Ustadz Abu Zaid Cecep Nurrohman, Lc., M.A. | 10 Pilar dalam Mendidik Anak

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

[Musik] Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina was sayyiati a’malina man yahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadialah asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba ya ayyuhalladzina amanuqulaha haqqa tuqatih wantum muslim akumadziqum Min nafsin Wahidah wakalaq minha zaujaha wabatsa minhuma rijalan katstir wa nisaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham Innallaha KAA alaikum rqiba ya ayyuhalladzina amanuttaqulah Wa quulu qulan sadida yuslih lakum a’malakum waagfirlakum dunubakum Wam yutiillaha wa rasulahu faqad faa fauzanima Amma ba’ad fainna asdaqal hadis kitabullahi Azza Walla wakhairal hadyi hadyu nabiina Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatatuha waulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah waulla dolalatin finar Amma ba’du maasyiral muslimat akhwati fillah rahimani warahimakunallahu ajmain kita mengawali majelis kita di kesempatan sore hari ini dengan Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala yang kembali memudahkan langkah-langkah kaki kita untuk bisa bermajelis di tempat yang mulia ini dalam rangka bertqarub kepada Allah subhanahu wa taala dengan menjalankan Salah satu ibadah yang Allah perintahkan atas setiap orang-orang beriman yaitu bertalabul Ilmi Syari bertafaquh fiddin mempelajari ilmu agama yang merupakan modal terbesar untuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan di dalam kehidupan dunia dan kehidupan akhirat kita senantiasa memohon kepada Allah subhanahu wa taala mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala senantiasa menganugerahkan keikhlasan ke dalam hati-hati kita dalam mendatangi majelis-majelis ilmu sehingga setiap ilmu yang kita pelajari bersama Allah jadikan sebagai ilmu yang bermanfaat dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat selawat dan salam Semoga senantiasa terlimpahkan secara sempurna kepada Qudwah Hasanah orang-orang beriman nabi kita yang mulia alaihialatu wasalam kepada keluarga beliau Kepada sahabat-sahabat beliau dan kepada setiap umat rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam yang senantiasa berupaya iltizam dan istikamah di atas tuntunan dan petunjuk rasulillahi sallallahu alaihi wasallam sampai akhir zaman akhwati fillah kita melanjutkan kembali pembahasan rutin kita di dalam mengkaji risalah asru rakaiz Fi tarbiyatil abna 10 pilar pendidikan anak di dalam Islam buah karya fadilatus Syekh Prof Dr Abdur razzaq bin Abdul Muhsin Al Abbad albadr hafidahumallahu tabaraka wa taala di kesempatan sore hari ini di hari yang kelima dari bulan Jumadil Awal di tahun 1446 Hijriah kita masuk pembahasan arrqizatu attasiatu pilar yang keesembilan di antara pilar-pilar pendidikan anak berdasarkan tuntunan al-qur’an dan Sunah rasulillahi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah aljalisus shihu berupaya untuk mencarikan mengkondisikan teman-teman yang baik teman-teman yang Saleh untuk anak-anak kita ini di antara ya tanggung jawab setiap orang tua sekaligus hak seorang anak atas kedua orang tuanya hendaknya setiap orang tua berupaya untuk mengkondisikan lingkungan yang baik teman-teman yang baik untuk anak-anaknya secara khusus yakni sahabat-sahabat dekat anak-anak kita karena pengaruh mereka sangat besar terhadap keistikamahan dan penyimpangan ya seorang seorang anak kata penulis Inna taahudal abna Fi Babil jalisi wasahibi Min a’amir rakaiz allati yajibu muratuha Fit tarbiyati sesungguhnya memperhatikan hak-hak anak di dalam Bab sahabat-sahabat mereka ya teman-teman mereka adalah di antara seagung-agung pilar pendidikan yang wajib diperhatikan oleh setiap orang tua ya mengkondisikan teman-teman anak mengkondisikan pergaulan anak adalah di antara pilar yang sangat penting yang wajib diperhatikan oleh setiap orang tua fainahiba sahibun Karena yang namanya sahabat ya teman dekat teman karib itu bisa menjadi Sahib bisa menjadi magnet ya sesuatu yang bisa menarik Imam menarik kepada kebaikan Imam menarik kepada keburukan ya ini di antara pengaruh sahabat sahabat itu kata orang-orang Arab asahibu asahib sahabat itu seperti yang magnet yang bisa menarik sahabat dekatnya imma kepada jalan-jalan petunjuk imma kepada jalan-jalan kebaikan atau sebaliknya ya bisa menyeret sahabat dekatnya kepada jalan-jalan keburukan kepada jalan-jalan dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa taala W budda Anir Fi jalisi dan yang namanya teman dekat itu pasti ada pengaruhnya ya Pasti ada asarnya pasti ada dampaknya terhadap sahabat-sahabatnya ya Dari sini ya setiap pendidik setiap orang tua diperintahkan oleh Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam untuk mencarikan lingkungan yang baik untuk anak-anaknya untuk mencarikan ya teman-teman yang baik yang bisa membawa ya seorang anak kepada jalan-jalan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala cari lingkungan yang baik ya cari teman-teman yang baik ya karena lingkungan yang baik teman-teman yang baik adalah aset yang sangat berharga dalam tumbuh kembang anak-anak kita ya kalau kita ingin anak-anak kita tumbuh di atas Akhlak Yang Mulia Perangai yang baik ya maka carikan lingkungan yang baik carikan ya teman-teman Yang yang baik teman-teman yang bisa menjadi yakni motivasi bagi anak-anak kita untuk berlomba di atas kebaikan ya sekaligus teman-teman yang bisa menjadi benteng bagi anak-anak kita dari pelaku perilaku-perilaku yang menyimpan waqadan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam matsalan Fi bayani tairahibi alaahibihi fil Khairi wasar kata Syekh Abdur razzaq dan sungguh nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah membuatkan permisalan yang sangat berharga ya tentang taksir tentang pengaruh teman karib bagi sahabatnya bagi teman dekatnya 15 abad yang lalu nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam telah memberikan permisalan yang sangat luar biasa tentang pengaruh teman karib baik dalam kebaikan ataupun keburukan sahabat dekatnya dalam hadis Abu Musa al-asy’ari radhiallahu taala Anhu wa ardah yang dikeluarkan oleh Al imam albukhari dan Muslim nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda matsalul jalisi shihi Wal jalisisui kaamilil Miski wa nafikil Kir kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam permisalan perumpamaan ya sahabat yang Saleh teman yang baik dengan teman yang buruk sahabat yang baik dan dengan sahabat yang buruk itu perumpamaannya kata nabi seperti seorang pembawa yang minyak kesturi dengan seorang pandai besi ya ini J nabi hanya membuatkan permisalan ya bukan bentuk rekomendasi kepada ya penjual minyak wangi bukan juga sebagai bentuk celaan kepada pandai besi tidak tapi nabi hanya buatkan permisalan bagaimana pengaruhnya teman itu ya Bagi teman yang lainnya bagaimana besarnya pengaruh sahabat ya Bagi Sahabat yang lainnya kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam teman yang baik itu ibarat ya pembawa atau atau penjual minyak-minyak wangi sedangkan teman yang buruk itu seperti pandai besi fahamilul Miski imma an yuhaka WA imma an tabta minhu WA imma anajida minhu Rihan thibatan sosok sahabat yang baik sosok teman yang Saleh kata nabi itu seperti penj minyak minyak kasturi Ketika seseorang dekat dengan ya penjual minyak kasturi maka ada tiga kemungkinan ya Yang bisa dia dapatkan yang pertama Im ya penjual minyak kesuri tersebut bisa memberikan secara Percuma ya Secara yakni gratis ya menghadiahkan minyak kepada kepada sahabatnya ya atau kemungkinan yang kedua kita bisa membeli darinya minyak wangi tersebut atau kemungkinan yang ketiga Kalaupun kita tidak dihadiahkan dan kita tidak membeli maka Minimal kita kecipratan aroma wanginya kita mendapatkan aroma wangi dari minyak tersebut wulir Sedangkan ya seorang pandai besi ketika kita dekat dengannya maka ada dua kemungkinan imma ya api yang dipercikkan Ya itu bisa membakar pakaian kita atau Minimal kita kecipratan aroma yang yang kurang sedap ya kecipratan aroma yang kurang yang kurang sedap ini permisalan yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam misalkan antara teman yang baik dengan yang e teman yang yang buruk bagaimana pengaruhnya teman yang baik itu ya demikian pula teman yang buruk memiliki pengaruh yang sangat besar ya Ketika seseorang ya bersahabat dekat berteman karib dengan teman yang Saleh maka Insyaallah dia mendapatkan bagian dari keberkahan kesalehan yang ada pada temannya tersebut yaimah dia terbawa ya kepada jalan-jalan kebaikan termotivasi di atas jalan-jalan kebaikan terbawa di atas akhlak-akhlak yang mulia ya imma ya dia mendapatkan kebaikan ya dari temannya tersebut sebagaimana Ketika seseorang ya bersahabat dengan teman-teman yang buruk maka pasti dia akan terpengaruh oleh keburukan temannya tersebut waqala nabi shallallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis yang lain dalam hadis Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu wa ARD dikeluarkan oleh Al Imam Abu Daud di dalam sunannya rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda kata nabi yang mulia ah kata nabi yang mulia sesungguhnya ya kebaikan agama seseorang itu sangat tergantung dengan agama teman dekatnya khalilnya sahabat karibnya ya kualitas agama kita kuitas kebaikan kita itu sangat bergantung dengan kualitas ya kebaikan Sahabat karib kita kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam falyzur ahadukum Man yukalil maka hendaknya salah seorang Di Antara Kalian memperhatikan dengan siapa dia berteman dekat cari teman-teman yang baik cari teman-teman yang Saleh yang ketika kita yakni bersahabat dengannya ya maka kita termotivasi di atas jalan-jalan kebaikan kita terbawa di atas akhlak-akhlak yang mulia ya Jangan mencari teman-teman yang ketika kita ya bersahabat dengan mereka justru yni membawa kepada jalan-jalan keburukan membuka pintu-pintu kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala maka Nabi Sallallahu Alaihi wasam mengarahkan umatnya mengarahkan setiap orang-orang beriman sebelum dia menjadikan seseorang sebagai sahabat lihat Bagaimana kualitas agamanya lihat Bagaimana kualitas akhlaknya ya karena kualitas agama dan kualitas akhlak seseorang itu pasti sangat berpengaruh dengan kualitas agama teman dekatnya ya jangan sampai kita termasuk ke dalam ya sebagianus manusia yang akan menyesal di hari kiamat nanti karena salah memilih teman ya karena salah memilih yakni sahabat Allah subhanahu wa taala Kabarkan bahwasanya nanti di hari kiamat ada orang-orang yang menggigit jari jemari mereka sebagai bentuk penyesalan yang sangat mendalam namun penyesalan dia hari itu sama sekali tidak bermanfaat bagi seorang hamba ya di antara Sebab mereka menyesal adalah karena salah memilih teman dekat karena salah mencari sahabat ya Sehingga sahabat-sahabatnya justru menjadi magnet ya yang menarik dia kepada jalan-jalan keburukan kepada jalan-jalan dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa taala ya Allah subhanahu wa taala berfirman di surah al-furqan ayat yang ke-27 sampai 29 ini Allah kisahkan ya tentang penyesalan sebagian manusia karena salah memilih sahabat selama di dunia maka hendaknya orang-orang beriman memperhatikan ya wasiat Allah dan rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang menyesal di hari kiamat nanti karena kita salah pergaulan ya lebih baik Seseorang dikatakan kurang pergaulan ya anak yang kuper kurang pergaulan daripada anak yang saperar ya salah pergaulan ya mending kurang pergaulan tapi kita Selamat ya bergaul dengan teman-teman yang memang baik akhlaknya baik agamanya daripada kita bergaul dengan semua orang ya tapi justru membahayakan agama kita membahayakan iman kita membahayakan cara beragama kita ya Allah subhanahu wa taala berfirman W kata Allah subhanahu wa taala dan ingatlah pada hari ketika orang-orang yang zalim itu menggigit kedua jarinya ya sebagai bentuk penyesalan mereka ya mereka sangat menyesal menggigit jarinya ya menyesali perbuatan mereka selama di dunia Seraya berkata ya laitulil Aduh hai sekiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul Seandainya aku dahulu di dunia berjalan bersama petunjuk Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Aduh se dahulu Aku berjalan di atas sunah rasulahahu Alaihi Wasallam ya Aduh I celaka aku alangkah Celakanya diri ini sekiranya dahulu aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai teman karibku ya aku binasa aku celaka Karena aku telah menjadikan si fan sebagai teman karibku sebagai teman dekatku ini Allah Jelaskan ya bahwasanya kelak akan ada di hari kiamat nanti orang-orang yang menyesali pertemanannya ketika teman-teman karibnya justru menjerumuskan dia kepada jalan-jalan kemunkaran kepada jalan-jalan kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa taala aduh hai celaka aku sekiranya dahulu aku tidak menjadikan Si Fulan itu sebagai teman karibku sebagai khalilku sebagai sahabat dekatkuq sungguh dia telah menyesatkan aku dari peringatan dari petunjuk allah subhanahu wa taala ketika ya petunjuk itu telah datang kepadaku Ya seorang hamba yang awalnya istiamah kemudian dibawa menyimpang ya karena pengaruh teman teman dekatnya yang awalnya iltizam di atas agama Allah subhanahu wa taala di atas petunjuk al-qur’anul Karim dan Sunah rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam sedikit demi sedikit berubah ya karena pengaruh teman-teman dekatnya yang awalnya dia Ya rajin ke majelis-majelis ilmu yang awalnya Dia rajin bermuamalah bersama al-quranul Karim sedikit demi sedikit ya dia tinggalkan hal-hal yang baik tersebut kemudian berpindah kepada perkara-perkara yang buruk karena pengaruh teman ya karena pengaruh teman yang yang dekat tersebut kata Allah subhanahu wa taala W Lil Insani KH dan setan itu memang sebagai pengkhianat bagi manusia ya ya setan akan berusaha untuk memalingkan seorang hamba dari jalan-jalan kebenaran ya iman dengan waswasnya iman dengan memotivasi ya sahabat-sahabat buruknya untuk menyelewengkan seorang hamba ya dari jalan-jalan kebaikan ya maka di sini terdapat nasihat atau wasiat ya yang sangat mendalam dari rabbul alamin dari Allah subhanahu wa taala Allah Ingatkan kita agar kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang menyesal nanti di hari kiamat gara-gara salah pergaulan ya gara-gara salah mencari teman dekat maka sebelum kita menyesal di hari kiamat nanti hendaknya seorang muslim berusaha untuk memperbaiki yakni teman-teman yang dia bersahabat dekat dengan mereka cari teman-teman yang baik ya baik agamanya baik akhlaknya yang ketika kita ya berkumpul bersama mereka kita termotivasi untuk berlomba di atas kebaikan ya teman-teman yang ketika kita jatuh ke dalam kealpaan diingatkan tidak dibiarkan tidak didiamkan ya teman-teman yang jujur dalam bermuamalah bersama kita ya dan tanda atau ciri teman yang baik kata para ulama adalah teman yang jujur dalam muamalahnya bersama seorang seorang hamba ya ya Ah hikmah mengatakan bahwasanya teman yang sejati adalah teman yang jujur dalam bermuamalah bersama anda ketika anda benar dikatakan benar ketika anda salah dikatakan salah diingatkan dengan cara-cara yang baik itu teman yang yang sejati bukan seseorang yang sen ya perbuatan Anda ya mau benar mau salah dia benarkan maka dia bukan teman yang baik ya dia bukan teman yang yang sejati tapi sahabat yang sejati ya adalah sahabat yang ketika kita benar dia katakan benar dia katakan apa adanya ketika kita salah ketika kita keliru maka dikatakan salah dikatakan keliru ya dia berikan nasihat kepada kita dengan cara-cara yang yang terbaikam rahimahullahu taala di dalam kitabnya alminhaj Syarah Sahih Muslim bin al-hajjaj ketika menjelaskan hadis Abu Musa al-as’ari radhiallahu taala Anhu wa ardah terkait dengan permisalan yang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Sebutkan ya tentang teman yang baik dengan teman yang buruk Al Imam Nawawi rahimahullahu taala membawakan beberapa faedah ya di anaranya kata Imam Nawawi wiiilatu mujalihin wa ahlilirtiil Akmi ujuru watuhuahik minalwmum mati kata Imam Nawawi di antara faedah yang bisa kita ambil dari hadis Abu Musa alas’ari radhiallahu taala anhu waard di sana terdapat Fadilah terdapat keutamaan bermajelis dengan orang-orang yang Saleh ahlil Khair orang yang baik ya Orang yang menjaga muruahnya orang yang akhlaknya mulia orang yang Wara orang yang berilmu orang yang beradab ini anjuran dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam agar kita bermajelis dengan mereka cari teman-teman yang Saleh cari teman-teman yang bagus akhlaknya cari teman-teman yang bagus adabnya yang berilmu yang Wara yang takut kepada Allah subhanahu wa taala ya jangan asal mencari teman demikian pula dalam hadis Abu Musa di atas terdapat larangan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam untuk bermujalasah untuk bermajelis dengan ahli Syar dengan teman-teman yang buruk dengan ahli bidah ya ahli bidah dengan orang-orang yang kerjaannya biasa menggibahi manusia ya au atau orang yang ya banyak fajirnya nya banyak keburukannya hendaknya kita menghindari teman-teman seperti itu hendaknya kita menjauhi majelis-majelis ya yang isinya orang-orang yang buruk akhlaknya suka mengghibahi ya orang lain ya suka mengamalkan perkara-perkara yang bidah di dalam agama ya orang-orang yang buruk ya akhlaknya hendaknya kita jauhi ya bermajelis dengan dengan mereka ya ini faedah yang dibawakan oleh Al Imam annawi rahimahullahu taala terkait dengan hadis Abu Musa al-as’ari radhiallahu taala Anhu wa ardah kemudian kata Syekh Abdur razq faalal Abai mutabaatu abnaiim fiman yashabuna waauujalisuna fil madarisi wa giriha wa tafquduhum Falika maka kewajiban para orang tua ya kewajiban seorang ayah seorang ibu adalah senantiasa mengawasi ya anak-anak mereka dalam hal pergaulan mereka ya ini tanggung jawab setiap orang tua ya jangan sampai kita enggak punya kepedulian dengan siapa anak kita bersahabat dengan siapa anak kita berteman dekat orang tua harus ya harus punya andil harus punya usaha harus punya ikhtiar untuk mencarikan lingkungan yang baik teman-teman yang baik kemudian diawasi jangan lepas pengawasan jangan lepas kontrol ya dalam masalah pergaulan anak-anak kita ya karena di antara bentuk kasih sayang orang tua yang memang dia sayang ya kepada anak-anaknya adalah mencarikan teman-teman yang baik untuk anak-anak mereka ya kata Syekh Abdul Razak maka kewajiban para orang tua adalah mengawasi anak-anak mereka dengan siapa mereka bersahabat dengan siapa mereka bermajelis dengan siapa mereka berteman dekat baik di lingkungan sekolah ataupun ya lingkungan tempat tinggalnya Ya cari ya Apa cari info dengan siapa anak kita bersahabat berteman dekat ya tanyakan kepada guru-guru kita wasiatkan kepada guru-guru kita ya untuk mengarahkan anak-anak kita agar mencari teman-teman yang baik ini kewajiban para orang tua ya jangan lepas kontrol terhadap pergaulan anak-anaknya yaendnya orang tua senantiasa yakni mengawasi pergaulan anak-anaknya ya jangan bosen memberikan nasihat ya memberikan wejangan yang bermanfaat untuk anak-anak kita Nah ya Allah subhanahu wa taala mengingatkan bahwasanya nanti di hari kiamat ada orang-orang yang menyesal orang-orang yang gigit jari karena salah pergaulan di dunia maka ya Bapak atau Ibu tidak ingin engkau termasuk ke dalam orang yang menyesal di hari kiamat nanti maka cari teman-teman yang baik cari teman-teman yang saleh ya yang Ketika engkau berkumpul dengan mereka engkau termotivasi di atas kebaikan ya engkau terjaga di atas Akhlak Yang Mulia baik ucapannya baik akhlaknya ya semangat dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa taala Jangan pernah bosan setiap orang tua untuk mengingat anak-anaknya ya tentang masalah ya sahabat Karim tentang masalah ya persahabatan anak-anak kita ya ingatkan dengan hadis rasulillah Sallallahu Alaihi Wasallam ya bahwasanya seseorang itu sangat bergantung dengan agama teman-teman dekatnya dan nabi alaihiatu wasalam perintahkan orang-orang beriman untuk mencari teman-teman yang bagus agamanya ya ini semua bagian dari yakni pilar pendidikan di dalam agama kita kemudian kata Syekh Abdul R hafahullahu taala [Musik] asulaman lam zaman sekarang ini ya Ada jenis pertemanan yang baru yang belum pernah ada pada zaman-zaman yang sebelumnya ya kita hidup di sebuah zaman ya Di mana anak-anak kita disajikan dengan macam pertemanan yang baru yang dahulu waktu kita kecil enggak pernah kita apa mengenal jenis pertemanan seperti itu ya wahua la yaqu fiiri alaahibihi saihi ya dan pertemanan yang yang baru ini tidak kurang asarnya pengaruhnya ya terhadap keistikamahan dan penyimpangan anak-anak kita daripada teman-teman yang sudah ada ya yakni teman-teman di dunia maya ya karena kita hidup sekarang di Ya di dua apa dunia ada dunia nyata ada dunia maya ya ada teman-teman di di apa di dunia nyata ada teman-teman di dunia maya dan masihmih membawa pengaruh kata Syekh Abdul Razak ya sebagaimana teman-teman dalam kehidupan yang nyata di dunia nyata ya memiliki dampak yang sangat besar maka teman-teman di dunia Maya persahabatan di dunia maya juga tidak kurang pengaruhnya ya dampaknya ya tidak yni kurang sebagaimana teman-teman pada dunia nyata ya ala wual qanawatul fadah wa mawaqi al internet wa wasail tawasul alijtimai abral ajhizatil mahmulati waahwiha kita hidup di suatu masa ya Di mana anak-anak kita ya dihadapkan dengan adanya berbagai macam qanawat Fadiyah ya channel-channel televisi yang beraneka ragam wa mawaqi al internet ya adanya yakni internet di zaman sekarang adanya wasail tawasul ijtimai yakni media-media sosial ya yang mana anak Kis anak kita bisa mengakses dengan mudah dunia-dunia seperti ini ya punya pertemanan ya di media sosial ada Facebook ada ya yang lainnya ya berteman ya lewat media-media yang dimiliki oleh sang anak ya sekarang ada HP ya atau yang lainnya yang mana sang anak punya akses ya untuk masuk ke dalam hal-hal di atas ya punya Facebook ya punya Instagram dan yang lainnya yang mana anak-anak kita bisa masuk bisa mengakses ya kemudian berteman ya dengan teman-teman di dunia mayanya ya yang kita enggak pernah tahu wujudnya Seperti apa ya ya sekarang anak-anak kita ya terkadang dimanjakan oleh orang tuanya ya masih kecil sudah apa diberikan hp sendiri ya sudah bisa apa pegang HP HP sendiri ya akhirnya buka apa kita enggak pernah tahu terkadang ya karena dia bisa bawa ke mana saja dia inginkan Yai terkadang di dalam rumah ya dia bersama hp-nya keluar rumah dia bawa hp-nya ya dan terkadang di antara musibah ya di tengah-tengah yakni rumah tangga kaum muslimin terkadang ya hampir-hampir sangat sedikit ya terjalin komunikasi antara orang tua dengan anak-anaknya karena masing-masing sibuk dengan ya dengan hp-nya dengan gadgetnya ya terkadang orang tua sibuk dengan hp-nya sendiri dengan media sosialnya sendiri dan terkadang sang anak juga demikian ya akhirnya meskipun tinggal satu rumah tapi komunikasi jarang ya karena masing-masing punya dunia sendiri orang tua punya dunia sendiri ya dengan hp-nya dengan facebook-nya dengan instagram-nya dengan yang lainnya demikian pula seorang anak ya sibuk dengan hp-nya yang main game ya Nonton ya di di hp-nya ya maka ini perkara yang kalau tidak apa dikontrol tidak diperhatikan maka akan merusak agama dan merusak moral ya anak-anak kita ya dan terkadang pengaruh hal-hal semacam ini lebih dahsyat ya lebih besar daripada pengaruh teman-teman di dunia nyata ya Dan kita hidup di zaman seperti itu tidak bisa kita pungkiri ya tantangan orang tua di zaman sekarang lebih berat daripada orang-orang tua kita di zaman terdahulu ya maka tidak ni yakni timbul berbagai macam kasus kedurhakaan seorang anak kepada orang tuanya ya terkadang yakni akibat dari apa yang mereka lihat dari gadget-gadget mereka ya dari hp-hp mereka dari media sosial-media sosial mereka merusak agama anak merusak akhlak anak merusak moral seorang seorang anak ya ini Yang hendaknya diperhatikan oleh para para orang tua kata Syekh Abdul roazq fainna khatarahaimun Alal uuli waladyani wal akhlaqi wal adab sesungguhnya bahaya ya yang ditimbulkan dari perangkat-perangkat yang ada pada zaman sekarang bahaya dari situs-situs internet bahaya dari media-media sosial bahaya dari teman-teman di dunia maya itu sungguh luar biasa ya bahayanya sangat besar terhadap ya kebaikan akal kebaikan agama kebaikan akhlak dan adab ya seorang seorang anak maka akhwati fillahzakumullah ya jangan sampai ya kita menjadi sebab ya kebinasaan anak-anak kita jangan sampai orang tua menjadi sebab rusaknya agama moral dan akhlak anak-anak kita sendiri ya karena kita yakni salah mengkondisikan anak-anak kita ya karena kita tidak pernah mengkontrol Tidak Pernah yakni mengawasi ya dengan siapa anak-anak kita bersahabat apa yang ya dilihat oleh anak-anak kita ya dengan hp-hp mereka dengan gadget-gadget mereka ya kita hidup di zaman di mana keburukan terbuka lebar enggak usah jauh-jauh di luar rumah kita Hatta di dalam rumah kita sendiri ya masuk berbagai macam kerusakan masuk berbagai macam keburukan ya lewat akses internet yang terbuka di zaman sekarang Maka hendaknya orang tua bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala ya jangan sampai kasih sayang kita kepada anak kita justru menjadi sebab ya mereka dibebaskan dalam hal-hal semacam ini enggak pernah kita kontrol enggak pernah kita awasi ya sehingga apa yang dibuka anak-anak kita kita enggak pernah tahu ya kari apa kerusakan yang ditimbulkan ya oleh media-media sosial terhadap anak-anak kita kita enggak pernah tahu ya yang tahu hanya sebatas perubahan akhlak perubahan moral ya yang awalnya semangat ibadah jadi malas ibadah ya karena sibuk dengan game Mereka sibuk dengan tontonan mereka yang awalnya ucapannya baik menjadi buruk Karena Terbiasa mendengarkan kalimat-kalimat yang rusak ya di dalam ya game-game yang mereka mainkan di dalam media-media sosial yang mereka mainkan rusak ucapannya rusak perbuatannya rusak akhlaknya rusak agamanya ya wasabati bisababiha kata Syekh Abdul razq ya berapa banyak para Pemuda dan Pemudi kaum muslimin dan kaum muslimat ya berapa banyak para pemuda dan pemudi yang menyimpang dari jalan yang benar yang Berpaling Dari jalan yang benar yang awalnya akhlaknya baik ucapannya baik ya yang awalnya semangat ibadahnya baik ya kemudian ketika sudah ketemu dengan media sosial berubah 180 derajat ya yang awalnya baik akhlaknya menjadi buruk akhlaknya yang awalnya semangat dalam kebaikan menjadi malas dalam kebaikan ya berubah 180 derajat ya karena yakni sebab pergaulan di media-media sosial ya rusak Pemuda kaum muslimin rusak pemudi kaum muslimin ya lihat ya kita lihat di zaman sekarang di antara fenomena yang menyedihkan ya berapa banyak ini pemuda-pemuda kaum muslimin yang hilang rasa malunya Berapa banyak pemudi-pemudi kaum muslimin ya yang hilang rasa malunya ya karena mengikuti jalan-jalan orang yang rusak ya karena berteman di media-media sosial mereka dengan teman-teman yang yang buruk sehingga mereka terbawa ya kepada akhlak-akhlak yang buruk Ya sudah tidak memiliki rasa malu ya sudah apa tidak memiliki rasa canggung untuk berucap yang buruk untuk menampakkan keburukan ya Bahkan termasuk ke dalam orang-orang yang berusaha mengajak pihak lain kepada Jalan keburukan nauzubillahizalik ya ini semua akibat dari ya pengaruh dari ya lepasnya kontrol orang tua terhadap anak-anak mereka ya Maka jangan ya kita menjadi sebab rusaknya anak-anak kita dengan hal-hal semacam itu hendaknya orang tua tegas ya dalam masalah ini ya jangan memberikan celah anak kita masuk ke dalam perkara-perkara yang buruk jangan memberikan celah anak kita termakan oleh ya orang-orang yang memang mengajak manusia kepada keburukan ya kepada jalan-jalan syahwat yang diharamkan oleh Allah Subhanahu AB berapa banyak ya Pemuda kaum muslimin pemudi kaum muslimin yang mereka ya tersesat yang mereka menyimpang dari Hidayah Allah subhanahu wa taala dengan ya sebab-sebab media sosial yang yang mereka miliki jam KH illallahu Azza waalla ya kemudian perkara-perkara tersebut membawa mereka yang membawa pemuda-pemudi kaum muslimin membawa anak-anak kaum muslimin kepada jalan-jalan kemunkaran yang sangat besar ya kepada kerusakan-kerusakan yang sangat besar yang tidak pernah diketahui ya seberapa besarnya kerusakan yang ditimbulkan kecuali oleh rabbul alamin oleh Allah Subhanahu subhanahu wa taala maka di sini akhwati Fah azakunallah ya di hari-hari ini tugas orang tua lebih berat ya untuk menjaga kebaikan agama anak-anak mereka kalau dahulu orang tua kita ya hanya diperintahkan untuk mengkondisikan anak-anaknya ya dengan teman-teman yang nyata dalam dunia nyata mereka ya dan bisa diawasi dengan lebih mudah ya Fulan yang mainnya dengan siapa dengan Si Fulan dengan Si Fulan dinasihatkan nak ya cari teman-teman yang baik ya Jangan bersahabat dekat dengan teman-teman yang buruk yang akhlaknya enggak baik ya lebih mudah mengontrol orang tua kita terdahulu tapi di zaman kita sekarang ya Terkadang kita berusaha untuk mengkondisikan di dunia nyata anak kita ya tapi terkadang mereka ya kalau kita enggak awasi ya mereka bisa bersahabat di dunia maya mereka dengan pihak-pihak yang terkadang kita enggak tahu ya maka Ya kita harus lebih ekstra lagi ya untuk mengkondisikan anak-anak kita ya hendaknya kita senantiasa Ingatkan anak-anak kita untuk bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala sekali lagi orang tua Jangan pernah bosan untuk mewasiatkan kepada anak-anaknya mencari pergaulan yang baik mencari teman-teman yang baik Ingatkan ya agar jangan sampai menjadi orang yang menyesal di hari kiamat nanti karena salah pergaulan karena salah mencari temanteman dekat ya dan termasuk dalam Bab ya pergaulan dan berteman dekat pada hari ini adalah dalam ruang lingkup media sosial ya ingatkan kepada anak-anak kita bahwasanya semua yang kita miliki adalah nikmat dari Allah subhanahu wa taala ya nikmat jadi HP ya itu di antara nikmat dari Allah subhanahu wa taala yang kelak kita semua akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wa taala maka siapa yang mempergunakan nikmatnya di atas jalan maksiat kepada Allah subhanahu wa taala itu maknanya Dia adalah orang yang kufur nikmat ya Dan orang yang mengkufuri nikmat Allah subhanahu wa taala Maka nikmat yang dia dapatkan ya akan menjadi Nikmah musibah ya dan bencana bagi bagi diri nya sebagaimana firman Allah subhanahu wa taala lain syakartum laazidannakum Wain kafartum innaabiadid jika sekiranya engkau bersyukur kepadaku kata Allah subhanahu wa taala niscaya aku akan tambahkan nikmatku untukmu tapi jika engkau kufur nikmat maka sesungguhnya ya azabku sangatsangatlah pedih ya ini pilar yang ke9 di antara ya 10 pilar dalam pendidikan anak yang penulis bawakan ya tanggung jawab orang tua untuk mencarikan ya teman-teman yang baik teman-teman yang Saleh untuk anak-anak mereka dan kita awasi terus ya kita kontrol terus jangan sampai lengah ya sepanjang hayat kita Ya selagi Allah Subhanahu Wa taala memberikan kita nikmat kehidupan maka hendaknya ya orang tua senantiasa berusaha untuk mengkondisikan anaknya agar bergaul dengan sahabat-sahabat yang baik yang bertakwa kepada Allah subhanahu wa taala wallahu taala alam Insyaallah masih ada satu pilar lagi kita bahas di pertemuan yang akan datang ya pilar yang terakhir pilar yang ke10 Insyaallah kita bahas di pertemuan berikutnya wallahu taalaam bawab wasallahu ala nabiina Muhammadin waihibihi AJ wa akiruwana anilhamdulillahibilamhakallah Wam aha anta astagfiruka wa atubu ilaik asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *