(3) [LIVE]: Ustadz Abu Unais Ali Subana – Bimbingan Tajwid dan Tilawah Al Qur’an – YouTube
Transcript:
(00:00) Radio Roja Bandung 104.3 mm FM [Musik] menyebar cahaya sunah. Islam para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Insyaallah kami akan hadirkan di layar kaca jazakumullahu bagi Anda para pemirsa Raj TV yang sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung.
(00:39) Roja TV, saluran tilawah Al-Quran dan kajian Islam. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullamdulillahbilamin wasatu wasalam rasulillah waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bisihsanin ila yaumiddin. Amma ba’d ikhwat Islamakumullah sahabat Roja di manaun Anda bisa menyimak siaran kami.
(01:20) Alhamdulillah di kesempatan Selasa malam yang berbahagia ini kembali kita akan simak bersama program kajian ilmiah dalam pembahasan bimbingan tilawah Al-Qur’an dan tajwid dan pembacaan kitab Kaifa Tahfadul Quran Karim. Kiat-kiat dalam menghafal Al-Qur’an disampaikan secara langsung oleh guru kita Ustaz Abu Unis Alisana hafidahullah.
(01:44) Nam ikhwati Islamakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk praktik membaca Al-Qur’an di l telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikut kita akan simak penjelasan materi dari kitab Kaifa Tahfadul Quran Karim. Selanjutnya kita persilakan kepada al ustaz fata tafadol masyk ustaz. Baik.
(02:16) Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nasta’in ala umurid dunya waddin wa ala alihi wa ashabihi wamanar ala darbihi ila yaumiddin. W’d ik fiddin aazakumullah. Alhamdulillah. Pertama-tama kita senantiasa memuji Allah jalla waala yang dengan segala nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada kita sekalian, kita dapat melaksanakan amal-amal saleh kita.
(03:07) Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada uswah kita, teladan kita, rasul kita yang tercinta Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam beserta keluarganya, para sahabatnya, para tabiin, atbaut tabiin dan pengikutnya hingga akhir zaman. Kemudian ikhwan fidin aazakumullah, tidak lupa kita senantiasa memohon kepada Allah azza wa jalla semoga Allah memberikan taufik hidayah kepada para pemimpin kita juga memohon kita pada Allah agar kita juga senantiasa diberikan petunjuk untuk menjalankan agama ini sesuai dengan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa alih Wasallam.
(04:01) Ikhwan fiddin aazakumullah. Pada pembacaan kitab kaifa tahfazul Quran l Syekh Alghausani hafidahullahu taala. Kita telah sampai pada alqaidatu alhadiata asyar kaidah yang ke-11. Beliau berkata, “Alhizul bati alhadi almuhkam afdol minat minasari almundafi. Kaidah ke-11 yaitu seseorang menghafal dengan perlahan-lahan ya.
(05:00) tenang ya dan teliti itu lebih utama daripada menghafal dengan cara cepat ya dan ya tergesa-gesa. Nah, ini kaidah yang sangat penting sekali agar ketika kita menghafal, kita harus berkonsentrasi dan dengan tenang ya ketika menghafalnya itu tidak tergesa-gesa. Beliau berkata, “Inna daruro adasatil ain fi amaliyatil hifz daurun muhimmun jiddan.
(05:55) Peran dari lensa mata kita untuk menghafal adalah sangat penting. Waabarnaha mla adaati alati taswir. Beliau mengatakan, “Apabila kita mau anggap saja ya kita anggap ya lensa mata kita itu seperti sebuah alat untuk memfotoki ya. Fahua aqrabu tasybih tasbihin laha.” Itu yang kata beliau lebih tepat, lebih ee mirip. anaswir yatihiadid minal masyahidati yawadu iltiqarha suarin laha.
(06:59) Maka sebagaimana ya orang yang membawa alat ya alat ya untuk memfoto ya kalau sekarang mungkin alat untuk foto bisa juga HP ya HP yang ada ee alat memotretnya dan tentu sekarang lebih banyak lagi. dia akan menggerakkan alatnya itu dengan secara ya perlahan-lahan ya bahkan sangat perlahan-lahan untuk mendapatkan gambar ya yang ingin dia ambil yang sesuai ya dengan keinginannya mutamayizan bidqati yadihiq nawirar allati yahtaj ilaiha dan orang tersebut akan berkonsentrasi untuk memperhatikan ya dengan teliti ya supaya dia dapat mengambil gambar-gambar
(08:06) ya yang cocok yang dia ee butuhkan. Fakadzalikalladzi yargabu an yahfad safhatan minal quran. Nah, ya. Demikianlah ya sepatutnya orang yang ingin mendapatkan hafalan satu halaman dari Al-Qur’an. Jadi ibarat seseorang ingin memfotoki ya, menjepret ya Al-Qur’an satu halaman itu ya dengan matanya dan tersimpan di dalam dadanya.
(08:59) Maka kata beliau, “Alaihi an yaqraal ayat lil marratil ula bibitin.” Hendaknya dia baca ayat ya pertama-tama dengan cara yang perlahan-lahan. Summa yuradidaha [Musik] bihudin diatamakkana min hifziha. Kemudian dia ulang-ulang dengan cara yang tenang ya agar dapat dengan mudah menghafalnya. Waama kanal hifzu batian hadian murakazan kanatin natijah fil mustaqbal afdol.
(09:48) Maka setiap kita menghafal dengan ya perlahan-lahan, dengan tenang dan terkonsentrasi, maka hasilnya adalah lebih baik. Bainama lau kana yantaqilu bibasorihi bisatin bainal ayat. Yuridu ayantahya minqorhi lidalikal yaum biayyi uslub. Sedangkan kalau orang membaca Al-Qur’an matanya ya dia melihat dengan cepat ya berpindah dari satu ayat ke ayat yang lain supaya selesai muqarnya hari itu dengan cara apapun. Fatarahu yakfazu min afa lihiriha.
(10:45) Maka ya engkau lihat dia seakan-akan melompat ya dari awal satu halaman kepada halaman berikutnya. Liyah kalimat minhuna wasatron minhuna. Berusaha untuk menghafal satu kalimat dari sini ya. Satu baris dari sana. Maka hafalan yang seperti ini akan mahzus ya, akan tergoncang, tidak kokoh ya.
(11:29) surana yatafallatu ba’da muddatin bisa hilang ya dengan cepat ya dalam beberapa waktu kemudianahtajuhu yahfadahu maratan ukhro dan orang yang sudah melakukannya dia akan ya menghafalnya ya mengulang kembali hafalannya kaahu lam seperti hafalan baru bagi dia. Tiib ya. Ini ya yang harus kita perhatikan ya.
(12:07) Kalau membaca dengan hafalan yang tergesa-gesa ya, maka kemungkinannya mungkin dia dapat hafal saat itu. Tapi beberapa waktu kemudian selang beberapa jam saja atau bahkan kalau lewat dari sehari ketika dia akan mengulang lagi dia akan sulit. Berbeda dengan yang perlahan-lahan ya. Dia ulang-ulang ya dengan tenang.
(12:38) sambil menikmati bacaan Al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya ya. Maka yang seperti ini akan kokoh hafalannya, akan kuat hafalannya ya dan ya sabit. Wakirun ma kunna nulahidzu fi halaqat tahfiz. Kata beliau, banyak kami perhatikan di halaqah-halaqah hafalan thiban yukallafu bihifdi shfhatin ma. Ada yang membebani dirinya untuk menghafal satu halaman apa saja.
(13:22) Ya bihi ba’daqaiq yatium annahu hafid. Setelah beberapa menit luar biasa ya dia mengaku saya sudah hafal satu halaman penuh ini ya. Warubama yaqra bil fi’li gaiban biakin qolilah. Terkadang ketika dia terima setorannya ya maka terdapatlah ya dalam setorannya itu kesalahan yang sedikit ya. Walakin alal ustaz al muwajah ayatanabbah ilal wqadzi qahu thb fi hiblifah.
(14:03) Maka ya hendaknya sang ustaz yang mengarahkannya itu ya dia harus ya mengingatkan dan memperhatikan waktu yang ia habiskan untuk menghafal itu. Ya. Hifdi hadishah untuk menghafal satu halaman penuh itu ya hendaknya di diberitahu misalnya ya satu halaman ini ya dikasih waktu misalnya 1 jam ya daripada satu halaman dikasih waktu 10 menit masyaallah memang cepat itu ya tapi cepat juga hilang hilangnya nanti Ya wa alla yaqbalal hif alajil alladzi fihi ba’dal akhta.
(15:04) Dan hendaknya ustaz mengarahkan juga bahwa dia tidak akan terima hafalan yang tergesa-gesa ya disertai kesalahan ya min babi tashil alat thalib ya. Walaupun tujuannya untuk memudahkan si thalib. Ayo. Naam. Kadang seorang ustaz, seorang guru ya karena ingin ya memudahkan ya akhirnya apa? Sedikit salah ya sudahlah biasa lewatin. Nah, ini tidak boleh.
(15:40) Jangan dibiasakan ya sedikit kesalahan dilewatin ya. karena menjadikannya ya kesalahan itu suatu hal yang dia tidak fokus, tidak dia perhatikan. Memang terkadang ini terjadi ya. Mohon maaf ya. Kalau ada seorang ustaz dia mengajar ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa yang belajar dengan dia bisa cepat menghafal.
(16:22) Ini tidak bagus ya harusnya ya. yang belajar harus dengan hafalan yang benar, mutkin, benar, itu lebih baik daripada ya terkenal dengan menghafal di situ ya dalam waktu 1 tahun setengah atau bahkan 1 tahun 30 juz selesai. Masyaallah. Ya. Tetapi kemudian apa ya? Sur’an ya cepat sekali dia hilang juga. Ah ini tidak bagus ya untuk di kemudian hari.
(17:11) hendaknya seorang ustaz, seorang guru juga bersabar ketika menerima setoran hafalannya dengan tenang ya, tidak tergesa-gesa ee supaya si ee murid ya si thalib ini ya cepat hafalnya sesuai target ya. Kita tidak tahu. Memang kita tidak tahu ya. Apakah setiap murid itu, setiap thalib itu setelah dia selesai dari 30 juz selama setahun atau 2 tahun, dia paham untuk menjaganya.
(18:00) Namun faktanya banyak pengaduan-pengaduan ya dari para orang tua ya yang melaporkan bahwa anaknya menurut mukar dari ya dari sekolah atau dari pondok dan sebagainya itu telah selesai 30 juz. Akan tetapi sangat disayangkan ya sekarang ya. yang 30 juz itu ke mana ya? Setelah kelulusannya dicari dia di mana dia sekarang keberadaannya ya.
(18:46) Maka ini yang ya kita sangat ya sayangkan ya. Karena itulah ya kembali kepada awal ya bahwa niat ya niat yang ikhlas ya untuk menjaga Al-Qur’an ini harus ditanamkan terlebih dahulu. Ikhwan fidin aakumullah. Kita lanjutkan masih di kaidah yang ke-11 ini. Walaqad sabat ladayya min khilali tajribah. Kata beliau ya pengalaman yang beliau alami ya anal ayat yahfadhal insan bitarkizin syadidin wain wuduin waukariruha miror qlaqir fi nafsihi annahu hafidoha takunu aqwa min ghairiha biksir bahwa ayat-ayat yang dihafal oleh seseorang
(19:54) dengan cara berkonsentrasi ya penuh ya dengan cara yang perlahan-lahan dengan cara yang tenang ketika menghafalnya dia ulang-ulang terus-menerus ya sebelum dia menetapkan ya bahwa dia sudah menghafalnya. Ya, maka hafalan yang seperti ini kata beliau takun aqwa min ghairiha bikadir.
(20:32) Itu hafalannya lebih kuat dari yang lainnya. Yakni yang tidak melaksanakan dengan ya konsentrasi yang penuh dengan peranlahan dan dengan tenang ya banyak mengulang ya. Hatta innal hufad yuhisuna min anfusim annahum yutqinuna baar aksar min giriha. Hingga sebagian ya para penghafal mereka dapat merasakan pada diri mereka bahwa mereka telah mutkin dalam hafalan sebagian ee surat-surat ya lebih banyak dari yang lainnya.
(21:21) Wamazalika illa liannahum badalu juhdan murakazan mabni alal qawaid salimati fi hifdi tidak lain dan tidak bukan karena mereka benar-benar mengarahkan, mencurahkan ya kesungguhan mereka, konsentrasi mereka yang mereka bangun sesuai kaid kaidah-kaidah ya yang benar ketika menghafal ya. Ah ini ya ini kaidah-kaidah yang dijelaskan oleh ee Syekh Alghazani ya.
(22:04) Hendaknya kita benar-benar ya mengamalkannya ya. Qalal Khatib Albaghdadi. Terakhir ya, bagian akhir dari kaidah ke-11 ini disampaikan perkataan al Imam alkhatib albaghdadi yanbaghi lahu ya sepatutnya yakni man yuridul hifz bagi orang yang ingin menjadi penghafal. ayatasabbata fil ak mengokohkan apa yang ia telah ya hafal terlebih dahulu wala yuksir jangan terburu-buru memperbanyak bal yaud qolilanqilan ya menghafallah dengan sedikit demi sedikit.
(23:09) Hasaba ma yahtamiluhu hifduhu sesuai kemampuan ya dia menghafalnya. Ah itu wuqoribu min fahmihi dan sesuai dengan yang ia mampu untuk memahaminya. Fainnallaha taala yaakul. Lalu dibawakan dalilnya. Sesungguhnya Allah Taala berfirman, waqalladzina kafaru laula nuzila alaihil quranu jumlatan wahidah.
(23:50) Kadzalika linusabbita bihi fuadak warattalnahu tartila. Demikianlah ya dan berkatalah orang-orang yang kafir ya laula nuzila alil quran jumlatan wahidah. Kenapa Al-Qur’an tidak diturunkan sekaligus? Maka jawabannya kadzalik. Demikianlah Al-Qur’an diturunkan, tidak sekaligus, tapi Al-Qur’an diturunkan bertadaruj ya, berangsur-angsur selama 23 tahun.
(24:31) 13 tahun di Makkah, 10 tahun di Madinah. Berangsur-angsur sedikit demi sedikit. Kenapa? Kadzalika. Demikianlah linusabbita bihi fuadaq. itu semua supaya kami bisa mengohkohkan Al-Qur’an itu di dalam diri kamu, dalam hati kamu. Ya. Warattalnahu tartila. Dan kami bacakan Al-Qur’an dengan cara tartil. Ya, surah Al-Furqan ayat 32.
(25:07) Ini bagian akhir dari kaidah yang ke-11 ya. Jadi kaidah ini ya sesuai dengan diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur 23 tahun. Jadi kalau ada orang misalnya dalam waktu 5 tahun ya dia menghafal Quran itu sudah cepat ya. Maka kalau ada misalnya orang 10 tahun dia bisa menghafal Quran itu juga masih cepat juga.
(25:38) Karena Al-Qur’an itu sendiri turunnya selama 23 tahun. Ya, karena itu jangan putus asa ya. Misalnya antum sudah menghafal sudah 10 tahun tapi belum selesai juga enggak apa-apa. Masih ada waktu ya. Karena Al-Qur’an turun sampai 23 tahun ya. Artinya apa? Kalaupun antum ya sudah menghafal dalam waktu 3 tahun, 4 tahun, maka tetap harus dibaca supaya hafalan itu kokoh dan kuat.
(26:16) Ya, apalagi orang-orang yang belum menghafal maka jangan putus asa. Terus menghafal ya. Nabi sallallahu alaihi wasallam 23 tahun ya selama Al-Qur’an itu diturun diturunkan kepadanya. Ayuha naam. Insyaallah nanti kita lanjutkan ya kaidah dari menghafal Al-Qur’an ini pada kaidah yang berikutnya yang 12 pada kesempatan yang akan datang.
(26:42) Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Alhamdulbilamin. Nam jazakallahu khairan. Barakallahu fikum ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat sekali di kesempatan ini di poin yang ke-11 berkaitan dengan menghafal Al-Qur’an dengan tenang dan perlahan. Nah, mfwat Islamakumullah. Saatnya kami membuka sesi interaktif.
(27:10) Silakan bagi Anda yang ingin praktik membaca Al-Qur’an dilan telepon 0218236543 atau pertanyaan melalui pesan singkat di cas WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Baik, untuk penelepon pertama kita coba angkat di L telepon 0218236543 ya. Silakan. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. wabarakatuh, Pak Iskandar. Ya, Pak Iskandar di Kalimantan ya. Iya, Pak Ustaz. Iya, Pak Ustaz.
(27:43) Iya, silakan Pak Iskandar. Surah Thaha ayat ke-22. Ayat ke-22 Pak Ustaz. Iya. 22. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Wat ustaz ya ayat 20 ya konsentrasi Pak lihat panjang pendeknyaum yadaka jangan ditahan terlalu lama mimnya ya ketika sukun Ulang dari minhairi minhairi
(28:55) ayatan ukhro. Bagus. Heeh. Qrohli sadriassirli wayasir wayassirli. amani yaqahu naam barakallah Pak Iskandar ya semoga Allah tambahkan terus semangat Bapak untuk membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan juga mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Allahum amin. Nam terima kasih. Iya. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Pak Iskandar yang sudah bergabung di kesempatan ini.
(30:02) Nah, masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin praktik membaca Al-Qur’an dian telepon 0218236543 surah Thaha ayat ke-29. Ya, silakan. Sudah masuk? Asalamualaikum warahmatullahi Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Wahyu dari Tambun Bekasi. Pak Wahyu di Tambun Bekasi. Silakan Pak Wahyu.
(30:28) Surah Thaha ayat 29. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Haruna akhi. Ulang lagi dari ayat sebelumnya. Oh iya. Masyaallah. Waj’alli waziram min ahli. Oh 28 ya, Ustaz? Iya. Lanjutkan. Benar tadi. Benar. Sudah tadi benar ya. Heeh. Wajalli wazir min ahli Harun akhi usdud bihi azri. Heeh. am lagi bagus inaka
(31:51) Musaq man. Barakallahu fik. Ya, bagus Pak Wahyu. Wahyu di di Tambun ya. Semoga Allah tambahkan semangat Bapak untuk terus mempelajari Al-Qur’an dan mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Ada pertanyaan, Ustaz? Silakan, Pak Wahyu. Silakan, Pak Wahyu. Di banyak Al-Qur’an diterangkan bahwa setan itu ada musuh yang nyata bagi kalian. He ee pengertiannya gimana, Pak Ustaz? Gitu.
(32:33) Sedangkan setan itu makhluk gaib, gitu. Iya. Terima kasih atas penjelasannya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Ustaz. Iya. Innasyaitana lakum aduwun fattakhidzuhu aduawa. Sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah musuh. Maka benar-benar setan itu jadikan oleh kalian sebagai musuh.
(33:02) Manusia dalam hal ini sering lalai ya, sering lalai. Tidak menjadikan pada dirinya ya bahwa musuh yang utama itu adalah setan. Ya, jelas ya, tidak diragukan lagi. Maka disebut aduum mubin, musuh yang nyata. kita sesama manusia pada hakikatnya ya tidaklah bermusuhan ya, tetapi terjadinya permusuhan antar manusia, terjadi pembunuhan antar manusia.
(33:45) Kenapa? Karena semuanya hasutan dari setan. Ya. Jadi itulah yang sebenarnya musuh kita ya, yaitu setan. sehingga ya setan itu pun akhirnya ya berhasil mengadu domba antar manusia ya berhasil menjatuhkan manusia saling bunuh membunuh ya manusia harus sadar bahwa musuhnya yang benar-benar nyata walaupun dia gaib tapi nyata dia sebagai musuh itu adalah setan Ya. Dan ini harus kita sadari ya bahwa ya itulah musuh yang sebenar-benarnya.
(34:30) Demikian wallahuam. Baik. Jazakallah khairan. Barakallahu fikum ustaz atas jawaban yang disampaikan. Semoga bermanfaat untuk penanya Pak Wahyu yang ada di Tambun Bekasi. Nah, ikhwat Islamakumullah silakan bagi Anda yang ingin praktik membaca Al-Qur’an di telepon 0218236543 surah Thaha ayat ke-38. Ya, silakan. Asalamualaikum, Ustaz.
(34:55) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Pak Herman di Bogor. Ustaz Pak Herman di Bogor. Silakan, Pak Herman. Surah Thaha ayat 38. Belum kelihatan, Ustaz, ya. Heeh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Tepuk tangan] Heeh. panjang huruf tanya dengan alif ini a aniq a mulai dengan a bukan i ya a [Tepuk tangan] faq faqadi tidak ada tambahan fathah di
(36:04) situ. harakat tidak ada faqamu [Tepuk tangan] konsentrasi, Pak. ya konsentrasi dengan sukun atau harakat-harakatnya yazibi filammialyulqihil yammu waah wauullah tasdid pada lam diulang lagi yau Bu yuzu adul wa he alqitu alaika mahabbatam minniusnaini naam. Barakallahu fik ya. Bagus bacaannya. Semoga Allah tambahkan terus
(37:14) semangat pada Bapak Herman ya. dan Allah tambahkan pula semangatnya dalam membaca Al-Qur’an maupun dalam mempelajari ilmu syarinya. Allahumma amin. Allahum amin. Nam. Barak taufik, Ustaz. Taufik. Barakallah. Asalamualaikum warahmatullah. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum. Pak Herman yang ada di Bogor atas partisipasinya.
(37:40) Nam ikhwati Islam. Masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin praktik membaca Al-Qur’an. Jalan telepon 0218236543 surah Thaha ayat ke-40. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pak Alimuddin di Jakarta ya? Iya betul. Silakan Pak. Ayat ke-40 ya Ustaz ya. Betul.
(38:08) Iya benar. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Idz tamsi ukhtuka fataquulu hal adullukum ala yakulu. He bagus. Farjaka ila umika. Kai taqar ainuha wala tahzan. He waqatalta nafsan fajjainaka minal ghammi wa fatanaka futuna. Heeh. Falabista sinina fi ahli madana tumma q ya Musa. Masyaallah ya. Bagus bacangannya ya. Masyaallah. Barakallahu fik. Semoga
(39:17) Allah tambahkan terus semangat antum untuk membaca, menghafal Al-Qur’an dan juga semangat dalam mempelajari ilmu syarinya. Allahumma amin. Ya. Wakum. Nam. Ada pertanyaan Pak Ali ee untuk sementara belum ada, Pak. Baik, baik. Iya, baik saya kesyukran. Jazakumullah khairan. Asalamualaikumullah wabarakatuh.
(39:44) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Pak Alimuddin yang ada di Jakarta atas partisipasinya di kesempatan ini. Nah, ikhwat Islamakullah silakan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat ke-41 dian telepon 0218236543 ya. Silakan. Halo.
(40:11) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan Aki Dian. Pak Untung ya, Mang? I Pak Untung di Pondok Ungu ayat 41, Ustaz. Iya 41. Benar. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Wasuka linafsi idhab an wa akuka biayati wala taniya fiikri id haba ila firauna innahu thago faqu lahu faquula dua harakat Yahya. Naam. Barakallahu fik. Ya, bagus bacaannya ya.
(41:20) Semoga Allah tambahkan terus semangat antum untuk belajar ya Al-Qur’an, menghafalnya dan semangat juga untuk mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Allahum amin. Barakallahu fik, Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam terima kasih jazakallah khairan.
(41:44) Barakallahu fikum Pak Untung yang ada di Pondok Ungu atas partisipasinya di malam hari ini. Namat Islamakumullah masih kami buka kesempatan di line telepon 0218236543. Bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 45 ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Ibu siapa? Di mana? Dengan Ibu Ning di Cikarang.
(42:16) Ibu Ning di Cikarang. Mohon maaf, Ibu, kalau untuk Ibu hanya bertanya saja. Tilawah dikhususkan untuk ee pria dewasa atau Bapak. Kalau ada pertanyaan, silakan Ibu. Iya. Mau maksudnya mau ikut tilawah gitu. Mohon maaf, Bu, Bu. Belum bisa. Belum bisa ya? Iya. Ini dikhususkan untuk e pria dewasa saja, Ibu. Ya sudah. Heeh. Sudah, makasih ya, Pak. Iya, sama-sama, Ibu.
(42:47) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam ikhwati Islamakumullah masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat ke-45 dian telepon 0218236543 ya silakan. Halo. Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Ana Gilang dari Ciputat. Pak Gilang di Ciputat.
(43:14) Silakan Pak Gilang. Surah Thaha ayat 45. di layarnya belum ada 105. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Qabbana qa dua harakat. Dua harakat ya. Q rabbana innana naku ayakina ayq. Heeh. Bagus. Q la takofa innani maakuma asma wa aro fatiyau faquula inna rasula rabbika faarsil ma’na bani israil
(44:33) He bagusatim mirbik wasalamu ala manabial huda. Iya. Barakallahu fik ya. Bagus bacaannya ya. Semoga Allah tambahkan terus semangat antum untuk membaca, menghafal Al-Qur’an dan semangat dalam belajar ilmu syarinya. Allahumma amin. Allahum amin. Amin. Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nah, terima kasih. Jazakallahu khairan.
(45:12) Barakallahu fikum Pak Gilang yang ada di Ciputat atas partisipasinya di kesempatan ini. Nah, masih kami buka bagi Anda yang ingin tilawah di L telepon 0218236543 surah Thaha ayat 48. Iya, silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Pak Rasyidin diendrekan ya.
(45:38) Naam, Ustaz. NH silakan Pak Rasyidin. Surah Thaha ayat 48. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Inna qad uhiya ilaina. [Musik] inna qad uhiya ilaina annalzaba ala man kadzab wa tawalla bagus qabukuma ya musa heeh Hm. Qala rabbunalladzi aa kulla saaiin khalqahu tumma hada.
(46:49) Heeh. Qala fama bala qala fa qala fama balul qurun balul bnya dua harakat. Qul [Tepuk tangan] qurunil ula. Iya cukup. Barakallah fik. Semoga Allah tambahkan terus semangat Bapak dalam mempelajari Al-Qur’an dan juga mempelajari ilmu syari. Amin. Allahum amin. Amin ya rabbal alamin. Ya.
(47:26) Ada pertanyaan Pak Rasyidin? Ada pertanyaan sedikit, Ustaz? Silakan. Silakan. Silakan. Ee bagaimana hukumnya, Ustaz, kalau ada ee kalender di pajang dalam masjid yang ada gambar gambarnya apa kalender apa gimana? Kalender tanggalan itu ya. He iya. Ada gambar apa? Manusia. Iya, ada gambar manusianya, Ustaz. Ah, ya sebaiknya ditutup saja gambar makhluk hidupnya itu ya.
(47:54) Karena dilarang oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam di rumah sendiri saja, di rumah kita, kita dilarang, kita dilarang memasang gambar-gambar makhluk yang bernyawa, manusia dan hewan. Apalagi ini di rumah Allah ya. I ah itu ya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam marah ketika ee menaklukkan ee Makkah.
(48:23) Lalu ternyata di dalam Ka’bah ada gambar Nabi Ibrahim, Kak menurut persangkaan mereka. Maka Nabi memerintahkan para sahabat menghapusnya semuanya, menghilangkannya semuanya. Nah, ini harus diperhatikan oleh ee kita kaum muslimin ya. Karena banyak kaum muslimin yang ee bukan hanya memasang gambar-gambar di rumahnya ya, tapi juga membeli patung-patung yang diletakkan di rumahnya.
(48:51) Ini juga ee menghalangi malaikat-malaikat rahmat yang memberikan ketenangan pada diri kita, yang memberi motivasi kebaikan pada diri kita untuk hadir di rumah kita. Ya, kalau malaikat rahmat tidak hadir di rumah kita, maka sebaliknya malaikatul azab lah yang bisa hadir di rumah kita ya. Nauzubillah ya.
(49:18) Semoga Allah melindungi rumah kita ya dari berbagai keburukan-keburukan ya. Maka hindarilah ya rumah kita sebagaimana ya anjuran dan perintah Rasul sallallahu alaihi wasallam untuk mengosongkan rumah kita dari berbagai pajangan-pajangan atau gambar-gambar makhluk yang bernyawa. Demikian. Wallahuam yain. I Ustaz. Iya. Demikian jawaban dari Ustaz.
(49:47) Alhamdulillah. Semoga diberkahi itu jawabannya, Ustaz. Amin. N barakallahu fik. Barakallah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum. Pak Rasyidin yang ada di NREK atas partisipasinya. Nah, ikhwati Islamakumullah.
(50:17) Masih kami buka kesempatan untuk penelepon terakhir di kesempatan ini di LAN telepon 0218236543. I silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Dengan Pak Suardi di Padang Pariaman. Pak Suwardi di Padang Pariaman. Silakan Pak Suardi. Surah Thaha ayat 52. Ayat 52. Iya. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
(51:03) Qala ilmuha inda rabbi fi kitab. Heeh. La yadillabbi wala alladzi ja’ala lakumul ardha mahdan lakum fiha wasalaka lakum fiha subulan wa anzala minasama Wa anzala minasama maan faakhrajna bih faakhrajna bihi azwajam min nabatin satta. qulu waru anamakum inna fialika laayatilinuha.
(52:13) Masyaallah ya cukup. Barakallahu fik. Bagus bacaannya. Semoga Allah subhanahu wa taala tambahkan semangat Bapak untuk mempelajari Al-Qur’an dan semangat dalam mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Allahum amin. Ya, boleh bertanya, Ustaz. Silakan, Pak Suwardi. Iya, silakan. Eh, kami perlu masukan Heeh. untuk memberi motivasi untuk anak-anak yang mau menghafal Al-Qur’an, Ustaz.
(52:43) Iya. Jadi kendala kami ketika mendidik anak apa menghafal ayat-ayat Al-Qur’an tentunya banyak di antara anak-anak itu agak susah untuk mengingat hafalan mereka padahal setiap hari selalu dibimbing itu yang dihafal besok tambah hafalan yang kemarin dihafal lupa lagi. Baik ini anak usia berapa, Pak? anak-anak usia SD. SD SD. Baik. Baik. Itu saja, Pak, pertanyaannya.
(53:20) Iya. Mungkin ada pengalaman yang perlu kami sebagai masukkan, Ustaz. Iya. Baik. Mohon ditunggu jawaban dari Ustaz, Pak. Nam. Iya. Nah, terima kasih, Pak Suwardi. Silakan, Ustaz. Iya. Bagus sekali pertanyaannya ya tentang bagaimana ya untuk ee menghafal buat anak-anak setingkat SD ya. Masyaallah ya.
(53:48) Jadi ee masalah anak-anak dalam menghafal ini harus ee bersinergi ya antara si anak itu sendiri, gurunya dan juga wali muridnya ya. Ketiga-tiganya ini harus bersama-sama ya mensokong usaha supaya si anak ini bisa menghafalkannya. Salah satu dari mereka ini kurang ya misalnya anaknya sendiri kurang bersemangat menghafal maka tidak akan ya berhasil atau anaknya semangat gurunya enggak semangat. juga tidak akan berhasil.
(54:35) Iya. Dan ditambah lagi guru semangat, anak semangat, tapi orang tua di rumah atau wali di rumah tidak mendukung. Ini juga ya sulit untuk keberhasilan. betapa banyak ya program-program dari sekolah itu misalnya ya ada program yang di sekolah itu ya targetnya misalnya lulus SD 2 juz atau lulus SD 3 juz maka yang bisa tepat targetnya itu yang bekerja sama ketiga-tiganya itu atau bahkan ada yang melampaui targetnya itu dikarenakan apa? Dukungan dari orang tuanya yang begitu besar.
(55:31) Ya, sekarang ini di tingkat SD anggaplah SD dari pukul berapa, Mas? Pukul 7.00 ya? Iya. Iya. Pukul 7.00 pulang pukul kalau SD 14 mungkin. Iya. Sekitar pukul 14 berarti berapa jam? Ya, 7 jam ya. 7 jam di sekolah ya. Dari 7 jam itu berapa waktu untuk menghafal? Ya, jadi sedikit waktunya bagi anak itu dan guru dalam membimbingnya.
(56:04) Kebanyakan waktu di mana? Di rumah. Ah, itulah peran ya kerja sama dengan orang tua di rumah ya. Kebanyakan yang berhasil sesuai dengan targetnya atau bahkan yang melampaui targetnya itu yang ketiga-tiganya ini ya bekerja sama ya. Dan banyak yang gagal tidak melampaui target bahkan sama sekali ya jauh dari target.
(56:41) itu dikarenakan salah satu dari ketiga unsur ini ya tidak ya hidup ya. Demikian ya mudah-mudahan dapat diperhatikan ya dan dirembukkan kembali, dirapatkan kembali, kumpulkan lagi wali muridnya ya supaya ya bersinergi bersama untuk kemajuan anak-anak kita semua. Demikian wallahuam. Nah, demikian, Pak, jawabannya. Halo. Tib. Iya. Barakallahu fik. Barakallah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(57:18) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih jazakallah khairan Bapak yang sudah berpartisipasi di kesempatan ini. Nam kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat Ustaz dari Pak Haikal. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam. Ustaz, bolehkah kita mempelajari ilmu tasin atau qiraat dari seorang ustaz yang bukan bermanhaj salaf karena diketahui beliau ini masih suka musik dan kuburiun juga. Akan tetapi beliau memiliki sanad Quran yang begitu tinggi dan banyak.
(57:55) Mohon nasihatnya, Ustaz. Syukran. Jazakullah khair. Sanad Al-Qur’an bukan sesuatu yang wajib. ya sama sekali ya apalagi pada ya zaman sekarang ini ya karena Al-Qur’an sudah begitu mutawatir. Kalau ada yang mendapatkannya, maka itu adalah keutamaan dan sesuatu yang sangat-sangat miris ya kalau ya ada pemangku Al-Qur’an tapi suka musik. Ini sesuatu yang bertentangan. H ya.
(58:40) Dan eh Syaikhul Islam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak mungkin ya Al-Qur’an di dalam hati bercampur dengan lagu-lagu dan musik-musik. Tidak mungkin ya. Bahkan itu diakui sendiri oleh seorang ahli musik. Diakui sendiri ya bahwa dia tidak bisa menghafal Quran. Dia mengakui dia tidak bisa menghafal Quran.” Ya. Karena apa? karena pada dirinya sudah ada musik-musik. Iya.
(59:09) Nah, itu ya jadi ya ini sesuatu yang bertentangan ya. Ah, alhamdulillah pada masa sekarang ini ya untuk kita menghafal Al-Qur’an itu para guru demikian banyak. Ada yang terbaik yaitu secara langsung ya, berhadapan langsung ya. Ada juga yang mungkin secara online walaupun ini tidak maksimal, tapi kalau tidak ada yang dekat yang bisa kita datangi untuk secara langsung duduk, maka yang online menjadi alternatif kedua ya dalam keadaan darurat kita ya.
(59:58) Sebab kita butuh untuk mempelajarinya, maka harus kita mencari alternatif yaitu dengan cara yang yang kedua yang online itu dibolehkan ya dengan mencari guru yang benar-benar dia memang ahlinya dan juga selamat akidahnya dan manhajnya. Ya, semoga Allah mudahkan ya khususnya yang bertanya dan yang lainnya untuk mendapatkan guru ya yang berada di atas manhaj yang benar. Wallahuam. Nam terima kasih jazakallah khairan ustaz atas jawaban yang disampaikan.
(1:00:35) Semoga bermanfaat untuk penanya dan kita semua yang menyimak pertanyaan berikutnya dari Abu Azkar di Celengsi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, saya pernah mendengar di terjemahan Tajwid Al-Mushawar bahwa pada awal membaca ayat kursi, kita membaca basmalah juga setelah taawud. Karena awal dari ayat kursi adalah ayat atau kalimat Allah.
(1:01:01) Jadi tidak perlu perlindungan dari setan. Mohon penjelasan, Ustaz. Barakallahu fik. Iya. pada pelajaran tajwid yang sudah kita berikan ya dan juga ya kita ambil dari apa yang e ya diajarkan para ulama bahwa membaca taawud setiap kali awal kita memulai bacaan Al-Qur’an ya itu ditekankan ada yang mengatakan wajib ada yang mengatakan ya mustahab ya.
(1:01:37) Namun yang wajib itu lebih kuat ya sebagaimana perintah Allah. Faidza qartal Qur’an fasta’id billahiminasyaitanirrajim. Adapun membaca basmalah ya apabila di awal-awal surat maka ini mustahab ya membaca basmalah kecuali di awal at-taubah. Ah itu ya tidak boleh membaca di awal Attubah dengan basmalah tidak boleh.
(1:02:19) Adapun membaca basmalah di pertengahan ayat bukan dari awal, maka ya mukhayyarun ya boleh baca basmalahnya boleh juga tidak. Ya, itu menjadi pilihan sebagaimana perkataan Imam As-Yatibi rahimahullah nam wallahuam nam. Jazakallah khairan ustaz atas jawaban yang disampaikan. Semoga bermanfaat untuk penanya.
(1:02:50) Pertanyaan berikutnya dan ini pertanyaan terakhir dari Pak Derajat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, bagaimana cara menghafal Al-Qur’an untuk lansia yang sering lupa? Jazakallah khairan. Namanya juga menghafal, lawannya lupa. Ya. Fattaqulahana.
(1:03:15) Mari kita bertakwa kepada Allah semampu kita ya. La yukallifulahu nafsan illa us’a. Allah tidak bebankan ya kecuali ya apa yang ia bisa ya. Jadi kalau memang kita ya lansia lansia itu umur berapa? 60-an ke atas sekarang 60-an. Standar mana itu? Standar mana? Kalau standar dari apa? kesehatan dunia ya disebut lansia itu umur 80. Oh 80. Iya 80 baru disebut lansia.
(1:03:49) Kalau 60 ke atas itu disebut orang tua. Orang tua. Iya. Belum lansia ya. Jadi ya kalau ya dia masih bisa maka usahakan menghafal surat-surat pendek saja. H yang bisa dia amalkan dalam apa namanya salat sunah. Baik salat sunah rawatib maupun salat sunah di malam hari ya. Jadi pendek-pendek saja ya dia baca yang mudah.
(1:04:20) Faqra ma tayara minal Quran gitu ya. Demikian wallahuam. Baik ustaz syukur atas jawabannya. Mungkin ada sebagai iktit terakhir ya. Mungkin ada sebagai iktitam atau penutup. Silakan Ustaz. Iya ya. Alhamdulillah ya. Semoga ya kajian pada malam ini memberi manfaat pada kita semua ya. ee semangat yang ada dari pertanyaan-pertanyaan termasuk yang terakhir tadi ya yang berusaha untuk menghafal ya walaupun lansia ya semoga tetap ada ya tidak ada kata terlambat ya lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali ya berusaha apa yang kita usahakan apalagi di usia lanjut ya lalu
(1:05:01) kita dapatkan walaupun sedikit insyaallah tidak ada penyesalan di dalamnya nya. H bahkan menjadi kebahagiaan ketika kita dipanggil Allah Subhanahu wa taala baik di alam kubur maupun nanti pada yaumul qiamah. Demikian wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallama walhamdulillahiabbil alamin.
(1:05:26) Nam terima kasih jazakallahu khairan barakallahu fikum ustaz atas nasihat dan bimbingannya. Demikian ikhwat Islamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan bimbingan tilawah Al-Qur’an dan tajwid dan pembacaan kitab Kaifa Tafadul Quran al karim kiat-kiat dalam menghafal Al-Qur’an. Semoga apa yang telah kita simak dengarkan dapat kita pahami dengan baik dan benar.
(1:05:46) Dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita semua dalam beramal saleh. Amin ya rabbal alamin. Kami yang bertugas pamit undur diri. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Terima kasih.
(1:06:06) Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum atas kebersamaan Anda. Wabillahi taufik wal hidayah. Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply