Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | Kitab Ushulus Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada Shallallahu Alaihi Wasallam kita bersyukur kepada Allah atas limpahan karunia dan nikmat yang Allah berikan kepada kita dimana pada pagi hari ini Insya Allah kita akan membahas kitab karya Imam Ahmad bin hambal yang berisi tentang keyakinan atau pokok-pokok keyakinan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Imam Ahmad bin hambal beliau masyhur dan terkenal sebagai Imam ahli Sunnah Wal Jamaah dan beliau menjadi semakin terkenal setelah beliau disiksa untuk mengatakan apa dipaksa oleh khalifah Makmun muktasim dan wasir selama 2 tahun lamanya dipaksa untuk mengatakan Alquran makhluk Tapi beliau menolak iya dan beliau terus bersabar menghadapi siksaan siksaan itu sehingga akhirnya di zaman alwazah beliau pun kemudian dibebaskan gara-gara perdebatan antara ulama Ahlussunnah ia dengan seorang pentolan mu’tazilah yang bernama Ibnu disebutkan di situ bahwa ulama ahlussunnah ini bertanya kepada pentolan mu’tazilah ini yang kamu dakwahkan ini apakah dikeluarkan diketahui oleh Rasulullah Abu Bakar Umar Utsman dan Ali kata sang tokoh mu’tazilah ini apa kata dia iya kata ulama ahlussunnah ini Subhanallah sesuatu yang diketahui sebelumnya Ibnu Abdul watt menjawab begini mereka tidak tahu apa kata-kata beliau Subhanallah sesuatu yang mereka tidak tahu kemudian kamu tahu siapa kamu lalu kemudian Ahmad berkata coba ulangi lagi ucapan kamu tadi yang kamu dakwahkan ini Apakah diketahui oleh Rasulullah para sahabatnya itu Abu Bakar Umar Utsman Ali kata dia Oh iya tahu kalau mereka tahu apakah mereka mendakwahkannya tidak sesuatu yang tidak didakwahkan kenapa kamu dakwahkan kemudian langsung masuk ke kamarnya sambil berkata benar chef itu sesuatu yang tidak ada tidak didakwahkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kenapa harus aku dakwahkan makanya Al wasit menyuruh semuanya yang ada di penjara untuk dilepaskan dan dibebaskan termasuk padanya Imam Ahmad bin hambal dan yang luar biasanya lagi Imam Ahmad bin hambal ketika telah sampai di rumahnya dalam keadaan badannya habis disiksa berkumpul para ulama Baghdad dan tokoh-tokoh para Baghdad saat itu dan Mereka menginginkan pemberontakan Pak tapi Subhanallah Imam Ahmad bin hambal mengatakan Iya kata beliau ulatan jangan sekali-kali kalian mencabut ketaatan kalian kepada pemimpin padahal beliau bayangkan sudah disiksa tapi Subhanallah itulah ulama mereka berbicara bukan dengan perasaan tapi mereka berbicara dengan ilmu Imam Ahmad bin hambal Semenjak itu beliau menjadi semakin tenar dan beliau kemudian disebut oleh para ulama sebagai Imam Ahlussunnah Wal Jamaah disini beliau menulis buku yang berisi tentang pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah ya siapapun yang mengaku Ahlussunnah Wal Jamaah namun tidak sesuai dengan pokok-pokok yang beliau telah Sebutkan karena yang beliau akan sebutkan ini menjadi sebuah ijma’ Ahlussunnah Wal Jamaah kesepakatan seluruh Ahlussunnah Wal Jamaah maka siapa yang menyelisihinya pelakunya bisa keluar daripada akidah Ahlussunnah Wal Jamaah baik kita akan membacakan dan sedikit kemudian mensyarah daripada perkata Imam Ahmad bin Hambali Nah di sini ya penulis buku membawakan sanadnya sampai Imam Ahmad bin hambal dimana Imam Ahmad bin hambal berkata Khusnul pokok-pokok sunnah di sisi kami ada di situ ya di halaman pertama silahkan dilihat di halaman [Musik] ini aja baik ya silahkan yang punya bukunya sudah ya copy ya kupu-kupunya ya di halaman tua itu ada setelah membawakan sanad Al Imam Abul mudhaffar Abdul Malik bin Ali bin Muhammad Alhamdulillah ini bukan Hasan al-banna ya bukan Ahmad bin Abdillah Ibnu Muhammad [Tepuk tangan] bin Muhammad bin Ahmad bin hambal pokok-pokok sunnah ya apa sih disebut dengan pokok itu Pak disebut pokok itu Pak sesuatu yang tidak akan berdiri tanpa pokok tersebut iya seperti ada pokok-pokok iman maka tidak sah keimanan kecuali dengan pokok-pokok itu pokok Iman contohnya apa pokok-pokok Iman contohnya rukun Iman rukun iman kepada Allah iman kepada siapa malaikatnya malaikat beriman kepada para nabi kepada kitab-kitab beriman kepada kehidupan akhirat nah ini namanya pokok-pokok keimanan kalau salah satu pokok-pokok keimanan ini Pak diingkari maka menyebabkan pelakunya apa keluar dari iman demikian pula pokok-pokok sunnah artinya beliau ingin menjelaskan ini merupakan pokok-pokok keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah Dimas siapa yang mengingkarinya bisa mengeluarkan pelakunya dari Ahlussunnah Wal Jamaah ya ini merupakan pokok-pokoknya yang akal Islam beda ya dalam masalah yang sifatnya apa namanya bukan pokok bukan masalah pokok yang menjadi apa namanya ijma seluruh ulama Ahlussunnah Wal Jamaah pelakunya tidak dikeluarkan dari sunnah pelakunya tidak dikeluarkan dari apa dari Makanya jangan Samakan masalah pokok dengan masalah yang bukan apa pokok ya masalah-masalah fiqih misalnya yang Apalagi itu terjadi masalah-masalah masjid ijtihad yang para ulama berbeda pendapat maka yang seperti ini tidak mengeluarkan pelakunya dari apa Ahlussunnah Wal Jamaah sama sekali Apakah kita keluarkan Imam Syafi’i dari ahlussunnah gara-gara beliau pendapatnya mengatakan Qunut witirsus sunnah ya karena beliau kan pendapatnya aku not subuh hukumnya apa sunnah tes tes suaranya jelas kan ibu-ibu jelek nggak jelas kesalahan kita pak terkadang menganggap sesuatu yang bukan pokok sebagai pokok lalu dengan cara seperti itu lalu kemudian dia mengeluarkan dengan mudahnya orang dari apa Ahlussunnah Wal Jamaah kalau kalau kamu Qunut subuh kamu bukan Ahlussunnah sebaliknya lawannya mengatakan kalau kamu nggak Qunut subuh kamu bukan Ahlussunnah Iya kita katakan Ya akhi mana ada ulama yang menjadikan Qunut subuh sebagai apa pokok-pokok aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah kalau gara-gara Qunut subuh jadi keluar dari sunnah berarti Imam Syafi’i bukan ahlussunnah dong Mas ini kita harus pahami betul ya kalau Islam saudaraku sekalian mana yang sifatnya pokok mana yang bukan masalah apa iya mana yang sifatnya sudah ijma para ulama yang tidak boleh kita keluar darinya dan mana yang sifatnya apa namanya Masih diikhlaskan oleh para ulama dan itu masalah ijtihad kebanyakan penonton ilmu Pak mereka meributkan masalah ijtihadiah yang sifatnya apa ya tidak ada nasnya sama sekali lalu kemudian menegakkan wala dan Baro loyalitas dan permusuhan di atasnya akibatnya apa ya perpecahan yang ada ini yang tidak dibenarkan saudara demikian pula para ulama membedakan masalah pokok-pokok keyakinan yang berupa aqidah dengan yang sifatnya adalah maksiat pelaku maksiat tidak dikeluarkan dari kategori Ahlussunnah Wal Jamaah makanya pelaku maksiat tapi akidahnya ahlussunnah mereka disebut dengan uswatu ahli sunnah pelaku maksiat dari kalangan ahlussun Ahlus Sunnah contoh misalnya Iya kalau kita melihat ada teman kita tapi dia Masya Allah akidahnya bagus kadarlah dia berzina misalnya Apakah kita keluarkan dari ahlussunnah tidak tapi kita katakan Dia fasik dia Apa pelaku maksiat kecuali kalau dia punya keyakinan bahwa zina halal maka para ulama sepakat dalam masalah ini siapa yang menganggap atau meyakini zina halal dia murtad dari agama Islam jadi bedakan masalah pokok-pokok aqidah dengan masalah-masalah yang lainnya jangan bisa makan Mas masalahnya berhubungan dengan masalah menghukumi seseorang sebagai ahlussunnah atau bukan ini yang ini yang ingin saya garis bawahi supaya kita tidak termasuk orang-orang yang bermudah-mudahan dalam memvonis dikit-dikit langsung vonis Buktinya ya bukan ahlussunnah dia bukan Salafi dia Bukan ah jadi akhirnya apa yang terjadi ternyata yang diributkan bukan masalah-masalah yang sifatnya Apa pokok sama sekali itu yang terjadi memang ya seringnya begitu kalau memang itu masalah pokok seperti misalnya yang satu punya keyakinan khawarij kita semua sepakat dia keluar dari Ahlussunnah Wal Jamaah yang ini misalnya keyakinannya Syiah mengkafirkan para sahabat semua sepakat kita apa dia bukan Ahlussunnah Wal Jamaah yang satu misalnya keyakinannya murji’ah mengatakan bahwa amal tidak termasuk iman bahwasanya maksiat tidak mempengaruhi apa keimanan sepakat kita ini bukan ahlussunnah ini murji’ah yang satu lagi punya keyakinan takdir nggak ada ini maka kita sepakat ini bukan Ahlussunnah Wal Jamaah Adapun kemudian dalam masalah yang itu bukan pokok-pokok aqidah dan keyakinan hanya berbeda misal ada sebuah yayasan yang dihukumi oleh Sebagian ulama sebagai yayasan isbi kemudian berbeda pendapat kita wizatun nadhor bagaimana bermuamalah dengan yayasan tersebut yang satu berpendapat lebih baik kita dekati dalam rangka untuk mendakwahi mereka yang satu berpendapat tidak boleh sama sekali ini kan masalah ijtihadnya yang tidak ada nosnya ya Nah gara-gara itu kemudian terjadi perpecahan menimbulkan apa memberikan loyalitas dan permusuhan Oh kamu itu ya bermuamalah sama mereka Padahal mereka mendakwahinya aja ya bukan untuk apa namanya mudahan sama sekali manakah yang namanya manusia tidak mungkin pak tidak berubah itu tidak mungkin Antum Antum aja dulu yang belum kenal sunnah Alhamdulillah bisa berubah kok Kenapa mereka yang ingin Mendawai mereka terkadang berpikir begini mereka manusia yang bisa jadi Allah berikan Hidayah kepada mereka melalui kita gimana kalau kita dakwahi mereka kita dawai mereka dan yang lainnya kemudian yang memandang tidak boleh Wah itu Si Fulan menuduhnya sebagai apa mumahi dan yang lain-lain La haula wala quwwata illa Billah ini yang terjadi Pak di lapangan Udah sekali untuk apa memvonis orang Padahal itu bukan masalah pokok sama sekali padahal dua-duanya misalnya punya pendapat yang sama bahwa ini Yayasan menyimpang misalnya cuma dalam masalah ijtihad Bagaimana cara kita menyikapinya itu kan masalah jika menyikapi itu kan masalah ijtihadiyah melihat kepada apa maslahat dan mudarat maka saat itu salah saudaraku sekalian adzan Ya Allah kita dalam hal ini dia tidak tidak boleh mencapai banyak karena masalah-masalah itu dia tersebut pelakunya telah keluar daripada Ahlussunnah Wal Jamaah Islam saudaraku sekalian jadi ini adalah merupakan perkara yang akan disebutkan oleh Beliau sebagai pokok-pokok aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah kata beliau Shallallahu Alaihi Wasallam pokok-pokok sunnah di sisi Kami adalah yang pertama berpegang dengan apa yang dipegang oleh para sahabat Rasulullah SAW dan menjadikan mereka sebagai teladan Uswah Masya Allah lihat Imam Ahmad Pak menyebutkan pokok yang pertama dalam keyakinan Ahlussunnah Wal Jamaah yaitu memegang apa yang dipegang oleh para sahabat memegang apa yang dipegang oleh para sahabat Apa maksudnya Pak ini kita baru mulai Pak mohon jangan tidur ya baru mulai ini pak mohon jangan tidur mungkin yang nggak punya buku dikasih bukunya kali biar nggak tidur supaya bisa ngikutin ya karena saya ini kalau ceramah nggak bisa berapi-api Pak Apa yang dimaksud dengan mengikuti apa yang dipegang oleh para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kan Imam Syafi’i dalam kitab beliau memberikan perincian terkait masalah mengikuti pendapat para sahabat pensiun yang bagus sekali di mana beliau mengatakan bahwa yang pertama bila itu perkara-perkara yang menjadi ijmak para sahabat apa sih ijma itu Pak ijma tahu nggak ijma itu kesepakatan konsensus ijma adalah apa kesepakatan atau konsensus kalau itu merupakan perkara yang sifatnya ijma para sahabat seluruhnya maka menyelisihinya adalah haram karena ijma’ para sahabat itu pasti Apa benar ijma para sahabat itu pasti Apa benar nggak mungkin salah Rasulullah SAW bersabda lantas umatku tidak mungkin bersepakat di atas apa kesesatan keadaan yang kedua bila para sahabat berbeda pendapat yang kedua apa Bila para sahabat berbeda Apa pendapat maka pada waktu itu sikap kita sikap kita yang pertama kita hanya boleh memilih salah satu dari dua pendapat itu yang lebih mendekati dalil kalau para sahabat berbeda pendapat dari dua pendapat misalnya maka kita hanya merugikan salah satu dari dua pendapat tersebut Pak mana yang kita rojikan tentu merugikannya menguatkannya dan memilihnya bukan dengan berdasarkan hawa nafsu selera bukan mbak tapi dengan melihat mana yang lebih paling kuat dalilnya ada nggak masalah-masalah yang dibersihkan oleh para sahabat banyak contoh masalahnya perselisihan Ibnu Abbas dengan yang menyelisihi pendapat Abu Bakar Umar dalam masalah haji di mana Ibnu Abbas lebih memilih haji tamattu kalau Abu Bakar dan Umar lebih memilih Haji apa contoh misalnya tentang masalah membaca al-fatihah di belakang Imam pendapatnya Umar Bin Khattab Abu Hurairah mengatakan makmum wajib baca di belakang Imam sementara sahabat yang lain seperti Abu Bakar tidak baca dan yang lainnya khilaf iya nah ketika terjadi perselisihan ulama ini apa sikap kita maksudnya perselisihan para sahabat tersebut sikap kita adalah mengikuti yang paling mendekati Apa dalil tapi tentunya apa orang awam tidak akan mampu untuk men Karena untuk mentarjih itu harus menguasai apa tata cara tarjih yang ada lebih dari 70 cara disebutkan dalam kitab Ushul fiqih sementara orang awam nggak mampu orang awam cukup bertanya kepada siapa seorang alim ulama mana yang paling kuat dalam masalah itu Allah berfirman tanya ahlinya Jika kamu tidak tahu kalau orang awam itu tugasnya enak pak nggak susah cukup bertanya kalau ternyata jawabannya salah yang nanggung dosanya ustadnya Iya antumnya nggak dosa karena Antum sudah melaksanakan tugas sebagai orang awam untuk bertanya [Tepuk tangan] nah ini yang pertama Pak Jadi kalau para sahabat berselisih kita cukup mengikuti mana yang paling apa yang kedua tidak boleh membuat pendapat yang ketiga tidak boleh membuat pendapat yang keberapa yang ketiga Kenapa demikian karena seakan-akan para sahabat bersepakat bahwa makna dalam masalah itu kalau nggak ini maka itu berarti pendapat yang ketiga telah keluar daripada kesepakatan mereka semua Ani dan yang lainnya mengingatkan masalah ini ya beliau dalam kitab Ushul tafsir juga menyebutkan bahwa para sahabat berbeda pendapat di dua pendapat gak boleh kita bikin pendapat yang ketiga kalau para sahabat berbeda pendapatnya tiga pendapat gak boleh bikin pendapat yang keempat ini keadaan yang kedua nih para sahabat berbeda kalau yang pertama tadi apa ijma seluruh sahabat yang kedua ini para sahabat berbeda pendapat keadaan yang ketiga kata Imam asy-syafi’i dalam kitab yaitu apabila seorang sahabat berpendapat dengan sebuah pendapat apabila seorang sahabat berpendapat dengan sebuah pendapat namun tidak diketahui adanya sahabat lain yang menyelisihinya apabila ada seorang sahabat berpendapat dengan sebuah pendapat tapi tidak diketahui ada sahabat lain yang apa yang menyelisihinya maka ini ada dua keadaan akhiri keadaan yang pertama pendapat sahabat ini masyhur di kalangan sahabat yang lain pendapat sahabat ini masyhur di kalangan sahabat yang yang lain tapi ternyata tidak ada satupun sahabat yang mengingkarinya maka ini hujan makanya apa karena dianya para sahabat penunjukan apa setuju ini disebut dengan istilah lain ijma’ sukuti Apa itu berbeda-beda dengan yang pertama kalau yang pertama mereka mengucapkan Kalau ini ada seorang sahabat yang berpendapat dengan sebuah pendapat dan masyhur pendapat sahabat ini di kalangan sahabat yang lain ternyata tidak ada yang menyelisihinya Pak keadaan yang kedua pendapat seorang sahabat yang berpendapat tapi tidak masyhur di kalangan para sahabat lain tidak masyhur pendapat tersebut di kalangan para sahabat yang lain dan tidak diketahui adanya seorang sahabat yang menyelisihinya nah ini ikhtilah para ulama apakah yang seperti ini hujan atau bukan kalau Imam Syafi’i pendapatnya apa Beliau mengatakan bahwa dan ia Menurut kami juga hujan pendapat sahabat itu mutlak hujjah kalau tidak diketahui adanya penyelisihan dari sahabat yang yang lainnya baik masyhur ataupun tidak masyhur Alasannya kenapa karena beliau memandang bahwa para sahabat itu sudah dipuji loh oleh Allah dan oleh Rasulullah SAW makanya beliau mengatakan dalam kitab disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim dalam kitab dari Jalan muridnya yang bernama Robin Sulaiman dimana aku mendengar Imam Syafi’i berkata ya Allah sudah memuji para sahabat dalam Alquran dan dipuji oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau Beliau berkata apa dan mereka di atas kita mereka di atas kita dalam setiap ilmu ijtihad Warok istidra dan pendapat mereka lebih terpuji buat kita dan lebih layak untuk kita ikuti daripada pendapat kita sendiri tuh lihat ya iman rahimakumullah pendapat sahabat ini ya karena para sahabat itu sudah dipuji oleh Allah maka pendapatnya apa selama tidak diketahui adanya penyelesaian dari sahabat yang yang lainnya itu perinciannya Pak yang berhubungan dengan berpegang kepada pendapat para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang tidur saya mau tanya Boleh nggak saya tanya kita bikin kesepakatan nih Yang ngantuk saya tanya setuju nggak setuju semua setuju ya Ini udah kesepakatan loh jadi yang ngantuk saya tanya Saya ulangi jadi ya para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam berpegang kepada pendapat para sahabat ada beberapa keadaan tadi kata Imam Syafi’i ada berapa ada tiga keadaan yang pertama apa yang menjadi ijma para sahabat seluruhnya maka ini hujan bukan yang kedua apa yang menjadi perselisihan para sahabat maka sikap kita bagaimana yang pertama kita hanya memilih pendapat yang paling kuat dalilnya yang kedua tidak boleh membuat pendapat yang baru kemudian keadaan yang ketiga apa Ada pendapat sahabat seorang sahabat berpendapat namun tidak diketahui adanya penyelisihan dari para sahabat yang lain maka ini ada dua keadaan keadaan yang pertama apa Mashur di kalangan sahabat yang lain tapi tidak tidak ada yang menyelisihinya maka ini hujan tidak masyhur di kalangan para sahabat yang lainnya tapi kita tidak mengetahui adanya satupun sahabat yang menyelisihi Maka menurut Imam Syafi’i ini pun hujan termasuk apa hujjah dengan pendapat para sahabat atau menjadikan para sahabat sebagai rujukan dalam memahami Alquran dan hadis ini adalah merupakan pendapat semua ulama Saya pernah sampaikan di sini juga ketika kajian di tempat yang lain tapi bahwa imam yang 4 Imam Malik Imam Syafi’i Imam Ahmad Imam Abu Hanifah semua sepakat untuk menjadikan para sahabat rujukan Ibnu hazzam juga dalam kitab beliau [Musik] merupakan sebuah pasal tersendiri khusus tentang wajibnya merujuk para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jadi antara pokok Mazhab Syafi’i itu adalah merujuk para sahabat Rasulullah Imam Ahmad beliau tegas di sini dalam kitab beliau ini termasuk pokok sunnah adalah berpegang kepada apa yang dipegang oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi masalah Pak di zaman sekarang nih ada orang-orang yang pemahamannya tumpul dia bilang begini Pak kalau kita ngikutin sahabat kita berlatih Haji jangan naik pesawat naik onta aja sono zaman sahabat kan nggak ada pesawat kalau kita ngikutin sahabat jangan pakai handphone jangan pakai komputer katanya dan alhamdulillah Yang ngomong ini bukan ulama Pak ya orang jahil yang nggak paham siapapun yang mempelajari pokok-pokok keyakinan para sahabat Rasulullah dan Bagaimana tata cara pemahaman mereka dan kefakihan mereka akan kita dapati bahwa mereka telah memberikan kepada kita kaidah-kaidah yang sifatnya umum contoh misalnya dalam masalah dunia pada asalnya boleh nggak masalah buktinya Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu membuat sesuatu yang di zaman Rasulullah tidak dilakukan oleh Rasulullah tapi itu masalah urusan dunia yang pertama kali bikin pos kilat Umar Bin Khattab jadi Umar Bin Khattab di zaman beliau itu gimana caranya supaya curat itu cepat sampai itu setiap 3 mil disimpan apa posko diisi kuda-kuda yang dikuruskan kuda tersebut beliau kencang sampai ke Posko itu ganti lagi terus terus itu nggak ada di zaman sebelumnya umat yang membuat pertama kali tidak ada satupun sahabat yang mengingkari Itu kan untuk kan usul kita harus melihat dong kaidah yang telah dipahami oleh para sahabat kalau masalah dunia hukumnya mubah itu kan pas pesawat handphone apalagi Pak komputer itu masalah dunia akhi masalah dunia pada asalnya halal sedangkan masalah ibadah masalah agama Din pada asalnya tidak boleh sampai ada perintah dari Allah dan Rasul makanya seorang sahabat memberikan kaidah apa kata beliau setiap ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat jangan kalian lakukan berarti itu memberikan kepada kita pemahaman bahwa para sahabat memandang bahwa ibadah itu harus ada apa [Musik] nah ini saudaraku sekalian jadi kita ngikutin para sahabat itu Pak bukan ngikutin latihan gaya hidup dan latihan kalau mereka pakai unta kita naik unta bukan begitu tapi kita ngikutin para sahabat itu tata cara pemahaman mereka dalam memahami Alquran dan hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] jazakumullah [Musik] secara langsung saluran dan kajian Islam diantara pokok sunnah di sisi kami berpegang kepada apa yang dipegang oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata Abdullah bin Mas’ud mangkana minkum Ilman kata Abdullah dan yang lainnya dengan sangat yang shahih Kepada beliau kata beliau Siapa yang ingin mengambil sunnah hendaklah kamu ambil dari orang-orang yang sudah meninggal dunia Siapa yang ingin mengambil Uswah suri tauladan hendaklah kalian ambil dari orang yang sudah meninggal dunia karena yang masih hidup itu belum aman dari fitnah makanya Mas Antum kalau iya ingin menjadikan orang sebagai Uswah dan Qudwah ambil yang dari Oh yang udah meninggal deh Mas yang udah jelas matinya di atas keimanan dan ketakwaan kalau yang masih hidup Belum masih masih belum aman Mas Ini kata yang dimaksud kata beliau pokoknya kalau antum ngefans sama ustadz yang masih hidup ya boleh-boleh aja cuman masalahnya Pak dia masih hidup belum aman dari apa [Musik] Kalau antum ngefannya sama Imam Bukhari Masya Allah jelas sudah jelas keilmuannya meninggalnya di atas iman dan Islam apalagi kepada para sahabat kita lanjutkan kata beliau mereka itu siapa yang berhak dijadikan khotbah Uswah yang harus diikuti ya ada para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam karena mereka orang yang paling baik hatinya yang paling dalam ilmunya yang paling ringan bebannya dan yang paling lurus petunjuknya mereka suatu kaum yang Allah langsung pilih untuk menjadi sahabat-sahabat nabinya lihat perkataan Abdullah penting sekali kita menggali pemahaman para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bagaimana cara beragamanya mereka kalau misalnya pendapat para sahabat bertabrakan dengan pendapat para ulama belakangan kita tetap berpegang kepada pendapat para sahabat Kenapa karena para sahabat generasi yang sudah dipuji langsung oleh Allah dan rasulnya dalam ayat-ayat yang banyak sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim rahimahullah dan dinukil oleh imam Syekh Salim tentang hujjah wajibnya berpegang dan merujuk para sahabat untuk sebagai apa namanya rujukan dalam memahami Alquran dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kita lakukan dan meninggalkan bidah dan setiap bidah itu adalah sesat Wah ini pak pembahasan ini ya termasuk pembahasan yang cukup berat bagi masyarakat Karena kata-kata bid’ah itu menyeramkan bagi Banyak masyarakat sampai kalau ada orang ngomong masalah tapi masalahnya harus dibahas Pak Kenapa demikian karena Allah dan rasulnya mengecam bidah para ulama semua sepakat ijma tanpa perselisihan haramnya bidah haramnya Apa beda sampai Rasulullah setiap Jumat selalu mengingatkan setiap Jumat Rasul bersabdallah itu bayangkan beliau menyampaikan itu tiap Jumat sebagaimana imam muslim meriwayatkan Tirmidzi Nasa’i dan yang lainnya Kenapa Rasulullah sampai selalu mengingatkan itu dan hadis-hadis dari Rasulullah tentang kecaman bidah banyak ya kecaman para ulama dalam kitab-kitab Mereka banyak sekali silahkan rujuk kitab-kitab para ulama selain ya kitab yang sedang kita bahas ini seperti kitab Imam Alla lika’i ya kitab Al Azhari dalam kitab Syariah demikian pula Ibnu batoh Muhammad bin Nassar bahwa bidah itu tercela itu apa tercerah Cuma masalahnya Pak kita pun tidak boleh bermudah-mudahan memvonis sesuatu itu apa beda makanya ada dua syarat yang harus terpenuhi bagi mereka yang ingin menilai sesuatu itu bidah atau bukan nggak boleh sembarangan orang Apa syaratnya yang pertama hanya muslim betul-betul berilmu dan luas ilmunya tentang sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam baru 1000 hadits aja udah bilang nggak ada hadisnya ntar dulu nih Antum sudah cari nggak dalam kitab-kitab para ulama Kalau yang ngomong itu ulama yang memang betul-betul ilmunya sangat luas dan paham betul tentang hadis nabi bolehlah kita terima tapi ini yang ngomongnya ya Robbi ya 1000 hadits aja nggak hafal Baru hafal 5000 hadits sementara hadis ratusan ribu gimana Mas sudah berani mengatakan tidak ada hadisnya makanya mengatakan apa Adapun perkataan Anda tidak ada hadisnya pokoknya bisa jadi itu dusta karena bisa jadi anda tidak mengetahui adanya sunnah Rasulullah SAW sebuah contoh saja di zaman sahabat pernah saat bin Abi waqqash ketika meninggal dunia istri-istri Rasulullah minta supaya jenazahnya itu dimasukkan ke masjid untuk disalatkan oleh mereka pokoknya sebagian sahabat mengingkari dan mengatakan itu bid’ah apa kata Aisyah -gesanya manusia menghukum ini bid’ah Bukankah dahulu di zaman Rasulullah SAW dua anak Ibnu disholatkan di dalam masjid oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lihat Aisyah mengingkari perkataan sebagian sahabat bahwa itu apa hanya karena mereka memahami kalau di zaman Rasulullah itu yang namanya mayit tidak disalatkan di dalam masjid karena di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam itu biasanya mayat disholatkannya di luar masjid ada ada tanah khusus di samping Masjid untuk menyalurkan apa mayat nah sahabat ini menganggap itu Bid’ah ternyata Aisyah mengingkari dan beliau mengatakan bahwa ada dalilnya dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah menyolatkan dua anak di dalam masjid kalau sahabat saja bisa terluput Pak hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam Apalagi kita makanya itulah penting ini ya untuk menghukumi sesuatu itu bidah Antum harus sebagai kita yang penguasaan terhadap sunnahnya masih sedikit akhi wajib Jangan bermudah-mudahan maka tentu Saya pernah mendengar ada orang mengatakan membaca al-fatihah di belakang Imam bidah saya bilang Ajib siapa ulama yang mengatakan itu beda ini masalah khilafiyah Mashur sebagian mengatakan wajib bacaan al-fatihah sebagian mengatakan tidak wajib baca Alfatihah Masyur di kalangan para ulama tapi tidak ada satupun para ulama yang menganggap Itu termasuk apa jangan terlalu bermuda-mudahan siapa Salaf anda untuk mengatakan itu sesuatu perkara yang apa bid’ah seusaimin rahimahullah beliau ketika menyebutkan tentang permasalahan berkorban untuk mayat Beliau mengatakan dalam masalah ini aku tidak mendapatkan asal dari para sahabat para tabiin tapi untuk mengatakan itu beda berat juga kata beliau kata beliau kenapa engkau hanya berpendapat bahwa jamaah kedua itu hanya makruh tidak sampai haram padahal Haditsnya jelas apa kata Syekh Albani Laisa di sana pun aku nggak punya salafnya para ulama pak nggak kayak kita dikit-dikit bidah siapa ente jangan bermudah tapi juga jangan terlalu longgar dikit-dikit boleh boleh padahal para ulama mengatakan Bid’ah ini pun nggak bener saudaraku seiman rahimakumullah ini syarat yang pertama yang kedua syaratnya apa an yakuna Aliman [Musik] pokok-pokok ilmu tentang pokok-pokok nah ini sunnah tidak dikuasai ilmu Ushul beda juga nggak paham kok tiba-tiba mengatakan itu beda aneh sekarang kita membahas sedikit tentang apa sih Bid’ah itu apa sih Bid’ah itu Apakah Bid’ah itu ada yang disebut dengan bidah Hasanah dan yang lainnya nih penting banget Paulus harus saya bahas nih pak supaya kita paham banget Apa itu bid’ah dan kenapa sih bid’ah dalam Islam Itu dilarang kenapa dan apakah kalau kita mencap sesuatu itu Bid’ah pelakunya pasti neraka ini juga harus kita pahami Mas baik kita akan sedikit definisikan Bid’ah secara bahasa dan secara istilah syariat secara bahasa secara bahasa artinya membuat-buat sesuatu yang sebelumnya tidak ada bintang secara bahasa artinya membuat buat sesuatu yang sebelumnya tidak tidak ada ingat loh ini secara bahasa loh ya Inget ya Kita Sedang membahas secara bahasa ingat apa tadi secara bahasa membuat sesuatu yang sebelumnya tidak ada Oke Antum bikin kue yang sebelumnya nggak ada Bid’ah tapi secara bahasa Antum bikin handphone nggak ada sebelumnya di zaman dulu handphone Bid’ah betul kita terima Tapi secara bahasa pesawat mobil dan yang lainnya Bid’ah Betul tapi secara bahasa tapi apakah ini semua dalam syariat termasuk Bid’ah apa handphone mobil dan yang lainnya apakah secara syariat termasuk fitnah tidak sama sekali Kenapa karena itu masalah-masalah dunia sedangkan masalah dunia pada asalnya apa tidak ada jangan Samakan Bid’ah secara bahasa dengan bahas apa saya merasa heran dan dengan sebagian orang yang awam apa yang jahil yang mengatakan kalau ini Bid’ah berarti kita nggak boleh dong makan apa namanya pakai HP pesawat Tuh kan Bid’ah juga semuanya kita katakan ahli itu masalah dunia masalah dunia pada dasarnya apa boleh jadi Bid’ah secara syariat dalam masalah apa dong kalau bukan nama selat dunia dalam masalah agama dalam masalah Apa agama dalam masalah apa ibadah Kenapa Pak kita batasi bidah itu dalam masalah agama nggak boleh karena pertama agama kita sudah sempurna tidak Pak sudah sempurna nggak Pak Siapa yang bisa menyebutkan ayatnya ada nggak yang bisa menyebutkan ayatnya Allah berfirman Al Yauma akmaltu lakum dinakum pada hari ini aku telah sempurnakan untukmu Apa agamamu Kapan ayat yang turun ada yang tahu kapan waktu Haji Wada Haji Wada tahun berapa tahun 10 Hijriyah di hari apa di hari Jumat saat wukuf di Arafah ada seorang Yahudi datang kepada Umar Bin Khattab ada orang Yahudi datang kepada siapa Umar Bin Khattab apa kata orang Yahudi ini ya amiral Mukminin mukminin ada ada satu ayat dalam kitab kalian kalaulah ayat itu turun kepada kami orang-orang Yahudi kami akan jadikan sebagai hari raya apa kata Umar ayat yang mana kata orang Yahudi apa orang Yahudi baca Quran juga Mas itu Firman Allah pada hari ini aku telah sempurnakan untukmu agamamu apa kata Umar sungguh aku tahu kapan ayat itu turun dan di mana ayat ini turun di sore hari Arafah ya di hari Jumat Haji Wada Rasulullah SAW bayangkan ketika Rasulullah masih hidup Allah sudah menyatakan Islam sudah sempurna Pak yang namanya sempurna itu apa sih Pak yang namanya sempurna itu nggak boleh ditambah-tambah lagi kalau air di gelas ini sempurna Bapak teteskan Satu Tetes dia akan keluar Satu Tetes dia tidak kenapa karena sempurna penuhnya Pak demikian pula orang yang membuat-buat Ibadah dalam agama tertolak Rasulullah Siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada di atasnya perintah kami maka ia tertolak inilah Alasannya kenapa sih kita tidak boleh bikin-bikin yang baru dalam agama ini pak karena itu yang pertama tadi karena agama Islam sudah sempurna nggak perlu lagi tambahan-tambahan ngapain Kita bikin-bikin cukup kalau ibadah cukup kita lihat ada nggak dalilnya ada rasulullahi ada dalilnya laksanakan nggak ada dalil jangan ketika mendefinisikan tentang Bid’ah beliau membatasi Bid’ah secara syariat itu adalah dalam masalah Apa agama Beliau berkata dalam kitab ya ketika menyebutkan tentang definisi Bid’ah Beliau berkata Ya ibaratun anthoriqotin fiddin Mukhtar Ia adalah ungkapan tentang apa tentang tata cara dalam agama tuh lihat dalam agama perhatikan mukhtaroh yang dibuat-buat menyerupai syariat mirip dengan syariat makanya kan gara-gara mirip dengan syariat itu banyak orang menganggapnya apa syariat Apa tujuannya berbuat Bid’ah untuk bersungguh-sungguh dalam rangka ibadah kepada Allah coba perhatikan akhlak Islam definisi ini termasuk definisi yang paling bagus kata para ulama tentang Apa itu Bid’ah tadi ya Saya ulangi lagi tadi ungkapan tentang tata cara dalam apa dalam agama ungkapan tentang tata cara dalam Apa agama menyerupai syariat coba perhatikan Islam saudaraku sekalian jadi Pak tidak boleh berbuat bidah dalam agama nggak boleh dalam masalah dunia Silahkan monggo dalam masalah dunia Anda mau bikin pesawat terbang apa kek atau bikin kue Terserah mau bikin pakaian gimana Selama tidak bertabrakan dengan syariat silahkan tapi dalam masalah agama lah karena agama ini milik siapa Pak milik milik ulama milik Habaib milik siapa agama ini milik Allah mana dalilnya Allah berfirman ketahuilah milik Allah lah agama yang murni ini jadi agama ini milik Allah yang berhak mensyariatkan dalam agama siapa siapa Allah Rasul aja nggak berani Rasulullah nggak berani Pak bikin syariat dalam agama apa sampai ada perintah dari Allah ketika Umar mengusulkan kepada Rasulullah Ya Rasulullah Bagaimana kalau engkau menghijabi istri-istrimu Ya Rasulullah karena yang datang kepadamu itu yang baik maupun yang tidak baik ternyata Rasulullah tidak berani untuk menyuruh istri-istrinya pak untuk memakai hijab karena belum ada perintah dari Allah sampai akhirnya Allah turunkan FirmanNya tentang ayat hijab dalam surat apa itu 509 baru kemudian diwajibkan Rasulullah Belum berani menyuruh istrinya untuk mencarikan hijab kalau belum ada perintah dari Allah Rasul aja nggak berani kok ente berani Ketika ada seorang laki-laki di Haji Wada datang ke Rasulullah bertanya Pak Rasulullah kutuku ini berjatuhan saking banyak kutunya itu Pak berjatuhan ke wajahnya Pak iya Bolehkah aku mencukur Rambutku Hai Rasulullah sementara aku sedang ihram gak berani jawab Tak lama kemudian Allah turunkan wahyu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam aku Hei Rasulullah tapi bayar dan bayangkan Rasulullah nggak berani jawab karena tidak belum ada perintah dan belum ada wahyu dari apa Allah Subhanahu Wa Ta’ala gak berani mensyariatkan masa kita berani kejadian ya karena memang Al Musyari yang berhak membuat syariat dalam agama ini hanyalah Allah rabbul izin karena agama ini sudah kita sebutkan milik siapa milik Allah bukan milik ulama bukan milik Kiai bukan milik siapapun bukan tidak boleh seseorang pun yang membuat syariat dalam agama kecuali dengan izin Allah makanya Allah mengatakan ya di dalam alquranul Karim ketika Allah mencela orang-orang musyrikin di mana orang-orang musyrikin ini Pak di zaman rasul bukan cuma Syirik mereka lakukan bidah dalam agama juga mereka lakukan Pak apa yang mereka mereka mengubah-ubah agama Nabi Ibrahim yang harusnya orang Quraisy dan semua kaum muslimin itu apa hukumnya gimana di Arafah nah orang Quraisy bikin peraturan khusus untuk humus orang-orang Quraisy hanya wukuf di Muzdalifah nggak sampai ke Arafah mereka yang bikin-bikin Iya mereka bikin lagi peraturan bagi mereka yang tidak membawa daging Apa hewan kurban wajib tawakal dalam keadaan telanjang Pak dibuka semua pakaiannya Pak tak selembar kain pun ada tawafsah sambil telanjang lihat Pak mereka bikin peraturan juga itu pak ya maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencela orang-orang musyrikin dalam surat asy-syura ayat 21 Allah ta’ala berfirman Apakah mereka punya sekutu-sekutu selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agak dari agama ini sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah lihat Allah mengatakan Apakah mereka punya sekutu-sekutu yang mencarikan untuk mereka dari agama ini malam sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah itu menunjukkan Pak dalam masalah bank syariatkan harus seizin Allah sekarang boleh nggak pak di zaman sekarang ada yang mengatakan Oh saya udah dapat izin dari Allah ente dapat Wahyu dari mana mas kalau Mas Wahyu ada tuh di belakang Kok berani mengatakan saya sudah dapat izin dari Allah dari mana dalilnya mana sudah kita sebutkan kalau Rasul aja nggak berani bikin-bikin membuat syariat tanpa izin dari Allah subhanahu wa ta’ala dalam beberapa kejadian beliau ditanya beliau tidak berani jawab sampai ada wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala jadi inilah Pak Kenapa kita katakan dan para ulama juga mengatakan bahwa bid’ah itu adanya dalam masalah Apa agama Din karena sudah kita sebutkan tadi Pak pertama agama ini sudah sempurna yang kedua agama ini milik Allah bukan milik siapa-siapa maka tidak boleh membuat syariat dalam agama ini tanpa seizin pemiliknya Kalau antum masuk rumah orang nggak boleh dong Antum macam-macam di rumah orang itu tanpa seizin apa pemilik rumah ini agama milik Allah nggak boleh kita mengubah-ubah seenak kita tanpa seizin dari pemiliknya dan pemiliknya siapa Allah rabbul kemudian mengubah-ubah agama itu Pak lebih berat daripada melanggar Pak coba Antum tanya pak polisi tanyakan pak polisi pak polisi mana yang lebih berat mengubah aturan atau melanggar aturan kalau ada orang pas mata apa lampu merah Pas lampu merah Saya punya aturan sendiri Pak kenapa kalau hijau saya berhenti nah ini Pak orang yang berbuat Bid’ah itu mengubah-ubah apa aturan Allah Azza wa Jalla mengubah agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala Islam saudaraku sekalian kita sebagai seorang hamba kewajiban kita adalah ikut saja udah makanya kan kita mendeklarasikan kita sendiri kita sebagai pengikut Rasulullah SAW bukan pendahulu Rasulullah SAW pengikut yang namanya ngikut gimana di belakang Ya Rasulullah ke kanan kita ke kanan Adapun kemudian kita tidak rasul tidak lakukan kita lakukan itu bukan bukan ngikut namanya pak makanya Allah mengatakan dalam surat al-hujurat ayat 1 apa orang-orang yang beriman jangan kalian dahului Allah dan rasulnya jangan kalian dahului Allah dan rasulnya kata Ibnu Abbas Ayla takut jangan mengatakan mengucapkan sesuatu yang berseberangan dengan ucapan Allah dan rasulnya Ini saudaraku sekalian jadi sekali lagi Mas bidah secara syariat itu dalam masalah apa adapun dalam masalah dunia gimana sudah kita sebutkan dalam masalah dunia pada asalnya boleh gak masalah dan sudah kita Sebutkan alasannya kenapa tidak boleh berbuat bid’ah dalam agama kembali Saya ulang lagi pak supaya lebih paham sekarang pertanyaannya Emang kenapa sih Ustad kita nggak boleh berbuat bidah dalam agama kita katakan tadi karena agama ini milik Allah bukan milik kamu dan kamu tidak boleh mengubah-ubah kecuali dengan seizin pemiliknya itu Allah [Musik] rahimakumullah ini paham tentang Bid’ah Apa itu bidah Bagaimana Bid’ah jadi bidah yang tidak boleh dalam masalah apa dalam ibadah tak boleh bikin-bikin cara ibadah sendiri contoh misalnya Saya mau sholat subuh 4 rakaat Loh kenapa Saya mau dzikir setelah salat Ustad Kalau cuman 100 kali 33 kali Alhamdulillah 330 Alhamdulillah 330 Allahu akbar 330 ditutup dengan ya kita katakan ente lebih mantap apa Rasulullah Rasulullah cuma ngajarin segitu kamu mengatakan ini lebih bagus kalau lebih banyak Siapa yang lebih tahu ya tentang syariat ini kamu atau Rasulullah Ini saudaraku sekalian kalau semua orang diperbolehkan seenaknya Pak membuat-buat agama Ibadah dalam agama rusaknya agama hancurnya agama apa yang satu mengubah jumlah rakaat yang satu mengubah gerakannya yang satu Ya Allah Ya Robbi Nah sekarang pertanyaan ada sebuah pertanyaan Apakah sesuatu yang Rasulullah tidak lakukan itu pasti bid’ah jawabnya tidak betul perhatikan baik-baik Pak Apakah setiap yang tidak lakukan itu pasti beda jawabnya tidak kaidahnya begini sesuatu yang rasul tidak lakukan tidak lepas dari tiga keadaan sesuatu yang Rasulullah SAW tidak lakukan tidak lepas dari tiga keadaan ingat baik-baik supaya kita bisa memahami yang pertama Rasulullah SAW tidak lakukan [Tepuk tangan] tidak lakukan karena masih ada penghalangnya Rasulullah SAW tidak lakukan karena apa tadi masih ada penghalangnya contohnya apa contohnya mengumpulkan Alquran jadi satu mushaf yang pertama kali mengumpulkan Alquran jadi satu mushaf Abu Bakar Kenapa bukan Rasulullah karena ada penghalangnya apa penghalangnya karena di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ayat-ayat Alquran masih terus turun belum sempurna makanya tidak belum sempat Rasulullah untuk mengumpulkannya tapi dalam hadis dalam hadis-hadis Rasul sudah mengisyaratkan adanya mushaf seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh tujuh amal yang pahalanya terus mengalir Walaupun dia sudah meninggal diantaranya kata Rasulullah sudah mengisyaratkan adanya apa Rasulullah tidak mengumpulkan Alquran jadi satu mushaf tadi keadaan yang pertama ingat apa karena masih ada apa ketika penghalangnya hilang dan Masalahnya sangat besar boleh nggak masalah makanya di zaman Abu Bakar dikumpulkan Alquran sebab Alquran kalau nggak dikumpulin hilang Umar berkata kepada Abu Bakar di atas usulan Umar dia Abu Bakar sesungguhnya Hai Abu Bakar peperangan telah banyak para penghafal Quran meninggal di sana Aku khawatir Ayah bakar kalau mereka mati semuanya hilang nih Alquran bayangkan Pak kalau Alquran nggak dikumpulkan jadi satu mushaf mudharat mudharat besar gimana kita membaca Alquran nggak ada iya ini yang pertama yang kedua Rasulullah SAW tidak lakukan karena belum ada pendorongnya belum ada sebabnya belum dibutuhkan tidak lakukan karena apa belum ada sebabnya atau pendorongnya atau belum dibutuhkan contoh di zaman Rasulullah ada nggak ilmu Hadis ilmu mushola hadis ada nggak ada kapan baru muncul ilmu mushola hadits belakangan Mas Sal itu dibuat di zaman Ali Bin Abi Thalib beliau memerintahkan Abdul Aswad dan wali untuk peletakan tata bahasa Arab sekarang bikin ilmu-ilmu itu termasuk beda nggak Pak kenapa Karena di zaman Rasulullah beliau tinggalkan belum dibutuhkan belum ada pendorongnya belum ada sebabnya para sahabat bahasa Arabnya fasih dengan kefasehan bahasa Arab mereka mereka Paham mana ini umum mana khusus menemukan yaitu pembahasan ilmu usul Fiqih mereka sangat paham tentang ilmu Nahwu dan Shorof nggak usah ya umur 6 tahun para sahabat paham ya apa namanya tentang hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Utuh belum butuh ilmu hadits karena belum ada sanad Kenapa karena langsung kepada Rasulullah Sedangkan ilmu hadits itu Pak pembahasannya tentang sanad dan Matan para sahabat di zaman Rasulullah belum ada sanad langsung ngambil kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan mereka yang paling paham dan paling Fakih Bagaimana memahami hadis rasulullah Kenapa karena Rasulullah SAW berbicara dengan bahasa mereka saudaraku seiman nah ketika Rasulullah telah meninggal dan ternyata pendorongnya muncul sangat dibutuhkan boleh tidak boleh termasuk Bid’ah bukan itu disebut oleh para ulama tentang Islam maslahat Mur salah Sebagian ulama menamai dengan istilah bidah Hasanah yang ketiga keadaan yang ketiga Tolong dengarkan baik-baik ya Pak supaya tidak salah dengar nih fitnah itu muncul ketika banyak orang yang salah dengar dan salah paham karena tidak setiap orang yang mendengar kajian itu untuk mengambil ilmu Terkadang ada juga yang tujuannya mencari-cari Apa kesalahan keadaan yang ketiga Rasulullah tidak lakukan padahal tidak ada penghalangnya dan sebabnya ada pendorongnya ada di zaman Rasulullah dibutuhkan tapi Rasulullah tetap tidak melakukannya apa yang ketiga tadi penghalangnya nggak ada nggak ada terus apalagi pendorongnya pun sudah ada dan dibutuhkan di zaman Rasulullah sebabnya tapi Rasulullah tetap tidak lakukan maka yang ini yang disebut oleh para ulama sebagai ini yang bisa dihukumi sebagai ini disebut dengan sunnah tarqiyah contoh Sebutkan dalam hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam salat Idul Fitri dan Idul Adha tanpa azan tanpa apa sekarang Rasulullah mampu tidak menyuruh Bilal untuk adzan mampu tidak mampu tidak ada penghalang dibutuhkan nggak untuk adzan dibutuhkan supaya orang pada kumpul tapi Rasulullah tetap tidak lakukan tidak berarti itu menunjukkan memang tidak disyariatkan Maka kalau sekarang di zaman sekarang salat Ied pakai azan dan iqomah para ulama mengatakan itu saudaraku sekalian rahimakumullah kalau kita perhatikan para ulama yang mengatakan adanya bidah Hasanah kita dapati sebetulnya Pak mereka lebih banyak membahas tentang dua perkara yang pertama tadi adapun yang terakhir ini hampir kita lihat dan dalam prakteknya para ulama menganggap itu Bid’ah sebuah contoh saja imam nawawi termasuk ulama yang mengatakan adanya bidah Hasanah dan beliau mengikuti ulama sebelumnya yang membagi kita menjadi lima pindah wajib sunnah mubah makro dan haram tapi ketika beliau ditanya tentang permasalahan shalat apa rogob dan salat Nisfu Sya’ban ternyata beliau jawabannya bapak itu Bid’ah yang tercela Imam Nawawi Siapa yang tidak kenal imam nawawi dalam Mazhab Syafi’i semua orang yang menggelitik Mazhab Syafi’i pasti kenal Imam Nawawi kita beliau dalam Mazhab Syafi’i Islam saudara Nah apa di zaman sekarang pak dikit-dikit beda Hasanah dikit-dikit beda Hasanah jadi nggak jadi samar ini Hasanah menurut siapa bagaimana kaidah disebut itu Hasanah kalau setiap orang menganggap baik dikit-dikit Oh ini baik jadi beda Hasanah Oh ini baik jadi beda Hasanah waduh agama kita ini tidak diserahkan kepada pendapat orang dan pandangan orang Pak bahaya Coba kita perhatikan kalau dia mengatakan ini bidah yang baik kita tanya baik menurut siapa Mas kalau menurut Allah dan rasulnya mana dalilnya mana kaidahnya kalau dia hanya berkata menurut saya sih baik Siapa anda sehingga Anda berani menganggap itu sesuatu yang baik padahal yang baik menurut kita belum tentu baik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu ternyata itu baik buat kamu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu ternyata itu tidak baik buat kamu Allah yang tahu kamu tidak tahu ada orang berkata begitu tapi itu ayat tentang perang Mas kita jawab Al Ibrah yang dilihat itu keumuman lafaznya Mas bukan kekhususan Apa sebabnya jadi akhi siapapun yang ingin bilang berbicara tentang agama wajib ada dasarnya dari kitabullah dan sunnah Rasulullah dan apa yang dipahami oleh para sahabat para tabiin para tabiut tabiin dan para ulama yang mengikuti metode mereka manajemen mereka harus itu pak kalau nggak hancurnya agama apalagi Rasulullah sudah mengabarkan ya akan munculnya doa tidak abu-abu kepada pintu-pintu api neraka tapi Rasul sudah mewanti-wanti nggak semua orang yang berdakwah itu benar harus kita pilih dan pilih like akhirnya cukup dulu Pak sampai sini ya kelihatan Antum udah capek juga Kita istirahat sebentar ya Antum Terserah mau ngapain baru setelahnya kita tanya jawab sampai Zuhur Nah kita tanya istirahat 10 menit lah Rodja TV saluran Tilawah Alquran dan kajian Islam dan Radio Rodja Bandung 104.3 MM radio Raja Bogor dan Radio Rodja Bandung menyebar cahaya Sunda [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] adalah manusia yang paling baik akhlaknya muttafakun alaih [Musik] Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam semoga Allah meridhoi kepada mereka berdua Dia berkata tidaklah rasulullah shallallahu alaihi wasallam itu orang yang kasar dan tidak pula keji ucapannya dan beliau bersabda Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling bagus akhlaknya muttafakun alaih [Musik] Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] dari Abu dardas semoga Allah meridhoi kepadanya bahwasanya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak ada sesuatupun yang lebih berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat dari Akhlak Yang Mulia dan Sesungguhnya Allah membenci orang yang kasar dan keji ucapannya riwayat at-tirmidzi m Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] kelebihannya berapapun besarnya maka itu riba yang diharamkan dalam Alquran dan sunnah nabi shallallahu alaihi wasallam yang diharamkan oleh Islam kalian tidak meninggalkan riba diumumkan perang pak danau perang sama Allah melawan Allah dan Rasulullah jari-jari [Musik] sama Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam satu dirhamnya riba itu kata Rasulullah sama dengan 36 kali bersih parah daripada dia berzina dengan ibunya sendiri itu yang paling ringan [Musik] ku Nabi saya Kenapa sirik memang pantas untuk tidak diampuni dosanya [Musik] sesungguhnya kesyirikan adalah kezaliman yang sangat tidak diampuni tidak ada kecuali di bawah kekuasaan Allah [Musik] [Musik] orang mati dalam kesyirikan yang masih percaya kepada jimat masih percaya kepada tim-tim keramat tinggal kan [Tepuk tangan] Tidak ada tiket kecuali neraka selama-lamanya kekal abadi di dalamnya tinggalkan semua yang berkaitan dengan kesyirikan ini bukan masalah kecil masalah besar karena penghalang seseorang untuk masuk ke dalam surga hutang itu menghalangi orang untuk masuk ke dalam surga Jokowi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] ketika berutang datangnya dengan merengek-rengek dengan menangis dengan semua kesulitan yang ada diceritakan tapi begitu waktunya ganti tidak ada kabar tidak memberitahu tidak data apa begini adab seorang muslim Bukan nggak boleh berhutang boleh tapi hutang Ini harus kita bayar wajib kalau sudah hutang kalau ngomong dusta bohong kalau janji selalu menyalahi janji itu orang berhutang [Musik] Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] dari Aisyah semoga Allah meridhoi kepadanya Dia berkata bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha lembut ia mencintai sifat lemah lembut dalam segala urusan muttafaqun Alaihi [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] dari Aisyah semoga Allah meridhoi kepadanya sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi mencintai kelemahlembutan Allah memberikan pada sifat lemah lembut yang tidak diberikan kepada sifat kasar dan tidak pula diberikan kepada sifat-sifat yang lainnya riwayat Muslim [Musik] Shallallahu Alaihi Wasallam [Musik] [Musik] dari Aisyah semoga Allah meridhoi kepadanya sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidaklah berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya sebaiknya tidaklah sifat lemah lembut itu dicabut dari sesuatu melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk riwayat Muslim [Musik] Sallallahu Alaihi Wasallam [Musik] Rodja TV saluran Tilawah Alquran berada dan kajian Islam Para pendengar dan pemirsa Rodja TV dimanapun anda berada [Musik] lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung sedikit kita lanjutkan lagi ya Nah sekarang ada pertanyaan Mas kalau seseorang atau sesuatu itu divonis bid’ah Apakah pelakunya sudah pasti neraka Ini pertanyaan yang di zaman ini pak tidak pernah dipertanyakan oleh zaman di zaman dahulu tapi zaman sekarang ini harus Kenapa karena banyak orang tidak paham banyak orang mengira kalau kita mengatakan ini Bid’ah atau Ali bidah sama dengan neraka bedakan antara vonis di dunia dengan vonis di akhirat itu hak Allah bukan hak kita seseorang mau masuk neraka atau Surga itu hak Allah murni karena pun di dunia kita mencapai sesuatu terbit berdasarkan Kapan kajian ilmiah ini adalah merupakan hal yang diizinkan oleh syariat makanya para ulama dalam kitab-kitab mereka yang memvonis suatu perkara itu bid’ah bukan berarti kemudian pelakunya sudah pasti apa neraka Adapun hadis Qulub kesesatan itu di neraka dan setiap bidah itu sesat dan setiap kesesatan dan pelakunya di neraka hanya termasuk ancaman dan keyakinan Ahlussunnah bedakan antara janji dan ancaman kalau janji Allah pasti tepati telah berjanji orangnya beriman dan beramal saleh dan meninggal di atasnya masuk surga janji Allah pasti tepati tapi kalau ancaman belum tentu Allah lakukan Allah mengancam orang yang berbuat maksiat dengan api neraka tapi bisa jadi Allah maafkan karena ada sebab-sebabnya yang mengatakan apa seseorang yang jatuh kepada penyimpangan kesesatan dan yang lainnya bisa jadi dia tidak masuk neraka karena pertama bisa jadi dia bertaubat Sebelum meninggal dunia atau yang kedua bihasanatin mahiya dia punya kebaikan yang sangat besar di sisi Allah sehingga menggugurkan dosa-dosanya atau yang kedua bima said dunia dengan musibah-musibah yang berat yang ia rasakan di dunia Allah maafkan dosa-dosanya atau yang keempat kata beliau syafaatnya Rasulullah dia dapat syafaat Rasul Rasulullah karena tauhidnya jadi ketika kita mengatakan bahwa bulan misalnya sebagai ahli bidah ini perkara yang beda ini hanya hukuman di dunia Adapun masalah memastikan pelakunya ke neraka tidak boleh dengan ijma seluruh ahlussunnah nggak boleh kita memastikan simpulan Patih surga Si Fulan pasti Imam Bukhari saja dalam Kitab Shahih Bukhari membawakan sebuah judul BAB tidak boleh dikatakan Fulan mati syahid ya kemudian membawakan hadits tentang orang yang berperang di jalan Allah dengan gagah berani sampai-sampai para sahabat mengira bahwa dia akan masuk surga ternyata Rasulullah besar dapat tidak dia penduduk neraka heran para sahabat diikuti orang tersebut ke mana saja pergi ternyata dia terluka parah kemudian ia tidak sabaran bunuh diri demikian pula hadis yang ada budak rasulullah yang terkena panah ya apa namanya lalu ia pun meninggal dunia Lalu ada seorang sahabat mengatakan kata Rasulullah tidak ada ya sesungguhnya sendal atau pakaian yang ia pernah IA ambil dari goni mah yang belum dibagikan sekarang menjadi api neraka buat dia bayangkan kita saja ya tidak bisa memastikan Si Fulan mati kalau ada orang yang meninggal dalam keadaan sujud dalam salat bisa nggak Antum pastikan dia matinya Khusnul Khotimah belum tentu kita hanya berharap karena kita tidak tahu niatnya gimana bisa jadi dideria dalam salatnya akhirnya pas meriah gitu meninggalnya dalam keadaan riyal Khotimah naudzubillah ini maka dari itulah pemahaman sebagian orang mengatakan bahwa kalau kita bicara tentang itu pengadilan akhirat ada orang mengatakan begitu Pak itu radio pengadilan akhirat itu ya Subhanallah ini hanya hukum di dunia Adapun di akhirat itu milik siapa Allah Azza wa Jalla Allah yang paling tahu siapa yang berhak masuk surga dan siapa yang berat masuk apa neraka pahami Ini baik-baik saudaraku seiman baik ada yang mau bertanya nggak Kalau nggak ada yang mau tanya kita lanjut tapi kemudian diikuti pertama mengikuti pendapat tadi mengikuti Usman padahal mengingkari perbuatan Utsman yang waktu itu Utsman bin Affan salat secara sempurna dan tidak mengqasar saat haji Apa alasan utama Usman sholatnya tidak mengqasar karena ijtihad beliau bahwa ini yang datang haji ini bukan cuma orang yang berilmu orang awam pun datang orang-orang Arab Baduy pun datang khawatir kalau beliau hanya salat dua rakaat dikira salat cuma dua rakaat sehingga kita khawatir takut fitnah maka beliau pun shalat secara sempurna itu alasan yang paling kuat Pak dibandingkan dengan alasan-alasan yang lainnya Ibnu Mas’ud mengingkari perbuatan Utsman Kenapa karena selama ini beliau yang beliau lihat Rasulullah tidak pernah Safar kecuali pasti qasar dan yang dimaksud lihat ketika Haji Wada Rasulullah SAW pun shalatnya qasar bukan apa bukan bukan sempurna tapi Ibnu Mas’ud tetap mengikuti apa Karena ini istri hadiah kan ini apa masalah-masalah yang sifatnya ijtihah dia yang berbeda pandangan yang lebih baik kita ikut Imam contoh misalnya Antum pendapatnya duduk maka namanya iftiras kalau dua rakaat sementara Imam pendapatnya tawaruk lalu kita bernama Mun di belakang dia lebih baik tapi dalam masalah itu semua ulama sepakat ijma’ itu bidah Maka jangan diikuti tapi kalau itu masih diperselisihkan masalah ijtihad dia makanya yang lebih baik kita apa ngikutin Imam paham tidak Mas dalam ijtihad Kita memandang bahwa itu salah itu kan ikhtiar kita itu salah Tapi beliau sudah berijtihad dan melihat ada dalil lain yang melihat sehingga dia melakukan yang berbeda dengan pendapat kita makanya adalah masalah-masalah kayak ginian aja Pak para sahabat tidak berpecah belah masuk tidak keluar-keluar ke orang itu hati-hati kalau kita kan kalau udah bisa memvonis orang udah petantang silakan Pak jauhi orang-orang yang mengamalkan akal daripada dalil saya belum dapat riwayat dengan lafaz seperti itu namun para ulama sepakat bahwa orang yang mengutamakan akal Debra dalil ini termasuk pengikut iblis dan keras para ulama dalam masalah ini terhadap orang-orang yang lebih mendewakan apa kalau kita jauhi karena takut syubhat dia nggak masalah jauh kalau ada Ustadz yang dia lebih mendewakan akalnya daripada dalil nggak masalah Antum tidak duduk di majelis dia bahkan bisa jadi wajib antum apa haram hukumnya duduk di masjid dia kalau ternyata dia mendewakan akal di atas Apa dalil tapi terkadang Pak ada seorang ulama yang meninggalkan dalil bukan karena akal tapi karena melihat ada dalil lain yang lebih apa kuat tapi tadi Utsman bin Affan Kenapa Utsman bin Affan tidak salat dua rakaatnya Rasulullah karena Utsman memandang khawatir ini fitnah khawatir apa fitnah kalau beliau cuma shalat dua rakaat nanti orang-orang yang Baduy dan yang lain nganggap Oh ini cuma dua rakaat nanti dia khawatirkan kita sedangkan kaidah mengatakan apa meninggalkan Fitnah lebih didahulukan daripada mendatangkan apa ketika Haji beliau sempurna juga dan alasannya dengan Utsman beda kalau Aisyah memandang bahwa meng-qasar itu hanya rukhsah saja keringanan sedangkan keringanan itu boleh diambil dan boleh tidak walaupun lebih utama diambil tapi Aisyah memandang bahwa azimah lebih baik daripada bukan karena Aisyah ingin menentang apa jadi jangan kita langsung memvonis ini orang kok menolak dengan akalnya ntar dulu bisa jadi dia bukan bukan dia tidak Bukan dia menolak dalil tapi dia melihat ada sesuatu yang rajin lebih kuat daripada dia dari kaidah-kaidah Syariah kita orang awam terkadang begitu mudahnya langsung menuduh ulama nih kok menjadi si dalil mendewakan akal ini hati-hati mas kita tanya dulu kenapa sebabnya supaya kita tidak mudah untuk mengatakan oh masih Fulan lebih mendewakan akal daripada dalil ya kita periksa dulu kalau ternyata kita setelah periksa memang benar dia lebih mengutamakan akal kenapa karena dia punya kaidah apabila dalil bertabrakan dengan akal maka lebih dahulu kenapa akal seperti akhirnya kau mau takziah memang keyakinan waktu itu muktazilah itu mengatakan dan juga ya orang-orang yang terpengaruh dengan komutazilah sepertigami dan yang lainnya mereka punya kaidah bahwa apabila bertabrakan antara akal dengan dalil maka dalil ini harus ditolak atau Maka kalau dia punya keyakinan seperti ini baru kita katakan ini mu’tazilah ini yang harus dijauhi tapi kalau dia punya keyakinan dalil lebih tinggi daripada apa akal lalu dia kemudian suatu ketika meninggalkan suatu dalil karena dia melihat ada sesuatu yang dia pandang lebih rajih jangan sekali-kali kita langsung menuduh dia mendewakan apa hati-hati jadi jangan bermudah-mudahan dalam memvonis orang sampai kita periksa dulu Allah kita itu sikap yang tidak baik sama sekali apalagi kalau yang melakukannya seorang sahabat seorang ulama yang kita ketahui di atas sunnah maka kita kalaupun memang ternyata beliau salah kita berikan 1000 udzur karena tidak ada ulama yang lepas dari kesalahan Mas sampai-sampai Sebagian ulama mengatakan kalau gara-gara 123 kesalahan kita tinggalkan tidak ada di dunia ini yang akan selamat dari kesalahan kita semua tahu akan keagungan beliau Maaf sudah beliau yang paling kuat membela akidah di zamannya tapi Subhanallah beliau jatuh kepada kesalahan dalam masalah apa kekekalan api neraka yang dibantah oleh para ulama setelahnya tapi kita berikan kepada beliau beliau sudah berijtihad dan orang yang mau ijtihad kalau dia berijtihad kemudian salah dapat satu pahala Kalau benar dapat dua pahala tapi kita tidak boleh Ikuti apa ijtihadnya kita harus pahami betul dalam masalah ini tidak ada baik kita lanjutkan sedikit lagi ya kalau nggak ada yang bertanya kajian kita sepertinya cuma sampai Zuhur aja nggak sampai ashar sholat dzuhur selesai kemudian Beliau berkata wa Tarkul Kusuma dan meninggalkan Kusuma Apa sih kusumad itu Pak Kusuma itu sama artinya dengan jidal jidal itu berdebat dan berdebat tahun Islam ada dua hukum ada debat yang diperbolehkan itu yang disebutkan dalam firman Allah kamu kepada jalanmu dengan penuh hikmah dan mau itu Hasanah ya peringatan nasihat yang baik dan debat mereka dengan cara yang lebih baik lihat Allah menyebutkan diantara tata cara dakwah adalah berdebat dengan yang lebih baik apa makna debat yang lebih baik itu Pak Itu berdebat dengan hujjah dan Dalil dan tujuannya membela kebenaran yang dilarang oleh Allah itu berdebat dengan kebatilan dan untuk membela kebatilan Allah berfirman wajah dahulu kebatilan untuk menghancurkan kebenaran ini yang haram atau jidal debat hanya untuk mencari kemenangan bukan untuk cari kebenaran Terkadang sebagian orang nggak mau kalah Kalau debat Pak kadang nggak mau memang tujuannya cari kemenangan kita bawakan hujjah atau kotaknya ya lu kalau ketemu sama orang ini pergi ada manfaatnya untuk karena niatnya udah salah untuk cari apa kemenangan bukan cari apa kebenaran susah seperti ini demikian pula peginal dengan orang yang bodoh nggak ada manfaatnya yang ada berantem Pak Imam Syafi’i rahimahullah pernah berdebat dengan orang yang bodoh ketika bawakan dalil nggak paham apa kata Imam Syafi’i aku kalah oleh kebodohan kamu beliau pun pergi nggak mau melanjutkan debat karena orang bodoh itu sekalian Lalu bagaimana berdebat dengan orang-orang yang pemikirannya sesat dan yang lainnya boleh tidak pada asalnya nggak boleh karena dikhawatirkan akan masuk syubhat ke pemikiran kita kecuali kalau memang masalahnya lebih besar dan terpaksa seperti Imam Ahmad mendebat orang-orang Sufi di Imam Ahmad Imam Syafi’i berdebat dengan ya yang terkenal sesat di zamannya itu berdebat yang dihadapan sang khalifah menghancurkan hujan-hujah kaum Sufyan beritanya itu masyhur bagi mereka yang pernah membacanya Masya Allah boleh kalau memang ternyata orang yang berdebat ini punya huja yang kuat Paham bagaimana berdebat dan Paham bagaimana membantah syubhat Adapun kalau kita nggak punya ilmunya banyak jangan sekali-kali apa orang yang kalah debat itu bukan berarti dia salah belum tentu pak bisa jadi karena dia kurang ilmunya untuk menegakkan kebenaran makanya kita tidak boleh menilai kebenaran itu dari perdebatan tidak boleh Bagaimana kalau ada dua orang berdebat yang satu ahlussunnah yang satu muktazilah apakah berarti muktazilah bener Ya enggaklah kalau ada debat antara ahlussunnah dengan Syiah yang ahlussunnah kalah apabila apabila bukan Pak kita katakan karena dia kurang ilmunya tidak mampu untuk membantah syubhat lawannya orang awam yang melihat perdebatan itu jadi sorak-sorai kan orang awam tau sendiri yang kalah disorakin yang menang ditepokin maka dari itulah banyak sekali perkataan para ulama anjuran untuk jangan berdebat dengan orang-orang yang sesat itu yang menyimpang itu maka di sini juga beliau dan tinggalkan berdebat dan duduk ya bersama Ashabul ahwal Iya para ulama maksudnya Ahlul bidah Kenapa karena kita khawatir ini pemikiran kita menular ke kita nih Pak nih menular Kalau antum duduk di majelisnya Ustadz yang pemikirannya mu’tazilah Antum pasti kena sobat ya saya udah kuat ilmunya Masya Allah tahu nggak Imam Ahmad hafal 1 juta hadis Pak beliau melewati majelisnya muktazilah beliau tutup nih telinganya Beliau menyuruh anaknya yang mengatakan tutup Kenapa karena hati kita ini lemah syubhat itu menyambar-nyambar kalau ada orang berkata gini saya nuntut ilmu sama siapa aja ambil baiknya buang buruknya saya bukan apa-apa kasihan sama orang itu Kenapa Apa kemampuan dia untuk menilai ini baik dan kalau setingkat Imam Ahmad yang sudah hafal 1 juta hari saja enggak berani duduk timbangan mendengarkan ceramahnya orang muktazilah siapa Anda yang papulasi saja nggak apa-apa itu Bedanya apa kalau ulama terdahulu itu gak mau hatinya jadi tong sampah kalau kita jadi tong sampah masuk semua pemikiran jadinya bingung sendiri ini yang bener yang mana kebingungan maka Antum Antum yang berada di awal-awal menuntut ilmu ya sangat dianjurkan memilah dan memilih supaya Antum selamat keselamatan dalam agama itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga kan perdebatan itu Miraj dalam agama ini Rasulullah SAW Pak memberikan pahala besar bagi orang yang meninggalkan perdebatan Walaupun dia di pihak yang benar dalam hadits Abu Daud dalam sunannya Rasulullah SAW bersabda karena aku menjamin dengan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun ia di pihak yang benar tuh kalau kita ditantang debat kita tolak orang pasti akan mengatakan keok Biarin mau sebut keok nggak yang penting kita selamat bukan masalah keok dan menang Pak yang penting adalah gimana keselamatan agama kita itu yang kita pikirkan karena sudah kita sebutkan tadi kalahnya dalam perdebatan itu belum tentu yang kalah itu di atas kesalahan bisa jadi karena Apa kurangnya ilmu untuk menegakkan kebenaran saudara Rasulullah Sunnah menurut Kami adalah Asal Rasulullah itu hadis-hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan sunnahlah yang menafsirkan Alquran sunnah yang menafsirkan apa mana ayat dalilnya yaitu firman Allah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Tuhan dalam surat an-nahl ayat 44 dan kami turunkan kepada engkau Az zikr yaitu Alquran itu bayi kamu menjelaskan kepada manusia Manusia diturunkan kepada mereka tersebut berarti fungsi sunnah itu apa Pak Rasulullah itu fungsinya menjelaskan Al Quran makanya Umar Bin Khattab berkata apa Alquran nanti akan datang suatu kaum yang akan mendebat kalian dengan ayat-ayat mutasyabihat maka debat mereka dengan sunnah karena orang yang paling paham sunnah adalah yang paling paham tentang kitabullah orang yang paling paham hadits otomatis dia yang paling paham tentang apa Alquran Kenapa karena hadis yang menjelaskan Alquran bukan kebalikan ya makanya apa kalau ada orang yang ingkar sunnah ada nggak ingkar sunnah kelompok yang mengingkari hadis banyak di zaman sekarang dan rasul sudah mengabarkan itu akan muncul kelompok seperti itu hampir nanti akan datang apa namanya seorang laki-laki yang duduk di atas depannya ketika datang kepadanya sunnahku hadisku Dia berkata bahwa udah tinggalkan Hadits cukup yang ada dalam Alquran saja kata Rasulullah ketahuilah aku diberikan oleh Allah Alquran dan yang sama dengan Alquran itu makanya penting Pak orang yang mau menafsirkan Alquran tuh harus paham tentang apa sunnah harus luas dia pengetahuannya tentang Hadis Rasulullah SAW makanya Imam Al juri meriwayatkan sebuah riwayat yang terjadi di zaman sahabat Ketika ada seorang sahabat saya lupa namanya Jabir bin Abdullah atas siapa gitu ketika membawakan hadis-hadis Rasulullah SAW Dia berkata apa Udahlah nggak usah kita nggak butuh habis cukup Alquran saja apa kata sahabat ini Allah kamu dapat nggak dalam Alquran bahwa salat zuhur itu 4 rakaat ada kata dia nggak ada ada nggak dalam Alquran surat magrib 3 rakaat dalam Alquran salat subuh 2 rakaat nggak ada adanya di mana dalam hadis bahkan penjelasan sholat aja Pak dari Takbiratul Ihram sampai salam adanya dalam hadis dalam Alquran nggak ada coba cari cara ayatnya yang menyebutkan tentang cara salat dari awal sampai akhir ada nggak dalam Alquran cari ayatnya nggak ada adanya di mana dalam hadis sekarang kalau antum menolak hadis cara salatnya gimana dong makanya penting sekali ya kita mempelajari hadits makanya Rasulullah SAW menghancurkan umatnya mendoakan umatnya yang mempelajari hadis Pak dalam riwayat sebuah hadis yang Mutawatir yang diriwayatkan oleh sekitar 20 sahabat Rasulullah bersabda Rasulullah Semoga Allah memberikan cahaya di wajah orang yang mendengarkan sabdaku lalu ia memahaminya lalu ia menghafalnya lalu ia menyampaikannya sampai Rasul mendoakan Pak kalau kita pengen dapat doa ini belajar di hadis Gimana caranya tentu duduk di majelis seorang Ustadz yang dia paham betul tentang hadis Bagaimana memilah ini dan yang lainnya merujuk kitab-kitab para ulama dalam menafsirkan Apa hadis baik segera cukup sampai disini dulu karena sebentar lagi mau Dzuhur dan tentunya kita persiapan menuju dzuhur Subhanallah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan mohon maaf tidak selesai dan Insya Allah kalau ada sumur di ladang bolehlah menumpang mandi Kalau ada waktu mendatang Insya Allah ketemu lagi Mas Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *