(3) [LIVE]: Ustadz Abu Unais Ali Subana – Bimbingan Tajwid dan Tilawah Al Qur’an – YouTube
Transcript:
(00:00) FM. Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menebar cahaya sunah. Salam para pendengar dan pemirsa Roja TV di mana pun Anda berada. Insyaallah kami akan hadirkan di layar pendengar jazakumullahu khairon bagi Anda para pemirsa Roja TV yang sesaat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung.
(00:45) Roja TV, saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bihsanin ila yaumiddin. Amma baad ikhwati Islamakumullah. Sahabat Roja di manapun Anda bisa menyimak siaran kami.
(01:15) Alhamdulillah di kesempatan Selasa malam yang berbahagia ini kita akan simak kembali program kajian ilmiah dalam pembahasan dari bimbingan tilawah Al-Qur’an dan tajwid dan pembacaan kitab Kaifa Tafadul Quran Karim disampaikan secara langsung oleh guru kita Ustaz Abu Unis Alubana hafidahullah.
(01:38) Nam ikhwati Islamakumullah setelah penyampaian materi silakan nantinya Anda dapat bergabung bersama kami untuk praktik membaca Al-Qur’an di L telepon 0218236543 atau Anda dapat mempersiapkan pertanyaan melalui pesan singkat di chat WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikut kita akan simak penjelasan materi yang akan disampaikan.
(02:05) Selanjutnya kita persilakan kepada al ustaz fala tafadol masyur ustaz. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah hamdan katsiran thayiban mubarokan fih kama yuhibb rabbuna waard. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba’d. Pertama-tama marilah kita senantiasa memuji syukur ke hadirat Allah jalla waala yang dengan segala nikmatnya yang tiada terhingga kita dapat mengerjakan amal-amal saleh kita.
(02:49) Selawat dan salam semoga tercurah untuk baginda tercinta nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam serta keluarganya, para sahabatnya, para tabiin, atbaut tabiin dan pengikutnya hingga akhir zaman. Kemudian kita tidak lupa selalu berdoa semoga Allah azza wa jalla memberikan taufik dan hidayah kepada para pemimpin kita. Karena dengan kebaikan mereka maka akan berdampak pada kebaikan negeri yang kita cintai.
(03:28) juga tidak lupa kita mohon pada Allah agar memberikan petunjuk kepada kita untuk dapat menjalankan agama ini sampai akhir hayat kita dalam keadaan di atas sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Naam ikhwan fiddin aakumullah. Kita lanjutkan kembali kitab Kaifa Tahfadul Quran. Li Syekh Yahya Alghausani hafidahullahu taala di kaidah yang ke 12 alqaidatu ananiyata asyarah beliau berkata, “Attarkiz alal mutasyabihat yadfaul iltibas fil hifz.
(04:19) ” Konsentrasi dalam menghadapi ayat-ayat yang mutasyabihat yang mirip-mirip dapat me hilangkan iltibas yakni ya kerancuan dalam hafalan kita. Nah, ini kaidah yang penting karena di antara ayat-ayat Al-Qur’an itu ada yang berulang-ulang ya. Ada yang sama, ada yang mirip ya.
(05:12) Sedikit ada tambahannya, ada sedikit pengurangannya ya dan begitu seterusnya. Tib beliau berkata, “Minal aqabat allati yuwajiha ba’dal huffaz fi thil hifz tasyabuhul ayat ba’ha ba’d.” Di antara kendala-kendala yang dihadapi sebagian para penghafal Al-Qur’an ya dalam usahanya menghafal adalah ayat-ayat yang mutasyabihat. Walika mlu ya. Contohnya adalah faasbahu fi darihim.
(05:57) ini dalam surah Al-A’raf dengan faasbahu fi diarihim. Ya, ini di surat Hud ini hampir hampir sama ya ada perbedaan. Maka beliau katakan faid kanal akh yasmau ajiu fainnahuama yasilu ila hadil amakin almutasyabihat. Apabila ya bacaan tersebut didengar atau dimurajaah, maka dia ya terjadi ya kebingungan antara ya ayat-ayat tersebut karena mirip ya ketika ditemukan ayat-ayat yang mutasyabihat ini.
(06:53) Waliad tasyabuh hikamun asyara ila ba’di minha ya ba’dul mufassirin. Tasyabuh ayat-ayat ini ada hikmahnya sebagaimana diisyaratkan para ahli tafsir tentang hal ini ya. Nah, ini penjelasannya tentu di kitab-kitab tafsir para ulama. Kemudian dia berkata, “Waqtib ala hadil aqbah anursidakal ustaz al khabir.” Dan yang paling bagus, yang paling terbaik cara supaya bisa ya mengatasi kendala ini adalah dengan ustaz yang membimbing Anda ya.
(07:50) Ustaz yang khabir yang sudah memang ahli. Alladziitartahu ila mawadi hadil mutasyabihat asnaa hifzika yang mana beliau ya yang menerangkan di mana ya tempat-tempat ayat ini ya terjadi mutasyabihat lihatnya ketika engkau sedang menghafal ya waa usulika ilal ayat allati fiha tasyabuh ma ukhtin laha min makanin akhar.
(08:49) Guru itu nanti akan ya membimbing kamu ketika sampai pada ayat yang di mana ayat tersebut ada kemiripan dengan ayat ya yang la lain di tempat lain. Famasalan contohnya idza kunta taqra alas syikh surah Albaqarah. Jika engkau baca Al-Qur’an di hadapan Syekh yang engkau baca itu adalah surah Albaqarah waalta qua taala.
(09:31) Dan ketika sampai kepada firman Allah Taala waqtulunan nabiyina bighhairil haq. Nah, ini ya di surah Albaqarah ya. Faama faindaha yaakulu lak syekh. Maka ketika sampai pada ayat ini syekhnya akan memberitahu kepada kamu. Jaat hadil ayat fi salasati mawadi. Ayat yang seperti ini ada tiga tempat. Almaudiul awal huna fil baqarah ya.
(10:10) tempat pertama di sini ya yang dibaca ini ya yaitu di surah Albaqarah wal maudiani wasalis tempat kedua dan ketiga fi Ali Imran ya ada di surah Ali Ali Imran yang bunyinya waaqtulunan nabiyyina bighhairi haqqo yakni biduni al tanpa ada alif lamnya pada Albaqarah Biril haq. Sedangkan pada Ali Imran waqtulunan nabiyina bighhairi haqq. Tidak ada alif lamnya.
(10:58) Dan tempat ketiga yaitu ya yaqtulunal anbiyaa bighhairi haqqo. Ya. Di sini ya. dengan menggunakan al-anbiya ya dengan ee jamak yang berbeda ya. Fasajjilha fi daftarika ya bunya. Kalau sudah antum dapati, wahai anakku ya catatlah itu ya. Catat di buku tulis ya bahwa sudah diterangkan bahwa ayat yang mirip-mirip ini ada tiga tempat sehingga akan ingat selalu ya tentang ayat yang mutasyabihat ini.
(11:44) Wa anta bidurika takumu bil iadah wat tikrar ltilkal mawadi lidabti hifdiha. Watha. Sekarang giliran kamu yaitu apa? Memmurajaah ya, mengulang-ulang ya dari tiga tempat tersebut supaya hafalannya ya dob kuat ya dan tarkisnya konsentrasinya juga kuat. Min bidayatil hif wa asnail murajaah. dari awal menghafal maupun diilanjutkan dengan muraja murajaah waastamta liaakhin laka farsyidh dan apabila engkau mendengar dari ya seorang teman ya juga baca ayat tersebut dan antum sudah dapat ilmunya maka beritahukan ajarkan dia ya faarsyidhu
(12:47) binafsil uslub ya beritahukan dia dengan cara yang sama ketika engkau diberitahukan oleh ya ustaz ya yang mengajarkan engkau faalika yaj’aluka turakqisu bisyaklin jayyid maka dengan demikian hal itu akan membuat kamu semakin terkonsentrasi dengan baik wahakadza al main mutasyabhin yursidukh. Dan demikianlah ya setiap engkau lewat di sebuah ayat yang di situ ayatnya ada mutasyabi dengan ayat yang sama di tempat lain, maka syekh yang mengajarkan kamu akan membimbing kamu.
(13:43) ya menunjukkan ayat-ayat yang serupa dengannya ya fil Quran yang terdapat dalam Al-Qur’an waminhuna dan dari sinilah tadhar ahamiyatus syikh alhafiz almutqin ya dari sinilah ya nampak bagaimana pentingnya seseorang ya mendapatkan seorang syekh guru yang hafiz yang mutqin. Allati sa uwadihuha fil qidatillati talihadi ya yang nanti Syekh akan jelaskan ya tentang guru tersebut pada kaidah yang berikutnya. Naam. Faillam yatawaarus syekh.
(14:42) Kalau syekhnya yang kita cari tidak kita dapati yang seperti itu. Ya. Faalat tholib anamida alal kutub allati ihtamat bihadil maudu. Maka seorang thalibul ilmi ya apabila dia enggak dapat ya syekh atau guru yang hafiz yang mutkin dia enggak dapat, maka dia hendaknya mencari ya bantuan dengan ya kitab-kitab ya yang di dalamnya ya menerangkan tentang maudu yang seperti ini. ayat-ayat mutasyabihat.
(15:28) Wal kutub fi hadal majal katir. Ternyata kata beliau kitab masalah ini itu sudah banyak. Wahiya anwa dan modelnya juga ada beberapa macam. Di sini akan disebutkan tiga. Lauun ihtama bil mawadi almutasyabihah ma taujih wat ta’lil. Ada kitab-kitab yang konsentrasinya kepada ayat-ayat yang mutasyabihat tersebut dengan arahan ya dan dengan menerangkan ya di mana perbedaannya.
(16:17) MU contohnya kitabul alburhan fi mutasyabihil Quran lil Kirmani. Nah, ini kitab ya yang ditulis oleh Al Imam Alqirmani judulnya Alburhan fi Mutasyabihil Quran. Contoh lain, Fathur Rahman yaitu kitab Fathur Rahman ya. pembuka Ar-Rahman yaitu pembuka kunci Al-Qur’an di Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari ya oleh Al Imam Zakaria al-Anshari.
(16:59) Kemudian contoh lain wa mutasyabihil Quran liabil Husein almunada atau almunadi ya. J julnya mutasyabiul Quran yang ditulis oleh Abul Husin. Nah, itu beberapa kitab yang bisa kita baca ya. Wauun ada lagi model yang lain. Ihamaikri mutasyabihatti mawadi biduniil. sama juga ya menyebutkan ayat-ayat mutasyabihat ya dan juga tempatnya di mana ya tapi tanpa taklil ya tanpa keterangan yang menjelaskan di mana letaknya seperti apa kitabnya sabilut tasbit wal yaqin lihuffazi ayikril hakim nah ya ini judul judulnya ya li Abdul Humaid Sofiyuddin. Nah, ini ulamanya
(18:07) yang menulis namanya Abdul Humaid Sfiyuddin. Kemudian kitab Tanbihul Huffaz ilal ayat almutasyabihat almutasyabihatil alfaz. Ini kitab ditulis oleh Muhammad Abdul Aziz Al Musnid. Kemudian kitab lain wadtul mutasyabihat fil quranil karim yang ditulis oleh Muhammad bin Abdullah Assagir.
(18:45) Lalu yang berikutnya Aunur Rahman fi Hibdil Quran lil qalamuni. Itu macam yang kedua. Wu minha ya. Macab yang ketiga yaitu manzumun s’ron berupa nazam nazam syair-syair diusahila al thb hif. Dan ini untuk memudahkan ya mudah untuk dihafal maka dibuatlah manzumah ya seperti apa contohnya? Nadam mutasyabihil Quran di Muhammad ya nazam mutasabil Quran ya yang ditulis oleh Muhammad at-Tasyini.
(19:40) Kemudian ada lagi manzumah ad-Dimyati ya. Manzumah Imam Addimyati, Manzumah Asakhawi. Ya. Kemudian kata beliau, “Wahadil akhirah.” Dan yang terakhir yaitu manzuma asakhawi ini min arwaiha wa abdaiha. Yang paling bagus ya washarihal lilz. Dan yang paling mudah untuk dihafal ya. Seakan-akan Syekh menganjurkan kita untuk membaca yang terakhir ya, Manzumah Asshawi ya. Naam.
(20:27) Inilah ya keterangan dari kaidah yang ke-12 tentang hafalan apabila bertemu dengan ayat-ayat yang mutasyabihat. Ya, kita disuruh tarkis. ya disuruh konsentrasi ya dan tentu saja kalau yang sedang menghafal dia tidak tahu bagaimana supaya dia tahu bahwa ini ayat ini ada kesamaannya ya maka yang memberitahu adalah ustaznya yang mengarahkannya bisa jadi dia sudah kelewat ayatnya sebelumnya tentang ayat tersebut ya kemudian datang lagi. Kemudian dia ketika baca kok sama dengan yang belakang yang sudahulu ya.
(21:11) Maka diberitahu oleh Syekh ini bukan cuma dua tapi ada sekian tempat yang mirip dengan ini. Maka diberitahu caranya supaya bisa ya lepas dari kebingungan atau disebut Syekh iltibas ya. lepas dari iltibas ya, dari apa namanya percampuran antara ayat yang ya dahulu dengan yang baru dia hafal atau yang akan dia hafal nanti ya.
(21:39) Naam. Ya. Kemudian sarannya yang terakhir adalah harus berhubungan dengan guru. Ya, nanti tentang masalah guru itu di kaidah berikutnya yaitu kaidah yang ke-13. Ya, kaidah 13. Kemudian sudah dijelaskan kalau guru enggak kita dapati yang sesuai maka boleh membaca kitab-kitab mereka. Ya, ayo. Namam sampai di sini ya pembacaannya. Insyaallah nanti kita lanjutkan pada waktu yang akan datang.
(22:15) Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Walhamdulillahirabbil alamin. Nah, jazakallahu khairan. Barakallahu fikum ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat di kesempatan ini berkaitan dengan penjelasan poin ke-12. Konsentrasi melihat ayat-ayat yang mirip saat dihafal. Nah, ikhwat Islam mazakumullah.
(22:37) Silakan bagi Anda yang ingin bergabung bersama kami untuk praktik membaca Al-Qur’an dian telepon 0218236543 atau Anda dapat mengirimkan pertanyaan yang berkaitan dengan tajwid di nomor yang sama 0218236543. Nah, untuk ya penelepon pertama kita coba angkat di L telepon 0218236543 ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
(23:09) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Iskandar di Kalimantan ya. Iya, Pak. Iya, Pak. Silakan Pak Iskandar. Surah Thaha ayat 55. Tha, Pak. Ya, Pak Ustaz. Iya. 55, Pak Ustaz. Iya, betul, Pak. Iya. Baru aku cari dulu, Pak Ustaz. Baik. 50 kan D like 55. Oh, iya. Iya. Iya. 55 Pak Ustaz ya. Iya betul Pak. Silakan. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Tepuk tangan] Bismillahirrahmanirrahim.
(23:47) Minha khalaqnaakum wafiha nuidukum nuidukumharijukuman ukh. Ulang lagi, Pak. Konsentrasi, Pak. Ya, konsentrasi ya. Jangan terburu-buru membacanya ya. Supaya lebih bagus lagi. Coba ulangi lagi. Oh, diulang Pak. Iya. Ulang lagi. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. [Musik] Minha khalaqnaakum wa fiha nuidukum. Nuidukum winha nuhrijukum.
(24:32) ukhro. Nah, ya. Jangan terlalu lama ketika mim sukun, ya. Mim sukun jangan terlalu lama ya. Demikian pula nun sukun ya. Karena dia izhar jadi jangan terlalu lama ya. Ayo lanjutkan. Iya. I iya Pak Ustaz. WQ lagi ya. Kaaha. Jangan di panjangkan ya tasdid dengan lam jangan dipanjangkan. Iya. Iya Pak Ustaz ya.
(25:10) WQ wqad arahu ayatina kullahalaha. Kullaha. Iya. Jangan kullaha. Oh kepanjangan itu, Pak ya. Q wqahu eh lagiq ada fanya ketinggalan fnya itu ada fa diulang lagi ustaz. Iya. Ulang lagi. Walaqad arahu ayatina kullahazaba waa. Naam. Bagus. Ya Musa. Iya cukup. Barakallahu fik. Iya ya. Bagus Pak Iskandar ya. Semangat terus ya.
(26:11) Semoga Allah tambahkan semangatnya untuk terus belajar ya, belajar membaca Al-Qur’an dan juga mempelajari ilmu syarinya. Allahum amar belajar membaca Alquran. Iya. Ada pertanyaan Pak Iskandar? Terima kasih banyak Pak Ustaz. Ini atas bimbingan juga Pak Ustaz ini kemajuan mengaji Al-Qur’an. Terima kasih banyak Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(26:38) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam terima kasih jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Pak Iskandar yang ada di Kalimantan atas partisipasinya. Nam ikhwat Islam aakumullah masih kami buka kesempatan di L telepon 0218236543. Bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat ke-58 silakan. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(27:09) Dengan Bapak siapa? Di mana? Dengan Abu Hafizah. Dengan siapa? Abu Hafizah. Abu Hafizah. Iya. Di mana, Pak? Di Bekasi. Baik. Mohon dikecilkan terlebih dahulu volume televisi atau radionya, Pak. Siap. Siap. Iya. Kalau sudah silakan. Surah Thaha ayat 58. Ini mushafnya saya belum siap nih. Mushaf-nya belum siap nih. Ada
(27:57) di layar. Ada. Silakan bisa dilihat di layar kaca, Pak. Ayat yang ke berapa? Ayat 58 surah Thaha. Panana ya. Iya benar Pak. Bismillah terlebih dahulu Pak. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Falana [Musik] bisihrim mlihi faj’al bainana. Faj’al bainana wa bainaka maidan la nukhlifuhu nahnu wala anta makanan su makanan sua ya. Konsentrasi Pak ya. Konsentrasi.
(29:04) Ulang lagi. Iya. Napas w wainaka maidan la nukhlifuhu nahnu wala anta makanan sua qala maidukum yaumuzzinati wuh Nah, coba lagi ulang lagi. Konsentrasi yaumuzinati wa ayuhasu duha fatawalla firun. Jangan terlalu panjang ya. Dua harakat saja itu ya, Pak ya. Jangan terlalu panjang. Fatawalla firaunu fajama kaidahu tum.
(30:13) Iya, cukup. Barakallahu fik ya. Semoga Allah tambahkan Bapak semangatnya untuk terus ya membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan juga mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Insyaallah. Oh, ini ana mau tanya, Ustaz. Untuk Iya, silakan, Pak. Ayat wala ini dua harakat ya, bukan bukan empat ya.
(30:41) Dari mana empatnya, Pak? Enggak e perkiranya tadi ada halif yang berdiri ee miring. Iya, itu dua harakat namanya, Pak. Ya. Kalau panjang itu apabila di hadapannya ada hamzah, ya. Nah, baik satu kalimat atau di kalimat yang lain, ya. Ustaz i Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(31:08) Nam terima kasih jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Abu Hafizah yang ada di Bekasi atas partisipasinya di malam hari ini. Nah, masih kami buka kesempatan di LAN telepon 0218236543 bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 61. I silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(31:34) Dengan Bapak siapa? Di mana? Abu Syafiq dari Pula Wali Manda, Ustaz, Sulawesi Barat. Heeh. Abu Syafi di Iya. Sulawesi. Wali-wali mandar ya. I. Silakan. Abu Syafiq. Surah Thaha ayat 61. Belum muncul di lahir, Ustaz. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] [Musik] Nah, coba lihat ya ayatnya ayat ke berapa? Ayat ke-61 ya.
(32:30) Coba diulang lagi itu di atasnya bukan apa, Ustaz? Iya. Konsentrasi. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Q lahum Musa wailakum laallah. Lihat panjang pendeknya. Alallahi kadibazi satu harakat saja tidak dipanjangkan ya. Qala lahum Musa wailakum laa taaruullahi kadiba. Naam bagus. Wusitakum. Wushitakum bzab. Mim bertemu dengan ba ya ditahan dua harakat.
(33:39) Iya, bagus. K waqad kha waqad manif manifaro ta ya lagi waq manif bukan thoro ta ta dibuka mulutnya manifaro ya waq manifar nah ya coba Ya, itu Bapak karena berdekatan dengan ro, Bapak sudah siap-siap mau antara ta dengan ro jadi kegabung jadinya thao tho padahal bukan ya tao ya. Nah, coba ulang lagi. Waqad waqar.
(34:31) Nah, begitu bagus. [Musik] Tasdid dua-duanya ya. [Musik] Iya, cukup. Barakallahu fik ya. Semoga Allah tambahkan terus semangat Bapak untuk belajar membaca Al-Qur’an dan juga semangat ya dalam mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Amin. Izin bert ustaz. Iya. Silakan. Iya. Silakan. E ana kan sedang belajar bahasa Arab ini, Ustaz.
(35:20) I. Terus tadi siang saya coba buka-buka Quran. Saya dapati di surah Al Imran ayat 37 kalau saya tidak salah, Ustaz. Heeh. Itu bercerita tentang ee Nabi Zakaria dengan Maryam. Tapi di situ kalimatnya kalatah. Sedangkan pemahaman saya, Ustaz ee dia seorang perempuan. Kenapa gak mengatakan? Gimana, Pak? Surat Al Imran, Ustaz enggak.
(35:54) Siapa yang berkata qalat? Akan situ bercerita bahwa Zakaria bertanya, “Ya Maryam, ini rezeki dari mana?” P terus sambungan ayatnya, qatwaillah qalat. Yang berkata siapa itu, Pak? Kalau pemahaman saya, Ustaz, makanya saya mau tanyakan pemahaman saya itu Maryam yang berkata Ustaz. Iya. Kemudian apa? Kan pakai qalat ya. Heeh.
(36:21) Kemudian, hua hua ustaz bukan. Iya, Ustaz. Kalau perempuan hua. Iya, hua. Betul. Hm. Ee peman saya di kalau belajar bahasa Arab kalau dia kata ganti perempuan iya, Ustaz. Gitu. Naon? Hua itu bukan kembali kepada Maryam. Oh, masyaallah. Ya, karena itu pertanyaannya Nabi Zakaria ya. Dari mana ini? Nah, maka hua itu pengganti dari ini. Ini dari sisi Allah.
(36:57) Begitu maksudnya, Pak. Oh, masyaallah. Jadi tidak ber bukan seolah-olah Maryam berkata bahwa ini dari Allah begitu, Ustaz. Kata ganti muannas, Ustaz. Hanya itu kembali kepada ya hadza ya dari mana ini ya. Maka jawabannya gitu ya, Pak ya. Heakirakum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(37:30) Nam. Terima kasih. Jazakallah fu khairan. Barakallahu fikum Abu Syafiq yang ada di Sulawesi Barat atas partisipasinya di kesempatan ini. Nah, mikat Islamakumullah. Silakan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat ke-63 dian telepon 0218236543. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(37:56) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Abu Salman di Bekasi. Ustaz Abu Salman di Bekasi. Silakan Abu Salman. Surah Thaha ayat 63. Surah Thaha ayat 63. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Qolu in hadzani lasahirani yuriidani ay yukhjaakum min ardikum bisihrihimahaba. kaidakum tummau shoffa waqad aflahal yauma manista qolu ya musa imma [Musik]
(39:12) Awal alq bal alqu faidzauhum wa isiyuhum yukhayyalu ilaihi min siihim annaha tas’a. Iya cukup. Masyaallah barakallah fik. Ya, sebetulnya kita pengin dengarin panjang nih ya. Enak bacanya ya. Bagus ya. Nah, tapi kita berbagi dengan yang lain ya.
(39:47) Namam semoga Allah tambahkan terus semangat Bapak untuk membaca Al-Qur’an, menghafalnya dan semangat juga dalam mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Amin. Ya Allah. Ustaz Afan mau tanya boleh, Ustaz? Iya, silakan. Abu Salman ini kebetulan ana lagi buka surat Al-An’am ayat 37, Ustaz. Iya. Ee soal wakaf dan ibtida nih, Ustaz. Heeh. Ee kan awal ayatnya wazil alaihi. Kebetulan ada tanda wakaf di situ kita berhenti Ustaz ya.
(40:14) Kemudian qul innallaha qodirun alaunazila ayah. Nah di situ tidak ada tanda wakaf tapi ana berhenti di situ, Ustaz. Dan anaidnya di wakin aksarum laamun itu boleh enggak, Ustaz? Boleh. Enggak apa-apa, ya? Jadi ee Iya, karena sesuai maknanya. Oh, gitu. Jadi memulai dengan wakinna wakinna gitu boleh, Ustaz, ya? Boleh, boleh. Enggak apa-apa. Heeh. Iya. Masyaallah. Insyaallah.
(40:40) Cukup cukup, Ustaz. Ya. Barakallahu fik. Barakallah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Abu Salman yang ada di Bekasi atas partisipasinya. Namat Islama. Azakumullah. Masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 67 dian telepon 0218236543.
(41:08) Silakan ya. Halo. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa? Di mana? Mujahid di Tangerang, Ustaz. Pak Mujahid di Tangerang. Mohon maaf sebelum dilanjutkan, Pak Mujahid dikecilkan terlebih dahulu volume televisi atau radionya supaya tidak ada feedback atau pantulan suara.
(41:42) Iya, sudah. Iya, silakan. Kalau sudah, silakan dibaca surat Thaha ayat 67, Pak. Ah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Q alqu faidza khaluhum. Ya. Coba ulang lagi ya. Ayatnya ayat ke-67 7 ya. Konsentrasi Pak ya. Oh 67 ya. 67 67 Pakai fi nafsihiat Musa. Coba perhatikan Pak ya. dalam huruf-huruf Al-Qur’an itu ya.
(42:50) Dengarkan baik-baik, Pak. Huruf Al-Qur’an ya mengucapkan fa. Halo. Kenapa fa ya? Jadi Bapak ngucapin huruf fa itu dari ujung gigi atas dengan perut bibir yang bawah. Fa ya. Bukan seperti orang Indonesia, Pa. Bukan ya? Nah, jadi diulang fa au jasa ya fa seperti Bapak mengucapkan ya fa ya fsi fi nafsihi ya perhatikan Pak ya ya perhatikan ya ini huruf fanya yang Bapak ucapkan belum dari ujung gigi di atas dengan perut bibir bawah af fa ya faujasa fi nafsihifatan Musa. Coba ulangi
(44:06) faujasai fi nafsihifatam Musa. Iya, bagus. Qulna la takf innaka antal a’la. Heeh. Wa alqi maa fi yaminika talqof mau. Innama kaituir. Jangan dipanjang. Jangan dipanjangin ya. sahiriw. Nah, itu ada apa? Kasratain bertemu dengan wau. Ya, berarti dibaca dengan idgham. Ya, ulang lagi. Innama innama kaituir wufliusiruitu. Iya, cukup. Barakallah fik.
(45:08) Semoga Allah tambahkan terus semangat Bapak untuk belajar ya, terutama makharijul hurufnya ya supaya insyaallah lebih baik lagi dan semoga Allah berikan semangat Bapak untuk terus mempelajari ilmu syarinya juga. Amin. Nah, ya. Ada pertanyaan, Pak? Terima kasih. Asalamualaikum, Ustaz. Warahmatullahi wabarakatuh.
(45:30) Nam terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum. Abu Mujahid yang ada di Tangerang atas partisipasinya. Ikhwat Islamakumullah. Masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 70. Silakan di telepon. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(45:53) Silakan Pak Untung di Pondok Ungu ya. Iya. Silakan Pak Untung. Ayat 70. Iya benar. 70. Ulq saharatu. Heeh. Sujadah. Iya. [Musik] Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Waulqi sakaratu sujadan quu amanna. Qolu amanna birabbi Haruna wa Musa. Bagus. Q amantum lahu qobla anzana lakum innahu lakabirukum dua harakat. Eh dua harakat. Innahu lakabirukumulladzi
(47:03) allamakumus falaq fala fala uqti [Musik] aidiyakum wa arjulakum min khilafin wolibannakum wolibannakum [Musik] Una titiknya dua di bawah bukan dua di atas ya. I konsentrasi wala wala tlamun dari situ [Musik] auna nah pendek bacanyaunna ayyuna asyadduzab wa abqa Ulangiam
(48:20) abq. Iya cukup. Barakallahu fik. Semoga Allah tambahkan terus semangat antum untuk mempelajari Al-Qur’an dan mempelajari ilmu syarinya. Amin. Allahum amin. Ustaz sedikit tanya Ustaz. Iya. Silakan Pak. Untung. Ee kadang kan kalau kalau kita makmum ngedengar imam nih kadang ee surat apa tadi ya? Eh alam tarok kai pepal buka biasa bilfil alam yajal kayak daun pit itu harus bacanya tadlil.
(48:53) Nah ini imam bacanya tad itu gimana satu hukum ustaz? Ya itu sudah kebiasaan yang keliru ya seperti tadi juga ada yang mepet antara huruf ya dengan istilla ya bisa ke bawah ya. Nah, tapi tidak apa-apa ya. Kalau sudah selesai, kalau sudah selesai salat baru diberitahu dia ya. Nah, supaya memperbaiki bacaannya ya. Jazakullah khairin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(49:22) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum Pak Untung yang ada di Pondok Ungu atas partisipasinya di malam hari ini. Nam ikhwati Islam wazakumullah masih kami buka kesempatan di L telepon 0218236543 bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 72 silakan ya. Silakan sudah masuk. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(49:52) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. dengan Bapak siapa? Di mana? Sama Nyanyang Fatrullah. Pak siapa? Nyanyang Fatrullah. Iya. Di mana, Pak? Di daerah Cipota, Tangerang Selatan. Baik, silakan, Pak. Surat Thaha ayat 72. [Musik] Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Tertawa] Bismillahirrahmanirrahim. Qarullah terputus ya? Iya terputus ya. Nah, iya kodarullah terputus.
(50:57) Nam silakan Bapak bisa menghubungi kami kembali di nomor 0218236543. Nah, masih kami buka kesempatan bagi Anda yang ingin tilawah di surah Thaha ayat 72 dian telepon 0218236543 ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Pak Rasyidin ya. He di Nekang.
(51:26) Di Nrekang. Silakan Pak Rasyidin. Mohon ditampilkan di layar Ustaz. Iya. Ayat ke berapa, Ustaz? Surah Thaha ayat 72, Pak. Auzubillahiminasyaitanirrajim. [Musik] Qalu laniraka ala maa jaana minal bayyinati walladzi faqarana. Heeh. faqadimaq [Musik] panjang faqad ma antaq panjang ya seperti mad arid lis l
(52:35) lisukun karena diwakafkan ya kalau tidak diwakafkan baru dibaca pendek ya dua harakat QQ. Iya, bagus. Innama [Musik] taqdi hadihil hayatad dunya. Heeh. inna aman panjang lima harakat nanya panjang inanna [Musik] birabbina liyagfir lana khatayana bagus wama akrah alaii Heeh. Wallahuir wa abq. Iya cukup. Barakallahu fik. Semoga Allah
(53:48) tambahkan terus semangat Pak ya Rasyidin. Rasyidin ya untuk terus ya mempelajari Al-Qur’an, menghafalnya dan juga mempelajari ilmu syarinya. Allahumma amin. Yabal alamin. Nah, ada pertanyaan Pak? Ee untuk ustaz tidak ada. Baik. Niberdangkan umur dan diberkahi. Amin. Pelajaran pengajarannya. Allahumai dunia akhirat. Amin. Amin ya rabbal alamin.
(54:25) Jazakumullah warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nam. Terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallah fikum Pak Rosidin yang ada di Entrek Kang atas partisipasinya. Nah, untuk penelepon terakhir masih kami coba angkat di telepon 0218236543 ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(54:52) Pak Alimuddin di Jakarta ya. Silakan Pak. Surah Thaha ayat 74. Ayat ke-74 ya, Ustaz? Ya. Iya, betul, Pak. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Innahu yati rabbahu mujriman fainna lahu jahanam fainna lahu jahanama laa yamutu fiha wala yahya yaihi mmin qilhati faulika [Musik] lahum pendek darajat ulang dari faulaika
(56:01) faulaika lahumudatul ula heeh Jannatu admin tajri min tahtihal anharu khalidina fiha walika jaza man tazakka. Iya cukup. Barakallahu fik. Bagus bacaannya. Benar. Semoga Allah tambahkan terus semangat antum untuk menghafal Al-Qur’an dan juga mempelajari ilmu syarinya. Allahum amin. Ya, Pak Alimudin ada pertanyaan.
(56:47) Ee sementara ini enggak ada dulu, Ustaz. Baik. Iya. Baik, Ustaz. Barakallah fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalamikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. N terima kasih. Jazakallahu khairan. Barakallahu fikum. Pak Alimuddin yang ada di Jakarta atas partisipasinya.
(57:07) Nam kita beralih ke pertanyaan melalui pesan singkat di kesempatan ini, Ustaz. Pertanyaan pertama dari Pak Ian di Cibubur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, mengapa di beberapa surat ada banyak ayat yang sama berulang-ulang? Apa maksud Allah Subhanahu wa taala menurunkan ayat yang berulang tersebut? Contohnya di surah Al-Mursalat. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
(57:35) Wailun yaumaidin lil mukadzibin. Atau di surat arrahman. Fabiayyi alabikuma tukadziban. Terkadang pas baca dalam salat sunah saya lompat urutannya karena terlalu banyak yang sama dan diulang terus-menerus. Bagaimana caranya supaya terhindar dari kesalahan lompat ayat enggak berurut? Mohon nasihatnya, Ustaz. Terima kasih.
(58:03) Iya. Pertanyaan yang bagus sekali ya. Di pembacaan kitab tadi sudah disinggung ya, bahwa dalam ayat-ayat yang mutasyabih itu banyak sekali hikmah-hikmahnya ya. Di antara hikmah-hikmahnya adalah ya bahwa orang yang menghafal Al-Qur’an itu Allah tambahkan terus kecerdasannya. Terbukti apa? Dia mampu ya mengingat ayat yang berulang-ulang itu dengan cara yang berurutan. ya. Nah, ini tentu tidak bisa kalau orang itu tidak ya kuat konsentrasinya.
(58:53) Ah, itu di antara hikmahnya. Karena itu banyak sekali ya para ulama ya penghafal Al-Qur’an ya, menghafal hadis ya, mereka walaupun umurnya panjang tapi mereka tidak terkena pikun. Ya, kenapa? Karena memang mereka sudah terlatih bagaimana ya dia melatih ya mengingat Al-Qur’an yang demikian banyak ya seperti tadi sebutkan ya fabiayyi alaibikuma tukadziban itu kalau sudah hafal satu ayat itu hafal setengahnya itu banyak setengah dari surah ar-Rahman ya sudah hafal itu dia ya jadi bagaimana mengurutnya tentu dengan
(59:40) ya dengan konsentrasi ya karena itulah orang-orang yang ee diberikan oleh Allah kemampuan ya menghafal Quran, dia ditingkatkan oleh Allah kecerdasannya ya melebihi rata-rata dari umumnya manusia ya. Maka ya manfaatkanlah ya kesempatan ya hidup kita ini untuk mengambil yang terbaik ya untuk dibawa ke hadirat Allah Subhanahu wa taala ya.
(1:00:14) Untuk mempelajari hikmahnya tentu ee kita baca di kitab-kitab ee ee tafsir para ulama ya. Demikian wallahuam. Nah, terima kasih. Jazakallah fu khairan. Barakallahu fikum ustaz atas jawaban yang disampaikan. Semoga bermanfaat untuk penanya. Pertanyaan berikutnya dari pesan singkat kembali ya dari Amrina di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
(1:00:39) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, benarkah sebaiknya untuk perempuan tidak mendengarkan merotal dari bacaan para masyaikh dikarenakan hal itu bisa menjadi fitnah untuk perempuan yang mendengarkan tersebut dan apakah hal ini benar? Ustaz, mohon nasihatnya. Terima kasih. N wallahuam. Saya enggak tahu tuh. Iya. Baik.
(1:01:03) Baik. Pertanyaan berikutnya kita coba angkat dari pesan singkat kembali sebentar. I, Ustaz. Bagaimana kedudukan hukum imam yang tidak tepat bacaan ayat sesuai dengan tajwid? Karena kami selalu mendengarkannya di musala karena cepat ee salatnya ke masjid. Nah, iya. Para ulama telah menjelaskan bahwa seorang ya harus membaca surah al-Fatihah dan hukumnya adalah al-Fatihah itu rukun ya.
(1:01:50) Dan para ulama juga telah menjelaskan bahwa Al-Fatihah itu ada di sana 14 tasydidnya. Jadi ya ulama tidak memperkenankan orang ketika membaca Al-Fatihah itu salah. Hm. Sedangkan kalau baca surat yang lainnya salah enggak jadi masalah. Heeh. ya, karena Al-Fatihah itu sebagai rukun dalam salat ya.
(1:02:21) Nah, karena itulah ya DKM ya itu wajib ya menseleksi ya siapa yang menjadi imam di masjid ya. Kalau bacaan al-Fatihahnya saja sudah rusak, wah sudah jangan diperkenankan ya jadi imam di masjid ya harus yang bacaan al-Fatihahnya sudah bagus. ya sudah sesuai dengan ya kaidah-kaidah tajwid ya baru dia boleh menjadi imam di sebuah masjid.
(1:03:00) Namun itulah ya di negeri kita ini ya amat sangat disayangkan sekali ya. Boleh dikatakan di negeri kita ini ya banyak ya saudara-saudara kita yang muslimin itu belum bisa membaca Al-Qur’an ya. Dahulu pun ya di negeri ini sudah ada ya program namanya pemberantasan ya buta aksara Al-Qur’an ya. Nah itu makanya ya itu harus digemarkan kembali supaya manusia kembali apalagi anak-anak di zaman sekarang ya banyak anak-anak itu belum bisa baca Al-Qur’an sampai lulus sekolah SMA belum bisa baca Al-Qur’an.
(1:03:49) ini sangat miris sekali ya yang harusnya kita gemarkan dan mudah-mudahan ya negara juga memperhatikan masalah ini ya. Kalau negara yang turun tangan ya untuk ya memperhatikan ee rakyatnya supaya pandai yang kaum muslimin khususnya supaya mereka bisa membaca Al-Qur’an maka itu lebih baik. Iya ya. Karena kesibukan di di apa di zaman sekarang ini demikian banyak.
(1:04:28) Baik kesibukan dengan urusan dunia masing-masingnya atau kelalaiannya akibat gemerlapnya dunia ini sehingga mereka lupa kepada jalan yang benar yang ada ya untuk ditempuh sebagaimana jalannya para sahabat. Kita bisa usahakan dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala supaya kaum muslimin dikembalikan kepada Islam yang sebaik-baiknya. Allahum roddal muslimin ilal islami rodan jamila. Amin. Amin ya rabbal alamin.
(1:04:57) Nam terima kasih jazakallah khairan ustaz atas jawabannya. Semoga bermanfaat untuk penanya. Pertanyaan terakhir di kesempatan ini dari Pak Hamzah Hilal. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. pada surah Yunus di awal ayat 91 yaitu ada kalimat al-ana kalau saya tidak salah di situ ada mad yang namanya mad badal.
(1:05:23) Apakah benar? Dan kami mohon ustaz memberikan contoh bacaannya. Jazakallahu khairan. Nah. Iya. Di situ ada mad farqi ya yang dibaca enam harakat atau disebut juga mad lazim. Mad lazim ya kilmi mukhafaf ya situ ya ada mad lazim kilmi mukhafaaf maka dibaca enam harakat al ana ya nah itu ya dibaca ya enam harakat ya mad la mad lazim ya ah demikian ya baik baik syukur ustaz atas jawabannya itu pertanyaan kita terakhir di kesempatan ini.
(1:06:09) mungkin ada sebagai istitam atau penutup secara i semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita ya di akhir zaman ini ya keistikamahan ya keistikamahan di dalam mengamalkan ajaran agama kita ya sampai akhir hayat kita karena betapa beratnya kehidupan di akhir zaman ini ya maka tidak bisa tidak pertolongan memohon pertolongan kepada Allah itulah yang paling utama.
(1:06:39) Demikian wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam waakiru dakwana alhamdulillahiabbil alamin. Nah, terima kasih jazakallah f khairan barakallahu fikum ustaz atas penyampaian materi dan nasihat dan bimbingan dari tilawah yang telah kita simak bersama. Nam. Demikian ikhwat Islamakumullah program kajian ilmiah dalam pembahasan rutin bimbingan tilawah Al-Qur’an tajwid dan pembacaan kitab Kaifa Tahfazul Quran Karim. Kiat-kiat dalam menghafal Al-Qur’an.
(1:07:09) Semoga apa yang telah kita simak, dengarkan, dapat kita pahami dengan baik dan benar. Dan tentunya kita pun berusaha sekuat tenaga untuk mengamalkan dari ilmu kebaikan yang kita dapatkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan kemudahan bagi kita dalam beramal saleh. Amin ya rabbal alamin.
(1:07:29) Kami yang bertugas pamit undur diri. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Terima kasih. Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum atas kebersamaan Anda. Wabillahi taufik wal hidayah. Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Roja TV [Musik] simak radio Ro Bogor 100.1 FM Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM radio
Leave a Reply