Kampung Tengah Cilengsi Bogor dan ikhwatil Islam sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung dari masjid albarkah kami yang bertugas mengucapkan selamat mengikuti ro TV [Musik] [Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh waum innalhamdalillah nahmaduhu wasastainill udlil Fala hadalah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh Ya auhina aman aham inallah muhammadahu alaihii wasam alhamdulillah Ma muslimin maasir ikhwah wal akhwat fiddin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati ro TV dan radio ro di mana pun Antum berada juga para ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albarkah almubarak yang penuh berkah Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan Taufik kebaikan atas semua nikmat dan karunia-nya sehingga kita masih dimudahkan untuk menjalankan syariatnya berpegang teguh dengan agamanya dan semoga Allah subhanahu wa taala menetapkan Taufik Islam dan mengenal mengikuti sunah Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam pada diri kita sampai di akhir hayat kita Barakallah fikum Alhamdulillah di malam hari ini kita dipertemukan kembali di dalam majelis ilmu yang mulia di masjid yang agung ini di lanjutkan pembahasan kitab kecil yang sangat bermanfaat kitab Minhajul firqtin najiahifatil Mansur metode beragama golongan yang selamat dan selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala tulisan dari asyekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullahu taala Barakallah fikum kita masih melanjutkan pembahasan tentang beberapa permasalahan yang sangat prinsip dalam agama kita ya setelah kita membahas tentang makna dua kalimat syahadat kemudian membahas tentang firman Allah subhanahu wa taala yang merupakan inti al-qur’an iyaka na’budu wa iyaka nastain Kemudian ditambahkan oleh Syekh penulis rahimahullahu taala pembahasan dengan judul istain Billahi wahdahu Mintalah pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala semata-mata memang sudah kita ketahui bersama dakwah ahlusunah Wal Jamaah adalah dakwah yang dibangun di atas tauhid karena ini adalah dakwah para nabi dan para rasul alaihatu wasalam tib sekarang kita sampai ya di poin yang kedua tanian dari penjelasan di pembahasan ini asyekh rahimahullah taala berkata ahu yakfihi Wan aral mautu yakfihi Wam yakfihiun ubillahyairimisahu AB Barang siapa yang menginginkan argumentasi yang kuat maka al-qur’an ayat-ayat al-qur’an mencukupinya Barang siapa yang menginginkan mugit pemberi pertolongan dalam segala kesusahannya maka Allah Subhanahu taala yang mencukupinya satu-satunya yang mencukupinya Barang siapa yang menginginkan penasihat pemberi nasihat maka kematian cukup sebagai nasihat baginya dan barang siapa yang tidak merasa cukup dengan hal-hal itu maka sesungguhnya neraka yang akan cukup menjadi siksaan baginya nauzubillah minzalik Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an di surah azzumar alaisallahu bikafin abdahu Bukankah Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha mencukupi hamba-hambnya jadi di sini intinya tentu saja Syekh menekankan tentang kecukupan harusnya dirasakan oleh orang yang beriman untuk mencukupkan diri dengan selalu memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala karena dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dialah yang Maha Sempurna sifat-sifatnya sehingga Fitrah seorang hamba akan selalu menghadapkan hatinya kepada Allah subhanahu wa taala untuk meminta segala hajat dan kebutuhannya itu yang sudah pernah kita Jelaskan merupakan makna dari nama Allah Subhanahu ala Yang Maha indah yaitu asadaiwaijim semua makhluk menghadapkan dirinya menghadapkan hatinya kepada Allah subhanahu wa taala dengan segala hajat dan kebutuhan merekab Salan yang ketiga yak Syekh yaakul syekhu Abdul Qadir jailaniu Fi Fathir Rabbani beliau menukilkan di sini pernyataan dari as Syekh Abdul Qadir aljailani ya seorang ulama sunah yang Meskipun banyak kisah-kisah yang tidak benar dinisbatkan kepada beliau ini semoga Allah merahmatinya di dalam Kitab Fathur Rabbani Beliau berkata ya yang pernyataannya pernyataan beliau ini menunjukkan akidah tauhid ya yang diyakini oleh Beliau rahimahullahu taala salullaha wala tasalu girirohu Mintalah kepada Allah mohonlah kepada Allah dan janganlah mohon kepada selainnya ista’inu Billahi wala tastain’u birihi mohon pertolonganlah kepada Allah dan jangan mohon pertolongan kepada selainnya W Haka biayi wajhinalqohu Gan wa anta tunaziuhu Fid Dunya muridun Anhu mukbilun ala khqih Celakalah kamu binasalah kamu dengan wajah apa kamu akan menghadap Allah akan bertemu dengan Allah besok pada hari kiamat sementara kamu menentangnya di dunia berpaling darinya justru menghadapkan diri kepada makhluk Allah subhanahu wa taala yang menciptakanmu memberikan rezeki kepadamu mencukupkan segala nikmat atasmu kemudian kamu berpaling darinya justru menghadapkan diri kepada makhluk yang sama lemahnya seperti dirimu menyekutukannya tunzilu hawaijaka bihim kamu justru menempatkan meminta hajat-hajatmu kepada makhluk Padahal semua makhluk antumul fuqorallah kalian semua adalah miskin butuh kepada Allah wallahu hual ghaniiyul Hamid dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji Allah Maha kaya ya Dan Dia Maha terpuji ketika dia memberikan hajat memberikan Taufik memberikan segala nikmat kepada hamba-hambanya kemudian hamba mensyukurinya Allah tetap tidak membutuhkan syukur tersebut ya karena syukur Itu kembali kepada manfaat untuk hamba itu sendiri Allah subhanahu wa taala Maha kaya tidak butuh kepada amal ibadah atau kebaikan yang dikerjakan oleh hamba justru merekalah yang butuh kepada Allah subhanahu wa taala watattaqilu Bil muhimmati alaihim kamu menyandarkan kebutuhan- kebutuhanmu yang penting kepada makhluk ya ini kita ketahui merupakan inti dari perbuatan Syirik ketika seorang hamba tidak menyandarkan segala hajat dan kebutuhannya kepada Allah dia menyangka kebutuhannya itu bisa dipenuhi oleh makhluk sehingga dia bersandar dan menggantungkan diri kepada makhluk ketika itulah dia telah terjerumus ke dalam kesyirikan yang Bahkan itu merupakan landasan kesyirikan ya kita Ingatkan Kembali pernyataan dari Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala dalam eh pernyataan beliau beliau mengatakan Inna aslirki waqaidatahati Buni alaiha attaalluqu bhairillah sesungguhnya dasar kesyirikan dan pondasinya yang semua bangunan Syirik dibangun di atasnya adalah attaalluq bhairillah menggantungkan diri kita menyandarkan hati kita kepada selain Allah subhanahu wa taala makanya Istianah Billahi wahdahu meminta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala ini merupakan wujud tauhid yang sempurna dari seorang hamba ketika dia selalu bertawakal kepada Allah hanya berharap dan takut kepada Allah disertai dengan cinta yang utuh kepada Allah inilah hamba yang telah mewujudkan tauhid yang sempurna penghambaan diri yang sejati kepada Allah subhanahu wa taala ul wasakum wallah Angkatlah hilangkanlah Al was perantara perantara antara kalian dengan Allah subhanahu wa taala Allah tidak membutuhkan perantara dalam beribadah kepadanya karena dia maha mendengar maha melihat dan maha mengetahui semua kebutuhan hamba-hamb-anya Dia Maha dekat dengan hamba-hamba yang berdoa kepadanya wa idza saalaka ibadi Anni fainni Qorib ujibu dawatad Dai idza da’an dan jika hamba-hambaku bertanya kepadamu wahai Rasulullah wahai Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tentang aku tentang Allah maka sesungguhnya aku Maha dekat yakni Allah Maha dekat dengan hamba-hamba yang taat kepadanya nya Maha dekat dengan hamba-hamba yang berdoa kepadanya artinya allah mudahkan pengabulan doa mereka Allah memudahkan pemenuhan hajat mereka jika mereka Bersandar kepada Allah subhanahu wa taala jadi hilangkan perantara antara dirimu dengan Allah subhanahu wa taala fainna wukufakum maaha hawas karena berdirinya kamu menetapnya kamu dengan perantara-perantara tersebut adalah kesia-siaan ya sesuatu yang tidak memiliki manfaat la mulka wala Sultana wala Gina wala Izza illa Lil haqqi Azza waall tidak ada kekuasaan yang dimiliki oleh makhluk tidak ada tidak ada kerajaan tidak ada kekuasaan tidak ada kecukupan serta tidak ada kemuliaan kecuali hanya milik Allah subhanahu wa taala Alhaq yang Maha Tinggi dan maha Mulia yakni kita semua mengakui secara Fitrah bahkan orang-orang yang melakukan perbuatan Syirik tentang rububiyah Allah Maha Pencipta satu-satunya pelindung satu-satunya pengatur alam semesta satu-satunya pemberi rezeki yang menghidupkan mematikan semua ya kenapa dengan pengetahuan atau keyakinan ini kita tidak menetapkan konsekuensi berarti hanya Allah subhanahu wa taala satu-satunya yang pantas untuk dimintai segala hajat dan kebutuhan kita karena dia cuma dia yang maha kaya dan maha kuasa atas segala sesuatu Kun maalhaqi bilaqi ya Jadilah kamu bersama Allah Alha Yang Maha Benar tanpa ada perantara makhlukNya ya A Kun maallahi biduaii bila wasittin Min khalqihi yaituan jadikanlah dirimu selalu bersama Allah selalu minta dan mohon kepadanya tanpa ada perantara dari makhluk makanya jemaah sekalian rahimakumullah orang yang selalu mewujudkan hakikat penghambaan diri ini dia selalu merendahkan diri di hadapan Allah dia selalu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala dia selalu menyandarkan hajat dan kebutuhannya kepada Allah ini adalah hamba yang menunaikan ibadah yang tinggi makanya dia dicintai oleh Allah subhanahu wa taala kita tahu orang semakin banyak meminta kepada Allah maka Allah semakin mencintai nya sebaliknya orang yang malas berdoa kepada Allah maka Allah subhanahu wa taala murka kepadanya ya waqala rbukum uduni astajib lakum innalladzina yastagbiruna ibadati sayadkhuluna jahanama dakhirin dan rabmu Allah subhanahu wa taala berfirman berdoalah kalian kepadaku niscaya aku akan kabulkan doamu sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah yakni berdoa kepadaku mereka akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina ini menunjukkan Allah murka kepadanya sebagaimana Allah mencintai hamba yang banyak berdoa dan memohon hajat kepadanya Ya Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam bersabda dalam hadis yang sahih atau Hasan derajatnya manam yalillah Barang siapa yang tidak mau berdoa meminta kepada Allah maka Allah murka kepadanya karena ini adalah hamba yang menyombongkan diri hamba yang tidak tahu hakikat kelemahan dan kebutuhan dirinya naudubillah minzalik bab rabian yang keempat alistianatulruah memohon pertolongan kepada Allah yang disyariatkan ya alistianah memohon pertolongan maknanya mirip dengan istigghasah cuma istigghasah itu dikhususkan pada saat-saat kesulitan pada saat-saat sempitabul yang meminta jalan keluar dari kesulitan Istianah yang sesuai dengan syariatalah kamu memohon pertolongan kepada Allah untuk menghilangkan segala permasalahanmu ya Bahkan dalam semua kebutuhan kita bukan cuma ketika kita mengalami kesulitan dalam semua urusan dunia dan agama kita kita ingat hadis qusi yang sahih dalam sahih Bukhari Keti ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan firman Allah subhanahu wa taala ya kukum jaun illaamuun Imum wahai manusia kalian semua adalah orang-orang yang kelaparan kecuali yang aku beri makan maka mohonlah makanan kepadaku supaya aku berikan kepadamu Jadi urusan dunia pun kita minta kepada Allah sampai minta makan dan minta minum karena rezeki dari Allah ya waukum doun illa Man hadaituhu fastahduni ahdikum dan semua Kalian adalah orang-orang yang sesat kecuali orang-orang yang aku berikan Hidayah maka mohonlah Hidayah kepadaku supaya aku berikan Hidayah kepadamu jadi semua urusan dunia dan akhirat kita harus selalu minta kepada Allah ya karena semua adalah dari pemberiannya Apalagi kita butuhkan keberkahan penjagaan dalam melakukan urusan urusan dunia agar tidak lalai dari mengingat Allah ini pentingnya kita selalu minta pertolongan kepada Allah subhanahu wa taala untuk kebaikan dunia dan akhirat kita walistianatus syirkiah Adapun memohon pertolongan yang Syirik yang dilarang di dalam syariat ya amwati a ahyabin kamu memohon pertolongan kepada selain Allah Ya seperti kepada para nabi alaihatu wasalam atau orang-orang yang dianggap wali atau orang-orang yang sudah mati ataupun yang masih hidup tapi tidak ada di depan kita yang tentu dia tidak akan bisa mendengar seruan kita fahumlikun naan W WMA maka mereka tidak bisa memberikan manfaat tidak bisa mendatangkan kecelakaan dan mereka tidak bisa mendengarkan seruan ana kalaupun mereka bisa mendengar mereka tidak akan bisa mengabulkan doa kita Kama hakal quranu anhumika sebagaimana itu yang disebutkan di dalam al-qur’an kita tahu jemaah sekalian rahimakumullah di antara metode yang disebutkan di dalam ayat-ayat al-qur’an seperti yang di Sebutkan tentang nabiullah Ibrahim alaihiatu wasalam ketika dia ingin meruntuhkan syubhat perbuatan Syirik yang dilakukan oleh kaumnya adalah cukup dengan dia menjelaskan berhala-berhala itu lemah tidak punya sifat-sifat kesempurnaan kenapa diseru kenapa Diminta kepada mereka ya sewaktu Dia berkata kepada bapaknya ya abti wahai Ayahku Kenapa kamu menyembah kepada berhala yang tidak bisa mendengar tidak bisa melihat dan tidak bisa mencukupimu ini menunjukkan kelemahan berhala-berhala ini berarti kalau kita mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah pasti menjadikan kita akan semakin tunduk dan semangat beribadah kepada Allah Karena kita tunduk kepada zat yang maha sempurna sifat-sifatnya yang Maha Sempurna kekayaannya yang benar-benar bisa memenuhi hajat kita sehingga tauhid benar-benar sesuai dengan akal sehat manusia akal sehat dan Fitrah Manusia sebagaimana jemaah sekalian rahimakumullah Ketika Nabi Ibrahim alaihiam u wasalam berkata kepada kaumnya qasmaunakum UN yanfaunakumun Dia berkata kepada kaumnya Apakah berhala-berhala ini bisa mendengarkan ketika kalian berdoa kepadanya atau apakah mereka bisa memberikan manfaat kepadamu atau mendatangkan kecelakaan jawabannya sudah pasti tidak lah kenapa disembah buat apa diibadahi Jadi cukup dengan menampakkan kekurangan-kekurangan makhluk harusnya menjadikan orang yang berakal ya berpikiran sehat untuk tidak akan menghadapkan hajatnya permintaannya permohonannya kepada makhluk yang penuh dengan kekurangan seperti dirinya seharusnya dia menghadapkan kepada Allah subhanahu wa taala yang maha kaya yang maha kuasa atas segala sesuatu yang di tangannyaalah segala kebaikan dialah yang Maha Kuasa mendatangkan kemanfaatan atau kemadaratan kepada siapa yang dikehendakinya tib jadi itulah yang namanya Istianah meminta pertolongan yang Syirik ya termasuk meminta kepada makhluk hal-hal yang tidak mampu dilakukan kecuali hanya Allah subhanahu wa taala hanya oleh Allah subhanahu wa taala semata-mata tib kata Syekh selanjutnya ammal istianatu Bil ahyail hadirin F yakdiruna Alaihi Adapun meminta pertolongan dengan orang-orang yang masih hidup dalam hal-hal yang mereka mampu lakukan min binai Masjid misalnya kita minta pertolongan dengan tukang atau orang untuk kerja bakti membangun masjid au akzi musaadatin maliah atau meminta musaadah Harta Ya bantuan harta sumbangan harta wiralika dan yang semisal itu ya wiralika dan yang yang semisal itu fahya jaizatun maka ini jelas diperbolehkan liqulihi taala karena Allah subhanahu wa taala berfirman di surat almaidah tentang Wat taawanu Alal birri wa Taqwa saling tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan kita meminta seorang untuk membantu kita dalam kebaikan seperti ini maka diperbolehkan lagi pula ini adalah perkara yang mampu dilakukan ya waihi Shallallahu Alaihi Wasallam dan juga karena Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam di dalam hadis sahih riwayat Imam muslim wallahu Fi aunild Abdi maal Abdu Fi Auni akhih Allah subhanahu wa taala senantiasa menolong seorang hambanya selama hambanya itu selalu menolong saudaranya maka ini Istiana yang diperbolehkan sama juga dengan apa yang disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih kita meminta kepada seseorang untuk berdoa yakni orang yang Saleh atau yang orang yang kita anggap Saleh untuk berdoa dan kita mengaminkannya orangnya itu masih hidup dan di hadapan kita kita tahu ini dilakukan oleh para sahabat radhiallahu taala Anhu bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya kita minta kepada orang ini untuk berdoa kita ingat kisah di dalam sahih Bukhari dan Muslim Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sedang berkhotbah Jumat kemudian ada orang Arab badwi yang meminta untuk Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa kepada Allah meminta hujan ya orang Badu ini mengatakan halakatil amwal wanqotati subul telah rusak harta-harta kita yakni tanaman kekeringan hewan-hewan kekeringan binatang ternak kekeringan jalan-jalan terputus ya fadullaha ayugitana maka wahai Rasulullah berdoalah kepada Allah agar Allah subhanahu wa taala menurunkan hujan kepada kita kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengangkat tangan Beliau ya dan berkata Allahumma agitna Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami ini diperbolehkan yang seperti ini ya Meskipun untuk yang namanya meminta orang lain mendoakan kita sebagaimana sebagian orang sering melakukannya yni kata sebagian dari para ulama ini boleh dilakukan asal tidak terus-menerus dilakukan menjadi kebiasaan karena lebih baik kita berdoa dengan diri kita sendiri ya kita minta kepada Allah subhanahu wa taala dan melatih diri kita untuk selalu meminta hajat dan kebutuhan kita kepada Allah subhanahu wa taala yang jelas yang seperti ini meminta doa orang yang Saleh Dia berdoa dan kita mengamininya ini termasuk perkara yang diperbolehkan dan disyariatkan di dalam Islam tib Wamin amsilatil istianatil jaizati Minal ahyai kemudian termasuk contoh Istianah meminta pertolongan yang diperbolehkan kepada orang-orang yang masih hidup di hadapan kita u taala firman Allah subhanahu wa taala tentang kisah Nabi Musa alaihiatu wasalam di dalam surat alqasas ayat ke-15 Allah subhanahu wa taala berfirman maka orang yang dari golongan Nabi Musa meminta pertolongan kepada Nabi Musa untuk melawan orang yang merupakan musuhnya ya maka Nabi Musa pun memukulnya dan membunuhnya ini istighasah disebutkan tapi bukan Syirik Kenapa karena ini meminta pertolongan dalam hal yang mampu dilakukan oleh makhluk kita tahu Nabi Musa Alaihi salatu Wasalam adalah orang yang kuat maka ini termasuk perkara yang diperbolehkan jadi di sini jemah Sekalian rahimakumullah sehubungan dengan masalah istighasah ini atau minta pertolongan ya yang disyariatkan dan yang dilarang di dalam syariat atau istighatah atau Istianah syirkiah yang mengandung kesyirikan di dalamnya kita tahu banyak orang-orang yang memiliki pemahaman atau syubhat yang besar dalam perkara ini sehingga banyak orang-orang yang terjerumus ke dalam perbuatan Syirik naudubillah minzalik maka di sini kita perlu memang membaca keterangan para ulama untuk menguatkan keyakinan kita tentang Tauhid dan syubhat ini bisa kita Jawab ya karena kita tahu banyak orang-orang yang terjerumus di dalamnya ya naudubillah minzalik kita ingat kembali sewaktu Allah subhanahu wa taala menyebutkan doanya Nabi Ibrahim Alaihi salatu Wasalam tentang berhala-berhala rbi innahunna adlalna kaatstir minannas wahai rabku sesungguhnya berhala-berhala ini menyesatkan banyak manusia jadi banyak mereka-mereka ini atau tokoh-tokoh mereka menyebarkan syubhat untuk memberdaya orang-orang yang minim pengetahuannya sehingga menyangka ini diperbolehkan contoh misalnya ya mereka membawakan syubhah tentang istighatah dengan sebuah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan Muslim ini seperti Antum mungkin pernah dengar pembahasan kitab kasfus syubhat itu disebutkan di dalam kitab ini mereka punya syubhat mereka mengatakan tentang kisah manusia ketika di padang mahsyar yang di sini ada syafaat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang kita kenal dengan asyafaatul uzma ya ketika umat manusia di kesulit ke tengah di dalam kesusahan berkumpul di padang mahsyar menunggu perhitungan Hisab dari Allah subhanahu wa taala mereka mendatangi Nabi Adam mengajukan uzur mendatangi nabi nabi Nuh alaih salam alaihialatu wasalam kemudian mengajukan uzur mendatangi Nabi Musa Nabi Isa ya Nabi Ibrahim Nabi Musa Nabi Isa alaihiatu wasalam semua mengajukan uzur Kemudian datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan Allah mengizinkan memberi syafaat mereka memotong mengatakan bahwa ini di sini manusia meminta pertolongan atau istighasah kepada para nabi dan tidak dihukumi sebagai perbuatan Syirik ini jelas ya istilahnya apa jauh panggang dari api sama sekali tidak nyambung ya yang dilakukan oleh mereka umat manusia di sini adalah meminta kepada pertolongan kepada para nabi ini dalam hal yang mereka mampu yaitu untuk memohon kepada Allah untuk meminta kepada Allah subhanahu wa taala agar diringankan keadaannya apalagi bagi penghuni surga supaya mereka beristirahat dari keadaan di padang mahsyar tersebut makanya kita ketahui Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika itu langsung tunduk dan menghadap kepada Allah meminta izin dan diizinkan oleh Allah dan ketika itulah ya Allah subhanahu wa taala berfirman kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya Muhammad Irfa rak Wal tusma Qul tusma Sal Isfa tusyaa wahai Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Angkatlah kepalamu Berbicaralah akan di Ar ucapanmu Mintalah akan diberikan apa yang kamu minta berilah syafaat kamu diizinkan memberi syafaat jadi di sini jelas sekali permintaan dari manusia di sini kepada para nabi tersebut bukan untuk menghilangkan kesusahan mereka karena tidak ada yang bisa menghilangkan kesusahan tersebut Tapi permintaan mereka adalah agar para nabi alaiu wasalam ini berdoa kepada Allah meminta untuk diringankan atau dihilangkan kesulitan mereka tersebut jadi ini bukan merupakan dalil yang mendukung mereka Justru untuk membantah mereka ya sama dengan syubat yang mereka bawakan yang lain tentang kisah juga Nabi Ibrahim alaihialatu wasalam sewaktu dilontarkan ke dalam api ya oleh kaumnya yang di situ disebutkan dalam kisah tersebut Malaikat Jibril datang kepada Ibrahim dan berkata Alaka Hajah wahai Nabi Ibrahim Apakah kamu butuh ada kebutuhan kepadaku ini Apakah saya bisa menolongmu maka Nabi Ibrahim Alaihi salatu Wasalam berkata Alaihi Salam berkata Amma ilaika Fala Adapun meminta pertolongan kepadamu maka tidak saya tidak butuh ya Dan kita tahu menurut riwayat yang sahih di dalam sahih Bukhari Antum masih ingat pernyataan dari sahabat yang mulia Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma bahwa yang diucapkan Nabi Ibrahim Alaihi salatu Wasalam ketika itu adalah hasbiallahu waikmal wakil cukuplah Allah sebagai penolongku dan dialah sebaik-baik pelindung jadi dia tidak mau ini yang mereka jadikan sebagai dalil Apa kata mereka seandainya istighasah kepada makhluk itu syirik masa Malaikat Jibril menawarkan kepada Ibrahim berbuat Syirik padahal ini jelas pengambilan dalil yang sangat keliru ya di sini Malaikat Jibril Alaihi salalatu Wasalam ya pertama secara kisah kisah ini sebenarnya tidak jelas sanadnya bahkan kata Ibnu taimiah rahimahullah taala kisah ini batil tidak diketahui sanad yang Makruf kalaupun seandainya kisah ini sahih Malaikat Jibril tentu turun dengan pertolongan dengan izin Allah untuk melakukan apa yang dia mampu yakni kalau Allah mengizinkan maka Nabi Ibrahim bisa e Malaikat Jibril alaihiatu wasalam karena dia adalah malaikat yang kuat sebagaimana yang diberitakan di dalam ayat-ayat al-qur’an ya alamahu syadidul quwa mengajarkan kepadanya Malaikat Jibril yang sangat besar kekuatannya maka dia bisa memadamkan api tersebut bahkan menghancurkan yang ada di sekitarnya jika allah subhanahu wa taala mengizinkan atau misalnya mengangkat Nabi Ibrahim Alaihi salatu Wasalam dibawa di tempat yang jauh ya atau membinasakan mereka semua yang ada di situ musuh-musuh Nabi Ibrahim alaihialatu wasalam yni ini hal yang mampu dia lakukan maka di sini bukanlah sama sekali sebagaimana yang mereka sebutkan bahwa Malaikat Jibril Alaihi salatu Wasalam menawarkan kepada Nabi Ibrahim alaihialatu wasalam untuk meminta pertolongan kepadanya agar diselamatkan dalam keadaan dia susah ya karena tidak mungkin Malaikat Jibril Alaihi salatu Wasalam melakukan sesuatu yang jelas-jelas merupakan perbuatan Syirik yang sangat dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala yang jelas ini syubhat yang mereka bawakan ya tib kemudian termasuk juga Istianah yang diperbolehkan adalah waahia dan juga firman Allah subhanahu wa taala ketika zulnain meminta kepada umat-umat yang meminta bantuan beliau Dengan mengatakan maka tollah aku Bantulah aku dengan kekuatan yang kalian miliki ini jelas merupakan permintaan pertolongan yang disyariatkan dan diperbolehkan di dalam Islam karena ini adalah perkara yang mampu dilakukan oleh makhluk dan bukan hal-hal yang tidak mampu mereka lakukan tib kita kemanakan Azan dulu karena sudah waktu azan silakan ikhwatan Islam untuk selanjutnya kita simak dikumanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya Allahu Akbar [Musik] Allahu Akbar Allahu akbar Allahu akbar Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah asadu Anna muhammadarasulullah [Musik] Ashadu anna muhammmadar rasulullah Hayya alah Hayya alasah [Musik] Hayya Alal Falah Hayya Alal [Musik] Falah Allahu akbar Allahu akbar Lailahaillallah [Musik] [Musik] Muhammadin alaihatu wasam Islam ya Barakallah fikum kita lanjutkan dengan tanya jawab ya di waktu yang masih ada berhubung suara Ana kurang fit ya maka saya persilakan kalau ada pertanyaan yang ingin Atum sampaikan barakallahu fikum sebelum kita tutup kajian kita ya di sini ada pertanyaan yang disampaikan lewat pesan Whatsapp Asalamualaikum Ustaz ketika Ana meminta sesuatu dan Allah takdirkan Ana mendapatkan apa yang Ana minta berarti Allah yang memberikan permintaan Ana setelah itu ternyata terjadi keburukan dengan permintaan Ana itu berarti Allah memberikan keburukan kepada Ana begituah Iya Allah subhanahu wa taala memerintahkan kepada kita untuk selalu ya meminta kepadaNya disertai dengan kita menyandarkan kepada ilmunya yang maha urna tentang kebaikan dari apa yang kita minta tersebut karena Allah subhanahu wa taala mengajarkan kepada kita dalam Alqur’an seperti dalam ayat yang kita kenal di surat Albaqarah waasa an takrohu wahua khairulakum WA Asa an tuhibbu wahua sarakum wallahu yalamu Wa Antum la talamun bisa Jadi kalian membenci sesuatu padahal dari situlah kebaikan bagimu atau kalian menyukai sesuatu padahal dari situlah keburukan bagimu Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui ya ketika kita meminta sesuatu kepada Allah maka Allah subhanahu wa taala ya kalau dia menghendaki maka dia kabulkan kalau tidak maka dia tidak kabulkan cuman ketika kita beradab dalam meminta misalnya kita meminta sesuatu urusan dunia kepada Allah kita katakan Ya Allah kalau ini mendatangkan kebaikan bagi agamaku dunia dan akhiratku mudahkanlah berikanlah permintaan ini kalau tidak palingkan aku darinya Ini kata Imam Ibnu qayyim permintaan yang seperti ini kalau Allah berikan ya Apun misalnya diberikan atau tidak diberikan Allah subhanahu wa taala tetap akan menjaga kita dari resiko keburukannya Sekarang orang kalau diberikan sesuatu kan dia wajib untuk bersyukur dan bersyukur itu kan butuh Hidayah dari Allah Iya kan kalau kita meminta dengan yang benar maka Allah akan menolong kita untuk untuk mensyukurinya Allah akan lindungi kita dari resiko kelalaian dengan apa yang Allah berikan tersebut Kalaupun kita tidak tidak mendapatkannya kan bisa jadi kita akan mengeluh maka Allah akan menolong kita untuk bersabar dan tetap bersangka baik kepadanya ini yang kita butuhkan saat ini nah Ketika seseorang meminta dengan hanya sekedar keinginannya sendiri Allah berikan dia dapatkan keburukan ya berarti kesalahannya sendiri Kenapa dia meminta sesuatu hanya sekedar mengikuti hawa nafsunya Padahal dia tidak mengetahui akibat yang terjadi di balik sesuatu yang dimintanya itu harusnya kan dia beradab kepada Allah subhanahu wa taala untuk meminta kepada Allah dengan menyandarkan kepada Pilihannya yang terbaik karena Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan akibat dari segala sesuatu itu n bagaimana kita meneguhkan hati kita mengolah hati kita bahwa Allah telah kita cintai lebih dari keluarga kita Allah lebih kita cintai dari harta kita I kalau cuma sekedar ini saja kita mudah mengetahuinya kita lihat apakah kita menjadikan kalau betul-betul kita lebih cinta kepada Allah berarti kita Menjadikan kecintaan yang selainnya kan harus mengikuti kecintaan kepada Allah ya di antara ciri-ciri orang yang merasakan manisnya iman yang kedua kan wauhuillah seseorang itu mencintai orang lain tidak lain karena Allah maka kita akan lihat kalau ada misalnya azan berkumandang kita sedang sibuk mengurus harta kita kita akan tinggalkan kita akan penuhi panggilan Allah subhanahu wa taala untuk salat berjamaah bagi laki-laki dan perempuan di rumah untuk segera melaksanakan salat menghadap Allah subhanahu wa taala meninggalkan kesibukannya demikian pula terhadap keluarga kita kemudian kalau kita melihat mereka kurang dalam menunaikan ketaatan kepada Allah pasti kita akan marah karena Allah kita akan menegur mereka kita akan ajak mereka kepada kebaikan Ini bukti kecintaan kita kepada Allah subhanahu wa taala lebih daripada kecintaan kita kepada kepada selainnya bahkan sudah pernah kita sebutkan kecintaan kepada orang lain atau kepada Apun yang dibangun bukan karena Allah ini justru akan mendatangkan banyak malapetaka bagi hidup kita dengan orang-orang tersebut atau dengan sesuatu yang kita cintai bukan karena Allah itu ini seperti pernyataan Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala wqqallahu qan la yuradu w yudfa Alana Man ahabbaan siwallahi ziba bihi sungguh Allah telah menetapkan satu ketentuan yang tidak bisa ditolak tidak bisa dihindari Barang siapa yang mencintai sesuatu bukan karena Allah mencintai sesuatu selain Allah bukan karena Allah maka dia akan diazab dijadikan malapetaka dan bencananya dari sesuatu yang dicintainya bukan karena Allah itu jadi akan menjadikan hidup kita menderita tidak berbahagia dengan orang-orang yang kita cintai bukan karena Allah tersebut harta kita juga tidak diberkahi karena kita mencintainya lebih daripada kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala naudubillah minzalik tiib masih ada yang lain kalau tidak ada maka kita cukupkan sampai di sini kajian kita di malam hari ini semoga bermanfaat dan jadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Sallallahu wasallam wbarak ala Nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bisanin yaumiddin akulillahaminhanakallah wamdika asu allaaha anagfir wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh um telah kita simak bersama kajian ilmiah yang bermanfaat bersama asatidah kita semoga yang singkat ini dapat menambahkan ilmu dan berfaedah untuk kita semuanya Kami yang bertugas mengucapkan terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Roja TV kajian pema t [Musik] donasi pendirian raja TV digital Mari dukung kehadiran siaran digital terrestrial rja TV untuk wilayah Jabo databank taaun dan infak dapat transfer melalui rekening bank syariah Indonesia nomor rekening 7561717006 atas nama yayasan cahaya sunah rja TV cabang Cibubur kode bank 4 konfirmasi dan informasi melalui WhatsApp 0819896543 dana yang dibutuhkan sebesar R mili jaah kepadain Semoga menjadi amal saleh dan amal jariah beriman
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply