Ustadz Abu Ihsan Al-Maidany, M.A. – Ada Apa Dengan Remaja

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhalhamdulillah Ikh islamakumullah para pemerhati rja di mana pun anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini seperti biasa hari selasa kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang dihadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan buku mengenai remaja yang berjudul Ada apa dengan remaja disusun oleh Al Ustaz Abu Ihsan almaidani hafahullah dan alhamdulillah disampaikan rutin setiap Selasa pagi ini oleh Beliau langsung seperti biasa setelah materi kami akan sediakan sesi soal jawab bagi Anda yang ingin bertanya silakan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada Al Ustaz kami persilakan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh inalhamdulillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi Min sururi anfusina wasiati Amalina yahdihillah Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadiyaalah Ashadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanu itqulaha haqq tuq Wun illaantum l para pemerhati ra kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala pada pagi ini kita dapat e bertemu kembali Masih bersama buku Ada apa dengan remaja yang Insyaallah Pagi ini kita akan lanjutkan pokok-pokok bahasan yang ada di dalam buku tersebut selawat dan salam sebelumnya tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian para pemerhati raja kaum muslimin dan muslimat rahimani warahimakumullah kita sampai pada poin masih berbicara tentang bagaimana kita menciptakan lingkungan yang positif ya lingkungan yang didasari salah satunya adalah yang dibangun atas dasar komunikasi yang hangat ya yang nyaman dan manusia Allah subhanahu wa taala beri kelebihan daripada hewan atau makhluk yang lainnya adalah mereka diberi kemampuan untuk berbicara dan bicara adalah suatu nikmat ya yang Allah berikan kepada kita maka kita tidak boleh puasa bicara ya demikian pula Allah subhanahu wa taala membekali kita dengan ee dua telinga ya karena dengan kedua telinga itu kita bisa menyimak ilmu itu adalah saluran ilmu ya telinga itulah dua Indra yang sangat vital dalam kehidupan manusia ya yaitu mulut untuk berbicara dan telinga untuk menyimak dan mendengar dan itu juga yang dibutuhkan oleh manusia di dalam hidupnya mereka perlu bicara mereka juga perlu mendengar sebelumnya sudah kita sampaikan bahwa ee mendengar ini adalah salah satu ee sarana ataupun media ilmu ya kita dapat mendapatkan ilmu meraih ilmu itu dengan menyimak mendengar ya Nah maka kita saksikan di dalam sejarah banyak ya ulama-ulama yang tidak punya penglihatan namun mereka bisa Unggul dalam bab ilmu mereka mampu menuntut ilmu dengan pendengaran mereka ya dengan mengandalkan pendengaran mereka walaupun mereka tidak mampu melihat ya Nah demikian dan ini salah satu yang perlu kita ee tumbuhkan di dalam ee lingkungan pendidikan terutama rumah ya lingkungan yang positif adalah lingkungan yang menjadikan remaja itu mampu mengungkapkan perasaan ya dan ya dia bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam dirinya untuk mungkin mendiskusikannya dengan orang tuanya atau dengan ayah Bundanya ya Nah dan juga kita dapat merespon apa yang ada pada dirinya ada hal-hal yang mungkin kita anggap salah atau kurang tepat itu bisa kita luruskan dengan komunikasi seperti komunikasi dua arah seperti ini ya lingkungan yang hanya dipenuhi ataupun yang diisi dengan perintah dan larangan ya artinya dia cuma mendengar saja ataupun menerima saja ini sebenarnya ya kurang baik ya bagi perkembangan mereka terutama remaja di mana remaja ini ya akal mereka kan tumbuh kembang ya berkembang maka beri mereka kesempatan untuk berekspresi ataupun mengungkapkan perasaan supaya kita tahu juga apa yang ada pada diri mereka dan orang tua juga perlu mendengar supaya dia bisa mengetahui ya lebih dalam tentang remaja mereka anak-anak remaja mereka nah yang ya hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah bagi manusia secara umum ya memberikan ruang Ya bagi mereka bagi terutama remaja ya untuk mengungkapkan perasaan ya dan diri mereka dan ini kita perlu mendengarkan mereka ya perlu mendengarkan mereka pada dasarnya manusia itu ya perlu dikasih ruang ya karena ketika kita pressure mereka kita tekan mereka kita tidak kasih ruang maka mereka akan mencari jalannya sendiri ya Ee ada satu kisah yaitu tentang seorang yang telah membunuh 99 lalu dia mendatangi seorang ahli ibadah atau rahib rahib di sini maksudnya adalah ahli ibadah dan dia berkata Sesungguhnya aku telah melakukan satu dosa Aku ingin bertobat ahli ibadah itu bertanya apa dosamu Dia berkata Dia buat pengakuan aku telah membunuh 99 orang mendengar penuturannya itu ataupun pengakuannya itu ahli ibadah ini pun memberikan respon dan berkata Waduh para kamu tidak ada peluang ataupun tidak ada ee ruang bagimu untuk bertobat dosamu sungguh sangat berat si ahli ibadah ini tidak memberi ruang bagi tukang jagagal yang ingin bertobat ini ya dia tidak kasih ruang baginya akhirnya apa yang terjadi Dia pun membunuh si rahib ini ahli ibadah ini maka genaplah orang yang telah dibunuhnya itu menjadi 100 orang lalu kemudian dia mencari orang yang bisa membimbingnya kepada tbat lalu dia bertemu dengan ahli ilmu dia bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada ahli ilmu ini seperti yang dia tanyakan kepada ahli ibadah kemarin Adakah kesempatan bagimu bagiku untuk bertaubat maka ahli ilmu ini Ya dengan ilmunya tentunya ya mengetahui bahwa orang ini perlu ruang untuk ya melepaskan diri dari masa lalunya atau dari kesalahannya maka ia berkata kepadanya ahli ilmu ini berkata kepadanya apa yang menghalangimu untuk bertobat bertobatlah ya terlepas dia telah membunuh 100 orang ya Nah demikian artinya satu faedah yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah manusia itu perlu dikasih ruang ya Nah jangan persempit ya nabi juga berkata yiru w tuir beri kemudahan yaitu kasih ruang bagi manusia ya wala tuasiru jangan kamu persempit jangan membuat susah ya Nah demikian karena mereka pasti akan mencari jalannya sendiri ketika kita persempit dan kita tidak kasih ruang terutama di dalam konteks pendidikan ya mendidik itu perlu kita memberikan ruang kepada mereka ya nah n seperti itu dan ya ini Tentunya tidak akan tercapai kalau kita tidak mendengarkan mereka ya mendengarkan mereka masalah mereka kadang-kadang orang tua selalu memotong pembicaraan dan mengatakan diam ya sudah jangan banyak bicara ya Dengarkan ya dan kemudian orang tua ini yang EE e menguasai pembicaraan dia yang ngomong terus anak itu harus diam dan mendengar ada masanya kita bicara memang tapi ada juga masanya kita harus mendengar kalau kita bicara terus enggak ada ee kesempatan baginya baginya untuk bicara dan kita mendengarkan mereka Maka tidak akan tercapai yang namanya kesepahaman kita enggak akan mengerti mereka dan mereka juga bingung menghadapi orang tuanya ya Nah ee dan kecenderungannya ya orang tua itu mempersepit mempersempit ruang bagi si anak dan tidak mengerti anak mereka ee enggak mengerti masalah mereka ya Nah ya Ada pepatah yang mengatakan atau peribahasa tidak ada asap Kalau tidak ada apinya n kena pemecahan masalah bukan mengibas-ngibas asap enggak akan selesai itu tapi kita harus mencari sumber apinya Nah itu tidak akan bisa tercapai kalau hanya kita melihat asapnya tidak mencari sumber apinya dan itu kan perlu menelusurinya dan penelusuran ini tidak akan mungkin tercapai kalau kita hanya melihat sepintas saja demikian juga ya ini perumpamaannya di dalam menghadapi anak terutama remaja ya kita perlu mendengarkan ya Ee supaya kita tahu ya Ini masalahnya dari mana terutama untuk memancing kejujurannya ya Secara jujur dia berekspresi atau mengungkapkan perasaannya dan orang tua ya ya tentunya harus mengontrol dirinya terutama emosinya ketika mendengar kejujuran anak ini salah satu yang mendorong anak untuk bohong adalah ketika dia jujur kita marah nah kemudian akhirnya dia memilih untuk bohong dan kita senang nah dan tanpa ee tanpa disadari ya kita telah membangun sebuah kebohongan pada diri anak ini ya bahwa kondisi memaksa dia untuk memilih bohong karena itulah yang membuat orang tuanya Senang kenapa Karena kalau dia jujur orang tuanya marah tapi kadang-kadang kita enggak mampu mengontrol emosi kalau anak kita jujur misalnya dia berkata secara jujur dia misalnya belum salat misalnya atau ya belum melaksanakan apa yang kita inginkan atau kita perintahkan dia secara jujur ya mengatakan itu kita meresponnya dengan marah ya kita enggak mau mendengar mungkin lebih lanjut lagi ya e akhirnya anak pun memilih untuk lain waktu dia pilih bohong aja kenapa itu lebih menyelamatkan dia dari kemarahan orang tuanya ya Nah demikian dan ya ini sudah kita bahas sebelumnya ya buruknya kemarahan itu terutama di dalam konteks ya Sekali kita marah dan akan terus marah ya dan semua masalah kita respon dengan marah ya setiap anak salah kita marah ya lama-lama anak akan membaca itu ya mungkin kita juga akan bosan marah atau capek marah Nah apa yang mereka pahami setelah itu mereka pahami kalau orang tuanya Enggak marah berarti mereka benar karena yang menandakan Mereka salah kalau orang tuanya marah kalau enggak marah berarti benar ini ya karena orang tuanya tidak meresponnya dengan marah padahal mungkin karena orang tuanya sudah bosan marah atau sudah capek kan begitu ya Nah demikian ya maka tidak semua masalah ya harus direspon dengan cara seperti itu ya atau dengan marah bahkan seharusnya tidak dengan amarah ya Nah Nah di sinilah ya kita kadang-kadang perlu mendengar dan mendengar itu berat juga apalagi mendengar kejujuran ya itu berat ya kadang-kadang enggak sejalan dengan ee apa yang kita inginkan ya ketika anak itu berkata jujur ya tentang dirinya atau tentang apa yang sudah dilakukannya Nah demikian ya tentunya yang yang ada di dalam pikiran orang tua ya ketika kondisinya seperti itu adalah bukan meresponnya dengan Apa sanksi yang aku akan aku jatuhkan atau Apa hukuman yang akan aku berikan ya bukan seperti itu tapi ya kita mau tah mau tahu dulu kita ingin tahu dulu ingin menelusuri ee sebab atau akar masalahnya ya sebab musababnya asal muasalnya ya akar masalahnya ya untuk mencarikan solusi yang terbaik Nah demikian jadi ya masalah-masalah mereka itu bisa kita selesaikan dengan kepala dingin dan dada yang lebih lapang dan terbuka nah ini akan memberikan ruang juga bagi mereka untuk memperbaiki diri untuk memperbaiki yang salah ya Nah itulah manusia kita juga Sama ya kalau kita disorot kesalahannya terus ya kita di semacam dimata-matai kan begitu atas kesalahan kita di dipersempit Ruang Kita kita pun tidak mampu untuk ya berpikir bagaimana saya memperbaiki diri Bagaimana saya memperbaiki semua ini yang sudah berantakan ini enggak mungkin karena ya kita merasa tertekan kita merasa di bawah tekanan ya Nah demikian karena kita tidak merasa tidak dikasih ruang ya Nah demikian dari stigma yang ada di dalam kepala kita adalah saya buruk saya salah saya nakal ya saya bandel dan seperti itu ya sebenarnya itu bukan yang diinginkan oleh si anak mungkin ya dia sebenarnya ingin jadi ee seperti yang diharapkan oleh orang tua ya mungkin seperti itu ya Cuma ya untuk mewujudkan itu kan mereka perlu bantuan kita juga ya Nah maka jangan persersempit itu nah dan hal lain yang tidak kalah penting adalah mengajarkan mereka bagaimana mengungkapkan perasaan dan pikiran mereka dengan cara yang baik yaitu membuka dialog yang positif tidak semua anak bahkan anak rata-rata belum memiliki keterampilan ini atau tidak memiliki keterampilan ini sehingga diajarkan oleh pendidiknya atau orang tuanya ya bagaimana cara mengungkapkan perasaan ataupun pikiran ide pendapat yang ada pada mereka dengan cara yang baik ini secara tidak langsung kita mengajari mereka bagaimana cara berkomunikasi yang baik cara berbicara yang baik karena manusia salah satu perkara yang harus mereka pelajari ya dari kecil mungkin sampai mati adalah bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain ya Nah demikian ya karena remaja ya terutama remaja ya sering salah dalam mengungkapkannya kalau anak bocah Mungkin kita bisa Maklumi tapi kalau remaja mungkin dalam hati kita dia sudah besar tapi cara bicaranya kok seperti ini ya Banyak orang tua yang mengelukan Ustaz anak saya kalau bicara kasar Ketus ya Nah itu mungkin masalahnya adalah kita tidak membimbingnya Bagaimana cara berkomunikasi yang baik berdialog yang baik Bagaimana cara berbicara yang baik Nah itu perlu dilatih ya itu perlu diajarkan ditanamkan dan diasah dilatih ya Nah demikian dan perlu contoh juga dari kedua orang tuanya ya Dan ini salah satu hal yang perlu juga dikembangkan di sekolah atau dilakukan di sekolah Maka sangat disayangkan sekali ya ketika ya masalah ini itu bagaimana cara mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan baik atau secara baik ini sudah hilang ya bukan hanya di rumah tapi juga di sekolah di lembaga-lembaga pendidikan kita ini sangat disayangkan sekali ya Nah dulu juga ada ya setiap murid maju ke depan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam benaknya atau pikirannya idenya kan begitu gitu ya Nah demikian nah ini perlu ya Ee untuk di ee berikan ataupun di ee ditanamkan di dilatih kepada anak-anak tersebut Nah di sinilah ya peran lingkungan positif agar dia bisa belajar bagaimana mengungkapkan perasaan Bagaimana menuangkan pikiran ya dengan benar ya dan dengan eh cara yang tepat ya Nah ini m mereka untuk berpikir Karena manusia itu ya tentu salah satu yang kita nilai darinya adalah bagaimana ee ee kita katakan cara berkomunikasinya ya kalau kita ketemu orang yang cara komunikasinya kacau ya ya kita bisa nilai juga ya tingkat iq-nya ya ataupun ee kecerdasannya Bagaimana ya Nah demikian seperti Nabilah nabi sangat memahami memaklumi juga cara komunikasi Arab badui misalnya ya dengan mungkin orang-orang yang tinggal di perkotaan ya yang EE mungkin ee lebih mampu untuk berkomunikasi dengan baik yang lebih terdidik ya yang mungkin lebih beradab begitu Nah demikian ya nah jadi ini perlu ya peran ya ataupun ee ya Peran kita katakan lingkungan yang positif tadi ya terutama di rumah ya dan juga di di sekolah ya demikian juga kita juga perlu me mengetahui ya ya bagaimana dia menilai situ peristiwa kondisi dan karakter manusia yang ada di sekitarnya bagaimana dia merespon sesuatu ya ya Misalnya manusia dengan berbagai karakternya dan sifatnya maka dari itu nabi memakruhkan ya walaupun ini larangannya bukan haram tapi makruh yaitu tinggal di pedusunan memencil mencal menyempil sendirian ya tidak bergaul tidak berinteraksi dengan manusia nabi mengatakan dalam hadis Man sakanal badi jafa Barang siapa yang tinggal di pedalaman ya maka karakternya akan menjadi kasar keras dan kaku itu jafa ya jafa itu karakter sifat keras kaku dan kasar ya Nah demikian karena atau akibat dari tinggal di pedalaman apa yang ada di pedalaman atau orang-orang yang tinggal di Badawi ataupun di pedusunan yang sangat jauh dari manusia ya karena orang-orang yang tinggal di lingkungan seperti itu tidak punya kesempatan untuk berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain kalaupun ada sangat terbatas ya apalagi anak ya di masa pertumbuhannya dia perlu kenal banyak karakter dia perlu melihat banyak peristiwa banyak kondisi yang dia bisa belajar darinya ya Nah ya apalagi itu di di bawah bimbingan para pendidiknya dia akan akan lebih matang ya dan akan lebih matang dalam menyikapi dan menilai hal-hal yang ada di sekitarnya ya karena hidup ini kan sangat berwarna ya beragam beragam hal bisa terjadi dalam kehidupan nah bagaimana orang itu bisa belajar dari apa yang ada di sekitarnya itu akan menentukan Bagaimana kedewasaannya maka Nabi memakruhkan orang itu tinggal di pedusunan pedalaman ya mungkin ada yang mengatakan Ustaz Bukankah ada hadis yang menjelaskan bahwa sebaik-baik harta adalah kami digembalakan di puncak gunung ya itu di akhir zaman belum waktunya sekarang kan gitu ya E jangan salah memahami juga ada waktunya juga seperti itu tapi sekarang belum waktunya ya Nah demikian ya karena di sekitar kita masih banyak orang-orang yang kita bisa belajar dari mereka ya dan kita bisa saling belajar ya dengan mereka juga ya berbagi pengalaman bertukar ya pengalaman dan sebagainya ya jadi belum waktunya seperti itu jadi waktunya adalah seperti kata nabi tadi hadis yang lain ya yaitu Apa barang siapa yang tinggal di pedusunan pedalaman ya maka karakternya akan menjadi keras kaku dan kasar maka dari itu Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa para nabi dan rasul itu Allah pilih dari orang orang yang tinggal di peradaban di perkotaan ya di tempat yang di situ mereka memiliki peradaban ya Nah dari kalangan itulah Allah mengangkat mengutus para nabi dan rasul ya Nah demikian ya bukan di kalangan atau dari kalangan badui misalnya ya Nah seperti itu wallahuam bisawab apa yang menyebabkan mereka menjadi kasar kaku dan keras yang Allah katakan asaddu kufr wafaqo sangat keras kekufuran dan kemunafikannya Kenapa karena mereka jarang bergaul dengan manusia tidak ada kesempatan mungkin untuk berkomunikasi hingga tidak bisa belajar dan tidak bisa menyaksikan berbagai Ee kita katakan perbedaan-perbedaan Ya ya yang ada di dunia ini manusia dengan beragam karakternya bagaimana menghadapi manusia yang sifatnya seperti ini manusia kan enggak ada yang sama sifatnya pasti ada perbedaan ya satu sama lainnya Nah demikian di situlah kita bisa melatih Sabar ya karena kita sudah punya pengalaman berhadapan dengan orang yang karakternya seperti ini seperti ini seperti itu ya Nah anak juga perlu itu maka Ya sebagian orang ada yang sangat membatasi pergaulan anak sehingga anak itu ya jadi enggak bergaul enggak kenal dengan manusia ini sangat berbahaya sebenarnya untuk ke depannya ya ketika orang tuanya sudah enggak ada lagi di sampingnya bagaimana dia menghadapi dunia atau dia akan menjadi manusia yang sukanya lari dari kenyataan atau tidak bisa menerima kenyataan ya Nah demikian ya maka mungkin ada yang berkata Ustaz sekarang lingkungan payah enggak ada yang baik ya enggak juga ya banyak juga lingkungan yang positif di luar sana Jadi tugas orang tua adalah mencarikan ya pergaulan yang baik untuk anak-anak mereka itu Tugas kewajiban orang tua itu memilihkan pergaulan lingkungan pergaulan yang baik untuk anak-anak mereka karena anak-anak itu perlu bergaul dia ya ya tidak mungkin kan anak ini akan selalu menemukan hal-hal yang selaras secocok dengan dirinya enggak mungkin kenapa Karena itulah dia dunia ya Nah tidak ada yang sempurna sebagaimana kita juga enggak sempurna orang akan melihat plus minus kita juga ya baik buruk kita juga sebagaimana kita juga melihat orang lain dengan pandangan yang sama begitulah kita saling belajar satu sama lainnya ya itulah e makna dari firman Allah Wal untuk bisa saling mengenali karakter yang berbeda-beda ini sifat yang berbeda-beda ini dan itu akan mengasah kedewasaan berpikir seorang insan ya atau seseorang lebih-lebih lagi para anak-anak ya dan remaja terutama yang mereka sebentar lagi akan lepas landas akan berbaur ya mereka akan berinteraksi dengan manusia di luar sana kita harus kasih bekal harus ada bekalan dari pendidiknya yaitu dari orang tuanya sehingga dia siap berhadapan dengan manusia yang warnanya seperti ini yang warnanya seperti itu kan begitu ya Nah demikian wallahuam bisawab jadi perlu itu ya bagaimana kita juga perlu menilai dia bagaimana dia menyikapi peristiwa yang terjadi di sekitarnya Bagaimana responnya ya dan juga kita juga bisa menilai dia bagaimana dia berhadapan dengan banyak manusia dan dengan berbagai macam karakternya ya Nah wallahuam bwab kalau kita kurung saja anak itu ya ya itu sama dengan dia tinggal di pedalaman ya Nah keluar dia enggak siap gitu berhadapan dengan manusia ya dengan segala keliaran yang ada pada manus pada manusia ya Nah demikian dia enggak akan siap itu ya dan cenderung orang seperti ini ujung-ujungnya dia akan main patah-patah ya dia enggak bisa kasih toleransi kepada orang dia tidak bisa melihat perbedaan ya dan wajar kalau nanti dia tubuh menjadi orang yang intoleran gitu ya Nah demikian wallahuam BAB ya nabi bergaul dengan ya Banyak ya nabi juga bermuamalah dengan orang-orang nonmuslim dengan orang Yahudi dengan orang Nasrani ya E sering kita sampaikan juga bahwa beda antara atan dengan pergaulan ya kita bergaul dengan banyak orang tapi bersahabat ya dengan orang-orang tertentu tentunya ya Karena nabi mengatakan La tusahib illa mukminan jangan kamu bersahabat kecuali dengan seorang mukmin tapi bergaul ya itulah dunia bermacam-macam manusia ada di atasnya Nah jadi kita juga mengajarkan anak itu untuk siap menghadapi realita kehidupan ya nanti dalam bayangan mereka hidup di dunia ini seperti surga harus cocok semua dengan dia harus sejalan semua dengan pikirannya Nah ini kan kenyataan Enggak seperti itu ya Nah nanti dia enggak siap untuk menghadapi ya dunia ya dan mau enggak mau suatu hari kelak dia akan menghadapinya nah di situlah kita perlu ya memberikan pembekalan atau modal bagi mereka untuk siap menghadapi gitu semua terutama di dalam hal berkomunikasi ya berkomunikasi berdialog ya itu perlu untuk kita ee apa ya kita latih ataupun kita kita bangun pada diri mereka dan ini kan tentunya perlu waktu juga ya tidak bisa sehari dua hari kita ajari mereka ngomong mereka bisa ngomong manusia bisa bunyi ya tapi belum tentu bisa ngomong kalau sekedar Bunyi atau Asbun ya banyak orang yang bisa tapi berkomunikasi dengan baik dan komunikasinya itu positif ini Enggak semua orang ya Nah demikian ya banyak orang-orang yang karakternya badui kan begitu ya ya ya mungkin bisa dimaklumi begitulah tingkat pendidikannya maka kadang-kadang kita bisa menilai juga tingkat pendidikan seseorang itu ya dari cara bertuturnya cara berkomunikasinya ya Nah ya bagaimana dia memilih kata saja itu bisa kita lihat ya Nah seberapa tinggi pendidikan yang telah di ee terimanya ya atau ada orang atau dia termasuk orang yang mungkin tidak dapat pendidikan sama sekali ya Nah ya wajar saja kalau cara komunikasinya juga seperti itu ya Nah demikian wallahuam bissawab ada orang yang enggak bisa bicara baik-baik ya ya selalu eh mengarah kepada pertengkaran ya ribut ya Ada itu karena dia enggak mampu berkomunikasi dengan baik ya maka kadang-kadang orang itu ya kalau dia temperamental dan suka marah sedikit-sedikit marah mudah terpancing emosi atau bahasa sekarang sumguh pendek namanya ya ya itu bisa juga mungkin ya Dia tidak punya kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik sehingga Ya semua komunikasi dibuka dengan marah atau ujung-ujungnya marah ya apalagi tidak mendapatkan sesuatu yang sejalan dengannya Nah ini kan sangat berkaitan dengan pendidikan masa kecil yang dia dapatkan jangan-jangan dia tidak mendapatkan itu ya ya dalam riwayat pendidikannya ya Nah kita lihat orang-orang di luar sana terutama di Jalan Raya ada yang sangat temperamental emosional segala sesuatu kalau dibicarakan Pasti ujungnya atau dimulai dibuka dengan marah diakhiri dengan marah atau seluruh isinya marah-marah ya Nah artinya dia sebenarnya sedang menutupi kelemahannya yaitu ketidakmampuannya untuk berdialog dengan baik ya kepada orang lain ya ini sungguh sangat miris Sebenarnya ya dan itu bisa kita dapat nilai nah orang ini Mungkin enggak dapat pendidikan di waktu kecilnya itu ya oleh pendidiknya atau pendidiknya tidak mengajarkan hal itu kepadanya ya tentunya kita tidak ingin ya hal seperti itu terjadi pada anak-anak kita ya maka ajari mereka ya dan ya tentunya ini perlu kita ee mengetahui ya dengan mendengarkan mereka supaya kita bisa mengoreksi ya Apa yang perlu dikoreksi Apa yang perlu diluruskan atau diperbaiki wallahuam bwab ya Nah demikian utbah bin Abi Sufyan pernah berkata kepada ini ada satu penukilan di sini ya dari seorang Salaf yaitu utbah bin Abi Sufyan Dia berkata kepada Abdus Somad yaitu pengajar anaknya pendidik anaknya atau pengajar anaknya dia berkata hal terpenting yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki dirimu ya pendidik harus mulai dari dirinya karena dia akan jadi teladan dan contoh ya pandangan mereka tergantung pandanganmu ya bagaimana mereka bersikap itu tergantung apa yang mereka lihat dari dirimu maka ada ungkapan di luar sana buah jatuh tidak jauh dari pohonnya Ibnu qayyim mengatakan anak itu tubuh besar dari apa yang dibiasakan atau ditunjukkan oleh pendidiknya ya Nah baik bagi mereka jika engkau menganggapnya baik jelek bagi mereka jika engkau menganggapnya jelek ya Nah demikian jadi keteladanan itu dasar pendidikan Sebenarnya ya maka kita langkah pertama adalah memperbaiki diri ya Nah semampu mungkin tentunya ya Nah kemudian ajarilah mereka kitabullah al-qur’an ya maksudnya di sini adalah hal-hal yang berkaitan dengan pelajar pelajaran yang bisa kita petik dari al-qur’an Ya al-qur’an itu kan Samudera ilmu yang enggak ada habisnya yang kita enggak tahu di mana ujungnya kan begitu ya Nah jangan engkau memaksanya sehingga ia merasa bosan dengannya ya Oleh karena itu ada ayat yang berbunyi la iqraha fiddin tidak ada paksaan dalam agama ya Kenapa ada ayat itu Karena manusia memang enggak bisa dipaksa Ya seperti yang kita sebutkan mereka perlu ruang juga ya maka Allah saja mengatakan la ikqr fiddin enggak ada paksaan dalam agama ya Nah demikian nah Karena manusia Kalau dipaksa mungkin anak ya dipaksa dia sekali dua kali mungkin dia lakukan tapi berikutnya ketika kita lengah atau kita tidak ada di sisinya Mungkin dia akan tinggalkan itu ya Dia membangun kesadaran pada seseorang itu perlu waktu sehingga apa yang kita perintahkan itu dia lakukan ee kerelaan hati dengan senang hati enggak ada keterpaksaan di situ ya Nah demikian janganlah engkau memaksanya sehingga ia lari darinya engkau menjauh darimu engkau e dia menjauh darimu ya Nah dia menjauh darimu karena ya terlalu banyak di mungkin didikti ataupun di ee diintimidasi ataupun ya ditekan ya sehingga dia pun akan menjauh dari pendidiknya ya maka nabi memesankan kepada kita basyiru wala tuniru Beri kabar gembira Jangan membuat manusia lari ya Nah demikian jadi kita harus berpikir dua arah dan kata-kata itu kan nabi sampaikan ketika Ee mu salah satunya ketika Muad Bin Jabal mengimami kaumnya dengan membaca surat-surat yang panjang sehingga membuat ada salah seorang dari mereka lari memisahkan diri dari jemaah ya ternyata dia punya kepentingan ingin menyiram kebun kurmanya ya karena kalau tidak disiram mungk mungkin akan mati nah sementara Muad Bin Jabal saat itu membaca surat panjang ya maka ketika dilaporkan itu kepada nabi nabi justru menegur dengan keras Muad Bin Jabal dan mengatakan afatan Anta ya Muad Apakah engkau membuat orang-orang lari wahai Muad ya menjauh dari kebaikan ya lari dari kebaikan cukup engkau baca sabbihbikal aa wasyamsi wuhaha ya itu cukup kau baca surat-surat yang ringan pendek ya yang apa namanya dari ayat-ayat yang mufasalat yang yang apa namanya yang yang pendek ya juz 30 mungkin ke setengah ke bawah itu lebih ringan bagi mereka Nah apalagi kita jadi imam Harus berpikir jangan satu arah saja Wah saya ingin salat panjang-panjang ini kan bagus itu nabi membaca segini Segini segini ya nabi membaca surat subuh misalnya Oh nabi membaca seratusan ayat Iya nabi melakukan itu tapi kondisinya kan enggak sama mungkin ya ketika kita jadi imam acuan kita bukan hanya hadis itu tapi hadis-hadis yang lain ya ya Misalnya nabi mengatakan Barang siapa menjadi imam maka hendaklah dia meringankannya karena di belakang kamu ada orang tua orang sakit dan orang punya kepentingan nah itu yang menjadi landasannya dasarnya begitu sehingga kita ya ee keluasan bagi manusia ya Nah dan mereka enggak Jera begitu ya Nah demikian juga di dalam menghadapi anak di sini ya kalau kita pressure terus itu anak ya lama-lama kan dia akan ee merasa tidak mampu dan dia akan mencari jalan untuk melepaskan diri ya karena merasa ditekan terus sama orang tuanya enggak dikasih ruang ya Nah demikian wallahuam b maka basyiru wala tunafiru Beri kabar gembira dan jangan membuat lari ya kita ingin dari apa yang kita lakukan kepada anak pendidikan yang kita berikan kita ingin hasilnya instan kita kasih tahu dia langsung nurut kan begitu ya kita ajari dia langsung lurus ya Enggak bisa juga ya Nah demikian maunya kita seperti itu tapi mungkin kenyataannya kan mungkin enggak sama ya Nah dan kita juga enggak bisa mengkomparasikannya dengan anak-anak yang lain Wah itu anak itu kayaknya lurus kali Kas ya enggak sama karena ujian yang Allah berikan kepada kita lewat anak itu bermacam-macam enggak sama antara satu dengan yang lain ya Nah seperti itu wallahuam bawab Nah mungkin sampai di sini dulu materinya ya Lebih dan kurang saya mohon maaf had Astagfirullah wakumiril muslimin innahu hual gofururahim Nam baik alhamdulillah Terima kasih banyak Ustaz syukran jazakahir atas materi yang telah disampaikan dari materi atau ee tema lingkungan yang dibangun ya dari keramah-tamahan kita yang tentunya ini merupakan usaha yang sangat kita harapkan ya ideal bagi kita untuk mendidik kita anak-anak kita di rumah Alhamdulillah dan selanjutnya ini ada pertanyaan Ustaz Dua pertanyaan Senada yang berhubungan dengan e materi kita tidak apa ya kita agak panjang untuk baca pertanyaan ini eh asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Ya Ustaz anak saya kelas SMA kelas 12 mondok ya laki-laki dan sekarang sedang mengalami futur setelah ditanya dia beralasan bosan di pondok di rumah pun selalu dikurung dan tidak bisa main ee dia bilang cuman pengin main seperti itu katanya Ustaz dan selama ini memang e Kami selalu melarang untuk main sewaktu liburan untuk ee supaya bisa membantu ayahnya berdagang dengan harapan ia bisa begini tahu tahu begini loh ayahnya ketika ee kerja biar dia paham bahwa itu berat tanggung jawabnya Apakah benar langkah saya tersebut dan EE Apakah sebaiknya langkah atau tindakan yang harus kami lakukan untuk nasihatinya Ustaz dan pertanyaan yang lainnya Ustaz ini seorang ibu yang dulu mendidik dua anak laki-lakinya itu sangat protektif tidak mau disakiti oleh siapapun karena begitu besar rasa sayang kepada anak tapi ternyata hal tersebut berdampak kurang baik terhadap mental anak kini mereka sudah dewasa umur 18 dan 17 terlihat mereka kurang bergaul dan cenderung tertutup dari komunikasi pun masih belum bisa menemukkan Kalimat yang tepat ya bagaimana cara memperbaiki kondisi tersebut Ustaz jazak Iya hampir sama ya Sama i ya kelas 12 itu SMA kelas 3 berarti ya itu di bisa kita katakan itu sudah pradewasa he Di Ujung Masa Remaja itu ya yang seharusnya sudah lepas landas ya tinggal ya kita katakan penyempurnaan di sana sini di usia seperti itu ya Nah seharusnya ya He nah jadi ini berkaitan dengan apa dengan riwayat pendidikan sebelumnya gitu ya Nah Enggak bisa pekerjaan itu dirapel istilahnya ditumpuk di akhir waktu ya Ada dua-dua Aja kemungkinan kita sabar untuk merapelnya ya mengerjakan ee melaku apa mengerjakan pekerjaan yang bertumpuk tadi atau kita tinggalkan saja gitu ya karena merasa sudah enggak mampu begitu ya karena terlalu banyak yang terlewat Mungkin nah ini adalah pilihan yang sulit dua-duanya sulit itu ya Nah demikian ya sebenarnya begitulah dia pendidikan Harus ditapaki jenjang demi jenjang fase demi fase enggak bisa ditumpuk di akhir waktu begitu ya kita mengajari anak berkomunikasi di usia Di Ujung Masa remajanya misalnya perwasa setahun 2 tahun lagi dia sudah ya menjadi manusia De dewasa dewasa nah ini agak rumit bukan enggak bisa tapi perlu perjuangan yang keras yang ekstra keras bahkan ya Nah ini kan kita bisa ambil dari pelajaran dari hadis nabi ya perintahkanlah anakmu untuk salat di umur 7 tahun ya ada space di sana ruang ya 3 tahun sebelum dia masuk di usia baligh 10 tahun itu kan sudah rata-rata ya sudah menjelang balig ya Ada ada ada ruang di situ 3 tahun untuk melatih membiasakan mereka untuk salat lebih cepat lebih bagus tapi kalau 9 tahun baru disuruh-suruh baru dilatih ini agak telat ya bukan enggak bisa cuma ya agak berat gitu ya karena e pendidikan itu ditapaki fase-fasenya tingkatan-tingkatannya begitu ya karena setiap usia anak itu ada hal-hal yang perlu kita lakukan mereka mendidik itu bukan bermain sulap begitu Enggak dia perlu dibiasakan maka ada pepatah yang mengatakan Allah bisa karena biasa kan begitu ya Nah seperti yang terjadi di sini dalam kasus ini ya Nah berkali-kali kita sampaikan bahwa kita enggak bisa menilai anak di umur seperti ini ya Ee 18 tahun ya 17 tahun itu kan sudah bisa kita katakan sudah banyak fase-fase usia yang dia lewati gu itu bagaimana riwayatnya gitu ya Nah ya mau enggak mau kita harus akui ya itu Enggak lepas dari kelalaian keabaian dan kelengahan orang orang tua tentunya ya atau pendidiknya lah kita katakan Ya Nah demikian ya Coba kita lihat nabiilah Bagaimana beliau membild up pendidikan itu sehingga Usama di umur 18 tahun sudah jadi bisa ya dipercayakan menjadi panglima perang bukan Usama tidak melakukan kesalahan-kesalahan sebelumnya tapi bagaimana nabi membbild up itu ya ya ya itu kan perlu waktu ya ya Kalah nabi aja melakukan itu dalam waktu yang panjang ya artinya apa kita juga perlu waktu yang panjang itu ya Ini kalau dadakan itu Agak repot memang ya Nah dia Demikian Ya mau enggak mau orang tu harus bekerja ekstra keras di sini ya Ya merapel ataupun melakukan pekerjaan yang menumpuk dalam satu waktu itu mudah maka Sabarlah ya Nah Enggak bisa main ngamuk-ngamuk kan kemudian enggak kemudian semua kesalahan ditimpakan kepada anak kan begitu ya ya enggak fair juga kalau seperti itu ya ternyata ya kalau ditelusuri diselidiki kelalaian keabaian itu ternyata banyak terjadi pada orang tuanya atau pendidiknya kan begitu wallahu alam bawab ya Nah ya Eh makanya kita katakan ilmu Parenting yaitu pendidikan itu ilmu yang harus dikuasai oleh para orang tua sebenarnya Cuma kadang-kadang itu yang kita yang kita abaikan ya kita lalaikan ya nah banyak-banyaklah kita ini bertaubat kepada Allah subhanahu wa taala atas segala kelalai kita jangan jadi orang tua yang istilahnya di luar sana apa Maha Benar orang tua dengan segala ulahnya ya Nah demikian ya Nah mungkin cara kita salah seperti tadi ya bagaimana apa ya menanamkan kedewasaan anak ya terutama remaja Sini di dalam ee berkomunikasi itu enggak enggak bisa di mulai di usia 18 tahun ya mungkin sudah dibild up dibangun dari awal masa remaja kan begitu ya bahkan mungkin sebelumnya ya Jadi ada space ruang waktu situ Itu yang kita petik kita dapatkan pelajaran dari perintah nabi menyuruh anak untuk salat di usia 7 tahun Padahal dia kan belum wajib salat kalau dia enggak Salat kan enggak boleh dihukum juga ya Nah demikian tapi kenapa diperintahkan lebih lebih awal supaya melatihnya dadakan enggak bisa 9 tahun setengah baru disuruh-suruh salat ya ketika betul-betul balig dia malas-malas salat Ya wajar aja Nah demikian wallahuam bissawab ya Nah demikian jadi ee agak sulit ya kalau memulai pendidikan itu di usia seperti itu ya Nah maka kalau kita menyadari bahwa itu bukan perkara yang mudah alias sulit Ya sabarlah ya Nah untuk merapel ya pekerjaan yang menumpuk itu kan gitu ya harus mulai lagi menanamkan Bagaimana cara ya walaupun itu tidak mudah karena Ya belajar di masa kecil seperti menulis di atas ya batu belajar di masa tua itu seperti mengukir di atas air Arti dari peribahasa itu apa ya semakin berumur seseorang baru dia mulai belajar itu agak susah ya Nah dibanding kalau itu sudah dibangun dari ke dari kecil wallahualam bissawab nah n maka dari itulah ya kita para orang tua ini ya harus punya ilmu kesadaran yang yang yang benar ya ya harus punya mindset yang benar juga ya tentang pendidikan anak ini ya wallahuam B Kalau bisa kita pinjam dengan istilah yang lebih ekstrem ya he bahwa anak di di masa itu 0 sampai 20 tahun itu adalah masa di mana orang tua berbakti kepada anak karena ada masanya 40 tahun ke atas itu masa anak berbakti kepada orang orang tua orang tua tapi dari nol 20 tahun itulah masa di mana ya kita pinjam dengan dengan istilah yang ekstrem mungkin ya he orang tua itu berbakti kepada anak Maksudnya apa berkhidmat untuk anak itu memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak di usia itu ya Nah demikian seperti yang dilakukan oleh nabi nabi betul-betul berkhidmat untuk anak-anak dan remaja di masa beliau ya Nah demikian wallahualam bisawab karena ada masa anak itu nanti ya berbakti kepada orang tuanya di umur 40 tahun ke atas ketika Mungkin orang tuanya masih hidup ya Maka itulah masa anak ituang betul-betul harus berbakti wajib dia berbakti kepada orang tua ya Karena dia sudah mengerti bagai kenapa dia harus berbakti kepada orang orang tua ya kadang-kadang seorang wanita ya ya anak perempuan gitu kadang-kadang enggak ngerti dia kenapa dia harus berbakti berbuat baik kepada ibunya kan begitu ya Ya mungkin anak-anak tahulah yang melahirkannya ibu ya begitu ya tapi ya mungkin ya ini bagi anak perempuan mungkin ya dia baru mengerti dengan benar ketika dia sudah melahirkan anak betul Iya dia sudah paham betul itu Kenapa saya harus berbakti kepada orang tua kepada terutama kepada Ibu ketika dia ya ketika seorang itu ya sudah menjadi ayah dan repotnya untuk mengurus anak baru dia ngertier betul-betul ngerti kenapa dia harus berbakti kepada ayahnya Nah karena sudah lihat itu ya Nah ada ilmu itu kan ada ilmu yakin He ada ainul yakin ada haql yakin gitu ya Nah ya mungkin dia baru Paham itu kalau dia sudah melahirkan bagaimana antara hidup dan mati itu bagaimana rasanya ya Nah demikian maka yang masanya itu orang anak itu ya enggak ada pilihan wajib berbakti kepada orang tua di usia seperti itu ya Nah demikian wallahuam mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita ya lebih kurang saya mohon maaf astagfirullahl wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Ustaz e jazakul Khair sekali lagi dan demikianat islamakumullah para pemti Roja di mana pun anda berada mohon maaf kami tidak bisa melanjutkan sesi soal jawab karena satu dan lain hal yangmudahan di kesempatan Selasa yang akan datang kita bisa lebih panjang lagi waktu untuk berdialog bersoal jawab dari para pemerhati ronja sekalian yang pada kesempatan pagi ini ya qadarullah Ee ada beberapa pertanyaan yang bagus untuk disampaikan namun ee karena tidak sempat ya Insyaallah mudah-mudahan di kesempatan yang akan datang kita bisa melanjutkannya demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh foreign

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *