Ustadz Dr. Iqbal Gunawan | Syarhussunnah Al-Barbahari

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Dr. Iqbal Gunawan | Syarhussunnah Al-Barbahari – YouTube

Transcript:
(00:05) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Seseorang, seorang muslim tentunya di sini yang dimaksud adalah apabila dia sakit maka Allah Subhanahu wa taala akan memberikan pahala atas rasa sakit tersebut. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.
(00:46) 1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa alihi wa tabiin yaumidin. Amma ba ikhwat Islam rahimani warahimakumullah. pendengar di Roja serta pemirsa TV Roja di mana pun saat ini Anda berada. Jazakumullahu khairan wabarakallahu fikum.
(01:32) Terima kasih atas kesediaan antum semuanya di kesempatan pagi hari ini untuk bersama kami. Dan mengawali perjumpaan kita di kesempatan kali ini akan kami hadirkan kajian serta bimbingan ilmiah bersama Ustaz Dr. Iqbal Gunawan, MA. Hafidahullahu taala. Kami hadirkan secara langsung dari studio mini di kediaman beliau di Maros untuk melanjutkan pembahasan kitab Syarhus Sunah lil Imam Albarbahari.
(02:04) Dan menurut informasi yang kami peroleh di kesempatan pagi hari ini, beliau akan menyampaikan dari pembahasan penyimpangan sekte Jahmiah. Kita akan simak kurang lebih satu 1 jam ke depan dan kami ingatkan untuk ada yang bertanya seputar pembahasan ini nanti silakan. Anda bisa menghubungi nomor kami via telepon maupun mengirimkan melalui pesan singkat WhatsApp di 0218236543. Kami ulangi kembali 0218236543.
(02:32) Selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan. Falatafadol masuk ya Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim. Innalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina waminatialina yahdihillahu fala mudillalah w yudlilhu fala hadiyaalah wa asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajma allahummaimna ma yanfaunafna bimaamtana Allah pemirsa Raj TV, kaum muslimin dan
(03:23) muslimat di mana pun Anda berada. Puja dan puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah azza wa jalla atas segala limpahan nikmat, karunia, hidayah, inayah, dan taufiknya kepada kita semua. Selawat dan salam semoga terus tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta seluruh keluarga, para sahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak beliau dengan baik sampai akhir zaman nanti.
(03:57) Pemirsa Raja TV, kaum muslimin dan muslimat di mana pun Anda berada, alhamdulillah kita melanjutkan kembali kajian rutin kita setiap Rabu pekan pertama. Dan kedua yaitu pembahasan kitab Syarhus Sunah karya Imam Alhan bin Ali Albarbahari rahimahullah. Dan pembahasan kita sudah sampai pada perkataan beliau rahimahullah.
(04:29) Wam anna ahlal ilmi lam yazalu yarudduna jahmiah. Dan ketahuilah dan kata ini selalu beliau ulang ya setiap memulai pembahasan-pembahasan yang baru dan ini adalah kebiasaan para ulama. Waam pelajarilah ya bahkan dalam Al-Qur’an fa’lam annahu la ilahaillallah wastagfir lizambik. Maka ya di sini kita harus benar-benar memperhatikan.
(04:57) Ketahuilah bahwasanya para ulama, para ahli ilmu lam yazalu yarudduna Jahmiah. Sejak dahulu mereka terus membantah ya sejak munculnya ya penyimpangan Jahmiah, kesesatan sekta ini, mereka sudah mulai membantah untuk menjaga kemurnian Islam. Mereka terus membantah kesesatan-kesesatan kelompok Jahmiah dan membongkar ya syubhat-syubhat mereka.
(05:32) Hatta fi khilafati bnil abbas takallam ruai fi amril amah. sampai ya kata beliau di zaman Banil Abbas dan tentunya ya tidak dari awal khilafah Abbasiyah karena ya dimulai dari zaman khulafaur rasyidin, zaman khilafah Umawiyah, kemudian di awal-awal khilafah Abbasiyah, para ulama ya mereka didukung oleh para penguasa. Meskipun sudah mulai muncul kelompok-kelompok sesat, tapi para ulama benar-benar digandeng oleh para penguasa, dilindungi oleh para penguasa, dan dibela oleh para penguasa.
(06:20) Sampai pada zaman Khilafah Abbasiyah, yaitu di pertengahan di zaman Khalifah Al Makmun, kemudian setelahnya Al-Muktasim, kemudian Al-Wiq. Maka kata beliau menulis kitab ini rahimahullah yang hidup hampir ya dekat dengan zaman tersebut takwa amrilah. Mulailah orang-orang yang pandir, orang-orang yang bodoh, orang-orang yang tidak punya ilmu berbicara tentang perkara-perkara yang besar, perkara-perkata perkara yang terkait dengan maslahat umat.
(07:01) alari rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Bahkan mereka ya orang-orang bodoh tadi yang tidak belajar dari majelis-majelis para ulama, dari tangan-tangan para ulama, mereka berbicara tentang agama, berbicara tentang akidah dan mereka menikam asar-asar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, menikam hadis-hadis Rasul sahu alaihi wasallam. Wa bilqiasifah.
(07:29) Mereka menggunakan ya logika mereka yang batil dan mereka mengkafirkan orang-orang yang menyelisihi mereka. Apa yang disebutkan oleh Imam Albarbahari rahimahullah? Waam anna ahlalam yazaludduna jahmiah. Ketahuilah bahwasanya sejak dahulu dan sampai hari ini terus para ulama kita, orang-orang yang Allah Subhanahu wa taala berikan ilmu kepada mereka, mereka terus membantah syubhat-syubat Jahmiyah.
(08:06) Dan tentunya ya Jahmiyah ini adalah pengikut Jaham bin Safwan yang menebarkan pemikiran yang menyimpang dan banyak sekali ya pemikiran-pemikiran yang menyimpang yang disebarkan oleh kelompok Jahmiah ini. Di antara yang paling populer adalah mereka menolak bahwasanya Allah itu berbicara.
(08:36) Sehingga mereka tidak ingin mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu adalah kalamullah. Mereka mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu makhluk karena Allah tidak berbicara. Ya, bahkan kelompok Jahmiyah ini bukan hanya menolak sifat kalam, menolak semua nama-nama dan sifat-sifat Allah azza wa jalla. Mereka tidak mensifati Allah kecuali alwujudul mutlq.
(08:59) Ya, bahwasanya itu Allah secara mutlak. Tidak ada nama dan tidak ada sifat-sifatnya. Dan mereka juga punya penyimpangan-penyimpangan yang lain ya. Di antaranya mereka adalah murjiah dalam bab iman. Mereka mengatakan bahwasanya iman itu cukup. Seorang mengetahui tentang adanya Allah azza wa jalla maka itu sudah cukup. Tidak perlu dia beramal, tidak perlu dia meninggalkan maksiat.
(09:27) Ya, selama dia mengetahui bahwasanya Allah itu ada, maka itu sudah cukup ya baginya untuk selamat dari neraka. Dan penisbatan Jahmiah ini adalah nisbat kepada ya orang yang menyebarkan pemikiran Jahmiyah yaitu Jaham bin Safwan. meskipun ya sebenarnya Jahran ini dari Jaad bin Dirham yang mana Jaad bin Dirham ini mengambil dari Tholut ya Tholut adalah seorang Yahudi dan Thalut mengambil dari Labid bin Aam alladzi saharo an Nabi Sallallahu Alaih Wasallam yang mensihir Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(10:10) Banyak sekali pemikiran-pemikiran Jahmiah yang berbahaya ya. Mereka mengingkari kekalnya surga dan neraka. Mereka mengingkari sirat. Ya, titian antara ee titian menuju surga yang diletakkan di atas jahanam. Mereka mengingkari mizan ya timbangan, amalan. Dan aljahmiah adalah akhtarul firqah.
(10:36) Firqah sekta yang paling berbahaya ya dalam perkara akidah. Dan sejak dahulu para ulama menuliskan buku-buku tentang penyimpangan-penyimpangan mereka, bantahan-bantahan tentang syat-syubat mereka. Di antaranya kitab yang ditulis oleh Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah arradu alal Jahmiyah. juga kitab yang di ee tulis oleh ee yaitu berjudul Raddu Utsman bin Saad Addarimi ala Bisr Almirrisi ya.
(11:06) Kemudian juga kitab yang ditutus oleh Syaikhul Islam Taimiyah Bayan Talbisil Jahmiyah. Kitab yang ditulis oleh Ibnu Qayyim rahimahullah, Ijtima Jus alislamiyah alil muilati wal jahmiah. Banyak ya buku-buku yang ditulis oleh para ulama kita yang menyebutkan tentang penyimpangan-penyimpangan sekte Jahmiah yang sangat berbahaya.
(11:32) Karena sampai hari ini syubhat-syubhat itu masih disebarkan di tengah-tengah kaum muslimin. Hatta fi khilafati abbas ya. Beliau menyebutkan bahwasanya ahlusunah wal jamaah atau para ulama senantiasa membantah penyimpangan-penyimpangan Jahmiah sejak dahulu sampai hari ini. Tapi ya di zaman Abbas khususnya di zaman Khalifah Almaun kemudian Khalifah Almuttasim, Khalifah Alwasiq, maka tiga khalifah ini ya benar-benar mereka justru sebaliknya.
(12:10) Mereka mendukung kelompok Jahmiah, mereka membela, mereka mendekatkan ya tokoh-tokoh Jahmiah ya dengan mereka, dengan para penguasa dan bahkan menangkapi ya menyiksa, memenjarakan, bahkan membunuh ulama-ulama yang menentang Jahmiyah ya, yang tidak ingin mengikuti pemikiran-pemikiran Jahmiah, mereka ditangkap, mereka disiksa. sebagian mereka sampai dibunuh.
(12:43) Maka tentu ya kondisi kaum muslimin ketika itu berada dalam kekacauan dan akidahnya semakin samar, akidah yang benar. Maka takallamidah berbicaralah orang-orang yang tidak memiliki ilmu yang mereka ya tidak pantas untuk berbicara tentang masalah agama. Dan ini di antara tanda-tanda kiamat yaitu arfih amrilah.
(13:15) Perkara perkara besar perkara yang berkaitan dengan ya masalah besar masalah umat ini dibicarakan oleh orang-orang yang tidak berilmu. Padahal masalah-masalah besar ini dikembalikan kepada para ulama. Allah Taala berfirman, apabila datang kepada mereka perkara yang berkaitan dengan rasa aman, rasa takut, mereka langsung menyebarkannya, langsung men-share ya di media sosial, berbicara ya seenaknya walau Seandainya mereka kembalikan kepada rasul kepada ahlinya ya orang-orang yang pantas berbicara dalam perkara-perkara tersebut.
(14:13) Maka tentu ya ahli ilmu akan berbicara sesuai dengan kapasitas mereka. Maka perkara-perkara besar, perkara-perkara yang berkaitan dengan ya masalah umat secara umum ini dikembalikan kepada para ulama ya. Tidak setiap orang berbicara sehingga menambah kekacauan. Karena manah fiir fannihibil ajaib. Barang siapa yang berbicara perkara yang bukan kekhususan dia, keahlian dia, maka dia akan mendatangkan sesuatu yang aneh.
(14:48) Padahal ya dalam perkara dunia saja orang-orang akan selektif dalam memanggil atau mendengar siapa yang berbicara. Tapi begitu masuk perkara agama, maka semua orang berani untuk berbicara. Inilah yang menjadikan ya kekacauan dalam agama ini. Karena setiap orang berani berbicara tentang perkara agama padahal mereka tidak pernah menuntut ilmu langsung kepada para ulama.
(15:17) Mereka belajar sendiri dan mereka ya kacau dalam pemahamannya. Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka orang-orang Jahmiah dan pengikut-pengikut mereka, orang-orang yang terpengaruh dengan pemikiran mereka, mereka menikam hadis-hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan sampai saat ini ya mereka mengatakan bahwasanya jika itu hadis ahad ya tidak dirikan secara mutawatir maka tidak diterima dalam perkara akidah.
(15:45) Sehingga mereka membanta semua ya perkara-perkara gaib yang tidak mutawatir menurut mereka. Mereka membantah azab kubur ya. Mereka membantah adanya ee mizan, timbangan, adanya titian, sirat, dan banyak perkara-perkara agama yang mereka bantah ya mereka tolak ya disebabkan karena mereka mengatakan ya perkara-perkara ini tertera dalam hadis-hadis ahad bukan hadis yang mutawatir.
(16:24) Dan mereka menggunakan akal mereka dalam perkara-perkara gaib tentang sifat-sifat Allah azza wa jalla. Waakadu bilqiasi wafaru man khalafahum. Mereka menggunakan iias yang batil. Dalam perkara akidah ini perkara taukifiah ya. Kias digunakan dalam perkara ijtihadiah, perkara fikhiah. Tapi dalam masalah akidah maka yang digunakan adalah Al-Qur’an, sunah dan Ijma. Jadi tidak digunakan iias dalam masalah akidah.
(16:53) Karena akidah adalah at-talaqqi mengambil langsung dari Al-Qur’an, dari Asunah dan kesepakatan para sahabat radhiallahu taala anhu. Kemudian beliau mengatakan, “Fakhala fi quihim al jahil wal mugffal walladzi la ilma lahu.” Ya. Sehingga banyak orang-orang jahil, orang-orang yang mughaffal, orang-orang yang lalai.
(17:20) Orang-orang yang tidak punya ilmu, mereka terpengaruh dengan syubhat-syubhat jahmiah. Mereka terpengaruh dengan pemikiran-pemikiran Jahmiah yang memang didukung oleh penguasa saat itu. Bahkan dipaksa ya rakyat untuk mengikuti tokoh-tokoh Jahmiah dan pemikiran-pemikiran mereka. Hatta kafaru min ha yamun. Sampai mereka banyak di antara mereka terjatuh dalam kekufuran.
(17:48) Dan mereka tidak sadar karena mereka mengikuti tanpa ilmu, tanpa dalil. Sehingga banyak ya dari umat yang mereka binasa, tersesat, celaka, bahkan keluar dari Islam. Watandaqat min wujuh, mereka terjatuh kepada zandaqah, kekufuran. Ya. Dan mereka tidak menyadarinya. wuj sesaat dalam dari berbagai sisi. muncul ya qadariah, muncul Jahmiah, muncul Murjiah, muncul Jabariah ya semakin tersebar ya pemikiran-pemikiran sesat di zaman tersebut karena didukung oleh penguasa bahkan difasilitasi bahkan dipenjara bahkan ditangkap orang-orang yang menyelisihi tokoh-tokoh Jahmiah
(18:47) tersebut. illa man tabata ala qui rasulillah shallallallahu alaihi wasallam wa amrihi wa amri ashabih. Tentu ya tetap akan tetap ada sekelompok dari umat ini yang akan kokoh di atas sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Masih tersisa ya orang-orang yang mengikuti sunah Rasul wasallam meskipun dipenjara, meskipun disiksa, meskipun diancam untuk dibunuh.
(19:17) Di antaranya yang sangat populer adalah Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah yang tetap kokoh, tetap tegar. Meskipun disiksa, meskipun dipenjara, beliau tetap teguh untuk tidak mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu adalah makhluk. Walam yatak ahad minhum. Dan tidak melampaui apa yang diyakini oleh para sahabat, apa yang diriwayatkan dari para sahabat. Mereka tidak melampaui apa yang mereka sampaikan.
(19:43) am mendahului para sahabat dalam perkara-perkara akidah, perkara perkara agama. Wawasiahuma wasiahum. Mereka mengikuti apa yang mereka dapati dari para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka tidak benci ya dari mazhab para sahabat, dari jalan yang dilalui oleh para sahabat. Waimahum isam.
(20:13) Mereka yakin bahwasanya para sahabat berada di atas agama yang lurus, agama yang benar. Nabi sallallahu alaihi wasallam telah merekomendasi para sahabatnya dengan mengatakan eh kirunasi qarni tummalladina yilunahumadina yalunahum. Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidup di zamanku mengikuti petunjukku kemudian mengikuti mereka kemudian mengikuti mereka.
(20:44) Dan juga ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan tentang perpecahan umat, maka ditanya Nabi Sallallahu Alaih Wasallam, “Siapa yang selamat?” Ya, satu kelompok yang selamat. Beliau mengatakan, “Ma ana alaihil asabi yang mengikuti aku dan para sahabatku. Walhiqu orang-orang yang selamat adalah orang-orang yang mengikuti petunjuk para sahabat. Muhammad wasam.
(21:15) Karena yang benar adalah agama ini adalah agama yang dijalani oleh para sahabat. Agama yang diyakini oleh para sahabat dan diajarkan oleh para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka ketika ya kelompok Jahmiyah ini kuat ya didukung oleh para penguasa di zaman Khalifah Al Makmun, Khalifah almuttasim, Khalifah Alwq, maka manusia pun ya berbicara tentang agama tanpa ilmu. Mereka ya tersesat dalam banyak perkara.
(21:48) Dan Jahmiyah adalah kelompok yang mengkafirkan orang-orang yang menyelisihi mereka. Dan hampir semua kelompok sesat ya, sekte sesat baik Muktazilah, Jahmiyah, Qadariah, Jabriyah, Murjiah sama mereka semua mengkafirkan orang-orang yang menyelisihi pendapat mereka.
(22:10) Mereka sangat mudah ya bermudah-mudahan dalam mengkafirkan orang yang tidak setuju dengan pendapat mereka. Maka ya karena kesesatan ini tersebar begitu luas ya banyak orang-orang yang terpengaruh, banyak orang-orang yang terjatuh dalam perkara-perkara besar yang dapat mengeluarkan seorang dari agama Islam ya ketika mereka menolak tentang ee sifat-sifat Allah azza wa jalla menolak tentang adanya surga dan neraka saat ini. Karena mereka mengatakan bahwasanya surga dan neraka belum ada.
(22:47) Seandainya ada, untuk apa ya perkara yang sia-sia. Padahal sangat jelas dalam Al-Qur’an bahwasanya surga itu sudah uiddat lil muttaqin. Sudah ada, sudah disiapkan dan terus diambah ya kebaikannya, keindahannya. Begitu pula neraka sudah siap. Uiddat lil kafirin. Ya, sudah disiapkan untuk orang-orang kafir ya. mereka orang-orang Jahmiah dan yang ee mengikuti mereka.
(23:14) Mereka mengatakan pasti Al-Qur’an ee surga dan neraka belum ada saat ini juga mereka ya dalam perkara takdir mereka Jabariah mereka mengatakan bahwasanya manusia itu tidak punya kehendak, tidak punya pilihan. Mereka itu digerakkan seperti digerakkannya bulu yang berterbangan diterbangkan oleh angin ya atau seperti daun yang jatuh dari pohon. Mereka tidak punya iradah, kehendak, pilihan sama sekali.
(23:44) Sehingga ya mereka keluar dari agama Islam disebabkan banyaknya kesesatan-kesesatan yang mereka yakini. sehingga ya manusia tersesat dalam banyak perkara. Mereka juga terjatuh dalam perpecahan dan membuat bidah-bidah yang baru yang sangat banyak. Illa tabata ala rasulillah sallallahu alaihi wasallam wa amrihi wa amri ashabihi walam yatak ahada minhum.
(24:18) Tapi terus ya pasti ada orang-orang yang selamat ya karena Allah akan menjaga agama ini. Allah sudah menjamin bahwasanya agama ini akan terus ada orang-orang yang menjaganya. Akan terus ada kelompok dari umat ini yang tidak membahayakan mereka. khalafahum yang menyelisihi mereka, yang meninggalkan mereka, yang tidak menolong mereka sampai menjelang hari kiamat.
(24:52) yaitu orang-orang yang terus mengikuti petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam, mengikuti Alkitab wasunah dan apa yang di riwayatkan dari para sahabat, para tabiin, para tabiut tabiin yang telah dipuji oleh Allah azza waalla dalam alquranabiquunal awaluna minal muhajirin ansar walladinauhum biihsan.
(25:19) Orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kalangan Muhajirin, dari kalangan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Mereka itulah orang-orang yang selamat. Tidak mungkin kita menjadi asabiquunal awalun karena masa mereka telah berlalu juga menjadi ansar karena kita hidup ya setelah zaman mereka. Tapi kita bisa sampai hari kiamat semua bisa masuk dalam kelompok yang ketiga ini.
(25:46) Jadi kelompok maka kita sudah tidak bisa mencapai mereka lagi. Wal ansar juga sudah tidak bisa kita dapati. Tapi kelompok yang ketiga, walladinauhum bisan radhiallahu anhum waradu Allah rida kepada mereka. Rida kepada Allah semua bisa mengikutinya. Semua bisa masuk dalam kelompok walladinaum bisan dan yang mengikuti para sahabat mengikuti almuhajirin, mengikuti al-Anshar dalam cara mereka beragama, cara mereka berakidah, cara mereka bermuamalah.
(26:24) Sebagaimana pesan Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada para sahabatnya dan kepada kita semua. Ya, fainnahu minkum. siapapun yang akan panjang umurnya di antara kalian fasarilafan pasti akan menemui perpecahan yang sangat banyak di tengah-tengah kaum muslimin. Dan ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tentang perpecahan umat ini akan terjadi perselisihan sangat banyak. Beliau langsung memberikan solusi ya dalam hadis tersebut.
(26:56) Ikumilidahin alaihajakum umur. Solusi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ketika kalian mendapati perselisihan yang sangat banyak, perpecahan ya, pertentangan di antara kaum muslimin, maka solusinya kalian harus kembali kepada sunahku. Karena kalau kalian kembali kepada sunahku, maka kalian akan bersatu. Karena sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam hanya satu. Wasil khulafi rasyidin.
(27:23) Ikuti apa yang telah dijalani oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali radhiallahu taala anhu ajmain. Kata Nabi sallallahui wasallam, “Gitnya sunah mereka dengan gigi geraham. Dan waakdat umur. Berhati-hatilah jauhi perkara-perkara baru dalam agama.” Karena setiap manusia membuat perkara baru berbeda dengan kelompok yang tidak membuatnya.
(27:46) Masing-masing membuat perkara baru dalam akidah, dalam ibadah. sehingga mereka menjadi kelompok yang ber banyak ya, berpecah-pecah, bersekte-sekte karena mereka tidak kembali kepada sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau mereka kembali, mereka akan menjadi umat yang satu, umat yang kuat. Maka tidak ada pilihan ya kalau kita ingin selamat, jika kita ingin ee tidak terjerumus dalam kesesatan firkah-firqah yang menyimpang, maka hanya satu solusinya yaiku alaikum bisunnati wasil rasidin wahd ba’di.
(28:24) Mengikuti sunah nabi, sunah para khulafa rasyidin dengan mempelajari sunah tersebut dan Allah sudah sudah menjamin untuk menjaga agama ini. Maka hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam ada di hadapan kita ya. Hadis-hadis sahih Bukhari Muslim dan kitab-kitab hadis yang lainnya ada di hadapan kita ya.
(28:43) Tinggal apakah kita ingin mengikutinya atau menjauhinya. Beliau juga mengatakan lafzi bil Quran makhluk fahua jahmi. Ya, siapa yang mengatakan lafazku ya ucapanku dengan Alquran adalah makhluk maka dia adalah jahmi. Tanda seorang jahmiaamak makluk makhluk fahua jahmi. Atau sebaliknya dia diam mengatakan makhluk atau bukan makhluk dia juga jahmi.
(29:09) Wak q Ahmad bin Hambal. Demikianlah apa yang dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hambal. Rasulullah was umuralah waikumil khulafaidin mahdin alaihi nawajid. Ini yang tadi kita sampaikan. Adapun perkataan laf bil Quran makhluk. Ketika di zaman Imam Ahmad ya sangat tersebar perkara ini maka ini diucapkan.
(29:41) Tetapi di zaman ya tidak ada ee masalah ini, maka tidak perlu untuk diangkat-angkat. Karena ya ketika orang-orang Jahmiyah kesulitan untuk memaksa orang mengatakan Al-Qur’an makhluk, maka mereka membuat syubhat-syubat dengan mengatakan lafzi bil Quran makhluk. Ya, kalau yang dimaksud adalah suara kita ya, maka tentunya suara kita adalah makhluk.
(30:04) Tapi Al-Qur’an yang kita ucapkan bukan makhluk. Dia adalah kalamullah azza wa jalla. Jadi para ulama kita mengatakan, “Ya, perkara ini tidak perlu diangkat-angkat. Yang penting kita harus meyakini bahwasanya Al-Qur’an itu bukan makhluk. Al-Qur’an adalah kalamullah azza wa jalla. Baik ditulis di mushaf-mushaf atau diucapkan dengan lisan atau didengarkan, maka Al-Qur’an kalamullah azza wa jalla minhu bada wa ilaihi yaud.
(30:32) ” Dari Allah muncul pertama kali Al-Qur’an yang disampaikan kepada Jibril. Jibril memperdengarkannya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyampaikan kepada kita tanpa ditambah dan dikurangi satu huruf pun. Allah tidak menciptakan lauhul mahfuz bila kemudian meletakkannya di lauhul mahfuz atau menciptakan lauhul ee Al-Qur’an di pada Jibril atau pada Nabi Muhammad sallah alaihi wasallam. Tidak.
(30:58) Tapi Al-Qur’an adalah kalamullah azza wa jalla yang Allah sampaikan kepada Jibril dan Jibril alaihalam menyampaikan kepada Nabi kita sallallahu alaihi wasallam dan Al-Qur’an akan diangkat di akhir zaman. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan tidak ada ucapan yang sama dengan Al-Qur’anul Karim.
(31:22) Karena Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai hari kiamat. Maka aljahmiyah merekalah orang-orang yang mengingkari ya bahwasanya Al-Qur’an Allah itu berbicara. Maka ya di zaman ee amir gubernur Khalid Al-Qasri ya, beliau pernah memenggal ya ee Ja’ad bin Dirham yang mengatakan bahwasanya Allah tidak menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya dan tidak berbicara dengan dengan Musa ya, berbicara dengan Nabi Musa.
(31:54) Mereka mengingkari bahwasanya Allah berbicara sebagaimana mereka mengingkari ya sifat-sifat Allah yang lain. Adapun kita ahlusunah wal jamaah, maka kita meyakini bahwasanya Allah punya nama-nama, punya sifat-sifat yang sesuai dengan keagungan dan kebesarannya. Kelompok Jahmiyah mengatakan Allah itu ya tidak berbicara, tidak punya iradah, tidak punya pendengaran, tidak punya penglihatan.
(32:18) Allah itu tidak berada di atas, tidak di bawah, tidak di dalam alam juga tidak di luar alam. Ini yang dikatakan oleh kelompok Jahmiyah. Ahlusunah wal jamaah meyakini Allah berada di atas arsy, beristiwa sesuai dengan keagungan kebesarannya. Allah punya pendengaran, Allah punya penglihatan, Allah melihat, Allah berbicara, Allah turun, Allah ya punya sifat-sifat yang sangat banyak.
(32:42) Allah punya mata, Allah punya telinga, Allah punya tangan, Allah punya kaki, ya Allah punya wajah. Dan semua sifat-sifat tersebut sesuai dengan keagungan kebesaran Allah azza wa jalla. Sebagaimana Allah punya zat yang berbeda dengan zat makhluk, maka Allah punya sifat yang berbeda dengan sifat makhluk.
(33:06) Dan sifat-sifat tersebut ketika disandarkan kepada Allah, maka sesuai dengan keagungan dan kebesarannya. Sebagaimana ketika sifat-sifat tersebut disandarkan kepada makhluk, maka sesuai dengan kelemahan dan kekurangannya. Dan Allah sendiri yang mengatakan bahwasanya tidak ada yang sama dengan Allah wahu dan Allah maha mendengar lagi maha melihat.
(33:26) Allah menyampaikan Allah punya tangan Allah mengatakan kepada iblis apa yang menghalangimu untuk sujud dengan kepada Adam yang aku ciptakan dengan kedua tanganku. Dan hadis-hadis dan riwayat-riwayat yang lain menyebutkan tentang ya sifat-sifat Allah azza wa jalla ya dalam Al-Qur’an dalam hadis-hadis yang sahih tentunya tidak boleh kita bantah ya kita tetapkan dan kita mengatakan bahwasanya makna dari sifat-sifat tersebut kita ketahui tapi kaifiahnya maka kita kembalikan kepada Allah azza waalla kita tidak mengetahui bagaimana bentuk tangan
(34:05) Allah, bagaimana bentuk wajah Allah, bagaimana bentuk mata Allah, bagaimana Mana bentuk kaki Allah? Bagaimana turunnya Allah azza wa jalla ke langit dunia? Bagaimana bentuk datangnya nanti Allah azza. Perkara ini tidak boleh kita pertanyakan. Ya.
(34:24) Sebagaimana perkata Imam Malik rahimahullah azza wa jalla al istiwa maklum. Istiwa itu perkara yang kita ketahui artinya ya dalam bahasa Arab artinya alulu wal irtifa berada di atas. Wa alkaifu majhul. Tapi bagaimana ya istiwanya Allah itu adalah perkara yang majhul. Allah tidak mengabarkan, Nabi sallallahu alaihi wasallam juga tidak mengabarkan.
(34:43) Para sahabat tidak pernah bertanya tentang bagaimana sifat Allah azza wa jalla. Karena ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam diangkat ke langit ketujuh ke Sidratul Muntaha disampaikan kepadanya kewajiban salat lima waktu. Beliau ditanya, “Hal roitab rabbak? Apakah engkau sempat melihat Allah azza wa jalla?” Beliau mengatakan, “Nurun annaarah.
(35:08) ” Hanya cahaya bagaimana aku bisa melihatmu? Ketika kita tidak mengetahui bagaimana zat Allah azza wa jalla, maka tidak mungkin kita mengetahui bagaimana sifat Allah azza wa jalla. Allah taala mengatakan, “Wa yuhuna bihi ilma.” Mereka tidak meliputi ilmu tentang Allah azza wa jalla. Kita hanya menetapkan apa yang Allah ceritakan kepada kita tentang nama-nama dan sifat-sifatnya.
(35:32) Adapun selanjutnya tentang bagaimana bentuk sifat-sifat tersebut, maka Allah tidak mengabarkan kepada kita. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga tidak menyampaikan dan kita tidak diperintahkan untuk bertanya. Bahkan itu perkara yang dilarang yaitu memikirkan bagaimana sifat-sifat Allah azza wa jalla. Ini perkara yang tidak mungkin akal kita sampai ke sana. Kemudian beliau rahimahullah melanjutkan annahu inahmah.
(35:57) Ya, beliau mengatakan dan menyampaikan kepada kita semua penyebab ya tersesatnya kelompok Jahmiyah ini penyebab utamanya annahum fakkaru firb ya disebabkan mereka berusaha memahami tentang zat Allah azza wa jalla tentang sifat Allah azza wa jalla menggunakan akal mereka ya mereka bertanya lima ya kenapa Allah demikian kenapa Allah menciptakan ini kenapa Allah melakukan ini dan waaif mereka bertanya bagaimana Ya, bagaimana turunnya Allah, bagaimana tangannya Allah, bagaimana wajahnya Allah. Mereka bertanya tentang perkara
(36:35) perkara yang bukan urusan mereka, bukan kewajiban mereka. Tidak pernah Nabi menyuruh mereka untuk melakukan hal tersebut. Allah tidak perintahkan untuk melakukan hal tersebut. Watarak sudah mereka menggunakan akal, mereka pun meninggalkan asar. Mereka meninggalkan hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka meninggalkan ayat-ayat Al-Qur’an.
(36:59) Alqias. Mereka menggunakan akal mereka ya untuk memahami tentang Allah azza wa jalla. Waqihim. Mereka ya berusaha memahami agama dengan akal saja ya tanpa dibimbing oleh wahyu dari Allah azza waalla. Fafrian yak. Sehingga mereka pun terjatuh kepada kekufuran yang tidak tersembunyi. Fakafaru wa kafarul khq.
(37:31) Akhirnya mereka terjatuh kepada kekufuran dan mereka mengkafirkan selain mereka yang tidak mengikuti cara mereka berpikir, cara mereka beragama. Akhirnya mereka karena mereka ingin mengkiaskan Allah dengan makhluk, mereka pun terjatuh kepada taktil, yaitu mengingkari semua nama-nama dan sifat-sifat Allah azza wa jalla. Karena tidak mungkin ya seorang bisa sampai ya akalnya untuk memahami tentang sifat-sifat Allah azza wa jalla.
(38:03) kita hanya ya mengimani, menetapkan, mengisbatkan apa yang Allah terangkan kepada kita tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah azza wa jalla. Adapun bagaimana bentuknya ya, bagaimana Allah bisa turun ya? Apakah Allah turun sehingga ee langit kedua ketiga ketika menutupinya ya? Bagaimana Allah turun padahal sepertiga malam di setiap negara itu berbeda.
(38:26) Dan perkara-perkara lain yang sulit untuk masuk ke dalam akal kita. Maka kewajiban kita adalah samna wa atana. Ya, kami dengar dan kami taati. Karena Allah Subhanahu wa taala ala kul qadir. Ketika berbicara tentang Allah azza wa jalla maka tidak ada yang tidak mampu dilakukan oleh Allah azza wa jalla.
(38:51) Ketika sebagian sahabat mendengar tentang ayat bahwasanya orang-orang kafir nanti pada hari kiamat yuhsyaruna ala wujuhihim mereka digiring pada hari kiamat dan berjalan kepala mereka di bawah dan kaki mereka di atas. Sebagian mereka bertanya kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Bagaimana mereka berjalan?” Ya, kepala mereka di bawah dan kaki mereka di atas.
(39:12) Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Apakah zat yang mampu membuat mereka berjalan dengan kakinya di dunia tidak mampu untuk membuat mereka bisa berjalan dengan kepalanya?” Allah ala kul qadir. Allah ya mampu menjadikan semua berbicara. Kulit bisa berbicara, tangan bisa berbicara, kaki bisa berbicara, batu-batu bisa berbicara, maka tidak ada yang tidak mampu dilakukan oleh Allah azza waalla.
(39:36) Win alaihi yasir. Segala sesuatu bagi Allah itu sangat mudah. Innama amruhu aryaqu fayakun. Sesungguhnya Allah jika ingin melakukan sesuatu hanya mengucapkan kaf dan nun saja, maka terjadilah apa yang Allah inginkan. Orang-orang Jahmiah mereka mengingkari sifat-sifat Allah azza wa jalla karena mereka mengkiaskan Allah dengan makhluknya.
(40:01) Ketika mereka ya mengkiaskan Allah dengan makhluknya, mereka mengatakan kalau kita tetapkan sifat-sifat ini berarti kita samakan Allah dengan makhluknya. Maka mereka pun mengingkari. Ya. Padahal setiap apa yang disampaikan oleh Allah tentang nama-nama atau sifat-sifatnya maka itu sesuai dengan kebesaran, keagungan dan kemuliaan Allah azza wa jalla.
(40:20) Meskipun namanya sama, tapi tentu hakikatnya tidak mungkin sama. Sebagaimana antara makhluk dengan makhluk, ya. Semut punya kaki ya, gajah punya kaki. Tapi kaki gajah dan kaki semut sangat berbeda. Jika perbedaan antara makhluk sesama makhluk saja jauh berbeda, apalagi antara Allah dengan makhluknya. Tentu ya perbedaannya sangat jauh.
(40:45) Kemudian beliau rahimahullah mengatakan, “Waq ba ulama minhum Imam Ahmad bin Hambal aljahmi kafir laisa min ahlil qiblah.” Dan para ulama kita sejak dahulu menghukumi sekte Jahmiah ini adalah kelompok yang telah keluar dari Islam bahkan tidak masuk dalam 73 golongan.
(41:09) Karena 73 golongan tersebut adalah kata Nabi wasallam umati akan terpecah umatku. Umat di sini adalah umat ijabah yang sudah masuk Islam. Adapun Jahmiah ya karena mereka mengingkari semua sifat-sifat Allah azza wa jalla, mengingkari takdir, ya. Mereka mengatakan, “Manusia itu majbur, digerakkan, ya tidak punya kehendak sama sekali dalam perkara iman mereka murjiah.
(41:34) ” Mereka mengatakan cukup mengetahui. Yaitu sudah dikatakan seorang beriman dan bisa selamat ya di akhirat nanti. Dan mengingkari banyak perkara-perkara gaib ya, azab kubur, mengingkari mizan, sirat ya, perkara-perkara yang terkait dengan hari akhir. Dan mereka juga mengatakan surga neraka tidak kekal sehingga mereka ya dihukumi kafir oleh para ulama sejak dahulu.
(42:00) Halaluddam la yaritu wala yur ya tidak berhak untuk diwarisi dan mewarisi ya keluarganya yang muslim. Laahu q la jumata w jamaah w idain wodqah. Karena bagi orang-orang Jahmiyah ini tidak perlu salat Jumat, tidak perlu salat jemah, tidak perlu salat Id, tidak perlu berzakat, cukup salah mengatakan dia mengetahui tentang Allah, maka dia sudah beriman.
(42:25) Dan mereka juga mengatakan, “Man lam yaakl alquran makhluk fahua kafir.” Mereka mengkafirkan orang yang tidak mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu adalah makhluk. Sehingga wajar yang sangat wajar seorang yang me meyakini perkara-perkara ini ya perkara-perkara kufur ini dihukumi keluar dari Islam karena sangat bertentangan dengan ee agama Islam.
(42:50) Wastahallusifa ala umati Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Bahkan mereka atau hampir semua kelompok menyimpang ya dari Jahmiah, Muktazilah, ee Rofidah, Khawarij. Murjiah Qadariah mereka menghalalkan ya ee perang memerangi kaum muslimin. Walafu manana qoblahum.
(43:18) Mereka menyelisihi para sahabat sebelum mereka wamtahanasa bisya lam yatakallam fihi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam w ahadum min ashabihi. Dan mereka menguji manusia dengan perkara yang tidak pernah ya dilakukan oleh dan diucapkan oleh Rasulullah, para sahabat dan mereka ingin mengosongkan masjid-masjid dan tempat-tempat ibadah dari orang-orang yang beribadah di dalamnya.
(43:44) Mereka ingin memaksa manusia untuk mengikuti pendapat mereka. Ya, seperti yang terjadi di zaman Imam Ahmad. Mereka memaksa Imam Ahmad dan ulama di zaman itu untuk mengatakan Al-Qur’an makhluk. Dan juga karena di antara mazhab mereka adalah iman itu sekedar mengetahui. Ya, mengetahui tentang Allah azza wa jalla.
(44:03) Meskipun tidak beramal sama sekali, meskipun tidak mengucapkan dengan lisannya, meskipun tidak meyakini dengan hatinya, maka tidak butuh ya kepada masjid, tidak butuh terhadap tempat ibadah karena tidak wajib salat. Ini sangat berbahaya tentunya merusak Islam dari dalam karena memang sumbernya dari orang-orang Yahudi dari Labid Al-Asam dari Thalud ya kemudian sampai kepada Ja’ad bin Dirham kemudian kepada Jaham bin Safwan.
(44:31) Kemudian beliau mengatakan wauhanul Islam. Mereka membuat Islam ini menjadi sangat lemah ya. Karena akidahnya rusak, ibadahnya rusak, akhlaknya rusak ya. Tidak ada yang halal dan haram ya semuanya boleh. Wahalul jihad. Mereka tidak peduli dengan jihad fisabilillah. Karena orang-orang kafir pun akan selamat ya selama dia mengetahui tentang Allah azza wa jalla.
(44:56) Firaun pun mengetahui tentang Allah, iblis juga mengetahui tentang Allah. maka semua akan selamat karena mazhab mereka adalah murjiah. Ya, sekedar mengetahui saja ini sudah dikatakan beriman dan akan selamat dari neraka. Waamilu fil furqati waful. Mereka memecah belah umat ini, menyelisihi arar-atar Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(45:22) Hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam riwayat dari para sahabat mansuk waj mutasyabihim. Mereka berbicara dengan perkara-perkara yang sudah mansuk, sudah tidak berlaku lagi. Karena ada perkara-perkara yang dahulu ya ada dalam Al-Qur’an kemudian dihapus. Perkara-perkara yang dahulu dibolehkan kemudian juga dihapus. Ya, seperti yang pernah kita bahas tentang mut’ah.
(45:47) Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah membolehkan nikah mut’ah. kemudian menghapus kebolehan tersebut dan membuat manusia ragu-ragu dalam perkara agamanya. Ya, mereka berdebat dalam perkara tentang Allah azza wa jalla. Padahal seharusnya dalam masalah asma was sifat kita kembalikan hanya kepada Al-Qur’an dan Asunah.
(46:13) Apa yang terter dalam Al-Qur’an kita tetapkan dan apa yang dinafikan dalam Al-Qur’an kita nafikan. apa yang tidak ditetapkan, tidak dinafikan, maka kita pun tidak menetapkan dan tidak menafikan. Mereka mengatakan, “Laisa hunaka adzabu qabr aljahmiyah.” dan mengikuti mereka dari Muktazilah atau siapapun yang meyakini perkara ini adalah ini punya ee keyakinan yang sesat yaitu mengatakan bahwasanya tidak ada azab kubur.
(46:44) Pada dalam Al-Qur’an ya jelas Allah Taala mengatakan anar alaiha wa neraka itu ditampakkan kepada Firaun pagi dan sore hari. Dan pada hari kiamat masukkanlah Firaun dan pengikutnya ke azab yang pedih. Anar yuna alaiha. Ini adalah azab ya di alam barzakh di azab kubur yang mereka ditampakkan kepada mereka neraka siang dan malam.
(47:21) Dan pada hari kiamat mereka akan dimasukkan ke azab yang lebih pedih lagi. Wala haud orang-orang Jahmiah dan yang mengikuti dari Muktazilah dan selainnya mereka mengatakan bahwa tidak ada telaga nanti pada hari kiamat. Karena ini perkara-perkara yang tertera dalam hadis-hadis ahad sehingga mereka mengatakan dalam perkara akidah maka hadis ahad ini tidak diterima.
(47:41) Wala syafaah. Mereka juga mengingkari adanya syafaat. Adanya orang yang masuk neraka kemudian dikeluarkan dari neraka atau ya orang-orang yang diampuni dosanya dari pelaku dosa besar. Wal jannah warar lam ylaq. Ya, di antara keyakinan kelompok Jahmiah Muktazilah dan orang-orang yang mengikuti mereka, mengikuti kesesatan mereka mengatakan bahwasanya neraka dan surga itu belum diciptakan.
(48:11) Mimmaq Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Banyak sekali hadis-hadis yang mereka ingkari, mereka tolak karena mereka mengatakan ini tidak sesuai dengan akal, tidak masuk akal. Mereka mengatakan bahwasanya yang tidak masuk akal maka kita tolak ya kita takwilah wajah ya. Maka orang-orang yang demikian maka tentunya dia telah keluar dari Islamah.
(48:42) Ya, para ulama mengkafirkan mereka orang-orang yang meyakini keyakinan-keyakinan ya kufriah ini. Mereka dikafirkan oleh para ulama karena mereka menolak ayat Al-Qur’an. Dan barang siapa menolak satu ayat Al-Qur’an maka dia telah menolak seluruh isi Al-Qur’an. Haditan rasulillah.
(49:07) Siapa menolak satu hadis yang sahih, jelas dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka sama saja dia telah menolak semua hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wahua kafirun billahilim. Karena orang yang jelas-jelas membantah ya ayat Al-Qur’an, hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang maknanya jelas kemudian dia tolak maka dia telah keluar dari Islam.
(49:30) Ya, kita harus meyakini bahwasanya semua isi Al-Qur’an, semua apa yang disampaikan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah wahyu hawa in wahyu yuha. Dan Nabi Sallallahu Al wasallam tidak berbicara dari hawa nafsunya. In hua illa wahyu apa yang disampaikan oleh Nabi wasam semua wahyu dari Allah azza waallaha apa yang dibawa oleh Nabi wasam maka ambillah dan apa yang dilarang maka tinggalkanlahqah siapa yang mentaati rasul berarti dia telah mentaati Allah azza waalla ya ayyuhalladina amanu atiullah waasulil amri minkum wahai orang-orang beriman taatilah Allah taatilah rasul amrium ini perkara-perkara yang sangat jelas ya itu kita harus mengikuti semua yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi
(50:16) wasallam dan tidak boleh satuun ya jika ayat itu ee jika hadis itu sahih maka tidak ada pilihan kecuali kita mengambil dan tunduk kepada hukum yang ada dalam ayat dan hadis tersebut. Kemudian terus beliau menceritakan tentang ya kelompok Jahmiah ini yang dekat dengan zaman beliau. Fadamat lahumul muddah.
(50:48) Ya, maka kelompok Jahmiyah ini panjang ya kekuasaannya mulai dari zaman Khalifah Makmun, kemudian almuktasim kemudian Alwasiq ya sampai akhirnya ya wawajadu minani maunatan alalik yang membuat mereka semakin kuat, semakin tersebar, semakin parah ya merusak agama kaum muslimin karena mereka mendapati bantuan, dukungan sokongan dari para penguasa di zaman tersebut.
(51:21) Orang yang menyelisihi yang tidak ikut dengan kesesatan dan pemikiran Jahmiah di zaman tersebut dicambuk dipenjara ilmusati wal jamaatihanuma. Akhirnya sunah pun semakin sempit ya, semakin tertutup, semakin tidak populer di tengah masyarakat. Wasarata maktuminiharil bid wal kalam fiha.
(51:49) Sunah ya ahlusunah wal jamaah semakin sedikit, semakin lemah, semakin tertutup. Karena yang lebih populer, lebih tersebar adalah bidah dan pembicaraan-pembicaraan tentang bidah. Karena banyaknya orang yang mengikuti kelompok tersebut, pemikiran tersebut ya semua majelis-majelis ya majelis ilmu yang dibahas di situ adalah pemikiran-pemikiran Jahmiah.
(52:16) Yang disebarkan, yang diajarkan adalah kitab-kitab Jahmiah kutub. Ya, bahkan yang dicetak, yang disebarkan kepada kaum muslimin adalah buku-buku yang menyesatkan. Orang yang mengikuti eh keyakinan mereka akan diberi jabatan, akan diberi dunia ya diberi harta sehingga manusia terfitnah fitnatanimah lamjamallah.
(52:51) Hampir tidak ada yang bisa selamat kecuali siapa yang dilindungi oleh Allah azza waalla. menjalasi ayasukka fi dini yang paling minimal seorang kemudian ragu-ragu terhadap agamanya, ragu terhadap Al-Qur’an, ragu terhadap hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Autabiahum aarahum alal haq. Sehingga ya mereka mengikuti kelompok sesat tersebut atau melihat bahwasanya kebenaran itu ada pada mereka. Wadriahu alal haq alal batil. Ya.
(53:21) Sehingga dia bingung. Kebanyakan manusia bingung ya. Para ulama di penjara tidak boleh berbicara, tidak boleh berceramah, tidak boleh menyampaikan ilmu. Buku-buku yang membantah kesesatan Jahmiah di bakar ya disembunyi. Dan yang berbicara adalah para ahli bidah. Buku-buku yang disebar adalah buku-buku yang menyebarkan kesesatan.
(53:53) Tapi alhamdulillah Allah Subhanahu wa taala tidak mungkin membiarkan seterusnya ya demikian sehingga Allah memunculkan ya khalifah almutawakil yang mana dia sendiri adalah putra dari Alwaiq Jafar bin Alwaiq. Tapi Allah Subhanahu wa taala membela agama ini melalui tangan beliau. Fafaallahu bihil bidah. Allah padamkan ya api bidah.
(54:19) di zaman beliau, bihil haq beliau nampakkan kebenaran biah wal jamaah. Kemudian beliau mengangkat ulama-ulama ahlusunah, mendekatkan ulama ahlusunah kepada dirinya. Ya. Kemudian beliau ya menangkapi dan memenjarakan tokoh-tokoh ahli bidah. Dan alhamdulillah setelah itu ahlusunah kembali menjadi kuat di zaman beliau meskipun ya setelahnya terus ya ahlusunah ya berhadapan dengan ahlul bidah dan ini akan terus terjadi sampai hari kiamat karena pertentangan antara kebatilan dan kesesatan ini akan terus terjadi.
(55:02) tidak akan berhenti sampai hari kiamat dan ulama akan terus berkurang ya, ilmu akan terus berkurang dan kejahilan akan semakin tersebar ya. Maka semakin dekat hari kiamat maka ilmu ini akan semakin berkurang dan diangkat oleh Allah azza wa jalla. Dan hari kiamat akan terjadi ketika tidak ada lagi manusia menyebut tentang Allah azza wa jalla. Tidak ada yang mengetahui tentang salat, tentang zakat, tentang puasa.
(55:27) Dan ketika tidak ada lagi yang menyebut tentang Allah, maka di situlah terjadi hari kiamat. Ya, semoga apa yang kita dengarkan tentang kelompok Jahmiah dan penyimpangan mereka yang sangat berbahaya ini bisa menjadi ya tameng kita dalam berhati-hati ya terhadap kesesatan mereka.
(55:51) Karena meskipun mungkin namanya berbeda tapi keyakinan mereka terus ya ditebarkan di tengah kaum muslimin. Masih banyak buku-buku yang menyebarkan tentang kesehatan mereka sehingga kita harus waspada jangan sampai terjatuh kepada penyimpangan-penyimpangan mereka. Barakallahu fikum. Ya, saya kembalikan kepada MC yang ada di studio Raja di Cilengsi Bogor. Tib ustaz.
(56:15) Barakallah fikum wazakallahu khairan. Terima kasih atas pelajaran dan bimbingan yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala melimpahkan taufik, rahmat, dan keberkahan dan kemudahan untuk kita semuanya bisa memahami pelajaran ini dan berusaha mengamalkan faedah-faedah yang ada. Selanjutnya kami akan hadirkan beberapa pertanyaan yang telah masuk.
(56:38) Kami bacakan dari saudari Maya di Pamulang yang bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya, apakah ada tingkatan pada sekte Jahmiah ini dan bagaimana status sekte Jahmiyah ini di kalangan para ulama, pendapat-pendapat ulama tentang sekte ini? Jazakallahu khairan. Barakallahu fik, Ustaz. Silakan.
(57:05) Iya, sejak dahulu ya ada namanya ekstrem dan ada yang ee tidak ekstrem. Maka para ulama yang dik adalah gulatul jahmiah yang benar-benar ya mengumpulkan semua kesehatan-kesaatan tadi ya mengumpulkan semua kesehatan bahwasanya Allah tidak punya nama-nama, tidak punya sifat-sifat ya Allah itu hanya punya wujud mutlak ya atau wujud dihni ada tapi hanya ada di kepala saja.
(57:37) Kemudian mengatakan bahwasanya iman itu cukup makrifah ya sekedar mengetahui tidak perlu salat, tidak perlu zakat, tidak perlu puasa. mengingkari banyak perkara-perkara gaib ya, azab kubur tentang haud, telaga maka ini jelas ya keluar dari Islam. Tapi yang terpengaruh dengan Jahmiah, makanya ya ada Muktazilah pun dikelompokkan oleh Jahmiah.
(57:56) Bahkan kelompok-kelompok semua yang menolak sifat-sifat Allah ini ya disebutkan dengan Jahmiah, tapi tidak gulatul jahmiyah, bukan jammiah ekstrem. sehingga Muktazilah juga dianggap kelompok Jahmiah dan semua ya kelompok-kelompok setelahnya yang mereka mengingkari sifat Allah meskipun tidak semuanya ini termasuk ya golongan Jahmiah tapi tidak dikafirkan oleh para ulama.
(58:21) Jadi yang dikafirkan adalah Jahmiah ekstrem yang benar-benar tadi mengumpulkan ya semua kesesatan-kesesatan mulai dari mengingkari nama-nama dan sifat-sifat Allah. Dalam masalah takdir mereka Jabriah. manusia tidak punya kehendak sama sekali sehingga dia melakukan maksiat pun tidak akan diazab. Kemudian masalah iman sekedar mengetahui ya.
(58:43) Kemudian perkara-perkara ee hari akhir banyak yang diingkari. Nah, ini jelas setelah keluar dari Islam. Tapi selama perkara-perkara azab kubur, tentang ee surga neraka, tentang mizan, tentang sirat, titian ini mereka tetapkan semua. Apalagi mengingkari atau menolak sebagian sifat karena syubhat yang ada di kepala mereka. Ah, ini tentu tidak sampai dikafirkan oleh para ulama kita.
(59:10) Meskipun mereka juga disebut sebagai Jahmiyah. Dan Imam Ahmad rahimahullah juga tidak mengkafirkan semua yang memaksa beliau untuk mengatakan Al-Qur’an makhluk di zamannya. Karena beliau mengetahui bahwasanya banyak di antara mereka yang hanya terpengaruh dengan subat-subat Jahmiah ini sehingga mereka perlu di tegakkan hujah dan dihilangkan syubhatnya.
(59:37) Dan Imam Ahmad tetap mendoakan Khalifah Makmun, Khalifah Almuktas yang memenjarakan beliau. mereka beliau tetap doakan menunjukkan bahwasanya beliau tidak mengkafirkan ya karena kebodohannya karena mereka ya terpengaruh dengan syubhat-syubat Jahmiyah ini dan belum ditegakkan hujah dan belum dihilangkan syubhatnya sehingga Imam Ahmad tetap mendoakan kebaikan kepada penguasa di zaman tersebut.
(59:58) Artinya Imam Ahmad tidak sampai mengkafirkan mereka. Barakallahu fikum. Barakallah ustaz. Jazakallahu khairan. Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya. Semoga bermanfaat untuk yang bertanya khususnya serta kita yang menyimak pada kesempatan pagi hari ini. Berikut ini kami bacakan dari Abu Zain di Tanggalang yang bertanya. Izin bertanya, Ustaz.
(1:00:24) Bagaimana kiat agar selamat dari pemikiran dan pemahaman golongan atau jemaah-jamaah yang menyimpang khususnya yang ada di negara kita Indonesia ini, Ustaz? Dan bagaimana hukum berinteraksi dengan golongan hal dengan golongan tersebut dalam hal muamalah sehari-hari? Silakan, Ustaz. Ya. Muhammad bin Sirin rahimahullah mengatakan, “Innaal ilma ilmur aman.
(1:00:50) ” Sesungguhnya ilmu agama ini adalah ilmu ini adalah agama kita. Maka kita harus benar-benar selektif dari mana kita belajar. Maka ya seorang ketika ingin belajar kepada salah satu ustaz atau menonton salah satu channel ee TV atau mendengar channel radio atau membaca satu kitab atau menghadiri satu majelis, dia harus benar-benar selektif, lebih selektif daripada ketika dia ingin memilih tempat makan atau ee memilih berobat ke klinik atau dokter tertentu.
(1:01:26) Karena ini akan sangat berbahaya bagi agamanya. dia harus benar-benar selektif ya bertanya kepada orang-orang yang dia percaya tentang keilmuannya, tentang ketakwaannya, dia tahu sumber ilmunya dari para ulama yang ee diakui keilmuannya. Dan apa yang dia sampaikan juga adalah ayat Al-Qur’an, hadis-had sahu alaihi wasallam, penjelasan para ahli tafsir yang populer dari ee At Thaabari, Ibnu Katsir, kemudian juga penjelasan dari hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:02:01) Sehingga sebelum ya dia belajar kepada satu sumber, satu ustaz, satu buku atau satu channel TV ya dia bertanya dulu kepada orang yang dia percaya. Fasalu ahlikri inumamun. Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu. Dan jangan asal bertanya kepada siapa saja. harus orang-orang yang dia yakini ya dia punya ilmu yang mumpuni dan ketakwaan sebelum dia belajar kepada ee orang tertentu atau menuntut ilmu dari sumber tertentu, dia bertanya dulu.
(1:02:35) Karena ya tanpa hal ini dia akan bingung ya ketika semua orang berbicara yang ini mengatakan A, ini mengatakan B, ini mengatakan halal, ini mengatakan haram, ini satu perkara yang sama dia mengatakan ini bidah, ini malah sunah ya maka dia akan bingung kalau dia tidak selektif dalam masalah ini. Ya, tentu dia harus berdoa kepada Allah azza wa jalla agar diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(1:02:59) Kemudian juga bersungguh-sungguh untuk mencari dan mengikuti kebenaran apabila dia mendapatkannya. Allah Taala mengatakan, “Walladina jahaduahumana.” Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk meniti jalan kami, mencari jalan kebenaran, mengikuti kebenaran, maka Allah akan beri petunjuk.
(1:03:18) Betapa banyak ya orang yang tadinya tersesat ya, tapi karena niat dia baik ya, karena dia dia lurus. Banyak cerita-cerita para ulama yang dahulu berada di jalan kesesatan tapi karena ya hatinya lurus ingin mencari kebenaran, Allah beri petunjuk kepadanya dan menjadi ulama al-Haq. Ya. Dan banyak juga orang-orang yang tadinya tersesat sebenarnya dia ingin beragama dengan baik tapi tidak ketemu dengan sumber yang benar.
(1:03:45) Tapi ketika dia mendengarkan ya ceramah dari ustaz-ustaz yang menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, arar-atar dari para salaf sehingga sehingga dia pun diberi petunjuk oleh Allah untuk mengikuti jalan yang benar. Intinya berhati-hati ya. Adapun bermuamalah dalam perkara dunia yang tidak bisa kita tinggalkan maka tidak masalah.
(1:04:03) Tapi kalau sudah masuk dalam perkara agama maka jangan sampai kita bermudah-mudahan. Karena syubhat apabila sudah masuk ke dalam ya hati kita, maka bisa jadi sulit untuk kita keluarkan. Maka kita cukupkan ya kita cukupkan dalam beragama menuntut il agama kepada sumber-sumber yang memang kita yakin percaya ini sumber yang benar dan tidak bermudah-mudahan untuk mendengarkan dari sumber-sumber yang lain yang bisa jadi syubhat itu yang masuk ke dalam hati kita dan sulit untuk kita keluarkan. Barakallah fikumfik. Barakallah Ustaz.
(1:04:36) Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya. Dan berikut ini kami bacakan pertanyaan dari Ummu Sa’ad di Maros, Makassar. Beliau bertanya sebagai berikut. Izin bertanya ustaz. Sebelum dakwah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dan berdirinya negara Saudi, bagaimana keadaan akidah kaum muslimin di negara Saudi Arabia pada saat itu, Ustaz? Jazakallahu khairan.
(1:05:01) Barakallah fikum. Silakan. Ya, tentu sebelum Syekh Muhammad bin Al Wahab maka belum ada ya kerajaan Arab Saudi dan waktu itu di Kota Madinah dan di Makkah ya kuburan-kuburan itu dibangun dan dikuasai oleh kelompok-kelompok sesat ya sehingga kesyirikan tersebar luas di Hijaz di Makkah dan di Madinah.
(1:05:26) Sehingga ya ketika Syekh Muhammad Wahab masuk ya ke kota Makkah ya, kota Madinah menguasai ya dahulu tentunya di daerah Riyad sana, daerah Najjet. Kemudian ya ee terjadi beberapa kali keruntuhan ya. Kerajaan Saudi pertama runtuh, kemudian yang kedua pun runtuh. Dan yang bertahan sampai saat ini adalah kerajaan Saudi yang ketiga.
(1:05:53) Alhamdulillah ya ketika berhasil masuk ke Makkah dan Madinah, maka kuburan-kuburan yang berada di Madinah dan di Makkah yang dahulunya dibangun ya bahkan dijadikan tempat untuk mencari berkah, berdoa kepada selain Allah ya itu semua diratakan dengan tanah dan juga pohon-pohon yang dikeramatkan itu di ee tebang semuanya. Sehingga alhamdulillah akidah yang murni tersebar di tengah kaum muslimin.
(1:06:14) Adapun sebelumnya bahkan di Masjidil Haram dahulu orang salat sampai empat kali ya. Salat dengan mazhab Hanafi, salat dengan mazhab Maliki, Hambali, ya Syafi’i. Kemudian ya ketika sudah masuk kerajaan Arab Saudi, maka disatukan dengan satu imam. Maka alhamdulillah banyak sekali kebaikan. Juga sebelumnya ketika belum dikuasai oleh ee Kerajaan Arab Saudi maka perjalanan menuju Makkah dan Madinah ini sangat banyak ya.
(1:06:38) perampok begal yang menangkapi dan mengambil harta atau bahkan membunuh para jemah haji. Dan setelah mereka masuk maka jalan-jalan pun menjadi jalan-jalan yang sangat aman. Maka kita berdoa kepada Allah semoga Allah menjaga kerajaan Arab Saudi juga orang-orang yang ee berada di sana.
(1:07:03) Karena kita ketahui bahwasanya sejak munculnya kerajaan ini maka tersebar banyak sekali kebaikan di tengah kaum muslimin. Orang-orang yang belajar di negara tersebut juga menyebarkan ilmu agama hampir seluruh kaum muslimin ya. di antaranya Universitas Islam Madinah yang di situ hampir tidak ada negara kecuali ada mahasiswa yang diutus untuk belajar di kampus tersebut dan kembali ke negerinya masing-masing untuk menebarkan ya ilmu agama, menebarkan ee ajaran Al-Qur’an dan Asunah sesuai dengan pemahaman para sahabat, para tabiin dan atba tabiin.
(1:07:35) Barakallahu fikum wafik. Barakallah ustaz. Terima kasih atas jawabannya dan berikut kami akan mencoba mengangkat pertanyaan dari telepon. Yang Anda sudah berusaha masuk via telepon kami persilakan di 0218236543. Silakan. Halo. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana? Iya. Biasa, Ustaz. Dari Mayorasa.
(1:08:03) Silakan, Pak. Sekarang ini, Ustaz. Sekarang ini zaman-zaman sekarang ini, tahun-tahun ini masih ada orang yang mengatakan Allah itu tidak tidak punya tempat. Allah itu berada di mana-mana. Apakah itu termasuk kelompok jasmiah, Ustaz? Iya, terima kasih, Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Barakallahu fikallah fik. Barakallah.
(1:08:31) Silakan, Ustaz. Betul, ya. Ini salah satu orang-orang yang terpengaruh dengan pemikiran Jahmiah, Muktazilah dan yang mengikuti mereka. Karena jelas-jelas dalam Al-Qur’an banyak ayat dalam Al-Qur’an Allah mengatakan arrahmanu alal arsyistawa. Allah beristiwa di atas arsy Allah azza wa jalla.
(1:08:50) Maka mengatakan Allah itu tidak punya tempat atau Allah ada di mana-mana. Ini pemikiran Jahmiah. Kelompok Jahmiyah mengatakan bahwasanya Allah itu tidak di atas, tidak di bawah, tidak di dalam alam, tidak di luar alam, tidak bersatu dengan alam, tidak berpisah juga dengan alam.
(1:09:09) Sehingga kalau kita katakan demikian, maka Allah sebenarnya tidak ada ya, karena tidak tidak ada di mana-mana. Atau kalaupun dikatakan ada di mana-mana ini konsekuensinya sangat buruk. Artinya Allah bersatu dengan makhluknya. Dan kalau kita katakan Allah ada di mana-mana, kita tanyakan kepada orang tersebut, apakah Allah berada di tempat-tempat kotoran? Ya, di tempat sampah.
(1:09:33) Kalau dikatakan Allah ada di mana-mana, berarti Allah ada di di tempat-tempat yang tidak pantas untuk kita sebutkan. Ya, maka atau Allah berada di tubuh kita semua. Kalau dikatakan Allah ada di mana-mana, berarti Allah bersatu dengan makhluknya. Berarti ini adalah pemikiran yang sangat jauh menyimpang. Ketika ya orang-orang Nasrani mengatakan Allah menempati Nabi Isa ini sudah ya sangat keliru apalagi menempati seluruh makhluknya.
(1:09:55) Kita meyakini bahwasanya Allah azza wa jalla berada di atas arsy terpisah dengan makhluknya dan tidak ada makhluk yang ada di zat Allah dan tidak ada Allah di zat makhluknya. Allah maha besar. Jika arsy saja ya arsy atau kursi saja dibandingkan langit dan bumi.
(1:10:16) Langit dan bumi ini hanya seperti cincin kecil yang dilemparkan kepada padang pasir yang luas. itu perbandingan antara kursi dengan langit dan bumi. Kemudian membandingkan antara kursi dengan arsy sama perbandingan tadi yaitu kursi itu hanya seperti cincin kecil yang dilemparkan kepada pas padang pasar yang luuras dan Allah lebih besar daripada arsy. Allah tidak butuh kepada arsy.
(1:10:37) Jika salah satu pemikul arsy saja antara daun telinga sampai pundaknya itu 700 tahun perjalanan ya. Bagaimana dengan arsnya dan bagaimana dengan Allah azza wa jalla yang lebih besar daripada segala sesuatu? Maka tidak mungkin Allah menempati makhluknya ya menempati alam ini karena Allah lebih besar daripada alam ini dan langit dan bumi akan digenggam di tangan Allah azza wa jalla pada hari kiamat.
(1:11:03) Maka ini jelas ya salah satu pengaruh ee kelompok Jahmiah yang mereka ingin memahami tentang Allah azza waalla menggunakan akal mereka yang sangat lemah. Padahal semua yang ada di tubuh kita ini terbatas. Bagaimanapun pandangan kita hanya bisa melihat apa yang depan kita ya.
(1:11:21) Jarak di balik tembok sudah tidak bisa terlihat atau kita berada di ee jarak yang mungkin jauh tapi pembat pandangan kita pasti terbatas. Tangan kita juga tidak bisa memegang yang tidak dijangkau oleh tangan kita. Begitu pula akal kita juga terbatas ya. Tidak bisa menjangkau kecuali apa yang pernah dilihat. Ya, makanya ketika ya ada orang yang buta kemudian sempat melihat dia melihat ayam, dia selalu membandingkan segala sesuatu dengan dengan ayam.
(1:11:48) Jadi orang yang ya tidak pernah melihat sesuatu maka dia selalu membandingkan dengan apa yang dia lihat. Dan tidak boleh kita membandingkan Allah azza wa jalla dengan satu apa yang pernah kita lihat. Karena Allah tidak sama dengan sesuatu apapun. Ya, ketika Allah mengatakan Allah mendengar, Allah melihat, Allah punya mata, maka itu kita tetapkan karena Allah yang memberitakan kepada kita. Seandainya Allah tidak beritakan, maka tidak mungkin kita tetapkan.
(1:12:14) Adapun bentuknya, kaifiatnya, ya, maka kita serahkan kepada Allah azza wa jalla. Kita hanya menetapkan sifat tersebut dan maknanya yang sesuai dengan bahasa Arab. Adapun bagaimana bentuknya, maka ini bukan perkara yang ee harus kita ketahui. Bahkan tidak boleh kita tanyakan karena ini tidak mungkin kita bisa sampai. Makanya di antara kaidah ahlusunah wal jamaah adalah dalam asma sifat qut idraki kaifti sifatillah.
(1:12:44) Memutuskan ya ketamakan, keinginan untuk mengetahui bagaimana bentuk sifat Allah azza waalla. Karena ini perkara yang tidak mungkin kita bisa sampai kepadanya. Kecuali nanti ketika ahli surga masuk ke dalam surga, mereka akan diizinkan untuk melihat Allah azza wa jalla tapi tidak melihat seluruh zat Allah azza wa jalla.
(1:13:09) Para ulama kita mengatakan kalau kita melihat ke langit, langit saja yang makhluk kita tidak bisa melihat seluruh ya langit di belakang kita tidak terlihat langit kedua, ketiga, keempat, kelima, ketujuh tidak terlihat. Bagaimana dengan pencipta langit? Maka ketika ahli surga melihat Allah, maka tidak bisa melihat seluruh zat Allah azza wa jalla.
(1:13:28) Dan itu adalah nikmat yang terbesar yang akan didapatkan oleh penduduk surga. Barakallah fikum. Allah, Ustaz. Terima kasih jazakallahu khairan atas jawaban serta nasihat-nasihat yang telah diberikan. Dan kita cukupkan pertemuan kita sampai di sini. Sebelum kami akhiri, mohon Ustaz memberikan iktitan fadil ya, Ustaz. Pemirsa Raj TV, kaum muslimin dan muslimat di mana pun Anda berada.
(1:13:57) Apa yang barusan kita pelajari tentang akidah Jahmiah, Muktazilah dan orang-orang yang terpengaruh dengan mereka? Ini dalam rangka agar kita bisa mengetahui yang buruk agar kita menjauhinya. Sebagaimana kita mempelajari yang baik, yang benar, yang sahih untuk kita ikuti, maka kita mempelajari yang batil, yang keliru, yang menyimpang untuk kita jauhi dan memperingatkan orang lain darinya.
(1:14:17) Ya, dalam masalah fikih pun ya, dalam masalah salat kita pelajari tata tata cara salat yang benar dan kita ketahui juga apa saja yang bisa membatalkan ya salat kita. Dalam bab ya muamalah kita pelajari bagaimana transaksi-transaksi yang halal dan mana yang yang tidak benar, yang riba, yang menyimpang, yang gor ya agar kita tidak melakukannya dan terhindar darinya.
(1:14:42) Maka dalam masalah akidah ini, ini masalah yang paling urgen, masalah yang paling penting. Selain kita belajar tentang iman kepada Allah, bagaimana beriman yang benar, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, takdir baik, takdir buruk, kita pun harus mengetahui penyimpangan-penyimpangan dalam bab ini ya.
(1:15:02) penyimpangan Jahmiah, penyimpangan Muktazilah, penyimpangan qadariah dalam takdir, ya juga jabariyah juga penyimpangan kelompok-kelompok yang mengingkari tentang kejadian-kejadian di hari akhir ya dari telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam, dari timbangan, dari titian ya. Karena pasti ada saja kelompok yang menyelisihi ahlusunah dalam perkara-perkara ini.
(1:15:22) Bahkan dalam perkara fikih yang pernah kita bahas, ada kelompok yang mengingkari bolehnya mengusap ee alas kaki, mengusap khuf atau kaos kaki ketika perjalanan atau ketika mukim juga. Masih ada kelompok yang membolehkan nikah mut’ah. Ini semua kita pelajari agar kita terhindar dari kesesatan dan penyimpangan ini. Dan kita ketahui bahwasanya jika ada orang yang berpendapat seperti itu, itu tanda-tanda kelompok yang sesat sehingga kita bisa menghindari dan memperingatkan orang lain untuk tidak mengikuti kesesatan tersebut.
(1:15:54) Barakallahu fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullahu khairan. Wabarakallah fikum. Terima kasih. kepada Ustaz Dr. Iqbal Gunawan, MA. Hafidahullahu taala yang telah menyempatkan untuk meluangkan waktunya hadir bersama kami menyampaikan bimbingan yang bermanfaat di kesempatan pagi hari ini dari studio mini beliau di Kota Maras.
(1:16:23) Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan taufik, rahmat, dan keberkahan serta kesehatan untuk ustaz sekeluarga. Dan kami ucapkan terima kasih. Jazakumullahu khairan. Kepada antum semuanya, sahabat Roja di mana pun Anda berada yang telah bersabar mengikuti dari awal hingga akhir pelajaran ini.
(1:16:46) Semoga Allah memberikan taufik, hidayah, dan keberkahan serta kemudahan bagi kita semuanya untuk menjadikan ilmu ini bermanfaat bagi kehidupan kita sehari-hari khususnya dalam rangka meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita pada Allah subhanahu wa taala. Kami yang bertugas mohon pamit undur diri.
(1:17:06) Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM Radio Rojapalu


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *