(4) [LIVE] Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Tafsir Juz Amma – YouTube
Transcript:
(00:08) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Dan segala sesuatu kami ciptakan berpasang-pasangan. Jadi bukan hanya manusia ada laki-laki, bukan hanya binatang ada, termasuk juga alam semesta ini. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Bismillahirrahmanirrahim.
(00:57) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastainu ala umurid dunya waddin wasallallahu ala nabiyina wa sayyidina muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba’d. Kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa taala. Pada kesempatan malam yang berbahagia kali ini, hari Rabu malam Kamis tanggal 1 Jumadal Ula 1447 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 22 Oktober 2025, kita masih kembali diberi kekuatan atan,
(02:04) kesehatan, hidayah, serta taufik dari Allah jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin tafsir Al-Qur’an di Masjid Agung Darussalam Purbalingga. Kita berharap semoga Allah Subhanahu wa taala berkenan untuk melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah jalla waala. Allahum amin.
(02:48) Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam. kepada keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti. Sebelum kita memasuki materi pengajian hari ini, mohon keikhlasan dari jemaah sekalian untuk mendoakan ustaz kita, Ustaz Mujahid Aslam yang sedang menjalani operasi.
(03:30) untuk mengangkat benjolan dari otak beliau. Mudah-mudahan proses operasi tersebut diberi kelancaran oleh Allah subhanahu wa taala dan segera diberikan kepulihan dan kesembuhan total. Dan juga untuk Ibu Ummu Khamra, adik dari ibunda ketua takmir Masal Ustaz Ahmas sedang dirawatit.
(04:15) Semoga Allah Subhanahu wa taala beliau muslimin diuji oleh Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Allahuk anyafi laa illa siifaukifaan yodirq wa akiru dawanahamdulillahiabbil alamin.
(05:25) Insyaallah di akhir materi pengajian hari ini akan ada pertanyaan, dua pertanyaan yang bisa menjawab insyaallah akan didaftarkan untuk mengikuti webinar premium besok hari Kamis bersama kami dan Ustaz Syafiq. Basalamah hafidahullah insyaallah maka siap-siap untuk menjawab ya.
(06:09) Bagi yang beruntung akan didaftarkan yang tidak mendaftarkan sendiri. Oke. Kemarin kita membahas ayat ke berapa? Ayat keempat dari surah Abasa. Sebelumnya kita baca dulu sebagian dari ayat-ayat yang mulia yang ada dalam surah Abasa. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Bismillahirrahmanirrahim.
(07:01) Abasa wa tawalla. ul ama wama yudrika la’allahu yazzakka au yadzakkaru fatanfaahudzikra yadakarik amma manistagna amma manistagna Faanta lahuadda wama alaika alla yazakka
(08:11) wama alaika alla yazakka wa amma man jaaka yas’a Wahua yakhsya wahua yakhsya faantahu talahatahu talaha kalla innaha tazkirah Jemaah sekalian rahimani warahimakumullah. Pada pertemuan yang lalu kita membahas ayat yang ke empat. Apa bunyinya? au yadzakkaru fatanfaahudzikra atau dia datang untuk mengharapkan nasihat kemudian
(09:25) nasihat itu akan bermanfaat untuknya. Itulah ayat yang keempat. Hari ini kita akan membahas ayat yang kelima yang bunyinya amma manista. Adapun orang yang merasa tidak butuh, seperti biasanya kita akan mengkorelasikan antara ayat yang akan kita pelajari dengan ayat yang telah kita pelajari. Dan agar kita mudah untuk memahaminya, kita perlu sedikit mengingat tentang kisah sebab diturunkannya surah Abasa ini.
(10:14) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sedang sibuk mendakwahi siapa? Para pembesar Quraisy, para bangsawan Quraisy yang didakwahi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dan diajak untuk masuk Islam. Ketika beliau sedang sibuk seperti itu, mendadak datanglah seorang sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang bernama Abdullah Ibnu Ummi Maktum.
(10:54) Seorang yang buta, bukan bangsawan. Datang untuk belajar kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kalau kita mencermati kisah tadi, berarti ada berapa jenis manusia di hadapan Rasul sallallahu alaihi wasallam? Ada dua jenis manusia. Kalau di ayat-ayat sebelumnya, ayat kedua, ayat ketiga, ayat keempat membahas tentang satu jenis manusia.
(11:39) Maka di ayat yang kelima Allah azza wa jalla menerangkan tentang jenis manusia yang kedua. Manusia yang pertama adalah Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang punya ciri khas datang dengan penuh semangat untuk mencari hidayah. yaitu firman Allah Subhanahu wa taala, anjaahul a’ma. Walaupun buta, akan tetapi beliau datang dengan penuh semangat kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Misinya mulia.
(12:26) Wama yudrika la’allahu yazzakka. misinya ingin mensucikan diri yadakaru fatanfaahikro misi yang lain beliau datang untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat inilah karakter golongan yang pertama yaitu Abdullah Ibnu Ummi Maktum. Setelah itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Setelah itu Allah Subhanahu wa taala menerangkan golongan yang kedua yang sedang didakwahi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dan beliau sangat fokus untuk menasihati mereka.
(13:18) Golongan yang kedua itu digambarkan oleh Allah dengan firmannya, amma manistagna. Adapun orang yang merasa tidak butuh kalau Ibnu Ummi Maktum merasa sangat butuh sehingga beliau datang. Adapun para bangsawan Quraisy, mereka justru didatangi oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kalau Ibnu Ummi Maktim nopo datang? Kalau para pembesar Quraisy mereka didatangi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam karena mereka merasa tidak butuh.
(14:13) Biasane sing butuh sing teka. Nek ditekani merasa ora butuh. Dan itulah kondisi para bangsawan Quraisy yang sedang didakwahi oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. sangat kon teras sangat bertolak belakang antara kondisi Ibnu Ummi Maktum yang saat itu oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam disikapi dengan sikap yang kurang simpatik.
(15:00) Abasa wa tawalla bersikap masam dan memalingkan muka. Sedangkan orang-orang yang oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam fokus, senyum, didakwahi dengan penuh kesungguhan, ternyata sebenarnya mereka adalah orang-orang yang merasa tidak butuh. Jadi ayat yang kelima ini sedang menerangkan golongan kedua yang ada di hadapan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang karakter dan sifatnya berbeda jauh dengan Ibnu Ummi Maktum.
(15:42) Dari sini kita bisa memahami mengapa ada manusia hidup sezaman Nabi sallallahu alaihi wasallam dan tidak mau beriman dengan Nabi. Jenengan itu pengin enggak sih ketemu sama Rasul sallallahu alaihi wasallam? Pengin. Maksudnya pengin hidup sama Rasul gitu? Pengin pengin.
(16:15) Kira-kira kalau jenengan hidup sama Rasul itu bakalan kayak Abu Bakar apa Abu Jahal? Kok ada manusia kayak Abu Jahal? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu manusia yang sempurna lahir batin. Jasmani rohani. Jasmaninya beliau masyaallah ganteng pol. Enggak cuma ganteng murah senyum. Orangnya ramah. Pokoknya nek jagong bersama beliau, kalau kita duduk bersama beliau itu kita akan merasa nopo? Nyaman.
(17:05) Beliau enggak cuma ramah, enggak cuma ganteng, enggak cuma murah senyum, tapi ilmu beliau itu sangat dalam. Orangnya sangat salih dan pantang menyerah untuk mengajak orang lain beriman. Didakwahi siang malam, disakiti beliau maafkan, dicaci maki beliau maafkan. Ingat kan ketika Fathu Makkah penaklukan apa? Mekah, kota Makkah.
(17:48) Saat itu kaum muslimin dengan pasukan yang banyak dan tidak mungkin akan bisa dikalahkan oleh para musyrikin Quraisy yang tersisa saat itu. Setelah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam masuk ke kota Makkah, maka kemudian orang-orang musyrikin Quraisy yang tersisa yang belum beriman dikumpulkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di hadapan Ka’bah.
(18:27) Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa beliau sallallahu alaihi wasallam bertanya kepada mereka, “Kira-kira menurut kalian kalian akan aku apakan? Menurut kalian? Kira-kira kalian ini akan aku apakan setelah sekian lama kalian menyakiti aku, mengintimidasi aku, berusaha untuk membunuhku, mengusirku dari tanah kelahiranku, menyiksa para sahabatku, memerangi aku, dan sekian banyak kejahatan-kejahatan yang kalian lakukan.
(19:21) Kira-kira apa keputusan yang akan aku berikan untuk kalian? Itu pertanyaan siapa? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa jawaban mereka? Engkau adalah manusia yang baik dari keturunan yang baik-baik. Lah wingi ngomong apa itu? Kalau kita ya. Maka dalam riwayat itu Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan, “Idhabu wa antumut tulaqa. Silakan kalian semuanya bebas.
(20:03) ” Seharusnya kalau orang hidup dengan manusia seperti ini akan mudah menerima hidayah. Tapi kenapa ada jenis-jenis manusia seperti Abu sinten wau? Abu Jahal. Ada manusia seperti Abu Lahab. Ada seperti manusia seperti Ubay bin Khalaf. Ya. Ada manusia seperti Abdullah bin Ubay bin Salul. Orang-orang musyrikin Quraisy, dedengkot-dedengkot musyrikin Quraisy, dedengkot-dedengkot kaum munafikin yang enggak mau beriman kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(20:48) Padahal beliau sangat lembut, sangat pemaaf, sangat ganteng, sangat sabar. Kok bisa orang hidup bersama beliau belasan bahkan puluhan tahun enggak mau beriman? Jawabannya ada dalam ayat yang akan kita pelajari malam hari ini. Amma manistagna. Karena mereka itu punya penyakit namanya istagna. Istagna niku artine merasa ndak butuh.
(21:22) Nopo? Merasa ndak butuh. Ndak butuh apa? ndak butuh nasihat, merasa ndak butuh hidayah, merasa ndak butuh wahyu, merasa gak butuh dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Merasa gak butuh dengan wejangan. dengan arahan, dengan petunjuk yang disampaikan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(22:08) Perasaan ndak butuh tadi itu ada pemicunya atau tidak ada? Apa kira-kira? Merasa ndak butuh Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kira-kira pemicunya apa? Kedudukan yang tinggi di masyarakat. Terus apa lagi? Harta yang melimpah ruah. Banyaknya keturunan dengan sekian banyak kelebihan yang mereka miliki tadi, kedudukan sosial di masyarakat. Terus apa tadi? Kekayaan.
(22:54) Punya banyak keluarga ya. merasa dia punya banyak ilmu, merasa lebih senior. Sedangkan Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam dianggap masih nopo kebalikane senior apa junior? Akumulasi dari faktor-faktor tadi itulah yang kemudian mereka menjadi merasa nopo tidak butuh. Dan kira-kira penyakit merasa tidak butuh itu hanya menjangkiti Abu Jahal atau juga manusia-manusia di zaman ini pun terjangkiti penyakit itu? Betul.
(23:43) Ada enggak manusia di zaman ini yang sama penyakitnya dengan Abu Jahal? Merasa apa? Merasa wong sugih kok. Masa nyong sing teka kae sing teka ngeneh enggak mau untuk menghadiri pengajian. Kudune ustaz sing tekangeneh. Masyaallah. Kenapa? Merasa enggak butuh. Saya pernah sampaikan kisah di sini kalau enggak salah. Syekh bin Bas.
(24:26) As Syekh bin Bas rahimahullah, salah seorang ulama besar abad ini yang sangat terkenal dengan kezuhudannya wala nuzaki alallah dengan ilmunya yang luas dengan ketawaduannya. Bismillah. Beliau itu kalau siang zuhur itu selalu mengundang, selalu open host lah gabungannya. Nek bahasane dewek apa? Open host. Open host itu biasanya apa? Makan.
(25:04) Ngundang orang makan dari kantong beliau sendiri bernampan-nampan. Jadi biasanya kalau mereka makan itu pakai nopo nampan? Jadi satu nampan ng wong lima ngowong papat ya. Nek mereka mungkin wong telu ya, nek dewek ya wong pitu. Pitu kan beda no porsi ya.
(25:40) Jadi ngundang-undang siapa yang datang? Sinten? Tukang sabu, cleaning service, kuli bangunan. Orang-orang yang dianggap sebagai strata rendah di masyarakat. itu yang dat beliau makannya sama siapa ya? Sama mereka bareng-bareng. Pada suatu hari ada seorang pejabat yang pengin makan bareng beliau. Ulama besar pengin pejabat makan bersama nopo? Ulama besar dan pengin waktunya siang.
(26:21) makannya ya. Sedangkan beliau kalau siang-siang makan bersama rakyat jelata. Maka beliau mengatakan, “Silakan datang ke sini bareng-bareng sama siapa?” Sama rakyat biasa. Maka ajudannya, waduh piye iki menunya kok cuma kayak gitu. Terus bareng sama orang-orang seperti itu. Maka pejabat itu bilang, “Ya, enggak apa-apa. Insyaallah mau datang.” Tapi disekat.
(27:06) Dinopoat. sekali antara sinten kali sinten ya antara beliau dengan orang-orang tersebut nampaknya dibedakan. Beliau hanya pengin makan bersama Syekh bin Bas. Enggak pengin ada yang lain. Kata beliau, “Kalau mau makan sama saya siang-siang ya seperti ini keadaannya.
(27:40) Kalau mau nggih monggo, enggak mau nggih mboten nopo-nopo silakan. Enggak jadi makan, enggak jadi. Jadi, ada sebagian orang itu merasa dengan jabatan yang dia miliki, dengan kekayaan yang dia miliki, dia merasa, “Oh, saya sudah terpenuhi semuanya.” sehingga dia merasa enggak butuh dengan orang lain. Justru dia berpikir orang lain yang butuh sama dia.
(28:11) Sehingga dia merasa, “Ustate bae sing eneh nyong kan sing bayar.” La haula wala quwwata illa billah. Dan ini penyakit yang berbahaya. Kenapa berbahaya, Ustaz? Karena orang-orang yang seperti ini sejatinya telah terjangkiti penyakit sombong. Penyakit apao? Sombong. Sehingga orang yang seperti ini dinasehati angele pol. Selalu ada alasan untuk menolak nasihat.
(28:56) Ketika yang menasehati masih muda, apa katanya? Bocah wingi sore. Saya lebih banyak makan asam garam. Saya merasa saya lebih tua. Tapi kan tua apane. Tua apan? Tua umure. Iya betul. Anda lebih tua. Tapi tua apa? Apakah tua umur mesti lebih tua ilmu? Belum tentu. Wong banyak orang yang tua-tua.
(29:48) Tua-tua nopo? tua-tua keladi. Dia merasa, “Oh, ini masih umurnya di bawah saya. Saya lebih senior. Harusnya saya yang ngomong, bukan dia yang ngomong.” Atau kalau misalnya yang memberikan nasihat adalah orang yang miskin, yang pakaiannya biasa-biasa aja, datang dengan naik noo ojol. Iya.
(30:31) Maka akan direndahkan kamu itu secara sosial di bawah saya. Maka berbahaya berarti jangan jadi orang kaya nggih. Hah? Jangan jadi orang kaya nggih. Yang bermasalah itu bukan kekayaannya. Yang bermasalah adalah efek yang ditimbulkan dari kekayaan itu. Makanya dalam sebuah doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita sebuah doa.
(31:14) Doa tersebut berbunyi, Allahumma inni auudzubika. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepadamu. Allahumma inni azubika. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepadamu dari apa? Dengarin baik-baik. min syarri fitnatil gina waminyarri fitnatil faqri. Aku mohon perlindungan kepadamu dari keburukan ujian kekayaan dan keburukan ujian kemiskinan.
(32:11) Coba perhatikan baik-baik. Ini doanya detail. Perhatikan. Aku mohon perlindungan kepadau ya Allah dari keburukan ujian nopo kekayaan dan keburukan ujian kemiskinan. Jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam itu minta perlindungan kepada Allah dari kekayaan atau dari keburukan ujian kekayaan? Keburukan ujian. Dari keburukan ujian kekayaan.
(32:49) bukan dari kekayaannya. Sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam minta perlindungan kepada Allah dari keburukan ujian kemiskinan, bukan dari apanya kemiskinannya. Karena masalahnya itu bukan kaya atau miskin, tapi potensi keburukan yang ada di dalam kekayaan dan kemiskinan. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kaya atau miskin? Pernah kaya, pernah miskin.
(33:31) Sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam kaya atau miskin? Ada yang kaya, ada yang miskin. Para nabi alaihialam kaya atau miskin? Ada yang kaya. Ada yang kaya, ada yang miskin. Ulama pun juga sama demikian. Ada ulama yang kaya, ada ulama yang miskin.
(34:03) Jadi yang jadi masalah itu bukan kaya atau miskin, tapi efek buruk dari kekayaan itu dan efek buruk dari kemiskinan tersebut. Sehingga kalau jenengan milih milih kaya atau miskin? kaya atau miskin? Kaya hah kaya kaya Qarun bukan, Ustaz? Kayak Nabi Sulaiman. Masyaallah. Terserah Allah. Nopo? Terserah Allah. Seandainya Allah menjadikan kita orang kaya, maka jadilah kaya yang ber syukur.
(34:43) Kalau Allah jadikan kita sebagai orang miskin, maka jadilah orang miskin yang bersabar. Sehingga kaya atau miskin tetap bisa masuk surga. Yang kaya masuk surga dengan syukurnya. Yang miskin masuk surga dengan sabarnya. Mudah-mudahan Allah masukkan kita ke surga dengan cara apapun. Amin. Sudah siap? Siap atau belum? Amplung temen.
(35:24) Ulangi ulangi doa yang tadi saya bawakan di akhir pengajian min syarri fid. Masyaallah. Barakallah fik. Nanti laporan ya ke kameramen. Nama dan nama dan nomor WA. Baik. Apa yang menyebabkan banyak pembesar-pembesar Quraisy tidak mau beriman kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Istagna apa artinya? merasa tidak butuh gara-gara kedudukan, kekayaan, dan seterusnya. Silakan daftarkan diri. Mudah-mudahan bermanfaat apa yang kita
(36:34) pelajari. Yang belum beruntung dalam tanda kutip silakan daftar sendiri. Nggih. Kita akhiri. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply