(4) [LIVE] Ustadz Dr. (H.C.) Fachrudin Nu’man, Lc., M.Pd. – Sullamul Wushul – YouTube
Transcript:
(00:00) akan hadir di layar kerja pendengar jazakumullahu khairon bagi Anda para pemirsa Roja TV yang sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah Alhamdulillahiabbil alamin.
(00:41) Wasalatu wasalamu ala sayyidil mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma baad. Pemisa Raja TV dan pendengar ID Roja di mana saja Anda berada. Dan di kesempatan sore hari ini kembali kita bertemu ee dalam kajian dan pembahasan ilmiah pembahasan dalam bab akidah bersama Al Ustaz Fakhruddin N’man Lyfidahullahu Taala langsung dari Pondok Pesantren Riyadus Shihin Pandeglang, Banten.
(01:12) Dan pembahasan sore hari ini sebagaimana ee yang biasa kita simak dari kitab ee Sulamul Ushul dan pembahasan ini kita akan lanjutkan kembali dalam poin-poin manzumah yang ditulis dari penulis kitab ini. Kami memberikan kesempatan yang luas bagi ikhwah dan akhwat fillah yang ingin bertanya perihal pembahasan sore hari ini di layan telepon 0218236543. Pertanyaan via chat WhatsApp di nomor yang sama dan alhamdulillah kita telah terhubung bersama Ustaz.
(01:35) Baik, kita mulai dan pembahasan sore hari ini kami persilakan kepada Ustaz untuk memulai pembahasan. Fatafadal masykur. Jazakah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati amalina. May yadihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
(02:14) Asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabiyana Muhammadin wa ala alihi wasohabatihi wamadahu bihudahu ila yaumiddin. Amma ba. Ya ayyuhalladina amanu ittaqulah ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun.
(02:46) inq had kitabullah wiral huda huda Muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhna muhin bidah wa bidatin waatin finar ama q nabi shallallahu alaihi wasallam maasyiral muslimin wal muslimah para bapak-bapak dan ibu-ibu, ikhwan dan akhwat di mana saja antum berada yang insyaallah senantiasa dijaga diberkahi dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
(03:17) Dan juga sahabat-sahabat kita di TV dan Radio Roja di Cilengsi. Subhanallah. Semoga senantiasa juga dijaga dan diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. juga tentunya kita senantiasa doakan semoga Radio Roja, TV Roja senantiasa terus eksis ya menyuarakan dakwah Islam di atas sunah dan manhaj yang sahih, manhajus salaf. Jazakahumull khairan.
(03:47) Ee semoga sekali lagi Allah berkahi dan Allah jaga hafidakumullah. Alhamdulillah tentunya kembali di kesempatan sore hari ini dengan izin dan taufik dari Allah Subhanahu wa taala, kita diberikan kesempatan oleh Allah untuk duduk sejenak dalam rangka mencari nikmat terbesar di antara nikmat Allah Subhanahu wa taala. Watmamtu alaikum nikmati kata Allah.
(04:19) Dan aku sempurnakan untuk kalian nikmatku. Yang dimaksud dengan nikmat dalam ee yang dimaksud dengan nikmat dalam ayat ini adalah wahyu, yaitu ilmu Allah Subhanahu wa taala yang diturunkan kepada rasulnya alaihialatu wasalam. Makanya al Imam Azzuhri Ibnu Syihab Azzuhri rahimahullah beliau mengatakan, “Ma anamallahu ala abdin ba’dal islam afdolu minal ilm.” Subhanallah. Naam. Dan ini sahih.
(04:56) Kata Ibnu Syihab Azzuhri rahimahullah, ma an’amallahu ala abdin. Tidaklah Allah memberikan nikmat kepada seorang hamba ba’dal Islam setelah keislamannya. Setengah setelah dia menjadi seorang muslim afdola au afdolu minal ilm. Yang paling utama daripada ilmu. Nikmat ilmu. Allahu Akbar. Naam. Subhanallah. Maka perlu kita ketahui dan harus kita ketahui bahwasanya nikmat Allah teragung atas hamb-Nya setelah dia menambatkan nikmat hidayatul Islam adalah ketika hambanya dianugerahi ilmu oleh Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, beruntunglah para ulama
(05:45) ya terdahulu tentunya setelah para rasul, dari kalangan para sahabat, dari kalangan para tabiin, tabiut tabiin yang mereka subhanallah dikenang sampai hari ini namanya harum sepanjang masa disebabkan apa? Disebabkan mereka masyaallah mendapatkan anugerah yang teragung yang tidak akan punah. yaitu alilmu nafi, ilmu yang manfaat.
(06:15) Maka maasal muslimin, Allahu Akbar ya. Kenapa? Karena hanya dengan ilmu, hanya dengan ilmu seseorang akan baik di dunia. Baik urusan dunianya, terlebih urusan agamanya. Ya, tidak akan pernah baik kalau dia tidak arungi dengan kekuatan ilmu dan dia pasti bahagia dengan ilmu.
(06:46) Sebagaimana tidak akan juga baik urusan akhiratnya. Ya, tidak akan baik urusan akhiratnya kecuali dengan ilmu. Subhanallah ya. Taman surga di alam barzakh tidak akan kita dapatkan kemudian kekuatan ilmu, kemudian kekuatan amal kita dan surga Allah Subhanahu wa taala juga kuncinya kekuatan ilmu dan amal kita.
(07:15) Ilmu tentunya secara khusus ilmu agama yang terkait dengan Allah Subhanahu wa taala dan syariat dan rasulnya dan syariatnya yang merupakan aturan peraturan Allah Subhanahu wa taala untuk kehidupan kita di alam semesta. Dan ilmu yang dimaksud tentunya ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sekali lagi ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya melalui Al-Qur’an yang jelas merupakan ilmu yang hakiki.
(07:48) Kemudian asunah apa yang diucapkan, apa yang dicontohkan, apa yang dipersetujukan. seluruh gerak-gerik dan hidup piku kehidupan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Dan tentunya subhanallah kedua landasan ilmu ini kita contoh dalam kita mencontoh dalam pemahaman dan pengamalannya generasi yang sudah dijamin surga.
(08:17) Subhanallah para sahabat Nabi salafun shh ridanullah alim ajmain. Oleh karena itu maasal muslimin Allahu Akbar sekali lagi alhamdulillah alladzi anzala kitabamjalahuwaj alhamdulillah ya atas nikmat teragung terbesar yaitu nikmat ilmu yang dengan itu kita pasti bahagia di dunia dan akhirat ya. Maka jangan sampai kita lemah, jangan sampai kita putus, jangan sampai kita urung dari terus memiliki semangat thabul ilmi. Ya manudillahuiran yufaqihu fiddin.
(08:50) Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah, Allah pahamkan dia agama. Hafidakumullah jamian. Allahumma inna nasaluka ilman nafi’an thayiban waalan mutaqbala. Tib. Kaum muslimin rahimakumullah. Alhamdulillah. Kita lanjutkan ya ee pembahasan kita dari kitab Sulamul Wul ya.
(09:17) Mengenal Allah Subhanahu wa taala perkara akidah, perkara tauhid yang merupakan perkara inti yang wajib merasuk dalam dada seorang hamba yang apabila kuat maka dia seperti pohon yang menancap kuat ya. Pohon yang sangat baik. thibatin asluhaitun waha famaha bidnibbiha Allahu akbar ya akidah yang kuat keimanan yang kuat tauhid yang kuat dan benar menancap dalam hati dan jiwa seorang hamba, maka akan menumbuhkan batang dan cabang yang kuat. Batang dan cabang itulah itu amal.
(10:00) Sehingga subhanallah biha memberikan buah yang masyaallah buah yang banyak dan manis ya di dunia dan subhanallah buah dan buah yang abadi nanti di akhirat di surga Allah subhanahu wa taala namam yaitu dengan apa? mengenal Allah Subhanahu wa taala, mengimaninya ya dan naam meluruskan keimanan ketauhidan dan akidahnya kepada Allah Subhanahu wa taala. Kaum muslimin baik.
(10:34) Alhamdulillah hari ini kita akan membacakan mungkin dua bait dulu Al Ustaz Ihsan yaitu wahual ghaniyu bidztihi subhanah jalla sanaahu taala sanah. Naam tafadol. Bismillah. Nam sebentar ustaz dilihat dulu wahyu bidti nam nam bismillah mualif rahimahullahu taala wahual ganiu bidtihi subhanahu jallauhu taalauh wa kulluaiin rizquhu alaihi wauna muftaqirun ilaihi Allahu akbarqah rahimahullah naam qal mualif rahimahullah Wah gani btii subhana wahual gani bidtihi subhana jallau taalauh ya wauaiin rizquhu alaihi wauna muftaqirun ilaihi q rahimahullah
(11:36) wah ganiyu dan dialah Allahu Akbar ya zat yang paling maha agung yang paling kita cintai alghani Di antara nama dan sifatnya, alghani yang maha kaya. Maha kaya. Maha tidak membutuhkan apapun. Ya, bidzatihi dengan zatnya. Subhanahu dan dia maha suci. Ya, naam bihamdihi tanzihan lahu wa tahmida. Ya, naam penuh dengan pujian.
(12:18) dan kesucian ya jalla sanauhu maha agung yaitu jalla sanuhu maha agung pujiannya ya maha agung pujiannya pujian atas Allah subhanahu wa taala taala dan maha tinggi sanuh yaitu keadaannya atau sifatnya maha tinggi keadaannya atau sifat sifatnya. Lalu qala waullu saiin rizquhu alaihi. Dan segala sesuatu ya segala sesuatu rizquuh rezekinya alaihi ditanggung oleh Allah atas Allah.
(13:08) Maksudnya ditanggung oleh Allah subhanahu wa taala segala sesuatu rezekinya atas Allah subhanahu wa taala. Maksudnya ditanggung oleh Allah subhanahu wa taala. Wauna muftakirun ilaihi. Dan setiap kita itu fakir ya kulluna semua kita muftakir muftakirun ilaihi yaitu membutuhkannya ya. Butuh kepadanya fakir kepadanya itu kepada Allah subhanahu wa taala.
(13:35) Nah, kaum muslimin rahimakumullah. Ya, tentunya di dalam ee bait atau qasidah ee yang tadi kita bacakan ini, mualif rahimahullah subhanahu wa taala mengabarkan kita tentang subhanallah keagungan Allah subhanahu wa taala ya. Keagungan Allah Subhanahu wa taala. Di mana di antara keagungannya ya bahwasanya dia alghani maha kaya.
(14:11) Maha yaitu tidak butuh ya tidak membutuhkan apapun dari makhluknya. Bahkan dia alhyyul qayyum sebagaimana kita ketahui dia itu maha hidup yang tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya. alqoimu binafsihi yang dia yaitu ee berdiri sendiri dan dia berdiri sendiri. Ya, makanya Allah Subhanahu wa taala dengan pada zatnya, pada dirinya yang dia maha suci ya dari membutuhkan apapun di alam semesta itu.
(14:48) Makanya ketika, mohon maaf ya, ya ketika orang-orang Nasra atau kaum musyrikin yang mengatakan waqul takarahmanu walada, mereka mengatakan arrahman Allah memiliki anak. Ya, menobatkan bagi Allah anak ya. Waqah id kata Allah ya sungguh kalian telah mendatangkan sesuatu yang sangat yaitu ya durhaka ya. Ya Allah.
(15:39) Kata Allah, “Hampir saja langit pecah ya dan bumi terbelahir dan gunung lulah. Anda lirahmani walada. Tatkala ada kaum yang mengatakan Allah punya anak ya. Lalu kata Allah wagahmaniyat walada. Dan tidak sepatutnya bagi Allah ya Allah tidak butuh. Buat apa punya anak sehingga Allah butuh anak yang mendampinginya, yang meregenerasikannya. La abadan. Lam yalid walam yulad.
(16:24) Kenapa inlu man fis samawati wal ard? Karena seluruh yang di langit dan di bumi atira rahmana abda semuanya adalah hamba ya akan datang kepada Allah dalam keadaan menghambakan diri kepada Allah subhanahu wa taala. Maka kaum muslimin rahimakumullah naam ya bahwasanya Allah subhanahu wa taala zat yang maha kaya tidak butuh apapun ya tidak butuh bantuan ya bahkan subhanallah ketika kita ketika Allah memerintahkan kita ibadah Allah subhanahu wa taala memerintahkan kita ibadah ya ketahuilah bahwasanya kepentingan ibadah kita, ketaatan kita, tidak ada kepentingan Allah Subhanahu wa taala Allah tidak butuh. Ya, oleh karena itu,
(17:10) andai kata seluruh penduduk bumi ya atau seluruh penduduk bumi di langit dan bumi semuanya menghambakan diri kepada Allah. Mazada dalalika fi mulki saia kata Allah ya tidak menambah yaitu eksistensiku atau kerajaanku. Atau sebaliknya apabila seluruh makhluk jinnya, manusianya, seluruh penduk langit dan kufur mana fiul tidak juga mengurangi itu kerajaan kegagaan Allah Subhanahu wa taala.
(17:44) Allah tidak ya tidak ya tidak butuh dengan segala sesuatu. Wah apa? Ganiun anil alamin. Allah Subhanahu wa taala yaitu maha ya ghani, maha cukup dari ya alam semesta ini dan tidak itu membutuhkan. di alam semesta ini mas muslimin itu zat di itu zatnya ya subhanahu wa taala ee dan dia maha suci tentunya dari aib dari kekurangan dia maha sempurna ya baik namanya namanya yang husna sifatnya yang tinggi dan juga subhanallah ya namam Allah subhanahu wa taala dia jauh daripada segala sifat yang ee merupakan sifat kekurangan, sifat aib. Tanazaha wa
(18:32) taala. Oleh karena di sini kata beliau, subhanahu jalla sanauhu taala synuh. Taala syuh. Maha suci dia, maha agung pujian atasnya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alladzi lamakadan walam yakun lahu mulkam yakunah minir takbir lihat alhamdulillah alladzi lamadan yang tidak apa mengambil untuk dirinya anak dan dia tidak butuh anak ya walam yakunahun fil mulk dan Allah tidak memiliki sekutu yang membantu dia dalam kerajaan langit dan bumi ini lah dia sendirian ya saking gagahnya apa kita sering baca dalam surat Apa itu? Ee ayat kursi ya. Naam.
(19:22) Ee lahu famawati wad w yau hifuma kata Allah. Dan tidak membuat letih. Allah Subhanahu wa taala menjaga langit dan bumi ini tidak ada letih. Maana minub ya tidak mengen mengenai kami. Kata Allah lugup keletihan tidak. Ya Allah, kita jaga kita jaga rumah kita aja capek tuh.
(19:50) Kadang-kadang jaga pondok aja nih masyaallah ya luar biasa pusingnya. Luar biasa capeknya, letihnya masyaallah ya. Allah yauduhu hifuma bahkan dan dia la taku sinatun w dia maha gagah ya walam yakam mulam yakunah wali minul ya. Dan dia tidak butuh penolong karena dia ya karena kehinaannya. La ya Allah tidak butuh ada yang me ya menolongnya membantunya lah.
(20:26) Innama amru kun. Allah hanya tinggal mengatakan kun ingin meng ingin sesuatu tidak ada. Faal lima yurid. Ya Allah mampu melakukan apapun yang dikehendaki. Subhanallah. Ya jalla sanauhu taala dan maha tinggi sanuh sifatuh maha tinggi sifatnya di atas seluruh sifat. Naam. Allahu Akbar. Sebagaimana maha tinggi zatnya juga maha tinggi sifatnya.
(20:54) Allah berada di atas. Allahu Akbar di atas arsy. Naam. Dan begitu dia berkehendak untuk dirinya. Dan juga subhanallah nah dia mengawasi. Dia mengawasi, melihat dan mengetahui apa seluruh yang terjadi di alam semesta ini. Dan dia memiliki sifat-sifat keagungan subhanahu wa taala. Allahu Akbar.
(21:20) Maka Allah pada dirinya ghani ya. Ghani gaya. Allahu Akbar. Ya. Luar biasa ya. Kekayaan Allah Subhanahu Maha Kaya dan seluruh lillahi lillahi ma fis samawati wa fil ardhi w bainahuma w milik Allah seluruh yang di langit ya w fil ardhi dan seluruh yang di bum bainahuma dan apa yang ada di antara keduanya wama tahtaara bahkan yang ada di bawah tanah semua milik Allahu Akbar akbar termasuk kita innalillah wa inna ilaihi rajiun ya.
(22:06) Oleh karena itu yang maha gagah, yang maha kibria, yang berhak untuk sombong, tidak boleh ada yang sombong kecuali Allah subhanahu wa taala. Ya, maka ay ikhwah Allahu Akbar hendaknya kita semakin tumbuh pengagungan kita kepada Allah. Namam. Nah, dari sini ya itu zatnya, Ayu ikhwah. Itu zatnya ya. Allahu Akbar. Dia tidak butuh anak, dia tidak butuh penyerta, dia pun tidak butuh pembantu, dia tidak butuh apapun.
(22:31) Ya, innallaha ghaniyun anil alamin. Allah ghani yang maha yaitu kaya dan maha tidak butuh atas alam semesta ini. Baik. Nah, sebaliknya kata beliau, waullu saaiin rizquhu alaihi. Ya. Ee sementara ya ee sementara ee atau sebelumnya subhanallah terkait dengan ini tentunya Allah Subhanahu wa taala N atau kita baca wau saiin rizquuh alaihi dan segala sesuatu rezekinya atas Allah. Allahu Akbar. Nah.
(23:13) Yalu saiin di sini sifatnya nakirah umum ya. Baik. manusia maupun hewan atau apapun di alam semesta ini sampai sebut-semut yang di lubangnya itu Allahu Akbar ya hewan-hewan yang masyaallah ya tidak belajar bagaimana mencari rezeki. Ketahuilah ikhwah bahwasanya semua manusia tatkala dihidup semua makhluk tatkala diadakan di alam semesta apalagi dan terkhusus makhluk hidup yang dihidupkan oleh Allah subhanahu wa taala baik manusia jinnya hewan-hewannya yakinlah bahwasanya subhan semua yang menanggung rezekinya Allah subhanahu wa taala yang menanggung rezekinya Allah subhanahu innallaha huar razzaq
(24:01) innallaha huar razzaqu Sesungguhnya Allah Arrazzaq sang pemberi rezeki. Bahkan subhanallah dia telah menetapkan rezeki untuk kita. Alhamdulillah. Oleh karena kita tidak perlu takut, tidak perlu khawatir ya. Nahnu qasamna bainahum fil hayatid dunya. Kata Allah kami yang sudah membagikan, Allah akan bagikan. Ya, yabsiz liasyaqdir.
(24:32) Allah luaskan rezeki bagi yang dia kehendaki dan Allah sempitkan di atas apanya? Di atas ilmunya, di atas kebijakannya. Ya, naam. Dan Allah tahu di atas kasih sayangnya kepada apa e berapa apa ee sesuai dengan hikmahnya dia bagikan. Yang ini luas, yang ini sempit, yang ini biasa. Yang pasti semuanya sudah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa taala.
(25:01) Oleh karena itu, sebagaimana kita ketahui ya bahwasanya seorang hamba ketika naam berada di perut ibunya atahu ya apa? Fayursal ilaihi malak. Maka dia diutus yaitu kepada seorang wanita yang sedang hamil tersebut seorang malaikat ya ketika 40 ketiga ya. Fayunfaku fihir ruh. Fayunfaku firuh. Maka ditiupkanlah roh ya ke dalam yni janin tersebut. Wuktabu biarbai kalimatin. Dan dicatat dan ditetapkan baginya empat kalimat.
(25:34) Empat ketetapan. Empat takdir yang disebut takdir umri. Apa yang dia tadi ditetapkan? Qala bikatbi rizkihi. Sudah ditetapkan rezekinya. Masyaallah. Oleh karena itu, Pak, Bu, teman-teman semuanya, ya Allah urusan rezeki enggak usah takut. Tidak perlu takut ya. Karena selama kita hidup, selama ada hayat di kandung bandan, berarti jatah rezeki kita masih ada. Ya.
(26:05) Kata Nabi, “Innahu lan tamuta nafsun hatta yuqd lahu rizquhu.” Ya, tidak akan mati seorang jiwa sampai Allah selesaikan urusan rezekinya. Alhamdulillah. Terlepas nanti dari luas atau tidaknya. Namun tentunya itu adalah sesuatu yang gaib ya. Walaupun di satu sisi naam ya secara tabiat bahwasanya manusia yaitu diperintahkan untuk mencari rezeki.
(26:31) Namun subhanallah hakikat yang datangnya rezeki luas atau sempitnya Allah subhanahu wa taala. Oleh karena itu, subhanallah kita perlu apa? Menyerahkan urusan ini kepada Allah dan kita tenang sambil kita mencari sebab. Karena kita diperintahkan dua, diperintahkan beriman atas ketetapan rezeki yang merupakan takdir. Namun itu gaib. Rahasia Allah.
(26:53) Dan kita pun diperintahkan mencari rezeki ya, yaitu mencari yaitu sebagian rezeki dari Allah Subhanahu wa taala. Maka kita yang ini bab iman dan ini bab yaitu kita lakukan sebagai perintah. Namun ya kita kembalikan hakikat yaitu ee datang atau tidaknya banyak atau tidak luas atau sempitnya rezeki kita kita kembalikan kepada Allah Subhanahu wa taala.
(27:12) Ya, sebagaimana itu ee ilmu burung ya tawakal burung ya. tawakuliqokum rqiru himaruhu bitan. Kalau kalian betul-betul bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, Allahu Akbar. Serahkan, minta ya sandarkan urusan rezeki kita kepada Allah. Karena dia razik. Karena diaq Allah subhanahu wa taala maka kalian pasti kata Allah rozaqakum ya.
(27:46) Kalian akan diberikan rezeki kama ruziqiru. Sebagaimana telah diberikan rezeki yaitu burung yang otaknya kecil tidak pernah nuntut ilmu e tentang bagaimana bisnis. Namun apa yang dilakukan burung tag him? Dia keluar dari rumahnya mencari rezeki dalam keadaan perut kosong. Watuduan ya ada usaha ya. Ada usaha.
(28:07) Namun sekali lagi hakikat atau rezeki dari Allah Subhanahu wa taala ya. Dan semua kita yaitu fakir kepada Allah Subhanahu wa taala. Allahu Akbar. N ya semua kita fakir, kita butuh Allah. Sehingga manusia hendaknya tadi keyakinannya bahwasanya tidak ada rezeki yang datang darinya kecuali kepada Allah. Tawakalnya kita serahkan urusan rezeki kita kepada Allah.
(28:39) Dan tentunya fabuallah wudu dan mintalah rezeki dari Allah Subhanahu wa taala dan sembahlah dia allahum min yang telah memberikan makan kalian dari rasa lapar ya dan memberikan rasa aman dari rasa takut. Siapa dia? Bait rab pemilik rumah ini Ka’batul musyarah. Oleh karena itu, maasyir muslimin, Allahu Akbar. Ya.
(29:16) Ee Allah sebutkan dalam surah ya ee dalam Al-Qur’an surah Fatir ayat 15 dan seterusnya. Allah katakan, “Ya ayyuhannas ya hai manusia antumul fuqaru ilallah.” Antum kalian semuanya tanpa terkecuali fuqara, fakir, bukan miskin lagi ni. Kalau miskin kita punya sesuatu nih yang menjadi sandaran dari diri kita kan. Miskin itu karena apa? Besar pasak daripada tiang.
(29:44) Kalau fakir apa? Besar pasak enggak punya tiang sama sekali. Itu fakir namanya. Nah, manusia ini Allah katakan fakir karena memang tidak ada sedikit pun dari dirinya tidak ada sama sekali. Allah apa manusia fakir. Ya ayyuhannas antumul fuqar. Kalian fakir ilallah kepada Allah lalu wallahu huwal ghaniyul hamid.
(30:12) Dan sesungguhnya Allahlah yang maha kaya dan maha terpuji ya. Maha kaya maha maha terpuji. Kaum muslimin rahimakumullah ya. Kemudian dalam ayat yang lain contoh lagi tatkala Allah mengatakan mengabarkan tentang siapa? Tentang diri ee apa? Tentang apa yang menjadi tugas kita di dunia ya. Apa yang menjadi tugas kita? Apa hikmah? Apa tujuan kita di dunia? Q Allah azza waalla surat azzariyat.
(30:37) W khalaqtul jinna wal insa illa liya’budun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk akad atau agar kita menghambakan diri kepada Allah. Beribadah tunduk patuh mentauhidkan Allah semata, melaksanakan segala ketaatan kepadanya. meninggalkan seluruh yang dilarang yang tidak diridainya.
(31:05) Lalu kata Allah, “Ma uridu minhum min rizqin widu ayun.” Allah tidak butuh dari makhluknya ya supaya makhluknya memberikan rezeki kepadanya dan Allah juga tidak butuh makhluknya memberikan memberikan makan kepadanya. Lah, Allah tidak butuh itu. Dan Allah bahkan Allah tidak butuh atas ibadahnya, penghambaannya sama sekali. Ya infuru jamian.
(31:32) Kalaupun kalian semua kufur kata Allah faallaha ghani. Sesungguhnya Allah maha kaya. Maka lalu diilanjutkan ayatnya innallaha razzaqu dul quwatil matin. Sesungguhnya Allah dialah yang maha razzaq yang maha pemberi rezeki dul quwwatil matin. Allahu Akbar. Yang memiliki sifat quwat almatin dan sangat matin yaitu sangat kuat Allah Subhanahu wa taala. Maka muslimin, innallahu razzaq.
(32:02) Allah zat seorang dan pemberi pemberi rezeki. Ya, oleh karena itu nauzubillah ya ketika nauzubillah kelompok yang tersesat yang dilaknat sampai akhir zaman dan tidak akan ada ranah surga bagi mereka itu kaum Yahudi yang suka yaitu mereka ngolok-ngolok Allah, menghina Allah.
(32:30) sampai mereka katakan disebut dalam surat Al Imran ayat 181qallahu inallahairun kata ya mereka mengatakan sungguh Allah telah mendengar perkataan orang mengatakan innallaha faqirun wahnu agni sesungguhnya Allah itu fakir Allah naudubillah menyandarkan itu sifat kepada Allah wahnu ag yang kaya itu kami karena mereka mendengar ayat atau naam ya ayat tentang manadzi yukullaha siapa yang mau meminjamkan Allah pinjaman yang baik maka Allah akan gantikan dengan gantian yang berlipat mereka pahami berarti Allah sudah miskin cari pinjaman astagfirullahalazim iridah Waqardan hasanah. Siapa yang mau meminjamkan Allah dengan pinjangan yang baik? Maksudnya apa? Yaitu berinfak.
(33:28) Allah gunakan kalimat qarda dalam rangka yaitu Allah akan membayar. Namun bukan qard di sini maksudnya Allah meminjam dengan apa? Dengan apa namanya? dengan kondisi Allah miskin fakir la maksudnya adalah memberikan yaitu infak kepada yatim kepada miskin kepada fuqara atau menginfakkan yaitu ee apa namanya hartanya di jalan Allah Subhanahu wa taala. Allah gunakan kalimat qard untuk apa? Naam.
(33:59) Yang namanya qard wajib diganti. Itu yang dimaksud. Dan Allah akan ganti fayuifahu adanir. Allah akan ganti dengan gantian yang berlipat-lipat. Allahu Akbar. Iya. Namam. Maka mereka mengatakan Allah fakir sudah mau sudah sudah minta pinjaman lah. Ya, mereka sangat bodoh dan tidak mengerti ya apa yang Allah katakan.
(34:24) Sehingga Allah katakan waqat yadullahi naubillah. Ya, yang berkata tadi yaitu yaitu Yahudi dalam ayat yang lain waqatil yahud. Orang Yahudi mengatakan yadullahi maglulah. Tangan Allah terikat, terbelenggu. Maksudnya Allah bakhil ya. Allah bakhil. Allah tidak bisa memberi. Ya Allah tidak memberi. Qul aidihim.
(34:48) Yang terbelenggu adalah tangan mereka. Waluinu. Mereka dilaknat bimaqal yadahumani kaifa yasya. Ya. Namun sebaliknya bahwasanya tangan Allah terbuka. Baladaan dan di sini juga ya dan di sini juga ya. Ahlusunah menetapkan bahasanya lillahiyat yalikualihi waamatih. Tidak boleh kita ragu ya kita mengabarkan apa yang Allah kabarkan tentang dirinya bahwasanya dirinya mengabarkan bahwasanya dirinya memiliki tangan kedua tangan ya baladahu kedua tangan Allah terbuka yunfiqu kaifa yasya Allah menginfak berinfak menginfakk memberikan yaitu dengan sekehendaknya
(35:33) bahkan subhanallah yarzuqu yasyau bighhairi hisab bahkan Allah berikan rezeki terkadang kepada seseorang ya kepada hambnya nya tanpa batas. Allahu Akbar. Dan rezeki Allah luar biasa. Ya, maaSyal Muslimin rahimakumullah. Naam. Ee [Musik] dalam sebuah hadis ay ikhwah terkait dengan ini hadis yang ya yang sahih hadis qudsi ya dalam Sunan Tirmidzi dan yang lainnya di mana Nabi Allah Subhanahu wa taala ya memanggil hambnya ya qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee apa q Rasul sahu alaihi wasallam anabbihi tabaraka wa taala
(36:22) Allah Rasul wasam mengabarkan dari Rabbnya tabaraka wa taala ya ibadi Allah katakan Allah berfirman, “Ya ibadi hamba-hambaku ini haram ala nafsi aku haramkan kezaliman atas diriku naam ya wukamil abid Allah bukan zat yang naam menzalimi hambanya wamahumullah wakin kanu anfusum yadlimun yang zalim adalah diri kita sendiri ini haram Aku haramkan kezaliman atas diriku dan aku jadikan kezaliman itu perkara yang haram antara kalian.
(37:02) Ya, aku haramkan kezaliman itu terjadi antara kalian. Falaam, maka janganlah kalian saling menzalimi. Nam tentunya di sini tentang haramnya satu sama lain kita melakukan kezaliman. Ya, melakukan hal-hal yang bisa yaitu menyakiti saudara kita tanpa hak. Mengambil hartanya, kehormatannya. Ya. Dan seterusnya dengan lisan kita, dengan perbuatan kita dan seterusnya. Q ya ibadi hai hambaku.
(37:30) Ya, setiap kalian adalah asalnya sesat. Sesat. Tersesat dari jalan Allah, dari cahaya Allah, dari petunjuk Allah. Il man hadaitu kecuali yang aku berikan hidayah. Subhanallah. Sebagaimana Allah berfirman tentang Nabi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waajadakaan fahada.
(37:53) Kami temukan engkau hai Muhammad dol a la ilmaahu. Kata Syekh Sa’di, yaitu tidak ada tidak memiliki ilmu tidak di atas ilmu fahada. Lalu Allah akan memberikan hidayah. Subhanallah ya. Dan di sini jelas bahwasanya ya nikmat yang utama dan ini yang pertama disebutkan kullukum. Setiap kalian sesat manada itu kecuali aku berikan hidayah. Naam.
(38:17) Maka subhanallah ya may yahdihillahu fala mudillalah. Siapa yang diberikan hidayah tidak akan ada yang menyesatkannya. Maka subhanallah ketika kita di atas Islam Allahu Akbar lalu kita di atas ilmu ya. Lalu setelah itu di atas amal hidayatut taufik. Allahu Akbar. Wallahi tidak datang itu kecuali dari Allah Subhanahu wa taala.
(38:36) Alhadi huallah subhanahu wa taala. Dan Allah maha tahu siapa yang berhak mendapatkan petunjuk dan siapa yang nauzubillah dan disesatkan di atas kebijakannya dan di atas keadilannya. Lalu ya ibadi kata Allah hai hambaku. Kulukkum jai. Setiap kalih hukum asalnya apa? Jai lapar. Ya. Tidak ada makan, tidak ada minum ya. Tidak ada sesuatu yang kita bisa makan dan minum.
(39:07) kecuali yang aku berikan makan wa ya e apa eh wau yas dialah yang memberikan aku makan dan minum dialah Allah dan ketika aku pun sakit wa maritu fahua yf hanya dia hakikatnya yang menyembuhkan nah kata Allahun maka sini minta makan itu kepadaku minta jangan sombong jangan sok jangan kita takabur seakan-akan kitalah yang berbuat sehingga mendatangkan ini, mendatangkan itu, bisa melakukan la abadan ya kita tidak memiliki apa-apa kecuali ketika Allah beri segala sesuatu itu kepada kita maka kita mintalah fastatimuni, mintalah rezeki, mintalah
(39:57) makan, mintalah minum. Ayo minta kepada sang pemiliknya yang maha kaya, yang derma, yang rahim yaitu Allah Subhanahu wa taala. Inkum maka aku akan berikan dia makan. Kalian makan. Makanya subhanallah maas muslim sandarkan, sandarkan hati kita, sandarkan sambatan-sambatan kita, permintaan-permintaan kita, doa-doa kita, dan kuatkan uduni sini minta sama aku. Dan Allah sangat suka cinta ya naam.
(40:27) Eh Allah sangat cinta kepada hambnya yang senantiasa berdoa kepadanya, menghinakan diri, meminta, yaitu nyambat-nyamat namanya. Allahu Akbar. Sangat senang kepadanya ya. Ya, ibadi. Lalu kata Nabi, “Ya ibadi, hai hambaku, kullukum arin.” Setiap kalian juga ar, tidak berbaju, telanjang. Lihat. Masyaallah. Nih, Pak, Bu.
(40:52) Teman-teman semuanya, antum berapa di kulkas? Eh, di kulkas di lemari itu ah antum berapa punya di lemari itu? Antum pakai masyaallah pakaian ini. Wallahi demi Allah tidak akan ada sehelai yaitu benang pun tidak ada sehelai yaitu kain pun yang menempel di tubuh kita. Yakinilah betul sebabnya mungkin kita bisnis, sebabnya kita dikasih bla bla bla bla bla bla dan seterusnya. Tapi wallahi hakikatnya arraziquallah.
(41:16) Maka kita alhamdulillah. Makanya antum dapat ah ustaz ya kita pakai baju gimana? Alhamdulillahilladziani yaqiri min. Allahu Akbar. Antum suka baca enggak? Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang yaitu yang telah menutupi diriku dengan baju ini.
(41:43) Allah ya warzaqi dan memberikan rezeki baju ini kepadaku minhairi haulin wala quwah. Tanpa ada daya dan upaya kau aku. Makanya jangan sombong-sombong. Oh masyaallah ya. Fashion ya. Apa ustaz? Hah? Masyaallah. Sombong-sombong dengan bajunya. Seakan-akan masa dia yang mampu apa? Dia yang mampu dari dirinya. Bahkan dialah yang apa? Ee dialah yang apa namanya? Membuat ee jenis bajunya, coraknya dan seterusnya. La la la.
(42:10) Katakan alhamdulillah. Katakan alhamdulillah. Dan dia memakai baju untuk keperluan yaitu menutup auratnya, menghangkan badannya maka alhamdulillah ya. Kemudian ya ibadi maka fastqoni ya maka mintalah pakaian itu kepadaku minta yaukum aku akan berikan kalian.
(42:35) Maka di sini Allah Subhanahu wa taala memerintahkan kita untuk meminta karena kita fakir karena kita tidak memiliki apa-apa ya ibadi innakumtiunila wahr. Hai hambaku. Sesungguhnya kalian ya Allah berdosa seterusmenerus siang dan malam. Lailahaillallah. Apalagi zaman sekarang, zaman yaitu pintu dosa terbuka, pintu syahwat, pintu yaitu maksiat dibuka oleh Allah.
(43:00) Bahkan mungkin di tangan tiket setiap saat kita maksiat, yang didengar maksiat, yang dilihat maksiat, Allahu Akbar. Merasuk ke dalam tubuh kita segala bentuk maksiat, maka kata Allah, tahu itu innakum tukhtiun laila wahar. Kalian senantiasa melakukan dosa dan siang dan malam. Ya, wafirudun jamian. Dan aku akan mengampuni semua dosa Allah. rahim gfurun rahim tawabun rahim luar biasa Allah gfur ya seendatipun siang dan malam kita menzalimi diri kita menzalimi Allah subhanahu wa taala dengan perbuatan-perbuatan dosa kita akbar selama masih ada hayat belum sampai tenggorokan selama itu masih ada matahari dari barat Allah terbukit pintu
(43:40) taubat ya makaanfirunuba jami aku ampuni semua dosa fastagfirun Tapi sini minta ampun sama aku. di sini dosa minta ampun lagi tobat lagi ya dosa tobat lagi dengan kejujuran kita ya dengan tobat yang jujur yaitu kita sedih lalu kita ah berazam kuat tidak akan balik ya berazam kuat namanya juga azam ya walaupun terkadang setan lewat lagi tuh ya sedih kemudian kita iql mencopot ya kalau sudah ada kalau ada ada hak orang lain maka kita kembalikan eh ternyata kita setelah bertobat kembali lagi ternyata terjemus ya sudah tobat lagi dan terus begitu ya terus begitu
(44:25) kaum muslimin Allah sangat suka hambanya minta ampun kembali ke jan Allah subhanahu wa taala karena dia maha pengampun dia ghani dia tidak butuh untuk mengazab hambanya sebetulnya tidak berkepentingan untuk mengazab hamb-Nya ya namun yaitu tentunya seorang hamba perlu tawaduk perlu tunduk perlu menghinakan diri di hadapan dia dengan meminta ampun dan dia sangat pemurah dengan ampunan ya subhanahu wa taala.
(44:57) Kemudian ya ibadi innakum lan tablri fataduruni walan tablugu nafanfauni. Lihat di sini tidak butuh ya. Wahai hambaku, sesungguhnya kalian tidak akan mampu memberikan memberikan madarat kepadaku dan tidak akan juga yaitu ya ee tidak akan juga sampai manfaat-manfaat kalian untukku. Maksudnya Allah tidak butuh. Tidak akan ada yang bisa memadariti Allah walaupun semua kufur atau semua Allah kasih permintaannya.
(45:32) Ya, semua manusia berdoa lalu apa namanya? Allah berikan semua permintaannya. tidak akan berkurang. Semua kufur kepada Allah juga tidak akan pernah berkurang. Yaitu ya eksistensi dia sebagai Rabb al alamin. Gagahnya, mulianya, agungnya ya. Ibadi. Sehingga Allah jelaskan lau anna awalum wa akhirakum wa insakum wa jinnakum.
(45:57) Andai kata seluruh makhluk baik yang awal maupun yang akhir dari mulai Adam tuh sampai seluruh akhir manusia bahkan seluruh makhluk yang lain ya insakum wa jinnakum baik itu manusianya jinnya kanu atq alqbiulin wahidin minkum dan mereka semuanya di atas ketaatan manusia yang paling taat di antara kalian katakan semuanya sekali berpara nabi semua ya Semua jinnya manusia sekaliber para nabiqjunumika mulia itu tidak membuat ya kerajaanku bertambah ya derajatku bertambah la tidak ada hubungan Allah tidak butuh ya justru ketaatan kalian kekuatan yaitu
(46:43) ee taat kalian kembali untuk kalian Allah tidak butuh Subhanallah ya man amila shihan falinafsih waman asafa alaiha siapa yang senantiasa beramal salh untuk dirinya. In ahsantum ahsantumfusikum. Allah tidak butuh. Kalau kalian pun kendati pun kalian melakukan kebaikan, kekuatan apa amal saleh. Amal saleh itu untuk diri kalian sendiri.
(47:09) Lalu sebaliknya ya ibadi analakum wa akirakum jinnakum waakum ya wahidin minkum. Sebaliknya andai kata seluruh makhluk yang awal yang akhir jin dan manusia ya keadaannya seperti manusia terburuk. Misalkan siapa? Semuanya kayak Firaun. Semua makhluk di dunia ini, jin manusia kayak Firaun gitu. Jahat atau iblis minulai itu tidak membuat itu kerajaanku rendah, kerajaanku turun, derajatku turun. Abadan tidak berpengaruh. Kenapa? Karena Allah tidak butuh.
(47:44) Justru yang butuh adalah kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Lalu kata Allah, “Ya wahidin.” Andai kata seluruh makhluk yang awal, yang akhir, jin dan manusia, mereka semua berdiri di satu yaitu ya di satu hamparan yasaluni semuanya berdoa mengangkat tangan.
(48:10) Semua berdoa dengan ragam doa yang inti minta rezeki, yang ini minta ini minta semua makhluk insan. Lalu aku berikan kepada setiap manusia atau setiap yang berdoa semua apa yang dia minta aku minta aku berikan. Dan itu tidak ada yang sulit bagi Allah. Allahu Akbar. Tidak akan berkurang segala apapun yang aku miliki ya. Kecuali seperti berkurangnya air laut ketika dimasukkan ya apa? Jarum.
(48:41) Antum tahu air laut ya? Di samudra gitu. Jangan di samudra. Di sini dekat mana? Di Labuhan. Di Carita sini ya. Antum bawa jarum tuh. Bawa jarum tuh. Antum masukin itu jarum lalu antum angkat kira-kira berapa? Allah. Kalaupun berkurang kata Allah tak ubahnya seperti berkurangnya air laut ketika dimasuki jarum dan diambil jarumnya segitu.
(49:05) Allahu Akbar. Kekayaan Allah mala’a sangat luas gani dan dia makan. Subhanahu wa taala. Ayo. Ya, maasal muslimin rahimakumullah. Ya. Ee naam ya. Ya ibadi innamaalukumakum. Hai hai hambaku. Sesungguhnya itu adalah amal-amal kalian yang aku akan yaitu hitung yaikum. Kemudian aku balas wajir falyahmadillah.
(49:39) Dan ketika mendapatkan yaitu kebaikan ya mendapatkan kebaikan baik yaitu ee dari perbuatannya atau dari balasan-balasan yang Allah berikan kepadanya. Falyahmadillah maka pujilah Allah. Alhamdulillah. Masyaallah. Si fulan bisa salat. Si fulan masyaallah menjadi menuntut ilmu. Lalu dia pun mendapatkan yaitu keutamaannya di dunia dan akhirat. Falyahillah.
(50:05) Ingatlah bahwasanya itu bukan karena Anda jangan sombong sebagai sombongnya yaitu Qarun. ketika mendapatkan kebaikan-kebaikan lalu dia mengatakan ini dari ilmuku la ya Allah wajada dan siapa yang mendapatkan selain itu dia di atas keburukan ya nam dia tidak beramal dan ketika dibalas kebalasan dengan keburukan di dunia dan akhirat maka jangan apa jangan yaitu menyela mencela kecuali dirinya sendiri kaum muslimin rahimakumullah ya naam ayyuhal ikhw rahimakumullah ee ee itulah bagaimana gagahnya dan kay apa yang dapat kita ambil dan kita petik dari yaitu sekelumit ya kegagahan ee sifat dan nama Allah alghani alghani ya
(50:50) bahwasanya bertambahlah pengagungan dan kecintaan kita kepada Allah subhanahu wa taala bertambahlah pengagungan kita dan kecintaan Allah dia maha kaya dia maha segala-galanya tidak ada dan dia maha terpuji tidak ada sedikit pun kurangnya, maha tinggi sifatnya, maka semakin bertambah pengagungan dan kecintaan kita kepada Allah Subhanahu wa taala.
(51:17) Kemudian subhanallah ya semakin hinanya kita kepada semakin butuhnya kita kepada Allah sehingga subhanallah tidak ada yang patut ya hal min khalikin ghairullah yarzuquukum minasama wal ard. Apakah ada khali sang pencipta selain Allah yang bisa memberikan rezeki kepada kalian dari langit dan bumi? Lailahailla hua. Ya, konsekuensinya apa? Lailahailla hua.
(51:42) Ini konsekuensinya ketika kita mengetahui rububiyah Allah, di antara rubiyah Allah, Allah raz di antara perbuatan Allah yang agung, yang maha ya yang maha maha apa? Berdiri sendiri, maha kuat, maha gagah, maha kaya. Arraziq, maka konsekuensinya lailahaillallah. Kita tidak menyembah kecuali dia.
(52:04) Ya, tidak kita menyandarkan segala apa? Segala urusan kita, ketawakalan kita, permintaan kita, yaitu rajak kita, doa kita, sambatan-sambatan kita, ya Allah kecuali kepada Allah. Karena tidak ada lihat Allah katakan, walladina yabununa minunillah ma yamlikuna minitmir. Ya, apa yang kalian sembah selain Allah? Apa yang sembah selain Allah? Mayammir.
(52:30) Kitmir saja mereka tidak punya. Ya Allah. na apa yang disembah selain Allah tidak memiliki dar dan nafak tidak bisa memberikan madarat dan manfaat kitmir saja tidak punya kata Allah apa kitmir ya kitmir adalah yaitu yaitu kurma di dalamnya ada bijinya di dalam bijinya itu ada apa ada kulit biji kurma kitmir itu namanya kalau kitmir aja enggak mau gimana bijinya gimana dagingnya gimana pohonnya gimana kebunnya dan gimana alam alam semesta ya Allah ya makanya yang maha kaya Allah kitbir saja mereka mereka sembah apa naubillah
(53:09) patung mereka sembah apa ee mereka ber menyembah dan apa menyandarkan urusan kepada patung kepada batu kepada api kepada bintang kepada bulan, kepada jin, kepada malaikat kepada orang-orang saleh baik masih hidup maupun yang masih yang sudah wafat disambat-sambat namanya diyakini subhanallah percaya dengan air ini, batu ini, keris ini, golok ini, tongkat ini, Lailahaillallah disandarkan yaitu ya naam urusan-urusan mereka kepada selain Allah. Hasbunallah wanikmal wakil.
(53:45) Cukuplah Allah bagiku ya zat sebaik-baiknya untuk bersama Allah. Bismillahi tawakaltu alallah la quata. Ketika kita keluar rumah bismillah kita minta bnya bail istianah ya. Bnya bail istianah. Bismillah. Dengan menyebut nama Allah, aku minta pertolong kepadanya. Tawakaltu alallah. Dan aku serahkan segala urusanku kepada Allah. La haula wala quwwata illa billah. Karena tidak ada daya dan opek.
(54:13) Makanya masyaallah kalau antum jangan lupa ya keluar rumah ke mana pun antum baca itu ikhwan. Karena kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Siapa yang baca itu maka setan mengatakan wufita wauqita ya. Nah, wufit engkau akan dijaga, dicukupkan, dan di ya dijaga dan dicukupkan. Dan setan pun menghindar dari kita.
(54:41) Kenapa? Bagaimana kita bisa menjaga ee bagaimana kita bisa menggoda kata setan seseorang yang sudah dicukup dijaga oleh Allah subhanahu wa taala. Subhanallah. Karena dia apa? Serahkan urusannya kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka subhanallah ya semakin kita berdoa kepada Allah ikwan. Allahu Akbar. Kita ini kebutuhannya banyak. Antumul fuqarallah. Semakin kita berdoa, semakin kita menyambat-nyambat lillahi asmaul husna. Yang kita sambat hanya Allah, ya Rahman, ya Aziz.
(55:05) Eh, bukan ya jin ini, ya jin itu, ya. Ya, syekh ini ya, ya wali itu ya atau ya malaikat fulan, ya nabi fulan. La abadan ya. Kita hanya nyambat kepada Allah subhanahu wa taala, rojak kita kepada Allah dan seterusnya. Sehingga kaum muslimin, Allahu Akbar dengan nama ghani saja ya. Kalau andai kata dengan nama ghani saja niscaya cukup untuk menjadi ya konsekuensi kita hanya menyembah Allah subhanahu wa taala. Hanya apa? Menyandarkan urusan kita kepada Allah subhanahu wa taala.
(55:38) Ya kaum musliminkumullah dalam dalam Bukhari dan Muslim dalam dalam Sahih Bukhari Muslim Rasulullah mengatakan yadullahi tangan Allah sangat luas. Ya. Ya. Yadullahim tangan Allah sangat luas terbuka. Laagiduha nafaqah. Tidak membuat dia sulit atau sempit apapun nafkah yang dia berikan. Sahaul laili nahar. Dia maha derma siang dan malam. Dia maha derma siang malam.
(56:11) Ya. Bagai apakah kalian tidak melihat apa yang Allah infakkan untuk makhluk ini dari penciptaan langit dan bumi? Allah lihat. Ya, sekarang aja kita ada orang yang punya triliun, masyaallah ya, miliar bangunan-bangunan luar biasa besar. Bahkan kita mungkin miliki sebagian rezeki itu apa yang diberikan kepada Qarun luar biasa kepada Firaun.
(56:34) Berapa infak Allah? Bahkan Allah tidak pandang bulu. harta yang kafir dikasihi oleh Allah tidak bakhil ya dengan tentunya yaitu ya dengan tentunya nanti ada berita acaranya ketika diberikan mereka menghambakan maka Allah ridai dan Allah terus tambah dan ketika mereka kufur maka Allah innaabiadid ya kaum muslimin Allah ya faahu lam yid fiaminihi dan tidak pernah berkurang apa yang ada di tangan kanannya oleh karena itu sebuah doa diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam Ya. Alhamdulillahiabbil alamin.
(57:10) Alhamdulillahirabbil alamin. Segala puji bagi Rabb seluruh alam arrahmanirrahim yang maha rahman, rahim ya maha maha yaitu ee kasih sayang rahmah maliki yaumiddin. Dan dia yang merajai di hari kiamat. La ilahailla hua. Ya, tidak ada ilah yang berhak di kecuali dia yaf’alu ma yurid yang dia melakukan apa yang dia yang dia kehendaki.
(57:36) Allahumma antallahu la ilahailla anta. Ya Allah, Engkau adalah Allah yang tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Antal ghani dan Engkau Maha Kaya. Wahnul fuqar. Lihat di sini antal gani. Lihat di sini apa namanya? Tawasul dengan nama dan sifat Allah. Antal gani engkau yang maha ghani, yang maha kaya. Wahnul fuqar.
(58:00) Sementara kami maha fakir, kami fakir. Anzil alal gis. Turunkanlah kepada kami hujan. Anzil gisalagin. Dan jadikan apa yang kau turunkan kepada kami sebagai sebab kekuatan dan yaitu sampainya urusan kami di waktu yang ya ditentukan. Maka maasyiral muslimin rahimakumullah. Barakallahu fikum. A ihsan.
(58:27) barangkali ya untuk pertemuan hari ini ee karena selanjutnya adalah pembahasan tentang kalam atau sifat yang lain dan beberapa bait ana kira kita cukupkan ya sampai hari ini eh sampai sini ya dan semoga yang sedikit ini sudah menambah kekuatan pengagungan cinta ya kita kepada Allah subhanahu wa taala namam barangkali itu saya sampaikan kalaupun masih ada waktu bisa dengan tanya jawab jazakumullah khair asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Nam ustaz. Alhamdulillah. Jazakallah khair wabarakallah fik.
(58:56) Pemirsa dan pendengar di Roja. Kita berikan kesempatan bagi Anda yang ingin bertanya perihal pembahasan sore hari ini di L telepon 0218236543 dan pertanyaan via chat WhatsApp di nomor yang sama di 0218236543. Kami angkat terlebih dahulu Ustaz pertanyaan via chat WhatsApp yang sudah masuk. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(59:19) Barakallah fik ustaz. Dan jazakallah khair atas kajiannya. Pertanyaannya adalah apakah mempengaruhi tauhid seseorang ketika ee keinginan untuk mendapatkan rezeki dan mencukupi kebutuhan di dalam rumah tangga terkadang melalaikan kita dari beribadah salat tepat waktu. Dan Allah Subhanahu wa taala maha ghani.
(59:44) Bagaimanakah doa yang baik dalam meminta rezeki dengan nama-nama Asmaul Husna? Mohon nasihatnya. Jazakallah khair. Pertanyaan bagus. Barakallahu fikum hafidakumullah. Ya, semoga yang bertanya diberkahi, dijaga, dan semua kita tentunya juga diluaskan rezekinya oleh Allah subhanahu wa taala. Naam. Ayul ikhwan rahakumullah. Naam.
(1:00:11) ee tabiat manusia dan juga adalah merupakan kewajiban kita yaitu mengambil sebab. Betul kita wajib yakini bahwasanya rezeki ya dari Allah Subhanahu wa taala dan sudah ditetapkan berapanya dan tidak akan mati kata Nabi kalau jatah rezekinya belum selesai.
(1:00:39) Namun itu perkara gaib yang kita tidak ketahui itu rahasia Allah Subhanahu wa taala. Di sisi lain Allah Subhanahu wa taala perintahkan kita mencari nafkah. Naam. Ya, mencari nafkah sebagai sebab sehingga kita tidak bersandar, “Ah, nanti juga turun emas dari langit.” L la la. Ya, ada sebab dan akibat ya yang Allah turunkan kepada hambanya. Dan Allah perintahkan itu ya namam ee diperintahkan kita mencari rezeki ya mencari yaitu ee nam rezeki Allah subhanahu wa taala melakukan kasab di dunia ini.
(1:01:12) Nah, kaum muslimin dirahmakumullah. Namun tentunya ya tadi Allah sudah menjamin dan Allah memerintahkan kita memberikan rezeki ya mencari rezeki. Maka sang pemberi rezeki memberikan itu rambu-rambu. Ya, jangan sampai ketika kita mencari rezeki ya dengan sebab-sebab yang kita lakukan malah melalaikan kita dari pemberi rezeki.
(1:01:44) Jangan sampai naam kita mencari rezeki ya dan semaksimal mungkin dengan apa yang kita ya yaitu mampu lakukan. Bahkan kita memprogramkan kita mencanangkan, oh misalkan saya nanti bekerja di sini atau saya akan melakukan yaitu usaha ini ya dicanangkan nanti insyaallah nanti hasilnya begini dan begitu itu manusiawi ya. Dan Allah berikan kita kemampuan itu dengan akal kita ya dengan ikhtiar kita ya dengan kemampuan kita. Namun ketahu yakinlah bahwa pemerzekinya adalah Allah.
(1:02:17) Maka jangan sampai usaha kita ini ya menjadikan menyibukkan kita dari sang pemberi rezeki. Makanya Allah katakan ya ya ayyuhalladzina amanu la tulhikum amwalukum w auladukumikrillah. Jangan sampai harta kalian baik harta yang sudah kita dapatkan atau harta yang sedang kita cari membuat kita lalai dari mengingat Allah subhanahu wa taala.
(1:02:45) Ya, malah kita melakukan sesuatu yang membuat marah, pemberi rezeki yang kalau kita dikasih pun ada orang disebut namanya ada pemberian Allah disebut istidraj yaitu kita disungkuh tapi di atas ketidakridaan lalu tunggu tanggal nauzubillah yaitu ee apa namanya kemurkaan Allah kepada kita. Allah sudah ingatkan, “Ya ayina amanu, Anda berimanum amwukumillah.” Ya, jangan sampai harta dan anak-anak kalian melalaikan karena dari mengingat Allah, dari mengajarkan salat, mengerjakan salat. Makanya subhanallah Allah memuji. Subhanallah ya.
(1:03:18) Allah memuji dalam surat Annur para pembisnis. Allah memuji para pembisnis, para pedagang, para pencari cuan. Ya, apa kata Allah? Mereka berada di rumah-rumah Allah. Di rumah Allah yang maksudnya di rumah yang diperintahkan di sana disebut dan diangkat nama Allah.
(1:03:46) Maksudnya di masjid ya mereka senantiasa bertasbih kepada Allah khususnya pagi dan petang. Ya, siapa mereka ini? Masa rijalun mereka rijal laki-laki yang tidak membuat lalai mereka laki-laki waiun yaitu tijaratun yang bisnis dan jual beli mereka tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah. menegakkan salat zakah dan membayar zakat.
(1:04:29) Bila datang rezeki kepada mereka, mereka sangat takut atas suatu hari yang yaitu terbelalak di sana mata dan hati dan mata mereka sangat takut kepada Allah sub hari kiamat kita harus punya. Ya, maka maas muslimullah ya. Sehingga kata Allah awas nih jangan kita masuk ke dalam surat alhakumut takatur membuat lalai kita mencari ya ber apa namanya memperbanyak harta.
(1:04:57) Maka masum muslimin cari rezeki sesuai dengan kemampuan kita. Namun tentunya dengan batasan di mana tatkala sudah datang perintah Allah ya dan maka kita lakukan. Ketika datang larangan Allah maka kita tinggalkan. Dan tentunya tadi di antara perintah yang langsung Allah katakan untuk para pembisnis, untuk orang yang mencari rezeki ya naam lihat coba surat Jumat apa kata Allah nudi yaumil jumat.
(1:05:20) Apabila sudah datang panggilan untuk melakukan salat Jumat, fasikrillah segera ya untuk yaitu menuju mengingat Allah maksudnya salat ya wadarul bai dan tinggalkan bisnis-bisnis apapun kalian ya jual beli kalian bisnis tinggalkan. Maka subhanallah ya. Dan jangan takut ketika kita mencari rezeki ya.
(1:05:49) Ketika kita mencari rezeki lalu di satu sisi kita pun harus yaitu naam ee melakukan ketaatan kepada Allah. Ada waktu yang diambil untuk taat kepada Allah. Jangan takut rezeki kita berkurang. Bahkan dengan itu, Teman-teman semuanya, para ulama mengatakan bahwa sebab rezeki ada dua. Yang pertama sebab zahir. Sebab zahir itu kita ke pasar, kita jual beli, kita ah dagang, kita bisnis atau kita bekerja, itu sebab zahir.
(1:06:12) Tapi ingat bahwasanya di sana ada sebab maknawi. Ya, ada sebab maknawi. pintu-pintu rezeki yang datang dari Allah Subhanahu wa taala ya yang secara yang yang dilakukan yang yang di yang kita lakukan tidak secara zahir ya yaitu apa? Subhanallah. Yang paling gagah, yang paling hebat ketakwaan kita.
(1:06:37) Katakanlah ketakwaan kita ya kepada Allah Subhanahu wa taala secara umum kata Allah. Siapa yang bertakwa kepada Allah akan kami berikan rezeki. Maaf jangan keluar dari segala jangan keluar dari seluruh kemelutnya ya kesulitannya. Bahkan dikasih rezeki dari jalan yang tidak dikira-kira. Subhanallah. Lihat di sini. Perintahkanlah terus anak dan keluargamu untuk salat. Sabar. Perintahkan salat-salat.
(1:07:12) Ya, kami tidak berharap rezeki darimu. Kata Allah nahnu narzuk. Lihat di sini. Makanya di antara para ulama mengatakan di antara sumber rezeki secara umum takwa secara khusus salat khusus. Masyaallah. Maka yuk tingkatkan. Inilah prinsip muslim. Ini prinsip muslim ya. Mencari dunia tapi tidak melalaikan ya kewajiban yang lebih dahsyat dan utama kepada Allah.
(1:07:39) Dan dia pun mencari dunia dengan sebab-sebab yang tidak dimiliki oleh orang-orang ahlud dunya apalagi orang-orang kafir. Ya. Naam. Maasyal muslimin kita berdoa, kita bertawakal itu semuanya pintu-pintu rezeki yang lebih kuat. Terkadang lebih kuat daripada pintu sebab. Ya, terkadang lebih kuat daripada pintu pintu sebab yang zahir tadi.
(1:08:00) Maka itu yang pertama berusaha semaksial mukin ya kita ee apa mencari rezeki jangan sampai melarikan kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian Nabi doa banyak sekali contoh doa saya pagi Allah bilang apa? Nabi doanya apa? Allahumma inni asal nafian wa Allahika haramika aman siwawah agina bihalalika haramika ya eh nam ya Allah cukupkan kami dengan yang halal darimu dari yang haram ya naam eh kemudian atau dengan bahasa kita allahumzna riban Allah aksir amwalana wauladana wiknaha allahina Ya Allah, jadikanlah keluasan rezekiku khususnya nanti ketika aku masa tua ya. Ya Allah, perbanyaklah harta dan apa?
(1:08:47) Allah aksir amwalana wauladanaikana fiha. Perbanyaklah yaitu harta dan anak-anakku dan berikanlah keberkahan kepadanya dan seterusnya banyak atau dengan bahasa kita. Allah maha tahu segala bahasa yang bisa kita yang kita ucapkan. Barakallahu fikum. Intinya bahwasanya ayul ikhwah dua ya.
(1:09:12) satu yaitu jangan sampai melalaikan dan kita harus istiqamah ya kuat hebat di atas ketaatan kita kepada Allah karena itu yang merupakan inti sementara rezeki sudah dijamin. Namun tentunya perlu kasab dan namun jangan kasab itu melalaikan kita dari perkara yang lebih inti daripada kita sekedar mencari kasab harta dan cari rezeki dengan sebab-sebab maknawi, takwa, doa, tawakal dan seterusnya. Dan tentunya salah satunya kita banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Allah Maha Kaya.
(1:09:36) Fastatimuni, fastqsuni tadi hadisnya. Mintalah mintalah makan kepadaku, mintalah pakaian kepadaku dan seterusnya. Barakallahu fikum. Nam nam ustaz jazakallah khair atas jawaban dan nasihat yang disampaikan sebagai menjadi pencerahan bagi yang bertanya. Barakallah fik.
(1:09:59) Masih kami angkat pertanyaan kembali ustaz via chat WhatsApp berkaitan dengan tawakal kepada Allah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz ee berikan kiat atau memohon kiat-kiatnya bagaimanakah tawakal yang benar kepada Allah Subhanahu wa taala ee terutama di dalam memberikan pendidikan kepada anak di mana anak kami ee sudah lulus pesantren. Akan tetapi semangat dan kemudian kebiasaan yang baik di masa masa belajar di pondok tidak terlihat kembali ketika sudah berada di rumah.
(1:10:34) Dan ketika pada masa belajar di pondok tidak diberikan keahlian, dia lebih cenderung menyendiri karena teman-teman yang lain sudah bekerja. Mohon kiat dan nasihatnya agar kami bisa istikamah di dalam menjaga dan mendidik anak-anak kami. Jazakallah khair. Barakallah fik. Yang bertanya semoga dimudahkan, dijaga Allah subhanahu wa taala dan juga semoga diberikan keturunan-keturunan yang saleh dan salehah dan qur taayun ya. Ee barakallahu fikum. Namam. Subhanallah.
(1:11:06) tentunya pertanyaan ini muncul dari kasih sayang seorangor seorang bunda, seorang ayah kepada anak yang tidak terbatas. Alhamdulillah. Semoga Allah tidak cabut kasih sayang itu dari kita ya. Sehingga terus bagaimana berpikir dan berusaha yaitu memberikan yang terbaik untuk anak tadi. Masyaallah alhamdulillah usaha Anda luar biasa ya. Anda sudah didik sebelum ke pesantren, lalu dipilihkan pesantren.
(1:11:32) Masyaallah sehingga menuntut ilmu di pesantren dengan asumsi bagaimana subhanallah anaknya bisa terdidik dengan baik, menjadi anak yang saleh dan salehah dan seterusnya. Ya. Naam. Kemudian setelah keluar pesantren, masyaallah terjadi apa yang tadi dikisahkan maka tentulah tambahlah kasih sayang kita kepadanya.
(1:11:58) Karena tentunya secara umum ya tanggung jawab kita belum berhenti dengan dia lulus pesantren ya. Karena tanggung jawab pendidikan pembinaan yaitu kemudian arahan, nasihat dan kasih sayang. Ku anfusakum wa ahlikum nara tidak berhenti dan terus akan berlanjut sampai kita bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Maka namam kenati pun kondisinya seperti itu, maka teruskan kasih sayang kita kepadanya.
(1:12:26) Satu dengan kita senantiasa berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Terus doakan dan doakan ya kita doakan dan doakan untuk yaitu kebaikan anaknya. Jangan pernah terucap dari lisan kita perkara-perkara yang maaf ya membuat dia ya dengan doa kita terpuruk, doa-doa keburukan la ya.
(1:12:45) Berikanlah doa-doa yang terbaik untuk kita. Wallahi ini ujian memang betul ya. Butuh kesabaran, butuh kasih sayang, butuh cinta di antara dengan kekuatan doa-doa kita. Kemudian subhanallah kaum muslimin ee tentunya ya ee pintu nasihat arahan ya senantiasa kita sampaikan kepadanya. Kita berikan nasihat ya. kita berikan yaitu e apa ee apa arahan dan kita berikan petunjuk ya agar kita bantu terus, kita jaga terus ya ini jalan yang terbaik, ini jalan terus kita sampaikan kepadanya ya. Kemudian tentunya subhanallah kita bantu dia untuk
(1:13:26) mencarikan solusi ya dari apa yang bisa apa yang bisa dia lakukan apakah apakah dia ee apa namanya misalkan melanjutkan kuliah ke tempat yang lain atau mencari pekerjaan dan seterusnya yang baik untuknya apa kita tanya kecenderungannya ke mana ya karena tadi lulus pesantren tidak mesti harus jadi kiai ya apalagi tadi itu masyaallah lulus pesantren terkadang Allahu Akbar ee iman dan ilmu belum rasuk ke hati Ya, maka kita terus juga bantu, kita arahkan mau ke mana ya? Lalu kita sampaikan kepadanya bahwasanya jadi apapun nak anda ya, jadi apapun
(1:14:03) engkau hai anakku yang penting engkau yaitu senantiasa menjaga hak-hak Allah ya menjaga batasan-batasan Allah subhanahu wa taala sehingga naam ketika dia mas kita arah kita tanya ke mana kecenderungannya apakah dia kecenderungannya ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan agama mendalami ilmu apa agama Allah subhanahu wa taala maka kita arahkan oh ternyata anak kita ya tidak ingin melanjutkan ke arah itu.
(1:14:32) Oh, ternyata dia ingin bisnis atau ingin kekuliahan kuliah yang umum misalkan ya atau dia atau mungkin langsung ingin mencari nafkah atau bekerja. Nah, kita ajak bicara karena dia sudah dewasa. Kita ajak bicara, kita semangati untuk dia memiliki apa? Memiliki motivasi hidup ya. Dan jangan dipaksakan kamu harus begini, kamu. Tidak, tidak.
(1:14:50) Kita ajak bicara ya. Kita ajak bicara kira-kira, Nak. Ya, kira-kira kamu punya cita-cita apa setelah ini kira-kira apa yang kau bayangkan? Nak, nanti Abah bantu, nanti ayah bantu, bantu doa, bantu fasilitas, ya. Gitu. Kalau kita arahkan oh mau bekerja kita bantu bekerja, namun sampaikan kepadanya bahwasanya subhanallah hidup ini sementara ya, namam hidup ini ada batasnya dan kita harus selamat dunia dan akhirat ya.
(1:15:20) Sehingga naam jadi apapun engkau aku tidak ada masalah. Yang pasti engkau di atas. Allah rida kepadamu, orang tuamu rida kepadamu, dan subhan orang-orang pun mencintaimu di atas kesalehanmu. Masyaallah. Perlu kita juga yaitu ee apa namanya? Memberikan ee memberikan motivasi apa sih sisi kelebihannya? Ya terkadang ya mohon maaf ya, kita hanya sekedar melihat sisi keburukannya ya. Terkadang dia pun terkukung bahwasanya dia itu anak yang malas, anak yang buruk.
(1:15:50) Padahal tidak ya. Apalagi tadi lusun pesantren. Mudah pesantrennya sunah nih ya. Namam. Maka minimal dia sudah misalkan jauh dari syirik, minimal tauhidnya sudah baik ya. Minimal dia sudah jauh dari dari bidah, dia di atas sunah. Masyaallah ya. Tinggal memang tadi dia punya motivasi untuk bagaimana ke depan dia bisa ya ee apa namanya ee dia bisa berkarya ya sehingga dia bisa ee lebih bergerak lagi, lebih nasad lagi dan seterusnya.
(1:16:23) Lalu naam kita mungkin ya sesekali kita ajak untuk ee maaf ya ke apa meminta nasihat kepada yang lain kepada ustaz yang dia cintai siapa atau datang ke kajiannya lalu memintakan nasihat untuk dari ustaz tersebut. Siapa kira-kira yang menjadi idolanya? Kita carikan ya. Lalu subhanallah kita interaksi dengan teman-temannya. Cari teman-temannya siapa nih yang tentunya yang teman yang buruk ya.
(1:16:47) Teman-teman yang baik ya, teman-teman yang yang satu angkatannya siapa atau kakak kelasnya siapa untuk juga ikut bisa memberikan motivasi kepadanya. Artinya banyak cara dan kita tidak boleh putus asa. Tidak boleh putus asa ya. Yaitu dan itu adalah buah hati kita dan jangan kita terkukung dengan seakan-akan anak kita buruk dan seterusnya. Tidak.
(1:17:07) Kita kita motivasi dan kita berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala sehingga insyaallah ya dengan usaha-usaha kita yang maksimal semoga Allah berikan jalan yang terbaik. untuk kita dan anak-anak kita. Semoga Allah jaga semuanya dan tidak boleh putus asa ya. Harus gembira dan senyum dan semangat memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita. Barakallahu fikum.
(1:17:26) Barakallahu fikum. Wazakallah khair atas jawaban dan nasihat yang disampaikan. Semoga menjadi pencerahan bagi yang bertanya dan bagi kita semua. Kami angkat satu pertanyaan kembali dari pesan chat WhatsApp dari Ibu atau Ummu Karina dari Bandung. Asalamualaikum warahmatullah.
(1:17:43) Saya pernah mendengar bahwa agar doa kita diijabahkan Allah, maka bacalah lailahaillallah aladimul halim. Lailahaillallah rabbul arsyil adzim. Lailahaillallah rabbus samawati warabbul arasyil karim. Pertanyaannya, Ustaz, ee kapankah dibaca doa tersebut? Apakah boleh di dalam salat atau di luar salat? Dan bagaimanakah tarekah atau cara yang baik membaca doa tersebut? jazakallah khair. Tib.
(1:18:12) Barakallahu fikum kaum muslimin rahimakumullah. Ee betul ee doa tadi ee apa namanya ee yang disampaikan oleh ee ee penanya tadi bar kalau ibu yang bertanya adalah salah satu doa yang ee diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam yang subhanallah siapa yang membaca doa tersebut atau apa membaca kalimat-kalimat tersebut sebagai mukadimah doanya Allah subhanahu wa taala akan ijabah doanya dan itu adalah ya disebut asma apa nama-nama Allah yang mulia yang agung ya dan di situ subhanallah kita tawasul ya laillallah adzimul halim lailaha rabbul arsyil adzimul arsyil karim subhanallah kita
(1:18:55) bertawasul dengan Allah dengan tauhidnya dia pemilik arsy yang mulia ya memiliki keagungan yang yang gagah di sisi Allah subhanahu wa taala naam lalu dengan itu kita berdoa kepada ini adalah doa tawasul kepada Allah subhanahu wa taala secara umum ya ee secara khusus tidak ada tempat waktu dan khusus dan berapa kali dibaca silakan mau siang mau malam ketika sujud naam ya kita bacakan apalagi ketika ada perkara-perkara yang sangat misalkan penting ya yang untuk kita sampaikan kepada Allah subhanahu wa taala dari doa-doa kita maka kita awali dengan dengan kalimat-kalimat tersebut
(1:19:30) yang isin sekali lagi tawasul ya bertawasul dengan keagungan Allah dengan tauhid Allah dengan kegagahan Allah yang dia memiliki arasy yang mulia yang agung ya maka sekali lagi ini doa yang ee ee naam betul datang dari Nabi Sallallahu Wasam dan diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dan digunakan sebagai mukadimah doa untuk menyampaikan yaitu hajat-hajat kita.
(1:19:55) Nah, kapanpun tidak ada tidak ada yaitu batasan ya doa umum dan tidak ada khusus harus dibaca ketika ini dan ketika itu ya naam ee di s di tempatnya atau di tempat itu. Namun secara umum adalah kita gunakan dan boleh gunakan ketika kita sujud di sepertiga malam terakhir antara azan dan qamat dan seterusnya namam maka ee bebas ya insyaallah tidak ada ee ee apa namanya tidak ada ketentuan yaitu kapan dan di mana doa ini dibacakan. barak sebagai bentuk sekali tawasul kepada Allah subhanahu wa taala.
(1:20:25) Nam ustaz jazakallah khair atas jawaban yang disampaikan dan yang merupakan pertanyaan kami terakhir di kesempatan sore hari ini sebagai kesimpulan serta ikhtitam kajian sore hari ini. Silakan Ustaz. Barakallahu fikum ikhwah azakum.
(1:20:43) Insyaallah saya kira sudah sangat jelas ya, bahwasanya Allahu Akbar hari ini kita membahas satu di antara nama dan sifat Allah yang agung yaitu Allah maha ghani, maha kaya ya Allahu Akbar. Gonyun fi dztihi ya. Sehingga dia yastagni an alamin. Yaitu ghaniun pada zatnya yang sehingga dia tidak butuh apapun di alam semesta. Dan dia maha suci, maha tinggi nama dan sifatnya dan keagungannya sehingga dia tidak butuh apapun.
(1:21:09) Tidak butuh anak, tidak butuh sekutu, tidak butuh ada yang membantunya. Alhayyul Qayyum. Dia berdiri tegak sendiri. Ya, naam. Dan dia maha berdiri sendiri. Allah Subhanahu wa taala kaum muslimin kekayaan Allah tidak terbatas. Ya. Naam. Maka ya dari sini apa? Tumbuhkan rasa cinta, pengagungan. Allahu Akbar. Ya. Kemudian konsekuensinya apa? Konsekuensinya lailahaillallah.
(1:21:33) Bahwasanya kalau begitu tidak ada yang berhak disembah. Karena ya substansi penyembahan adalah adanya kebutuhan kita kepada yang disembah ya. Kebutuhan kita akan kebahagiaan dunia, kebahagiaan akhirat tergagaknya kita ya. Kemudian kita butuh kehidupan ini dari rezeki, dari kesenangan, dari kesehatan, dari kebahagiaan, dari anak, dari istri dan seterusnya dan dari petunjuk hidayah.
(1:21:59) Maka wallahi tidak kita minta itu kecuali ke yang memiliki segala sesuatu. kita sandarkan, kita sambat-sambat dia, kita sandarkan diri kita kepadanya dan semakin kuat penghambaan kita, semakin kuat tawakal kita, semakin kuat itu sambatan kita, semakin kuat doa kita hanya kepadanya, semakin kuat juga pertolongan, maha pembaha rezeki, pembawa pembawa apa sebab ee pembawa kebahagiaan memberikan segala-galanya untuk kita. Barakallahu fikum.
(1:22:26) Semoga Allah berikan taufik kepada kita untuk senantiasa terus yaitu mengenal Allah, mengagungkan Allah dan hati kita senantiasa bersandar kepada Allah subhanahu wa taala. Q wa astagfirullahi wakum wasallallahu sayidina Muhammad. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(1:22:48) Dan kami ucapkan jazakallah khair kepada Ustaz Fakhruddin hafidakallahu taala ustaz atas faedah ilmu yang bermanfaat dan keluhan yang waktu disampaikan di kesempatan sore hari ini. Pembahasan manzumah sulamil usul ila mabahis ilmil ushul fi tauhidillahi taala watibai rasul yang ditulis oleh Syekh ee Ahmad Alhaimi Hakami rahimahullahu taala. Kita akan lanjutkan manzumah berikutnya yang akan disampaikan Ustaz pada kajian-kajian ee Selasa sore insyaallah dalam pembahasan risalah atau kitab ini.
(1:23:16) Demikian dan kami mohon maaf ada sejumlah pertanyaan tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada. Semoga sedikit bermanfaat dan semoga Allah memberikan kita keistikamah untuk bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari. Barakallah fikum. Kami akhiri dengan kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilaha illa ant astagfiruka wa atubu ilaik.
(1:23:34) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Roja TV bagi Anda para pemirsa Raja
Leave a Reply