dan radio roam tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah subhanahu wa taala melebihi 10 hari pertama bulan Zulhijah saksikanlah kajian Islam ilmiah di R TV dan radio Roja S radio Roja Bogor 100,1 FM Radi maeng 93,1 FM radio R Palu 101,8 FM dan radio Roja Bandung 104,3mbah TV bismillah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastainu umurid Dunya wdin wasatu wasalam ala asrofiliya Wal mursaliniakumullah para pemerhatir rja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami Alhamdulillah di kesempatan Senin pagi yang berbahagia ini kembali kita akan simak program kajian ilmiah disampaikan oleh guru kita Ustaz Dr musyafaad darini hafidahullah dari Kudus pembahasan di kesempatan ini masih melanjutkan kitab sahih fikih sunah fikih ibadah berkaitan dengan penjelasan fikih saf dalam salat Nam ikhwat islamzakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk bertanya seputar pembahasan Dian telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chats WhatsApp di nomor 0819896543 Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan selanjutnya kita persilakan kepada alustaz ahim asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu waastain’inuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati a’malina mayahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah wa Asyhadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa Rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasahbih waman tabiahum bihsanin Ila yaumi liqai para jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat ikhwati wa akhwati Fillah rahimana warahimakumullah marilah kita terus bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala terus mengemujinya karena kenikmatan-kenikmatan yang terus Allah berikan kepada kita semuanya Alhamdulillah Allah masih memberikan kepada kita umur yang dengannya kita bisa menambah amal-amal kebaikan dengannya kita bisa membangun kemuliaan kita di akhirat Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita orang-orang yang pandai mensyukuri nikmatnya orang-orang yang benar-benar cermat dalam memanfaatkan umur ini untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti amin amin amin ya rabbal alamin selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi yang sangat kita cintai nabi yang sangat kita Junjung tinggi nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam begitu pula kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah pada kesempatan yang telah lalu kita sudah mulai masuk dalam pembahasan saf dalam salat berjamaah kita kemarin sampai pada saf yang paling baik untuk jemaah laki-laki dan saf yang paling baik untuk jemaah perempuan saf yang paling baik untuk jemaah laki-laki sebagaimana kemarin kita bahas adalah saf yang pertama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Kiru ijali aaluha saf-safnya atau safnya jemaah laki-laki yang paling baik adalah saf pertamanya sedangkan bagi jemaah perempuan saf yang paling baik adalah saf yang paling akhir sebagaimana disabdakan oleh nabi kita Muhammad S aii was w Akir sedangkan saf yang paling buruk saf yang paling tidak baik bagi jemaah wanita adalah saf yang saf yang paling baik bagi jemaah wanita adalah saf yang paling akhir ya sedangkan saf yang paling yang baik bagi jemaah wanita adalah saf yang paling akhir kita kemarin juga sudah singgung bahwa Sebagian ulama mengatakan hadis ini berlaku ketika jemaah laki-laki dan jemaah perempuan di satu ruangan di satu lantai apabila antara jemaah laki-laki dan perempuan di ruangan yang benar-benar sudah berbeda Sudah terpisah atau di lantai yang sudah berbeda maka saf yang paling baik bagi jemaah wanita saf yang pertama saf yang paling baik bagi jemaah wanita adalah saf yang pertama ketika keadaannya demikian jadi mereka berada di ruangan yang sudah benar-benar terpisah dengan ruangan jemaah laki-laki atau lantainya Sudah benar-benar terpisah dan ini bisa disamakan dengan ketika kaum wanita atau jemaah perempuan mengadakan salat berjamaah sendiri khus KH jemaah perempuan maka saf yang paling baik pada keadaan demikian adalah saf yang pertama Hal ini berdasarkan keumuman hadis Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Innallaha wa malaikatahu yusunail Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya berselawat kepada orang-orang yang bersaf di saf-saf pertama para jemah sekalianahahimakumullah ini juga berdasarkan keumuman hadis nabi muhammadallallahu Alaihi Wasallam seandainya mereka tahu keutamaan salat di saf pertama tentunya mereka akan mengundinya para jemaah sekalian warahimakumullah masalah yang berikutnya adalah keutamaan bersaf di bagian kanan Imam selama bagian kanan Imam tersebut adalah bagian yang terdekat dengan Imam ini juga kemarin sudah kita singgung ya Jadi kita bersaf di belakang Imam itu mulai dari atau dimulai dari tengah kita bersaf di belakang Imam itu dimulai dari tengah di belakang Imam pas kemudian setelah itu ketika ada orang datang maka yang paling Afdal adalah di bagian kanan karena orang kedua ini ketika memilih saf di bagian kanan yang pertama dia di bagian kanan yang kedua dia masih paling dekat dengan Imam ketika datang orang yang ketiga maka yang lebih Afdal bagi dia adalah saf adalah memilih saf yang bagian kiri Imam karena walaupun dia bukan orang yang bersf di bagian kanan Imam tapi safnya dia adalah saf yang paling dekat dengan Imam ketika datang orang yang keempat maka saf yang paling baik bagi dia adalah saf bagian kanan Imam Kenapa demikian karena alasan tadi dia berada di bagian kanan imam dan dia masih dalam posisi yang paling dekat dengan imam orang yang kelima ketika datang ya maka lebih baik bagi dia untuk memilih bagian kiri Imam karena dengan seperti itu dia mendapatkan tempat yang paling dekat dengan Imam para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah seperti inilah kita bersaf ya Kenapa bagian kanan Imam lebih Afdal ada sebuah hadis walaupun ini hadis yang diperselisihkan oleh para ulama ya namun ada beberapa ulama yang menghasankannya seperti alhakim Ibnu huzaimah Ibnu Hibban eh attirmidzi dan juga yang lainnya dan ada yang mendhaifkannya juga seperti Syekh Albani rahimahullah beliau mendaifkan hadis ini namun ee ada hadis lain yang menguatkan makna ini bahwa saf bagian kanan Imam itu lebih Afdal daripada saf bagian kiri Imam ketika bagian kanan tersebut ada nilai lebih juga yaitu lebih dekat dengan Imam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh ibunda Aisyah radhiallahu anha secara marfu mengatakan Innallaha waaikatahu yusalluna ala mayaminfuf Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala dan para malaikatnya berselawat kepada orang-orang yang salat di bagian kanan saf di bagian kanan saf atau di saf yang bagian kanan ini hadis diperselisihkan oleh para ulama ada yang menghasankan ada yang melemahkan namun keutamaanf bagian kanan ini ditunjukkan pula dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh imam muslim dan yang lainnya dari sahabatahuu beliau mengatak was wajhahu Yu ala biwajhihi Dahulu ketika kami salat di belakang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kami senang apabila berada di bagian beliau kami senang apabila bersf di belakang beliau di bagian kanannya kenapa karena biasanya beliau setelah salat menghadapkan wajahnya kepada kami kepada kami yang berada di saf bagian kanan Iya para jemaah sekalian warahimakumullah bagian kanan ini juga biasanya lebih mulia daripada bagian kiri ya bagian kanan ini biasanya lebih mulia daripada bagian kiri maka saf bagian kanan itu lebih mulia daripada saf bagian kiri selama saf bagian kanan itu ee posisinya paling dekat dengan Imam para jemaah sekalian rahim rahimakumullah masalah yang berikutnya adalah Siapakah orang yang paling pantas berada di belakang Imam Siapakah orang yang paling pantas di belakang Imam dalam hadis nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh sahabat IB e IBN Mas’ud radhiallahu Anhu dikatakan lialini minkum Ulul ahlami um ahlama hendaklah orang yang berada di belakangku dari Kalian adalah orang-orang yang dewasa orang-orang yang mengerti dan berakal akalnya sempurna Kenapa demikian Kenapa Rasulullah Sallallahu Alaihi demikian karena para jemaah sekalian warahimakumullah Orang yang akalnya sempurna pemahamannya terhadap agama itu tinggi ketika berada di belakang Imam dia akan tahu kesalahan kesalahan Imam sehingga dia lebih ee lebih peka terhadap kesalahan-kesalahan Imam itu sehingga ketika imam melakukan kesalahan orang ini bisa mengingatkannya begitu pula Apabila ada sesuatu terjadi pada Imam misalnya imamnya batal salat maka orang ini bisa langsung menggantikan Imam tanpa bingung bayangkan apabila yang berada di belakang Imam itu anak-anak kecil atau orang-orang yang kurang paham tentang hukum salat orang-orang yang misalnya akalnya kurang sempurna ketika terjadi kesalahan yang dilakukan oleh Imam maka mereka kurang peka atau tidak peka karena ketidaktahuan atau misalnya imamnya batal mereka akan kebingungan makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan demikian mumul ahl hendaklah orang yang berada di belakangku dari kalian adalah orang yang Ulul Ahlam Ulul Ahlam itu disebutkan di sini aluqala mereka yang akalnya sempurna begitu pula annuha annuha itu juga aluqala Nuha itu aluqala orang yang akalnya sempurna yang mereka dewasa mereka bijaksana mereka juga tahu syariat ketika misalnya hafalan al-qur’annya banyak maka lebih diutamakan ini yang dianjurkan oleh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka para jemaah sekalian rahimanaahim ullah perhatikanlah hukum-hukum yang seperti ini agar salat jemaah kita benar-benar berkualitas karena kita bisa mengusahakan kualitas dalam bersofnya para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah bagaimana kita mengatur saf dalam salat berjamaah atau bagaimana kita memilih berjamaah ketika kita masuk di masjid yang sudah banyak safnya atau ketika kita menjadi imam di masjid yang safnya banyak maka hendaklah kita menyempurnakan saf yang paling awal kemudian saf setelah itu kemudian saf setelahnya jadi jangan sampai kita memilih saf yang kedua padahal saf yang pertama masih kosong begitu pula seterusnya Jangan sampai kita memilih saf yang ketiga padahal saf yang kedua masih ada yang kosong karena semakin kita berada di saf yang lebih dekat dengan Imam maka semakin banyak kemuliaan yang kita dapatkan semakin banyak pahala yang kita dapatkan dari amalan tersebut Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya juga mengatakanal sempurnakanlah saf yang pertama sempurnakanlah saf yang paling depan kemudian setelah itu saf yang berikutnya waakun Apabila ada kekurang dalam saf maka jadikanlah kekurangan itu di saf yang terakhir Iya Apabila ada kekurangan di dalam saf jadikanlah kekurangan itu di saf yang akhir Maksudnya bagaimana Ustaz maksudnya apabila satu saf itu penuh dengan 20 orang dan yang datang itu misalnya nya orang maka atur safnya 20 orang di saf pertama 20 orang di saf kedua 20 orang lagi di saf yang ketiga 10 orang di saf keempat saf yang keempat di situ ada kekurangan saf nantinya pinggir-pinggirnya ya ya Kosong ini maksud nabi Muhammad Sallahu Alaihi wasun muak Apabila ada kekurangan di dalam saf maka jadikan kekurangan itu di saf yang akhir para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah begitulah cara bersfnya para malaikat dan ini adanya keutamaan dalam amalan ini dari mana kita tahu bahwa seperti itulah cara bersfnya malaikat dari hadis Jabir IBN samurah radhiallahu Anhu Beliau mengatakan Kha Rasulullah Sallallahu Alaihi FAQ suatu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi wasam Kuar menuju kami Beliau mengatakan arumii aidikum kaahaabuilins kenapa aku melihat kalian mengangkat tangan-tangan kalian mengangkat tangan-tangan kalian seakan-akan itu adalah l ekornya kuda yang ee kuda yang tidak jina usku Fah Tenanglah kalian di dalam salat Suma khaja Alaina farana hilqa kemudian Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam keluar menuju kami lagi beliau melihat kami dalam ee ee bundaran-bundaran dalam majelis-majelis faqala ala tasuun Kama tasuful malaikah rabbiha Tidakkah kalian bersaf sebagaimana bersafnya para malaikat di sisi rabnya maka kami pun bertanya kami pun mengatakan atau menyampaikan pertanyaan Ya Rasulullah wah wahai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam para malaikat itu bagaimana mereka bersf di sisi rabnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab mereka menyempurnakan saf-sf yang depan dan mereka benar-benar rapat ketika bersf ya di dalam salat kita dianjurkan untuk meniru safnya malaikat ketika berada di sisi allah subhanahu wa taala para malaikat itu ketika berbaris di sisi allah subhanahu wa taala mereka menjadikan barisan mereka yang pertama kemudian yang selanjutnya barisan-barisan pertama mereka ee penuhi dahulu kemudian setelah itu ya mereka menempati barisan yang setelahnya mereka juga rapat ketika berbaris bukan ya Ee berbaris dalam keadaan banyak ee renggangan-renggangan ya kita sedih ya melihat kenyataan di masjid-masjid kampung di masjid-masjid daerah banyak dari kaum muslimin yang berada di masjid-masjid yang yang ee ee yang biasa ya yang banyak ada di masyarakat banyak dari mereka yang tidak memperhatikan hal ini padahal Rasulullah Sallallahu Alaihi memerintahkan dan sudah ada hadis-hadis Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan saf pertama keutamaan-keutamaan merapatkan saf tapi kita lihat ya banyak dari mereka yang bersaf dalam keadaan renggan bahkan kalau diingatkan pun tidak mau menerapkan seakan-akan mereka risih ketika bersentuhan dengan baju saudaranya sendiri bahkan beberapa dari mereka mengingkari orang-orang yang merapatkan safnya bahkan dicemooh dijek padahal itu adalah sunah Nabi Sallallahu Alaihi wasam merapatkan saf ya kemudian memilih saf-saf yang pertama ini adalah sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka hendaklah kita semangat untuk menjalankannya walaupun kita katakan itu sunah itu anjuran tetap saja di dalam anjuran pun ada pahala Bukankah ketika kita berdagang ada kesempat untuk mendapatkan keuntungan walaupun sedikit kita tetap akan memilih pilihan itu darada kita tidak mendapatkan sedikit Bagaimana apabila keuntungannya banyak Bagaimana apabila keuntungannya tidak bisa dibandingkan dengan keuntungan harta duniawiahanahahala dan balasan dari Allah subhahu wa ta itu jauh jauh jauh berharga daripada keuntungan duniawi kita dalam berdagang ketika kita menjalankan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun sifatnya anjuran kita di situ mendapatkan pahala yang agung dari Allah subhanahu wa taala kita di situ mendapatkan pahala yang menjadikan kita bisa mulia selama-lamanya di akhirat nanti para jemaah sekalian rahim rahimakumullah ketika kita salat ingin seperti salatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka begitu pula dalam Kita bersaf harusnya kita ingin bersaf sebagaimana dituntunkan oleh nabi kita Muhammad sallallahu wasallam yang berikutnya para jemaah sekalian Rahimah rahimakumullah adalah masalah meluruskan saf masalah meluruskan saf ini diperselisihkan oleh para ulama tentang hukumnya tapi mereka sepakat bahwa lurusnya saf itu lebih Afdal daripada saf yang Ee tidak lurus mereka semuanya sepakat bahwa lurusnya saf semakin saf itu lurus maka semakin Afdal hanya saja mereka berbeda pendapat dari sisi Apakah meluruskan saf itu wajib ataukah tidak Sebagian ulama mengatakan meluruskan saf itu wajib sebagian yang lain mengatakan sunah wallahu taala alam ya Ana menguatkan pendapat mayoritas ulama yang mengatakan bahwa meluruskan saf itu anjuran meluruskan saf itu sunah muakadah sunah yang ditekankan sekali kenapa dikatakan ini sunah muakkadah karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Ti luruskanlah saf-saf kalian karena meluruskan saf itu bagian dari kesempurnaan salat bagian dari salat ketika dikatakan itu bagian dari salat bukan bagian dari inti salat maka ini menunjukkan bahwa ini nilai lebih ini nilai lebih bukan sampai derajat kewajiban Kenapa kita katakan itu sunah muakkadah bukan sunah yang biasa karena adanya hadis Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sufufakum au lukhalifanallah Baina wujuhikum Kalau kalian tidak meluruskan saf kalian maka wajah-wajah kalian akan dijadikan berselisih wajah-wajah kalian akan dijadikan saling berselisih maksudnya kalau kita safnya tidak lurus maka ada Keadaan hati yang saling mengingkari akan ada Keadaan hati yang saling mengingkari ini ee ada semacam ancaman ya Ada ancaman akan tetapi ancaman ini bukan ancaman yang berat bukan ancaman yang berat sehingga Ee tidak menjadikan hal ini menjadi wajib ancaman ini di ee bisa dipahami lebih baik dalam hadis lain walifualifaub luruskanlah saf kalian dan jangan berselisih yang menjadikan hati kalian berselisih ya para jemah sekalian rahimahimakumullah mungkin kalau tidak ada hadis yang pertama tadi kita akan mengatakan meluruskan saf itu wajib dengan adanya ancaman-ancaman ini walaupun tidak begitu Ee berat ancaman tapi karena itu ancaman maka pada asalnya ini menunjukkan hukum wajib pada asalnya ini menunjukkan hukum wajib untuk meninggalkan yang ada ancamannya itu tapi karena ada hadis yang pertama tadii karena meluruskan salat ee menuruskan saf-saf dalam salat berjamaah itu bagian dari kesempurnaan salat akhirnya mayoritas ulama mengatakan meluruskan saf dalam salat itu tidak sampai pada derajat kewajiban maka pendapat yang lebih pertengahan dalam masalah ini adalah pendapat yang mengatakan bahwa meluruskan saf dalam salat berjamaah itu sunah muakadah ya wallahu taala alam para jemaah sekalian rahimana meluruskan saf walaupun itu sunah bukan sampai kewajiban tapi ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat penting dalam salat kita salat kita berjamaah itu akan menjadi sangat kurang ketika safnya lurus ketika safnya amburadul tidak teratur makanya para jemaah sekalian rahimahimakumullah dahulu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sangat perhatian sekali dengan lurusnya berjamaah bahkan beliau biasanya tidak mau memulai salatnya kecuali setelah memastikan saf-saf para sahabat telah lurus begitu pula sahabat Umar IBN Khattab radhiallahu Anhu di zaman sahabat Umar Ibnu Khattab radhiallahu Anhu beliau tidak mau Takbiratul Ihram kecuali setelah bisa memastikan bahwa saf-saf yang ada telah Lurus di zaman sahabat Umar Ibnu Khattab radhiallahu anhu para sahabat sudah banyak jumlahnya akhirnya apa yang beliau lakukan beliau menugaskan beberapa orang untuk meluruskan saf jemaah salat Ada petugas-petugas khusus ketika petugas-petugas ini sudah memberitahukan kepada sahabat Umar bahwa safnya sudah lurus semuanya n beliau baru bertakbir untuk mengimami jemaah tersebut ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan lurusnya saf di mata sahabat Umar IBN Khattab radhiallahu Anhu dan sebelumnya di dalam pandangan Nabi Sallallahu Wasallam para jemaah sekalian rahimahimakumullah banyak ya perintah-perintah dari nabi kita untuk meluruskan saf ini aimu sufufakum luruskanlah tegakkanlah saf-saf kalian maksudnya luruskan saf-saf kalian Fa inni arakum Min warahri Sesungguhnya aku itu melihat kalian dari belakang punggungku ini mukjizat Nabi Sallallahu Alaihi jadi walaupun Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu menghadap ke kiblat Tapi beliau bisa melihat keadaan jemaahnya tanpa harus menoleh ke belakang in Arum Min warah Sesungguhnya aku bisa melihat punggungku disebutkan Di Sini dari sahabat Anas B Malik radhiallahu Anhu Wana ahahubi waqamahu biqami dan dahulu Kami itu Ketika akan memulai salat kami menempelkan ee pundak kami dengan pundak saudara kami dengan pundak sahabat kami yang berada di samping kami dan juga kami menempelkan kaki kami dengan kaki orang yang berada di sampingkan ini untuk benar-benar memastikan bahwa safnya sudah benar-benar lurus kalau kita menggunakan ee pundak ya Dan kita tempelkan maka dari situ kita tahu kita lebih ke belakang atau kita lebih ke depan atau kita sudah lurus begitu pula kaki ya kalau kita ee menempelkan kaki-kaki kita kita akan tahu Kaki kita lebih ke depan atau lebih ke belakang atau sudah sejajar dengan seperti itu para sahabat ini bisa memastikan bahwa barisan mereka sudah lurus di zaman kita ini para jemaah sekalian rahim warahimakumullah karena kemudahan yang Allah berikan kepada kita kita bisa mengatur masjid kita menjadi lebih mudah untuk memastikan lurusnya saf seperti misalnya diberikan garis-garis di dalam karpetnya jadi karpet-karpet bisa menjadi standar lurusnya barisan ee jemaah dalam salat berjamaah jadi kita misalnya ya dikumandangkan iqamah kita langsung berada di tempat-tempat yang ada garisnya tersebut kemudian kita bisa langsung meluruskan saf dalam salat kita Sebagian ulama ada yang mengkritisi keberadaan ee garis ini baik garis di dalam ee masjid misalnya dengan memberinya cap ya atau dengan menempelkan ee lakban atau dengan ee mengatur karpetnya sehingga ada garisnya ada yang mengingkari keberadaan garis inia melihat pengingkaran ini tidak pada tempatnya Kenapa demikian karena ini wasilah menuju amalan yang disyariatkan wasilah-wasilah yang seperti ini tidak harus ada dalilnya wasilah-wasilah yang seperti ini tidak ada tidak harus ada dalilnya Kenapa demikian karena ini hanya sebagai wasilah ini hanya sebagai perantara untuk menuju sesuatu yang disyariatkan ini hanya untuk memudahkan ini hanya untuk mendukung sesuatu yang disyariatkan kita tahu bahwa meluruskan barisan dalam itu sunah bahkan sunah muakkadah bahkan Sebagian ulama mewajibkannya dan amalan itu akan lebih mudah ketika dalam saf di masjid Coba bayangkan di Masjidil Haram sekarang ini bayangkan di Masjid Nabawi sekarang ini kalau tidak ada garis garis itu berapa lama kaum muslimin akan bisa meluruskan saf dengan baik akan membutuhkan waktu yang sangat lama tapi dengan adanya karpet-karpet itu dengan adanya garis-garis itu akhirnya dalam sekejap dalam waktu yang sebentar mungkin tidak sampai 1 menit saf yang sangat banyak tersebut bisa lurus dengan cepat kalau misalnya di masjid-masjid kita hanya satu saf dua saf mungkin engak terlalu terasa manfaat dari garis itu Tapi kalau masjidnya sudah besar di salat jumah misalnya maka keberadaan saf-saf itu menjadi sangat penting mungkin ada yang bertanya Ustaz di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kenapa tidak ada saf itu tidak ada garis saf itu Padahal mereka mampu melakukan jawabannya bisa jadi tidak ada dorongan yang kuat di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk melakukan itu dan bisa jadi di zaman Nabi Muhammad Wasallam untuk melakukan yang seperti itu lebih berat ya karena keadaan di waktu itu Masjid Nabawi di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu beralaskan tanah Iya tidak seperti masjid-masjid kita di zaman ini di masjid Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu para sahabat biasa salat dengan menggunakan sandalnya itu disebutkan di dalam beberapa hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena memang ee ee Dasar atau ee lantai Masjid Nabawi ketika itu masih berlantaikan tanah untuk membuat garis saf seperti ini Tentunya susah ya Dan mereka melihat yang seperti itu tidak diperlukan belum ada kebutuhan yang yang kuat untuk itu makanya beliau tidak melakukan para jemaah sekalian rahim rahimakumullah alwasail ini merupakan kaidah yang disebutkan oleh para ulama bahwa hal-hal yang statusnya perantara itu akan mengambil hukum sesuatu yang menjadi tujuannya I hal-hal yang statusnya perantara sarana maka dia akan mengambil hukum hal-hal yang menjadi tujuan-tujuannya ya tujuan adanya garis tersebut adalah untuk memudahkan atau untuk mewujudkan lurusnya saf maka itu juga disunahkan atau dianjurkan kalau memang sangat dibutuhkan di zaman ini dan kita tidak mewajibkannya ya kita tidak mewajibkannya para jemaah sekalian rahimahimakumullah ini seperti mikrofon Iya mikrofon mikrofon sarana sarana untuk apa sarana untuk menyebarkan suara azan dan menyebarkan suara azan itu sesuatu yang disyariatkan sesuatu yang sangat dianjurkan maka kita katakan menggunakan mikrofon itu sangat dianjurkan di zaman ini kenapa alwail ah maq karena menggunakan mikrofon pengeras suara ketika azan itu bisa itu adalah sarana itu adalah jalan itu adalah perantara untuk sampai pada tujuan yang disyariatkan yaitu tersebarnya suara azan para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah tentang rapatnya saf ini juga sesuatu yang sangat penting kita sangat penting dalam barisan salat berjamaah kita hal ini ditunjukkan di dalam hadis Nabi Muhammad Sallallahu rusu sufufakum rapatkanlah saf-saf kalian waqibu bainaha Dekatkanlah antara atau Dekatkanlah jarak antara saf-saf ruakum itu merapatkan saf jadi di satu saf kita rapatkan antara saf yang satu dengan saf yang lainnya jangan terlalu jauh tapi berusahalah untuk sedekat mungkin tapi jangan terlalu dekat nanti malah sujudnya menjadi susah tapi sedekat mungkin dengan ee perkiraan nanti ketika sujud masih nyaman tidak mengganggu orang yang di depannya ini qibu terdekatlah jarak antara saf satu dengan saf yang yang lain yang lainnya wnaq sejajarkanlah leher-leher kalian sejajarkanlah leher-leher kalian ya ini untuk meluruskan saf walladzi Nafsi biadih inni yadu Min Khuli kaaha Alf demi zat yang jiwaku berada di tangannya sungguh aku benar-benar melihat setan itu masuk di sela-sela saf seperti ee hewan ee anakan ee hewan ternak anakan ee kambing atau anakan domba Iya anakan domba Ganam Sar seperti anakan-anakan ee kambing yang berwarna hitam yang masuk ke sela-sela ee renggangan saf itu para jemaah sekalian rahim rahimakumullah Coba lihat hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ini ini berkaitan dengan hal yang gaib ya dan beliau adalah orang yang Maksum beliau mengetahui hal yang seperti ini karena Wahyu dari Allah Subhanahu wa taala dan apa yang beliau Sebutkan adalah kebenaran walaupun kita tidak melihatnya maka kita harus meyakini hal ini bahwa saf-saf yang renggang akhirnya akan diisi oleh setan-setan akhirnya akan diisi oleh setan-syetan sebagaimana ada kambing-kambing kecil hitam yang bisa masuk ke renggangan saf-saf itu Dan jangan sampai hadis-hadis yang seperti ini dijadikan sebagai candaan jadikan sebagai olok-olokan Dengan mengatakan Alhamdulillah kalau ada setan-syetan berada di renggangan-renggangan saf itu karena mereka kan jadinya ikut salat subhanallah subhanallah Bagaimana hadis yang sangat mulia ini dijadikan sebagai candaan sebagai olok-olokan naubillahalik naubillahalan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari perbuatan yang sangat buruk seperti ini kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari kehinaan yang seperti ini mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala menjauhkan kita dari sikap-sikap yang yang sangat tidak beradab kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seperti ini rahimakumullah Apakah keberadaan setan di saf-saf itu kebaikan Coba tanya hati nurani kita ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan bahwa setan-syetan itu bisa masuk di renggangan-renggangan sebagaimana kambing anakan kambing hitam yang bisa masuk Dieng renggangan itu apakah keberadaan setan seperti itu kebaikan Kalau itu kebaikan atau sesuatu yang boleh-boleh saja kenapa Rasulullah Wasallam mengatakannya kepada para sahabat sebagai sesuatu yang EE berpengaruh buruk pada salat mereka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidaklah menyebutkan hal itu kecuali karena itu keburukan Rasulullah ingin hal yang seperti ini tidak terjadi kalau setan berada di renggangan-renggangan saf yang seperti itu maka Salat kita akan semakin sulit untuk khusyuk Salat kita akan semakin sulit untuk tenang karena setan-syetan itu akan semakin luasa dalam mengganggu kita ketika salat para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ini menunjukkan bahwa merapatkan saf itu sangat penting bagi kualitas Salat kita ini juga menunjukkanah kedekatan menunjukkan bahwa kaum muslimin bersaudara ini menunjukkan bahwa kaum muslimin itu harusnya saling mendekat ini menunjukkan harusnya kaum muslimin itu menganggap saudaranya seperti bagian dari dirinya jangan sampai ya kita merasa risih dengan saudara kita yang ada di samping kita yang sama-sama ingin menghadap kepada Allah subhanahu wa taala sama-sama ingin tunduk kepada Allah subhanahu wa taala rapatkan saf rapatkan saf dengan baik ya dengan wajar ya tentunya ya tidak berlebihan ya kalau berlebihan juga tidak baik semua yang berlebihan itu tidak baik kalau kita rapatnya terlalu berlebihan nanti kita juga akan sulit untuk khusyuk ya karena berdesak-desakan kalau kita terlalu berlebihan dalam melakukan ee hal-hal yang seperti ini ini juga akan menjadikan kita terjerumus ke dalam hal-hal yang yang akhirnya tidak baik makanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis yang lain mengatakan sudul khalal tutuplah renggangan-renggangan saf itu walu biidi ikhwanikum lembutlah dengan tangan-tangan saudara kalian Apa yang dimaksud dengan lembutlah dengan tangan-tangan saudara kalian I kalau kita berbaris ya jangan sampai kita mengeraskan tangan kita tapi jadikan tangan kita lembut ya menyambut saudara kita yang ada di samping kita lembutkan ya karena kalau kita keraskan tangan kita ya di situ ada ketidak hararmonisan di situ ada ee ee sikap yang tidak bersahabat beda ketika kita menyambut teman kita dengan tangan yang lembut ya jadi jangan sampai kita rapat tapi tidak bersahabat rapat tapi tetap eh rapat ditambah dengan sikap bersahabat kemudian Rasulullah waruuja janganlah kalian meninggalkan renggangan-renggangan untuk setan dan Rasulullah mengatakan Wan wasan wasahullah Barang siapa yang menyambung saf maka Allah akan menyambung dia maksudnya Allah akan mendekatkan dia kepadanya wamanqan qahullah dan barang siapa yang memutus saf maka Allah akan memutus dia maksudnya Allah akan ee menjauhkan dia darinya Iya para jemah sekalian rahimahimakumullah di sini juga ada amalan yang sangat bagus ya waman wasalaan wasalahullah Barang siapa yang menyambung barisan saf atau menyambung saf dalam salat berjamaah maka Allah subhanahu wa taala akan menyambungnya Allah akan mendekatkannya jadi kalau misalnya ada renggangan-renggangan itu masuk l ke renggangan-renggangan itu Masuklah ke renggangan-renggangan itu kalau kita masuk ke renggangan itu berarti kita menyambung saf Ustaz kalau kita nyambung apa masuk ke renggangan-renggangan seperti itu nanti orangnya marah maka jawabannya kita bisa ee mengkondisikan dahulu jadi kita kondisikan misalnya ada dua renggangan ya kita Ingatkan orang yang salat tersebut untuk geser sedikit kalau bisa dengan tangan saja dengan tangan saja kalau misalnya dengan tangan orangnya kaget karena dalam keadaan salat maka kita Ingatkan kita ingatkan dengan mengatakan geser sedikit biar bisa rapat kemudian setelah itu ada renggangan kita baru tempati renggangan itu intinya di sini para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah Saya ingin menekankan bahwa amalan sunah itu jangan sampai menimbulkan fitnah amalan sunah itu dalam mempraktikkannya jangan sampai menimbulkan apa fitnah Jadi kalau misalnya fitnah tersebut bisa diminimalisir dengan komunikasi yang baik maka lakukan itu lakukan komunikasi yang baik Banyak sekali para jemah sekalian rahim rahimakumullah masalah-masalah itu timbul karena komunikasi yang tidak baik ketika kita perbaiki komunikasi kita cara kita berkomunikasi cara kita menyampaikan sesuatu maka masalah bisa teratasi dengan baik ini juga demikian kalau misalnya kita tidak ee berkomunikasi dengan baik dengan orang yang seperti itu bisa jadi tersinggung bisa jadi malah orangnya marah bisa jadi malah ada fitnah yang besar di sana maka komunikasikan dengan baik sehingga penerapan kita terhadap sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu bisa mendatangkan manfaat yang besar tanpa menimbulkan mudarat ya demikian para warahimakumullah ada satu lagi mohon maaf ada satu lagi hal yang disampaikan di sini aatawalla Al imamu taswiatufi bfsihi dianjurkan bagi seorang Imam untuk mengatur safnya sendiri dianjurkan bagi seorang Imam untuk ya dengan ee mengatur saf langsung mengatur saf langsung jadi dia melihat para jemaahnya belakangnya ya lihat kemudian kalau ada yang ee ee ada yang terlalu ke depan disebut yaulan agak mundur kalau ada yang terlalu ke belakang di bilang Fulan agak maju luruskan barisannya sebagaimana dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan hal tersebut beliau sampai keliling ya beliau sampai keliling keliling untuk meluruskan saf makanya di sini disebutkan demikian m atau dia bisa memerintahkan sebagian makmum untuk melakukan hal tersebut ini juga pernah dilakukan oleh sahabat Umar IBN Khattab radhiallahu Anhu ketika jemaahnya sudah banyak sekali maka kalau beliau sendiri yang melakukannya akan membutuhkan waktu yang lama tapi kalau ada petugas-petugas yang menyebar ya maka itu akan semakin cepat kemudian disebutkan di sini juga waita dan hendaklah seorang Imam itu tidak memulai salatnya sampai saf-saf telah lurus Ini jarang ya karena melihat ini masih jarang dilakukan oleh para imam harusnya ada jarak yang yang yang lumayan antara selesainya iqamah dengan Takbiratul ihramnya Imam karena meluruskan saf ini ya seringkali membutuhkan waktu jadi kalau masih jemaahnya masih Geger ada suara-suara ya kemudian safnya belum dibereskan belum diluruskan maka seorang Imam sebaiknya tidak atau Ee tidak memulai Takbiratul ihramnya disebutkan oleh sahabat Ibnu Umar radhiallahu anhumaa Umar la yukabiru hattauijalan dahulu sahabat Umar IBN Khattab radhiallahu Anhu tidak bertakbir beliau tidak mau bertakbir sampai saf-safnya itu benar-benar lurus dan beliau mewakilkan beberapa orang untuk meluruskan saf tersebut kemudian di sini juga ada ee catatan faedah dari Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab almajmu Beliau wajad dakhilu fofi furjatan a sa’atan dakalaha apabila ada orang yang masuk dan mendapati saf ada renggangan-renggangannya maka dia harusnya memasuki renggangan tersebut Subhanallah ini imam nawawi rahimahullah ini imamnya para ulama syafi’iah Belu mengatakan demikian kalau misalnya ada orang masuk ke dalam saf salat berjamaah ternyata renggangan-renggangan maka dia harusnya masuk ke renggangan ituun mengatakan seperti ini dan bagi orang tersebut boleh untuk ee membuka saf di depannya untuk lewat ketika apa ketika dia mendapatkan ada renggangan di saf setelah saf yang ada di depan dia jadi misalnya ya Ada Lima saf di dalam salat berjamaah dia melihat di saf yang kedua ada renggangan sedangkan di saf yang kelima keempat ketiga rapat semua dia boleh untuk menuju saf yang kedua untuk menutup celah itu untuk menutup renggangan itu Ustaz ini kan akan mengganggu saf kelima saf keempat ketiga mereka akan terganggu Ustaz jawaban imam nawawi lsir bitarqiha karena mereka salah yang berada di saf ketiga keempat kelima itu punya kesalahan Kenapa saf yang keduanya tidak disempurnakan dulu kesalahan itu menjadikan orang ini boleh untuk melewati mereka sampai di saf kedua ya ini faedah yang sangat bagus ya dari Imam Nawawi rahimahullahu taala yang beliau Sebutkan di dalam Kitab almajmu syarhul muhadzab baik para jemah sekalian rahimahah e sampai di sini pembahasan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi Terima kasih jazakahuir Barakallah fikum Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan fikih saf dalam salat Nam islamakumullah silakan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di telepon 02182365 atau pertanyaan melalui pesan singkat di tat WhatsApp di nomor 0819896543 pertanyaan pertama kita coba angkat di pesan singkat dari Pak Yan di Bogor asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustaz ada beberapa kejadian yang kurang mengenakkan pada saat meluruskan saf di sebagian masjid yang masih banyak jemah awam contoh pada saat kita merapatkan saf mereka selalu menghindar untuk merapatkan dan ada sebagian dari mereka yang menyikut siku kita dan menginjak kaki kita saat ingin terus merapatkan saf apakah sikap yang terbaik yang harus kita lakukan diam saja dengan keadaan ini atau berusaha terus merapatkan saf semampu kita saja dan ada yang membantah untuk merapatkan saf dengan alasan tidak nyaman dan apalagi laki-laki sama laki-ak yang belum saling mengenal mohon nasihatnya Ustaz Syukron Iya para jemaah sekalian rahim rahimakumullah menerapkan sunah di lingkungan yang ee belum siap atau belum tahu atau belum mengenal memang lebih berat daripada menerapkan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam di lingkungan yang sudah mengetahui hal tersebut sudah mengenalnya ya dan sudah ada semangat untuk menerapkannya maka para jemaah sekalian rahim rahimakumullah ee Jangan sampai kita lemah jangan sampai kita goyah Jangan sampai kita surut semangatnya dalam ee menerapkan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Kenapa karena menerap kan tuntunan nabi sallallahu alaihi wasallam di tempat-tempat yang seperti itu pahalanya jauh lebih besar karena memang cobaannya juga lebih besar Iya seperti yang disebutkan tadi ya ada yang mengikut karena ingin menerapkan sunah ya ingin menerapkan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam disikut sama orang ada yang kakinya diinjak yaang ini terjadi ini terjadi Terus bagaimana Ustaz sikap kita ya sabar sikap kita sabar kita tetap menjalankan sunah tersebut ya tapi para jemaah sekalian rahimahimakumullah seringki ya yang diingkari itu bukan rapatnya saf tapi rapatnya kaki jadi mereka tidak suka kalau kakinya itu di ditempel mereka itu tidak suka kalau kakinya ditempel-tempel maka para jemaah rahimakumullah jangan tempelkan kaki ketika keadaannya seperti itu tapi pundak ya berusahalah untuk tetap menempelkannya dan menempelkan pundak ini lebih ringan ya daripada menempelkan kaki maksudnya bagi mereka ya mereka lebih menerima menempelkan pundak menempelkan tangan ya dengan menempelkan kaki maka berusahalah ee sedikit demi sedikit ya kalau mereka sudah menerima ee rapatnya bagian atas ya nanti kalau Misnya mereka bisa menerima rapatnya bagian bawah ya lakukan tapi bertahaplah dalam menjalankan sunah ini kemudian para warahimakumullah hal ini juga bisa diurai dengan ee dengan komunikasi yang baik Misalnya ya Ee ketika ingin merapatkan saf ternyata disikut maka coba setelah salat kita tanya Pak tadi Bapak ingin ee mengingatkan saya mungkin ya Kok Bapak ngikut Ya ada apa ya Misalnya seperti itu nanti bapak tersebut akan menyampaikan Mas itu enggak boleh seperti itu itu mengganggu saya nah ketika ada jawaban seperti ini kita Jelaskan dengan baik kepada bapak tersebut misalnya Pak saya saya tadi itu sebenarnya ingin menerapkan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena Nabi hadis a hadis B hadis C ya tentunya ya dengan ee ketika kita akan melakukan hal yang seperti ini kita harus persiapan dulu ya kita harus persiapan dulu dan ketika kita persiapannya baik kita penyampaiannya baik insyaallah ya orang-orang seperti itu akan mudah menerima penjelasan kita ya apalagi ya kalau kita menjelaskan itu kita barengi dengan kata-kata mohon maaf mohon maaf ya kata-kata ini akan membuka hati mereka perbanyak mengatakan mohon maaf mohon maaf ini usaha kita untuk menerapkan dan menyebarkan sunah Nabi Sallallahu alaii Wasallam kepada orang-orang yang belum tahu ya Yakinlah rahimakumullah mereka adalah orang-orang yang baik tidaklah mereka datang ke masjid kecuali karena niat kebaikan dan orang-orang yang datang ke masjid itu biasanya orang-orang yang punya semangat dalam menerapkan sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kalau ada di antara mereka yang tidak senang ya atau membenci itu biasanya karena ketidak tahuan orang-orang itu menjadi musuh sesuatu yang mereka belum tahu ya demikian Jah sekalianah Jawaban dari pertanyaan ini intinya bersabar dan komunikasikan hal itu dengan dengan baik kepada jemah-jamaah atau saudara saudara kita yang lainnya Insyaallah hal tersebut bisa mengurangi masalah-masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat karena penerapan terhadap sunah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam demikian mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin Mari kita tutup kajian ini dengan doa kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih jazakallahu Khairan Barakallah fikum kepada guru kita Ustaz Dr musyafaat darini hafahullah atas ilmu yang sangat bermanfaat demikianlamzakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin kitab sahih fikih sunah fikih ibadah berkaitan dengan penjelasan fikih saf dalam salat Semoga apa yang telah kita simak dengarkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam bagi kita semua berkaitan dengan seputar ee saf dalam salat dan kita pun Berus usaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh allahum Amin kami yang bertugas mohon pamit undur diri mohon maaf atas segala kilafan Terima kasih jazakumullahu Khair wabarakallah fikum atas kebersamaan anda wabillahi taufik wal hidayah subhanaka allahum wihamda asadu allaahaa Anta astagfirukaik beraktivitas wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply