Ustadz Dr Muhammad Nur Ihsan | Amalan Hati

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(81) [LIVE] Ustadz Dr Muhammad Nur Ihsan | Amalan Hati – YouTube

Transcript:
(00:00) Mukhbitin dalam surah al-Haj ayat 34. Dan berikanlah kabar gembira kepada almukhbitin. J kabar gembira bagi mereka secara mutlak tidak dibatasi ya baik di dunia atau akhirat. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM. Radio Rja Majalengka 93.1 FM. Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM.
(00:42) Menyebar cahaya sunah. Inalhamdulillah nahmaduhuastainuhuastagagfirullahir. Roja TV, saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah waa alihi wasohbihi wa mawala. Saudaraku seiman dan seakidah sahabat raja di mana pun Anda berada.
(01:27) Masih bersama dengan kami di saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Dan di kesempatan pagi hari ini insyaallah kami hadirkan kembali kajian ilmiah bersama Ustaz Dr. Muhammad Nur Ihsan hafidahullahu taala dalam pembahasan amalan-amalan hati. Dan insyaallah di kesempatan pagi hari ini akan menampilkan judul terkait dengan tawadu.
(01:51) Saudaraku seiman dan seakidah, kami ajak Anda untuk menyimak kajian ini dan juga berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Anda dapat mengirimkan pertanyaan Anda melalui pesan WhatsApp ataupun melalui line telepon di nomor yang sama di 021 8236543. Baiklah saudaraku seiman dan seakidah untuk selanjutnya kita akan simak nasihat dari Al Ustaz Dr.
(02:19) Muhammad Nur Ihsan hafidahullahu taala kepada al ustaz fal tafadol maskur. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofil iyaai wal mursalin nabiina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Allahumma yanfaunafna bimaamtana widna ilma.
(02:55) Allahumma ati nufusana taqwaha wazakkiha anta khairu man zakkaha anta waliyuha wa maulaha. Amma ba’du. Maasyiral muslimin, para pemirsa dan juga para pendengar, kaum muslimin dan muslimat di mana saja antum berada. Semoga senantiasa dalam lindungan Allah azza waalla. Alhamdulillah puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Allah tabaraka wa taala.
(03:22) yang masih memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berubiyah, untuk belajar ilmu agama, dan tentunya kemudahan-kemudahan dalam hidup ini dalam rangka berubiyah kepada Allah Subhanahu wa taala yang alhamdulillah semua hal itu masih kita rasakan, kita dapatkan dan nikmat-nikmat yang lain yang tidak terhitung banyaknya.
(03:52) Alhamdulillah awalan wa akhira wazahiran wa batina. Selawat dan salam untuk Nabi yang mulia Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allahumma sholli wasallim ala abdika wa rasulika Muhammad. Wabil khusus fi hadal yaum pada hari ini yaumul jumah sayyidul ayyam. Mari kita memperbanyak selawat untuk nabi yang mulia Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(04:18) Ikhwatul iman, kaum muslimin dan muslimat, para pemirsa dan juga para pendengar rahimakumullah. Kita melanjutkan pembahasan tentang amalul qulub, amalan-amalan hati yang dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Pada kesempatan yang mulia ini kita akan menjelaskan tentang salah satu dari amalul qulub, akhlak yang mulia.
(04:52) seorang muslim yang hendaknya senantiasa kita berusaha mewujudkan ee mewujudkan ya akhlak tersebut dalam kehidupan kita yaitu tawadu. Sifat tawadu dan ini tentunya sangat erat korelasinya hubungannya dengan hati kita. Ikhwatul iman para pemirsa rahimakumullah. Di antara sifat hamba-hamba Allah ibadurrahman yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala yang memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala yang mendapatkan rahmat Allah azza waalla adalah sifat tawadu, tidak sombong.
(05:50) rendah hati, tapi bukan menghinakan diri. Seorang yang tawadu, seorang yang jauh dari sifat kesombongan. Allah Subhanahu wa taala menjelaskan dalam Al-Qur’an di antara sifat ibadur rahman wa ibadur rahman alladzina yamsyuna alal ardhi hauna waid khatabahumul jahiluna qalu salama dalam surah alfurqan ayat 36 dan hamba-hamba Allah arrahman Allah menisbatkan mereka kepada diri Allah arrahman alladzina yamsuna alal ard itu mereka orang-orang yang yamsyuna alal ard haunan yang berjalan di permukaan bumi ini dengan penuh tawaduk tidak sombong
(06:51) dan apabila mereka menghadapi orang-orang jahiliin orang-orang yang jahil maka mereka berpaling dari yang demikian itu. Ayat yang mulia ini menjelaskan salah satu dari sifat ibadurrahman. Di antaranya adalah bila berjalan di permukaan bumi ini mereka dalam keadaan haunan, tawadu, tidak sombong, tidak angkuh.
(07:30) Dan ini menjelaskan keutamaan mereka dan juga menjelaskan keutamaan sifat tawadu dan itulah sifat orang-orang yang beruntung di sisi Allah Subhanahu wa taala. Begitu juga Allah Subhanahu wa taala menjelaskan sifat dari hamba-hamba Allah yang mereka tawaduk kepada orang-orang yang beriman dan tegas terhadap orang-orang kafirin.
(08:00) Ya ayyuhalladzina amanu may yartadda minkum dinihi fasaufa yatillahu biumin yuhibbunah yuhibbunahu wa yuhibbunahum adillatin alal mukminin aizzatin alal kafirin. Wahai orang-orang yang beriman, barang siapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, maka Allah Subhanahu wa taala akan mendatangkan satu kaum yang Allah akan mencintai mereka dan mereka juga mencintai Allah.
(08:38) Sifat mereka itu adillatin alal mukminin. Mereka yang selalu merendahkan diri di hadapan orang-orang yang beriman. Mereka yang tawadu, tidak sombong kepada orang-orang yang beriman. Tapi sebaliknya, mereka orang yang tegas terhadap orang-orang kafirin, tegas terhadap musuh-musuh Allah. Inilah sifat ahlul iman.
(09:10) Makanya Allah Subhanahu wa taala muliakan mereka. Allah angkat derajat mereka di dunia dan akhirat. Adapun orang-orang yang sombong dihinakan oleh Allah Subhanahu wa taala di dunia dan juga di akhirat kelak. Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa sifat tawadu yang dimiliki oleh ahlul iman yang mereka berlemah-lembut, tawadu, rendah diri, tidak menyombongkan diri kepada orang-orang yang beriman.
(09:59) itu merupakan sifat yang disertai dengan rahmah, kasih sayang. Oleh karena itu di dalam ayat tersebut kalimat adillah ya disertai dengan huruf jar ala adillatin alal mukminin. mengandung makna bahwa ketawaduan mereka tersebut, kerendahan diri mereka tersebut disertai dengan rahmat kasih sayang. Ya, yang demikian itu sungguh dirasakan oleh orang-orang yang beriman, saudara-saudara mereka orang-orang yang beriman bahwa begitulah sifat ahlul iman kepada saudara mereka yang lain.
(11:06) Bukan maksudnya azillah di sini yaitu menghinakan diri. Ya, tetapi kerendahan diri yang disertai dengan kelembutan, kasih sayang, kerahmatan. Maka seorang mukmin bersama saudaranya dalul, orang yang tawadu, mudah bergaul, tidak sombong, tidak angkuh, tidak membanggakan diri karena dia cinta kepada saudaranya, sayang kepada saudaranya, berlemah-lembut kepada mereka.
(11:46) Dan ini sungguh sangat mempengaruhi hati, kebeningan jiwa, dan ketulusan hati mereka. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa taala sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam akan mengangkat derajat mereka dengan tawadu tersebut. Sebagaimana orang-orang yang mengimpakkan hartanya akan ditambah oleh Allah Subhanahu wa taala harta mereka.
(12:16) Man tawad lillah rafaahullah. Barang siapa yang tawadu lillah karena Allah bukan paksaan ya. Bukan karena ada ya motif-motif yang lain, bukan karena ada ya orientasi yang lain. Dia tawadu bukan berpura-pura tawadu, tapi itah bagian dari sifat yang telah ya melekat pada dirinya.
(12:53) Maka orang yang demikian itu rafaahullah akan diangkat oleh Allah derajatnya di dunia dan akhirat. Ikhwatul iman kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah. Allah murka kepada orang yang sombong dan cinta kepada orang-orang yang tawadu. Oleh karenanya balasan bagi orang yang tawadu adalah surga. Sementara mereka yang sombong, angkuh, balasannya adalah neraka. Waliyazubillah.
(13:33) Dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat yang mulia Ibn Mas’ud radhiallahu anh qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam la yadkhulu al jannah laadkulul jannata manana fi qbihi mqalu daratin min kibrin tidak masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada secuil kesombongan ya kendati sebesar ya semut dari sifat kesombongan.
(14:14) Lalu bagaimana dengan kesombongan yang menyertai dirinya dalam perkataan, dalam bersikap, dalam penampilan, dalam segala hal dia menampilkan kesombongannya, keangkuhannya. Orang yang demikian itu ya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “La yadkulul jannah, tidak masuk surga.” Ini ancaman bagi mereka ya.
(14:41) Karena alkibriya sifat kesombongan itu adalah sifat Allah Subhanahu wa taala. Ya. Maka di antara nama Allah almutakabbir, al-azamah, keagungan, kesombongan, sifat Allah Subhanahu wa taala yang tidak pantas dimiliki oleh seorang pun dari manusia. Ya. Maka barang siapa yang berusaha merampas ya atau mengambil sifat tersebut, miliki sifat tersebut, maka Allah Subhanahu wa taala binasakan dia, dihinakan oleh Allah Subhanahu wa taala.
(15:21) Namam dan merupakan ancaman bagi orang yang memiliki kesombongan tadi. La yadkhulul jannah, tidak masuk surga. Nabi kita yang mulia alaihialatu wasalam adalah uswah kita dalam sifat tawaduq kana lakum fi rasulillah uswatun hasanah liman kana yarjullah wal yaumal akhir wakarallah kir nabi sallallahu alaihi wasallam adalah uswah yang terbaik bagi kita bagi orang-orang yang beriman bagi orang-orang yang mengharapkan kan Allah wal yaumal akhir dan negeri akhir dan yang berzikir kepada Allah bahwa tiada lain uswah contoh qudwah
(16:11) mereka kecuali hanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Beliau adalah uswa kita dalam sifat tawadu dalam segala hal. Ya, banyak sekali ya sikap atau akhlak perilaku Nabi sallallahu alaihi wasallam yang menunjukkan akan ketawaduan beliau. Bahkan kehidupan beliau adalah cerminan dari ketawaduannya.
(16:44) Ya, beliau bila melewati anak kecil, beliau mengucapkan salam. Assalamualaikum. Ya, dia tidak mengatakan ada terbesit di hatinya, “Saya orang seorang nabi, orang yang paling mulia. Untuk apa mengucapkan salam pada anak yang kecil?” Sama sekali tidak terbes dalam diri beliau seperti itu. Beliau melihat mereka mengucapkan assalamualaikum. Nam.
(17:12) Dan terkadang ya seorang budak wanita ya mengajak beliau untuk memenuhi hajat dan kebutuhannya. Maka Rasul sahu al wasam mendampinginya sampai budak tersebut ya mendapatkan apa yang diinginkan, apa yang menjadi kebutuhannya. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam kalau kita melalui lagi di rumahnya kata Imam Ibnu Qayyim fi khidmati ahli beliau yang membantu keluarganya ya berkhidmat kepada keluarganya beliau tidak pernah ya yang yantaqim linafsih itu membalas ya untuk ya kepuasan dirinya di rumah beliau sallallahu alaihi wasallam. Beliau yang memperbaiki sandalnya atau
(18:07) terompanya yang menjahit bajunya yang sobek dan juga yang memerah ya memerah kambing e susu ya untuk keluarganya. mencari makanan untuk ya kambing ya untuk dombanya dan makan bersama ya para pelayannya, duduk bersama orang-orang miskin dan berjalan bersama anak yatim ya para janda yang untuk mendapatkan hajat dan kebutuhan mereka.
(18:57) Dan beliau sallallahu alaihi wasallam yang memulai untuk mengucapkan salam i pada siapa saja yang beliau jumpai. Apabila beliau diajak ya untuk memenuhi suatu ya undangan, beliau datang memenuhinya kendati untuk sesuatu yang yang kecil ya, sesuatu yang mungkin tidak terlampau penting, tidak terlampau urgen.
(19:31) Semua hal ini sebagai ya potret ya cerminan ketawaduan beliau sallallahu alaihi wasallam. Beliau seorang nabi. Beliau utusan Allah. Tapi begitulah beliau mencontohkan ya kepada kita semua umatnya agar memiliki sifat tawadu ya. Dan itu semua akan mempengaruhi jiwa dan hati kita. Beliau orang yang mudah tersenyum. Beliau tawadu tapi bukan karena ya hina.
(20:24) Beliau yang dermawan tidak ya berpoya-poya. Beliau yang lembut hatinya dan santun ya kepada setiap muslim. Mencintai orang-orang yang beriman. dan mudah bergaul. Imam Fudil bin Iyad ditanya tentang tawadu ya. Ya, indikator tawaduk seseorang kata Imam Fudhail bin Iyad rahimahullah, beliau mengatakan, “Yakhdu lilhaq waqadu lahu waqbalahu mimman qalahu.
(21:05) ” Beliau menyebutkan di sini ada tiga indikator ketawaduan seseorang. Yang pertama, yaku lil haqqi. Tunduk kepada kebenaran. Ya, menerima kebenaran tunduk kepada kebenaran menerima kebenaran tadi tunduk kepada kebenaran wqbalu mimmanq ya menerima kebenaran ya dari siapapun atau siapapun yang mengatakannya selama hal itu kebenaran ya maka seseorang wajib menerima kebenaran tersebut.
(21:48) Karena sesungguhnya kesombongan ya yang itu merupakan akhlak yang tercela yang bertentangan dengan tawadu hakikatnya adalah batrul haqamtunas. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan ya menghina ya manusia, merendahkan manusia. Itulah hakikat dari kesombongan. Sementara tawadu menerima kebenaran ya, tunduk kepada kebenaran.
(22:27) Karena kebenaran adalah ya hikmah yang hilang dalam diri seseorang yang dia selalu mencarinya. Ya. Dan kebenaran datang dari Allah dan Rasul-Nya. alhaqqu mirbik fala takunanna minal mumtarin. Kebenaran itu datang dari Rabbmu. Maka jangan kamu menjadi orang-orang yang ragu menerima kebenaran itu.
(22:54) Tapi tentu indikator kebenaran bukan pikiran seseorang, bukan pemahaman seseorang, bukan pendapat ya kelompok tertentu. Kebenaran itu landasannya adalah qallallah waqalar rasul. Siapa yang mengatakan kebenaran dan tidak bertentangan dengan dalil Al-Qur’an dan hadis, maka itu wajib untuk diterima, tunduk kepada kebenaran. Barang siapa yang menolak hal itu, itulah kesombongan yang sesungguhnya.
(23:28) Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menukil ya dari ee bagaimana sikap Umar bin Khattab radhiallahu anhu yang menjelaskan ketawaduan beliau. Kita mengetahui Umar bin Khattab radhiallahu anhu khalifah yang kedua. Qurwah bin Zubair menceritakan, “Roaitu Umar bn Khattab radhiallahu anhu alqihi qirbatun minirbatu main ya amiral mukminin laak waqala lammaanil wfud saminain dakat nafsi nakhwah Kata beliau bahwa suatu ketika aku melihat Umar bin Khattab radhiallahu anhu memikul kirbatu ma kantong air yang terbuat dari kulit. Beliau pikul sendiri. Beliau
(24:36) seorang khalifah, pemimpin ya, khalifah, orang jamin masuk surga. Orang yang kedua dalam Islam Abu Bakar Assiddiq ya namam khalifah yang dijamin masuk surga. tidak diragukan lagi keutamaannya ya, keilmuannya, ee kebijaksanaannya, keadilannya, ketegasannya dalam kebenaran.
(25:16) Ya, tanda demikian beliau memikul kantong air ya di pundaknya. Subhanallah. Seorang pemimpin melakukan hal itu. Makanya Urwah bin Zubair ya bertanya, “Ya Amirul Mukminin, layagilak had.” Enggak pantas kau melakukan hal itu. Engkau seorang pemimpin, seorang khalifah. Apa jawaban Umar bin Khattab radhiallahu anhu? Faqala lammailfud. Tatkala para utusan datang ya menemuiku.
(25:44) Para utusan datang dari berbagai penjuruh samiin mutiin. Mereka mendengar dan mentaati ya instruksi perintah dariku. Seorang pemimpin tentu didatangi oleh para utusan ya berbagai ya dari berbagai penjuru datang menjumpai beliau. Nah, tatkala kedatangan mereka tersebut kata beliau, dakhalat fi nafsi nakhwah.
(26:15) Kondisi yang demikian itu meninggalkan dalam diriku, masukkan dalam diriku sifat nakhwah. Nakhwa ini ya, yaitu asyahama wal hamasah wal girah, yaitu ya sifat kewibawaan ya, sifat ya ee kebanggaan, wibawa, memiliki kewibawaan. Ya. Dan semangat ya bukan keangkuhan ya. Merasa dia memiliki berwibawa ya karena didatangi oleh orang-orang penting ya para utusan datang.
(27:01) Nah, keliber Umar bin Khattab radhiallahu anhu sifat yang seperti itu ya begitu ya muncul dalam dirinya tatkala didatangi oleh para utusan. Siapa yang tidak bangga? Tatkala manusia, para utusan, orang-orang penting datang menjumpainya. Itu manusiawi. Iya. Akan tetapi Umar bin Khattab radhiallahu anhu ya melihat bahwa sifat yang seperti itu muncul tatkala didatangi oleh para utusan tersebut. Ini berbahaya ya.
(27:38) Ini bisa akan ya ee membawa kepada sifat kesombongan, keangkuhan. Maka beliau sallallah ee beliau radhiallahu anh beliau radhiallahu anhu ya ingin menghilangkan sifat yang demikian itu karena sesungguhnya bertentangan dengan tawadu yang sempurna. Faahbabtuiraha saya ingin menghilangkan sifat yang demikian itu. Subhanallah. Tawadu yang luar biasa.
(28:06) Kalau kita di zaman sekarang ini atau ya banyak manusia di zaman sekarang ini ya bila mereka belum mendapatkan jabatan dan kedudukan ya kelihatan ya tawadu, kelihatan ya orang-orang yang tidak sombong, tidak angkuh. Tapi begitu mendapatkan jabatan, tampil tampak itu semua ya dengan dengan segala kesombongannya dalam berbicara, dalam berperilaku bersikap ya merendahkan orang lain dan ya tampak kesombongan dan bicara dalam penampilan dan seterusnya ya.
(28:59) Subhanallah hilang sifat-sifat tawadu rendah. hati ya. Yang demikian itu adalah sifat yang tercela. Nah, oleh karena itu kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, ada ya ee hal-hal atau sifat atau dosa yang pertama yang dilakukan oleh iblis yang menyebabkan ya Allah melaknat iblis dan mengusir dari Surga adalah kesombongan. Ya, kesombongan.
(29:45) Tidak menerima kebenaran. Sombong, menyombongkan di hadapan Allah ya dengan alasan bahwa dia lebih mulia dari Adam, maka tidak mau sujud. Nah, kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, ada dua dosa. Dua dosa yang pertama muncul ya dalam kehidupan manusia dan makhluk ciptaan Allah ini yang menyebabkan kedua dari jenis ciptaan Allah tadi itu ya mendapatkan sanksi dari Allah Subhanahu wa taala.
(30:31) Yang pertama kata beliau alkibru ya kesombongan. Dan yang kedua alhirsu ya kerakusan atau ambisius. Kata beliau, “Wa awaluambin asallahu bihi abaqalain alibru wal hirs dosa yang pertama yang dilakukan oleh ya nenek moyang ya kedua jenis ciptaan atau makhluk yaitu jin dan manusia yaitu iblis dan Adam adalah alkib wal hirsu kesombongan dan alhirs itu ambisi keinginanal kibru damba iblis allain maka dosa yang dilakukan iblis adalah kesombongan maka dilaknat oleh Allah subhanahu wa taala maka itulah yang menyebabkan dia ya
(31:43) diusir dari surga. Dan itu pula yang menyebabkan dia dilaknat oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun dosa Adam ya manusia pertama dan moyang umat manusia ya alaihissalam kana minal hirsi wasyahwah. Karena ya alhirs keinginan dan syahwat ya.
(32:19) Karena sebagaimana yang kita ketahui ya Allah mengisahkan dalam Al-Qur’an tatkala Allah Subhanahu wa taala ciptakan Adam kemudian ditiupkan roh ke dalam jasad Adam menjadi manusia yang sempurna. Ya Allah tempatkan dia di dalam surga. Kemudian Allah peringatkan ini ada pohon ya. Jangan engkau mendekati pohon ini apalagi memakan buahnya. Nah, l takul min had syajar. Tapi ternyata di dalam diri Adam ada syahwat, ada keinginan.
(32:51) Begitulah Allah menciptakan manusia ya ada syahwat, ada keinginan, hirs. Maka yang demikian itu menyebabkan dia ya memakan dari buah dari pohon syjaratul khuldi tadi. Apa apa yang terjadi? Sebagian Allah kisahkan ya lepas pakaian mereka kemudian mereka yang mencari daunan untuk menutupi aurat mereka dalam surga tersebut.
(33:23) Kemudian akhir qisah ya Allah Subhanahu wa taala menurunkan mengeluarkan mereka dari surga ya Adam wa Hawa. Kemudian ya mereka turun ke permukaan bumi dan menjadi manusia yang memakmurkan bumi ini. Bab kesimpulannya adalah iblis dilaknat oleh Allah azza waalla. Dia sombong ya menolak kebenaran. Allah memerintahkannya untuk sujud kepada Nabi Adam. Tapi ternyata dia menolak menggunakan logikanya untuk menolak kebenaran. Dia mengatakan, “Saya lebih baik dari Adam.
(34:12) Saya diciptakan dari api dan Adam dari tanah.” Menurut logika iblis ya, unsur api ini lebih mulia dari unsur tanah. Maka enggak pantas orang yang mulia sujud kepada yang di bawahnya. Maka Allah Subhanahu wa taala ya melaknat iblis dan mengusirnya dari surga. Qala subhanah ya Adam oh ya iblis ma manaaka an tasj lima khalaqtu biyadai.
(35:03) Wahai iblis, apa yang menyebabkan kamu tidak mau sujud kepada Adam yang aku ciptakan dengan dua kedua tangan dengan dua tanganku? Ya qabbi khalaqtani minar khalaqtahu minin. Ana khairum minhu khalaqtani minar waqta min. Ana lebih saya lebih baik daripadanya ya. Ana khairum minhu. Kau ciptakan aku dari api dan ciptakan kau ciptakan Adam dari tanah. Maka enggak pantas ya saya sujud kepadanya.
(35:35) Jadi dia menggunakan logikanya untuk menolak perintah Allah. Inilah kesombongan ya. Kesombongan yang sesungguhnya. Batrul haq ini dosa yang pertama. Ya. Adapun Adam Alaih Salam karena ya dilandasi oleh keinginan dan syahwat yang ada dalam dirinya, N tapi dia mengakui kesalahan. Tidak sombong, dia mengakui namam salah.
(36:10) Maka Allah Subhanahu wa taala atau Adam tatkala mewakili kesalahannya maka dia memohon keampunan kepada Allah Subhanahu wa taala.Amna ampusna waam tagfirna tarhamna minidin. Telah menzalimi diri kami engkau tidak merahmati kami mengampuni dosa kami maka kami akan menjadi orang yang merugi.
(36:35) Maka dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa taala. tidak terus-menerus dalam kesalahan bertobat dan beristigfar. Maka Allah Subhanahu wa taala menerima taubatnya dan Allah Subhanahu wa taala bimbing dia kepada hidayah, petunjuk. Sementara iblis dengan kesombongannya malah dia beralasan dengan takdir. Ya. Dan ini membuat dia terus-menerus dalam kesombongan. Dia berasan dengan takdir.
(37:03) Ya Allah ciptakan dia dari api. Kemudian tidak mau sujud kepada Adam. Ikhwat al iman para rahimakumullah. Maka kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, wadambu iblis hamal ihtijad bilqadar wal isra. Dosa iblis yaitu kesombongan itulah yang membuat dia mendorong dia untuk beralasan dengan takdir. Apa alasan takdirnya? Beralasan dengan takdir ya Allah menciptakan dia. Ini kan iman kepada takdir ya.
(37:40) Karena iman kepada takdir itu adalah berilmu kepada meyakini tentang ilmu Allah. Kemudian ciptaan Allah ya mengatur Allah yang telah menulis segala takdir dalam lauhil mahfud kemudian Allah yang menghendaki segala sesuatu termasuk dalam hal Allah menciptakan segala sesuatu. Allah telah mentakdirkan iblis diciptakan dari api.
(38:05) Namam. Maka itu yang menjadikan dia sombong dan terus-menerus dalam kesalahan tadi. Tidak mau ya tunduk kepada kebenaran. Sementara dosa Adam ya itu yang membuat dia atau menisbatkan hal itu kepada dirinya. Damamna anfusana ya kami telah menzalimi diri kami. Adam kalimatin alaihiwabahim. Allah mengilhamkan talaq Adam mendapatkan kalimat dari Rabbnya kalimat kalimat-kalimat yang diucapkan n alai maka Allah menerima taubatnya yaitu kalimatamna anfusana waam tagfirlanahamna lakunal khasid kami telah menzalimi diri
(39:02) kami ya Allah rahmati kami ampuni dosa kami. Maka tatkala Adam mengakui kesalahannya dan dia menisbatkan kesalahan itu pada dirinya dan mengakui kesalahan tersebut itulah yang membuat dia ya sadar kemudian dia beristigfar. Adapun iblis dengan kesombongannya selalu beralasan dengan takdir maka dia sombong.
(39:30) Ini pembelajaran bagi kita bahwa dalam hidup ini tatkala kita menghadapi ya atau terjatuh ke dalam kesalahan atau dosa, jangan berdali dengan takdir ya, tapi akui kesalahan. Kemudian ya mohon keampunan kepada Allah dan bertauat. Adapun orang yang berdalil dengan ini dan itu mencari ya alasan ya ini adalah perilaku iblis dan orang yang seperti itu tidak akan pernah menerima nasihat. Sulit ya. Sulit menerima nasihat.
(40:12) Sulit untuk ya kembali kepada jalan kebenaran. Kenapa? Kesombongan yang ada pada dirinya. Dia enggak mau mengakui kesalahan. merasa dirinya selalu benar. Ini perilaku iblis, ini sifat iblis. Jadi panutannya dalam ini al iblis. Itulah bala tentara iblis. Ya, perilaku iblis yang ada pada dirinya.
(40:37) Nah, oleh karena itu kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah, fa ahlul kibri wal israr wal ihtijad bilqadr maikhihim waqidihimanar iblis. orang yang sombong dan terus terus-menerus dalam kebatilan, dalam ya kesalahan karena kesombongan tadi. Kemudian selalu berdalil dengan takdir, beralasan dengan takdir, maka nanti akan dikumpulkan ya bersama syekhnya, gurunya, pemimpinnya ya.
(41:18) Siapa itu? Iblis akan berada dalam neraka. Walyazubillah. Ya. Adapun ahlus syahw, orang-orang yang memiliki syahwat nafsu, kemudian dia terjatuh ke dalam kesalahan. Wal mustagfirin, orang yang bertaubat. Attaibun, mereka yang beristigfar, mereka yang bertaubat. Wal mutarifun bidzunub. dan mengakui kesalahan ya alladzina la yahtajuna alaiha bilqadar. Mereka tidak berdalil dengan takdir.
(41:50) Enggak boleh berdalil dengan takdir dalam kejahatan, dalam kejelekan. yang diperbolehkan adalah tatkala ya terjadi sesuatu yang situ tidak ada sama sekali ya andilnya manusia, tidak ada pilihan dan ikhtiar manusia ya semata-mata ya terjadi takdir Allah Subhanahu wa taala yang tidak manusia tidak memiliki pilihan dalam hal itu.
(42:23) terjadi musibah, terjadi bencana ya. Kemudian bentuk ciptaan rupa manusia. Nah, dia mengatakan takdir Allah Subhanahu wa taala. Adapun dalam menjalani hidup ini ya, tatkala seorang terjatuh, terjerumus ke dalam kesalahan, dalam dosa dan kemaksiatan. Iya. Tidak boleh berdalil dengan takdir. Betul. Secara prinsip semua yang terjadi adalah dengan takdir Allah.
(43:01) Tapi di sana ada pilihan manusia, ada kehendak manusia, ada kekuatan manusia. Maka mereka yang memilih, mereka yang melakukan. Siapa yang berbuat dosa? Manusia sendiri. Itu pilihannya. Ya, sebagaimana mereka juga memilih kebaikan. Maka dalam hal ini tidak boleh berdalil dengan takdir dalam kejahatan atau dalam kejelekan yang diperbolehkan pada dalam cobaan dan ujian musibah yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala.
(43:42) Maka tatkala orang-orang yang terjatuh dalam syahwat, dosa dan kemaksiatan kemudian mereka beristigfar, bertaubat, mengakui kesalahan dan tidak berdalil dengan takdir, maka mereka akan bersama ya nenek moyang mereka Adam di dalam surga, yaitu orang-orang yang bertaubat dimasukkan ke dalam surga. Ikhwat al iman para rahimakumullah. intinya bahwa di antara sifat atau ee perilaku sifat seseorang yang akan jadikan hatinya menjadi hati yang tulus, hati yang bersih, hati yang bening adalah tawadu.
(44:29) ya akan mengikis semua sifat-sifat kesombongan tadi dan yang demikian itu dia akan senantiasa mendapatkan bimbingan Allah kemuliaan dari Allah Subhanahu wa taala. Namam. Adapun orang yang sombong, orang yang angkuh ya adalah orang yang dihinakan oleh Allah Subhanahu wa taala di dunia apalagi di akhirat.
(44:59) Mereka tatkala ana dibangkitkan nantinya di di padang mahsyar, mereka dikumpulkan di padang mahsyar mereka dibangkitkan seperti semut ya kecil yang akan diinjak-injak ya oleh manusia. Karena di dunia mereka membanggakan diri ya. Mereka sombong ya, merasa lebih tinggi, lebih mulia dari yang lain.
(45:32) Di akhirat dihinakan oleh Allah Subhanahu wa taala ya dibangkitkan dalam bentuk ya yang kerdil, kecil seperti semut kemudian diinjak-injak oleh manusia. Itulah balasan bagi mereka yang sombong. Ya. Kemudian yang lebih dahsyat dari itu semua bahwa mereka mendapatkan ancaman la yudkhulul jannah. Nah, tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada secuil kesombongan.
(45:58) Baba, ikhwat al iman rahimakumullah, itulah yang bisa disampaikan pada kesempatan yang mulia ini. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala ya menyelamatkan kita dari sifat kesombongan dan menghiasi diri kita dengan sifat tawadu sehingga Allah subhanahu wa taala memuliakan kita di dunia. mengangkat derajat kita dunia dan akhirat. Allahum amin. Demikian. Wallahuam.
(46:26) Jazakallahu khairan kami sampaikan kepada Ustaz Dr. Muhammad Nur Ihsan hafidahullahu taala yang telah membimbing kita untuk kajian edisi pagi hari ini dari pembahasan tawadu dari bagian amalan-amalan hati. Dan untuk berikutnya kami undang sahabat Toja di mana pun Anda berada untuk bisa berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.
(46:53) Anda dapat mengirimkan pertanyaan melalui pesan WhatsApp dan line telepon di nomor yang sama di 0218236543. Baik, Ustaz. Pertanyaan pertama kita angkat melalui pesan WhatsApp Ustaz dari Ummu Gani di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, mohon dijelaskan maksud dari Al-Qur’an surah Asyuara Ustaz ayat ke-87 dan 88 yang berbunyi wala tuhzini yauma yubatun yauma lafau mau wala banun.
(47:28) Mohon penasihatnya Ustaz. Barakallahu fikum. Tafadol Ustaz ya. Terima kasih kepada Ibu yang bertanya. Barakallahu fik. ee ayat dalam surah Asyuara tersebut ya dalam konteks yang menjelaskan tentang Nabi Ibrahim ya Nabi Ibrahim Alaih Salam yang kita mengetahui bagaimana Nabi Ibrahim adalah pilihan Allah Subhanahu wa taala. Beliau adalah Khalilurrahman ya.
(48:10) Dan tidak diragukan bahwa beliau adalah pilihan Allah Subhanahu wa taala. Kendati demikian, beliau berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala ya agar Allah Subhanahu wa taala senantiasa ya memuliakan beliau. Kalau kita lihat dalam ayat yang disampaikan tadi ya, bahwa Nabi Ibrahim ini tentu kisah ya, Nabi Ibrahim bagaimana perjuangan beliau dalam menyebarkan dakwah ya.
(48:50) Beliau ya yang mengingkari peribadatan ya kaumnya bahkan juga patung berhala yang dibuat oleh ayahnya. Kemudian mereka, beliau alaihalam mengajak mereka berpikir kenapa lak mengibadati patung berhala ini mereka tidak mendengar ya tidak bisa memberikan manfaat kepada kalian ya. Alasan kaumnya ini ya tradisi nenek moyang kami ya.
(49:24) Kemudian Nabi Ibrahim mengatakan, “Perhatikan saya kata beliau bahwa kalian dan juga para atau sesembahan kalian tersebut patung berhala tersebut adalah musuh bagiku ya, kecuali hanya Allah yang aku ibadati.” Ya, dialah yang menciptakanku. Dialah memberikan petunjuk kepadaku, memberikan makan dan minum.
(49:49) Apabila aku sakit, dialah yang menyembuhkanku. Ya, dia yang menghidupkanku, matikanku dan menghidupkanku. Dan dialah Rabb yang aku berharap ya untuk mengampuni kesalahan-kesalahanku. Allahu Akbar. Ya Rabbiadzi atmaagfirali khatiati yaumaddin. Aku berharap dialah Allah Rabb yang aku berharap untuk mengampuni dosa-dosaku dan kesalahanku pada hari kiamat.
(50:18) Kemudian beliau juga berdoa, “Rabbi habli hukma wahni bih.” Ya Allah berikan hukum ya, hukum ilmu ya sikap bijaksana kepadaku dan ikut sertakan aku bersama orang-orang yang saleh. Ya, sekali ber Nabi Ibrahim berdoa seperti itu ya. Kemudian juga wajani lisanaidqin fil akhirin. Ya, pujian yang baik. Berikan kepadaku pujian yang baik bagi orang-orang yang datang sepeninggalku.
(50:48) W’alni min warati jannatin naim. Kemudian jadikan muliakan aku menjadi pewaris ya jannah surga. Allahu Akbar. Wagfirli liabi innahuana min. Ampuni ya ayahku karena dia termasuk orang yang sesat. Kemudian apa kata beliau? Setelah itu berdoa lagi kepada Allah Subhanahu wa taala.
(51:15) Wala tukzini yauma yubatun naam yauma la yanfau maun banun illa manallah biqalbin salim. Ya, ini menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim ya memohon kepada Allah Subhanahu wa taala la tuhzini yaumba. Jangan kecewakan aku. Jangan hinakan aku pada hari tatkala manusia dibangkitkan. Ya. Dan kita mengetahui bagaimana manusia tatkala dibangkitkan.
(51:47) Ya, ini menjelaskan kepada kita bahwa Nabi Ibrahim Alaih Salam mengimani akan ada hari kebangkitan. Tatkala manusia dibangkitkan ya dari alam kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar, beliau berdoa, “Ya, ya Allah jangan ya tukhzini, kecewakan aku, jangan ya hinakan aku tatkala ada hari kebangkitan di hari kebangkitan, hari kiamat ya banun pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan keturunan.
(52:25) Illa man atallah biqalbin salim. Kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat, hati yang bersih. Ayat ini menjelaskan bagaimana Nabi Ibrahim dalam banyak ya konteks dalam Al-Qur’an ya. Ini pembelajaran bagi kita. Nabi Ibrahim siapa yang meragukan tentang kemuliaan beliau? Beliau Khalilurrahman.
(52:51) Ya, beliau Khalilurrahman. Beliau pilihan Allah ya. Tidak ada diragukan lagi. Ya, karena tidak demikian, beliau berdoa, “Ya Allah, jangan hinakan aku pada hari kiamat.” Dan kita yakin Allah tidak akan menghinakan dia. Tapi kenapa beliau berdoa? Karena sesungguhnya kemuliaan, kesuksesan, keberuntungan itu adalah karunia dari Allah Subhanahu wa taala.
(53:30) Beliau takut Nabi Ibrahim saja berdoa lah yauma yubatu. Bagaimana dengan kita? Kemudian beliau ya jelaskan sebagaimana Allah firmankan yaumfa maun w pada hari kiamat gak bermanfaat lagi harta dan keturunan. harta kita kumpulkan, anak yang kita miliki ya enggak bermanfaat ya. Kecuali orang-orang yang membuat hati yang selamat.
(53:58) Di hatinya ada keselamatan, ada kesucian hati, tidak ada ya kedengkian, hasad, kesombongan, tidak ada ria, tidak ada kesyirikan. Tulus, bersih. Ya, hanya kepada Allah. Penuh dengan cinta kepada Allah, pengagungan kepada Allah ya. tidak ada di hatinya ya penyakit-penyakit hati yang menudainya. Itu yang bermanfaat ya. Adapun orang-orang yang di hatinya ada penyakit, ada kesombongan ya, maka belum berhak masuk surga.
(54:31) Ya, oleh karena itu, ini pembelajaran bagi kita semua. Mari kita perhatian dengan hati kita, dengan jiwa kita. Nah, dalam konteks lain Nabi Ibrahim ya beliau Khalilurrahman membangun rumah Allah itu Ka’bah bersama anaknya Ismail itu rumah Allah, perintah Allah. Karena tidak demikian beliau juga berdoa untuk diterima amalannya.
(55:05) Yaar Ibrahimul qawaida minal baiti waana taqbal minna inim. Ya, tatkala Nabi Ibrahim membangun rumah Allah, menaikkan ya pondasi atau bangunan dari rumah Allah Ka’bah terus bersama Ismail, beliau berdoa, “Taqabbal minna, terima dari kami.” Ya Allah, beliau yang melaksanakan perintah Allah, rumah Allah, masih berdoa untuk diterima.
(55:31) Bagaimana dengan kita? Nah, beliau Nabi Ibrahim juga berdoa. Beliau yang imamul muwahidin yang mengajak ya manusia untuk mentauhidkan Allah. Bagaimana perjuangan beliau ya makan hanifan musliman w minal musyrikin ya karena nti demikian beliau takut kepada kesyirikan. Wajnubni waniudal as. Ya Allah, jauhkan diriku ya Allah dan anak keturunanku ya Allah dari mengibadati patung berah dari kesyirikan.
(56:04) Bagaimana dengan kita? Kita merasa aman-aman saja. Enggak peduli ya. Enggak peduli. Subhanallah. Oleh karena itu, ini pembelajaran Nabi Ibrahim memiliki hati yang suci penuh dengan tauhid. Ya, bagaimana kecintaannya sampai beliau diperintahkan untuk menyembelih anaknya. Ya, belum siap untuk melakukan saking cintanya kepada Allah.
(56:35) Kendati beliau cinta kepada anaknya, tapi cinta kepada Allah lebih besar, lebih utama diuji oleh Allah berhasil, sukses. Karena tidak demikian beliau mengatakan walazini yaumba. Jangan hinakan aku ya Allah pada hari tatkala manusia dibangkitkan. Belum dijelaskan oleh Allah hari di pada hari tersebut tidak lagi bermanfaat harta keturunan kecuali orang-orang yang membawa hati yang selamat. Bagaimana dengan hati kita ingin selamat di hadapan Allah? Karena nilai Allah adalah hati kita. Bukan hati dan amalan kita.
(57:04) Bukan penampilan kita. Bukan banyak harta kita, bukan ya banyaknya keturunan kita, hati dan amalan kita. Maka perbaiki hati kita semua agar kita tidak kecewa agar tidak sengsara pada hari manusia dibangkitkan dari alam kubur yang mereka dibangkitkan dan digiring ke alam kubur dalam kondisi telanjang, tidak bersandal, tidak dikhitan seperti pertama sekali dilahirkan ke permukaan bumi. Begitulah manusia dibangkitkan nanti. Ya, itu yang harus kita ee pahami.
(57:40) Nam itulah di antara maksud dari perkataan Allah dalam surah Asyuara. Nam demikian. Wallahuam. Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan berikutnya kita akan coba angkat penanya melalui laine telepon. Kami persilakan. Silakan. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana? Ibu dari hamba Allah.
(58:10) diubondo Jawa Timur. Baik, silakan. Ee ini Ustaz ee ee kelak di hari kiamat itu kan ee ada persidangan ya, Ustaz. Ee nanti kan itu kan digiring ke ke telaga Nabi. Ee kalau digiring ke telaga Nabi itu apa? Sebelum ee persidangan apakah sesudah ee atau persidangan itu, Ustaz atau pengadilan Ustaz? Mohon penjelasan.
(58:38) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakillahu khairan. Tafadol Ustaz kasih kepada Ibu yang bertanya di situ barakallahu fik atas pertanyaannya. Ya, beliau bertanya bahwa di akhirat kelak ya ada yang namanya hisab ya persidangan ya e dinamakan juga yaumul alfasl walqada bainanas persidangan ya atau hisab hisab amalan kita akan dihisab oleh Allah subhanahu wa taala ya akan ditanya satu persatu dan ee telaga kemudian di sana ada telaga Nabi alaihialatu wasalam dan telaga tersebut
(59:24) ya berada di padang mahsyar. Jadi manusia di padang mahsyar ya Allah Subhanahu wa taala akan ya ee menghisab semua makhluk sesuai dengan amalannya masing-masing. Tapi sebelum hal itu, mereka tatkala dibangkitkan dari alam kubur digiring padang mahsyar ya tidak ya langsung ada persidangan yaumul alfasli alqada gitu ya.
(59:59) Tidak langsung ada persidangan. Mereka berdiri mereka menunggu ya persidangan tersebut ya. Berapa lamanya menunggu? Ya, ada yang mengatakan bahwa in yaumanika alfanah ya 50.000 tahun alfasanah. Lama mereka menunggu padang mahsyar dan terik matahari yang begitu panas. manusia ya banjiran keringat dan keringat yang menjirim mereka menutupi jasad mereka masing-masing ya kendati mereka di padang yang sang manusia kehausan.
(1:00:58) Nah, maka padang mahsyar tersebut Allah Subhanahu wa taala ya memuliakan orang-orang yang beriman umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adanya telaga Nabi alaihialatu wasalam. Sebelum persidangan tadi Allah menyegerakan keputusan ya manusia mendatangi para nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa.
(1:01:34) Tujuannya mereka minta syafaat artinya agar mereka memohon kepada Allah disegerakan persidangan tadi karena sudah kondisi yang begitu dahsyat, tidak ada naungan. Ya. Lalu para nabi mengatakan, “Kami tidak mampu memberikan hal itu.” Masing-masing menyebutkan dosanya, kesalahannya. Kecuali Nabi Isa. Dia tidak menyebutkan kesalahannya.
(1:02:05) Lalu dia memerintahkan untuk pergi menemui nabi pilihan Allah yaitu Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, baru Allah menyegerakan Rasul meminta sujud bersimpuh di hadapan Allah, bersujud memuji Allah. Kemudian Allah perintahkan beliau untuk mengangkat ya kepalanya dan meminta memohon dan diizinkan memberikan syafaat. Maka disegerakan persidangan oleh Allah Subhanahu wa taala.
(1:02:32) Nah, dalam penantian penungguan tadi padang mahsyar karena kehausan manusia yang kehausan ya, maka Allah Subhanahu wa taala memuliakan orang-orang yang beriman pengikut Nabi Muhammad Wallam dengan telaga beliau yaum ya ada telaga haudun Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka mendatangi telaga tersebut untuk minum. Nah, karena barang siapa yang mendatangi telaga tersebut dan diberi kesempatan meminum ya satu ya teguk saja ya, maka dia tidak akan merasakan ya kehausan selama-lamanya. Tapi ada orang-orang yang datang untuk minum kena kehausan tapi ditolak, diusir
(1:03:15) dari telaga tersebut. Ya, siapa mereka? Pelaku bidah yang mengada-ngada. buat-buat bidah dalam agama itu akan ditolak dari telaga tersebut. Maka hati-hati yang doyan pada bidah, suka buat-buat bidah, nambah-nambah kemudian disematkan kepada agama, tambah lagi ada bidah-bidah hasanah tapi bidah dalam agama gitu.
(1:03:41) Kemudian hati-hati, hati-hati jika Anda tidak mau nanti diusir dari telaga, tinggalkan bidah ya. Kerjakan yang sunah Nabi ya. Bertauhid kepada Allah untuk mendapatkan syafaat Nabi. Tinggalkan bidah-bidah untuk mendapatkan minum di telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Adapun pelaku bidah, suka buat-buat bidah, doyan bidah, diusir nanti karena ada menambah-nambah alaihi wasallam.
(1:04:06) Bahkan Nabi ya mendoakan kejelekan ya dan mengatakan ya suuh liman baddala ba’di. Celaka bagi mereka yang menambah-nambah, merubah-rubah. Jadi ini jadi itu ya setelah persidangan kemudian mereka manusia kehausan dimuliakan ya ee sebelum persidangan tadi. Nah, karena setelah persidangan nanti ya baru nanti ditimbang. Setelah ditimbang nanti mereka digiring untuk ee ketahuan mana yang berat timbangan kebaikannya, mana yang ringan ya.
(1:04:36) ee setelah itu mereka digiring untuk ya ee menuju ee sirat ya. Dan mereka mendapatkan sirat penerangan sirat jalan tadi sesuai dengan keimanan mereka ya tidak sama ya tidak sama dalam kegelapan mereka berjalan dan mereka ya masing-masing jalan tersebut diterangi oleh cahaya sesuai dengan keimanan mereka orang yang datang dalam kegelapan untuk ya melaksanakan salat subuh ya maka mereka akan diberikan cahaya yang sempurnairil masyaina fulumat Berikan kabar gembira kepada mereka yang berjalan dalam kegelapan untuk datang menunaikan ya salat berjamaah di pagi
(1:05:23) hari di subuh waktu subuh dengan cahaya yang sempurna berjalan ke mana mereka menuju sirat sampai di sirat orang-orang munafikin pertama mereka melihat ada depan mereka orang beriman kemudian ditutup tabirnya menutupi cahaya tersebut ya mereka mengatakan tunggu kami. demi kegelapan. Tapi begitulah karena di dunia mereka pada rasanya tidak beriman. Tidak ada cahaya keimanan dalam diri mereka. Ditutup hal itu.
(1:05:50) Kalau digiring ya dibimbing mereka menuju sirat maka di mereka akan melewati sesuai dengan amalan masing-masing. Nah, demikian wallahuam. Jazakallahu khairan ustaz atas nasihat dan penjelasannya. Dan untuk berikutnya, Ustaz, kita angkat kembali pertanyaan pesan WhatsApp dari saudara kita Ibrahim di Malaysia. Ustaz, Ustaz pertanyaannya bagaimana menghilangkan gangguan setan yang menampakkan diri di malam hari, Ustaz? Mohon nasihatnya, Ustaz. Tafadol, Ustaz.
(1:06:31) Ya, Akh Ibrahim dari Malaysia. Barakallahu fik atas pertanyaan. Bagaimana ya menghilangkan gangguan setan di malam hari? Ya, ee pertama sekali kita memaklumi dan meyakini bahwa ee kita ini memiliki musuh yang ee dia melihat kita dan kita tidak bisa melihatnya gitu ya. Dan setan ya itu bagian dari jin yang ya jenis jin yang nakal atau yang bejat ya ke setan yang suka mengganggu.
(1:07:17) Karena jin apabila dia itu saleh ya apabila itu yang jin yang bejat yang sudah meng setan namam itu suka mengganggu. Nah, maka untuk menyelamatkan diri baik di malam hari atau di siang hari ya adalah dengan berlindung kepada Allah dari kudaan setan. Namam. Oleh karena itu, pertama karena biasanya setan jin ya mereka itu biasanya berkeliaran di malam hari itu ya.
(1:07:51) Apalagi di waktu ya di sore hari terbenam matahari, maka dilarang ya kita melepaskan atau anak-anak kita untuk masih berkeliharan di luar gini jalan-jalan. maka disuruh mereka masuk ke rumah karena waktu intisar mulainya menyebar ya setan atau makhluk-makhluk yang jahat tadi. Nah, dan di malam hari-tempat kegelapan di gua-gua di ee hutan belantara, laut, gunung, ya itu tempat mereka. Jadi jangan disalahkan kepada mereka.
(1:08:23) Malam-malam hari manusia lagi tidur ya orang-orang ya cari tempat-tempat yang gelap gulita seperti itu ya. ya bertemu dengan makhluk-makhluk yang seperti itu ya memang itulah waktu dan tempat-tempat mereka ya berada gitu. Intinya kita berlindung kepada Allah. Tidak ada cara untuk kita menyelamatkan diri dari makhluk yang dia melihat kita dan kita tidak melihatnya. Ya. Kecuali dengan berlindung kepada Allah.
(1:08:53) Maka dengan berlindung kepada Allah, zikir itulah benteng yang kokoh, benteng yang kuat. Tidak akan bisa ditembus ya karena kita kembali kepada Allah. semua makhluk Allah. Tatkala kita kembali kepada membentengi dengan ya Allah Subhanahu wa taala, maka tidak ada seorang pun yang bisa menerobos apa namanya itu melewati benteng yang kokoh tadi.
(1:09:20) Maka begitu seorang kalaupun dia ada keperluan keluar di malam hari keluar dari rumah apa yang dibaca? Bismillah tawakaltu alallah wala haula wala quwata illa billah. Begitu juga di siang hari, begitu keluar rumah, jangan lupa ini sering kita lupa, lalai. Di sinilah kesempatan setan ya bisa ya ee merusak, mengganggu kita.
(1:09:47) Nah, maka ucapkan bismillah, tawakaltu alallah wala haula wala quwwata illa billah. Begitu kita naik kenderaan, bismillah sampai di atas kenderaan dah di atas kenderaan kita ya mengucapkan alhamdulillah tayib. Kemudian begitu pulang ya, pulang ke rumah kembali ya, terus ingat berlindung kepada Allah ya. Kemudian itu masuk rumah bismillah ya. Begitu nanti makan dan minum ya bismillah.
(1:10:22) Nah, ini semua kemudian sebelum tidur baca ayat kursi di pagi hari kita ya memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan diri kita, kejahatan setan. Nah, jadi intinya adalah tidak ada caranya kecuali membentengi diri dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala. qiraatul Quran, berzikir.
(1:10:53) Nah, kemudian ya waspada dan hati jangan sampai terjunmus ke dalam hal-hal yang mendatangkan murka Allah Subhanahu wa taala. Ini cara yang harus kita lakukan untuk membentengi diri dari berbagai gangguan tersebut. Namam demikian ya. Mudah-mudahan Allah menjaga kita semua dalam setiap kondisi dan keadaan dan semoga selalu selamat dunia dan akhirat. Allahuma amin.
(1:11:19) Demikian yang bisa disampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat. Wa shallallallallahu wasall nabina Muhammad wa alihi wasahbihi wasallim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan jazakallahu khairan kepada Ustaz Dr.
(1:11:44) Muhammad Nur Ihsan hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian edisi pagi hari ini dan langsung dari studio di STI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Dan kami ucapkan pula jazakumullahu khairan untuk Anda sahabat Roja di mana pun Anda berada. Semoga kebersamaan kita membawa ilmu yang bermanfaat. Mohon maaf atas banyaknya pertanyaan yang belum bisa kita bacakan di kesempatan pagi hari ini.
(1:12:10) Semoga Allah pertemukan kita kembali di kajian-kajian berikutnya di Roja TV dan Radio Roja khususnya bersama Ustaz Dr. Muhammad Nur Ihsan hafidahullahu taala di setiap hari Jumat pagi pukul 6.00 sampai dengan selesai waktu Indonesia bagian barat. Kami mohon maaf atas segala kekurangan dan undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(1:12:47) [Musik]


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *