Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [Live] : Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin – YouTube

Transcript:
(00:07) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja agar seorang muslim khusyuk di dalam salatnya. Ya, sehingga hal-hal yang akan mengurangi atau merusak kekhusyukannya itu supaya dihind dihindari. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(00:50) Ikhwat Islam azaniallahu waakum. Alhamdulillahbilamin hamdan mubarokan f kama yuhibunaard wasatu wasalamu mursalin waa alihi wa ashabi ajabahum bisumilqiamah ba ikhwat Islam azaniallahu wyakum para pendengar pemerhati dan sahabat raja semuanya kembali kita di pagi hari ini dipertemukan oleh Allah subhanahu wa taala dalam satu acara yang tentunya nya kita berharap pada Allah mendapatkan faedah ilmu di pagi hari ini. Ikhw Islam azani Allahuakum.
(01:29) Dan kita juga memohon kepada Allah subhanahu wa taala agar pagi hari ini Allah memberikan kepada kita karunia dan keberkahannya untuk kita menjelang pagi hingga sore nanti insyaallah. Allahum amin. Dan pada kesempatan pagi hari ini kembali kami hend kami hadirkan di ruang dengar Anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan kitab Riyadus Shihin.
(01:53) Dan insyaallah pada pagi hari ini kembali kita akan menyimak bersama kajian ini yang akan disampaikan oleh guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Balim Lc. Mahi hafidullahu taala. Dan pada pagi hari ini kembali ke beliau kembali beliau akan membahas tema tentang hal penting dalam Islam pada bagian yang ketujuh di kesempatan pagi hari ini.
(02:18) Tentunya pembahasan ini sangat penting untuk kita simak bersama. Dan ikhwat Islam azani Allahu wyakum setelah kajian disampaikan oleh beliau kami membuka sesi interaktif soal jawab. Bagi Anda semuanya yang ingin bertanya Anda bisa menghubung kami secara langsung di 0218236543. ataupun Anda dapat bertanya melalui chat WA di 0218236543. Nam ikhwal Islam azani Allahu wyakum.
(02:47) Alhamdulillah kami telah terhubung dengan ustaz yang berada di studio Aliman Center. Untuk selanjutnya kita akan simak bersama dan kepada ustaz kami persilakan. Falyatafadal maskuron. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh wa naud nazubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’alina may yahdihillahu fala mudillalahu w yudlil fala hadiyaalah.
(03:21) Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladina amanutaqulaha haqqati w tamutun illaum muslimun yaquum nafs wahqisa wattaqulahuna bihi wal arham inallahaikumq ya aina amanqulaha wauluanakum kitabullah had Muhammadinallahu alaihi wasallam umuri wa muhin bidah bidatinalah wain finar maasyiral muslimin rahimakumullah alhamdulillah para pemirsa dan para pendengar televisi Radio Raja di mana
(04:29) pun Anda berada semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita kembali bertemu dalam pembahasan hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasahbihi wasallam dari kitab Riyadus Shihin min kalami sayyidil mursalin sallallahu alaihi wasallam.
(04:53) Buah karya dari Al Imam Abu Zakaria Yahya bin Syar. Addawawi rahimahullah taala rahmatan wasiah. Pembahasan kita masih pada hal-hal yang amat penting ya dari berbagai masalah ya yang di sampaikan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini semua dikumpulkan hadis-hadis ini oleh Al Imam An-Nawawi rahimahullah taala rahmatan wasiah.
(05:26) Hadis yang akan kita bahas insyaallahu taala adalah hadis Auf bin Malik bin Attuhufail. Q Nawawiu rahimahullah taala. Wa ibni Malikin ibn Thufail. Anna Aisyah radhiallahu anhadat anna Abdallah ibn azzubair radhiallahu anhuma q fi bin ainu Aisyatu radhiallahu taala anha. Dari Abdul dari Auf bin Malik bin Thufail beliau berkata bahwa Aisyah radhiallahu taala anha ya beliau disampaikan kepada beliau oleh seseorang bahwa Abdullah ibn Zubair Abdullah bin Zubair ini adalah keponakan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha Abdullah ibn Zubair radhiallahu anhuma
(06:34) ya pernah ee berkata tentang ee jual beli ya ee tentang jual ee beli atau pemberian yang diberikan oleh Aisyah radhiallahu taala anha ya ya kepada Abdullah Ibnu Zubair. Kata Abdullah Ibnu Zubair, “Wallahi latantahiyanna aisyatu a lahjuranna alaiha.” Ya, ini Aisyah ee berhenti dari apa yang dia lakukan ya, yakni tentang jual beli itu ya.
(07:18) atau laahjurunna alaiha atau aku akan eh yakni tidak mengajak bicara kepada beliau. Ya, disebutkan di sini aisyatu ya. Dalam satu riwayatin laha baatha yaitu tentang satu rumah yang dijual oleh Aisyah radhiallahu taala anha. ketika mendengar ya ketika sampai ucapan Abdullah Ibnu Zubair ini kepada Aisyah radhiallahu taala anha ya bahwa Abdullah bin Zubair mengatakan agar Aisyah berhenti dari menjual rumah itu atau aku nanti benar-benar akan ee apa tidak ajak bicara kepada beliau. Maka kata Aisyah radhiallahu anha,
(08:16) qalat, “Ahua q, apakah benar dia mengucapkan kalimat ini?” Q naam. Kata mereka, “Iya, ini ucapan Abdullah Ibnu Zubair.” Ini keponakannya, keponakan Aisyah. Naam. E qolu naam. Mereka mengatakan bahwa betul Abdullah bin Zubair mengucapkan kalimat tersebut. Qalat.
(08:52) Maka kata Aisyah radhiallahu anha setelah memastikan tentang ucapan Abdullah Ibnu Zubair terhadap beliau, qolat kata Aisyah, “Hua lillahi alaiya nadrud alla ukallima ya. Alla ukallima ibna Zubair abadan. Langsung Aisyah radhiallahu anha bersumpah bernazar bahwa dia tidak akan berbicara dengan Abdullah ibn Zubair, yakni keponakannya sendiri selamanya. Hal ini berlangsung berjalan.
(09:36) Lalu kemudian fastasfaa Ibnu Zubair ilaiha hina thatil hijratu. Maka Abdullah bin Zubair ya beliau ini berupaya mencarikan orang ya yang apa namanya menyampaikan kepada Aisyah radhiallahu anha ini menyampaikan penyesalannya atau bahwa dia ingin berbicara bertemu dengan Aisyah setelah lama mereka tidak berbicara ya Aisyah dan Ibnu Zubair faqalat ketika ada orang menyampaikan pada Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu anha ya tentang apa yang diinginkan oleh ponakannya yaitu Abdullah ibn Zubair ya ibaratnya ingin ya meminta maaf atas
(10:29) kesalahannya kata Aisyah radhiallahu anha la wallahi la usyafiu fihi abadan tidak demi Allah aku tidak akan yakni ee Y ibaratnya tidak akan memaafkan dia ya. J aku tidak mau ada orang menjadi perantara ya. Walahanri. Dan aku tidak akan membatalkan sumpahku. Ya, tidak membayar kafa, tidak akan membatalkan sumpahku dengan membayar kafarah.
(11:06) Ini artinya tekad bulat dari Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu taala anha terhadap Abdullah Ibnu Zubair. Falammaika ala ibni Zubair. ketika hal ini terus berlangsung ya, yaitu Aisyah tidak mau ajak bicara, tidak mau apa ee ada perantara ya untuk mendamaikan mereka, maka kallam miswara ibna makhromah. Setelah berlangsung ulama peristiwa ini, hajar ini ya, maka Abdullah Ibnu Zubair meminta meminta atau berbicara kepada Al e Almiswar bin Makhromah ya dan juga kepada Abdurrahman Ibnu Aswad ibn Abdi Yaghut ya. Maka Abdullah Ibnu Zubair berbicara pada dua orang ini ya. Waq lahuma. Dan Abdullah ibn Zubair
(12:10) berkata kepada dua orang ini, ansyudukumallaha ya lama adaltumuni ala Aisyah radhiallahu anha. Jadi aku ya bersumpah dengan nama Allah kalian tolong untuk ya menemukan aku dengan Aisyah radhiallahu anha. Fainnaha la yahillu lahariqati. Karena kata Abdullah bin Zubair, tidak halal bagi beliau, bagi Aisyah ya untuk ya bernazar, bersumpah, memutuskan silaturahmi antara aku dengan beliau.
(12:57) Faqbal bihi almiswar ya wa Abdurrahman ya. Maka Almiswar bin Makhromah dan Abdurrahman Ibnu Aswad mereka ya datang kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha. Hatta istana ala Aisyata. Mereka datang kemudian minta izin kepada Aisyah untuk masuk ke rumah Aisyah untuk menemui beliau.
(13:36) Ya, faqala kata mereka ya, yaitu Almiswar bin Makhromah dan Abdurrahman bin Al-Aswad. Asalamualaika alaiki warahmatullahi wabarakatuh. Ini mereka mengucapkan salam kepada Aisyah radhiallahu anha. Lalu mereka bertanya, “Anadkhulu?” Ya, apakah boleh kami masuk ini masuk ke ke rumahmu ya? Ini di antara adab minta izin. Jadi jangan langsung nyelonong ke rumah orang ya, tapi minta izin boleh gak masuk.
(14:10) Anadkulu apakah kami boleh masuk? Ya, ini ke rumahmu qat qolat aisyatu udkulu. Kata Aisyah, silakan masuk kalian silakan masuk. Qata mereka ya, dua orang ini mengatakan kulluna ini apakah boleh kami semua ini masuk ya kami semua yang ada yang datang ini semua boleh masuk naam udulu kata Aisyah radhiallahu anha iya silakan masuk semuanya wala tamamu anna maahuma ibna Zubair ya sementara Aisyah radhiallahu anha tidak mengetahui bahwasanya bersama dua orang ini ada Abdullah Ibnu Zubair, mereka tiga orang ya. Jadi Aisyah tidak tidak mengetahui ya. Apalagi rumah zaman dulu tidak
(15:09) seperti sekarang. Sekarang bisa lihat dari kaca ya dulu tertutup ya. Jadi Aisyah tidak mengetahui bahwa Abdullah Ibnu Zubair ponaan beliau itu juga datang bersama Almiswar bin Makhromah dan Abdurrahman bin Al-Aswad. Kemudian falamma dakolu ketika mereka masuk yakni tiga orang ini masuk eh dua orang ini masuk dakala Ibnu Zubair alhijab maka Abdullah Ibnu Zubair masuk langsung menembus hijab yang ada ya karena dahulu mereka tidak gampang berbicara ya dengan wanita apalagi yang bukan mahram Ya, jadi dua orang ini berhenti pada ee
(16:05) apa di apa tabir ya, tidak melihat langsung Ummul Mukminin. Tapi Abdullah Ibnu Zubair beliau langsung ya masuk ke ke dalam ee melewati hijab itu karena ini bibiknya Aisyah bibikinya Abdullah Ibnu Zubair ya ini putra dari Asma binti Abu Siddiq. ya, saudaranya Aisyah ya.
(16:37) Jadi ini mahramnya Abdullah bin Zubair itu mahram dengan Aisyah. Maka dia langsung masuk menembus ya tabir yang menghalangi antara ee yang akan bertemu ya yang bukan mahram dengan Aisyah. Dia langsung menembus tabir itu. Aisyah radhiallahu anha. Lalu Abdullah ibn Zubair langsung memeluk bibnya. ya memeluk Aisyah. Kemudian dia meminta dengan sangat ya dan dia menangis.
(17:12) Abdullah Ibnu Zubair ini ya menyesali ucapannya ya dan dia minta maaf kemudian minta ee sambil menangis ya dia minta maaf kepada Aisyah radhiallahu anha. Aliswar wa Abdurahman yunasidaniha. Ya. Dan dua orang yang ada di balik hijab ya. Dua orang yang ada di balik tabir yaitu Almiswar Ibnu Makhromah dan Abdurrahman Ibnu Aswad.
(17:46) Mereka di balik tabir mereka juga apa mengatakan ikut apa nimbrung berbicara kepada Aisyah yang meminta kepada Aisyah agar beliau maafkan ponahannya. Ya, mereka dua ini minta agar dimaafkan ponannya dan mau berbicara lagi dengan ponahan beliau ya. Yunasidaniu waqilatu agar mereka agar Aisyah mau berbicara, mau menerima, mau menerima atau memberikan maaf ya dari permintaan Abdullah Ibnu Zubair wulan.
(18:26) Dan mereka menasihati Aisyah dua orang ini kata mereka in Nabi shallallahu alaihi wasallam nahamaq alimti minal hijrati ya. Jadi kata mereka, sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wasallam telah melarang ya sesuatu yang tentu engkau mengetahui ya wahai Aisyah Ummul Mukminin ya tentang tidak bolehnya Alhajar ya mendiamkan saudaranya ya. [Tepuk tangan] Dan mereka membawakan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mana Nabi sallallahu alaihi wasallam itu mengatakan tidak halal bagi seorang muslim ya dia mendiamkan saudaranya lebih dari tiga lebih dari 3 malam ais miniratih
(19:22) nah setelah mereka berulang-ulang ya ya mengatakan apa menyampaikan pada Aisyah agar beliau maafkan ya agar beliau mau menerima ya ponaannya yaitu Abdullah ibn Zubair ya. Mereka ingatkan kepada beliauqat tuzakkiruhuma watabki. Maka beliau pun mengingatkan mereka Aisyah mengingatkan mereka berdua itu dan mereka dan beliau menangis yaitu Aisyah menangis.
(20:00) Dan kata Aisyah radhiallahu anha, inni naduadid, sesungguhnya aku telah bernazar dan nazar itu adalah sesuatu yang berat. Ya, aku telah bernazar, kata Aisyah, untuk tidak berbicara dengan e Abdullah bin Zubair dan nazar itu berat ya. amala ibn Zubair. Tetapi mereka dua orang ini terus berupaya ya, terus berupaya menyampaikan permohonan mereka kepada Aisyah radhiallahu anha agar mau berbicara dengan Ibnu Zubair dan Abdullah bin Zubair yaitu pona pon ponaannya.
(20:48) Akhirnya diterimalah oleh Aisyah radhiallahu anha dan dia membayar nazarnya ya atau ee kafarah kepada nazarnya dengan membebaskan 40 budak radhiallahu anha. Jadi Aisyah membebaskan 40 budak [Tepuk tangan] ya baalika ya. Dan beliau menyampaikan nazarnya kepada mereka ya. Beliau menyampaikan nazar kepada mereka ya.
(21:30) Fatabki hatta tabulla dumuaha himaroha. Hatta tabulla dumuuha khimaroha. Maka mereka atau Aisyah menangis ya sampai air matanya itu membasahi jilbab ya hijab yang beliau yang beliau pakai. Hadis ini riwayat Imam albukhari di dalam Sahih Albukhari. Nah, hadis ini menceritakan kepada kita sebuah kejadian yang kejadian ini penuh dengan pelajaran ya.
(22:08) penuh dengan pelajaran ya, yaitu ya di antaranya adalah bolehnya seorang itu mendiamkan saudaranya ya yang dia itu tidak mampu memegang atau me ee menjaga hartanya ya. Ya, bahkan mungkin dia mubadir. Karena inilah yang dikatakan oleh Abdullah Ibnu Zubair ya. Ketika Aisyah menjual rumahnya, dia khawatir nanti ya hartanya itu keuangannya itu tidak bisa dikelola dengan baik. Ya.
(23:01) Kemudian juga pelajaran yang diambil dari hadis ini adalah dibolehkannya seorang ya mendiamkan saudaranya, tidak berbicara dengan saudaranya. Ya, kalau benar-benar itu karena Allah ya. Namun tidak boleh lebih dari tiga 3 hari. Tidak boleh lebih dari 3 hari. tiga 3 malam ya.
(23:34) Dan ini apabila dalam hal berkaitan dengan hal-hal dunia duniawi ya. Tetapi kalau hal berkaitan dengan agama ketika seorang menghajar ya memutuskan hubungan dengan ahlul bidah misalnya itu boleh lebih dari tiga 3 hari. Itu boleh lebih dari 3 hari. Tetapi kalau urusan-urusan duniawi ya, maka tidak boleh ya lebih dari 3 hari.
(24:06) Karena para ulama menyebutkan ketika seorang mendiamkan saudaranya selama 3 hari karena urusan-urusan duniawi misalnya, itu adalah dia memberikan haknya diri ini. Haqun nafs ya. Dia memberikan haknya nafsu ini tiga 3 hari. Tetapi selebihnya dari itu ya harus dia ajak bicara kepada saudaranya. Dan orang yang terbaik di antara dua orang yang tidak berbicara itu ya yang tidak saling berbicara ya yang terbaik di antara dua orang itu adalah yang mengawali mengucapkan salam ya man yabdau bis balam ya misalnya si A dan si B mereka bertikai masalah ya masalah-masalah hal yang
(24:47) kecil misal duniawi ya kemudian mereka saling tidak berbicara tidak menyapa satu dengan yang lainnya ini cukup hanya tiga tiga 3 hari ya setelah 3 hari atau 3 malam ya harus mereka itu perbaiki hubungan mereka dan orang terbaik di antara dua dua orang ini tadi yang pertama mengucapkan salam kepada saudaranya ya yang dia menghajar atau tidak berbicara dengan saudaranya tersebut.
(25:22) Kemudian hadis ini menjelaskan pada kita tentang adanya ya hal-hal yang terjadi di zaman Nabi ee di zaman para sahabat dahulu yang itu adalah hal yang manusia manusiawi yaitu perbedaan atau perselisihan antara Aisyah radhiallahu anha ummul dengan Abdullah Ibnu Zubair sang ponaan beliau sendiri. Ya, ini hal yang wajar manusiawi ya. Hanya saja tidak boleh sampai berlarut-larut.
(25:55) Ya, ini tidak dibenarkan oleh agama ya. Kemudian hadis ini juga menjelaskan kepada kita adab-adab izin ketika masuk di rumah orang ya. jangan langsung masuk. Tapi dia misalnya sebagaimana yang dicontohkan oleh Al Miswar bin Makhromah rahimahullah dan Abdurrahman Ibnul Aswad ya mereka minta izin setelah mengucapkan salam kemudian mereka minta izin boleh kami masuk gak ya itu ya kalau mungkin kita di saat kita sekarang ini ya kita kalau sekarang sudah ada telepon misalnya seorang akan datang ke rumah seseor orang hendaknya dia menginformasikan
(26:44) apa boleh kami datang nanti eh jam sekian kami ada sekian orang itu termasuk adab jangan langsung datang nyelonong gak pakai ngomong pada orang itu ya dan ini sering terjadi ya tahu-tahunya muncul orangnya ya sementara dia tidak menginformasikan dan orang yang didatangi itu kadang-kadang punya urusan banyak ya ini hal-hal yang termasuk untuk me menyelisihi adab ya.
(27:17) Jadi adab yang baik itu adalah seorang ya ketika dia akan datang ya mengunjungi silaturahmi itu diinformasikan sebelumnya ya kecuali dalam hal yang betul-betul daru darurat ya itu tidak mengapa ya. Jadi adabnya seorang ketika akan menziarahi seseorang ya ketika akan masuk rumah itu harus dengan misalnya mengucapkan salam terus meminta izin boleh gak kami masuk ya kalau diizinkan boleh masuk kalau tidak ya tunggu tunggu di luar ya.
(28:00) Sementara di zaman kita ini karena adab-adab Islam ini sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian kaum muslimin sehingga kita melihat dalam kehidupan sehari-hari ya terutama pada sebagian masyarakat itu seorang masuk keluar rumah orang lain dengan gampangnya ya dengan seenaknya tanpa memberitahukan ya nyelonong masuk padahal bisa jadi Jadi di rumah itu ada mungkin wanita-wanita yang masih terbuka aurat mereka ya atau dalam keadaan yang memang tidak pantas untuk di dilihat ya.
(28:41) Nah, jadi hikmah dari izin itu sebelum masuk adalah supaya di antara hikmahnya orang yang berada di rumah itu dia mempersiapkan dirinya ya, dia menutup auratnya. Itu di antara hikmahnya ya. itu antara hikmahnya. Maka kalau ada ya di antara kita atau saudara-saudara kita ya yang datang ke rumah kita misalnya ya kemudian masuk CNA-nya ya bisa diingatkan ingatkan dengan cara yang yang baik ya ingatkan dengan cara yang baik mungkin mereka jahil mereka tidak paham ya maka kita mempunyai keharusan untuk mengajarkan pada mereka dengan cara yang yang baik
(29:27) Kemudian ee ini juga menunjukkan tentang dianjurkannya ya agar seorang ketika masuk rumah orang lain atau bahkan rumahnya sendiri itu dengan mengucapkan salam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, ini rumah itu akan mendapatkan keberkahan, ketenangan ya ketika orang yang masuk baik dari keluarganya ya masuk ke rumah itu menyampaikan salam kepada orang yang ada di rumah, kepada keluarganya. Ya, ini fadilahnya besar ya. Fadilahnya besar.
(30:03) Kemudian yang berikutnya ya, bahwa bolehnya seorang yang bertamu ya itu membawa orang lain ya yang tidak diketahui oleh tuan rumah tetapi harus dia minta izin ya. Dia harus minta izin ya. Sama hal dalam masalah-masalah undangan. Ketika seorang diundang makan misalnya ya, ada orang mengundang kita makan.
(30:38) Kalau misalnya kita bawa seseorang selain kita yang diundang, kita harus informasikan kepada tuan rumahnya. Ya, maaf, Pak. Saya boleh bawa misalnya satu orang karena dia yang nyetir mobil misalnya ya atau dia yang ini membantu saya misalnya. Demikian kalau diizinkan ya masuk. Kalau tidak ya jangan ya. Kalau tidak diizinkan jangan masuk ya. Jadi ini terutama dalam hal yang berkaitan dengan misalnya mengundang makan.
(31:11) Karena kita tidak mengetahui orang yang mengundang kita ini persiapannya seperti apa. Bisa jadi persiapan yang terbatas. Lah kalau kita bawa orang lain ya ini akan ya membuat dia itu ya tidak enak rasanya. Ya, bisa jadi kekurangan apa yang disiapkannya ya. Tetapi kalau diizinkan silakan ya. Ini di antara adab. Kalau bawa satu orang bilang, “Maafana boleh gak saya bawa ada satu orang.
(31:40) ” Kalau dua ya bilang dua orang misalnya. Kalau mau silakan gak apa-apa ya kita bawa. Tetapi kalau tidak ya jangan ya. Kalau tidak diizinkan jangan ya. Kadang-kadang orang yang kita bawa itu juga yang mungkin kurang disenangi oleh tuan rumah, akhirnya dia menjadi tidak tidak nyaman. Ya kok orang ini yang dibawa misalnya gitu ya.
(32:06) ini terjadi, ini realita, gak bisa dipungki bisa dipungkiri dalam kehidupan kita sehari-hari terjadi hal seperti itu. Nah, maka harus kita ini menjaga adab-adab ya ketika bertamu ya, ketika mendatangi rumah ya, kita harus tetap menjaga adab. Kemudian yang berikutnya bahwa hadis ini menjelaskan kepada kita tentang ya keutamaan mendamaikan sesama muslim muslimah yang berselisih. Ya, ini fadilah yang besar.
(32:48) Maka Almiswar bin Makhromah dan Abdurrahman Ibnu Aswad ya mereka menjadi penengah ya mereka menjadi penengah dan mereka yang mengislah memperbaik memperbaiki antara dua ya orang yang berselisih apalagi ini satunya satu bibiknya yang berselisih dengan keponakannya ya islah bainanas islah dzatil bain ya memperbaiki atau keutamaan mendamaikan dua orang yang berselisih.
(33:26) Kemudian hadis ini juga memberikan pelajaran kepada kita tentang tidak boleh bernazar dalam bermaksiat ya. Karena qati rahim memutus silaturahim itu termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama. Kita diperintahkan oleh Allah untuk menjaga hubungan rahim ya. bukan memutuskan hubungan rahim.
(33:52) Nah, Aisyah radhiallahu taala anha ya karena suatu hal yang kita mungkin tidak tahu ya, beliau sampai bersumpah ya, bahkan tidak mau ada orang menjadi ee apa namanya? mendamaikan antara keduanya dan beliau tidak mau beliau bersumpah untuk tidak mau bertemu dan tidak mau berbicara dengan ee ponahannya Abdullah Ibnu Zubair selamanya lagi.
(34:12) Bukan sementara selamanya. Makanya kemudian diingatkan oleh ya ee mereka yaitu Almiswar dan Abdurrahman. Mereka ingatkan kepada Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu anha dan mohon dengan sangat ya agar beliau mau memaafkan dan mau menerima permohonan maaf dari keponakannya. Ya, ini semua dengan cara yang yang baik ya, cara yang sopan, santun.
(34:44) Sebab kadang-kadang ada orang ingin memperbaiki itu dengan cara yang kurang baik ya, dengan cara yang kurang baik. Ini pun menyelisihi ya. Jadi intinya tidak boleh bernazar dalam hal bermaksiat pada Allah Subhanahu wa taala. Kalaupun terjadi maka seorang harus membatalkannya atau membayar kafarah. Membayar kafarah ya atau membayar nazarnya. yang sudah dia bernazar.
(35:15) Ya, makanya Aisyah dalam kisah ini beliau telah bernazar akan membebaskan 40 budak. Dan ini hal yang tidak ringan, hal yang berat. Makanya kata Aisyah, innan nadro syadid. Sesungguhnya nazar ini ee mereka menasihati bahwa ini adalah satu hal yang berat kata Aisyah. Ya. Jadi ee nazar dalam hal yang di situ ada kemaksiatan pada Allah Taala ini tidak boleh dilakukan ya.
(35:54) Seorang harus membayar kafarah ya dengan apa yang dia lakukan atau membayar nazarnya kemudian dia batalkan nazarnya. Kemudian hadis ini juga menjelaskan bahwa seorang yang dia telah bernazar sesuatu atau bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu, ternyata sesuatu yang dia sumpah untuk tidak melakukannya itu hal yang baik. Maka dia ya apa namanya? Dia lebih utama membatalkan nazarnya atau membatalkan sumpahnya.
(36:28) Misalnya ada dua orang berselisih ya antara bersaudara. Kemudian yang satu mengatakan p saudara pada saudaranya, “Wallahi demi Allah aku tidak akan datang ke rumahmu. Aku tidak akan menginjakkan kakiku di rumahmu.” Ya, ini artinya putus silaturahim. E setelah dia berpikir dia menyesal misalnya, “Kok aku sampai mengucapkan kalimat ini sampai bersumpah padahal ini tidak dibolehkan oleh agama.” Lalu dia melihat untuk dia datang.
(36:55) Ya, maka dia membayar kafarah sumpahnya. Membayar kafarah sumpahnya. Kemudian dia datang kepada saudaranya itu. Ya, jadi itu yang lebih lebih utama. Itu yang lebih utama yaitu melakukan yang terbaik dari apa yang telah dia nazar atau sumpah untuk tidak melakukannya. Kemudian kafaratul yamin kalau orang bersumpah misalnya itu sudah sering kita sampaikan adalah dengan memberi pakaian kepada 10 orang ya. Kalau tidak dengan memberi makanan pada 10 orang.
(37:42) Kalau tidak dengan memerdekakan budak jika ada budak ya. seorang budak mukmin ya. Kalaupun tidak, maka dengan berpuasa ya selama 3 hari berturut-turut. Ini kafaratul yamin ya. Kafarah ketika seorang bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu kemudian dia lakukan. Dia harus membayar kafarah. Masyiral muslimin rahimakumullah. Ya.
(38:16) Kemudian hadis ini juga menjelaskan kepada kita tentang ya bagaimana ya takwanya Abdullah Ibnu Zubair ya radhiallahu anh radhiallahu anhuma ya. Dia telah mengakui kesalahannya, menyadari kekeliruannya ya. Dan itulah orang yang hebat, orang yang baik. Ya gitu tahu kesalahannya dia datang pada orang itu minta maaf.
(38:43) Ya. Adapun orang yang pengku, orang yang keras kepala, yang orang yang hatinya seperti batu dan dia tahu bahwa dia berbuat salah dan dia tidak minta maaf pada orang yang dia berbuat salah. Ini suatu perilaku yang sangat ya sangat jelek ya. Perilaku yang sangat jelek ya. Maka ya seorang kalau dia tidak dimaafkan ya maka akan dituntut di akhirat kelak. dituntut di akhirat kelak.
(39:18) Dan ini punkah harus kita ini waspada dalam masalah berkaitan dengan gibah, membicarakan fulan begini, fulan begitu atau memfitnah atau yang lainnya. Ini harus minta maaf pada orang itu. Jangan gampangkan ya masalah-masalah gibah sekarang ini. Nauzubillah ya. Bahkan di internet gibahnya, di medsos gibahnya. Nauzubillah ya. Ini hal yang jelek.
(39:46) Ini hanya akan kita kalau tidak diselesaikan di dunia ini tidak minta maaf nanti di akhirat dituntut ya. Dibayar dengan amal saleh kita. Kita berikan pada orang yang kita zalimi, yang kita gibahi, ya kita adu domba antara mereka akan dituntut di akhirat kelak. Maka jangan gampangkan, jangan masalah ini ya, jangan mudah-mudahkan masalah ini. Ini masalah masalah besar.
(40:10) Ya, masalah gugurnya amal seseorang arti bukan gugur artinya dia membayar kezaliman itu di akhirat kelak dengan amal amal salehnya. Masyiral muslimin, para pendengar, para pemirsa radio televisi Rogja di mana pun Anda berada ya. Nah, bahwa ya apa yang terjadi di antara apa namanya manusia apalagi mungkin antara keluarga itu hal-hal yang memang ya wajar terjadi.
(40:48) Tapi ketika itu suatu kesalahan maka hendaknya ee jangan di teruskan ya. Jangan diteruskan ya. Upayakan untuk mencari penyelesaian ya. Kita ini mau keras seperti apa? kerasmu ya. Mau keras-kerasan seperti apa? Hendaknya seorang tahu dirinya ya. Kita ini siapa ya? MaaSiral Muslimin rahimakumullah. Kemudian hadis yang berikutnya.
(41:23) Hadis yang berikutnya, hadis Uqmah ibn Amir Radhiallahu anhu. Hadis Uqbah bin Amir radhiallahu anhu. Kata Imam an-Nawawi rahimahullah taala, rahmatan wasiah. Ya, kata beliau, wanqbah ibni Amir radhiallahu anhu. Ya. Dan dari Ukbah bin Amir radhiallahu anhu, beliau berkata, ya anna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam khora ila qatla Uhudin.
(42:01) Ya, dari Uqbah ibn Amir radhiallahu anhu, beliau berkata bahwa Rasul sahu alaihi wasallam pernah keluar ya mendatangi ya ee Uhud yang di situ banyak orang-orang yang apa? Syuhada Uhud yang meninggal karena peperangan Uhud ya ada sekitar 70 orang saha sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Salah satunya adalah Hamzah bin Abdul Muthalib paman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(42:29) Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah datang ke Uhud. Fasalla alaihim ba’da tsamani sinina. Ya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian mendoakan mereka. sha alai mendoakan mereka orang-orang yang apa syuhada Uhud ya alaihim ba’da sinin kal muwadd dan beliau apa namanya beliau ee datang ke Uhud itu mendoakan syuhada Uhud setelah 8 tahun ya setelah 8 tahun peristiwa Uhud itu ya beliau ibaratnya ketika datang itu orang yang akan ya, yang ee punya firasat bahwa beliau akan meninggal sallallahu alaihi wasallam. E beliau datang ibarat untuk me ee apa mendoakan mereka ya.
(43:24) Almuwaddi kal muwaddi lil ahya wal amwat. Ya. Jadi beliau datang untuk ibaratnya orang akan berpisah dengan mereka. Al mimbar. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam ya naik mimbar ya lalu beliau memberikan wasiat nasihat kepada para sahabat beliau dan tentu juga kepada umat ini.
(43:56) Faqal kata beliau sallallahu alaihi wasallam inni baina aidikum faratun ya wa ana syahidun alaikum. Sesungguhnya aku ini ya akan mendahului kalian ya wa ana syahid alikum dan aku akan menjadi saksi ya untuk membela kalian ya. Wa in maidakum alud. Dan sesungguhnya perjanjian kita untuk bertemu nanti itu di telaga di hari kiamat kelak Nabi alaihi wasallam memiliki telaga. Ya. Wa inni lazuru ilaihi min maqomi hadza.
(44:42) Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Dan sesungguhnya aku ini melihat telagaku dari tempat berdiriku di mimbar ini. Aku bisa melihat telagaku.” Tentu Allah yang menunjukkan pada beliau beliau sallallahu alaihi wasallam. Lalu kata beliau sallallahu alaihi wasallam, “Ala wa inni lastu akhsya alaikum an tusriku.
(45:11) ” Ketahuilah bahwa sesungguhnya aku ini tidak khawatir kalian ya. Aku tidak khawatir kesyirikan akan menimpa kalian. Ya walakin aksya. Namun yang aku khawatir ya yang aku khawatir atas kamu sekalian ahsya alaikum adunya antanafasuha. Yang aku khawatir pada kalian adalah tentang dunia ini.
(45:42) Urusan-urusan dunia, perkara-perkara dunia yang kalian berlomba-lomba untuk mendapatkan dunia itu. Ya. Q. Kata Ubba bin Amir radhiallahu anhu, “Fakan akhir rasulillah sallallahu alaihi wasallam.” Itu adalah pandangan aku terakhir melihat ras wasallam. Jni setelah itu beliau meninggal. Ya, setelah itu beliau meninggal. Kemudian dalam riwayat yang lain setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya ee menyebutkan bahwa beliau apa namanya? Beliau akan menunggu mereka di telaga beliau di akhirat kelak. Ya.
(46:28) Kemudian beliau mengatakan, “Ya wakin aksyaikumun.” Namun yang aku khawatirkan pada kalian adalah yang aku khawatirkan dunia yang kalian berlomba-lomba dalam mencari dunia itu. Lalu kalian nanti akan saling bunuh-membunuh. Ya, maka kalian akan binasa sebagaimana binasa orang-orang sebelum kalian.
(47:02) Itu yang dikhawatirkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Qala Uqbah, kata Uqbah bin Amir Radhiallahu anhu, ya fakana akhir maitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam alal mimbar. Inilah ya kesempatan terakhir yang aku melihat Rasul wasallam di atas mimbarnya. riwayatin dan dalam riwayat yang lain atau redaksi yang lain ya kata Nabi alaihiatu wasalam inni farunakum wa syahidun alikum sesungguhnya aku akan mendahului kalian ya aku akan mendahului kalian dan aku akan bersaksi atau atas kalian inallahi dan sesungguhnya demi Allah aku sekarang ini melihat telagak ya
(47:57) dan sesungguhnya aku akan diberikan oleh Allah perbendaharaan-perbendaharaan bumi ini. Yakni harta-harta kekayaan yang ada di bumi ini. Mafatihal arard atau beliau mengatakan kunci-kunci bumi ini, yaitu harta kekayaan yang diberikan pada pada umat beliau. Wa inni wallahi dan sesungguhnya aku demi Allah mau ba aku tidak takut ya jadi bukan hal yang aku khawatir pada kalian ya kalian syirik setelah aku wafat tidak bukan itu.
(48:39) Tapi yang aku khawatir, kalian berlomba-lomba ya, kalian berlomba-lomba dalam mengejar dunia ya, dalam mengejar dunia. Jadi hadis ini dengan beberapa riwayat ya yang disebutkan oleh An-Nawawi rahimahullah taala menjelaskan kepada kita banyak sekali pelajaran. Di antara yang pertama kita dianjurkan kalau pergi ke kota Madinah untuk ziarah ke ee syuhada Uhud.
(49:20) Ya, disebutkan oleh para ulama kalau seorang datang ke Madinah ada lima tempat yang disyariatkan atau disunahkan kita ziarah. Ya. Yang pertama salat Masjid Nabawi. Ini salat di masjid beliau sallallahu alaihi wasallam. Karena salat di masjid beliau itu ee sama dengan 1000 salat di masjid yang lainnya kecuali Masjidil Haram. Ini yang pertama.
(49:52) Yang kedua, yang kita dianjurkan untuk apa namanya? Ziarah ketika kita ada kesempatan ke Kota Madinah ya, yaitu mengucapkan salam kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Abu Bakar Siddiq dan Umar bin Khattab. Yaitu bagi yang sudah atau yang pernah ke Madinah tahu ya misalnya masuk dari babus salam ya biasanya antri panjang untuk mengucapkan salam kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya.
(50:24) Maka ketika sampai di kuburan beliau yang itu di tembok ya, kita mengucap assalamualaika ya Rasulullah warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Kemudian kita melangkah ya dua langkah atau tiga langkah ya kita ucapkan salam kepada Abu Bakar Siddiq. Karena kuburan Abu Bakar Siddiq ada di samping di bagian di sama dengan kuburan Rasul alaihi wasallam cuma agak dibawahkan ya. Jadi ibaratnya ini kuburan Rasul sahu alaihi wasallam ya.
(50:56) Kita lewat kita ucapkan salam di sini. Nah di sini agak dibawa dikit. Ya, dari ee kuburan Rasuah alaihi wasallam itu kuburan Abu Bakar Siddiq. Kemudian di bawah lagi ya di arah yang sebelah sana sebelah ini itu kuburan Umar bin Khattab radhiallahu anhu. Abu Bakar dan Umar radhiallahu anhuma. Nah, kita ucapkan salam pertama kepada Rasul sahu alaihi wasallam.
(51:23) Kemudian yang kedua mengucapkan salam kepada Abu Bakar Siddiq. Assalamualaika ya Abu Bakrin ya. Ya. Warahmatullahi wabarakatuh. Kemudian yang ketiga mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab. Salamualaika ya amirul mukminin atau salamualaika ya Umar ibn Khattab. Ya warahmatullahi wabarakatuh. Cukup hanya itu ucapan salam kepada tiga orang ya pada tiga orang ini Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar Siddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu anhuma.
(51:59) Kemudian yang ketiga yang dianjurkan seorang yang berada di Kota Madinah atau ziarah kota Madinah dianjurkan dia untuk ziarah ke kuburan Baqi’ kuburan kaum muslimin ya sejak 1000 ya 400 tahun lebih ya kuburan kaum muslimin di Baki dan di sana banyak kuburan para sah sahabat radhiallahu anhum ajmain dan kuburan itu sampai hari ini ya tidak pindah-pindah.
(52:29) Mengapa tidak pindah? Karena di sana dilarang bangun bangunan di kuburan. Ya, dilarang ya. Tidak boleh bangun bangunan ya seperti di pagar ya atau dibangun apalah ya dengan yang permanen itu tidak boleh ya. Kemudian dulu pernah ada perluasan di zaman Raja Fahad rahimahullah. Perluasan sekarang sudah lebih luas ya.
(53:01) Tapi kuburannya hanya itu ya. Kuburan di Baqi di Kota Madinah itu ya. Di sana hanya ada dua batu di atas kuburan. Kaki dan kepa kepala dan di kaki ya. Jadi kuburannya cukup lah. Kuburan kalau dibangun-bangunan, dibikin pagar, dibikin ini dan seterusnya. Pertama menyelisihi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang kedua akan memakan tempat yang banyak. Ya, makanya kuburan mahal.
(53:36) Orang mati itu harus bayar uang kuburan Rp600.000, R1 juta. Ya. Iya. Ya, karena kita menyelisihi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Menyelisihi ya kalau kita ikuti sunah beliau, insyaallah akan murah biaya kuburan itu. Ada di beberapa kota kontrak ya, kontrak kuburan loh ini 20 tahun misalnya.
(54:11) Nanti setelah 20 tahun perbaharui kontraknya, bayar lagi. Ya, maka tatkala manusia menyelisihi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya mereka akan mendapatkan beban yang berat. Tetapi kalau mengikuti sunah beliau, maka seorang akan diberikan keringanan dalam kehidupannya ini. Ya, jadi kuburan Baqi kita ucapkan salam kepada apa ee yang ada di kuburan Baki itu.
(54:38) Dan perlu diketahui kuburan yang ada di Baki itu orang perorang itu ada datanya di komputer. Jadi misalnya ada keluarga kita meninggal di sana pada tahun sekian, tanggal tanggal sekian, bulan sekian, tahun sekian ya kita ingin lihat ingin datang ke kuburan itu nanti datang kepada petugas kuburan ada kantor resmi di sana kenalkan diri kita.
(55:04) Saya fulan bin fulan dulu ayah saya meninggal di Madinah kuburnya di Bakti. Ana ingin ke sana nanti dibuka dilihat petanya, namanya ya ada di situ semuanya. Ya, itu kuburan Baqi. Kemudian yang keempat ya yang kita dianjurkan untuk ziarah ketika ada di Madinah adalah Masjid Quba. Ya, Masjid Quba ini kita dianjurkan wudu dari hotel tempat tinggal kita kemudian menuju Masjid Quba, salat dua rakaat di sana.
(55:44) Ya, itu pahalanya sama dengan orang yang umrah. Sama dengan pahala umrah itu jadi masjid Quba. Kemudian yang kelima yang kita dianjurkan ziarah ketika di Kota Madinah adalah syuhada Uhud. Syuhada Uhud yaitu yang ada di Uhud. Mereka meninggal dalam peperangan Uhud. Ada lebih kurang 70 ya sahabat-sahabat Nabi Sallallahu Wasallam yang wafat di ee dalam peperangan Uhud.
(56:17) Ya. Jadi itu lima tempat yang kita dianjurkan untuk menziarahinya. Kaum muslimin rahimani warahimakumullah. Hadis yang baru kita bahas tentang apa ee yang baru kita bahas juga di antara pelajaran yang diambil dari hadis ini ya kita dan ini adalah akidah ahlusunah wal jamaah beriman adanya haudun Nabi sallallahu alaihi wasallam adanya telaga rasul sahu alaihi wasallam di hari kiamat kelak ya dan kita mohon pada Allah azza wa jalla agar semoga kita termasuk orang-orang yang minum dari telaga beliau alaihialatu wasalam ya Ini yang kita mohon pada Allah azza wa jalla. Amin ya rabbal alamin. Ya
(57:03) ini wajib diimani. Ada kelompok menyimpang di dalam Islam ini yang yang mengingkari adanya adanya haudun Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan setiap nabi ada ada haudnya. Setiap nabi itu ada telaga mereka di hari kiamat kelak. Ya. Dan telaga Nabi sallallahu alaihi wasallam yang paling besar ya. ini.
(57:34) Nah, ada orang-orang yang dihalangi dari telaga itu yaitu ahlul bidah yang mengada-ngadakan dalam agama ini hal-hal yang tidak pernah diajarkan oleh Muhammad bin Abdullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini termasuk yang akan dihalangi dari minum di telaga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Hadisnya banyak riwayat Bukhari, Muslim, dan yang lainnya ya. Maka hati-hati ya. terhadap hal-hal yang tidak diajarkan oleh Allah dan Rasulnya sallallahu alaihi wasallam.
(58:01) Ini bisa menjadikan seorang terhalang dari telaga dari meminum air dari telaga Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang berikutnya diambil dari hadis ini juga di antara pelajaran adalah bahwa hadis ini menjelaskan pada kita di antara mukjizat Nabi alaihiatu wasalam ya yang Allah berikan pada beliau.
(58:23) bahwa beliau bisa melihat apa namanya ee telaganya di saat beliau masih hidup. Ketika beliau di atas mimbar beliau dan beliau mengatakan bahkan bersumpah dalam satu riwayat, “Ya wallahi sungguhnya aku ini benar-benar melihat pada telagaku.” Ya, ini mukjizat bagi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya dari tempat beliau ketika masih ada di ketika masih hidup di dunia ini, beliau telah melihat telaga beliau.
(58:54) Kemudian juga ee yang berikutnya pelajaran yang diambil dari hadis ini adalah ya apa yang beliau informasikan tentang umat beliau atau sebagian dari umat beliau yang berlomba-lomba dalam masalah duni dunia ya dan itu terjadi sampai bunuh-membunuh ya karena duni dunia ya. Ini yang dikhawatirkan oleh Nabi alaihi salalatu wasalam. Ya, ini yang dikhawatirkan oleh Nabi alaihialatu wasalam. Ya.
(59:24) Kemudian hadis ini juga menjelaskan kepada kita ya tentang ketika beliau menyampaikan hal ini, itu adalah pertanda dekatnya ajal beliau. Ya, dekatnya wafat beliau. Makanya kata Ubah bin Amir ketika Nabi S wasam berbicara di atas mimbar itu, itu yang terakhir kali aku melihat Rasulullah wasallam di atas mimbarnya. Yakni setelah itu beliau meninggal ya. Setelah itu beliau meninggal.
(59:57) Kemudian kita juga ya pelajaran diambil dari hadis ini ya agar seorang berupaya ya untuk tidak mengejar dunia ya tapi hendaknya ya seperlunya sesuai kebutuhan kita ya apalagi mengejar dunia naudubillah minzalik dengan cara-cara yang tidak benar dan menghalalkan segala cara hanya untuk dunia.
(1:00:27) untuk mendapatkan d harta dunia ya satu perbuatan yang nauzubillah kita berlindung pada Allah dari dari perbuatan itu. Karena setiap orang akan meninggal meninggalkan dunia ini ya cepat atau lambat kita ini hanya tinggal menunggu giliran ya. Kalau sekarang kita membaca inna lillahi wa inna ilaihi rojiun telah meninggal fulan bin fulan. Suatu saat kita pun digitukan ya.
(1:00:51) nama kita yang tercantum innalillahi wa inna ilaihi rajiun telah wafat ustaz fulan, telah wafat fulan bin fulan dan seterusnya ya. Maka yang terpenting adalah bagaimana seorang mempersiapkan ya membekali dirinya untuk lima ba’dal maut setelah wafatnya. Ya, ini yang seyogyanya seorang mempersiapkan. Baik, semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semuanya.
(1:01:23) Masih ada waktu kurang lebih 10 sampai 15 menit untuk ee ee menjawab pertanyaan apabila ada dan saya akan menjawab kalau saya mengetahui jawabannya. Demikian semoga bermanfaat. Kami kembalikan kepada akuna yang membawa acara ini. Nam ustaz jazakumullah khairan barakallah fikum atas materi yang telah sampaikan ustaz di kesempatan pagi hari ini tentang hal penting dalam Islam bagian yang ketujuh yang telah kita simak bersama ikhwat al islam azaniallahu wyakum. Dan untuk berikutnya kami membuka sesi interaktif soal jawab.
(1:01:59) Bagi Anda semuanya yang ingin bertanya secara langsung, Anda bisa menghubung kami di 0218236543 dengan menghubungi telepon lokal ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan Anda melalui chat WA di 0218236543. Nam kita akan angkat pertanyaan pertama dari telepon terlebih dahulu dan kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya. Silakan. Asalamualaikum.
(1:02:25) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak? Baik. Dari siapa? Dari Ustaz Pekasan. Ustaz. Baik Bapak mohon maaf mungkin bisa dikecilkan terlebih dahinya ataupun secara radionya karena kami tidak bisa menyimak suara Bapak karena ada suara yang silakan dengan siapa Bapak dan berada di mana? Dari Mayoya di Makassaran, Ustaz.
(1:02:50) Mayoya dari Mak Pemangkasan ya? Pemakassan Madura. Oh ya. Baik silakan Pak Mayuya. Asalamualaikum ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mau tanya, Ustaz. Heeh. Sehubungan dengan salat Jumat, Heeh. apakah ada dalil aqli atau naqli Heeh. yang tidak mengisahkan salat Jumat kalau kurang dari 40. Hm. Itu yang kami tanyakan.
(1:03:18) Apakah ada dalilnya, Ustaz? Baik, cukup Bapak. Ya, itu saja. Terima kasih. Baik. Terima kasih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Baik. Pertanyaan Bapak tadi ya tentang jumlah jemaah ketika salat Jumat.
(1:03:47) Apakah ada dasar atau dalil tentang ee harus 40 orang yang hadir? Jawabannya pada hakikatnya tidak ada dalil. itu hanya pandangan sebagian mazhab di antara empat mazhab itu ya. Di antara empat mazhab itu. Adapun dalil yang pasti yang qat’i tidak ya. Tidak ada dalil yang pasti harus sekian. Harus sekian ya. Tapi juga salat Jumat tidak hanya satu orang atau dua orang ya juga tidak.
(1:04:12) Jadi intinya ada ya ee jumlah yang cukup ya meskipun di bawah 40 orang itu dibolehkan ya. Ini pendapat yang lebih kuat ya. Dibolehkan mengadakan salat Jumat ya. Wallahu taala alam. Jadi kalau 40 itu pendapat sebagian mazhab harus 40 orang. Kalau di bawah 40 orang berarti tidak jumatan. Ini juga ya harus ada dasar yang yang kuat. Tapi ternyata insyaallah tidak tidak ada dasarnya.
(1:04:39) Disebutkan ketika ee zaman Rasul Sallahu Alaih Wasallam waktu ada harta ya datang dari kerajaan Bahrain itu sebagian sahabat ada yang meninggalkan meninggalkan ee masjid ya. Sehingga Allah menyebutkan watarakuka qoima dan mereka membiarkan engkau sedang berdiri khotbah. ya ee itu disebutkan sebagian ulama yang tinggal hanya sekitar 12 orang sahabat-sahabat terkemuka yang tidak keluar.
(1:05:07) Ya, itu contoh. Jadi ee patokan angka 40 ke atas itu juga harus ada dasarnya yang kuat ya. Kalau sekedar ini pendapat mazhab ya itu juga ya yang mau lakukan silakan ya tapi itu jangan dipaksakan pada yang yang lainnya. Wallahu taala alam. Enam ustaz jazakumullah khairan barakallah fikum atas jaban yang telah diberikan ustaz.
(1:05:32) Demikian jaban Pak Mayoya di Pamakasan Madura. Mudah-mudahan dapat dipahaman dengan ba benar. Kita angkat berikutnya dari telepon kembali di 0218236543. Kami persilakan pagi Anda yang sudah terhubung ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(1:05:51) Dengan siapa Bapak dan berada di mana? dengan Bapak Abdullah Basyar dari Sungai Kong tepatnya di Palembang Ustaz Abdullah Basyar TB silakan Abdullah Basyar Asalamualaikum warahmatullah Ustaz Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh ya ini mauanya tentang masalah pemakaman yang sudah lama gitu ustaz ada ini uak kami gitu kan sudah lama meninggal tapi posisi makannya di belakang rumah orang gitu kan ya Heeh h jadi yang saya pertanyakan, apakah boleh kita memindahkan makam tersebut ke area pemakam yang lebih umum lagi gitu.
(1:06:27) Apakah syarat-syaratnya yang kita laksanakan apa kita salatkan kembali atau kita kafan kembali apa gimana seterusnya gitu, Ustaz? Syarat-syarat supaya kita bisa memindahkan itu atau tata cara sesuai dengan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sallallahu alaihi wasallam. Tib. Bagaimana kita ketahui cukup Pak ya, Pak Abdul Basyar ya.
(1:06:49) Tib ya. Mungkin itu saja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Baik. Ee kaum muslimin rahimakumullah, pada dasarnya ya kuburan itu atau kuburan seorang muslim itu dikuburkan di kuburan-kuburan kaum muslimin secara umum.
(1:07:18) Ya, ini yang dilakukan ya yaitu semenjak zaman Rasul Sallahu Alaihi Wasallam. Adapun kuburan Rasul Sallah alaihi wasallam itu di dan Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab dikuburkan di rumah Rasul sahu alaihi wasallam itu pengecualian. Tidak bisa dikiaskan pada yang yang lainnya. Ya, itu pengecualian. Jadi pada dasarnya kuburan kaum muslimin adalah di kuburan ee seorang yang meninggal dari kaum muslimin dikuburkan di kuburan kuburan kaum muslimin.
(1:07:49) Ya, makanya ketika ada yang meninggal di zaman Rasul alaihi wasallam itu dikuburkan di kuburan Baqi sampai hari ini. Ya, ini yang pertama. Yang kedua bahwa menguburkan jenazah di halaman rumah ya misalnya dan itu ada beberapa di beberapa tempat ada seperti itu. Ini adalah menyelisihi sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan di antara hikmah ketika orang itu seorang meninggal dari kaum muslimin, dikuburkan di kuburan kaum muslimin, mereka itu selalu didoakan.
(1:08:26) Kalau ada jenazah, ada orang meninggal, kaum muslimin bawa mereka di kuburan itu, ya. Maka mereka kaum muslimin mengucapkan salam, mendoakan orang-orang yang meninggal itu. Sementara kalau dikuburkan di halaman rumah misalnya, itu siapa yang mau ziarah itu? Kalaupun dikatakan anaknya atau istrinya atau suaminya, seberapa lama mereka itu ya seberapa lama mereka melakukan hal itu? Paling 3 hari, 7 hari, sekian hari ya set itu dilupakan ya.
(1:09:00) Maka kembali saya katakan ya mari kita mengikuti sunah Nabi alaihi salat wasalam. Ya, bahkan kalau perlu kita wasiatkan misalnya di satu daerah yang mereka ada kebiasaan nguburnya di halaman rumah entah di belakang atau samping atau yang lainnya. Tulis wasiat, “Apabila aku meninggal kuburkan aku di kuburan kaum kaum muslimin.” Ya, tulis wasiat.
(1:09:22) Ya, ini hal yang perlu diingat. Kemudian ee misalnya seperti yang ditanyakan oleh Bapak tadi, kalau ada ini orang tua atau keluarganya sudah dikuburkan di halaman orang lain ya, apakah boleh dipindahkan dan beliau kelihatan ingin memindahkan maka saya katakan ya yang bertanya tadi Bapak yang bertanya coba musyawarah sama keluarganya ya dan berikan pengertian pada mereka ya agar mereka paham ya tentang sunahnya seorang meninggal dikuburkan di kuburan kaum kaum muslimin ya ambil jalan terbaik tapi kalau misalnya ada sebagian keluarga yang bersih keras
(1:10:17) tidak mau pindahkan dan itu akan terjadi perselisihan akan terjadi hal-hal yang yang tidak sepatutnya maka sementara jangan dipindahkan ya. Tetapi kalau semua mereka menyetujui ya untuk pindahkan maka boleh dipindahkan ya pindahkan ya. Kalau mau di apa namanya tulang-belulangnya dikafani lagi juga insyaallah tidak tidak mengapa ya itu tidak mengapa dipindahkan di kuburan kaum muslimin. Ya itu jawaban saya.
(1:10:48) Wallahu taala alam. tapi tetap menjaga yaata ada musyawarah di antara keluarga ya diberikan misalnya ada mungkin Bapak bisa menulis dalil-dalilnya ya untuk sampaikan pada mereka ya salah satu hal yang negatif itu adalah ya itu tadi ya kurang didoakan oleh kaum kaum muslimin ya karena tidak ada orang yang datang ke kuburan apa di pinggir rumah ya itu kecuali keluarganya ya kecuali keluar keluarganya itu pun kalau keluarganya ingat ingat dan mau mendoakan ya.
(1:11:26) Maka hendaknya ya ee ee jika memang tidak mendatangkan mudarat yang besar atau yang lebih besar maka pindahkan di kuburan kaum kaum muslimin. Ya, itu tidak perlu dimandikan lagi. Gak perlu sebetulnya. Eh, tinggal di apa dikumpulkan tulang-belulangnya kemudian mungkin di apa di dikafani di satu kafan kemudian dikuburkan ya di atau dipindahkan tempat yang lain ya. Wallahu taala alam.
(1:11:51) Bisa juga nanti Bapak yang bertanya tanyakan pada ustaz-ustaz yang yang lainnya yang mengisi kajian di Raja. Wallahuam. Namam Ustaz jazakumullah khairan. Barakallahu fikum atas jawaban yang telah diberikan Ustaz. Demikian jawaban untuk Pak Abdul Basyar atau yang berada di Palembang kalau tidak salah kami ingat.
(1:12:13) Baik ikhwat Islam azani Allahuakum. Kita akan angkat satu pertanyaan melalui pesan singkat yang sudah masuk. Ustaz, Ustaz, ada satu pertanyaan dari penanya kita. Ustaz, izin bertanya. Bagaimana jika ziarah tadi yang disebutkan ke Bakiqi dan lain dan tempat lainnya disertai dengan niat untuk refreshing untuk refreshing ya, apakah pahala tetap didapatkan Ustaz? Silakan Ustaz.
(1:12:39) Baik. Untuk menjawab pertanyaan ini kita ini harus ingat pada hadis Rasulull sahu alaihi wasallam. Innamalalu bin niyat. Sesungguhnya amal-amal itu hanya tergantung pada niatnya. Kalau niatnya untuk menziarahi kubur, dia mendoakan mereka dan untuk mengingat kematian, maka insyaallah dia mendapatkan pahala di sisi Allah Subhanahu wa taala.
(1:13:06) Tapi kalau niatnya refreshing ya atau mencabur adukkan niat refreshing dan ziarah kubur tidak bisa di tidak bisa dipadukan antara refreshing dengan niat ziarah kubur. Gak bisa dipadukan. Ya, harus satu niat untuk mendoakan mereka, untuk mengingatkan kematian. Ya, itu satu-satunya niat ketika kita ziarah kubur ya. Jangan sampai ada niat untuk refreshing gak ya. Refreshing bukan datang beli kuburan ya.
(1:13:32) Ya, refreshing bisa di tempat yang lain ya. Jadi ee harus luruskan niat. Kalau lihat refereningnya, dapatnya nanti hanya ya itu upah dari referening itu tadi. Tetapi kalau lihat karena Allah, mendoakan orang yang telah meninggal, mengingat akan kematian, maka insyaallah seorang mendapatkan ganjaran di sisi Allah Subhanahu wa taala. Wallahu taala alam.
(1:13:56) Nam ustaz, jazakumullah khairan. Barakallah fikum atas jaban yang telah ustaz berikan. Dan kita akan angkat satu pertanyaan terdot di perjumpaan kita pada pagi hari ini, Ustaz. Dari penanya kita di Jakarta, Ustaz. Beliau bertanya, “Ustaz, asalamualaikum. Saya saya Maulana dari Jakarta, Ustaz.
(1:14:16) Saya pemilik usaha jasa angkutan logistik buah dan sayur projek e pemerintah.” Suatu saat pedagang buah dan sayur tersebut bilang ke saya kalau usaha dia itu penuh dengan suap, Ustaz. Dan terkadang saya diminta tolong untuk mencatat notanya. Apakah saya mendapatkan dosa menerima jasa angkutan dari pedagang buah tersebut, Ustaz? Silakan, Ustaz. Ee baik.
(1:14:40) Tentang masalah ini, seorang muslim ya hendaknya berupaya untuk ee apa? Ee menghilangkan dari hartanya itu hal-hal yang yang syubhat yang tidak jelas. Sebetulnya ya. Kalau seorang jasa angkutan, dia tidak berurusan dengan orang yang yang apa menitipkan barangnya. Ya, pada hakikatnya begitu. Artinya dia boleh mengangkut.
(1:15:09) Jangan di kemudian ditanya ini hasil buah dari apa? Dari uang haram atau tidak? Ya, dari uang riba atau tidak ya. Itu gak perlu ditanyakan. Intinya Anda mengangkat atau mengangkut barang itu bawa ke tempat yang diinginkan. tidak usah banyak karena jasa Anda hanya itu ya. Jadi ini perlu di apa diingat ya. Kecuali kalau Anda misalnya sudah menanyakan dan sudah tahu anda kewajiban Anda menasihati orang itu sebatas itu kewajibannya ya menasihati orang tersebut agar dia meninggalkan yaitu perbuatan-perbuatan suap-enyuap dan lain sebagainya. Ya. Adapun jasa Anda sebagai pengangkut itu insyaallah selama itu
(1:15:45) barang yang artinya halal dijual belikan ya, maka itu boleh ya tidak tidak ada hubungannya dengan itu ya. Wallahu taala alam. Enam ustaz. Jazakumullah khairan barakallah fikum ustaz atas jawaban yang telah diberikan ustaz dari pertanyaan terakhir kita di perjumpaan pagi hari ini dalam pembahasan kitab Riyadus Shihin tentunya ustaz sebelum kita akhiri perjumpaan yang penuh dengan faedah ilmu yang telah kami simak bersama dari apa yang telah antum sampaikan, kami meminta kepada menyampaikan iktitam. Silakan Ustaz.
(1:16:22) Baik, kaum muslimin, kaum muslimat, para pemirsa, dan para pendengar televisi, Radio Roja di mana pun Anda berada. Semoga apa yang disampaikan tadi bermanfaat bagi kita semuanya ya. Mari kita terus berupaya untuk ya mendekatkan diri kita kepada Allah Taala dengan belajar ilmu dan mengamalkan ilmu ini dan juga mungkin menyampaikan kepada yang yang lainnya.
(1:16:49) apa yang kita dengar dari hadis-hadis yang kita ee yang dibacakan tadi mengingatkan kepada kita tentang betapa ya tidak berarti dunia ini ya. Dan itu yang dikhawatirkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka seorang hendaknya ketika dia ya misalnya mencari dunia ya dalam mencari nafkah atau harta hendaknya ada di antara harta itu disisipkan untuk akhiratnya karena itulah yang bermanfaat baginya ya.
(1:17:25) Entah dengan sedekah, entah dengan apalah ya terutama juga kewajiban mengeluarkan zakat ya dan dia ee sisihkan dari sebagian dari hartanya untuk amal jariahnya. Ya, karena itu yang akan bermanfaat bagi seorang mukmin ya, seorang muslim setelah dia wafat nanti. Dan kita selalu berdoa pada Allah azza wa jalla semoga Allah Taala senantiasa memberikan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh dan memberikan kepada kita istiqamah di atas jalan yang hak ya dan mengikuti manhaj para salafus saleh radhiallahu anhum ajmain ya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
(1:17:57) baik sampai akhir dari kehidupan kita ini. Demikian lebih kurangnya saya mohon maaf dan kami haturkan jazakumullah khairan kepada semua pihak ya, termasuk para pendengar yang mengikuti kajian ini. Semoga semua kita mendapatkan ya ganjaran di sisi Allah subhanahu wa taala dan menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak.
(1:18:17) Lebih kurangnya saya mohon maaf. Subhanakallah wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik wasallallahu wasallam wabarik ala nabina wa albi ajma tummal. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Bamualim Lc.
(1:18:43) Mahi hafullahu taala atas waktu yang telah beliau berikan di sela-sela kesibukan beliau dan juga atas materi yang telah beliau sampaikan serta jawaban-jawaban yang telah beliau berikan untuk kita semuanya. Kami ucapkan jazakumullah khairan barakallahu fikum untuk ustaz di sana.
(1:19:02) Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga ustaz dan juga meluaskan keamanan ustaz sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap perjumpaan bersama ustaz insyaallah. Allahumma amin. Ikhwah Islam azani Allah wyakum. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih banyak untuk rekan-rekan kami di Aliman Center dan di studio RJsi atas kerja samamanya sehingga bisa menghadirkan kajian ini di tengah-tengah kalangan kaum muslimin untuk memberikan manfaat. Insyaallah. Allahum amin. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum untuk rekan-rekan kami semuanya. Semoga
(1:19:32) Allah subhanahu wa taala mudahkan kembali untuk kita bisa menghadirkan di kajian dan pertemuan berikutnya. Insyaallah. Allahuma amin. Untuk Anda semuanya ikhwat Islam azaniallahu wyakum yang telah bersamai kami dari awal hingga akhir kajian ini. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda.
(1:19:50) Jazakumullah khairan, barakallahu fikum. dan nantikan kembali kajian beliau pada hari Selasa yang akan datang untuk kita ikuti kelanjutan dari pembahasan kitab Riyadus Shihin. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan bagi kita semuanya dalam mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Akhir kalam semoga Allah tetap memberikan kepada kita keberkahan dan untuk Anda semuanya tetap menjaga kesehatan. Billahi taufik walhidayah.
(1:20:15) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *