Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | FAWAIDUL FAWAID

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

kebaikan-kebaikan agama kita disempurnakan dijadikannya selalu bertambah dan semakin sempurna saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan radio Roja simat radio Roja Bogor 100.1 FM radio Roja Majalengka 93.1 FM radio Roja Palu 101,8 FM dan radio Roja Bandung 104.3 FM menyebar cahaya sunah Roja TV saluranan kajian islamema [Musik] TV Bismillahirrahmanirrahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ikhwat Islam allahuakum alhamdulillahbil alamin Hamdan katiriban mubaran fuhibbbunaard wasatu wasalam Asil mursalin waa alihi wa asihi ajmainums yaumilqiamah Amma bauat islamani Allah waakum Para pendengar pemerharti rja di mana pun Antum berada kita bersyukur P Allah subhanahu wa taala di hari ini diberikan kesempatan kembali oleh Allah subhanahu wa taala untuk mentaati Allah beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dan tentunya juga Ikhwatul Islam Azani Allahu waakum kita bersyukur kepada Allah masih diberikan kesempatan untuk dapat menyimak satu kajian di pagi hari ini satu kajian yang Insyaallah sangat penuh dengan faedah yang mengambil Dar Kitab fawaidul Fawaid buah karya dari syikul Islam Abi Abdillah Muhammad bin Abi Bakir Ibnu qayyim aljziyah rahimahullahu taala dan sebagaimana biasanya ikhat Islam Azani Allahu waakum pagi hari ini juga kita akan menyimak kajian ini akan disampaikan secara mendalam bersama guru kita Al Ustaz alfadil Abdullah Taslim Ma hafidullahu taala Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau yang saat ini berada di studio Roja Kendari tentunya sebelum kita simak kajian yang penuh dengan faedah ini kami informasikan terlebih dahulu kepada Anda semuanya setelah kajian yang disampaikan oleh Beliau kami buukka sesi interaktif soal jawab dalam rangka memperdalam materi yang telah beliau sampaikan dan untuk Anda yang ingin bertanya secara langsung anda bisa menghubungi kami di 021 8236543 ataupun Anda dapat bertanya Ma chat wa di 0819896543 namhat Islam aani Allahu waakum untuk selanjutnya kita simak bersama dan kepada Ustaz kami persilakanad Mas Barakallah fikum Asalamualaikum warahmatullah inalamillah nahmaduagfirillah anahua had waadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wau Anna Muhammad Abdu Alhamdulillah maasir muslimin ikhwah akw Fin rahimakumullah kaum muslimin para pemerhati R TV dan radio R di manaun Antum berada Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta yangudahkan kita unuk bertemu di majelis ilmu yang mulia di pagi hari ini meskipun majelis ilmu secara online ya dalam pembahasan atau lanjutan kajian pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab alfawaid buah karya dari Al Imam Syamsuddin Abu Abdillah Ibnu qayyim jazi rahimahullahu taala kita masih membahas pembahasan yang sangat penting dalam agama kita yaitu tentang sebab-sebab Taufik dari Allah subhanahu wa taala dan sebab-sebab alidlan berpalingnya Allah subhanahu wa taala tidak memberikan Taufik kepada hambaNya baik sebagaimana Taufik dari Allah subhanahu wa taala itu ada sebab-sebab untuk mendapatkannya yaitu yang diterangkan k Terangkan di pertemuan yang lalu seseorang yang ketika dia mendapatkan nikmat dari Allah subhanahu wa taala mengakui nikmat tersebut menisbatkannya kepada Allah kemud dengan lisannya dia ri memuji Allah atas nikmat tersebut kemudian dia mengarahkan atau menggunakan nikmat tersebut di jalan-jalan yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala sebagaimana dia meyakini bahwa dia mendapatkan nikmat tersebut adalah murni dari kedermawanan kebaikan rahmat Allah subhanahu wa taala yang diberikan kepadanya bukan karena dia merasa dirinya pantas dia merasa hebat sehingga berhak mendapatkan nikmat tersebut ya maka dengan sebab ini Allah subhanahu wa taala berikan Taufik kepada hamba kita akan bahas kebalikan daripada Taufik alkidlan alkidlan Allah berpaling dan tidak menolong hanya dalam melakukan kebaikan-kebaikan dan meninggalkan keburukan-keburukan naudubillahalik ternyata ini juga sebabnya Asbabul sebab sebab Allah subhanahu wa taala memberikan alidlan ya yakni Allah berpaling darinya tidak menolongnya kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala sabulidamtil mahall waahtii waulmah sedangkan sebab dari alkidlan adalah tidak Tersedianya tempat di hati seseorang tidak pantasnya dia dan tidak bisanya dia menerima nikmat ini nikmat besar yaitu yau Taufik dari Allah subhanahu wa taala seseorang hamba yang tidak mempersiapkan diri tidak mengusahakan sebab-sebab yang dijelaskan di dalam syariat agar dia bisa mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa taala agar dia pantas mendapatkan orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala agar dia pantas menjadi orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala untuk mendapatkan nikmatarnya ini nah bihaitu wafathu anniamu laqala had Li wa innama utituhu lianni ahluhu mustahihu ditelangkan oleh Beliau ya orang seperti ini di mana Kalau dia mendapatkan nikmat-nikmat dari Allah apa yang dikatakannya Bukannya dia merendahkan diri Bukannya dia mengaku bahwa dirinya tidak pantas dengan kebaikan-kebaikan tersebut itu karun dari Allah anugah dan pemberinya kederma dia malah mengatakan apa kalau mendapatkan banyak nikmat Mang ini pantas untuku ini nikmat ini sesuai aku diberikan nikmat ini karena memang saya ahli untuk mendapatkannya saya berhak untuk mendapatkannya orang yang menyombongkan dirinya ini orang yang tidak merendahkan dirinya dengan rabbnya ini orang yang menentang keberadaan dirinya sebagai hamba yang miskin dan penuh kekurangan karena dia merasa pantas untuk mendapatkan pemberian tersebut seolah-olah itu adalah hak yang yang harus Allah tunaikan bagi dirinya Ini ciri-ciri orang-orang yang akaningkan dari Taufik Allah subhanahu wa taala naillah sebim yang Allah sebkan di dalam FirmanNya di Sur alq ayat8 tentang ucapan siapapan ya ucapanah dia mengatakan [Musik] apa nikmat ini berdasarkan ilmu yang aku miliki berdasarkan ilmu yang Allah mengetahui saya pantas untuk mendapatkannya itu Menurut dia dengan kesombongan dia tidak menisbat nikmat tersebut sebagai murni karunnya dari Allah jemaah sekalian rahimakumullah kita perhatikan hal-hal yang seperti ini itu penting karena seorang hamba itu selalu dituntut untuk merendahkan diri di hadapan Allah sudah kita bahas juga ya kenapa Allah subhanahu wa taala menjadikan musyahadatul Minah selalu mempaksikan karunia Allah selalu menisbatkan kebaikan-kebaikan danik kepadanya disertai dengan musyahadat mempersaksikan kekurangan diri kita kelemahan diri kita kebutuhan kita yang sangat mendasar kepada nikmat dan karunia Allah ini adalah kunci segala kebaikan bahkan ini yang terkandung di aku aku mengak Kep ya Allah besnya nikmat-nikmat yangau berikan dan Aku mengakui kekurangu dan dosadosu n orang yang mengucapkan seperti ini yau sombongan dirinya dia tidak tidak merendahkan diri kepadanya Padahal dia mengakui nikmat itu adalah dari Allah tapi dengan bahasa yang menunjukkan kesombongan dia mengatakan Ya memang ini dari Allah tapi saya pas mendapatkannya saya berhak Allah harus berikan kepada saya naudubillah minalik ya Ini sikap-sikap dari seseorang yang akan dipalingkani Taufik Allah subhanahu wa taala tentu berlaku juga bagi orang yang melakukan kebaikan ketika dia mendapatkan kebaikan Bukannya dia mensyukuri ini sebagai pertolongan dari allah sebagai nikmat yang Allah berikan Taufik dimudahkan kebaikan di jauhkan darinya sebab-sebab keburukan Bukannya dia mengakui dirinya lemah nafsunya selalu mengajak kepada keburukan syukur karena pertolongan dari allah dia bisa mengatasi semua itu kalau bukan karena pertolongan dari allah dia binasa malah mengatakan Wah saya memang orangnya rajin saya memang orangnya suka berbuat kebaikan kecenderungan ang selalu ingin selalu mengamalkan ketaatan ini kan karena kesombongan naubillahalik Ya ucapan-ucapan seperti ini yang menjadi dijauhkannya Taufik dari Allah subhanahu wa taala bagi hamba yang seperti ini sifatnya willah ha makna dari ayat ini surat alqasas ayat 78 ini ibu artinya Allah berikan nikmat itu ya di atas ilmu yang Allah mengetahui ada pada diriku sehingga aku berhak mendapatkan nikmat itu aku harus mendapatkannya dan aku Orang yang ahli untuk memilikinya Masyaallah kesombongan yang sangat fatal nauzubillah merasa dirinya punya hak wajib Allah berikan ini merasa dirinya pantas untuk mendapatkan ini siapa diri Anda manusia yang penuh dengan kelemahan wqal insanif dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah ya ayyuhanasu Antum fuqallahi wallahu hu ganiul Hamid wahai sekalian manusia kalian adalah hamba-hamba Allah yang fuqara miskin penuh dengan kekurangan butuh kepada rahmat Allah dan Allah subhanahu wa taala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji inilah manusia maka dengan apa Dia menyombongkan dirinya menganggap dirinya pantas mendapatkan nikmat bahkan harus wajib Allah berikan kepadanya nikmat tersebut naubillahik Imam alfar mengatakan tentang ayat ini yaitu Allah memberikan nikmat ini karena ada keutamaaniku Masyaallah dia Muji lagiinya punya keutamaan punya kelebihan kelebihan P diriku yang dengan itu aku ahliantas untuk mendapatkan nikmat berhak mendapatkannya ketika nikmat itu diberikan kepad ini perel menkan ya tinggi dan punya kelebihantil berkata Allah berikan nikmat itu karena adanya kebaikan yang Allah mengetahui kebaikan itu pada diriku dia mengakui itu nikmat Allah tapi tetap dengan kesombongan nikmat itu bukan semata-ata murni karena Allah kebaikan Allah kwanannya kemaha pemurahannya ya Yang ini kita yakini harus seperti itu tapi dia meyakini bahwa Allah berikan itu karena memang ada kebaikan pada dirinya sehingga Allah berikan kebaikan tersebut naillah Abdullah abdullahbbal Sulaiman Daud Abdullah IBN i nafal ya rahimahullah taala ulama pernah menyebutkan tentang kisah Nabi Sulaiman Daud alaihiatu wasalam Bagaimana Allah subhanahu wa taala berikan kepada beliau kerajaan yang besar nabi Allah yang mulia yang seandainya ingin sombong dia punya kekayaan demikian luas Allah jadikan bahkan dan jin tunduk kepadanya dan punya istana yang sangat besar ya disebutkan apa ini Allah berikan kepadanya kerajaan yang besar Kemudian beliau membaca firman Allah subhanahu wa taala di surat annamal ayat ke-40 apa Ucapan Nabi Sulaiman alaihiu wasalam mendapatkan nikmat ini kata ini adalah karunia Allah dia tidak menyebutkan karena saya Nabi saya rajin beribadah Padahal dia rajin beribadah dia nabi yang dipilih oleh Allah jelas Alaihi salatu Wasalam ya tapi dia merendahkan diri ini ada karunia Allah murni pemberian dari Allah supaya dia mengujiku apakah aku akan syukur atau kufur ingkar terhadap nikmat tersebut Masyaallah sangat berbeda dengan ucapan Qarun Laknatullah alaih ucapan orang yang beriman yang mengetahui tentang kebesaran dan keagungan Allah luasnya kebaikankebaikan dan rahmatnya serta mengakui kekurangan dan kelemahaninyaantas seper ini ini karunia sem-mata murni karunia dari Allah Daru untuk dia mengujiku apakah aku akan mensyukuri nikmat ini atau mengingkinya am tidak mengatakan ini karena kemuliaanku Saya seorang nabi bapakku juga Seorang nabi Ayahku seorang Nabi saya menjalankan ibadah kepada Allah saya selama ini selalu bersyukur dia tidak mengatakan demikian dia tidak mengatakan Harti ini karena kemuliaanku karena karamah yang Allah berikan kepadaku kemudian Abdullah bin Har IBN nafal ini menyebutkan ucapanun tadi yang kita nukilkan di surat alqas ayat 78ah nikmat harta yang berlimpah ini Allah berikan kepadaku karena ilmu yang ada padaiku ya yakni maksudnya Maksudnya apa di sini Nabi Sulaiman Ali wasam melihat pemberian Allah limpahkan kepadanya ini adalah karena karunia dari Allah karena keutamaan dan karunia yang Allah berikan kepadanya dan bahwa allahjinya dengan itu kemudian diasyuk nikmat tersebut hamba yang mulia sulaimang yang yang Allah berikan itu adalah dari dirinya sendiri dan dia berhak untuk mendapatkannya Bukan dia nisbatkan itu sebagai karunia yang murni dari Allah subhanahu wa taala tapi karena kehebatan yang ada pada dirinya atau karena keberhakan yang ada pada dirinya jelas berbeda antara dua dua sikap ini nahikau Subhanahu demikian pula di ayat lain ketika Allah subhanahu wa taala berfirman di surat fusilat ayat ke-50 ya ketika Allah subhanahu wa taala menyebutkan Bagaimana sikap manusia ketika mendapatkan limpahan nikmat darinya wainqahu rahmatan Minna bau lakulna Li dan sungguh J kami berikan limpahkan kepada seorang hamba Rahmat dari kami setelah musibah yang menimpanya dia sungguh-sungguh mengatakan inilah sesuatu yang pantas diberikan kepadaku dia mengatakan apa Saya ahli pantas mendapatkannya saya berhak untuk memilikinya ya dengan aku dipilih mendapatkan nikmat ini seperti dipilihnya orang yang memang memiliki nikmat tersebut yakni dia menganggap dirinya pantas ya harus mendapatkan nikmat tersebut yakni ucapan yang sama dengan makna ucapan dari Qarun tadi ya dia menyombongkan dirinya merasa dirinya memiliki kelebihan sehingga mendapatkan mendapatkan n tersebut Nah jadi ucapan seperti ini ya adalah ucapan yang jelas tercela karena seseorang itu tidak merendahkan dirinya ketika mendapatkan nikmat dari Allah subhanahu wa taala justru dia membanggakan dan meninggikan dirinya naudubillah minzalik Wal mminu Yar dalika mulkan labbihi waadlan minhu Man bihi ala abdihi minirqin minhu balodqatun todq biha ala abdih sementara seorang muk sikapnya ya dia memandang nikmat tersebut adalah milik Allah asalnya karunia kemudian Allah anugerahkan kepadanya kepada hamb tanpa ada keberhakan dari hamba tersebut ya karena hamba bagaimanapun dia mengamalkan ibadahbadah itu juga Taufik dari Allah sementara ibadahnya juga banyak kekurangannya dalam ikhlasnya uknya dalam menunaikannya dengan sebenar-benarnya bahkan itu merupakan Sedekah Yang Allah subhanahu wa taala berikan kepada H terseb Allah berhak untuk tidak memberikan nikmat tersebut kepada hamba tadi mencegah tidak memberikan nikmat itu kepadanya maka Allah subhanahu wa taala tidaklah dikatakan menghalangi sesuatu yang pantas didapatkan hamba tersebut tidak karena semua adalah milik Allah subhanahu wa taala semua adalah murni karunnya dari Sisinya Jika dia berikan berarti itu adalah kebaikan nikmat dan karunia darinya Jika dia tidak memberikannya maka Allah subhanahu wa taala juga dikatakan menghalangi sesuatu yang berhak didapatkan oleh hamba tersebut am y Fi ahlan wa mustahsuti was Al maka jika seorang hamba tidak mempersaksikan Hal ini dia akan memandang dirinya pantas dan berhak Mak dengan itu dia akan kagum dengan dirinya sendiri dan dia akan melampai batas ketika mendapatkan nikmat tersebut merasainya tinggi dan menyombongkan dirinya ya dan dia akan menyombongkan dirinya melebihi orang di atas orang lain maka dia merasa maka dengan itu bagian yang akan dia dapatkan yang akan sikap yang akan muncul pada dirinya adalah alfarah merasa bangga merasa kagum terhadap dirinya merasa gembira dan bangga terhadap dirinya sendiri berarti orang seperti ini memang tidak pantas mendapatkan Taufik karena Taufik Allah berikan kepada hamba-hamba yang dipilihnya yaitu h hamba yang selalu merendahkan diri kepada Allah subhanahu wa taala ya hamba-hamba yang disebut di dalam al-qur’an wbadahman Alal hamba-hamba Allah yang maha pemurah adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan selalu merendahkan dirinya hamba-hamba yang selalu ya katakan hlibi ini adalah karunnya dari Allah hamba-hamba yang selalu disifatkan di dalam Quran mereka selalu berdoa kepada kam dalam keadaan takut dan berharap Win dan mereka adalah orang-orang yang selalu khusyuk tunduk merendahkan diri kepada kami kepada Allah subhanahu wa taala mereka yang pantas mendapatkan hidayahala allah menyebutkan tentang mereka ini di dalam Alquran di Sur hud ayat ke9 sampai ke-10 la inqal insana Min rahmatanumma naaha minhu innahu kafur wqahu ba’dauakulanna ya lakulu innahu laihunak dan sungguh jika kami berikan kepada manusia kami limpahkan kepadanya Rahmat di sisi kami Kemudian kami hilangkan Rahmat tersebut darinya maka sungguh dia akan berputus asa dan sangat kuf sangat mengingkari dan jika kami berikan kepadanya nikmat setelah ditimpa bencana sebelumnya bencana yang menimpanya maka sungguh dia akan mengatakan telah hilang keburukan-keburukan dariku dan sesungguhnya dia akan merasa gembira dan bangga terhadap dirinya yaamahu wfri maka Allah subhanahu wa taala cela hamba ini karena pertama kalau dicabut nikmatnya maka dia akan berputus asa dan kufura ketika dia diuji mendapatkan bencana atau mendapatkan ujian-ujian sebaliknya dia senang dan gembira bangga dengan dirinya ketika diuji dengan nikmat seperti ini jelas orang yang tidak pantas mendapatkan Taufik ketika ditimpa bencana dia putus asa dan kufur berpaling mengingkari berpaling dari Allah ketika dia mendapatkan nikmat kesenangan Dia gembira dan bangga terhadap dirinya sendiri dalam dua keadaan dia tidak tidak menghambakan dengan benar kepada Allah subhanahu wa taala kita ingat Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan tentang sifatnya orang yang beriman yang sifat mengagungkan yang mereka miliki ajaban liamril mmin Inna amrahu kahuirun waisaika liahadin ukmin Allah mengagumkan keadaannya orang yang beriman semua keadaannya baik dan ini tidak akan didapatkan kecuali kalau oleh orang mukmin saja Apa itu mendapatkan nikmat mendapatkan Kebaikan dia bersyukur tetap tunduk Allah merendahkani menisbatkan nikmat kepada Allah maka ituah baikaginya sebiknya kalau dipaibah dia akanersabar tetap bersangka baik kepada Allah dan itu menjadi kebaikan bagi dirinya ini hamba yang pantas mendapatkan Taufik dibandingkan dengan apa di ayat ini seorang yang ketika mendapatkan ujian cabut darinya nikmat mendapatkan bencana dia berputus asa dan kufur berping dari Allah ketika mendapatkan nikmat justru bangga terhadap dirinya sendiri naillahik wasabhamdillahi wukri kemudian dia menggantikan mengucapkan Alhamdulillah memuji allahsyukurinya menyanjung Allah ketika menghilang bencana tersebut darinya dia malah menggantikannya Dengan mengatakan apa hilang keburukburukan dariku dia itu semua dari pertolongan Allah dari rahmat dan kebaikan yang Allah berikan kepadanya Ya Allah yang menghilangkan keburukburukan dariku dengan rahmat dan karun dia tidak akan ai akan tetapi dia lalai dari Allah subhanahu wa taala pemberi nikmat yang menghilangkan keburukan atau bencana itu darinya justru dia menisbatkan hilangnya bencana itu kepada kepada dirinya sendiri kemudian dia merasa gembira dan berbangga atau kagum terhadap dirinya ubillah minzalik ya Oleh karena itu ini merupakan sifat yang terpuji eh sifat yang tercela dari seorang hamba yang seperti ini keadaannya makanya pantas dikatakan hamba ini tidak memiliki tempat yang pas dalam hatinya untuk menerima Taufik dari Allah subhanahu wa taala pantasnya dia mendapatkan sebaliknya yaitu alkidlan Allah berpaling dan tidak berikan pertolongan kepadanya nah ahahu Jika Allah sifat ini adaada seorang hamba ada dalamti seorang hamba maka sebesar-besar sebab khidlan Allah berpaling dari hamba ini Allah subhanahu wa taala membiarkan dia dikuasai oleh nafsunya Allah akan menolongnya naudubillahalik Fa mahallahuunasibuhu anikmatu anikmatul mlaqat tamah karena tempat di hatinya tidak sesuai untuk mendapatkan nikmat yang sempurna yang mutlak nikmat yang lengkap dan sempurna yakni nikmat Taufik dia hanya mendapatkan nikmat dalam urusan dunia saja karena ini bukanlah sebab kemuliaan di akhirat Adapun untuk nikmat yang sempurna dan lengkap dia tidak pantas ya taala sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam FirmanNya di ayat lain di surat alanfal ayat ke-20 sampai 23 ah as W sesungguhnya seburuk-buruk binatang ternak di sisi Allah adalah orang-orang yang orang-orang Yang Tuli dan bisu sehingga mereka tidak bisa memikirkan tidak bisa memahami seandainya Allah subhanahu wa taala mengetahui kebaikan ada pada diri mereka seandainya Allah mengetahui dalam diri mereka ada kebaikan niscaya Allah jadikan mereka mau mendengarkan petunjuk atau nasihat dari Alquran dan seandainya Allah perdengarkan kepada mereka mereka juga akan berpaling mereka akan berpaling dan mereka akan menjauh dari kebenaran tersebut jadi memang tidak pantas tidak ada kebaikan pada diri mereka dan Allah Maha Mengetahui ya dan sebabnya adalah karena sikap-sikap mereka tadiikka mendapatkan nikmat dari urusan dunia tersebutu maka Allah berit di ayat ini Allah Terangkan di ayat ini bahwa tempat di hati mereka tidak bisa menerima nikmatnya tidak sesuai dengan nikmat Allah akan berikan di samping itu dengan tidak bisanya tempat hati mereka menerima nikmat tersebut masih ada yang menghalangi sampya nikmat itu kepada mka itu yaitu mereka tetap akan berpaling mereka tap menjauh dari kebenaran kalaupun mereka sudah mengenalinya sudah mengetahui kebenaran tersebut dan sudah memastikannya jadi benar tidak pantas di hati mereka tidak ada tempat yang pantas untuk itu kalaupun mereka sudah mengenal kebenaran mereka tetap akan berpaling dan menolbut naill makaah sekalianahimah penting untuk kita selalu berdoa meminta agar hati kita dibukakan untuk menerimaapa yang Allah kehendaki UNT Allah berikan Hidayah kepad Allah jadanpang men is Min Salu kepada Allah Karena Allah yang mahuaiolak kita Mat di ketika mendapat nikmat apalagi nikmat dalam urusan agama syukuri nikmat Allah dan minta selalu agar Allah tetapkan nikmat tersebut pada diri kita selalu kalau melihat keburukan kita berlindung kepada Allah dan minta kepada Allah agar dijauhkan dari sebab-sebab keburukan tersebut nah yang bagi yam asballani Ma IQ Nafsi Al Ma Alaihi dan termasuk perkara yang pantas untuk kita ketahui di sini bahwa sebab-sebab alkidlan sebab-sebab Allah berpaling dan tidak menolong hambanya tadi yaitu dengan menetapkan nafsu jiwa manusia ya aluliqat Sesuai dengan penciptaan asalnya membiarkannya dan tidak menolongnya yakni jiwa manusia in sesungguhnya nafs manusia selalu memerintahkan kepada keburukan ketika Allah tidak merubahnya berikan Taufik kepada hamba merubah sifat nafsu ini maka akan menjadi sebab keburukan terbesar bagi dirinya maka sebab-sebab Al ini adalah dari nafsu dan sifat nafsu yang burukerseb ingat rasulull wasam selalu menyebutkan di dalambatul ha an kita berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa atau nafsufsu kita dan dari keburukan amal-amal perbuatan kita sedangkan asbabut Taufik sebab sebab Taufik dari Allah yaitu dengan Allah subhanahu wa taala menjadikan jiwa kita itu bisa menerima nikmatnya mensik dengan benar nikmat Allah seperti yang dicontohkan tadi Bagaimana sikap Qarun ketika menerima nikmat Allah ini yang menjadi sebab dia mendapatkan khidlan sementara Bagaimana sikap hamba Allah yang mulia Nabi Allah Sulaiman alaihiatu wasalam yang Allah jadikan nafsunya benar-benar ditundukkan sehingga bisa menerima nikmat dengan benar maka dia dimuliakan tentu saja di sisi allah subhanahu wa taala maka sebab-sebab Taufik itu adalah dari Allah dan dari karunianya dialah yang menciptakan ini dan itu yakni menciptakan sebab-sebab untuk mendapatkan Taufik dan sebaliknya untuk mendapatkan khidlan sebagaimana Allah subhanahu wa taala menciptakan bagian-bagian yang ada di muka bumi Hadi qobilatun Lin nabati Wi qilatin lahu ya di muka bumi ini kan ada bagian tanah yang bisa menerima tumbuhan ditanami tumbuhan-tumbuhan tumbuh-tumbuhan ada juga bagian permukaan yang tidak bisa ditanami tumbuh-tumbuhan War Allah juga menciptakan pohon-pohonan ya ada pohon yang memang bisa menerima mengeluarkan buah ada pohon yang tidak bisa mengeluarkan buah Allah menciptakan nak ya lebah Allah menciptakan lebah yang dia bisa menerima Allah Jadikan Dia bisa mengeluarkan bisa keluar dari perutnya syarab minuman yni madu yang waranya bermacam-macam sementara sementara yang serangga seperti ininya misalnya zambur ya semacam kumbang begitu tidak bisa keluar dari perutnya yang seperti itu ya wq wq arwahikriukahabtihiiuh sebagaimana Allah menciptakan jiwa-jiwa manusia ada jiwa-jiwa yang baik yang dia bisa menerima berzikir kepada Allah selalu mensyukuri nikmatnya selalu mencintai Allah mengagungkannya membesarkannya mentauhidkan Allah menyembahnya semata-mata tidakutukannya dan bisa menyampaikan nasihat hamba-hambanya sebaliknya Allah menciptakan ruh-ruh atau jiwa-jiwa yang buruk naillah ik yang tidak bisa menerima semua itu Bahkan dia hanya bisa menerima kebalikannya selalu berpaling dari berzikir tidak mensyukuri nikmat tidak mencintai Allah tidak mengagungkannya tidak mentauhidkannya malah melakukan perbuatan Syirik tidak menegakkan nasihat bahkan merusak hamba-hamba Allah naudubillahalik wahual hakimul Alim dan Allah subhanahu wa taala Maha memiliki hikmah menempatkan segala sesuatu tepat pada tempatnya ketika dia memilih yang ini maka itu sesuai dengan rahmat dan karunianya ketika memilih yang ini yang kedua maka itu dengan keadilan dan hikmahnya hikmah artinya Allah selalu menempatkan segala satu secara tepat dan persis pada tempatnya dan dia adalah alalim yang mahaahui Siapa Yang Pantas mendapatkan Taufik dan Siapa Yang Pantas mendapatkan yang sebaliknya barakallahikum ini penjelasan yang sangat berharga sekali untuk kita mengetahui tentang sebab-sebab mendapatkan Taufik dari Allah subhahu wa taala untuk selalu usahakan dan berdoa meminta dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan sebaliknya sebab-sebab menjadikan Allah berpaling dari untuk kita menghindari menghindarkan diri darinya selalu berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari sebab-sebab tersebut Barakallah fikum apa yang kita bahas di kesempatan pagi menjelang siang hari ini bermanfaat ya dan selanjutnya kita cukupkan sampai di sini kajian kita untuk kita dengarkan pertanyaan yang Antum sampaikan Barakallah fikumahu wasamakb Muhammad bi ajmain walhamdulillahiabbil alamin nah Nam Ustaz jazakumullah Khairan barakallahu fikum Ustaz atas materi yang telah sampaikan Ustaz tentang sebab-sebab berpalingnya Allah dari hamba satu kajian yang sangat perlu kita dalami dan juga pahami agar kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa Allah tidak berpaling kepada kitaama Azani Allahu wakum untuk selanjut kita angkat pertanyaan dari Anda semuanya mulai telepon di 02182365436 kita angkat yang pertama Ya silakan Ya silakan Baik bapak atau ibu silakan sudah masuk baik terputus kita angkat kembali bagi Anda semuanya ikhwat Islam aaniuakum yang ingin bertanya secara langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat bertanya mulai chat wa di 0819896543 kita angkat berikutnya yang masuk ya silakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Umu dan berada di mana dengan hamba Allah dari Sumbawa Pak ustaz I silakan ya begini Pak ustaz ee Saya ingin bertanya tent apak apa Sa Mak darikian pakamikmatah wabikumsalam warahmatullahi wabarakat kepada kami persilakan untuk menjawab silakan iakah sekali dari akhwatau ibu kita yang ada di Allah Subu wa taahik bagi Beliau juga untuk kita semua ya makna ihal mustaqim Ya Allah berikanlah Hidayah kepada kami untuk menempuh jalan yang lurus di sini maknanya kita meminta Hidayah kepada Allah subhanahu wa taala karena memang hidayah itu ada di tangan Allah semata-mata dalam hadis qusi yang sahih dalam sahih Imam Bukhari Allah subhanahu wa taala berfirman ya ibadiukumun ituhu fastahduniikum wahai hamba-hambaku kalian semua tersesat kecuali orang-orang yang aku berikan Hidayah kepadanya maka mohonlah Hidayah kepadaku sehingga aku berikan Hi itu kepada kalian dan Karena luasnya rahmat dan kebaikan Allah ya besarnya limpahan kedermawanan dan kebaikan dari Allah dia mewajibkan kita untuk meminta Hidayah ini di Salat kita setiap rakaat kita membaca di surat Alfatihah ihdiniratal Mustaqim karena Allah mengetahui ini kebutuhan kita yang paling besar untuk selalu mendapatkan hidayah dari Allah subhanahu wa taala ya ingat kita butuh Hidayah setiap saat kita bisa melaksanakan salat saat ini misalnya salat subuh tadi Nanti salat zuhur kita butuh lagi Hidayah bisa mengamalkannya kita istikamah di atas Islam hari ini kita butuh di hari berikutnya sampai di akhir hayat kita bkan terus kita butuhkan Hidayah sampai di akhirat sampai-sampai penghuni surga saja ketika masuk ke dalam surga apa yang mereka katakan [Musik] Ya danenikamillahiagi Allah yang telahikan Hidayah kepada kami untukuk danngguh kami tidak akan bisa mendapatkan hidayah kalau bukan karena Hidayah dari Allah subhu ya Bu Karena Allah urnaan Hidayah kita hidayah kita ditambahkan Hidayah kita dijaga makanya ayat ini juga kata Imam Ibnu rahimahullah taala dalam tafsirnya di sini ada permintaan thaabul Hidayah kemudian juga thaababat alaiha meminta hidayah itu sendiri dan meminta keteguhan di atas Hidayah agar kita istiamah di atas Hidayah sampai di akhir hayat kita akan sampai kita menghadap Allah sampai masuk ke dalam surga dengan rahmat dan karunia Allah subhanahu wa taala Maka itulah makna dari firman Allah subhanahu wa taala diayat Nam Barakallah Fik n Ustaz Wafiq Barakallah jazakumullah Khairan Ustaz atas jaban yang telah Antum sampaikan Ustaz kita angkat berikutnya Pertanyaan selanjutnya dwat telepon di 0218236543 Ya silakan Halo asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Ibu dan berada di mana Umu Dimas dari Batam Ustaz silakan Umu Dimas begini Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kita hamba Allah ini banyak melakukan dosa ya Ustaz Ya baik yang disengaja maupun tidak disengaja yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari Apakah setelah usia lanjut lantas kita diingatkan dengan semua dosa-dosa atau mungkin juga sebagian dosa-dosa yang kita lakukan baik yang kita sengaja Maun tidak itu apakah itu merupakan juga dari Allah agar kita Sebelum kembali kepada kibaannya kita sudah memohon ampun atau menyelesaikannya selagi kita masih di di dunia ini Ust mohon penjelasannya Terima kasih alamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih kali Ibu Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan ya barakah Dar a melimpahkan Taufik dan keberkahan bagi beliau dan juga bagi kita semua Ya tentu saja apa yang ditanyakan tadi oleh ibu tadi bahwa orang yang di masa tua dimudahkan oleh Allah untuk diingatkan dosa-dosanya sehingga dia bertobat menyelesaikan semua urusan-urusannya dunia ini yang berhubungan dengan dosa-dosa dan kesalahannya tentu ini merupakan termasuk sebesar-besar Taufik dari Allah subhanahu wa taala Yang hendaknya segera kita Lukan segera kita selesaikan dan kita banyak beristigf mohon ampun kepada Allah subhanahu wa taala kita membaca istigfar yang diajarkan dalam sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam karena ini meliputi permohonan ampun dosa yang besar yang kecil kita Sengaja maupun tidak sengaja seperti allahumfirliahu diuillahu wahu waadahu waaniatahuahu aalahu akhiru Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa dosa-dosaku yang besar maupun yang Keil yang kecil yang kecil maupun yang besar yang Sengaja maupun tidak sengaja yang nampak maupun tidak nampak yang awal maupun akhir dan yang semisal ada beberapa Di Dalam Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang sangat bagus untuk kita baca apalagi di dalam sujud kita di dalam doa-doa kita maka segera kita lakukan karena di anara tipu daya setan adalah taswif menyuruh kita menunda kebaikan ya dan ibu mungkin juga ketahui ya di dalam ayat-ayat Alqur’an di disebutkan orang-orang yang Saleh itu rajin beristigfar kepada Allah bukan hanya di masa tua saja Bahkan tiap hari mereka lakukan Kanu qolil minili Ma yahjaun Wil Ashari Hum yastagfirun mereka adalah orang-orang yang sit tidurnya di malam hari Karena Mereka rajin beribadah dan di waktu-waktu sahur Mereka banyak beristigfar kepada Allah mohon ampun kepada Allah kenapa dipilih waktu sahur waktu sepertiga malam yang terakhir adalah waktu dikabulkannya doa karena kita yakini saat itu Allah subhanahu wa taala turun ke langit dunia sesuai dengan keagungan dan kemahab besarannya maka ini merupakan saat yang dikabulkannya doa maka mereka banyak memohon ampun kepada Allah Padahal mereka banyak amal kebaikannya justru sedikit dosanya Oleh karena itu ketika seorang mendapatkan hidayah ini maka hendaknya dia manfaatkan dengan sebaik-baiknya dan kita perlu ingat orang yang bertobat kepada Allah merupakan ciri-ciri seorang hamba yang Allah subh wa taala akan mencintainya karena Allah subhanahu wa taala menggandingkan di dalam Alquran dua namanya Yang Maha wahual gurul Wadud dan dialah yang Maha pengampun lagi maha mencintai hamba-hamba yang beriman dari faedah ayat ini Ibnu qayyim rahimahullah taala menjelaskan seorang hamba yang berbuat dosa kemudian di beristigfar kepada Allah mohon ampun kepada Allah maka Allah maha pengampun kemudian digandingkan dengan namanya alwadud alwadud artinya dia Maha mencintai hamba-hamba yang beriman dan mereka mencintai Allah berarti orang yang bertobat kepada Allah dan Allah menerima tobatnya setelah itu Allah Jadikan Dia kekasihnya kata Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala Anan attaibu Habibullah kalau begitu orang yang selalu bertobat orang yang selalu beristigfar mohon ampun kepada Allah dia adalah kekasih Allah subhanahu wa taala Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita semua untuk menjadi hamba-hamba yang dicintainya amin Amin allahakum untuk selanjut kita akan angkat satu pertanyaan terakhir di kesempatan pagi hari ini mulai telepon di 02182365436 kita angkat ya silakan halo asamaikum Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan Abam diam di boram waalumsam warahmatullahi wabarakatuh Eh gini Ustaz Eh tadi dikatakan ketika Allah apa merasa manusia ituan karena merasa dengan keilmuan dia bukan karena Allah nah ini sebaliknya Ustaz ketika kita ee dikasih musibah cobaan kita katakan ini Allah berhak memberikan cobaan kepada saya karena dosa-dosa saya gitu Ustaz nah ini apakah e hal seperti itu Eh bisa eh dibenarkan Ustaz ee itu aja pertanyaan Ustaz J karena mungkin eh ketika kita dikena musibah kita merasa Allah nih sedang menguji saya dengan dosa-dosa saya gitu agar Insyaallah terhapus dosa-dosa yang lalu gitu Ustaz itu aja pertanyaan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh baik Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab silakan Ustaz ya Barakallah Fik pertanyaan sangat baik tadi dari bapak yang bertanya Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpah Taufik kebaikan dan penjagaannya bagi beliau bagi keluarganya dan juga bagi kita semua ya sikap yang disebutkan tadi itu adalah sikap yang benar sudah kita sebutkan kemarin ya kebaikan inti kebaikan itu dengan mempersaksikan dua hal pertama musyahadatul minnah mempersasihkan besarnya nikmat dan karunia Allah kalau diberikannya kepada kita yang kedua musyahadatu uubin nafs selalu mempersaksikan kekurangan diri kita kelemahan diri kita banyaknya dosa-dosa kita jadi waktu kita mendapatkan bencana atau musibah ujian seperti tadi yang ditanyakan maka kita ingat firman Allah subhanahu wa taala wakum musibatinbima kasabat aidikum musibah apa saja yang menimpa kamu itu akibat dosa yang dakukan oleh tangan-tanganmu sendiri maka Allah berikan musibah dalam urusan dunia yang tentu nanti dengan sebab ini Allah Ingatkan kita akan dosa-dosa agar kita tidak larut dalam dosa-dosa kita kemudian Allah jadikan sebagai penggurur dosa-dosa diangkatnya derajat kita jadi musibah ini pada hakikatnya kebaikan makanya kita diperintahkan bersabar tetap bersangka baik kepada Allah dan Allah berfirman di dalam Hadis Qudsi yang sahih riwayat Imam albukhari aku sesuai dengan persangkaan dan pengharapan hambu kepadaku Jadi kita menarapkan kebaikan dari musibah kita akan dapatkan kebaikan jadi inilah sikap yang benar karena sikap ini kita akan merendahkan diri tetap memuji dan menyanjung Allah dengan semua nikmatnya tetap kita bersangka baik sampai musibah pun Allah berikan untukan bagi dan selalu merendahkan diri kita menganggap kita penuh dengan kekurangan supa kita banyak bertobat kepada Allah kali kepada Allah bersandar kepadanya selalu menyerahkan segala urusan kita kepadanya inilah sikap hamba yang benar dan ini yang menjadi sebab hamba tersebut akan selalu mendapatkan Taufik dari sisi allah subhanahu wa taala dijauhkan dari segala keburukan baik Barakallah fikum inilah akhir dari perjumpaan kita kesempatan pagi menjel siang hari ini Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat untuk menjadi sebab kebaikan dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallahu wasamak Nab Muhammad waa alihi wasohbihi W tabiahum bisaniniddin walhamdulillahiabbil alamin subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan terima kasih banyak kepada guru kami Al Ustaz alfadil Abdullah Tasim Ma hafallahu taala atas waktu yang telah beliau berikan di kesempatan pagi hari ini dan juga materi yang telah beliau paparkan untuk kita semuanya serta jawaban-jawaban yang telah beliau berikan untuk kita semuanya Kami ucapkan jazakumullah Khairan Barakallah fikum Kepada beliau dan semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau di sana Dan juga semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menambah ke untuk beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau Insyaallah allahum Amin dan juga kami ucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami kroroja Kendari dan koroja SSI dengan sebab pertolongan dari allah subhanahu wa taala acara dapat berjalan dengan lancar kami ucapkan terima kasih untuk semua rekan-rekan kami jazakumullah Khairan Barakallah fikum dan juga untuk anda semuanyaat Islam aani Allahu wakum yang telah bersama kami dari awal hingga akhir dalam acara ini kami ucapkan terima kasih banyak jazakumullah Khairan Barakallah fikum nantikan kembali kajian beliau Insyaallah Pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan yang akan beliau sampaikan dan untuk Anda semuanya tetap menjaga kesehatan Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita semuanya untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan Barakallah fikum wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *