bagi anda para pemirsa Roja TV yang telah kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung Rodja TV saluran dan kajian Islam Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah wassalatu wassalamu ala rasulillah Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi wa man wa ala asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa Asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh amabat Islam kaum muslimin dan muslimat para penghati roja yang semoga dirahmati dan dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimanapun anda berada Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala pada kesempatan pagi hari ini kita masih diberikan nikmat sehat oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk kembali bersama-sama menyaksikan dalam kajian Islam yang Insyaallah pada kesempatan pagi ini hari ini masih melanjutkan berkaitan tentang perjalanan setelah kematian yang mana kita telah memasuki pembahasan tentang Siapa saja yang terusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersama guru kita yaitu Muhammad Ali Nur hafidho Allah ta’ala secara langsung dari Medan Sumatera Utara setelah pemaparan materi Anda dapat bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini melalui Layanan Telepon di 021 8236543 atau melalui pesan singkat di 081983 marilah kita sama-sama simak pemaparan materi kepada Ustadz Ali Nur hafidah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam kembali kita bertemu dalam sebuah kajian perjalanan setelah kematian yang kita ambil dari kitab al-qiyamahtul kubro sebagaimana para pemirsa yang senantiasa mengikuti kajian kita ini pembahasan kita sudah sampai pada pembahasan Telaga di awal dari awal kajian kita sudah membahas sejak datangnya kematian hingga selesai kematian setelah dicabut nyawa Bagaimana alam barzah kemudian bagaimana hari kiamat dan dibangkitkannya manusia di hari kiamat kelak sampai padang mahsyar yang sekarang ini gimana di saat manusia di padang mahsyar akan terjadi berbagai macam kejadian diantaranya sekarang seperti yang akan yang sedang kita bahas yaitu adanya Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di kajian lalu telah kita bahas bahwasanya para ulama berbeda pendapat terkait dengan Apakah Telaga ini ada setelah shirat ya setelah Siroj setelah manusia meniti Sirat yang membentang di atas neraka ataukah sebelumnya yang rojeh Allahu A’lam Bishawab Telaga ini ada ya sebelum manusia-manusia meniti sirot Ikhwan kita sudah bahas tentang Telaga ini Bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menceritakan tentang Telaga beliau ini beliau mengatakan bahwasanya telaganya luasnya seluas antara kota ilah dengan kota Aden ini daerah sekarang berada di daerah Israel atau kita katakan juga sebagian utaranya daerah Syam sementara Aden daerah Yaman dari antara Yordan ataupun Israel dengan Yaman itulah luas daripada Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti yang telah kita bacakan hadisnya bahwasanya Beliau juga mengatakan lebarnya sama dengan panjangnya lebarnya sama dengan panjangnya artinya panjang lebarnya yaitu sepanjang kota Aden seperti kota antara kota adat dengan kota Ila atau dalam hadis yang lain bahwasanya panjangnya itu ya panjangnya itu seperti perjalanan sebulan demikian juga lebarnya jadi baik baik lebarnya maupun panjangnya sama kemudian juga menyebutkan bahwasanya air Telaga beliau ini lebih putih daripada susu dalam riwayat Yang lain sudah menyebutkan lebih putih daripada salju Kemudian beliau juga menyebutkan bahwasanya airnya ini lebih manis daripada madu akhirnya lebih manis daripada madu kemudian aroma wanginya lebih wangi daripada minyak kasturi ikhwah beliau menyebutkan juga bahwasanya di pinggir-pinggir Telaga itu terdapat gelas-gelas ataupun coret-ceret yang jumlahnya lebih banyak daripada bintang di langit ini menunjukkan bahwasanya bagi siapa yang minum itu tidak perlu berebut untuk menggunakan gelas-gelas yang ada di pinggirnya tidak perlu berebut karena gelas tersebut cukup lebih daripada cukup Beliau juga menyebutkan bahwasanya airnya berasal dari surga kemudian di telaganya Rasulullah tersebut ada dua Pancuran satu Pancuran terbuat dari emas dan satu Pancuran lagi terbuat dari perak dan terakhir beliau katakan Barang siapa yang minum air ini air Telaga beliau maka setelah itu tidak akan pernah lagi merasakan haus selama-lamanya itulah hal-hal yang disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terkait dengan Telaga sekarang kita lihat Ikhwan Siapa saja yang akan Terusir dari Telaga beliau karena diantara umat beliau yang ingin datang untuk menekuk air tersebut yang hadir untuk meminum air tersebut ternyata Terusir Bahkan bukan Terusir dia orang tersebut ditarik ditarik dari tempat tersebut sebelum diusir oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentunya Ketika kita bicara masalah ini harus ada dasarnya dari hadis-hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kembali saya ingatkan Ketika kita bicara telaga telaga Ini masalah gaib kita tidak bisa bicara Telaga itu begini dan begitu akhirnya begini dan begitu kecuali ada dasarnya dari hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam demikian juga berikut ini orang-orang yang akan Terusir dari tenaga beliau disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis-hadis beliau banyak hadis-hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang menceritakan yang menjelaskan ya orang tentang orang-orang yang akan datang ke Telaga beliau demikian juga beliau menjelaskan orang-orang yang dilarang untuk minum dari Telaga beliau usul dan di sini kami akan sebutkan sebagian apa yang disebutkan oleh Ibnul akhir dalam kitab beliau Royal Bukhari diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim anak Abdillah dari abdullahu Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda anak Aku adalah orang yang pertama sampai di telaga nanti akan datang orang-orang dari kalian ketika mereka datang ketika mereka datang hingga aku mengulurkan tanganku hingga aku mengulurkan tanganku untuk meraih mereka ditarik Jadi sebelum Rasulullah SAW meraih mereka mereka ditarik ke belakang aku berkata ya Rob itu sahabat-sahabatku kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Allah berarti yang menarik orang-orang ini dari belakang adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala malaikatnya belum sempat Rasulullah meraih tangan mereka sahabat-sahabatku Ya Allah kenapa ditarik bahasa kita begitu kenapa ditarik mereka itu sahabat-sahabatku biarkan saja mereka ikut bersamaku untuk minum Telaga dikatakan engkau tidak tahu apa yang telah mereka lakukan sepeninggalanmu apa yang mereka buat apa yang mereka lakukan sepeninggalanmu dalam riwayat yang lain Imam Bukhari dan imam muslim juga meriwayatkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang pernah menemaniku semasa di dunia akan datang orang-orang ke telagaku yang dulu pernah menemaniku semasa di dunia Ketika aku melihat mereka melihat mereka dan mereka mendekat kepadaku eh tiba-tiba mereka ditarik ke belakang aku berkata Ya Rasulullah Ya bahasa kita kaget orang ini kenapa ditarik sehingga Rasul Katakan Ya Allah itu sahabat-sahabatku kenapa dicegah Kenapa ditarik lantas dikatakanlah kepadaku nggak tahu apa yang telah mereka lakukan setelah engkau wafat inilah ikhwah dari dua hadis ini menyebutkan bahwasanya ada orang-orang yang tidak di perdana oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk ikut minum di Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tentu apabila perbuatan itu apabila perbuatan itu dilakukan pada zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tentu para sahabat akan tentu para sahabat tentu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan mencegahnya tentu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu akan muncul orang-orang dari kalangan umatku ya akan muncul orang-orang dari kalangan umatku akhiri di akhirnya disebutkan di akhir Hadis disebutkan menjauhlah orang-orang yang telah menukar agama setelahku demikian orang ada orang-orang yang memang mereka tidak benci benci dengan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ya benci dengan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan mereka berdalil kan dengan dalil ini tuh Rasulullah ternyata menyatakan bahwasanya sahabat-sahabat beliau ada yang ternyata sahabat-sahabat beliau ada yang tidak diperkenankan untuk minum Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berarti sahabat-sahabat beliau itu ada yang ada yang bermasalah kata mereka ini Tentunya orang-orang Syiah kalau kita baca hadis-hadis beliau yang terkait dengan ini maka tahulah kita bahwasanya ini bukan sahabat beliau ingat ikhwah yang dijadikan sebagai yang dikatakan Sahabat adalah mereka yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beriman dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan meninggal dan meninggal dalam keadaan beriman dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Oleh karena itu apabila ada orang yang semasa hidup Rasulullah dia beriman kepada Rasulullah namun sayangnya meninggal dalam keadaan tidak beriman dengan Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam maka mereka tidak dikatakan sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam demikian juga diriwayatkan dari Abi Hazim rahimahullah dari Sahal bin Saad radhiallahu Anhu Alaihi Wasallam aku pernah mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Aku adalah orang yang terlebih dahulu sampai di telaga Man waroda Syarifa mereka yang sampai di telagaku maka dia akan minum air Telaga tersebut waman syariba abadan dan barangsiapa yang sempat minum air telagaku tersebut maka setelah itu dia tidak akan pernah merasakan haus selamanya akan datang satu kaum aku mengetahui mereka namun aku mengetahui mereka dan mereka juga mengenalku jadi kata Rasulullah akan datang satu kaum aku kenal mereka tapi mereka tak mengenalku semua [Musik] terhalang Antara Aku dan mereka Artinya mereka itu akhirnya diusir orang yang aku kenal dan mereka mengenalku terakhir diusir sehingga terhalanglah Antara Aku Dengan mereka lantas berkata Abu Hazim samian bahwasanya dia bahwasanya nikmat bin Abi Iyas pernah mendengar waโala menceritakan hadis ini dia berkata Apakah sampai di situ saja kamu menang hadis yang kamu dengar dari Sahal jadi ikhwah apa namanya Abi Hazim mendengar dari Sahal hadits ini bahwasanya isi hadis tersebut Rasulullah lebih dahulu datang ke lebih dahulu sampai ke Telaga kemudian mereka yang sampai ke Telaga mereka akan minum mereka yang minum tidak akan haus selamanya kemudian akan ada orang-orang yang diusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Apakah kamu hanya mendengar hadis tersebut dari soal sampai di situ saja apa nggak ada tambahan yang lain hanya sampai di situ kata Abu Hasyim aku hanya mendengar hadits beliau sampai di sini mengatakan bahwasanya aku bersaksi bahwasanya aku menyaksikan Abu Sa’id al-khudri menceritakan hadis ini lebih daripada itu artinya tidak hanya sampai di sana informasinya dimana dia mengatakan orang-orang diusir dari Telaga Rasulullah mengatakan faedah itu kelompokku lantas dikatakan Kepada beliau innakala tazrima ahdasu ba’da ya Muhammad kamu tidak tahu apa yang telah mereka lakukan sepeninggalanmu akhirnya aku pun mengatakan Rasulullah mengatakan soh konsohkon 54 adalah menjauhlah menjauhlah bagi siapa yang telah merubah-rubah agama ya merubah-rubah setelah aku wafat atau sepeninggalanku hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim jadi di sini ya antara Abu Hasyim dengan Nu’man bin abis ya Abu Hasyim hanya meriwayatkan sampai orang terusir dan ditambahkan kisahnya oleh nutman BIN abis bahwasanya Rasulullah mengatakan itu adalah termasuk kelompokku lantas 3 kabarkan kepada beliau bahwasanya mereka telah merubah-rubah agamamu setelah engkau wafat lantas Beliau mengatakan bagi orang yang telah merubah-rubah Agamaku merubah-rubah setelah aku wafat itulah tambahan dari Nu’man bin Abi yasy kita lihat lagi diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bersabda Yeri dua Alaihi bahwasanya akan datang kepadaku nanti di hari kiamat sekelompok sahabatku mati atau Beliau mengatakan umatku Jadi bukan sahabatku tapi umatku tapi ternyata mereka Terusir dari telagaku aku katakan ya Allah itu sahabat-sahabatku fayakulu innahu la ilmalaka Bima ahza Toba ya Muhammad kamu tidak tahu apa yang telah mereka adakan setelah engkau wafatnya mereka telah balik ke belakang alias murtad sesungguhnya mereka telah berbalik ke belakang alias murtad demikian di saat itu datanglah sekelompok orang Hatta tidak aku sudah mengetahui mereka Maka ada seorang keluar diantara mereka jadi Sekian banyak orang ya datang menuju Telaga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan aku mengetahui mereka tiba-tiba diantara mereka maju satu orang ke depan maju satu orang ke depan kemudian ke sana ke sana aku katakan loh mau kemana Mau kemana dibawa mereka mau ke mana kalian artinya kan pada saat itu seharusnya mereka ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk minum Telaga untuk minum air kelapa tapi ternyata ada satu orang ya yang menghalangi mereka dan menggiring mereka ke tempat lain makanya Rasulullah karena laki-laki ini demi Allah ke neraka yang mereka Kenapa jadi laki-laki yang dimaksud ikhwah yang maju ke depan dan menghalangi mereka untuk datang ke Telaga Rasulullah malah mengarahkan mereka ke neraka dia adalah malaikat makanya beliau mengatakan loh Memang kenapa apa yang telah mereka lakukan sampai mereka tidak dibolehkan untuk minum telagaku kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mereka ini sepeninggalanmu atau setelah engkau wafat mereka berbalik ke belakang alias murtad kemudian datanglah sekelompok berikutnya kata Araf tuhum ketika aku sudah mengenal mereka tiba-tiba maju salah seorang diantara mereka Lantas laki-laki mengatakan kemari kemari ya Kemari artinya mengarah ke sana itu dia Jadi kalau ini begini ilustrasinya ketika mereka menuju Rasulullah Ya ketika mereka menuju Rasulullah satu orang muncul dan dia pergi ke arah lain laki-laki ini mengatakan eh jangan ke sana kemari kemari jadi dia mengarahkan tidak mengarahkan ke Rasulullah SAW tapi mengarahkan dirinya yang maksudnya yaitu mengarahkan dirinya supaya diarahkan ke neraka jahanam jadi laki-laki ini mengatakan ke sana kemari kalian semua kemarin adalah laki-laki tersebut bukan karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian Rasulullah sangat cinta kepada umatnya ini kenapa diarahkan ke laki-laki itu ya kenapa nggak dibiarkan mereka terus menuju Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian apa kata orang ini ya apa kata orang ini untuk agar mereka pergi ke neraka kata orang ini jadi Ikhwan ketika Rasulullah SAW mengatakan loh Mau Dibawa Kemana orang ini kata laki-laki itu demi Allah ke neraka aku bertanya memang apa yang telah mereka lakukan mereka ini sudah murtad Ya sudah murtad dari agama mereka aku tidak melihat seorang pun diantara mereka kecuali seperti domba yang kehilangan artinya tidak ada seorangpun tidak ada seorangpun yang berhasil menuju apa namanya menuju telaganya Rasulullah semua mereka tanpa terkecuali digiring menuju api neraka rahimahullah di hadis ini ada tambahan di mana kalau hadis yang lain ada yang ditarik Ya ditarik Dia kemudian diusir kemudian di sini tambahan ternyata ada satu orang jadi ada satu orang yang menghalangi mereka nggak boleh mereka menuju menuju Telaga Rasulullah SAW kemudian mereka diajak digiring untuk menuju nerakanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala di mana dari hadis ini juga bisa kita ambil dan yang datang itu sekelompok sekelompok sekelompok sekelompok kemudian Wali muslimin diriwayatkan oleh imam muslim bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dari dua Ala ya ummatil hadroh bahwasanya umatku akan datang menuju telagaku dan aku menghalang-halangi manusia dari mereka artinya Rasulullah SAW sedang memilih-milih kira-kira Ikhwan jadi dahulu ikhwah kita baca dulu kamayadudu seperti seorang yang sedang memisah-misahkan antara unta dia dengan unta orang lain misalnya unta itu kan biasanya berkelompok nih berkelompok sesuai dengan mereka mengikuti pengembalanya pengembala lain juga punya punya unta jadi ingin memilah-milah mana unta dia dan mana unta orang lain makanya itu memisah-misahkan orang sebagaimana seorang memisah-misahkan untanya dan unta orang lain ada yang ditolak ada ditolak ini masuk ditolak kemudian para sahabat bertanya ya Rasulullah Apakah Anda mengenal kami pada waktu itu Kemudian pada waktu itu aku sangat mengenal kalian walaupun si Iman kalian itu nanti memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh umat yang lain jadi ketika Rasulullah [Musik] dipisah-pisahkan antara umat Rasulullah beliau memisah-misahkan antara umat beliau dengan umat selain umat beliau kemudian Di mana kalian akan datang ya dengan wajah dan tangan serta kaki yang bersinar dikarenakan bekas wudhu semasa kalian di dunia Jadi ikhwah orang-orang yang berwudhu tentunya ikhwah berwudhu dan salat bukan hanya sekedar berwudhu ya seorang yang berwudhu dan salat Nanti di hari kiamat dapat ditandai oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam antara mereka dengan umat yang lain dari mana tandanya semua anggota wudhunya akan bersinar Ya semua anggota wudhu akan bersinar wajahnya akan bersinar tangannya akan bersinar ya anggota wudu apalagi kepalanya akan bersinar ini mengeluarkan Sinar kemudian tangan sampai siku akan mengeluarkan Sinar demikian juga kaki sampai kedua mata ini akan mengeluarkan sinar dari situlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bisa membedakan mana yang umat beliau dan mana yang bukan umat beliau bagaimana mereka katakan lakum Siman laisat Li ahadin kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh umat yang lain yaitu berarti kalau ada seorang yang mengatakan dia umat Rasulullah tapi tak pernah salat jangan harap dia akan meminum Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bahkan dia akan diusir dari Telaga Rasulullah Kenapa rasulullah enggak mengenal dia karena pada dirinya tidak ada tanda tersebut tidak ada tanda huruf muhajalin tidak ada sinar di kepala dan tangan serta kaki mereka karena sinar ini akan muncul hanya bagi orang-orang yang berwudhu dan salat bagian tidak salat dia akan dianggap umat yang lain tak diakui oleh Rasulullah SAW sebagai umat beliau kemudian kemudian akan diusir sekelompok dari kalian sehingga mereka tidak sampai ke Telaga ashabi lantas kukatakan Ya Allah mereka itu adalah sahabat-sahabatku Pak yaji umat maka datanglah malaikat fayakulu kemudian datanglah mereka Muhammad tahu nggak engkau apa yang telah mereka lakukan setelah kamu meninggal setelah kamu wafat atau sebagai engkau apa yang mereka lakukan sepeninggalanmu ini apa namanya pertanyaan tapi pertanyaan ini bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengetahui apa yang dilakukan Apa yang dilakukan mereka setelah beliau wafat ini juga menunjukkan ikhwah bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak mengetahui ilmu baik ternyata beliau tak tahu apa yang dilakukan oleh orang-orang yang beragama Islam setelah beliau wafat dari Bid’ah Bid’ah kesyirikan kesyirikan merubah agama Allah subhanahu wa ta’ala itu semua tidak diketahui oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hanya saja hanya saja beliau sudah memberikan kaidah-kaidah untuk menjaga agama ini supaya tidak terjadi perubahan seperti belum mengatakan barangsiapa yang mengada-ngada di kalangan umatku yang Barang siapa yang mengada-ngada di agama ini makanya tertolak ya maka dia tertolak amalannya kalau dia melakukan itu biasanya telah melakukan sebuah karena dia telah melakukan kebidahan selanjutnya bahwasanya telagaku sejauh antara ailah dan adat lahuwa asadu sungguh airnya lebih putih daripada salju dan lebih ya lebih lebih manis daripada madu yang dicampur susu ini madu campur susu malahan kalau hadis-hadis yang telah kita sebutkan yaitu yang lebih putih daripada susu dan salju dan lebih manis daripada daripada madu kalau di sini lebih manis daripada madu yang dicampur susu atau lebih manis daripada susu yang dicampur madu mungkin diantara Antum pernah minum susu campur madu Bagaimana rasanya coba dites bagi yang belum pernah bejananya itu lebih banyak daripada daripada jumlah bintang Sesungguhnya aku akan halang-halangi aku akan usir orang-orang sebagaimana seseorang mengusir unta orang lain dari telaganya maksudnya dahulu itu setiap penggembala dia punya giliran untuk memberikan air minum gembalanya ketika sudah sampai giliran gembalanya maka gembalanya inilah yang akan minum dan dia akan menghalangi hewan-hewan yang lain untuk gabung dengan dengan kambingnya dengan untanya demikian karena nanti kalau dibiarkan nanti akan bercampur antara kambing dia dengan kambing orang lain antara unta dia dan unta orang lain makanya dia akan menghalang-halangi mengusir unta-unta orang lain yang dimiliki orang lain yang belum saatnya giliran untuk minum Jadi dihalang-halangi kalau ada unta yang mau masuk Ya mau masuk jangan dihalangi supaya nggak bercampur Baur dengan untanya dia atau supaya tidak bercampur Baur dengan dengan kambingnya dia dan nanti aku di hari akhir akan menghalang-halangi orang-orang ya akan menghalangi sebagian orang-orang dari dari minum dari telagaku sebagaimana salah seorang kalian menghalalkan unta orang lain agar tidak minum bersama untanya kalau Ya Rasulullah Mereka bertanya wahai Rasulullah Apakah Anda mengenal kami pada waktu itu saya tahu kalian memiliki tanda yang tidak dimiliki oleh umat-umat lain karena kalian datang karena kalian datang ke telagaku dengan membawa Sinar horor dengan membawa sinar yang yang bersinar dalam membawa sinar yang muncul dari dari wajah dari tangan dan dari kaki Jadi itulah beberapa hadis yang terkait dengan adanya orang-orang yang akan diusir nanti dari Telaga Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan mereka itu dari kalangan kaum muslimin mereka itu dari kalangan kaum muslimin Imam Al qurthubi di dalam Kitab tazkirahnya menyebutkan beberapa hadis yang telah kita sebutkan di atas beliau berkomentar berkomentar atas hadis tersebut apa kata Beliau berkata ulama-ulama kita yang mudah-mudahan Allah senantiasa merahmati mereka seluruh mereka Siapa saja yang murtad dari agama Allah dan melakukan mengada-ngada melakukan mengada-ngada sesuatu yang tidak diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak tidak mendapat izin dari Allah subhanahu wa ta’ala yang termasuk akan diusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] yang paling jelas terusirnya orang yang paling Terusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam adalah mereka-mereka yang jelas-jelas menyelisihi jamaah kaum muslimin dan misi dan menyelisihi jalur ya dan menyelisihi jalur orang-orang Mukmin mereka yang menyelisihi jamaah dan dan menyempal dari menyelisih zaman kaum muslimin dan menyempal dari kaum muslimin mereka adalah seperti orang-orang khawarij dengan berbagai macam aliran sesatnya dan orang-orang rofidoh atau Syiah dengan dengan tingkatan-tingkatan kesesatan yang ada pada diri mereka pada kelompok mereka dan orang-orang muktazilah dengan berbagai macam hawa nafsu yang mereka ikuti mereka semua adalah orang-orang yang telah menukar-nukar merubah-rubah agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala merubah-rubah syariat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi di sini Imam al-qurthubi rahimahullah jelas mengatakan bahwasanya mereka yang jelas akan Terusir dari Telaga Rasulullah dengan berbagai macam tingkatan-tingkatan aliran-aliran sesat mereka semua demikian Siapa lagi yang akan diusir kata beliau demikian juga pelaku-pelaku orang-orang yang menganiaya yang sudah yang kelewatan dalam melakukan penganiayaan kejahatan dan kezaliman watak bumi sulhaq dan membran mereka yang dan mereka yang telah memberantas kebenaran memberantas kebenaran wafatlu ahlihim dan membunuh serta melecehkan orang-orang Yang menegakkan kebenaran dan orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa besar Al mustaqif funabil ma’assi dan orang-orang yang menganggap remeh perbuatan maksiat atau ahli demikian juga orang-orang jamaah-jamaah yang telah tergelincir serta orang-orang yang mengikuti hawa nafsu dan kebidahan di sini Imam qurthubi menyebutkan lagi di samping orang-orang di samping orang-orang khawarij orang-orang Syiah kemudian orang-orang muktazilah dan berbagai macam aliran-aliran sesat mereka karena khawarij ini ikhwah mereka juga pecah-pecah Syiah juga pecah-pecah ya mu’tazilah juga pecah-pecah semua kelompok aliran ini yang yang baik sumbernya maupun pecahannya ya sumbernya pecahannya khawarij sumber mutasi lah dan pecahan-pecahan Sub muktazilah ya pada dasarnya mereka adalah Syiah dan dan pecahan-pecahannya semua itu akan dihalangi akan diusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menurut Imam qurthubi kemudian apalagi kata beliau orang-orang yang melakukan tindak kezaliman yang memberantas kebenaran membunuh mereka dan melecehkan mereka serta orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa besar dan menganggap remeh perbuatan maksiat serta mereka dan jamaah-jamaah yang sesat pengikut hawa nafsu pengekor hawa nafsu dan para pelaku-pelaku tidak mereka semua akan diusir dari telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian apalagi kata beliau kemudian adapun kata-kata adapun yaitu mereka dijauhkan dari mereka akan dijauhkan dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Disaat itu bisa saja mereka akan didekatkan setelah mereka mendapatkan keampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala tingkat yang mereka rubah-rubah itu adalah terkait dengan amalan jadi Awalnya mereka diusir di Telaga beliau tapi setelah mereka diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala ya telah diampuni dikarenakan yang mereka rubah itu adalah aman-aman biasa maka mereka pun diampuni dan dipersilahkan untuk minum Telaga beliau tapi bukan mereka yang telah merubah akidah yang telah ditetap oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya mereka adalah orang-orang yang akan Terusir selamanya tidak akan mendapatkan keampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala Oleh karena itu atas dasar ini mereka bisa diketahui dengan munculnya cahaya wudu kemudian dikatakan kepada mereka sohkon menjauhlah [Musik] Adapun orang-orang dari Adapun jika orang tersebut berasal dari orang-orang munafik yang ada pada zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Dimana mereka menampakkan keimanan namun merahasia kekafiran mereka supaya mereka secara Zahir artinya begini pada zaman beliau Pada zaman beliau ada orang-orang munafik munafik di sini bukan nifaq nifaq amal ya nifaq nifaq artinya keimanan mereka nifaq aqaid nifaqnya akidah munafiknya akidah ikhwah yaitu mereka orang kafir tapi menunjukkan seolah-olah mereka itu adalah orang beriman kepada Allah dan rasulnya Padahal mereka tak beriman itu nifaq ada yang nifaq yaitu munafik tapi terkait dengan amalan dimana amalan ini banyak dilakukan oleh orang munafik tapi dia bukan orang kafir kalau nifakul munafik dalam masalah Akidah itu jelas kufur Karena pada dasarnya mereka kufur tapi pura-pura masuk Islam pura-pura Islam tapi di sini ikhwah yang munafik terkait dengan Amali amalan itu dikarenakan apa yang dilakukan oleh munafik orang munafik mereka lakukan juga seperti sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam apabila dia berbicara diadusta apabila dia berjanji dia akan apabila diberi amanah dia akan mengkhianati apabila dia berjanji akan dia akan pukir janjinya ini munafik tapi nggak dikatakan munafik terkait dengan amal bukan terkait dengan Akidah yang ini tetap dikatakan seorang muslim di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau selalu menilai seseorang zahirnya saja ya kalau dia zohirnya seorang muslim beliau akan memperlakukan mereka sebagai seorang yang muslim seperti Abdullah bin Ubay bin salul Gembong tokohnya munafik ya tokohnya munafik sampai-sampai ketika beli ketika beli Abdullah bin Ubay bin Saul ini meninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sempat berdiri di kuburan beliau di kuburan Abdullah bin ubait apa namanya gembok munafik ini Ikhwan munafik jadi sampai turun ayat qobri janganlah kamu berdiri di kuburan mereka demikian bahwasanya beliau apa namanya beliau menilai menilai tokoh munafik ini sebagai seorang muslim ya Malaikat lah yang akan mengusir mereka dan beliau juga akan mengusir mereka setelah diberitahu oleh malaikat demikian hari kiamat Allah akan buka rahasia mereka yang tadinya sebenarnya mereka pura-pura masuk Islam hingga Rasulullah mengatakan menjauhlah menjauhlah ya karena sesungguhnya kalian adalah kalian adalah orang kafir walau dan tidak akan ada yang dikekalkan dalam neraka kecuali seorang yang kufur ya soalnya ingkar dan kufurdalil iman yang di hatinya tidak ada sedikitpun keimanan terkait dengan masalah telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga apa yang kita bahas manfaat menambah kita yang tentunya Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang diusir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dari telaganya sungguh kalau yang terjadi itu merupakan penyesalan yang amat sangat penyesalannya sangat luar biasa padahal Telaga Rasulullah itu luar biasa Ikhwan mereka yang minum dari Telaga tersebut tidak akan pernah haus selamanya Padahal di saat itu matahari sangat sangat rendah satu mil ya pada saat ini Orang Butuh minum ada kaus dan depan mereka ada Telaga tapi karena orang-orang yang telah berubah-ubah agama Rasulullah diusir dari Telaga tersebut dia melihat Telaga tapi mereka tidak dibolehkan untuk meminum dari tenaga tersebut Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita dari melindungi diri kita memberi kita Taufik sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang terusir dari Telaga Rasulullah atas penyampaian materinya selanjutnya bagi Anda yang ingin bertanya seputar bahasan pada kesempatan pagi hari ini anda dapat bertanya melalui telepon di 0218236543 atau mulai pesan singkat di 081989 6543 pertanyaan pertama akan kita bacakan terlebih dahulu dari pesan singkat Assalamualaikum Ustadz saya izin bertanya tentang bagaimana maksud hadis anjuran umat Nabi agar bersabar sampai di Telaga Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam tersebut Ustadz jazakallah Khairan silakan tentunya manusia hidup di muka bumi ini dalam keadaan bersusah payah kami telah menciptakan manusia dalam kondisi susah payah kita hidup di dunia ini dalam kondisi susah payah menjalani kehidupan dunia dalam kondisi yang susah payah ketika kita ingin makan kita harus cari makan tersebut ketika kita sudah dapat makanan tersebut kita harus olah makanan tersebut setelah diolah menjadi makanan kita harus ulangi ke mulut kita Setelah itu kita harus telat setelah itu sampai ke perut kita perut Kita juga harus mengolahnya setelah itu mulai terasa Perutnya mules karena apa minta dikeluarin ampasnya setelah ampasnya keluar Tenanglah perut tersebut setelah itu maka Muncul lagi permasalahan di perut supaya dia minta diisi begitulah seterusnya kita hidup di dunia itu masalah seharian dialami oleh orang kafir dan dialami orang muslim kemudian dalam menegakkan kebenaran dalam menegakkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ini juga perlu Istiqomah makanya menegakkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu bagaikan memegang Bara Api bahkan memegang bara api ini panas tapi ini panas tapi kita wajib menggenggamnya nggak boleh kita lepaskan kalau kita lepaskan kita melepaskan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau kita lepaskan kita melepaskan diri kita dari sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tapi kalau kita genggam kita akan merasakan sangat panas makanya beliau katakan sabar sampai engkau bertemu nanti di telagaku berpegang teguh dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pegang terus sampai nanti bertemu dengan Rasulullah Sebab mereka yang memegangnya lantas dia buang sunnah tersebut maka dia telah melakukan perubahan-perubahan atas syariat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dia maka dia tidak akan bertemu dengan Rasulullah karena dia termasuk orang-orang yang sesat dia telah mencampakkan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mereka telah menjadikan sunnah Rasulullah itu berada di belakangnya bukan menjadi panutannya maka mereka inilah yang nanti yang kata rasulullah yang disebutkan dalam hadis yang kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bagi orang yang telah merubah syariat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Oleh karena itu kita Allah Subhanahu Wa Ta’ala masih berikan kita kehidupan kita sangat perlu dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menuntun kehidupan kita hingga akhirat kelak hingga bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam peganglah sunnah tersebut peganglah sunnah tersebut jangan kita merasa asing walaupun hanya sedikit orang-orang yang berjalan di atas sunnah dan jangan tertipu karena kita melihat banyak orang-orang yang tidak berjalan di atas sunnah karena sesungguhnya tidak tidak banyak orang-orang yang memegang sunnah Istiqomah lah tetap pegang sunah Rasulullah sepanas apapun dia Bersabarlah sampai kita meninggal kita meninggal dunia dan sudah bisa dipastikan kita akan bertumbuh dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di telaganya kelak mereka yang telah melepehkannya mereka yang telah melemparkannya maka mereka akan tertolak mereka akan Terusir dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam allahualam jazakallah jawabannya selanjutnya akan kita coba angkat terlebih dahulu dari Layanan Telepon halo Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh dengan bapak siapa dan dimana pak mohon maaf [Tepuk tangan] orang yang meninggal tanpa mengucapkan kalimat Lailahaillallah tapi dia tetap muslim Apakah masih bisa mendapatkan jatah dari telaganya terima kasih assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh pertanyaan Ustadz apabila seorang meninggal tapi tidak mengucapkan Lailahaillallah sementara Dia adalah seorang muslim Apakah tetap mendapatkan jatah dari Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang hanya akan meminum Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pertama kriterianya adalah orang-orang yang berpegang dengan syariat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bukan orang-orang yang telah merubah-rubah sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Adapun mereka yang sebelum meninggal belum sempat mengucapkan kalimat Lailahaillallah yang seharusnya diucapkan karena Rasulullah pernah bersabda maka Nafiah ilahaillallah Barang siapa yang di akhir ucapan yang mengucapkan ya akhir ucapannya kalimat Lailahaillallah maka dia eee masuk ke surga ya namun sayangnya orang ini sebelum meninggal belum sempat mengucapkan kalimat Lailahaillallah ya tentunya mereka ini adalah ya nanti akan dihisap oleh Allah subhanahu wa ta’ala akan dihisab oleh Allah subhanahu wa ta’ala adapun yang mengucapkan Lailahaillallah sebelum dia meninggal Dia memiliki mendapatkan ciri-ciri Khusnul Khotimah orang ini memiliki ciri-ciri Khusnul Khotimah namun Apakah dia pasti masuk surga yang kita nggak ada yang bisa memastikan namun dia dapat ciri-ciri yang baik sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah SAW Bagaimana yang tidak sempat membacakan ini maka tidak menjaga kita katakan mereka tidak juga kita katakan mereka semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala walaupun belum sempat dia mengucapkan kalimat dosanya Namun apabila dosa tersebut yang dia lakukan adalah dosa kebidahan melakukan kebidahan atau apa yang disebutkan oleh Imam qurthubi kita mengkhawatirkan dia akan bertolak dari telaganya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti yang kita disebutkan tadi bahwa ikhwah di saat bisa saja ketika dia saat itu ditolak oleh Rasulullah oleh ditolak diusir dari Telaga beliau bisa saja dia setelah itu diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana dikatakan oleh Imam qurtubi lantas setelah itu dia pun bisa minum Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ya Jadi ini semua terkait dengan bagaimana keampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika memang apa yang dia rubah adalah perubahan yang masih bisa ditoleri oleh Allah subhanahu wa ta’ala maka Insyaallah ampuni tapi kalau perubahan yang dia buat perubahan yang dibuat terkait dengan Akidah ya Sehingga sesuatu yang sifatnya Syirik dianggap dia yakini itu sebuah tauhid maka orang ini tidak akan mendapat keampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala Jika dia tidak Taubat sebelum dia meninggal dunia karena dia telah melakukan kesyirikan ini Bagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Innallaha illallah Ala yaghfiruhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang berbuat Syirik tapi masih mengampuni dosa-dosa selain Syirik bagi siapa saja yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah kajian kita terkait dengan Telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berikutnya insya Allah kita akan bahas setelah Telaga yaitu terkait dengan Bagaimana umat setelah Telaga Bagaimana kondisi manusia perjalanan manusia setelah Telaga ini nanti akan ada Siroj masih ada pembicara tentang sirot kemudian nanti di akhir dengan surga dan neraka Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi kita kesempatan untuk menyelesaikan kajian perjalanan setelah kematian yang berakhir nanti di surga dan neraka allahualam demikian apabila Taufik [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh syukuran jazakallah Khairan wabarakallah atas penyampaian nasehat-nasehatnya dan ilmunya pada kesempatan pagi hari ini semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan dan penuh dengan untuk Ustadz beserta keluarga dan kami ucapkan Syukron jazakumullah Khairan atas kebersamaan anda pada kesempatan pagi hari ini kami segenap kru yang bertugas mohon maaf apabila ada kesalahan kami undur diri Subhanallah kami Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz Ali Nur – Perjalanan Setelah Kematian
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply