Ustadz Abdullah Zaen, M.A. – Serial Fiqih Pendidikan Anak No : 200

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi Wafa wasalatu wasalamu ala rasulihil Mustofa waa alihi wasbihi wa kita panjatkan pujji syukur keadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini tanggal 25 rabiani 14 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 28 Oktober 2024 kita kembali diberik kekuat menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa gedung wuluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah subhanahu wa taala berkenan untuk Melah limpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla waala Allahumma Amin selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi hadap kepada Allah Jalla waala allahum sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak ibu-ibu para hadirin para hadirat dan juga segenah pendengar serta pemirsa rahimani warahimakumullah Alhamdulillah kita kembali mengkaji tema fikih pendidikan anak kali ini memasuki serial nomor 200 mengangkat tema bijak meluruskan kekeliruan anak Apa judulnya bijak meluruskan anak Kenapa kita mengangkat tema ini karena manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan manusia tidak akan pernah lepas dari nopo kesalah yang dewasa atau yang anak-anak yang dewasa atau Yang anak-anak dua-duanya kalau yang dewasa yang akalnya sudah sempurna saja sering melakukan kesalahan apalagi anak-anak yang belum sempurna akalnya kita yang hadir di sini rata-rata sudah dewasa atau masih anak-anak malah wis tua ora kur dewasa tok Mestinya kan semakin tua semakin bijak sana pertanyaannya kita yang dianggap sudah tua ini yang seharusnya lebih bijaksana lebih matang cara berpikirnya lebih sempurna akalnya kita ini banyak melakukan kesalahan atau tidak Bu banyak apa sedikit baik kita ini loh yang sudah besar yang sudah dewasa masih banyak melakukan kesalahan itu fakta kenapa kita tidak bisa menerima fakta ketika anak kita melakukan padahal anak kita belum sempurna akalnya masih minim pengalamannya dan tentunya itu berpengaruh kepada tingkat kebijaksanaannya Kenapa kita punya standar Ganda minta dipahami ketika melakukan kesalahan tapi tidak mau memahami orang lain ketika melakukan kesalahan itu kan standar Bu standar ganda ketika kita melakukan kesalahan lantas tegur sama orang lain kita akanak kita melakukan kesalahan loh berarti dibiarkan bukan dibiarkan tapi ditegur dan ditegurnya enggak boleh ngawur pun ada aturan dan adabnya kenapa Karena kalau negurnya ngawur bisa membuat anak menjadi trauma membuat anak nopo traum sebaliknya kalau enggak ditegur juga bahaya Apa bahayanya akan menjadi biasaan menegur berlebihan salah tidak menegur juga nopo salah berarti yang benar yang mana yang benar adalah menegur secara bijaksana Seperti apakah langkah-langkah menegur kekeliruan anak secara bijak inilah yang akan kita bahas Pada kesempatan kali ini di hadapan kita ada berapa langkah ada berapa langkah ada tiga mari kita bahas satu persatu langkah yang pertama memberitahu dengan lembut Kenapa Bu memberitahu dengan lembut Kenapa orang berbuat salah malah diberi tahu karena sering sekali anak-anak itu melakukan kesalahan gara-gara dia tidak tahu bahwa itu adalah kesalahan anak lari-lari di masjid Kenapa karena dia tidak tahu dia tahunya masuk ke masjid tempatnya luas sebagaimana di lapangan juga nopo luas Dia pikir sama-sama luas Berarti sama-sama boleh buat lari-lari mungkin atau tidak seperti itu Bu mungkin berarti dia melakukan kekeliruan karena nopo tidak tahu dan itu banyak terjadi karena keterbatasan ilmu anak kita namanya juga baru belajar bahkan sekalipun anak kita ini sekolah di sekolah Islam sekalipun entah itu Madrasah ibtidaiah entah itu SD IT ya sekolah Dasar Islam Terpadu entah itu berbau agama lah walaupun anak kita itu sekolah di sekolah-sekolah yang berbau agama sekalipun namanya juga baru nopo baru belajar ada sebag orang mengatakan bocah sekolah n sekolah Islam koy gu wis rasa sekolah nang kono bae salah maning apa gunane dia itu baru belajar Mungkin kita ini yang sudah tua ini belajar ilmu agama dari a sampai z satu pertemuan bisa gak bisa Wong Ustaz ora bisa apalagi anak kecil ayat 15 surat apa Bu al-isra ayat 15 Allah subhanahu wa taala berfirman W kunna muadzibina Hatta Nab rasula kami tidak musul kepada kaum tersebut saya tanya sama jenengan tugasnya Rasul nopo ngajari nopo Bu ngajari jadi Allah itu enggak akan mengazab menghukum menyiksa suatu kaum sampai diajari terlebih dahulu Jadi enggak boleh kita menghukum anak atas sesuatu yang dia tidak tahu bahwa itu salah Wong dia enggak tahu kita seakan-akan kayak lebih besar dibandingkan Allah kita marahi kita hukum anak atas sebuah perbuatan yang dia belum tahu bahwa itu salah di tahu dan mengajari orang yang tidak tahu adalah mengedepankan kelemah lembutan lemah lembut niku nopo sih lemah lembut kui suarane aja seru Aku wis lembut banget k l wis suarane seru k jenane ngegas ku jadi lembut itu suaranya enggak keras-keras pilihan katanya tidak menyakitkan kui jenengane lem lembut nopo Bu lembut Bu Bu lembut nopo suaranya Jangan keraskeras pilihan katanya tidak menyakitkan k jenengane lembut ya itu prinsip dasarnya ya Ustaz Saya berusaha lembut tapi malah bocahe bentak malah anaknya teriak Ya Nyong jadi apao emosi berarti kalau kita emosi itu namanya kita ter mancing kalau kita terpancing berarti bedane karo Iwak apa jangan marah itu kayak api api harusnya di disiram pakai noo air bukan disiram bensin ya Jadi kalau anak itu marah-marah teriak-teriak kita jangan ikut teriak-teriak karena tidak menyelesaikan Mas Allah ya jadi langkah yang pertama memberitahu dengan noo lembut karena biasanya anak itu melakukan kesalahan Karena ketidaktahuannya lembut itu artinya suaranya Jangan keras-keras pilihan katanya yang tidak menyakitkan Oke Ayo bidah langkah yang kedua apalah yang langkah yang kedua menyesuaikan ungkapan ungkapan k maksudnya adalah bahasa yang dipakai ketika kita akan menyampaikan nasihat kan pakai bahasa kita menyusun kalimat kalimat itu adalah perpaduan antara katakata ketika kita merangkai kata untuk menyampaikan nasihat dan yang dinasihati anak kecil hendaklah kalimatnya yang sederhana sederhana kui aja kedawan aja ceramah ya Ajan noo ceramah ngene assalamualaikum warahmatullah mukadimah wis Dawa bocah wis angap-angap jangankan bocah Wong Tua ap kedawan pada ngantuk ya Pundi Bu sing ngantuk bu Nah pundi tiang ngacung wong ngantuk ngacung jadi ee ngomong sama anak itu Bahasanya yang seder apao sederhana jangan terlalu panjang dan enggak usah milih Kata yang susah-susah enggak usah milih Kata yang susah-susah dan juga hindari bahasa-bahasa kiasan bahasa-bahasan opo kias karena biasanya bahasa-bahasa kiasan itu cocoknya buat orang dewasa kalau anak kecil yang simpel-simpel aja nanti kita akan bawakan contohnya ya contoh nasihat yang simpel jadi anak kecil itu Eh reasoningnya anu cara mikirnya itu belum jelimet belum bisa jelimet saya kasih contoh di sini misalnya anak batita batita batitan itu berarti bawah 3 tahun baru umur 2 tahun setengah diajari makan sendiri pakai mangkok terus makanannya taruh di mangkok Lalu dia makan ternyata makanannya pada tumpah-tumpah kita pengin negur anak itu jangan ditanya kenapa makanannya tumpah-tumpah itu namanya reasoning itu namanya mikir belum belum saatnya anak apa kalau dia ditanya anak batita itu diajari dengan atau ditegur dengan bahasa yang simpel ya nih contohnya nih seorang sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam namanya Umar Nama lengkapnya Umar bin Abi Salamah Sinten namine Umar bin Abi Salamah radhiallahu Anhu anak kecil ini beliau cerita kuntu gulaman Fi hajri rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam kata beliau ketika aku dulu masih kecil aku ini Dirawat sama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Wat Yadi tau fishahfah dan ketika makan bareng-bareng tanganku bergerak ke sana kemari Apa maksudnya bu bergerak ke sana kemari hah seketan sket sih kep maksudde Laweh tanggane diciot gitu l karena kan biasa rasulull Sallallahu Alaihi Wasallam Makannya itu satu nampan bareng bareng-bareng satu nampan kalau kita kan ada nasi ada lauk ada sayur ditaruh di satu nampan setelah itu makan bareng-bareng Nah Umar ini Umar bin Abi Salamah ini masih kecil dia itu makannya orang anteng enggak Anteng dia dia mengambil punya dia punya orang lain punya ini keliru Apa benar Bu keliru maka lihat Bagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menegur kekeliruan anak kecil tadi lihat baik-baik FAQ Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pun bersabda ya gulam kalau perempuan nuk Nah ya Ghulam sammillah bacalah bismillah kui kan simpel banget loh bacalah nopo bismillah bacalah bismillah cuma dua kata jadi kalimat yang terdiri dari dua kata itu kan simpel banget tidak panjang lebar nasihat nabi kepada anak kecil waul biyaminika nasihat yang kedua Makanlah pakai tangan kanan gampangoten gampang anak TK pun langsung mencerna nasihat itu Makanlah menggunakan tangan kanan terus nasihat yang ketiga apa kata nabi ambillah makanan terdekat apa Bu Ambillah makanan terdekat jadi lihat nasihat-nasihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang disampaikan kepada anak kecil bahkan Subhanallah jemaah yang kami hormati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu menyampaikan nasihat-nasihat yang simpel yang gampang dicerna itu bukan hanya kepada anak kecil bahkan kepada ada orang dewasa pun seperti itu Kana kalamu rasulillahi shallallallahu Alaihi wasall flan yafhamu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kalau berbicara maka ucapan-ucapan dan kalimat yang beliau sampaikan itu jelas apa Bu jelas Tiap orang yang dengar paham kalau zaman kita ini yo mau tingkat pendidikannya nopo tinggi sar sar Jana mau tingkat pendidikannya rendah cuma tamatan SD mau dia itu pejabat mau itu dia rakyat biasa siapa pun yang dengar ucapan nabi paham dan begitu seharusnya kita saat menyampaikan nasihat Jadi enggak usah gagah-gagahan Pren pakai istilah-istilah yang noo asing emansipasi Terus apa maning toleransi Terus apa mening apa Bu partisipasi apa Ming terasi nek ora Sisi Kay kurang noo kurang keren tergantung kita ngomongnya di mana kalau kita ngomong di hadapan akademisi Ok lah diapan mahasiswa diapan dosen gak apaapalah kita pakai sekali-kali pakai istilah itu karena mungkin kita susah nyari padanannya tapi kalau kita ngomong di hadapan orang umum orang awam mok enggak usah pakai yang kata-kata yang susah-susah gitu enggak usah B keren gitu ya engak usah apalagi orang tua kepada siapa anak sendiri walaupun jenengan itu dosen walaupun jenengan itu dosen jenengan itu di rumah bukan menghadapi siapa mahasiswa jenengan itu di rumah menghadapi anak anaknya is TK malah masih PAUD maka gunakan kata-kata yang mudah dicerna contohlah nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam maka lihat apa buahnya falat tilkamati ba’du kata Umar bin Abi Salamah setelah saya mendengar nasihat-nasihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi maka semenjak kejadian itu saya selalu menerapkan adab-adab tersebut se terusnya setiap aku makan hadis riwayat Bukhari dan Muslim alias Umar bin Abi Salamah dinasihati sekali sampai mati dipakai nasihatnya kayak anakenya dewek apa ora bu ya kayak anake dewek apa ora aja ngomong kayak anake dewek kayak dewek apa ora ya kita kayak gitu enggak lihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkah salah satu sebabnya adalah karena kalimatnya itu simpel pendek gampang dipahami sederhana enggak jelimet enggak ruwet ya Emang agama kita seperti itu kok ya ada sebagian orang pengin membuat Islam yang simpel yang gampang menjadi nopo susah rumit jangan Inna hadaddina yusrun agama ini mu mudah agama ini mudah maka bersyukurlah ketika kita ngaji menghadiri pengajian materi yang disampaikan mudah bersyukurlah kepada Allah subhanahu wa taala Alhamdulillah mendapatkan Il ilmu dah Nggih ini langkah yang ke berapa langkah yang kedua kita ulangi langkah opo memberitahu dengan lembut langkah yang kedua menyesuaikan ungkapan langkah yang ketiga memberikan solusi solusi siapa Eng istilah maning ya solusi itu jalan keluar Mari kita lihat contohnya dari nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kejadian nyata dialami oleh seorang sahabat yang dulu masih kecil yaitu rafi’ bin Amr Alghifari radhiallahu Anhu beliau bercerita kuntu wa Ana ghulamun Armi naklan Lil Ansar Dulu ketika saya masih kecil Saya biasa melempari pohon kurma milik kaum Ansar ini kejadian di zaman siapa di zaman siapa ini kejadian di zaman Nabi S wasallam ternyata bocah cilik di zaman Nabi kayak bocah cilik di zaman ini cuman bedane nek neng kene balangi belem Pakel pelem wong ngi enom yo dibalang ya jambu apa maning ya suku ya jebune pada bae kalau di sana ngelempari apa pohon kurung Fa faautian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam faqila innaha Huna ghulaman yarmi nahlana Nah karena ini kejadian terulang ulang maka orang-orang Ansar ini lapor lapor kepada siapa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wahai Rasul di sini ada anak suka ngelempari pohon kurma maka Apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam perhatikan Apakah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan lahs memper bocah cilik apa seperti itu enggak karena itu sebuah kesalahan kesalahan jangan di biarkan walaupun yang melakukan anak kecil jadi memakluminya itu bukan dengan membiarkan tapi menegur dengan cara yang baik jadi permakluman atas kekeliruan yang dilakukan anak kecil bukan dengan cara membiarkan dia tapi permakluman itu dengan cara menegur sesuai dengan cara yang diajarkan sama Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam fauti Bi Il Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka rafi’ didatangkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kira-kira gemeter apa ora ya gemeter apa boten Nu ya bocah cilik diceluk ya Dipanggil suruh datang kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lihat Bagaimana car cara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegur ya Ghulam lima Le Kenapa kamu ngelempari pohon kurma nah ini alasan to tapi pertanyaan ini ditanyakan bukan anak batita bukan anak nopo Batita kemungkinan nih anak ini ya si Sinten mau Rofi Niki mungkin kalau anak sekarang ya wis SD lah ya wis SD kira-kira Ya kemungkinan Ya kemungkinan sudah umur segit itu maka sama nabi ditanya kenapa kamu lakukan itu dan di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bijaksana sekali beliau pengin tahu anak ini ngelempar ada alasannya atau sekedar ngelempar kan beda kan sekedar ngelempar sama ada alasannya kan beda maka ditanya sama nabi S wasallam apa kata Rafi qulu akulu aku ngelempari kurma itu untuk aku makan apanya yang dimakan buah yang jatuh dan kemungkinan kalau kita tahu ya kondisi ekonomi di zaman itu itu kan banyak orang-orang mis miskin Jadi kemungkinan memang Rafi ini sedang Kela kelaparan buktinya nanti di akhir ya ada doa dari Nabi Sallallahu alaii wasallam buat si anak ini Berarti dia ngelempar ini karena kebutuhan atau tidak kebutuhan atau sekedar dolanan kebutuhan dia butuh makan dia lapar ya jadi Subhanallah Bapak Ibu yang kami hormati ada enggak ucapan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada rafi’ Woi Maling ada gak ada enggak ada bahkan rcah nakal ada gak ada ini yang saya katakan tadi lembut kpo lembut lembut intonasinya enggak tinggi bahasa yang dipilih tidak menyakitkan tidak ada kata-kata menyakitkan cuma dialog antara nabi sama rafi’ Nah setelah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mendengar alasannya karena si Rafi ini sedang kelaparan dia butuh makanan maka lihat apa kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam falaarmin Nakla jangan kamu lempari Pohon jangan kamu lempari Pohon berarti menyampaikan nasihat atau tidak menyampaikan nasihat karena itu sebuah kekeliruan tetap ditegur sama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan lihat di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan jangan la Tarmi jangan melempari Berarti boleh enggak kita menggunakan kata jangan kepada anak boleh jangan k makud udu jangan bening jangan itu apa ajaak ya boleh Karena sekarang Muncul pemahaman di kalalangan sebagian praktisi pendidikan ndak boleh menggunakan kata jangan boleh yang penting tidak berlebihan jadi yang enggak boleh itu berlebihan tik-tiik aja tik-tiik aja tiik aja jadi Sedina k ajane pakai banget itu yang enggak boleh kalau sesekali dan memang itu dibutuhkan gak masalah wong Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga pakai kok cuman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam enggak sering banget didik-didik aja dididik aja enggak Kalau perlu gak masalah jangan kamu melempari pohon kurma terus lihat ini habis ini ini yang perlu kita Gar sebagai wa Qul Ma yasquutu Fi asafiliha Makanlah buah yang berjatuhan jadi nabi itu kasih solusi memberikan jalan keluar nih kamu laparkan ya kamu butuh makanan jangan kamu lempari cukup kamu nyari yang pada jatuh seakan-akan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberikan rekomendasi kalau buah itu jatuh boleh kamu makan di dalam riwayat yang lain disebutkan jangan dibungkus jangan Dipo dibungkus jadi aja ngesok Gawa karung ya Gawa karung Ana Kebon apa durin ya durene Wit Ana 100 ya set siji-siji ya sekol bukan ini saat orang lagi kelaparan mau makan buah yang berjatuhan silakan sekedar untuk melepas noo lapar Ya sekedar untuk mengganjal perut Ya jadi itu solusinya jadi nabi Sallahu Alaihi Wasallam kasih solusi ya Jadi kalau misalnya ada an kelihatan lapar banget kemudian dia jalan sana jalan sini ngapa melaku-melaku ngeneh jangan gitu misal nih ya misal nih lagi barang gawe lagi barang gawe kita lag lagi bikin walimah walimah kan biasanya makanannya banyak apa sedikit banyak wong liwat ya Ambun Wah enak banget Ada anak kecil bolak balik bolak balik bolak-balik jangan kemudian ngapa kene melaku-mlaku bae gue biasane bocah lagi apa Bu Lagi kencoten ambilin apa nasi kasih lauk ngih itu namanya memberi so solusi sehingga anak itu enggak kepikir untuk ngambil karena hajatnya sudah terpenuhi itu namanya memberikan solusi ya enggak cukup sampai di situ Subhanallah Suma masaha RI kemudian Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengusap kepalaku kepalanya siapa si raofi tadi anak kecil diusap kepalanya sama Nabi Sallallahu alaii wasallam ini kasih sayang ungkapan opo kasih sayang anak kalau diusap kepalanya itu senang ya diusap uh di uh bocah k di usap kepalanya terus lihat didoain Allahu Akbar apa doanya Asbi Ya Allah bikin perutnya kenyang Ya Allah kenyangkanlah perutnya Allahu akbar hadis riwayat Ahmad dan menurut Syekh alarnaud hadis ini berpotensi untuk dinilai Hasan kita ini kalau baca hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu kita akan temu kan kesempurnaan cara yang paling elegan cara yang paling keren cara yang paling bagus adalah cara yang diajarkan oleh Wasallam Enggak ada umpatan enggak ada kata-kata kasar enggak ada teriakan enggak ada bentakan yang ada adalah nasehat yang simpel memberikan solusi mengungkapkan kasih sayang dan mendoakan ini yang harus kita contoh dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi kalau kita lihat anak kita melakukan kesalahan ajari dengan cara yang baik Berikan dia kesempatan untuk berbicara Kenapa dia melakukan itu jangan buru-buru divonis nabi enggak mvonis anak ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kasih kesempatan dia untuk menjelaskan tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam juga nasihati nasihatnya simpel enggak cukup hanya dinasihati dikasih solusi enggak cukup hanya dikasih solusi diusap kepalanya ungkapan kasih sayang Nabi Sallallahu alaii wasallam enggak cukup sampai di situ nabi doakan anak itu Masyaallah tabarakallah Makanya ayo terus ngaji ayo terus ngaji saya tanya sama jenengan sebelum jenengan ngaji hari ini pernah enggak jenengan membaca atau mendengar hadis yang tadi barusan saya bacakan pernah Belum baru sekali ini dan masih ada ribuan atau bahkan mungkin jutaan hadis lain yang kita belum tahu maka ngaji kapa Bu ngaji semoga bermanfaat Monggo Masih ada sisa waktu kalau ada pertanyaan Baik terima kasih Ustaz jazakumullahiran kami bacakan pertanyaan pertama bismillah izin bertanya Ustaz Saya punya cucu dua Belum lama ini cucu yang kedua yang awalnya tidak suka main HP sekarang suka main hp karena melihat kakaknya dan sama orang tuanya dibiarkan saja saya sebagai kakeknya lebih bijak menasehati anak saya atau ke cucu saya qadarullah mereka tinggal bersama kami kakek dan neneknya jazakumullah Khairan Terima kasih atas pertanyaannya mana yang lebih bijijak menasihati anak Anda atau menasihati cucu Anda yang lebih bijak adalah menasihati dua-duanya yang lebih bijak adalah menasihati dua-duanya menasihati orang tuanya ya menasihati anaknya alias menasihati anak jenengan dan menasihati cucu jenengan cucu di sini ya kakaknya ya adiknya ya kakaknya ya adiknya dan saya anjurkan Jangan ditunda lama-lama Kenapa Mbok dung kebanjur mumpung belum lama anak itu suka main HP mumpung belum kelamaan belum menjadi sebuah candu baru kecanduan tingkat ringan segera nasihati orang tuanya nasihati kakaknya nasihati adiknya ee caranya bagaimana saya anjurkan ee anda untuk ee dengarin pengajian yang pernah saya sampaikan judulnya mengatasi kecanduan gadget pada anak no judulnya Bu mengatasi kecanduan gadget pada anak saya anjurkan jenengan untuk mendengarkan pengajian itu untuk ee mengambil faedah tentang caranya menegur orang tua anak yang kecanduan gej dan Bukunya ada bukunya ada tipis kecil bukunya silakan Baik terima kasih jazakumullahiran pertanyaan berikutnya Ustaz Bagaimana solusi untuk memperbaiki mendidik keponakan yang tinggal di rumah saya Saya sudah pelan dan menasihati dengan lembut tetapi karena hasil asuhan dari bapaknya sejak kecil temperamental ibu dan bapaknya bercerai dan ibu dengan anaknya ini keponakannya tinggal di rumah ikut bersama saya Ustaz jazakah Kiran sama jawabannya sama yang perlu untuk dididik digarap adalah bukan hanya anaknya termasuk juga orang tuanya jadi yang Saya dengar itu keponakan jenengan dan ibunya tinggal bersama anda Kalau enggak salah saya dengarnya kayak gitu berarti yang perlu dikasih masukan dua-duanya ibu Bu dari keponaan Anda dan juga keponaan Anda Ustaz saya sudah nasihati berkali-kali dengan kelembutan belum ngefek berarti jenengan sedang dikasih kesempatan dapat pahala lebih banyak begitu cara kita berpikir nashati sekali belum diterima dua kali belum diterima tiga kali belum diterima berarti Kita lagi dikasih kesempatan dapat pahala lebih banyak kalau kita nasiati sekali langsung diterima besoknya Enggak nasihati lagi toh nah ini anak ini susah dinasihati berarti jenengan sedang dikasih kesempatan untuk dapat pahala sudah terusin nasat ada seorang ulama ngasih ee apa namanya analogi seperti ini batu noo batu kalau ditetesi air bolong enggak batu ditetese air bolong Enggak Hah tergantung berapa kali ditetesinya enggih kan kalau cuma sekali Ya enggaklah berapa kali berarti ratusan ribuan kali ketika kita masuk gua law akan kita lihat banyak noo stalak sama stalak mid ya stalaktit sama stalak itu terbentuk berapa tahun ribuan tahun maka Jangan bosan kasih nasihat satu dan Jangan bosan untuk mendoakan Jangan bosan menashati jangan mendoakan padukan antara dua hal tersebut nasihat terus-menerus dengan kelembutan dan doa terus-menerus fainna ma’al Usri Yusro Inna maal Usri Yusro sesungguhnya bersama dengan kesulitan akan ada noo kemudahan dan sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan semoga bermanfaat ya jazakumullah Khairan pertanyaan berikutnya hampir Senada ini Ustaz Bagaimana cara menasihati anak yang sudah beranjak dewasa berumur 21 tahun Bagaimana menasihati anak yang sudah dewasa Umur 21 tahun anak segitu biasanya sudah bisa diajak untuk diskusi bisa diajak untuk berpikir ya maka menasehhati anak yang seperti itu diajak untuk berdiskusi ya misal kita melihat ada sebuah perilaku dari anak kita yang tidak baik Misalnya contohlah yang paling gampang misalnya mainan HP terus misal contohnya atau Anak ini kalau tidur larut banget misal maka kita ajak anak itu untuk ngobrol ya coba Nak kamu pikirkan ketika kita itu banyak main HP berlebihan Apa dampak positif yang akan kita dapatkan buahnya apa dia akan mikir buahnya apa ya ternyata enggak nemu ya kalau enggak ada buah buah positifnya berarti Apa dampak negatifnya dia akan ngomong a b c d e ya Coba sekarang kira-kira kamu akan seperti ini terus atau enggak jadi anak yang EE sudah seumuran gitu diajak untuk diskusi diajak untuk berpikir dan beri kesempatan dia untuk berbicara jangan kita sebagai orang tua berusaha untuk mendominasi obrolan mendominasi yo dewek sing ngomong terus enggak ngasih kesempatan kepada anak itu untuk bicara Jangan kasih dia kesempatan berbicara karena kalau dia dikasih kesempatan untuk berbicara dan kita dengarkan dia merasa dihargai dan kalau orang merasa dihargai biasanya dia akan meng meng hargai Saya ulangi kalau orang merasa dihargai biasanya dia akan menghargai kasih kesempatan untuk bicara jenengan dengarin baik-baik Siapa tahu dia punya alasan Subhanallah ini kejadian saya alami sendiri saya ee pengin anak-anak saya itu Kalau bisa sebelum Azan berangkat ke masjid kalau bisa seperti itu kalau enggak bisa ya azan segera nopo siap-siap berangkat ke masjid pada suatu saat ee anak saya lagi saya lupa lagi tidur atau lagi baca buku gitu ya azan dikumandangkan maka saya tegur ayo nak ke masjid nak siap-siap biasanya saya modelnya itu negur terus saya tinggal ngapain gitu ya setah itu biasanya saya datang lagi dua kali tiga kali gitu kedua kalinya Ketika datang ke tempat dia duduk masih duduk masih apa duduk loh Leh kenapa kok masih duduk enggak wudu ternyata jawabannya di luar di luar apa di luar enggak saya bayangin jawabannya apa jawabannya sebentar Bi Saya lagi menjawab muadzin lagi menjawab apa muadin karena kalau dia saat itu langsung masuk kamar mandi di kamar mandi kan gak boleh ngih boten masa misalnya nih kita masuk kamar mandi nih mau buang air kecil muadin mengumanakan Allahu Akbar Allahu Akbar apa De Perni Allahu akbar Allahu akbar mok enggak berarti dia akan kehilangan Apa pahala menjawab muadin Subhanallah enggak kebayang ternyata dia punya alasan gitu loh punya alasan azan tetap duduk enggak buru-buru masuk kamar mandi ternyata dia pengin dengerin azan sampai selesai menjawab muadzin sampai selesai baru setelah itu nopo masuk kamar mandi dan seterusnya Jadi kadang-kadang anak itu punya alasan kita enggak tahu dan bisa jadi alasan anak itu benar ya Sehingga malah sekarang saya jadi ikut-ikutan begitu azan oranga buru-buru apa masuk kamar mandi kudune sih kudune Ya seharusnya sebelum Azan sudah masuk kamar mandi kudune kan Kay kue tapi kadang-kadang karena pekerjaan karena apa tahu-tahu azan Saya enggak buru-buru masuk kamar mandi saya duduk dulu atau melakukan aktivitas di luar kamar mandi Bisa sambil nopo jawab selesai baru kemudian wudu dan seterusnya intinya Anak seumuran gitu tu biasanya sudah punya alat alasan yang itu perlu kita dengarkan Siapa tahu alasannya bisa kita terima karena sesuai dengan syariat Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita semuanya terima kasih atas perhatiannya menutas segala kekurangannya kita akhiri subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wubu ilaik alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *