Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [Live] : Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin – YouTube

Transcript:
(00:00) buah karya dari Al Imam Annawawi rahimahullahu taala. Dan sebagaimana biasanya ikhwat al islam azaniallahu wyakum kajian akan disampaikan dan dipaparkan bersama guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Balim Lc Mahi hafidullahu taala.
(00:20) Dan kembali pada kajian hari ini beliau kembali melanjutkan pembahasan dari pekan-pekan sebelumnya tentang hal penting dalam Islam. Karena begitu banyak ya perkara-perkara penting yang perlu kita ketahui maka pembahasan ini pun terus berlanjut. Sebelum kajian kita mulai, kami informasikan terlebih dahulu kepada Anda semuanya. Setelah kajian selesai kita simak bersama, kami buka sesi interaktif soal jawab.
(00:42) Dan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung, Anda bisa menghubung kami di 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan Anda mencet WA di 0218236543. Kami informasikan juga kepada Anda semuanya, Anda tidak bisa menghubung kami melalui call WA di 0218236543. karena itu hanya untuk e nomor WA hanya untuk e menerima pesan singkat atau pertanyaan singkat dari Anda semuanya.
(01:06) Nam ikis azaniallahu wyakum kita simak bersama dan alhamdulillah kami telah terhubung dengan ustaz yang saat ini berada di studio Aliman Center. Dan untuk selanjutnya kita akan simak bersama kepada Ustaz kami persilakan. Falatafadal maskuran. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillahi nahmaduhu wasastainuhu wastagfiruh w naudubillahi minuriuri anfusina winatialina yahdihillahu fala mudillahu wudlil fala hadiyaalah asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu waasuluh amma ba’du ahsanal hadis kitabullah wiral had muhammadin shallallahu alaihi
(01:52) wasallam Maasiral muslimin rahimakumullah. Para pemirsa dan para pendengar televisi Radio Raja di mana pun Anda berada semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala dan dilindungi oleh-Nya. Amin ya rabbal alamin. Pada kesempatan yang baik ini kita masih membahas bab-bab terakhir dari kitab Riyadus Shihin min kalami sayyidil mursalin sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
(02:30) Buah karya dari Al Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi rahimahullah taala rahmatan wasiah. Pembahasan kita yang terakhir yaitu hadis Rasulull Sallallahu Alaihi Wasallam dari Abu Hurairah radhiallahu taala anhu tentang perintah Allah kepada kaum mukminin sebagaimana perintah Allah kepada para rasul yaitu agar ya mereka makan dari yang halal, makan dari yang baik ya karena Allah subhanahu wa taala zat yang maha suci zat yang tidak menerima kecuali yang suci dan bersih yang benar-benar dilakukan seorang hamba untuk Allah Subhanahu wa taala. Inallah.
(03:19) Sesungguhnya Allah itu maha suci, Allah itu maha baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik. Maka dari itu, Allah azza wa jalla tidak menerima sedekah, infak dari harta yang haram. juga makanan-makanan yang dimakan, dimasukkan dalam perut seorang muslim hendaknya benar-benar ya dari harta yang halal.
(03:51) Karena makanan yang haram yang masuk ke dalam perut seorang mukmin ini sangat berpengaruh terhadap perbuatannya, terhadap amal-amal perbuatannya. Seorang yang makan dari yang halal, maka Allah berikan kekuatan padanya dan kemudahan baginya untuk mengerjakan amal-amal kebaikan, amal-amal saleh. Sebaliknya orang yang selalu makan dari yang haram ya, maka berat baginya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala karena darah dan dagingnya penuh dengan atau tumbuh dari harta yang yang haram. Wali iyadzubillah.
(04:29) Kita mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa taala dan semoga Allah senantiasa memberikan kepada kita, menganugerahkan kepada kita dari harta yang halal, yang baik, yang masuk ke dalam perut kita dan perut keluarga kita. Amin ya rabbal alamin. Kemudian kita melanjutkan pembahasan ya, masih seputar hal-hal yang penting, hal-hal yang luar biasa yang disebutkan oleh An-Nawawi rahimahullah taala di dalam bab ini.
(05:03) Hadis yang berikutnya adalah hadis juga hadis Abu Hurairah radhiallahu taala anhu qa Nawawiu rahimahullah wa anhu radhiallahu anh. juga dari beliau yaitu Abu Hurairah radhiallahu anhu q beliau berkata qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabdaatun la yukallimuhumullahu yaumalqiamati ada tiga golongan manusia yang mereka nanti tidak akan diajak bicara oleh Allah subhanahu wa taala di hari kiamat kelak yuzak Dan tidak pula mereka disucikan oleh Allah Taala. Wandzuru ilaihim. Dan
(05:48) Allah juga tidak akan melihat mereka dengan ee penglihatan rahmat dari Allah azza wa jalla. Walahum adzabun alim. Dan bagi mereka azab yang pedih. Tiga golongan itu yang pertama syaikhun zanin. Seorang tua yang berzina. Ya. Seorang tua yang berzina. Yang kedua, wa malikun kadzab. Yang kedua adalah raja atau penguasa pendusta.
(06:21) Jadi orang ya dia diberikan amanah menguasai satu umat, satu masyarakat ya rakyat. Namun penguasa ini adalah pendusta ya. Dia tidak berbicara secara jujur dan benar kepada rakyatnya, kepada umatnya. Ini juga yang tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian yang ketiga, wailun mustakbirun.
(06:47) Dan keluarga yang sombong, keluarga miskin tapi sombong, angkuh ya, tidak tahu dirinya bahwa dia adalah seorang yang fakir, atau keluarga yang miskin. Tapi bicaranya masyaallah ya selalu tinggi bicaranya ya menunjukkan keangkuhannya dan takaburnya ya. Nauzubillah minzalik.
(07:13) Nah, tiga golongan yang disebutkan dalam hadis ini ya ini adalah nanti di hari kiamat kelak mereka itu tidak akan di ee ajak bicara oleh Allah Subhanahu wa taala. La yukallimuhum yaumalqiamah. Allah tidak akan bicara dengan mereka di hari kiamat kelak. Ini menunjukkan ke kemarahan Allah ya kebencian Allah kepada mereka. Makanya Allah tidak berbicara dengan mereka.
(07:40) Kemudian dan juga Allah tidak membersihkan mereka, tidak mensucikan mereka karena mereka ee tentu berbuat dosa ya, namun mereka tidak bertobat pada Allah azza wa jalla ya, sehingga Allah tidak mensucikan mereka. Kemudian yang e juga Allah tidak akan melihat mereka ya melihat dengan penglihatan yang penuh kasih sayang, penuh rahmat ya mereka tidak akan dilihat oleh Allah azza wa jalla. Nauzubillah minzalik. Ya.
(08:08) Jadi hadis ini tentu memberikan kepada kita ya pelajaran-pelajaran penting. Di antaranya adalah yaitu e atarhib aniz zina yaitu peringatan Allah Subhanahu wa taala kepada ee umat ini ya atau peringatan Rasulullah sahu alaihi wasallam terhadap umat ini dari berbuat zina ya.
(08:35) Apalagi orang yang sudah tua ya, yang sudah sepuh ya itu kalau masih berzina nauzubillah minzalik ini tentu perbuatan yang sangat tercela makanya dibenci oleh Allah Taala ya dan juga dibenci oleh manusia. Karena orang yang tua tapi masih berzina berarti dia tidak mengetahui dirinya ya bahwa dia telah mendekati ajalnya ya sudah mendekati ee kematiannya ya namun dia tetap belum tidak bertobat dan tidak berhenti dari perbuatan zina ya naudubillahi minzalik.
(09:10) Kemudian juga hadis ini memberikan pelajaran kepada kita tentang ee ketika e Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan syikhun zanin orang tua yang berzina ini bukan berarti kemudian bahwa orang yang muda boleh berzina tidak. Tetap tidak dibenarkan ya dan Allah Subhanahu wa taala telah mengingatkan dalam Alquranul Karim walaqina ya. Dan janganlah kamu mendekati perbuatan zina.
(09:39) Innahu fahisyatan wasila. Karena perbuatan zina itu adalah ee perbuatan yang keji dan jalan yang ee buruk, jalan yang jelek. Ya. Oleh karena itu ee ayat yang disebutkan dalam surah Al-Isra tersebut ini mencakup semua, baik yang tua maupun yang yang muda tetap dilarang mendekati perbuatan zina, yaitu mendekati sebab-sebab perbuatan zina.
(10:13) Jadi ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan di sini sikhun zanin, orang tua yang berzina ini bukan berarti kemudian bahwa yang muda itu dibolehkan. Nah, tidak tetap tidak dibenarkan ya. Karena perbuatan zina adalah perbuatan yang keji, perbuatan yang tidak diterima oleh ya fitrah manusia yang suci ya. Jangankan dengan berdasarkan dalil Quran dan sunah, fitrah manusia yang suci tidak menerima perbuatan zina itu.
(10:37) Dia menolak ya karena ini perbuatan yang keji, yang berdampak buruk ya bagi pelaku atau orang yang melakukan perzinaan tersebut. Kemudian hadis ini juga memberikan kepada kita ya pelajaran tentang bahayanya seorang penguasa yang dia adalah pendusta. Jadi kadzab di sini bukan sekedar berdusta. Kalau seorang berdusta atau berbohong itu mungkin satu dua kali dia berbohong.
(11:11) Tapi kadzab di sini menunjukkan apa? Bahwa dia orangnya memang tukang bohong. Ya, ini kalau tidak bertobat pada Allah azza wa jalla ya dan tidak minta ampun pada Allah subhanahu wa taala maka dia termasuk golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah azza wa jalla di hari kiamat kelak dan dia ee tidak dilihat oleh Allah taala dan tidak disucikan oleh Allah subhanahu wa taala dari doa-dosanya ya.
(11:38) Karena memang ee ee penguasa yang yang baik ya, penguasa yang adil itu adalah sesuatu yang menjadikan dia itu mulia. Namun kalau penguasa itu pendusta bisanya hanya bohong, bisanya hanya dusta kepada rakyatnya, ya kepada umatnya, ini adalah suatu perbuatan yang amat jelek, amat buruk. Ya. Maka dari itu dalam hadis tentang tujuh golongan yang mereka akan mendapatkan naungan di hari kiamat kelak ya di di hari kiamat kelak ya yang mana pada hari itu tiada naungan kecuali naungan Allah azza wa jalla ya. Nah, orang pertama yang disebutkan oleh Nabi
(12:19) sallallahu alaihi wasallam ya yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat kelak pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah pada hari itu. Yang pertama disebutkan dari tujuh golongan itu adalah imamun adilun atau al imam al adil.
(12:39) Seorang imam pemimpin yang adil ya, pemimpin yang jujur, pemimpin yang tidak berdusta, pemimpin yang memperhatikan rakyatnya dan umatnya. Ya, dia meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dia melakukan keadilan baik kepada keluarganya ataupun kepada rakyatnya. Semua di dalam hukum itu saja. Ya, karena imam yang adil ya manfaatnya besar bagi orang banyak. Nah, maka dari itu dia adalah orang pertama yang disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya yang akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah pada hari tersebut. Nah, ini juga peringatan bagi para pemimpin ya, baik yang paling
(13:22) tinggi ataupun yang juga di bawah mereka agar jangan menjadi orang yang banyak dustanya ya. Tapi katakanlah yang jujur kepada umat, kepada rakyat, ya. Jangan sampai berdusta ya atau apa ee membuat penipuan-penipuan, bicara dusta, janji-janji palsu dan dusta kepada rakyat atau kepada umat. Kemudian juga hadis ini memberikan pelajaran kepada kita tentang ee agar kita yakni e atarhib an istigbar ya.
(14:00) Jangan ee agar seorang ee ee jangan sampai dia itu ee ber apa bertakabur ya, apalagi orang yang miskin ya. Jangankan orang miskin, orang yang kaya takabur pun sesuatu yang di yang tercela ya. Nah, apalagi orang yang miskin gak punya apa-apa tapi masyaallah ya omongannya tinggi kemudian sombong menolak kebenaran. merendahkan orang lain ya. Nauzubillah. Ini sifat yang sangat tercela ya.
(14:34) Sifat yang sangat tercela. Dia butuh tapi dia sombong. Nauzubillah minzalik. Lalu manusia apa yang disombongkan oleh manusia? Ya, apa yang kita miliki? Kita lahir tidak punya apa-apa. Kemudian Allah memberikan semua nikmat yang ada pada kita ya. Lalu apa yang kita sombongkan, apa yang kita angkuhkan, semua ini toh dari Allah Subhanahu wa taala.
(14:56) Maka dari itu orang yang selalu bersyukur, orang yang selalu berterima kasih ya ini adalah orang-orang yang ya akan diberi tambahan nikmat oleh Allah Subhanahu wa taala. Lain syakartum laidannakum. Ya, jika kalian bersyukur niscaya aku benar-benar akan menambah pada kalian. Yaidannakum kafartum.
(15:21) Namun jika kalian kufur kepada nikmatku innaabiadid. Sesungguhnya azabku kata Allah Taala adalah azab yang keras. Ya. Maka marilah kita menjadi hamba-hamba Allah yang tawadu. Ya, orang yang tawadu itu dicintai Allah dan dicintai oleh manusia. Ya, sebaliknya orang yang kibir, yang sombong, yang engkuh, ya, apalagi tidak punya apa-apa ya, maka ini dibenci oleh Allah dan dibenci oleh manusi manusia.
(15:56) Ya, oleh karena itu, mari kita sebagai seorang beriman kepada Allah, apalagi orang yang mau menuntut ilmu, sikap tawadulah ya. Apa yang Anda sombongkan? Toh Anda menjadi sesuatu karena faktor banyak hal. Pertama dari Allah Subhanahu wa taala, kemudian juga dari orang-orang lain ya yang telah memberikan peluang kepada Anda untuk menjadi orang yang mulia, orang yang terhormat.
(16:20) Lalu apa yang Anda sombongkan? ya, apa yang disombongkan ya. Jadi ini satu hal yang ee atau peringatan yang keras dari Nabi sallallahu alaihi wasallam tentang tiga golongan yang mereka tidak akan diajak bicara oleh Allah azza wa jalla di hari kiamat kelak. Allah tidak mensucikan mereka dan tidak pula melihat kepada mereka dengan pandangan kasih sayang dan rahmat Allah kepada hamba-hamb-Nya.
(16:52) Kemudian hadis yang berikutnya, wa anhu radhiallahu anhu dan juga dari Abu Hurairah radhiallahu anhu q beliau berkata, qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Saihanu wa ju wal furatuil kullun min anharil jannati yaun Ya. Jadi, asaihan waaihan ini yang dimaksud adalah ee dua ya dua sungai ya yang besar ya.
(17:32) Dua sungai yang besar ya sungai Saihan dan Jaihan ini disebutkan oleh para ulama adalah dua sungai yang berada di Armenia ya. di Armenia ini. Kemudian wal furat wil dan juga ada sungai yang lain yaitu sungai furat. Alfurad yaitu sungai ER ya.
(18:01) W Nil ya sungai Nil ya itu ada di Irak dua sungai se Nil di Mesir ya sungai Nil itu di di Mesir dan juga di Sudan itu mengalir dari aliran dari ee Ethiopia. Jadi ee alfurad disebut dengan ee dengan ya sungai Efrad dan ee ada lagi sungai lain di negeri Irak namanya sungai ee Dujlah atau Tigris ya. Sungai Tigris ini dua sungai yang ada di Irak. Kemudian Wil ya kullun min anharil jannah.
(18:31) Demikian pula sungai Nil semua semuanya ini ya empat sungai ini disebutkan adalah dari sungai dari ya alirannya itu dari sur dari surga. Hadis riwayat Imam Muslim di dalam sahihnya. Nah, Saihan dan Jaihan ini disebutkan adalah dua sungai terpenting di Asia Tengah ya. Seihan dan Jaihan ini dua sungai penting ada di Asia di Asia Tengah.
(19:06) Sumbernya itu dari gunung di Tojikistan. Sumbernya dari gunung yang berada di Tojikistan dari ketinggian 2.900 m ya di atas permukaan laut. Ini ini Saihan dan Jaihan ya. Ini menunjukkan tentang ciptaan Allah subhanahu wa taala. Allah azza wa jalla menciptakan apa yang Allah kehendaki. Dan dengan rahmatnya karunianya Allah ya memberikan kepada manusia apa yang mereka butuhkan.
(19:35) Di antaranya adalah yang terpaling penting yang dibutuhkan oleh manusia adalah air. Ini salah satu hal yang sangat pokok, sangat dibutuhkan, sangat darurat dalam kehidupan ya para hamba Allah ya di muka bumi ini. Makanya Allah anugerahkan ee kepada mereka di bumi ini air baik dari sungai maupun dari ee dengan turunnya hujan ya. Illahilamdu aalan wa akir.
(20:09) Maka segala puji hanya milik Allah dari yang pertama sampai yang terakhir ya. Semua pujian hanya untuk Allah Taala dan tiada akhirnya kita memuji Allah azza wa jalla dan berbagai nikmat yang Allah anugerahkan kepada hamba-hamb-Nya. Nah, hadis ini ya ketika an Nabi alaihiatu wasalam menyebutkan waaihan wal furat wilun min aril jannah.
(20:32) Dua sungai yang berada di Asia Tengah. Demikian pula sungai Efrat, sungai Nil dan sungai Nil semua ini termasuk dari sungai-sungai sur dari yang sumbernya dari surga. Ini hal yang harus kita beriman kepadanya. Tidak usah kita takwilkan kepada hal-hal yang kita tidak mampu untuk memahaminya.
(20:55) Ya, inti berita dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ya yang diriwayatkan Imam Muslim ya. Dan berita ini sahih, berita ini benar. Maka kewajiban kita adalah beriman kepada apa yang diberitahukan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam selama hadis itu adalah hadis yang sahih. Ya.
(21:21) Jadi tidak usah menyelidiki ya kira-kira dari mana sumbernya dari surga bagaimana cara turunnya dan seterusnya. Ini bukan ee ee ini semua di luar kemampuan akal-akal kita ya. Tapi yang jelas kita beriman kepada apa yang disampaikan oleh an Nabi alaihialatu wasalam. Fahodqul masduq. Beliau adalah orang yang benar dalam perkataannya.
(21:42) Seorang yang dibenarkan semua perkataannya selama perkataan itu benar-benar datangnya dari beliau sallallahu alaihi wa alihi wasallam secara benar. Kemudian hadis ini juga menjelaskan kepada kita ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kullun min anharil jannah. semua sungai-sungai itu ya dari surga. Ini menunjukkan bahwa surga sudah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala sebagaimana neraka pun sudah diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala.
(22:12) Namun kita tidak mengetahui, kita tidak melihat dengan mata kepala kita. Tetapi kewajiban kita adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam. Dan beriman pada semua berita yang datangnya dari Al-Qur’anul Karim dan dari hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. yang sahihah. Kita wajib beriman kepadanya. Ya. J.
(22:33) Surga dan neraka itu sudah diciptakan oleh Allah Taala. Dan ini pendapat ahlusunah wal jamaah berdasarkan dalil-dalil Quran dan sunah. Ya. Adapun Muktazilah dan yang sejalan dengan mereka, mereka itu tidak percaya atau mengingkari bahwa surga dan ee neraka itu sudah diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Itu diingkari oleh mereka ya. Aljahmiyah ya.
(23:00) Muktazilah dan yang sepaham dengan mereka. Kemudian hadis ini juga menjelaskan kepada kita bahwa sungai-sungai ini artinya memberikan keberkahan ya. Banyak membantu manusia ya dalam apa perdagangan mereka dan pertanian mereka ya. Ini dari empat sungai ini ya banyak memberikan keberkahan ya sangat bermanfaat ya. terutama mereka yang hidup di ee tepi aliran sungai-sungai tersebut.
(23:30) Ya, mereka diberikan oleh Allah Taala keberkahan dalam arti bahwa air dari sungai-sungai ini dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, untuk kepentingan manusi manusia. Kemudian juga hadis ini yang menjelaskan kepada kita bahwa ee hadis ini menjelaskan kepada kita tentang e keiman ee ee berita dari Nabi sallallahu alaihi wasallam ini ya agar kita beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam ya yang mana ee semua yang disampaikan oleh Allah dan rasul-Nya adalah hak dan adalah benar. Kemudian hadis yang berikutnya,
(24:15) wa anhu juga dari Abu Hurairah radhiallahu anhu q beliau berkata, “Akhaza Rasulullah sallallahu alaihi wasallam biyadi.” Ya, pernah suatu ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memegang tangan Abu Hurairah. Ya, menggandeng tangan Abu Hurairah. faqal lalu beliau bersabda, “Ya khalaqallahu turbata yaumas.
(24:46) ” Allah menciptakan ya tanah itu pada hari Sabtu. Walaq fial jibal yaumal ahad. Dan Allah menciptakan di bumi ini. Jadi Allah menciptakan bumi itu di hari Sabtu. Kemudian Allah menciptakan gunung-gunung di bumi ini pada hari Ahad. Dan Allah ciptakan eh tumbuh-tumbuhan tanaman di bumi ini pada hari Senin. Dan Allah menciptakan hal-hal yang tidak disenangkan ya tidak hal-hal yang dibenci itu pada hari Selasa.
(25:31) Kemudian kemudian Allah menciptakan cahaya di hari Rabu. Dan Allah eh menciptakan dan menebarkan ya binatang-binatang itu di hari Kamis. Q adama shallallahu alaihi wasallam baal asr min yaumil jumuati fi akiril khqi fi akiratin minhar final asri lail. Kemudian dan Allah menciptakan Adam ya, Adam Alaih Salam yaitu pada hari Jumat setelah salat Asar ya pada saat-saat terakhir siang hari Jumat tersebut ya. Di antara Asar dan di antara magrib ya.
(26:25) Di antara asar dan di antara terbenamnya mata matahari. Hadis ini juga hadis sahih riwayat Imam Muslim dalam sahihnya. Ya. Dan hadis ini juga berita tentang Allah Taala menciptakan ya atau ee menciptakan apa yang ada di bumi ini, menciptakan bumi dan apa yang ada di bumi ini pada hari-hari tersebut ya masing-masing pada harinya. Dan kita wajib beriman ya di sini disebut ada tujuh tujuh hari ya ada tujuh hari.
(27:00) Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, e Kamis dan Jum Jumat ya sebutkan ada tujuh hari ya. Dan hari-hari ini sebagaimana disebutkan oleh para ulama ya, ini adalah bukan hari yang ketika Allah ciptakan langit dan bumi ya secara menyeluruh fi sittati ayyam pada 6 hari. Ya, ini hari-hari ini beda dengan yang disebutkan dalam surah As-Sajdah ya.
(27:31) Pada permulaan surah Assaj Assajdah yang mana Allah Taala menciptakan ee alam semesta ini, langit dan bumi itu pada enam hari. Dan juga disebutkan tentang hari-hari pada Allah Taala ya. Dan disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim ada yang alfu sanatin mimma tauddun ya. Alfasana mimudun.
(28:00) Ada hari di sisi Allah yang dia itu panjangnya ya selama 1000 tahun dalam perhitungan kalian. Ada hari itu di hari kiamat kelakin alan ya fiumin miqdar alfan. Itu di hari kiamat kelak yaitu satu hari di sana itu 50.000 tahun ya. Jadi kita ini wajib beriman kepada apa? Ayat-ayat dan hadis-hadis ini dan kita tidak apa tidak perlu mempertentangkannya ya. Karena Allah Subhanahu wa taala dia menciptakan dia berbuat apa yang dikehendakinya.
(28:37) Tidak ada yang bisa menghalangi Allah Subhanahu wa taala. Ya. Yang menentukan hari-hari itu juga Allah ya. bulan-bulan misalnya bulan di apa dengan perputaran perputaran matahari dan perputaran ee perputaran ee bulan ya itu ada 12 bulan ya. Inna idatur indallahi ya asar syahron.
(29:08) Sesungguhnya bilangan bulan ya di sisi Allah Taala ketika Allah ciptakan langit dan bumi ini ada 12 12 bulan. Allah yang menentukan semuanya. Maka ayat-ayat dan hadis-hadis ini tidak bertentangan. Jangan dipertentangkan ya. Karena akal kita tidak sampai ke sana ya. Kita sedang berbicara tentang zat yang maha kuasa dan semua perbuatan-perbuatannya.
(29:33) Maka 6 hari yang Allah ciptakan langit dan bumi itu bukan 7 hari yang disebutkan dalam hadis hadis ini sebagaimana disebutkan oleh para para ulama. Maka tidak ada pertentangan sama sekali ya antara ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi sallallah alaihi wasallam yang menyebutkan atau yang disebutkan padanya bahwa Allah mencipta atau memakmurkan bumi ini ya dan semua ciptaannya selama tuuh 7 hari. ini tidak bertentangan dengan penciptaan langit dan bumi selama 6 masa atau 6 hari.
(30:02) Kemudian hadis yang berikutnya ya, bahwa hadis yang ee kita dengar tadi itu adalah hadis yang menjelaskan tentang keekwajiban kita untuk beriman kepada apa yang disampaikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. juga hadis ini menjelaskan pada kita tentang keutamaan hari Jumat ya. Hari Jumatah hari diciptakannya Adam alaihi salam ya setelah salat antara di akhir hari Jumat ya sampai ee sampai menjelang terbenamnya mata matahari dan kita dianjurkan untuk memperbanyak doa ya di hari Jumat terutama setelah salat asar
(30:44) sampai menjelang terbenamnya matahari. Karena di saat itu ada doa-doa yang dikabulkan ya oleh Allah Subhanahu wa taala. Dikabulkan permohonan seorang hamba ee di saat tersebut. Nah, ini menunjukkan keutamaan hari Jumat dan kita beribadah pada Allah Taala disebutkan ya bahwa kita beribadah di untuk kaum mukminin yaitu di hari Jumat salat berjamaah salat Jumat ya.
(31:14) orang-orang Yahudi pada hari Sabtu, orang-orang ee Nasrani pada hari Ahad, dan kaum muslimin dipilih oleh Allah Taala yaitu hari Jum hari Jumat. Ya, ini satu keutamaan bagi umat ini sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis yang lainnya. Kemudian hadis yang berikutnya, waan Abi Sulaiman Khalid ibnil Walid radhiallahu anhu qal ya. Dan dari Abu Sulaiman.
(31:41) Abu Sulaiman ini adalah nama panggilan dari Khalid Ibnul Walid ya, yang disebut dengan pedang Allah yang terkhunus ya Khalid Ibnul Walid. Ya, dari Abu Sulaiman Khalid bin Alwalid radhiallahu anhu q beliau berkata, asf yaqadiun [Tepuk tangan] yamatun rawahulu. Ya, hadis riwayat Imam albukhari kata Khalid ibn Walid ya.
(32:25) radhiallahu anhu telah terpatah ya pada waktu perang Muktah berapa pedang? Sembilan pedang ya terpatahkan ketika perang perang Mukta. Lalu kata Khalid ibn Walid, yamiah, maka tidak ada yang tersisa pada aku ketika itu karena semua pedangnya sudah patah. Yang tersisa hanya sahifah Yamanih, lempengan besi ya yang itu merupakan produk dari ya Yaman ya.
(33:07) Nah, hadis ini menjelaskan kepada kita tentang bagaimana atau menggambarkan pada kita tentang keberanian ya Khalid Ibnu Walid ya radhiallahu anhu ya. Bagaimana ke keberanian beliau dan kepandaian beliau dalam peperangan ya. Semua perang yang dipimpin oleh Khalid ibn Walid tidak pernah terkalahkan.
(33:33) Ya, ini menunjukkan ya ee keutamaan Khalid Ibnu Walid radhiallahu taala anhu ya. Maka ee hadis ini menjelaskan kepada kita tentang ee apa ee keberanian Khalid ibn Walid, tentang kekuatan beliau ya, fisik beliau dalam dalam peperangan ya. Kemudian juga menjelaskan kepada kita ee bahwa beliau adalah orang yang tetap pendiriannya ya, tidak lari dari peperangan ya.
(34:08) Tidak pernah lari dari peperangan beliau ya. Makanya beliau menyebutkan dalam hadis ini sampai sembilan pedang terpatahkan pada perang perang Muktah. Ya, ini menunjukkan ke kekuatan beliau kemudian tsabat keteguhan beliau dalam membela agama Allah Subhanahu wa taala. Makanya disebutkan oleh Nabi alaihiatu wasalam dalam hadis riwayat Imam Ahmad bin Hambal tentang Khalid ibn Walid bahwa Khalid saifun min suyufillahi azza wa jalla.
(34:51) Ya, beliau adalah ee ibaratnya salah satu pedang di antara pedang-pedang Allah. Ya, ini merupakan ya keutamaan yang diberikan oleh Allah dan rasulnya sallallahu alaihi wasallam kepada Khalid Ibnu Al-Walid. Ya. Kemudian juga hadis ini menjelaskan pada kita ketika perang Muktah misalnya itu betapa kaum muslimin mereka itu apa? Teguh dalam peperangan ya.
(35:27) Karena yang mendorong mereka berperang dan kebagi apa keberanian mereka dalam berperang ketika itu. Karena Allah menjanjikan dua hal kepada mereka ya. Kalau di dunia ya itu harta rampasan ya. Ini perjuangan di jalan Allah Subhanahu wa taala. Sedangkan kalau mereka terbunuh ya dalam peperangan, maka dijanjikan surga oleh Allah Taala karena mereka mati syahid.
(36:00) Ya. Nah, ini orang-orang yang betul-betul berjihad di jalan Allah Subhanahu wa taala. Yang namanya fisabilillah itu adalah dalam rangka li kalimatillah untuk menolong agama Allah ya. meninggikan agama Allah ya untuk ee memenangkan agama Allah Subhanahu wa taala. Makanya orang yang mati dalam peperangan tersebut ini adalah orang yang betul-betul mereka ee mendapatkan anugerah dari Allah azza wa jalla ya. Anugerah ampunan Allah, surga Allah ya.
(36:39) Kecuali hutang piutang. Orang yang mati syahid tetap akan ditanya hutang piutang. Ya, ini menunjukkan bahwa hak manusia harus dipenuhi. Hak manusia hendaknya di dipenuhi. Jangan sampai di dibiar apa di tidak dibayar haknya manusia. Ya, termasuk hutang-putang ya. Ini jangan sampai digampangkan, jangan sampai diremehkan.
(37:04) Seorang yang mati syahid pun apabila dia ya punya hutang maka tetap dia ditagih. Ya, kalau meninggal maka ditagih kepada ahli warisnya ya. Kalau tidak dibayar tetap ada tagihan di ak di akhirat. Makanya kaum muslimin, kaum muslimat rahimakumullah, jangan gampangkan masalah hutangputih ya.
(37:34) Ya, tidak dilunasi di dunia ini, maka nanti di akhirat akan ditagih olehem pemiliknya. Oleh karena itu kita hendaknya ya jangan menggampang-gampangkan meremehkan masalah hutang-putih. Ya, ini masalah berat bukan masalah ringan. Kalau di akhirat bayarannya pakai amal saleh ya. Kalau di dunia masih bisa bayar dengan duit tetapi di akhirat tidak.
(38:03) di akhirat bayaran hak-hak manusia itu dengan dalam bentuk amal saleh. Kalau amal saleh seorang habis untuk membayar orang-orang terzalimi di dunia ini, maka diambil dari dosa-dosa mereka. Orang-orang yang terzalimi itu dipikulkan kepada orang yang masih punya beban ya, belum bayar ya kewajibannya ya kepada hamba-hamba Allah di akhirat kelak.
(38:32) Kemudian orang itu dilemparkan dalam api neraka. Nauzubillah minzalik. Ya. Jadi ini berkaitan dengan hak-hak manusia. Jika tidak diselesaikan di dunia ini, maka nanti di akhirat penyelesaiannya ya. Dan penyelesaian di dunia di akhirat ya jauh lebih berat daripada di dunia ini ya. Maka jangan kita gampangkan termasuk masalah warisan, hutang-putang ya pinjam meminjam jangan sampai digampangkan di dunia ini ya.
(39:09) Apabila kita tidak selesaikan di dunia, akan diselesaikan di akhirat jika orangnya tidak maafkan. Tetapi kalau orangnya memaafkan ya itu insyaallah selamat ya. Jadi intinya bahwa agar kita berhati-hati berkaitan dengan masalah ya hak-hak manusi manusia. Kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita tentang banyaknya orang yang meninggal pada waktu perang Muktah ya.
(39:43) Karena dipimpin oleh Khalid Ibnu Walid ya setelah tiga orang sebelumnya gugur dalam peperangan. Kemudian dipimpin oleh Khalid Ibnu Walid. Dan perang itu menunjukkan banyaknya kaum ee kufar yang mati ketika itu dari orang-orang Romawi. Kemudian hadis yang berikutnya, wa Amr ibnil Ash radhiallahu anhu qal.
(40:15) Ya, dari Amr ibnul Ash radhiallahu anhu, beliau berkata, “Anahu sami Rasulullah sallallahu alaihi wasallama yaakul.” bahwa beliau mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kakamal hakimu fajtahada tumma asoba falahu ajrani wain hakama wtahada faak falahu ajrun.” Hadis muttafa alaih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
(40:52) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jika seorang hakim dia memutuskan ya ee ee satu perkara dan dia berijtihad dalam perkara tersebut, ya, lalu ijtihadnya itu tepat, maka dia mendapat dua pahala. Tetapi kalau dia ya menetapkan memutuskan satu perkara dan dia berijtihad tapi ijtihadnya keliru, ijtihadnya salah ya artinya putusannya keliru, tapi dia berijtihad dalam saat pada saat itu, maka pahalanya hanya sahalanya hanya satu. Hadis riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim. Tayib.
(41:44) Nah, hadis ini menjelaskan kepada kita ya tentu yang pertama kali adalah dalam masalah berkaitan dengan ya seorang qadi atau hakim dalam menghukumi satu perkara ya dan itu dijalankan dengan ee syariat Islam ya karena syariat Islam itu paling paling adil ya. Tidak ada yang lebih adil dari hukum Allah dan Rasul-Nya sallallahu alaihi wasallam ya.
(42:11) Tidak ada yang lebih adil dari apa yang ditetapkan. Allah dan Rasul-Nya dalam syariatnya. Ya, ini yang terbaik. Kemudian ee tidak semua perkara itu ada dalilnya. Karena kalau hal-hal yang sudah jelas dalilnya, sudah ada Qurannya, sunahnya, maka tentu itu akan di apa namanya? akan di ee diputuskan sesuai dengan putusan ya yang diputuskan Al-Qur’an dan sunah.
(42:48) Namun ada perkara-perkara itu yang tidak semua ada dalam Quran dan sunah. Artinya ee hal-hal yang mungkin yang baru yang terjadi, kasus-kasus yang mungkin juga agak sulit untuk diputuskan. Nah, di sini membutuhkan ijtihad. seorang hakim ya itu dia berijtihad dan dia berupaya semaksimal mungkin ya untuk memutuskan dalam perkara itu ya secara adil.
(43:21) Nah, kalau putusan itu benar dengan ijtihadnya tadi, dia putuskan ya bahwa putusan ya atau dia menangkan salah satu dari dua orang berselisih misalnya dan dia ijtihad dalam masalah yang diperselisihkan tadi ya ijtihadnya tepat maka dia mendapat dua pahala. Tetapi kalau dia ijtihad namun keliru dalam penetapannya, ya maka dia tetap mendapat pahala. Tapi hanya satu karena dia sudah bersungguh-sungguh.
(43:56) Ya. Sama halnya misalnya seorang kadang-kadang ee apa seorang muslim atau seorang ustaz didatangi oleh misalnya suami istri yang berselisih atau dua orang bersaudara yang berselisih. Nah, ini tentu juga dia harus bersikap menengah, bersikap adil. Ya, dia betul-betul mempelajari ya apa sebab pertikaian suami istri, apa sebab pertikaian dua orang yang bersaudara itu.
(44:30) Apa sebabnya? Kemudian dia mencari jalan yang ter yang terbaik. Walaupun ini bukan masalah ee hukum di apa di pengadilan. Tidak. Tapi terkadang memang ada masalah-masalah keluarga, masalah-masalah dua orang bersaudara yang mereka berselisih karena satu hal ya, maka ee itu kembali kepada ee orang yang memutuskan satu masalah ya. Dan ini terja terjadi.
(45:01) Nah, ini perlu kehati-hatian ya. seorang yang yang dia misalnya ada dua orang suami dan istri berselisih tidak boleh hanya mendengar dari satu pihak, harus juga mendengar dari pihak yang lainnya ya. Harus mendengar dari pihak yang lainnya sehingga ketika dia meletakkan atau akan memberikan satu apa? Satu putusan atau satu nasehat itu supaya mengena, tidak terkesan.
(45:34) dia membela si suami atau membela si istri, tidak. Tapi letakkan sesuatu pada tempatnya. Nah, ini semua bisa terjadi kalau seorang itu mendengar dari dua belah pihak. Tetapi kalau mendengar hanya dari satu pihak itu terkadang juga salah dan keliru. Ya, salah dan keliru. Makanya seorang yang mendamaikan misalnya mendamaikan dua orang yang berselisih ya hendaknya dia mendengar dari dua dua belah pihak.
(46:01) Kemudian hadis ini juga memberikan ya ee pelajaran kepada kita bahwa pada hakikatnya kebenaran itu satu ya. Makanya disebutkan dalam hadis ini kalau satu orang hakim dia berijtihad dalam memutuskan satu perkara ya dan perkara itu atau putusannya itu benar tepat ya maka dia mendapat dua dua pahala.
(46:35) Tetapi kalau dia keliru dalam putusannya ya salah dalam putusannya dia mendapat satu pahala itu pahala ijtihadnya. Ya, pahala ijtihadnya. Nah, ini menunjukkan bahwa kebenaran itu satu ya. Tidak bisa kebenaran itu dua atau tiga. Kebenaran itu satu. Nah, kemudian hadis ini juga menjelaskan pada kita bahwa ijtihad ini sesuatu yang masih terbuka sampai kapanpun. Artinya terbuka bagi umat ini ya.
(47:11) perkara-perkara ya apalagi di zaman kita ini misalnya apa namanya ada ee penemuan-penemuan baru, perkara-perkara yang baru yang dulu tidak pernah ada di zaman dahulu. Sekarang ini berkembang zaman itu ya berkembang ya. Sehingga mungkin saja seorang itu mungkin salah atau keliru, maka dia perlu apa? Seorang hakim perlu ijtihad. Sekarang ada jual beli online.
(47:38) Zaman dahulu tidak ada jual beli itu langsung misalnya ya. Itu pun ada pembicaraan para ulama tentang apa hukum jual beli online. Itu ya ada syarat-syaratnya. Nah dan juga terkadang itu sudah dijelaskan oleh sebagian ustaz ya yang membidangi bidang ini ya. Silakan tanyakan pada mereka. Dan tidak sedikit orang tertipu dari jual beli online itu barang yang ditunjukkan beda ya dengan yang dikirimkan. Ini juga terjadi.
(48:13) Ini juga perkara namanya. Sebetulnya demikian ya. Tidak ada penemuan-penemuan atau hal-hal yang terjadi di zaman kita ini yang dia memerlukan ijtihad dari seorang alim dalam masalah ini ya. sehingga dia putuskan kebolehannya dan atau tidak bolehnya. Maka ijtihad itu selalu berkembang atau ditetapkan oleh agama Allah ya sampai kapanpun.
(48:42) Selama ada hal-hal yang memang ee baru misalnya maka dia itu dengan ijtihad. Namun ijtihad itu tentu tetap ber bersandar pada Al-Qur’an, bersandar pada hadis-hadis Nabi alaihi wasallam, bersandar kepada qawaid-qaid, kaidah-kaidah yang baik itu kaidah ushul fikih atau kaidah-kaidah fikiyah ya yang disimpulkan dari Quran dan hadis ya itu tidak luput dari dari itu semuanya ya.
(49:16) Jadi bukan hanya dengan murni pendapat dari kepa kepala seseorang, tidak. Kemudian hadis yang berikutnya ya kata Imam an-Nawawi rahimahullah taala, waan Aisyata radhiallahu anha. Dari Aisyah Ummul Mukminin ya radhiallahu anha beliau berkata anan Nabi shallallahu alaihi wasallam q bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda ya alhumma min faihi jahannama faabrida bilma hadis muttafaqun alaih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ya Jadi ee kata Nabi alaihialatu wasalam bahwa sakit demam ya panas ya ketika naik suhu badan yang panas dalam diri seorang yang terkena penyakit demam ini bahwa demam itu adalah min faihi jahanam
(50:20) itu dari apa? Uapasnya neraka jahanam. Faabridauha bilma. Kata Nabi alaihi wasalam, maka dinginkanlah demam itu dengan a dengan air ya. Dinginkan dengan air ya. Jadi ee juga disebutkan dalam hadis yang lain ya tentang penyakit demam ini yaitu naiknya suhu badan pada seorang yang terkena demam ini.
(51:03) kata Nabi alaihi wasalam, “Alhumma haddul mukmini minanar yaumalqiamah.” Bahwa ee demam itu adalah merupakan bagian yang didapati oleh seorang mukmin dari panasnya api neraka di hari kiamat. Ya, artinya kalau dia sudah mendapatkan di dunia semoga diselamatkan di akhirat kelak ya. Semoga diselamatkan di akhirat kelak.
(51:35) Jadi intinya bahwa hadis ini menjelaskan pada kita ya ee salah satu metode pengobatan nabawi ya. Seorang yang terkena demam ya itu bisa dia ee dia meletakkan misalnya air yang dingin ya pada di wajah orang yang demam itu ya. Itu yang dikenal dengan di kompres. Ya, itu jadi bukan dimandikan ya, tapi diupayakan dikompres ya. bisa jadi mungkin ditaruh di kepalanya atau di wajahnya atau juga mungkin di bawa apa di bawah tangannya kadang-kadang juga demikian untuk mendinginkan ee suuban yang tinggi.
(52:17) Dan ini tentu para dokter lebih memahami tentang masalah ini. Tapi intinya bahwa hadis ini menjelaskan kepada kita bahwa penyakit demam itu adalah ya disebabkan karena panasnya api neraka. Kita tidak usah bayangkan, kita tidak usah banyak berpikir gimana sih, gimana sih, gak usah. Intinya ini berita dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang harus kita beriman ya.
(52:41) Dan semoga orang yang misalnya diuji oleh Allah Taala dengan penyakit ini semoga dia mendapatkan ampunan Allah azza wa jalla ya. Dan diselamatkan dari azab Allah subhanahu wa taala di akhirat kelak. Ini hadis tentang ee huma ya, penyakit demam. yang dia merupakan ee hawa panas dari panasnya neraka jahanam.
(53:08) Dan metode untuk mendinginkannya disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, faabridauha bil ma. Dinginkanlah dia dengan air. Ya, diinginkanlah dia dengan air. Kemudian hadis yang berikutnya wa anha juga dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha beliau berkata, “Anin Nabi shallallahu alaihi wasallam qari Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau bersabda, manta alaihiumun soma anhu waliyuhu.
(53:45) ” Ya, barang siapa yang dia meninggal ya dan dia mempunyai tanggungan puasa yang harus dia lakukan tapi dia meninggal maka ya hendaknya ya walinya yang menggantikan puasa itu. Hadis muttafaqun alaih. Nah, masalah ini pada hakikatnya ada terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama-ulama fikih ya. Sekarang misalnya ada seorang yang sakit di bulan Ramadan ya.
(54:26) Tanggal 1 Ramadan sakit ya, sampai tanggal 10 Ramadan dia meninggal. orang ini tanggal satu sakit, tanggal 10 meninggal. Ya, berarti yang wajib bagi dia dari gambaran ini dia berpuasa apa dia ee apa dia berpu ee semestinya 10 10 hari yaitu berpuasa tapi kemudian meninggal. Nah, sekarang permasalahannya apakah ada kewajiban bagi orang ini untuk dia menggantikan puasanya atau oleh walinya? Ya, di sini ada khilaf.
(55:15) Karena orang yang sakit kemudian dia meninggal bahwa puasa Ramadan itu tidak wajib bagi orang ini ya. tidak wajib bagi orang ini. Karena Al-Qur’anul Karim mengecualikan orang yang apa yang yang e apa bahwa Ramadan itu wajib berpuasa bagi seorang muslim muslimah yang telah memenuhi syarat kecuali orang yang sakit diberikan keringanan.
(55:45) Ya. Maka ada sebagian ulama mengatakan yang 10 hari ini digantikan oleh walinya. Ini pendapat sebagian ulama. Sebagian ulama mengatakan tidak, tidak ada kewajiban baginya karena dia sakit. Maka mereka yang yang pendapat yang kedua mengatakan agar orang apa keluarganya itu membayar fidyah saja ya.
(56:15) Tidak mengqada puasa orang ini karena memang dia sakit maka cukup dengan membayar fidyah ya. Dan ini yang lebih lebih tepat. Wallahuam. Yaitu dia keluarganya membayar fidyah untuk orang sakit tersebut dari hartanya. Kalau dia mempunyai harta. Kalau dia tidak punya harta maka dari ee apa namanya? Dari keluarganya ya. Dari walinya atau keluarganya.
(56:45) Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hadis ini puasa orang itu diganti oleh walinya oleh walinya. Ya, sebagian ulama mengatakan ini puasa nazar ya, bukan puasa Ramadan. Puasa Ramadan sudah jelas tadi yang saya sebutkan ya. Dengan membayar fid fidyah. Dengan membayar fidyah.
(57:18) untuk orang yang telah meninggal itu dari puasa yang dia tinggalkan selama 10 10 hari misalnya. Adapun puasa yang digantikan oleh wali orang yang meninggal tadi sebagian ulama mengatakan hanya puasa nazar. Misalnya begini, seorang bernazar apabila rumah saya selesai dibangun, ya saya bernazar puasa 7 hari misalnya. Dan ketika dia bernazar itu ada yang mendengar mengetahui dari keluarganya bahwa orang ini bernazar kalau rumahnya selesai dibangun dia berpuasa selama 7 hari kan betul ya artinya ee rumahnya selesai dibangun tapi dia belum melakukan puasa nazarnya itu. kemudian meninggal
(58:18) ya, rumahnya selesai dibangun dia masih hidup tapi dia belum melakukan nazarnya ya. Sebelum dia melakukan nazarnya dia meninggal orang ini. Nah, dia ini mempunyai hutang 7 hari, 7 hari puasa. Nah, keluarga yang mengetahui hal ini atau walinya itu yang mengqada puasa tersebut. ini tidak bisa dibayar dengan fidyah ya.
(58:50) Puasa nazar itu tidak bisa dibayar dengan fid fidyah ya. Tapi walinya yang tahu keluarganya entah anaknya atau istrinya ya atau siapalah ya dari keluarga itu, itu yang mengqada puasa yang 7 hari ini. Dan ini kelihatan pendapat yang lebih dekat dengan apa sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi puasa yang dimaksud dengan puasa puasa ini yang diqada oleh keluarga itu puasa nazar ya, bukan puasa Ramadan. Kalau puasa Ramadan cukup dengan membayar fidyah.
(59:24) Membayar fidyah bagi orang yang meninggalkan puasa itu. Wallahu taala alam. Baik, kaum muslimin kaum muslimat rahimani warahimakumullah. Ya, setelah ini nanti ada hadis yang agak panjang ya. Insyaallah pada pertemuan yang akan datang kita lanjutkan dan sementara sampai di sini insyaallah dilanjutkan pada kesempatan yang akan datang dan masih ada waktu kurang lebih 10 sampai 15 menit. Bagi yang ingin bertanya silakan bertanya. Wallahu taala alam.
(1:00:00) Jika saya mengetahui menjawabnya. Jika tidak, maka kita kembalikan pada orang yang lebih ahli dan kita kembalikan pada Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam ustaz jazakullah khairan. Barakallahu fikum ustaz atas materi yang langsung sampaikan di kesempatan pagi hari ini.
(1:00:19) Ikhwat Islam azaniallahu wyakum telah kita simak bersama pembahasan dalam kitab Riyadus Shihin dari pembahasan tema hal-hal penting dalam Islam. Dan bagi Anda semuanya yang telah menyimak, mungkin ada pertanyaan yang ingin ada anjukan Anda bisa bertanya langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan melet di 0218236543 dan kami tidak menerima call WA dari nomor yang sama.
(1:00:45) Baik, Ikhwat Islam azani Allahu wyakum kami angkat terlebih dahulu dari penelepon silakan ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak dan berada di mana? Ee dengan saya di Jakarta. Dengan Pak Dedi. Tedi. Pak Tedi. Tendi. Tendi. Iya. Silakan, Pak. Iya. Ee asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah. Eh ee mau menanyakan terkait nazar.
(1:01:15) Nazar ini kan sempat saya pernah mendengar kajian bahwa nazar ini cenderung ee mereka mau menazarkan apabila ee keinginannya terpenuhi. Jadi ini cenderungkan ke arah orang yang pelit ya. Apakah benar seperti itu? Itu aja. Baik, terima kasih Bapak. Pertanyaan cukup Pak ya. I ya. Asalamualaikum warahmatullah.
(1:01:46) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Baik tentang nazar ini ya. Betul apa yang dikatakan oleh Bapak yang bertanya tadi ya. Ibar Bapak disebut oleh Nabi S. Alaih wasallam nazar itu ibarat orang yang pelit ya. Jadi ee karena dia bernazar itu ada seakan-akan ada timbal balik ya.
(1:02:14) Kalau demikian nanti aku akan demikian. Dan nazar ini sebetulnya ya satu hal. Apa sih definisi nazar itu? Nazar itu adalah seorang mewajibkan sesuatu pada dirinya. Sesuatu yang tidak diwajibkan oleh Allah dan rasulnya. Ingat nazar. Dia mewajibkan satu pada dirinya ya. Hal yang tidak diwajibkan oleh Allah dan Rasulnya. Seperti pada contoh yang saya sebutkan tadi ya.
(1:02:40) Apabila rumah saya selesai dibangun, ya saya akan berpuasa, bernazar berpuasa 7 hari ya. Artinya kalau rumahnya tidak selesai kemudian dia meninggal dia tidak ada kewajiban ya. Karena yang dimaksud oleh dia bahwa kalau rumahnya selesai dan dia masih hidup, dia akan ber nazar.
(1:03:05) Sekarang kalau orang itu ternyata belum selesai rumahnya dia meninggal, maka tidak ada kewajiban untuk mengqada puasa orang itu. Ya, jadi ada seakan-akan ada timbal balik ya. Makanya disebut oleh Nabi Sallah Alaih Wasallam dengan istilah bahwa orang yang bernazar itu orang yang pe yang pelit. Tetapi kalau seorang sudah bernazar ya maka dia wajib melaksanakannya. Dan nazar ini pun dalam hal beribadah, dalam ketaatan.
(1:03:32) Bukan nazar dalam maksiat pada Allah Taala. Tidak. Ya. Kalau nazar maksiat pada Allah Taala itu tidak boleh dilakukan. Contohnya seorang bernazar apabila rumah saya selesai dibangun ya, maka saya akan mengadakan atau memberi makan kepada misalnya memberi makan kepada tetangga ya 50 orang dan saya akan memanggil bidu wanita untuk nyanyi di rumah saya.
(1:04:03) Ini tidak boleh dilakukan ya. Yang dilakukan hanya memberi makan 50 orang itu saja. Adapun memanggil gak ini karena artinya hal yang yang merupakan maksiat pada Allah Taala maka tidak boleh dilakukan yang maksiat itu. Tapi dia lakukan yang hanya yang keta ketaatan ya.
(1:04:26) Maka dia hanya wajib memberi makan kepada 50 orang yang sudah dia nazar tadi. Adapun yang maksiat tadi tidak di dilakukannya. Wallahuam. Jadi itu yang ditanyakan tadi bahwa seorang yang bernazar tadi ibarat orang yang pelit karena ada timbal timbal balik yang diinginkan. Kalau begini nanti aku akan begini. Tetapi kalau seorang sudah bernazar dia harus melakukannya. Ya. Ya.
(1:04:47) Karena ini termasuk yang diperintahkan oleh Allah Taala dalam Al-Qur’anul Karim. Ya, disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim tentang nazar ini di dalam surah e Al-Insan Allah Taala berfirman, “Yufuna binrif.” Di antara ciri orang ahli surga itu adalah orang-orang yang memenuhi nazar-nazar mereka karena mereka takut pada hari yang mana pada hari itu yakni keburukan menimpa ya atau menguasai hari itu pada saat tersebut.
(1:05:19) Jadi kalau seorang sudah bernazar, dia tetap wajib untuk melaksanakannya. Ya. Dan nazar yang dimaksud hanya hal-hal yang merupakan ketaatan pada Allah Taala. Kalau nazar maksiat pada Allah Taala itu tidak boleh dilaku dilakukan. Wallahuam. Nah, Ustaz, jazakumullah khairan. Barakallah fikum atas jawaban yang telah antum sampaikan, Ustaz.
(1:05:45) Demikian untuk jawaban Pak yang bertanya tadi dan kita akan angkat pertanyaan berikutnya oleh telepon kembali di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa, Ibu? Dan berada di mana? Ee Ibu Debi berada di Tasik Malaya. Silakan, Ibu Debi. Iya.
(1:06:07) Yang mau kami tanyakan mengenai puasa Ramadan ee yang belum terganti, Ustaz, di masa-masa lalunya. bagaimana untuk menggantinya yang hitungannya tidak ee ingat lagi gitu. Itu tidak menggantikan apa, Bu? Puasa haid. Oh, karena haid dan setelah itu enggak menggantikan karena memang lupa atau sengaja tidak lupa.
(1:06:32) Ya, dari gadis misalnya kita enggak ingat ustaz sampai ee ya bisa gantinya gitu. Baik. Heeh. Cukup Ibu pertanyaannya. Iya. Jadi hitungannya kita lupa gitu, Ustaz. Jadi cara menggantinya gimana? Baik, itu aja, Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan Ustaz.
(1:06:55) Ee yang pertama dari apa yang ditanyakan oleh Ibu Debi ya Tasik Malaya bahwa yang pertama saya harus ingatkan ya kepada kaum muslimin, kaum muslimat secara umum jangan menggampangkan masalah ya puasa terutama puasa di Ramadan tidak boleh seorang menggampangkannya ya harus harus betul-betul dia memperhatikan ya.
(1:07:31) Ini biasanya atau pada umumnya misalnya wanita yang ada datang bulannya biasa mereka libur sampai misalnya 6 hari atau 7 hari. Kewajiban mereka adalah menghitung hari-hari itu. Ya. Jadi bulan ini dihitung aku apa? Datang bulan selama 7 hari. Catat 7 hari. Supaya apa? supaya kita ini ingat bahwa kita mempunyai kewajiban pada Allah Taala.
(1:07:57) Karena puasa di bulan Ramadan salah satu dari rukun-rukun Islam ya yang tidak boleh di diremehkan. Ini peringatan yang harus diingatkan kepada kaum muslimin secara menyeluruh. Demikian pula laki-laki ya. Kadang-kadang ada orang yang gampangkan masalah puasa, ya, diremehkan masalah puasa ini tidak boleh. Karena ini termasuk dosa besar.
(1:08:22) Seorang meremehkan dan dan tidak berpuasa di bulan Ramadan dengan sengaja. Ya, ini termasuk salah satu di antara dosa-dosa besar ya. Kemudian ya hal yang kedua, wanita yang haid atau yang datang bulan itu dia diperintahkan untuk mengqada puasanya dan tidak ada mengqada salatnya. Ya, jadi diperintahkan oleh agama hanya mengqada puasanya bukan salatnya.
(1:09:03) Nah, oleh karena itu seorang yang datang bulan ya hendaknya dia tuh betul-betul memperhatikan sebagaimana peringatan yang pertama tadi ya kalau perlu tanggalannya itu dilingk dilingkari ya ketika dia meninggalkan puasa itu. Sekarang misalnya seorang dia ini melalaikan ya, dia tidak mengqada puasanya 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun ya.
(1:09:33) Jadi paling tidak itu 7 hari setiap tahun ya. Berarti kalau 3 tahun misalnya dia punya hutang 21 hari. Kalau haidnya, masa haidnya 7 hari, e berarti dia punya hutang 21 hari, maka dia tetap wajib mengqada puasanya. Ya, tidak boleh dengan aku bayar fidyah saja, tidak. Ya, dia tetap berkewajiban mengqada puasanya.
(1:10:02) Maka ibu yang bertanya tadi itu ya diperkirakan, kira-kira aku ini meninggalkan puasa ini selama berapa tahun dan berapa masa haidnya? Kemudian dihitung dan gantilah, qadaah. Tidak mesti harus sekaligus, tapi ya dengan berangsur-angsur. Misalnya seorang punya apa? Dia tidak mengqada puasanya 3 bulan apa eh tiga kali 3 tahun yakni tiga kali Ramadan berarti satu hari.
(1:10:31) Satu kali Ramadan 7 hari dia tidak berpuasa berarti 21 hari. Nah, mengqada 21 hari ini ya dihitung tetap dibuat tanggalan juga ya. sehingga dia tahu betul bahwa dia telah membayar 21 hari dan tidak mesti harus ee berurutan ya. Misalnya diambil 1 minggu 3 hari dia puasa 1 pekan Senin Selasa, Rebu tiga.
(1:10:57) Nanti kalau sudah datang minggu berikutnya ya dilingkari lagi ya. Minggu pertama 1 2 3 3 hari ya berarti berkurang dari 21 kurang 3 pekan berikutnya puasa lagi 3 hari mengqada niatnya qada ya dia kurangi lagi dan seterusnya sampai ee apa dia mengqada semua hari-hari yang dia tinggalkannya itu caranya. Jadi tidak boleh seorang menggampangkan, meremehkan ya berlalu begitu saja tanpa ada perhitungan. ini termasuk doa.
(1:11:31) Jadi silakan nanti yang bertanya ya memperkirakan kira-kira berapa tahun aku tidak berpuasa, tidak mengqada puasa apa puasa yang ditinggalkan karena datang datang bulan diperkirakan kemudian di apa diqada. Ya, itu ee pendapat para ulama tentang masalah ini ya. Wallahu taala alam. Nam ustaz. Jazakumullah khairan.
(1:12:03) Barakallahu fikum ustaz atas jam yang telah diberikan untuk Ibu Debi di Tasik Malaya. Dan ini pertanyaan dari Ibu Debi adalah pertanyaan terakhir Ustaz di perjumpaan kita pagi hari ini. Tapi sebelum kita akhiri perjumpaan yang penuh dengan faedah ini, kami meminta kepada Ustaz menyampaikan ikhtitam. Silakan Ustaz. Baik, kaum muslimin, kaum muslimat, para pemirsa dan para pendengar televisi Radio Roja di mana pun Anda berada.
(1:12:24) Alhamdulillah. Mudah-mudahan apa yang disampaikan tadi bermanfaat bagi kita semuanya ya. Dan kita harus tetap ya berpegang teguh kepada tuntunan Al-Qur’anul Karim dan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dengan pemahaman yang benar, pemahaman para salafus saleh, para sahabat, tabiin, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
(1:12:46) Dan juga kami ingatkan ya di saat-saat seperti ini yang mungkin kita atau sebagian kaum muslimin mendapatkan kesulitan, mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkannya supaya kita tetap ya selalu menjaga hubungan kita dan Allah Taala dan kita terus berdoa mohon pada Allah Taala agar Allah memberikan jalan keluar dan memberikan kemudahan kepada apa yang kita had yang kita hadapi yang kita memiliki Allah Subhanahu wa taala.
(1:13:07) Jangan gentar dengan ee ujian-ujian yang diberikan ee yang di yang yang kita dapati dalam kehidupan ini. Tapi tetapi terus istikamah ya, terus beribadah pada Allah Taala dan memperbanyak doa mohon pada Allah Taala. Apalagi kita hidup di zaman banyak fitnahnya, banyak ujiannya, banyak godaannya, maka sudah seyogianya kita lebih mendekatkan diri kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Demikian, semoga bermanfaat. Lebih kurangnya saya mohon maaf.
(1:13:40) Uahafikallahu wasa alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak kami ucapkan kepada guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Bali MI Afadullahu Taala atas waktu yang telah diberikan di pagi hari. materi yang telah beliau sampaikan serta jaban-jabat yang telah beliau berikan untuk kita semuanya.
(1:14:08) Kami ucapkan jazakumullah khairan barakallahu fikum dan semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau di sana dan keluarga beliau dan semoga Allah subhanahu wa taala meluaskan k bagi beliau sehingga semakin banyak faeda ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama beliau insyaallah allahum amin.
(1:14:27) Dan untuk rekan-rekan kami dan kru di Aliman Center kami ucapkan terima kasih banyak atas bersama atas kerja samamanya sehingga dapat menghadirkan acara ini di tengah-tengah kalangan kaum muslimin dengan kemudahan yang datang dari Allah subhanahu wa taala. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Untuk Anda semuanya ikhwat Islam azaniallahu wyakum.
(1:14:45) Para sahabat ROJA semuanya, kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda dari awal hingga akhir di acara ini. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan bagi kita semuanya untuk mengamalkan ilmu ini. Dan untuk Anda semuanya jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Nantikan kembali kajian beliau insyaallah pada hari Selasa yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan dari pembahasan kitab Riyadus Shihin.
(1:15:04) Akhir kalam untuk Anda semuanya ikhwat Islam azani Allahu wyakum. Semoga Allah memudahkan kita mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan dan memudahkan aktivitas pagi hari ini hingga menjelang sore nanti. Billahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM. Radio Rojapalu


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *