alhamdulillahahm TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah Hamdan katsiron thyiban mubarakan Fi Kama yuhibbu rabbuna waard Ashadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa Rasul Amma ba’du saudaraku Siman dan sakidah para pemerhati rja di manaun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini seperti biasa kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting mengenai remaja diambil dari buku yang berjudul Ada apa dengan remaja sebuah buku disusun oleh Al Ustaz Abu Ihsan almaidani hafizullah dan alhamdulillah beliau langsung akan memberikan pembahasan ini di setiap Selasa pagi ini dan seperti biasa setelah materi yang akan disampaikan kami akan buka sesi interaktif bagi Anda yang ingin bertanya silakan bisa mengirimkannya melalui layanan pesan Whatsapp mengenai problematika yang anda hadapi di dalam mengurus atau mendidik anak-anak remaja baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhamulillah nastagfiruh wa nauzubillahi Min syururi anfusina was sayiati a’malina May yahdihillah Fala mudhillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba’dah Amma ba’du para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji milik Allah RAB semesta alam pada kesempatan Pagi ini kita dapat e bertemu kembali masih membahas buku Ada apa dengan remaja yang Insyaallah Pagi ini kita akan lanjutkan pembahasannya sebelumnya selawat dan salam atas nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para marhati Raja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita sampai pada poin yaitu masih ee berbicara tentang menciptakan lingkungan yang positif bagi remaja yaitu lingkungan salah satu di antaranya adalah lingkungan yang dibangun atas dasar komunikasi yang hangat yang lancar yang mengalir dan nyambung ya ya karena Komunikasi itu intinya adalah apakah EE ada di sana ee ketersambungan ya antara kita dan anak karena ada kadang-kadang komunikasi itu hanya satu arah ya si anak enggak merespon atau sebaliknya juga terjadi yaitu orang tua yang tidak ee merespon ya Nah ini komunikasi yang tidak lancar ya Nah Komunikasi itu hendaknya ya dua arah ya dari anak dan orang tua nah dan itu perlu dibangun ya dengan dalam ee situasi yang EE nyaman ya suasana yang hangat sehingga melahirkan dan menghadirkan ee kebahagiaan ataupun kegembiraan ya karena itu dasar yang penting di dalam membangun sebuah sebah komunikasi dan lingkungan itu harus dibangun di atas komunikasi yang hangat ini ya sehingga akan tercipta ee suatu lingkungan yang nyaman bagi anak dan juga sebenarnya bagi orang tuanya juga lingkungan yang positif akan menjadikan anak ataupun remaja mampu mengungkapkan perasaan dengan bebas serta mendiskusikan apa yang yang kita anggap salah ya atau hal-hal yang perlu kita luruskan Nah di sini tadi kita sebutkan bahwa Komunikasi itu harus dua arah maka satu kekeliruan adalah orang tua yang terus-terusan bicara si anak tidak dikasih kesempatan untuk bicara ya langsung dicut begitu ya langsung dibungkam ya sudah kita sebutkan bahwa kita tidak akan memahami orang lain kalau kita tidak mau mendengarkannya ya sangat menyebalkan Apabila seseorang itu di dalam berinteraksi ya ya dia yang mendominasi pembicaraan dan enggak mau mendengarkan orang lain ini ini sosok yang menyebalkan Sebenarnya ya makanya nabi juga Seorang nabi ya kadang-kadang beliau mendengarkan ya dan kadang-kadang beliau yang berbicara ya di dalam dalam berinteraksi ya ada orang itu yang ee ya orang akan mungkin akan menilai ya orang ini sombong begitu ya ya selalu ingin dia yang berbicara selalu ingin dia yang ngomong dan dia enggak mau mendengarkan omongan orang lain ya tidak mau mendengarkan perkataan orang lain ya kita di dalam ya bermuamalahlah kita katakan Ya ber aksi ya Nah ya harus ada ya take and give lah kita katakan Ya ada masanya kita memberi ada masanya kita menerima ada masanya kita bicara ada masanya kita mendengar ya Nah demikian ada sebagian orang itu ya dia enggak mau dia terus ya di dalam majelis misalnya dia terus yang ngomong orang lain ngomong dipotong orang lain ngomong dipotong nah ini kebiasaan yang buruk dan kadang-kadang ituanjut di juga ya mungkin itu kebiasaan di rumah berlanjut di luar ya nah begitu pula dia perlakukan anak anak enggak dikasih kesempatan untuk bicara untuk ngomong ya Nah selalu dibungkam maka ada contoh ya bahwa ee Nabi Ibrahim sendiri membiarkan Nabi Ismail untuk ber ee menyampaikan pendapat ya menyampaikan ee apa yang ada ee dalam benaknya ya itu menyangkut perintah Allah subhanahu wa taala Nah demikian jadi perlu ya kita mendengar karena kita apalagi kepala keluarga ya salah satu ee organ penting di kepala itu adalah telinga ya Nah artinya pemimpin itu juga harus mau mendengar kepala keluarga harus mau mendengar ya mendengarkan istrinya mendengar kan anaknya ya itu perlu dilakukan ya beri kesempatan mereka untuk bicara jangan kadang-kadang kepala keluarga Terus yang mendominasi perkataan pembicaraan Nah anak istri mau ngomong baru sepatah kata saja sudah dicut kamu jangan banyak omong misalnya atau kamu jangan banyak bicara diam dengar ya ini ini arogansi sebenarnya ya para nabi ya tidak menyontoh kan seperti itu ya Nah ini ee kita katakan sifat yang tidak baik juga ya para ee para pemerhati roa kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah karena kita perlu ya Mendengar orang lain supaya kita bisa memahami orang tersebut apalagi ini adalah anak dan istri kita maka jangan jangan terkejut ya dan jangan ee heran juga ketika anak istri itu mencari telinga lain untuk agar ya ya bisa mendengarkan ucapan mereka Maka judulnya jadi curhat anak curhat cari Ustaz ya cari orang lain karena dia tidak mendapatkan di rumah telinga yang mau mendengarkan kata-kata mereka ini banyak terjadi seperti itu istri yang curhat kepada orang lain ya siapapun orang lain itu entah Ustaz entah yang lainnya Ya bisa aja yang lainnya juga ya Kenapa karena dia tidak mendapatkan tempat untuk bicara di rumah suaminya atau kepala keluarganya tidak bisa menjadi telinga keluarga ya Nah sementara ya Ada hal yang mungkin manusia itu ya Ada rasa yang perlu dia ungkapkan maka kepala keluarga itu harus siap menjadi telinga keluarga dia menyiapkan telinganya untuk mendengar keluhan atau apapun ya dari anak istrinya ya Di demikian pula anak kalau orang tua tidak bisa jadi telinga bagi anaknya maka anak ini akan mencari telinga lain yang dia kira atau dia anggap mau mendengarkan kata-katanya atau mau mendengarkan keluhannya maka curhatlah dia kepada orang lain nah ini yang kadang-kadang EE mengerikan juga ya kalau anak istri kita curhat kepada orang lain begitu ya kita enggak tahu apa yang diomonginya ya Nah demikian ya makanya kadang-kadang kita melaheni ee istri-istri yang mau curhat ya ataupun para wanita-wanita yang atau umahat-umahat yang mau curhat itu kita ngeri-ngeri sedap gitu ya mendengarkannya ya banyak para istri seperti itu karena ya Kita pernah tanya kenapa tidak bicara sama suami jawabannya Percuma ya Ah sudahlah kan begitu ya ya menunjukkan e keputusasaan mereka frustasi rasa frustasi si mereka ya Ee untuk melakukannya karena ya ini bisa ditebak ya bahwa kepala keluarganya suaminya e tidak bisa menjadi telinga keluarga demikian juga ya para orang tua yang tidak mau mendengarkan perkataan Anaknya ya anaknya ini terutama remaja ya akhirnya dia cari orang lain ya Yang yang dia cari telinga lain yang yang dia anggap mau mendengarkan kata-katanya ya maka banyak anak remaja curhat kepada yang lain ya kepada Ustaz ataupun kepada yang lainnya karena dia merasa kata-katanya di rumah tidak didengar keluhannya tidak direspon ya Nah Nah demikian jadi perlu ya komunikasi dua arah itu ya maka kita harus menyiapkan telinga kita untuk mendengarkan mereka ya memang mendengarkan orang lain itu enggak enak apalagi isinya keluhan ya nah nah tapi itu sudah risiko konsekuensi kita sebagai kepala keluarga sebagai ayah sebagai suami ya untuk mendengarkan bawahan ya salah satu khidmat yang perlu kita berikan kepada anak istri kita adalah kita harus mau mendengarkan keluhannya ya aduannya atau komplainnya atau apapun itu idenya juga ya itu Ya kita harus menyiapkan diri untuk itu ya Nah demikian itu salah satu bentuk pelayanan kita kepada anak istri ya orang Arab mengatakan sayidul kaumi khimum ya pemimpin satu kaum itu adalah khadim mereka ya yang bertindak untuk melayani ya apalagi kita orang tua anak masih bocah dan remaja inilah masanya kita berkhidmat untuk mereka itu masanya kita berkhidmat untuk mereka ya Nah jangan terlalu menuntut lebih ataupun banyak kepada mereka ya memaksa menuntut mereka untuk berkhidmat kepada orang tua belum masanya ya belum masanya karena mereka juga belum mengerti itu ya ada masanya nanti mereka yang yang wajib berkhidmat untuk kita ya ketika kita mungkin sudah tua Renta itulah masa mereka berbakti kepada orang tua ya Nah karena agak aneh juga kalau orang tua Terus menuntut anaknya nya untuk berbakti ya Yang mana berbakti yang dia maksud itu yang ada di di kepalanya yaitu yang biasa dilakukan oleh orang-orang dewasa ya karena dia cara berpikirnya kan cara berpikir orang dewasa sementara yang di hadapi masih bocah dan remaja belum ngerti ya Nah kemudian karena ekspektasinya terlalu tinggi akhirnya dia kecewa kepada anaknya ada laporan orang tua berkata Ustaz anak saya kok enggak enggak bisa ber Bakti sama orang tua saya katakan Bu nanti kalau anak ini sudah gede ya dia akan ngerti berbakti sama orang tua kalau kita memberikan pelayanan yang baik untuk mereka di masa kecil Siapa yang menebar angin dia yang menuai badai ya nah jadi enggak perlu juga dikeluhkan bocah ya belum mengerti berbakti sama orang tua ya memang belum ngerti walaupun kita omongin ya tapi kita menuntut mereka terlalu berlebihan dalam bab ini itu akan membuat kita kecewa nantinya ya kalau ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan maka kini di ee di momen ini kita perlu memahami dan memaklumi nah Ken Kenapa karena memang ee Peran kita di sini adalah sebagai khadim mereka karena mereka masih bocah ya masih remaja Ata remaja ya belum belum sedikitlah ataupun rata-rata belum mengerti arti berbakti kepada orang tua makanya konteks Quran ya ketika Quran dan hadis juga bicara tentang berbakti sama orang tua itu ditujukan kepada dewasa ya dalam ayat disebutkan 40 tahun ya maka Orang itu mulai ya apa namanya ee diuji Apakah dia betul-betul menjadi anak yang berbakti kepada orang tua demikian juga hadis nabi juga sama itu konsep berbakti ya yang sebenarnya ya Nah nabi mengatakan rogi maanf rogi maanf rogi maanfugi dan rugi dan rugi orang yang mendapati orang tuanya ya sudah tua tua Renta salah satu atau keduanya namun dia tidak bisa masuk surga ya tentunya ini bukan ditujukan kepada bocah dan remaja ya tapi kepada orang-orang dewasa seperti kita yang mungkin masih ee punya orang tua Nah itu masa berbakti kepada orang tua yang sebenarnya ya nah Berarti enggak perlu bicara tentang berbakti kepada orang tua kepada bocah dan remaja perlu cuma jangan Berharap terlalu banyak mereka belum mengerti ya mereka belum mengerti sepenuhnya Bagaimana berbakti sama orang tua itu karena mereka lihat juga orang tuanya masih kuat ya masih jadi sandaran ya masih masih diandalkan gitu ya ya mereka juga bingung mau berkhidmat untuk orang tua gimana gitu ya Nah demikian ya Nah karena sekarang ini banyak anak-anak yang stres karena terlalu dibebani ya dengan target-target oleh orang tua mereka harus begini harus begitu sementara pembekalan untuk mereka itu kurang jadi enggak ini bisa dikatakan besar pasak daripada tiang ya Nah ee sehingga ini jadi beban bagi banyak anak-anak dan remaja Ya wallahuam bisawab sementara orang tua hanya bisa menuntut menuntut dan menuntut kalau enggak vonis ya ee atau ya minimal dibandingkan dengan anak orang orang lain ya dengan anak-anak yang lain wallahuam bissawab Nah jadi demikian jadi perlu komunikasi yang baik yang nyambung ya antara anak dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang positif ada ungkapan di luar sana apapun bisa diselesaikan kalau bisa dikomunikasikan ya masalah anak banyak bahkan kadang-kadang sangat berat kalau penyelesaiannya hanya dari satu pihak ini kadang-kadang buntu ya harus ee melibatkan kedua belah pihak anak di sini harus ya kita ee apa ya kita ee minta ya untuk berperan juga di sini untuk menyelesaikan masalahnya ya Nah kalau tidak ada komunikasi ya ya selesai enggak ada solusi ya atau kita menemukan jalan buntu enggak tahu bagaimana solusinya ya karena yang punya masalah anak sementara komunikasi kita dengan anak terputus enggak nyambung ya gimana kita bisa memahami masalahnya lah lebih lanjut lagi Bagaimana kita bisa memberikan solusi yang terbaik yang ada kita menuntut dan menuntut menyalahkan memvonis ya membuat anak semakin terpojok maka keluarlah kata-kata percuma disekolahkan sudah gede dan lain sebagainya Itu kata-kata mutiara orang tua itu hingga ujung-ujungnya nanti ya Maha Benar orang tua dengan segala ulahnya ya Nah demikian wallahuam bawab ya Nah itu itu sangat perlu ya komunikasi ini ya Nah apabila sudah lancar Komunikasi itu itu anak enggak akan curhat ke mana-mana dia akan cari orang tuanya karena dia tahu telinga orang tuanya adalah telinga yang pas untuk ya mendengarkan kata-katanya maka dia pun akan cari orang tuanya ya dia akan mengadukan ya karena dia tidak merasa terintimidasi kalau dia misalnya curhat atau berterus terang kepada orang tua kadang Kadang orang tua tidak bisa menahan emosi ya ketika mendengarkan laporan-laporan yang enggak enak dari dari anaknya itu langsung emosi ya meledup meletup emosinya meledakemarahnya nah ini membuat anak itu trauma ya dan Jera juga ya mungkin di kesempatan berikutnya dia merasa orang tua saya tidak memberikan solusi tapi hanya memberikan ya menyalahkan menyudutkan dan lain sebagainya Nah kadang-kadang kita enggak perlu ya mengatakan kepada anak Nah kan sudah dikasih tahu masih bandel juga iya manusia kadang-kadang belum tentu bisa memahami apa yang kita katakan kata-kata Ya bukan nasihat nasihat lebih berat lagi untuk dipahami ya kata-katanya susah untuk dipahami apalagi nasihat itu maka enggak perlulah kita katakan seperti itu kan sudah diomongi kan sudah dikasih tahu Iya betul tapi Apa perlu kita katakan seperti itu ya Nah itu membuat nasihat kita berikutnya itu kehilangan bobotnya Kalau seperti itu ya Nah demikian dan itu bukan cara yang baik di dalam berkomunikasi ya itu k kesannya ya ya apa namama memojokkan kan begitu ya nah e artinya percuma kamu ini dinasihati kan begitu ya nasihati aja terus itu kan kewajiban kita itu kewajiban sesama muslim apalagi anak kita ya nasihati aja ulangi nasihat itu ya kata-kata seperti kesannya kita udah apa ya sudahah putus asa dan enggak mau lagi menasihatinya karena sudah berkali ee sudah sudah dikasih tahu sudah sudah diomongin sudah ya itu lebih kepada rasa frustasi dan sebenarnya kita marah ya emosi dengan kata-kata itu wallahuam bawab ya ulangi aja nasihat itu Ambillah teladan dari Nabi Nuh alaihalam ya bagaimana cara komunikasi beliau kepada anak yang anak ini sudah mungkin didakwahi dibimbing dibina dididik ratusan tahun di last momen momen akhir ya ada kesempatan beliau untuk berkomunikasi lagi mungkin ini untuk yang terakhir kali ya kepada anak itu karena anak itu Bersi keras tidak mau naik ke perahu yang beliau bangun ya terombang-ambing air banjir itu ya Nah Beliau berkata kepada anak itu ya Bunar maana ini satu cara komunikasi yang luar biasa ya ya ya Jadi ya tinggalkan saja kata-kata yang anfaedah itu kan sudah dikasih tahu masih keras kepala sudah dinasih berkali-kali ya enggak perlu juga dikatakan seperti itu ya Nah nah itu akan menghilangkan fokus orang yang mendengarkan kata-kata kita ya seolah-olah orang ini kayaknya sudah enggak mau lagi sudah putus asa menghadapi saya gitu ya kayaknya saya sudah enggak ada harapan lagi ini Nah demikian ya tapi coba lihat ini inspirasi bagi semua orang tua terutama para Ayah ya atau orang tualah Ayah Bunda Bagaimana cara komunikasi yang baik kepada anak walaupun anak itu sudah berkali-kali dinasihati ya tapi nabi nabi Nuh Alaihi Salam tetap memanggilnya dengan panggilan keakraban dengan lembut ya jauh dari e emosi amarah ya Bu a wahai anakku Naiklah ke perahu bersama kami itu luar biasa itu ya itu cara yang benar ya terlepas hasilnya bagaimana ya terlepas Ini hasilnya bagaimana kita orang tua ya jangan terbebani dengan hasil ya tapi fokus kepada cara kita itu yang akan dinilai Allah bukan hasil ya bukan hasil tapi bagaimana kita melakukan ya begitu Nah di sini kan Nabi Nuh dihadapkan dua pilihan ya mau berkata kasar kepada anak ini mungkin sudah waktunya berkata kasar kan begitu ya keras ya atau tetap memilih cara yang lemah lembut ini ada dua kemungkinan cara yang bisa dipilih di sini ya menghadapi anak yang mau tenggelam ini yang Mas masih keras kepala enggak mau naik ke perahu juga gitu ya ada kesempatan untuk berbicara berkomunikasi dengan anak ini ya itu Nabi Nuh di atas perahu anak itu ya diombong-ambing air banjir itu ada dua pilihan di sini Beliau berkata yang Ketus keras karena memang mungkin sudah waktunya kan begitu ya atau masih tetap memakai cara yang lemah lembut ini ada dua pilihan ini ya mungkin sebagian orang meng anggap wah ini sudah waktunya berkata yang Ketus atau keras kepada anak ini ya mungkin dalam benaknya sudah udah udah dilembuti selama ini sudah dilembuti mungkin ya Nah sekarang ini kasarlah gitu ya Nah mungkin sudah waktunya sudah gemes juga sudah geram juga kan begitu ya nah sudah jengkel juga mungkin atau tetap memilih cara yang lemah lembut mungkin seperti se itulah yang sudah dilakukan sebelumnya ya Ee mengajak dengan ee Lembah lembut memanggilnya dengan lemah lembut juga artinya jauh dari ee kesan marah jengkel Kesal ya apa yang dipilih oleh Nabi Nuh di sini nabi makanya kita katakan bahwa kisah Nabi Nuh dan anaknya ini inspirasi bagi semua orang tua kita harus mengambil inspirasi dari situ Bukan dari kisah-kisah mitos-mitos yang orang tua senangnya hobinya itu mengutak-ngutuk anaknya dikutuk jadi batulah dikutuk jadi inilah gitu ya ya yang menunjukkan ya ee ee ee tidak sabaran Sebenarnya ya Nah apapun hasilnya lah ya Ya itu kan di tangan Allah hasilnya Apakah anak ini nantinya naik ke perahu atau tidak Itu bukan di tangan Nabi Nuh juga ya tapi ada pilihan di sini kita memilih cara ya bimana kita berkomunikasi dengan anak ini dalam kondisi seperti itu ya Nah ini adalah kondisi yang sering dihadapi oleh para orang tua ini ketika anaknya Mengulangi kesalahan mengulangi sampai akhirnya sudah sampai puncaknya ini ya sudahudah mungkin dia sudah agak terpancing juga emosinya ya Nah sekarang kita menghadapi anak ini gimana itu apa cara yang kita pilih itu mungkin tidak ada yang segawat segenting seperti yang dihadapi oleh Nabi Nuh ya anak ini mau tenggelam antara hidup dan mati ini dan hidup dan matinya bukan bukan main-main itu antara hidup dan mati di atas Hidayah Islam atau kufur ini luar biasa itu itu mungkin kalau enggak sabar-sabar Meledak itu sudah kepala kan gitu ya ya tapi Nabi Nuh tetap memilih cara yang lemah lembut dan itu yang Allah ceritakan dalam Alquran ya Bun itu luar biasa ayat ini ya kita bisa k kita katakan ya ya memang pantaslah Allah memilih mereka-mereka manusia-manusia terpilih menjadi nabi dan rasul karena mungkin kalau kita enggak terhandle kita itu emosi dan marah ya Wah sudah meledak mungkin ya ini percuma ini sudah berkali-kali dikasih nasihat masih tetap begini juga mungkin sudah meledak marah kita tapi Nabi Nuh tetap memilih cara yang lembut ya Nah terlepas hasilnya nanti bagaimana Karena kalau kita pilih Cara yang pertama Ya dengan kasar keras kita ngomongin anak itu di situ ya ada dua kemungkinan juga dia naik ke perahu itu atau tidak sama aja kan begitu ya Nah ya karena Hidayah bukan di tangan manusia cara yang lemah lembut juga cara yang kasar ada dua kemungkinan anak ini naik ke perahu atau tidak naik ya cara yang lemahlambut juga sama Ada kemungkinan dia naik at atau tidak ya Ada kemungkinan kemungkinan itu pasti ada karena Hidayah bukan di tangan manusia tapi yang menjadi pilihan bagi kita adalah cara yang akan Allah nilai nanti ya itu yang akan Allah nilai cara yang kita ambil cara yang kita lakukan dan Nabi Nuh telah melakukan cara yang tepat pilihan yang tepat yaitu beliau mengajak anak ini dengan cara yang lemah lembut sehingga Allah abadikan itu di dalam al-qur’an ya Inga cara baca hukum tajwidnya aja itu satu-satunya di dalam al-qur’an itu ya bunaiarkam maana kan begitu ya ya kalau kita baca ayat itu ataupun baca Quran itu cuma satu-satunya di dalam al-qur’an hukum tajwid seperti itu dan itu adalah perkataan nabi Nuh kepada anaknya ya momen yang mungkin sangat sangat sulit ya bagi para orang tua menghadapi momen seperti itu itu pelajaran yang berharga sebenarnya kalau kita baca Ya al-qur’an itu dengan penuh telaah dan tadabur wallahuam bissawab Nah demikian tib itu itu yang kita maksud di sini yaitu cara berkomunikasi yang tepat yang baik kepada anak ya jangan terbebani dulu dengan hasil tapi kita pikirkan fokuslah dengan cara yang kita lakukan kan ya maka perlu belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik gitu ya nabi telah mencontohkan dan para nabi dan rasul sebelum nabi kita juga telah menyontohkan dan Allah subhanahu wa taala menampilkannya di dalam al-qur’an dan di dalam hadis nabi juga banyak bercerita Bagaimana ya Ee ataupun dalam ee sirah ataupun eei ee kehidupan beliau menghadap bocah dan remaja cara berkomunikasi yang luar biasa yang pernah kita sampaikan sebelumnya Bagaimana Nabi ya berkomunikasi dengan Usamah bin Zaid yang melakukan kesalahan fatal jauh dari kesan kata-kata yang intimidatif yang berbau vonis menyalahkan ya menyepelekan ataupun ya memojokkan ini cara komunikasi yang harus dipelajari oleh para orang tua ya Karena untuk nyambung dengan seseorang itu perlu cara komunikasi yang baik dan banyak orang tua yang gagal di sini Ya berantakan akhirnya ya semakin merenggang hubungannya dengan anak ya bukan semakin dekat makin merenggang apalagi ya memang komunikasi yang buruk cara komunikasi yang buruk itu diperparah dengan ya sikap yang yang yang keliru misalnya apa mudah marah melampiaskan emosi ya ini yang sudah kita bicarakan panjang lebar sebelumnya ya bagaimana Perlunya kita itu mendidik anak tanpa amarah itu titik nolnya itu karena kalau sudah marah itu jadi minus jadinya ya titik nolnya itu Ya kita menahan emosi dulu karena kalau sudah emosian susah ya kata-kata menjadi berantakan ya sikap juga menjadi ya kita katakan ee ngaur juga ya dan banyak lagi kerugian-kerugian yang lain kalau kita gagal menahan amarah ya Nah demikian wallahuam Kara susah ya kita berkomunikasi dengan baik dan benar sambil marah itu ya susah agak agak susah membayangkannya membayangkannya aja susah apalagi mempraktikkannya gitu ya kita marah melampiaskan marah tapi kita tetap berkomunikasi dengan cara yang baik dan benar itu itu agak agak susah ya Nah tidak mudah dilakukan itu maka ya enggak ada pilihan selain ya jangan marah dulu ya jangan marah dulu supaya kita bisa berkomunikasi dengan Ya baik ya dengan kepala dingin kata orang ya dengan hati yang lapang terbuka ya Nah demikian wallahuam bissawab ya Nah demikian ya Ee kita katakan di sini lingkungan yang hanya dipenuhi dengan bahasa perintah larangan ya itu adalah lingkungan yang terlalu mengintimidasi maka Allah ketika berkomunikasi dengan makhlukNya nya melalui kalamnya al-qur’an tidak melulu perintah dan larangan ya Nah isi al-qur’an kan memang salah satunya perintah dan larangan tapi kan Enggak semua ada Kisah Di situ ada perumpamaan-perumpamaan di situ ada khabar di situ ya E banyak hal-hal ada cerita-cerita tentang ya penggambaran tentang surga dan neraka di situ ada tarhib dan tarhib di situ ya Jadi tidak melulu isinya poin 1 2 3 perintah larangan perintah larangan perintah larangan isi Quran kan bukan seperti itu ya tapi ada ee ee kata-kata motivasi ya ada informasi ada e kisah-kisah keteladanan ya Ee dan macam-macam di samping perintah dan dan larangan ya begitu ya nah jadi ya orang yang mendengarnya juga tidak ee merasa terintimidasi begitu ya dengan Ee kata-kata kita kalau meluluh ya Misalnya kita bicara sama anak meluluh perintah dan larangan perintah dan larangan ya Nah kerjakan begini Jangan begitu kerjakan begini Jangan begitu ya ya ya jiwa manusia ini kan lemah sebenarnya dan terbatas ya Nah kita harus kasih ruang kepada manusia itu Allah saja pencipta kita Allah kasih ruang kepada kita kita bacaquran isinya perintah dan larangan 1 2 3 4 apa enggak meledak kepala kita dad kita kan begitu Ya nah tapi coba lihat kita baca Quran itu wah luar biasa ya ya Ee di satu ayat kadang-kadang ada ya isinya adalah informasi dari langit berita dari langit ada perumpamaan-perumpamaan kisah-kisah umat-umat terdahulu kan begitu ya atau apa apa pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari ee kisah-kisah umat terdahulu kan begitu kemudian cerita tentang apa yang akan dihadapi di depan berupa surga dan neraka akibat-akibat ya Nah demikian dan sebab-sebab ya k perintah Kenapa harus salat ya enggak melulu salat salat salat kan enggak ya Nah demikian ya wallahualam bawab Nah itu sebenarnya juga cara yang perlu kita lakukan kepada anak w ya jadi itu lebih apa ya lebih bervariasi dan lebih ringan bagi mereka wallahuam ya Nah dan itu akan membuat mereka tertekan ya kalau seperti itu cara orang tua melakukan pendekatan kepada anak ya karena mereka tadi kita katakan bahwa jiwa manusia ini manusia itu perlu dikasih ruang kalau kita tekan terus meledak ya meledak ya enggak ada yang mampu itu ya Nah maka perlu dia manusia itu kita kasih ruang jangan dibuat sesak sesak napas dia enggak macam enggak ada ruang lagi ya ketika berhadapan dengan kita ada kisahnya dan itu pelajaran ya Kenapa manusia itu perlu dikasih siih ruang hatinya itu itu kisah orang yang mau tobat Mungkin sering kita dengar itu ya ya pada awalnya dia mendatangi seorang rahib ya ahli ibadah ya si tukang jagal ini yang telah membunuh serat 99 waktu itu ya dia ingin bertobat ya si pembunuh yang telah membunuh waktu itu 9 orang dia mau bertobat ya dia ditunjukkanlah kepada seorang rahib rahib di sini maksudnya ahli ibadah ahli ibadah ya ya biasa ahli ibadah kan penampilannya ya terlihat nampak seperti orang saleh ya begitu ya memang Saleh dengan ibadahnya begitu tapi dia enggak berilmu Sayangnya dia enggak berilmu ya Dia tidak punya ilmu Walaupun dia rajin ibadah karena Enggak semua orang rajin ibadah itu berilmu ya ya Nah demikian maka dia pun datang kepada ahli ibadah ini dan berkata Saya ingin bertobat saya melakukan satu dosa saya ingin bertobat si rahib ini bertanya apa dosamu dia menjawab Dia jujur-jujur aja ya ya telah membunuh 99 orang ya itu penuturan jujurnya ya perkataan jujurnya kepada si rahib ini atau ahli ibadah ini karena dia mau tobat lah ya ngapai bohong juga ya Bisa aja dia bohong Wah saya cuma munuh satu dia umuru 99 maka Coba lihat apa yang dilakukan oleh si rahib ini ahli ibadah ini dia enggak kasih ruang orang ini Waduh parah kamu ini enggak ada kesempatanmu untuk bertobat ya dia tutup ruang itu ya apa yang terjadi nah ini bahayanya manusia itu ya ya manusia itu e enggak terduga Sebenarnya dia sangat liar manusia ya unpredictable itu manusia dia bunuh ni siahib ya karena dia merasa tidak dapat ruang di situ Itu Perlunya kita kasih ruang kepada manusia bisa berakibat fatal ya frontal seperti yang terjadi pada kisah ini begitu ya maka si tukang jegal ini dia mau bertobat dia enggak dikasih ruang Apa yang dia lakukan Dia bunuh ini si rahim maka genaplah yang dia bunuh jadi 100 begitu ya nah kemudian dia cari lagi orang ya maka orang-orang mengatakan nah datangilah orang itu ya ini kali ini berbeda kali ini yang didatangi adalah seorang ahli ilmu berilmu ya Nah itulah ilmu bisa menyelamat menyelamatkan diri dan menyelamatkan orang lain juga nah ketika si tukang Jal ini berbicara tentang apa ke ke apa namanya tujuannya ya Dan seperti yang dia ceritakan kepada si rahib yang baru saja dia bunuh kemarin berarti sudah 100 ini ya saya sudah bunuh 100 orang kemarin baru saja dibunuh satu orang lagi ya Luar biasa ya kalau kita Ada orang datang ke kita begitu ya yangat pengakuan dosa seperti itu mungkin kita pun terkejut ya enggak tahu apa yang mau kita omongin kan begitu ya Nah dan itu betul-betul adalah kejahatan dan dosanya tapi dia mau tobat maka Apa yang dilakukan oleh si ahli ilmu ini dia kasih ruang dia katakan apa apa yang menghalangimu untuk bertobat bertobatlah di kasasih ruang manusia itu perlu ruang demikian juga anak-anak kita jangan buat sesak dadanya macam enggak ada peluang macam tidak ada kesempatan lagi itu berat bagi manusia ya wallahuamwab Nah demikian ya mungkin materinya sampai di sini dulu ya kita lanjutkan dengan e tanya jawab silakan mungkin ada pertanyaan Alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz syukanzir atas materi yang telah disampaikan oleh Ustaz di kesempatan pagi hari ini pembahasan yang sangat menarik sekali yaitu lingkungan yang dibangun atas komunikasi yang ramah mudah-mudahan ini kita bisa menerapkannya ya terkhusus Kita sebagai orang tua kepala rumah tangga yang mungkin sibuk di luar dan kurang bisa untuk berkomunikasi dengan anak baik e sudah ada beberapa pertanyaan Ustaz di layanan pesan Whatsapp ini ada pertanyaan dari ibu yang usia 14 tahun asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz anak saya laki-laki 14 tahun dia masih suka main dengan anak-anak SD yang usianya jauh di bawahnya tentunya dan masih menyukai mainan-mainan Ustaz Apakah hal ini normal ya Ee Iya kita lihat juga ya Ini masalah eh mungkin ada masalah kesehatan di sini ya bisa jadi kesehatan mental atau yang lainnya begitu ya ini perlu diperiksakan ke pihak yang terkait itu e dokter ya psikiater atau psikolog gitu untuk apa mendiagnosa ini ada apa gitu ya Nah Ee Kita juga enggak tahu maksud maksudnya di sini Bagaimana Apakah maksudnya dia bermain dengan anak yang di bawah usianya dengan dia itu ya untuk mengayomi kan begitu ya Dia terlihat lebih dewasa daripada ya ya usianya kan begitu ya Karena tidak semua remaja di sini usia 14 tahun remaja bisa mengomong mengomongi anak-anak ya Nah atau yang terjadi di sini bukan itu yaitu keterbelakangan pemikiranikiran iya ya dia tidak apa memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan anak-anak sebaya bahkan mungkin yang lebih tua Heeh nabi untuk remaja ya selalu mendidik mereka lebih tua dari usia itu pendekatan nabi kepada remaja sehingga para sahabat ya remaja-remaja di zaman Nabi ya contohnya Abdullah bin Abbas Abdullah bin Zubair ya Zaid Bin Tsabit ya kemudian usamaah bin Zaid mereka itu adalah remaja-remaja yang matang lebih tua dari usianya Nah itu sebaiknya kan begitu ya Nah normalnya ya mereka berteman dengan sebaya kan begitu ya Karena itu adalah Ee kita katakan ee fase yang transisi ya Di mana anak yang sudah meninggalkan masa bocah masuk masa remaja itu nampak dari pergaulannya Karena dia sudah Ngerti arti berteman yang sebenarnya karena dia berteman bukan sekedar berteman-teman main ya tapi pertemanan yang sesungguhnya he itu remaja ya mungkin ketika dia akan dewasa ya hubungan pertemanan ini bukan lagi suatu hal yang Ee kita katakan biasa ya sudah lebih mengarah kepada ya hal-hal yang mendukung kehidupannya kan begitu seperti Kita bersahabat ya yang itu paruhi kita kan begitu ya dan memang ada ee advantage ataupun keuntungan yang kita bisa dapatkan dari pergaulan itu kan begitu karena kita sudah dewasa persahabatan yang kita bangun itu bukan sekedar persahabatan biasa juga ya udah kepada mungkin persahabatan yang ada hubungan bisnisnya ataupun yang lainnya remaja itu ketika berteman itu juga memiliki arti yang berbeda dengan bocah bocah berteman mungkin sekedar teman main saja kan begitu Ya nah tapi ketika remaja nah ini sudah masuk kepada masa transisi seharusnya dia punya pergaulan yang lebih ya matang lagi kan begitu ya tidak bergaul dengan bocah-bocah ya Nah demikian normalnya seperti itu kalau nabi melakukan pendekatan kepada remaja mereka itu ya lebih matang daripada usia mereka ya mereka biasa berinteraksi dengan yang lebih tua kan begitu ya seperti misalnya mengangkat Usama bin Zaid jadi panglima perang yang di mana anggota pasukan itu orang-orang yang sudah tua artinya ya beliau tertentut untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada orang-orang yang lebih tua darinya padahal umurnya baru 17 tahun ini menunjukkan begitulah nabi ya mendidik generasi ya terutama remaja di sini nah kalau seperti itu yang ditanyakan di sini ya kalau seperti yang kita ceritakan tadi yaitu dia bermain bersama bocah-bocah itu dalam artian dia berteman nah ini ya perlu di periksakan juga kan begitu ya jangan-jangan ada satatu yang tidak normal ya keterbelakangan dan dan di sini orang tua enggak perlu malu karena untuk apa penyembuhan itu untuk Ee kita katakan ee untuk menterapi itu jangan telat banyak orang tua ketika dikata anaknya autis dia tidak bisa menerima kenyataan sehingga telat ya memberikan treatment atau terapi nah ini akan berakibat fatal bagi anak itu mungkin karena gengsi orang tua atau orang tua tidak bisa menerima kenyataan yang ada bahwa itulah ujian anak ya Nah kita semua diuji dengan anak enggak perlu malu kita misalnya ya ternyata ya ada kelainan misalnya ya kita kita bicara seperti itulah ada lainan misalnya enggak perlu malu orang tua untuk ya menerima hal itu atau ya membicarakannya juga atau membawanya ke Ee kita katakan pihak terkait yaitu dokter di sini ya E untuk mendiagnosa dan memberikan terapi jangan telat kalau telat ya akan semakin parah ya autis juga bisa di sembuhkan kalau terapinya tidak telat ya kalau treatmennya tidak terlambat tapi kalau telat dan terlambat itu akan susah ini 14 tahun ya seharusnya indikasi itu bisa dilihat Sebelumnya kan begitu ya kalau sudah 14 tahun ya silakan konsultasikan ke dokter apakah masih bisa atau sudah telat kan begitu ya Nah wallahuam B Nah di sinilah perlu orang tua itu memantau perkembangan anak ya dari usia ke usia normalnya itu bagaimana ya Misalnya anak belum bisa bicara di umur 2 tahun itu perlu diawasi ya perlu di apa ya kita katakan ee perlu diperhatikan diwaspadai ya kalau perlu dibawa untuk dierapi apakah ini Normal atau tidak karena anak ini enggak bisa bertindak sendiri penanggung jawabnya adalah orang tuanya nah orang tua ada yang melakukan pembiaran ah dibiarkan dibiarkan Nah sudah 14 tahun atau 15 tahun sudah ya kita katakan usia yang ya terlanjur dewasa atau atupun menuju dewasa ini agak agak susah ya agak susah maka yang berat dari pendidikan itu adalah mengawalnya mengawasinya dari hari ke hari ya dari 0 tahun sampai 20 tahun itu yang melelahkan Sebenarnya ya yang kadang-kadang orang tua ya enggak mampu atau kurang mampu untuk Sabar menghadapinya atau menjalaninya wallahuam bissawab ya Ya enggak perlu malu karena setiap orang diuji dengan anak-anaknya he ya Ee dan ujian itu kan juga untuk naik tingkatan ya naik kelas istilahnya harus diuji kan begitu ya Nah juga ee sesuai dengan kadar keimanan kita ya ujian anak itu berat ya ujian anak berat Oleh karena itu Allah jadikan sebagai salah satu bentuk ujian yang diberikan kepada para nabi dan rasul ya para nabi dan rasul itu diuji dengan ujian-ujian yang berat kalau kita baca al-qur’an Ya banyak ujian-ujian yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul itu semua ujian yang berat enggak ada yang ringan itu Karena nabi mengatakan asadunas balaan alanbiya manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi dan rasul nah salah satu ujian yang Allah berikan kepada para nabi dan rasul itu ujian anak ya ujian anak ada Nabi Nuh yang diuji dengan anak beliau ada Nabi Yakub juga diuji dengan anak-anaknya ya itulah ujian ya Nah demikian wallahuam baawab ya mudah-mudahan ya Bisa ya mendapatkan kepastian ya perlu diagnosa lalu dari situ kita bisa menentukan langkah berikutnya kan begitu ya karena kalau salah diagnosa juga treatmen ke depannya akan jadi salah kan begitu Iya 14 tahun belum terlalu terlambat jika memang iya mudah-mudahan gitu Silakan konsultasi ke dokter Bagaimana terapi dan treatment yang harus dilakukan di usia seperti itu ya Nah Heeh Ya kita ini sebagai orang tua harus banyak-banyak bertobat Sebenarnya ya minta ampun dan harus mengakui kelalaian itu aja kalau enggak susah nanti akan bunyinya adalah Maha Benar orang tua dengan segala ulahnya Masyaallah Iya mungkin itu kata-kata yang tepat sekarang ini ya alhamdillah Terima kasih banyak Ustaz jazak Khair atas Jawabannya mudah-mudahan ini bermanfaat untuk yang bertanya dan umumnya bagi kita semua tentunya baik selanjutnya yang kedua ada pertanyaan dari penanya yang berada di Jakarta yaitu ibu Santi Asalamualaikum warahmatullah e hamb yang berada di Bandung mohon maaf ya E Ustaz Bagaimana cara masuk ee komunikasi kepada anak perempuan yang dia sudah mulai menyukai seorang laki-laki Ustaz dan sifatnya itu dia tidak mau dikomentari jadi hanya mau didengar saja Ustaz karena pernah ketika dikomentari Dia marah-marah ee akan suatu masalah nah ini meng masalah dia sudah mulai ada ketertarikan kepada laki-laki Iya ini satu kita katakan kondisi yang mungkin susah dihindari hari ini hubungan antara lawan jenis ya di kalangan remaja terutama karena ada medianya ya mungkin tidak serumit dulu ya dulu kan enggak ada si ya enggak ada medianya Nah sekarang ada kemudahan-kemudahan itu memang ini seperti teknologi ini seperti pisau bermata dua dari satu sisi memang memudahkan hidup kita tapi dari sisi yang lain kita jadi mudah buat dosa juga karena itu termasuk anak-anak kita diuji juga dengan gadget ini ya kebanyakan ya hari ini ya remaja-aja terjebak di dalam ya hal-hal semacam ini pacaran dan sebagainya itu karena ya dari benda itu dari gadget ya dari dunia maya atau dari media sosial medsos ya Nah itu pula fitnah Hari ini ujian Tantangan para orang tua hari ini ya di situ ya menci remaja yang tidak kenal dan tidak main gadget hari ini kan mungkin ee barang langk atau jarang kita dengar juga kan begitu ya Nah ee itu dia pertama ya suatu hal yang kadang-kadang enggak enggak bisa dihindari hari ini ya Bahkan bisa saya katakan juga bukan hanya anak-anak remaja yang sekolah di sekolah umum bahkan yang latar belakang agama juga itu kenyataan enggak bisa kita tolak enggak perlu juga kita tolak kan begitu Yana yang latar belakangnya pendidikan AG agama ini fitnah ya manusia hari ini karena kemudahan teknologi itu maka di sini ya enggak mudah memang satu enggak mudah menghempang anak dari arus kemajuan teknologi informasi hari ini kayaknya Kayak Menghadang air banjir gitu ya Enggak mungkinlah ya susah ya untuk apa ya kita katakan Ya mengawasi anak di dalam aktivitas gadgetnya medsosnya juga ya ini ini juga sama susahnya ya Ee seperti kita meraba-raba di ruang yang gelap Gitu ya enggak ngerti kita apa yang ada di situ kan begitu nah seperti itu ya Ee kemudian ya jika ya kita dapati anak seperti itu ini mungkin karena pengaruh lingkungannya juga rata-rata teman-temannya sudah seperti itu kan begitu ya dan ya minimal dalam benak mereka Saya mau pacaranpacaran Islami gitu walaupun enggak ada pacaran Islami itu kan gitu ya Islam sudah mengatur bagaimana hubungan ya antara lawan jenis kan begitu ya Nah demikian ya makanya kita ada nulis buku juga pendidikan seksual untuk anak dan remaja ini dasar-dasar pendidikan yang harus kita berikan kepada anak-anak kalau telat ya dia enggak ngerti lawan jenisnya Bagaimana dan lain sebagainya Itu yang salah satu PR orang tua juga ya Nah demikian Jadi kita ini bicara latar belakang dulu ya Kenapa kita jangan nyalakkan anak Oh ini anak pacoran macam enggak ngerti agama ya enggak bisa ngomongnya seperti itu Ya masa enggak diajari di sekolah ya diajari masalahnya bukan enggak diajari atau diajari kan begitu Ya nah tapi kita lihat faktor-faktor yang mendukung ke situ terbendung ditambah lagi hari ini ada satu penyakit yang ini penyakit hati ya penyakit jiwa juga ya yang Ee kita katakan hampir banyak manusia terjangkiti penyak atau virus ini dan mereka tidak menyadarinya namanya virus al-isyq ya isq ya ya yaitu cinta yang membabi buta ataupun Ee kita katakan ee ee kecintaan yang tidak pada tempatnya ya Penyakit isq ini perlu juga dibahas ataupun dibicarakan tentang virus ini dan sudah banyak menyerang ya Ee manusia hari ini bahkan ee anak-anak dan dan remaja virus Isek ini ya dari situlah ya kita katakan Ya muncul ee ee kita katakan kejahatan-kejahatan ee seksual dan lain sebagainya ya Nah itu yang paling parahlah yang paling ringan mungkin ya pacaran tadi ya ee enggak merasa tidak ada ee masalah kalau ee lawan jenis saling berhubungan ya Nah apalagi dibungkus dengan kata-kata ini pacaran yang yang Islami agak susah itu untuk meluruskan ya mindset para anak remaja hari ini bahwa ya Ee lawan jenis itu ada batas-batasnya yang harus diperhatikan ya Nah demikian Ee dan syhat di sini juga banyak ya yang membenarkan ya mereka untuk bisa berkomunikasi atau berinteraksi dengan lawan jenis ya Yang mana itu sudah menjurus kepada pacaran tadi ya Nah demikian kan ya hubungan yang tidak pada tempatnya mungkin dengan alasan ini untuk tanasuh katanya ya Ia berlindung di balik hal-hal semacam itu Ini masalahnya kan begitu ya Nah untuk penyelesaiannya ya Eh ya makanya kita katakan pendidikan itu riwayat mengawalnya itu susah meleng sedikit hilang barang Istilahnya ya anak kita ee abaikan di satu fase usia tertentu saja itu bisa jadi celah dia bisa menjadi persimpangan ya hingga dia dia berbelok tanpa kita sadari dan ini berat memang apalagi kondisi hari ini semakin memperparah itu maka meleng sedikit hilang barang istilahnya Ya gitulah dia susahnya mengawal riwayat pendidikan anak itu ya Nah kalau kita evaluasi mungkin anak ini ada fase-fase usia tertentu yang orang tuanya lalai dan Abai celah menjadi celah di situ ya Dia kena itu ya virus itu Isek ini ya kemungkin anak ini juga kena sudah mulai kena benih-benih virus Isek tadi ya Sudah mulai ya ketertarikan kepada lawan jenis itu satu hal yang natural artinya itu adalah kadrat ya pas ada ketertarikan kan begitu ya Nah cuma Apakah itu ke arah yang negatif ya Nah ini Kan perlu pemahaman yang benar itu pendidikan seksual tadi perlu ditanamkan kepada anak-anak di usia dini yang itu mereka tidak dapatkan di sekolah dari guru karena mungkin guru juga merasa ada batasnya juga di dalam bab ini kan begitu ya Nah itulah peran orang tua di situ nah Maka kalau kita menyadari latar belakang ini semua kita juga bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik juga ke depannya ya berkomunikasi dengan baik kepada anak ini ya nah sabar itu kuncinya ya enggak bisa kita ee intimidasi dia atau kita ultimatum ya apalagi anak sekarang itu bisa patah ya Nah ya Ada yang sembunyi-sembunyi orang tuanya enggak tahu kan begitu ya ternyata hubungannya sudah ya bahkan ada yang ya mengejutkan orang tuanya bahwa bahwa dia sudah sudah nikah kan gitu ya Nah demikian ya wallahuam bawab ya Jadi ya perlu ee kesabaran di sini ya jadi membangun hubungan atau muka Komunikasi itu tidak ee juga jangan gerasa gerusuh G ya main Strike to the point gitu ya Nah kesannya apa Eh kita eh memaksakan apa namanya memojokkan kan begitu ya Nah nanti dia ya akan tertutup ya dan susah kalau anak sudah tertutup begitu ya Nah demikian wallahuam Nah mungkin sampai sini dulu ya Cukup Sampai Sini dulu pertemuan kita nanti kita lanjutkan lagi pada ee pertemuan yang akan datang Insyaallah iya Alhamdulillah syukran jazak kir Ustaz atas waktu yang telah diluangkan dan ilmu yang telah disampaikan dari pembahasan ada Pak dengan remaja ini ya sebuah buku Parenting pembahasan mengenai khusus remaja yang Masyaallah ini sangat menarik sekali dan memang begitu banyak problematika di kalangan remaja ini yang kita harus terbuka ya terhadap ide-ide baru atau ilmu-ilmu baru yang kita bisa terapkan untuk mendidik anak-anak remaja kita tentunya dan kami mohon maaf ya Ada banyak pertanyaan yang tidak sempat kami ajukan karena keterbatasan waktu simak terus kelanjutan nya dari pembahasan buku Ada apa dengan remaja ini di setiap Selasa pukul 800 bersama Al Ustaz abisan almaidani hanya di Roja TV dan di radio Roja demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan subhanakallah wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply