Ustadz Anas Burhanudin, M.A. – Wasiyat Shughra Ibnu Taimiyyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam raja TV dan radio rodjaimiyah sebagai orang yang paling alim atau yang paling pintar yang pernah beliau temui di seluruh dunia Islam bahkan Al hafizzi mengatakan bahwasanya tidak pernah terlihat ada orang atau tokoh sekaligus Ibnu Taimiyah sejak 400 tahun kajian Islam ilmiah di Rodja TV dan radio Rodja yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah atas segala puji bagi Allah sholawat dan salam Semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarga beliau segenap sahabatnya dan orang-orang yang meniti sunnahnya mendengar dan pemirsa raja TV Alhamdulillah di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan Al wasiat surah disampaikan secara langsung oleh Allah Ustaz Anas bihanuddin Hafiz Allahu ta’ala langsung dari stdi Jember dan Alhamdulillah kita telah terkoneksi bersama beliau kami berikan kesempatan bagi para pendengar dan pemirsa Raja untuk bersoal jawab dalam pembahasan ini anda bisa menyampaikan pertanyaan perihal pembahasan kita di lain telepon 021 823 6543 pertanyaan via chat WhatsApp seperti biasa dia 0819 896543 kita Mohon untuk bisa memahami dan juga bisa mencerna pembahasan dan juga Semoga bisa memberikan faedah tambahan dalam ilmu agama kita dalam kajian yang bermanfaat sampai hari ini dan kepada ustadzan yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembali kita panjatkan syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas berbagai nikmat yang diberikannya kepada kita nikmat umur panjang nikmat sehat nikmat rezeki nikmat tergeraknya hati kita untuk kembali menggeluti amalan akhirat dan salah satunya adalah meneruskan kebaikan yang telah kita mulai bersama yaitu mendalami agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui kitab kecil yang manfaat dan berkah yaitu kitab Al wasiah karya syaikhul Islam 728 Hijriyah ini adalah Sisi ke-8 dari kajian kitab ini dan pada sesi yang ketujuh telah kita kaji bersama lanjutan penjelasan tentang wasiat taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana kita membahas bahwasanya takwa kepada Allah adalah menjalankan perintah-perintah Allah baik yang sifatnya wajib maupun yang sifatnya sunnah juga meninggalkan larangan-larangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik yang sifatnya haram ataupun yang makruh dan bahwasanya salah satu kunci kebaikan yang bisa kita pegang adalah mengikhlaskan ibadah dan Istianah kita hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi dalam semua bentuk ibadah maupun saat kita meminta pertolongan kita hanya melakukannya untuk Allah subhanahu wa ta’ala saja ini adalah kunci kebaikan dan sumber dari segala kebaikan selanjutnya pada sesi yang ke-8 ini kita akan lanjutkan pembahasan pada poin yang kedua maksud kami apa yang sudah kita bahas selama ini ya dari sesi yang pertama sampai sesi yang ke -7 itu semuanya adalah Jawaban dari pertanyaan poin 1 yaitu ketika Abul Qosim Al Maghribi rahimahullah bertanya kepada syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah tentang wasiat yang bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat beliau maka beliau menjawab bahwasanya wasiat terbaik adalah wasiat untuk bertakwa kepada Allah dan ternyata kata Taqwa ini sangat luas maknanya maka pembahasannya diberikan oleh Ibnu Taimiyah dalam halaman-halaman yang cukup panjang dan semua sesi yang sebelum ini adalah dalam rangka membahas itu Jadi hampir 7 sesi dipakai untuk menjelaskan tentang wasiat untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun poin kedua yang ditanyakan oleh Abdul qasim Al Maghribi rahimahullah adalah tentang amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib wahai syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Apakah amalan yang terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang hamba setelah amalan-amalan yang fardhu atau yang hukumnya wajib atas setiap muslim maka inilah jawaban Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan Adapun pertanyaanmu tentang amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib maka jawabannya berbeda dari orang ke orang jawabannya tidak sama dari satu orang ke orang yang lain karena orang-orang berbeda tentang kemampuan mereka orang-orang tidak sama pada tingkat kemampuan mereka karena jihad di jalan Allah secara fisik misalnya Tidak semua orang mampu mereka yang memiliki fisik yang lemah atau cacat maka tidak tepat kalau kita berikan jawaban kepada mereka bahwasanya yang terbaik bagi mereka adalah jihad di jalan Allah atau misalnya jawaban haji atau umroh yang juga merupakan ibadah yang agung yakni ibadah yang sangat besar pahalanya dan yang sunnah adalah haji yang kedua dan seterusnya haji yang pertama adalah haji yang wajib demikian juga umroh yang pertama adalah umroh yang wajib sedangkan yang kedua ketiga dan seterusnya adalah umroh yang sunnah tidak tepat kalau kita menjawab dengan Haji atau umroh jika yang bertanya adalah orang yang tidak memiliki harta yang cukup untuk bisa berangkat ke tanah suci maka jawabannya tidak sama Jawaban pertanyaan ini bisa berbeda dari satu orang ke orang yang lain sesuai dengan kemampuan mereka kemudian juga sesuai dengan waktu yang mereka miliki ada sebagian ibadah yang secara global dia lebih afdol daripada ibadah yang lain tapi pada waktu tertentu bisa jadi ibadah yang lain itu Justru malah menjadi yang lebih dia saat sepertiga Malam Terakhir misalnya maka yang terbaik di sini adalah salat malam dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian juga dalam waktu-waktu tertentu misalnya ketika terjadi kelaparan ketika terjadi perang dan lain sebagainya maka bisa jadi yang terbaik bagi seorang muslim adalah melakukan ibadah-ibadah sosial ya membentuk dalam bidang kemanusiaan membantu mengobati para korban atau bersedekah kepada orang-orang yang kelaparan ini menjadi amalan yang lebih oval dan tepat pada waktu tersebut karenanya jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika ditanya tentang amalan terbaik ternyata jawaban beliau adalah berbeda-beda kadang beliau menjawab yang terbaik adalah mencintai karena Allah kadang-kadang beliau menjawab iman kepada Allah kadang-kadang jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jihad fisabilillah kadang-kadang beliau menjawab Birrul Walidain berbakti kepada kedua orang tua kadang-kadang beliau menjawab salat di awal waktunya ada juga kadang-kadang beliau menjawab dengan ibadah haji maka inilah Sebabnya kenapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan para sahabat yang bertanya tentang amalan terbaik untuk mereka dengan jawaban yang berbeda-beda karena orang yang bertanya berbeda-beda kemampuan mereka berbeda-beda waktu Mereka bertanya juga berbeda-beda maka hikmah dan kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan bimbingan Wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala membuat jawaban Beliau juga berbeda-beda maka hal yang sama juga dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah dimana beliau menjawab bahwasanya jawabannya tidak seragam Tapi berbeda dari satu orang ke orang yang lain sebagaimana mereka berbeda pada kemampuan dan mereka juga memiliki waktu-waktu yang tidak sama maka beliau mengatakan pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan satu jawaban yang sama yang berlaku untuk setiap orang maka inilah faktanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab dengan jawaban yang berbeda-beda maka Ibnu Taimiyah pun juga memberikan jawaban yang sama dengan jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kata beliau ada satu hal yang seperti disepakati oleh para ulama kata beliau ada satu jawaban yang seolah-olah disepakati oleh para ulama yakni para ulama yang mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mengenal agamanya dan perintah-perintahnya mereka seolah-olah sepakat bahwasanya senantiasa membiasakan diri dengan dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala berusaha untuk terus berdzikir memuji Allah subhanahu wa ta’ala ini adalah amalan terbaik yang seorang hamba bisa menyembuhkan dirinya dengannya kesibukan yang seorang hamba bisa menyembuhkan diri dengannya yang terbaik adalah berdzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini secara global kata beliau Jumlah ini adalah secara global dan hal ini ditunjukkan oleh hadis Abu Hurairah radhiyallahu Anhu yang diriwayatkan oleh Muslim di mana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda R telah unggul menang para mufaridun telah mendahului maka para sahabat ketika mendengar pernyataan beliau Ini Mereka bertanya ya Rasulullah Siapakah ilmu fardhu itu siapakah Al mufaridun yang engkau maksudkan yang engkau Sebutkan bahwasanya mereka telah menang mereka telah unggul mereka telah mengalahkan yang lain maka Rasulullah SAW mereka adalah kaum pria yang banyak berzikir kepada Allah dan juga para wanita yang banyak berzikir kepada Allah dzikir disini mencakup dzikir secara hati mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan juga mencakup dzikir dengan lisan yaitu menyebut dan memuji asma Allah Subhanahu Wa Ta’ala memuji Allah subhanahu wa ta’ala dengan nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang maha mulia itu adalah dzikir dan zikir terbaik adalah yang menggabungkan antara amalan hati yang mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dengan hati kita sekaligus mulut kita komat-kamit basah dengan ucapan zikir ini nah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menyebut mereka sebagai ilmu fardhu telah al-muffer itu adalah unggul Artinya mereka yang banyak berzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala mereka telah mengalahkan kawan-kawan mereka sesama muslim mengalahkan umat yang lain dengan apa dengan dzikir yang mereka ucapkan dengan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan mulut mereka dengan pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi dalam hadis yang agung diriwayatkan oleh Muslim Dari Abu Hurairah ini Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan dzikir mengingat dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dimana beliau menjelaskan ini adalah sebab keunggulan seorang muslim sebab kemajuan seorang muslim dibandingkan muslim yang lain Maka kalau orang banyak berzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dia disebut unggul dia disebut maju disebut mengalahkan umat Islam yang lain juga didukung oleh hadis yang lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Darda radhiyallahu anhu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kalian mau aku beritahu tentang suatu amalan yang merupakan amalan terbaik dan amalan yang paling Suci dibandingkan amalan yang lain di sisi Tuhan penguasa kalian jadi dalam hadis ini nabi menyebut amalan yang akan disebutkan ini sebagai amalan terbaik dan juga amalan yang paling suci di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini adalah yang paling banyak mengangkat kalian dan derajat kalian amalan yang paling banyak mengangkat derajat kalian Ditambah lagi dengan sifat yang keempat amalan ini lebih baik daripada menyumbang emas dan perak bahkan disebutkan lagi bahkan amalan ini juga lebih baik bagi kalian daripada kalian berjumpa dengan musuh kemudian kalian menebas leher mereka dan mereka menebas leher kalian Allahu akbar ya bahkan jihad yang di dalamnya kita mengorbankan jiwa kita ternyata kalah dibandingkan amalan yang satu ini maka para sahabat Rasulullah SAW tentunya tidak ragu untuk mengatakan kami sangat ingin untuk mengetahui Amalan apa itu amalan yang sifatnya sedemikian rupa lebih baik dari amalan-amalan yang lain Lebih suci di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian lebih mengangkat derajat lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak lebih baik daripada jihad di jalan Allah subhanahu wa ta’ala yang di situ kita mengorbankan jiwa kita ada lima keunggulan amalan ini maka ketika para sahabat mengatakan bala Ya Rasulullah tentu saja kami mau untuk diberitahu tentang amalan yang mulia itu maka ternyata jawaban Rasulullah SAW pendek memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan mengingatnya ya Sekali lagi dzikir ini mencakup dzikir dengan hati juga mencakup dzikir dengan menggerakkan lidah ya dan yang terbaik adalah menggabungkan antara keduanya di mana mulut kita komat-kamit dengan pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sementara hati kita ingat dan mengagungkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Nah itulah yang terbaik sebagian kita bertanya barangkali Kenapa dzikir disebutkan lebih baik bahkan dibandingkan jihad di jalan Allah dimana dalam jihad itu kita kehilangan nyawa kita menjelaskan di tempat yang lain bahwasanya kalau kita melihat kepada dalil-dalil tentang amalan terbaik ya yang bisa dilakukan oleh seorang muslim setelah amalan-amalan yang wajib maka Biasanya kita tidak akan keluar dari tiga amalan yang pertama adalah jihad di jalan Allah kemudian yang kedua adalah dzikir yang ketiga adalah menuntut ilmu kemudian kita mengetahui bahwasanya menuntut ilmu itu termasuk dzikir Maka kalau ada orang yang misalnya di pagi hari setelah salat subuh dia menghadiri kajian dia ikut menyimak pengajian atau Majelis Taklim maka dia terhitung sedang berdzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala halaqah yang dihadiri termasuk halaqah atau Jadi kalau menuntut ilmu kita masukkan dalam dzikir maka tersisa 2 finalnya antara jihad di jalan Allah dengan dzikir maka mana yang lebih afdol diantara dua amalan ini naik Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwasanya yang lebih afdol adalah dzikir Kenapa kata beliau karena jihad Allah adalah sarana dia adalah piranti sedangkan dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah tujuan jadi jalan Allah itu adalah wasilah dia adalah perantara dia adalah piranti adalah alat untuk apa untuk menegakkan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sedangkan Dzikir itu sendiri adalah tujuan akhirnya jadi jalan Allah disyariatkan untuk menegakkan dzikir demikian juga amalan-amalan yang lain seperti salat kemudian Haji ini juga ujung-ujungnya tujuan akhirnya adalah menegakkan Dzikrullah menegakkan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dengan penjelasan ini jelaslah bahwasanya tidak mengherankan kalau Rasulullah SAW menyebut bahwasanya zikir atau memuji Allah subhanahu wa ta’ala itu lebih baik daripada amalan-amalan yang lain bahkan jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah dimana di dalamnya jiwa kita melayang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Darda radhiyallahu anhu Islam baik berupa ayat Alquran ataupun hadis-hadis yang shahih maupun dalil berupa bukti artinya bukti betapa besarnya pengaruh zikir pada hati kita bahwasanya hati seorang muslim sangat terpengaruh oleh dzikir yang diucapkannya jadi ada dalil Alquran ada dalil hadits ada dalil berupa bukti empiris bahwasanya seorang muslim dan hati seorang muslim itu sangat terdampak oleh dzikir kalau dia berpikir dengan banyak dan baik maka hatinya menjadi lembut menjadi tenang menjadi gembira lapang dada sebaliknya kalau dia mengabaikan dzikir dia kurang memperhatikannya maka hatinya menjadi resah gundah Gulana menjadi keras ini bisa kita lihat dalam keseharian kita maka beliau mengatakan bahwasanya dalil akan hal ini yaitu dalil bahwasanya daripada amalan-amalan yang lain selain yang wajib maka ini ditunjukkan oleh berbagai dalil ada dalil Alquran ada dalil hadits ada dalil berupa bukti empiris yaitu berupa besarnya pengaruh dzikir kepada hati seorang hamba dan kita mengetahui bahwasanya hati adalah barometer hati adalah tolak ukur dari segalanya kalau hati kita sehat maka badan kita akan sehat kalau hati kita rusak Maka badan kita juga akan ikut rusak maka dengan demikian adalah amalan yang bisa dikatakan sebagai amalan yang paling afdol dibanding amalan-amalan yang lain setelah amalan-amalan yang wajib ya Jadi ini adalah kesimpulan dari jawaban Ibnu jami’ rahimahullah untuk poin ini dan beliau mengatakan seolah-olah para ulama sepakat akan hal ini dan mereka tidak berbeda pendapat di dalamnya Kemudian beliau menambahkan penjelasan bahwasanya dzikir yang minimal bagi seorang muslim Beliau mengatakan minimalnya bagi seorang muslim adalah membiasakan diri untuk melakukan dzikir berupa dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang merupakan yang mengajarkan kebaikan kepada umat beliau semua ilmu yang dimiliki oleh para ulama Islam ini dalam abad-abad yang berbeda dari abad pertama sampai abad 15 ini semua ilmu itu berasal dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan beliau juga adalah imamnya al-muttaqin imamnya orang-orang yang bertakwa yang sudah menjalankan amanat beliau menyampaikan apa yang menjadi kewajiban beliau untuk disampaikan maka beliau sudah menyampaikan itu semuanya dan salah satu yang beliau ajarkan adalah dzikir yang mafur dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau yang diriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kemudian beliau menjabarkannya dengan contoh-contoh jadi disini beliau akan menyebutkan tiga macam dzikir atau tiga jenis dzikir yang pertama zikir yang sudah ditentukan waktunya Kemudian yang kedua zikir yang dihubungkan dengan amalan-amalan tertentu dan yang ketiga adalah dzikir yang mutlak atau dzikir yang tidak terikat oleh waktu ataupun amalan nah Kemudian beliau menjabarkan tiga jenis dzikir ini maka Beliau mengatakan kalau jadi diantara dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan sanad yang shahih adalah zikir-zikir yang sudah ditentukan waktunya apa saja Misalnya di pagi dan sore hari awal hari dan akhir hari ini pagi hari dan sorenya kita mengetahui bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kita dzikir pagi dan sore maka Alangkah indahnya Jika seorang hamba bisa memulai harinya dengan Zikir pagi duduk ya 10 menit sampai seperempat jam untuk kemudian membaca dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setiap pagi dan sore ya yang oleh para ulama dianggap sebagai sarapan bagi mereka kalau mereka melakukan dzikir ini maka mereka menjalani hari mereka dengan semangat dengan percaya diri merasa aman tenang tentram sebaliknya kalau mereka lupa untuk membaca zikir ini atau meninggalkannya dengan sengaja maka mereka merasakan bahwasanya ada sesuatu yang kurang pada hari mereka mereka merasa lemas mereka merasa malas dan lain sebagainya jadi ini adalah dzikir pagi dan sore dan semikian rupa dan sedemikian rupa para ulama kita menganggapnya sebagai sarapan yang mereka menganggap dan merasa harus untuk melakukannya setiap pagi ya ini dzikirnya bermacam-macam ada bacaan ayat Kursi di situ ada Qul huwallahu Ahad ada Qul a’ud kemudian juga dengan namamu kami masuk ke waktu pagi dan dengan namamu kami masuk ke waktu sore Allahumma Subhanallah dan dengan namamu kami hidup dan dengan namamu Kami mati kan jadi ini adalah sebuah dzikir yang maknanya sangat dalam yang di situ ada pasrah Berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekaligus juga meminta pertolongan Ya Allah denganmu atau dengan namamu ini menurut Rasul jadi kita sudah pasrahkan kita serahkan urusan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka dengan begitu kita bisa menjalani hari kita dengan semangat dan yakin serta percaya diri karena kita sudah pasrahkan semuanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan kita sudah sertakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam urusan-urusan kita Ya Allah aku meminta kepadaMu kebaikan hari ini dan juga kebaikan waktu yang setelahnya dan waktu sore hari nanti malam hari nanti kita mintakan kebaikannya Maka kalau kita sudah memintanya di pagi hari ya kita tinggal menunggu kebaikan-kebaikan yang nanti akan turun kepada Allah Subhanahu wa ta’ala ini Tentunya menambah ketenangan batin kita dan menambah kepercayaan diri kita sepanjang hari di pagi hari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga biasa meminta tiga hal Allahumma Ya Allah sungguh aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat rezeki yang baik dan amalan yang diterima olehmu ya Allah maka ini adalah sebagian contoh dzikir pagi dan sore yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan alhamdulillah pada zaman kita ini di negeri kita juga di tempat-tempat yang lain di dunia islam dzikir pagi dan sore yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW ini sudah banyak dicetak dalam berbagai kitab dzikir baik kitab dzikir yang besar yang mencakup semua dzikir dengan Contohkan oleh Rasulullah SAW maupun yang khusus membuat dzikir pagi dan sore dan bisa dengan mudah untuk kita peroleh bisa dengan mudah untuk kita pelajari dan insya Allah seiring waktu kalau kita membiasakannya lama-lama kita akan hafal dengan kemudian juga selanjutnya contohnya adalah dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat kita akan tidur dalam sebuah hadis riwayat al-bukhari dan Muslim Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan Jika Engkau berangkat tidur lah sebagaimana engkau berwudhu untuk salat Kemudian beliau kemudian berbaringlah dengan Sisi kananmu jadi kalau mau tidur kita mulai dengan wudhu kemudian kita berbaring dengan sisi kanan kita kemudian aku telah cerahkan jiwaku kepadamu sungguh aku telah pasrahkan urusanku kepadamu aku telah hadapkan wajahku kepadamu aku juga sandarkan punggungku kepadamu ya Allah Allahu akbar jadi ini makna yang sangat Agung bayangkan kalau seorang hamba sudah Serahkan semua urusannya ini jiwanya dia serahkan urusannya dia pasrahkan wajahnya dia hadapkan punggungnya dia sandarkan kepada siapa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan harap-harap Cemas kepada-mu ya Allah di sini ada penggabungan antara khauf dan raja kita diingatkan lagi untuk tidak sombong kita Sebelum tidur kita ingat bahwasanya kita harus menggabungkan antara dua hal nggak boleh satu saja keduanya harus seimbang yaitu rohbah dan rohbah dan harapan atau Raja kemudian Rohmah adalah rasa takut kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi hati kita senantiasa harap-harap cemas ya menggabungkan antara khauf dan raja yang kata Ibnu qayyim keduanya adalah laksana dua sayap bagi seekor burung itulah pentingnya huf dan Rojak untuk kita maka di posisi akan tidur ini kita ingat kembali bahwasanya kita tidak aman kita harus takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tapi juga harus penuh harapan kepada Allah harap-harap cemas ini harus senantiasa mengisi dan memenuhi relung hati kita Ya Allah tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat mencari selamat kecuali hanya kepadamu ya Allah kita akui ini kita ikrarkan ini kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala di akhir hari kita sebelum kita tidur kemudian aku beriman dengan kitabmu yang telah engkau turunkan dan aku beriman dengan nabimu yang telah engkau utus kita perbarui lagi ikrar kita iman kita kepada Allah iman kita kepada kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para nabi juga kita ikrarkan iman kita kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang telah diutus kepada kita ada sebuah faedah di mana al-barok radhiyallahu Anhu ketika mendengar Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan zikir ini beliau mengulanginya kemudian mengatakan mantu binabi ini Dengan mengatakan Allahumma wajah Semuanya sama Tapi beliau salah mengucapkan di akhir di mana kata nabi beliau ganti dengan kata Rasul kita mengetahui bahwasanya nabi dan rasul ini perbedaannya tipis bahkan bagi Sebagian ulama tidak ada beda antara keduanya namun ketika mendengar albarok bin azib radhiyallahu Anhu mengulangi zikir yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengganti kata nabi menjadi kata Rasul maka beliau diingkari oleh Rasulullah SAW tidak katakan seperti yang aku ajarkan yang ini menunjukkan bahwasanya zikir itu babnya sempit ya kita sebisa mungkin kita harus mengucapkan zikir ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berbeda dengan doa yang babnya luas ya kita bisa berdoa dengan doa yang kita susun sesuai dengan kebutuhan kita meskipun yang terbaik adalah doa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi para ulama menjelaskan bahwasanya bab doa itu luas tapi Berpikir itu sempit makanya di sini Nabi Muhammad SAW meluruskan al-baqarah bukan menyebut Rasul di situ tapi yang disebut adalah kata nabi ini hadits ini diriwayatkan oleh al-bukhari dan muslim yang mengajarkan kita dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum kita tidur dan di akhir hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengatakan malam hari itu pada malam hari itu nyawa kita dicabut oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka kita meninggal di atas Fitrah itulah yang diimpikan oleh setiap muslim maka alangkah baiknya kalau kita bisa mencontoh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam dzikir sebelum tidur ini demikian juga termasuk dzikir yang sudah ditentukan waktunya adalah dzikir saat kita bangun dari tidur sebelum tidur kita mengucapkan dzikir setelah hari dzikir setelah bangun dari tidur kita juga memulai hari kita dengan dzikir apa dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis riwayat al-bukhari bahwasanya beliau jika bangun dari tidur mengatakan Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan hanya kepadanya kebangkitan ya ini adalah dzikir dengan makna yang sangat Agung juga yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di mana setelah kita tidur kita memuji Allah Bersyukur atas nikmat umur panjang atas nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Maka Indah kalau kita memulai hari kita dengan dzikir dan syukur seperti ini sholawat kemudian juga dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW setelah kita menyelesaikan shalat kita dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh muslim dari soban Beliau mengatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika beliau jika beliau selesai salat tiga kali jadi setelah kita mengucapkan Assalamualaikum warahmatullahi kita mengatakan Allahu akbar Astaghfirullah astagfirullah astagfirullah kemudian Allahumma antassalam Ya Allah engkau adalah yang maha selamat dari aib darimu kedamaian berasal tinggi engkau Wahai yang memiliki keberkahan dan memiliki kemuliaan kita setelah kita Astagfirullah kita lanjutkan dengan Allahumma antassalam dan dzikir setelah salat ini cukup banyak sebagaimana dzikir pagi dan soda juga cukup banyak maka dzikir setelah sholat juga redaksinya cukup banyak kalimat-kalimatnya cukup banyak diantara yang paling masyhur tentunya bagi umat Islam negeri kita adalah membaca Subhanallah 33 kali Alhamdulillah 33 kali Allahu akbar 33 kali dan diakhiri dengan Lailahaillallah satu kali maka jadilah 100 kali dzikir atau kita variasikan dengan Subhanallah 33 kali Alhamdulillah 33 kali kemudian Allahu Akbarnya 34 kali maka jadilah 400 jadilah 100 mah atau kita mengucapkan Subhanallah 25 kali Alhamdulillah 25 kali juga kemudian Allahu akbar Allah kemudian yang terakhir adalah lailallah sebanyak Lailahaillallah sebanyak 25 kali juga maka ini paket 100 juga Jadi ada tiga variasi dzikir paket 100 yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam semuanya Shahih dan ada juga dzikir yang paket lebih kecil ya paket yang lebih pendek yang barangkali lebih cocok untuk kondisi-kondisi tertentu di mana kita sedang sibuk kita sedang banyak urusan yaitu dengan mengucapkan Subhanallah 10 kali Alhamdulillah 10 kali dan Allahu akbar 10 kali jadi totalnya hanya 30 saja kurang lebih sepertiga dari dzikir yang masyhur yang isinya adalah paket 100 dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan ini semuanya adalah contoh dzikir yang Muakkad dzikir yang telah ditentukan waktunya oleh Rasulullah Shallallahu ya selanjutnya beliau akan menjelaskan tentang zikir yang muqayyat zikir yang diikat dengan amalan kemudian setelah itu zikir-zikir yang mutlak atau yang tidak diikat dengan waktu tidak juga dengan amalan Insyaallah ini akan menjadi pembahasan kita pada sesi yang selanjutnya Kami merasa cukup sedemikian rupa Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang Allah ta’ala Rasulullah sehari-hari ini dan kita berikan kesempatan selanjutnya bagi para pendengar dan pemirsa Loji TV untuk bersoal jawab dalam pembahasan dan kajian sehari-hari Ini dia ada yang telepon 021 8236543 dan pertanyaan 819 896543 baik kita akan angkat pertanyaan via telepon terlebih dahulu dikenal 218236543 kami memberikan kesempatan bagi para penengah dan pemirsa radio TV dan kita sapa halo Assalamualaikum dengan siapa Om di mana [Musik] sebelumnya dikecilkan dulu volume suara TV atau radionya ada feedback [Musik] [Musik] halo mohon maaf Assalamualaikum Waalaikumsalam Warahmatullahi dengan umur di Depok baik silahkan pertanyaannya mau bertanya Kalau kita merutinkan setelah salat isya kita merutinkan ba’diyah dan surat Witir satu rakaat gitu Ustaz karena khawatir Nanti kebablasan atau gimana gitu Apakah boleh Ustadz itu saja pertanyaannya Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ya penutup salat malam maka yang terbaik dia dilakukan di akhir malam Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sholatullah Maka kalau seorang diantara kalian khawatir maksudnya waktu subuh hendaklah dia Witter dengan suatu rakaat nah ini adalah pelaksanaan terbaik atau cara terbaik untuk melaksanakan salat witir namun kalau seorang diantara kita khawatir tidak bisa bangun malam ya mungkin karena sedang capek atau mungkin karena kebiasaan kita adalah setelah salat isya kita masih melakukan kegiatan-kegiatan misalnya penuntut ilmu untuk mahasiswa yang setelah isya dia masih ada waktu untuk belajar untuk meringkas untuk murojaah menghafal sampai barangkali mungkin pertengahan malam sehingga dia capek dan khawatir tidak bisa bangun malam maka di sini sunnahnya adalah hendaknya dia menutup malamnya sebelum tidur dengan witir ya ini seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan beliau wasiatkan kepada Abu Hurairah radhiyallahu anhu Beliau mengatakan Rasulullah SAW mengisikan kepada saya tiga apa tiga hal itu yang pertama adalah Witir sebelum tidur yang kedua adalah puasa 3 hari dalam satu bulan yang ketiga adalah salat Dhuha ini diwasiatkan oleh Rasulullah SAW kepada Abu Hurairah dan Abu Hurairah adalah sahabat penuntut ilmu jadi begadang di malam hari untuk murojaah untuk menulis hadis ya untuk mengulang pelajaran ini adalah kebiasaan beliau maka beliau diwasiatkan untuk mengakhiri malam beliau sebelum tidur dengan Witir sebelum tidur Maka kalau seorang diantara kita kondisinya seperti itu maka tidak masalah dia setelah salat Isya salat ba’diyah Isya kemudian diakhiri dengan dengan witir ya karena kita juga nggak tahu ya sebagian orang memang kondisi badannya berbeda Mungkin dia kesulitan untuk bisa bangun malam tidak masalah membiasakan diri dengan salat ba’diyah Isya setelah kita mengerjakan salat fardhu Isya kemudian diakhiri dengan Witir nah ini juga dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kalau kita khawatir tidak bisa bangun malam ternyata Allah mudahkan untuk bisa bangun pada malam hari maka nanti tidak perlu Witir lagi ya cukup Anda melaksanakan Yaumul Lail atau tahajud yang tidak perlu untuk menambah waiter lagi karena Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak ada dua Witir dalam satu malam jadi kita mencukupkan diri dengan Witir yang sudah kita lakukan sebelum tidur Adapun setelah kita bisa bangun malam maka kita cukup mengerjakan salat yang genap-genap sebagaimana sabda rasulullah shallallahu alaihi wasallam intinya apa yang ditanyakan ya berupa membiasakan atau terus-menerus untuk salat ba’diyah Isya kemudian ditutup dengan Witir itu boleh dan juga dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di Depok semoga bermanfaat dan jazakillah pertanyaannya kami Sambung kembali dengan tandanya berikutnya di lain telepon ya masih dikenal 21 8236543 baik kita angkat kembali [Musik] [Musik] pertanyaannya giat berdzikir tipsnya apa ya assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kiat-kiat dalam memberikan semangat dan motivasi bagi jiwa kita untuk senantiasa berdzikir kita rajin berzikir ya kiat yang pertama adalah memahami bahwasanya dzikir adalah salah satu amalan yang sangat utama bahkan para ulama mengatakan zikir adalah amalan yang utama setelah amalan-amalan yang wajib amalan yang paling utama setelah amalan-amalan yang wajib tadi sudah kita Jelaskan bagaimana para ulama menyebutkan bahwasanya amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib itu tidak keluar dari tiga yang pertama adalah jihad yang kedua zikir yang ketiga adalah menuntut ilmu kemudian menuntut ilmu itu bisa dimasukkan dalam dzikir maka tinggal tersisa dua yaitu jihad di jalan Allah dan dzikir nah kemudian ketika menimbang antara dua amalan terakhir ini para ulama menyebutkan dzikir lebih utama karena zikir adalah tujuan target dia adalah maksud atau tujuan akhir pemberhentian akhir sementara dia adalah piranti jalan menuju dzikir dan penegakan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka sedemikian rupa para ulama melihat dzikir sebagai amalan yang paling Allah nah kalau itu amalan afdol maka hendaknya kita bersemangat untuk melakukannya karena dia ringan dia ringan dia tidak butuh uang tidak perlu modal cukup modal lidah kita saja dan hati kita hati kita mengingat Allah mengagumkannya lidah kita komat-kamit Maka itulah amalan terbaik menurut para ulama Yang kedua kita mengingat bahwasanya zikir itu membuat hati kita tenang ya tentunya kita semuanya mengharapkan ketenangan jiwa kedamaian batin ada yang lapang dan kebahagiaan di dunia sebelum di akhirat Nah kalau kita mengharapkan itu maka ketahuilah bahwasanya kuncinya adalah kebahagiaan jiwa dan hati kita dan temennya hati kita tenteramnya jiwa kita itu adalah dengan dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana firman Allah ketahuilah bahwasanya dengan dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala hati menjadi tenang jadi kita bisa rasakan juga dalam kehidupan kita sehari-hari kalau kita menyebut-nyebut hamba itu biasanya Justru malah membuat hati kita keras membuat hati kita gersang tapi kalau yang kita sebut adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita ucapkan kita mengatakan misalnya subhanallah wabihamdi subhanallah maka di sini kita akan mendapatkan ketenangan jiwa ketenangan batin Coba Anda duduk 10 menit untuk membaca dzikir pagi lakukan itu di pagi dan sore terus setiap hari maka kita akan mendapatkan jiwa yang tenang Nah kita semuanya mengharapkan kebahagiaan itu dan ternyata kuncinya adalah dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan ketika seorang sahabat seorang sahabat Baduy curhat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dengan mengatakan bahwasanya syariat Islam sudah sangat banyak maka wahai Rasulullah ajarkanlah aku suatu amalan yang dengannya aku berpegang jadi satu amalan yang bisa kita jadikan simpul amalan dan membuat amalan-amalan yang banyak itu bisa terpegang maka Apa jawaban Rasulullah SAW lidahmu senantiasa basah dengan zikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ini rahasia yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya maka dengan memahami bahwasanya zikir adalah amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib kemudian bahwasanya ketenangan jiwa kita Kedamaian Hati kita tergantung pada dzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan bahwasanya ini adalah amalan kunci simbol amalan yang kalau kita pegang maka yang lain akan terpegang Insya Allah di saat yang sama dia ringan ringan di bibir tapi berat di timbangan maka hendaknya kita memperbanyak dzikir dan terus bersemangat untuk berpikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam keseharian kita ya tidak hanya setelah salat tapi sambil kita jalan kita bisa lakukan itu ya Sambil kita bekerja kalau pekerjaannya tidak butuh konsentrasi tidak butuh fokus kita bisa sambil komat-kamit berdzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ya sambil kita di atas kendaraan di atas kendaraan kita nggak perlu untuk fokus ya kalau kita nggak nyetir ya kita bisa sambil melihat pemandangan kita ucapkan subhanallah alhamdulillah Allahu Akbar maka dengan membiasakan diri seperti ini maka kita akan merasakan kedamaian batin kalau kita sudah merasakan kedamaian batin berarti itulah yang kita cita-citakan yang kita cari dan ketahuilah bahwasanya Rahasianya adalah dzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka terus perbanyak dan terus bersemangat untuk berdzikir memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk wanita yang salat di rumah Ustaz dan mendengarkan adzan serta iqomah di masjid Apakah setelah iqomah yang dikomen yang dikembangkan di masjid bagi wanita yang saat di rumah masih diperbolehkan untuk salat qobliyah dan yang kedua Apakah dzikir dan juga amal-amal ibadah hati dapat menghilangkan dapat memiliki keutamaan menghilangkan kesedihan dan duka yang ada di dalam jiwa kita baik yang pertama tentang masih Bolehkah orang salat qobliyah atau sholat sunnah Qobliyah ketika iqomat sudah dikumandangkan ya jawabannya adalah boleh bagi para wanita meskipun komet sudah dikumandangkan mereka tetap boleh untuk memulai salat mereka dengan qobliyah dulu baru kemudian mereka mengerjakan salat fardunya Kenapa karena memulai salat dengan qobliyah adalah contoh dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bahkan Nabi Muhammad SAW ketika pernah suatu saat beliau terlambat bangunnya karena ketiduran di waktu salat subuh maka yang pertama kali beliau lakukan adalah Memulai Dengan qobliyah subuh dulu ini padahal di luar sana ya maksudnya di tempat lain sudah dikumandangkan sejak tadi tapi meskipun begitu karena kondisinya beliau ketiduran akhirnya beliau tetap Memulai Dengan qobliyah subuh dahulu baru kemudian Baru lanjut dengan salat fardhu subuhnya dan demikian juga para wanita yang mereka tidak diwajibkan untuk salat jamaah yang mereka salatnya di rumah maka berarti mereka tetap boleh untuk memulai salat mereka dengan qobliyah dulu dengan salat sunnah Qobliyah dulu baru kemudian dilanjut dengan salat fardhu meskipun komat sudah dikumandangkan jadi Silahkan lakukan itu yang tidak boleh Memulai Dengan qobliyah ya ketika umat sudah dikumandangkan adalah mereka Yang Salatnya di masjid yaitu para pria Karena nabi Muhammad SAW mengatakan maka tidak ada lagi salat kecuali yang fardhu ini untuk siapa ini dibawa pada konteks salat jamaah bagi kaum pria Adapun para wanita maka mereka tidak punya kewajiban untuk salat jamaah di masjid maka mereka boleh untuk memulai dengan qobliyah dulu baru kemudian salat fardhu yang kemudian yang kedua tadi pertanyaan tentang apa bisa diingatkan tentang dzikir tentang zikir atau ibadah hati Apakah juga dapat menghilangkan luka dan kesedihan yang ada di dalam hati dan jiwa kita dari pendengar kita di Bogor Oke baik ya Iya amalan hati oke amalan hati atau a’malul Qulub berupa mengagungkan Allah takut kepada Allah berharap kepada Allah kemudian tawakal kepada Allah cinta benci karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala semuanya adalah amalan-amalan hati yang juga memiliki kedudukan yang sangat tinggi bahkan Al Imam Ibnu qayyim menjelaskan bahwasanya amalan-amalan hati adalah yang pokok sedangkan amalan-amalan anggota tubuh itu adalah cabangnya dan penyempurna saja jadi yang pokok adalah amalan-amalan hati maka beliau mengatakan mempelajari hukum-hukum amalan hati lebih penting daripada mempelajari hukum-hukum tentang amalan anggota tubuh yang lain inilah pentingnya amalan hati bagi seorang muslim Maka kalau pentingnya pendidikan rupa berarti pahalanya juga lebih besar dan ini adalah rahasia sukses para Salafus Sholeh ya Bakar Bin Abdillah Al muzani berkata tentang Abu Bakar As Siddiq Abu Bakar As Siddiq tidaklah mengalahkan kalian dengan banyaknya salat dan puasa tapi dengan sesuatu yang Teguh di hatinya maksud beliau adalah amalan-amalan hati yang banyak dilakukan oleh Abu Bakar As Siddiq maka bukan berarti Abu Bakar As Siddiq tidak banyak salat tidak banyak puasa Beliau juga banyak salat dan puasa ini adalah amalan jaware amalan anggota tubuh yang lain tapi bukan itu rahasia sukses beliau rahasia sukses beliau yang utama adalah amalan-amalan hati yang hati beliau senantiasa gemuruh dengannya pahalanya besar kedudukannya penting tapi pada saat yang sama banyak dilalaikan oleh umat Islam dan tentunya amalan hati juga berdampak langsung kepada ketenangan jiwa kita dan kesehatan batin kita kalau kita banyak menyebutkan diri dengan amalan-amalan hati kita sering mengolah hati kita dengan amalan-amalan hati ini maka Insyaallah hati kita menjadi hati yang sehat Nah kalau hati kita sehat maka anggota tubuh yang lain juga akan ikut Sehat maka jelaslah bahwasanya amalan-amalan hati juga berdampak besar kepada kesehatan jiwa kita berdampak besar pada ketenangan dan kedamaian jiwa kita serta kegembiraan dan kebahagiaan dunia sebelum kebahagiaan akhirat kita maka banyaklah berpikir perbanyak juga amalan-amalan hati yang memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam Barakallah dari apa yang saya sampaikan semoga bermanfaat bagi pendengar kita dan ini merupakan pertanyaan kami terakhir di kesempatan sore hari ini sebagai kesimpulan dan kami persilahkan kesimpulan dari kajian kita hari ini adalah bahwasanya amalan terbaik setelah amalan-amalan yang wajib adalah dzikir yaitu mengingat dan menyebut serta memuji Allah subhanahu wa ta’ala dan ini ditunjukkan oleh dalil-dalil Alquran dzikir memiliki pengaruh yang sangat positif dan besar untuk hati kita maka bahkan para ulama menyebutkan bahwasanya zikir itu lebih Abdullah daripada jihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kenapa karena jiharja jalan Allah adalah wasilah atau sarana sedangkan dzikir adalah tujuan dan target yakni sarana untuk menuju dzikir dan penegakan kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka tidak heran kalau Rasulullah SAW menyebutkan bahwasanya Dzikir itu lebih baik daripada jihad di jalan Allah dimana dalam jihad itu jiwa kita melayang Kenapa karena sekali lagi dzikir adalah tujuan sedangkan jihad adalah sarana dan alat untuk menuju tujuan yang mulia tadi itu yaitu menegakkan kalimat Allah dan tegakkannya dzikir di atas muka bumi ini akan datang Barakallah keutamaan dan faedah zikir dan mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan beberapa keutamaan serta dzikir dan disampaikan oleh Ustad di kesempatan sore hari ini semoga memberikan informasi yang bermanfaat pengetahuan dan juga faedah ilmu yang semoga memudahkan bagi kita untuk mengamalkannya supaya kita akan Sambung kembali pembahasan dalam nasehat dan wasiat sugro dari sekolah akan datang kami mohon maaf ada beberapa pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada dan semoga sedikit ini biasa Memberikan ilmu pengetahuan yang baik buat kita dan faedah yang bermanfaat Semoga Allah memberikan Taufik dan kemudahan untuk bisa mengamalkannya kami mengakhiri dengan cover dan majelis Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Terima kasih Anda masih bersama Rodja TV

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *