Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | At-Tuhfah As-Saniyyah Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | At-Tuhfah As-Saniyyah Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah – YouTube

Transcript:
(00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Eh kata Rasul ali wasallam, “Apabila engkau melihat orang-orang yang mengikuti yang samar-samar meninggalkan yang jelas maka mereka adalah yang disebut oleh Allah orang-orang yang dalam hatinya ada kesesatan.
(00:31) Maka hati-hati, saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wabiahum bisanin yaumiddin. Amma ba. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja yang semoga senantiasa Allah subhanahu wa taala berkahi dan juga rahmati di mana pun Anda berada.
(01:15) Insyaallah di kesempatan Sabtu siang hari ini kembali kita akan mendengarkan dan juga menyaksikan program kajian Islam ilmiah yang insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz Abdurrahman Thayib LC hafidahullahu taala dengan pembahasan kitab Athuhfatusaniah syarhu manzumati bani Abi Daud Alhaiyah yang merupakan buah karya dari Syekh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Albadar hafidahullahu taala.
(01:43) Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melan telepon di 0218236543 atau melalui pesan singkat pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikutnya kita akan mendengarkan secara langsung pemaparan dan juga penjelasan yang akan disampaikan oleh Ustaz Abdurrahman Thayib Els hafidahullahu taala kepada beliau falatafadol masyur wjuro jazakumullah khairan.
(02:18) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruh wa naud nazubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(02:58) Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah waqo minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallahaanaana alikum raqibah ya ayyuhalladina amanutaqulaha am kitabullahir Muhammadinallahu alaihi wasallam um Wa muhdin bidah waulla bidatin dolal
(04:08) waalatin finar. Masal muslimin pemirsa TV Raja dan pendengar Radio Raja di mana saja berada. Rahimani warahimakumullah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab atuhfatussaniah syarhu manduma ibni Abi Daud alhaiyah. Kumpulan bait-bait syair tentang akidah yang ditulis oleh putranya Imam Abi Daud yaitu Abdullah bin Imam Abi Daud rahimahullah taala.
(04:51) Dan dengan syarah atau penjelasan dari Fadilatus Syekh Ad Dr. Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Alabbad Albadr hafidahullahu taala. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti.
(05:23) Sekarang kita sampai pada bait yang ke-20 yang masih berkaitan dengan akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata al Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullahu taala. Faqad natqal wahyu almubinu bifadlihim. Sungguh wahyu ilahi Al-Qur’an telah menjelaskan tentang keutamaan para sahabat dengan terang benderang.
(06:02) Wafil fathi ayunati tamdahu. Dan di dalam surah al-fath banyak ayat-ayat yang memuji para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ana ulangi lagi terjemahan dari ucapan Al Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala. Sungguh wahyu al-ilahi yaitu Al-Qur’anul Karim telah menjelaskan dengan terang benderang tentang keutamaan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(06:46) Dan di dalam surah al-Fath secara khusus banyak ayat-ayat yang memuji para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sekarang kita akan baca syarah atau penjelasan dari Fadilatus Syekh Dr. Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Alabbad Albadr hafidahullahu taala. Kata beliau, “Mas sabaqo hua takrirun limtaqodi ahli sunnati fhabati.
(07:19) ” bait-bait sebelumnya ya mulai dari bait ke-15 sampai ya ke-19 berkaitan dengan akidah para sahabat atau akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kalau kita mau sedikit meringkas akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ada lima poin penting. Yang pertama mencintai para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(07:58) Kemudian memuji para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mendoakan mereka dengan kebaikan. Yang keempat, menjaga hati tidak dengki. Menjaga lisan, tidak mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan yang kelima, ittiba mengikuti meneladani ajaran, pemahaman para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(08:30) Dan ini juga dikatakan oleh ulama ahlusunah yang lain yang bernama Imam Harb Al-Kirmani yang merupakan murid dari Imam Ahmad rahimahullahu taala dalam kitab beliau Muktaqat Ahlusunah Wal Jamaah atau Ijma Salafil Iktikad oleh Imam Harb Alqirmani rahimahullahu taala.
(08:58) Beliau menyebutkan lima poin akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Imam Harb Al-Qirmani yang wafat tahun 280 Hijriah ya lebih dulu daripada Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala. Imam Harab alkirmani berkata, wamin sunnatil wha albayin asabitah alufahikru mahasini ashabi rasul sallahu al wasamim ajma di antara akidah yang terang benderang yang baku yang paten yang sudah dikenal oleh ulama salaf ahlusunah wal jamaah yaitu itu memuji para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam, menyebutkan kebaikan-kebaikan para sahabat Rasul sallallahu alaihi
(09:52) wasallam semuanya. Ajmain. Ya, ini yang disebut pertama oleh Imam Harab Alqirmani. Kemudian yang kedua kata beliau, wal kafuri masawiihim walladzi sajaro bainahum. menjaga lisan tidak menyebutkan kejelekan-kejelekan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam terutama yang berselisih di antara mereka.
(10:27) Kemudian diperinci poin yang kedua ini oleh Imam Harb Alqirman asaba rasul wasam ahadumaihumun Ini perincian poin yang kedua tentang larangan mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Imam Harab Al-Girmani, “Barang siapa yang mencela para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam atau seorang saja dari para sahabat atau memperolok mereka atau menjelek-jelekkan mereka atau satu dari mereka ya sedikit atau banyak yang tersembunyi atau yang terang-terangan yang intinya mengarah kepada caci makian
(11:35) kepada seorang dari sahabat Rasul, maka dia adalah ahli bidah, dia pengikut Syiah Rafidah, dia khabit ya jahat, busuk, mukhalif, menyimpang. Laqobilah sarfa w adlahu. Allah enggak akan menerima ibadah wajibnya ataupun sunahnya. Kemudian poin yang ketiga kata Imam Harab Alqirmani, balubuhum sunah. Mencintai para sahabat Nabi adalah sunah, yaitu akidah ahlusunah.
(12:09) Wadua lahum qurba. Yang keempat mendoakan mereka merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan yang kelima kata Imam Harab Alqirmani, wal iqtidau bihim wasilatun. mengikuti jejak para sahabat Nabi merupakan perantara mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Waldu biari fadilah.
(12:37) Dan mengambil ajaran mereka merupakan suatu keutamaan. Ini sekali lagi ringkasan lima poin penting akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mencintai para sahabat, memuji para sahabat, mendoakan mereka dengan kebaikan, ya nahan diri, tidak dengki, tidak mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(13:11) Kemudian yang kelima, ittiba iida mengikuti ajaran pemahaman para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Itu ringkasnya. Kemudian kata Syekh Abdul Razak, wal baitu fihi daliluzalikal mtaqat. Dan bait yang ke-20 ini merupakan dalil tentang ya akidah ahlusunah yang kita sampaikan tadi terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya tentang pujian kepada mereka.
(13:45) Walid fainal manduma ala iktisari fiha alabah biadillatiha. Oleh karena itulah almanzumah kumpulan bait syair ini meskipun ringkas namun dijelaskan berbagai macam pembahasan terutama tentang para sahabat Nabi dengan dalil-dalilnya. Dan ini adalah ciri khas ahlusunah.
(14:15) Mereka tidak berakidah kecuali dengan adalil ya secara tersurat ataupun secara tersirat ya. Mereka tidak berakidah kecuali berlandaskan qallah au qala rasul sallallahu alaihi wasallam au ma sahabah ya dalilnya Al-Qur’an atau asunah yang shah atau ijma para asahabah. Kemudian waqul faq al Imam Abdullah bin Abi Daud berkata tadi faq wahyul mubin sungguh telah berkata al wahyu wahyu Allah yaitu Al-Qur’an ya almubin yang terang benderang kata-kata faqad natoqo Al-Qur’an berkata ini seperti yang Allah firmankan ini penjelas Dalil kata-kata natoqo al wahyu nataqol
(15:11) Quran. Al-Qur’an berkata. Ya, ini berdasarkan firman Allah surah Aljasiah ayat 29. Allah berfirman, “Hza kitabuna yantiqu alaikum bilhaq.” Inilah kitab kami, catatan kami yang yantiku berkata ya kepada kalian dengan sebenar-benarnya. Ini intinya kata-kata natqal wahyu boleh mengatakan Al-Qur’an berkata. Nah, inna kunna nastansikhu ma kuntum tammalun.
(15:58) Ya, sesungguhnya kami kata Allah menyuruh para malaikat untuk mencatat apa yang kalian perbuat. Al wahyu hual Quranul Karim kalamullah. Kata-kata alwahyu yang dikatakan oleh Imam Abdullah bin Abi Daud tadi maksudnya adalah Al-Qur’anul Karim yang merupakan kalamullah wain ahadun minal musyrikin faajiru yasmaamallah.
(16:31) Apabila ada seseorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepada engkau Nabi Muhammad, lindungilah dia sampai dia mendengarkan kalamullah yaitu Al-Qur’anul Karim. Alladzi laihil batil min baini yadii w min khfih. Yang mana Al-Qur’an tidak ada kebatilan sama sekali di depan maupun di belakangnya. Tanzilun min hakimin hamid.
(16:57) Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah yang maha bijaksana dan maha terpuji. Ini adalah keistimewaan dan ciri khas Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an yang pertama merupakan kalamullah. Al-Qur’an tidak ada kebatilan di dalamnya. Al-Qur’an tidak ada kontradiksi di dalamnya. Ya, sebagaimana firman Allah, Afalala Quran wahian ya Quran.
(17:44) Apakah mereka tidak mau mentadabari Al-Qur’an? Seandainya Al-Qur’an bukan dari sisi Allah, mereka akan mendapati perselisihan yang banyak. Maka kalau ada yang mengklaim atau yang menuduh, ada kontradiksi di dalam Al-Qur’an atau Al-Qur’an itu ada plin-plannya, ada mencla-menclinnya, maka dia telah mendustakan ayat tersebut dan dia bisa murtad keluar dari ayat Islam. Nauzubillahi minzalik.
(18:15) Kemudian kata Syekh almubin alwadi albayin alladzi la fi wum. Dan di antara ciri khas Al-Qur’an, keistimewaan Al-Qur’an. Al-Qur’an kitab yang al-wadih, almubin yang terang benderang. Ya, seperti yang Allah firmankan, tilka ayatul kitabil mubin. Itulah ayat-ayat Al-Qur’an yang terang benderang. Ya, apalagi kita meyakini Al-Qur’an hudan linnas, petunjuk bagi manusia.
(18:48) Namanya petunjuk itu terang benderang wadh. Nah, tidak ada allabas ya alghumud tidak ada yang rancu atau yang ya samar-samar ya semuanya jelas. Wal mubayyin l syar wal ahkam. Al-Qur’an menjelaskan syariat-syariat Allah, hukum-hukum Allah, dan kewajiban setiap muslim muslimah berhukum dengan hukum Allah dalam segala bidang kehidupannya, baik dalam akidah, ibadah, muamalah, akhlak ya, dan seterusnya.
(19:34) Wal muwaddih litiqil haqqi wal huda minal batil wadolal. Al-Qur’an juga sebagai pembeda, penjelas mana hak dan mana yang batil. Sebagaimana firman Allah, “Syahru ramadan alladzi unzila fihil Quran hudan linasi wa bayinati minal huda wal furqan.” Al-Qur’an sebagai alfurqan untuk membedakan mana hak, mana yang batil.
(20:08) Maka kalau kalau kita ya sebagai seorang muslim mau tahu mana hak mana batil, lihat Al-Qur’anul Karim. Mau tahu mana yang di atas kebenaran dan mana yang di atas kebatilan, mana yang di atas petunjuk dan mana yang di atas eh kesesatan. Contoh ya, orang-orang sekarang terkadang memutar balikkan fakta. Yang hak dikatakan batil, batil dikatakan yang hak. Ya. Maka kalau orang itu betul-betul di atas siratal mustaqim, di atas fitrah yang salimah, di atas akal yang sehat, maka dia akan menjadikan Al-Qur’an sebagai al-Furqan yang membedakan mana hak, mana yang batil. Yang hak bukan sesuai dengan hawa nafsunya, bukan yang sesuai dengan
(20:54) pendapat mayoritas. Namun alhaq mirbik, kebenaran dari Allah, dari Alquranul Karim. Ya, contoh sekarang orang yang menyeru kepada dakwah tauhid, yang menyeru manusia agar beribadah hanya kepada Allah iyaka na’budu waaka nastain dan agar mereka tidak menyekutukan Allah dengan wali-wali yang telah mati.
(21:21) Dituduh ya radikal, dituduh ya tidak bermazhab, dituduh memecah belah umat. Nauzubillah minzalik. Sadar. Inilah dakwah yang hak yang Rasul sallallahu alaihi wasallam diutus oleh Allah ya untuk mendakwahkan yang satu ini ya. Walaqad baasna fi kulli umati rasulan anudullah wasaribut. Sungguh kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul.
(21:50) Dakwahnya anudullah, ibadahi Allah dan tinggalkanlah segala sesembahan selain Allah. Ya, dakwah kepada kebenaran, kepada tauhid, dimusuhi, dicaci maki, dibully, dituduh dengan berbagai macam tuduhan-tuduhan. Sedangkan yang menyuruh kepada kesyirikan, pengkeramatan kepada kuburan para wali-wali. Ya, dikatakan merekalah yang menyatukan umat mereka ini ya yang luar biasa akhlaknya. Naudubillahi minzalik.
(22:21) Maka lihat bagaimana Al-Qur’an menyikapi ya tentang tadi misalnya ya berdoa kepada selain Allah ya berdoa kepada wali yang telah mati. Allah mengatakan waman adallu mimman yadu minunillah yastajibua yaumilqiamah. Dalam surat Alqf Allah mengatakan, “Siapakah yang lebih sesat daripada yang menyeru kepada selain Allah?” Ya, dalam Al-Qur’an yang dikatakan yang sesat, bahkan yang paling sesat kalau menyuruh manusia berdoa kepada selain Allah.
(23:01) Siapapun itu, entah nabi entah wali yang telah mati, kata Allah man la yastajibalah. dia tidak akan mungkin bisa mengabulkan doa. Ya, sekali lagi kalau orang itu masih berakal sehat di atas fitrah yang salimah, ya, maka dia akan menjadikan Al-Qur’an sebagai barometer al-Furqan untuk membedakan mana tauhid, mana syirik, mana hak, mana batil, mana huda petunjuk, mana adol.
(23:34) Al-Qur’an mengatakan yang sesat itu yang menyuruh manusia untuk berdoa ya mengkeramatkan, menuhankan ya wali yang telah mati atau siapapun ya orang tersebut. Allah mengatakan, “Siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyeru kepada selain Allah, yang berdoa kepada selain Allah, yang tidak bisa mengabulkan doa mereka sampai hari kiamat dan mereka lalai dari doa orang-orang tersebut.” Ya, ini sekali lagi kategori yang sesat.
(24:13) Rasul juga mengatakan demikian ya. Siapa yang sesat? Ya Rasul mengatakan wasar umat bidah Baik, maasal muslimin, pemirsa TV Raja dan pendengar Raj Raja di mana saja berada. Rahimani warahimakumullah. Rasul sallallahu alaihi wasallam juga telah menjelaskan kepada kita barometer kesesatan itu yang bagaimana. Ya, dalam setiap khotbah hajah pembukaan khotbah beliau, Rasul mengatakan wasar
(25:23) umur muhna muhdin bidah wa bidatin dolah. Sejelek-jelek perkara yang diada-adakan dalam urusan agama. Dan setiap yang baru dalam urusan agama itu bidah dan setiap bidah itu sesat. Hadis riwayat Muslim ini kalau kita mau membedakan mana yang hak, mana yang batil, mana yang di atas kebenaran, mana yang di atas kesesatan, ini barameternya Al-Qur’an dan sunah Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(25:58) Ya, bukan perasaan, bukan akal-akalan, bukan pendapat mayoritas. Namun Al-Qur’an dan sunahlah sebagai barometer menimbang ya siapa yang hak dan siapa yang batil. Kemudian kata Syekh bifadlihim aljal wal majrurun mutaqun bil fi’li nqo kata-kata, sungguh Al-Qur’an yang terang-berang telah berkata menjelaskan tentang keutamaan mereka.
(26:41) wal Quran maliun bil adillah allatiin fad sahabah Al-Qur’an penuh dengan dalil-dalil yang menjelaskan tentang keutamaan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam ya di antaranya dalam surah at-Taubah ayat yang ke-100 wasabiquunal awaluna minal muhajirina wal ansar Orang-orang yang pertama lagi terdahulu masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan kaum al-Anshar dan yang mengikuti mereka dengan baik.
(27:20) Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Waadahum jannatin tajri tahtal anhar khina fiha abadaikal fauzulim. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir, sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal selama-lama di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. Ini luar biasa pujian Allah kepada para sahabat.
(27:48) Dan bagaimana Allah meninggikan derajat mereka, kedudukan mereka. Luar biasa keutamaan mereka. Allah rida kepada mereka dan bahkan Allah menjanjikan surga bagi mereka. Kemudian kata Syekh rahimahu. Dan di antara sekian banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang keutamaan para sahabat adalah ayat-ayat yang tercantum dalam surah Alfath.
(28:24) Ya, inna fatahnaaka fat mubina. Kata Imam Abdullah bin Abi Daud tadi di dalam surah Al-Fath banyak ayat-ayat yang memuji para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wafiaha fhabati tamdahu. Ya, kalau dalam sebagian redaksi dikatakan ayat-ayat yang memuji para sahabat. wah yang tadi sudah disampaikan itu mengisyaratkan wahyu ilahi Alquranul Karim penuh atau banyak memuji para sahabat Nabi atau menjelaskan tentang keutamaan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(29:11) Dan ini berlaku ketika ayat itu turun kepada Nabi setelah meninggalnya Nabi sampai hari kiamat. Ya, ini sebagai bantahan kepada kelompok Syiah Rofidah qatalahumullah yang mengatakan kananasu ahl ridda baf rasul sallahu alaihi wasallam. Ya, kata tokoh mereka yang bernama Alquulai dalam kitabnya Ushul Kahfi, manusia yaitu para sahabat sepeningan rasul murtad kecuali tiga saja.
(29:42) Di antaranya Salman al-Farisi. Adapun se ya secara umum mereka murtad. Nauzubillah minzalik. Itu betul-betul bentuk mendustakan Al-Qur’anul Karim. Allah memuji para sahabat eh bahkan tadi meridai mereka. menyediakan bagi mereka menjanjikan kepada mereka surga. Kok dikatakan murtad oleh kelompok Syiah Rafidah qatalahumullah.
(30:10) Ya, makanya tidak aneh kalau banyak ulama salaf sekali lagi yang mengkafirkan Syiah Rafidah karena jelas-jelas mereka mendustakan Al-Qur’anul Karim terutama tentang ayat-ayat yang berkaitan dengan keutamaan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ditambah lagi dengan kekafiran, kekufuran, kesesatan mereka yang lainnya.
(30:36) Bahkan mereka juga melecehkan Al-Qur’an bahwasanya Al-Qur’an yang ada sekarang ini tidak murni, tidak original lagi. Ya, sebagaimana juga kata Alquulain dalam kitabnya Ushul Kahfi ya mengatakan, “Kal Quran alladzi nazala bi Jibril ala Nabi sallallahu alaihi wasallam saba asra alfi ayah.
(31:04) ” Ya, kata Alkulai dalam riwayatnya dalam kitab tersebut, Al-Qur’an yang dulunya diturunkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad itu 17.000 ayat. Ya, sekarang yang ada cuma 6.000 sekian. Yang lainnya kata mereka naudubillah minzalik dihapus, dibuang oleh para sahabat Nabi. Nauzubillah. Ini betul-betul pelecehan terhadap Al-Qur’an dan bentuk mendustakan firman Allah. Inna nahnu nazalnaik wa inahuidun.
(31:29) Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan kamilah yang akan menjaganya. Enggak mungkin Al-Qur’an bisa dirubah-rubah, dikurang-kurangi, ditambah-tambahi. Kemudian kata Syekh, filqti nafsihi alatil ayat fi suratil fathah allatihabahinahum. Al Imam Abdullah bin Abi Daud tadi selain menjelaskan Al-Qur’an, banyak menjelaskan tentang keutamaan para sahabat.
(32:09) Namun beliau juga ya pada waktu yang bersamaan menunjukkan ya kepada kita dalam surah al-Fath banyak ayat-ayat yang juga memuji para sahabat menjelaskan tentang keutamaan mereka. Waamulah najidamunah. Kalau kita mau merenungkan surah Al-Fatih, kita akan mendapati banyak ayat-ayat yang di dalamnya mengandung pujian terhadap para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Fafi awali surah.
(32:47) Di antaranya dalam ayat yang keempat surah alfat Allah berfirman, “Hualladzi anzalakin fiil qulubil mukminin liyadu imanan maihim. ialah Allah yang menurunkan ketenangan di dalam hati orang-orang yang beriman. Redaksinya ini berkaitan dengan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam agar bertambah iman mereka yang sudah ada dalam diri mereka.
(33:21) Walillahi junudus samawati wal ardhi wallahu aliman hakima. Allah yang memiliki tentara di langit dan di bumi. Dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Kemudian dalam ayat ya ke-10 surah alfath juga Allah berfirman, “Innalladina yubiunaka innama yubiunallah yadullah faqo aidihim fama nafsih waman bima ahada alaihullahahi ajr sesungguhnya orang-orang yang membaiatmu yaitu Para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam yang membaiat Rasul sallallahu alaihi wasallam ya.
(34:03) Sesungguhnya mereka membaiat Allah ya. Karena Rasul adalah utusan Allah. Yadullah faqo aidihim. Tangan Allah di atas tangan mereka. Ya. Ahlusunah menetapkan sifat tangan bagi Allah sesuai dengan kebesarannya. Dan Allah ada di atas ya. Maka tidak ya bertentangan dengan kata-kata yadullah faqo aidihim.
(34:32) Ya Allah dia ada di atas tangan Allah ada di atas atas manusia ya. Ya. Bukan harus maknanya nempel tidak ya. Sekali lagi. Innama yubayiunah yadullah faqo aidihim. Ya. Tangan Allah ada di atas tangan tangan mereka.Amanfa ya. Kalau ada sebagian dari ulama salaf yang katanya ya mentafsirkan dengan Allah menolong mereka ya ini tidak bertentangan dengan ya tafsir ulama salaf yang lain bahwasanya makna tangan adalah tangan hakiki.
(35:09) Namun di antara kelaziman redaksi ayat ini adalah Allah menolong mereka. Ya, terkadang ulama salaf mentafsirkan dengan kelazimannya ya. Ketika Allah ya di atas mereka atau di atas tangan mereka ya atau tangan Allah di atas tangan mereka, Allah menolong mereka. Dan ini terutama ditujukan kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya, sekali lagi ada ulama yang mentafsirkan dengan ya langsung tangan Allah yadullah ya sebagaimana zahirnya tangan Allah ya tangan Allah.
(35:47) Ada yang menafsirkan dengan kelazimannya namun tidak menafikan Allah punya sifat aliyat itu namanya ya tafsir laazim. Nah faama nafsi. Barang siapa yang berpaling ya maka dia berpaling terhadap dirinya. Waman bima ahada alaihullah. Dan barang siapa yang memenuhi janjinya kepada Allah fasayhi ajran adimah, Allah berikan baginya pahala yang besar. Intinya bagaimana Allah memuji para sahabat ya dengan pujian tadi yang sangat luar biasa ya.
(36:28) Bahwasanya para sahabat ini adalah manusia-manusia pilihan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah menyebutkan keadaan ya orang-orang yang dari Arab Badui. Ya. Kemudian Allah berfirman selanjutnya laqad radhiallahuil mukmininaka. Ya, sungguh Allah rida terhadap orang-orang yang beriman ketika membaiatmu. Yang dimaksud dengan almukminin sini para sahabat yang ikut baiatur ridwuslah Utsman bin Affan kepada orang-orang kafir Quraisy.
(37:16) Namun di tengah ya perjalanan ada berita Utsman ditahan bahkan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Maka Rasul pun meminta para sahabat beliau berbaiat untuk berperang ya melawan orang-orang kafir Quraisy tadi ya. Maka mereka pun baiat di bawah sebuah pohon. Dan inilah sekali lagi yang Allah katakan dalam ayat tadi. Laqad radhiallahu anhil mukmin.
(37:43) Allah rida kepada para sahabat. Kalau Allah rida ya maka sungguh sesat kalau ada yang murka kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kata Allahu sungguh Allah meridai orang-orang yang beriman ketika membaiat engkau Nabi Muhammad di bawah sebuah pohon. Allah mengetahui apa yang dalam hati merekaai dan Allah menurunkanakinah ketenangan atas mereka.
(38:20) Dan Allah menganugerahkan kepada mereka kemenangan yang dekat. Ya, surat Alfath ayat 18. Ya, di sini saja sudah tiga ayat yang disebutkan oleh Syekh Abdur Razzaq tentang keutamaan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ditambah lagi ayat yang ke-26. Ijaladzina kafaru fi qulubihimul hamiyata hamiyat jahiliyah.
(38:55) Ya, ingatlah ketika orang-orang kafir menanamkan dalam diri mereka kesombongan, yaitu kesombongan al jahiliah. Faanzalallahu sakinatahu ala rasulihi waal mukminin. Ya. Dan Allah menurunkan ketenangan, ketentraman ya kepada rasulnya dan kepada orang-orang yang beriman yaitu para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Dan ditambahkan lagi oleh Allah wa alzamahum kalimat takqwa.
(39:21) Dan Allah melazimkan kepada mereka kalimat takqwa. Ya, menanamkan kepada mereka para sahabat kalimat takwa yaitu kalimat attauhid. Wanu aaqo biha wa ahlaha. Ya. Dan merekalah para sahabat yang lebih layak dengan kalimat tauhid tersebut. Ini luar biasa pujian Allah kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Merekalah ahlut tauhid ya. Wallah bikulliin alimah.
(39:52) Dan Allah maha mengetahui ya terhadap segala sesuatu. Dan Allah bahkan tutup surah al-Fatah dengan pujian yang luar biasa kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Tumma khatam sur biquihi. Kemudian Allah menutup surah al-Fatah ya dengan firmannya Muhammadur Rasulullah walladina maahu asid alal kuar ruh Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama beliau yaitu para sahabat mereka keras kepada orang-orang kafir kasih sayang ya di antara mereka tarahum rukaan sujada yabad Engkau melihat mereka para sahabat rukuk
(40:43) sujud mengharapkan karunia dan rida dari Allah. Ini pujian Allah kepada para sahabat. Hati mereka ikhlas dalam beribadah. Ketika rukuk sujud, ketika salat, ketika beribadah ya mereka ikhlas karena Allah dalam beribadah. Mereka ikhlas dalam berjihad bersama Rasul sallallahu alaihi wasallam. Makanya Abdullah bin Masud radhiallahu anhu pernah berkata, “Nadrallahu ila qulubil ibad fawajada qulubil ibadba Muhammadin sallallahu alaihi wasallam.
(41:29) Allah memperhatikan kepada hati-hati para hamba-hambanya dan Allah melihat hati Nabi Muhammad sebaik-baik hati manusia.Bad kemudian Allah melihat kepada hati-hati manusia yang lain. Fawajadairubil ibad ashabi Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Allah mendapati hati yang terbaik dari manusia setelah Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(41:57) hatinya para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Allah lanjutkan lagi pujiannya kepada para sahabat humum fi wujuhihim min asar sujud. Tanda-tanda mereka ada pada wajah-wajah mereka dari bekas sujud mereka. Dalika matsaluhum f taurati wal fil injil. Itulah perumpamaan mereka dalam kitab Taurat dan dalam kitab Al-Injil. Kata para ulama, Allah sudah memuji para sahabat sebelum para sahabat terlahir ke dunia ini.
(42:38) Allah memuji mereka dalam kitab Taurat dan Injil sebelum diutusnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, sekali lagi ini luar biasa kedudukan para sahabat ya Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kata Allah, “Apa perumpamaan mereka?” Perumpamaan mereka seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, kemudian membesar dan mengokohkan ya batangnya dan membuat takjub yang menanamnya, yaitu Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(43:20) untuk Allah menjadikan orang-orang kafir murka ya kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Nanti akan ada ucapan Imam Malik tentang kufar ini. Waallahina amanu wail shihati minhum magfiratan wa ajronima. Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari mereka yaitu para sahabat magfirah ya ampunan dan pahala yang besar ya.
(43:56) Surah al-Fath ayat 29 ayat yang terakhir dari surah al-Fath dari awal sampai akhir ya ayat yang agak panjang ini ya semuanya tentang para sahabat keutamaan kedudukan pujian Allah kepada mereka. Kemudian kata Syekh Abdul Razq faulu hadil ayati fi fadri sahabat. Semua ayat-ayat tadi tentang keutamaan para sahabat.
(44:28) ayatul akhabah Quran. Bahkan dalam akhir surah Alfat tadi juga Allah sebutkan keutamaan para sahabat wal injil bahkan dalam kitab Taurat dan Injil. Ya, jadi sekali lagi para sahabat sudah Allah puji dalam Taurat, dalam Al-Injil dan juga dalam Al-Qur’anul Karim. Ya, sangat terang benerang akidah ahli sunah yang satu ini.
(44:55) Maka sungguh sekali lagi sesat ya menyimpang orang-orang yang mencaci maki, mencela, memperolok, merendahkan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya, bahkan Allah tadi menyebutkan perompahan mereka dalam taurat. Dan bahwasanya mereka keras kepada orang-orang kafir dan kasih sayang di antara mereka perpan mereka dalam Injil Kata biha minhum al imamik alfid.
(45:54) Ya, kata Syekh Abdur Razak, ayat ini surah al-Fath ayat yang terakhir ini dijadikan oleh sebagian ulama salaf di antaranya Imam Malik untuk mengkafirkan kelompok Syiah Rofidah ya, yaitu lianallah yaakul. Karena Allah berfirman, liimul kuffar. Orang kafir itu ciri khasnya benci murka kepada para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(46:29) Dan inilah yang juga dikatakan oleh Imam Ibnu Katsir dalam tafsir beliau ya tentang ayat terakhir surah Alfath. Kata Imam Ibnu Katsir, “Wamin hadil ayah in Imam Malik anhu lihaum yubidunhabah.” Dari ayat inilah surah al-Fath ayat yang terakhir Imam Malik berdalil tentang kekafiran. kelompok Syiah Rafidah karena mereka membenci para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(47:13) Ya, maka sekali lagi masihkah ada yang mendukung Syiah Rafidah atau memuji mereka? Sedangkan ulama-ulama salaf banyak mengkafirkan Syiah Rafidah. di antaranya karena mereka membenci, mencaci maki, bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, di antaranya Imam Ahmad rahimahullah ketika ditanya tentang orang-orang yang mencaci maki Abu Bakar wa Umar, kata Imam Ahmad rahimahullah, laisatidatu minal islami fis.
(47:46) Ya, Syiah Rafidah bukan Islam sama sekali. Ya. Dan sedikit kita mau tambahkan dari ucapan ulama salaf yang lain tadi dalam kitab ya Muktaqat Ahlusunah Wal Jamaah oleh Imam Harad Alqirmani yang hidup di abad ke-3 Hijriah rahimahullahu taala. ya di penutup kitab ya akidah ahlusunah atau ijma ahlusunah ulama salaf tentang akidah.
(48:22) Imam Harb Alqirmani berkata, “Warofidatu alladzina yatabaruna min ashabin Nabi sallallahu alaihi wasallam syaridah.” Mereka adalah orang-orang yang berlepas diri dari sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam merendahkan para sahabat Nabi umah bahkan juga mengkafirkan para sahabat Nabi nafran yasir kecuali sedikit yang tidak mereka kafirkan.
(48:56) Dan ini sekali lagi buktinya tadi dalam kitab Ushul Kafi oleh Al-Qulaini dan tokoh mereka yang bernama ee ee salah satu tokoh mereka Annukmani atau siapa itu dari golongan Syiah fidah mengatakan atau Almajlisi ya Almajlisi mengatakan wamidina minalam di antara akidah kami dalam Albar Bar kami berlepas siri dari empat berhala Abu Bakar, Umar, Utsman dan Muawiyah.
(49:32) Nauzubillahi minzalik. Ya, sekali lagi agama Syiar fidah agama yang mencaci maki bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan menuduh ya tokoh-tokoh para sahabat itu di dalam api neraka.
(49:55) Ya, seperti yang dikatakan oleh tokoh ya, salah satu tokoh kontemporer mereka di zaman ini ya yang mengatakan ashadu anna Abu Bakar wa Umar wa Utsman wa Aisyah wa Hafsah finar. Aku bersaksi bahwasanya Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafsah di neraka. Naudubillahik yaumullah. Semoga Allah membinasakan mereka semuanya. Kemudian minal islam. Ya, kata Imam Har alirm dalam kitab tadi muktaq ahlusunah wal jamaahid bukan Islam sama sekali ya.
(50:31) Dan secara umum Syiah Rafidah yang ada sekiah yang ada sekarang ini ya Syiah Rafidah. Nah, qatalahumullah. Kemudian Imam Harab Al-Firmani membahas sekta-sekta mereka ya. Dan yang berikutnya kata Imam Harb Alqirmani di akhir kitab ya ciri syiar fidah ya sejak darus sampai detik ini mereka suka menuduh ahlusunah nasibah atau khawarij ya sungguh Syiah Rafid itu berdusta.
(51:20) Ya, sekarang Syiah Rafidah dan juga antek-anteknya gelar ya gemar dan gencar untuk menuduh Salafiin ataupun yang mereka namakan Salafi Wahabi itu aliran teroris dan sebagainya. Ini sekali lagi salah satu ciri mereka menuduh ahlusunah sebagai khawarij. Dan kata Imam Harab Alqirmani wazabadir rafidah syiah rafidah itu yang dusta.
(51:51) Wabihadza anhanadim alk kalkalam anis sahabati. Dan dengan ya bait yang ke-20 ini Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala menutup pembahasan beliau tentang para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Beliau sudah menjelaskan tentang kedudukan para sahabatlahum keutamaan para sahabat. Dan beliau memperingatkan melarang keras mencela, mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ahlusunah wal jamaah fim.
(52:36) Dan beliau mengikrarkan menjelaskan dengan ringkas apa akidah ahli sunah terhadap para sahabat ya radhiallahu taala anhum wa ardhum ajmain. Ya, sekali lagi kalau kita mengulang kembali tadi akidah ahlusunah terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam ya ada lima. Yang pertama mencintai para sahabat Nabi ya.
(53:01) Karena Rasul mengatakan ayatul iman hubbul Anshar. Tanda keimanan mencintai kaum alsar, para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya. Kemudian yang kedua memuji para sahabat Nabi karena Allah dan rasulnya banyak memuji para sahabat seperti yang sudah kita lewati ayat-nya tadi.
(53:21) Kemudian yang ketiga, mendoakan para sahabat Nabi dengan kebaikan ya memintakan ampun. Ya, kepada Allah untuk mereka. Sebagaimana dalam surah Al-Hasyr ayat ke-10. Walladina jaim yafirlana waliikhwanina sabaquuna bil iman. Ya. Kemudian menjaga hati tidak dengki dan menjaga lisan tidak mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(53:55) Karena Rasul bersabda, “Jangan kalian mencaci maki para sahabatku.” Barang siapa mencaci maki para sahabatku, baginya laknat Allah, laknat malaikat dan semua manusia. Dan yang keempat ya, dan yang kelima itu tadi mengikuti jejak para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. mengikuti akidah para sahabat, mengikuti ibadah caranya para sahabat, ya mengikuti manhaj dakwahnya para sahabat dan seterusnya.
(54:36) Imam Ahmad rahimahullah di awal kitab ya usulus sunah mengatakan usulus sunah indanauk bana asab rasul sallahu alaihi wasallam prinsip akidah kami ahlusunah wal jamaah mengikuti jejak para sahabat rasul sallallahu alaihi wasallam ya meneladani para sahabat rasul sallallahu alaihi wasallam dan ini yang Allah perintahkan tadi walladina tababauhum BSA dan orang-orang yang mengikuti mereka, para sahabat, Muajin, dan Ansar, Allah rida kepada mereka. Kalau kita mau keridaan Allah, ikuti jejak para sahabat.
(55:14) Kalau kita mas mau ya petunjuk hidayah, ikuti para sahabat. Fain amanu bimli maantumq. Jika mereka beriman sebagaimana imannya kalian wahai para sahabat, mereka akan mendapatkan petunjuk. Ya, kalau kita mau surga Allah ikuti ajaran para sahabat. Rasul seperti dalam surah ya at-Taubah ayat ke-100 tadi.
(55:39) Semoga Allah Subhanahu wa taala menjadikan kita sebagai pengikut setia para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan semoga Allah mengumpulkan kita dengan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam di surga kelak. Masal muslimin, ikhwani fillah wa akhwati pemirsa raja dan pendengar raja di mana saja berada. Rahimani warahimakumullah.
(56:04) Kemudian Imam Abdullah bin Abi Daud melanjutkan pembahasan beliau ya berkaitan dengan alimanu bilqadar, iman kepada takdir. Kata al Imam Abdullah bin Imam Abi Daud rahimahullah taala dalam bait yang ke-21. Wabilaril makduri aqin fahu diamatuidin wadinu afyahu dan beriman kepada takdir yang telah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya.
(56:55) Kemudian kata beliau, “Dan yakinilah bahwasanya beriman kepada takdir merupakan tiang ataupun pondasi agama dan ya agama ya pembahasannya ini banyak ya sekali lagi berkaitan dengan ibadah dan seterusnya.” bait rukadis min arkanil iman wah imanu bilqam kata syekh dr abdurzaq bin abdulin alabbad albadr hafidahullahu taala bait yang ke-21 ini menjelaskan tentang rukun iman yang enam ya atau menjelaskan rukun iman yang keenam yaitu iman kepada kepada takdir.
(57:44) Had Jibril almasyur seperti yang dijelaskan dalam hadis Jibril yang masyhur yaitu hadis di awal sahih muslim ya q akbirniil iman. Malaikat Jibril bertanya kepada Rasul, “Beritahukanlah kepadaku tentang aliman.” Maka Rasul menjawab, “Anmina billahi waaikatihi wa kutubihi waasulihi wal yaumil akir walqadari.” Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya hari akhir dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang jelek.
(58:23) Ini enam rukun iman yang harus ada pada diri seorang muslim muslimah. Barang siapa tidak mengimani salah satu rukun iman ini, maka dia telah keluar dari alislam. W juzun min hadisin thwil khjahu muslimun an ibni umar an abihi Umar radhiallahu taala anhuma. potongan hadis tadi ya antum minabillah wa malaikatihi ini adalah bagian dari hadis yang panjang lebar diriwayatkan oleh Imam Muslim tadi di awal Sahih Muslim ya yang meriwayatkan adalah Abdullah bin Umar dari ayahnya Umar bin Khattab ya sekali lagi kalau mungkin yang pernah belajar kitab Arbain
(59:09) An-Nawawiyah kumpul kumpulan 40 hadis oleh Imam Nawawi. Hadis ini disebutkan pada hadis yang kedua yang meringkas sebetulnya yaitu ada kisahnya. Kalau dalam Arba Nawiyah hanya disebutkan ya indama kunna julusan rasul sallallahu alaihi wasallam ya ketika kami duduk bersama Rasul sebelum itu ada kisah dari perawinya tadi Abdullah bin Umar radhiallahu taala anhuma. Apa kisahnya? Disebutkan di sini secara ringkas.
(59:42) Wal hadis lahu qisatun kama fi Muslim. Hadis Umar bin Khattab, hadis Jibril tadi ada kisah sebelumnya ya. Sebagaimana dalam Sahih Muslim fainna ibna Umar jaahu rajulan. Abdullah bin Umar didatangi oleh dua orang ya yang bernama Yahya bin Ya’mar dan Humid bin Abdurrahman al-Himyari.
(1:00:12) Mereka datang dari negeri Irak ya, dari Basrah Irak untuk haji atau umrah di kota ya Makkah. Mereka datang lalu mereka bertemu dengan Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. faq lahu mereka berdua berkata kepada Abdullah bin Umar innaun yaqraunal Quran inal am unun w ringkasnya sesungguhnya ada sekelompok orang di tempat kami yaitu Basrah mereka rajin membaca Al-Qur’an ya dalam riwayat dikatakan Mereka rajin belajar ilmu agama.
(1:01:01) Ini sekali lagi kelompok sesat mereka luar biasa. Terkadang belajar ilmu agamanya mendalami. Cuma sesat karena memahami agama tidak lewat pemahaman para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya, banyak dari mereka yang hafiz Quran, banyak juga hafiz Al-Hadis, ya. Tapi apalah artinya kalau tidak mengikuti pemahaman para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(1:01:29) Sebagaimana kelompok alkhawarij ya, mereka luar biasa rajin membaca Al-Qur’an. Sama dengan kelompok namanya Al-Qadariyah ini. Mereka yataqarunal ilma, yaqraunal Quran. Namun pemahaman mereka terhadap agama apalagi terhadap akidah menyimpang dari pemahaman para sahabat. Makanya tadi ahlusunah wal jamaah menegaskan akidah terhadap para sahabat iktidu bihim mengikuti, meneladani memahami agama sesuai dengan pemahaman para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:02:05) Apalagi yang berkaitan dengan al-akidah. Kemudian kata mereka, “Innal amro unufun.” Bahwasanya perkara ini ya tidak diketahui oleh Allah sampai perkara itu terjadi. Ya, alias mereka menuduh Allah awalnya tidak tahu. Ketika terjadi baru Allah tahu. Naudubillah minzalik. Waal am unufun w qar. Dan Allah tidak mentakdirkan perbuatan hamba. Faq ibna umar.
(1:02:38) Abdullah bin Umar ketika mendengar akidah sesat kelompok Qadariah tadi yang menuduh Allah jahil mengatakan ulaik faakbirum bariun minhum wahum burahun minni. Kalau engkau bertemu lagi dengan mereka beritahukan kepada mereka aku Abdullah bin Umar berleepasi dari mereka dan mereka berleepasi dariku.
(1:03:07) Ini sikap salah terhadap orang-orang yang menyimpang dari akidah yang sahihah. Tidak malah memujinya, tidak malah ya me istilahnya mengambil ilmu dari mereka, mentokohkannya dan seterusnya. Namun apa? Bariun minhum belepasti dari mereka. Kemudian lebih dari itu wallahu Abdullah bin Umar. Dan demi Allah yang Abdullah bin Umar bersumpah dengannya, seandainya salah seorang dari mereka memiliki satu gunung Uhud emas lalu diinfakkan, disedekahkan, tidak akan diterima. sampai dia beriman kepada takdir.
(1:04:01) Alias kata Imam Nawawi, ini bentuk pengkafiran Abdullah bin Umar terhadap kelompok al-Qadariyah tersebut. Karena mereka mengingkari ilmunya Allah Taala. Nauzubillah minzalik. Kata mereka kelompok Qadariah tadi, Allah tidak mengetahui sesuatu sampai terjadinya sesuatu itu. Dan akidah ini juga dipakai oleh kelompok Syiahidqahumullah.
(1:04:26) dengan nama Akidatul Bada ya. Seperti yang ada juga dalam kitabnya Ushul Kahfi tadi oleh Alquulaini ada bab tentang albada ya. Ini sekali lagi akidah kufur mengingkari ilmunya Allah A-Zari. Makanya Imam Asyafi rahimahullah pernah berkata ini terutama kepada para ulamairul qari bilmiarimu waaru kafaru.
(1:04:59) Kalau kalian wahai para ulama berdebat dengan kelompok qadariah yang ekstrem ya maka mulailah dengan pembahasan ilmunya Allah. Kalau mereka mengikrarkan ilmunya Allah mereka kalah debat. Namun kalau mereka mengingkari ilmunya Allah, mereka kafir. Nah, fain samitu abi yaakul. Kemudian setelah Abdullah bin Umar berkata tadi, beliau pun meriwayatkan hadis dari ayah beliau.
(1:05:25) Aku mendengar ayahku berkata, “Bainama nahnu julusun Rasul sallallahu alaihi wasallam.” Disebutkan hadis ya Jibril tadi. Jadi sekali lagi itu kisahnya. meskipun intinya kalau disambung dengan pembahasan masalah eh kisah tadi hadis Abdullah bin Umar itu inti yang mau disampaikan oleh Abdullah bin Umar tentang anumina bilqadari khairihi waarihi iman bilqadar ruknun min arkan iman intinya iman kepada takdir merupakan salah satu rukun iman wa asl min usluddin merupakan salah satu pondasi agama. Wa amudun minatihi tiang dari
(1:06:09) tiang agama. Fain hadama falaq iman wadin. Kalau salah satu ya rukun iman ini hilang, hancur agamanya. Cabang agama banyak tapi pondasinya ada enam. Ya, tidak akan terpisah salah satu dari yang lainnya. Kalau salah salah satu prinsip rukun iman hilang, maka akan hilang agama tersebut. Ya.
(1:06:53) Ibn Abbas anhuma alqadaru nidut tauhid. Makanya Abdullah bin Abbas berkata, “Takdir merupakan poros tauhid.”allah wazaba bilqar faqq naqqu takbu tauhidahu. Barang siapa mentauhidkan Allah namun dia mendustakan takdir, maka pendustaannya membatalkan tauhidnya. Nauzubillahi minzalik. Eh pembahasan atau syarah poin atau bait yang ke-21 ini masih panjang.
(1:07:27) Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan yang akan datang. Wallahu taala alam. Y du. Jazakumullah khair w barakallahu fikum atas pemaparannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada.
(1:07:56) Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Untuk pertanyaan yang pertama kita masih ambil dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya Ustaz. Tadi dijelaskan bahwa orang yang mencela sahabat Nabi tidak diterima amal ibadahnya.
(1:08:30) Apakah maksud dari tidak diterima amal ibadah ini adalah keluar dari agama Islam? Dan apakah orang yang berpegang teguh terhadap pemahaman Syiah kita katakan mereka sudah keluar dari Islam? Jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Baik, maasal muslimin pemirsa TV raja dan pendengaraj berada rahimani warahimakumullah. Kalau gak salah sudah pernah kita sampaikan hukum mencela sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:08:57) Kalau yang pertama mencela ya mayoritas para sahabat Nabi, menjelek-jelekkan mayoritas para sahabat Nabi, bahkan mengkafirkannya atau menfasikkannya, maka orang itu telah murtad dari agama Islam. Ya, maka poin yang pertama ini tidak dilakukan lagi, tidak akan diterima amal ibadahnya ya dari awal sampai akhir.
(1:09:30) Sebagaimana dalam pembahasan iman kepada takdir tadi, kalau sudah kafir enggak beriman kepada takdir, enggak akan diterima amal ibadahnya. Sebagaimana kata Abdullah bin Umar tadi, meskipun dia menginfakkan satu gunung Uhud emas. Ini kalau sekali lagi mencaci maki mayoritas para sahabat, mengkafirkannya, memfasikkannya. Ini sebagaimana Syiah Rafidah tadi.
(1:09:56) Maka setiap yang memiliki akidah sebagaimana akidah Syiah Rafid tadi sama dengan ya penjelasan Imam Malik, mereka kafir, mereka keluar dari alIslam, mereka bukan dari bagian Islam sama sekali. Kemudian poin yang kedua, kalau dia mencaci maki satu sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam, kalau dia mencaci maki satu sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam, maka sebagaimana kata Imam Ahmad, manosan minas wasam Barang siapa mencela satu sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam atau membencinya karena suatu sebab atau dia menyebutkan kejelekan-kejelekan satu sahabat tadi, maka dia mubtadi ahli
(1:10:53) bidah. Ya. Namun ya poin yang ketiga, tapi kalau dia mencaci maki satu sahabat Rasul ya, yaitu Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha ya mencela, mencaci maki, menuduh beliau dengan tuduhan yang Allah sucikan beliau darinya ya, yaitu tuduhan perselingkuhan.
(1:11:21) Kalau dituduh seperti itu Aisyah radu anha, maka orang itu telah kafir sama dengan poin yang yang pertama. Wallahu taala alam. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Afwan, Ustaz.
(1:11:48) Dijelaskan dalam sebuah hadis bahwa sebaik-baik manusia setelah Nabi adalah Abu Bakar Assiddiq. Sedangkan di akhir zaman nanti Nabi Isa turun ke bumi dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad, mengikuti syariat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Pertanyaannya, manakah yang lebih mulia antara Abu Bakar Assiddiq dan Nabi Isa alaihiatu wasalam? Barakallahu fikum.
(1:12:09) Maasal muslimin, ikhwani fillah warahimakumullah. sudah kita sampaikan dari awal bahwasanya para sahabat Nabi itu manusia yang terbaik setelah para nabi, para rasul. Ya, sekali lagi para nabi, para rasul di antaranya Nabi Isa ya itu adalah manusia-manusia terbaik, termulia. Baru setelah itu para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:12:44) Ya, sekali lagi tentunya Nabi lebih mulia daripada sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, namun sekali lagi ini bukan bentuk merendahkan salah satu dari ya para sahabat Nabi. Sekali lagi para sahabat Nabi itu manusia yang paling mulia setelah para nabi, para rasul. Nah, tib. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak.
(1:13:16) Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada, pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir di pertemuan kita pada Sabtu siang hari ini. Sebelum kita mengakhiri pertemuan kita, kita persilakan kepada Al Ustaz Abdurrahman Thayib LC hafidahullahu taala untuk memberikan ikhtitam atau penutup kepada beliau.
(1:13:35) maskur maasal muslimin rahimani warahimakumullah. Kita sebagai kaum muslimin selain kita diwajibkan mengikuti Al-Qur’an dan sunah, kita juga diwajibkan oleh Allah untuk mengikuti para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Bahkan kita tiap salat memohon kepada Allah petunjuk jalan yang lurus. Ihdinasiratal mustaqim.
(1:14:08) Tahukah kita apakah asiratal mustaqim? Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah pernah berkata dalam kitab beliau, Madajus Salikin bahwasanya asiratal mustaqim adalah jalannya Abu Bakar, jalannya Umar dan jalannya para sahabat Nabi S. alaihi wasallam. Maka doa kita ihdinasiratal mustaqim harus juga kita lakukan ya praktik mengikuti ajaran para sahabat Nabi ya ikuti akidah para sahabat Nabi ya.
(1:14:45) Para sahabat tidak pernah mengkeramatkan kuburan para nabi atau para wali ya para sahabat menetapkan Allah di atas langit Allah fissama. Allah turun ke langit dunia seperti terakhir mereka menetapkan semua sifat-sifat Allah yang tercantum dalam Al-Qur’an dan sunah. Maka ikutilah jejak para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(1:15:12) Para sahabat mereka tidak mencaci maki para pemimpin kaum muslimin. Mereka tidak memberontak kepada pemimpin kaum ikuti ajaran mereka. akidah mereka ya. Mereka beribadah sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka kalau kaum muslimin mengikuti ajaran para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam, maka yakinilah mereka kaum muslimin akan bisa menguasai dunia biidnillahi taala.
(1:15:45) Ya, karena sekali lagi Allah Subhanahu wa taala berfirman, waadallahuladina amanu minkum waahina amanu waahina amanuum wud Dunani la. Allah berjanji kepada orang yang beriman di antara kalian. Ayat ini ditujukan kepada para sahabat Nabi seperti yang dikatakan oleh Imam Abu Bakar al-Ismail dalam kitab beliau. Iktad aimati ahlil hadis minkum minhabah ya yang beramal saleh.
(1:16:31) Allah menjadikan mereka sebagai penguasa di atas muka bumi ini. Kalau kaum muslimin sekarang mau menjadi penguasa di atas muka bumi ini harus mengikuti jejaknya para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Hal ini yang dikatakan juga oleh Imam Malik, Imam Dar Hijrah rahimahullah.
(1:16:55) Beliau mengatakan, “Lan yusliha akil umah illa ma aslaha aalaha.” Tidak akan mungkin akhir generasi umat Islam akan jaya, akan menang, akan mulia kecuali dengan mereka mengikuti jejak para sahabat Rasul, generasi awal kaum muslimin. Wallahu taala alam. Aq. Kurang lebihnya mohon maaf. Wazakumullah khairan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(1:17:27) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan juga menjadi motivasi untuk kita selalu memperdalam ilmu syari dan juga mengamalkannya. Kami yang bertugas mohon pamit undur diri.
(1:17:47) Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaikalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *