menyebar cahaya sunah wasallallahu ala nabiina waidina Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain Amma ba kita panjatkan pujaji syukur kadirat Allah subhanahu wa taala pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini hari Senin tanggal 9 jumad Al Ula 1446 Hijriah atau yang bertepatan tanggal 11 November 2024 kita kembali diberi kekuatan kesehatan Hidayah serta Taufik dari Allah Jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di masjid Manarul Ilmi di komplek pondok pesantren Tunas Ilmu di desa gedung Buluh Purbalingga ini kita berharap semoga Allah subhanahu wa taala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah Jalla waala allahum Amin selawat dan salam Semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarganya sahabatnya dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti bapak-bapak ibu-ibu para hadirin para hadirat dan juga segenap pendengar sa pemirsa rahimani warahimakumullah Alhamdulillah kita kembali mempelajari fikih pendidikan anak kali ini akan membahas serial nomor 201 yang mengangkat tema mengajari dengan mencontohi Kenapa Bu mengajari dengan mencontohi salah satu kewajiban orang tua adalah ngajari anak noo ngajari anak ngajari anak itu cukup dengan ucapan saja atau terkadang perlu diberi contoh Apakah perlu dikasih contoh atau cukup dengan lisan saja ini tergantung banyak faktor antara lain faktor usia nopo usia ngajari anak SMA sama ngajari anak TK sama beda karena biasanya anak SMA ini ya tingkat pemahamannya sudah lebih tinggi daripada anak TK Jadi kalau misalnya anak TK disuruh untuk merangkai atau membuat prakarya tentunya dia akan kesulitan lah wong jangankan nempel-nempelnya nyambung-nyambung gunting saja masih nyekele urung benar nyekele loh megang guntingnya aja belum bisa berbeda dengan anak SMA apalagi Maha mahasiswa berarti tergantung noo usia juga tergantung kompleksitas tugasnya kompleks sitas kui siapa ya rumit apa or lah coba rumit mana bikin nasi goreng dengan nyantolin baju rumit mana bikin nasi goreng karena bikin nasi goreng itu ada tahapan tahapannya step satu step dua step kalau nyantolin baju cukup apa taruh sudah selesai ini namanya kompleksitas seberapa rumit tugas yang diberikan terus juga tergantung seberapa pengalaman anak tersebut ya anak yang punya pengalaman banyak dalam melakukan sebuah aktivitas tentu berbeda dengan anak yang Babar blas ndak tahu tentang aktivitas [Musik] tersebut misal nih dia tinggal di kampung dan bapaknya punya kambing 50 berarti setiap hari bapaknya apa ngarit dan ditemeni sama anaknya dan anaknya juga Biasa noo ngar anak seperti ini apa sama dengan seorang anak yang tinggal di kota lihat kambingnya di TV enggak pernah sama sekali nopo ngarit disuruh ngarit paham gak malah beduli suketnya disuruh ngarit malah ngambili apa nyabuti rumput tingkat pengalaman jadi enggak bisa disamakan tergantung usianya kompleksitas tugasnya dan juga tergantung pengalamannya nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah orang yang sangat memperhatikan faktor-faktor tadi dan mengajari anak-anak maka beliau akan memperhatikan hal-hal yang tadi saya sebutkan contohnya apa Mari kita simak sebuah hadis yang dituturkan oleh seorang sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang kita kena yang kita kenal dengan julukan Abu Said al-kudri Sinten Abu Said al-kudri radhiallahuu apa kata beliau Anna rasulullahi Sallallahu alaihi wasallam marra bulamin yaslukuatan pada suatu hal tadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lewat melewati seorang anak muda yang sedang menguliti kambing apa Bu menguliti kambing gampang apa susah susah apa gampang tergantung anakenya jagaludu ya ter Antum ternyata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu melewati anak tersebut dan kelihatan anak itu lagi kesulitan mengulitinya dengan cara yang kurang pas Apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam faqala lahu rasulullahi shallallallahu Alaihi wasam tanah Hatta uriak Le coba kamu bergeser kamu apa bergeser akan kutunjukkan caranya Caranya apa menguliti kambing terus apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam faadkala rasulullahi Sallallahu Alaihi Wasallam yadahu bainal jildi walahmi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masukkan tangannya antara kulit dengan daging kulitnya apa kulitnya kambing dimasukkan tangan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam antara kulit dengan daging Fada Hasa biha lalu oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tangannya didorong diapakan didorong Hatta tawarat Ilal ibti sampai tangan Beliau masuk masuk masuk ke bawah lengannya kambing bawah lengan berarti apa Bu ketiak apa ketiak diajarin sama Nabi Sallallahu Ali wasallam gini loh cara nguliti pakai tangan lalu dorong tangan kamu set set set set sampai masuk ke bagian yang kita inginkan Terus setelah itu apa kata Nabi Sallallahu Ali wasallam ya Ghulam hakad Le gini loh caranya cara ngapain Bu menguliti kambing fasluk sekarang lakukan lakukan apa politi ini caranya kayak gini sekarang kamu lakukan suumma Mad setelah itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam meninggalkan si Pemuda wasa binnas dan ngimami orang banyak walam yatawad dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak wudu lagi karena nguliti kambing tidak membatalkan opo wudu hadis riwayat Ibnu Majah dan dinilai sahih oleh Imam Ibnu Hibban dan Syekh al-albani jadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberi instruksi dengan lisan atau nyontoni Hah nyontoni atau instruksi lisan dua-duanya duauanya maka Apa kesimpulan yang kita ambil di hadapan kita ada tiga kesimpulan yang pertama mengajarkan dengan tindakan bukan hanya kata-kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bukan hanya nyuruh anak mudah tersebut Ayo perbaiki Caranya bukan gitu caranya itu dengan apa lisan nabi Enggak cuma dengan lisan saja tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mencontohkan langsung dan ketika dicontohkan langsung maka anak tadi akan melihat secara detail langkah-langkahnya Seperti apa Coba sekarang misal nih Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam cuma diam saja leh caranya gini loh masuk masukkan tanganmu tanpa nabi nyontoni ya masukkan tanganmu di bawah kulit terus dorong dorong terus terus terus ya sampai ketemu ketiap tanpa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nyontoni kira-kira bingung atau tidak bingung bingung makanya ngasih contoh langsung itu lebih gampang untuk dicerna apalagi Andaikan itu terkait dengan keterampilan baru contoh ibu-ibu mau ngajari anak perempuannya nopo masak simpel atau lumayan sulit Bu Jeng sepi k pada masak apa ora sih ya ya yang sudah lama ya simpel baru pertama kali kok ayo Le Eh nuk Ayo nuk bikin oseng apa apa Bu kangkung Ayo nuk bikin kosingosing kangkung itu step-stepnya dijelaskan bisa-bisa kalau kita ggak Jelaskan anu tuku kangkung itu kan biasanya ujug-ujug seunting karo apa jenengane karo karete langsung diberukakan mungkin atau tidak sangat mungkin W enggak diajari kok jangankan bikin Osing kangkung wong masak nasi saja masak nasi itu perlu dikasih contoh gini loh nak cara ngukur airnya nih gini kalau gak di aari pertama kali berasnya harus diapain dicuci dipesusi nanti kalau enggak diajari ujuk-ujuk beras langsung dicampur air airnya full se apa semagic ya Magic chair ya jadi apa bubur jangan ka anak kecil wong kadang-kadang ibu muda ya Ibu muda siapa ya baru nikah ya ibu muda saja kadang-kadang kon masak beras Siki jadi bubur ngesuk jadi beras ya masak apalagi nyuci baju ya Nyuci baju ada sebagian orang nyuci baju pun belum bisa saya ingat sekali dulu ya sebelum saya ke pondok saya diajari sama ayah kami Allah yarham sini muhayyat pendiri pondok ini dulu P saya masih umur 10 tahun 7 tahun gitu ya Ini loh Le nanti kamu kalau mondok Itu nyuci sendiri gini loh caranya nyuci kasih sabun dulu di ember dicampur dulu habis itu bajumu kamu masukkan tunggu sebentarapa jam ini caranya nak dikucek yang perlu dikucek biasanya bagian apa kerah bagian apa kerah sama bagian lengan itu yang biasanya paling butuh untuk di kucek-kucek setelah bersih baru yang lainnya Gampang tinggal kucek-kucek ringan saja sudah ya nih gini caranya dicontooni sama beliau sudah pindahkan nih diisi dengan air yang bersih diapain dibilas enggak cukup sekali ya setelah itu bilas lagi bawa keluar Peres baru diapain baru dijemur ini kelihatannya simpel tapi buat orang yang belum pernah nyciib bingung saya kasih contoh kejadian nyata ada seorang musyrif musyrif itu pengawas asrama pengawas asrama di sebuah pondok ngelihat ada santri santri Masih Mungkin SD atau SMP gitu bajunya Kotor banget bajunya noo Kotor banget dan setiap hari mesti bajunya kotor ini pengawas ini kan heran kamu tuh nyuci baju enggak sih nyuci Ustaz kok tetap kotor Ya enggak tahu saya sudah nyuci akhirnya penasaran kan pengawas itu nanya Kamu nyucinya gimana coba sini sini sini dibawa ke tempat cuci baju kamu biasanya Gimana kalau nyuci ya kayak gini Ustaz eh ngambil ember terus diisi air dikasih sabun Terus bajunya diapain dicelupkan terus habis itu kamu apakan ya setelah dicelupkan dijemur maksudnya keb ora dikucek ora dibilas sing penting wis kena sabun Coba bayangkan Bagaimana dan itu berbulan-bulan itu jelas bajune kandele kayak ngap mboh ya kadang orang tu ngerti enggak ngerti bahkan kadang-kadang Bu walaupun sudah pakai mesin cuci sekalipun kadang-kadang orang enggak tahu bahwa seharusnya baju yang luntur sama baju yang gak luntur baju putih sama baju warna itu seharusnya diapain dipisah enggak tahunya langsung dimasukkan bles bles bles jadi satu akhirnya yang putih jadi merah gara-gara nopo kelunturan yang lebih parah popok melebu bayangkan ya harusnya kan kalau Pampers popok yang kotor banget itu kan dipisah sebelum kita mengenal pook ee apa namanya itu Pampers ya dulu kan masih pakai apa namanya bu ya popok maksudnya popok kain itu loh dulu kan masih kayak gitu Yang namanya nuwun Sewu ada anak kecil pup ya kotorannya di situ kan seharusnya diapain dulu Bu dibersihkan dulu gitu loh sebelum dimasukkan ke mana mesin cuci Coba bayangkan Ana rukuh Ana sarung Ana baju koko dileboni popok jadi siji Kay ng apa coba Jadi keahlian keahlian yang sifatnya praktis seperti itu biasanya untuk pemula harus dicontoni termasuk jemaah yang kami hormati ngaji noo ngaji Orang diajari baca al-qur’an perlu dicontoni atau cukup dengan teori dicontoni contoh ya misal jenengan ngajari anak jenengan membaca huruf Dod huruf do niku kancane nopo Shad kancane Shad gi lho huruf itu adalah cara mengucapkannya lidahmu sebelah kiri ditempelkan ke gigi gerahamu bagian bagian dalam atau kalau enggak bisa lidahmu yang sebelah kanan pinggir ini ditempelkan dengan gigi gerahammu bagian dalam sebelah kanan kalau enggak bisa juga ya Cobalah kamu dua-duanya ditempelkan Ayo ucapkan mudang mudeng ora Bu mikire suwe lidah siindii ya ya tontoni huruf Dad itu kayak gini nih Nih dengerin nih Dod Dod coba kamu ulangi do udahudah belum belum lagi lagi itu bisa sampai berhari-hari ya wong saya ingat dulu belajar huruf Dod itu sama guru kami Itu di Madinah Syekh ee ubaid alafghani Itu berapa minggu seingat saya atau berapa bulan nampai khatam Huruf apa hurufull ya diajari dicontoni duduk tawaruk duduk Nop Bu tawaruk paling gampang jenengan Jelaskan dengan lisan atau jenengan praktikkan praktik Coba sekarang Bu jenengan Tolong ibu jelaskan apa definisi duduk tawaruk Jelaskan Bu jadi men baiki pada salat apa ora sih mok jenengan salat Coba jelaskan duduk tawaruk itu apa bingung toh paling gampang apa Tolong praktikkan duduk tawaruk 1 menit langsung bisa jadi enggak semua itu bisa dijelaskan dan gampang dijelaskan dengan lisan dengan verbal perlu dikasih contoh Oke ini kesimpulan yang pertama mengajarkan dengan apao tindakan bukan hanya kata-kata kesimpulan yang kedua Rasulullah sah wasallam mengajarkan kepada kita untuk membimbing dengan kasih sayang dan keabaran membimbing dengan opo kasih sayang dan kesabaran dari mana kita bisa ambil kesimpulan ini dari kelembutan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam saat ngajari anak tersebut coba saya tanya kepada jenengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Yang tadi kita dengarkan kasar Enggak kok sepi kasar gak Dak ngerritik keras atau tidak tidak menjelek-jelekkan atau tidak tidak yang ada adalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berkata sini nak kutunjukkan caranya apa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan k took be ora bisa ora becus Kak gitu aja enggak bisa enggak bejus anak macam apa enggak ada kata-kata kasar tersebut Coba sekarang bandingkan dengan sebagian orang tua yang ngajari anaknya Ketus anaknya datang habis gambar Nggih baru dibelikan krayon ya terus gambar pemandangan gimana Bu pemandangannya B biasane gambar pemandangan satu dua gunung ya Terus apa jalan di tengah sawah apa maning Matahari Matahari terus awan itu kan gambar kita Wong ak anak baru pertama kali gambar mungkin antara gunung yang satu dengan gunung yang satunya enggak simetris memang biasanya gunung enggak simetris kok ya Atau mungkin sawahnya jalannya kayak gitu datang Bi atau umi atau Pak atau Bu bagus enggak k siapa le benang bundet Subhanallah enggak ada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengkritik dengan kritikan Yang kasar gak ada anak baru pertama kali latihan masak ya wajar seandainya mandan kasinen atau bahkan kebalikannya kasinen opo Bu hambar atau masak nasi mandan gosong ya Atau malah kebanyakan air jadinya bubur Jangan kasar-kasar sama anak kita atau dia baru latihan membedakan antara hak dengan apao ha antara Sin dengan Apa syin masih bingung belum bisa enggak usah dimarah-marahin atau dia baru latihan nghafal Quran satu ayat diulang-ulang enggak hafal-hafal jangan katakan kamu ini eq-nya Q apa sih Anake Sapa Jane Anake Sapa y anake ramane karo biyunge I Subhanallah jangan ajarkan dengan penuh kelem kelembutan dan kesabaran dan apa Bu kesabaran kita kan pengin Nggih anak kita itu hafal Al al-qur’an tapi enggak ada yang instan yang sabar ya jangan langsung disuruh ngapal satu halaman Ya mulai dari yang gampang-gampang satu satu ayat berarti kalau Alfatihah ya alhamdulillahiabbil alamin dah itu aja ayo nak diulang-ulang Alhamdulillahi rabbil alamin alhamdulillahiabbil alamin terus sudah hafal sudah cukup hari ini Itu aja besok nopo arrahmanirrahim biar anak itu merasa nyaman dengan hafalan itu kalau misalnya dia sudah nyaman bisa kita tambah sehari Jadi dua ayat sehari jadi a ayat yang sabar semuanya butuh Pro proses Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana kesabaran beliau kalau jenengan perhatikan setelah selesai Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ngajari anak itu nguliti kambing Rasulullah ke mana Bu ke masjid Rasulullah ke masjid berarti saat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam melewati pemuda itu Rasul sedang berangkat ke mana masjid ber arti waktunya luas atau terbatas terbatas nabi pakai pakaian anu salat atau pakai pakaian kerja pakaian salat dan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu kalau mau pakai mau salat beliau pakai baju yang rapi yang bagus walaupun Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah pakai baju yang bagus sudah siap-siap akan salat dan waktunya terb atas tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan penuh kesabaran beliau Berhenti sejenak ngajari pemuda itu Coba sekarang bandingkan dengan sebagian orang tua anaknya bingung ngarap PR minta diajari sama bapaknya Atau ibunya bukan menjelang waktu salat bukan habis magrib habis Isya habis asar itu kan waktu santai atau tidak waktu usah datang ke Bapaknya Pak ini sih gimana nganah mengibune mengibune nganah m Bapake I bal pingpong apa ya pertanyaannya Bapak nyuruh ke Ibu Ibu nyuruh ke Bapak apakah karena bapak dan ibunya sedang sibuk sedang sibuk iya sibuk dolanan HP Iya atau sibuk nonton TV jangan begitu Bapak Ibu yang kami hormati Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mau berangkat masjid sekalipun sudah pakai baju yang bagus masih menyempatkan Berhenti sejenak ngajari pemuda itu bahkan beliau sampai praktik langsung padahal sudah pakai baju yang bagus itulah kesabaran nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang terakhir yang ketiga Apa kesimpulannya memberi kesempatan untuk melakukan sendiri tapi dengan bimbingan jadi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pertama kali datang ke situ beliau katakan bukan seperti itu nak caranya caranya seperti ini beliau praktik setelah selesai praktik Apa yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sekarang nak kamu lakukan jadi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam nyuruh anak muda itu untuk mempraktikkan sendiri sambil dibimbing dan diawasi kalau anak-anak kita selalu kita sikapi dengan sikap seperti itu maka insyaallah anak kita akan PD PD siapa percaya diri dan enggak takut lagi untuk melakukan sesuatu Lambok salah Lambok keliru Enggak karena sudah dicononi dikasih kesempatan diawasi dan dibimbing anak-anak kita itu banyak yang tidak berkembang kemampuannya karena tidak diberi kesempatan sama orang tuanya ya Bu jenengan Pas lagi masak kadang-kadang anak jenengan yang masih kecil merek atau tidak merek merek ngapa merek apa Bu ngerusuhi Kok ngerusuhi pengin bantu pengin bantu sebagian ibu bagaimana n Bu sebagian ibu Bagaimana nganalah ngerusuhi Subhanallah Iya tapi Kanu lagi nyambel Ustaz Mbok apa mau kena Lombok ya apa kerjaannya cuma nyambel tok Emang enggak ada yang lain kan bisa disuruh ngaduk-ngaduk apa ya bisa misal nih jenengan mau bikin donat bikin apa donat tepung terigu terus apaagi Bu aku ora paham loh Mbok salah loh ya tepung terigu apa tepung beras Bu terigu Terus apa lagi Alah Hah Telur apa maning mentega aku ora ngerti loh jenengan sing ngomong loh i ya Misalnya ngukur ini berapa ons ini kan mungkin anak belum ng tapi hanya sekedar untuk ngaduk masih sih enggak bisa Ya tapi kan wutah-wutah ya resiko namanya juga baru belajar ya beri anak kita kesempatan untuk melakukannya sendiri yang penting kita awasi yang penting kita awasi dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam memperhatikan itu semua sehingga pembajaran yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kepada anak-anak sangat efektif ini tiga poin yang kita ambil dari hadis Abu Said alkhudri radhiallahu Anhu yang kita kasih judul mengajari dengan noo mencontohi semoga bermanfaat bagi kita semuanya Masih ada sisa waktu silakan kalau ada pertanyaan Baik terima kasih Ustaz jazakumullah Kiran kami bacakan pertanyaan pertama Ustaz sampai mana batasan Tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya baik anak lakilaki maupun anak perempuan sampai mana ya Selama masih hidup selama masih noo masih hidup jadi ada sebagian orang tua berpikir kalau anaknya sudah besar berarti sudah enggak ada kewajiban yang namanya mendidik itu sampai kapanp bahkan seandainya Anak kita sudah punya anak sekalipun alias kita sudah menjadi apa kakek dan nenek itu tetap kita punya tanggung jawab untuk mendidik anak kita walaupun walaupun Ya jelas caranya berbeda caranya berbeda apalagi Bapak Ibu yang kami hormati anak kita nih ya baru nikah baru nopo baru nikah pasti banyak hal baru yang dia hadapi kita yang sudah mbah-mbah itu sudah punya banyak pengalaman dalam berumah tangga anak kita yang baru nikah ini butuh bimbingan butuh noo butuh bimbingan kadang-kadang cuma karena masalah kecil tukaran meneng-menengan ada konflik mungkin atau tidak Bu mungkin kayak sapa kayak mien dewek Iya kayak kita dulu sama pengantin baru Ya dipikir Semuanya serba Indah Ternyata banyak yang gak Indah dipikir semuanya ser manis Ternyata ada yang pahit anak kita ini baru berumah tangga butuh bimbingan ya jadi jangan dipikir bahwa Oh kalau anak kita sudah berumah tangga berarti sudah lepas enggak cuma memang caranya berbeda cara menegurnya berbeda ya Saya pernah ya Insyaallah kayaknya pernah saya ceritakan di sini saat masih pengantin baru saat masih penganten baru saya bantu istri di dapur lupa saya motong-motong apa gitu enggak sengaja ee [Musik] tangan jari saya itu tergores peso ya dan lumayan agak dalam sehingga darahnya apa ngucur deras darahnya ngucur deras maka saat itu ya istri pun langsung ngambil apa namanya ee obat merah ya ngambil obat merah terus ee nyari ee tensoplas ya berusaha untuk memberikan penanganan pertama tapi kok darahnya tetap nopo tetap ngalir saat itu Ayah kami ada di situ ada di situ beliau cuma ngapain Cuma ngelihat dulu seperti apa mantune ngurusi suami barunya dibianin [Musik] sama tapi lama-lama panik istri saya panik kenapa karena darahnya Enggak berhenti-berhenti karena sudah lihat ini bahaya ini kalau dibiarkan maka saat itu Ayah kami langsung ngasih tahu Nduk kalau ada orang terluka di tangan misalnya itu jangan posisinya di bawah kayak gini tangannya kalau dibawa kayak gini itu artinya nguras darah kalau posisinya lukanya di sini terus tangannya merendah kayak gini itu nanti darahnya akan apa akan keluar terus yang harusnya kamu lakukan du angkat tangan suamimu kayak gini supaya darahnya ke mana supaya darahnya ke bawah Coba ya akhirnya tangan saya diangkat kayak gini betul baru diangkat sebentar sudah apa sudah berhenti Ya iyalah wong darahnya pada ke bawah semua tadi ngalir terus Karena posisinya kayak gini sudah ya Nduk terus baru kamu kasih apa obat merah baru kamu ee ee tensoplas hal-hal yang sepele kayak gini mungkin kalau dicari di buku atau di mana Di kuliah mungkin gak nemu biasanya itu berdasarkan apao pengalaman ini saya kasih satu contoh bagaimana orang tua tetap membimbing anaknya walaupun anaknya sudah berkeluarga sekalipun tapi bijaknya apa bijaknya dibiarkan dulu jangan langsung diapain diajari supaya dia punya pengalaman yang teringat sampai sekarang Saya masih ingat terus itu padahal itu kejadian sudah saya nikah si kapan ya wi kelalin suwe anak saya sudah nomor S ya 20 20 lebih 20 tahun yang lalu lebih sudah lama Mas masih ingat sampai sekarang ya Jadi kesimpulannya Sampai kapan orang tua membimbing anaknya selama dia masih hidup dia harus memberikan bimbingan cuman memang antara anak itu masih kecil dengan sudah dewasa caranya berbeda wallahuam Ya baik terima kasih Ustaz jazakahiran pertanyaan berikutnya Ustaz Bagaimana mengajari anak yang mudah marah Apakah itu karena orang tuanya kurang sabar dan kurang Kurang lembut jazakumullah Khairan Apakah anak yang suka marah itu karena orang tuanya yang kurang lembut mungkin sangat nopo sangat mungkin karena biasanya anak akan mencontoh Apa yang dia lihat apa yang dia rasakan apa yang dia dengarkan apa yang dia lihat itu yang akan dia contoh maka seandainya anak ini Suka marah-marah mungkin Bapak ibunya juga nopo suka marah-marah maka Bagaimana caranya mendidik anak yang seperti itu caranya dimulai dari dimulai dari orang tuanya Orang tuanya latihan menahan emosi ya jangan suka marah-marah marah boleh Enggak boleh tapi jangan suka marah-marah sama atau beda beda marah kalau memang ada kondisi yang menuntut demikian dan tidak berlebihan gak apa-apa tapi marah-marah itu berarti kerjaannya marah itu gak baik mulai dari orang tuanya dulu memperbaiki sikapnya yang kedua memberikan pengarahan kepada anak tersebut di saat anak itu suasana hatinya sedang mud mood siapa Bu Bombong ya anak lagi Bombong suasana hatinya lagi Mut dinasiati leh kayak kemarin itu loh marah-marah itu baik apa enggak biasanya lagi waras waras k Maksudnya lagi apa lagi itu biasanya akan menjawab enggak ya nasehhati kayak kemarin itu enggak bagus nak Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengajari kita untuk menahan emosi di dalam al-qur’an Allah berfirman waliminal gid orang beriman itu menahan emosinya sampaikan kepada anak pelan-pelan sehingga kita menggabungkan antara teladan teladan iku con contoh dengan pengajaran ya secara lisan mudah-mudahan itu bisa membimbing yang ketiga doakan doakan salah satu doa yang kita pelajari di masjid Jenderal Sudirman Purwokerto doa yang kita bahas sejak pekan kemarin besok akan kita lanjutkan itu doa yang dibaca oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi Allahumma jannibni munkaratil akhlaqi wal a’mali wal ahwai wal Adwa Apa artinya Allahumma Ya Allah jauhkan aku dari perbu dari akhlak yang tercela perbuatan yang tercela hawa nafsu yang tercela dan penyakit yang tercela Ustaz itu kan minta buat diri kita kalau buat anak kita bagaimana tambahin apa-apa Allahumma jannibni wa auladi jauhkan aku dan anak-anakku dari akhlak yang tercela perbuatan yang tercela nafsu yang tercela dan penyakit yang tercela doakan seperti itu Semoga Allah lembutkan hatinya ini yang bisa kita pelajari Pada kesempatan kali ini Semoga apa yang kita pelajari bermanfaat bagi kita semuanya terima kasih atas perhatiannya mohon atas segala kulangannya kita akhiri subhanakallahumma wabihamdika laahailla anta astagfiruka wa atubu Ila alalamualaikum warahmatullah [Musik] wabarakatuh foreign
Ustadz Abdullah Zaen, M.A. – Serial Fiqih Pendidikan Anak No : 201
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply