Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. – Al Bayan Min Qashashil Quran

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. – Al Bayan Min Qashashil Quran – YouTube

Transcript:
(00:00) alihi wa ashabihi waman ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ba’du ikhul islamakumullah para pemisa dan pendengar raja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan kelar kaca anda kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Kadi Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV bagi Anda para pemirsa TV.
(00:54) astag Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah. nahmaduhufiruh wa naudubillahi minuri anfusina watialina
(02:04) may yahdihillah fala mudillalahu w yudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslim nafs wahidah wq minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum roqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waquulu qulan sadida waasulahu faqanima amma ba’du fainna asdaqal hadisi kitabullah wakiral hadji hadju muhammadin shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam
(03:18) wasyar umuri muhdasatuha bidah wa bidatinalahin finar. Ayyuhal ahibbah ikhwani fillah rahimani warahimakumullah. Marilah kita melanjutkan pembahasan dari kisah Nabi Sulaiman alaihissalam. Kita meminta kepada Allah Subhanahu wa taala agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada kita semua dan meminta pada Allah agar Allah Subhanahu wa taala terus membimbing kita, menjaga kita di atas Islam dan iman.
(04:17) Dan kita berharap dengan ilmu ini Allah angkat derajat kita semua. Ikhwah sekalian yang Allah muliakan, kita akan lanjutkan sekarang kisah Nabi Sulaiman di halaman 565. Bagi yang punya kitabnya dan yang punya PDF bisa lihat. yakni nomor empat, Sulaimanu alaihissalamu wal jinnu wasayatin. Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam bersama jin dan sayatin.
(05:01) Sulaiman pernah berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar Allah menganugerahkan kepada beliau kerajaan yang tidak patut diberikan kepada siapapun setelahnya. Dan Allah Subhanahu wa taala menghabarkan tentang ini di surat Sad ayat ke-35. Antum bisa lihat di paragraf kedua dari bawah.
(05:43) Nabi Sulaiman berdoa dan doanya ini Allah sebutkan di surat Sad ayat 35. Rabbighfirli wahabli mulka la yambaghi liahadim min ba’di innaka antal wahab. Rabbighfirli. Wahai Rabbku, ampunilah aku dan berikanlah atau anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak selayaknya Engkau berikan kepada siapapun setelahku. Sesungguhnya Engkau maha menganugerahkan. Innaka antal wahab.
(06:24) Fastajaballahu lahu wasakar lahul jinna. Wasayatina walarita ya’maluna biamrihi. Allah subhanahu wa taala mengabulkan doa beliau dan menundukkan untuk beliau jin, setan-setan dan ifrit. Al-afarid ini adalah jamak dari ifrit. Al-afarit ya. Jamak dari ifrid. Ymaluna biamrih. Mereka semua tunduk akan perintah Nabi Sulaiman.
(07:05) Mereka melakukan amalan, melakukan pekerjaan atas arahan dan perintah Nabi Sulaiman alaihi assalam. Dan ini merupakan istijabahnya ini pengabulan doa dari doa beliau kepada Allah Subhanahu wa taala. Sehingga Allah firmankan di surah Sad ayat yang ke-36 sampai 38. Di sini disebutkan fasakna lah rih tajri biamrihi rukhaan haitsu asob.
(07:50) Maka kami menundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik. menurut perintahnya ke mana saja yang ia kehendaki. Ini kenikmatan yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman. Dan doa Nabi Sulaiman dikabulkan sama Allah. Kata Allah, “Kami tundukkan untuknya angin yang nurut sesuai dengan perintah Nabi Sulaiman. Wasayatina kulla banin wa gwas.
(08:23) Juga Allah tundukkan setan-setan, jin-jin semuanya ya ditundukkan sama Allah. Ada yang pandai membangun ya semuanya ahli bangunan dan penyelam ya. Goas itu penyelam. Ini menunjukkan bahwa jin juga bisa membuat bangunan, jin-jin juga bisa menyelam lautan yang sangat dalam. Dan ini Allah Subhanahu wa taala sebutkan, “Wasyaayatina kulla bannain bannain wa ghawas.
(09:08) ” Semua setan-setan, jin-jin itu ditundukkan untuk Nabi Sulaiman. semuanya bisa membuat bangunan dan semuanya bisa nyelam. Waakina muqaranina fil asfad. Dan begitu juga Allah tundukkan setan-setan yang lain yang terikat dalam belenggu. Muqaronina fil asfat. Ini di surat Sad Allah sebutkan Allah tundukkan jin-jin dan setan-setan untuk Nabi Sulaiman.
(09:48) Di surah yang lain, di surat Al-Anbiya ayat ke-82, Allah berfirman, “Waminasayatini mayagusuna lahuuna amalan dunazalik wa kunna lahum hafidin.” Dan di antara ee setan-syetan itu ada yang menyelam. untuk beliau amalan dunalik dan melakukan amalan selain itu waunna lahum hafidin dan kami itu menjaga mereka artinya melihat mereka kemudian di surat Saba ayat yang ke-12 sampai ke 13 ya.
(10:47) Allah juga berfirman, “Waminal jinni may’malu baina yadaihi biidnib rabbih.” Dan di antara jin itu ada yang beraktivitas, yakni ada yang ditundukkan sama Allah Subhanahu wa taala untuk beramal. Beramal di hadapannya dengan izin Rabb-Nya. amir. Dan siapa saja dari mereka dari jin itu yang tidak mau nurut membangkang, Allah Subhanahu wa taala firmankan minabir. Kami rasakan dia dengan azab sair.
(11:36) Kemudian di surah Saba ayat ke-13 Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Yammaluna lahu ma yasya.” Ah mereka selalu bekerja untuk Nabi Sulaiman sesuai dengan kehendak Nabi Sulaiman. min mahariba wa tamila wifanin kal jawabi wa qudurirat. Di antaranya mereka membuat gedung-gedung yang tinggi maharib watamila membuat patung-patung.
(12:19) Nanti saya akan jelaskan kenapa mereka buat patung-patung dan bagaimana hukumnya di masa itu. Kemudian wajifanin kal jawab dan membuat piring-piring yang besar sekali yang besar seperti kolam wajifanin kal jawab wa qudurir rasiyat dan periuk-periuk yang tetap di atas tungkuknya. Ini apa namanya? Ee kerjaan mereka. Kerjaan jin. Mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan perintah Nabi Sulaiman alaihi assalam. Ya.
(13:03) Kemudian tentang jin juga pernah kita baca ayat ini di surah An-Naml ayat 38 sampai 39. Ketika Nabi Sulaiman ingin memindahkan singgahsana Ratu Bilqis, Nabi Sulaiman berkata kepada pemuka-pemuka dari pemuka beliau, ia berkata, “Qala ya ayyuhal mala, wahai para pemuka ayyukum yatini biarsiha, siapa yang bisa di antara kalian mendatangkan kepadaku singgasaratu bilqis qlauni muslim? muslimin sebelum mereka datang dalam keadaan menyerah, dalam keadaan muslim.
(13:52) Jadi sebelum Ratu Bilqis datang itu, Nabi Sulaiman ingin singgahsananya itu datang duluan. Ingin ngasih tahu kepada Ratu Bilqis tentang mukjizat Nabi Sulaiman Alaih Salam, tentang kebenaran risalah Nabi Sulaiman Alaihi Asalam di surah An-Naml. Ayat selanjutnya ayat 39 Allah habarkan ifrit minal jin ana bihi qoblaqu maqik. Berkata jin Ifrid, “Aku sanggup memindahkan singgahsana Ratu Bilqis sebelum kau bangkit dari tempat dudukmu.
(14:36) Wa inni alaihiqawiyun amin.” Dan aku sanggup dan kuat serta terpercaya untuk melakukan hal itu. Ah, ini perkataan jin ifrid. Dan ini beneran ya. Dan memang jin memiliki kekuatan yang luar biasa. Jadi dia bilang, “Sebelum kau berdiri, ana bisa pindahkan itu dengan cepat dan saya kuat. Saya sanggup. Saya bisa dipercaya.
(15:10) ” Ini yang bilang siapa? Jin. Jin apa namanya? Ifrit. Jamaknya tadi apa? Afarit jin ifrid. Nah, nama jin ada di Quran namanya ifrid. Tuyul ada enggak tuyul? Aki ana cari di Quran ya dari Alfatihah sampai Annas belum dapat tuyul. Nah wakadza. Dan demikianlah kata Syekh Abu Islam.
(15:46) Faqad baqi sulaimanu alaihissalam yastakdimul jinna wasayatina fil amalyaqah wiriha. Demikianlah Nabi Sulaiman yakni yastakdim menjadikan jin dan setan-setan itu berkhidmah kepada beliau dalam ee pekerjaan-pekerjaan yang syaqah, pekerjaan-pekerjaan yang berat dan yang lainnya. Hatta qodallahu alaihi bil maut. Sampai Allah putuskan kematian atas Nabi Sulaiman. Nanti beliau akan bahas tentang kematiannya dulu.
(16:24) Tentang kematiannya Nabi Sulaiman. Ada banyak pelajaran ya. Kita lihat ikhwan yang Allah muliakan tentang hal ini. Masyaallah di surah Saba ayat 14 Allah Taala berfirman, “Falamma qodina alaihil mauta.” Maka ketika kami telah tentukan kematian atasnya, Allah putuskan kematian atas Nabi Sulaiman.
(16:56) Ini menunjukkan raja sehebat apapun dia kalau Allah kehendaki meninggal meninggal dia. Siapa yang sanggup memutuskan meninggal atas meninggalnya seseorang? Allah. Falamma qada alaihil mauta. Maka ketika kami putuskan, kami tetapkan kematian atas Nabi Sulaiman. Ma dallahum ala mautin illa daul ardhi takulu min saatah. Tidak ada yang menunjukkan tentang kematiannya melainkan rayap.
(17:29) Dabatul arni rayap. Rayap yang memakan tongkatnya. Ini berarti lama tuh Nabi Sulaiman berdiri ya kan. Rayap itu kan lama dia makan. Tidak langsung begitu saja makan. kayunya yailu yamun gaib maituabil muhin. Ketika Nabi Sulaiman jatuh tersungkur jatuh kan tongkatnya itu sudah patah dia sudah tidak bisa menahannya kemudian jatuh Nabi Sulaiman tabayyanatil jin.
(18:15) Maka jin baru sadar, jin baru tahu. Allau kanu ya’lamunal ghaib. Seandainya mereka mengetahui hal yang gaib, ma labitu fil adzabil muhin. Niscaya mereka tidak berada dalam azab yang menghinakan. Ini menunjukkan jin itu ya melakukan pekerjaan di depan Nabi Sulaiman dan jin tunduk sama Nabi Sulaiman. sampai Subhanallah. Dan jin-jin itu enggak tahu kalau Nabi Sulaiman sudah meninggal dan lama berdiri.
(18:50) Dan ketika jatuh itu tongkat yang dimakan rayap jatuh baru jin pada tahu kalau Nabi Sulaiman sudah meninggal. F. Subhanallah. Ini kisah yang luar biasa ajib dalam Al-Qur’an dan menyadarkan kita bahwa jin itu tidak mengetahui hal yang gaib. Yang tahu hal yang gaib hanya Allah semata. Makanya merupakan kebodohan kalau ada orang bertanya kepada dukun.
(19:19) Dukun enggak tahu hal yang gaib. Dukun itu minta bantuannya ke siapa? Ke jin. Jinnya enggak tahu hal yang gaib apalagi dukunnya. Ini yang harus kita pahami. Ini pelajarannya banyak sekali. Wastaklisu min hadil ayat sal fawaida. Nah, kami ringkaskan kami khulasahkan ya dari ayat ini ada tiga faedah.
(19:54) Faedah yang pertama beliau berbicara tentang kematian. Alfaidatul ula. Faedah yang pertama annallah azza wa jalla qod bil mauti ala jamiil khalaq. Ini pelajaran sangat berharga, bermanfaat buat kita semua. Ingatkan kita kematian. Sesungguhnya Allah azza wa jalla itu sudah menentukan kematian atas seluruh makhluknya.
(20:28) Tidak ada yang tersisa, tidak ada yang terlewat tentang penentuan ini. kita semua, keluarga kita, anak kita, istri kita, kawan kita, semua manusia di atas muka bumi ini. Jangankan manusia ya atau jangankan hewan ya, terbalik ya atau semua makhluklah, semua makhluk itu sudah ditentukan kematiannya sama Allah Subhanahu wa taala. Kita manusia ditentukan kematiannya sama Allah subhanahu wa taala.
(21:02) Penulis rahimahullah menyebutkan beberapa ayat. Ada surah Ali Imran ayat 185. Ada surah Ar-Rahman 2627. Ada surah Al-Qasas ayat 88. Ada surah Az-Zumar ayat 30. Ada surah Al-Anbiya ayat 345 yang menjelaskan dan menegaskan pada kita semua makhluk itu bakal mati termasuk kita. Kita enggak mungkin dikecualikan.
(21:41) Di surah Ali Imran ayat 185 Allah Taala berfirman, “Kullu nafsin dqatul maut.” Setiap jiwa, setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Wa innama tuwafauna ujurakum yaumalqiamah. Sesungguhnya kalian akan disempurnakan pahala kalian itu pada hari kiamat kelak. an zuhziinari wa udilal jann faq. Maka barang siapa yang dijauhkan dari api neraka, dimasukkan ke surga, maka dia telah beruntung. Wamal hayatud dunya illa mataul gurur.
(22:24) Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan hanya kesenangan yang menipu, perhiasan yang menipu. Kita diingatkan di ayat ini 185, kita akan meninggal, kita akan mati. Nabi Sulaiman saja yang hebat itu mati meninggal apalagi kita. Jangan sampai ada perasaan kita enggak akan meninggal. Kita enggak tahu kapan meninggalnya.
(23:02) Kemudian di surat Arrahman ayat 2627 Allah Taala berfirman, “Kullu man alaiha fan.” Semua yang ada di muka bumi ini binasa fana. Wabqo wajhuika dulul jalali wal ikram. Yang kekal hanya siapa? Allah dul jalali wal ikram. Dan kekal wajah Rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Kemudian juga di surat Al-Qasas ayat 88 Allah berfirman, “Kullu saiin haliun illa wajha.
(23:42) ” Semua akan binasa kecuali Allah. Kecuali wajah Allah. Lahul hukmu wa ilaihi turjaun. Kemudian di surah azzumar ayat 30 Allah berfirman, “Innaka mayyitun wa innahum mayyitun.” Engkau akan meninggal dan mereka juga akan meninggal. Ini Allah berkata kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam. Kemudian di surah Al-Anbiya ayat 20 eh 345 Allah Taala berfirman, “Wama ja’alna minqlikal khulda.
(24:20) Kami tidak menjadikan manusia sebelum engkau itu kekekalan. Afaumul khidun.” Apakah jika kamu meninggal mereka kekal? Kullu nafsinqatul maut. Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Kemudian dalam sebuah hadis yang hasan dikeluarkan oleh al-Hakim dan yang lainnya, Jibril Alaih Salam pernah berkata kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, “Ya Muhammad, wahai Muhammad, ista fainnaka mayitun.
(25:04) Hiduplah sesuka engkau sesuai dengan kehendakmu. Sesungguhnya engkau akan meninggal. Wahbib mantaaka mufariqu. Cintailah siapapun yang kau mau cintai. Engkau akan berpisah dengannya. Waal fainnaka mulaqi. Beramallah, beraktivitaslah, bekerjalah sesuai dengan apa yang kamu kehendaki. Sesungguhnya engkau akan berjumpa dengannya.
(25:39) Di sini ada tiga hal yang disebutkan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Hidup lawannya mati. Hiduplah sesuai dengan kehendakmu. Isit fainnaka mayitun. Kamu akan meninggal. Kita hidup pasti meninggal. Kemudian juga diingatkan dalam hadis ini, silakan mencinta siapa yang kamu mau cintai. Tapi ingat nanti berpisah. Berpisah ya. Kita tidak akan bersama terus dengan orang yang kita cintai.
(26:14) Kita akan berpisah. Imma dia meninggalkan kita dulu atau kita duluan yang meninggalkan dia. Wa ahbib man’ta. Seseorang mencintai istrinya, istri mencintai suaminya, mencintai anak-anaknya, anak mencintai orang tuanya, pasti meninggal. pasti berpisah. Kadang berpisah dulu di dunia tuh lama ya lama berpisah di dunia.
(26:50) Nah, ini yang dikatakan oleh Jibril alaihissalam. Kemudian wal masita fainnaka mulaqi. Lakukanlah perbuatan, amalan, aktivitas sesuai dengan apa yang kamu mau. Tapi nanti antum atau kita semua akan bertanggung jawab dengan semua amalan kita. Yang baik akan mendapatkan pahala. Yang buruk sesuai dengan keadilan Allah Subhanahu wa taala akan mendapatkan azab.
(27:25) Ini nasihat Jibril kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam. Kita lihat perkataan Umar bin Khattab ya. Tapi saya tidak bacakan syairnya ikhwan ya. Kita langsung ke perkataan beliau yang di paragraf yang kedua. Wakana radhiallahu anhu. Umar radhiallahu anhu pernah berkata begini. Kullu yaumin yuqolu mata fulan wa fulan.
(27:56) Kata Umar, setiap hari ada berita fulan meninggal, fulan meninggal wala budda min yaumin yuqolu fihi maa umar. Maka mesti suatu saat, suatu hari nanti akan diberitakan Umar pun meninggal. Kulla yaum ada fulan meninggal, fulan meninggal, fulan meninggal. Suatu saat Kurnaidi meninggal, suatu saat Anjas meninggal, suatu saat siapa nama antum? Eh, Ciko meninggal.
(28:39) Ya, suatu saat Ustaz Munzir berita telah meninggal dunia, kita semua akan meninggal. Umar yang bilang subhanallah. Kata Umar kulla yaum mata fulan yuqal mata fulan wa fulan. Setiap hari akan dikabarkan ada berita fulan meninggal, fulan meninggal, tetangga meninggal, kawan di kampung dulu meninggal, sahabatnya teman meninggal, sahabat-sahabat sahabat dari teman meninggal.
(29:16) meninggal kul yaum dan kata Umar bin Khattab suatu hari pasti Umar dikatakan dan diberitakan meninggal tinggal tunggu giliran ini ya fal mautu haqun l mirata fih kematian itu hak tidak ada keraguan seperti antum mengatakan matahari terbit dari sebelah timur terbenam dari sebelah barat yakin tidak akhi Pasti matahari terbit sebelah timur, terbenam sebelah barat. Sebuah kepastian, enggak ada yang bisa menyangkal.
(29:55) Dan sebuah kepastian juga kita semua tidak akan selamanya di atas muka bumi ini. Bahkan subhanallah orang-orang yang dulu mencintai kita itu tega memasukkan kita ke tanah. Kemudian diuruk, diinjak-injak tanahnya. Sudah itu orang yang paling mencintai kita. Karena enggak mungkin kan tidur terus.
(30:28) Iya, tidak diawetkan akhi dikubur. Ah, itu hakikat hidup kita di atas muka bumi ini. Nabi Sulaiman saja luar biasa, akhi meninggal. Subhanallah katabahullahu alal jami. Semua sudah Allah tentukan. Allah tentukan untuk semuanya. Fal anbiyau matu. Para nabi meninggal. Para nabi lihat Nabi Adam sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam meninggal.
(31:04) Kalau ada berhak, kalau ada yang berhak manusia untuk hidup kekal, merekalah akhi para nabi. Tapi para nabi meninggal. Washabatu matu. Para sahabat meninggal. Para sahabat masyaallah orang-orang yang luar biasa juga meninggal. Wal agniya umumatu. Orang-orang yang kaya meninggal. Wal fuqaruatu.
(31:36) Orang-orang yang fakir, orang-orang yang miskin juga meninggal. Wal muluku wal jabiratu wal qubaruatu. Para raja, orang-orang yang besar, orang-orang yang memiliki kedudukan yang besar, yang tinggi, semua mati. Ada tidak orang yang kaya hidup terus? Enggak ada. Sekaya-kayanya orang mati. Apalagi kalau sombong seperti Firaun eh maaf seperti Qarun.
(32:10) Ditenggelamkan sama Allah. Hartanya sama sekali enggak bisa bermanfaat buat dirinya sendiri. Ada sekarang orang kaya menghabiskan uangnya untuk hidup lama kekal. Enggak akan lama ya mati gitu. Faid arta ya bna adam annaka mayitun. Kalau kau tahu wahai anak Adam bahwa kau pasti mati waallaha qod bil mauti alal jam.
(32:42) Dan Allah subhanahu wa taala menentukan kematian untuk semua. Faiyaka an tansa. Maka jangan sampai lupa. Di sini ada beberapa perkara yang disebutkan oleh mualif rahimahullahu taala supaya kita ingat kaidah kematian. Bisa bisa kita katakan kaidah-kaidah kematian ya. Yang pertama annal mauta sayatika bagtatan fi waqtin la yaktur laka ala bal. Subhanallah.
(33:18) Bahwa kematian itu bisa saja akan datang kepadamu secara tibat tiba di waktu yang sama sekali tidak terbersit dalam pikiranmu. Nah, ini ngeri kan, Ikhwan? Ada orang naik mobil masih muda punya keluarga, anaknya masih bayi baru lahir. Kemudian dia tahunya setiap pergi pasti pulang. Bawa oleh-oleh untuk keluarganya. Datang terima kasih senang.
(33:59) Subhanallah tabrakan mati ya. Meninggal. Ada orang yang rekreasi pergi ke sebuah tempat ke pantai berbahagia, senang-senang, ketawa-ketawa. Ada sebagiannya joget-joget, ada sebagiannya sudah punya janji kepada kawannya yang lain. Nanti kita habis dari sini ke mana lagi? Ya, kita rihlah lagi, kita safar lagi, kita tamasya lagi ke pantai lagi.
(34:33) Bukan di sini, tapi pantai fulan. Subhanallah. Dihantam oleh lautan, oleh tsunami. Mati. Dia enggak tahu kalau dia datang ke situ, itu tempat kematiannya. Enggak tahu. Kadang orang menjemput kematiannya. Subhanallah. Ada cerita orang takut dari gempa di sebuah kota, dia mau jual itu rumahnya. Dia pindah ke kota yang lain.
(35:06) Kemudian ada yang mau beli, dia pulang sebentar ke kota tersebut untuk melakukan transaksi untuk dil-dilan. Tidurlah dia di tempat tertentu. Gempa datang mati di situ. Meninggal. Subhanallah. Ya. Kematian siapa tahu tuh ada anak yang baik naik motor baik tuh anak baik naik naik motor di pinggir juga anak kuliahan.
(35:38) Dulu saya punya kawan saleh ditabrak mati. Subhanallah. Meninggal ya. Ada yang ugal-ugalan mati juga ya. Nah, subhanallah. Ada yang ugal-ugalan ada yang mati ada yang enggak mati. Itu gimana tuh? Ada yang bilang, “Ustadz, itu yang ugal-ugalan enggak mati tuh. Ngebut-ngebutan mobil W.
(36:12) Ada kita lagi naik mobil di tol, ada orang gila tuh. Orang gila dia narik kecepatannya lebih dari semestinya. Oh, masih hidup tuh orang. Gimana tuh? Bukan karena dia, Akhi. Kadang Allah sayang sama orang-orang sekitarnya. orang sekitarnya mungkin orang-orang yang baik, orang yang saleh, Allah jaga dengan doa mereka sehingga selamat dan dia pun enggak mati.
(36:43) Tapi orang semacam ini pantasnya mati memang karena mau celakakan orang dia, dia merasa saya enggak mati. Karena apa? Saya ahli nyupir, balap. Akhi antum nyelak orang. Kerjaan antum ngebut itu bisa jadi Allah selamatkan antum karena ada orang enggak mau Allah matikan. Enggak mau Allah sayang sama orang itu. Dia berdoa, dia sedekah sehingga antum tidak nabrak. Ya kan enggak tahu.
(37:15) Ah itu rahasia Allah tuh masyaallah akhi. Jadi sebagian kita kan ngomong begitu kan. J ini kaidah yang pertama. Anal mauta sayati bagtatan. Jadi kematian itu kadang datang tiba tiba-tiba baktah di waktu yang sama sekali enggak terpikirkan. Bisa kita lihat surah Aljumuah ayat yang ke-8. Allah Taala berfirman, “Qul innal mautalladzi tafirruna minhu fainnahu mulaqikum.
(37:53) Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya sesungguhnya ia akan menemuimu. Wasyahadah. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah zat yang mengetahui yang yang gaib dan yang nyata yang syahadah. Fayunabbiukum bima kuntum tamalun. dan ia akan mengkhabarkan kepadamu tentang apa yang kamu perbuat. Kemudian surah A’raf ayat ke 34 Allah berfirman, “Faidza jaa ajaluhum la yastaakiruna sa’atan wala yastaqdimun.
(38:45) ” Apabila telah datang ajal mereka, sama sekali mereka tidak bisa mengakhirkannya dan tidak bisa juga memajukannya sama sekali tidak bisa. Syekh Usimin rahimahullah pernah menceritakan ada orang naik kendaraan ya, naik kendaraan tet di sana ada kendaraan juga berhenti tek tek berhenti semuanya tuh ya. Habis berhenti jalan mati.
(39:12) Ini menunjukkan apa? Menunjukkan memang Allah sudah tentukan saatnya kok sampai dia berhenti dulu gitu. Karena saatnya belum belum mati waktu itu. Belum saatnya meninggal tapi habis itu jalan meninggal tabrakan. Subhanallah ya. Ada juga yang tidak ditentukan mati atau belum ditentukan matinya. Kemudian surah Ali Imran ayat 145.
(39:36) Wama kanana linafsin an tamuta illa biidnillahi kitabam muajjalah. Tidak ada satu jiwa pun yang mati melainkan dengan izin Allah. Itu sudah dicatat waktunya. Kemudian di surat Luqman ayat terakhir ya, ayat ayat ke-34 Allah berfirman, “Wama tadri nafsum maza taksibu gada.” Suatu jiwa tidak tahu apa yang akan dilakukannya besok. Wama tadri nafsun biayyi ardin tamut.
(40:14) Dan suatu jiwa tidak tahu juga di negeri mana dia meninggal. Innallaha alimun khabir. Sesungguhnya Allah maha maha mengetahui, maha alim, maha khabir. Nah, tayib Isya jam berapa? Maaf. Hah? 7 menit lagi. 2 menit lagi. Nah, yang kedua tentang kaidah kematian. Kun ala yakinin tamin bial mauta la yamnauhu jahun wala sultan wala husun.
(40:54) Jadilah Anda orang yang yakin dengan keyakinan yang sempurna bahwa kematian itu tidak bisa dihalangi oleh jah, oleh kewibawaan siapapun, oleh sultan, oleh kerajaan, dan oleh benteng. Jadi tidak ada yang sanggup menghalangi kematian. Allah Taala berfirman di surat Annisa ayat 78. Ainama takunu yudrikumul maut walau kuntum fi buruj musyayadah.
(41:26) Di mana pun kamu berada pasti dikejar oleh yang namanya kematian kalau sudah ditentukan kematiannya. Walaupun kalian berada di balik benteng yang kokoh, benteng yang kuat yang tidak bisa ditembus, tapi yang namanya kematian datang mati. Ini namanya kematian. Jadi yang bisa mematikan dan menghidupkan itu Allah. Benteng gak bisa menjaga kematian orang.
(41:57) Wahadza Sulaiman. Ini Nabi Sulaiman malikud dunya. Minyha ila maghribiha. Nabi Sulaiman ini raja dunia dari timur dan barat. Wakana nabian. Beliau pun nabi. Wamazalik qodallahu alaihil maut. Tetapi dengan demikian tetap Allah subhanahu wa taala menentukan kematiannya walaupun demikian. Ya. Nah, sudah azan ya.
(42:30) Ah, insyaallah bakda azan kita lanjutkan. Wasallah nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wabarak wasallam. Ikhwatal Islam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahuakbar. Eşhedü en la ilahe illallahş ilaheillallah.
(43:34) Ashadu anna muhammadar rasulullah. [Musik] Ashadu anna muhammadar rasulullah. Hayya al shah. Hayya alas shah. [Musik] Hayya alal falah. Hayya alal falah. [Musik] Allahu Akbar. Allahuakbar. Lailahaillallah. [Musik]
(45:06) Kenapa? Iya. Oh, belum. Beliau diangkat ya ke atas langit ya. Barakallah fik. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wanwalah wala haula wala quwwata illa billahi amma ba’d. Kaidah yang ketiga, nasihat kematian. tadakar anna lil mauti sakarat kata syekh kemudian ingatlah bahwa yang namanya kematian itu ada sakaratul mautnya ada sekaratnya kalau bahasa kitanya sekarat ini sakaratul maut namanya ini sesuatu yang sangat mengerikan ya dan semua kita akan merasakan itu.
(46:03) Qala taala. Allah taala berfirman ini dalilnya di surat Qaf ayat 19. Wajaat sakratul mauti bilhaqq. Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Dzalika ma kunta minhu tahid. Itulah yang kamu menghindar darinya. Jadi yang namanya sakratul maut itu ada pada kematian. Dan Allah bilang pasti datang.
(46:35) Dan Allah bilang kalian menghindar dari itu, mau lari dari itu. Tapi enggak bisa. Karena pasti kita akan menuju satu muara yang namanya kematian itu. Makanya tidak bisa kita menghindar. Yang bisa kita lakukan adalah apa? Mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian masing-masing. Dengan apa? Dengan bertobat kembali pada Allah mengisi waktu dan hidup kita dengan amal saleh supaya tidak menyesal.
(47:17) Ngaji, memperbaiki diri baca Quran, thabul ilmi. Dan amalan yang paling besar itu thabul ilmi yang mendekatkan diri kita kepada Allah dan paling dekat ke surga. Rasul kita sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Manq thq yaltisu fi ilman sahallahuahu bihi thqon ilal jannah.” Barang siapa yang berjalan di sebuah jalan dalam rangka nuntut ilmu, Allah masukkan jalannya, Allah mudahkan jalannya ke surga. Subhanallah.
(47:48) Dan di surga tadi saya baca sebuah keterangan, saya baca sebuah hadis ketika ana tadi siang menyampaikan di kelas rabbani hadis tentang orang yang disiapkan sama Allah rumah. Masyaallah ada orang disiapkan sama Allah rumah lewat lisan Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kata Rasul, “Ana zaim.” Kata Rasul, “Aku menjamin.
(48:24) ” Kalau yang bilang yang yang menjaminnya Rasul, masyaallah kata Rasul, “Ana jamin aku menjamin.” Menjamin dengan rumah di pinggir surga. Bagi siapa? Kata Rasul, “Bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia benar.” Subhanallah. Kalau kita, akhi berdebat sama orang dan orang itu gak mau kalah, enggak mau cari kebenaran, tinggalkan.
(48:55) Walaupun kita benar, kita tinggalkan saja. Sudah Allah jamin dengan apa? Rumah di mana? Di surga. Fiadil jannah. Kata Rasul sallallahu alaihi wasallam, ada tiga di hadis ini. Rasul bilang lagi, “Dan ana jamin kata Rasul, bibaitin fi wasatil jannah.” Dengan rumah di tengah surga. Bagi siapa? Bagi orang yang meninggalkan bohong.
(49:28) Lihat. Jadi, orang yang tidak berbohong walaupun bercanda. Subhanallah. Jadi orang yang jujur Allah siapkan apa? Surga di tengah-tengah. Yakni dapat rumah. Kita dapat rumah di pinggir sawah aja sudah senang ya. Subhanallah. Kemudian yang ketiga kata Rasul, “Ana jamin kata Rasul jamin dengan rumah yang ada di a’lal jannah.
(50:04) ” Surga paling tinggi di atas surga. Bagi siapa? Kata Rasul, “Bagi orang yang memiliki akhlak yang baik.” Subhanallah. Jadi akhlak yang baik ini masyaallah penting sekali. Akhlak yang baik itu yang bagaimana, Akhi? Akhlak yang baik tuh yang nyontoh ke Rasul sallallahu alaihi wasallam, ikut Rasul sallallahu alaihi wasallam. Gimana akhlak yang baik? Di antara rasul itu tidak fahis, tidak mutafahisy.
(50:30) Rasul itu gak berkata keji, enggak berbuat keji dan enggak melakukan kerja yang kekejian kekejian yang dibuat-buat. Nah, di antara akhlak yang baik tadi yang disebutkan ya. Ah, ini Subhanallah. Jadi, yang ketiga ini kita harus ingat bahwa yang namanya kematian itu ada apa? Sakratnya dalilnya surat apa? Surah QF ayat 19.
(51:05) Wahaza rasuluna sallallahu alaihi wasallam ahabbu khalqillahiallah. Inilah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Manusia yang paling dicinta oleh Allah. Alladzi gufiro lahu ma taqaddama min dzambihi wa taakhar. Yang dosanya sudah diampuni oleh Allah baik yang telah lalu dan yang akan datang. Takulu anhu Aisyatu radhiallahu anha.
(51:28) Aisyah pernah menceritakan tentang beliau. Inna Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam baina yadaihi raqwah ulbah. Sesungguhnya di hadapan Rasul sallallahu alaihi wasallam itu ada raqwah atau ulbah. Semacam bejana ya. Bejana yang berisi air fihama. Kata Aisyah, “Faja’ala yudilu yadahu fil ma fayamsahu bihima.” Kemudian Rasul sallallahu alaihi wasallam memasukkan tangannya.
(51:56) memasukkan tangannya di dalam bejana tersebut yang ada air tersebut kemudian mengusapkan ke wajahnya dengan kedua tangannya bihima wajhahu wajahnya dan rasul berkata, “Lailahaillallah kata Rasul lailahaillallah inna lil mauti sakarat.” Lailahaillallah sesungguhnya kematian ada sekaratnya kata Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(52:20) Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kalau ada orang yang berhak untuk tidak mendapatkan sakaratul maut, Rasul kita sallallahu alaihi wasallam orang yang paling dicinta sama Allah. Tapi Rasul pun merasakan yang namanya sakaratul maut.
(52:38) Sampai Rasul sallallahu alaihi wasallam memasukkan tangannya di air dan mengusapkan wajahnya dengan air tersebut. Ini saking beratnya sakratul maut ini. Kemudian yadahu faala. Kemudian Rasul me ee menasabkan tangannya ya. Jadi me apa menganukan tangannya me apa ee begini tangannya ya. Jadi tangannya itu Rasul sallallahu alaihi wasallam kokohkan. Kemudian dia mengatakan firikil a’la kata Rasul sallallahu alaihi wasallam bersama dengan kawan yang tertinggi.
(53:20) Ya, bersama dengan kawan yang tertinggia hattabid wat yadahu. Sampai Rasul meninggal dan tangannya kalau bahasa kitanya itu ngamplik gitu ya. tangannya itu ee tidak bisa diangkat lagi. Nah, kemudian waha shabiyun jalil fi sakratul maut. Dan ini sahabat yang mulia di sakratul maut.
(53:54) Dalam sakratul maut dia mensifati kondisinya ketika ditanya tentang sakratul maut. Ketika dia menghadapi sakaratul maut, dia menjawab, “Ajiduka samawati atbaat alal ardhi wa bainahuma.” Saya merasakan seakan-akan langit yang di atas itu menimpa bumi, sedangkan aku berada di antara langit dan bumi itu. Wan nafsi yakruju minqbi ibratin.
(54:22) Seakan-akan diriku itu keluar dari lubang jarum. dan seakan-akan eh ranting duri yajurru min hatiqami yang juru itu ditarik dari kepala sampai ke ee kaki itu saking sakitnya itu namanya sakaratul maut waliyadubillah ikhwah yang Allah muliakan insyaallah kita akan lanjutkan ya pembahasan dan ee pembacaan dari kitab kitab Albayan ini sampai keempat ya.
(54:58) Ini tentang kaidah-kaidah kematian yang insyaallahu taala kita akan bahas dan kita minta sama Allah Subhanahu wa taala ilmu yang manfaat dan kita minta sama Allah subhanahu wa taala pahala dan semoga kita bisa mengamalkan dari ilmu yang kita pelajari. Dan cukup sampai sini pertemuan kita di hari ini.
(55:26) Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wabarak wasalam. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Roja TV. Demikianlah ikhwat al Islam. Para pemisa dan pendengar RJA di mana pun Anda berada. kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaruaskan dari Masjid Albarkah, Jalan Pahlawan Kampung


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *