(22) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Mukhtasar Shahih Muslim – YouTube
Transcript:
(00:03) asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ba’du ikhwat Islamakumullah para pemisa dan pendengar raja di mana pun Anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan kelar kaca anda kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Kadi Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedah Dan kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat.
(00:35) RJ Nazakumullah bagi Anda para pemirsa Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa nauzubillahi min syururi anfusina win syiati amalina. Man yadillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa
(01:46) rasuluh. Amma ba’d. Kita lanjutkan saudara seiman mukhtasar sahih muslimnya bab asodqati fil masakini wabnisabil. Bab sedekah untuk orang miskin dan ibnus sabil. Ibnu Sabil itu musafir yang kehilangan apa? Kehabisan bekal ya. An Abi Hurairah radhiallahu anhu anin Nabi shallallahu alaihi wasallam q baina rajulun bifalati minal ard fasamian fhabah.
(02:32) Dari Abu Hurairah semoga Allah meridainya. Dari Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ketika ada orang seseorang berada di sebuah falah, falah itu artinya sebuah tempat yang luas ya dari bumi ini. Fasami asautan fi sahabah.” Tiba-tiba ia mendengar suara yang berasal dari awan. Isqi hadiqat fulan. Hujani airi kebunnya si fulan itu.
(03:14) Fatanahaalik sahab. Lalu awan itu pun ya berjalan menuju suatu tempat. Fa maahu fi harroh. Lalu ia menuangkan airnya ya fi harrah. Harrah itu artinya sebuah tempat yang banyak padanya batu-batuan hitam. Faid syarjatun min tilka siraj. Dan ternyata ada selokan ya qodistau abad dalikal ma ya telah apa namanya siraj itu artinya aliran air Pak kayak selokan gitu ya yang dipergunakan untuk mengalirkan air ke suatu apa namanya kebun dan yang lainnya qalis taubat di mana ia telah mencakup
(04:26) dalikal air tersebut. Istawa yastawaibu artinya mencakup gitu. Kulahu seluruhnya. Fatatabbaal maa. Lalu ya ia pun mengikuti air tersebut. Artinya orang tersebut, Pak mengikuti selokan tersebut ya. Ke mana jalannya air ini? Faid rajulun qoimun fi hadiqatihi. Ternyata di sana ada seorang laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya.
(05:09) yuhawilul maa bishhi berusaha untuk ya ee membelokkan air dengan alatnya itu ke kebunnya. Jadi air itu kan mengalir. Kemudian si orang tersebut berusaha supaya air itu masuk ke mana? Ke kebunnya untuk mengayari ee kebunnya tersebut. faqala lahu. Lalu orang ini berkata, “Ya Abdullah, Masmuk, hai hamba Allah, siapa namamu?” Q fulanil ismilladzi sami fhabah.
(05:49) Beliau berkata, “Namaku fulan.” Ternyata nama itu mirip sekali yang dia dengar di awan. faqala lau ya Abdallah lima tasaluni anismi. Lalu orang yang berdiri di kebun tersebut berkata, “Hai Abdullah, hai hamba Allah, kenapa kamu bertanya tentang namaku?” Waq inni samutan fabhab alladzi h mauhu. Sesungguhnya aku mendengar suara yang berasal dari awan yang air yang kamu sedang belokan ini.
(06:35) Ya, air tersebut berasal dari awan tersebut. Yaakulu isqi hadiq fulanmik. Suara itu berkata, “Airi kebunnya si fulan, ia menyebutkan namamu. Famaasna fiha, apa yang kau lakukan sebetulnya?” Qid hinni anua yak minha faqihi waalian waudha. apapun kalau memang benar yang kamu ucapkan itu, aku selalu melihat hasil panen dari kebunku.
(07:26) Lalu aku bagi tiga, sepertiga untuk aku sedekahkan ke fakir miskin. Sepertiga lagi untuk makanku dan keluargaku. Dan sepertiga lagi untuk kemudian aku tanam kembali. Riwayatin waalahu fil masakin wasilin wabil. Dalam dalam riwayat lain disebutkan sepertig sepertiga aku berikan untuk fakir miskin, orang-orang yang meminta-minta dan untuk ibnus sabil.
(08:00) Hadis ini, akhi kita ambil faedah yang bisa kita pelik dari hadis ini. Faedah yang pertama, isbatul karamah lil mukmin. Penetapan akan adanya karamah, Pak. Apa itu karamah? Karamah itu artinya sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada orang saleh. Adapun kalau terjadinya kepada nabi namanya mukjizat. Kalau sesuatu yang luar biasa terjadinya pada dukun itu sihir.
(08:41) Jadi sesuatu yang luar biasa itu bisa mukjizat, bisa karamah, bisa apa? Sihir. Terus bagaimana bisa membedakan ini karamah atau sihir? Kata Imam Lait, “Ya, kalau aku melihat ada orang yang berjalan di atas air, aku tidak akan terima sampai aku lihat bagaimana dia sesuai sunah apa tidak.” Kata Imam Syafi’i, “Semoga Allah merahmati lait.
(09:16) Ya, aku akan katakan kalau aku melihat ada orang yang terbang di udara, aku tidak akan terima sampai aku lihat sesuai enggak dengan sunah Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Artinya kita lihat orangnya nih, orangnya ini mentauhidkan Allah apa enggak ya? Kalau ternyata pelakunya suka berbuat syirik, suka berbuat bidah, ini sudah dipastikan bukan karamah, Pak, itu sihir.
(09:43) Iya. Kemudian juga karamah itu tidak bisa di tidak bisa di ini. Karamah itu tidak bisa diulang. Karamah itu tidak bisa didemokan, Pak. Karena ia pemberian dari Allah sebagai pemuliaan Allah kepada dia. Setelah itu dia tidak akan bisa mengulangi lagi. Makanya kalau ada orang yang bisa mendemokan karamahnya bisa dipastikan bukan karamah itu, Pak.
(10:13) Itu sihir. Iya. Dan sihir itu biasanya dengan cara dicari, Pak. Ada orang yang puasa mutih, ada orang yang bersemedih, bahkan ada juga orang yang berbuat bidah dengan cara membaca di malam Jumat ayat kursi 1000 kali. Katanya supaya punya kekuatan bisa mukul orang dari jauhlah, enggak mempan dibacoklah. Dan mereka mengatakan ini bukan dari jin.
(10:48) Kenapa? Karena katanya ini ayat kursi. ayat kursi setan pergi. Jadi itu apa dong? Ini ilmu putih katanya berasal dari malaikat. Kita katakan subhanallah. Kalau itu benar yang pertama kali melaksanakan tia Rasulullah dan para sahabat. Pak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hampir tiap bulan perang ya.
(11:14) Kenapa Rasulullah tidak nyuruh, “Ayo pelajari ayat kursi, baca setiap malam Jumat 1000 kali. Nanti pas perang enggak usah bawa senjata, enggak usah bawa apa. Udah pas musuh datang pukul dari ja wah mental semua. Gak ada, Pak. Atau biar enggak mempan bacok misalnya. Ternyata di perang Uhud kita lihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apa? Gigi serinya patah, pipinya tertancap besi, kepalanya bocor.
(11:43) Ternyata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam enggak memp mempan tuh. Iya. Saudaraku seiman rahimani rahimakumullah jamian. Dan karamah itu, Pak, ujian. Kalau antum dikasih sama Allah karamah, hati-hati jangan sampai tertipu, Mas. Karena sebagian orang ketika dikasih karamah itu langsung terkena penyakit ujub, Pak.
(12:13) merasa, “Wah, jangan-jangan saya sudah sampai derajat tinggi ini. Jangan-jangan saya wali 10 ini. Ah, ini bahaya, Saudara.” Iya. Makanya Nabi Sulaiman alaihiatu wasalam dia berkata, “H min fadli rabbi liyabluani a asuru am akfur.” Ini karunia dari Rabbku agar Allah menguji aku apakah aku akan bersyukur atau aku akan kufur. Ya, lihat Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, bagaimana ketakwaan mereka.
(12:55) Tapi apakah mereka tertipu ya dengan apa namanya amal saleh mereka, dengan karamah yang Allah berikan kepada mereka? Tidak. Dan ingat saudaraku, tidak syarat ya wali Allah itu harus punya karamah. Karamah yang dimaksud di sini karamah ya tadi Pak sesuatu yang luar biasa terjadi misalnya bisa jalan di atas air gitu tidak syarat wali Allah itu adalah setiap yang beriman dan bertakwa dia dialah wali Allah iya ikhwat Islam saudaraku kasa iman jadi ini karamah jadi karamah itu betul ada sahih bisa terjadi kepada seorang yang mentauhidkan kan Allah yang bertakwa. Ya, faedah yang kedua yang bisa saya
(13:47) petik dari hadis ini, almalaikah muwakaluna biamrillah. Bahwa para malaikat itu diberikan tugas-tugas oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara malaikat ada yang Allah tugaskan untuk mengatur hujan. Maka dari itulah, Pak, pergerakan awan ya dan pergerakan-pergerakan yang ada di langit maupun di bumi, kata Syaikhul Islam Timiyah itu adalah perbuatan malaikat.
(14:29) Perbuatan apa? Malaikat. Bahkan disebutkan dalam riwayat bahwa raad, raud itu guru, itu suara malaikat ya. Halelintar itu cambuknya malaikat ya. Mungkin bagi mereka yang kurang percaya masa sih? Ya silakan aja. Tapi masalahnya ada hadisnya yang sahih ya. Bahwasanya raad itu adalah suara malaikat. Halilintar itu cambuknya cambuknya malaikat.
(15:07) Ya sudah kewajiban kita imani saja. Iya. Ikhwat Islam sudah kuasa iman. Faedah selanjutnya fadlul infaq fisabilillah. Keutamaan berinfak di jalan Allah. Waqoh la tanqualan. Bahwasannya dan bahwasanya sedekah itu tidak akan mengurangi harta sama sekali, Pak. Iya. Orang ini setiap panen dibagi tiga. Sepertiga buat fakir miskin, sepertiga buat dimakan, sepertiga buat apa? Ditanam kembali. Subhanallah. Ternyata oleh Allah diberikan keberkahan, Pak. Masyaallah.
(15:59) Makanya orang yang rajin sedekah, rajin berinfak, wallahi itu barokah dalam hidup saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Faedah selanjutnya, aljaza min jinsil amal. Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan orang yang suka berinfak. Maka Allah pun akan berinfak kepadanya lebih dari apa yang dia infakkan.
(16:32) Ya, orang yang suka bersedekah maka Allah pun kembang biakkan hartanya. Ya, siapapun Pak yang berinfak, bersedekah itu hakikatnya apa, Pak? Hakikatnya dia sedang memberikan pinjaman kepada Allah. Makanya Allah mengatakan, “Man dzalladzi yuqridullaha qardan hasana.
(16:57) ” Siapakah yang mau untuk memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik? Fayifahu, maka Allah akan gantikan dengan yang berkali-kali lipat. Subhanallah. Jadi orang yang sedekah, infak itu ya sedang ngasih pinjaman ke Allah dan Allah pasti akan ganti dengan yang lebih baik. Ya ikhwatlah Islam saudaraku seiman. Faedah selanjutnya anasodqah taftahu abwabar rizq.
(17:31) Bahwa sedekah itu membuka pintu rezeki, Pak. Jadi jangan khawatir kalau kita sedekah ya. Kalau orang pelit mikirnya beda, Pak. Capek-capek saya cari duit terus saya kasih seenaknya sama fakir miskin. Enak dia dong saya yang capek gitu kan. Ini pikirannya orang pelit begitu kok. Tapi kalau pikiran orang yang beriman enggak. Dia bersedekah harapannya satu.
(18:05) Saya mengharapkan apa? Pahala di sisi Allah. Keridaannya. Iya. Saya ingin barokah dari Allah Subhanahu wa taala. Ikhwat Islam saudaraku sean. Faedah selanjutnya fadlun nafaqah alal ahli wal iyal. Keutamaan nafaqah untuk keluarga. Karena orang ini membagi hasil kebunnya menjadi tiga bagian.
(18:43) Sepertiga untuk fakir miskin, sepertiga untuk apa? Dia dan keluarganya. Dan menafkahi keluarga itu kewajiban suami. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kafa bil mari itman yudyi man yaqu.” Cukuplah bagi seseorang dosa dia menyia-nyiakan orang yang dia tanggung hidupnya. Makanya kalau ada seorang suami malas-malesan, malah nyuruh istrinya yang kerja cari nafkah, ini kurang ajar. Ini suami enggak punya tanggung jawab, saudaraku seiman.
(19:16) Iya. Kewajiban menafkahi adalah suami, saudaraku. Ya. Dan itu lebih besar pahalanya, Pak, daripada bersedekah sunah. Kata Rasulullah, dinarun anfaqtahu fisabilillah. Arun anfahu lil fuqar wal masakin yaarun antahu ajro dinar alladzi antahu alik dinar yang kamu infakkan di jalan Allah dinar yang kamu infakkan untuk fakir miskin dinar yang kamu infakkan untuk keluargamu yang paling besar pahalanya adalah dinar yang kamu infakkan buat keluargamu itu buat anak istri kita. Kenapa? Itu wajib. Kalau buat orang lain sunah.
(20:13) Ya, ikhwat Islam saudaraku seiman. Faedah selanjutnya yang bisa kita petik, alfilah alfalahah wazziah min atyabil makasib. bahwa bertani, Pak, berkebun itu termasuk mata pencaharian yang paling paling yang paling bagus. Para ulama berbeda pendapat mana yang lebih utama berdagang atau menjadi petani? Tijarah. Tijarah itu berdagang. Sebagian mengatakan tijarah lebih utama.
(20:56) Sebagian mengatakan tidak, bertani lebih utama. Mereka yang mengatakan bertani lebih utama memberikan alasan. Alasannya pertama karena bertani itu lebih dekat kepada tawakal. Yang kedua, manfaatnya bukan hanya buat diri dia, tapi untuk banyak orang. Ya, antum bertani menanam padi, itu padi yang akan memakannya bukan cuma antum, banyak orang ya.
(21:34) Manfaatnya besar sekali, apalagi itu kebutuhan pokok makanan sehari-hari. Namun, wallahuam, pendapat yang paling kuat adalah sebaik-baik mata pencaharian adalah hasil daripada usaha sendiri. Baik itu tijarah ataupun bertani ataupun yang sifatnya itu usaha hasil tangan sendiri maka itu yang paling baik. Faedah selanjutnya saudaraku seiman fadlul wasatiah wal i’tidal.
(22:10) Yaitu kita di dalam beramal saleh itu, Pak harus tengah-tengah. Jangan gulu dan jangan juga terlalu kurang. Lihat orang ini, Pak, membagi hasil apa namanya? Panennya itu menjadi tiga. Sepertiga buat fakir miskin, sepertiga buat dirinya, sepertiga untuk ditanam kembali. Dia tidak menjadikan semuanya disedekahkan sehingga akhirnya keluarganya susah. Enggak.
(22:41) Tidak juga. Dia untuk semuanya buat dirinya enggak ada yang sedekahkan. Tapi tengah-tengah demikian kita di dalam berinfak pun, Pak. Berinfak itu jangan koret tapi juga jangan boros ya. Akan tetapi tengah-tengah daripada itu faedah selanjutnya seiman yang bisa kita petik dari hadis ini bahwa asodqah infaq itu mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
(23:27) yang mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka sangka. Baik, kita masuk hadis berikutnya. Bab ittaqunar walau bisifiqi tamroh. Bab takutlah dari neraka walaupun dengan cara bersedekah separuh kurma. An Adi bin Hatim radhiallahu anhu qal zakar Rasulullah sallahu alaihi wasallam anar fa wa asah tumma qal ittaqar tumma a wa asyah hattaanna annahu kaama yangu ilaihamaq ittaquar walau bqroh yajid Dari Adi bin Hatim semoga Allah meridainya. Ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
(24:35) menyebutkan api neraka. Lalu beliau berpaling. Wa asyah. Asyah itu artinya memperingatkan dengan sungguh-sungguh. Asyaha juga mempunyai makna betul-betul berp berpaling dan takut darinya, lari darinya. Q ittaqunar. Takutlah kalian dari api neraka. Wa asah. Kemudian beliau pun berpaling lagi. Hatta annahu kaama yangu ilaiha.
(25:11) Sampai-sampai kami menduga seakan-akan Rasulullah sedang melihat api neraka. Kemudian Rasulullah bersabda, “Ittaqunar walau bisyiqi tamrah.” Takutlah kalian terhadap api neraka walaupun dengan bersedekah separuh kurma. Faman yajid fabikalimatin thayibah. Dan siapa yang tidak mendapatkan apa-apa untuk disedekahkan, maka dengan kata-kata yang baik.
(25:43) Kalimat thayibah. Hadis ini menunjukkan akhwat Islam yaitu haulu ya adzabinar. Bahwa neraka itu sesuatu yang menakutkan Pak. Apinya sangat panas. Yang disebutkan dalam hadis bahwa panasnya api neraka itu 70 kali lipat panasnya api dunia. Maka tentunya akhi sudah sepantasnya kita untuk takut dari api neraka.
(26:19) Baca ya tentang ayat-ayat yang menceritakan tentang bagaimana kerasnya azab api neraka. Ya Allah mengatakan innalladzina kafaru biayatina saufa nuslihim naro kama nadijat juluduhum baddalnahum juludan giraha. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami itu, kami akan bakar ia dengan api neraka.
(26:45) Setiap kali kulitnya terkelupas, kami ganti lagi dengan kulit yang baru agar mereka betul-betul merasakan azab dari Allah Subhanahu wa taala. Ini akhal Islam ya. Banyak di antara kita ketika mendengar neraka itu gak ada rasa takut di hati. Ketika dikatakan takutlah kamu di neraka malah ketawa-ketawa, Pak. Bahkan neraka dijadiin buat pecandaan, Pak. La haula wala quwwata illa billah.
(27:17) Sementara di sini Rasul sahu alaihi wasallam ketakutan sekali. Sampai-sampai memperingatkan umatnya, takutlah kalian dari neraka. Hadis ini kita ambil faedah, Pak. Bahwaqah taqihibahu minanar. Bahwa sodqah itu bisa melindungi pelakunya dari api neraka. Karena Rasul bersabda, “Takutlah kalian dari neraka walaupun dengan sedekah separuh kurma.
(27:51) ” Ketika sedang berkhotbah di hari raya, Rasul bersabda, ya waktu itu beliau berkhotbah di hadapan para wanita. Apa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Ya masyar nisa tasdaqna fainni urunar faid aksar ahliisa. Wahai para wanita, bersedekahlah kalian karena aku diperlihatkan kepadaku api neraka dan ternyata kebanyakan penduduknya dari kalian wanita.
(28:25) Lihat Rasulullah menyuruh wanita suruh disuruh bersedekah, Pak. Lalu Rasulullah menyebutkan alasannya bahwa ternyata penduduk api neraka terbanyak dari kalangan wanita. Berarti itu memberikan kepada kata faedah wasodqah itu, Pak, ya sangat kuat sekali melindungi pelakunya dari api neraka. Iya. Faidah selanjutnya ya akhal Islam, fadlu kalimah thayibah.
(29:03) Keutamaan kalimat yang baik, kata-kata yang baik. Kalimah thayibah yang kita ucapkan kepada seseorang sebagai ganti dari sedekah bagi mereka yang tidak mampu. Antum ya ngelihat apa misalnya teman antum lagi ngobrol saat azan dan antum ingetin akhiri lagi azan kita jawab dulu. Itu kalimah thayibah itu, Pak ya.
(29:40) Antum ngingetin istri, ngingetin anak, memberikan nasihat yang baik, kata-kata yang baik di media sosial. Itu kalimah thayibah, Pak. Allah berfirman, “Ilaihi yas’adul kalimut thyibu wal amalus shihu yarfa.” Kepada Allahlah naik kalimat-kalimat yang baik dan amal saleh itu Allah angkat kepadanya. Bayangkan.
(30:10) Jadi kalimat-kalimat yang baik, kalimat-kalimat thayibah ya itu naik kepada Allah subhanahu wa taala. Ikhwat Islam saudaraku se iman. Bab atargib fisqah almanihah. Bab anjuran untuk bersedekah manihah. Manihah itu artinya ee meminjamkan unta kepada orang miskin supaya susunya diambil ya buat mereka.
(30:47) Baik itu unta atau sapi atau misalnya apa kambing ya. Antum misalnya punya sapi perah nih, terus antum berikan kepada fakir miskin, pinjamkan sapi ini ke fakir miskin dan antum bilang, “Silakan susunya kalian ambil tiap pagi tiap tiap pagi dan petang mereka ngambil nanti sapinya dibalikin lagi ke kita.
(31:13) ” itu pahalanya besar Pak di sisi Allah Subhanahu wa taala. An Abi Hurairah yabl bihi Nabi sallallahu alaihi wasallam ala rajulun yamnahu ahla baitin naqotan tagdu biusinaruhu biusin inna ajraha laadim. Dari Abu Hurairah yang menyampaikannya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Artinya ini dari sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(31:43) Tidakkah ada orang yang mau memberi kepada Ahlil Bait, maksudnya apa? Satu sebuah keluarga yang miskin gitu, Pak. Seekor unta. Di mana unta itu di pagi hari ya tagdu biusin. Us itu bejana besar. Artinya ya unta ini mengeluarkan susu sebanyak bejana tersebut yang kemudian buat si fakir miskin. Wataruhu biusin. Ya, taruh artinya pergi di waktu sore.
(32:19) Biusin. Us tadi yang sudah kita sebutkan itu bejana besar. Sesungguhnya pahalanya sangat besar kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Iya. Ini subhanallah ya akhal Islam ini menunjukkan Pak seorang mukmin itu, Pak berusaha untuk memperhatikan saudara-saudaranya yang miskin Pak yang susah hidupnya ya. Walaupun cuma dengan meminjamkan kambingnya. Dih, ini kambing saya banyak susunya. Ah, susunya buat kamu aja.
(32:52) Ya, tiap hari misalnya si fakir miskin itu memeras susunya buat dia. Wallah itu pahalanya besar di sisi Allah Subhanahu wa taala. Demikian pula kalau kita punya sesuatu yang bermanfaat buat fakir miskin ya, buat orang-orang yang susah, orang-orang yang membutuhkan, maka kita bisalah berusahalah untuk apa namanya? Fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam apa? kebaikan apa yang kita mampu ya akhal Islam.
(33:31) Bab fadli ikhfa sodqah bab keutamaan menyembunyikan sedekah. Artinya sedekahnya sembunyi-sembunyi itu lebih utama Pak daripada sedekah yang terang terangan. an Abi Hurairah radhiallahu anhu anin Nabi shallallahu alaihi wasallam q sabatun yudilluhumullahill yaumilla illuh al imamul adil wasabbun nasya biibadatillah warajulun qolbuhu muallaq fil masajid warajulani tahabba fillah ijtamaa alaih kh ada tujuh orang
(34:42) yang akan Allah naungi pada hari kiamat. di dalam naungannya. Dalam sebuah riwayat disebutkan naungan arasynya. Iya. Di mana di hari itu tidak ada naungan kecuali naungan arasynya. Siapa tujuh orang itu, Pak? Yang pertama imam yang adil, pemimpin yang adil. Yang kedua, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.
(35:18) Yang ketiga, seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid. Yang keempat, dua orang yang saling mencintai karena Allah. Bertemu karena Allah, berpisah pun karena Allah. Yang kelima, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan. Lalu pemuda ini berkata, “Aku takut kepada Allah.
(35:55) ” Yang keenam, seseorang yang bersedekah dengan sedekah yang ia sembunyikan. Ya, sampai-sampai tangan kanannya tidak ya yang benar sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan apa kanannya. Adapun dalam riwayat ini sampai-sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kirinya. Ini riwayat yang syad ya, riwayat yang mahfuz yang sahih.
(36:26) Sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Yang ketujuh, dan seseorang yang berzikir kepada Allah sendirian lalu air matanya berlinang, inilah ya, akhi ya. Orang-orang yang akan diberikan oleh Allah pada hari kiamat naungan. Di mana di hari kiamat, Pak, matahari didekatkan 1 mil.
(36:57) Semua orang mencari naungan untuk tempat bernaung. Ternyata ada tujuh orang yang Allah berikan naungan. Pertanyaannya, dari tujuh orang ini kita masuk yang mana ini, Pak? Yang pertama pemimpin yang adil. Iya. Siapa pemimpin yang adil? tentunya pemimpin ya yang sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya. Pemimpin yang tidak menyusahkan rakyatnya.
(37:35) Ya, pemimpin yang betul-betul menegakkan kebenaran. Saudaraku seiman, maka pemimpin yang adil itu akan diberikan oleh Allah naungan pada hari kiamat. Yang kedua, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah. Subhanallah. Ya, dari semenjak kecilnya SD, SMP, SMA-nya ya sama orang tuanya dibiasakan ibadah. Makanya ini keutamaan nih, Pak. Kalau antum punya anak dimasukin ke pesantren, Pak.
(38:15) Pesantren dididik untuk salat, tahajud dan yang lainnya dalam ibadah. Maka seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah ini luar biasa, Pak. Kenapa? Kenapa Rasulullah mengkhususkan pemuda? Kenapa enggak kakek-kakek? Ya, kakek-kakek sudah bawa tanah, Pak. Kakek-kakek sudah enggak punya syahwat. Rata-rata kakek-kakek kembali kepada Allah. Ini pemuda punya syahwat yang kuat dan yang lainnya, tapi ternyata dia lebih memilih untuk ya tumbuh di atas ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala.
(38:54) Nah, ini saudaraku seiman karena banyak pemuda-pemuda di zaman sekarang, Pak, kita lihat subhanallah ya kerjaannya enggak jelas. Ya, sama agama berpaling menuntut ilmu Allah malas-malasan. Kita lihat seperti itu. Banyak para pemuda remaja seperti itu. Subhanallah. Makanya kalau kita melihat ada seorang remaja, pemuda yang dia tumbuh dalam ibadah kepada Allah, senang dia di majelis ilmu, senang dia dengan ibadah kepada Allah. Wallahi, masyaallah ya.
(39:31) seperti yang Rasulullah sebutkan di sini. Yang ketiga, seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid. Artinya selalu rindu pengin ke masjid, Pak. Kalau di masjid dia betah, Pak. Ya, tidak ada tempat yang terindah di hatinya dari masjid. Ya, maka ini dalam hadis yang lain disebut ya.
(40:05) Ini apa namanya? ee ahlullah yang disebutkan dalam hadis bahwa orang yang senantiasa pergi ke masjid dan hatinya terpaut dengan masjid maka julasauhum malaikah tempat-tempat apa teman duduk mereka itu adalah para malaikat apabila dia sakit para malaikat akan menjenguknya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan mendoakannya. Apabila dia ya tidak hadir, para mekat akan bertanya, “Ke mana sih fulan? Kok enggak kelihatan?” Dalam satu yang lain, bahwa orang yang hatinya terpaut dengan masjid itu, Pak, ketika ia datang ke masjid maka Allah akan tabasybas, ya menyambutnya dengan penuh
(40:50) kegembiraan. Seperti seseorang baru ketemu sama teman lamanya, sudah lama enggak ketemu. Iya. Nah, ini ikhwat Islam. Makanya tempat yang hendaknya hati kita pautkan itu masjid, Pak. Jangan bioskop, jangan tempat yang lainnya, Pak. Ya. Ada orang yang ditanya, “Menurut kamu tempat yang paling indah apa?” Puncak.
(41:21) Yang satu bilang bilang apa? Laut. Yang satu lagi apa? Ya, kalau antum bilang ya tempat terindah bagi saya masjid, masyaallah luar biasa ikhwat Islam sos iman. Kemudian yang selanjutnya dua orang yang saling mencintai karena Allah. Ini jarang susah nih, Pak. Yang benar-benar saling mencintai karena Allah itu susah zaman sekarang ni.
(41:54) Karena pertemanan kita zaman sekarang itu banyaknya dikeruhkan oleh kepentingan dunia. Masalahnya perteman aman karena hobi, karena hobi goes lah, hobi macam-macam. pertemanan karena satu organisasi, pertemanan karena satu yayasan, pertemanan karena satu partai, pertemanan bisnis dan yang lainnya yang benar-benar bertemannya karena Allah, karena ketakwaan. Lillah jarang sekali.
(42:32) Makanya kalau kita mendapatkan Pak, teman yang kita benar-benar cintai dia karena Allah. Pegang kuat-kuat, Pak. Jangan dilepas hanya karena kekurangan-kekurangan yang ada pada diri dia. Saudaraku seiman karena luar biasa disebutkan dalam hadis innalillahi manabir min nur. Allah menyediakan mimbar-mimbar dari cahaya.
(42:58) Yagatuhumul anbiya wasiddiqun wasyuhada. Ya, sampai-sampai para nabi, para siddiqin, dan para syuhada saja merasa iri pengin mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya itu. Lalu Rasulullah ditanya, “Buat siapa mimbar-mimbar dari cahaya itu wahai Rasulullah?” Kata Rasulullah, “Lil mutahabina fi jalalillah.” Itu buat orang-orang yang saling mencintai karena Allah.
(43:25) Sudah masuk isya? Belum. Belum. Belum. Iya. Kemudian yang selanjutnya, seorang laki-laki yang diajak berzina oleh siapa? Wanita yang punya kedudukan dan cantik rupawan. Waduh, ini berat ini, Pak. Sudah punya kedudukan cantik rupawan. Tapi si pemuda ini berkata, “Saya takut kepada Allah.” Allahu Akbar. Ini luar biasa, saudaraku.
(43:59) Ya, itu menunjukkan ketakwaan yang mengalahkan syahwat. Seperti Nabi Yusuf alaihiatu wasalam yang mengatakan, “Rabbi sijinu ahabbu ilaiya mimma yadunani ilaih.” Ya Allah, ya lebih baik aku di penjara daripada aku memperturutkan para wanita itu. Akhirnya Allah kabulkan. Nabi Yusuf pun dipenjara beberapa tahun lamanya.
(44:26) lebih memilih di penjara, Pak, daripada memperturutkan para wanita-wanita bangsawan yang cantik rupawan itu. Subhanallah. Selanjutnya, orang yang bersedekah lalu sedekahnya disembunyikan, Pak. Artinya yang dikasih pun enggak tahu siapa yang ngasih saking sembunyinya tuh, Pak. Dan ini agung pahalanya, Pak. Allah berfirman, inubdqatimahi wafual fuqar fahuairakum.
(45:03) Kalau kalian memperlihatkan sedekah bagus, tapi kalau kalian sembunyikan maka itu lebih baik buat kalian. Jadi kalau kita mau sedekah buat fakir miskin, Pak, kalau bisa usahakan sembunyi-sembunyi. Enggak usah harta orang miskinnya pun enggak tahu siapa yang ngasih. Kita kan terkadang sampai ditulisin dari keluarga fulan dari anu. Iya. Yang lebih baik kita tidak beritahu.
(45:34) Sudah masuk fadal azan. Ikhwat Islam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya. Allahu Akbar.
Leave a Reply