Ustadz Abdullah Zaen, M.A. – Serial Fiqih Pendidikan Anak No : 219

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(4) [LIVE] Ustadz Abdullah Zaen, M.A. – Serial Fiqih Pendidikan Anak No : 219 – YouTube

Transcript:
(00:00) 3 mm [Musik] menyebar cahaya sunah asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’inu ala umurid dunya waddin. Wasallallahu ala nabiyana wa sayyidina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba’d. Kita panjatkan puja dan puji syukur keadirat Allah Subhanahu wa taala.
(01:03) Pada kesempatan pagi yang berbahagia kali ini, hari Senin tanggal 28 Rabiutani 1447 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 20 Oktober 2025. kita masih kembali diberi kekuatan, kesehatan, hidayah, serta taufik dari Allah jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di Masjid Manarul Ilmi di komplek Pondok Pesantren Tunas Ilmu di Desa Gedung Wuluh, Purbalingga ini.
(01:52) Kita berharap semoga Allah Subhanahu wa taala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah jalla waala. Allahumma amin. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(02:22) kepada keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti. Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin dan para hadirat juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani warahimakumullah. Siapakah yang menciptakan alam semesta ini? Allah yang menciptakan bumi adalah Allah. Yang menciptakan waktu adalah Allah yang menciptakan manusia adalah Allah.
(03:05) Semua yang ada di alam semesta ini diciptakan oleh Allah. Dan Allah Subhanahu wa taala dengan hikmahnya menjadikan sebagian dari apa yang diciptakannya memiliki keberkahan dan menciptakan sebagian yang lainnya tidak memiliki keberkahan. Jadi yang memberikan keberkahan itu sinten? Allah Subhanahu wa taala.
(03:42) Jadi ada waktu yang berkah, ada waktu yang tidak berkah. Ada manusia yang berkah, ada manusia yang tidak berkah. Ada tempat yang berkah, ada tempat yang tidak berkah. Ada harta yang berkah, ada harta yang tidak berkah. Yang bikin ini berkah, ini tidak berkah sinten? Allah. Makanya biasanya kita itu menyebutkan nama Allah tabaraka wa taala.
(04:26) Tabaroka itu artinya adalah yang maha memberikan ber berkah. Nah, salah satu waktu yang istimewa dari 24 jam yang Allah Subhanahu wa taala ciptakan, salah satu waktu yang istimewa adalah waktu nopo? Pagi. Jadi, waktu pagi itu waktu yang spesial. Buktinya apa? Buktinya Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam beliau berdoa kepada Allah. Apa doanya? Allahumma barik liumati fi bukuriha.
(05:12) Apa artinya ustaz? Allahumma ya Allah barik liumati. Berikanlah keberkahan untuk umatku. Kapan? Fi bukuriha. Di waktu nopo? Pagi. Hadis riwayat Ahmad dan dinilai Hasan oleh Imam at-Tirmidzi. Berarti pagi itu waktu yang noopo? Berkah. Berkah untuk apa? Ya, berkah untuk hal-hal kebaikan ya.
(05:58) Ingat enggak dulu orang tua kita mengingatkan wah bar subuh malah turu ke wis dipangani nang ayam. Jadi orang tua kita dahulu seakan-akan mereka tahu bahwa waktu pagi itu waktu yang ber yang berkah. Kenapa, Ustaz? Karena pagi hari itu biasanya udaranya masih nopo? Segar. Udaranya masih segar. Pikirannya masih nopo fresh. Jenengan kalau pagi-pagi fresh mboten fresh. Ung akeh sing dipikir.
(06:39) Nek awan-awan panas. Sing panas pikirane nopo hawane loro-lorone? Wis hawane panas, pikirane panas, tanggane panas. Ya, berbeda dengan pagi hari ya. Orang baru bangun tidur tubuhnya masih ee fresh, pikirannya masih fresh, hatinya masih bersih, udaranya juga demikian.
(07:17) Sehingga wajar seandainya kemudian Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu berdoa kepada Allah supaya waktu yang istimewa ini diberkahi. Nah, tugas kita orang tua adalah mendidik putra dan putri kita untuk memahami bahwa pagi itu waktu yang istimewa. Dia harus paham. Setelah paham maka dia harus menghargai. Ya, kalau sudah ngerti ini waktu istimewa berarti yo dihargai.
(07:57) Setelah menghargai, maka kita ajak anak-anak kita untuk mengisi waktu yang istimewa ini dengan kegiatan yang istimewa juga. Jadi, sesuatu yang istimewa harusnya diisi dengan apao? sesuatu yang istimewa ya. Jenengan punya wadah, wadahnya bagus banget ya.
(08:33) Kira-kira diisinya dengan sesuatu yang cocok dengan bagusnya wadah tersebut. Nah, pagi itu waktu yang istimewa. Karena pagi itu waktu yang istimewa sehingga enggak pantas kalau pagi itu diisi dengan sesuatu yang remeh temeh gak matching, enggak cocok. Jadi kita sebagai orang tua punya tugas untuk mendidik anak kita mengoptimalkan waktu pagi. Caranya bagaimana, Ustaz? Ada tiga langkah yang perlu kita lakukan.
(09:07) Yang pertama memberikan nopo? Teladan yang konsisten. Pertanyaannya, siapa yang memberikan teladan? Ya siapa maning kalau bukan orang tua? Sedina apa rong dina? Konsisten. Konsistensi nopo Bu? terus menerus jadi bukan hangat-hangat mambuah hangat-hangat kuku ya. Jadi bukan ngasih contoh sehari habis itu enggak ngasih contoh seminggu habis itu enggak bukan tapi konsisten.
(09:57) Bagaimana cara ngasih contohnya? Cara ngasih contohnya orang tua bangun gasik. Gasik niku jam pinten? Jam .00 harus gas kepol. Ya saya cerita ya. Dulu ketika saya kecil gue tanginya angel ya. Saya bangunnya susah. Tapi ayah kami Ustaz Zaini Muhayyat rahimahullah itu telaten banget boleh gugah ya. Telaten banget.
(10:43) Jadi setiap pagi itu bangunkan itu bisa sampai lima kali, enam kali, tujuh kali bolak-balik ya. Oh jebule usate kay K mi ini. Supaya jenengan tahu bagaimana perjuangan orang tua untuk mendidik anaknya. Jadi beliau sudah bangun mungkin jam . sudah bangun tahajud gitu ya. Setelah itu kemudian nanti sekitar jam ya setengah jam lah ya menjelang subuh sudah mulai dibangunin langsung bangun mboten enggak langsung bangun saya dulu ya pas masih SD itu panggil kalau dulu kan saya enggak ada yang manggil Zen tuh gak ada Dul Kalau Zin itu ya ayah kami Zaini Muhayad sekarang aja orang manggilnya Ustaz
(11:42) Zain. Bukan saya kalau dulu dikenalnya Dul. Duloh Dul bangunin enggak bangun cuma ganti posisi. H awale madep ngalor jadiadi nopo? Madap ngidul gitu ya. Tapi dibiarin, yang penting sudah dibangunin. Dibangunin, biarin. Setelah itu nanti beliau ngapain gitu ya. Karena beliau pengasuh pesantren juga banyak yang dikerjakan.
(12:18) Mungkin nulis surat, mungkin baca Quran, mungkin baca kitab. Nanti berapa menit kemudian datang lagi, bangunin lagi. Ya, biasanya bangunan membangunkan yang kedua mungkin saya yo mandan duduklah ya jagong. Tapi duduk sambil apa teklak-tekluk ya. Duduk teklak tekluk sudah dibiarin sama beliau. Nanti yang ketiganya ya dibangunkan lagi.
(12:55) Sudah mau berdiri saya berdiri tapi berdiri untuk pindah tempat pindah tempat apa? Tidur. Jadi dari kamar jalan keluar pindah ke mana? Pindah ke ruang makan. Tidur di atas kursi. Ya, sambil kepalanya ditaruh di meja. Itu yang ke berapa itu? Wis, wis ping pira gue? Ping papat. Nanti habis itu datang lagi berapa menit kemudian bangunkan lagi, Le. Salat subuh.
(13:33) Bangun jalan terus ke mana? ke kamar mandi cuman duduk di depan kamar mandi turu maning nanti didatangi lagi sama beliau, “Lek, ayo wudu.” Ya, itu tiap pagi bertahun-tahun ya. Berarti berapa kali beliau bangunkan saya? Ratusan atau ribuan kali? Orang bisa membangunkan sampai lima kali, enam kali, tujuh kali.
(14:11) Bapak bisa membangunkan sampai sekian kali itu karena bangun nopo? Gasik. Loh, kalau jenengan bangunnya pas azan terus membangunkan putrane jenengan nganti ping pitu, jenengan bakal telat. Telat golek apa? Mangkat masjid. Itu kalau lima kali membangunkan itu kalau di tootal sekitar setengah jam bolak-balik, bolak-balik, bolak-balik.
(14:47) Jadi orang tua itu harus jadi contoh, Bapak, Ibu yang kami hormati. Contoh untuk bangun gasik. Cukup bangun gasik moten. Masih contoh salat malam ora ketang witir pinten? Serakaat daripada ora, daripada enggak. Bismillah. salat witir. Setelah itu kemudian Bapak berangkat ke mana? Masjid. Kasih contoh kepada anaknya.
(15:23) Ibunya salat juga setelah salat kemudian pada zikir pagi nggih. Kemudian mungkin bapaknya tilawatul Quran, tadarus atau nyimak anaknya setoran Al-Qur’an, ibunya nyiapkan apao sarapan di rumah. Ya, keteladanan dari orang tua itu adalah madrasah. Nopo madrasah? Madrasah pertama untuk anak. Bagaimana anak akan bangun gasik kalau bapak dan ibunya molor? Bagaimana anak akan mengisi pagi harinya dengan kegiatan positif seandainya orang tuanya habis subuh tidur ra? Bagaimana anak akan terbiasa untuk mengisi waktu paginya dengan hal-hal yang produktif?
(16:36) Seandainya orang tuanya habis subuh ngunci kamar, mbuh lagi ngapa nang kamar? Bisa tidur, bisa dolanan HP. Ya, coba jenengan, jemaah yang kami hormati, siapa yang paling bertanggung jawab untuk mendidik anak-anak kita kalau bukan kita? Bagaimana kita berharap anak kita akan menghargai waktu pagi sedangkan kita sebagai orang tua tidak menghargai waktu pagi.
(17:16) Maka langkah yang pertama adalah memberikan apao? Teladan secara konisten. [Musik] Ustaz saya susah ustaz bangun pagi gasik kena ngapa kan mesti ada apanya? Mesti ada sebabnya. Enggak ada asap, Bu. Enggak ada asap kalau gak ada api. Itu namanya sebab a akibat. Enggak mungkin orang susah bangun pagi kalau enggak ada sebabnya. Biasane sebabe nopo, Bu? Begadang. Nopo begadang? Pegadang apa ya? Apa maning siki nek kudu dolanan HP.
(18:08) Wong raman mane karo biyunge dolanan HP ngenti jam 12 gebr arearep tangi jam. Wong bapak ibunya mainan HP sampai jam 12.00 malam bagaimana akan bangun jam .00? Wong baru tidur jam 12.00. Jam . bangun ya sirah gelieng ya mumet ya baru berapa baru 3 jam kalau kita pengin gampang bangun gasik maka tidure gasik tidur gasik niku jam pinten jam ya urung salat jam pinten jam 09 Ya, kalau habis Isya langsung tidur gimana, Bu? Bagus.
(19:03) Itu yang diajarkan sama Rasul sallallahu alaihi wasallam ya. Kana yaqrahul hadita qablal isya. Maaf. Kana yaqrahu annauma qablal isya wal hadit ba’dah. Kanjeng Nabi sallallahu alaihi wasallam itu enggak suka tidur sebelum magrib dan ngobrol habis isya. Eh, maaf, tidur sebelum isya bakda magrib dan ngobrol habis isya. Nabi enggak suka. Nabi itu suka kita tidur noo gasik.
(19:39) Kalau tidurnya gasik biasanya bangunnya juga nopo? Gasik. Dah, ini yang pertama. Yang kedua, langkah berikutnya untuk mendidik anak mengoptimalkan waktu pagi adalah menjelaskan target utama sebagai visi dan tujuan anak kita. Jadi anak kita itu membutuhkan penjelasan kenapa harus bangun pagi. Karena mungkin anak kita akan protes, anak kita akan kritis.
(20:21) Lah wong temanku sekelas kok bangunnya mereka pada siang. Kok aku harus beda sama mereka? Loh, temanku tuh ada yang mangkat sekolah si kucek-kucek. anak apane ya karena baru bangun 5 menit sebelum berangkat malah nan raupe nang sekolah. Kenapa saya harus beda dibandingkan teman saya? Jadi kita harus menjelaskan kepada anak kita, “Nak, kita bangun pagi itu karena kita punya target, kita punya tujuan, kita punya sesuatu yang kita kejar.” Dan itu ada tiga.
(21:05) Yang pertama adalah ilmu yang bermanfaat. Yang kedua adalah rezeki yang baik. Dan yang ketiga adalah amalan yang diterima. Apa yang pertama, Bu? Ilmu yang bermanfaat. Yang kedua, rezeki yang baik. Yang ketiga, amalan yang diterima. Dari mana kita tahu bahwa seorang muslim itu punya target tiga setiap harinya dari doa yang rutin kita baca setiap pagi apal dongane no mboten haal nopo mboten nopo? Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an warizqan thyyiban wa amalan mutaqabbalan.
(22:16) Hadis riwayat Ahmad dan dinilai hasan oleh Imam Ibnu Hajar al-Asqalani. Dan kata Syekh Albani, hadis ini hasan sahih. Sudah dibaca belum? Kapan? Oh, ujarku nembe ya. Nembe ya kabeh. Jangan lupa ini zikir pagi yang mengajarkan apa target yang kita kejar setiap hari. Yang pertama, ilman nafi’an.
(22:56) Nopo? Ilman nafi’an ilmu yang bermanfaat. Yang kedua, warizqan thayyiban. Rezeki yang baik. Wa amalan mutaqabbalan. Amal yang diterima. Jelaskan kepada anak kita kenapa kok kamu itu harus bangun pagi. Yang membedakan antara orang Islam dengan orang yang bukan Islam, antara orang beriman dan yang tidak beriman. Orang Islam itu bangun paginya itu punya tujuan.
(23:34) Dan tujuannya itu enggak cuma urusan duit. Saya tanya, selain orang Islam ada enggak yang bangunnya gasik? Deneng sepi. Selain orang Islam ada enggak yang bangun gasik? Ada. Jare sapo? Ora. Malah warunge gasik daripada warunge wong Islam goleh buka. Tapi apa tujuan mereka? Duit. [Musik] Nopo tujuane wong Islam golek duit apa ora ya? Golek tapi bukan satu-satunya tujuan itu.
(24:12) Nomor satu tujuannya adalah ilman nafi’an. Golet ilmu sing bermanfaat. Contohne nopo ustaz? Yo contone jenengan siki rawuh jenengan hari ini datang ke sini itu namanya mencari nopo ilmu. Ilmu sing manfaat. Ilmu yang membawa perubahan di dalam kehidupan kita itu ilmu yang bermanfaat.
(24:52) Perubahane nopo, Ustaz? Biasane wingi esukuru bar ngaji ora ya. Kemarin biasanya pagi-pagi menggunakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat. Setelah ngaji besok diperbaiki. Itu namanya ilmu yang bermanfaat. Biasanya kemarin-kemarin malam-malam begadang tidur sampai jam 12.00, jam .00 setelah ngaji tadi barusan.
(25:22) Ah, pokoke engko bengi aku bakal turu gasih. Itu namanya perubahan. Perubahan menuju yang lebih baik. Itulah ilmu yang bermanfaat dan itu yang kita cari setiap hari. Berarti mencari ilmu, mencari ilmu yang bermanfaat itu tiap hari apa seminggu sekali? Tiap hari. Lah wong maca dongane saben dina kok. Allahumma inni as’aluka ilman nafi’an.
(25:52) Doa ini dibacanya seminggu sekali atau setiap hari? Setiap hari. Berarti setiap hari kita nyari itu. Sehingga seingat saya kata As Syekh Abdur Razzaq Albadr kalau enggak salah beliau mengingatkan kita itu setiap hari harus introspeksi, harus bertanya kepada diri kita sendiri.
(26:23) Hari ini saya sudah dapat ilmu bermanfaat atau belum? Saben dina kudu takon mengawake dewek. Hari ini ilmu bermanfaat yang saya dapatkan apa? Yang saya dapatkan di pengajian apa? Kalau enggak berangkat pengajian yang saya dapatkan di radio apa yang saya dapatkan dari rekaman kajian apa? Setiap dari kita harus ada ilmu bermanfaat baru yang kita dapatkan. Itulah tujuan kita hidup.
(26:54) Cukup baten ilmu yang bermanfaat penting. Kemudian setelah itu warizkan thayiban. Rezeki yang baik. Kenapa kok rezeki yang baik? Karena kita hidup di dunia. Hidup di dunia butuh butuh mangan, butuh makan, butuh minum, butuh pakaian, butuh bayar listrik, butuh bayar apa maning pam ya. Butuh bayar SPP ya.
(27:35) Mau enggak mau kita harus beker bekerja ya. Dan ingat di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam ngajarin kepada kita rizqon thiban. Rezeki yang baik. Berarti bukan sekedar rezeki, bukan sembarang rezeki. Rezeki yang baik berarti yang ha halal. Ya, ini yang kedua. Yang ketiga targetnya adalah nopo? Wa amalan mutaqobbalan. Amal yang diterima.
(28:13) Berarti setiap hari kudu ngal salat. Nopo malih baca Qur Quran. Apalagi Bu? Zikir. Apagi? Ngaji apalagi? Puasa, sodqah. Ya, menasihati anak, berbakti kepada sinten? Orang tua, melayani suami. Ibadah no mboten, Bu? Ibadah. Minta sama Allah supaya ibadah ini diterima. Jelaskan kepada anak kita. Le, nduk, anakku, setiap hari kita berusaha bangun pagi untuk mendapatkan tiga tujuan utama.
(29:10) Yang terakhir, langkah yang ketiga adalah mengingatkan saat waktu tidak dioptimalkan. Maksud pripun, Ustaz? Ketika anak pagi-pagi tidak menggunakan waktunya untuk hal yang bermanfaat, maka harus diapain? Diingatkan. Contohne melihat anak bar subuh kok malah tidur. Pripun? Dibiarkan atau dibangunkan? Dibiarkan atau dibangunkan? Dibangunkan.
(29:56) Pripun carane? Cukut ember ngoten buk yang lembut. Yang lembut. Lembut itu bukan berarti dibiarkan. Ada sebagian orang lah melaslah ben orang ngantuk nang sekolahan. Ingatkan anak kita, “Nak, ini waktu kalau kamu enggak manfaatkan untuk kebaikan, bisa-bisa kamu akan kehilangan keberkahan.” Pelan-pelan diingatkan anak kita. Jangan dibiarkan seperti itu, ya.
(30:35) Atau habis subuh malah nang kamar bae, dolan diingatkan ketuk pelan-pelan. Leh nduk ini tolong ya ngerajangi apa apa Bu? Rajangi brambang ya. Tolong ya kiye diasahi piringe. Minta tolong ya nak ini jemurannya diapain? Baju yang baru dicuci dijemur. Minta tolong ya belikan minyak. Minta tolong ya. Pokoknya pagi itu diisi dengan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat.
(31:14) Olahraga termasuk mboten termasuk gak apa-apa. Daripada anak kita tidur mendingan jogging ya lebih bermanfaat ya. Wong habis subuh kok tidur ya. Suruh hal-hal yang bermanfaat. Ini adalah tiga langkah untuk mendidik anak kita supaya bisa mengoptimalkan waktu pagi. Ada pertanyaan? Monggo. Baik, Ustaz. Jir atas materi yang disampaikan. Kami bacakan pertanyaan yang pertama.
(31:49) Ee Afan, Ustaz, kami punya anak yang sudah dibiasakan untuk salat berjamaah. Namun ketika pulang dari masjid ee membaca zikir di rumah sambil tiduran, akhirnya jadi ketiduran. Ustaz, bagaimana cara menasehatinya? Bagaimana cara menasehati anak? Sudah diajak berangkat ke masjid, salat berjamaah, bagus.
(32:21) Kemudian setelah salat berjamaah pulang pulang ke rumah kemudian baca baca zikirinya sambil tiduran malah ketiduran. Bagaimana setusnya? Satu diajak zikir di masjid. Berarti habis salat subuh enggak langsung nopo pulang. Selesaikan zikir atau ya kalau dia pengin habis subuh langsulang di jenengan sama dia jalan-jalan sambil jalan-jalan sambil nopo baca zikir.
(33:06) Saya tanya sama jenengan boleh enggak zikir pagi dibaca sambil jalan-jalan? Boleh gak? Boleh. Kata siapa gak boleh ya? Ya, jadi kurang fokus ya. Lebih baik daripada enggak baca ya atau baca tapi ngantuk gak apa-apa ya. Saya kadang-kadang kayak gitu sama anak saya ya.
(33:38) Diajak misalnya pas lagi jadwalnya ngisi di alun-alun di Masjid Agung itu hari Rabu pagi biasanya. Setelah ngisi, saya keliling alun-alun ya, jalan-jalan terus anak saya sepedaan keliling. Saya bilang, “Nak, jangan lupa sambil apa zikir.” Ya, saya juga sambil jalan zikir. Anak saya naik sepeda juga sambil naik sepeda zikir. Itu solusinya. Nek sepedaan kan ora mungkin ngantuk.
(34:11) Mungkin apa mbotenwe wong sepedaan ngantuk ya nabrak boleh gak apa-apa ya. Atau solusi yang ketiga gak apa-apa pulang zikirnya di rumah tapi diajak sambil duduk misalnya di depan rumah ya di teras sambil duduk. Ayo Nak. Bapak ee Bapak juga zikir, kamu juga zikir. Ayo kamu duduk di situ, Bapak duduk di sini, Abi di sini. Ayo kita zikir. Ya, itu yang kita lakukan.
(34:50) Nggih. Baik, Ustaz. Terima kasih Jazak atas jawabannya. Kami bacakan pertanyaan berikutnya. Ustaz, bagaimana cara untuk menghadapi keadaan jika ada yang ikut campur dalam pola pendidikan anak? Contohnya dari kakek, nenek atau saudara terdekat yang tidak sepaham dengan pola pendidikan orang tuanya. Mohon nasihatnya, Ustaz. Jazakumullah khairan.
(35:17) Bagaimana seandainya ada orang lain yang turut campur dalam pola pendidikan anak kita? Tergantung turut campurnya itu positif atau negatif. Contoh, kalau orang tua itu ikut campur dalam hal yang positif, yo kita harus berterima kasih. Apa mungkin Ustaz, orang tua ikut campur dalam hal positif? Ya sangat mungkin.
(35:51) Wong kita itu semakin tua itu biasanya semakin bijak san kita yang baru nikah ya biasanya itu pengalamannya masih sangat noo masih sangat sedikit sedangkan orang tua kita itu mereka sudah lama menikah biasanya lebih sabar lebih bijaksana kemudian ngasih masukan kepada kita ya saya ayo toleb Masa anakmu enggak boleh mainan belajar terus? Ya, itu bagus gak apa-apa.
(36:24) Kadang-kadang ada orang tua muda yang saking semangatnya pengin anaknya belajar enggak memberi kesempatan anaknya untuk noopo bermain. Padahal bermain itu hak. Haknya siapa? Haknya anak. Dulu ketika saya masih masih muda ya, Sikia orang tua banget lah ya. Dulu ketika saya masih muda, sering saya diingatkan sama ayah kami rahimahullah, Ustaz Zaini Muhayah.
(36:53) Lek, itu loh anakmu mainannya semuanya kamu sembunyikan, semuanya dilarang. Kasih dia kesempatan untuk bermain. Itu masukan yang positif kita terima. Terus yang tidak boleh kita terima apa? Kalau masukannya ne negatif, contoh Bapak kita nyuruh, “Loh, Nak, kok anak kamu enggak dipegangi HP?” Wong teman-temannya semuanya pada dipegangi HP.
(37:26) Masa anakmu enggak dipegangi HP? Ini masukan bagus atau buruk? Buruk. Wong anak masih STK, masih SD, wis dicekeli HP. Ya alasannya apa? Tanggane kabehan anake diwei HP. itu masukan yang tidak baik. Maka bagaimana sikap kita? Nah, satu kalau bisa umaeeh pisah nopo umaheeh pisah. Umah sapa? Umahe jenengan misah karo umahe bae.
(38:05) Supaya apa? Supaya jenengan punya privasi. supaya jenengan itu punya kemampuan untuk mengatur keluarga dengan pola yang Anda inginkan. Tentunya pola kebaikan bisa ya. Wah, enggak bisa, Ustaz. Orang tua saya sudah sepuh. Butuh nopo? Butuh untuk dirawat. Nah, itu berarti kondisi-kondisi tertentu.
(38:34) Kalau kayak gitu maka alon a alon pelan-pelan jenengan sampaikan kepada kakek, kepada nenek, kepada orang tua jenengan atau kepada mertua bahwa anak kita ini akan dididik dengan pola bla bla bla. Jelaskan. Saya pengin anak saya itu punya pola kayak gini, Pak. Kalau pagi-pagi itu waktunya menghafal Al-Qur’an lah.
(39:03) Terus mainnya kapan, Le? Mainnya nanti sore sore ya. Saya kasih kesempatan mereka untuk main lah. Terus nontonnya kapan? Ya hiburannya ada yang lain. Nanti saya ajak dia bermain apa gitu loh. Jelaskan pelan-pelan kepada kakek dan neneknya. Kalau kita menjelaskan dengan baik insyaallah ya. Insyaallah akan dite diterima ya. Baik, Ustaz. Jazakumullah khairan. Pertanyaan berikutnya, Ustaz.
(39:36) Anak saya baru berusia 2,5 tahun. Aktivitas pagi apa yang paling efektif dan menyenangkan untuk memberi teladan di pagi hari, Ustaz? Untuk mengoptimalkan waktu di pagi hari? Jazakumullah khairan. Anak umur 2,5 tahun berarti sudah bisa jalan. Ya sudah. Aktivitas apa pagi-pagi yang bagus? Diajak jalan-jalan. Diajak nopo jalan-jalan.
(40:03) Wah senang banget k bocah temenan. Wong anak saya umur 8 tahun aja setiap pagi minta noopo jalan-jalan sepedaan. Padahal sudah 8 tahun. Apalagi anak umur segitu. Wah senang banget itu ya. Jadi kalau pagi-pagi udara segar ya tentunya anu karena masih terlalu pagi mungkin khawatirnya embunnya masih ini khawatir berpengaruh ya pakai jaket gitu atau nanti agak jam ee kalau sudah agak terang gitu jadi jangan-jangan pas gelap-gelap banget gitu ya jadi agak terang jam 0.30 gitu kan sekarang sudah terang ya .30 mana sudah terang ajak
(40:42) anak jalan-jalan ya ke mana gitu ya ke sawahkah atau keliling perumahan ya itu aktivitas yang menyenangkan insyaallah ya aktivitas yang menyenangkan saya kira cukup ya sampai di sini terima kasih atas perhatiannya mohon atas segala kekurangannya kita akhiri dengan doa kafaratul majelis subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Radio Roja Bogor 100.1 FM.
(41:22) Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM Radio Rojap


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *