Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. -Al – Lu’Lu Wal Marjan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. -Al – Lu’Lu Wal Marjan – YouTube

Transcript:
(00:08) Inalhamdulillah nahmaduhuagfir RJA TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Kewajiban yang pertama atas hamba ya itu makrifatur rahmani bit tauhid itu mengenal arrahman bit tauhid dengan cara mentauhidkannya. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Raja TV danilla Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian
(01:17) Islam. warahmatullahi wabarakatuh. Sudah siap belum, Bu? Bisa dimulai enggak kajiannya atau mau ngobrol dulu? wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(02:28) Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati amalina. Man yadillah fala mudillalah. Waman yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Q Allahu taala fi kitabihin karim.
(03:03) Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba’d. Kita masuk ke bab alwasah fil iman. Wama yaakuluhu man wajadaha. was-was dalam iman dan apa yang diucapkan kalau kita mendapatkan waswas. Was-was itu apa sih, Bu? Was-was itu, Bu, itu kudaan setan, Bu. Contohnya gimana? Contohnya pikiran-pikiran tentang Allah yang membuat kita ragu sama Allah. itu was-was ya.
(04:00) Dan setan itu, Ibu-ibu, ingin terus berusaha ya menggoda kita. Setan itu ingin kita itu kafir. Makanya berbagai macam cara setan untuk menggoda kita. Kita masuk hadis ke-82. Hadis Abi Hurairah radhiallahu anhu qala Rasulullahi sallallahu alaihi wasallamitanu ahadakum fayaquulu man khalaqo kad waman khalaqo kadza hatta yaquula man khalaqoboq faidza balagahu falyastaid billahi walyantahi setan akan datang kepada salah seorang dari kalian. Siapa, Bu, yang datang, Bu? Setan.
(04:59) Siapa sih itu setan, Bu? Setan tuh jin yang jahat, Bu. Yang dimaksud setan di sini jin yang jahat, yang kafir. Kata Rasulullah, setan akan datang kepada salah seorang dari kalian. Lalu setan akan berkata begini, “Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?” Maksudnya gini, setan akan datang ke kita, Bu. Siapa yang menciptakan gunung? Allah.
(05:35) Siapa yang menciptakan langit? Allah. Siapa yang menciptakan bumi? Allah. Hatta yaakul man khalaqbak. Sampai setan berkata begini. Terus siapa yang menciptakan Allah? Hah? Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Apabila telah sampai? Faidza balagahu falyastaid billah walyantahi.
(06:09) Apabila telah sampai kepada ini, kata Rasulullah, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan hentikan. Jangan lanjutkan. Iya. Hadis 83 juga sama. Hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu qala Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Lan yabrohanasu yatasaaluna hatta yaquulu hadallah kholiqu kulliaian khalaqallah. Hadis Anas bin Malik ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang akan senantiasa bertanya-tanya sampai mereka bertanya begini.
(06:59) Ini Allah pencipta langit, pencipta segala sesuatu. Lalu siapa yang menciptakan Allah? Lihat ibu-ibu sekalian. Jadi Ibu-ibu rupanya setan itu akan memberikan was-was kepada kita dengan cara apa? Dengan cara bertanya pertanyaan-pertanyaan yang tujuannya supaya kita ragu. Ya. Nah, itu Ibu-ibu sekalian. Dan setan Ibu terkadang juga berbentuk manusia loh, Bu.
(07:37) Manusia yang pikirannya rusak, manusia yang hatinya ateis, komunis, tidak percaya akan adanya Allah. Lalu kemudian memberikan pertanyaan-pertanyaan kayak gini supaya apa? Supaya kita ragu. Ya, makanya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, setan akan datang lalu berkata, “Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu?” Ya, dalam hadis yang kedua, orang-orang terus saja bertanya-tanya, ya. Nah, ini ibu-ibu sekalian.
(08:20) Baik, Ibu-ibu, dari dua hadis ini kita ambil faedah, kita petik faedah yang pertama bahwa setan akan terus menggoda manusia. Ya, setan tidak akan pernah berhenti dari menggoda manusia. Karena itu janji iblis, Bu. Iblis ketika diusir dari surga ya apa kata iblis? Kata iblis, “Fabima agwaitani laudan lahumakal mustaqimatium baini aidihim w khfihim waimaniim waamailihim wala tajidu aksarahum syakirin.
(09:14) ” Karena Engkau telah menyesatkan aku ya Allah, aku akan halang-halangi hamba-hamba-Mu dari jalan yang lurus. Kemudian aku akan datangi mereka dari kanan, dari kiri, dari depan, dari belakang dan engkau tidak akan mendapatkan kebanyakan hambau. Bersyukur kata kata iblis. Lihat ibu-ibu. Jadi ini sumpahnya iblis, Bu. Iblis akan berusaha untuk ya menyesatkan kita. Nauzubillah minzalik.
(09:51) Hadis ini kita ambil faedah petik kita petik yang kedua Bu. Faedah yang kedua, w di antara cara setan menggoda manusia, di antara cara setan menggoda manusia, yaitu memberikan pertanyaan-pertanyaan ya yang pertanyaan itu tujuannya untuk kita ragu kepada Allah. Jadi setan tuh datang ke pikiran kita, Bu. Ya. Oh, setan berkata, “Siapa yang menciptakan langit?” Allah.
(10:38) Yang menciptakan bumi? Allah. Yang menciptakan batu? Allah. Menciptakan laut? Allah. Yang menciptakan gunung? Allah. Terus siapa yang menciptakan Allah? Nah. Ya. Nah, ini godaan setan, Bu. Kalau kita dapatkan ini kata Rasulullah langsung kita hentikan. Jangan dilanjutkan. Ya, Ibu-ibu sekalian.
(11:09) Faedah selanjutnya yang bisa kita petik, Ibu-ibu, yang ketiga, hadis ini menunjukkan, Ibu-ibu, apabila kita merasakan was-was setan seperti itu, maka hendaklah kita taawud, berlindung kepada Allah. Kita ucapkan apa? Auzubillahiminasyaitanirrajim. Kemudian hentikan. Dalam riwayat yang lain yang sahih, Rasul bersabda, “Ucapkan amantu billah.
(11:50) ” Aku beriman kepada Allah. Berarti ada dua dalam hadis ini. Hendaklah ia berlindung kepada Allah. Dalam hadis yang lain, hendaklah ia ucapkan amantu billah. Aku beriman kepada Allah. Ada lagi hadis lain, Bu, ya. Yang menyebutkan hendaklah ia membaca surah Al-Ikhlas. Apa itu surah Al-Ikhlas? Yaitu qul huallahu ahad. Allahus somad.
(12:26) Lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. Kenapa kita disuruh membaca surah Al-Ikhlas, Ibu? Karena surah Al-Ikhlas itu, Bu, membantah pertanyaan setan tadi. Karena setan mengatakan begitu. Siapa yang menciptakan ini? Siapa yang menciptakan itu? Allah. Terus siapa yang menciptakan Allah? Maka kita jawab apa, Bu? Qul huallahu ahad. Katakan Allah itu ahad.
(13:01) Apa itu ahad? Ahad itu artinya satu-satunya. Berarti satu-satunya pencipta hanya siapa? Allah. Yang bisa menciptakan hanya siapa? Allah. Selain Allah tidak mampu menciptakan. Ya. Maka pertanyaan orang yang bertanya begini, setan bertanya begitu. Siapa yang menciptakan Allah? Batil.
(13:34) Karena tidak ada yang bisa menciptakan kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala. Makanya pantas ya kalau kita terkena godaan setan seperti itu langsung kita ucapkan qul huwallahu ahad. Allahus somad. Lam yalid walam yulad. Walam yakun lahu kufuwan ahad. Karena maknanya membantah. Katakan Allah ahad satu-satunya. Allahus somad. Allah tempat bergantung seluruh makhluknya.
(14:09) Lam yalid walam yulad. Allah tidak melahirkan tidak pula dilahirkan. Artinya Allah tidak butuh kepada siapapun. Ibu-ibu sekalian. Walam yakullahu kufuwan ahad. Dan tidak ada siapapun yang sebanding dengan Allah. Ya, jadi pertanyaan ini batil, salah, besar. Kalau pertanyaannya salah, pasti jawabannya pun salah.
(14:44) Nah, ini ibu-ibu sekalian hadis ini kita ambil faedah selanjutnya, Ibu-ibu. Hadis ini menunjukkan larangan banyak bertanya. Karena Rasulullah bersabda, “Lan yabrohanas yatasaalun.” Manusia akan terus saja bertanya-tanya sampai akhirnya mereka berkata, “Ini Allah pencipta langit dan bumi.” Terus siapa yang menciptakan Allah? Gara-gara apa, Bu? Gara-gara banyak bertanya, ya.
(15:21) Makanya disbutkan dalam hadis yang sahih Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda apa ibu-ibu? Fa innama ahlakadina minqoblikum katratu masailihimum ala anyaim. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian apa itu ya? Banyak bertanya dan menyelisihi nabi mereka. Lihat ibu-ibu, Rasulullah mengatakan bahwa banyak bertanya itu Bu itu sebab yang membinasakan orang-orang sebelum kita, Bu.
(16:05) Kayak Bani Israil tuh, Bu, ya. Yang Allah ceritakan itu dalam surat Albaqarah Allah mengatakan apa? Ya Allah menyebutkan dalam surah Al-Baqarah itu agar mereka menyembelih seekor sapi. Disuruh menyembelih seekor sapi. Tapi apa yang terjadi, Bu? nanya sapi yang kayak gimana, warnanya apa, sifatnya seperti apa, akhirnya diperberat sama Allah Subhanahu wa taala.
(16:43) Padahal kalau mereka enggak nanya-nanya, sapi mana saja boleh, enggak apa-apa. Tapi ini nanya ya, sapinya seperti apa hai Musa, warnanya seperti apa? sifatnya bagaimana? Waduh, Ibu-ibu sekalian, akhirnya diperberat. Makanya Allah berfirman, “Ya ayyuhalladzina amanu laalu asyaakum.” Hai orang-orang yang beriman, jangan kalian mempertanyakan atau bertanya tentang sesuatu yang kalau ternyata diberitahu ya kepada kalian, diturunkan hukumnya oleh Allah, menyusahkan kalian. Lihat ibu-ibu sekalian.
(17:30) Jadi, Ibu kita ini dilarang banyak bertanya Bu ya. Jadi enggak boleh nanya, Ustaz. Boleh kata para ulama. Tapi pertanyaannya adalah pertanyaan yang memang kita butuhkan dalam agama kita. Kalau itu pertanyaan yang kita butuhkan, boleh, silakan. yang dilarang itu pertanyaan-pertanyaan yang tidak kita butuhkan atau pertanyaan yang tidak menimbulkan amal.
(18:04) Tidak menimbulkan amal enggak boleh. Ustaz misalnya ada ibu-ibu bertanya misalnya gini, “Bu, Ustaz, itu Nabi Adam kan ketika makan buah yang dilarang itu terlepas pakaiannya. Lalu Nabi Adam berusaha menutupi auratnya dengan dedaunan. Itu daun apa, Ustaz? W kok nanya daun apa? Kan bingung jawabnya. Kenapa? Allah tidak pernah memberitahu.
(18:40) Rasul pun tidak pernah memberitahu. Para sahabat pun juga tidak pernah mempertanyakan. Terus ngapain kita nanyain itu? Ya, Ustaz. Ashabul Kahfi itu kan tujuh pemuda, satunya anjing. Anjing apa, Ustaz? Anjing helder apa bulduk atau apa? Kan bingung, Mbah. Allah tidak pernah menjelaskan jenis anjingnya. Ya, Rasulullah pun juga tidak pernah menjelaskan. Para sahabat pun juga tidak pernah mempertanyakan kepada Rasulullah.
(19:21) Para ulama pun tidak pernah membahas itu. Ya sudah, ngapain dibahas? Enggak perlu dibahas hal-hal seperti itu, Ibu-ibu sekalian. Nah, terkadang, Ibu, ketika kita itu iseng ya membahas yang tidak perlu dibahas, akhirnya apa? Lama-lama terjerumus kepada pertanyaan-pertanyaan yang dilarang. Ya, seperti yang di sini dalam hadis ini.
(19:51) Nah, ini ibu-ibu sekalian kita masuk ke bab berikutnya. Babid manat haqqo muslimin biyaminin fajiratin binar. Bab ancaman. Ancaman untuk orang yang mengambil hak muslim. dengan menggunakan sumpah palsu di mana ia diancam dengan api neraka. Maksudnya gimana, Bu? Maksudnya gini, Bu.
(20:31) Ada orang bersumpah, “Demi Allah, itu tanah milik saya.” Padahal bukan. Ya. Dengan tujuan apa? Tujuannya untuk mengambil tanah orang. Ini dosa besar, Bu. Haram. Ya. Hadis 84. Hadis Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu qal. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Man halafa yamina shobrin liqt abihari muslim laqiallah wahua alaiban. Siapa yang bersumpah dengan sumpah sabar? Maksudnya sumpah sabar itu apa, Ibu-ibu? Maksudnya kata sebagian ulama, sumpah sabar itu yaitu bersumpah dengan penuh keberanian, enggak ada rasa takut.
(21:32) Ya, liattat biha maam muslim. Tujuannya dia bersumpah apa? Untuk mengambil harta seorang muslim. Maka laqiallah, maka ia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam keadaan Allah murka sekali kepada dia. Faanzalallahu tasdiqalik.
(22:06) Lalu kemudian Allah pun turunkan ayatnya membenarkan ucapan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, “Innalladina yastaruna biahdillahi wa aimanihim tamanan qolila ulaika la khq lahum fil akhirah wala yukallimuhumullah wala yzuru ilaihim yaumalqiamah wala yuzakkiihim walahum adzabun alim.” Sesungguhnya orang-orang yang menjual atau membeli perjanjian Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang murah, mereka itu tidak akan ada kebagiannya di hari akhirat, tidak ada keuntungannya nanti di akhirat.
(22:49) Allah pun tidak akan mengajak mereka bicara. Allah tidak akan melihat mereka. Allah pun tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka azab yang pedih. Nauzubillah minzalik. Iya. Fadakal Asad Ibnu Qais. Lalu ada seorang tabiin masuk bernama Al-Asy’at bin Qais. Waqal eh seorang sahabat masuk namanya Alas Alas’ bin Qais dan berkata, yuhaditukum Abu Abdurrahman.
(23:26) Hadis apa yang disampaikan oleh Abu Abdurrahman itu Abdullah bin Mas’ud? Qulna kad waadza. Kami berkata, beliau menyampaikan ini dan itu. Qalafi unzilat kata al-asat, ayat itu turun mengenai aku. Kanat liun fi ardin fi ardibni ammin li dulu di zaman Rasulullah aku punya sumur yang berada di tanah anak pamanku.
(24:06) Lalu kemudian terjadilah pertikaian, persengketaan antara aku dengan seseorang. Dia mengatakan bahwa sumur itu miliknya. Aku mengatakan itu sumur milikku. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bayinatuka yaminuhu.” Mana buktinya? Kata Rasulullah, “Kamu punya bukti enggak kalau sumur itu milik kamu?” Kalau kamu tidak punya bukti, maka ia bersumpah bahwa itu milik dia.
(24:40) Rupanya Bu Al-Asy’at enggak punya bukti. Apa kata Al-Asy’at? Idzan yahlif ya Rasulullah. Kalau begitu silakan dia bersumpah ya Rasulullah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Manfa alamrin bihari muslim wahua fiha fajir laqiallah wahua alai gban.” Siapa yang bersumpah untuk mengambil harta seorang muslim padahal ia bohong dalam sumpahnya, maka dia akan bertemu dengan Allah pada hari kiamat dalam keadaan Allah sangat murka kepada dia.
(25:27) Ibu-ibu sekalian lihat Ibu-ibu ya. Hadis ini adalah merupakan ancaman ibu-ibu buat orang yang nekad berani untuk berdusta dalam sumpahnya. Ibu-ibu sekalian, hadis ini kita ambil faedah, Ibu-ibu. Faedah yang pertama, tahrimul halif billah liakt amalan imlim waahu min kabair dzunub. Haramnya bersumpah palsu.
(26:11) Haramnya bersumpah dengan nama Allah dengan tujuan untuk mengambil harta seorang muslim dan bahwa itu dosa besar. Ibu ya. Maka tidak boleh kita bersumpah hanya demi untuk apa? mengambil ya hak seorang muslim. Hari sini kita ambil faedah yang kedua, Ibu-ibu. W dalam persengketaan orang yang menggugat ya wajib membawa bayyinah, bukti.
(26:56) Dalam persengketaan, Bu. Orang yang menggugat wajib membawa bukti. Kalau ternyata orang yang yang menggugat tidak punya bukti, maka yang digugat cukup bersumpah. Cukup apa? Bersumpah. Misal ibu nih bertikai nih tentang tanah ibu dengan teman ibu. Ibu bilang itu tanah saya.
(27:30) Terus temannya bilang, “Enggak, itu tanah saya. Makanya ibu menggugat ke pengadilan ya. Maka pengadilan akan bertanya, “Mana buktinya kalau itu tanah kamu? Mana surat-suratnya?” I eh ternyata ibu enggak punya apa? Enggak punya bukti. Maka pada waktu itu yang digugat disuruh bersumpah, “Demi Allah, ini tanah punya saya. Iya. Ya sudah. Nah, ini ibu-ibu sekalian.
(28:07) Tapi Rasulullah mengancam bahwa orang yang bersumpah dusta hanya untuk mengambil hak seorang muslim itu dosanya besar sekali. Ibu-ibu sekalian ini, Ibu. Makanya disebutkan dalam hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sabda apa? Albayyinatu alal muddi wal yaminu ala man ankar. bukti ya wajib membawakan bukti untuk orang yang menggugat ya dan sumpah untuk orang yang digugat.
(28:46) Artinya kalau orang yang menggugat itu tidak punya bukti ya enggak ada bukti sama sekali maka yang digugat cukup bersumpah. Nah, ini Ibu-ibu sekalian hadis ini kita ambil faedah selanjutnya Ibu-ibu, yang bisa kita petik dari hadis ini. Hadis ini menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an itu ada dua macam. Ada ayat Al-Qur’an yang turun karena sebab.
(29:20) Ada ayat Al-Qur’an yang turun karena apa? Sebab. Nah, disebut dengan asbab nuzul ya, sebab turunnya ayat. Ada lagi ayat-ayat Al-Qur’an yang turun tanpa sebab. Ya, ada ayat Al-Qur’an yang turun tanpa apa? Sebab. Dan ini kebanyakan mayoritas ayat Al-Qur’an tuh rata-rata banyaknya turun tanpa sebab. Adapun ayat Al-Qur’an yang turun dengan sebab itu sedikit ya dan itu pun juga tidak semua sahih lagi.
(30:08) Buku yang paling bagus tentang Asbabun Nzul itu buku yang ditulis oleh Syekh Muqbil. Beliau punya buku yang berjudul Shahih Asbabin Nuzul. Sahih Asbabun Nuzul. Ibu kalau punya duit beli aja Bu ya. Biar Ibu lebih paham tentang sebab-sebab turunnya ayat Ibu-ibu sekalian. Nah, di sini Allah ee Asya’ menyebutkan tentang sebab turunnya ayat itu dalam surat Ali Imran.
(30:46) Innalladzina yaruna biahdillahi wa aimanihim tamanan qila ulaika la khalaq lahum fil akhirah wala yukallimuhumullah wuru ilaihim yaumalqiamati yuzakihim walahumzabun alim. Kata Asy’ad, itu ayat turun ya tentang kejadian aku. Saat itu. Aku bertikai, bersengketa dengan saudaraku ya tentang sumur. Nah, ini ibu-ibu sekalian. Hadis ini kita ambil faedah, Ibu-ibu.
(31:21) Faidah selanjutnya. Hadis ini menunjukkan, Ibu-ibu, bahwa Allah disifati dengan gab, murka, marah. Allah disifati dengan sifat marah, murka. Tapi ingat I, Bu, ya, marahnya Allah tidak sama dengan marahnya siapa? Makhluk. Ibu enggak boleh membayang-bayangkan di pikiran, Bu, Allah sedang marah. Enggak boleh. Kalau Ibu membayangkan pasti yang terbayang apa? Makhluk, Bu.
(32:04) Wajib kita imani saja sudah bahwa Allah punya sifat parah. Selesai. Disebutkan dalam hadis ini ya. Maka dia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan Allah murka kepada dia. L itu menunjukkan Allah punya sifat murka. Dalam ayat-ayat juga disebutkan bahwa Allah punya sifat marah.
(32:27) Seperti Allah berfirman, “Wam yaqtul mukmin mutaamidan fajzauhu jahannam khidan fiha wadiballahu alaihi waahu wa aadalahu jahannam wasaat masir.” Siapa yang membunuh seorang muslim dengan sengaja maka balasan dia neraka jahanam dia kekal padanya. Dan Allah pun murka kepadanya dan Allah laknat dia dan Allah sediakan untuknya neraka jahanam.
(33:02) Ya, berarti ibu-ibu Allah disifati dengan sifat apa? Marah ya, murka. itu wajib kita imani. Faedah selanjutnya, Ibu-ibu, yang bisa kita petik dari hadis ini, hadis ini menunjukkan ya wajibnya menghormati hak-hak muslim dan tidak mengganggu mereka. Maka tidak boleh mengambil hak seorang muslim walaupun sedikit. Tidak boleh. Ibu misalnya punya tanah terus sama ibu batasan tanahnya diubah sama ibu.
(33:53) Tanah orang dimasukin sama ibu. Tuh, Bu. Itu dosanya besar Bu. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, “Manar laallahu manaral.” Semoga Allah melaknat orang yang mengubah batasan tanah. Sebutkan dalam hadis, orang yang mengambil tanah orang sejengkal pada hari kiamat akan dikalungkan di lehernya tujuh lapis bumi. Ya. Ya. Jelaslah.
(34:28) Karena kan di atas sejengkal. sejengkal ke bawahnya berapa lapis? Tujuh lapis. Subhanallah, Ibu-ibu sekalian. Makanya hati-hati. Hati-hati jangan sampai kita mengambil hak orang lain, Bu. Iya. Ibu ngutang sama teman. Datang ke temannya. Oh, saya boleh ngutang enggak? Berapa? Sejuta. Kapan mau dibayar? Insyaallah bulan depan.
(35:02) enggak diai bayar dan tidak ada niat membayar lagi. Nauzubillah minzalik. Maka orang seperti ini, Bu, dihukumi dalam Islam sebagai apa? Maling gitu. Dia sudah mengambil hak seorang muslim itu, Bu. Hati-hati jangan, jangan kita orang yang bermudah-mudahan dalam berhutang Bu. Hutang tuh berat nanti ya pada hari kiamatnya itu.
(35:33) Karena kalau ibu enggak bayar hutang pertama setiap harinya ibu berdosa, zalim, Bu. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, apa? Mutlul ghanii dululmun. Mengulur-ngulur pembayaran hutang. Padahal dia mampu untuk membayar, maka itu zalim. Ibu misalnya mengulur pembayaran pembayaran hutangnya sebulan itu setiap harinya ditulis zalim. Ibu mengulur pembayaran hutangnya setahun. Setahun itu ibu berbuat zalim.
(36:11) Bayangkan. Hati-hati ibu-ibu sekalian. Jangan meremehkan masalah hutang. Banyak teman-teman kita itu sudah ngaji kalau ngutang pas di pas di apa? Pas ditagih bilangnya apa? Afwan, akhi, kamu kan saudara ana ya. Saudara ya saudara, hutang ya hutang. Ya Rasulullah aja pernah ngutang sama orang Arab Badui, Bu.
(36:42) Akhirnya orang Arab Badui pas hari Hnya nagih ke Rasulullah ditariknya. kerah Rasulullah dan berkata, “Hai Muhammad, mana hutangku?” Rasul di ditagih hutangnya, Pak. Bayangkan, ya. Kita bukan rasul enggak mau ditagih. Pas ditagih ya lebih seram daripada yang nagih. Oh, ini subhanallah, Ibu-ibu sekalian. Hutang itu duit orang, Bu.
(37:15) Kalau kalau kita sampai mengambil hak orang lain, duh berat Bu pada hari kiamat itu. Nasyaallah salamata waliah. Ibu-ibu sekalian, kita masuk ke bab berikutnya. Bab addalil ala anna manq akirihi haqqin kanal qqidu muhdaram. Bab dalil bahwa orang yang mau mengambil harta orang lain dengan tanpa hak, maka orang yang mau mengambil ini halal darahnya.
(38:04) Ya, maksudnya dalam kalau ternyata terjadi berantem. Hadis 85. Hadis Abdullah bin Amr berkata, “Sami Nabi sallallahu alaihi wasallam yaakul manila duna malihi fahua syahid.” Siapa yang dibunuh karena mempertahankan hartanya maka ia mati syahid. Siapa yang dibunuh karena mempertahankan apa? Hartanya, maka ia mati syahid. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang lain, Ibu-ibu, ada seorang sahabat bertanya, “Hai Rasulullah, kalau ada orang yang mau merampok harta saya, apa yang saya lakukan?” Kata Rasulullah, “Qatilhu.” Perangi dia, lawan dia.
(38:56) Lalu sahabat ini berkata, “Kalau aku membunuh dia,” kata Rasulullah, “Dia di neraka. Kalau aku yang terbunuh, kata Rasulullah, kamu di surga. Masyaallah, Ibu-ibu sekalian, hadis ini menunjukkan, Ibu-ibu, ya, wajibnya mempertahankan harta kita kalau ada orang yang mau apa? Mau mengambil. Ya, walaupun kita harus konsekuen konsekuensinya kita harus terbunuh, maka kita di surga kita mati syahid, Bu. Masyaallah.
(39:37) Iya. Dan kalau ternyata ketika kita melawan qadarullah, dia yang terbunuh, dia di neraka. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Iya. Itu dalam hukum Islam, Bu. Dalam hukum Islam diperbolehkan seperti itu, enggak masalah. Adapun kalau tidak sesuai hukum Islam ya orang yang mempertahankan hartanya malah di malah dipenjara.
(40:05) Karena enggak sesuai hukum Islam, gimana ya, Ibu-ibu sekalian? Hadis ini menunjukkan, Ibu-ibu, yang kedua yang saya bisa kita petik bahwa mati syahid itu banyak, Bu. Tidak harus mati syahid itu mati di medan perang dalam rangka berjihad melawan orang kafir. Tidak.
(40:39) Ternyata perang ketika mempertahankan harta kita ya mempertahankan apa? harta kita. Karena ada orang yang mau merampok kita lalu kita perangi dia, kita lawan dia, lalu kita mati maka kita mati syahid. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Masyaallah. Iya, Ibu-ibu sekalian.
(41:03) Kalau di zaman sekarang kan orang, Bu ya, untuk mengambil harta orang itu ngeri sekali Bu ya. Tinggal mengklaim, bikin sertifikat palsu, kemudian bayar apa? Hakim, akhirnya menang. Padahal dia dusta. Maka kita yang dizalimi boleh kita melawan terus sampai titik darah penghabisan enggak masalah. Karena itu harta kita yang di yang mau diambil orang. Maka dalam Islam boleh kita lawan terus walaupun konsekuensinya kita harus mati enggak apa-apa.
(41:42) Iya. Hadis ini kita ambil faedah, Ibu-ibu. Yang ketiga yang bisa kita petik, hadis ini menunjukkan betapa pentingnya harta. Sampai-sampai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyuruh kita untuk menjaga harta kita, Bu. Kalau ada orang yang mau mengambil harta kita, sampai-sampai kita diizinkan untuk melawan dia.
(42:17) Bahkan diperintahkan kita untuk memerangi dia, itu menunjukkan, Bu, kalau kita punya harta itu hendaknya kita jaga baik-baik. Jangan disia-siakan. Ya, Ibu-ibu sekalian. Hadis ini menunjukkan ibu-ibu ya, bahwa apabila harta kita terancam, apabila harta kita terancam, maka itu keadaan yang disebut dengan darurat. Itu keadaan yang disebut dengan apa? Darurat.
(42:58) Karena kata para ulama, kapan sih disebut darurat? disebut darurat kalau membahayakan lima. Yang pertama membahayakan agama, yang kedua membahayakan nyawa. Yang ketiga membahayakan harta. Yang keempat membahayakan apa? Ee keturunan. Dan yang kelima membahayakan akal. Nah, ini ibu-ibu sekalian [Tepuk tangan] kita masuk ke bab berikutnya. Bab istihqaqil wali alghas liraatihinar.
(43:46) Bab pemimpin yang curang, yang suka mencurangi rakyat. Dia berhak masuk neraka. Ini Bu balasan buat pemimpin. Tapi dia apa? Menzalimi rakyat, mengambil hak-hak rakyat, mencurangi rakyat. Ini pemimpin di di akhirat nanti. Ngeri. Iya. Hadis 86. Hadis Maqil bin Yasar. Ana Ubaidullah bin Ziyad aadahu fi maradzi mata fqahu maqil inni muhadan rasulah wasam nabi wasamakul ma abdinarahullahuah [Musik] yahutha binasihatin illa lam yajid roihatal jannah.
(44:49) Dari Maqil bin Yasar, seorang sahabat Nabi bahwa ia sedang sakit. Lalu ia dijenguk oleh seorang yang bernama Ubaidullah bin Ziyad. Ini pemimpin yang zalim pada waktu itu, Bu. Dia walikota Basrah seingat saya itu Irak kalau enggak salah. Tapi dia zalim orangnya sama rakyat itu.
(45:17) Rupanya Maqil bin Yasar sakit lalu dijenguk oleh Ubaidullah bin Ziyad. Ya. Maka Mak Maqil bin Yasar sahabat ini menggunakan kesempatan ini untuk menasehati sang pemimpin ini. Bu. Apa kata Maqil bin Yasar? Seorang sahabat Nabi ini, “Aku ingin menyampaikan kepada kamu sebuah hadis yang aku mendengar langsung dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(45:50) Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Hamba mana saja yang Allah jadikan pemimpin untuk rakyatnya, tapi ia tidak berbuat baik kepada rakyatnya, kecuali ia tidak akan mencium bau surga.” Artinya kalau pemimpin tuh Bu sama rakyatnya, rakyatnya dizalimi, rakyatnya disusahkan, rakyatnya dicurangi, maka pemimpin ini tidak akan mencium bau surga. Kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Subhanallah, Ibu-ibu sekalian.
(46:29) Hadis ini kita ambil faedah, Ibu-ibu. Faedah yang pertama yaitu disyariatkan. mengunjungi orang sakit ya. Ini pemimpin zalim Ubaidullah bin Ziyad ini, Bu, mengunjungi menjenguk seorang sahabat Nabi yang sedang sakit ya, itu Maqil bin Yasar. Maka dari itu, Ibu-ibu, kalau punya teman, punya saudara yang sedang sakit, usahakanlah kalau ada waktu kita kunjungi, Bu.
(47:11) Karena menjenguk orang sakit itu masyaallah pahalanya, Bu. Kata Rasulullah, orang yang menjenguk orang sakit didoakan oleh 70.000 mala malaikat. Bayangkan. Iya. Hadis ini kita ambil faedah, Ibu-ibu, yang bisa kepetik. bahwa seorang ulama hendaklah berusaha menasihati pemimpin. Ya, ini Maqil bin Yasar seorang sahabat. Tentunya beliau seorang ulama di zamannya.
(47:47) Ketika beliau sakit dijenguk oleh pemimpin yang zalim yang berimana Ubaidullah bin Ziyad ini. Maka beliau menggunakan kesempatan ini untuk menasehati. Kata Makqil, “Aku akan menyampaikan kepada kamu sebuah hadis yang aku mendengar dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam langsung.” I masyaallah, Ibu-ibu sekalian.
(48:13) Kar itu para ulamalah yang hendaklah mereka itu menasihati siapa? Para penguasa. Ya. Tapi sebatas nasihat aja, bukan maksa. Sebatas nasihat. Kalau nasihatnya yang enggak didengar ya sudah dia sudah apa? Dia sudah melaksanakan tugas. Makanya Rasulullah bersabda dalam hadis yang lain, maniah biyadiq alai. Siapa yang ingin menasihati penguasa kata Rasulullah, jangan di depan orang banyak, jangan.
(48:56) Tapi hendaklah ia nasihati secara rahasia. Jika diterima nasihatnya, alhamdulillah. Jika tidak diterima, maka dia telah melaksanakan tugas sampai situ. Iya. Jadi, ulama itu hanya sebatas berkewajiban memberikan nasihat. Sudah. Kalau enggak diterima, ya sudah. Jangan bikin apa? Gerakan bawah tanah memberontak. Enggak boleh. Memberontak haram dalam Islam, ya.
(49:28) Ibu-ibu sekalian, hadis ini kita ambil faedah berikutnya, Ibu-ibu, bahwa kepemimpinan itu amanah yang berat di sisi Allah. Ya, kepemimpinan itu apa? Amanah yang berat di sisi Allah. Makanya Rasulullah bersabda kepada Abu Dzar, “Ya Aba Dzar, innaha amanah wa innaha khizyun waadamah yaumalqiamah.” Wahai Abu Dzar, sesungguhnya kemimpinan kepemimpinan itu amanah dan sesungguhnya kepemimpinan itu akan menjadi apa? Khizyun, kehinaan, wanadamah dan penyesalan nanti pada hari kiamat. Makanya, ibu-ibu, para sahabat, para
(50:20) salafus saleh di zaman dulu itu lari dari jabatan lari, Bu. Enggak kayak zaman sekarang. Zaman sekarang berlomba-lomba pengin jadi pejabat. Sudah jadi pejabat korupsi lagi. Boleh musibah. Karena gimana sistem kita ini gimana enggak bikin korupsi ketika dia mencalonkan diri, dia keluar duit jor-joran. Iya. Enggak sampai miliaran.
(50:49) Setelah dapat jabatan, dia mikir harus balik modal. Akhirnya apa? Gara-gara itu korupsi. Korupsi sistemnya yang sudah mendukung korupsi gimana ya, Ibu-ibu sekalian? Makanya kalau dalam Islam tidak seperti itu. Kalau dalam Islam yang menunjuk sebagai pejabat ya itu langsung pemimpin tertinggi yang ditunjuk orang-orang yang betul-betul apa namanya? Apa namanya? Punya kemampuan yang hebat dalam kepemimpinan. Betul-betul orang yang bertanggung jawab.
(51:38) Ibu-ibu sekalian, Ibu-ibu sekalian, kepemimpinan tuh berat, Bu. Di zaman sekarang tuh orang melihat jabatan tuh sebatas dari sisi enaknya doang, Bu. Jadi pejabat kan dihormati orang ya, kalau datang orang-orang pada salaman, uh, dihormati orang tua enak enggak, Bu? Manis memang. Ya, jadi pejabat itu duitnya banyak, fulus, tapi banyak orang tidak mikir bahwa itu tanggung jawabnya berat di sisi Allah Subhanahu wa taala. Berat.
(52:19) Makanya salafus saleh di zaman dulu lari dari jabatan. Takut sekali. Abu Hanifah pernah diminta oleh apa? pemimpin di zamannya untuk jadi qadi ya. Tapi Abu Hanifah menolak, “Enggak mau. Saya enggak mau. Saya tidak berhak jadi qadi. Saya ilmunya cetek.” Kata kata apa sang khalifah? Apa kamu ini dusta? Kata Abu Abu Hanifah. Apa? Kalau aku dusta, pendusta enggak berhak jadi qadi.
(53:05) Ya, masyaallah. Ibu-ibu sekalian, bayangkan itulah keadaan zaman salafus saleh terdahulu itu. Mereka takut dari jabatan. Takut karena itu amanahnya berat, Ibu-ibu sekalian di sisi Allah Subhanahu wa taala. Faidah selanjutnya, Ibu-ibu yang bisa petik dari di sini wajib siapapun orang yang dijadikan pemimpin, wajib dia mensejahterakan rakyat. Wajib dia berbuat baik kepada rakyat.
(53:41) Karena di sini Rasulullah mengancam siapapun hamba yang Allah jadikan pemimpin falam yahut binasihatin tapi ia tidak berbuat baik kepada ya rakyatnya malah mencurangi, malah menzalimi, maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat. Makanya, Bu, jangan lupa, Bu, doakan pemimpin kita yang sekarang nih, Pak Parobo ya, supaya Allah bantu beliau dalam tugas-tugasnya untuk memerangi para koruptor juga, Bu.
(54:18) Iya, doakan, Bu. Karena kalau kita banyak netizen-netizen tuh kerjaannya mencaci maki doang. Apa apa manfaatnya mencaci maki coba? Yang diajarkan dalam Islam itu mendoakan supaya dapat petunjuk, diberi taufik ya supaya Allah bantu, Allah hindarkan dari berbagai macam keburukan. Doakan.
(54:49) Makanya kata Imam Albarbahari, “Kalau kamu melihat ada orang yang mendoakan kebaikan buat penguasa, itu tandanya dia ahlusunah. Tapi kalau kamu melihat ada orang yang mendoakan keburukan buat penguasa, itu tandanya dia pengikut hawa nafsu. Iya. Jadi jangan lupa, Bu, ketika Ibu salat, Ibu tahajud, adalah doa ibu yang ibu peruntukkan buat pemimpin kita itu.
(55:22) Ya Allah, berikan taufik kepada beliau. Ya Allah ya kuatkan beliau, sehatkan beliau ya Allah ya berikan hidayah kepadanya ya berikan kemudahan dia untuk menjalankan kepemimpinan jadikan dia pemimpin yang adil yang sayang sama rakyat ya itu ibu-ibu sekalian ya. Hadis ini menunjukkan, Ibu-ibu, hadis ini menunjukkan bahwa kepemimpinan pemimpin itu adalah cermin dari rakyat. Artinya gimana? Artinya begini, Bu.
(56:17) Rakyat yang zalim biasanya diberi oleh Allah pemimpin yang yang zalim. Ya, tapi kalau rakyatnya cinta keadilan, Allah pun berikan kepada dia pemimpin yang apa? Yang insyaallah senang keadilan. Makanya kalau kita pengin pemimpin yang baik, yang adil, kita sebagai rakyatnya juga harus berubah. Allah berfirman, “Inallahirtafusihim.
(56:53) ” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai Allah sampai mereka mengubah diri mereka sen sendiri. Lihat Allah mengatakan sampai mereka mengubah diri mereka sendiri. Itu berarti perubahan dari diri kita sendiri, Bapak Ibu sekalian. semua kita ya, Ibu-ibu sekalian. Baik, saya kira cukup sampai di sini, Ibu-ibu. Kita buka tanya jawab.
(57:22) Barangkali ada yang mau nanya silakan. [Musik] yang Waktu bayi saya belum mengakikahkan anak saya karena belum mampu.
(58:46) Anak saya sekarang sudah dewasa. Apakah saya tetap mengakehkan anak saya? Iya. Kalau memang waktu bayi dulu enggak sempat karena enggak mampu, maka setelah besar tetap kita akikahkan, Bu. Kenapa? Karena Rasulullah bersabda, “Al ghulam murtahinun biqiqatihi.” Anak itu tergadai oleh akikahnya. Lihat ibu-ibu. Jadi anak itu tergadai dengan akikahnya.
(59:23) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam umpamakan seperti gadaian. Gadaian wajib dibayar enggak? Harus. Ya, tolong berikan amalan yang utama untuk seorang mualaf agar teguh dan istikamah di atas agama Islam. Seorang mualaf amalan yang paling utama adalah memperdalam agama Islam. Terus belajar terutama tentang akidah dan tauhid.
(1:00:02) Itu yang paling utama, Ibu. Jadi, tugas setelah masuk Islam itu apa? Semakin perdalam tentang agama Islam. Apa itu Islam? Pelajari yang wajib setiap muslim mempelajarinya berupa rukun iman yang enam. Iman kepada Allah, malaikatnya, kitab-kitabnya, hari akhirat. Beriman kepada para nabi dan rasul.
(1:00:29) Beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk. Pelajari itu. Pelajari tentang rukun Islam. Syahadat lailahaillallah, syahadat Muhammad Rasulullah. Mendirikan salat, membayar zakat, berpuasa Ramadan, haji ke Baitullah. Wajib pelajari. Pelajari tentang kewajiban-kewajiban yang tiap hari kita lakukan. seperti bagaimana menutup aurat ya, bagaimana cara makan, cara minum ya. Nah, itu banyak belajar.
(1:01:06) Jadi kalau sudah masuk Islam alhamdulillah itu nikmat besar. Selanjutnya apa? Selanjutnya pelajari terus. Belajar terus supaya bertambah keimanan. semakin paham tentang hakikat agama Islam itu. Ibu-ibu sekalian, Ibu-ibu jangan ngobrol ya, Bu ya. Dengarin sabar. Jika kita mengerjakan proyek pembangunan masjid, bolehkah kita mengambil keuntungan? Boleh, enggak apa-apa.
(1:01:44) Karena antum kontraktor, ya. Kemudian antum diminta akadnya dengan mereka adalah antum yang membangunnya ya. Antum yang membangunnya masjid tersebut yang tentunya pasti butuh biaya dan dan yang lain-lainnya. Makanya seperti ini ya wallahuam boleh enggak apa-apa.
(1:02:13) Tapi kalau tidak mengambil keuntungan diikhlaskan lillahi taala oh ini besar pahalanya. Ya, Gusti Allah Subhanahu wa taala. Salat sunah rawatib yang afdal itu yang 12 rakaat atau 22 rakaat. Wuh, banyak amat. 22 [Musik] paling banyak juga 14, Bu. Atau 16 ya. Paling banyak 16. Enggak sampai 22. Dua rakaat sebelum subuh, 4 rakaat sebelum zuhur, empat rakaat setelah zuhur. Nah, untuk zuhur diberikan pilihan.
(1:03:04) Boleh 4emp, boleh dua dua, boleh 4 ya. Boleh 42. Kemudian empat rakaat sebelum asar. Tapi ini bukan sunah muakkadah ya. Kemudian ya dua rakaat setelah magrib kemudian dua rakaat setelah isya. Namun yang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sangat anjurkan 12 rakaat.
(1:03:41) Kata Rasulullah, “Siapa yang menjaga 12 rakaat, Allah bangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” Ya, adapun qabliah asar, maka ini tidak ditekankan. Tidak. Adapun qabliah magrib ini pun tidak ditekankan. Jadi yang disuruh kita untuk menjaganya yang betul-betul kita jaga itu yang tadi 12. Tapi kalau kita mau tambah, saya mau tambah Ustaz, qabliah asar 4 rakaat silakan, qabliah magrib dua rakaat silakan.
(1:04:18) Tapi itu ya Rasulullah Rasulullah tidak mendawamkan sesuatu yang Rasulullah tidak dawamkan sebaiknya jangan di dawamkan. Sesuatu yang Rasulullah tidak rutinkan sebaiknya tidak apa? Dirutinkan. Ya, duduk antara dua sujud. Kenapa tidak boleh doa begini? Ada tambahan wafu anni, waafini wafu anni. Bu, yang namanya zikir-zikir salat itu enggak boleh berdasarkan riwayat yang lemah, bahkan riwayat yang tidak ada sama sekali.
(1:05:17) Wfuannya itu gak ada riwayat yang menyebutkan Rasulullah membaca itu di antara dua sujud. Ada riwayat lain yang menambahkan wafu anni, tapi bukan dalam salat. Ya, adapun dalam salat tidak ada tambahan wafuanni di antara dua sujud itu. Maka ingat Bu, kata Rasulullah apa? Had idza hadastukum haditan fala tazidu alai.
(1:05:53) Kalau aku menyampaikan hadis jangan ditambah-tambah. Jangan apa? Ditambah-tambah. Enggak boleh menambah-nambah doa yang Rasulullah sudah ajarkan kepada kita. Kita tambah-tambah enggak boleh. Karena dilarang. Itu termasuk berdusta atas nama Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Apakah berdosa kalau kita mensalati jenazah yang kita tahu masih punya hutang? Enggak
(1:06:35) berdosa. Enggak. Mungkin Ibu bertanya, “Dulu Rasulullah tidak mau mensalati jenazah orang yang punya hutang.” Iya, di awal-awal. Di awal-awal Rasulullah tidak mau menyalatkan jenazah yang punya hu hutang. Tapi di akhir akhir hukum itu sudah dihapus. Rasulullah bersabda, “Siapa yang punya hutang ya, maka fa’alya itu kewajibanku untuk membayarkannya.” Ya, artinya kalau ada seorang yang punya hutang dan dia tidak mampu bayar hutang sampai matinya enggak bisa bayar hutang, maka itu kewajiban pemimpin kaum muslimin untuk membayarkan. Iya, Ibu-ibu sekalian.
(1:07:27) Nah, itu, Ibu-ibu sekalian. Jadi tetap disalatkan Bu. Apakah pemimpin suatu perusahaan sama kewajibannya dengan pemimpin dalam suatu negara? Ya bedalah, Bu ya. Kalau perusahaan kan dalam masalah bisnis, tapi tetap dia wajib berbuat baik sama bawahan. Enggak boleh zalim. Kalau dalam hal zalim tidak boleh. Siapapun berbuat zalim enggak boleh.
(1:08:02) Baik dia pemimpin, baik dia rakyat, yang namanya zalim tetap enggak boleh. Atas siapapun juga secara mutlak. Iya. Mendapatkan jabatan dengan jalur sogok boleh enggak? Haram. Rasul bersabda, “Laanallah rasi wal murtasiy Allah melaknat ya orang yang menyogok dan yang disogok. Dua-duanya kena laknat gitu ya.
(1:08:54) Ini dapat apa? Jabatan tapi dengan cara nyogok. Waduh gimana ini? Musibah. Apakah kita bisa berdoa antara azan dan iqamah tapi tidak di masjid tapi di rumah? Bisa, enggak masalah. Karena Rasulullah mengatakan begini, Bu. Antara azan dan iqamah, doa tidak akan ditolak. Rasulullah hanya menyebutkan waktunya, bukan tempatnya.
(1:09:31) Rasul mengatakan antara azan dan iqamah doa tidak akan di tolak. Lihat Rasulullah hanya mengatakan waktunya tidak menyebutkan tempatnya. Jadi tempatnya di mana saja enggak enggak masalah ya. Bagaimana kalau kita saat di obname di rumah sakit ditawari suatu pemakaian alat yang sebenarnya tidak urgen? Karena pasien tidak paham ya setuju saja. Kah saat tagihan terlupa statusnya jadi hutang ke rumah sakit.
(1:10:16) Gimana kalau alat itu terlalu mahal dan kita merasa manfaat dimanfaatkan oleh rumah sakit, apakah wajib bayar? Wajib. Salah sendiri langsung main terima aja tanpa bertanya apa manfaatnya, bagaimana, bagaimana ya. Nah, rumah sakit ini juga tidak benar. Makanya begitulah, Ibu-ibu ya. Banyak rumah sakit di negeri kita ini, Bu, yang dia pikirkan kan cuan, Bu.
(1:10:44) Cuan. Akhirnya apa yang terjadi? Ya, ngerjain pasien gimana caranya bakat dapat fulus. Makanya banyak orang Indonesia pada berobat ke luar negeri. Kenapa? Ya, di luar negeri mereka memang tujuannya betul-betul ingin mengobati. udah murah, pelayanan bagus ya.
(1:11:18) Nah, kalau Indonesia di di negeri kita misalnya rumah sakit pikirannya cuma cuan-cuan aja, akhirnya ngerjain para pasien, waduh ya lama-lama nanti rumah sakit Indonesia sudah enggak laku lagi, Pak. Maka dari itulah ya untuk para dokter, para rumah sakit hendaklah tujuannya betul-betul bukan hanya mengambil keuntungan tapi betul-betul bagaimana apa tujuannya supaya orang pada sehat.
(1:11:48) Iya, Ibu-ibu. Saya pernah ya diceritakan oleh salah seorang salah seorang mantri. Dia bertanya gini ke dokter. Saya pernah nanya ke dokter gini, “Dok, menurut kamu keberhasilan rumah sakit itu dengan sedikitnya pasien atau dengan banyaknya pasien?” Kata dokter apa? Oh, banyak pasien. Berarti rumah sakit itu apa? Berhasil. Salah, Dok.
(1:12:24) Kata dia, “Kalau banyaknya pasien itu sebagai keberhasilan, berarti rumah sakit gagal buat menyehatkan masyarakat. Sementara tujuan rumah sakit itu bikin orang sehat. Pantas saja namanya rumah sakit, orang jadi pada sakit. Tujuan rumah sakit itu jadi orang sehat. Jadi kalau semakin orang sedikit sakit berarti berhasil dia menyehatkan masyarakat. Cuma masalahnya terkadang ya gitu, Pak.
(1:13:03) Banyak yang bisnis, Pak ya. Gimana caranya obat produknya jadi apa? Laris, laku. Ya, caranya gimana? Ya, masyarakat dibikin sakit dulu biar bisa beli dan yang lainnya. Musibah memang di zaman sekarang ini ya. Kenapa? Ya itu tujuannya cuan cuan cuan duit semuanya waliah. Kalau kita meminjamkan dalam bentuk LM. Apa sih? LM tuh.
(1:14:00) Emas. Hah? Seperti emas perak gitu ya? Apakah boleh? Boleh. Kalau ada yang minjam nih, saya pinjamkan kamu emas. Bayarnya apa? Emas lagi. Bayarnya dengan apa? Emas lagi boleh enggak? Apa? Ya, saya tidak mau dibayar pakai duit. Saya mau bayarnya pakai emas lagi. Sebab kalau dibayar pakai duit bisa terjadi riba, Pak. Kalau misalnya lebih riba.
(1:14:41) Kalau kurang ya masalahnya kamu rida enggak kalau kurang? Kalau kamu rida ya alhamdulillah enggak masalah. Jadi kalau kita meminjamkan orang berupa emas, hendaknya dibayarnya dengan emas juga tanpa ada tambahan apa-apa, tanpa ada denda dan yang lainnya. Saya nih saya pinjamkan berupa emas 5 gram. Berarti bayarnya emas lagi 5 gram. Tapi Ustaz, dulu waktu saya pinjam harga emasnya kan cuma sejuta. Sekarang harga emas R2 juta. Ya enggak masalah.
(1:15:21) Kenapa? Karena pinjamnya emas. Kalau pinjamnya emas tetap dibayar dengan apa? Emas. Tidak riba. Tidak. Karena yang dilihat itu gramnya sama. sama-sama 5 gram. Makanya sebagian orang yang enggak mau rugi begitu dipinjamkannya berupa emas, enggak mau pakai duit. Ya, ini ibu-ibu sekalian ya. Tapi itu sangat memberatkan si penghutang.
(1:16:02) Gimana, Ustaz? Ya, dulu kenapa dia terima dengan emas? Kalau sudah tahu bakalan ngeberatkan, lebih baik jangan terima kalau emas ya. Tapi kalau misalnya dia terpaksa, “Ustaz, gimana dulu?” Ya sudah gimana lagi? Tetap wajib harus bayar emas dengan emas ya. Walaupun harganya memang jauh lebih mahal daripada dulu misalnya, tetap wajib bayar emas dengan emas ya.
(1:16:29) Tidak dianggap riba. Tidak. Demikian subhanakallah wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfiru ilai asalamualaikum warahmatullah wabarakatuhdillah nahmaduagfir rov saluran tilawahquran dan kajian Islam.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *