Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Amalan-Amalan Pembuka Rezeki

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(81) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Amalan-Amalan Pembuka Rezeki – YouTube

Transcript:
(00:03) menyebar cahaya sunah Ah Sudah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati amalina. Man yadillah fala mudillalah w yudlil fala hadialah.
(01:07) Wa asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Qallahu taala fi kitabihin karim. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba’d. Sodqos iman rahimani warahimakumullah jamian. Pada pagi hari ini insyaallah kita akan membahas yaitu mafatih Arizq Fidil Kitabi wasunah.
(01:46) Kunci-kunci pembuka rezeki menurut Al-Qur’an dan Asunah. Namun tentunya saudaraku seiman ya yang harus kita ingat di sini jangan sampai tujuan utama kita adalah mengharapkan rezeki dunia. Karena ya apabila amal saleh tujuannya adalah untuk mengharapkan rezeki dunia, maka amal saleh tersebut tidak bernilai pahala apa-apa. Bahkan Allah mengancam dalam surat Hud ayat 15-16.
(02:29) yidulat dunya winataha nuwafi ilaihimalahum fiha wahum fiha la yubun. Barang siapa yang menginginkan dunia dan perhiasannya, maka kami akan berikan apa yang dia inginkan tersebut tanpa dikurangi. Ulaikalladzina laisa lahum fil akhirati illanar. Tapi mereka di akhirat tidak mendapat apa-apa kecuali api neraka.
(03:02) Yait fiha watilum ma kanu ya’malun. Batal yang mereka lakukan dan sia-sia apa yang mereka amalkan. Ada sebuah kaidah dalam ushul fikih, yaitu dan kaidah fikih yajuzu tab’an maa yajuzu istiqlalan. Boleh kalau ngikut, tapi kalau berdiri sendiri tidak boleh. Artinya ketika kita mengamalkan amalan-amalan ini kalau tujuan utamanya adalah karena Allah, kemudian ada niat yang ngikut.
(03:54) Apa itu? Misalnya karena mengharapkan rezeki misalnya, tapi itu bukan niat utama, cuma sebatas ngikut aja. Maka yang sebat ini tidak apa-apa kata sebagian kata para ulama. Iya. Tapi kalau misalnya tujuan utamanya mencari pengin dapat rezeki dan karena Allahnya cuman ngikut doang, maka ini yang tidak akan dinilai apa-apa oleh Allah Subhanahu wa taala.
(04:27) Makanya kata Imam Suyuti ya dalam al-Asbah wan Nadhair, orang yang ingin ha, orang yang haji niatnya dua. Niat pertama karena Allah, niat yang kedua karena dunia. Maka kata beliau dilihat mana yang paling dominan. Kalau yang paling dominan itu karena Allah, dapat pahala. Kalau yang paling dominan itu karena dunianya dapat dosa. Kalau seimbang gimana? Fify-fifty.
(05:07) Kata beliau tasaqat, saling berguguran. Tidak dapat pahala, enggak dapat dosa. Nol. Iya. Ikhwat Islam saudara kuasa iman. Lalu apa saja amal yang kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam Al-Qur’an dan hadis bahwa amal tersebut bisa membuka pintu rezeki yang pertama yaitu memperbanyak istigfar dan taubat yang memperbanyak istigfar dan taubat.
(05:49) Mana dalilnya? Banyak. Di antaranya surah Nuh ayat 10 sampai 12. Allah Taala berfirman, “Faquluagfirubakum innahuana garsilamaikumidum biamwinakum jannatium anhar.” Lalu aku berkata istagfirbakum. Mintalah ampun kepada Rabb kalian sesungguhnya Dia Maha Pengampun.
(06:33) niscaya dia akan mengirimkan kepada kalian hujan yang lebat dan Allah akan berikan kepada kalian harta dan anak-anak. Dan Allah akan jadikan untuk kalian kebun-kebun dan air sungai yang mengalir. Masyaallah. Lihat ya di sini Nabi Nuh berkata kepada kaumnya apa? Minta ampun kalian kepada Allah. Balasannya apa? Ya masyaallah. diberikan hujan yang lebat, diberikan harta dan anak-anak.
(07:08) Ya, makanya pernah ada orang yang datang kepada alasan satu lagi datang, “Hai Hasan, saya sudah lama enggak punya anak.” Ya, kata Alhan. banyak istigfar saja. Yang satu lagi mengeluhkan tentang kekeringan. Ya, kata Alhan banyak istigfar aja. Kenapa? Karena berdasarkan hak dalil ini. Jangan banyak istigfar ya. Makanya akhal Islam, saudaraku seiman.
(07:54) Lalu istigfar seperti apa saudaraku? Tentu ya tata cara istigfarnya juga harus mengikuti tata cara Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam disebutkan setiap harinya istigfar dan taubat 100 kali. Dan dalam riwayat Imam Ahmad, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setelah salat duha mengucapkan rabbigfirli watub alaiya innaka ant tawwabur rahim 100 kali.
(08:27) Dalam sebuah riwayat Ibnu Umar, kata Ibnu Umar, “Aku menghitung dalam satu majelis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, beliau mengucapkan, Allahummagfirli watb alaiya innaka ant tawwabur rahim 100 kali.” Iya. Nah, ini saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamian. Adapun di pagi di pagi hari ya ada namanya sayyidul istigfar.
(09:01) Rasulullah menganjurkan membaca sayyidul istigfar di pagi dan petang. Di dalam salat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan Abu Bakar ya yaitu istigfar. Allahumma inniamtu nafsi dulman katsir wala yagfirudzunuba illa anta fagfirli magfiratan minika warhamni innaka antal gfurur rahim. Setelah salat Rasulullah mengajarkan astagfirullah astagfirullah astagfirullah tiga kali.
(09:36) Demikian pula dalam hadis Abi Ali bin Abi Thalib bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam setelah salat mengucapkan Allahfirli ma qoddamtu w akartu wama asrtu w aantu wama asroftu wama anta alamu bihi minni antal muqaddim wa antal muakhir la ilahailla anta. Ya Allah ampuni dosaku apa yang telah lalu maupun yang akan datang.
(10:06) Ya, baik dosa yang sembunyi-sembunyi maupun yang terang-terangan dan apa yang aku berlebih-lebihan padanya dan yang engkau lebih tahu tentangnya. Ya, engkaulah yang mengedepankan dan mengakhirkan. Ya, ini Nabi memohon ampun setelah salat. Demikian. Jadi saudaraku seiman ya banyak istigfar kepada Allah subhanahu wa taala.
(10:38) Kemudian saudaraku seiman amal yang kedua yaitu attaqwa. Takwa. Apa itu takwa? Kata Imam an-Naghawi, imtisalu amri wahyh, yaitu mempraktikkan perintahnyawahi dan menjauhi larangannya. Wnahul wiqayah min sakatihi waabih. Dan makna takwa artinya ya melindungi diri kita dari kemurkaan Allah dan azabnya. itu takwa.
(11:28) Mana dalilnya? Bahwa takwa itu membuka pintu rezeki? Yaitu surah at-Talaq ayat 2 sampai 3. Allah Taala berfirman, “Wamay yattaqillah yaj’alahu makhraja.” Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah jadikan untuk dia makhraj. Makhraj itu jalan keluar. Jalan keluar dari apa? Dari kesulitan hidupnya. Wararzuqhu min haitsu la yahtasib.
(12:10) Dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Lihat saudaraku seiman. Iya. Kata Ibnu Katsir ketika menafsirkan ini, amar bihiu yau minta jihati. Siapa yang bertakwa kepada Allah dengan cara menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya, Allah akan berikan kepada dia makhraj, jalan keluar dari kesulitan hidupnya.
(12:49) Dan Allah akan berikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Artinya dari arah yang dia tidak kira. Ikhwat Islam, saudaraku se iman. Makanya Allah menjamin, Pak, suatu negeri yang penduduknya beriman dan bertakwa, maka Allah akan bukakan pintu-pintu rezeki. Allah berfirman, “Wamay yattaqillah.” Ya, walau anna ahlal qura amanu wattaqau lafatahna alaihim barokatim minasama wal ard.
(13:24) Walakin kadzabu faaknahum bimau yaksibun. Kalaulah ya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, maka kami akan bukakan untuk mereka pintu-pintu barokah di langit dan di bumi. Tuh, lihat. Berbeda kalau negeri itu tidak beriman dan bertakwa. lebih senang berbuat maksiat, syirik dan yang lainnya. Walaupun negara itu banyak kekayaan alamnya, tetap saja enggak barokah, Mas.
(13:59) Jangan jauh-jauhlah. Indonesia apa yang kurang sih secara kekayaan alam, Pak? Indonesia ini kekayaan alamnya luar biasa. Tapi pejabatnya banyak yang koruptor. Rakyatnya banyak berbuat syirik, bidah, maksiat. Akhirnya apa yang terjadi? Allah cabut barokahnya di Indonesia. Subhanallah. Ternyata kesulitan perekonomian luar biasa. Banyak yang miskin dan yang lainnya ya.
(14:30) Bagaikan istilahnya si bagaikan tikus tikus mati di lumbung padi. Saudaraku seiman. Kenapa ya itu semua akibat dosa, Pak. Akibat dosa baik yang dilakukan oleh para pejabatnya maupun rakyatnya itu sendiri. Ikhwat Islam saus iman rahimani warahimakumullah jam. Sebaliknya antum lihat Saudi itu negara kering.
(14:59) Iya. Antum lihat di Saudi itu apa sih yang antum lihat? Ya, cuma hamparan padang pasir, batu dan yang lain. Tapi karena tauhid ditegakkan di sana, syariat ditegakkan di sana betul-betul ya. Para umarnya juga mencintai para ulamanya, para ulamanya juga mengingatkan para umarahnya. Penuntut ilmu juga banyak di sana. Walaupun ya maksiat pasti ada.
(15:33) Cuman dib dibandingkan dengan negeri-negeri lain ya Saudi yang paling sedikitlah maksiatnya. Iya. Orang-orang yang benci banget sama Saudi selalu cari-cari apa kesalahan. Padahal kalau dia mencari kesalahan di negeri yang lain selain Saudi lebih banyak lagi. Berpuluh-puluh kali lipat. Dan ternyata apa yang terjadi Pak? Barokah.
(15:59) barokah tauhid dari minyaknya. Sekarang bahkan ditemukan ladang emas ya sepanjang 120 km ya baru-baru ini. Oh subhanallah saudaraku seiman itu barokah saudaraku seiman ya. Rajanya juga yang adil tidak menzalimi rakyatnya. Nah, ini saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamian. Jadi ya apa namanya ee takwa itu membuka pintu rezeki.
(16:38) Makanya Allah berfirman kepada Bani Israil apa kata Allah? Walau annahum aqamut taurata wal injil w unzila ilaihimbihimahti arjulihim. Kalaulah mereka menegakkan Taurat dan Injil dan yang diturunkan kepada mereka, pasti mereka akan makan dari bawah dan dari atas mereka. Oh, lihat ya.
(17:20) Ini menunjukkan akan takwa itu membuka pintu syukur eh rezeki dan termasuk takwa adalah syukur. Dan orang yang bersyukur ditambah. Allah berfirman, “Lain syakartum lazidannakum.” Kalau kalian bersyukur aku akan tambahkan buat kamu. Walain kafartum. Tapi kalau kalian kufur, tidak bersyukur, innaabiadid. Sesungguhnya azabku keras. Artinya apa? Kufur nikmat itu menyebabkan nikmatnya dicabut sama Allah.
(17:51) Ya. Kemudian yang ketiga yang membuat yang membuka pintu rezeki. Apa itu? Yaitu tawakal. Apa? Tawakal. Tawakal itu ya iktimadul qalbi alallah maasah maasai’i. Yaitu hati kita bersandar kepada Allah disertai dengan usaha. Jadi tawakal itu ada dua rukun. Rukun pertama hati kita bersandar kepada Allah.
(18:39) Rukun yang kedua, usaha. Sekarang kalau ada orang yang hatinya bersandar kepada Allah tapi enggak mau usaha, tawakal, bukan? K itu malas namanya. Kalau ada orang yang berusaha tapi tidak bersandar kepada Allah, tapi bersandarnya kepada skill kemampuannya, syirik namanya. Apa ya? Maka disebut tawakal itu kalau hati kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa taala.
(19:10) Mana dalilnya? Ikhwat Islam saqus iman rahimani warahimakumullah jamian. Yaitu hadis yang dikat Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan yang lainnya. Dari Umar bin Khattab radhiallahu anhu Rasulullah sahu wasam bersabda, “Lau anakum tawakalunaqi larakumzir wataruh.” Kalaulah kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, pasti kalian akan diberikan rezeki seperti diberikan rezekinya kepada burung.
(19:57) Di pagi hari burung pergi dalam keadaan apa? Temboloknya kosong. Di sore hari burung pulang dalam keadaan temboloknya sudah penuh. Ya, padahal burung enggak pernah belajar, enggak pernah kuliah, enggak pernah enggak punya ijazah. Ya, burung cuma apa, Pak? Usaha doang, Pak. Terbang sana, terbang sini.
(20:22) Ayam juga lihat dia pergi ke sana, pergi ke sana, korek, korek sana, kor sini, patuk sana, dan yang lainnya. Pulang temboloknya penuh. Kalau Allah mampu memberikan rezeki kepada burung, kepada ikan-ikan yang ada di laut yang begitu sangat banyak, maka Allah sangat mampu memberikan rezeki kepada kita manusia, saudaraku seiman.
(20:51) Makanya Allah berfirman, “Wamay yatawakal alallah fahua hasbuh.” Siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Fahua hasbuh ya mencukupi dengan apa? Dengan semuanya. Saudaku iman rahimani warahimakumullah jamian. Nah ini jadi ya tawakal sekali lagi membuka pintu apa? Rezeki. Tapi ingat tawakal itu tadi harus memenuhi dua rukun ya. Yang pertama hati kita bersandar kepada siapa? Allah. Allah. Yang kedua, usaha. Usaha.
(21:33) Iya. Makkadang ketika kita sudah usaha kok belum juga dapat rezeki, gimana itu? Ya, kita katakan saudaraku, Allah berfirman, “Wamay yatawakal alallah fahua hasbuh.” Innallaha balighu amrih qod ja’alallahu likulliin qodro. Ayatnya begitu. Siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah cukup baginya Allah.
(22:04) Artinya Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah pasti akan menyampaikan urusannya. Tapi Allah sudah tentukan waktunya masingmasing, kadarnya masing-masing. Artinya tawakal itu membuka pintu rezeki. Betul. Nah, ketika kita usaha apakah berarti langsung dapat rezeki? Ya, belum tentu juga. Artinya waktunya hanya Allah yang maha tahu. Yang penting kita usaha.
(22:33) Tapi janji Allah sudah pasti benar, Pak. Kewajiban kita nunggu dan menunggu janji Allah termasuk apa? Ibadah. Iya. Kemudian yang keempat, amalan yang keempat yang membuka pintu rezeki apa itu? yaitu attafaruq ibadatillahi azza waalla. Bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah dan berusaha menjadikan semua aktivitas kita bernilai ibadah.
(23:12) I apa makna bersungguh-sungguh? Yaitu tafaruq lil ibadah. yaitu kita jadikan hidup kita semua untuk ibadah ya. Nah, jangan kita pahami. Oh, kalau gitu kita kerjaannya salat aja gitu ustaz. Baca Quran aja ya enggaklah. Kita pergi cari nafkah. Cari nafkah diperintahkan Allah enggak? Diperintahkan Allah. Ibadah enggak, Pak? Ibadah.
(23:48) Kita olahraga dengan niat supaya sehat badan kita dengan kesehatan itu bisa kita beribadah dengan enak. Dengan niat seperti itu, insyaallah jadi ibadah. Kita makan dengan niat supaya makan kita bermanfaat buat tubuh kita, jadi sehat dan yang lainnya jadi ibadah. Itu maksudnya saudarakuiman ya. Jadi betul-betul dia berusaha bagaimana semua aktivitasnya bernilai ibadah.
(24:20) Sebagaimana Allah berfirman, “Faid farqta fans kalau kamu selesai dari sebuah ibadah maka segera menuju ibadah berikutnya.” Allah juga berfirman, “Faidza qadaitumusah fkurullaha. Apabila kalian telah selesai salat, maka berzikirlah kepada Allah.” Demikian, saudaraku seiman. Mana dalilnya? Ya, bahwa bersungguh-sungguh ibadah itu membuka pintu rezeki.
(24:53) yaitu hadis yang dikeluarkan Imam Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim dari hadis Abu Hurairah bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam sabda, “Innallaha taala yaakul Allah taala berfirman, ya bna adam tafarrq liibadati amrokina wauddu faqralan asud faqr Wahai Ibnu Ibnu Adam, bersungguh-sungguhlah kamu untuk ibadah kepadaku.
(25:33) Aku akan penuhi dadamu, hatimu dengan kekayaan dan aku akan tutupi kefakiranmu. Jika kamu tidak bersungguh-sungguh ibadah, maka aku akan penuhi ya dirimu dengan kesibukan kesibukan yang enggak dan aku pun tidak akan menutupi kefakiranmu. Iya kan ikhwat Islam saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Jadi kalau misalnya kita bersungguh-sungguh ibadah istilahnya mabuk agama lah, Pak.
(26:06) Jangan kira mabuk agama itu menutup pintu rezeki, membuat kita enggak maju. Kata siapa? Ya, tapi ketika kita bersungguh-sungguh ibadah, justru Allah akan tanggung, Pak. Allah pasti jamin rezeki kita. Ikhwat Islam, saudarakus iman rahimani warahimakumullah jamiah. Amalan yang kelima. Eh, kelima ya. Iya.
(26:39) Keempat apa kelima? Kelima. Apa yang membuka pintu rezeki? Yaitu almutabaah bainal haji wal umrah. Mengikutkan haji dan umrah. Mengikuti haji dan umrah. Maksudnya mengikutinya bagaimana? Kata Abul Hasan Asindi yaitu ijalu ahadahuma tabian lil ak waqian alqibihi. Artinya jadikan salah satunya ngikut yang lain gitu ya.
(27:22) Habis umrah haji ya. Habis haji umrah. Mana dalilnya? bahwa mengikutkan haji dan umrah itu membuka pintu rezeki. Yaitu hadis riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Khuzaimah bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tabiu bainal haji wal umrah fainnahuma yanfianil faq wadzunub.” Ikutkanlah haji dan umrah karena keduanya bisa menghilangkan kefakiran dan dosa. Ya.
(28:04) Jadi kalau antum pergi umrah terus suka mikir, “Wah, duit saya berkurang nanti gimana-gimana.” Kita katakan enggak usah khawatir, Mas. Rasulullah mengatakan bahwa haji dan umrah itu membuka pintu rezeki. Ya ikhwat Islam saudara kasih iman rahimani warahimakumullah jamian. Amal yang keenam silaturahim. Apa maksudnya silaturahim? Menyambung kerabat.
(28:39) Kalau orang Indonesia kan makna silaturahim itu luas banget, Pak. Kepada orang yang enggak ada kerabat pun silaturahim juga. Antum telepon ke teman, mau silaturahim. Emang ente kerabat si eh kerabat dia enggak ada sih mau silaturahim. Kita katan kalau sama kalau bukan kerabat itu bukan silaturahim namanya apa? Apa dong? Kunjungan. Kunjungan.
(29:12) Bahasa Arabnya apa? Ziarah. Cuma kan orang Indonesia nyebut ziarah kan buat kuburan, Pak. Ziarah kuburan. Ikhwat Islam seiman dulu pernah bikin silaturahim akbar antara ulama dengan rakyat. Emang kerabat apa? I iya. Sebagian lagi ada yang ngomong gini, “Beda antara silaturahim dengan silaturahmi.
(29:44) Kita katakan siapa yang bedain?” Itu bahasa Arab. silaturahim tuh silaturahmi. silaturahim ya bahasa Arab sama artinya menyambung rahim ya yang ada kekerabatan apa hubungan rahim dengan kita ikhwat Islam saudaraku se iman mana dalilnya bahwa silaturahim membuka pintu rezeki hadis Rasulullah bersabda yang dikon Bukhari dari hadis Abu Hurairah [Musik] Siapa yang merasa suka untuk dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambung silatur rahim.
(30:39) Tu lihat ya. Jadi menyambung silaturahim itu, Pak, membuka pintu rezeki, Pak. [Musik] Iya. Semakin kita sering silaturahim, semakin terbuka pintu-pintu rezeki. Insyaallah. Tapi juga jangan sampai kita silaturahim tujuannya itu, Pak, pinjam duit 100 dong. Iya. Tapi niat kita lillah ya.
(31:13) Tapi kalau kita tahu saudara kita lagi butuh, saudara harus lebih kita dahulukan daripada yang lain. Ikhwat Islam, saudarak iman rahimani warahimakumullah jamian. Makanya Rasulullah menyuruh kita untuk mempelajari nasab kita, Pak. Kata Rasulullah, taallamu min ansabikum ma tasiluna bihi arhamakum. Pelajarilah nasab kalian, ya.
(31:42) agar kalian bisa menyambung silatur rahim. Jadi kita tahu nih nasab ke ibu siapa saja, saudara ibunya siapa aja, kakeknya, anak kakeknya siapa aja. Jika kita bisa menyambung silaturahim. Ikhwatlah Islam secara seiman. Kemudian saudaraku seiman, di zaman sekarang silaturahim mudah. Alhamdulillah, Pak. Antum bikin grup WA, saling menyapa di grup, itu sudah termasuk silaturahim.
(32:18) Makanya kata sebagian masyaikh, orang yang keluar dari grup keluarga itu bisa dianggap memutuskan silaturahim. Ya, maka walaupun tentunya yang lebih baik kita mengunjungi, tapi kalau misalnya karena kesibukan dan jauh ya setidaknya kita kumpul di grup saling menyapa dan yang lainnya. Syukur-syukur bisa kumpul sekali-kali gitu ya.
(32:44) Ini khotbah Islam secara khusus sean. Kemudian amal yang ketujuh yang membuka pintu rezeki, al-infaq fisabilillah, yaitu berinfak di jalan Allah. Allah berfirman dalam surah Saba ayat 39. Wama anfaqtum minaiin fahua yukhlifuh wahuair roziqin. Tidaklah kalian menginfakkan sesuatu kecuali Allah pasti ganti dan Allah sebaik-baik yang pemberi rezeki. Ya, yang kita infakkan di jalan Allah.
(33:42) Emangnya enggak diganti, Pak? Diganti, Pak. Makanya dalam Al-Qur’an, Pak, berinfak di jalan Allah itu disebut dengan apa? Memberikan pinjaman kepada Allah. Allah berfirman, “Man dzalladzi yuqridullaha qardan hasan faydifahu.” Siapa yang mau memberikan pinjaman kepada Allah, maka Allah akan lipat gandakan balasannya. Iya.
(34:13) Kita kasih pinjaman ke Allah dengan bersedekah, berinfak, diganti sama Allah dengan surga. Mau enggak? Siapa yang enggak mau? Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, tasqjul biadli tamh. Apabila seseorang bersedekah dengan sebutir kurma min kasbin thyib dari usaha yang halal, taqobbalallahu biyaminih, Allah akan terima dengan tangan kanannya.
(34:44) Lalu Allah kembang biakkan kembang biakkan hattairal jabal sehingga menjadi sebesar gunung. Ajib. Cuma satu butir kurma dari usaha yang halal diinfakkan buat fakir miskin. Dikasih nih Allah kembang biakkan sampai sebesar gunung. Masyaallah. Kalau bisnis mana bisa? Mungkin enggak kalau bisnis modal Rp10.000 R000 untungnya R10 juta kayaknya mustahil, Mas.
(35:18) Tapi kalau sedekah sangat bisa ya antum infakkan 10.000 Allah ganti dengan yang berpuruh ratusan kali lipat dari itu. Ikhwat Islam sausiman rahimani warahimakumullah jamian. Nah ini saudaraku seiman. Jadi kalau kita bersedekah justru itu membuka pintu rezeki. Justru semakin barokah harta kita ya kalau kita apa? Bersedekah ya.
(35:50) Banyak karena masalahnya apa? Banyak orang yang mau ketika mau sedekah itu takut miskin. Makanya Allah mengatakan begitu dalam surah Albaqarah ayat 268. Apa kata Allah? Asitanu yaidukumul faqr. Setan ya menjanjikan kefakiran atas kalian. Menakut-nakuti dengan apa? Kefakiran. Nanti kalau kamu sedekah kamu bana fakir miskin. Nanti kamu duitnya kurang dan lain lain lain lain. Ya.
(36:21) Sementara Allah sudah menjanjikan surga bagi mereka yang mau sedekah di jalan Allah Subhanahu wa taala. Ikhwatlah Islam saudara kuasa iman. Dan disebutkan dalam hadis ya, setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Yang satu berkata apa? Allahumma munfiqan khalafa. Ya Allah gantikan orang yang berinfak.
(36:52) Yang satu lagi berkata, “Allahumma ami mumsikan talafa.” Ya Allah hancurkan harta orang yang pelit. Justru kalau kita pelit membuat harta kita hancur, Pak. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ikhwatlah Islam, saudaraku imiman, bahkan dalam hadis yang pernah saya baca ya waktu kajian Sahih Muslim kemarin itu tentang kisah ada orang yang mendengar suara di di langit di awan.
(37:30) Masih ingat enggak? Lalu orang tua berkata, “Ya, hujani kebun si fulan itu disebutkan namanya.” Lalu tiba-tiba awan itu pergi ke suatu tempat lalu hujan. Lalu orang itu ngikutin selokan air. Ternyata di situ ada kebun dan di situ ada orang. Lalu ditanya, “Kamu siapa namanya?” “Fulan bin Fulan.” Namanya sama dengan yang di awan.
(37:56) Apa yang kamu lakukan dengan perbuatanmu? Apa? dengan perbuatanmu itu. Emang kenapa kok kamu nanya segala? Enggak. Tadi aku mendengar suara di awan menyebutkan nama kamu ya. Kata dia, “Aku hasil panenku aku bagi tiga. Sepertiga untuk fakir miskin, sepertiga untuk keluargaku makan, sepertiga lagi untuk ditanam lagi.” Rupanya gara-gara itu Allah masih malah memberikan apa? rezeki yang banyak buat dia. Ikhwat Islam, saudarakus iman rahimani warahimakumullah jamian.
(38:40) Dan itu terbukti, Pak ya. Ada orang yang ya ada saya sebuah saya membaca ya sebuah kisah itu di Mesir ada orang beberapa orang bersekutu untuk bikin bisnis. Kemudian mereka bersepakat bahwa ya seper apa namanya 25% dari hasil bisnis kita untuk Allah. Rupanya apa yang terjadi, Pak? Barokah,
(39:17) Pak. Barokah. Barokah barokah sampai menjadi banyak sekali ya aset-asetnya. Akhirnya mereka sepakat lagi, “Kalau kita kalau gitu kita tambahkan untuk Allah 50% dari hasil bisnis. Semakin lagi Allah barokahkan. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamiah.” Nah, ikhwat Islam iya memang sesuatu yang memang karena Allah pasti Allah bantu ya akhal Islam. Iya.
(39:50) Kemudian yang ke berapa? Kedelapan. Amalah kedelapan yaitu membiayai orang yang menuntut ilmu Allah. Membiayai orang yang menuntut ilmu Allah subhanahu wa taala. Mana dalilnya? Hadis yang diqat oleh Imam At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Anas bin Malik bahwa dulu di zaman Rasul sallallahu alaihi wasallam ada dua orang bersaudara, kakak beradik.
(40:29) Rupanya yang satunya itu dia bekerja cari nafkah. Yang satu lagi dia kerjaannya nuntut ilmu di majelisnya Rasulullahi sallallahu sallallahu alaihi wasallam. Apa yang terjadi? yang bekerja ini akhirnya mengadu ke Rasulullah, “Hai Rasulullah, saudara saya ini enggak mau cari nafkah. Aku yang nafkahin dia. Dia kerjanya nuntut ilmu aja.
(40:57) ” Apa kata Rasulullah? “Laallaka turzq bihi.” Bisa jadi kamu diberikan rezeki gara-gara itu. Iya. Makanya, akhi ya kalau zaman sekarang misalnya istilahnya ada orang tua angkat gitu, Pak. Ada penuntut ilmu, enggak punya duit, orang tuanya miskin, pengin menuntut ilmu. Ya udah kita biayai, ya udah saya biayai deh ya untuk menuntut ilmu.
(41:30) Nah, itu membuka pintu apa? Rezeki, saudaraku seiman rahimani warahimakum jamian. Makanya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “Apa iba, ya?” Fainnama tunarunaquuna biduaikum. Carilah aku dengan memperhatikan orang-orang lemah karena kalian ditolong oleh Allah dan diberi rezeki disebabkan memperhatikan orang lemah. Orang-orang lemah ini orang-orang susah ketika kita perhatikan mereka insyaallah itu membuka pintu-pintu rezeki. Saudaraku iman rahimani warahimakumullah jamian.
(42:09) yang kesembilan yaitu membantu orang-orang yang susah hidupnya. Sebagaimana dalam hadis yang sudah saya sebutkan barusan. Hal tunaruna wa turzaquuna illa biduafaikum. Ya, bukankah kalian diberikan rezeki dan diberikan pertolongan oleh Allah disebabkan oleh kalian memperhatikan orang yang lemah. Ini penting, Akhi ya.
(42:46) Teman-teman kita, saudara kita yang lemah perekonomiannya, susah hidupnya, bantu dia. Jangan kita yang lemah hidupnya, susah, padahal dia sudah ber bukan orang malas. Dia juga cari nafkah, tapi qadarullah ya gimana lagi rezekinya serat. Bantu, Pak. Ya, jangan cuek akal Islam. Seorang muslim itu, Pak, harus punya harus punya jiwa sosial. Iya. Kemudian apa lagi? Yang ke-10 itu almuhajarah fisabilillah. berhijrah di jalan Allah.
(43:34) Apa itu maksudnya? Kata para ulama, yaitu meninggalkan negeri yang kafir menuju negeri is Islam. Meninggalkan tempat yang penuh maksiat menuju tempat yang di situ kita bisa menaati Allah dan beribadah. Mana dalilnya? Yaitu surah An-Nisa ayat 100. Wamay yuhajir fisabilillah yajid fil ardhi muragoman katsir wasa’ah.
(44:15) Siapa yang berhijrah di jalan Allah, maka ia akan mendapatkan di muka bumi muragaman kat wasaah dan keluasan. Apa maksudnya? Ya, sebagian ulama mengatakannya. Siapa yang berhijrah di jalan Allah menuju negeri lain yang dia bebas beribadah kepada Allah ya, maka dia akan mendapatkan di negeri itu kebaikan dan kenikmatan yang menjadi sebab musuh-musuh mereka menjadi marah dan tidak suka. Iya.
(45:08) Muragaman katsir wasaah. Saah di sini artinya saatu rezek yaitu luasnya rezeki. Ikhwat Islam squim iman rahimani rahimakumullah jamian. Jadi ini akhi ya ketika kita berhijrah ingatlah bahwa dengan kita berhijrah ke tempat yang itu kita bisa menjaga agama kita, ketakwaan kita, keimanan kita. Insyaallah itu yang menjadi sebab terbukanya pintu apa? Rezeki.
(45:46) Ya, di buku ini hanya disebutkan 10. Saya tambahkan lagi yang ke-11 yaitu mensyukuri nikmat. Syukur nikmat pun juga membuat membuka pintu rezeki. Karena sudah kita sebutkan tadi, akhi, orang yang mensyukuri nikmat akan ditambah rezekinya. Lain syakartum laazidannakum. Kalau kalian bersyukur aku akan tambah.
(46:25) Ya, antum punya mobil bersyukur kepada Allah. Digunakan mobil itu untuk apa? ya untuk ketaatan, untuk ke majelis taklim, untuk membantu orang yang butuh bantuan mobil. Allah tambah rezeki antum ya. Ditambah antum punya HP digunakan untuk apa? Menyebarkan dakwah ya, menyampaikan ilmu untuk kebaikan itu mensyukuri nikmat namanya, Pak.
(46:58) Maka Allah sudah berjanji bahwa orang yang mensyukuri nikmat Allah pasti apa tambah ya. Lain syakartum laazidannakum. Jika kamu bersyukur pasti aku akan tambah untuk kalian. Yang ke-12 memelihara kuda dengan kita niatkan untuk kebaikan. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih ditanya tentang kuda. Kata Rasulullah, kuda itu tiga. Kuda untuk ya pemiliknya ajrun, pahala.
(47:44) Yang kedua, kuda untuk pemiliknya sitrun, penutup dan tiga. Yang ketiga, kuda untuk pemiliknya wizrun. dosa. Adapun kuda yang untuk pemiliknya ajrun pahala, yaitu kuda yang dia wakafkan di jalan untuk jihad fisabilillah. Setiap kali dia kuda itu berangkat untuk pergi jihad, setiap langkahnya. Bahkan kata beliau air yang dia minum ketika melewati sungai.
(48:24) Bahkan kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, kotorannya pun semua jadi pahala. Masyaallah. Adapun sitrun yang kedua, sebagian ulama menafsirkan makna siter. Penutup artinya penutup dari kefakiran. Penutup dari apa? Kefakiran. Yaitu mereka yang memelihara kuda untuk kebaikan. ya, tapi tetap memperhatikan kebutuhan kuda, makanannya, minumnya dan yang lainnya.
(48:58) Ikhwat Islam, saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamian. Makanya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, alkhail ya kuda itu Allah jadikan di ubun-ubunnya kebaikan sampai hari kiamat. Ya, makanya antum belajar kalau kita belajar kuda bagus, Pak. Masyaallah. Iya, ikhwat Islam.
(49:21) Nah, ini dia di antara amalan-amalan yang insyaallah bisa membuka apa? Pintu rezeki. Wallahuam. Demikian yang bisa sampaikan. Barangkali ada yang mau nanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam. Apa batasan yang ee yang membolehkan syariat misalnya kita agak kencang bah.
(49:48) batasan yang kira-kira dibolehkan oleh syariat dan mendapatkan pahala. Misalnya kita umrah, Ustaz, niatnya ee mengikutin Allah dan Rasulnya. Tapi ketika di tawaf atau ketika berdoa banyak untuk kebaikan niat itu apa dibolehkan Ustaz? Maksudnya berdoa ya. Iya berdoa. Iya. Berdoa itu hendaknya menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat.
(50:19) Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an surah Albaqarah itu ya faminhum man yaqu waminanasi yaqu rabbana atina fid dunya w lahu fil akhirati min khalaq waminhum yaqu rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabanar di antara manusia ada yang berdoa rabbana atina fid dunya ya Allah berikan kepadaku dunia sementara akhirat tidak ada bagian dalam doanya.
(50:56) Kata Imam at-Tabari, “Ini celaan terhadap orang yang berdoa hanya isinya apa? Dunia saja. Allah mencela.” Lalu Allah memuji orang yang berdoa isinya mengumpulkan kebaikan dan dunia dan akhirat. Waminhum. Dan di antara mereka berkata, “Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabanar.” Makanya sebaik-baik doa itu yang mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat.
(51:27) Contoh saya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya setelah salat subuh mengajarkan doa apa? Allahumma inni asaluka inman nafi warizq thayib wa amalan mutaqabbala. itu mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat ya. Doa-doa zikir pagi dan petang juga. Allahumma inni asalukal afwa wal afiah fid dunya wal akhirah.
(51:57) Allahumma inni asalukal af waliah fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali. Allahumur aurati wa amin raati. Itu isinya mengumpulkan kebaikan dunia dan akhirat. I paham? Ee ini Ustaz ketika kita berdoa dan berusaha qadarullah belum belum terkabul doanya. Nah, kita dinisbatkan gini, apakah ini dosa-dosa kita? Nah, sementara itu setahu ana itu dalam hal ibadah gitu kan.
(52:34) Nah, itu gimana Ustaz? Doa kita sudah berdoa, sudah kita berusaha tapi belum juga terkabul. Bagaimana itu, Akhi? Doa seorang mukmin pasti diijabah. Doa seorang musli mukmin pasti ijabah. Ini baterainya habis lagi. Bisa tolong ambilkan di tasana? Enggak. Di paling paling atas di kamar. Jadi doa saudaraku sean rahimani warahimakumullah jamian pasti dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala tapi yang harus kita perhatikan kapan Allah mengabulkannya hanya Allah yang maha tahu.
(53:29) Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, “Allah mengabulkan doa hamba itu dengan tiga. Yang pertama diberi apa yang dia minta, yang kedua disimpan di surga, dan yang ketiga yaitu diselamatkan dari mara bahaya. Terkadang kita berdoa, kita menganggap doa itu baik buat kita, tapi ternyata Allah tahu bahwa itu tidak baik buat kita, maka Allah tidak kabulkan.
(54:03) Allah simpan di surga dan Allah selamatkan dia dari mar bahaya. bisa jadi ya. Makanya ketika kita berdoa jangan pertama memaksa Allah ya mengingin mengikuti keinginan kita. Yang kedua, jangan sampai kita tergesa-gesa minta segera dikabulin. Karena tergesa-gesa minta segera dikabulan itu termasuk sebab doa kita enggak didengar.
(54:41) Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “Apa?” “Yustajabu liahadikum ma lam ya’jal.” Seseorang itu akan diijabah doanya selama tidak tergesa-gesa. Lihat. Jadi jangan tergesa-gesa. Gimana dong? Serahkan kepada Allah. Kapan di iijabahnya hanyalah tahu. Kalau antum punya anak, antum punya anak, terus anak antum minta sesuatu yang antum tahu itu tidak baik buat anak kita, kira-kira dikabulkan enggak permintaannya? Enggak kan? Gimana kalau si anak itu nangis-nangis mewek minta terus dia bilang, “Bapak jahat, Bapak jahat.”
(55:33) Tapi kita tahu ini enggak bagus, bahaya buat dia. Tetap kita tidak mau apa kabulkan. Ini Allah Subhanahu wa taala lebih sayang kepada hambanya, akhi daripada kita kepada anak kita. Maka dari itu ketika kita berdoa, berdoa, berdoa belum melihat pengabulan, ya Allah yang tahulah apakah kira-kira itu sesuatu yang bermanfaat buat kita atau tidak. Hanya Allah yang tahu.
(56:06) Yang jelas ya kewajiban kita berdoa dan kita yakin bahwa doa itu pasti dikabulkan oleh Allah. Cuman bagaimana cara pengabulannya? Kapan Allah kabulkan? Hanya Allah yang maha tahu. Iya. Serahkan semuanya kepada siapa? Allah. Kepada Allah. Ah, demikian. Masih ada yang bertanya terkait dengan menyambung silaturahim, Ustaz? Silaturahim.
(56:34) Nah, jadi ee kami ini tidak seayah, tidak seibu juga gitu, Ustaz. Apa? Tidak seayah, tidak seibu. Artinya begini, Ustaz. Ee misalnya contoh ayah kami nikah sama ibunya mereka yang sudah punya anak juga. Nah, berarti kan ee ana bukan saya, bukan seibunya dia gitu kan. Ini masuk menyambung silaturahmi enggak, Ustaz? Seperti ini ke Ustaz sambung.
(57:02) Ayah kita saudara sambung. Iya, Ustaz. Tapi tidak tidak. Iya, saudara sambung ibu tiri, Ustaz. Iya. Anak bawaan dari Ibu tiri. Iya. Ustaz, anak bawaan dari Ibu Tiri. Apakah itu saudara kita atau bukan? Ya, secara rahim enggak ada hubungannya. Karena beda bapak, beda ibu. Rahimnya juga beda. Enggak ada hubungan sama sekali.
(57:34) Cuma ada hubungan ibunya nikah sama bapaknya kita. Iya. Maka apakah bisa disebut dia saudara kita secara rahim? Ya tidak. Tapi kalau disebut saudara sambung ya bisa. Iya. Artinya kalau kita berbuat baik sama mereka, menyambung hubungan kepada mereka itu sebuah kebaikan tentunya. Tapi tidak wajib. Namam. Ee lafaz istigfar yang setelah salat istigfar tiga kali. Astagfirullah.
(58:12) Boleh enggak diamal secara mutlak lagi di jalan lagi di mufar? Naf yang iya beristigfar ya ada dua. Istigfar yang sifatnya muqayyad. Istigfar yang sifatnya apa? Muqayyad. itu istigfar ya di dalam salat, setelah salat. Dan ada istigfar yang sifatnya mutlak yaitu kapan saja kita ucapkan, di mana saja kita ucapkan.
(58:44) Kita ucapkan astagfirullah watubu ilaih atau rabbighfirli watuba alaiya innaka ant tawwabur rahim. ya kita perbanyak itu. Jadi istigfar sama dengan zikir. Zikir pun ada zikir muqayyad yang terikat dengan waktu dan tempat. Ada zikir yang mutlak yang tidak terikat dengan waktu dan tempat. Sama dengan istigfar. Istigfar pun ada yang muqayyad ya yang terikat dengan waktu dan tempat.
(59:12) Dan ada istigfar yang mutlak yang tidak terikat dengan waktu dan tempat. Begitu salat duha katanya bisa membuka pintu rezeki. Salat apa? Apakah salat duha membuka pintu rezeki? Saya belum dapat dalilnya yang sahih ya. Saya beliau mendapatkan dalil yang sahih bahwa salat duha itu membuka pintu rezeki. Yang ada itu yaitu ini yang ke-13 ditambahkan ya.
(59:46) Yang ke-13 yaitu memulai usaha di pagi hari. Memulai usaha di pagi hari. Balkan hadis bahwa Rasulullah wasam b sabda, “Allahumma barikli liumati fi bukuriha. Ya Allah, berkati berkahilah untuk umatku di waktu bukurnya pagi hari.” Nah, sahabat yang meriwayatkan ini berkata, “Aku mengirimkan barang daganganku itu ya di pagi hari.
(1:00:23) ” Maka beliau pun kemudian jadi orang kaya raya. bisnisnya berhasil, barokah dan yang lainnya. Jadi ya itu batasan pagi harinya jam berapa, Ustaz? Pagi hari ya sekitar setelah subuhlah, setelah setelah matahari terbit ya bukur itu. Karena kan kebiasaan Rasul dan para sahabatnya mereka zikir sampai matahari terbit agak di agak siang dikit.
(1:00:52) Kemudian baru mereka pergi untuk mencari nafkah. [Musik] Iya. Nah, masih bisa ada yang bertanya? Tidak ada. Kalau tidak ada, baik kita tutup sampai di sini. Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfirubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *