yaakumadzi khqum Min nafs Wahidah waq minha zjaha wuma rijan watqulahadzialiam inallahikum [Tepuk tangan] yaahakumakumfirakumakumahuqan asqal had kitahuhammahuaii was Um muhda waa muhdatin bidah waulla bidatin dolalah waulla dolalatin finar Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Sabtu malam Ahad 7 Jumadil Ula 1446 Hijriah bertepatan dengan 9 November 2024 kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali risalah yang berjudul takzimus sunah wa mauqifus Salaf mimman istahzaa Min yang ditulis oleh fadilat Syekh um bin Muhammad asuhaibani rahimahullah hafidahullahu taala selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wa ala alhi wasallam pada keluarga beliau para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak dengan nama-nama Allah yang Husna dan sifat-sifat yangulia kita berda Allah in waalan mutqala allahum Amin ahbati fillah jemah Masjid Al Jami Al Barkah dalam kesempatan kali ini kita masih membahas pasal Ma umah sunah pasal tentang sikap para ulama Salaf dari umat ini terhadap orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi wasallam pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai kepada sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Mus Muslim bahwa Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma meriwayatkan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam la tamnu nisaakumul masajid astannakum ilaiha janganlah kalian seluruhnya larang istri-istri Kalian pergi ke masjid jika mereka meminta izin kepada kalian untuk pergi kepadanya di dalam riwayat ini ada anak dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma Bilal bin Abdullah bin Umar Bin Khattab mengatakan wallahi lanamnaahunna demi Allah sungguh kami akan benar-benar larang mereka yaitu para istri-istri padahal hadisnya jangan dilarang maka Abdullah bin Umar radhiallah anhuma mendatangi Bilal fasabbahu sabban sayyian Ma samituhu sabbahu mlahuqat kata Salim bin Abdillah yang meriwayatkan riwayat ini Abdullah bin Umar sang ayah mendatangi anaknya dan mencaci maki anaknya Aku tidak pernah melihat mendengar Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma mencaci maki anaknya seperti itu sama sekali karena anaknya sudah dianggap menentang Hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kita bacakan perkataan Imam annawawi rahimahullah Fi di dalamnya terdapat sanksi hukuman terhadap orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan orang yang menentang tersebut dia tentang dengan akalnya pendapatnya ryunya kemudian kita juga sudah baca perkataan alhafiz Ibnu Hajar alasqalani rahim beliau meriwayatkan dari Imam ahmadamaamahu Abdullah Hatta Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma tidak pernah lagi membicarai anaknya Bilal bin Abdillah sampai meninggal di sini ada dua kemungkinan sampai meninggal Abdullah atau sampai meninggal Bilal dan mungkin kata alhafiz Ibnu Hajar alasqal rahimahullah Kejadian ini sebelum Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma meninggal jadi cepat akan tetapi yang jelas menunjukkan bahwa sikap para Salafus Saleh yang sangat keras tegas Tegar ketika ada yang menentang sunah rasul Sallallahu alaihiai wasallam pada pertemuan sebelumnya kita sudah sampai poin ini kemudian kita baca lanjutannya waan a IBN yasar Anna rajulan ba’a kasratan Min dahahab AQ biaksar Min wazniha yang artinya dari Atha bin yasar rahimahullah ada seorang menjual kasrah yaitu sebuah tempat seperti bejana yang terbuat dari emas atau perak lebih banyak daripada timbangannya dahulu Orang berjual beli dengan emas dan dengan perak maka ini orang menjual barang dari emas atau dari perak lalu dia menerima bayaran dari sepembeli lebih banyak dari apa yang dia jual AB D lalu Abu Darda sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkatau rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam Yakul yunha illalan bimitlin perbuatan seperti ini dilarang di dalam syariat Islam kecuali dengan cara mlan bimlin sama timbangannya kalau ingin membeli emas dengan emas maka harus sama timbangannya kalau ingin membeli perak dengan perak maka harus sama timbangannya dan juga ditambah dengan syarat yang lain yadan biyadin yaitu tunai kontan tangan dengan tangan faqal rjul lalu seorang yang membeli atau menjual emas tadi ma Ar bimitli ban Dia berkata aku kira pendapatku yang seperti ini tidaklah Mengapa sudah dilarang dan dilarangnya berdasarkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam oleh Abu Darda sahabat nabi radhiallahu Anhu faqal lahu Abu Darda maka Abu Darda radhiallahu Anhu berkata Man ya’zuruni Min Fulan Siapa yang memberikan alasan untukku dari Si Fulan artinya Siapa yang bisa menjamin Fulan ini tidak bersalah di hadapankuahahu Alaihi was Aku sedang meriwayatkan hadis Rasulullah sahu alaihi wasam sedangkan dia memberitahukan kepadaku tentang pendapatnya akan pernah tinggal bersamamu di sebuah tempat yang engkau tinggal di dalamnya Subhanallah keras tegas ketika ada orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini disebutkan oleh Imam Ibnu bathah dalam kitabnya Al iibanah An usulid dianah riwayat yang lain dari ini juga menjadikan pelajaran bagi para ikhwah yang ingin berjual beli emas syaratnya ada dua mitlan bimitlin yadan biyadin harus sama timbangannya kalau antara emas dengan emas kecuali kalau seandainya berbeda antara emas dengan perak atau antara emas dengan uang maka tidak perlu sama timbangannya dan harus yadan biyadin tangan dengan tangan langsung tunai kontan maka tidak boleh kredit tidak boleh online kecuali kalau seandainya dengan cara online dan harus tangan dengan tangana Sulaiman bin mihran alj seorang tabiiu aballahu aku telah mendengar Abu Said sahabat nabi radiallah anu berkataul kepada seseorangasah alaii wasamham iyaka ma illal masjid Ini kisah lain kalau tadi Abu Darda radhiallahu an yang ditentang hadisnya dengan pendapat seseorang ini dari sahabat nabi Abu Said al-kudri radhiallahu Anhu Beliau berkata kepada seseorang Apakah engkau mendengarku Aku sedang meriwayatkan hadis dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya beliau bersabda janganlah kalian jual Dinar dengan Dinar emas dengan emas dirham dengan dirham perak dengan perak illa mitlan bimitlin kecuali sama timbangannya wala tabiu minha ajilan Bajil dan jangan menjual barang-barang tersebut komoditi riba tersebut seperti emas perak dan barang-barang yang ditimbang seperti gandum garam kurma gandum dalam bentuk yang rendah dan seterusnya kecuali harus dengan sama timbangannya dan janganlah kalian jual dari barang-barang tersebut Ajil langsung tapi yang satu membayarnya dengan nanti tidak boleh emas dikasih kemudian yang membelinya nanti dia bayar tidak boleh kemudian kata Abu saidid alkudri radhiallahu Anhu wa anta tufti Bima tufti engkau memberikan fatwa Seenaknya saja wallahi la yukwini wa iyak demi Allah tidak ada yang mengumpulkan kita selama aku masih hidup kecuali cuma masjid tidak ada yang mengumpulkan kita di sebuah tempat aku tidak akan kumpul duduk-duduk bersamamu di rumah di tempat di mana saja kecuali masjid karena memang semuanya harus ke masjid ini para ikhwah ini bagaimana beratnya dan kerasnya para Salafus Saleh ketika ada yang menentang hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kalau kita menyimpang sedikit ke permasalahan fikih Lalu bagaimana Ustaz Saya punya emas 2 gram kemudian saya ingin beli emas yang 2 gram yang baru bentuknya mana mungkin orang-orang yang menjual emas tersebut mau menerima 2 gram saya dan mereka memberikan kepada saya 2 gram mereka ini mereka merasa rugi maka caranya adalah emas tersebut diuangkan dijual menjadi perak menjadi uang lalu uangnya dibelikan emas yang diinginkan itu pun syaratnya harus Ajil biajil segera dengan segera tidak boleh ditunda n kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala riwayat selanjutnya tib rahimahullah abu tsaiib adalah seorang yang bernama utbah bin Ubaidillah utbah bin ubaidullah alhamadani beliau ulama Islam bermazhab Syafi’i wafat pada tahun 350 Hijriah berarti ulama Islam abad ke4 Hijriah Beliau berkata suatu ketika kami duduk-duduk di majelisnya waqi waqi adalah waqi IBN jarrah bin mulaih arruasi beliau seorang ulama alhafiz ahlu hadis dari negeri Irak dan beliau wafat sekitar7 Hijriah beliau wafat sekitar 97 Hijriah dan beliau adalah tabiut tabiin belajar dengan alarj Sulaiman IBN haran kemudian belajar dengan Almas kemudian belajar dengan alauzai dan seterusnya kami pernah di majelis waqi IBN jarrahqul maka wqi berkata kepada seseorang yang hadir di majelisnya mimman yuru firi yang mana waki Sudah tahu orang ini sering mengedepankan akal pendapat Ryu as’ara Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam waquulu Abu Hanifah Hua mutlah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan Isar is’ar adalah ada unta kemudian ada punuk unta lalu punuk unta tersebut dibelah salah satu bagiannya sehingga keluar darahnya dan itu adalah tanda bahwa unta tersebut ingin dibawa Haji sebagai hewan hadyu itu namanya Isar ada unta kemudian ada punuknya punuk bagian sebelahnya dibelah keluarlah darah dan itu tanda dilakukan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwa unta tersebut sudah ditentukan untuk dibawa Haji sebagai hewan hadyu nanti disembelih di Mekah maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala waqi mengetes orang tersebut as’ara Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan Isar yaitu melakukan memberi tanda kepada onta bahwa onta ini akan dibawa berhaji untuk sebagai hewan hadyu Abu Hanifah tetapi Abu Hanifah berkata itu tidak boleh itu mlah mutilasi terhadap hewanul lalu orang tadi menimpali kata orang tadi yang dilihat oleh waqi sering mengedepankan akal pendapat Ryu berkata Ibrahim bin Yazid annakhi Ibrahim bin Yazid annaki adalah seorang tabii wafat pada tahun 96 Hijriah itu adalah mutilasi dia menekankan pendapat nya Imam Abu Hanifah bahwa itu mutilasi apa yang terjadi kepada waqi’ Ibnu jarrah rahimahullah faritu waqi’an kata Abu TB yang meriwayatkan riwayat ini aku melihat waqi Giba Gan sadidan marah dengan kemarahan yang sangat besar dan ia berkataaka Q Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam watqu qa Ibrahim Aku sedang meriwayatkan kepada engkau Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lalu engkau bantah dengan mengucapkan berkata Ibrahim bin Yazid annakhai Ma ahaqqa bi tuhbas tumma la takuj Hatta la tukhraj Hatta tunzataan engkau sangat pantas untuk dipenjara dan tidak boleh dikeluarkan Sampai engkau mencabut ucapanmu tadi keras Tegas ee Tegar dalam menghadapi orang-orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melakukan isyar kemudian sedangkan orang ini mengatakan Ibrahim bin Yazid annakai mengatakan adalah dia mutlah mutilasi mana yang lebih kita dahulukan perbuatan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam walaupun ditanding dengan perkataan tabii walaupun ditanding dengan perkataan Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma seorang dua orang sahabat rasul Sallallahu Alaihi Wasallam yang paling mulia setelah para Rasul dan para nabi tidak dapat tidak dapat ditanding setelah ada hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sekarang para ikhwah contoh misalkan yang lagi ramai bahkan perkara ini ramai sampai di Arab Saudi saya baru dengar cuplikan suara dari fadilat Syekh profes Dr Sulaiman bin salimillah arruhaili tentang hukum seorang perempuan bersafar tanpa mahram beliau sangat keras bainana wa bainakum l Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kata beliau antara kita dengan kalian Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dari mulai semenjak dulu Sabda Rasul Sallahu Alaihi Wasallam tidak boleh seorang perempuan bersafar kecuali bersamanya mahramnya Lalu kenapa dan itu yang ustaz-ustaz yang mengusung dakwah sunah dari mulai semenjak dahulu pendapatnya seperti itu Lalu kenapa sekarang semenjak yang di sana negaranya membolehkan untuk bersafar tanpa mahram berumrah tanpa mahram kemudian lalu sebagian dari ustaz-ustaz yang mengusung dakwah sunah ngulik-ngulik pendapat-pendapat mengeluarkan dalil-dalil dicari-cari kemudahan-kemudahan kenapa enggak dari dulu di dikeluarkan pendapat-pendapat tersebut tidak benar para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala bainana wa bainakum l Rasul shallallallahu Alaihi Wasallam antara kita dengan kalian Sabda Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Hakam Ul Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Hakam dia adalah Hakim yang adil ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanah dan itu sangat Irani sekali sangat Irani sekali dengan Dali ini adalah pendapat mazhab Fulan ini Adah pendapat mazhab Fulan baik riwayat selanjutnya an ilid namanya begitu ya agak susah Beliau berkata Abu muaidamu Musa artinya abu muaah riwayatkan hadis di sisi khalifah dari Abbasiyah waktu itu Harun Arrasyid Dengan hadis ihtajja Adam Musa hadis ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala bahwa Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ihtajjaama wa Musa Nabi Adam dan Musa Sal berarduargumen Musa ya Adam Anta AB Wah Adam engkau nenek moyang kami Engkau telah mencelakakan kami Engkau telah mengeluarkan kami dari surga artinya gara-gara perbuatanmu kami keluar dari surga kata Nabi Musa kepada Adam alaih Anta musahu Bam Waka biadih wahai Musa Engkau adalah pilihan Allah subhanahu wa taala Allah berbicara langsung kepada engkau maka Nabi Musa adalah kalimullah rasul yang langsung dibicarai oleh Allah subhanahu wa taala Allah menuliskan untukmu dengan tangannya langsung sesudah menyebutkan keutamaan-keutamaan Nabi Musa lalu Adam Alaihi Salam mengatakan Apakah engkau mencela aku yaitu keluarnya aku dari surga Apakah engkau mencela aku atas sebuah perkara yang Allah subhanahu wa taala telah takdirkan atasku itu terjadi 40.000 tahun sebelum penciptaan langit dan sebelum kejadian itu 40 tahun sebelum kejadian itu Allah subhanahu wa taala telah menetapkan itu terjadi maka Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda fahajja AdaMu Musa fahajja AdaMu Musa Nabi Adam Alaihi Salam mengalahkan argumen Nabi Musa Nabi Adam alaih salam mengalahkan argumen Nabi Musa alaihalam makna hadis ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala bahwa Nabi Adam alaih salam bukan sedang Bersandar kepada takdir atas maksiat yang beliau lakukan bukan tetapi apa yang terjadi itu sudah takdir Allah tidak terlihat itu nasi maksiat atau ketaatan apa yang sudah terjadi itu adalah takdir Allah subhanahu wa taala paham ya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kata Imam annawawi rahimahullah WNA kalami Adam makna perkataan Adam anaka ya Musa engkau wahai musatiba Al anuk wa al ini sudah dituliskan atasku sebelum aku diciptakan ini sudah tertdir atasku sebelum aku diciptakan pasti terjadi kalau aku bersungguh-sungguh untuk menolak takdir tersebut bahkan seluruh makhluk menolak takdir tersebut tidak akan bisa sanggup Maka jangan engkau mencela itu terhadapku ini sekali lagi saya katakan kita tidak boleh bersandar dengan takdir dalam perihal bermaksiat tetapi makna perkataan nabi Adam Ketika melawan argumentasi dari Nabi Musa Alaihi Salam Beliau mengatakan apa yang terjadi padaku aku sudah keluar dari surga itu takdir Allah tidak ada yang bisa menolaknya di sini bukan berarti Adam sedang sedang apa bersandar dengan takdir dalam perihal bermaksiat Tapi beliau melihat apa yang sudah terjadi bahwa aku dikeluarkan dari surga dan kemudian keturunanku juga akhirnya tidak di surga itu sudah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa taala kita tidak bisa menolaknya ini persis seperti Misalkan ada orang tua saya pernah ditelepon waktu kantor ra di masih di sana telepon oleh EE pemirsa Raja Ustaz bagaimana saya menghadapi anak saya perempuan kuliah di Jakarta padahal kami dari jauh luar Jakarta berharap agar dia sekolah dengan baik ternyata dia berzina hamil sebelum nikah maka saya katakan qadarullahyafa Apakah saya sedang bersandar dengan takdir atas maksiat anaknya tersebut Hah jawab tidak tetapi saya mengatakan itu sudah ditakdirkan oleh Allah tugas Bapak sekarang rangkul dia dia malu kemudian cari solusi bagaimana nanti anak ini ketika dia hamil kemudian setelah itu dia hamil Ustaz maka cari solusi agar Seandainya dia pun tidak boleh digugurkan dia hamil apakah laki-lakinya bertanggung jawab atau tidak berpikir lebih ke depan qadullahyafaat Apakah saya ketika mengucapkan itu saya bersandar dengan takdir atas Mak siulan tidak tetapi saya ingin mengatakan bahwa ini semua sudah terjadi atas apa takdir Allah paham ya itulah yang dikatakan Adam alaih salam kepada siapa Nabi Musa alaih salam yang jelas bukan itu permasalahannya yang jelas Abu muawiyah addarir seorang ulama meriwayatkan hadis di hadapan khalifah Harun arrasyidq is Lalu ada orang yang dia Mulia keluarga nabi dari suku Quraisy wajahnya orang-orang Quraisy dia langsung berkata aqiah di mana Adam ketemu dengan Musa alaih salam jadi yang ada di dalam hadis tidak di tidak dipikirkan tetapi malah mikirin Adam ketemu Musa di mana paham maksudnya dia meragukan ituba Harun arasyidat khalifah Harun Arrasyid marah besar waqal benggal lehernya Wah Subhanallah khalifah ketika menghadapi ketika menghadapi orang-orang yang menentang sunah R Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam zindi Yanu F hadit langsung begitu zindiq munafik besar menghina hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam fazala abu muawiyah yusakinuhu abu muawiyah meriwayatkan hadis tadi cukup wahai khalifah cukup wahai khalifah wquul badirah ya Amirul Mukminin walam yafham orang ini baru wahai Amirul Mukminin dia belum paham sampai Harun Arrasyid diam Lihat begitu semestinya keras tegas kokoh memperjuangkan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam apalagi ketika ada yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ini riwayat di dalam Kitab Siah alamin nubala yang terakhirnya saya belum paham ya tapi saya bacakan kepada Antum karena kita baca kitab mudah-mudahan Allah memberikan paham kepada saya waqim asim di sini mungkin alahwal seorang Rawi hadis Mar ibnuuais wu ada seseorang lewat melewati zir bin hubais zirinubais sedang memenangkan azan FAQ ya aba maryamuk yang artinya wahai Abu Maryam kenapa engkau mengumandangkan azan ngapain memandangkan azan maksudnya begitu orang yang lewat ini berkata kepada zir bin hubais FAQ an la ukimuka kalimatanqillah engkau sudah menghina azan Aku tidak akan pernah berbicara denganmu walau satu ucapan Sampai engkau mati bertemu dengan Allah subhanahu wa taala bagaimana kalau seandainya orang-orang para Salafus Saleh melihat di zaman sekarang Alfatihah dilagukan dinyanyikan jadi nyanyian Takbir dilagukan ya akhi ittaqulah yang pernah memfatwakan bahwa ada musik haram dia tidak akan bisa melarang itu Paham maksud saya yang pernah ada memfatwakan bahwa musik halal ada musik yang halal dia tidak bisa akan mengatakan itu haram ketika surah al-fatihah dinyanyikan dengan lagu dengan musik musiknya Rock paham enggak cara berpikirnya kalau ada orang yang mengatakan bahwa ada dari sebagian musik halal karena baik karena karena karena meninggalkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam meninggalkan ijmak para sahabat meninggalkan ijmak imam yang empat meninggalkan ayat Quran hadis rasul ada musik yang halal dia tidak akan pernah bisa mengharamkan orang yang apa menyanyikan dengan musik surah al-fatihah menyanyikan takbir dengan Surah al-fatihah dengan musik Kenapa halal ittaqulah saya katakan takut engkau kepada Allah subhanahu wa taala riwayat selanjutnya itu tadi diriwayatkan oleh imamahi dalam kitab siar alamin nubala Hakim yni AB Bakar As Q dan min hadana mata hadana wa akbarana faqala ya H lastu asummu min kalamikaatal Iman W yahilluaka anaduli tma hajaru Hatta berkata imam alhakim yang mempunyai kitab almadrak aku pernah mendengar Abu Bakar assabagi seorang Rawi hadis dan ia sedang berbicara kepada seorang ahli fikih perhatikan yang sering-sering belajar fikih faqala haddituna an Sulaiman bin harb kata Abu Bakar assabghhi wahai Fulan Si Ahli fikih beritahukan kepada kami hadis riwayat dari Sulaiman bin harb apa saja hadisnya Tolong beritahukan kepada kami riwayatkan kami hadis Sulaiman bin harb maka ahli fikih ini mengatakan DNA tinggalkan Min haddatana Il mata haddatana wa akbarana Sudahlah enggak usah pakai haddatana haddas haddasana itu adalah cara meriwayatkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam haddasana Fulan haddasana Fulan haddatana Fulan itu cara orang yang meriwayatkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dipakai oleh rawi-rawi hadis Si Ahli fikih ini mengatan tinggalkan haddasana ngapain Sampai kapan kita haddasana haddasana hati-hati yang belajar fikih hati-hati yang belajar fikih mazhab meremeh Jangan sampai saya tidak menuduh jangan sampai meremehkan hadis-hadis Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam lebih mengedepankan perkataan para imam-imam fikih dibandingkan hadis-hadis Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka kemudian Abu Bakar mengatakan Ya wahai kamu aku tidak cium dari Perkataanmu bau keimanan dan tidak halal bagimu untuk masuk ke dalam rumahku kemudian Abu Bakar assabaqi menghajarnya memboikotnya sampai mati Subhanallah para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala kita berangan-angan masa-masa itu ada ulama-ulama yang tegas Tegar kokoh la yakuim tidak takut sedikit pun kepada yang mencela kalau seandainya ada orang yang menentang hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam sekarang sebagian kita susah para Ikhwan berkata sedikit di belakang kita ada sekolahan ada Pesantren harus jaga nanti bagaimana santri dan seterusnya kita berangan-angan bercita-cita ingin kembali kepada zaman yang benar-benar kuat sunahnyab riwayat selanjutnya itu tadi diriwayatkan di dalam Kitab siaram nubala yang ditulis oleh imamzahabi rahimahullah kemud riwayat selanjutnya imamq seorang ahli sejarah berkata Ibrahim Iin Jafar an abih telah meriwayatkan kepadaku Ibrahim Bin Jafar dari bapaknya qaqala Marwan Ibnu Hakam Beliau berkata berkata Marwan bin alhakam wahua Alal Madinah dan beliau menjadi gubernur di kota Madinah waainahu Ibnu Yamin annadir annadri dan di sisi beliau ada seorang yang bernama Ibnu Yamin annadri kaifaa qutila Ibnul Asraf Bagaimanakah terbunuhnya Ibnul Asyraf seorang Yahudi Bagaimana terbunuhnya Ibnu Asyraf qala Ibnu Yamin Ibnu Yamin berkata Kana gadran terbunuhnya dengan cara pengkhianatan kemudian wakana Muhammad Ibnu Aslam jalis syaikhun Kabir Muhammad IBN maslamah sedang duduk dan beliau orang yang sudah tua faqal ya Marwan Rasulullah Sallahu Alaihi wasam jadi khalifah-khalifah dahulu para ikhwah samping kanannya samping kirinya para ulama dan kita sangat berharap pemimpin-pemimpin kita seperti itu para ulama-ulama yang memang benar-benar ulama alim alim dengan ayat al-quran hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam takwa Saleh terutama yang sudah tua-tua karena yang muda-muda biasanya berubah-rubah ya Marwan beliau memanggil khalifah wahai Marwan aydur Rasul Sallallahu alaii wasallamak Apakah benar Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengkhianati Ibnu Asraf sampai Ibnul Asraf dibunuh dengan pengkhianatan dan cerita ini diceritakan di hadapanmu Apakah engkau rela seperti itu wallah rasulillah Sallahu Alaihi Wasallam demi Allah kita tidak memerangi Ibnul Asraf kecuali dengan perintah Dar Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wallahi laakafu baitinal masjid demi Allah tidak ada satu atap yang menaungiku dengan engkau secara bersamaan kecuali cuma masjid menunjuk kepada siapa apa tadi kepada Ibnu Yamin ini para ikhwan yang dirahmati Allah W anaminallahi Al inlu wairikaadiak Anta Ibnu Yamin Afan eh Muhammad IBN maslamah tadi berkata kepada Marwan alhakam Marwan bin alhakam seorang pemimpin tadi demi Allah Kalau engkau tidak mengatakan itu salah maka aku tidak akan pernah bisa bersamamu dalam satu Atum kecuali masjid kecuali masjid Beliau berkata kepada pemimpinnya seperti itu kemudian Beliau berkata kepada yang menghina Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Ibnu Yamin demi Allah aku saksikan Allah di hadapanmu Kalau engkau lepas dari sini dan aku menemuimu aku sanggup untuk menemuimu dan di tanganku ada pedang aku akan penggal lehermu ini ceritanya begini para ikhwah Ibnul Asra adalah yang yang dibunuh dan diperangi oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian Marwan bin alhakam seorang pemimpin di kota Madinah waktu itu bertanya kepada Ibnu Yamin anadri Bagaimana terbunuhnya Ibnu as IB Yamin annadri mengatakan terbunuhnya Ibnu Asyraf dengan pengkhianatan dengan pengkhianatan bukan dengan perang dengan pengkhianatan maka Muhammad IBN maslamah seorang Alim langsung bangun padahal beliau sudah tua langsung bangun mengatakan tidak Ibnul Asyraf dibunuh dengan peperangan bukan dengan pengkhianatan kami memeranginya dengan perintah Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak berkhianat ini yang membuat beliau marah besar menganggap Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berkhianat maka Muhammad Ibnu maslamah langsung mengingatkan Marwan IBN Hakam wahai Marwan hati-hati engkau Apakah benar Apakah engkau setuju Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam berkhianat di majelismu dibicarakan itu di majelismu di depanmu demi Allah tidak ada satu atap Yang menaungi Kita bersamanya selamanya kecuali cuma masjid itu Beliau berkata Muhammad bin maslam berkata kepada Marwan bin ahl alhakam Adapun Ibnu Yamin yang sudah menuduh bahwa Rasul bahwa Ibnul Asyraf terbunuh dengan gadran dengan pengkhianatan berarti Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya berkhianat maka Beliau mengatakan demi Allah kalau seandainya aku sanggup menemui engkau mendapati engkau terlepas dari sini dan di tanganku ada pedang aku akan penggal lehermu lar tegas berani bagi siapa yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam ini disebutkan dalam kitab asarimul Masnur ala stimir Rasul ee pedang yang terhunus bagi siapa yang menghina Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala selanjutnya dan ini cerita banyak ya para ikhwah dibawakan oleh fadilat Syekh dr Abdul qayyim bin bin Muhammad assuhaibani hafidahullahu taala agar kita benar-benar bisa membayangkan Bagaimana ulama-ulama Salaf terdahulu penuh berkah hidupnya karena membela sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan menentang semua sikap orang-orang yang menentang sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam waqala Abu Abdillah almadin Abu Abdillah almadin berkata Kun abiisur ins jibalq inti Wat as faqa Hua Waduk qa Rasulullah Sallahu Alaihi Wasallam aladu Lil Firas faadahu alaihialik faqul Ana la faqala Inna hadal gaz wasalla alaihiif faakbabna alaih wlna jahil la yadri ma yaquul ini disebutkan riwayat dalam kitab Damul kalam ahlu pencelaan terhadap ilmu kalam dan orang-orang yang mengikutinya Jadi ceritanya Abu Abdillah almuadzin Abu Abdillah seorang muadzin mengatakan Aku sedang bernama bersama Ibnu Abi suai di sebuah jalan lalu datang orang bertanya nya tentang masalah agama kepada Ibnu Abi suis wahai Ibnu Abi suai sesungguhnya istriku melahirkan dalam waktu 6 bulan sesungguhnya istriku melahirkan dalam waktu 6 bulan padahal semestinya lahirnya 9 bulan ini menunjukkan Mungkin dia berzina atau tidak maka kata Wahai yang bertanya istrimu yang sedang hamil dan melahirkan Tadi itu adalah anakmu Kenapa alad karena anak bagi siapa yang memiliki ranjang dan ini buruknya zina apa maksudnya para ikhwah jadi gini ini ada laki-laki ada perempuan menikah kemudian menjadi suami istri lalu sang istri berzina dengan laki-laki lain lalu dia hamil akibat perzinahannya dan sang Suami masih menjadikan ini istri maka anak yang dikandung oleh istri tersebut adalah dinasabkan kepada suami ini karena Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda alwaladul Lil firasy anak itu bagi siapa yang memiliki ranjang anak itu bagi siapa yang memiliki ranjang lalu orang tersebut bertanya lagi Benarkah demikian Benarkah demikian lalu Ibnu Abi suaih mengatakan Iya benar Iya benar Lalu ada orang berkata enggak tahu siapa orangnya Saya tidak berpendapat demikian lihat hanya hanya sekedar perkataan itu dia mengatakan saya tidak berpendapat demikian padahal Ibnu Abi suai sudah menjawab dengan hadis Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam anak itu anakmu karena kamu adalah suaminya dan alwalad Lil firasy anak bagi siapa yang memiliki ranjang meskipun si perempuan ini berzina dengan yang lain itulah buruknya kata Imam IBN qayyim buruknya perzinahan kita atau seorang suami jangan kita ya seorang suami mengakui anak hasil zina dari istrinya tersebut anak hasil zina tersebut dinasabkan kepada pada suaminya anak hasil zina tersebut mendapatkan warisan dari suaminya padahal bukan ahli waris padahal bukan anaknya anak hasil zina tersebut bisa berkhalwat dengan anak-anak perempuan kita padahal bukan mahram anak hasil zina tersebut bisa menjadi ahli waris padahal bukan ahli waris itulah buruknya zina Al waladuil Firas nah orang ini mengat bertanya terus Benarkah demikian benar itu hadis rasul ada seorang yang mengatakan Ana aku tidak mengucapkan ini maka kata Ibnu Abi surais Inna hadal gazu kalau begitu ini peperangan beliau langsung menghunus pedangnya Kemudian kami peluk dia Ibnu Abi surh dan kami katakan kepada Ibnu Abi suraih jahil orang ini bodoh la yadri ma yaakul sabar dia tidak tahu apa yang dia ucapkan sekarang Subhanallah keras tegas kuat kokoh berani memperjuangkan sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dan khusus para ikhwah yang dirahmati oleh Allah sedikit menyimpang tentang perzinahan maka antum-antum semua yang ada di hadapan Ana dan juga para pemeriksa Roja TV para pendengar radio Roja kepala-kepala keluarga jaga anak perempuan keluarga perempuanmu dari perbuatan yang Nista ini yang seluruh agama adat dan kebudayaan mencelanya bahkan hewan mencelanya jaga jangan sampai berzina silakan Azan dulu ikhatan Islam untuk selanjutnya kita simak dukumangkannya azan untuk salat Isya bag daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar [Musik] allahu akbar allahu akbar Allahu akbar Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah [Musik] Ashadu anna muhammadar rasulullah Hayya [Musik] Al Hayya Al [Musik] Hayya Alal [Musik] Falah allahuakbar Allahu akbar lailahaillallah [Musik] [Musik] Baik saya lanjutkan satu lembar lagi atau halaman lagi sehingga kita insyaallahu taala bulan depan mengkhatamkan kitab ini dan kita akan mencari kitab-kitab sunah lain yang menggugah hati kita untuk senantiasa berpegang teguh kepada sunah rasul Sallallahu Alaihi wa ala alihi Wasallam yang dirahmati ole Allah subhanahu wa taala lalu riwayat selanjutnya AB Husain berkata AB H datang seseorang kepada Abu Said Al orang ini bertanya kepada AB boleh enggak kita beristinja membasuh kotoran kencing atau kotoran Tahi kita dengan tulang kemudian Abu Said menjawab la enggak boleh kemudian ditanya lagi lima Kenapa kemudian Abu Said menjawab Lina rasulullahi Shallallahu Alaihi wasallamq huau ikhwanikum Minal jin dia adalah makanan saudara-saudara kalian dari bangsa jin tulang ya tidak boleh beristinja dengan tulang karena tulang tersebut adalah makanan dari bangsa jin untuk bangsa jin faqala lahu lalu orang yang bertanya ini mengatakan Al insu afdolu Min Amil Jin wahai Abu Said Manakah yang lebih Afdal manusia atau jin kemudian Abu Said menjawab balil ins manusia lebih Afdal daripada Jin orang ini bertanya lagi Fima yajultinza Bil Ma wahuaadul ins kalau begitu Mengapa boleh beristinja dengan air itu kan Minuman kita kita tidak boleh beristinja dengan tulang karena itu adalah makanan jin Lalu kenapa kita boleh beristinja dengan air itu adalah minuman kita makanan kita orang ini kan berarti main-main orang ini berarti main-main faqala Faza Alaihi Wa akhza bihalqih dia tarik orang tersebut kemudian dia cekik lehernya Wah yaakul Ya zindiq tuaridu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam wahai zindiq engkau menentang Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam wala Yaku dia semakin apa istilahnya Hah dia semakin cekik lehernya falaula Anni adroktu laqatalahu kata yang meriwayatkan riwayat ini Abu Husain atabasi kalau aku tidak lerai niscaya Abu Said alustji membunuhnya Subhanallah qala Ibnul qayyim setelah riwayat-riwayat begini banyak Imam Ibnu qayyim berkata hal kananaana fisahabah apakah di tengah-tengah para sahabat Man Sam Rasulullah S wasamu biqi auqih wajdih aqlih siasatih Apakah ada di tengah-tengah para sahabat nabi yang kalau mendengar hadis rasul maka ada seorang sahabat yang menentangnya dengan analogi dengan perasaan dengan akal dengan logika dan seterusnya ada wahal ah rasulillahu wasamlanqiasanq siasatanqlid muqid ataukah pernah Adakah di zaman rasul Sallallahu Alaihi Wasallam dari para sahabat nabi yang mengedepankan dari dalil Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam akalnya logikanya perasaannya siasatnya ataupun taasubnya kepada orang ada enggak sahabat yang seperti itu tidak pernah ada tidak ada sahabat nabi yang mereka mendahulukan akal dibanding dengan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah ada seorang sahabat rasul yang mendahulukan logika analogi perasaan kemudian ter Mak dibandingkan had rasul tidak pernah ada kata para sahabat nabi dimuliakan oleh Allah tidak pernah mata-mata Mere melihat manusia-manusia seperti itu di zaman merekah manusia manusia seperti itu di zaman mereka ya walaqad hakama Umar IBN Khattab ala Man qaddama hukmahu ala Nasir Rasul shallallallahu Alaihi Wasallam baif waqala had hukmi fihi Umar Bin Khattab sang khalifah sepeninggal Abu Bakar asiddiq pernah memenggal leher orang yang mendahulukan hukum beliau dibandingkan hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam padahal beliau itu adalah keputusan beliau beliau adalah Amirul Mukminin pada waktu itu beliau penggal lehernya dan beliau katakan ha hukmi Fih ini hukumku ini keputusanku terhadap orang yang sejenis seperti ini ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah kemudian Syekh mengatakan fayallah Ya Allah kata beliau Kaifa Ma Bagaimana Umar Bin Khattab melihat apa yang yang kita lihat sekarang beliau penulis as Syekh dr Abdul Qayyum bin Muhammad assuhaibani hidup di zaman kita sekarang Beliau mengatakan Kaifa laa maaina Bagaimana Umar Bin Khattab kalau melihat apa yang kita lihat sekarang ada orang dengan tegas-tegasnya mencela merendahkan menolak al-qur’an al-quran dengan tegas melarang untuk seorang wanita muslim menikah dengan lelaki kafir jelas itu dalam al-qur’an ditentang kemudian dipermasalahkan kafir apa dulu ah itu tuh model-model orang liberal ya Dan mereka mereka bermasalah kepada pemahaman terhadap hadis tersebut pemahaman terhadap dalil-dalil dari al-qur’an dan hadis-hadis rasul Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian kata Syekh hi was dan bagaimana kalau seandainya Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu menyaksikan apa yang terjadi dari musibah yang menimpa kita berupa mendahulukan pendapat Si Fulan Dan Si Fulan atas Sabda nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi wasamum yang terjaga dari kalahan W muqaium Shallallahu Alaihi wasam dan menentang kemudian menyampaikan pendapat-pendapat mereka dan mendahulukan pendapat-pendapat mereka dibandingkan Sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana kalau Umar Bin Khattab melihat itu sebagaimana yang terlihat kita lihat di zaman sekarang hasbiallah Wanikmal Wakil ini para ikhwan dan insyaallahu taa Kemudian beliau mengatakan fallahul mustaan wahual mauid waaihil marj hanya kepada Allah kita minta pertolongan dan dialah yang memberikan perjanjian kepada kita dan hanya kepadaNya tempat kembali kemudian setelah ini alkhatimah Insyaallah sekitar tiga halaman atau Iya tiga lembar kita membaca alkhatimah penutup dari kajian kitab ini mudah-mudahan yang disampaikan bermanfaat kalau sudah selesai Insyaallah kita akan ganti kitab yang lain dan mungkin bisa juga ganti Ustaz yang lain ya ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala wallahuam Apakah saya berdosa menunda-nunda pernikahan di karena an saya melakukan ibadah umrah beberapa kali karena saya sudah mulai ada Rasa kecanduan dan kenikmatan dengan menjalankan ibadah umrah tersebut maka jawabannya tidak berdosa selama seseorang masih bisa menahan dirinya dan tidak melakukan hal yang buruk dengan syahwatnya wallahuam Jika di suatu rumah tangga suami bilang tidak ada rasa Apakah kami harus melanjutkan rumah tangga itu Ustaz dan jika suami ingin berpoligami tapi saya memilih mundur Apakah saya berdosa Apa yang harus saya lakukan Ustaz jazakumullahu Khairan dari sunah ke poligami tib yang jelas para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala Jika suami berkata tidak ada rasa lagi maka apa yang harus kami apa Apakah kami harus melanjutkan rumah tangga ini Ustaz maka jawabannya tergantung kesepakatan berdua Karena hati di tangan Allah subhanahu wa taala Saya pernah mendapati kasus kebalikannya sang istri yang mengatakan saya sudah tidak ada rasa lagi dengan kamu padahal suami yang mengadu kepada saya ganteng ganteng teng ee kemudian ekonomi cukup enggak kekurangan ini kan berarti Al hati di di antara dua jari jemari Allah Subhanahu Wa Allah membolak-balikkan hati sekehendaknya Maka kalau seandainya memang sudah tidak ada rasa lagi maka bicarakan baik-baik Jangan bertengkat bicarakan baik-baik Apakah memang benar-benar tidak ada kalau seandainya tidak ada rasa sudah tidak bisa dipaksa ya biarkan yang laki mencari rasa yang lain perempuan merasakan rasa yang lain Jangan dipaksa para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dan jika suami ingin berpoligami ini mungkin sebabnya suaminya sudah tidak ada rasa lagi karena sudah ada rasa yang lain ya Jika suami ingin berpoligami tapi saya memilih mundur Apakah saya berdosa maka jawabannya tidak berdosa akan tetapi ini yang sering saya katakan suami ketika berpoligami maka istri terutama yang sudah mempunyai anak jangan mundur Bersabarlah dengan keadaan suami berpoligami Bersabarlah apalagi kalau seandainya suaminya benar-benar bisa berbuat adil atau minimal nafkah lahir batin Tidak kurang tidak terputus Adapun permasalahan pasti selalu ada permasalahan jangankan dua satu aja ada permasalahan ya pasti selalu ada permasalahan maka saya nasihati apabila ada seorang istri yang suaminya berpoligami maka hendaknya sang istri jangan segera langsung saya mundur Apalagi sudah punya anak dan Saya berpesan ini pengalam ini adalah pembicaraan dari orang yang mempunyai pengalaman saya pimpinan Pesantren anak-anak santri bermasalah di pesantren setelah di kulik-kulik kehidupan keluarganya kebanyakan mereka yang terpisah orang tuanya yang belum sempat ngobrol sama bapaknya ini Perhatian Kepada Pak para Ayah yang ada di sini salah ketika seorang ayah mengatakan Sana ngomong sama ibumu sana kemudian kalau anak melakukan kesalahan yang dimarahi ibunya gimana sih ngurus anak nashatin tuh sana kan sering begitu ngaku enggak ngaku Alangkah indahnya ketika seorang anak misalkan dia di pesantren atau di sekolah lain dia nelepon kemudian yang dia cari Abah manam Bapak manam dia dia perlu seorang sosok Ayah di dalam rumah tangga dia perlu pernah enggak Anda ngobrol dengan anak Anda yang laki atau perempuan dalam waktu yang lama ngobrol seperti orang dewasa ngobrol apalagi mereka sudah balig jangan sampai lepas para ikhw yang dirahmati O allahahi ini saya menasihati dan Insyaallah nasihatnya amanah saya menasihati tidak mengingink kecuali perbaikan ambil ini banyak anak-anak yang bermasalah di lembaga-lembaga pendidikan Islam entah itu bullying Entah lgbt entah itu perkataannya kasar kotor keji merendahkan Ustaz merendah bahkan Kiai setelah dikulik-kulik keluarganya berantakan anaknya belum pernah bertemu dengan bapaknya karena bapaknya punya istri empat bukan poligamenya yang salah tetapi bapaknya tidak bisa mengatur waktunya untuk bertemu dengan anaknya ini kejadian para Ikhwan ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu maka para laki-laki yang ingin berpoligami Jangan hanya memikirkan dirimu dan kemaluanmu tapi pikirkan juga anak-anakmu anak-anakmu kalau memang benar-benar mampu untuk merangkulnya mendidiknya mengurusnya dengan maksimal maka lakukanlah dan pesan saya untuk istri Bersabarlah dengan keadaan suamimu jangan langsung mundur tetapi harus mempunyai komitmen dengan suami yang ingin poligami sanggup enggak berlaku seperti ini berlaku seperti ini menafkahi lahir batin dan ini jangan main-main jangan coba-coba para ikhwah Jangan coba-coba coba ah Coba ya nasib anakmu jangan dicoba-coba ya wallahuam Apa hukumnya menyenandungkan sebuah lagu Tanpa menggunakan musik yang pertama seorang muslim lebih utama lisannya berzikir kepada Allah subhanahu wa taala dan zikir ini Taufik perhatikan perkataan fadilat Syekh alallamah Muhammad bin shh Al utsimin Beliau mengatakan Hatta tatayaqan annahu taufin minallah Sampai engkau yakin betul bahwa zikir itu adalah Taufik petunjuk dari Allah annikra Min aaril ibadat bahwa zikir termasuk ibadah yang paling mudah enggak perlu eort yang banyak berzikir seseorang mengucapkan zikir subhanallah walhamdulillah berzikir sebanyak-banyaknya walam yadkurhu illa yarahullah tapi tidak ada yang berzikir kecuali orang yang diberi petunjuk kemudahan untuk berzikir kepada Allah subhanahu wa taala ini para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala maka saya katakan tinggalkan senandung-senandung dan walaupun tanpa musik berzikirlah kepada Allah ulangilah hafalan-hafalan al-qur’an tinggalkan Senandung Senandung Dan ini juga nasihat kadang-kadang kepada lembaga-lembaga pendidikan Islam yang video-videonya pasti selalu ada nasib-nasibnya betul Apa betul ya dan saya sudah nasihati secara pribadi beberapa lembaga pendidikan harus ada harus ada yang menasihati darip para ustaz-ustaz yang murabbi yang pendidik tidak boleh membiarkan bermudah-mudah Kenapa video harus selalu ada itu bahkan sebagian kawan-kawan yang sudah X dari musik mereka mengatakan itu musik Ustaz saya tahu itu cuma dibamperin dengan nasid itu musik Ustaz Paham maksud saya lebih sibukkan lisan kita dengan zikir kepada Allah menghafal al-qur’an dan seterusnya ini lebih Afdal Adapun kalau ditanya secara hukum maka selama yang didendangkan tersebut adalah hal-hal perkataan-perkataan yang mubah maka dia tidak mengapa ya tidak mengapa Tetapi sekali lagi lebih baik berzikir dan membaca mengulang-ulang hafal al-qur’an lebih Afdal wallahuam Shallallahu Nabina Muhammad Alhamdulillahi rabbil alamin subhanakallahhamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu Ila wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh TV Islam rahim allahakum telah kita simak bersama kajian ilmiah yang bermanfaat bersama asatizah kita semoga yang singkat ini dapat menambahkan ilmu dan berfaedah untuk kita semuanya Kami yang bertugas mengucapkan terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh TV foreign [Musik]
Ustadz Ahmad Zainuddin Al-Banjary, Lc. | Ta’zhimus Sunnah (Pengagungan Terhadap Sunnah)
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply