiri pergaulannya sendiri ya Nah orang mungkin sebagian orang tua yang enggak merasa cemas sama sekali enggak ada kekhawatirannya bahwa anaknya akan menjadi koper korban pergaulan ya nah jadi kita berdiri di antara dua sisi tadi kita enggak mau anak kita jadi korban pergaulan kita juga enggak mau anak kita jadi anak yang kurang pergaulan ya nah maka dalam hal ini ya enggak bisa kita di sini menjadi kaum mendang-mending ya Ah mending enggak punya temanlah ya Daripada harus jadi korban pergaulan mendingan koper enggak bisa seperti itu atau mendingan korban pergaulan daripada koper Enggak bisa juga ya Nah kita harus mencari ee perkara yang ideal bagi anak kita yaitu lingkungan yang lingkungan dan pergaulan yang posit yang baik minimal yang Baiklah yang saleh ya kalaulah ya kita suka susah ya sukar menemukan lingkungan yang positif itu Nah demikian yang isinya adalah orang-orang yang berkualitas yang yang membawa mendatangkan keuntungan bagi kita mungkin itu ee ee ya satu dua bisa ditemukan seperti itu ya Nah demikian wallahuam bisawab Nah itulah tugas makanya ya karena ini perkara yang sangat pelik ya di situlah ya sebabnya Itulah sebabnya juga orang tua harus turun tangan di sini ya tidak boleh pejam mata ya atau ya tidak boleh juga terlalu radikal ya Sehingga enggak membiarkan anak itu bergaul sama sekali ya dikurung terus dalam rumah ya akhirnya dia berteman dengan gadget berteman dengan dan hewan ya ya dia tidak bisa mengenali manusia Karena manusia itu adalah makhluk yang susah untuk diidentifikasi ya Manusia adalah makhluk yang sangat sulit untuk diidentifikasi diduga ya maka ya Ee mungkin kita beranggapan hewan itu liar tapi manusia ternyata lebih liar lagi ya seganas-ganasnya seliar-liar buaya ada pawang buaya Ya se liar-liarnya ular ya seganas-ganasnya ular ada pawang ular sebuas-buasnya singa harimau ya ya ada yang namanya pawang harimau itu ya pawang singa pawang harimau tapi enggak ada yang buka profesi jadi pawang manusia begitu ya kalau ada ya mungkin kita perlu mendatanginya juga tapi enggak ada itu ya pawang manusia enggak ada karena manusia enggak bisa dipawangi begitu ya Nah manusia dengan kekuatan yang Allah berikan itu kekuatan kehendak kehendaknya dibawa kehendak pencipta menjadi manusia yang super menjadi makhluk yang sangat Superior ya itu manusia di hadapan makhluk-makhluk yang lainnya ya setan aja bisa diduga itu setan ya bisa kita duga setan itu ya bisa diprediksi setan itu karena warnanya hitam putih yang dia bilang hitam berarti putih itu yang dia bilang putih berarti hitam itu setan kalau malaikat lebih mudah lagi menduganya karena dia cuma satu warna aja hitam putih eh putih saja enggak ada hitamnya ya itu malaikat ya tapi manusia Pelangi susah untuk diduga maka Mak ada ungkapan di luar sana dalam hati Siapa yang tahu ah itulah kedalaman hati manusia yang penuh dengan misteri mungkin hanya penciptanya yang tahu apa yang ada dalam hati manusia sebagaimana kata Allah wallahu a’lamu Bima Fi suduril alamin Allah yang maha tahu apa yang tersembunyi dalam hati manusia alalamin di sini maksudnya manusia makanya Dalam Islam kita enggak boleh menghukumi hati manusia kita menghukumi manusia berdasarkan apa yang nampak saja kita enggak bisa menduga-duga ya maka ada ungkapan juga di luar sana ya manusia itu banyak maunya Iya melebihi maunya makhluk-makhluk lain makhluk lain enggak ada yang mau jadi Tuhan ya tapi manusia ada yang mau jadi Tuhan ya iblis saja Moh jadi Tuhan gitu ya dan dia tahu juga dia bukan Tuhan ya malaikat apa apa lagi binatang enggak ada itu binatang ya lurus berjalan sesuai dengan fitrah mereka ya bagaimana tujuan Mereka diciptakan ya dengan mata rantai makanan yang ada di tengah-tengah hewan itu maka kita enggak boleh menyalahkan harimau Kenapa dia menerkam rusa memang begitulah dia garis hidupnya ya Nah demikian tapi manusia I yasma itu kata malaikat ya ya yasfikud Dima menumpakkan darah ya Ee susah untuk diduga maka malaikat ya Ee mempertanyakan kepada Allah tentang pengangkatan Adam manusia sebagai khalifah tapi Allah Jelaskan kamu tidak tahu apa yang aku tahu tentang makhluk yang bernama manusia ini ya Nah itu sakin misterinya ya manusia itu ya Nah jadi mungkin seliar-liarnya hewan ya mungkin lebih liar manusia lagi karena kehendaknya melebihi kehendak makhluk-makhluk yang lain ya Nah itulah manusia dan anak-anak kita harus berhadapan dengan makhluk ini maka mudah ya kita bergaul sama kucing kucing itu bisa kita mengerti dan kadang-kadang dia juga ee mengerti kita jina lah kita katakan Ya tapi kucing kucing kucing liar di luar aja kita bisa memprediksinya dia ini ini gelagatnya mau curi ikan ini kan gitu ya kita bisa membaca tapi manusia enggak makanya kalau kita pernah ketipu Ya wajar ya ya kita ketipu sama siapa sama manusia kan begitu ya nah nah sepintar-pintarnya hewan ya ya dia ya yang enggak mau menipu hewan yang lainnya begitu ya Nah demikian ya Nah itu jadi tantangan bagi orang tua untuk bisa memperkenalkan manusia ini kepada anak-anak mereka yaitu dengan mengenali karakter-karakter manusia itu hanya bisa didapat dengan bergaul itu ya kalau dia di kurung dikunci terus dalam kamar dikurung terus dalam rumah dia enggak akan mengenal itu paling dia kenal Cuma ayah ibunya aja ya kadang-kadang sebagian anak hari ini saudara-saudaranya pun dia tidak kenali ya Nah boleh kita katakan gensi hari ini ya Ee Kenapa atitud-nya kurang ya dia enggak bisa memahami manusia itu yang menyebabkan akibatnya adalah ya muamalah itu akan menjadi kacau dia enggak ngerti maka Nabi Sallallahu Alaihi wasallam mengatakan tentang ya seorang muslim yaitu ya Laisa Minna Man yarham shirona wakir kabiron wlamu liimina haqqohu bukan dari golongan kami yaitu seorang muslim itu harusnya apa menyayangi yang muda menghormati yang tua dan mengetahui hak orang-orang Alim orang yang berilmu di antara mereka nah ini kalau dia tidak bergaul dan tidak luas pergaulannya dia perlu bergaul dengan orang yang lebih tua darinya supaya dia tahu bagaimana cara menghormati orang yang lebih tua dia harus bergaul dengan orang yang lebih muda supaya dia tahu bagaimana menyayangi yang lebih muda dia juga perlu bergaul dengan anak-anak yang sebaya dengannya supaya dia tahu bagaimana cara menghargai orang lain dan dia harus belajar dan menuntut ilmu dan dia harus tahu bagaimana a menghargai orang yang telah memberikannya ilmu mengajarinya ya Nah ini kan tidak bisa tercapai tanpa bergaul itu anak itu ya Nah demikian ya sebagian orang ya memilih ee metode pembelajaran homeschooling ya itu sahsahja asal orang tua mampu menjalankannya dengan baik ya lalu terkesan homchooling itu membatasi pergaulan anak atau bahkan mengurung anak Enggak seperti itu juga ya walaupun anak kita homeschooling dia juga harus bergaul ya Nah demikian jadi kita ada di dua sisi itu kita enggak boleh terlalu streng ya hingga enggak membiarkan anak itu bergaul dengan siapun atau terlalu longgar kita biarkan dia bergaul dengan siapa saja Nah di sinilah peran orang tua memilih menciptakan lingkungan yang positif bagi anak-anak mereka apalagi remaja ya apalagi remaja Kenapa kita khususkan di sini remaja berkaitan dengan lingkungan dan pergaulan karena remaja itu kalau dia bergaul betul-betul bergaul beda dengan bocah ya bocah is sengaja dia bergaul dan dia belum belum mengerti arti persahabatan yang sebenarnya maka sering kita ungkapkan di sini maupun di tempat yang lainnya ketika anak itu di bawah 10 tahun basuta memang kita pantasnya jadi teman anak-anak kita karena mereka perlu teman dan mereka ya sebaik-baik teman bagi mereka adalah orang tua mereka di usia seperti itu ya ya karena mereka juga belum mengerti arti persahabatan dan pertemanan yang sesungguhnya ya ya itu anak-anak kan begitu ya Nah makanya kita kalau kita ingat-ingat masa lalu ya pergaulan yang mengesankan itu ya ketika kita sudah di atas 10 tahun gitu kita baru mengerti arti persahabatan pertemanan ya Nah demikian Nah maka justru di usia 10 tahun ke bawah atau basuta bawah 10 tahun nah di situlah anak perlu sosok teman dan teman terbaik baginya adalah orang tuanya ya Nah demikian nah menginjak 10 tahun ke atas yaitu usia remaja masuk PR remaja ya awal remaja ya apalagi Puncak Rema aj nah dia perlu dia sudah mengerti persahabatan dan pergaulan arti persahabatan dan pergaulan dia sudah mulai serius untuk bergaul Enggak main-main lagi maka di sini ya kita mendampinginya sebagai orang tua bukan sebagai teman lagi ya karena dia enggak perlu teman kita sebagai temannya begitu ya Karena dia sudah sudah memilih teman-temannya maka orang tua engak perlu jadi temannya di sini orang tua perlu menjadi sosok orang tua murni ya Ee seingga bisa memberikan bimbingan dan pengarahan yang punya bobot begitu ya karena itu dari orang tua ya bukan dari orang yang merasa menganggap dirinya sebagai teman aja bagi Anaknya ya beda kan kata-kata teman dengan orang tua itu Harus tercipta perbedaan kata katakata teman dan kata-kata orang tua itu hanya bisa dilakukan jika orang tua memposisikan diri sebagai orang tua di depan anak remaja ya ya supaya dia bisa membedakan nah ini kata-kata temannya karena dia sudah mengerti arti pergaulan dia dia sudah juga ee mendengarkan kata-kata temannya kan begitu ya beda bocah-bocah kecil itu kan cuma latah aja dia tapi remaja enggak pergaulannya sudah serius ya enggak bisa dipandang sebelah mata lagi Ya Nah demikian jadi orang tua harus ya memposisikan diri sebagai orang tua murni pure orang tua dan menciptakan suatu bobot ya yang berbeda dengan teman bahwa saya ngomong sebagai orang tua ya temannya ngomong sebagai teman ya Nah demikian wallahuam baawab maka di sinilah orang tua perlu mengarahkan ya Ee anak-anak remaja mereka khususnya kepada pergaulan yang baik ya Nah karena di sini orang tua harus bicara ya itu tidak baik temanmu tidak baik ya temanmu salah ya Nah dan menyalahkan teman anak kita juga enggak gampang ya Itu tergantung seberapa dalam kepercayaan yang kita tanamkan kepada dirinya ya banyak anak yang lebih percaya sama temannya daripada orang tuanya karena orang tua tidak menciptakan kepercayaan pada diri anak itu kepada mereka kepada orang tua sehingga kata-kata orang tua kalah bobot dengan perkataan temannya ya di sini ee rumitnya ya kita mengawal ee pergaulan lingkungan dan pergaulan anak remaja khususnya ya karena mereka sudah mengerti arti persahabatan Makah kita banyak lihat juga anak-anak remaja yang sangat dekat dengan sahabatnya bahkan melebihi kedekatan dengan orang tuanya Sara orang tua sudah enggak berdaya mungkin salah menempatkan diri di sini orang tua orang tua perasaan jadi anak juga E menjadi teman juga bagi Anaknya ya kalahlah dia sama teman-teman yang sebenarnya orang tua kan enggak bisa hidup di dunia remaja beda ya nah Nah di sini orang tua harus menempatkan diri dengan baik ya di tengah-tengah ee anaknya ini ya dia harus tahu berperan sebagai apa ya Nah demikian dan ya tentunya menanamkan kepercayaan pada anak ya terhadap kita orang tuanya itu enggak mudah ya dan perlu waktu juga itu perlu waktu sehingga dia betul-betul percaya pada omongan kita omongan kita betul-betul berbobot baginya dan dia bisa bedakan kekuatan perkataan orang tua daripada perkataan temannya yaah Berapa banyak kita lihat anak-anak remaja terutama pradewasa ya yang men Cari Jodoh itu bukan ya berbincang atau berdiskusi dengan orang tuanya tapi dengan orang lain mungkin temannya kan begitu ya Nah ini akibat Mungkin dia lebih percaya pada kata-kata temannya dari pada orang tuanya maka untuk urusan cari jodoh aja dia tidak curhat ataupun tidak diskusi dengan orang tuanya dia lebih percaya kepada omongan temannya Nah demikian ya orang tua Jangan buru-buru menyalahkan anak ya kesalahan anak itu Enggak lepas dari kesalahan orang tua itu enggak bisa kita ee pungkiri Sebenarnya ya kesalahan anak itu Enggak lepas dari kesalahan orang orang tua ya Ee maka nabi mengatakan Fa abwahu yuhawid nih wunasir nih ya E orang tuanyaalah yang membuat anak ini menyimpang dari fitrahnya artinya orang tua ya menjadi orang pertama atau yang ya yang paling bertanggung jawab di sini Nah demikian wallahuam bissawab ya jadi lingkungan positif maksudnya di sini adalah lingkungan yang membantu anak remaja kita dalam membentuk citra positif pribadinya ya menemukan jati diri ya dari lingkungan dan pergaulan yang positif tadi ya serta mampu mempertahankan kepribadiannya ya mampu mempertahankan kepribadiannya terutama sebagai Muslim ya Nah makanya nabi pesankan la tusahib mukminan jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin supaya kita bisa mempertahankan e kepribadian kita sebagai seorang mukmin Nah setelah itu kita berusaha mengembangkan dan meningkatkannya yaitu mencari nilai-nilai positif dari pergaulan itu Ya seperti yang kita sebutkan ini The Next Level ada lingkungan yang saleh ya bagus agamanya tapi ya tidak memberikan keuntungan apapun bagi kita ya sudah cukup dia itu teman yang baik saja ya ada teman yang bisa berbagi dengan kita memberikan ya keuntungan lebih bagi kita ya Nah kita bisa mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas diri kita dari teman kita itu misalnya ya kita berteman dengan ahli ibadah dengan penuntut ilmu itu kan beda walaupun sama-sama saleh ya dengan ahli ibadah ya Saleh ya bukan orang jahat ya ahli ibadah dia Ya rajin ibadah dengan seorang penuntut ilmu Saleh juga tapi ya keuntungan yang didapat ketika kita bergaul dengan menuntut ilmu ya tentunya kan enggak sama ketika kita bergaul dengan orang Saleh juga tapi sekedar ahli ibadah aja itu yang kita maksud lingkungan yang positif ya ya kita bisa dapat keuntungan dari pergaulan itu ya itu yang kita inginkan ya Nah demikian wallahuam baawab ya demikian pula lingkungan yang mendukung ya Yang bisa ee memberikan support Ya bagi anak kita mendukung perkembangan remaja inilah yang kita cari baik secara kualitas maupun kuantitas Nah demikian ya wallahuam bwab Ya mungkin ini sebagai mukadimah ya pengantar ya Kenapa kita bicarakan hal ini ini bab ini yaitu Kenapa orang tua berkewajiban menciptakan memilih ya Ee menciptakan artinya ya dia yang meng-create ya dia yang mengkreasi itu dia membangun itu bagi anaknya lingkungan positif tersebut Ya bagi anak-anak remaja ya Nah demikian wallahuam bissawab ya itu saja mungkin ya Ee Kita akan lanjutkan nanti pembicaraan ini pada pertemuan selanjutnya Insyaallah Nah kita lanjutkan dengan ee mungkin pertanyaan-pertanyaan yang yang ada di seputar masalah ini alu qli hadza astagfirullaha Li wakumairil muslimin innahu hualwal ghaofururahim nah baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz jazakah Khair atas materi yang telah disampaikan dari pembahasan menciptakan lingkungan positif bagi remaja diambil dari buku Ada apa dengan remaja yang mudah-mudahan bisa kita ambil faedah apa yang telah disampaikan oleh Al Ustaz di kesempatan pagi hari ini Baik untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya silakan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819896543 baik yang pertama Ustaz ada pertanyaan dari penanya yaitu Umu Umu Sahla yang berada di Subang Asalamualaikum warahmatullah Ustaz Bagaimana dengan pernyataan anak ketika diingatkan agar berhati-hati mencari teman baik namun dia mengatakan bahwa ee aku husnuzon saja Bu E Dia berbuat itu karena kejahilannya kita tidak tahu bagaimana masa depannya dia Mungkin dia dapat Hidayah kita doakan saja ee dengan perkataan seperti itu ee saya sebagai orang tua khawatir ee akan ee perkataannya Ustaz mohon nasihatnya apakah EE benar ee perasaan saya jazakullah kir i ya ya ini yang akan kita bahas lebih lanjut Sebenarnya ya Ee itu itu membuktikan keluguan anak sebenarnya kepolosan anak ya ya ya wajar kita Maklumi itu karena anak ini kan ee makhluk yang baru hadir di dunia kemarin Istilahnya ya belum banyak makan asam garam istilah lainnya masih bau kencur kan begitu ya Dia belum mengerti manusia sementara orang tua mungkin bisa membaca lebih luas lagi tentang manusia ya Ee anak belum mengerti Bagaimana liarnya manusia itu kan begitu ya Nah karena dia baru hidup kemarin juga e maka mendengar ucapan ya ataupun seperti itu ya Ee tanggapan anak ya ketika diingatkan oleh orang tua itu menunjukkan kepolosannya kan gitu Ya begitulah polosnya dia nah wajar kalau banyak anak-anak yang jadi koper korban pergaulan ya dia belum bisa memilah-milih sebenarnya mana yang baik baginya mana yang positif mana yang negatif ya Nah demikian Nah itu tugas orang tua bagaimana ini anak remaja atau anak remaja anak remaja anak remaja apalagi ya Nah pendekatan yang harus kita lakukan itu harus lebih intens lagi Makanya kita katakan ini berkaitan dengan posisi orang tua sebagai orang tua di depan anaknya yang kata-katanya itu bobotnya lebih kuat daripada kata-kata teman ya Nah itu kan harus diciptakan suasana itu ya bahwa kita adalah orang tua yang kata-katanya itu bobotnya enggak seperti kata-kata teman temanmu gitu Ya nah tapi kan itu enggak bisa gitu kita ee tiba-tiba anak itu apa ya Ee menilai bobot dari perkataan Kita sebagai orang tua lebih daripada perkataan temannya ya Nah kalau misalnya selama ini itu enggak dibangun oleh orang tua ya maka dia wajar kalau dia lebih percaya sama temannya Daripada sama orang orang tua ini sudah kita sampaikan berulang-ulang ya bahwa membuat anak itu percaya kepada kita sebagai orang tua itu e kalau berhasil ya itu kita setelah menyelesaikan separuh dari tugas mendidik itu separuh ataupun 50% tugas mendidik sudah kita selesaikan itu dan itu enggak mudah Ya memang Ya membuat anak itu ya percaya kepada orang tuanya apalagi di usia remaja ya Di mana akalnya itu ya sudah menuju sempurna ya Nah itu sudah kita bahas sebelumnya ya bagaimana kita harus menanggapi argumentasi anak kita remaja jangan emosional kalau emosional enggak kena nanti ya di sini kita marah sama anak itu wah kamu tahu apa ya mentah nanti dia akan sangat percaya dengan kata-kata temannya daripada orang tuanya kalulah argumentasi kita seperti itu kita sudah bahas ya bagaimana para nabi dan rasul saja berargumentasi dengan anak-anak mereka Ya Itu para nabi dan rasul dan enggak ada keluar kata-kata aku ini nabi gitu ya kan enggak itu kata-kata yang enggak pernah diucapkan para nabi juga kan begitu Ya nah tapi mereka menyampaikan argumentasi orang tu harus belajar seperti itu ya jangan main pokoknya dan pokoknya aja kan begitu ya Nah ini Yang jangan salahkan nanti kalau anak ya lebih percaya sama temannya ya daripada orang tuanya begitu karena dia udah bosan juga dengar orang tuanya berkata aku ini orang tua ya ya Dia pun tahu sebenarnya ya atau mengatakan pokoknya jangan banyak e itu kan ya manusia sebenarnya tidak suka didesak ya dipaksa itu enggak suka dan Allah tahu itu makanya ada ayat yang berbunyi la iqrah fiddin tidak ada paksaan dalam agama karena Allah yang menciptakan manusia paling tahu tentang manusia Bagaimana liarnya manusia itu ya Nah demikian maka sakin susahnya manusia itu kehendaknya itu sangat Superior maka Allah mengatakan waman minkum falymin Wam falyakfur Barang siapa yang mau Iman silakan Barang siapa yang mau kafir silakan diberi kebebasan berkehendak seperti itu manusia yang itu tidak diberikan kepada yang lainnya ya karena luar biasa kehendak manusia ini ya Nah demikian jadi e itulah ya sebabnya ya kita katakan ini bukan ee ee tugas sehari dua hari ya ini tugas ya perlu waktu ya untuk bisa membangunnya ya Nah demikian terutama ee kepada remaja gitu ya Yang mana seperti yang saya sebutkan tadi ya dia sudah mengerti arti pergaulan itu ya dia sudah mengetahui e apa itu persahabatan sesungguhnya nah nah maka pengarahan orang tua ini sangat diperlukan ya diarahkan ya dekat sama Si Fulan ya tentunya dengan cara yang baik Nah itulah yang kita bahas di dalam poin-poin selanjutnya ini ya bagaimana orang meyakinkan anak ya remaja terutama ya bahwa apa yang kita Arahkan kepada dia itu memang betul-betul bermanfaat baginya ya apalagi ini berkaitan dengan pergaulan begitu ya Nah ya itu susah ya kalau anak itu enggak percaya sama kita dia lebih percaya sama temannya Oh baik Kok katanya selesailah sudah ya kan Nah ya kan anak-anak kadang-kadang seperti itu dia enggak ngerti hitam putihnya ataupun ee baik buruknya pergaulan itu dia Dia berkata mungkin Oh dia baik kok gitu dia enggak tahu Sisi buruknya mungkin ya Nah demikian Ya wallahuam bwab baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ust atas jawaban dan penjelasannya demikian ya untukal yang berada di Subang dan selanjutnya yang kedua kami ajukan kembali dari ni yang berada di umia yang berada di Jambi ya Ustaz Saya memiliki anak umur 17 tahun laki-laki nah Bagaimana cara memposisikan saya atau diri saya sebagai orang tuanya Apa yang harus saya lakukan Ustaz jazak Khair Iya Ustaz ya tentunya I orang tua berbeda dengan sahabat ya ya kita juga ee memahami itu kedudukan orang tua dan kedudukan teman ya karena kita orang dewasa ya tahu ini orang tua kita ini teman kita kan gitu ya bagaimana tapi e mungkin bagi remaja ya dia perlu dibimbing untuk bisa ee ee apa namanya kita menyadari itu ya Nah maka pertama ya orang tua tentunya ee dia harus istilahnya jaim ya menjaga image-nya gu ya bahwa image orang tua itu harus kuat di mata anak gitu ya wah ini orang tua ini ya ini beda ini kata-katanya beda ini ya Nah karena dia lihat juga sikap ya cara kita maka cara bicara kita kepada anak remaja kalau kita tidak menunjukkan kedewasaan bahkan lebih kanak-kanak daripada dia ah ini payah ini selesai Sudah itu ya maka tidak ada image yang terjaga di situ ya maka dia akan ya menyepilikan kata-kata orang tua ya Nah demikian ya ya sebenarnya enggak bisa disalahkan mutlak anak ini begitu karena orang tua yang menciptakan itu sendiri ya nah dia tidak menjaga image-nya sebagai orang tua lalu dia ingin anak itu menghormati kata-kata orang tua lebih daripada yang lain n Gimana ceritanya itu maka itu pentingnya sebagai orang kita memposisikan diri sebagai orang tua di depan anak remaja ya maka jagalah image ya maka ya kita orang tua ketahuan bohong sekali aja selesai sudah di mata anak kan gitu ya Nah itu Pentingnya menjaga image itu sebagai orang tua sekali aja kita ya kasar sama dia sudah ya mungkin ya dia dapati temannya lebih lembut daripada kita ya wajar karena dia ya ketemu teman kan Bukan setiap waktu Mungkin dia dapati dia dapatkan dari temannya itu hanya Sisi kelembutan aja ya nah sementara orang tua kasar ya mau enggak mau anak akan memilih itu ya manusia lebih suka dilembuti daripada dikasari kan gitu ya Nah Lalu bagaimana anak itu bisa apa ya melihat bobot dari perkataan kita ya sebagai orang tua ya Nah kita suka marah-marah misalnya ya dan dia tidak dapati itu pada temannya ya woh enggak bisa kita saya marah ini untuk karena Sayang enggak seperti itu itu apa namanya ya Ee marah dengan cara yang salah itu ya Ya enggak perlu kita nampakkan kita luapkan marah kita kepada anak walaupun dalam hati kita marah dengan kesalahannya misalnya ya tapi enggak perlu kita meluapkan kemarahan ya marah ya wajar sebagai manusia marah tapi bagaimana kita bersikap Apakah kita perlu menampakkan marah kita kepada anak walaupun kita marah ini ya ya karena mungkin perbuatannya ya dia buat salah gitu ya Ya enggak perlu juga Walaupun dia buat kesalahan gitu ya Bahkan kesalahan yang fatal mungkin di situlah ya kita katakan sebagai orang tua ya kita harus bisa menjaga Image kita ee orang sebagai orang tua di depan remaja Coba lihat bagaimana mana berbobotnya ya kata-kata nabi di depan usamaah bin Zaid walaupun usamaah bin Zaid buat kesalahan fatal gitu ya kesalahannya fatal ya tapi nabi kan enggak ngamuk gitu ya ee enggak meluapkan kemarahan begitu ya tapi menjaga menjaga image ya sebagai orang tua di depan usamaah bin Zaid ya ketika Usama bin Zaid menebas seseorang yang sudah mengucap Lailahaillallah ya seorang pasukan musuh ya yang dalam peperangan itu banyak membunuh tentara muslim kemudian dia terdesak ingin lari dikejar ketangkap gitu ya Nah ketika ingin ditebas dia ngucap Lailahaillallah tapi usamaah bin Zaid tetap menebasnya maka sampailah berita ini kepada nabi maka nabi ini salah fatal ya e maka nabi memberikan nasihat ya kepada Usama itu ya Kalau mengikuti marah Mungkin Ya sudah kamu enggak usah ikut perang lagi kan gitu ya E kamu bahkan setelahnya itu nabi mempercayakan posisi panglima perang kepada Usama ya setelah melakukan kesalahan itu ya Ya itu kan terjadi pengangkatan usamaah menjadi panglima perang kan sebelum nabi wafat dan ini terjadi sebelumnya ya bagaimana kita bisa mengontrol emosi walaupun anak kita buat salah di sinilah dia tugas kita sebagai orang tua e karena kita sudah bahas mendidik anak tanpa amarah banyak yang Waduh enggak mungkin saya enggak marah Iya wajar kalau kita marah tapi perlungah kita meluapkan amarah itu kepada anak hingga membuat kata-kata kita tidak terkendali sikap kita juga enggak terkontrol ya coba lihat cara Nabi Ya nabi menegur usamaah ya dengan kata-kata yang tidak merendahkannya bukan marah-marah juga ya atau menyalah-nyalahkannya kan gitu ya Atau menghardiknya enggak nabi cuma berkata kepada Usama kaahaillallah yaumalqiamah nabi Angi kata-kata itu aja Bagaimana kamu berhadapan dengan Lailahaillallah yang diucapkannya pada hari kiamat tapi kata-kata nabi ini bobotnya sangat besar bagi Usama ya nabi enggak marah-marah Kalau marah-marah ya kalau ini kalau nabi enggak marah-marah ya akan Enggak ada apa-apa enggak ada faedah apa-apa paling Usama mungkin Kesal ya udahlah saya enggak akan menanjak karirnya yaitu bakatnya ataupun kemampuannya di dalam bidang militer enggak akan jadi panglima perang gu ya tapi kata-kata itu sangat berbobot dari nabi itu itulah kita kita Jelaskan berkali-kali ya kita kepada anak-anak remaja bukan lagi sebagai teman tapi pure murni sebagai orang tua yang mana yang perlu kita ee ee ee tekankan di situ adalah bobot dari perkataan kita ketika nabi mengatakan Bagaimana kamu berhadapan dengan lailahaillallahnya pada hari kiamat itu Usama berkata apa aduh kiranya aku baru masuk baru Islam saat itu guu dan efeknya ya Ee terhadap usamaah itu luar biasa itulah bobot perkataan nabi itu ya kepada Usamah seorang remaja waktu itu seingga usamaah ketika dewasanya tidak pernah terlibat pertumpahan darah ya di antara s sama kaum muslimin itu luar biasanya itu ya dari Apa kata-kata nabi tadi itu ya Nah dan itu disampaikan nabi kan ketika dia remaja ya Kaifa Bika b La Ilaha Illallah yaumalqiyamah Bagaimana kamu menghadapilah maka setelah itu Usama tidak pernah terlibat dalam pertumpahan darah sesama kaum muslimin ya kita ingin Jelaskan ini bobot perkataan orang tua ya ya kalau enggak berbobot Enggak ada enggak akan dia ingat ya dia dia kan lebih percaya apalagi ngaur gitu ya marah-marah E cuma bisa menyalah-nyalahkan ya kemudian bahkan mendiskreditkan menyudutkan ya membanding-bandingkan Ya udah selesai sudah ya enggak ada bobot dari perkataan kita ya di depan anak Walaupun dia ngangguk-ngangguk Ya walaupun dia iya-iya gitu yaah tapi jangan salahkan kalau nanti ternyata dia lebih percaya sama orang lain ya temannya terutama ya wallahuam bawab ingat tadi sabda Nabi Almu ala Din khili manusia itu berada di atas agama temannya sangat besar warna ya yang diberikan oleh lingkungan dan pergaulan maka orang tua Jangan sampai kalah warna di sini ya ya wallahuam bawab Nah demikian baik alhamdulillah Ustaz ee Masih Ada Waktu Ustaz ya satu lagi satu lagi pertanyaan ya Ee kami Ajukan pertanyaan ee satu lagi di layanan pesan Whatsapp ada pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz apabila kita menerapkan suatu disiplin yang EE sangat ketat mengenai ketepatan salat terutama salat subuh namun satu waktu qadarullah ee orang tua saya sebagai orang tua ternyata ee kesiangan telat nah sedangkan sebelumnya memang sangat tegas mengenai ketepatan Waktu Masalah salat nah bagaimana cara ee meyakinkan Ustaz agar mereka tetap yakin bahwa hal ini harus tetap didisiplinkan kepada anak Ustaz iya ya anak juga perlu tahu bahwa manusia itu salah ya maka orang tua Jangan malu minta maaf dan mengakui kesalahan bahwa kesalahan itu wajar terjadi dan dan kita juga ya perlu memberikan toleransi kepada anak ketika dia buat salah juga ya manusia perlu kelonggaran iya ya Ada kaidah qal Amru itasa artinya eh manusia juga jiwanya punya kep kepenatan ya dan ya kesilapan kesalahan itu adalahak apa namanya tabiat dan sifat manusia ya Jadi yang perlu kita tanamkan di sini adalah ya anak harus belajar minta maaf dari kita ya kita yang mengajarinya ya mengakui kesalahan bahwa ini salah gitu ya ee jangan diam aja Diam aja kan kesannya apa woh kalau udah kalau ee orang tua boleh gitu ya kalau kita anak-anak enggak boleh gitu kesannya nanti seperti itu gitu ada sebagian orang tua ada yang diam aja G salah misalnya ketahuan bohong misalnya ya tidak mengakui dan diam-diam aja kan gitu ya bahkan minta maaf ya Ee mungkin mereka enggak protes ya tapi mereka ambil pelajaran dari situ nah kalau salah gitu caranya itu diam-diam aja kan gitu ya Iya ya supaya anak tahu ya bahwa manusia berbuat salah dan kalau buat salah ya akui dan harus minta maaf dan itu juga mengajarkan menanamkan kejujuran pada anak orang tua kadang-kadang menyembunyikan ya ee hal itu pada anaknya yaitu apa kata maaf dan EE pengakuan ya salah gitu ya Nah demikian wallahuam ya disembunyikan gimana diam-diam aja gitu ya diam-diam Biasanya seperti itu tuh ya diam-diam aja gitu ya tapi kalau anak salah diblow up gitu ya harus minta maaf kan gitu ya hanya karena kita orang tua dan dia anak Enggak ini masalah keteladanan soalnya ya masalahnya wallahuam bawab Nah demikian baik mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita astagfirullahakum muslimin inahu gfurahim nah baik alhamdulillah eh terima kasih banyak Ustaz jazakah sekali lagi atas waktu yang telah diluangkan dan juga ilmu yang telah disampaikan dari pembahasan ini pembahasan buku adapan dengan remaja pembahasan yang baru yaitu menciptakan e lingkungan positif bagi remaja mudah-mudahan bisa kita ambil faedah dari pertemuan di kesempatan pagi hari ini dan mohon Maaf ada beberapa pertanyaan yang belum sempat kami ajukan karena keterbatasan waktu dan simak kembali kelanjutannya di Selasa pekan yang akan datang Insyaallah demikian kami diriri mohon maaf apabila ada kesalahan subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wauik wasalam warahm Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply