(81) [LIVE] Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. – Al Bayan Min Qashashil Quran – YouTube
Transcript:
(00:03) asadu alla ilahaillallah wahdahuikalah wa asadu anna muhammadan abduhuasul bau ikhul islamakumullah para pemisa dan pendengar raja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan kelar kaca anda kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Kadi Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat.
(00:35) Roja TV bagi Anda para pemirsa Raja TV. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(02:21) Innalhamdalillah. nahmagfirubillahiati may yahdihillahu fala mudillalahu w yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi min nafsin wahidah walaq minha zaujaha w minhuma rijalan katsir waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum rqiba ya ayyuhalladzina amanu lakumunubakum w yuillaha waasulahu faqad fauzanima
(03:38) amma ba’du fainna asdaqal hadisi kitabullah wahair haji haji muhammadin shallallahu alaihi waa alihi Wasallam was um muhna muhdatin bidah waulla bidatin dolalah waulla dolalatin finar. Ikhwah sekalian yang Allah muliakan. Tidak ada kata-kata yang lebih pantas untuk kita sampaikan, melainkan pujian-pujian syukur kepada Allah Subhanahu wa taala.
(04:22) Dan kita mulai majelis kita ini dengan doa atau dengan hamdalah ya dengan khutbatul hajah yang di antaranya mengandung pujian kepada Allah. Karena memang kita harus terus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat banyak yang Allah berikan pada kita semua. Nikmat yang besar yang Allah anugerahkan pada kita adalah nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sunah, nikmat hidayah.
(05:03) Yang dengan nikmat ini kita berharap kepada Allah agar Allah Subhanahu wa taala selamatkan kita di dunia dan di akhirat kelak. Pesan dari Allah Subhanahu wa taala, wala tamutunna illa wa antum muslimun. Janganlah kalian mati atau meninggal melainkan dalam keadaan Islam. Karena kita tahu orang yang kafir diancam oleh Allah dengan api neraka.
(05:40) Dan kita semua yakin seyakin-yakinnya bahwa kita semua ini, diri-diri kita ini enggak mungkin sanggup menahan panasnya api neraka. Dan kita berdoa selalu pada Allah agar kita meninggal di atas lailahaillallah. Meninggal dengan husnul khatimah. Kemudian selawat dan salam semoga tetap tercurah untuk nabi yang kita cintai, Nabi Muhammad.
(06:08) sallallahu alaihi wasallam beserta keluarganya, para sahabatnya dan umatnya hingga akhir zaman. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Man salaka thqon yaltamisu fihi ilman sahallallahu lahu bihi thqon ilal jannah.” Barang siapa yang berjalan di sebuah jalan dalam rangka nuntut ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga.
(06:34) Dan Nabi pun sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Man yuridillahu bihi khairon yufaqihu fiddin.” Barang siapa yang Allah ingini kebaikan, Allah inginkan kebaikannya, Allah jadikan dia paham tentang agamanya. Dan Nabi pun sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Wamtamaaumun fi baitin min buyutillah.
(07:05) ” tidaklah satu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah yatluna kitaballah mereka membaca kitab Allah watatadarasunahu bainahum mempelajarinya di antara mereka illa nazalat alaihimus sakinah melainkan akan turun kepada mereka ketenangan rahmah mereka diliputi dengan rahmat Dan mereka dikelilingi oleh para malaikatumullahu indah.
(07:45) Dan Allah subhanahu wa taala memuji mereka, menyebut mereka di depan para malaikat. Ini semua tentang keutamaan ilmu. Oleh karena itu, kita bersyukur pada Allah bisa duduk di majelis di masjid untuk sama-sama belajar. Kita sama-sama mengkaji kitab para ulama yang di dalamnya ada qalallah, qal rasul, qal sahabah. agar kita mendapatkan ilmu yang dengan ilmu ini kita berharap Allah angkat derajat kita.
(08:25) Allah Subhanahu wa taala ngabarkan pada kita, “Yarfaillahulladzina amanu minkum walladzina utul ilma darajat.” Di surat almujadilah ayat ke 11 Allah khabarkan orang yang berilmu itu diangkat derajatnya sama Allah. Walaupun satu ayat, walaupun satu hadis, satu pertemuan kita bahas di kajian ini, kita harapkan pahala dari Allah. Kita harapkan ilmu yang dengannya Allah angkat derajat kita.
(08:59) Kemudian sebelum kita lanjutkan, ana ingatkan dengan firman Allah Taala, wat taawanu alal birri wat taqwa. W taawanu alal itmi wal udw. Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dan ketakwaan. Jangan saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Kemudian di dalam surah Al-Asr, orang yang tidak merugi itu di antara sifatnya wat tawasau bilhaqqi wat tawasau bisobr.
(09:32) Saling menasehati dalam kebenaran, saling menasihati dalam kesabaran. Apalagi di zaman sekarang, Ikhwan ya, butuh sering nasihat untuk sabar. Ya, kalau ada kawan kita yang sudah malas ngaji, nasihati. Sabar, Akhi. Kalau di antara kita ada yang sudah kecanduan medsos, daripada ngaji nasehati, sabar ya. Dunia ini seben sebentar ya. Tib. Dan untuk kesempurnaan ngaji kita, saya dengar ada kawan ada anak-anak kecil ya di sebelah sana ribut itu tolong diperhatikan ya untuk dijaga.
(10:22) Jangan sampai anak-anak itu ribut bisa mengganggu ee jalannya kajian atau yang mau mendengarkan. Begitu juga untuk akhwat dan umahat. Untuk akhwat dan umahat boleh ngobrol tapi syaratnya pakai rumus apa ya? Ya, rumus huruf wau. Huruf wau itu makhrajnya gimana? Tidak nempel dua bibirnya kalau mengucapkan huruf wau.
(10:50) Jadi maksudnya ngobrolnya tanpa menempelkan dua bibir baru boleh ngobrol. Tayib. Pada pertemuan yang lalu kita bahas tentang Nabi Sulaiman yang dikirimi hadiah oleh Ratu Bilqis. Dikasih hadiah. Ratu Bilqis ngirim hadiah. Ngirim utusan bawa hadiah besar. Dia ngelihat diterima tidak nih hadiah ini. Kalau diterima berarti dia raja biasa saja.
(11:28) Kalau tidak diterima berarti raja yang luar biasa, raja yang tidak menginginkan dunia, raja yang benar. Ya, ternyata tidak diterima. Nah, kita lanjutkan di halaman ke 561 yang punya kitabnya ya. Waba’da wab’da waba ba’ad fahada Sulaiman alaihissalam. Jadi Sulaiman berada dalam rapat yang penting ijtima. Ijtima itu artinya rapat ya. Rapat.
(12:16) Rapatnya muhim fi atau maa junudihi bersama bala tentaranya. Lihat Nabi Sulaiman walaupun raja yang besar tetap ada ijtima. Ya, ada diskusi, ada rapat. Kita lihat tentang hal ini sebagaimana Allah khabarkan di surah An-Naml dari ayat ke-38. Qala ya ayyuhal mala ayyukum ya’tini biarsiha qla ayatuni muslimin. Nabi Sulaiman berkata sebagaimana yang Allah firmankan.
(13:06) Qal Nabi Sulaiman berkata, “Ya ayyuhal mala wahai para pembesar.” Jadi Nabi Sulaiman menyeru kepada para pembesar ya, padahal ini bawahannya ya. Ayyukum yatini biarsiha. Siapa di antara kalian yang sanggup mendatangkan singgahsananya? Qa ayatuni muslimin. Sebelum mereka datang dalam keadaan menyerahkan diri.
(13:40) Nabi Sulaiman nanya, “Siapa yang mau mendatangkan singgahsananya sebelum mereka datang menyerah?” Qala ifritu minal jin. Berkatalah jin ifrit. Ya, ada jin namanya jin ifrid. Q ifrit minal jin. Berkata ifrit dari kalangan jin. Berarti jinnya macam-macam ya. Ifrid jamaknya afarit. Ana atika bihi qobla anquuma m maqamik.
(14:20) Aku sanggup mendatangkan singgahsana tersebut sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu. Wa inni alaihi laqawiun. Amin. Dan aku atasnya adalah orang yang atau yang adalah orang atau jin yang memiliki kekuatan dan terpercaya. Artinya dia sanggup. Antum dari sini tahu tuh bagaimana kekuatan jin. Kata jin itu, “Sebelum kau berdiri singgahsana itu bisa datang.
(14:58) Saya sanggup melakukannya. Wa inni alaihiqawiun amin. Saya sanggup, saya kuat dan saya amanah untuk melakukan tugas itu. Dan ini menunjukkan bahwa pasukannya Nabi Sulaiman itu kuat, susah dikalahkan dan tidak bisa dikalahkan. Kemudian di ayat selanjutnya, qalladziu ilmun minal kitab. Dan berkatalah orang yang punya ilmu dari alkitab, dari kitab suci.
(15:35) Ya, para ulama menyebutkan asir, orang yang saleh, punya pengetahuan, punya ilmu. Allah sebutkan orang ini punya ilmu. Lagi-lagi ilmu. Ya, ilmu ini penting. Lihat dari masa Nabi Adam yang kita bahas di kitab ini, itu ilmu, ilmu, ilmu, dan ilmu. Orang yang punya ilmu berkata, “Ana a atika bihi qobla ayartadda ilaika thfu.
(16:12) ” Aku sanggup memindahkannya mendatangkan singgasana Ratu Bilqis kepada engkau sebelum matamu berkedip. Lebih lebih dahsyat lagi. Ya, ini manusia ini dari kalangan manusia. Kalau yang sebelumnya dari kalangan jin dan ini orang saleh, rajul saleh yang ulama berkata, “Orang ini mengetahui ismullahil a’zam, nama Allah yang paling agung.
(16:43) ” Ya, yang apabila ia berdoa dengan menyebut nama Allah yang paling agung ini Allah kabulkan. Ana aika bihi qobla yartad ilaikafu. Saya saya bisa mendatangkan singgasana Ratu Bilqis sebelum matamu berketip secepat itu ya. Ya, sebelum ketip sudah nyampai tuh sekedip sekejap mata orang bilang kan gitu ya. Jadi sangat cepat sekali. Kemudian disebutkan di sini, “Falamma roahu mustaqiron indahu.
(17:24) ” Maka ketika Nabi Yusuf eh Nabi Yusuf ya, Nabi Sulaiman, maaf Nabi Sulaiman melihat singgahsana itu ada di hadapannya. Q min fadlibbihi. Ini merupakan karunia Rabbku. liyabluani akuru am akfur yang dengannya Allah menguji aku apakah aku bisa bersyukur atau aku ingkar waman syakaro fainnama yaskuru linafsih barang siapa yang bersyukur sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri kafar dan barang siapa yang kufur fabbi ganiun karim Sesungguhnya Rabbku maha kaya dan karim.
(18:18) Orang tadi ya itu memindahkan singgasan Ratu Bilqis dalam sekejap. Dia berdoa pada Allah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Muhammad bin Sal Utsimin rahimahullah. Allah kirimkan malaikat kemudian memindahkan singgahsana Ratu Bilqis dalam sekejap mata. nyampai langsung di hadapan Nabi Sulaiman Alaihissalam.
(18:45) Ini merupakan keistimewaan yang luar biasa yang dimiliki orang tadi ya. Orang saleh punya ilmu dan dia tahu tentang nama Allah yang paling agung yang dengan itu dia berdoa pada Allah, Allah kabulkan doanya. Ini kelebihan orang saleh yang punya ilmu, doanya mustajab. Dan ini juga menunjukkan bahwa kekuatan malaikat itu jauh di atas kekuatan jin.
(19:14) Jin tadi bilang, “Jin ifrid, saya sanggup pindahkan singgasan balqis sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu.” Malaikat dengan izin Allah atas doa dari rajul saleh tadi bisa memindahkan singgahsan atau Bilqis dalam sekejap mata. Ini kalau dikatakan titipan kilat ya ini ya. Ya, sangat cepat sekali ya.
(19:45) Luar biasa ikhwan yang Allah muliakan. Makanya bala tentara dan pasukan Nabi Sulaiman tidak bisa tertandingi dengan pasukan dan bala tentara dari kerajaan manapun sampai sekarang. Ya, sampai sekarang. Lakin lim arada Sulaiman alaihalamsi bilqis majiha. Pertanyaannya begini. Akan tetapi kenapa Nabi Sulaiman menginginkan untuk mendatangkan singgassana Ratu Bilqis sebelum Ratu Bilqis datang? Kenapa? Ini pertanyaannya.
(20:31) Jawabannya al jawabu ar sulaimanu alaihalamikahayadahullahu bihi minaljatiq nubatihialatihi. Nabi Sulaiman menginginkan untuk ya menginginkan bidzalik dengan itu untuk memperlihatkan kepadanya anuriyaha ma ayyadahullahu bihi minal mukjizat. Lihat apa yang Allah berikan kepada beliau dari mukjizat.
(21:10) Allah Subhanahu wa taala sokong Allah dukung dan kuatkan Nabi Sulaiman dengan mukjizat. Addalah yang menunjukkan atas kebenaran kenabian beliau dan risalah beliau alaihissalam. Wamin hadil mukjizat. Dan di antara mukjizat ini adalah taskhirul jin whairihim likhidmatihi. Taskhirul jin, yakni menundukkan jin dan yang lainnya untuk berkhidmah, untuk melayani beliau alaihissalam.
(21:48) Mimman yaquumuna lahu bikhawarikil a’mal allati yajizu anha sairul basyar. dari apa yang mereka lakukan, dari khawariqul amal, dari urusan atau amalan-amalan di luar kebiasaan manusia yang manusia tidak sanggup untuk melakukannya. sampai sekarang kan secanggih-canggihnya ee apa ee zaman sekarang itu enggak ada yang bisa memindahkan singgahsana dalam sekejap mata ya kan enggak ada Nabi Sulaiman masyaallah waminha dan di antaranya maksud dari Nabi Sulaiman mendatangkan singgasan Ratu Bilqis disebutkan di sini
(22:43) tumma inna fi jalbi arsiha qobla anasila ilaihi birmi minatihi dalilan malmusan wadihan ala sidqihi wa annahu rasulullahi taala. Kemudian dalam mengambil singgahsana Ratu Bilqis sebelum Ratu Bilqis datang walaupun dijaga ketat birragmi min hirasatihi kan pasti dijaga tuh istana Ratu Bilqis dengan pasukan yang kuat juga.
(23:21) Ini dalil yang malmus ya, dalil yang terasa gitu. Dalil yang bisa dirasakan, dalil yang jelas. akan kebenaran dari Nabi Sulaiman dan bahwa Nabi Sulaiman itu adalah Rasulullah, utusan Allah Taala. Jadi itu maksudnya ya kan kita bertanya-tanya kenapa ya Nabi Sulaiman yakni mendatangkan singgasan Ratu Bilqis? Kita bertanya-tanya kenapa tuh? Ini jawabannya.
(23:52) Jawabannya ya. Yang pertama ingin memperlihatkan kepada Ratu Bilqis tentang mukjizat mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman juga ingin menunjukkan bahwa beliau adalah betul-betul Rasulullah, utusan Allah yang hak. Makanya didatangkan itu singgahsananya, singgahsana Ratu Bilqis. Dan ini kisah nyata, Akhi.
(24:31) Dan apa yang Allah Subhanahu wa taala habarkan kita yakin seyakin yakinnya ya. Apa yang Allah firmankan di Al-Qur’an dari A sampai Z-nya harus yakin. Seyakin-yakinnya kalau Allah bilang A, A bilang B, B. Antum yakin enggak matahari terbit sebelah timur? Yakin kan matahari terbenam di sebelah barat. Yakin semua kita yakin siapa yang melakukan itu? Allah. Maka kita pun yakin akan firman-firmannya.
(25:08) Sebagaimana ketika Allah berfirman tentang masalah riba dan sedekah. Yaqulah ribaqat. Allah Subhanahu wa taala menghabiskan, membinasakan, menghilangkan keberkahan riba. Jadi enggak ada riba ya Allah binasakan, Allah hancurkan. Allah mengembang biakkan sedekah. Yakin tidak? Yakin? Orang yang bermuamalah dengan riba hidupnya sengsara walaupun mungkin kelihatannya banyak duit. sempit.
(25:46) Tapi orang yang sedekah hidupnya masyaallah bahagia. Allah kembangkan, Allah kasih keberkahan. Dan kita harus yakin seperti keyakinan kita matahari terbenam di sebelah barat. Seperti keyakinan kita matahari terbit dari sebelah timur. Dan ini kisah semua kisah nyata. Dan ini menunjukkan tentang keagungan Allah Subhanahu wa taala.
(26:15) Allah berikan kelebihan kepada Nabi Sulaiman Alaih Salam. Allah kasih segala sesuatu kepada Nabi Sulaiman. Masyaallah. Wafi hadil ayat allatiha anifan fawaidu ukhar. Di dalam ayat-ayat ini yang kami sebutkan kata beliau ada faedah-faedah yang lain. Minha di antaranya syaroful ilmi. Farrojululladzi jaa biarsi bilqis kana shohibu ilmin.
(26:52) Ini faedahnya keutamaan ilmu. Ini faedah orang saleh tadi yang mendatangkan singgasan Ratu Bilqis adalah shohibu ilmin. Kana shohiba ya karena cocok dengan fathah di sini. Karena kana itu isim ee kananya itu kembali ke rajul ya. Kana shohiba ilmin. Dia adalah sahib ilmu, punya ilmu zu ilmin. Kembali ilmu lagi. Masyaallah.
(27:27) Jadi ilmu itu sesuatu yang luar biasa ya. Oleh karena itu hendaknya kita semangat untuk nuntut ilmu. Ilmu agama terutama ilmu dunia juga dibutuhkan untuk dunia. Ilmu agama apalagi itu harus kita perhatikan ya. Ini zaman sekarang ada fenomena nih anak-anak yang belajar menyepelekan ilmu agama ya, maunya ilmu dunia.
(28:00) Padahal ilmu agama itu sangat penting. Penting sekali. Ilmu agama adalah ilmu yang dengannya Allah subhanahu wa taala akan angkat derajat seseorang. Yarfaillahina amanu minkum walladina utul daraj dari Nabi Adam. Nabi Adam alaihi salam diciptakan oleh Allah dari tanah. Malaikat diciptakan dari cahaya. Unsur cahaya lebih utama daripada unsur tanah.
(28:38) Tetapi ketika Nabi Adam punya ilmu, Nabi Adam diangkat derajatnya di atas makhluk yang lain. Karena apa? Ilmu. Di awal-awal surah Al-Baqarah kita baca ketika Allah perintahkan malaikat untuk menyebut nama-nama, para malaikat berkata, “Kami enggak punya ilmu. Mail lana.” Kami enggak punya ilmu kecuali apa yang kau ajarkan pada kami.
(29:09) Ketika Allah suruh Nabi Adam nyebutkan nama-nama itu, Nabi Adam sanggup menyebutkan. Dan Allah perintahkan para malaikat semua sujud kepada Nabi Adam. Fasajadu. Mereka semua sujud. Kemuliaan ini didasari dengan ilmu. Dan di sini kita dapatkan pelajaran juga orang saleh tadi yang bisa memindahkan kerajaan ee maaf ee singgahsana Ratu Bilqis itu berilmu dan Allah Subhanahu wa taala yang menyebutkan. Qalladziu ilmun minal kitab.
(29:47) Berkatalah orang yang punya ilmu dari kitab suci, “Saya sanggup pindahkan itu sebelum matamu berkedip.” Jadi ilmu itu mulia. Jadi kita harus menuntut ilmu. Dan dalam menuntut menuntut ilmu, ikhwan yang Allah muliakan tidak ada ruginya. Berapapun biaya yang keluar untuk ilmu, tidak ada ruginya. Makanya aneh kalau ada sebagian kita untuk motokopi, untuk beli kitab kecil, kemudian ngaji.
(30:30) Kok ngaji bayar untuk kitab ya, untuk beli pensil enggak? Itu wajar ya. Wajar. Bukan berarti ngaji di tempat-tempat yang bayarnya mahal ya. Enggak ya. itu juga lain masalah itu. Nah, jadi kita untuk mengejar ilmu itu untuk belajar jangan kita ee rugi merasa rugi dari waktu yang kita berikan, kemudian dari biaya yang kita berikan, tenaga yang kita berikan. Karena baliknya bagus pada kita. Allah angkat derajat kita.
(31:11) Kita belajar tauhid dari A sampai Z. Belajar kitab apa kita pelajari. Belajar fikih juga begitu dari awal terus nyambung sampai selesai. dari kitabut thaaharah, kitabus salah, kitab azzakah, kitab siam, kitab haji, terus tentang muamalat, terus kitabun nikah tolak, terus jinayat, selesai ya. Jangan loncat-loncat belajarnya, ya. Belajar ilmu itu kita harus tahu kita ini butuhnya di mana gitu.
(31:50) Jangan kita ini suka loncat-loncat. Loncat sini, loncat sana, loncat sini, loncat sana. Ya, begitu juga ada sebagian orang nyicipin beberapa pesantren. Pesantren A, pesantren B, pindah lagi. Ini enggak selesai-selesai ya. Ada juga sebagian orang ngicipin ustaz doang. Tahu ngicipin ustaz.
(32:20) Ustaz A sudah tahu Ustaz yang lain lain lagi. Terus begitu dicicip-cicip terus yang lagi viral siapa nih? Ah. Oh, Ustaz Fulan. Oh, lagi viral. Jadi enggak beraturan ngaji kita. Ini musykilah ya. Ini serius, Ikhwan yang Allah muliakan. Ngaji harus serius bukan yang hanya viral. Kemudian tematik kita harus naik level. Sudah 10 tahun kitab fikih belum selesai.
(32:54) Ada musibah yang akan mengangkat derajat kita, ikhwan yang Allah muliakan bukan senangnya saja tapi kita belajar dari awal. Jadi ada fenomena yang suka ngicip-ngicip ini ya. Ini musykilah besar. Ini disebutkan sama ulama ya, suka ngicipin ya. Ya, kalau ngicipin makanan enak ya. Hata ngaji ngicip ini ngicip ini, ngicip ini.
(33:27) Terus panitianya ngicip-ngicip doang ya. Enggak ada. Serius nih bahasa apa nih? Ini benar dakwah ini gitu. Ini dakwah belajar tauhid dari A sampai Z. Fikih dari A sampai Z. Belajar ngaji dari A sampai Z. Kalau belum bisa ngaji bahasa Arabnya diseriusi. Diseriusi. Bukan kita bikin pengajian pilih-pilih ustaznya ganti pekan depan ganti. Enggak habis-habis enggak selesai-selesai ya.
(34:04) Ah, ini ini kritikan buat kita. Ini kritikan yang membangun ya. Ini kalau dibiarkan ngambang terus ya. Nah, kita balik ke sini ikhwan yang Allah muliakan. Syaraf alilm. Keutamaan apa? ilmu ya keutamaan ilmu. Jadi orang tadi punya ilmu punya ilmu qala taala Allah taala berfirman, qalladzi indahu ilmun minal kitab.
(34:44) Ini dalilnya berkatalah orang yang punya ilmu dari kitab suci. Ana aatika bihi qobla ayartadda ilaika tarfu. Aku sanggup mendatangkannya kepada engkau sebelum matamu berkedip. Ya, subhanallah. Allah sebutkan qala indahu ilmun minal kitab. Ya, ilmun minal kitab. Nah, kita belajar ikhwan, kita ngambil ibrahnya.
(35:15) Kita dengan ini semangkat semangat untuk lebih semangat lagi belajar ya. Kita serius ada majelis kita serius duduk di majelis itu ya. Antum pegang salah satu ustaz yang antum mau belajar pegang duduk sampai selesai ya. Nah, bukan taklid sama ustaz itu bukan. Tapi antum ingin nyelesaikan dulu gitu.
(35:43) Coba kalau ke sana kemari bencar pencar ya enggak fokus belajarnya. Nah. waminha dan di antaranya juga adalah almukmin fi hadid dunya mubtala bisar wadar. Almukmin itu orang yang beriman di dunia ini itu diuji dengan dua hal dengan sarra dan dor dengan kesenangan dan dengan musibah. Yubtala bisar liyaskur diuji dengan kesenangan supaya bersyukur.
(36:26) Wubtala bidro liyasbir. Diuji dengan kesusahan, kemudaratan, musibah agar bisa bersabar. Dan Nabi Sulaiman di sini diuji dengan kesenangan. Dan Nabi Sulaiman bisa bersyukur, lulus menghadapi ujian. Allah Taala berfirman, “Nikmal abdu.” Beliau adalah sebaik-baik hamba. Nabi Sulaiman sebaik-baik hamba. Walaan Sulaiman.
(37:01) Dan sekarang Sulaiman Alaih Salam ketika melihat singgahsana Ratu Bilqis di depannya dalam sekejap mata dia mengetahui ini ujian. ujian dari Allah Subhanahu wa taala bukan bangga ya subhanallah wah hebat nih saya gitu ya enggak ya tapi Nabi Sulaiman mencontohkan kepada kita ikhwan luar biasa sekali Allah Taala berfirm falamma roa mustaqironahu ketika Nabi Sulaiman melihat singgahsana Ratu Bilqis itu berada di depannya q minib langsung ingat Ingat sama Allah ini karunia Rabbku.
(37:46) Liyabluani a askuru am akfur. Allah uji aku apakah aku bisa bersyukur atau aku kufur nikmat. Dan dia berkata barang siapa yang syukur syukur pada dirinya sendiri. Barang siapa yang kufur sesungguhnya Rabbku maha kaya enggak butuh dengan Dia. Karim maha mulia. Subhanallah. Nabi Sulaiman ngajarkan kita dan Allah Subhanahu wa taala abadikan di surat ini untuk kita ambil pelajarannya.
(38:16) Ketika mendapat nikmat, ketika jaya enggak boleh sombong, enggak boleh lupa, tapi ingat Allah dan bersyukur. Seperti Nabi Sulaiman alaihi assalam. Wahahiya Bilqis. dan Bilqis ratu Saba bersama kaumnya di jalan fi thqihim Sulaiman ketika di jalan di jalan mereka menuju Nabi Sulaiman bainama sabaqoha arsuha wastaqar hunaka baidai Sulaiman.
(38:56) Lihat Ratu Bilqis masih di jalan ya tapi singgahsananya sudah duluan nyampai di depan Sulaiman Alaih Salam. Luar biasa. Walan sekarang Sulaiman yakabir aqla bilqis ingin menguji akalnya Ratu Bilqisunikaabanislam dan ini merupakan sebab masuk Islamnya dia. Allah Taala berfirman, Q nakiru laha arsaha nzur atahtadi am takunu minalladina la yahtadun.
(39:33) Allah Taala berfirman, Nabi Sulaiman berkata, “Nakiru laha arsyaha, ubahlah singgahsananya.” Subhanallah. Ubahlah singgahsananya, kata Raja Sulaiman, Nabi Sulaiman. Nzur kita lihat atahtadi am takunu am takunu minalladina la yahtadun. Apakah dia mengenalinya atau dia tidak mengenalinya? Ubah singgahsananya kata Nabi Sulaiman. Kita lihat apa dia kenal atau enggak tuh sama singgahsananya ingin menguji akalnya.
(40:05) Falamma jaat. Ketika Ratu Bilqis datang qila dikatakan kepadanya, “Ahak arsyuk, apakah seperti ini singgahsanamu?” Qat kaahu gitu ya. Ratu Bilqis berkata kayaknya iya. Kaahu hu. Dia belum yakin nih ya kan dia tinggalkan singgasananya di mana? Di kerajaan sana di tempatnya dia sebut depannya. Waal ilma minqobliha waunna muslimin.
(40:48) Dan kami diberikan ilmu sebelumnya dan kami menyerah kami muslimin. Ya. Jadi sebenarnya waktu Bilqis sudah mendengar tentang keberadaan Nabi Sulaiman, tentang Hud-Hud, tentang surat yang datang ke dia, itu semua membuktikan tentang kebesaran Nabi Sulaiman. Wasoddaha maat ta’budu min dunillah. Wasoddaha maat tab’budu min dunillah. Subhanallah. Lihat ikhwan.
(41:21) Kebiasaannya Balqis yang menyembah selain Allah itu telah mencegahnya dari tauhid. innaha kanat minumin kafirin. Sesungguhnya dia dahulu termasuk kaum kafir. Kemudian diuji lagi laha udulis. Dikatakan kepadau Bilqis masuklah ke istana. Masuk ke istananya Raja Sulaiman. Falamma roat hasiatjata lujatyafat anqha. Masyaallah.
(42:08) Ketika Bilqis melihat ya melihatnya melihat lantai istana kerajaan Nabi Sulaiman, dia menyingkap dia apa? menyangkanya apa ya? menyangkanya kolam air hasibathu lujjatan ya subhanallah dia kira air ya waqasyafat ansaqaiha nam dan dia menyingkapkan gaun yang menutupi kedua betisnya jadi pas masuk ke istana Raja Sulaiman dia menyangka Apa yang dia lihat itu kolam air besar ya saking jernihnya tuh kacanya ya.
(43:02) Kemudian qal Nabi Sulaiman berkata, “Innahu shorhum mumarrodun min qarir.” Subhanallah. Sesungguhnya ini hanyalah lantai licin yang berkilap yang terbuat dari kaca. Jadi lantai licin mengkilap terbuat dari kaca. Uh, hebat sekali. Berarti sudah ada di zaman itu. Antum bisa bayangkan istana Raja Sulaiman seperti apa tuh? Ya, bangunan yang paling megah zaman sekarang kalah sama bangunannya Nabi Sulaiman. Qolat rbi inniamtu nafsi.
(43:43) Setelah melihat itu semua, Ratu Bilqis sadar. Ia berkata, “Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku.” Wa aslamtu ma Sulaiman. Dan aku masuk Islam bersama Sulaiman. Lillahi rabbil alamin. Lillahi rabbil alamin. Menyerahkan diriku hanya kepada Allah Rabb alam semesta. Subhanallah. Ratu Bilqis tahu ini benar-benar luar biasa. Ini benar nih agama yang benar.
(44:17) Akhirnya masuk Islam menyerah tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala. Sudah masuk ya? Silakan azan dulu ya. Kita nanti lanjutkan sedikit lagi. Wasallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wabarak wasallam. Ikhwatal Islam, untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya. Allahu Akbar.
(44:55) Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahuakbar. Eşhedü en la ilahe illallah. Eşhedü la ilaheillallah. Ashadu anna muhammadar rasulullah. [Musik] Ashhadu anna muhammadar rasulullah. Hayya alasah. Hayya alasah. [Musik] Hayya alal falah.
(46:12) Hayya alal falah. [Musik] Allahuakbar. Allahu Akbar. Lailahaillallah. [Musik] Allahumma shallli ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama shalaita ala ali Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik ala Muhammad waa ali Muhammad kama barakta ala ali ibrahim innaka hamid majid allahum rabah wasatilqimah ati muhammad wasil walfadilah wabu maqaman mahmud 41 sampai 44 surah Annaml. Yang pertama,
(47:27) quwatul haqqi wa’ful batil. Kuatnya al-Haq dan lemahnya kebatilan. kuatnya al-Haq dan lemahnya kebatilan. Ini nampak dari kekuatan yang dimiliki oleh Nabi Sulaiman ketika dibandingkan dengan kekuatan yang dimiliki oleh kaum Saba. Oleh kaum Saba ya. Mereka berkata kepada Ratu Bilqis kan di ayat ke-33 dalam surat Annaml.
(48:00) Qolu nahnu ulu quatin wa ulu basin syadid. Kami memiliki kekuatan. Kami kaum yang memiliki kekuatan dan memiliki ketangkasan yang luar biasa. Tapi kekuatan yang mereka miliki kalau dibandingkan dengan kekuatan yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman itu enggak ada apa-apanya. Kalau perang habis. Ya, tidak. Waminha di antaranya faedah berikutnya anqlid alma lil aba wal ajdad yasuduhibahuqil haq.
(48:39) Takqlid buta kepada nenek moyang itu bisa menghalangi orang dari menerima kebenaran. Ini penting sekali. Sekali lagi faedah yang kedua apa, Ikhwan? Takqlid a’ma. Taklid buta bisa eh taklid buta terhadap nenek moyang bisa menghalangi orang dari menerima al-Haq. Dan berapa banyak al-haq ditolak dengan alasan ini nenek moyang, ini nenek moyang kami sudah begini, kamu akan menghilangkan ajaran nenek moyang. Ah gitu.
(49:18) sejak dulu sampai sekarang. Ya, di antara alasan terbesar, sebab terbesar orang tidak menerima kebenaran adalah taqlidul a’ma, takqlid buta kepada nenek moyang. Allah Taala berfirman tentang raja Saba. Lihat wasoddaha maat tab’budu min dunillah innaha kanat min quummin kafirin.
(49:50) Ini kebiasaan Ratu Bilqis itu menghalangi dia dari menyembah kepada Allah Subhanahu wa taala. Kebiasaannya itu kan turun-temurun warisan dari siapa? Dari nenek moyang. Ya. Nah, ini pelajaran sangat penting sekali. Waqala taala. Allah taala berfirman antum lihat surat Luqman ayat 21. Waq lahum.
(50:20) Apabila dikatakan kepada mereka itabi ma anzalallah ikutilah apa yang Allah turunkan. Mereka menjawab, “Bahkan kami sudah mengikuti. Kami mengikuti apa yang kami dapati dari nenek moyang kami.” Itu jawaban mereka. Awalau yaduhum ilaabir. Apakah tetap mereka akan ikuti nenek moyang itu walaupun setan mengajak mereka ke azab neraka sair? Kemudian juga lihat surah Azzukhruf ayat 23 sampai 24 dalilnya.
(50:59) Wadalika ma arsalna minqlika fi qy minir. Demikianlah tidaklah kami utus sebelum engkau di negeri manaun min nadir dari pemberi peringatan illa qala mutrofuha. Melainkan orang-orang yang melainkan orang-orang yang hidup mewah itu berkata. Lihat mutrafu. Allah katakan apa perkataan mereka? Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, suatu ajaran inimun dan kami mengikuti jejak mereka.
(51:46) Lihat ketika orang atau para nabi dakwah itu seperti itu alasan mereka. Dan demikian juga ketika tauhid didakwahkan, sunah didakwahkan, ya kalian memecah belelah kami, kalian mencela-cela nenek moyang kami, dibentur-benturkan seperti itu. Dan Allah sudah bongkar tentang masalah ini, akhi qala awalau jitukum biahda mimma wajadum alaihi abaakum.
(52:23) Ya, apa apakah kalian tetap seperti itu walaupun aku mendatangkan yang lebih lurus dari apa yang kamu dapati dari nenek moyang kamu? Q inna bima ursiltum bihi kafirun. Mereka bilang jawab, “Kami kafir dengan risalah yang kamu bawa.” seperti itu. Jadi pelajaran besar bahwa ee taklid buta kepada nenek moyang ini merupakan hal yang bisa menghalangi orang dari apa? Menerima kebenaran.
(52:59) Yang terakhir, ala kulli kafir anyan minfrihi. Wajib bagi setiap orang kafir untuk bertobat dari kekafirannya. meninggalkan kekafirannya, melepaskan kekafirannya. Winu islamahu alal mala dan mengiklankan mengumumkan Islamnya di atas di depan manusia bikulli syarofinizaz dengan penuh kemuliaan. Kama fa’alat bilqis amamal jami.
(53:31) Sebagaimana yang dilakukan oleh Ratu Bilqis di depan semuanya diumumkan Ratu Bilqis. Ratu Bilkis berkata, “Rabbi inniamtu nafsi.” Wahai Rabbku, aku menzalimi diriku sendiri. Wa aslamtu maa Sulaiman. Lihat di hadapan manusia banyak. Dan aku masuk Islam aku menyerah diri kepada Allah bersama Sulaiman. Lillahi rabbil alamin. Allah Rabbul alamin. Tunduk.
(54:00) Ya, ini pelajaran yang luar biasa. Insyaallah pada pertemuan berikutnya ada pembahasan Sulaiman Alaih Salam wal jinnyaatin. Sulaiman bersama jin dan setan-syetan. Jadi kalau ingin tahu tentang setan kita baca nanti ya pekan depan insyaallah. Ee dan tentang kelemahan mereka disebutkan di situ. Nah, wallahuam bawab. Mudah-mudahan manfaat.
(54:44) Ada pertanyaan? Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nah, apakah orang yang memiliki tato di tubuh sah salatnya dan apakah hukum orang yang memiliki tato? Saya berbicara tentang hukum dulu. Menat hukumnya haram jelas. Karena dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasul kita sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Laanallahu al wasyimat wal mutawasyimat.
(55:16) ” Allah melarang eh Allah melaknat wanita-wanita yang ditat dan wanita-wanita yang menat dan yang minta ditata. Dan bukan untuk wanita saja, tapi umum untuk laki-laki juga. Jadi menato bukan kebanggaan. Menat itu mendatangkan kemurkaan Allah. Antum tahu laknat artinya apa? Laknat itu artinya atardu an rahmatillah.
(55:47) Dijauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Itu makna laknat. Orang yang menatuk dirinya dia mendatangkan murka Allah. menghilangkan rahmat, menjauhkan dirinya dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Dan ulama mengambil dari hadis ini tat itu hukumnya haram dan wajib bertobat. Kemudian permasalahan orang yang memiliki tato di tubuh apakah salat salatnya sah? Harus ada tafsil perinciannya.
(56:27) Apabila memenuhi syaratnya dan rukunnya, salat sah walaupun bertato. Ya. Ada syarat sah salat ada berapa, Ikhwan? Siapa yang ingat? Ada sembilan. Ya. Suci dari najis, pakaian, badan, dan tempat. Suci dari hadas. Hadas kecil, hadas besar. Ya. Kemudian pakai pakaian yang nutupi aurat. Menghadap ke mana? Ke kiblat. Dukhul waqat. Niat juga penting.
(57:02) Ini pelajaran salat, Ikhwan yang Allah muliakan sangat penting. Sangat-sangat penting. Tapi banyak di antara kita kalau ditanya syarat salat tahu enggak? Enggak tahu. Padahal ngaji sudah belasan tahun. Ini mungkin ngajinya ke sana kemari. Itulah ya kalau ngaji harus lurus. Benar. Nah, kemudian berikutnya masalah tatonya.
(57:28) Sekarang masalah tatonya ada sebagian tato yang apabila tintanya itu menghalangi kulit. kulit. Misalkan kulit di wudu maka harus dihapus karena bisa tidak sah wudu kita ya harus dihapus. Tapi kalau tato-tato yang di bawah kulit permanen ketika wudu masuk ke kulit ini sah salatnya karena tidak terhalangi ya. Tidak terhalangi.
(58:07) Kemudian ee lebih bagus kalau bisa dihilangkan dihilangkan tatnya. Kalau enggak bisa malah menyakiti. La yuklifulahu illa la yuklifulahu nafsan illa wha. ya. Nah, makanya yang ingin pakai tato jangan ya, jangan ikut-ikutan dan jadi jelek orang bertato itu jelek apa bagus? Jelek kan udah bersih ditato. Bukan ditato ininya saja wajahnya ditato. La haula wala quwwata illa billah.
(58:38) Nah, ini singkatnya tentang masalah tat. Berikutnya, Ustaz, untuk zakat mal peruntukannya apakah peruntukannya delapan golongan? Iya. Allah Subhanahu wa taala sebutkan di surah ee at-Taubah ayat 60. Innamodqatu lil fuqar wal masakini wal amilina alaiha. Terus di akhirnya itu Allah bilang apa? Faridatan minallah. Ini kewajiban dari Allah Subhanahu wa taala. Asnaf yang Allah sebutkan di surah at-Taubah ayat 60 ini ya.
(59:15) Kemudian ada pertanyaan susulan, apakah boleh zakat malami berikan kepada ustaz yang mengajarkan anak-anak TPA dan menjadi imam masjid? Karena hadiah atau honor dari DKM pas-pasan di bawah UMR 2 sampai dengan 3JT. Mohon penjelasannya dan arahannya apa ini bisa dan sesuai syariat syukran atas nasihatnya.
(59:49) Tiib untuk ustaz jangan dilihat ustaznya kan enggak disebutkan di Quran sedekah itu untuk ustaz. Ya, tidak. Sedekah itu untuk fuqara, masakin, amil, ya. Kemudian termasuk garimin dan seterusnya. Antum lihat sifat-sifatnya, orang-orangnya, distribusinya ke mana itu ada di surah at-Taubat 60. Ada enggak, Ustaz? Di situ tidak ada.
(1:00:14) Kalau tidak ada, lihat ustaznya. Ustaznya itu kaya atau fakir, ya? Kaya atau miskin? Kalau ustaznya kaya dikasih zakat tidak? Tidak. Tidak berhak ustaz kaya ngambil zakat. Tidak berhak kiai kaya ngambil zakat. Atas dasar apa ngambil zakat? Atas dasar apa ngambil zakat? Ya, kalau ustaznya miskin baru boleh ngambil zakat.
(1:00:49) Ya, masuk fuqara dan masakin ya. masakin. Saya punya guru masakin nih di masakin ya. Kalau misalkan ustaznya disebutkan di sini misalkan dia ngajar di situ dan memang dia enggak punya penghasilan atau dia menafkahkan dirinya, menginfakkan dirinya untuk di jalan Allah berjihad ya kemudian miskin. Oh berhak dia dapat ya boleh kasih zakatnya untuk ustaz.
(1:01:16) Tapi kalau ustaznya itu kaya ya jangan dikasih. Ada orang di sebagian tempat nih kayaknya ustaz kiai itu berhak dapat enggak dilihat dulu ya. Padahal ustaznya rumahnya mewah misalkan ya punya mobil sekian dan sekian ya. Ini enggak berhak dikasih apa? zakat. Tapi kalau misalkan tadi punya penghasilan di bahu UMR ya iya jelas dia berhak mendapatkan za zakat dan zakatnya bagus dihitung minta ke ustaz itu berapa tuh ustaz kekurangannya dalam setahun itu ya.
(1:02:01) Misalkan ustaz itu kebutuhannya 6 juta sebulan. Sebulan 6 juta ya dapatnya setiap bulannya misalkan Rp3 juta. 3 juta * 12 berapa tuh? Ya, R6 juta itu kasih bilang ke ustaz ini untuk 1 tahun nutupi bulanan antum. Wah, Ustaznya senang dakwahnya senang ya tidak fokus ya. Sekarang ustaz harus dakwah mikirin mikirin dan seterusnya. Nah, itu kalau di sebagian negara masyaallah kalau di Saudi itu kalau pengajar ada gaji ada apa, di Indonesia enggak ada ya. Nah, ini yang bisa kita bahas akhi. Mudah-mudahan manfaat ya.
(1:02:44) Kita akhiri. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Roja TV. Demikianlah ikhwat al Islam. Para pemisa dan pendengar Raja di mana pun Anda berada. Kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancarluaskan dari Masjid Albarah, Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita
Leave a Reply