Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Sunnah tapi Dilupakan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(4) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Sunnah tapi Dilupakan – YouTube

Transcript:
(00:00) Apakah zikir setelah salat ini dikeraskan atau disirkan? Ya, mazhab Imam Syafi’i yang berb jumhur bahwa yang sunah adalah disirkan berdasarkan keuman ayat rbaka fi nafsika tadaruat wunal jahri minal bilud wal as. Dan berzikirlah kepada Rabbmu di waktu ya dengan penuh tadaruh dan rasa takut dan dengan suara yang tidak dikeraskan.
(00:43) Di situ Allah mengatakan dengan suara yang tidak dikeraskan. Sementara Imam Ahmad berpendapat bahwa zikir setelah salat itu sunahnya dikeraskan. Iya. Berdasarkan hadis Ibnu Abbas, kana rafus b’da zikr eh bidzikri ba’da shah ala adi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dahulu ya mengangkat suara dengan zikir setelah salat itu ada di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(01:20) Ibnu Abbas menyebutkan di situ mengangkat suara dengan zikir setelah salat itu di zaman Rasul wasallam seperti itu. Dan mereka menjawab dalil mazhab Syafi’i bahwa ayat itu umum dikhususkan oleh hadis ini. Sementara mazhab Imam Syafi’i apa menjawab hadis tersebut bahwa hadis itu tidak menunjukkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam mengeraskannya terus-menerus.
(01:53) Karena Ibnu Abbas mengatakan, kana ro’u al asut bidzikr adalah mengangkat suara dengan zikir setelah salat itu ada di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kata mereka bahwa mengangkat suara dalam rangka taklim. Dalam rangka apa? Taklim. Taklim. Karena dalam dalam rangka taklim boleh untuk mengangkat apa? Suara. Ya, namun itu tidak terus-menerus.
(02:25) Namun banyak masyaikh di zaman ini seperti Syekh bin Bas, demikian pula Syekh Utsmimin, Syekh Saleh Fauzan, dan banyak lain merojikan mazhab Imam Ahmad dalam hal ini ya, yaitu disunahkan mengeraskan zikir setelah salat. Iya. Yang kedua, ada hadis disebutkan ya dari hadis Ibnu Abbas juga bahwa kami dahulu mengetahui selesainya salat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu dengan takbir.
(03:03) Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa yang sunah setelah saya salat itu adalah takbir. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ya, baru kemudian istigfar. Astagfirullah, astagfirullah. Astagfirullah. Sementara jumhur ya berpendapat bahwa takbir di sini maksudnya yaitu takbir yang dibaca tiga kali eh 33 kali itu ya.
(03:29) Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali. Iya. Kemudian di antara bacaan setelah salat yaitu lailahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulliin qodir. Allahumma la mani lima ait wala mutiya lima manit wala yanfaal jaddi minkal jaddu juga. Lailahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulku walahul hamdu wahua ala kulli qadir.
(04:02) La haula wala quwwata illa billah. Ya wala na’budu illa iyah lahun nikmah wul fadl wanaul hasan la ilahaillallah muklisina lahuddin walau karihal kafirun. Iya. Adapun tambahan-tambahan yang ada di masyarakat seperti bacaan al-Fatihah dan lain-lain itu tidak ada dalil sama sekali dari Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Ikhwat Islam saudara kasa iman.
(04:36) Kemudian sunah selanjutnya yaitu rebahan setelah salat sunah qabliah subuh. Aisyah menuturkan apabila muadin selesai mengembandangkan azan salat subuh, beliau berdiri untuk salat qobliah subuh. Kemudian beliau membaringkan badan ke sebelah kanan hingga muadin datang untuk mengumandangkan iqamat. Artinya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setelah qabliah subuh berbaring di atas rusuk yang kanan.
(05:15) Namun ya sebagian ulama berpendapat bahwa ini tidak disunahkan di masjid. Kenapa? Karena tidak ada satuun para sahabat yang mengamalkannya. Nah, kalaulah para kalau ini disunahkan secara mutlak, tentu akan banyak para sahabat untuk mengamalkannya. Mereka habis salat subuh pada tidur gitu di masjid.
(05:41) Tapi tidak ada riwayat yang menunjukkan bahwasanya ya para sahabat mereka tidur di atas rusuknya di atas eh di masjid. Sehingga pada waktu itu ya kata sebagian ulama tidak disunahkan itu di masjid. Adapun di rumah boleh dengan syarat itu pun juga kalau kita tidak khawatir ketiduran.
(06:07) Mungkin Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kenapa berbaring? Karena apa namanya? Istirahat dari capeknya tahajud. Istirahat dari capeknya apa? Tahajud. Kalau antum sudah capek tahajud pas habis qabliah tidur. Ah sunah Rasul tahu-tahu 14 akhirnya terluput dari salat jemah. Kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam beda. Kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ya tanamu ainah wala yanamu qbuh.
(06:35) Dua matanya tidur tapi hatinya enggak tidur. Kalau kita kan beda tidur dua-duanya. Nah, ini secara kasa iman. Iya. Kemudian di antara sunah yang banyak dilupakan orang yaitu zikir pagi dan petang ya. Dan zikir dan pagi dan petang banyak yang apa namanya? Insyaallah antum semua sudah hafal ya. Dan alhamdulillah tadi setelah salat Asar antum semua ana lihat pada salat pada zikir pagi dan petang.
(07:11) Namun yang mengamalkan ini sedikit, Pak. Banyak di antara manusia yang tidak tidak mengamalkannya. Setelah salat pergi gitu aja. Iya. Kemudian sunah selanjutnya yang banyak orang tidak mengamalkan itu doa saat terjadi angin dan hujan. ketika berhembus angin.
(07:42) Sebabkan dalam hadis riwayat Muslim dari Aisyah bahwa kalau angin berhembus kencang, Nabi berdoa begini, Allahumma inni asalukaha whair ma fiha wahair ma ursilat bih wazubika minarriha ma fiha ma ursilat bih. Ya Allah, aku memohon kebaikan angin ini dan kebaikan yang ada pada angin ini dan kebaikan ya untuk apa di diperintahkannya angin ini, diutusnya angin ini.
(08:17) Dan aku berlindung kepadamu, ya Allah, dari keburukan angin ini dan keburukan yang ada padanya dan keburukan yang dibawa oleh angin ini. Karena kita gak tahu ya, apakah angin ini akan menjadi angin puting beliung ya, apa angin topan atau angin apa yang kita tidak tahu. Maka kita berlindung kepada Allah dari keburukannya. Ikhwat Islam saudaraku kuasa iman.
(08:44) Kemudian di antara sunah yang banyak orang tinggalkan, bertakbir saat menanjap, bertasbih saat menurun. Ya, ketika kita naik mobil ya, ketika nanjak kita lupa terkadang untuk mengucapkan Allahu Akbar. Ketika turun kita banyak lupa untuk mengucapkan subhanallah. Ya, karena demikian dalam hadis Jabir, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam para sahabat dahulu ketika melewati tempat tinggi nanjak, mereka ucapkan apa? Allahu Akbar. Tapi tidak keras ya.
(09:25) Karena pernah itu para sahabat mengeraskan Pak Allahu Akbar ketika turun subhanallah. Apa kata Rasulullah? ala anfusikum innakum la taduna asoman wala ghaiba wa innama taduna samian qorib kasihani di kalian tuh kalian tuh tidak menyeru Allah yang tuli ya dan jauh akan tetapi kalian apa ee menyeru Allah yang maha mendengar lagi maha dekat ini akhwat Islam surasa iman Sekarang ketika kita masuk ke bab kedua yaitu yang berhubungan dengan adab, yaitu ketika kita duduk di majelis dan terlambat.
(10:24) Apa adabnya? Jabir bin Samura berkata, “Jika kami terlambat menghadiri majelis Nabi sallallahu alaihi wasallam, kami duduk di belakang.” Iya. Kami duduk di mana? Di belakang. Namun, Pak, ini kalau di depan enggak ada yang kosong. Tapi kalau di depan ada yang kosong, maka boleh. Dasarkan hadis riwayat Bukhari, para Rasul Sallahu Alaih Wasallam sedang majelis taklim di masjid.
(10:54) Lalu datang tiga orang. Yang satu melihat ada kosong di depan. Maka ia segera mengisi kekosongan itu. Yang satu duduk di belakang, yang satu lagi pergi. Setelah selesai majelis, Rasul bersabda, “Ala ukhbirukum ya balas nafar. Maukah aku beritahu kepada kalian tentang tiga orang tadi? Adapun amal awal awa ilallah faawahullah.
(11:35) Adapun yang pertama yaitu yang duduk ada tempat kosong dia apa? Mengisinya maka ia berlindung kepada Allah. Allah pun lindungi dia. Adapun yang kedua yang duduk di belakang istahya. Dia malu, Allah pun malu kepadanya. Dan adapun yang ketiga a’ad berpaling. Aa a’adallahu anhu. Allah pun berpaling darinya. Iya. Jadi ini jadi hadis ini kalau memang tidak ada apa tempat luang.
(12:05) Kalau misalnya ada enggak apa-apa ya. Maka kalau ada pas kita datang yang terakhir melihat enggak ada tempat lagi ya udah duduk di belakang. Ya, makanya Imam Bukhari membawakan bab di dalam sahihnya bab yajlisu fil majelis haitu yantahil majelis. Iya, ikhwat Islam sudah kiman. Kalau kita pertama datang aja duduknya di belakang Pak Islam iman.
(12:45) Kemudian adab berikutnya jangan duduk di antara sinar matahari dan naungan. Artinya sebelah kita kena, sebelah lagi enggak. Iya. Kalau ana kan kena semua. Kalau antum ke sanaan aja biar kena semua. Kalau panas ke situ, Pak. Ini berdasarkan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ahadukum faqil bau fams bau falyaum.
(13:31) ” Apabila salah seorang dari kalian duduk berada di antara tempat tebuh dan apa? Matahari, maka hendaklah ia segera berdiri. Dalam satu yang lain, karena itu tempatnya setan. Jadi jangan sampai ya badan kita setengahnya kena sinar matahari, setengahnya lagi enggak kena sinar matahari. Ya, ini Nabi sallallahu alaihi wasallam menyuruh untuk menghindar, Pak.
(14:04) Imeduh, ya. terserah dipilih yang mana. Ada berikutnya, jangan duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya. [Musik] Jangan duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya. Artinya kalau di saof gitu kita pengin masuk ke situ di antara dua orang wajib izin dulu. Maaf, bisa enggak saya duduk di sini? Ya kadang kalau orang enggak punya adab gitu, Pak, langsung duduk aja pindah pasang besar besar besar.
(14:45) Akhirnya nyakitin kesal orang gini banget sih ya. Ya, disbutkan dalam hadis demikian bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam ya melarang seseorang duduk di antara dua orang kecuali dengan izin keduanya. Ya, masyaallah. Bagaimana Islam mengajarkan kepada kita adab, Pak. Iya. Kemudian adab berikutnya ya selalu pakai sendal.
(15:19) Selalu pakai apa? Sendal. Artinya banyak memakai sendal. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, minal fainjul yazalqiban manal. Banyak-banyaklah pakai sandal. Karena seseorang senantiasa dia berkendaraan selama pakai sendal. Berarti sendal itu termasuk kendaraan, Mas. Tapi Pak yang apa? Namun sekali-kali Rasulullah sallallahu alaihi wasallam punyeker.
(15:58) Makanya sebagian ulama mengatakan bahwa kata-kata istaksiru sering-seringlah itu menunjukkan pada ghalibul ahwal, kebanyakan keadaan. Namun sesekali kita juga disunahkan untuk nyeker ya. Jadi kalau ada sendal namanya nekerman ya ada nyekermen gitu. Ya. Kemudian ada berikutnya, Saudaraku iman, jangan berjalan dengan satu sendal.
(16:37) Jangan berjalan, jangan pakai satu sendal. Berdasarkan hadis innan yamsi fin na’lil wahidah. Setan itu berjalan dengan satu sendal. Maka kalau antum jalan pakai satu sendal, setan tasyabuh dengan setan, menyerupai apa? Setan. Jangan akal Islam. Alkhattabi memberi keterangan hikmah dalam larangan tersebut bahwa tujuan memakai sandal untuk melindungi kaki dari duri atau semak semacamnya yang berserak di tanah.
(17:12) Seseorang yang berjalan hanya dengan satu sendal akan berjalan tidak semestinya. Rawan terpeleset. ya, karena ia harus melindungi satu kakinya yang tak bersendal dari gangguan di jalan. Ya, ada juga yang mengatakan karena hal tersebut tidak adil terhadap anggota badan. Mungkin pelakunya dianggap rusak atau lemah pikirannya.
(17:37) Nah, ini saudaraku iman rahimani warahimakum jamian. Kalau pakai sendal tapi beda gimana? Sebelah sendal selawah lagi sendal liliasan yang sepertinya enggak ada larangan ya, Pak ya. Cuman kan orang pasti bakal mengetawain ya. Lebih baik jangan ya secara adab enggak bagus. Nah, jadi Nabi mengatakan bahwa ee setan itu pakai sendalnya satu doang ya.
(18:25) Tapi jangan nanya ke ana, “Ya, Ustaz, sandalnya setan tuh merek apa? Ana enggak pernah tahu soalnya. Kemudian jangan memakai sendal sambil berdiri. Ini kalau sendalnya itu kalau sendal kayak sendal sepatu, Pak. Adapun kayak sendal swalau, sendal-sendal yang langsung kita ya bisa masukkan ya, itu enggak masalah. Kenapa? Karena ilat larangan Nabi memakai sendal sambil berdiri ya. Karena apa? Karena dikhawatirkan ia terjungkal, Pak.
(19:01) Dikhawatirkan dia apa? Terjungkal. Demikian kata Alkhattabi. Kata beliau, “Sepertinya beliau melarang memakai sandal dengan berdiri karena memakainya dengan duduk lebih mudah dan memungkinkan.” Kemungkinan hal itu memakai dengan berdiri merupakan sebab sandal akan terbalik jika memakainya dengan berdiri. Lalu beliau memerintahkan memakai dengan duduk dan dengan dibantu tangan.
(19:25) Sebagaimana berpendapat hadis tersebut khusus dalam sendal yang sulit dan melelahkan bila dipakai dengan berdiri seperti bot. atau sendal apa gitu yang harus kita membukanya dan menguncinya. Ya, di antara adab berikutnya, Pak, melepas alas kaki di pemakaman ini sunah. Misalkan hadis ya bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah melihat sahabat apa orang yang masuk ke pemakaman dengan memakai sendal siiah sendal kulit.
(20:19) Lalu Rasul bersabda, “Ya sibtiin alqtiin.” Wahai pemilik sendal siftiah, lemparkan sendalmu itu. Ya, ini menunjukkan disunahkan kita nyeker, Pak. Tapi kalau misalnya keadaan kuburannya misalnya becek dan yang lainnya, enggak apa-apa. [Tepuk tangan] Adab selanjutnya, akhi disunahkan pakai parfum. Ya, untuk laki-laki parfumnya yang harum semerdak.
(20:55) Kalau perempuan tidak disarankan bahkan dilarang oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. nih ya. Jadi kalau di zaman Rasulullah parfumnya wanita itu hanya sebatas terlihat warnanya tapi tidak berbau. Kalau parfumnya laki-laki tidak terlihat tapi semerbak. Ya itu sunahnya begitu. Kalau di Indonesia malah kebalik, Pak. Yang pakai harum semerbak dianggap cewek. Ya, ini jelas tidak benar.
(21:25) Justru kita laki-laki yang harusnya apa? Harum ya. Jangan bawa-bawa keretiak atau dan yang lainnya ya. Akhal Islam sunahnya demikian akhi ya. Makanya usahakan ke mana-mana kita bawa minyak wangi, Pak. Ya. Tapi juga jangan sampai niatnya salah ya. Biar akhwat tertarik Pak. Kalau niatnya seperti itu udah enggak benar.
(21:58) Pak, mantap, Pak De. Ada berikutnya yaitu berdoa ketika memakai baju baru. Nih, banyak orang lupa nih, Pak. Iya. Apa itu? Allahumma lakal hamdu antautanihi as’aluka minirihi wairuni alah wubika minarhi al. Ya Allah bagimu semua pujian. Engkaulah yang memberiku baju ini.
(22:34) Aku mohon kepada engkau kebaikan baju ini dan kebaikan tujuan dibuatnya baju ini. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan baju ini dan keburukan dibuatnya baju ini. Karena bisa jadi ada orang bikin baju ya tujuannya mau menyihir kita. Mungkin enggak Ustaz Husein jadi kirimin ke antum misalnya biar antum apa gimana gitu ya bisa jadi tujuannya enggak enggak lah gitu.
(23:07) Maka kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala ya. Ada juga. Nah ini doa baju baru Pak. Kalau baju lama bukan baju baru ya. yaitu alhamdulillahilladzi kasani hadub warzaqoni min haulim minni wala quwah. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan aku baju ini dan memberikan rezeki kepadaku baju ini dengan tanpa ada haula apa daya dan upaya dari aku.
(23:41) Iya. Nah, ini surah Kus iman. Masyaallah ya. Sampai pakai baju aja kita di disarankan berdoa, Pak. Iya. Kemudian sunah berikutnya, adab yang banyak dilupakan yaitu ketika melihat hilal. Melihat apa? Hilal. Hilal bulan. Baik hilal Ramadan, hilal Syawal, hilal pokoknya kalau melihat hilal aja. Apa doanya? Allahumma ahlilhu alaina bil yumni wal imani wasalamati wal islam.
(24:25) Rabbi warabbukallah. Ya Allah, tampakkanlah hilal ini kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan keislaman. Rabbku dan Rabbmu adalah Allah. Iya. Nah, ini kalau kalau apa melihat apa melihat gerhana mata eh gerhana lagi bulan purnama. Kalau ngelihat bulan purnama apa yang kita baca, Pak? Aku kita berlindung. Auzubillahiink.
(25:04) Aku berlindung kepada Allah dari kamu. Karena disebutkan dalam hadis bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah ya melihat ke bulan bulan purna waktu itu. Lalu Rasulullah bersabda kepada Aisyah, “Taawadzi billahi minha minhu finnahu ghasiqun idza waqab. Pelindunglah kamu hai Aisyah dari ini karena itu adalah ghasiqun waqab.
(25:29) ” Yang dalam surat apa itu? Alalaqar gasiqin waqob alfalaq. Iya. Alfalaq. Jadi kalau kita melihat bulan purnama gitu, kita berlindung kepada Allah dari Iya. Kenapa? Karena ketika bulan purnama itu apa? Gratifikasi. Eh gratifikasi lagi gravitasi. Gravitasi ya. lagi kuat, Pak. Makanya air pun pasang dan saat itu darah kita bisa naik, Pak.
(26:09) Ya, makanya orang berdarah tinggi terkadang saat itu, Pak. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berbekam pada tanggal 17-nya ya atau 1921-nya. Ikhwat Islam, saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamian. Kemudian di antara adab yang banyak orang tidak tahu atau banyak orang yang tidak melakukannya itu tentang adab meludah, yaitu jangan meludah ke arah kiblat.
(26:43) Jangan merubah meludah ke arah apa? Kiblat. Karena Rasul bersabda, “Yauhibun nak filqiblah yaumalqiamah wahya fi wajhihi.” Orang yang meludah ke arah kiblat pada hari kiamat ludahnya nempel. Ya, dalam satu ayat yang lain di apa dalam hadis ini menempel di wajahnya dalam satu ayat yang lain baina ainaihi di antara dua matanya. Namun terjadi ikhtilaf para ulama ini tentang hadis ini, Pak.
(27:15) Apakah hadis ini maksudnya untuk orang yang meludah ke kiblat dalam salat ataukah ini mutlak walaupun di luar salat? Kalau Syekh Albani merojihkan bahwa ini mutlak walaupun di luar salat tetap tidak boleh. Sedangkan Syekh Bin Bas merojihkan bahwa ini ya di dalam salat. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melarang meludah ke depan saat salat. Illahuam.
(27:53) Di antara adab selanjutnya, Pak, meludah ke kiri saat merasa diganggu setan dalam salat. Meludah ke mana? Kiri. Ke kiri. Ini kalau salat sendirian ya, Pak ya. Kalau lagi salat berjamaah jangan, Pak. Teman antum tahu tuh. Duh, ini kurang-kurang aja gitu. Jangan, Pak. Iya. Daskan hadis Utsman bin Abil Ash.
(28:24) Dia berkata, “Hai Rasulullah, setan menghalangi kekhusyuan salatku dan bacaanku pun jadi kacau.” Kata Rasulullah, “Itu setan yang bernama Khinzib. Jika kalian merasakan godaannya, langsunglah berlindung kepada Allah ya dan meludah ke kiri tiga kali.” Iya. Pernah enggak antum lagi salat tiga goda setan? Itu ketika antum bacaannya jadi ngacau ya, pikirannya ke mana-mana enggak fokus itu dari setan, Pak. Langsung berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala.
(29:04) Iya. Kemudian di antara adab, saudaraku seiman, yaitu mulailah dari kanan. dari kanan yang mana dalam hal-hal kebaikan pakai sendal dalam bersuci ketika memberi memakai baju ya keluar dari WC itu semua dianjurkan ya untuk memulai dengan apa? Kanan kanan pakai sendal kanan dulu. Tapi sunah hukumnya tidak wajib ya.
(29:46) Kalau qadarallah antum berwudu kiri dulu baru kanan sah ya. Tidak tidak tidak batal. Di antara adab yang banyak orang tidak tahu ketika makanan masih panas tunggu dulu sampai agak dingin. Jangan dimakan pas lagi panas-panasnya, Pak. Iya. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bila Asma bintu Abi Bakar membuat roti, ia menutupnya sampai hilang panasnya. Dan ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Innahu a’dom lil barokah.
(30:22) ” Karena itu lebih besar barokahnya. Jadi, makanan yang lagi panas itu sedikit barokahnya, Pak. Kalau udah dingin ya, sudah hilang panasnya, maka apa? Barokah. Kadang antum makan satu, wah dipaksain juga enggak boleh ya. Panas. Dalam hadis Abu Hurairah, dia berkata, “Makanan tidak boleh dimakan sampai uapnya hilang.
(31:01) sampai uapnya apa? Hilang. Hilang. Ya, tadi di di ditunggu sabar. Ada larangan meniup air yang panas. Apakah itu dikiaskan juga makanan? Sebagian ulama mengatakan tidak bisa. Air ya air makanan boleh. Sebagian mengatakan kedua-duanya tetap tidak boleh. Yang lebih hati-hati ya janganlah, Pak.
(31:33) Selama masih bisa kita tidak apa eh meniup makanan yang panas ya. Selama kita tidak tiup ya carilah cara lainlah. Masih bisa dikipas-kipas, masih bisa digini-giniin. Asal jangan dibuang aja. Kemudian jangan makan sambil tengkurap ya. Tengkur sambil makan sambil tengkurat disebutkan dalam hadis Nabi melarang dua cara makan.
(32:18) Pertama Rasulullah melarang ya duduk di tempat makan yang dihidangkan padanya arak. Jadi kalau antum datang ke restoran yang ternyata disediakan arak, pergi, Pak. Jangan mau makan di situ. Dilarang sama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya. Cari restoran yang enggak ada araknya. Masalahnya di zaman sekarang banyak, Pak. Terutama restoran-restoran besar ya kita lihat kok ada araknya dihidangkan.
(32:51) Udah jangan. Yang kedua, Rasulullah melarang makan sambil tengkurep. Kalau telentang gimana? Telentang bisa mati, Pak. Iya. Nelentang. [Tertawa] teman yang kemudian di antara adab berikutnya Pak yaitu disunahkan berwudu sebelum tidur. Disebutkan dalam hadis man bata thiran bata fiari malak laqidu saatan minil illa qal malak allahumagfir abdika fulan fnahu bata thhiron.
(33:39) Barang siapa yang tidur dalam keadaan bersuci di atas kesucian, maka akan tidur bersamanya malaikat ya di selimutnya itu. Tidaklah ia bangun di waktu malam kecuali malaikat itu berdoa, “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan ini karena ia tidur di atas kesucian.” Masyaallah. Ya. Jadi, usahakan, Pak, sebelum tidur kita apa? Berwudu dulu. Iya.
(34:12) Kemudian adab berikutnya, Pak, yaitu berdoa ketika hendak tidur. Iya. Terutama membaca subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali. Ya, demikian pula doa-doa yang lainnya. Kenapa jarang orang yang melakukannya, Pak? Karena setan enggak mau kita zikir baru kita baca bismika Allahumma amutu mati. Eh, mati lagi tidur.
(34:54) Iya. Iya. Kenapa setan enggak suka? Maka dari itulah kita usahakan gimana supaya doa sebelum tidur itu kita baca, Pak. Iya. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pernah mendatangi Ali dan Fatimah yang hendak tidur dan berkata, “Ya, baca sebelum tidur subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 34 kali.
(35:23) ” Itu akan mencukupi mencukupi kamu dari pembantu. Iya. Nah, ini cuma cuma tadi ya kita ini godaan setannya terlalu kuat Pak ya. Khot Islam saudara kuasa iman. Kemudian saudaraku seiman, di antara adab yang banyak orang tinggalkan juga selesai haji segera pulang. Jangan pelesiran. Banyak yang orang setelah haji pelesiran, Pak. Pelesiran ke mana? Ke Paris.
(36:07) Pelesiran ke mana? Ke Turki, ke adubedabi, ke macam-macam. Karena rasul bersabda ahadukum hajahu ahli. Apabila salah seorang kalian telah menyelesaikan hajinya, hendaklah segera pulang ke keluarganya karena itu lebih besar pahalanya. Tuh lihat umrah pun sama. Banyak orang ya umrah plus jalan-jalan. Habis umrah pergi entah ke mana ke mana.
(36:41) Yang lebih besar pahalanya habis umrah pulang. Ya, saya kalau apa ke travel umrah gitu terus ditawarin, “Ustaz, kita ada plusnya gini enggak mau.” Ah, kenapa Ustaz? Kan di sana bisa lihat-lihat enggak? Kata Rasulullah, “Segera pulang karena itu lebih besar pahalanya. Jadi, saya pengin dapat yang lebih besar pahalanya dong.” Ya ikhwat Islam saar iman.
(37:09) Demikian pula dalam hadis ahli. Safar itu adalah potongan dari azab. Bisa menghilangi tidur, makan, minum. Apabila selesai dari apabila telah selesai dari keperluannya, segeralah ia pulang. Berarti ini bukan hanya untuk haji dan umrah. Semua keperluan. Kita mau entah itu pergi ke mana, ke mana, ke mana.
(37:45) Kalau sudah selesai keperluannya, udah langsung pulang aja, Pak. Ya, jangan ngelancong dulu, Pak, ke sana kemari. Ya, kebanyakan kan orang begitu, Pak, ya. Terutama orang Indonesia itu senangnya itu, Pak. Kuliner sama apa ya? Wisata. Iya. Kita berdalil dengan surah almulk lagi. Dialah Allah yang telah menjadikan bumi ini zalul, mudah untuk di tempati. Famsyu fi manaqibiha. Berjalanlah di punggungnya bumi.
(38:28) Tuh kita disuruh apa coba? travelingumir rezeki makanlah dia rezekinya berarti kan disuruh kuliner jadi disuruh traveling kuliner tuh sunah rasul katanya ya kalau itu sunah rasul pasti rasul sahu al wasallam sering traveling pak ya rasulullah hanya mengatakan rehlatu umati al jihad fisabilillah travelingnya umatku itu untuk dalam rangka berjihad fisabilillah ya untuk berdakwah atau untuk kebaikan ya baru.
(39:04) Adapun travel yang cuma lihat-lihat doang ini cuma lihat sana lihat sini apa manfaatnya ya ngabisin duit juga begitu duit negara lagi. Ikhwat Islam. Kemudian adab selanjutnya doa disengat kalajengking. Kalau disengat kal jengking ada doanya. bahwa Rasul Sallahu Alaih Wasallam pernah disengat kalajengking. Rasul pernah, Pak.
(39:46) Ya, ketika beliau sedang salat lagi, Pak. Maka Rasulullah pun meminta air garam. Air dan garam. Kemudian mengusapkan di atasnya sambil membacakan Alkafirun, Al-Falaq, Annas. Alkafirun, Al-Falaq, Annas. Iya. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyuruh Pak membunuh dua yang hitam dalam salat.
(40:18) Yang pertama kala jengking, yang kedua ular. Jadi kalau kita lagi salat ada kala jengking boleh kita bunuh? Boleh. Ya. Ada ular boleh. Tapi kalau anda ularnya anak konda ya janganlah Pak. Antum ingin lari Pak. Kegedean soalnya susah itu. Iya. Kemudian di antara adab termasuk sunah, Pak, menggantungkan cambuk di rumah. Cambuk digantungkan di rumah. Iya.
(40:57) Karena Nabi bersabda, “Allikus saudut, gantungkan cemati di tempat yang bisa dilihat. Hau yarahu ahlul bait dilihat anggota keluarganya sebagai pendidikan buat mereka. Kenapa? Maksudnya cuma sebatas ancaman. Kamu kalau enggak salat tuh lihat tuh ada apa itu. Itu buat apa, Nak? Buat mukul itu. Iya. Nah, itu enggak apa-apa sebatas menakut-nakuti aja ya.
(41:34) Tujuannya menggantungkan cambuk itu tujuannya itu aja sih untuk pendidikan maksudnya Pak. Karena Rasul sabda muru abnaakum bahin. Perintahkan anak kalian untuk salat umurnya 7 tahun. Wadribuhum alaiha dan pukul mereka untuk salat. Umurnya berapa? 10. Nabi baru mengizinkan memukul itu umur 10 tahun. Dan Nabi melarang memukul apa? Wajah.
(42:06) Enggak boleh menampar wajah itu haram dalam Islam, Pak. Siapapun Anda, Anda mau guru kek, mau kepala sekolah kek, menampar wajah itu haram dalam Islam. Kalaupun mau mukul, mukul badannya, itu pun juga dengan pukulan yang tidak membuat memar. Itu pukulan pendidikan namanya. Bukan pukulan pengin muas-muasin ikhwat Islam, saudaraku iman rahimani rahimakumullah jamian. Nah, ini ya.
(42:38) Kemudian ada berikutnya, saudaraku. Berdiri saat melihat jenazah diusung. Jadi kalau ada jenazah lewat sunahnya apa? Berdiri. Berdiri. Iya. Namun ini sunah ya. Karena ada riwayat bahwa Rasul Sallahu Alaihi Wasallam setelah itu tidak berdiri duduk. Sehingga kata para ulama perintah untuk berdiri dibawa kepada sun sunah. Jadi sunah saja kita berdiri.
(43:09) Kenapa? Walaupun itu jenazah orang kafir. Bukan kita menghormati orang kafirnya tidak. Tapi menghormati malaikat. Menghormati apa? Malaikat. Malaikat. Ikhwat Islam saudara se iman. Berdasarkan hadis Jabir bin Abdillah meriwayatkan, ia berkata, “Sebuah jenazah diusung melewati kami.” Rasulullah sallallahu lantas berdiri dan kami pun ikut berdiri.
(43:33) Kami bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, itu jenazah orang Yahudi?” Kata Rasulullah, “Jika kalian melihat sebuah jenazah, berdirilah.” Ya, tetap walaupun itu jenazah orang Yahudi, kita disuruh untuk apa? Berdiri. Ikhwat Islam, saudaraku seiman rahimahullah, rahimani warahimakumullah jamian. Baik, saya kira cukup dulu sampai di sini.
(43:57) Iya. Insyaallah kita nanti lanjutkan kapan? Habis isya. Habis isya kan? Habis isya sebentar kali ya. Sisa sebentar 30 menit lah. Iya. Bab demikian wabillahi taufik. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Roja TV


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *