bagi anda para pemirsa Rodja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah Nabi Muhammad anda berada Alhamdulillah di kesempatan pagi hari ini di hari Selasa seperti biasa kita akan ikuti bersama kembali kajian ilmiah yang disiarkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan Parenting diambil dari buku Ada apa dengan remaja disampaikan oleh penyusunnya langsung yaitu Alhamdulillah beliau berkenan kembali meluangkan waktunya untuk kita semua untuk memberikan kaidah-kaidah dari pembahasan buku tersebut dan langsung pembahasan mengenai kajian pagi ini yaitu masa remaja masa yang penuh dengan dinamika yang tentunya insya Allah kita akan mengambil faedah dari pertemuan di kesempatan pagi hari ini seperti biasa setelah materi kami akan sediakan Insya Allah bagi Anda yang ingin bertanya silahkan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan Whatsapp di nomor 0819 896543 baik kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan kepada loster kami persilahkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah para pemerhati Roja kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah RAB semesta alam pada kesempatan Selasa pagi ini seperti biasa kita bertemu kembali masih membahas buku Ada apa dengan remaja kajian Parenting yang biasa kita lakukan ataupun kita adakan di Selasa pagi ini dan pada kesempatan Pagi ini kita akan lanjutkan pembahasannya Insya Allah sholawat dan salam sebelumnya tidak lupa kita limpahkan untuk nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam keluarga beliau sahabat beliau dan umat beliau sampai hari kemudian kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah Islam sangat memperhatikan ya pertumbuhan fisik manusia karena ada konsekuensi dari pertumbuhan fisik itu berkaitan dengan pertumbuhan fisik ini di dalam syariat Islam kita mengenal istilah balik ini berkaitan dengan pertumbuhan fisik manusia ya Ada terjadi perubahan-perubahan pada dirinya yang juga mempengaruhi ya status hukumnya kedudukannya ya di dalam syariat Islam baik itu sendiri adalah matangnya organ-organ fisik dan sempurnanya fungsi organ-organ fisik dengan baik balik itu ditandai dengan perubahan lahiriyah atau perubahan fisik bagian dalam ya biasanya terjadi perubahan pada suara ya ataupun tubuh ini menandakan bahwa seseorang itu sedang mengalami perkembangan masa perkembangan menuju ya kedewasaan dia telah meninggalkan masa kanak-kanak dia tidak lagi kanak-kanak Ya Nah itu dia dari misalnya suaranya ya Sudah mulai nampak ya kematangan pada suaranya dan fisiknya juga Ya misalnya sudah tumbuh bulu-bulu pada tubuhnya ya Kalau laki-laki mungkin [Musik] kumisnya ya atau janggutnya atau bagian-bagian tubuh lainnya seperti bulu tangan bulu kaki dan lain sebagainya ya Sehingga balikan hanya dibatasi dalam sisi perkembangan fungsi seksual ya jadi usia balik pada wanita itu ditandai dengan datangnya haid ya menstruasi Adapun bagian anak laki-laki itu ditandai dengan ikhtilaf atau mimpi basah ya ikhti lam atau di dalam istilah kita dikenal dengan sebutan mimpi basah dalam pandangan Islam ya seorang anak yang telah memasuki usia baligh dia telah dianggap sebagai pribadi yang menerima beban syariat atau taklif mukallaf ya sebagaimana halnya orang-orang dewasa hukum syar’i tidak memandang adanya fase peralihan antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa ya berbeda dengan mungkin sebagian kalangan yang tidak memandang anak yang telah balik sebagai orang dewasa hingga ia memasuki usia 18 tahun ya di dalam Islam tidak dibatasi ataupun tidak ditandai ya tidak definisikan dengan angka ya Misalnya istilah 17 tahun ke atas 18 tahun ke atas tidak tapi ditandai dengan balik ya tadi disebutkan tanda-tandanya bagi laki-laki maupun perempuan bukan dengan angka karena usia balik ini berbeda-beda antara satu orang dengan orang lainnya antara penduduk satu negeri dengan penduduk negeri lainnya antara satu zaman dengan zaman lainnya berbeda seperti misalnya anak-anak zaman sekarang itu lebih cepat baliknya ya lebih cepat matangnya ya mungkin banyak faktor yang mempengaruhi ya makanan ya dan juga lingkungan dan lain-lain sebagainya ya antara satu tempat dengan tempat lain yang lainnya ya negeri dengan negeri yang lainnya itu kadang-kadang berbeda juga ya di satu Negeri mungkin lebih cepat matangnya ya di usia-usia mungkin di atas 10 tahun 11 12 Sudah balik di sebagian tempat ada yang 15 tahun belum balik-balik ya sampai 15 tahun itu belum nampak tanda-tanda balik jadi berbeda-beda ya antara satu orang dengan orang lain yang lainnya juga berbeda jadi nggak bisa kita definisikan dengan angka balik itu ya dewasaan itu jadi syariat Islam menilai anak yang telah balig itu sama dengan orang dewasa dalam semua pembebanan syariat hukum-hukum syariat atau di dalam istilah disebut taklif ya orangnya dikatakan mukallaf ya termasuk dalam hukum pidana dan beban tanggung jawab seperti yang disebutkan secara Mutawatir bahwa Rasulullah menunjuk Usamah bin Zaid sebagai Komandan pasukan untuk berperang melawan pasukan Romawi itu Panglima berarti punya tanggung jawab yang besar karena di belakangnya ia membawa banyak pasukan manusia nyawa jiwa yang kalau tidak matang dan dewasa tidak mungkin ya nabi menunjuk utama sebagai panglima perang sementara usianya pada saat itu antara 16-18 tahun baru kita katakan 17 tahun kematangan yang dimiliki oleh Usamah bin Zaid ya itu membuat nabi percaya untuk menunjuknya sebagai panglima perang kalau tidak tentunya nabi tidak akan menunjuk kalau misalnya di usia seperti itu masih nampak kekanak-kanakan misalnya atau remaja yang masih antara samar-samar antara kanak-kanak dan remaja begitu ya tentunya nabi tidak akan menunjuk usaha sebagai dia panglima perang karena itu membawa banyak jiwa ya perlu orang yang memang dewasa matang untuk bisa mengambil keputusan sehingga tidak membahayakan jiwa pasukan yang dibawanya Nah inilah tanggung jawab yang besar ini tidak ringan dan tidak kecil ya Ini bukan perkara yang sepele jadi nabi menunjuk utama sebagai panglima di usia seperti itu usia remaja artinya remaja ini sudah dewasa Sebenarnya ya Dan kita harus melatihnya untuk kita perlakukan sebagai orang dewasa pelan-pelan ya mungkin kita katakan prabalik ataupun balik ya mungkin perlu ada ptasi ya dia juga masih bingung anak itu ketika dia balik itu dia juga bingung terhadap dirinya sendiri terhadap perubahan-perobahan yang ada pada dirinya dan kadang-kadang dia minder ya karena dulu dia suaranya cempreng kemudian udah mulai berubah ngebas ya nampak kedewasaan ya biasanya ditandai dengan dia mulai malu gitu ya biasanya dia senang rame-rame nah ketika masuk usia balik Mungkin dia lebih suka sendiri ataupun menjauh ya begitu nah ini kita katakan membiasakan dia untuk ya diperlakukan sebagai orang dewasa karena dia akan jadi orang dewasa ya akan menjadi orang dewasa nah perbedaan perlakuan anak anak yang telah balig ya dengan orang dewasa yaitu hanya satu poin saja ya yang perlu diperhatikan ya terhadap anak remaja yang akan beranjak dewasa di masa transisi masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa inilah masa remaja yaitu dalam masalah harta ya dalam masalah harta yaitu dia belum diperkenankan untuk memegang harta Walaupun dia punya harta harta dia misalnya anak yatim yang punya harta tidak boleh diserahkan kepadanya sebelum dia benar-benar sampai kepada usia rusut dewasa matang yang mampu ya mengelola harta secara baik Karena tidak semua orang punya kecakapan di dalam mengelola harta ya Nah orang dewasa saja kadang-kadang ya tidak bijak di dalam menggunakan hartanya apalagi anak remaja ya maka tidak diserahkan kepadanya harta kecuali dia sudah mencapai usia ya nah jadi Allah mensyaratkan harus baligh dan rusut sebagai syarat utamanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan di dalam surat an-nisa ayat 5 dan 6 dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya Walaupun dia sudah balik tapi akalnya belum sempurna hartanya yang mana ya harta mereka ya yang ada di dalam kekuasaanmu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan harta itu adalah kiamat kalau jadikan sebagai kiam yaitu sebagai penopang kehidupan pokok kehidupan ya karena kita hidup di dunia ya perlu harta ya untuk menopang hidup kita ya untuk makan minum sandang pangan dan papan ya tempat tinggal ya pakaian untuk menutup aurat kemudian makanan untuk menegakkan punggung kita itu perlu harta ya maka kita didorong untuk ya mencari rezeki ya dengan cara yang halal itu salah satu kewajiban kita nah harta ini jangan diserahkan kepada orang yang tidak mampu mengelolanya Ya seperti anak-anak atau anak remaja yang belum dewasa Kenapa ini bisa membahayakan hartanya dan merugikan anak tersebut misalnya anak yatim dia punya warisan dari orang tuanya yang meninggal misalnya warisannya besar ya tapi dia masih remaja misalnya atau masih kanak-kanak Maka jangan serahkan harta itu kepada mereka di dalam kondisi seperti itu ya karena kalau diserahkan mungkin mereka akan menggunakannya secara serampangan maklumlah belum dewasa ya ya tunggu sampai mereka mencapai usia rusuh ya nampak kecakapan dan kedewasaan ya Nah kamu kelola harta itu dikembangkan supaya tidak habis ya dan gunakanlah untuk memberikan nafkah mereka rezeki mereka pakaian mereka sandang pangan papan wakullah dan berbicaralah kepada mereka dengan ucapan yang baik dengan kata-kata yang baik anak yatim sampai mereka cukup umur untuk menikah dan apabila menurut pendapatmu mereka sudah sampai kepada usia Rusun barulah kamu serahkan kepada mereka harta mereka ya makanya di dalam Islam ya anak yatim itu harus ada yang mengelola hartanya namanya pengasuh anak yatim ya termasuk mengasuh mengelola hartanya ya karena sebagian anak yatim itu dia tidak miskin dia kaya tapi kekayaan itu tidak boleh diserahkan kepadanya karena dikhawatirkan akan memodorotkan dirinya bisa saja habis di tangannya dia tidak bisa mengembangkannya dia tidak bisa mengelola harta itu kemudian dia pun hidup miskin ataupun Melarat ataupun Fakir ya ketika dia sudah dewasa nanti Demikian maka ujilah mereka sampai ya mereka mampu untuk mengelola harta itu itu sampai kepada usia kamu serahkan kepada mereka harta-harta mereka itu ya Nah demikian dan para ulama menjelaskan ya makna research mereka mengatakan rasul itu adalah kelayakan dalam agama dan kecakapan dalam mengelola harta itu yang dimaksud dengan reset yaitu kelayakan dalam agama yaitu apa namanya dia orang yang sudah bisa menjalankan agamanya dengan baik mengerti hukum-hukum agama dan tahu konsekuensi konsekuensinya karena ada juga orang-orang yang sudah baligh tapi nggak mengerti konsekuensi-konsekuensi hukum syar’i ya Nah ya itu bisa kita lihat ya dia melanggar sana-sini dan tidak peduli ya dengan ketentuan-ketentuan syariat ya di dalam ya kehidupan maklumlah yang namanya juga belum dewasa ya belum rusak Nah itu kelayakan dalam agama dan kecakapan yaitu keahlian ataupun kemampuan ya kecakapan dalam mengelola harta karena kalau dia tidak cakap mengelola harta tidak bisa mengelola harta itu maka harta itu akan habis dalam sekejap ya kita mungkin bisa dapat mengetahuinya ya ketika anak kecil dikasih uang berapapun banyaknya habis dalam sekejap karena dia nggak ngerti karena bagi dia uang itu seperti benda ajaib yang bisa apa namanya mewujudkan segala apa yang diinginkannya dan dia tidak pikir besok gimana ya besok bagaimana ya maklumlah dengan keterbatasan akalnya ya Nah kalau seperti itu jangan serahkan karena dia belum cakep mengolah harta tersebut hingga Dia kita melihat kamu melihat kecakapan pada dirinya di dalam mengelola harta itu ya ini perlu dilatih Sebenarnya ya Sehingga anak itu ketika sampai di usia rusuk dia memang betul-betul bisa mengelola harta dengan baik salah satu tanggung jawab manusia yaitu berkaitan dengan harta ya kita tidak boleh memandang sebelah mata tentang masalah harta Kenapa karena Allah mengatakan di dalam Alquran terkait dengan musuh kita yaitu iblis dan pasukannya dan bersekutulah kamu dengan manusia anak Adam itu dalam urusan harta mereka dan anak-anak keturunan mereka dilarang dalam mengurus anak dan dia mengurus harta itu setan campur tangan dia tidak membiarkan kita ya mengurus itu tanpa gangguan dia akan mengganggu kita ya di dalam mencari harta dan di dalam membelanjakan Harta Ya maka ini perlu ya dilatih sedemikian rupa ya Dari dari kecil ya Jadi ini ya bagaimana ya mengelola harta itu dengan baik ya tentunya ya menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak itu merupakan salah satu perkara yang harus ditanamkan kepada anak dari kecil sehingga ia tanggung jawab itu tidak bisa tumbuh ataupun muncul begitu saja dadakan dia itu dibangun ya dilatih dan dibangun perlahan step by step ya Langkah Demi Langkah ya setingkat dan tingkat demi tingkat ya Sehingga ya ketika sudah betul-betul dewasa dia menjadi pribadi yang memang bertanggung jawab karena mengelola harta itu tidak mudah ya kita tahu berkaitan dengan harta manusia akan ditanya dua hal dari mana dan ke mana dari mana harta itu diperoleh ke mana harta itu dibelanjakan ya jadi masalah Harta bukanlah masalah yang mudah berapa banyak orang-orang yang ya kita katakan masuk neraka gara-gara hartanya ya mungkin karena mencarinya dengan cara yang haram atau dia membelanjakannya kepada perkara-perkara yang haram maka dari itu nabi mengingatkan kita akan masuk surga daging yang tumbuh dari rezeki yang haram neraka lebih pantas untuknya Nah ini kan berkaitan dengan harta yang kita dapatkan ya Nah maka memegang harta itu ya juga harus memiliki rasa tanggung jawab yang besar Nah untuk itulah ya seorang anak ya remaja itu ya belum boleh memegang harta Sebenarnya ya jangan diberikan atau diserahkan harta itu kepadanya ya sehingga nampak kedewasaan dia di dalam mengelola harta itu wallahualam ya jadi itu balik ya atau disebut juga orang yang sudah mukallaf dan ini adalah satu yang kita katakan persimpangan dalam kehidupan anak manusia disitulah dia sudah mulai mempertanggungjawabkan setiap detail perbuatan yang dilakukannya dan ini tidak mudah ya ini tidak mudah ya ketika dia sudah balik sudah mukallaf maka segala konsekuensi perbuatannya itu dia tanggung sendiri baik itu konsekuensi dunia maupun akhirat nanti maka Kasihan anak kalau tidak dilatih dari kecil ya ya Nah kesadaran dan rasa tanggung jawab itu tidak muncul spontan gitu nggak atau tiba-tiba beda ini harus diusahakan ya ini harus di kita katakan dibangun ya tidak bisa muncul begitu saja tiba-tiba jadi orang yang ya penuh rasa tanggung jawab dan lain sebagainya nggak bisa ya harus dilatih pelan-pelan Kasihan anak-anak anak-anak itu anak remaja itu Jika ternyata ketika dia dewasa dan betul-betul balik dan mukallaf dia tidak siap ya untuk menerima konsekuensi dari perbuatannya itulah status mukalaf itu ya yang status yang yang kita katakan luar biasa berat amanahnya wallahualam kemudian tadi kita bicarakan pertumbuhan fisik nah kemudian kita akan bicarakan tentang perkembangan akal pada anak ya ya tentunya akal itu berkembang ya akal bocah balita nggak sama dengan akal anak yang remaja atau kanak-kanak tidak sama akalnya dengan anak remaja Ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menegaskan bahwa semua manusia lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa ya kita lahir ke dunia Allah katakan itu sifat kita ketika lahir ke dunia ya kita masih penuh dengan kejahilan kita nggak tahu apa-apa ya Nah demikian seperti hardisk yang masih kosong atau seperti lembaran kertas yang masih putih bersih belum tertulis apa-apa Nah demikian Allah mengatakan di dalam Alquran wallahu akrojakunnya surat an-nahl ayat 78 Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengatakan dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan kamu tidak tahu apa-apa tidak mengetahui sesuatu pun apapun ya Dan Allah memberi kamu pendengaran penglihatan dan hati agar kamu bersyukur Allah kasih alat-alat ilmu Ya Allah kasih pendengaran penglihatan dan hati Ini semua adalah perangkat ilmu ya kita belajar dengan mendengar melihat dan berpikir ya tiga komponen itu yang membuat kita Manusia adalah makhluk yang mulia bahkan Sebagian ulama mengatakan lebih mulia daripada malaikat ya apalagi yang kita katakan hewan ya tidak punya apa namanya akal pikiran ya Nah demikian wallahualam manusia diberikan kecerdasan yang dengan kecerdasan itu manusia bisa mempelajari banyak perkara yang Allah ajarkan kepada mereka berbeda dengan binatang ya khususnya binatang yang berumur pendek kehidupan mereka banyak diatur oleh naluri ya contohnya adalah lebah dan laba-laba ya lebah dan laba-laba dilahirkan dengan ya anak lebah anak laba-laba itu dilahirkan lengkap dengan kemampuan membuat sarang tanpa harus belajar dari induknya atau dari orang lain ya karena ia tidak memiliki kecerdasan dan umur yang cukup untuk belajar ya Dia tidak punya dia tidak punya perangkat untuk belajar ya Nah dan dia juga tidak diberi cukup waktu umur yang cukup untuk mempelajari ilmu untuk menuntut ilmu untuk belajar misalnya membuat sarang dan lain sebagainya tapi itu secara alami ya itu Allah berikan kepada mereka beda dengan manusia ya manusia tidak tahu apa-apa sama sekali dan Allah tidak lengkapi dia dengan kemampuan itu bicara saja kita harus belajar ya bayi yang bisa bicara itu cuma beberapa bayi aja ya pada dasarnya semua bayi tidak bisa bicara dia bisa menangis tapi dia tidak bisa bicara dia harus belajar bicara dari orang tuanya terutama dari ibunya ya barulah dia punya kemampuan untuk berbicara itupun pelan-pelan bicaranya ya Mulai mungkin dari satu kalimat ya Misalnya Memanggil Ayah dan Ibunya bumi Abi mungkin dari situ ya mengucapkan namanya saja dia nggak bisa itu bayi ya kita katakan bayi Ya beda dengan anak kucing ya begitu keluar dari perut ibunya sudah meong-meong ya meong-meong dia ya dia bisa mengobrol dengan induknya ya kita nggak tahu apa obrolannya ya ya artinya dia tidak perlu belajar berkomunikasi dengan kucing lainnya itu sesuatu yang sudah Allah tanamkan pada mereka anak manusia tidak bisa ya maka ini perlu dia belajar ya untuk memiliki kemampuan untuk itu tanpa belajar dia nggak bisa maka Allah lengkapi akal itu pada manusia dan akal itu juga berkembang dia tidak langsung bayi lahir itu tahu semuanya nggak tapi pelan-pelan dia tahu 123 dan seterusnya ya Repot juga ya kalau kita katakan akal manusia itu sudah sempurna ya sejak dia lahir gitu ya ini kan apa namanya akan menimbulkan banyak masalah nantinya ya yang nggak perlu bagi si bayi itu kan begitu ya hingga untuk antara bicara antara tertawa dan menangis saja Allah pilih menangis untuk bayi tidak Allah pilih tertawa walaupun tertawa itu bayi nggak perlu belajar untuk tertawa ya itu secara alami dia bisa tertawa bisa tertawa bayi itu bisa tersenyum Ya tapi ketika lahir dia tidak tidak melakukan itu walaupun itu bisa dilakukannya tanpa belajar ya menangis itu adalah sesuatu yang bisa dilakukan manusia tanpa belajar sama dengan ya kita katakan tertawa juga bisa dilakukan oleh manusia tanpa harus belajar tapi lo pilih menangis dan Allah tidak pilih tertawa bagi seorang bayi ketika lahir Allah pilih dia menangis tidak tertawa ya Nah demikian Padahal kedua-duanya tidak perlu belajar Allah mengatakan [Musik] dialah Allah yang membuat kamu tertawa dan menangis tapi seorang bayi Allah pilih menangis bukan tertawa ya Nah kemudian selanjutnya akalnya akan terus berkembang dan berkembang hingga menjadi sempurna ya dia dengan Apa itu bisa dia raih dengan terus belajar dan belajar Maka manusia ini hidupnya ya sepanjang hidupnya itu belajar terus sampai dia akan meninggalkan dunia ini itulah dia manusia ya itulah perjalanan hidup kita ya Mulai dari awal sampai akhir ya maka sungguh celaka orang yang nggak mau belajar sepanjang hidupnya itu padahal Allah kasih kemampuan untuk belajar yaitu punya akal ya di sana ada orang yang nggak Punya nggak lengkap alat ilmunya dia punya akal tapi nggak punya penglihatan buta Tapi dia bisa jadi ulama ya Nah demikian banyak ulama-ulama yang buta tidak punya penglihatan mereka tidak punya alat ilmu yang lengkap ya tapi mereka punya akal untuk yang dengan itu dia bisa belajar ya anak manusia itu bisa belajar Maka manusia tidak boleh berhenti belajar sepanjang hidupnya dia terus belajar dan belajar itulah tugas kita menuntut ilmu maka itu Allah wajibkan melalui zat nabinya tholabul Ilmi faridhotun ala kulli muslim ya dan secara umum Allah perintahkan kita untuk belajar di muka bumi Berjalanlah kamu di muka bumi dan coba perhatikan fandor Ya suruh kita untuk menazar melihat ya Nah demikian sanurim ayat ini Perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kawasan kami di seluruh ufuk agar manusia itu mau belajar ya menuntut ilmu belajar sehingga ya bisa meraih maslahat bagi dirinya dan menolak mudharat yang mungkin akan mengancam dan bisa menimpanya wallahualam demikian ya nanti akan kita lanjutkan pembicaraan ini dengan poin berikutnya yaitu cara kerja otak yang menakjubkan ya sayangi otak kita Jangan dirusak ada beberapa hal yang bisa merusak otak maka di dalam Islam diharamkannya khamr itu karena itu bisa merusak otak ya merusak akal maka kita harus menjaga ya kesehatan akal kita kesehatan otak kita ya wallahualam pukul kepala kenapa bisa membahayakan disitu letaknya otak bisa membahayakannya ya begitu Islam memuliakan satu organ tubuh kita ini yaitu otak ya yang dengan itu kita bisa berpikir nanti akan kita Jelaskan pada pertemuan yang selanjutnya Insya Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari pembahasan Ada apa dengan remaja dan pembahasan tentang ini yang penuh dengan dinamika mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua wawasan yang menjadi bermanfaat bagi kita dan kita mengetahui dan dengan benar mengatasi dengan problematika remaja tersebut Baik untuk selanjutnya kami ajukan beberapa pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan Whatsapp pada pertanyaan saja yang pertama dari seorang janda Ustadz yang memiliki dua anak yaitu anak yang pertama akhwat usia 16 tahun dan kedua Ikhwan usia 11 tahun yang ingin ditanyakan ya ustadz Bagaimana menghadapi perubahan anak yang akhwat yang sekarang lebih tidak peduli kepada ibunya dan berambisi untuk memasuki perguruan tinggi umum dan setengah menyalahkan ibunya karena memasukkan sebelumnya telah memasukkan ke sekolah Pondok yang sunnah mohon jawaban dan pencerahannya maka ini sudah sering kita ulang-ulang ya bahwa pendidikan itu tentunya dari riwayatnya ya Nah pendidikan itu ada riwayatnya dan pendidikan itu ada dua porosnya poros utamanya adalah pendidikan rumah dan poros pembantunya itu pendidikan di sekolah kadang-kadang sebagian orang tua dia merasa cukup anaknya belajar di sekolah ya dan kurang memperhatikan bagaimana pendidikan di rumah ketika anak itu tidak di sekolah nah ini kadang-kadang yang apa namanya ya terjadi ketimpangan gitu ya ya Sehingga ada pesan ya bahwa sekolah itu sekedar kemauan orang tua ya kemauan orang tua bukan kemauan si anak karena memang anak tidak diberikan pengertian dari rumah kenapa dia ke sekolah ya kenapa dia harus berada di pondok Oh gitu ya Nah demikian yang kedua ya perubahan pada anak itu tidak spontan sebenarnya ada kita katakan ada benih-benihnya ya Ada apa ya kita kata ada ceritanya itu tidak tidak mungkin ujug-ujug dia punya pendirian seperti itu kalau ya kita kan tidak ada mukadimahnya ya tidak ada gejala-gejala awalnya kan begitu ya bila jadi itu karena teman-temannya kan begitu ya lingkungan sekitarnya atau karena referensi yang dia baca dan begitu ya dan itu ya pengaruh dari apa yang dia lihat apa yang dia tonton apa yang dia dengar ya baik itu secara langsung dia dapatkan itu ataupun melalui teman-temannya yang ketiga di sini kita soroti adalah komunikasi yang kurang ya dengan anak ya Sehingga anak itu ya terkesan berjalan sendiri ya maka dia akan akhirnya memutuskan kalau begitu saya akan memutuskan arah saya sendiri kita tidak ada respon Ya tidak ada ya kita katakan di sinilah kita sebut ya membangun ya interaksi positif dengan ya remaja khususnya itu kita mulai dari awal remaja bahkan para remaja ya harus ada interaksi ya harus ada kita katakan hubungan Membangun hubungan ya dengan anak itu ya ya maka kita katakan sebelumnya ya ketika anak itu mulai masuk remaja ya kita nggak bisa lagi jadi temannya begitu ya yang kayak kadang-kadang bisa kita bisa cuek gitu karena kita anggap teman tapi kita ya harus menjadi orang tua pure orang tua murni orang tua ya karena di sini itu sosok yang dia perlukan sebenarnya orang tua ya Yang mengarahkannya Yang menuntunnya ya begitu ya ketika ini dibiarkan ya dan itu terus berlangsung maka terjadilah seperti ini tiba-tiba kita terkejut ya dengan apa namanya dengan pendiriannya kan begitu ya yang kita tidak tahu sebelumnya saya tidak ada komunikasi ya tidak ada interaksi sebelumnya dengan anak ini ya ya sebagai sekedar saran aja memang single parent itu tidak ideal Sebenarnya ya itu ya sangat ada ideal karena mendidik anak itu berat perlu dua pihak yang bekerja sama yaitu ayah dan bunda begitu karena kalau dipikul sendiri apalagi zaman sekarang ya dulu ada juga ya single parent Mungkin kita bisa sebut single parent yang berhasil seperti ibunya Imam Syafi’i ya tapi tantangannya kan berbeda hari ini ya tantangannya kan lebih berat lebih besar lebih banyak dan bertumpuk-tumpuk gitu kalau dipikul sendiri kadang-kadang tidak terhandle dengan baik gitu ya Nah demikian ya kita perlu teman berdialog berkonsultasi berbagi untuk mendidik anak-anak ya untuk dipikirin sendiri pecah itu apalagi zaman sekarang kan begitu ya ya kita katakan terjadilah pengalaman dari sebagian besar orang tua juga saat ketika ditawarkan setelah lulus SD misalkan dia kita tawarkan ingin mondok atau apa ternyata dia jawab ingin mondok dan kita tawarkan beberapa Pondok dan dia merasa cocok tapi secara berjalan waktu dia klimaksnya menyalahkan orang tuanya ibu dan bapak bukan Keinginan saya bagaimana saya karena sering seperti itu maka ya memang anak itu perlu dituntun diarahkan ya Kalau mengikuti keinginan anak ya keinginan anak itu ya kadang-kadang aneh-aneh juga ya tidak tepat ya bisa keliru juga begitu orang tua tentunya lebih mengenal anak maka dia harus ya kita katakan punya visi dan misi ya dia melihat anak itu bukan satu dua tahun ke depan gitu ya tapi apa mungkin 10 11 tahun kedepan nah dia dan itu perlu observasi makanya kita katakan orang tua itu harus punya visi dan misi di dalam mendidik anak-anaknya dan perlu terus melakukan observasi ya terhadap perkembangan anak ini termasuk bakat-bakatnya kan mintanya ya kan kita sudah bicara juga sebelumnya ya bahwa nabi itu adalah pemandu bakat yang sangat Ulung kan begitu ya sudah sering kita sampaikan juga itu Itu menjelaskan kepada kita bahwa orang tua itu harus punya visi dan misi anak ini mau dikemanakan sesuai dengan bakatnya ya karena kalau kita katakan Ya kalau orang itu punya bakat dan dia diletakkan pada jalurnya Ya dia nggak akan komplain ya tapi kalau orang tua nggak ngerti bakatnya dan cenderung ya mohon maaf ya ya Banyak orang tua hari ini terlalu banyak menuntut tapi tidak mau menuntun ini kita katakan Ya pak ya kekurangan ataupun kekeliruan sebagian orang tua terlalu banyak menuntut ya tapi tidak mau menuntun Karena untuk menuntun orang itu perlu sabar itu perlu waktu perlu kesabaran Ya tapi menuntut itu paling mudah menuntut anak untuk supaya begini kalau nggak sesuai dengan tuntutannya dia marah-marah begitu ya dia kecewa Dia ngamuk ya dia panik ya giliran tugas untuk menuntunnya dia lepas tangan ini ini yang kadang-kadang apa ya enggak cocok juga kalau dia komplain di kemudian hari kalau seperti itu ya ya jalan ceritanya begitu ya kalau seperti jalan ceritanya maka yang enggak tepat juga kalau dia komplain atau keberatan ya setiap orang akan menuai apa yang dia tanamkan begitu ya wallahualam bisa Maka sekali lagi para orang tua mendidik itu memang tidak mudah berubah perencanaan perlu dia menghadapi manusia yang punya pikiran punya jiwa punya hati itu bukan seperti menghadap di robot kan gitu ya diprogram jalan dia nggak wallahualam perlu juga ya ke apa ya kita katakan Ya waktu yang ya panjang untuk kita katakan meyakinkan anak itu ya bahwa apa jalur yang ditempuhnya itu tepat gitu ya Nah tidak hanya orang tua ditunjuk-tunjuk aja begitu masuk sana enggak ngerti nah itu perlu dikasih pemahaman Kenapa dia di situ ya ya kenapa dia harus menempuh jalur itu kenapa dia harus ada di jalur itu ya karena perlu tahu bakatnya kan begitu ya kemampuannya ya kenapa dia harus menjalani itu ya dia diberi gambaran ya dan ee apa namanya tentang apa yang bisa dia lakukan nantinya kan begitu ya Nah demikian wallahualam bisa waktu jadi tidak muncul nanti saling menyalahkan karena Ya baik alhamdulillah saya menasehat yang berharga untuk kita semua mudah-mudahan bermanfaat dan selanjutnya yang kedua sadar pertanyaan ya Ustad kami sebagai orang tua dulu sering melihat orang tua kami rajin beribadah seperti qiyamul Lail dan sering membaca Alquran setiap hari sehingga hal tersebut terpatri dalam diri kami ingin mencontohnya walaupun tidak bisa serajin mereka saat ini apakah dengan mencontohkan saja tanpa banyak berkata-kata pada anak remaja sekarang ini cocok dilakukan Ustadz karena kami lihat anak-anak yang sekarang itu terlihat kurang peduli atau cuek pada apa yang kita lakukan sebagai orang tua baik itu ibadah salat ataupun yang lainnya dan belum ada kesadaran untuk melakukannya mohon jawaban dan beda dulu kita melihat orang tua kita dengan anak remaja sekarang melihat kita dulu kita tidak banyak distorsi ya gangguan kita lihat orang tua ya dulu kehidupan yang sangat simpel dan sederhana kan gitu belum ada gadget belum ada ini dia belum banyak gangguan-gangguan kanan kiri ya ya ketika orang tua kita menyontohkan itu kita bisa lebih fokus masalah anak remaja sekarang adalah mereka kurang bisa fokus Kenapa karena gangguannya kanan kiri banyak sekali begitu ya dia lihat kita yang dia lihat selain kita lebih banyak lagi dulu kita ya kita lihat orang tua kita habis itu kita lihat siapa lagi gitu ya ya udah begitu menempel dia di benak kita gitu Apa yang dilakukan oleh orang tua kita Tapi anak remaja sekarang enggak banyak gangguan-gangguannya seberapa banyak anak-anak remaja sekarang melihat orang tuanya dibandingkan lihat gadgetnya ya demikian jadi gangguan-gangguan ini yang membuat jadi berbeda dia ya bukan nggak bagus mencontohkan bagus sekali itu dan harus memang dicontohkan selain di ajarkan begitu ya tapi kenapa pengaruh Teladan itu nggak sekuat dulu ya ya seperti itu gangguannya banyak sekarang ini makanya kita katakan Ya perlu dua pihak ini bahkan kurang perlu dibantu dengan guru atau orang-orang yang berada di sekitarnya untuk membangun ya apa namanya kepribadian ataupun jiwa anak ini kan begitu ya demikian ya contohnya singkatnya ya dulu kita sangat apa ya sangat memfavoritkan makanan ibu ya masakan ibu ya masakan ibu dulu ya ya masakan ibu itu istimewa walaupun sederhana tapi sekarang enggak anak sekarang itu masakan Ibu tuh biasa aja begitu biasa aja Kenapa banyak gangguannya sekarang ini mereka bisa jajan ya dari atas tempat tidur mereka Pesan ini pesan itu banyak beraneka ragam makanan hari ini kan masakan masakan di luar sana yang mungkin itu lebih menarik daripada masakan ibunya beda kita dulu ya kita dulu pulang sekolah kemana ya balik ke rumah makan masakan ibu tapi sekarang anak remaja nongkrongnya di cafe kan begitu ya Nah makan makanan yang kekinian entah apa-apa namanya juga kita nggak paham kan begitu ya Nah itu contohnya ya gangguan-gangguan yang ada hari ini itu membuat ya pengaruh keteladanan itu menjadi mungkin berkurang begitu ya bukan enggak bagus memberikan kata itu wajib bahkan itu tidak bisa dilepaskan dari yang namanya mendidik kan mendidik itu kan memberikan teladan coba pengaruhnya Kenapa berkurang Ya seperti yang kita sebutkan tadi ya wallahualam Nah demikian baik mungkin sampai di sini dulu pertemuan kita ya mudah-mudahan bermanfaat mohon maaf ya karena waktunya terbatas Subhanallah Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ilmu yang telah disampaikan Alhamdulillah mudah-mudahan ini menjadi pertemuan yang bermanfaat bagi kita semua lebih terbuka wawasan kita dalam pendidikan anak kita terutama anak remaja kita yang mudah-mudahan Allah membimbing kita semua dan membimbing anak-anak kita ke jalan yang lurus dan melindungi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari perbuatan dosa dan maksiat demikian sambil berdiri mohon maaf apabila ada kesalahan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Abu Ihsan Al Maidany, M.A. – Ada Apa dengan Remaja
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply