(3) [LIVE] Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. – Faedah Sejarah Islam – YouTube
Transcript:
(00:00) Ya, yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan faedah-faedah sejarah Islam disampaikan oleh Al Ustaz Dr. Ali Musri M. Jjan Putra hafidahullahu taala dari Pekanbaru, Riau. Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau.
(00:17) Semoga pertemuan yang diberkahi dan dirahmati Allah subhanahu wa taala dan lancar hingga akhir acara nanti dan juga memberkahi Allah memberkahi ilmu yang akan disampaikan oleh al ustaz. Dan pembahasan kali ini yaitu mengenai tuduhan terhadap Ibnu Taimiyah bahwa para nabi tidak maksum. Materi yang sangat bermanfaat sekali dan menarik untuk kita simak bersama.
(00:37) Dan bagi Anda yang ingin bertanya setelah materi nanti, silakan bisa menghubungi kami di len telepon ataupun Anda bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan WhatsApp. Langsung saja kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan. Kepada al ustaz kami persilakan. Fatafadol masykur. Bismillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(00:59) Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah laula wala quwata illa billah pendengar dan dirahmati Allah subhanahu wa taala puji syukur kepada Allah subhanahu wa taala segala limpahan rahmat yang diberikan Allah kepada kita salam nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam di hari berkah ini semoga Allah senantiasa membimbing kita, memberkahi segala urusan kita dan kita selalu diberikan kesabaran keistikamahan di dalam menjalankan kepada Allah subhanahu wa taala atur Pemisan pendengar dirahmati Allah Subhanahu wa taala, kita akan lanjutkan berbagi pada kaidah dan sebab ini adalah tentang menjawab tujuan-tuduhan
(01:33) orang-orang yang membenci syarum taiyah yaitu terutama ada dua kelompok atau tiga kelompok yang sangat benci sebutnya. Pertama orang Syiah. Yang kedua adalah pembagian dari kelompok-kelompok mutasawifah dan juga dari cara ahlul salam. Maka tu yang berikutnya adalah mereka menuduh bahwasentuan menganggap para nabi dan rasul itu tidak maksudnya.
(01:59) Ya. Nah, apakah demikian kenyataannya? J siapa saja yang baca kitab, Nah, salah satu dari kitab-kitab beliau yangti banyak kitab beliau tentunya akan terbukti kebohongan dan kejuhan ini tentunya. Baik. Maka tidak pernah mengatakan bahwa para nabi, para anbiya itu tidak masuk secara mutlak begitu saja. Tidak pernah ya.
(02:22) Tapi beliau merinci pembahasan itu sesuai dengan yang dijelaskan juga oleh para ulama-ulama yang telah mendahului beliau. Maka beliau memafarkan ya berbagai pandangan para ulama. Lalu beliau mencoba memilih pendapat-pendapat yang lebih tepat sesuai dengan dalil-dalil yang telah beliau lakukan penelitian dan pembahasan.
(02:39) Maka barang siapapun yang membaca kitab-kitab beliau akan terlihat bagaimana beliau sangat moderat dan sangat teliti dalam meniputi dalil-dalil itu. Nah, ketika beliau mengfalkan halal masalah-masalah kadang-kadang sebagian orang mencoba memotong-motong atau menyimpulkan pendapat-pendapat beliau dengan sengaja untuk memprovokasi agar bagaimana masyarakat tidak suka dan tidak senang pada pendapat-pendapat beliau.
(03:02) Sehingga dituju umpamanya ketika salamnya umpamanya mengatakan bahwa ulama berbeda pendapat tentang para anbiya dalam hal-hal yang bukan berhubungan dengan penyampaian agama. Para nabi itu ada maksum atau tidak atau ada apaidir. Adakah para nabi itu pernah melakukan atau tidak tapi bukan hal perkara menyampaikan syariat.
(03:24) Dalam pakaran peratan syariat tidak ada satupun ulama yang berbeda pendapat dalam hal ini itu beliau tegaskan pertamanya dia beliau jelaskan dulu masalahnya apa yang disepakati oleh para ulama secara keseluruhan yaitu tentang bahwa Nabi Sam maksum dalam menyempun ajaran yang diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa taala ya yang disimpan yang disembunyikan ataupun yang diselkan oleh Rasul semuanya disampaikan dengan penuh amanah oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(03:49) Tidak ada satuun kekeliruan dalam perjataan agama. Adapun dalam perbuatan pribadi-pribadi berhubungan dengan syaksiah beliau, nah ini yang menjadi pendapat ini akan kita coba lihat pendapat sihir yang beliau. Maka beliau tidak pernah mengatakan bahwa nabi itu tidak masuk secara mutlak ya. Kemudian beliau merisi penjelasan itu ya. Nah, beliau justru dalam menjikan ya justru melihat pandangan-pandangan para ulama. Bukan beliau membuat tersebut.
(04:25) Beliau justru mendukung salah satu pendapat ulama yang telah beliau paparkan dalil-dalilnya didiskusikan dengan dalil-dalilnya. Ya. Nah, di antaranya belum menjelaskan beliau mengatakan di sini para nabi itu maksum. Nabi itu maksum baik nabi kita wasam atau para nabi yang lainnya. Kalau juzu tidak akan terjadi, tidak akan ya, maka tidak akan ada tidak boleh datang dari mereka dua berita yang saling kontradiksi.
(05:05) Itu ya dari maksumnya bukan maksum dari dosa saja ee menyampaikan ee tapi maksum kebenaran ketepatan menyampaikan wahyu disampaikan yang diwahyukan oleh Allah kepada para nabi atau secara khusus nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka tidak ada akan mungkin ada dua berita yang datang dari Nabi sallallahu alaihi wasallam secara kontradiksi. Tidak ada itu.
(05:22) Kalau kontradiksi berarti tidak maksum berarti salah satunya pasti keliru kan begitu. Maka para nabi itu adalah maksum tidak akan mungkin ada sesuatu atau dua berita yang saling berkontradiksi secara hakiki beliau dalam apa yang saya. Kemudian beliau lagi menyebutkan tempat kemaksuman para nabi itu adalah inya maksumillahi subhanahu wa taala.
(05:54) Bahwa para nabi itu seluruh mereka itu adalah maksum terhadap apa yang mereka sampaikan dari Allah Subhanahu wa taala. Maksum ya makin jelas innalbiya maksumuna. Jadi orang-orang yang tidak senang, orang-orang yang sukafitnah sengaja mereka memotong-motong. Padahal di sini jelas beliau tegaskan. Nah, para nabi itu adalah orang-orang yang maksum terhadap apa yang mereka sampaikan dari Allah Subhanahu wa taala.
(06:25) Dan juga dalam menyampaikan risalahnya Allah ittif maksudnya apa? sepakat semua umat Islam, sepakat semua ulama Islam bahwa Nabi adalah maksum dalam menyampaikan wahyu yang diwahyukan Allah kepada mereka. Tidak ada yang keliru, tidak ada yang tersalah, tidak ada yang kurang, tidak terlupa. Ya.
(06:49) Nah, ini maksum dari kata penyampaian maksumuna fi ibl dalam menyampaikan risalah yang diberikan Allah kepada para nabi ya. Tidak satuun mereka yang terlupa, tertinggal, kurang atau menambah sebagainya. Tidak katakan itu sepakat semua ulama. Nah, masalah ini selesai. Nah, beliau katakan, “Nah, kemuman inilah yang ditetapkan bagi para nabi, yaitu tujuan sampainya tujuan maksud ya tercapainya maksud, tujuan diutusnya mereka sebagai terbawa risalah dan nubuwah.
(07:39) ” itu para nabi keseluruhan mereka adalah orang-orang yang maksub dalam menyampaikan wahyu yang diwahkan Allah kepada mereka. Apa maksud dari maksud itu ustaz? Maksudnya adalah mereka tidak pernah tersalah, tidak pernah lupa, tidak pernah apa menyembah ataupun mengurangi menyalahi apa yang diwarkan Allah. Tujuan beliau menjelaskan ini adalah bantahan beliau kepada orang rafidah yang menisbahkan kepada ahlusunah yaitu ya orang syariah ahlusunah mengatakan ya bahwa para nabi itu tidak maksum fakadabahum lalu syah membuktikan kistaan mereka semua ulama ahlusunah wal
(08:20) jamaah bersepakat ya tentang kemakmuman para anbiya dalam menyampaikan risalah yang dibebankan kepada mereka oleh Allah subhanahu alai sehingga ini ada kelompok syaridah yang biasa mereka ketika dikritik tentang mereka kalau orang syarfidah dia tidak hanya mengakui nabi sa maksum bahkan imam pun maksum menurut mereka imam-imam mereka itu tidak pernah tersalah menurut mereka ya jadi mereka di antara akidah mereka adalah meyakini imam mereka itu maksum gak pernah tersalah terhadap apapun yang mereka fasakan apapun yang mereka lakukan itu pemahaman orang sy alkidah ketika syamin
(09:00) ya membantah pendapat mereka dan mencoba juga mencarkan dengan masalah para nabi. Lalu dibahas olehnya ada bagian-bagian yang dibedakan oleh perapa dalam sisi kenabian ini adalah hal-hal yang kebiasaan nabi itu secara manusia apakah dia maksud atau tidak. Kalau sekarang ee posisinya sebagai nabi itu tidak dibicarakan lagi bahwa mereka adalah maksud dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala dan segala kekeliruan risalah. Lalu beliau menjelaskan, “Adapun perkara yang tidak berhubungan dengan risalah, dengan wahyu, dengan
(09:36) agama yang diperintahkan Allah untuk menyampaikannya.” Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Beliau katakan ya secara fakta ilmiah yang beliau dapatkan dari kita-kitab ulama, penjelasan-penjelasan para ulama bel melihat kalau masalah di luar masalah risalah, di luar masalah wahyu atau berhubungan dengan ee sifat kepadian rasul sebagai manusia ada ada ya ada rasul sahu alaihi wasallam ada lupa yaar warajaha Ibnuiyah isun mutlaq.
(10:10) Nah, ada lagi dalam pembahasan para ulama ini bukan yang membahas. Para ulama-ulama membahas apakah para nabi itu bisa terjatuh ke dalam dosa-dosa kecil. Nah, ini maka merajikan dalam hal ini bahwa pertama belum mengatakan semua nabi maksum dari kesalahan dalam menyampaikan semua wahyu yang diwahyukan pada mereka.
(10:40) Yang kedua, semua nabi maksum dari melakukan dosa besar. Yang kedua, maksum dari dosa besar. Tidak ada para nabi yang jatuh kepada dosa besar. Sama sekali itu maksum. Yang kedua, maksum dari melakukan dosa kecil secara berulang. Nah, secara berulang itu maksum. Kenapa? Karena para nabi ada disebutkan dalil-dalil syari ini mereka bisa terjatuh dalam kesalahan-kesalahan kecil tapi muafaatah mereka secepat untuk bertobat seperti Adam ya kan mereka bertobat Adam bertobat kemudian Abbas taala kisah Nabi kita sallallahu alaihi wasallam yang muka masang kepada Ibnu Umul Maktum belum tahu yang cepat dikoreksi oleh
(11:24) Allah Subhanahu wa taala nah walaupun ada hal-hal seperti itu tapi para ulama bukan maksudnya itu. Pertama ada dua hikmah sebutkan para ulama menunjukkan bahwa mereka itu tidak keluar dari kemanusiaan mereka tetap abdun wa rasul mereka hamba Allah manusia dan utusan Allah.
(11:42) Yang kedua adalah hikmah untuk memberikan ya bahwa penjelasan kepada umat mereka bagaimana ee contoh dari para nabi jika mereka salah sangat cepat untuk bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Banyak hal ini dikupas oleh para ulama dalam hal ini untuk menjelaskan hikmah dari kenapa para nabi juga bisa jatuh kepada dosa-dosa kecil.
(12:08) Tapi satu kesepakatan para ulama adalah bahwa mereka tidak akan pernah melakukan dosa ikrar ya secara terusmenerus bahwa mereka adalah para nabi maksum dari dosa dosa besar. Tapi kalau das kecil tadi kita sebutkan itu bukan hanya para ulama-ulama banyak membicarakan hal ini ya. Kemudian kalaupun mereka melakukan dosa kecil sepakatan ulama lagi adalah mereka tidak mengulangi dosa-dosa kecil.
(12:42) Tidak mereka melakukan dosa itu berkali-kali. di antara ulama muwa mereka adalah orang-orang yang cepat untuk bertobat dan bahkan mereka langsung diingatkan oleh Allah Subhanahu wa taala jika mereka ada kesalahan kehidupan mereka. Nah, kemudian makna maksum ini sebagian ulama justru mengatakan demikian.
(13:00) W seandainya mereka terlupa, seandainya mereka ada kesalahan secara perilaku bentuk dosa kecil tadi, tapi mereka langsung mendapat tegur dari Allah Subhanahu wa taala. Ya. Nah, ini bagian maksuman mereka karena mereka langsung mendapat ajuran dan benarkan pendapat mereka oleh Allah Subhanahu wa taala dan Allah menerima tobat mereka.
(13:23) Ayat inebutkan abwalla yaumik. Mereka adalah orang-orang yang maksum dari hal itu ya. Mereka tidak orang-orang yang selalu melakukan dosa. Artinya melakukan satu dosa kecil akan terulang kembali dan mereka orang yang masuk. Jadi kalau kita lihat penjelasan teman-temannya yang beliau kumpulkan dari pendapat ulama yang berdasar dalil, pertama ada kesepakatan ulama.
(13:51) Apa kesepakatannya? Yang pertama bahwa para nabi itu maksum dalam menyampaikan segala wahyu, segala ajaran yang diperintahkan oleh Allah kepada mereka maksum dalam menyampaikannya. Enggak ada kekeliruan menyampaikan itu. Yang kedua, para nabi itu maksum dari dosa-dosa besar. Gak ada satuun nabi yang akan tertimbur ke dalam dosa besar.
(14:10) Yang ketiga, maksum dari apa? Bahwa mereka adalah orang yang maksum dari mengulangi perbuatan kiri. Nah, ini hal-hal yang disepakati oleh para ulama ini maksum ya terhadap menyampaikan segala yang diwahyukan Allah. Yang pertama maksum dari melakukan dosa besar ya. Kemudian adalah maksum dari melakukan berkali dosa kecil. kemungkinan bisa jatuh rasa kecil dalam buktinya nanti akan kita sebutkan dalil-dalil para ulama yang mengatakan kecil kemungkinan bisa ya dilakukan oleh sebagian nabi. Nah, wah maqalahu qadiyat.
(14:50) Dan inilah yang dinukilkan oleh qadiat anjamin fuqaha wal muhaddiqin. Beliau menunukkan, beliau menukil penjelasan dari qadiat yaitu anjamin dari kelompok para fuqaha dan muhadisin. Ahli fikih dan ahli hadis. Waqala mutawalli Asyafi’i. Seorang ulama Syafi’iah di sini ya, yaitu nama beliau Abdurrahman bin Muhammad’uf Mutawalli. fakir ushuli Syafi’i yang wafat pada tahun 478 Hijriah di Baghdad.
(15:24) Nah, apa kata beliau? Waagir faktafu fi jawazi alaihim. Nih dia menukilkan. Adapun kata ulama Syafi’i ini, adapun dosa-dosa kecil berbeda para ulama, boleh enggak hal itu dilakukan oleh Nabi? Atau kemungkinan bisa enggak Nabi terjatuh kepada dosa-dosa itu?Afu Ini bukan perkataan yaitu perkataan ulama Syafii almutawali yang tadi wafat 478 Hijriah tidak jauh sebelum beliau itu.
(16:02) Nah, tapi beliau kan Syidnya adalah orang yang luas ya ee wawasannya dalam berbagai pendapat ulama. Dan beliau ee kadang-kadang hampir dalam suatu kesimpulan-kesimpulan yang pendapat yang beliau ingin ee rajihkan, kuatkan itu beliau kadang-kadangnya menukil pendapat banyak ulama dulu. Setelah beliau melihat hadis, melihat ayat melihat ayat Al-Qur’an, hadis, kemudian beliau diskusikan dengan pemaham-pemahaman ulama tentang ayid hadis itu.
(16:25) Apakah lelumpur ulama terhadap aid tersebut? Lalu terakhir beliau juga mencoba melihat mana yang lebih kuat dari dalil-dalil itu. Maka di sini beliau mencoba menukil. Umpamanya beliau nukil dari ulama Syafii ini mengatakan ini bahwa dalam dosa-dosa kecil itu berbeda pendapat ulama tentang bolehnya hal itu dilakukan oleh Nabi. Sebagian ulama mengatakan menafikan hal itu gak nabi maksum dari kecil sekalipun untuk apa? Untuk kesempurnaan maksumnya mereka kemaksuman mereka.
(16:58) Wam jawaza kata Imam apa mutawalli dari Syafi’i di antara mereka ada yang membolehkan nabi itu ya terjatuh ke dalam darosa kecil sebagian dengan nabiiya. Lalu Imam Mutawali Assyafi’i mengatakan, “Itulah yang ditunjukkan dalam kisah-kisah para nabi.” Nah, dalil ulama yang mengatakan bolehnya para nabi itu jatuh kepada dosa-dosa kecil melihat kisah-kisah para nabi. Wahuairun fil Quran. Nah, ini sangat banyak dalam Quran begitu.
(17:28) Nah, kemudian juga Imam Arrazi di sini nukil katanyair. Nah, kalau Imam Rzi ini sangat berbeda malah lebih ekstrem dia mengatakan dan ini jelas pendapatnya keliru mengatakan bahwa nabi itu bisa jatuh yaam ya mereka sepakat kebanyakan ulama katanya bolehnya dari nabi itu melakukan ya ee alqdam alal maksiat ya jatuhnya sebagai nabi itu ke dalam maksiat yang kecil atau besar katanya Ya.
(18:12) Lalu dia membukkan, tapi pendapat ini jelas menentang pendapat kesepakatan ulama yang telah dinukil oleh Syekh tadi apa? Bahwa para anbiya maksum dari alkabair. Kemudian beliau menyebutkan tiga alasan kemungkinan-kemungkinan kenapa bisa para nabi itu jatuh kepada ee apa namanya hal-hal dosa kecil itu. Sebagian tentunya dosa kecil sebagai nabi tidak tidak setiap nabi juga ya kan.
(18:37) Ahaduahisan penyebabnya memang rupah mereka sahwanis. Yang kedua adalah tarquul aula meninggalkan hal yang lebih utama. Sebenarnya dua hal ini boleh tapi beliau meninggalkan yang lebih utama karena para nabi ya memilih hal yang hal yang paling terbaik harus. Nah ini eh disebutkan oleh ar yang ketig istibah bil mubah.
(19:03) Yang ketiga, bisa saja nabi itu jatuh kepada dosa kecil tadi adalah yaitu istibah. Miripnya antara hal yang dilarang dan hal yang dimulai yang dibolehkan. Sehingga Nabi melakukan sesuatu rupanya itu adalah hal yang dilarang. Bukan karena sudah tahu bahwa hal itu dilarang atau tarkul aulah atau yang ketiga adalah yaitu asah lupa.
(19:28) Lalu disebutkan mana dalilnya di antara hal itu firman Allah kepada Nabi Nuh di mana Allah berkata kepada Nuh inniuka minal jahilin. Kata Allah kepada Nabi Nuh aku ingatkan engkau wahai Nuh jangan engkau termasuk orang-orang yang bodoh. Ketika Nabi Nuh itu meminta agar anaknya diselamatkan yang musyrik yang tidak beriman itu oleh Allah Subhanahu wa taala.
(19:54) Kemudian juga Nabi Yunus yang Allah marah lalu Allah hukum dia dalam perut ikan ya abqalqi masud. Ketika dia lari ke ee apa namanya? Ke kapal yang penuh muatan. Dan juga tentang Nabi Daud Allah katakannaik maka kami ampunan bagi ampunan kami bagi dia kata Allah untuk hal itu. Maka peringatan ampunan dan ibaq ini mustalahat istilah-istilah yang dikatakan saat terjadinya perbuatan atau perkataan yang tidak diredai oleh Allah Subhanahu wa taala.
(20:26) Nah berdasarkan dalil itulah ulama mengatakan bolehnya sabaiir ya adanya para nabi yang kadang-kadang jatuh kepada dosa-dosa kecil. Jadi jelas sekali bahwa pendapat S is adalah pendapat jumhur ulama ya. Ah lalu kenapa ada kelompok ya yang merasa dengki dan benci memfitnah beliau dengan menuduh mengatakan bahwa mengatakan para anbiya itu tidak maksud. Nah, ini sekilas jawaban tentang persoalan ini.
(20:56) Jadi, akidah ahlusunah wal jamaah di sini ada ulama mengatakan maksum dari sudul hal dosa kecil, dosa besar dari kesalahan. Ya, ada ulama mengatakan ya ada hal yang mereka sepakati para ulama semuanya tentang maksumnya para nabi dalam menyempatkan segala wahyu yang diwahyukan Allah kepada mereka. Tidak ada yang terupa, tidak ada yang tertinggal ya, tidak ada yang terkecer ya, tidak ada yang salah.
(21:16) Kemudian juga para nabi semua maksum dari melakukan dosa besar. Kemudian mereka juga maksum dari dosa-dosa untuk mengulangi dosa kecil. Yang keempat mereka adalah mereka muafa dari taubah. Mereka jika terumus dalam at salah lupa melakukan dosa kecil mereka sangat cepat diberikan peringatan oleh Allah Subhanahu wa taala dan mereka bertobat kepada Allah subhanahu wa taala.
(21:37) Itu ringkasan tentang maksud. Baik. Yang ketujuh adalah ini pembahasan berikutnya adalah tujuan berikutnya itu menuduh s isam taimiyah yaitu haramnya melakukan perjalanan untuk mengunjungi kuburan para nabi dan orang saleh. Nah, ini pembahasan berikutnya menuduh bahwasanya mengharamkan melakukan perjalanan dengan tujuan menjarai kuburan nabi dan orang saleh.
(22:07) Lalu diketahui di sini ya yang dilarang kalau kita teliti pendapat sebetulnya beliau tidak melarang orang ziarah kubur bukan pula melarang orang ziarah kubur nabi atau kubur orang saleh yang dimaksud oleh adalah yamf mujar ziar di kubur nab maksud berdasarkan tentu ilmu dan hadis e dalil-dalilnya adalah melakukan perjalanan semata-mata tujuannya untuk ziarah saja artinya membuang waktu dan biaya. Itu yang dimaksud arrahal.
(22:45) Rahal itu mengendarai tempat yang jauh kemudian membuat membutuhkan biaya dan waktu dan kendaraan. Nah, jadi beliau yang melarang tu adalah kalau tujuan semata-mata itu aja untuk ke kuburan tertentu. Apalagi diri dengan iktikad, keyakinan kekuburan tadi itu punya keramat, punya berkah dan sebagainya. wali atau kuburan wali.
(23:10) Nah, dalilnya apa yang belum kenapa beliau melarang orang kalau hanya tujuannya untuk ziarah kubur melakukan perjalanan jauh membawa bekal itu kenapa dilarang? Dan berdasarkan hadis Imam Bukhari Muslim Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan dalam hadisnya tidak boleh melakukan perjalanan jauh untuk beribadah kecuali kepada tiga masjid. Nah, ini dalilnya jelas.
(23:41) Jadi orang tadi kan apa tujuannya? Hanya kalau sekedar untuk ziarah kubur ya banyak sekali kuburan dekat-dekat dari rumah kita. Kenapakah itu aja diziarahi? Kenapa harus membuang waktu, biaya dan berbagai kepentingan kita? Maka yang dilarang oleh beliau adalah melakukan perjalanan memakan waktu yang lama kemudian biaya untuk menuju kuburan tertentu.
(24:07) Hanya tujuan semata-mata untuk mengunjuki kuburan tertentu. Maka hal ini kata beliau itu menyalahi tuntunan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mengatakan lausad masajid tidak dibolehkan melakukan perjalanan jauh untuk tujuan beribadah. Kenapa disebutkan beribadah, Ustaz? Ya, kalau untuk berdagang enggak pernah Nabi sallallahu alaihi wasallam melarang.
(24:31) Kenapa dikaitkan dengan ibadah? Karena di ujungnya itu masjid. Kecuali tiga masjid. kita boleh menabung, boleh berupaya e bersusah payaya untuk melakukan perjalanan beribadah ketiga masjid ini. Amanah yang tiga masjid itu yang kalau salat-salam adalah Masjidil Haram, Masjid Aqsa dan Masjidil Aqsa itu boleh kita nabung, boleh kita bersiap.
(24:55) Sementara kalau kita dapati sebagian masyarakat ada menyebut wisata religi. Mereka menabung kemudian nanti ada waktu tertentu bergi berombongan ya membuang waktu dan biaya dan seterusnya. Padahal tujuannya hanya sekedar untuk ziarah kubur. Kenapa hal ini diang rasul sahu alaihi wasallam? Karena akan timbul asumsi-asumsi yang bertentangan dengan akidah tauhid nanti.
(25:19) Ketika ada orang dari tempat jauh berkunjung ke sua kuburan di tempat yang lain, maka masyarakat yang ada di sekitar kuburan ini akan bertanya, “Loh, kenapa kok didatain kubur itu ramai-ramai oleh orang? Ada masalah apa?” “Oh, berarti kuburan ini adalah kuburan keramat, kuburan berkah yang pada akhirnya menjerumutkan orang kepada perbuatan syirik, meminta-minta ke kuburan.” Dan itu fakta dengan masyarakat kita mau dicustakan bagaimana lagi.
(25:43) Banyak sekarang kuburan jadi tempat meminta-minta oleh orang ngalap berkat dan sebagainya. Padahal ziarah kubur itu tujuannya bukan ngalap berkat. Mendoakan orang yang dalam kubur itu atau mengingat ketika ayatnya kematian itu jelas tujuannya. Nah, ketika ini dijelaskan ini datang fitnah lain itu. Wah, ini orang anti ziarah kubur.
(26:05) Tujuannya apa? Supaya orang awam salah paham dengan penjelasan ulama. Kemudian nanti orang awam diprovokasi. Ini tujuannya. Padahal tidak dilarang ziarah kubur. Enggak ada ulama melarang ziarah kubur sama sekali. Tetapi mereka menyuarakan hal itu untuk apa? Memprovokasi orang awam supaya orang awam tidak ee mendengar nasihat para ulama yang menjelaskan bagaimana dari ziarah kubur. Ziarah kubur masyukur.
(26:29) Tapi bersusah-susah menabung dan memperskan diri dan waktu yang jauh untuk hal itu. Itu yang dijelaskan para ulama. Kenapa? karena berpotensi akan merusak akidah tauhid seseorang. Nah, kemudian zar asalnya kan sunah. Kenapa tidak lakukan masih banyak amal-amal sunah yang lain? Dan klu juga untuk membuang waktu dan biaya karena bisa kita lakukan di sekitar kuburan sekitar rumah kita ya atau kuburan orang tua kita.
(27:01) Itulah lebih utama untuk kita datang kuburannya kita doakan. Maka dari hadis ini yang Imam Bukhari Muslim inilah para ulama berdasarkan ini ya bahwa melakukan perjalanan untuk tujuan beribadah itu tidak boleh kecuali ketiga masjid ini kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(27:22) Kenapa dikaitkan dengan ibadah? Karena memang tempat orang ibadah ada di masjid. Masjid tempat ibadah bukan kuburan. Sementara ada sebagian masyarakat malah menganggap beribadah itu lebih utama di kuburan daripada di masjid. Maka ada orang yang berkumpul-kumpul di kuburan, tahlilan, selawatan, tawasul dan sebagainya. Padahal tempat yang mulia itu apa? Masjid. Pasti masjid lebih mulia daripada kubur.
(27:48) Nah, ini efek dari apa? Karena hal ini ya dipelintir ketika ada orang menjelas masalah langsung difitnah anti ziarah. Nih mungkin kajian kita ini agak enggak terasa memanas gitu ya. agak sedikit mengupas hal-hal yang memang sensitif dengan masyarakat dan efeknya kalau ingin tidak dijelaskan masih berlangsung perbuatan tengah masyarakat ya kadang-kadang kuburan itu dihiasi dengan bunga-bunga lebih indah daripada panggungnya penganten dan sebagainya.
(28:21) Ini jelas hal-hal yang sudah menyelisihi tuntunan akidah tauhid sehingga orang punya persepsi yang macam-macam terhadap kuburan yang dibangun yang dihiasi itu. Ini bahayanya bahkan sampai meminta kepada orang dalam kubur tersebut. Maka hadis ini kata Syekh yaitu menunjukkan ya memberikan kesimpulanah itu larangan. Walaupun ya ini ada tasyadud walaupun bentuk khabar tapi mengandung laranganahrim larang itu adalah menuntut diharamkan kesimpulannya kalau larang nahrim kalau sesuatu yang dilarang adalah suatu yang ya hal yang di haramkan bahkan sudah datang hadis dalam bentuk
(29:08) larangan bukan bentuk khabar saja la tasyudur larang Janganlah kalian bersusah payah menutup perjalanan ya. Makail illa kecuali ketiga. Berarti selainnya tidak boleh kalau tujuan untuk beribadah nginap di masjid ini nginap sana. Karena ada juga sekarang orang menganggap ini menghimpun juga ke masjid ini, masjid ini dan sehingga dia berputar-putar antara masjid-masjid saja. Masjid hanya dijadikan sebagai tempat untuk wisata saja.
(29:43) Bukan itu, tapi adalah tempat beribadah. Kemudian kedua adalah, nah dalilnya yang tadi disebutkan pertama hadis Nabi. Yang kedua, tidak ada para sahabat maupun para tabiin. Bahkan tidak ada sahabat, para tabiin ya mereka yang mengatakan menganjurkan, menganjurkan safar. menganjurkan melakukan perjalanan untuk menziarahi tempat-tempat tertentu.
(30:17) Enggak ada anjuran dari sahabat maupun dari tabiin yang menganjurkan memotivasi untuk menziarahi yang melakukan perjalanan menziarahi tempat-tempat ters tertentu waar anbiya atau bekas-bekas negara nabi wala kuburin dan tidak pula di kuburan mereka wal masajidihim tidak pula masjid mereka kecuali masjid yang tiga yaitu Masjidil Haram masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam masjidil Aqsa Dan para ulama tidak pernah menjelaskan bahwa kita dianjurkan tujuannya ke Madinah itu untuk ziarah kubur Nabi saja. Gak ada ulama menganjurkan kalau ke Madinah tujuan ziarah kubur Nabi. Para ulama menjelaskan tujuan kita ke
(31:03) Madinah untuk salat di masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu ketika setelah sampai di Madinah kita punya luang waktu untuk ziarah kubur Nabi. Enggak ada ulama satuun yang melarang. Tapi kalau tujuannya berangkat dari negaranya, dari tempatnya hanya semata kuburan Nabi, nah ini tidak ada anjuran dari Nabi untuk mencari kuburan Nabi dari manaun kita.
(31:26) Ya, dengan para ulama ketika mereka bertujuan untuk umrah, mengunjungi masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam karena ada motivasi untuk mengunjungi masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Kemudian sampai di Madinah lalu dia ingin ziarah kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam, kuburan Abu Bakar, Umar, kemudian perkuburan Baki gak masalah.
(31:43) Karena asal tujuannya bukan menuju kubur, tapi adalah tujuan intinya adalah ingin mengunjungi masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam yang sekaligus bisa mengunjungi kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka beliau menjelaskan, tidak ada motivasi dari para sahabat, para tabiin. Kalau kita ke Madinah, tujuan intinya hanya untuk kuburan. lamun eh lahu mereka tidak ketika tidak ada motivasi dari mereka tidak mengenal hal-hal seperti itu. Ya.
(32:15) Yang ketiga adalah dalilnya adalah inahabah wabiin. Karena para sahabat, para tabiin lamail hujratun nabawiyah allatiha qrun munfasilahil masjid. Yaitu bahwa kamar Nabi sallallahu alaihi wasallam yang terdapat di dalamnya kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang aslinya kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam itu bukan di masjid tapi di kamar Aisyah anha.
(32:39) Maka kamar Nabi sallallahu alaihi wasallam terdapat sekarang menjadi kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam munfas masjid adalah tarpisah dari masjid. Tidak akan ada seorang pun yang bisa sampai ke masjid eh ke kuburan itu sekarang. Bahkan disebutkan bahwa kuburan Nabi itu dengan tiga tembok. pertama tembok kamarnya Aisyah itu.
(33:00) Kemudian rumahnya Nabi. Kemudian dibatas lagi sebagai batas antara masjid dengan rumah Nabi. Nah, laat hun juga tidak ada ya untuk tujuan salat di situ. Wasubur bukan juga tujuannya untuk menyentuh-nyentuh kubur, mengusap-ngusap kubur atau berdoa. Jadi tujuan menjari kubur bukan untuk salat di kuburan, berdoa di kuburan, menyimp kuburan, mengusap-usap kuburan dan sebagainya.
(33:30) Yang keempat dalilnya adalah kata beliau dijelaskan ketika para sahabat menaklukkan Syam Baitul Maqdis ya lamun an wahid minhum. Tidak ada diriwayatkan dari seorang pun dari mereka bahwa mereka datang mengunjungi kiburan Nabi Ibrahim Alaih Salam. Gak ada. Kalau seandainya itu adalah masru tujuan safar menggul kuburan, tentu Nabi sallallahu akan motivasi sahabat dan para sahabat akan memotivasi umat ini untuk mengun kuburan-kuburan orang saleh.
(34:09) Iraq nabi wasam. Kata beliau, “Tidak pernah diriwayatkan dari seorang pun dari para ulama bahwa tujuan mereka berangkat dari Syam, berangkat dari Iraq atau dari Mesir, tujuannya ke Madinah hanya semata-mata mengunjungi kuburan Nabi.” Tak pernah diriwayatkan hal itu. Tapi diriwayatkan bahwa tujuan mereka Madinah itu adalah untuk mengunjungi masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(34:33) Karena itu ada motivasi tadi ya. Bahkan salat di sana sama dengan 1000 kali lipat. Nah, ini kemudian sampai Madinah ya betul para ulama mengeluhi kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah mereka sampai di Madinah. Tapi inti mereka datang ke Madinah bukan semata-mata ingin ziarah kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berikutnya beliau sebutkan lagi dalilnya inahba.
(34:59) Perlu diketahui kata beliau bahwa ibadah itu dasarnya adalah ya harus sesuai dengan sunah dan mengikuti petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bukan kita reka-recam laal ahwa wal ibtida. Bukan dengan cara melakukan sesuai hawa nafsu kita dan melakukan bidah-bidah. Inama Allah itu bisa kita lakukan ibadah kepadanya hanya sesuai dengan yang syariat yang diturunkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(35:29) Maka jangan buat-buat syariat baru dengan cara baru yang tidak pernah diwahyukan Allah kepada Rasul sahu alaih wasallam. Lalu kita gunakan sebagai media untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah. La yadu bil bidah. Bahwa Allah Subhanahu wa taala tidak boleh di e beribadah kepadanya dengan cara melakukan amal-amalan bidah.
(35:49) Karena banyak dalil menjelaskan hal. Bahkan orang-orang yang membuat syariat-syariat itu Allah sebutkan dalam firmannya. Apakah mereka punya tanding-tandingan yang membuat syariat untuk mereka dalam agama ini yang tidak pernah diizinkan Allah Subhanahu wa taala? Kemudian berikutnya adalah walam yarwi ahad min ahlutil min ah ziarah.
(36:17) Beliau mengatakan, “Tidak ada seorang pun dari ulama-ulama kitab hadis yang terpercaya atau yang dipercayai meriwayatkan tentang hadis-hadis ziarah sedikit tu.” Artinya ziarah tentang apa? Anjuran ziarah kuburan. Kuburan nabi semuanya orang saleh semuanya.
(36:42) Tidak ada hadis yang mengkhususkan untuk ziarah tertentu kepada kuburan tertentu. Baik kitab-kitab ulama menurut kitab-kitab Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sahih Hibban dan seterusnya wal asabut sunan ulama-ulama marang kitab Sunan seperti Sunan Timzi, Sunan e Abi Daud w nasai, Ibnu Majah wani juga ulama-ulama menur musnadmusnad Ahmadus dan tidak ada satupun dari ulama yang memegang hal itu.
(37:20) Hadis bahkan secara hadis-hadis itu adalah hadis balu. Bahkan maudu ini bicara hadis-hadisnya di antara hadisnya dimaksud hajaq orang yang haji yang tidak menziarahiku kata Nabi maka sungguh dia terhaka padaku seperti hadis-hadis banyak lagi hadis-hadis dong hadis-hadis palsu yang mereka buat tentang hal ini.
(37:47) Ini bentuk-bentuk hal yang diingatkan kepada umat ya agar mereka tidak tertipu dengan berbagai ee apa namanya argumentasi-argumentasi akan merusak iman dan tauhid mereka. Kemudian ada dalil menunkan bagaimana sahabat di sini mencegah Abu Hurairah dan riwayatkan Imam Ahmad dalam sanadnya bahwa Abu Hurairah datang ke Bukit Kursinah, yaitu bukit di mana Allah bicara kepada Musa di sana. lalu bertemu dengan sahabat lain namanya Basratul Gfar alghifari.
(38:18) Basra alghifari. Maka waqahu lalu Basar ini tahu ya kepergian Abu Hurairah ke sana. Lalu ditanya apa kata Basra Alghifari? Ya amma lauka qoblaar ilaihi rahilta. Seandainya engkau bertemu dengan aku sebelum engkau berangkat ke sana, engkau tidak akan berangkat. Abu Ira berarti tidak tahu hadis ini.
(38:51) Maka dikatakan, “Kalau engkau bertemu dengan saya sebelum berangkat, mungkin kau enggak jadi berangkat.” Itulah kata ee Basra Alghifari. Lalu setelah itu menyebutkan hadis larangan dari syad rihal tadi larangan untuk berpergian membekal berbekal tujuan ibadah yaitu hadis apa tadi hadis yang larangkan untuk melakukan perjalanan dan ee apa namanya ee safar membawa bekal dengan tujuan ibadah kecuali hanya ketika mikir.
(39:28) Maka dari hadis ini, dari kisah ini terdapat kesimpulan oleh kita bahwa sahabat Basra Al-Ghifari memahami membawa hadis ini pemahaman hadis ini secara umum dan Abu Hurairah pun tidak membantah wafah Abu Hurairah diam. Lalu menjelaskan. Adapun yang dikatakan oleh para ulama secara mutlak ya, bahwa safar mengunjungi kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah bagian dari amal saleh purba muj alaihi pakat atas itu para ulama ini benar kata beliau bila kita tahu apa yang bermaksud dengan hal demikian maksud mereka Apa orang yang melakukan perjalanan membawa
(40:27) bekal untuk beribadah ke Masjid Nabawi untuk salat di sana. Maka mengunjungi ziarah kubur Nabi setelah dia sampai di sana adalah amal saleh. Alaihi demikian pula mengucapkan salam kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dan kedua sahabatnya itu Abu Bakar dan Umar.
(40:55) Demikian pula hal yang sama hukum ziarah kubur itu bagi penduduk Madinah atau orang yang mampir Madinah tersebut ya atau lain demikian tanpa mempersiapkan bekal perjalanan untuk sekedar ziarah kubur saja. Bukan itu tujuannya. Tapi belum menjelaskan, ulama menjelaskan bahwa mengunjuk kubur Nabi adalah sebagian dari kurbah amal saleh adalah ketika mereka menjelaskan bahwa seseorang yang datang ke Madinah perjalanan w bekal untuk beribadah mencinta Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(41:25) Maka ketika dia berkunjung kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, kubur Nabi sallall ziarah kubur Nabi sallallahu alai wasallam merupakan. Nah, itu yang dimaksud jelaskan oleh beliau di sini. Kemudian berkata Ishak Ibnu Rahu ya, seorang tabiin ya. Di antara hal yang senantiasa dilakukan oleh orang-orang yang haji adalah lewat ke Madinah.
(42:03) Lewat ke Madinah tujuannya adalah salat masjid Rasul. Kata Ishk B Rahyah ini Ishak bin Rahyah menjelaskan, setiap orang yang berhaji kata Ishak binah biasanya mereka pergi ke Madinah, berkunjung ke Madinah. Tujuan ke Madinah itu adalah untuk salat di masjid Rasul bukan untuk ziarah kubur Nabi. Kemudian setelah itu adalah tabaruki lalu berkah dengan melihat mimbarnya raudah ya mimbar dan kubur Nabi sallallahu wasallam. Ya, berziarah kekuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(42:40) Lihat penjelasan bahwa tujuannya adalah untuk salat di masjid Rasul bukan tujuannya ke Madinah itu adalah untuk ziarah kubur semanawawi majmui dan juga Imam Nawawi menjelaskan dalam kitab majmuknya yaitu beliau mengatakan qala Imam Ahramain Imam Ahramain Aljiwaini Abul Maali Aljiwaini kana Syikhuhu.
(43:13) Syikhuhu adalah ayahnya itu waliduhu. Yti bil ini pendapat dari kalangan ulama Syafiiah itu bapaknya ee Imam alaramain. Apa kata Imam Haramain meriwayatkan dari gurunya itu ayahnya sendiri? Beliau mfatwakan larangan yaitu melakukan perjalanan membawa bekal kepada selain tiga masjid ini berdasarkan hadis yang berlalu qup muharam kata Abul Maadi Aljuwaini ya bahkan mungkin beliau mengatakan atau bahkan beliau mengatakan itu adalah haram kata beliau jadi tujuannya untuk melakukan perjalanan bawa bekal untuk ziarah kubur semua.
(44:05) perlu diketahui bahwa kubur Nabi wasam berada di bahwa diketahui bahwa kuburan Nabi Sallallahu Wasam di luar tiga masjid di luar tiga masjid alq masjid sampai walaupun apa kubur tidak di luar masjid ya dan juga tidak termasuk hal yang kecuali baik.
(44:43) Kemudian juga dinukil para ulama lain seperti apa? Ibnu Bat al-Hambali karang ulama Hanabilah. Kalau tadi karang ulama Syafi’i yaakulu Ibnu B alhambali mengatakan minal bid al bina al kubur. Di antara bidah-bidah adalah membangun di atas kuburan seperti rumah dan sebagainya. Wat eh watuha atau meecat membeton kuburan wasadal ziratiha melakukan perjalanan ya membawa bekal untuk menziarah ini.
(45:18) Maka ini penjelasan dari siapa? Ibnu B alhambali kabak ada kecuali siapapun kuburan di sini. Oh, kubur Nabi boleh dibangun. Gak ada pengecualian di situ. Maka dari itu dapat kita lihat was tidak mengharamkan kalau ziarah saja. Ya, bahkan ziarah syariah maksud salam al mait.
(45:44) Karena beliau menjelaskan ziarah yang syari ketika menziarah kubur mengucapkan salam kepada mayat wahu dan mendoakan si mayat nabi nabi baik ini adalah nabi atau bukan nabi wasam karena itulah para sahabat kalau ziarah ke kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam mereka mengatakan ahli diar Ya, diajarkanimana diajarkan Nabi Sallah Wasam kepada Aisah bagaimana ketika ziarah kubur apa doa yang dibaca yaumulah diajarkan doa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam itu bagaimana kita mendoakan orang yang telah meninggal tersebut bukan malah meminta kepada mereka untuk disbuhkan penyakit dari mudah tah urusan enggak lolos PNS atau dagangannya laris engak demikian tuntun
(46:40) dari Nabi Sallallahu Wasam ketika ziarah baik setelah mereka para sahabat biasanya kalau ziarah cukup memberi salam kemudian berdoa kemudian mereka pun baik jadi yang diharamkan ini adalah bukan ziarah kuburnya adalah melakukan perbuatan yang sifatnya bersahfa menabung persiapan perjalanan yang jauh bawa bekal tujuannya sekedar ziarah kubur saja ya tidak ada urusan lain.
(47:22) Ibnu Hajar menjelaskan tentang hadis apa maksudnya ada perbedaan ulama dalam masalah melakukan perjalanan di luar masjid yang tiga tadi seperti pergi ziarah menemui orang saleh ya baik yang sudah mati maupun sudah baik yang sudah mati masih hidup mencari tempat-tempat yang mulia berkah di situ salat di sana.
(48:03) Faqala Syekh Abu Muhammad Aljuwaini. Maka berkata Syekh Abu Muhammad Aljuwaini, apa kata beliau? Yah, diharamkan melakukan perjalanan selain dari tiga masjid tersebut. Maksudnya perjalanan ibadah berdagang ya hadis secara hadisnya. Kemudian juga dikeluarkan oleh Hasan memilih pendapat tersebut. Dan kebanyakan ulama berhujah dengan kisah yaitu Basra Alghifari yang menegur Abu Hurairah keluar ke Bukit Pursina.
(48:42) Baik. Waqadqala Malik fil Madinah. Imam Malik, Imam Darul Hijrah berkata, “Inq lillahi alaiya ila masjidil Madinah.” Jika ada orang bernazar, saya bernazar untuk berjalan ke masjid Madinah Nabi sallallahu alaihi wasallam wajil Baitul Maqdis dan Masjid Baitul Maqdis waj alaihabai maka wajib dia menunaikan nazar tersebut itu masjid NWI dan masjid Baitul Mahd dan dia harus salat keduanya di hadis al karena ada keutamaan Ya, dalam hadis Nabi wasallam tentang kemuliaan salat di kota Makkah dan Madinah. Wafi jawa.
(49:29) Dan bolehnya melakukan kunjungan, melakukan perjalanan ya dengan tujuan apa? Adalah untuk tujuan pergi beribadah ke tempat-tempat yang dibolehkan itu syadri ilaihima masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam atau masjid. Adapun kata Imam Malik inq lillahi al Madinah saya bernasar kepada Allah untuk berjalan ke Madinah alaihi maka tidak ada larangan atas Nabi sallallahu alaihi wasallam karena dia tidak mengecualikan kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(50:11) Jadi maksudnya apa? Kalau ada orang bernazar mau ke Madinah, maka lalu dia bernazar apa? Ee untuk mengunjungi Nabi Lillahi alai alu ilal Madinah. Kalau orang itu bernazar untuk berkunjung ke Madinah, maka tidak ada ee larangan atasnya walaupun dia tidak mengecuali kekuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tetapi kalau yang dikatakannya aku bernazar untuk mengunjungi kuburan Nabi.
(50:43) Nah, di sini yang menjadi pencaraan para ulama yang ada lar. Menurut Imam Syafi’i dalam kitab beliau ee ditukilkan oleh kitab Almuhazzab Imam Nawawi Masjidil Haram. Jika seorang bernazar ya berjalan bukan ke bernazar ke untuk berjalan ke masjid selain Masjidil Haram atau Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa lam yalzimu hadis.
(51:22) Maksud di sini apa? Bahwa bila ada orang tujuannya bernazar ya di luar tiga-tiga masjid ini untuk berjalan bukan ke Masjidil Haram, bukan pula Masjid Madinah, bukan pula Masjidil Aqsa. Boleh enggak dia menyempurnakan nazarnya? Kata Imam Syafi’i, lam yulzimul hadis. Tidak, hadis itu tidak wajib mereka untuk membayar nazarnya. Kenapa? Karena ada larangan. Tidak boleh melakukan perjalanan untuk ibadah kecuali kepada tempat ini, itu Masjidil Haram, Masjidil Madinah, Masjidil Baitul Mak, Masjidil Aqsa.
(51:54) Ini yang dimaksud oleh Imam. Kemudian ya menjelaskan wasam. Kalau ada orang hanya berkunjung kepada kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan karena ingin salat di masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di dalam masalah ini kata Imamah khilaf ada perbedaan kalangan para ulama dalam syarah kata Imam Kmani dalam masal ini di masa kami banyak sekali terjadi perdebatan-perdebatan ya bahkan sana fatihah rasail sekali tulisan-tulisan itu ini dari kedua pihak dari kedua belah pihak baik yang melarang maupun yang membolehkan
(52:54) berkata Ibnu Hajar Hajar menyebutkan perkataan ini ibnah yang dimaksudnya adalah kata Ibnu Hajar adalah bantahan Syekh terhadap Syekh Ibnu bihi dan apa yang dibela oleh Imam Hafiz Syamsuddin Ahadirirhu Ibnu Taimiyyah. Dan yang pendapatnya dibela di kalangan para ulama ahli sunah Syafi’iah adalah yaitu waman alhafiz Syamsuddin.
(53:28) Kenapa yang ee berjuang membela itu Hafiz Syamsuddin bin Abdul Hadi dan lainnya. Kemudian Ibnu Abdul Had dalam kitabnya aluiah beliau menjelaskan setelah menulis buku ini biografi Syamiah mengatakan bahwa fatwa dalam masalah ini ya ulama bahwa ulama-ulama besar ini justru malah membela pendapat Ibnuah rahimahullah masalah ini adalah masalah khilafiah kalangan ulama terakhir.
(54:27) Adapun ulama salafam bat ada ulama salaf gak ada yang melakukan hal itu. Maka di sini dapat kita simpulkan bahwa itu tidak disyariatkan asasan sama sekali. Tasni kenapa eh apa namanya ada tasni bilanya kebencian ini ada ya padahal tidak pernah dilakukan oleh ulama-ulama sebelumnya. Adapun hadis-hadis yang menjelaskan tentang keutamaan ziarah kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam faqfaha alhafid ibn Abil Haj.
(55:03) Ada hadis bicara tentang keutamaan mencari kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam telah diperiksa oleh Imam Abdul Hadi dalam kitabnya Sharil Manki dan Whabah. Bahkan beliau menyatakan diifnya hadis bahwa sebagian sahabat melakukan perjalanan dari Syam ke Madinah untuk menziarahi kuburan Nabi. Hal itu telah dijawab oleh ee apa namanya? Syekh Imam Abdul Abdul Hadi dalam kitab Manfi ya untuk mendamaikan dua orang ulama ini Subfi dan Islam Ibnu Taimiyah.
(55:43) Bahkan Uqili menjelaskan tentang ziarah kubur Nabi itu gak ada satuun hadis yang sahih dalam hal ini. Dan juga Imam Fani menulis semua hadis-hadis itu adalah hadis yang yang baik. Berikutnya adalah dijelaskan di sini bantahan terhadap hadis-hadis yang dipegang oleh orang-orang yang mengatakan dianjurkannya.
(56:40) untuk berkunjung ke Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan itu sudah disebutkan dari penjelasan para umah bahwa hadis-hadisnya adalah hadis-hadis yang dib. Kemudian dijelaskan juga Uqili anahu lain ini disebutkan di sini oleh beliau di sini hadis-hadisnya Uqili menyatakan tidak ada hadis yang sahih dalam satupun hadis tentang masalah ini kata beliau. Kemudian juga Imam juga.
(57:06) Maka dalam kitab ziarah ziarah nubuwah di antara terbaik riwayatnya yang disebutkan di situ adalah bunyi hadisnya apa? Musa ibn hilal abdwatkan oleh rawi ada orang-orang yang pro dengan pendapat anjuran untuk mengunjung kuburan nabi boleh melakukan perjalanan tersendiri atau tujuan menakukan perjalan nabi. Nah, berhujah dengan hadis man zaraqri.
(57:47) Barang siapa menziari kuburku wajabat lahu syafaati maka dia telah wajib mendapatkan syafaat dari itu. Apakah ini hadisnya sahih atau tidak? Musa ibn Halabdi. Di antara sia ada namanya Musa ibn Halabdi. Apa kata orang lemah hadisnya tidak sahih dan juga tidak diikuti. Dan Imam Za mengangkar mengingkari waara maahu haditahu manzarqri. Imam juga mengingkari hadis yang diwatkan tadi.
(58:27) Waqala Abu Hatim an Musa. Nah, Musa ini siapa dia? Musa ibn Hilal ini siapa? Salah satu rawiisan ini majhulun. Tidak diketahui siapa orang. Maka inilah bentuk-bentuk hadis-hadis lemah palsu yang dipegang orang-orang yang mengkutuskan kuburan. Kemudian juga dijelaskan kalaulah seandainya tujuan ke Madinah itu hanya sekedar ziarah kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam tentulah para sahabat akan menukilkan ya secara banyak riwayat-riwayat kalau seandainya tujuan kemudian itu hanya sekedar menunggu Nabi sallam
(59:18) baik kenapa tidak ada dinukilkan saab itu mustafidah dengan bentuk jalan yang banyak masurah mutawatir yang masudah mutawatir. Kemudian tadi sudah kita jelaskan bahwa Allah beribadah kepada Allah hanya dengan apa yang disyaratakan Allah bukan dengan hawa nafsu dan juga emosional. Kemudian juga ya eh bahwa in tujuan kita beribadah kita menyembah Allah mendekatkan diri kepadanya sesuai dengan syariat yang diwajibkan Allahkan oleh Allah rasulah sallahu alaih wasallam lah walwati bukan hanya sekedar hawa nafsu atau emosional Maka kita dapat menyimpulkan bahwa
(1:00:14) perkataan Syamiah pendapat beliau adalah pendapat yang berpolong kepada hal yang sangat kokoh beliau menjelaskan bahwa larangan untuk melakukan perjalanan berbekal untuk menu tempat yang adalah kuburan alaihi. Kemudian pertanyaan adalah apa tujuan kita untuk mendatangi kubur Nabi sallallahu alaihi wasallam mesti dari tempat yang jauh bersiap-siap begitu.
(1:00:47) Tujuannya apa? Untuk kalau untuk mengucapkan salam karena Nabi sallallahu alaihi wasallam, Nabi kita sallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan bahwa kita dianjurkan bersalat kepadanya di mana pun kita berada. Solu alaiya faakumluni hait. Salatlah, ucapkanlah selawat kepadaku. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, sesungguhnya selawat kalian itu sampai kepadaku di mana pun kalian berada.
(1:01:06) Jadi tidak mesti harus datang ke ke kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makmur orang yang berada di ujung dunia sana ya. Ya. Baik dia berada dekat kuburan alaihi wasallam karena tidak pernah disebutkan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan bahwa mengucapkan salam dekat kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam itu lebih baik dari mengucapkan salam yang dari tempat yang jauh. Alaiq.
(1:01:30) Tidak ada satuun dalil dari Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwa berselawat di kubur Nabi itu lebih utama. Karena kalau untuk berselawat di mana pun saja kita bisaat wasam karena rasulah mengatakan berselawat kepadaku kata rasamguh selawat kalian itu sampai kepadaku di manaun kalian berada jadi tidak perlu juga artinya harus dekat kuburan dan tidak ada dalil yang menganjurkan bahwa berselawat itu lebih mulia lebih utama adalah deat kuburan adapun yang diwayatkan dari Nabi wasam bahwa orang yang selawat dekat kuburan aku mendengarnya atau riwayat lain
(1:02:09) atau riwayat lain adalah orang datang kubur nabi dicupan urusan dunia dan akhiratnya aku menjadi pemberi syafaat dan disaksi atasnya ini hadis adalah hadis yangusta menurut penjelasan ulama jarilah tadi adalah ulama-ulama yang pakar dalam menilai rawi-rawi fail isnadini Muhammad Ibnu Marwan kenapa dia kenapa dia k ada namanya disuruh rawinya namanya Muhammad bin Marwan ya suddi shahibul kalbi ya teman daripada sahibul kalbi adalah itu ee orang Syiah yang banyak berbohong dalam memampatkan riwayat-riwayat tentang hal ini.
(1:02:54) Maka ee Muhammad ibnwan Asuddi ini, Ibnu e Abu Hatim mengatakan, “Zaibul hadis, hadisnya enggak perlu dibuang hadis.” Hadituhu haditahu albat. Dia tidak menulis hadis. Berkata Imam Nasai, matrukun, “Orang ini tidak diambil, ditinggalkan oleh ulama.” Berarti kan sanadnya diif itu siapa? Muhammad bin Marwan yang terdapat dalam sanad hadis yang tadi kita bacakan.
(1:03:28) Ini adalah hadis yang maudu sesuai yang telah kita jelaskan tadi. Maka disebutkan penilaian para ulama di sini mereka rawi itu adalah Muhammad bin Zibul hadis. Hadisnya hilang tidak menulis hadisnya matrukul hadis hadisnya tidak diterima. Kata Imam Nasai berkata Imam Ibnu Hibban, memang yarwi mauduat anil asbad inni Muhammad bin Marwan ini sini adalah termasuk orang-orang yang meriwayatkan hadis-hadis maudu.
(1:03:59) Ya, termasuk orang-orang yang meratkan hadis-hadis ba. Kemudian berkata Ibnu Hajar f takrib muttahim bil kadib orang yang dituduh pembohong. Maksudnya sini menilai hadis-hadis yang selama ini dijadi pegangan oleh mereka-mereka yang katanya kita dianjurkan untuk menjari kuburan Nabi dan sebagainya. Jadi sudah kita katakan penj para ulama adalah menjari kubur Nabi bagi orang yang luar di Madinah adalah yang tujuan inti mereka pertama adalah untuk salat di masjid Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:04:31) Baik, kita cukup sampai sini dulu untuk materi. Wallahuam bawab. Ee insyaallah ee jumpa yang akan datang ee kemudian kita akan buka pembahasan baru yaitu tentang tanggapan dan jawaban terhadap ee puduhan-piduhan terhadap Syekh Muhammad Wahab oleh ee Syekh e Dahlan. Kita akan baca salah satu bacaan kitab pada ee apa namanya fatwa atau tuduhan-tuduhan dalam terhadap Syekh Muhammad bin Abdul Wahab. Barakallahu fikum. Wallahuam.
(1:05:10) Nah, baik. Terima kasih banyak Ustaz atas materi yang telah disampaikan. Jazakullah khair barakallahu fik. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Dan selanjutnya kami buka sesi interaktif, sesi tanya jawab. Silakan bagi Anda yang ingin bertanya, Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan WhatsApp di nomor 0218236543 atau juga Anda bisa menghubungi kami secara langsung di layanan dan telepon biasa di nomor 0218236543.
(1:05:48) Nam yang pertama, Ustaz kami ajukan pertanyaan. Nam ada yang sudah terhubung di layan radio ee dan telepon nam sudah terhubung ya. Silakan. Halo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana? Nama Allah Yunaldi Lung Agam Sumatera Barat. Nam. Silakan Bapak.
(1:06:07) Yang pertama saya tanyakan yaitu mengapa dilarang menembuk kuburan dan memberi nama se seadanya sedangkan dibolehkan di arah kubur bahkan dilarang menembok misal seadanya diberi nama. Heeh. He. Kemudian itu kemudian itu. Iya sudah cukup. Sudah itu. Sudah itu pertanyaan saya. Ee bolehkah kita berselawat Allahumma shalli ala Muhammad ee ditambah dengan innaka hamid majid? Gimana? Bagaimana Pak? Diulangi. Bu.
(1:06:47) Ee kita berselawat kepada Nabi. Allahumma shalli ala Muhammad sallallahu alaihi wasallam ditambah denganah Hamidun Majid. Boleh. Oh iya. Baik ya. Cukup ee Bapak di Sumatera Barat. Nah, silakan Ustaz. Baik. Barakallahu fikum. Eh untuk hal ini karena ada larangan Rasul melarang kita ya Rasul wasallam wai w dalam hadis Imam Muslim yaitu Rasulullah melarang untuk tidak boleh la tabnu alaiha tidak boleh membangun menembok dan juga tidak boleh menulis sesuatu mencatat atau memberi lampu itu ada larangan sebenarnya yang dimaksud adalah kenapa karena bila
(1:07:28) kuburan dikasih lampu pasti orang ee ee punya proyeksi sesuatu atau bila ditembok semacam sehingga kadang-kadang punya asumsi-asumsi wah ini tuburan keramat. Ahah berarti bisa kita minta-minta di sini atau ini suburan berkah ini. Tapi kalau kita baca Quran di sini pahalanya lebih banyak beripat ganda dan sebagainya.
(1:07:52) Jadi antisipasi itulah yang dilakukan oleh Rasul Sallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya itu larangan bukan larangan ulama. Larangan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hikmahnya adalah untuk supaya kaum muslimin tidak terfitnah. Karena kebanyakan fitnah kesyirikan terjadi dalam masalah kekuran ini. Makanya ketika kuburan itu dihiasi seakan-akan orang berprestuksi berasensi hal-hal yang negatif ya yang bertentangan dengan akidah.
(1:08:16) Menganggap orang dalam kubur ini dapat mendengar permintaan orang yang di dunia menganggap orang kubur ini dapat memberi sesuatu bagi orang di dunia. Meminta kepadanya bernazar kepadanya menyembelih di kuburannya. Menganggap bahwa berdoa di kuburannya lebih cepat kabulkan. Alasannya ya itu yang melarang. gitu. Tapi kalau jalan ke kuburan yang dicerangi beda lagi.
(1:08:36) Menaskan kalau umpamanya pagarnya di tanah pertuburan di pagar jadi satu lampu supaya ee apa namanya jelas itu bagian dari pertuburan dan sebagainya. Tapi yang dimaksud adalah ada kuburan tertentu dibuat lampu lagi indah bergelap-gelit dan ini yang dilarang yang menulis juga demikian ya. Ulama juga termasuk it rasul sahu al wasam ya dan bukan ulama hanya menyampaikan saja apa yang dikatakan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan di balik itu pasti Rasulullah melarang ada karena ada banyak hikmah agar tidak menjadi
(1:09:07) orang mengputuskan tubuh apalagi umpamanya kadang-kadang ditulisya wali atau punya saleh annaqib ah ditulis nama-nama yang berlebih-lebihan kadang-kadang orang-orang yang kurang manfa akidah yang belum mahali tawuhid kadang-kadang menjadi fitnah bagi nurut. Kemudian ada majid lafaz-lafaz selawat di luar salat para ulama itu membebaskan saja untuk menambah sayidina atau tetapi kalau salat sesuai yang diajarkan rasul kepada sahabat ketika ada sahabat mencoba merubahnya Rasulullah menegur ya ketika ada menyebut nabik rasulika itu ditegur oleh Allah. J
(1:09:49) kalau dalam selawat maksudnya Ibnu Masud dan para saudarkan bahwa Rasul mengajarkan kepada mereka selawat itu mengajarkan Al-Qur’an. J lafaznya itu adalah jelas diajarkan Rasulullah. Dan kita yakin lafaz yang paling sempurna lafaz yang ajarkan Rasulullah sahu al wasam.
(1:10:08) Kalau seandainya ada lafaz yang bisa sempurna dari itu tentu Rasul Sai wasallam akan mengajarkan itu gitu. Hikmahnya adalah yang pertama adalah bagaimana ittiba kepada apa yang diajakkan Rasulullah itu sudah cukup. Jangan kita anggap ini orang yang masih diajak ke Rasul belum ada ini. Dalam lafazah itu dalam riwayat-riwayat selawat ada ya artinya adalah doa kita boleh berdoa tidak ada lafaz dalam Quran dan sunah yang kita minta boleh saja tapi kalau selawat dalam ucapan selawat yang dipakai dalam salat ya seperti yang diar kalau di luar salat boleh Allah shalli ala sayidina Muhammad wa Muhammad
(1:10:43) boleh saja kita menambah kalimat-kalimat yang penting sehingga tidak melampaui batas-batas kewajaran artinya sampai pada tiga Enggak boleh. Wallahuam. Nam. Baik, terima kasih banyak Ustaz. Syukran jazakullah khair atas jawaban dan penjelasannya. Nam. Selanjutnya kami ajukan pertanyaan di layanan pesan WhatsApp. Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(1:11:06) Ya, Ustaz, bagaimana jika kita mempunyai saudara dan dia meninggal di tempat yang jauh dan kita harus melakukan safar untuk ee menghadiri penguburannya? Ee bolehkah kita melakukan safar untuk menghadiri penguburannya? Dan bagaimana jika sudah terlanjur dikuburkan dan kita ingin ee berziarah kubur dengan cara bersafar tersebut, Ustaz, ke makam saudara, apakah diperbolehkan Ustaz? Baik, dalam hal ini tadi kita sudah jelas kalau tujuannya untuk ziarah kubur tertentu saja.
(1:11:38) Tapi kalau tujuannya untuk sekaligus menjal sekolah ini dengan anak-anaknya mendapat musibah dengan tujuan takziah kepada keluarga di sana. Ya, walaupun takziah pun para ulama menganjurkan kalau sudah dikuburkan kita lewat apa namanya AP dan sebagainya pada hari ini.
(1:11:56) J kalau tujuannya sekedar kebun ya jelasnya sudah jelas tadi kalau kita ingin mendoakan di mana pun kita mendoakan sejak di kuburannya tetap sampai doa kita. Sebetulnya yang lebih penting itu bukan sekedar bukunya kuburan saja tapi yang lebih penting itu adalah kita mendoakan orang itu ya saudara kita disapkan.
(1:12:15) Tapi kalau ada masih dalam keadaan baru Rasul Sallahu Alaih Wasallam ee ketika ada wanita yang biasa bersegat membid Nabi sallallahu alaihi wasallam lalu meninggal Rasul sahu alaihi wasallam datang ke kuburannya tidak safar kemudian Rasul juga salat kepada untuk wanita tersebut karena masih lalu sifatnya adalah ketika kisah sekaligus mengugungi anaknya ya mungkin akan kita bantu dan sebagainya ada alasan selain wallahuam Tapi kalau semata-mata ya apa yang kita lihat tadi saya jelaskan dari para ulama kalau semata untuk ziarah kubur saja yang sudah terlewat waktu lama penting juga tidak ada artinya karena kalau tujuannya untuk mendoakannya dari jauh
(1:12:51) subuh cepat dan tidak ada penjelasan kalau berdoa di kuburan lebih cepat diterima untuk si mayat itu kalau kita mendoakan baik cuma doa kita dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala wallahuam nam baik alhamdulillah terima kasih Eh, syukran jazakullah k atas jawaban dan penjelasannya.
(1:13:12) Kembali kami majikan di layanan pesan WhatsApp Ustaz dari Bunda Hani yang berada di Gunung Putri. Beliau bertanya, “Ya Ustaz, di daerah sekitar rumah kami banyak yang menguburkan jenazah di halaman rumah dan kebetulan di sebelah timur rumah kami juga ada makam keluarga. Antara makam dengan tembok rumah ada jalan setapak kami makam.
(1:13:31) Tapi makam kami hanya dipagari dengan pohon sing ee dengan pohon.” Apakah ee hal tersebut tidak mengapa, Ustaz? Jazakumullah khairan. Baik. E Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memang dari hukum hadis ini ulama membahas bahwa tidak boleh bersubur di rumah. Kemudian juga faedah dari hadis ini secara ulama juga di antaranya adalah saling menjadikan rumah kalian seperti kuburan.
(1:13:59) Artinya tidak ada ibadah karena tidak ada seder al kulihal. Yang jelas ee kuburan itu tidak boleh berdesapkan dengan permusiman karena akan banyak kebutuhan ee bisa terinjak dan sebagainya. Nanti akan ada peluasan permusiman ter ee berada di tengah-tengah permusiman seburan tadi. Lebih baiknya adalah kehistan ada di mana yang dilakukan di Makkah Rasul wasam sampai hari ini di Madinah ada perekuburan batik khusus ada di Mekah ada muallah dan juga setelah penuh ditambah lagi oleh pemerintah Saudi sepat supaya apa? Rupanya tidak terjadi-otinsi
(1:14:39) apalagi di depan rumah kadang-kadang enggak boleh kita melewati kuburan, mengatan, melangkahi teguran, sebagainya ada larangan dalam Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, maka jika sudah ada batas jalan insyaallah tidak tentu ya kita hanya minimalisir saja. Kalau tidak ada batas antara sekarangan dengan kuburan, tidak termasuk dari larangan ini.
(1:15:05) Tapi karena memang lebih aulanya, lebih utamanya adalah di kepada masyarakat janganlah mengeburkan mayat di semar-semar sehingga banyak mengemaskan perang-perarangan kita sehingga pada akhir nanti sulit untuk membangun rumah, masukkan rumah danainya atau juga di masjid ya.
(1:15:24) Padahal kadang-kadang ada di laman halaman masjid itu ada kadang-kadang padahal Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang seperti itu. Wallahuam. Nah, baik terima kasih banyak Ustaz. Syukran jazakullah khair atas ee jawaban Ustaz. Dan satu pertanyaan terakhir Ustaz. Nah, ini secara umum Ustaz. Satu pertanyaan terakhir dari penanya dari Haris yang berada di Serang. Ya, Ustaz.
(1:15:53) Lalu bagaimana cara e berkubur sesuai dengan sunah? Apa saja yang harus kita baca? Dan ee apakah kita berziarah ke makam ee saudara kita yang ada di situ ee kuburannya lalu hanya mengkhususkan ee mendoakan orang yang dikubur di situ saja atau bagaimana? Ustaz mohon penjelasannya. Ya, kalau kita lihat tuntunan-tuntunan dalam sunah Rasul Sallahu Alaih Wasam apa yang ketika ziarah kubur? Ya, harus dipakai pertama dahulu di awal is tapi ziarah itu dilarang oleh kenapa di karena kebiasaan-kebiasaan orang ketika ziarah kubur itu mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang bisa kesyirikan. Maka rasul
(1:16:38) nah setelah sahabat memiliki pemahaman tentang karena ziarah kubur itu dapat mengingatkan kalian tentang hari akhirat. Ini tujuan mengingatkan kita tentang hari akhir ya. bahwa kita ingat sebelah kematian, bahwa apapun kehebatan dan kekayaan kita miliki tidak dapat menghambat kematian itu ya.
(1:17:09) Bahwa di akhirat akan kita bawaah amal ibadah kita. Kemudian Aisyah bertanya kepada Rasul, “Ya Rasulullah, apa yang kita baca kalau kita ziarah kubur?” Rasul mengajarkan doa ziarah kubur pada Aisyah juga melihat doa ziarah. Maka yang dibaca alalamualaika mukmin muslim insyaallah masuk itu saja tunj tidak ada tuntunan duduk di sana menangis bawa air bawa binga ya atau bermacam-macam selainnya sekedar mendoakan baca doa akhirat itu sa tidak ada disuruh baca Quran dan sebagainya Itu tuntunan yang ada dalam kita bagus sekedar mendamping sampai akhirat kemudian mendoakan orang dalam kubur tersebut doa yang terjadakan Nabi
(1:18:03) sallallahu alaihi wasallam. Tapi jangan seperti ada sebagian masyarakat tujuan jarak itu asal menyalat berkah mencari kelarisan dalam dagangan mendapat kecikan fans sekolah usaha mendapat jodoh dan sebagainya. Ini sama dengan perkara orang-orang Yahya dulu ketika mereka berziarah kubur. Nah, ini yang harus kita wifi.
(1:18:28) Wallahuam jazakir atas dan penjelasannya ya. Nam mudah-mudahan ini menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Baik, Ustaz. Tadi pertanyaan terakhir Ustaz di pertemuan kita kesempatan hari ini mungkin ada ikhtit yang dapat disampaikan untuk para sahabat RJAS sekalian. Nah, silakan Ustaz.
(1:18:47) Makasih para pemirsa dan terdengar selalu bergabung ee dalam kita pagi ini. Semoga apa yang telah kitaatkan Bapak kita Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberikan ilmi manfaat kita pula. Terima kasih teman-teman di studio ya dan juga studio di insyaf. Semoga Allah senasa memba kita semua diberikan kesehatan kepada kita dan kita selalu dimudahkan untuk aktivitas dan kemudian kita kepada Allah.
(1:19:29) Wallahuam wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi terima kasih banyak untuk Al Ustaz. Jazak khair. Barakallah fik. Semoga diberkahi ilmu yang telah disampaikan pertemuan kita juga di kesempatan hari ini. Dan semoga Allah menjaga beserta keluarga dan terus diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu wa taala untuk terus bisa memberikan faedah-faedah kepada kita semua. Jazakumullah khairan.
(1:19:57) Barakallah ee fikum kepada antum, para sahabat Raja sekalian, pemirsa dan pendengar di mana pun Anda berada yang sudah menyimak acara kami di kesempatan hari ini. Kajian bersama Al Ustaz Dr. Ali Musri Semjan Putra hafidahullah dari pembahasan faedah-faedah secarah Islam. Demikian kami undir diri, mohon maaf apabila ada kesalahan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(1:20:16) [Musik] Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM Radio Roj Palu 101,8
Leave a Reply