Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah, M.A. – Shahih Jami’ As-Shagir

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah, M.A. – Shahih Jami’ As-Shagir – YouTube

Transcript:
(00:00) 3M menyebar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Dalam rangka menjunjung tinggi keotentikan kejernihan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka para ulama periwayat hadis pun perlu dijelaskan kesalahan mereka. Ketika seorang meriwayatkan hadis, kesalehan tidak cukup.
(00:41) Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ikhwatal Islam azaniallahu wyakum. Alhamdulillahiabbil alamin hamdan katsiran thiban mubarokan fih kama yuhibbuhubbuna waard wasatu wasalamu ala asrofil mursalin waa alihi wa ashabihi ajmain waman tabia bisan yaumilqiamah amma ba’du.
(01:18) Ikhwat Islam azaniallahu wyakum para pendengar, pemerhati dan sahabat Raja semuanya. Di malam hari ini kembali kita dapat bertemu dan bersua dan tentunya pertemuan ini karena Allah subhanahu wa taala. Kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala agar malam hari ini kita mendapatkan kembali karunia dan keberkahannya hingga menjelang esok pagi.
(01:42) Dan tentunya juga kita mohon kepada Allah Subhanahu wa taala agar diberikan segala kemudahan untuk kita semuanya. Ikhw Islam Allahu ayakum. Kembali pada malam hari ini kami hadirkan di ruang dengar Anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dari bawasan kitab Sahih Aljamius Sagir yang insyaallah akan kembali dipaparkan dan disampaikan oleh guru kita Al Ustaz Alfadil Dr. Mh. Hasan Ayatullah MA.
(02:07) Hafidullahu taala. Ikamani Allah wyakum. Setelah kajian disampaikan oleh beliau, kami buka sesi interaktif soal jawab. Dan bagi Anda ikhwatal Islam yang ingin bertanya, Anda bisa bertanya secara langsung dengan menghubungi nomor lokal di 0218236543. Mohon maaf kami tidak bisa menerima atau mengangkat telepon Anda yang menghubungi melalui call WA.
(02:30) Dan juga bagi Anda yang bertanya pesan singkat, Anda bisa kirimkan pertanyaan Anda di layanan pesan singkat layanan WhatsApp di 0218236543 Islam. Alhamdulillah kami telah terhubung dengan ustaz dan kita akan simak kajian ini dan kepada ustaz kami persilakan fal tafadil masan. Bismillahirrahmanirrahim.
(03:04) Alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastainu ala umurid dunya waddin wasalatu wassalamu alal mabuti rahmatil alamin nabiina Muhammadin waa alihi wasohabatihi watabiin waman tabiahum bisihsanin yaumiddin. Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasqu rabbakumulladzi khalaqakum min nafsin wahidah walaqa minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahuna bihi arham inallahaikumqiba ya ayyuhalladina amanutqulaha wauluan sadida yuslih lakum aalakum wagfir lakum dunubakum willahaasulahu faq faza fauzanima amma ba ikhwah sekalian kaum muslimin dan muslimat,
(03:55) pemirsa Raj TV, pendengar Radio Raja, dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti pengajian malam hari ini. Semoga Allah azza waall memberikan kita barokah, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang saleh. Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam sebuah hadis yang sahih atau hasan menyatakan, “Inna likulli amalin syirroh.
(04:21) ” Sesungguhnya setiap amal ada masanya orang mengerjakan dengan semangat. Walikulli syarratin fatroh. Dan pada setiap semangat itu biasanya diikuti dengan masa lemah, masa malas dan bosan. Para ulama menjelaskan masa semangat itu biasa di awal dan masa bosan ketika sudah menjelang lama dan di akhir.
(04:48) Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Famanat fatratuhu lunnati faqad ihtada.” Dalam riwayat lain dikatakan, “Faqad aflah.” Orang yang masa lemah, bosan, dan sedang malas-malasnya tapi tetap berada pada rel sunahku, maka dia akan beruntung. Dia mendapat bimbingan dan hidayah dari Allah. Famanana ila girizalika faqad halaq.
(05:14) Akan tetapi orang yang ketika masa lemah dan bosannya dalam keadaan di luar rel menyelisihi agama, maka dia yang celaka. Di sini disebutkan sunah artinya Islam. Ketika seseorang melewati sebuah masa yang wajar, normal, orang memiliki keterbatasan dalam beramal, dia tidak bisa memaksakan di luar kehendaknya. Maka di dalam syariat ada aturan seseorang tidak boleh memaksakan dalam ibadah.
(05:43) Yang dianjurkan pun tidak boleh seorang berlebihan. Maka dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Muslim, Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Halakal mutanatiun.” Celaka orang-orang yang menyusahkan diri baik dalam hal urusan ibadah maupun lainnya. Menyusahkan diri sehingga dia akan kesulitan.
(06:07) Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam juga mengatakan dalam hadis yang sahih, “Khuzu minal amali mautiquun fallaha la yamallu tamallu.” Manfaatkan atau kerjakan amal sebisa kalian yang kalian memang masih dalam taraf mampu. Karena Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri yang bosan. Maka dalam ee metode ahlusunah ketika beribadah dan menyesuaikan ee keterbatasan ilmu dan kemampuan ditambah lagi dengan kebiasaan orang yang memang jauh di lingkungan berilmu dan beramal.
(06:44) Jangan sampai semangat ini liar, tidak terarah. Kalau seandainya dia tidak nyeleneh, menyimpang dari syariat, minimal dia akan membuat bosan dan tidak beramal lagi. Rugi itu. Apalagi jika seandainya seorang ketika diuji dengan masa malas dan bosan sampai menyeleweng dan e keluar dari rel syar’i, rel agama. Maka kaum muslimin, agama kita sempurna. Setiap ada permasalahan ada solusi.
(07:16) Akan tetapi orang beruntung adalah orang yang mau belajar dan bisa mengamalkan sesuai dengan syariat ini. Kaum muslimin, pemirsa Raj TV dan seluruh ee yang mengikuti pengajian malam hari ini, kita akan membahas beberapa hadis. Di antaranya dua hadis pertama untuk mengobati hati yang keras. Dan kita tahu bahwa ee orang yang memiliki kelembutan hati adalah orang yang ideal dan sempurna.
(07:52) Nabi sallallahu alaihi wasallam orang yang dipuji Allah dengan akhlaknya, dipuji dengan kelemahlembutannya. Fabima rahmatim minallahi lintalah. Dengan rahmat Allah Subhanahu wa taala wahai Muhammad kamu bisa menjadi lunak kepada mereka. Dan ketika orang memiliki sifat fad atau keras kaku disebutkan walau kuntaqbad minul. Kalau seandainya kamu kaku, keras, kasar, mereka akan lari dari kamu.
(08:23) Maka satu sisi kelemahlembutan ini merupakan sebuah anugerah, kelebihan dan yang sisi lainnya orang tidak bisa lemah lembut tercela. Sehingga memang harus diupayakan. Makanya di dalam syariat ada caranya. Baik, hadis pertama dan kedua mengarah ke hal tersebut. Hadis yang ke-80 diriwayatkan dari sahabat Abu Darda dan ee melalui jalur At-Tabarani dengan sanad yang sahih.
(08:56) Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Atuhibbu yalina qbuka watudrika hajatak.” Mau enggak kamu atau kepenginkah kamu agar hatimu menjadi lunak, lemah lembut, dan engkau bisa mendapatkan kebutuhan yang kau inginkan? Dalam sebuah riwayat disebutkan meskipun riwayat di awalnya ada kelemahan ya ini hadis yang sama kita bahas, akan tapi di awalnya ada ee tambahan atan Nabiya shallallahu alaihi wasallama rajulun yasku qasawata qbihi qaswata qbih seseorang datang kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam mengeluhkan hatinya yang keras ini
(09:41) menunjukkan bahwa memang terkadang hati ini kaku dan perlu dilembutkan. Dan buktinya Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan trik dan cara itu menunjukkan hati ini memang bisa dilembutkan, dilunakkan, tapi dengan cara yang diridai, pembuat hati. Ya Allah azza wajalla membolak-balikkan hati ketika Allah menghendaki seorang mendapat hidayah.
(10:13) Tetapi di waktu yang sama Allah menyesatkan dan menentukan orang bisa tidak menerima petunjuk, nasihat, bimbingan syariat tidak bisa sama sekali. Ini semua Allah yang membolak-balikkan hati. Dalilnya terlalu banyak untuk disebutkan. Ya muqallibal qulub inaluba baina isbaini min asirahman yuqallibuha kaifa yasya. disebutkan ya wahai zat yang membolak-balikkan hati.
(10:37) Dalam hadis lain dikatakan sesungguhnya hati semua hamba berada pada tangan Allah subhanahu wa taala di jari-jari Allah azza waalla dan Allah akan bolak-balikkan hati itu sesuai dengan keinginannya. Maka cara yang harus ditempuh orang yang pengin hatinya lembut bukan dengan sekedar perasaan atau dengan ee inovasi pribadi. Ini masalah hati Allah azza waalla yang menentukan.
(11:02) Maka cara yang bisa melemuhkan ee melemahkan melemah lembutkan hati adalah apa yang disyariatkan di dalam petunjuk Allah dan rasul-Nya. Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Irhamil yatim.” Kasihilah anak-anak yatim. Ini cara yang pertama. Wamsah rasahu. Belaiilah kepalanya.
(11:30) Ya, disebutkan membelai kepala ini, ini kata almunawi rahimahullah dan juga atibi dan juga ulama lainnya ini ada dua kemungkinan. Membelai rambutnya atau mengusap kepalanya ini bisa maksudnya dengan memberi minyak agar rambutnya lebih tertata. Anak kecil, anak yang masih yatim. Siapa anak yatim itu? disebutkan dalam ee syarah para ulama, yatim itu yang infarada an abih orang yang terpisah dari ayahnya, ayahnya meninggal.
(12:04) Dan makna ini kata almunawi menukil perkataan sebagian ulama berarti anak kecil dan besar pun sama. Karena ketika dia jauh dari orang tuanya, artinya orang tuanya meninggal. Dia sampai mau tidak mau ngurus diri sendiri. tidak diawasi oleh orang tuanya, maka dia dikatakan yatim. Tetapi penggunaan kata yatim sebagaimana ditegaskan oleh para ulama lebih identik untuk anak kecil sampai usia baligh.
(12:32) Ketika dia sudah baligh, apalagi sudah bisa mandiri maka tidak lagi dikatakan yatim. Dulu Nabi sallallahu alaihi wasallam diberi julukan yatimu ee Ali Abi Thalib. Ini Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah anak yatimnya keluarga besar Abu Thalib. Dan ini sebagaimana ee penjelasan dari sebagian ulama artinya dulu Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika masih kecil ketika ditinggal ayahnya dirawat kakeknya sebentar kemudian ditinggal wafat oleh kakeknya akhirnya dirawat oleh Abu Thalib ee pamannya sehingga dikenal yatim Ali Abi Thalib au Abi Thalib ya. Sehingga
(13:13) kata-kata yatim tidak digunakan untuk orang yang sudah dewasa. Saya ini anak yatim. Kenapa? Karena ayahnya sudah wafat. Kapan wafatnya? Oh, sudah lama. Puluhan tahun yang lalu. Ini tidak dikatakan anak yatim. Apalagi dia sudah menjadi pekerja, anak yang sudah besar bahkan sudah dewasa. Nah, ini tidak dikatakan yatim.
(13:39) membelahi anak yatim tadi kita sebutkan bisa diartikan dengan memberikan minyak, memberikan perhatian sehingga penampilan anak yatim ini tetap kelihatan bersahaja, kelihatan ee tidak memprihatinkan. Atau makna yang kedua artinya membelai secara umum untuk memberikan kesan kasih sayang. Ketika orang tuanya tidak ada, lalu ada orang yang perhatian.
(14:09) Ini akan sangat membekas seorang anak yang ee merindukan kasih sayang orang tuanya. Kemudian orang tuanya tidak ada. Kemudian dia melihat orang lain memiliki orang tua, lalu ada orang perhatian dengan dia. Ini merupakan sebuah ee kondisi emosional yang tidak bisa dibayangkan. Memang betapa bahagianya seorang anak ketika ada orang perhatian kepada dia sampai menunjukkan kedekatan di belai kepalanya.
(14:36) Dan subhanallah almunawi rahimahullah mengatakan ini artinya sebuah perhatian yang ada nuansa sosial membuat orang berbagi hati. Ini yang dimaksudkan. Akhirnya orang bisa lembut hatinya ketika dia keras membatu karena keinginan syahwat dan duniawi, maka dia bisa lembutkan dengan cara perhatian kepada anak yatim.
(15:02) Dan ini yang di ee maksudkan dalam sebuah hadis meskipun hadis ini ada kelemahan ya. Ada kelemahan. Diriwayatkan dalam musnan Imam Ahmad, Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Man masaha rasa yatimin la yamsahu illa lillah lahu bikulli sya’ratin hasanah.
(15:23) ” Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Barang siapa seorang yang membelai kepala anak yatim dengan tangannya,” ya disebutkan dengan tangannya dan dia ikhlas karena Allah membelainya bukan karena keinginan duniawi, maka Allah azza waalla akan memberi pahala kebaikan pada setiap rambut yang dibelai dengan tangan itu.
(15:46) Ini menunjukkan pahala yang banyak, hanya ee pahala atau hadis ini lemah. Akan tetapi ini juga menunjukkan bahwa yang dimaksudkan dengan belaian itu bukan karena ada minyak atau tidak, akan tetapi sekedar menunjukkan ee bahwa dia perhatian dan sayang. Disebutkan wa’imhu min thaik ya. Dan berilah dia makan dari makanan yang kamu punya. Tidak harus seperti ini sama yang kita makan kemudian harus dibagi menjadi dua.
(16:16) Tidak harus seperti itu. Seperti Al Hafiz Ibn Hajar mengatakan yang diminta adalah muasa, bukan musawah. Ya, yang diminta itu berbagi bukan harus paruan dan dibagi dua. Tidak mesti. Akan tetapi kita ingin memberikan bentuk perhatian dan pemberian seperti itu. Tidak harus sama, tidak harus setengah-setengah.
(16:41) Nah, sehingga kalau seandainya ada yang memiliki pemahaman seperti itu, dia apa-apa. Dia ingin memberikan pakaian kepada anak yatim seperti plek yang dia pakai, dia kasih makan dari apa yang betul-betul dia makan, tidak apa-apa. Tapi kalau seandainya dia akan memberikan apapun yang penting dia bisa memberi dan kebahagiaan itu disampaikan dirasakan kepada anak yatim itu meskipun tidak mesti sama dengan apa yang dia rasakan. Tidak apa-apa itu sudah cukup. Ya, itu sudah cukup.
(17:13) Yalinqbuka wudrik hajatak. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka engkau akan mendapatkan hati yang lembut dan juga engkau akan mendapatkan kebutuhanmu. Sebagaimana engkau memenuhi kebutuhan orang lain, maka engkau akan dipenuhi kebutuhannya oleh Allah azza waalla. Wallahu fiil abdal abdu fi akh.
(17:36) Allah azza wajalla akan senantiasa menolong hambanya. Selama hamba itu saling menolong kepada orang lain. Dan ini kata Almunawi rahimahullahu taala ada pelajaran penting. Orang yang diuji oleh Allah, hatinya memiliki akhlak jelek, maka cara untuk mengatasi dan mengobati adalah dilawan dengan selain penyakit yang dia rasakan. atau menjadi lawan penyakit yang dia alami.
(18:16) Seperti orang yang memiliki sifat congkak, sombong, takabur, bangga diri, maka perlu dia lawan sifat-sifat jelek yang dia memang ketahui dan sadari itu dengan sifat yang menjadi lawannya seperti tawadu, kelemahlembutan, hati-hati dalam berbicara. menghormati orang lain. Nah, sehingga sedikit demi sedikit lambat laun penyakit itu teratasi dan dia akan menjadi tiba atau sebuah karakter.
(18:53) Ketika dia paksakan, membiasakan diri maka diharapkan dia akan berbaik dan berbenah. Dan subhanallah para ulama mengatakan akhlak baik itu ada faktor genetik dari kecil orang sudah terarah seperti itu. Dan ada sebagian sahabat memang memiliki ee tipe watak maupun karakter seperti itu. Seperti ee salah satu dari wafat Abdul Qais yang dikatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Inna fika yuhibbuhum.” Kau memiliki dua perangai yang Allah cintai. Alhil wal anah.
(19:25) tidak tergesa-gesa dan pelan-pelan, lemah lembut, bijab. Nah, ini ee ditanya oleh sahabat tadi, ini sudah lama atau baru? Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Bal qadim itu sudah lama.” Maka sahabat tadi mengatulahilladzi jabalani ala khltin ala sifata yuhibbuhumallah.
(19:51) Alhamdulillah yang telah menjadikan aku terbentuk dengan dua sifat yang Allah cintai. Ini tergantung ketentuan Allah. Ada orang yang memang dibuat mudah untuk ee bersifat seperti itu. Tetapi yang dominan adalah seseorang belajar akhlak dari orang lain. Membiasakan diri dan berupaya berbenah. Ini yang dominan. orang tahu cepat tersinggung, gampang marah, tidak mau disaingi.
(20:23) Ini merupakan ee akhlak-akhlak yang perlu diperbaiki. Lalu dia tahu bahwa ketika seseorang bisa sabar, yang pertama merasakan kenyamanan adalah dirinya sendiri lalu dia berusaha untuk sabar. Triknya bagaimana? gampang untuk misalkan ee tidak menyaingi orang kemudian berusaha untuk diam kemudian dia berupaya untuk melihat yang lebih rendah.
(20:48) Nah, seperti ini cara-cara yang membuat dia akhirnya apalagi melihat hasilnya akan ingin semakin berbenah. Nah, intinya beberapa hal ini memang perlu seseorang latihan ya. Kalau tadi memiliki perangai-perangai jelek, maka perlu dia lawan dengan ee apa? kontrak dari sifat jelek tersebut.
(21:15) Seperti juga kalau ada orang yang bakhil, pelit ya. Ada orang yang subhanallah dia sangat eman, sayang banget untuk mengeluarkan uang. Padahal sifat kikir tidak mesti dimiliki oleh orang yang uangnya sedikit. Bahkan wallahuam banyak yang mengatakan justru orang yang kaya dia sangat perhitungan dengan uang yang akan dikeluarkan.
(21:42) Kalau ini bukan merupakan terminal sosial yang dia sudah distribusikan, dia enggak mau sama sekali utup uang bisnisnya atau uang ee pribadinya atau apa. Yang jelas saya sudah tentukan uang sosial ini, uang zakat ini. Sisanya saya enggak bakal kasih, saya enggak bakal apa. Bahkan sebagian mereka ketika memberi orang lain bisa banyak, akan tapi orang terdekatnya kadang-kadang kelupaan.
(22:07) sopirnya, pembantunya, bahkan keluarganya. Karena memang perhitungannya parah seperti itu. Tapi yang jelas ini sifat bukhl bisa diatasi dengan cara membiasakan diri untuk bersifat derma. Dan dia bisa mencontoh Nabi sallallahu alaihi wasallam seperti itu. Dilihat bagaimana ee perjuangan para sahabat ketika mereka memiliki keterbatasan atau ketika mereka memiliki kelebihan harta.
(22:36) harta tidak ada apa-apanya. Sehebat apapun akan ditinggalkan harta ini. Maka ini juga dalam rangka hati orang biar lebut ya. Ketika banyak harta biasanya hati menjadi kaku. Ketika miskin, ketika masih sederhana dan apa adanya dia bisa salat, bisa ngaji. Tapi begitu kaya dia kejar targetnya.
(23:00) Bahkan seolah waktu adalah kesuksesan. Tidak diizinkan. Dia tidak rela waktu yang terlewat kecuali ada hitungannya. Subhanallah. Kadang-kadang waktu untuk zikir tidak ada. Salat pun sudah alhamdulillah. Ketika membaca Al-Qur’an terlewat. Bahkan jadwal kajian juga seadanya. Semoga ini betul-betul bisa membuat modal kita untuk berbenah.
(23:22) Nabi sallallahu alaihi wasallam memberi trik tadi. Ketika kita bisa mengayomi, memperhatikan anak yatim, kemudian kita bisa memberi makan mereka, diharapkan kita akan menjadi orang yang hatinya lunak. Yang kedua, hadisnya juga sama ya. Disebutkan dalam riwayat al-Hakim kemudian Abu Nuaim dalam kitab al-Hilyah dari jalur Abu Hurairah radhiallahu anh.
(23:49) Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Atuhibbuna ayyuhanasu an tajtahidu fiddua. Sukakah kalian wahai kaum muslimin, wahai manusia untuk tajtahidu?” Artinya tubalighu kata ee Asindi dalam Hasiah Musnad Imam Ahmad Asindi mengatakan, “Tajtahidu aitighu.” Engkau berdoa dengan sungguh-sungguh, engkau berdoa dengan maksimal.
(24:23) Ya qulu katakanlah. Nah, dalam hadis ini disebutkan bahwa apa yang akan dibaca dari doa ini merupakan ee solusi agar kita bisa semangat dalam berdoa. Ketika kita ingin beribadah, kita pengin agar ibadah itu bisa maksimal. Bagaimana caranya? Katakan ini, baca ini. Nah, bacaan ini merupakan trik untuk bersemangat dalam berdoa.
(24:55) Allahumma a’inna ala syukrika wazikrika wa husni ibadatik. Ya, di dalam hadis ini disebutkan demikian lafaznya dalam ee Mustadrakal Hakim atau dalam Musnad Imam Ahmad atau dalam kitab yang lain ya disebutkan bahwa redaksinya afwan bukan Musad Imam Ahmad akan tetapi dalam Mustadrqal Hakim disebutkan zikir duluan. Allahumma a’inna ala zikrika wa syukrika wa husni ibadatik.
(25:23) Naam. dikatakan, “Ya Allah, berikan kami pertolongan untuk memperbaiki ibadah kami, syukur kami, dan zikir kami kepada Engkau. Mengingat Engkau, bersyukur kepada-Mu dan juga memperbaiki ibadah kepadamu.” Menunjukkan tiga hal ini tidak gampang. Orang ketika akan bersyukur ternyata tidak gampang bersyukur.
(25:53) Bagaimana mengingat nikmat Allah? Tidak bakal ada orang bisa bersyukur kecuali kalau dia menghayati dan menyadari dia dalam keadaan nikmat. Kalau seandainya ada orang tidak merasa dia dalam nikmat, dia merasa biasa saja. Bahkan waliyadzubillah ada orang sombong ketika dia menyangka bahwa ini kan usahaku dan ini sudah biasa.
(26:21) Nenek moyangku juga pada kaya, sukses semua di atas semua misalkan. Sehingga dia merasa ini bukan sesuatu yang baru. W subhanallah. Orang yang tidak menyadari dia dalam keadaan nikmat bagaimana dia akan bersyukur? Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan kita ini sehat. Sehat itu syukur ya. Sehat itu nikmat besar. Harus disyukuri.
(26:42) Orang bisa makan ini nikmat besar. Seringki orang tidak bisa dan orang baru menyadari ketika nikmat itu dicabut oleh Allah Subhanahu wa taala. Seperti yang disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam laif maarif. Wa aksaru hadin niam innama yuqruhaal mani minha. Kebanyakan nikmat ini baru akan dirasa setelah Allah akan cabut.
(27:07) Bahkan nikmat iman ketika seorang merasa gersang hatinya, galau dan gundah terus-menerus, dia sudah berusaha untuk mencari sebab-sebab ketenangan. Nah, sebabnya apa? Kalau sebabnya bukan syari yang punya hati dan memberikan ketenangan Allah Subhanahu wa taala, bagaimana dia mendapat ketenangan? Sampai ada seorang mencari ketenangan. Padahal dia sudah ngerti Al-Qur’an, sudah tahu Islam, bahkan sudah pernah belajar di lingkungan yang kondusif untuk menerapkan agamanya. Subhanallah. Karena depresi, tekanan, masalah keluarga dia ke psikiater nonmuslim.
(27:41) Kemudian dia diberikan syarat untuk melakukan pelanggaran syariat. Dengarkan saja musik itu. Dengarkan saja. Atau kalau perlu engkau juga mabuk sekali-kali tidak apa-apa. Biar tenang otakmu. Subhanallah. Apakah orang yang mabuk dia sebenarnya merasa tenang dari urusan dan tekanan batin? Bukan. Ini namanya dibohongi.
(28:07) Hakikatnya urusan tidak hilang. Kepenatan akan kembali. Tetapi dia mendapatkan satu masalah lain ketika akal dia hilang sehingga tidak bisa memikirkan. Dia punya masalah banyak tapi dia tidak mau tahu. Itu intinya. Tapi bukan solusi itu dan ini merupakan kedunguan yang berlipat namanya.
(28:33) Sampai sebagian ulama mengatakan, “Saya tidak pernah melihat ada orang tolol dan bodoh sebagaimana orang yang sampai membayar untuk menghilangkan akalnya sendiri.” Ya, tapi maksudnya ternyata ada orang yang seperti itu mencari ketenangan dengan cara yang tidak syari. Padahal yang memberi ketenangan Allah Subhanahu wa taala. Seandainya dia tahu dan dia kembali kepada syariat yang memberi ketenangan, maka dia dapatkan itu.
(28:56) Alladzina amanu watatmainu qulubuhum bidikrillah ala bidikrillahi tatmainnul qulub. Orang-orang yang beriman dan ketenangan mereka dapatkan dengan zikir kepada Allah maka mereka orang betul-betul yang akan mendapatkan ketenangan. Nah, zikir itu membutuhkan kesabaran, membutuhkan taufik dan bimbingan dari Allah.
(29:19) Maka di sini diminta Allahumma a’inna. Ya Allah berikan kami pertolongan untuk zikir, untuk bersyukur dan untuk berbuat ihsan dalam ibadah. Ini diingatkan oleh Assan’ani rahimahullah dalam syarah hadis ini. Beliau mengatakan, “Ali-ihsan dalam ibadah ketika seseorang bisa seolah-olah dilihat Allah atau dia bahkan bisa melihat Allah dalam ibadahnya.
(29:51) ” Karena ihsan artinya an ta’budallaha kaaka tarahu faillam takun tarahu fainnahu yarak. Engkau beribadah seperti engkau melihat Allah. Wah, ini hebat sekali yang disebutkan Ibnu Rajab al-Hambali dalam syarah Arbain Nawawi. Artinya maqam al-musyahadah. Orang beribadah kayak betul-betul Allah di depannya.
(30:12) Otomatis ibadahnya akan maksimal sekali dan tidak ada tujuan lain selain Allah. Karena sekarang dia merasa Allah azza waalla di depannya, dia melihatnya. maka dia betul-betul persembahkan sebaik mungkin ibadah itu. Kalau seandainya tidak bisa mendapatkan maqamu almusyahadah, setidaknya dia pindah ke level kedua dan itu juga hebat, yaitu maqamu almuraqabah. Dia merasa diawasi oleh Allah.
(30:37) Dia merasa bahwa salat ini Allah akan kasih pahala. Dan sekarang Allah menyaksikan. Otomatis orang yang salat di tengah malam, orang-orang tertidur dalam keadaan tenang, dia baca Al-Qur’an kemudian dia merasakan Allah sedang melihat dia. Dan Allah memang turun di langit dunia seperti ahlusunah meyakini.
(30:58) Kalau ada orang-orang selain ahlusunah tidak meyakini itu dan mereka mentakwil setelah mereka susah untuk menerima hadis atau apa adanya, itu urusan mereka. Akan tetapi ahlusunah meyakini bahwa Allah turun ke langit dunia dan Allah mengatakan man yad’uni faastajibalah man yasaluni faqi waman yastagfirani faagfiralah.
(31:16) Siapa di antara kalian yang akan berdoa aku kabulkan yang minta aku kasih dan yang minta ampun tak ampuni. Bagaimana dia tidak merasa semangat dalam ibadah dia merasa diawasi Allah di waktu yang mustajab itu. Dengan ketenangannya bagaimana tidak akan menangis. Dia akan berdoa curhat kepada Allah. Ada solusinya daripada curhat ke medsos. Dapatnya komentar netizen. Enggak ada manfaatnya sama sekali.
(31:43) Bahkan ada pro kontra dijelekjelekkan dan seterusnya tidak ada manfaat sama sekali. Maka ketika seorang sadar itu dia merasakan ketenangan yang tidak dapatkan orang lain. Maka perlu bimbingan dari Allah Subhanahu wa taala. Kita juga tahu ihsan atau ahsan ibadah yang tepat. Orang semangat-semangat saja tidak cukup. Maka minta pertolongan kepada Allah agar ibadah kita itu benar.
(32:14) Nah, Allah menyatakan liyabluakum ayyukum ahsanu amala. Allah ciptakan kehidupan kematian untuk menguji siapa di antara kalian yang paling ahsan, paling bagus amalnya. Apa ahsan itu? Akhlasuhu wa aswabuhu. Kata Fudhalil Ibnu Iyad yang paling ikhlas dan paling benar. Dan disebutkan artinya wal ikhlasu maana lillah wa eh alwabu maana al sunah.
(32:40) Ya, yang dikatakan ikhlas itu karena untuk Allah dan yang dikatakan benar kalau sesuai dengan syariat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya kalau kita tidak minta kepada Allah kita khawatir kita gak semangat, tidak kuat atau tidak bisa istikamah. Yang berikutnya, kalaupun semangat dan istiqamah ternyata ibadahnya salah.
(33:05) Percuma rugi sekali kita. Maka di antara taujih, arahan dari para ulama ketika menafsirkan hadis ini, kita minta kepada Allah bantuan untuk bisa beribadah sebaik mungkin dengan cara yang benar. ikhlasnya dibimbing, kemudian ibadahnya semua bisa ee istiqamah dan sesuai dengan keridaan Allah Subhanahu wa taala. Termasuk zikir.
(33:33) Zikir ini merupakan ibadah lisan. Ini yang disebutkan oleh para ulama di sini termasuk juga hati kata Syekh Utsimin rahimahullah. Jadi bukan hanya seorang mengatakan astagfirullah kemudian hatinya ke sana kemari itu mulutnya saja yang bilang astagfirullah subhanallah lailahaillallah tapi hatinya sedang memikirkan maksiat.
(33:54) Apa manfaatnya? Maka orang agar sesuai mulut dan hati perlu pertolongan Allah Subhanahu wa taala. Dan zikir ini masuk di dalamnya semua ketaatan. Baik itu zikrul lisan yang sifatnya mengingat Allah dengan lafaz-lafaz yang ada dalam sunah ataupun baca Al-Qur’an. Ketika seorang mendapatkan taufik dari Allah Subhanahu wa taala maka membaca Al-Qur’annya bisa muwafaq, terbimbing oleh Allah Subhanahu wa taala.
(34:27) Sehingga membacanya bisa istikamah, bisa menghayati isinya dan untuk mengamalkan pun bisa mudah. Maka ini yang dimaksudkan seseorang perlu dan betul-betul ditekankan untuk minta pertolongan kepada Allah. Dan ee di antaranya yang disebutkan di sini syukur ya, bersyukur kepada Allah. Orang tidak bakal berhasil untuk syukur kalau dia tidak menyadari dia dalam keadaan nikmat yang banyak dan harus diminta.
(34:54) Ini seperti yang disebutkan oleh para ulama ya, atibi rahimahullah beliau ee mengatakan bahwa tawalin niam atau ini yang kita harapkan ee nikmat itu tidak berhenti. Bahkan barangkali lebih berat ketika seseorang pernah merasakan enak kemudian keenakan dan kenikmatan itu hilang. Mending dia enggak pernah ngerasakan sama sekali daripada dia pernah merasakan enak kemudian dia menderita.
(35:23) Maka ketika dia minta kepada Allah dengan syukurnya agar nikmat itu bisa langgeng dan terus-menerus dan itu susah kalau bukan karena bimbingan Allah. Maka Allah mengatakan waqolilun min ibadi syakur. Kata atibi rahimahullah. Ingat itu yang syukur itu sedikit.
(35:44) Dan kita sering sampaikan kita ini kalau seandainya dikasih pilihan oleh Allah kita menjadi orang sukses yang bersyukur atau menjadi orang miskin yang sabar. Dua-duanya ini disampaikan oleh para ulama memang dua ibadah yang betul-betul saingan istilahnya memiliki keistimewaan luar biasa. Tapi sayangnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa syukur ini berat sampai mereka banyak milih, “Sudah aku yang bersyukur saja, aku yang baik dan enak saja nanti saya bersyukur.” Ini merupakan kekurangpahamannya bahwa syukur itu tidak gampang.
(36:11) Allah azza wajalla menyatakan sedikit yang syukur itu. Maka perlu minta kepada Allah agar nikmat yang Allah berikan ini mampu kita gunakan dalam kebaikan yang diridai Allah subhanahu wa taala. Baik. Ini yang tadi kita sebutkan zikir mencakup mengingat Allah lafaz-lafaz yang kita tahu.
(36:38) Kemudian baca Al-Qur’an termasuk semua bentuk ibadah lisan. berbicara yang baik, amar makruf nahi mungkar. Ini semua masuk dalam hal seperti ini. Baik. Dan ee ketika seseorang berdoa kepada Allah agar mendapat bimbingan untuk selalu baik ucapannya, baik ibadahnya, baik rasa syukurnya, tujuannya adalah agar dia selalu bisa ideal dunia akhirat.
(37:07) bersyukur dengan annikmah azzahirah wal batinah yang nampak maupun yang tidak nampak duniawiyah wa diniah baik dalam urusan agama maupun dalam urusan dunia targetnya insyirahus sadr hatinya menjadi tenang menjadi lapang dadanya kemudian taisirul amr urusannya menjadi mudah semuanya ini kalau dibimbing Allah otomatis semua akan diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa taala sehingga Kita minta kepada Allah caranya gimana biar urusan kita lancar semua dan hati kita menjadi tenang, bahagia, tidak galau dan akan merasakan bahwa indah sekali hidup ini bisa dinikmati. Ini
(37:48) seperti dalam firman Allah ketika Nabi Musa minta, “Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu qauli.” Ya, dia mengatakan, “Ya Allah, jadikan hatiku lapang. Mudah untuk apa namanya dipahami perkataannya. Kemudian mudahkan, lancarkan urusannya. Dan ayat-ayat berikutnya dikatakan nusabbih katiron waduroka katir.
(38:22) Ketika urusanku semuanya mudah maka aku akan bisa bertasbih kepada engkau dengan banyak dan aku ingat kepadamu dengan sering. Nah, ini kalau orang bisa mendapat taufik dari Allah, maka antara ibadah dengan mencari nafkah ini bisa jalan seiringan. Meskipun mencari nafkah pun ibadah.
(38:49) ketika dia mencari dan tanggung jawab untuk keluarganya itu ibadah. Ketika dia bersyukur ibadah lagi. Maka ini semua merupakan ee sikap yang memang perlu taufik dari Allah Subhanahu wa taala. Baik, hadis berikutnya ketiga dan keempat berkaitan dengan orang ketika akan ee berusaha memiliki gembalaan, maka yang disarankan di dalam syariat adalah menggembala kambing.
(39:24) Karena kambing ini merupakan hewan yang mengandung keberkahan. Hadis yang ke-82 dan ke-83 disebutkan dalam at-Tabarani. Kemudian khat di situ maksudnya ada alkhatibul Baghdadi dari sahabat Ummu Hani sahabiyah. Ya, Ummu Hani ini saudarinya Ali radhiallahu anhu. Ummu Hani binti Abi Thalib ini saudarinya Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhum ajmain.
(39:48) Kemudian Ummu Hani ini disebutkan nama aslinya Fakhitah tapi lebih dikenal dengan panggilannya. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Albaihaqi eh Ibnu Majah afwan ha di situ yang dimaksudkan oleh Ibnu Majah ya yang dimaksudkan oleh Ibnu ee Asuyuti maksudnya yang dimaksudkan oleh penulis Aljami’aghir yaitu Assuyuti.
(40:09) Beliau memberikan rumus atau simbol hak maksudnya adalah Ibnu Majah. Dalam riwayat Ibnu Majah lafaznya hampir sama. Ittakhidi ghanaman fainnaha barokah. Kalau lafaz yang kita baca di sini, itakidu algam fainnaha barokah. Ya, artinya kalau kalian ingin memelihara, merawat, menggembala, gembalalah, gembalakanlah kambing. Fainnaha barokah. Karena dia bisa mengembang, memberikan kebaikan.
(40:46) Dalam hadis yang setelahnya nomor 83 dikatakan, “Ittakidi ghanaman.” Dalam hadis misal Imam Ahmad dari Ummu Hani juga disebutkan itak gonaman ya peliharalah gembalakanlah ee kawanan atau ekor-ekor kambing ya seekor kambing. Fainnaha taruhu bikhairin bikhair. Karena kambing itu pergi dan balik lagi dengan selalu membawa kebaikan.
(41:14) Disebutkan keberkahannya apa? Keberkahannya macam-macam. Disebutkan oleh ee apa? almunawi rahimahullah dalam ee tafsir hadis ini atau ee iya San’ani afwan Asan’ani rahimahullah dalam syarah hadis ini beliau mengatakan keberkahan kambing ini bisa dari air susunya adur yang kedua dari bulunya kemudian yang ketiga dari dagingnya dan dulu kambing ini menjadi lambang kekayaan orang Arab.
(41:51) Dan mereka menjadikan kambing sebagai tumpuan kebutuhan. Mereka bisa jual, mereka bisa gunakan untuk persembahan dalam ibadah seperti haji. Mereka juga bisa menjadikan sebagai makanan sehari-hari bahkan menyambut tamu. Dan ini menjadi kebiasaan bangsa Arab. Meskipun mereka belum kenal Islam tapi bangsa Arab dikenal dengan karam atau kedermawanan mereka.
(42:14) Kalau ada tamu yang jauh, maka mereka akan langsung menyembelihkan kambing. Itu merupakan hal yang biasa di antara mereka. Ada riwayat yang menunjukkan Nabi sallallahu alaihi wasallam, ini hadisnya sahih ya, memiliki kambing sampai 100 ekor. Ya, dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Lana gamun miah laidu an tazid.
(42:41) ” Kami memiliki 100 ekor kambing. Kami tidak pengin kambing itu nambah. Faid wal bahmatanahna makanahayaah. Kalau sampai ada di antara kambing kita yang nambah jumlahnya karena lahiran dan itu diurus oleh penggembalanya, maka kita akan bilang ke penggalanya ke penggembalanya, “Sudah sembelih satu biar tetap jumlah kita 100. Biar tidak 101. Saya pengin seperti itu.
(43:12) Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih. Dan itu nanti akan sering yang ini lahiran berapa kemudian tambah lalu disembelih dagingnya dimanfaatkan entah dimakan sendiri atau diajak untuk orang lain makan atau disedekahkan dan seterusnya. Ini merupakan tanda keberkahan kambing.
(43:32) Para ulama mengatakan orang yang pengin koleksi silakan koleksi kambing. Jangan malah ngoleksi hewan yang bisa mengurangi pahala. Dalam hadis yang sahih, Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “Manana kalban illa kalbainahu wasam.” “Barang siapa yang mengkoleksi, merawat, menghidupi anjing padahal tidak ada kebutuhan.” Apa kebutuhan itu? Jaga.
(44:05) jaga tanaman atau binatang ternak untuk menggembala atau said untuk berburu. Orang yang tidak punya kebutuhan tadi itu kok dia koleksi anjing apalagi cuma untuk dimandikan, dijadikan teman dan itu air liurnya najis. Ya, bahkan para ulama mengatakan badannya pun najis, kotorannya najis.
(44:29) Dan subhanallah memang orang yang masih fitrah ya sesuai dengan naluri melihat itu enggak suka terlepas dari hobi penilaian dan semacamnya. Akan tapi cukup kalau kita sebagai seorang muslim ini tidak sesuai syariat selesai tidak sesuai syariat sudah kita anggap ini sudah final. Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan intaq min ajrihi yaumin qirat. Orang bisa berkurang pahalanya berqirat-qirat itu setiap hari.
(44:57) Satu qirat itu seperti gunung besar. Pahalanya akan hilang, runtuh, rontok, berkurang karena memelihara anjing. Maka mestinya orang muslim sadar dan tidak melanjutkan ini. Jibril alaihalam ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah janji. Tapi ternyata tidak masuk.
(45:25) Ternyata di situ ada aljirbus sagir, ada anjing kecil punya Hasan dan Husein. Dulu pernah kita pelajari hadis itu. Ada anjingnya. Maka malaikat mengatakan, “Inna inna masyaral malaikah lah baitan fi kalbun wah.” Kami tidak akan masuk kata para malaikat ya. Ini malaikat Jibril bilang, “Kami para malaikat tidak akan masuk rumah orang yang ada anjing maupun gambar makhluk bernyawa.” Kita sudah pernah pelajari ini hadisnya.
(45:49) maka kita hindari yang semacam itu. Dan orang yang pengin memang ee memiliki kesibukan untuk menggembala, menggembala kambing merupakan ee sesuatu yang dianjurkan kalau ada orang yang mampu. Dan ini kata para ulama seperti yang dinukil oleh ee almunawi dan lainnya, ada anjuran untuk berusaha ya. Ada anjuran untuk berusaha.
(46:23) Kemudian tidak apa meremehkan urusan maslahat dunia. Orang ketika ingin sukses dan biar tenang ibadahnya, dia perlu juga perhatikan urusan nafkah, maisyah, kebutuhan dunia dan ee apa? rumah tangganya. Maka ini di antara yang dianjurkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan tentu ini yang disebutkan oleh para ulama ini perlu menyesuaikan uruf kebiasaan masyarakat.
(46:58) Kalau sekiranya dia akan menggembala kambing kemudian tidak memiliki tempat, akhirnya kambing-kambing itu digembala di rumahnya dengan kandang yang tidak apa orang bilang representatif ya, tidak pas, tidak maksimal. Akhirnya bau ke mana-mana, turun hujan, kemudian kotoran, badannya apa segala macam menyakiti tetangga. Jangan sampai itu juga ya. Orang punya hobi silakan punya hobi, tapi harus juga diperhatikan hak tetangga, hak orang lain, kemudian tidak mengganggu ya.
(47:34) Dan jangan sampai ini ee menjadi sebab ketika hubungan rusak gara-gara ada seperti itu. Ya. Baik. Ini anjuran Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk ee urusan dunia, perhatian kepada nafkah dan boleh seorang memiliki harta dan kekayaan. Ya, kalau Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai memiliki 100 ekor kambing, maka ini bukan hal yang biasa ya. Ini merupakan harta. Ini harta 100 ekor kambing.
(48:06) Dan sampai sekarang di zaman kita sebagian orang kampung dia kelihatan penampilan biasa, tidak terlalu mewah seperti orang kota. Tetapi oh sapinya berapa? Masyaallah luar biasa. Dan ini disyukuri. Ini merupakan kekayaan juga ya. Merupakan kekayaan baik itu dari sisi harganya maupun dagingnya atau susunya dan seterusnya. Baik, hadis yang kelima berkaitan dengan sebuah kejadian alam.
(48:32) Kejadian yang tidak mungkin kita bisa ketahui kecuali dengan wahyu. Kalau seandainya kita mungkin tahu karena kita melihat, maka pandangan dan pengetahuan ituang terbatas. Sangat terbatas sekali. terlebih dalam urusan gaib yang memang tidak akan kita ketahui sama sekali mau diteropong dengan cara apapun tidak bakal bisa dilihat. Ya, ini perjalanan matahari.
(49:01) Ketika Allah tentukan matahari, bulan, planet lainnya memiliki relindah. Kereta saja kalau anjlok selesai sudah itu banyak jadwal-jadwal. Kemudian kalau sampai ada korbannya nauzubillah. Ini kalau yang anjlok meteor bagaimana? Kalau ada matahari pindah rail, nauzubillah ya. Dan itu berarti sudah waktunya kiamat.
(49:26) Kita lihat dalam hadis yang ke-84 diriwayatkan dari Abu Dzar dalam Sahih Muslim. Ya, ini yang disebutkan oleh ee apa namanya? Assuyuti dalam Aljamius Saghir dikatakan mim artinya Imam Muslim. Tetapi hadis ini ada juga dalam Sahih Bukhari. Sehingga mestinya wallahuam hadis ini bukan hanya sekedar disebutkan dalam sahih Muslim akan tapi dalam sahihain.
(49:52) Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Atadri aina tadhabu hadisams?” Wahai Abu Dzar. Ini dalam riwayat lain dikatakan bahwa eh Abu Dzar ini sedang berjalan dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan melihat terbenamnya matahari. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam ingin memanfaatkan momen itu untuk bertadabur. Ya.
(50:10) “Wahai Abu Dzar, kamu tahu enggak ini matahari ke mana larinya? inajta mustaq tahtal ar ini dalam hadis Nabi sallallam langsung jawab dalam riwayat lain dalam sahih Muslim juga dikatakan Abu Dzar mengatakan Allahuam hanya Allah dan rasulnya lebih tahu. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan inna hadiahi tajri hatta tantahiya ilaqarha tahtal arsy.
(50:36) Ini matahari pergi kemudian dia menuju ke tempat untuk sujud kepada Allah. di bawah arsy yang seperti ini. Secanggih apapun teknologi, semaju apapun ilmunya orang tidak bakal bisa melihat, oh matahari mau diteropong, oh sedang sujud kepada Allah azza wa enggak bisa. Dan ini hanya kita ketahui dari standar wahyu dan hakikat maupun bentuknya bagaimana. Wallahuam.
(51:05) Tetapi kita yakin karena ini merupakan informasi dari Nabi sallallahu alaihi wasallam dan standarnya wahyu dalam Sahih Muslim ini. Dan kita sebagai seorang muslim konsekuensi riil dari syahadat bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah rasul dan utusan Allah. Kita yakini bahwa informasi itu harus diyakini benar. Baik.
(51:24) Disebutkan bahwa matahari ini sujud kepada Allah. Sujud kepada Allah pada setiap hari ketika matahari terbenam. Nabi sallallahu alaihi wasallam sedang cerita itu kepada Abu Dzar. ini sekarang dia terbenam kemudian dia menghadap Allah kemudian dia sujud di arasynya. Loh itu kalau sujudnya waktu mana? Waktu Indonesia atau waktu Amerika? Berarti sujud terus kapan mau terbitnya. Kita bandingkan itu dengan akal kita yang cetek.
(51:53) Adapun sesuai dengan peraturan dan perhitungan maupun juga garis yang Allah tentukan ini sangat mungkin. Kita lihat di sini fatirru sajidah maka matahari itu tersungkur untuk sujud kepada Allah subhanahu wa taalahafii min haitsu jtij matahari terus sujud sampai Allah subhanahu wa taala mengatakan hah bangun kemudian kembalilah dari mana kamu tadinya datang qala fatarji maka matahari kembali Matahari kembali ke peredarannya muter lagi. Maka dia kembali terbit.
(52:37) Karena diizinkan Allah untuk terbit lagi maka dia terbit lagi kemudian dia berjalan berlari yaqah sampai dia kembali lagi setelah terbenam untuk datang menghadap Allah. Izin lagi sujud untuk diizinkan terbit lagi. Dia akan tersungkur sujud lagi irji minitsu jat sampai dikatakan bangun. Ayo balik lagi ke tempat kamu tadi datang. Akhirnya muter lagi ke peredarannya.
(53:15) Maka dia kembali min. Kemudian dia terbit lagi jalan melalui peredarannya. Orang tidak ada yang ngurus, enggak ada yang gubris sama sekali. Tidak ada yang merasa asing, tidak ada yang heran-heran sama sekali. Coba lihat sekarang gak muslim, enggak nonmuslim. Seolah-olah oh iya sudah ini kejadian alam.
(53:42) tidak mengambil pelajaran bahwa matahari ternyata makhluk Allah yang besar sekali, kuat pencahayaan sinarnya. Dan satu saat matahari yang demikian panas ini akan Allah dekatkan. Dalam Sahih Bukhari dan Muslim dikatakan bahwa nanti pada hari kiamat matahari akan didekatkan sampai 1 mil. Sampai 1 mil.
(54:10) 1 mil itu kalau hitungan jarak 1,5 kilo saja sampai semua orang akan mengeluarkan keringat karena panasnya dan memang tidak bisa dibayangkan dan ini matahari besar seperti ini ternyata dia berjalan sesuai perintah Allah ketika terbenam dia minta berdoa dan minta izin sujud juga di depan Allah azza waalla agar diizinkan untuk kembali terbit lagi. Dalam hadis sahih Bukhari dikatakan ini adalah makna firman Allah, wasyamsu tajri limaqarillaha. Matahari itu jalan melalui garis dan peredarannya.
(54:46) Dalika taqdirul azizil alim. Itulah ketentuan Allah yang maha perkasa dan maha mengetahui. Ya, semua sudah diatur oleh Allah azza wa tidak ganti dan pindah rel. Tidak. Ya. Kemudian dikatakan hatta tantahiya mustaqaka tahtal ars. Kemudian kembali ya matahari setelah jalan dia akan datang di bawah arsy lagi. Tapi perintah itu lain.
(55:24) Satu saat nanti matahari akan tunduk di bawah arsy. Kemudian Allah azza waalla akan mengatakan, “Sekarang kamu pergi ke sana dan kamu terbit dari arah terbenamu, dari arah barat.” Ya, sehingga dia kalau biasanya terbit dari timur sekarang tidak. Tapi terbit dari arah barat. Dalam hadis sahih Bukhari dikatakan, “Yusiku alla yuqbala minha wah kama qahu alaihi wasallam.
(55:55) ” Hampir saja ini setiap hari matahari ini turun sujud minta izin untuk terbit. Diizinkan hampir-hampir sebentar lagi tidak diizinkan lagi. Dan sujudnya tidak terima Allah azza waalla sehingga dia akan diminta untuk terbit dari arah terbenamnya. Nah, lalu dikatakan di sini fatusbihu tholiatan min maghribiha. Maka matahari akan terbit dari arah terbenamnya.
(56:25) Kamu tahuak itu kapan yang akan terjadi seperti itu? Itu menjelang hari kiamat. Ketika orang yang tadinya belum beriman kok mau beriman gak manfaat. yang sebelumnya tidak berusaha untuk mengenal Islam, iman, tidak berusaha untuk menerapkan syariat, kok sekarang dia akan menatkan syariat gak lagi diterima Allah azza waalla.
(56:58) Dalam sahih sahih muslim dikatakan, “La taquumusatu hatta tatlamsu min magribiha.” Tidak akan terjadi hari kiamat sampai matahari terbit dari arah barat. Sampai terbit dari arah barat. min magribiha warah ketika matahari terbit dari arah terbenamnya orang-orang akan melihat saat itu tobat tidak akan diterima lagi dan tidak ada manfaatnya orang yang tadi tidak beriman kok baru mau beriman di saat itu gak dalam hadis yang lain dikatakan salat la yanfau nafsan imanuha lam takun amal minql ada tiga kondisi tanda tanda-tanda
(57:42) yang besar tentang hari kiamat. Kalau itu sudah terjadi, maka orang yang tidak beriman kok baru beriman di saat itu gak diterima Allah azza waalla. Di antaranya thluusyamsi min maghribiha, matahari yang terbit dari arah barat. Kemudian khurujud dabbah, munculnya hewan melata yang tidak dikenal siapa ini. Tapi dia bisa berbicara.
(58:10) Allah mengatakan waqal alaihim akna lahum minal ardallimuhumun. Kalau sudah kami tentukan hari kiamat akan terjadi maka kami akan keluarkan dabbah hewan. Dia hewan tapi dia bisa berbicara. Dia akan bisa mengatakan ini tidak beriman, ini tidak beriman. Ini beriman. Dia bisa membedakan antara orang beriman dan orang tidak beriman.
(58:43) Dan saat itu dalam hadis dikatakan betul-betul akan terbukti berbeda sekali antara orang beriman dan orang tidak beriman. Sampai orang enggak bisa pura-pura enggak bisa kelihatan sekali terpisah. Dikatakan di kepalanya itu, “Ini beriman, ini tidak beriman.” Yasimu istilahnya itu dia kasih tanda ini orang beriman tidak bisa beriman sampai ketika terjadi jual beli antara orang beriman dan orang tidak beriman maka dia akan mengatakan orang beriman ini, “Kam hza ya kafir?” Wahai orang kafir ini berapa harganya? Qala bikadza ya mukmin.
(59:14) Sampai dikatakan ini harganya sekian wahai orang mukmin. Sampai seperti itu. Ini menjelang hari kiamat. Dan orang ketika baru tersadar saat itu gak ada manfaatnya sama sekali. Dan yang terakhir addajal kalau sudah keluar dajal sudah. Dan itu merupakan tanda hari kiamat yang paling besar. Bahkan dalam sebuah asar meskipun ada kelemahannya ya.
(59:39) Ada kelemahannya ini seperti yang ditegaskan oleh Syekh Abdul Aziz Arrajhi dalam tafsir tentang ee apa namanya? Kejadian-kejadian hari kiamat dan alamat-alamatnya. Ini ada sebuah riwayat dari Ibnu Abbas, tapi katakan ini kita katakan itu lemah ya. Ini lemah dikatakan bahwa orang ini akan kebingungan ketika matahari tidak terbit-terbit kok malamnya lama.
(1:00:06) Sampai sebagian mereka mengatakan, “Ya nasya’nul laila inni nimtu hatta syab’t.” Wahai orang-orang ini ada apa ini? Ini kenapa matahari kok lama banget? Aku tidur sampai puas bangun-bangun masih malam. ini kenapa malamnya lama banget gitu sampai akhirnya matahari itu terbit dan ternyata terbit dari arah barat maka saat itu mereka sudah tidak manfaat lagi untuk beriman nazubillah naubillah wala taquumus saatu illa aliril khqiallah hari kiamat tidak akan terjadi kecuali orang yang paling jelek tidak ada imannya sama sekali karena nanti pada menjelang hari kiamat Allah akan
(1:00:44) tiupkan angin yang lembut dari arah utara, arah yang segar dari daerah Syam. Kemudian setiap orang yang memiliki keimanan maka Allah azza wajalla akan wafatkan dengan ber apa? Berhembusnya angin itu. Sehingga menjelang hari kiamat atau bahkan terjadi hari kiamat betul-betul yang menyaksikan adalah orang yang tidak bisa beriman dan akhlaknya paling jelek sekali.
(1:01:10) Paling jelek. Maka dalam hadis ini disebutkan bahwa dalam kondisi itu seseorang betul-betul tidak lagi bisa ee bertobat. Ya, tobat akan selalu Allah terima. Akan tetapi kalau sudah terbit matahari dari arah barat tidak. Hal yanzuruna illa antiahumul malaikah a’ti rbuka au yati ba’du ayatibik.
(1:01:43) Apa yang mereka tunggu? Mereka hanya menunggu malaikat datang atau Allah Subhanahu wa taala datang atau sebagian tanda kebesaran Allah Subhanahu wa taala. Termasuk yang dimaksudkan adalah terbitnya matahari dari arah barat. Dan orang tidak lagi bisa bertobat meskipun dia sudah melihat tapi terlambat waktunya. Dan ini menunjukkan pelajarannya bahwa ini merupakan takdir Allah.
(1:02:08) Orang beriman tahu bahwa ini adalah ketentuan yang tidak akan berubah. Kalaupun ada orang yang tidak beriman, tidak akan merubah ketentuan Allah. Kita percaya atau tidak, tidak akan mempengaruhi apa yang Allah juga tentukan. Dan ini wahyu Nabi sallallahu alaihi wasallam sampaikan nanti akan terjadi pasti pada hari kiamat seperti ini.
(1:02:31) Orang yang baik, orang yang beriman, orang yang berilmu, dia akan mempersiapkan. Sementara orang yang tidak berilmu dia cuek dan memang dia tidak menghargai itu. Kemudian hadis ini juga menunjukkan bahwa sebesar makhluk matahari ternyata tunduk dan sujud kepada Allah Subhanahu wa taala. Lalu kita yang lemah dan tidak memiliki kekuatan apa-apa ini, kita akan membangkang, kita akan merasa sombong sampai tidak beramal sama sekali.
(1:02:57) Ini merupakan tanda yang ee lemah dalam masalah keimanan. Baik, ana kira kita cukupkan sekian untuk hadis berikutnya. Mudah-mudahan bisa Allah beri kemudahan dalam mempelajarinya di ee kesempatan yang akan datang. Mudah-mudahan bermanfaat. Wasallallahu wasallam w abdiasuli nabina Muhammad waa alihi wasbihi ajmain. Alhamdulillahiabbil alamin.
(1:03:56) Nam ustaz jazakumullah khairan. Barakallahu fikum ustaz atas mat yang sampaikan di kesempatan malam hari ini. Dan ikhwat Islam azaniallahu wyakum kita akan buka sesi interaktif soal jawab. Bagi Anda semuanya ikhat Islam yang ingin bertanya kami persilakan menghubung kami di 0218236543 dan Anda bisa kirimkan juga pertanyaan Anda melet chat WA di 0218236543.
(1:04:20) Kita angkat yang pertama dari telepon terlebih dahulu ya. Silakan. [Musik] ya. Silakan [Musik] ya. Halo. I silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Bapak dan berada di mana? Bapak Dede di Bogor. Pak Dede di Bogor. Silakan Pak Dede. Iya. Begini, Pak. Ya, silakan, Pak. Pertanyaannya ya.
(1:05:11) Sesudah salat S sudah salat tahajud. Setelah salat tahajud terus zikir apa ada tuntunannya, Pak dari para rasul. Sekian, Pak. Terima kasih. Baik Bapak mohon maaf Bapak mohon maaf bisa diulang kembali. Ada pertanyaannya kurang jelas Bapak. Baik terputus.
(1:05:51) Mungkin kami bisa menyimak ee sedikit, Ustaz, dari apa yang ditanyakan oleh beliau, oleh Pak Dede di ee Bogor kalau tidak salah. Beliau bertanya tentang mengenai zikir ataupun doa setelah salat dalam salat tahajud. Ustaz, apakah ada tuntunan, Ustaz? Demikian kalau tidak salah kami tangkap. Silakan, Ustaz. Baik. Eh, ada riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam membaca setelah salat tahajud, subhana malikil qudus, subhana malikil qudus tiga kali. Subhanal malikil qudus. Kemudian tambah yang ketiga, rabbul malaikati waruh.
(1:06:34) Ya, ini ee doa yang dipanjatkan zikir khusus yang di tengah malam selepas salat tahajud. Adapun doa yang lain ee sebagai zikirnya wallahuam. Tetapi seorang ketika akan istigfar kemudian membaca Allahumma antasalam winkas salam ini pun bisa seperti yang disebutkan di dalam hadis Tsubban kalau tidak salah.
(1:07:01) Kana Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam minatihahiagfar waquul Allahumma antaminkam tabarakal jalali wal ikram. Nabi sallallahu alaihi wasallam setiap selesai dari sebuah salat, beliau selalu istigfar tiga kali kemudian mengucapkan Allahumma antasalam waminkasalam tabarakal jalul ikram. Dan ini dilakukan ee seperti pemahaman sebagian ulama tidak dibedakan antara salat fardu dan salat sunah.
(1:07:26) Tadi yang kita sebutkan untuk salat tahajud memang ada syariatnya ee subhanal malikil qudus tiga kali kemudian rabbul malaikati warah itu juga bisa didoakan. Kemudian setelah itu dipanjatkan doa yang mau diminta. Wallahuam bissawab. Enam ustaz jazakullah khairan barakallahu fikum atas jawaban yang telah dis sampaikan, Ustaz.
(1:07:48) Dan kita akan angkat kembali pertanyaan berikutnya telepon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan ya. Silakan ya. Silakan. Asalamualaikum ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak dan berada di mana, Pak? Sama Irham. Ustaz di Pekanbaru, Pak Irham di Pekanbaru. Silakan, Pak. Begini Ustaz.
(1:08:19) Ee kita lihat di media sosial, Ustaz. He ee yaitu di negara Sudan, Ustaz. Terjadi peperangan, Ustaz. Heeh. Itu kalau menurut Ustaz, Ustaz itu perasa atau kayak mana, Ustaz? Ya. Baik. Setelah di Palestina di ee peperangan ini ituini disurang lagi, Ustaz. Baik. Baik, Bapak.
(1:08:42) Mungkin pertanyaan bisa kita lebih kepada pembahasan kita malam hari ini, ya. Terima kasih atas pertanyaan Bapak dan kita beralih ke penanya berikutnya di 0218236543. Ya, silakan. Baik, silakan. Baik, terputus. Kami tunggu kembali. Bagi Anda yang bertanya silakan bisa meng kami di 0218236543 ya. Silakan. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(1:09:26) Dengan siapa Bapak? Dengan siapa, Bapak? Dan berada di mana? Hamba Allah Yunaldi di hamba Allah Yunaldi di Lubuh Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Iya. Baik, Pak Yural bisa Pak Yural di pertanyaannya. Iya. Ee ee yang ditanyakan, Pak Ustaz. Heeh. Nah, ee pertama kalau kita sesudah salat wajib tu kan zikir, baca subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar kali. Ah itu tuh sudah itu boleh kita baca anu baca apa namanya sih ayat kursi kemudian baru kita berdoa.
(1:10:18) Berdoa itu apakah kata ustaz rasul selalu wajib ee tidak ada mengangkat tangan. Apakah boleh kita mengkat tangan berdoa? Nah, yang kedua, kalau ibunya yang meninggal, apakah dimasukkan anak yatim juga atau tidak? Hm. Baik, terima kasih Bapak. Pertanyaan cukup, Pak. Ya, Pak Yunaldi, ya. Baik, kami ee persilakan kepada Ustaz untuk memberikan jawabannya, Ustaz. Silakan, Ustaz.
(1:10:49) Baik. Yang pertama adalah ee bacaan setelah salat, zikir setelah salat. Membaca ayat kursi bisa tidak mengapa. Dan ini yang dianjurkan para ulama memang ada hadisnya meskipun dalam riwayat itu ada sedikit perbincangan ya. Dalam hadis dikatakan, “Man qoa ayat kursi wauallahu ahad ba’d lam yamnahu dhulil jannati maut kama qallahu alaihi wasallam.
(1:11:19) ” Barang siapa yang baca ayat kursi setelah salat dan baca qul huallahu ahad, maka tidak ada yang menghalangi dia dari masuk surga kecuali kematian. Ana tidak pastikan atau tidak ingat apakah riwayat ini ee diriwayatkan dengan sanad yang sahih atau tidak. Akan tetapi ee ini yang di antara anjuran para ulama untuk dibaca setelah salat. Kemudian berdoa. Ya, berdoa ini ee kita katakan sebelum berpindah ke mengangkat tangan ya.
(1:11:46) Apakah berdoa setelah salat merupakan anjuran yang menjadi ritual khusus dan rutin? Nah, wallahuam. Ee sebagian ulama menyebutkan bahwa ini tidak ada ee nukilan khusus dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau selalu berdoa setelah salat. Zikir. Iya, zikir. Banyak hadis dan riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam membaca ayat kursi tadi.
(1:12:15) Al-Ikhlas, kemudian istigfar. Allahumma antasalam. La ilahaillallah wahdahu la syarikaalah lahul mulk walahul hamdu wahua alain qodir. Allahumma lait w lima man wud jad minkal jad. La ilahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulk walahul hamdu wahua ala kulli qodir. La ilahaillallah w na’budu illa iya lahmatu wahul fad wanaul hasan.
(1:12:39) La ilahaillallah mukhlis lahudina wil kafirun. Kemudian ada anjuran membaca subhanallah alhamdulillah allahu akbar ditutup dengan lailahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulk walhamdu ala kul qadir. Riwayatnya banyak sekali. Adapun riwayat doa ini yang perlu dicari dan dibahas ya. Meskipun sebagian ulama mengatakan bahwa doa ini akan menjadi ee berpeluang dikabulkan kalau dilakukan setelah amal saleh. Kalau dilakukan setelah amal saleh.
(1:13:09) Dari keumuman itu, sebagian ulama juga tetap mengatakan kalau kita doa, kita panjatkan doa setelah salat, maka kita akan mendapatkan pahala dan ada kemungkinan dikabulkan. Tetapi menjadikan sebuah sunah setelah salat adalah doa. Ini perlu ee didukung dengan dalil. Dan kalau seandainya itu merupakan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam, bakal ada riwayatnya.
(1:13:35) Tetapi wallahuam ee riwayat itu tidak terlalu bahkan bisa jadi tidak ada ya. yang menunjukkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam selalu berdoa setelah salat fardu. Kalau setelah salat malam silakan atau setelah salat sunah atau kapan saja. Kapan saja orang mau berdoa antara azan dan iqamah kemudian dia masuk ke masjid untuk salat tahiyatul masjid atau salat sunah rawatib.
(1:14:04) Kemudian ada waktu yang tersisa dia pakai untuk berdoa silakan. Tapi menjadikannya sebagai rutinitas setelah salat fardu. Wallahualam. Dalil yang menunjukkan itu ee tidak ada ya. Wallahualam. Kalau seandainya ada, maka ee kita siap untuk mengatakan dan mengamalkan seperti itu. Ee kemudian mengangkat tangan kapan saja dibolehkan ya dengan keumuman hadis. Innallaha hayyun karim eh yastahi min abdihi id rafaa ilaihi yaruddahuma sifranatain. Allah azza waalla maha malu.
(1:14:42) Ketika ada seorang hambanya mengangkat tangan kepada Allah kemudian dikembalikan dalam keadaan tangan kosong. Sehingga sebagian ulama mengatakan bahwa mengangkat tangan di kapan waktunya sekalipun seperti yang tidak ada keterangannya, maka hal itu dibolehkan dengan keumumannya. Jadi, para ulama menyebutkan ada yang betul-betul ditunjukkan Nabi sallallahu alaihi wasallam tegas mengangkat tangan.
(1:15:13) Contohnya istisqa Nabi sallallahu alaihi wasallam istisqa mengangkat tangan. Yang kedua, qunut di dalam salat. Nabi sallallahu alaihi wasallam jelas mengangkat tangan. Ketiga, ketika perang Nabi sallallahu alaihi wasallam di perang Badar sampai tangannya diangkat mengangkat tangan. Demikian. Maka di antara doa ada yang memang jelas-jelas Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak ee apa? Rasul sahu alaihi wasallam jelas mengangkat tangannya.
(1:15:43) Kemudian ada doa yang jelas Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mengangkat tangan. pasti tidak mengatakan padahal Nabi SAM berdoa. Contohnya ketika berdoa dalam sujud, ketika berdoa di ruku, ketika berdoa dalam salat. Ini jelas tidak ada keterangannya bahwa beliau mengangkat tangan.
(1:16:08) Akan tetapi ada beberapa kondisi ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam berdoa tidak dinukil dari beliau mengangkat tangan. Dan ini juga belum tentu dipahami bahwa tidak boleh mengangkat tangan. Maka para ulama mengatakan di dalam posisi-posisi doa yang tidak dinukil mengangkat tangan, maka seorang boleh beramal dengan keumuman hadis tadi.
(1:16:33) Allah maha malu kalau seandainya ada hambanya yang mengangkat tangan kemudian dikembalikan tangan kosong tidak diberi pengkabulan doa oleh Allah azza waalla. Sehingga sebagian ulama mengatakan kalau kita mau angkat tangan silakan seperti itu. Ah sebagian ulama yang lain mengatakan untuk doa selama tidak ada keterangan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan. Ee kalau seandainya kita tidak mengangkat tangan tidak apa-apa. Contohnya misalkan orang doa mau ee apa namanya? Wudu.
(1:17:03) Mau wudu atau mau masuk kamar mandi dia tahu-tahu berhenti kemudian berdoa dulu. Nah, Allahumma inni azubika minal khubi wal khabait. Doa masuk kamar mandi. Kemudian setelah dia ee masuk kamar mau berhubungan badan dengan istrinya, dia berdoa dulu dengan mengangkat tangan. Nah, ini kan tidak ada dalilnya. Tidak ada dalilnya. Dan doa hukum asalnya panjatkan panjatkan ya.
(1:17:28) Panjatkan, baca saja ya. Akan tetapi ada orang yang memang ingin mempraktikkan yang tadi. Allah azza waalla maha malu kalau mengembalikan tangan hambanya dengan tangan kosong. Tapi sebelah mengatakan selama tidak ada keterangan Nabi sallallahu alaihi wasallam mengangkat tangan, maka aku lebih memilih tidak mengangkat tangan.
(1:17:48) Maka wallahuam pembahasan ini sah-sah saja kalau ada orang berbeda pandangan. Wallahuam bissawab. Enam ustaz. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum, Ustaz, atas jawaban yang telah diberikan. Dan kita akan angkat satu pertanyaan terakhir di malam hari ini, Ustaz, dari penanya kita melalui chat WA yang sudah masuk dengan Ibu Anti dari Bogor.
(1:18:11) Ustaz izin bertanya, “Ustaz, apa boleh salat sunah setelah salat subuh, Ustaz?” Karena ada yang bilang setelah salat subuh tidak diperbolehkan salat. Apa betul begitu, Pak? Apa? Apakah betul begitu, Ustaz? Dan saya mohon Ustaz memberikan penjelasannya. Silakan, Ustaz. [Musik] Baik. Betul.
(1:18:37) Setelah subuh dan setelah asar tidak dibolehkan seorang melakukan salat sunah. Nabi sallallahu alaihi wasallam menyatakan, “La shata ba’da subhi hatta tatls wa shata ba’dal asri hatta tagibyams.” Dalam Sahih Muslim dikatakan, “Tidak boleh ada orang yang salat sunah setelah subuh sampai matahari terbit. Dan tidak boleh ada orang salat setelah asar sampai matahari terbenam.
(1:19:03) Ini dua waktu yang oleh para ulama diambil kesimpulan. Tidak boleh seseorang melaksanakan salat sunah karena kaitannya dia setelah melaksanakan dua salat yang disebutkan, yaitu salat subuh dan salat asar. Artinya sekarang kita misalkan berbicara salat sunah di jam ini untuk waktu Jawa Timur misalkan salat subuh jam 10 azan. Apakah boleh seorang melaksanakan salat sunah .30? Tergantung. Kalau dia .
(1:19:32) 30 ini belum salat maka boleh dia melaksanakan salat sunah. Tapi kalau setengah dia sudah salat subuh, maka dia tidak boleh untuk melaksanakan salat sunah setelah subuh. Ini karena larangannya berkaitan dengan ee salat, waktu setelah salat. Ya, ada yang waktu larangan itu berkaitan dengan matahari. Matahari.
(1:20:00) Ee dan dalam hadis ini disebutkan waktu yang paling dilarang. Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan dalam riwayat eh kalau tidak salah Amir Ibnu Rabiah atau Uqbah bin Amir ana lupa. Saatinana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yanhana anusli fihinna waqbur fihinna mautana.
(1:20:25) Ada tiga waktu yang Nabi sallallahu alaihi wasallam betul-betul melarang kami untuk salat dan menguburkan jenazah dan jenazah kami. Hatta tartafi. Yang pertama adalah ketika matahari terbit. Pas terbit gak boleh kita salat. Ditunggu sampai matahari meninggi kira-kira 1/4at jam. Wahina takumu aladahirah. Ketika matahari betul-betul di atas kepala. Hatta tazul sampai ee tergelincir apa namanya menuju ke arah barat.
(1:20:57) Nah, sehingga pas matahari di atas kepala enggak boleh salat. Baru dibolehkan ketika matahari sudah mulai agak miring ke arah barat, kecondong ke arah barat. Nah, ini masuknya adalah awal waktu salat zuhur. Wahina tadyaf a tamilusyamsu lil ghurub. Ketika matahari terbenam. Pas matahari terbenam gak boleh kita salat.
(1:21:22) Kalau sudah hilang semua mataharinya, maka boleh dilakukan salat sunah itu. Nah, jadi waktu larangan itu ada lima. Yang tiga berkaitan dengan matahari, yang dua berkaitan dengan salat. Ini semua larangannya adalah kalau kita mau melaksanakan salat sunah secara mutlak. Akan tetapi kalau ada orang ingin melaksanakan salat sunah yang memang ada sebabnya disebutkan dalam istilah para fuqaha asalawat zawatil asbab salat-salat yang ada sebabnya maka dibolehkan. Contohnya tahiyatul masjid.
(1:22:01) Kita masuk ke masjid masuknya kapan? Masuknya habis asar. Kita mau nunggu magrib. Maka yang seperti dibolehkan dia sebelum duduk dia salat tahiyatul masjid dulu. Karena ada riwayat yang mengatakan la eh dakala ahadukum masjid fala yajlis hatta yusli rakatain. Apabila salah satu dari kalian masuk masjid jangan duduk sampai dua rakaat dia lakukan salat itu.
(1:22:29) Nah, meskipun dia masuk di waktu larangan, dia mau ikut pengajian, tabligh akbar, daurah atau apa, masuk ke masjidnya di awal biar dapat tempat misalkan. Nah, masuknya kapan? Habis asar. Padahal pengajiannya bakda almagrib. Nah, dia boleh untuk melakukan salat sunah karena salat sunah tahiyatul masjid ada sebabnya. Sebabnya apa? Masuk masjid itu. Contoh yang lain, salat gerhana.
(1:22:49) Gerhana matahari terjadi setelah asar. Setelah asar sudah boleh salat sunah dan salat gerhana sunah. Tapi karena ada sebabnya. Sebabnya apa? Gerhana itu. Gerhana ini enggak bisa ditunggu sampai magrib. Ditunggu magrib hilang sudah selesai gerhananya. Nah, maka ketika terjadi habis asar boleh seorang melaksanakan itu ee di waktu larangan.
(1:23:12) Contoh yang lain, jenazah. Ketika seorang ee sedang duduk di masjid, tahu-tahu ada jenazah datang mau disalatkan. Ini sudah duduk di masjid sampai magrib ternyata ee dia apa namanya? Salat asar. Waktu salat asar selesai. Enggak boleh dia lakukan salat sunah. Eh, datang jenazah. Kalau dia nunggu sampai magrib, lama.
(1:23:40) dan enggak apa namanya ee tidak tidak gampang untuk me makamkan jenazah di malam hari. Nah, sehingga ee kaum muslimin misalkan baru selesai mandikan bakd zuhur kemudian urus ini urus itu, baru selesai jenazahnya asar. Kaum muslimin salat asar jenazah dibawa setelah salat asar. Maka mereka akan menyelatkan jenazah setelah asar di waktu larangan.
(1:24:02) Jawabannya boleh karena itu ada sebabnya. Sebabnya apa? jenazahnya itu. Ah, maka para ulama mengatakan bahwa salat zawatil asbab yang memiliki sebab ee dibolehkan dilakukan di waktu-waktu larangan. Terakhir, salat setelah subuh kalau yang dilakukan adalah qada qabliah. Nabi sallallahu alaihi wasallam menganjurkan kita salat dua rakaat sebelum subuh dengan penekanan yang kuat.
(1:24:33) Bahkan para ulama mengatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak pernah tinggalkan dua rakaat sebelum salat subuh. Enggak pernah ditinggalkan. Nah, kalau kelewatan bagaimana? Datang ke masjid sudah iqamah, kita belum salat dua rakaat sebelum subuh. Maka dua salat ini bisa diqada. Kapan mengqadanya? Kalau kita akan tinggal di masjid sampai matahari terbit, maka kita bisa laksanakan salat dua rakaat itu setelah matahari terbit. Matahari terbit meninggi. Ah, kita laksanakan salat itu ada hadisnya.
(1:25:04) Ana cuma tidak hafal dan tidak ingat. Tetapi kalau seandainya kita tidak lama tinggal di masjid dan kita ingin langsung mengqada setelah salam, setelah salam salat subuh, kita ingin mengqada dua rakaat yang tadi ketinggalan sebelum subuh itu, maka kita langsung lakukan setelah salat subuhnya. Itu juga boleh.
(1:25:28) Ketika sebagian sahabat, satu orang sahabat dia salat lagi setelah subuh. Ketika ditanya oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Asubha arba arbaan, apakah salat subuh ini menjadi empat rakaat?” Maka beliau mengatakan, “Ini sahabat ini, aku tadi ketinggalan salat salat sunah maka aku kerjakan.” “Fahuma hadan.” Ini sekarang yang aku lakukan ini. Tadi yang aku belum sempat salat, sekarang ini aku lakukan. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak melarang.
(1:25:53) Ini menunjukkan bahwa perbuatan itu boleh dan masuk dalam kategori takrir, hadis yang ee diizinkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam bisawab. Nam ustaz, jazakumullah khairan. Barakallahu fikum ustaz atas jawaban yang telah diberikan. Dan pertanyaan dari Bu Anti dari Bogor adalah pertanyaan terakhir di malam hari ini.
(1:26:16) Ustaz, sebelum kita akhiri perjumpaan yang penuh dengan faedah ilmu ini, kami meminta kepada menyampaikan ikhtitam. Silakan hisab. Baik. Para ulama mengatakan bahwa ketika ada penyakit hati dan penyakit hati ini bisa berupa syahwat, bisa berupa syubuhat. Para ulama mengatakan bahwa penyakit itu harus diobati. Ketika ee penyakit ini berupa syahwat, maka di antara trik untuk beramal atau menanggulangi dan mengobati dengan mempergiat amal saleh.
(1:26:56) Innal hasanati yudhibn sayiat. Sesungguhnya amal kebaikan akan menghapus amal keburukan. Tapi jika seandainya ee penyakit hati itu adalah syubuhat, kerancuan dan fitan-fitnah ee fitnah-fitnah ya atau pemahaman-pemahaman yang kurang sejalan dengan prinsip ahlusunah wal jamaah, maka obatnya adalah belajar mendalami agama ini sesuai dengan arahan para ulama.
(1:27:26) Dan seorang muslim ahlusunah memiliki tanggung jawab untuk mengobati dua kemungkinan penyakit hati itu sehingga dia berusaha untuk menjaga keselarasan antara belajar dengan beribadah. Dan tidak ada kontradiksi dalam dua amal yang berat dan memang perlu ee diperhatikan tersebut. Seorang sambil belajar, sambil beramal dan mudah-mudahan dengan amal itu adalah wasilah untuk mensukseskan belajarnya.
(1:27:51) Wallahuam bawab. Sallallahu wasallam wabarak abdi nabina Muhammad wa alihi wasbihi ajmain. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka atubuik. Walhamdulillahi rabbil alamin. Enam ustaz jazakumullah khairan barakallah fikum atas materi yang telah antum sampaikan di kesempatan malam hari ini dan juga atas jawaban-jaban yang telah antum berikan untuk kita semuanya.
(1:28:14) Dari pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan kami ucapkan terima kasih banyak. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga antum di sana juga memberikan kuasaan ilmu serta semoga Allah juga memberikan kuasan ilmu pada antum sehingga semakin dapat semakin semakin semakin banyak yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama antum insyaallah allahum amin dan kami mengucapkan terima kasih banyak pula untuk rekan-rekan kami yang ada di Roja Celengsi dan juga yang ada di Jember kami mengucapkan terima kasih banyak atas kerja samamanya sehingga
(1:28:45) kita dapat menghadirkan kajian di tengah-tengah kalangan kaum muslimin serta untuk Anda semuanya nya ikhwat Islam azani Allah wyakum yang telah bersama kami dari awal hingga akhir dalam kajian ini. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda dan tentunya kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala semoga apa yang telah kita dapatkan dan kita dengarkan bersama malam hari ini semoga Allah mudahkan bagi kita untuk mengamalkannya.
(1:29:09) untuk Anda semuanya khotul Islam azaniallahu wyakum nantikan kembali kajian beliau insyaallah pada hari Kamis yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan pembahasan kitab sahih aljami shogir. Akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya semoga Allah subhanahu wa taala memperteman kembali kepada kita di hari esok dan semoga Allah memberikan keberkahan di malam hari ini. Billahi taufik walhidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *