(3) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Prinsip Dasar Islam – YouTube
Transcript:
(00:00) 1,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Keutamaan orang yang baik. Islamnya dihapus dosanya dan dilipat gandakan pahalanya. Dan ada beberapa hadis yang menjelaskan perkara ini. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(01:05) Alhamdulillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba. Ikhwatal Islam, kaum muslimin dan kaum muslimat, pemerhati Rajah yang semoga senantiasa Allah Subhanahu wa taala berkahi dan juga rahmati di mana pun Anda berada.
(01:30) Insyaallah di kesempatan Ahad pagi hari ini kembali kita akan mendengarkan dan juga menyaksikan program kajian Islam ilmiah yang insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz Mahfud Umri L hafidahullahu taala dengan pembahasan kitab Prinsip Dasar Islam yang merupakan buah karya dari Al Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawz rahimahullahu taala. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di manaun Anda berada.
(01:55) Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh Ustaz bisa layanan telepon di 0218236543 atau melalui pesan singkat pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikutnya kita akan mendengarkan secara langsung pemaparan dan juga penjelasan yang akan disampaikan oleh Ustaz Mahfud Umri LC hafidahullahu taala yang disiarkan secara langsung dari Masjid Riyadus Shih Kota Bekasi kepada beliau falatafadal masyur wjuro.
(02:30) Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh. Wa naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(03:01) Amma bau faq had kitabullah had muhammadin shallallahu alaihi wasallam umur muh wa muhin bidah wa bidatinalah waatin finar. Para jemaah yang ada di Masjid Radus Shihin, para pemirsa Raj TV dan pendengar Radio Rajak di mana pun Anda berada. Mari kita selalu untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang kita rasakan.
(03:40) Nikmat iman, nikmat Islam, nikmat ya dalam bimbingan ilmu, nikmat dalam naungan sunah. Itu semua nikmat yang sangat besar yang wajib kita syukuri. Ya, oleh sebab itu jangan pernah lelah di dalam menuntut ilmu. Karena dengan ilmu kita ditunjukkan mana yang benar, mana yang salah. Dengan ilmu Allah tunjukkan jalan menuju surga. Manak thqman sahalahu bihi.
(04:12) Barang siapa yang berjalan, meniti jalan dalam rangka untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan jalan menuju surga. Ya. Nah, di antaranya di dalam kitab atau buku Prinsip Dasar Islam bahwa karya Al Ustaz Alfadil Yazid bin Abdul Qadir Jawa rahimahullah taala ya. Beliau sebutkan tentang keindahan Islam yang berupa perintah-perintah. Masuk pada poin kelima halaman 139.
(04:39) Berkata penulis rahimahullah, nomor lima, Islam menganjurkan ya agar menjenguk orang yang sakit, mengantar jenazah, berziarah kubur dan mendoakan sesama kaum muslimin. Ya. Ya. Nah, jadi kita Islam menganjurkan agar kita itu ya menjenguk orang sakit ya menjenguk orangorang sakit ya dan ee menyenguk orang sakit ya merupakan satu keutamaan ya.
(05:26) Bahkan di ada di dalam hadis qudsi ya, di mana pada hari kiamat Allah Taala berfirman, “Ya bna adam maridu falam taudni qabi kaifa waulamin qimdi fulanan maridalamu Nanti di hari kiamat Allah berfirman, “Innallah azza waalla yaak yaumalqiamah.” “Wahai anak Adam, aku sakit tapi engkau tidak menjengukku.” Lalu dijawab, “Ya Rabbi, bagaimana aku menjengukmu sementara engkau adalah Rabbul Alamin?” Apa kata Allah? Ya, bukankah engkau tahu hambaku sakit? Ya, engkau tidak menjenguknya.
(06:31) Bukankah engkau tahu jika engkau menjenguknya maka engkau akan mendapatkan aku di sisinya. Hadis sahih riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah. Ya. Ee ini menunjukkan keutamaan orang menjenguk orang sakit. Tapi di sini perlu penjelasan. Allah berfirman, “Aku sakit.” Nah, sifat sakit kan sifat aib. Tidak pantas untuk Allah. Atau maksudnya sudah dijelaskan dalam redaksi ini sendiri, yaitu apa? Hambaku sakit, tapi engkau tidak menjenguknya. Bukankah engkau tahu kalau engkau menjenguknya, kau akan dapatkan aku di sisinya.
(07:06) Ini adalah keutamaan orang menjenguk ya orangorang sakit, para jemaah ya. termasuk juga ya mengantar jenazah ya ya mengantar jenazah ini Nabi bersabda sallallahu alaihi wasallam man syahidal janazah hatta yusolli falahu qirat w syahida hatta tutfan kana lahu qiraton qlul [Musik] alin raw Bukhari wa Muslim.
(07:50) Ya, barang siapa yang menyaksikan jenazah ya sampai disalatkan alias dia mensalatkan jenazah, maka dapat satu qirat. Barang siapa yang menyaksikan jenazah, mengiringi jenazah sampai dikubur, maka dapat dua qirat. Ditanya, “Apa maksud dua qirat? Ya, seperti dua gunung yang sangat besar ya. E riwayah Gunung Uhud ya.
(08:23) Ini para jemaah itu ya itu mengantar jenazah tapi dengan ikhlas. Jangan sekedar setor muka. Kebanyakan orang yang ya mencalati jenazah teman sekantor ah enggak enak ini penghormatan terakhir. Itu berarti apa? Untuk manusia coba ingat hadis-hadis itu. Ingat ilmu-ilmu itu. Jangan sampai mengantar jenazah hanya untuk setor setor wajah.
(08:48) Tidak nyaman, tidak enakan. Ya, ini sayang rugi semuanya ya. Ziarah kubur. Ziarah kubur. Kuntu nahaitukum an ziaratul kubur fazuruha. Ya, dulu aku larang kalian ziarah kubur, sekarang ziarahlah. Ya, karena bisa mengingat kematian itu. Ketika Nabi menangis dan membuat para sahabat menangis, ditanya ada apa? Waktu itu ziarah kuburan ibunya.
(09:29) Beliau mengatakan muslim. Aku minta izin kepada Allah untuk ziarah kubur diizinkan. Aku minta izin kepada Allah untuk memohonkan amrun untuk ibuku tidak diizinkan. Maka hilangkan kalian ziarah kubur karena itu bisa mengingat kepada kematian ziarah kubur. Ini perbanyaklah untuk mengingat pemutus kelezatan yaitu kematian.
(09:54) Ini para jemaah ya. Jadi ketika ziarah kubur mendoakan orang di kubur dan juga mengingat kematian dan mendoakan sesama kaum muslimin. Rabbanafirlana waliikhwanina iman wajal fiubina amanu rbana innaka rufurahim. Ya Allah ampuni kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan.
(10:23) Jangan jadikan engkau dalam hati kami gil. Yaitu apa? Hasad dan kebencian kepada orang beriman. Jadi kalau kita dihinggapi rasa iri kepada saudaranya yang mendapatkan kenikmatan, baca doa itu. Rbanagfirlana waliikhwanina bilan wajal fiubina lilladina amanuana inaka.
(10:49) Ya Allah ampuni kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan keimanan. sudah meninggal. Ampuni semua yang masih hidup, yang sudah meninggal Allahfir lil mukminina wal mukminat wal muslimina wal muslimat alahya minhum wal amwat rbanagfirlana walikhwanina bilan w tajal fi qulubina. Jangan kau jadikan dalam hati kami gil. Apa gil? Benci dan dengki. Lepas enak nikmat dada lapang.
(11:18) Ya, mau beli apartemen, mau ganti mobil, mau ganti apa saja, ganti istri, ya lepas. Enak. Tapi kalau ada iri dengki pada orang beriman, ya sesek dadanya, lepas. Ini mendoakan sesama kaum muslimin ya. Lalu beliau membawa nabi rasul wasam bersabda muslim muslimun ya rasulah alai waakajibu waoahu waamidallahu waid faudhu waid fattahu ya hak orang Islam atas orang Islam yang lain ada enam ditanya nya apa saja ya Rasul? Beliau bersabda, “Jika engkau berjumpa dengannya maka ucapkan salam.
(12:19) ” Asalamualaikum ya atau asalamualaikum warahmatullah atau asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tapi ingat asalamualaikum asalamualaikum warahmatullah. Ketika ada orang ngucapin salam nabi, asalamualaikum ya dapat 10. Asalamualaikum warahmatullah 20. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dapat 30.
(12:42) Coba isinya apa? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Keselamatan ya untuk kalian. Rahmat Allah dan keberkahannya Allah Taala. Berarti kita ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, apa maksudnya? Harus ada jaminan saudara kita itu selamat dari kita. Apa yang selamat? Kul muslim alal muslim haram.
(13:18) Ya damuhu wuhu wauhu. Rawu muslim. Orang Islam satu atau lainnya itu haram. Apanya? Harta darah kehormatan. Ya kehormatan. Nabi bersabda apa? Almuslim man salimal muslimun min lisanihi wa yadih. Orang Islam adalah orang Islam lain yang selamat dari lisan dan dari tangannya. Sehingga kalau kita mengucapkan salam kepada orang, berarti kita harus jamin keselamatan orang itu.
(13:51) Jangan sampai dia celaka dari lisan kita, ya. Dicaci, dicemooh dan seterusnya. Itu nanti akan diminta pertanggungjawaban ya di qisos ya. Minimal di apa diambil pahalanya. yai Muslim ya. Tahukah kalian siapakah sebenarnya orang-orang yang bangkrut? Apa kata para sahabat? Orang yang bangkrut orang yang tidak punya uang, tidak punya dirham, tidak punya barang, tidak punya harta. Nabi menjelaskan, “Orang yang bangkrut adalah dari umatku.”
(15:01) Berarti umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang datang pada hari kiamat membawa pahala salat, pahala zakat, pahala puasa. Berarti dia bertauhid. Kalau enggak bertauhid enggak mungkin bawa pahala itu. Tapi dulu di dunia mencaci fulan, ya menuduh orang baik-baik dengan tuduhan zina, makan hartanya, menumpahkan darahnya, memukulnya.
(15:24) Itu darah, harta, sama kehormatan. Dicabek-cabek atau salah satu apalagi tiga-tiganya. Maka apa? Diambil pahala salat, pahala puasa, pahala zakatnya sampai habis. Ternyata kezaliman dia pada orang masih ada. Pahala habis, kezaliman kezalimannya masih ada. Maka pahala dosa-dosa orang lain diambil, dilempar ke dia dan masuklah dia ke dalam api neraka. Ya.
(15:56) Maka ketika kita berjumpa dengan mengucapkan salam, harus jaga itu keselamatannya. Ya. Ya. Di depannya. Asalamualaikum. Istrinya digoda. Ada tidak orang yang menggoda istri tetangga? Ada tidak ada ucapin assalamualaikum. Istrinya digondol ya. Asalamualaikum. Di belakang dicabik-cabik kehormatan. Ini para jemaah. Maka kita kita haknya orang Islam. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Kalau tidak bisa menjaga berarti kita bohong. Betul tidak? Iya.
(16:35) Itu waidza daaka faajibhu. Kalau dia ya mengundangmu maka apa? Ya silakan dipenuhi undangannya ya. Seperti undangan walimah ya. Walim falyatiha ya. Barang siapa diundang untuk walimah silakan datang kecuali ada uzur ya ada uzur silakan sampaikan seperti Abdullah bin Mas’ud eh Abdullah Abbas menyampaikan udur ya boleh waastansohaka fans lah kalau minta nasihat silakan berikan nasihat ya nasihat nasihat nasihat itu dikata apa nasoha yansoh Ya, agama adalah nasihat.
(17:31) Adinun nasihah sampai tiga kali. Qulna liman ya Rasulullah qillah walitabihi waliasulihi muslimin waatihim. Agama itu nasihat untuk siapa ya Rasul? Untuk Allah, untuk rasulnya, untuk kitabnya, untuk pemimpin kaum muslimin dan untuk kaum muslimin seluruhnya. Apa nasihat itu? Orang Arab mengatakan nasahul aslah kham.
(17:56) Aku melakukan perbuatan yang namanya nasihat kepada madu. Kalau madu itu sudah bersih dari lilin. Jadi tindakan membersihkan madu dari lilin itu namanya nasoha. Hasilnya adalah nasihat. Madu yang murni itu nasihah. Jadi nasihat itu madu yang murni, kemurnian. Makanya yang murni nasihat untuk Allah. Apa? kemurnian untuk Allah.
(18:24) W umiru illa liya’budullaha muklisin lahuddin. Keikhlasan kemurnian untuk Nabi ittiba mengamalkan sunahnya dan menebarkan mengajarkan sunahnya. Kepada kitab membacanya mempelajarinya mengajarkannya ya kepada pemimpin kaum muslimin menolongnya tidak berontak kepadanya. Tidak mencaci maki pemimpin ya penguasa di depan umum. Kalau mau nasihat datang ke ke tempatnya.
(18:55) Afdalul jihadul haqda sulin jair ya. Seutama-utamanya jihad. Perkataannya hak di sisi di sampingnya bukan depan orang banyak penguasa yang zalim. Ya. Jadi kalau minta nasihat nasihati dia ya. Dan nasihat itu pada hakikatnya adalah madu yang murni manis. Waid aos fahamidallah fasyamitu.
(19:21) Kalau bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka baca apa? Yar yarhamukallah. Waid marid fau. Kalau sakit kunjungilah, jenguklah ya. Ah, tapi di sini para ulama mengatakan ya, maka di sini menganjurkan seperti ya mengucapkan salam itu haknya ya dan tidak wajib. Yang wajib yang menjawab ya. Ketika diundang, hendaklah dia menyambut undangannya. Minta nasihat, sehat hati.
(19:53) Kalau bersin baca alhamdulillah baca yhamakallah. Kalau sakit kunjungilah dia. Kalau mati iringilah jenazahnya. Ya. Kemudian yang keenam beliau mengatakan Islam menyuruh agar berlaku adil kepada orang lain dan mencintai apa yang dicintai mereka sebagaimana kita mencintai diri sendiri. Ya. Ah, ini yang dimaksud dengan adil.
(20:34) Aladlu apa? Wi fi maudi meletakkan sesuatu pada tempatnya itu adil. Lawan adil adalahmu kezaliman. Kalau peci ada di kaki itu zalim. Kalau sendal ada di kepala itu zalim. Yang adil sepatu sandal ada di kaki, peci ada di kepala. Ya, ini ada kain pel di atas meja sini kotor yaitu tidak adil. Dan yang adil hanyalah Al-Qur’an dan Asunah. Allah dan Rasul-Nya berada dalam Quran dan sunah.
(21:20) Bukan yang namanya adil ya. Karena apa? Banyaknya orang apa ada istilah apa itu? No viral, no justice. Waduh pakai bahasa Inggris no viral no justice. Ya, yang namanya keadilan, kebenaran. Meskipun satu orang kebenaran. Aljamaah ma wafaqal haq wain kunta wahdak. Kebenaran tuh ya apa? Aljamaah ya. yang namanya aljamaah sesuai dengan kebenaran meskipun satu orang ya.
(22:06) Tapi kalau ngikuti kebanyakan orang hanya untuk apa? Mengingkari penguasa dengan banyak orang itu bukan keadilan. Menuntut keadilan ya. Dengan menyebarkan aib penguasa, aib saudaranya. Kalau tidak diviralkan, tidak ada keadilan kan sekarang begitu ya. No viral no justice. Kalau engkau mengikuti kebanyakan orang akan menyesatkan kamu dari jalan dari jalan Allah.
(22:46) Ya, yang namanya keadilan ukurannya sesuai dengan Quran dan hadis. Ya, dulu pernah orang yang mengatakan tidak adil kepada siapa? Ya, kepada Nabi Muhammad ya. Kepada Nabi Muhammad dengan mengatakan ya idil ya Muhammad. Nabi beliau ya sedih, tersinggung ya. was yaq Muhammad akunil ya ada orang datang kepada Rasul di Zonah ya ketika pulang dari perang Hunain kemudian Bilal bawa sekantong apa? Emas.
(23:40) Rasul minta sebagian dibagi-bagi. Lalu ada orang datang orang ini. Ya. Ya Muhammadil. Wahai Muhammad adillah. Ya apa kata Nabi? Celaka engkau. Siapa yang adil kalau aku tidak adil? Laqibta wiraam akun adil. Sungguh rugi engkau kalau aku tidak adil. Umar tersinggung ya.
(24:13) Waq Umar ya Ibnu Khattab radhiallahu anhu ya Rasulullah faqtul hadal munafik. Ya ini Umar bin Khattab. Biarkan aku ya Rasul aku mau sikat dia. Aku bunuh dia. Ini orang munafik ini. Faq maallah anhadas anul ashabi ya. Maadallah berlindung pada Allah Taala. Nanti orang-orang nanti mengomong berbicara bahwa aku telah membunuh sahabatku jangan inahu quranu orang ini dan teman-temannya mereka fasih baca Quran tapi tidak sampai pada kerongkongannya.
(24:58) Diah minariah. Dia keluar dari Quran seperti keluarnya anak panah dari busurnya. Siapa mereka? Khawa khawarij. Ya, mereka adalah khawarij ya. Mereka adalah khawarij para jemaah ya. Ini Zul Khuwaisirah ya. Ya, Zul Khuwaisirah. Ah, ini jadi ukuran yang namanya adil adalah apa? Quran dan sunah. Tolong itu dicamkan.
(25:42) Anak perempuan dapat berapa bagian? Harta waris satu bagian. Laki-laki dapat berapa bagian? Dua. Apakah tidak adil? Loh, kalau ada apa namanya alat pemberian atau hibah ya harus harus adil, harus sama. Kenapa warisan kok tidak sama? Yang mengatakan dua bagian laki satu bagian perempuan ya Quran itu yang adil. Walidakar hadil uns. Laki-laki dapat dua bagian dari perempuan.
(26:18) Kalau hibah sama harus sama. anak-anak satu sama lain itu yang adil. Kalau ngikuti perasaan biasanya kalau orang tuanya sakit biasanya yang merawat kebanyakan anak perempuannya. Giliran meninggal, anak lakinya datang dapat warisan dua bagian. Pasti secara perasaan atau semata-mata akal mengatakan apa? tidak adil ya.
(26:53) Tapi kalau ikuti nafsu, tapi kalau jiwanya orang beriman tidak. Inana mukminin duallah waasulinahum samna wa. Ya, sesungguhnya perkataan orang beriman ketika diajak kepada Allah dan rasulnya untuk menghukumi di antara mereka, mereka mengatakan, “Kami dengar, kami taat.” Nah, itulah yang adil. ketetapan Allah ya.
(27:26) Ketetapan Allah Taala itu para jemaah bukan ketetapan manusia ngikuti suara terbanyak ya bukan ya. Oleh karena itu, asbabul nuzul ya surah Annisa ayat 65. Fala warbika yuna hatta yuhajarahumma yajidu fiusimqit wausallimu taslima. Nah, ya itu. Nah, itu terkait ee dengan apa? Dengan asbabun nuzulnya dengan pengairan ya. Pengairan ya, kebun. bahwa ada orang dari Ansar yang berselisih dengan Azzubair, Azzubair Ibnu Awwam. Ya.
(28:33) Kemudian masalah pengairan di Sirajil Harang kepada Nabi. Maka Nabi menyuruh Zubair, “Isq tumma arsil jarik.” Silakan airi kebunmu, nanti baru tetanggamu. Nah, sahabat Ansar tadi gadibal ansar marah dan mengatakan, “Ya Rasulullah, angkana ibna ammatik, apakah dia anak dari bibikmu, yaitu sepupumu, kerabatmu?”Alawanna wajam.
(29:07) Wajah Rasulullah berubah lalu mengatakan pada Zubair Zubair jadar. Silakan air punyamu Zubair dan tahan setelah itu tahan dulu ya penuhi tempat-tempatmu baru berikan kepada tetanggamu. Paham? Di sini turun ayat ini karena dengan keputusan Nabi merasa tidak adil dan protes. Sama dengan tadi Dul Khuwaisirah ya.
(29:41) Cikal bakal khawarij protes bilang tidak adil sama dengan yang terjadi ini bilang bahwa apakah itu karena saudara dari bibikmu. Jadi keadilan itu adalah ukurannya apa? Qallah qala Rasulullah. Kalau orang beriman yang mau ngaji, kalau enggak ngaji yang namanya keadilan suara ter banyak. Padahal Allah berfirman, “Wain tuti aksar fil ardhi yudillukailillah.” Kalau engkau mengikuti kebanyakan orang akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
(30:17) Yang namanya kebenaran itu aljamaah. Jemah kan orang banyak ya, Nak. Abdullah bin Abbas mengatakan, “Aljamaah ma wafaqal haq wain kunta wahdat.” Ya, yang namanya aljamaah adalah sesuai dengan kebenaran meskipun hanya sendiri ya. Meskipun hanya sen sendiri itu keadilan. Jadi ukuran keadilan sesuai dengan Quran dan sunah.
(30:51) Meskipun perasaan kita tidak bisa menerima, meskipun akal kita belum bisa menampung, ya tentu saja ada sekat-sekat ya, sekat-sekatnya apa? Sekatnya dosa. Enggak punya ilmu, jauh dari ilmu. Sehingga apa ukurannya pokoknya orang terbanyak meskipun itu tidak sesuai dengan Quran dan sunah. Para jemaah itu ee Islam menyuruh untuk berlaku adil kepada orang lain bahkan juga kepada kerabatilu hua akrabu lqwailu hua hu akrabuqwa beradillah ya itu lebih dekat kepada ketakwaan bahkan juga ya meskipun kepada kerabat ya terdekatnya Ya.
(31:49) Innallaha ymur billi wal ihsan wailba. Ya Allah menyur untuk berbuat adil. Ya g ini para jemaah. Ah tapi harus paham definisi aladlu. Ada albakal khawarid mengatakan tidak adil kepada Nabi. Ya, ada tadi yang berselisi dengan Abdullah bin Zubair. Apakah itu karena karena sepupumu ya, anak dari bibikmu. Nabi marah.
(32:26) Laki-laki dapat dua bagian warisan, perempuan dapat satu. Secara logika akal tidak adil karena sama-sama anak. Tapi Quran mengatakan yang adil adalah Quran. Ya, itu berlaku adil ya meskipun dia merupakan kerabat kerabat dekatnya ya itu para jemaah ya. meskipun kerabat dekat ini surah Al-An’am 152 ya. Wa qultum failu walau qurba.
(33:13) Kalau engkau berbicara, hendaklah adil meskipun kepada kerabat dekat. Ya, haruslah adil ini ya. Berapa adil kepada orang lain dan mencintai apa yang dia cintai. Ya Allah berfirman, lanalul birro hatta tunfiqu mimma tuhibbun. Engkau tidak akan sampai kepada kebaikan sampai engkau menginfakkan harta yang kamu cintai.
(33:46) Ya, la yukminu ahadukum hatta yuhibba lihi ma yuhibbu linafsih. Tidak sempurna iman seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya. Ya, Islam menyuruh adil dan mencintai apa yang ngcintai dicintai mereka sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Ya, kalau punya makanan dia tidak suka.
(34:20) Karena tidak suka dikasih sama orang. Dia suka tapi makanannya sudah bermalam. Ah, daripada dibuang kasih orang bahasanya apa-apa? daripada dibuang dia enggak suka ya. Maka hindari itu kecuali memang tidak sengaja ya tidak sengaja dan masih bisa masih layak ya silakan diberi pada mereka yang perlu yang butuh ya tapi kalau selalu mencari yang ah ini enggak suka ya baru dikasih justru yang bernilai lanalul birro hatta tunfiqu mimma tuhibbun engkau tidak akan sampai kepada kebaikan sampai engkau apa menginfakkan apa yang kau infakkan yang kau cintai. Ya,
(35:17) bagaimana Allah berfirman dalam surah Alimran 92. Lam tanalul birro Al Imran 92. Hatta tunfiqu mimma tuhibbun ya wunfallahim. Engkau tidak akan kalian tidak akan sampai mendapatkan kebaikan. Hatta tunfiqu sampai kalian menginfakkan mimmahibbun ya dari apa yang kalian suka.
(35:48) Nah, itu makanya Nabi menyampaikan lain ahadukum hatta yuhibakh ma yuhibinafsih. Tidak sempurna iman seorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya. Lihat bagaimana sahabat Muhajirin sama Ansar ya. Abdurrahman bin Auf sama sahabat Anshar. Disuruh milik istrinya ya. Akan saya cerai kamu silakan ambil. disuruh milih rumahnya itu sampai seperti itu.
(36:18) Mungkin kita tidak iman kita tidak sampai ke sana. Cuman kalau nasi ya bungkus sudah campur sama kuahnya sudah belketek ya apa belketek itu sudah ini jangan dikasih orang dong ya itu ya. Apalagi ngasihnya begini nih. Eh, ada orang ngasih ya, ngasinya begini, Pak. Ini masih bungkus, nasi uduk lagi. L ini lebih tinggi dari kepalanya. Betul enggak? Berarti dia ya apa? Nasi uduk lebih berharga dari kepala dia.
(36:52) Udah nasi uduk ngasih begini ya. Ngasih dong duit 101 juta. Berapa? Sembunyi-sembunyi nih ya. sehingga tidak tahu ya. Hatta laamauhu maunfiku yaminuhu. Sehingga tangan kiri tidak tahu yang diinfakkan oleh tangan kanannya. Ini tidak diangkat. Eh, ada tidak saya tanya ada tidak begitu? Ada. Cuman pisang bosok separuhnya sudah bosok.
(37:34) itu namanya apa? Menghina dirinya sendiri. Karena pisang lebih lebih tinggi ya posisinya dibanding dengan kepala yang dia itu itu sembunyi-sembunyi ini ni itu para jemaah ya. Ah jadi apa kita kalau kita diperlakukan begitu tidak suka. Maka orang beriman itu dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya. Kalau memang tidak suka ya jangan dikasihkan ke orang ya.
(38:07) Ada bahasa tidak suka itu bukan karena tidak nyaman, tidak bukan selera dia. Itu lain. Tidak sukanya kenapa? Ya karena itu sudah pisang sudah ada bosok-bosoknya. Nasi uduk sudah nginap 5 jam, 6 jam ya itu Ustaz daripada mubadir. Iya betul, mubadir mungkin diberikan pada siapa yang lebih paling membutuhkan ya tapi tetap dengan hati-hati sebab dibuang juga tidak boleh.
(38:33) Oleh karena itu ambil tindakan preventif jangan sampai seperti itu kondisinya sehingga jika sampai dibuang atau tidak diberikan kepada atau diber kepada orang ini para jemaah ya. Ah cintailah saudaranya seperti kita mencintai diri kita. La yukminu ahadukum hatta yuhibakih ma yuhibfsih. Tidak sempurna iman seorang sampai dia mencintai dirinya eh mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya.
(38:58) Nah, itu betapa indahnya ya. Betapa indahnya ini. Itu yang adil ya. Jadi sekarang kita harus paham lawan adil adalah apa? Dulmun. Kezaliman. Zalim itu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Makanya orang yang syirik dia katakan zalim. Ya. Ya bunayya la tusrik billah inn syirka lulmun adim. Wahai anakku jangan kamu menyekutukan Allah. Karena menyekutukan Allah kezaliman yang sangat besar.
(39:35) Karena yang adil untuk Allah tauhid syirik zalim. Ya, yang bicara gitu ya, Quran berarti ukuran dikatakan adil Quran dan hadis, bukan perkataan manusia, bukan banyak-banyakan orang itu para jemaah ya. itu itu harus dipahami. Sebab kalau tidak ya banyak sekarang sudah mencaci maki pemerintah ya membuka aib mereka di depan umum ya.
(40:23) Sementara Nabi bersabda, “Man aridi sultan fala yubdihi alatan wakin liudihl bihi fain minhu wa faq alladzi alai ra ibnu abi asim dan disahih sy albani rahimah taala. Barang siapa yang ingin memberikan nasihat kepada penguasa jangan disampaikan depan umum tapi apa? Ambil tangannya tempat yang sepi. Sampaikan jika terima alhamdulillah.
(40:54) Kalau tidak nyampaikan kewajiban dari dulu dari zaman ke zaman ya kecuali yang dapat hidayah. Makanya disebut dengan alkulafaur rasyidin almahdiin. Dapat hidayah adil. Tapi selebihnya dari zaman-zaman sifat penguasa itu selalu begitu. Apa? Mesti ada apa? Curang-curangnya. Pasti dari zaman ke zaman ya. Dulu di zaman dulu ya ada KKN, sekarang ada tidak KKN? Banyak menyebar di mana-mana.
(41:37) Artinya apa? Tidak boleh menyebarkan aib ya di depan umum. Kalau kita cinta saudaranya, man satar musliman satarahullah fid dunia wal akhirat. Maka ada sekarang no viral, no justice. Oh, diviralkan semua. Karena enggak punya ilmu, enggak mau ngaji, enggak paham, ya. Gemes dengan ketidakadilan penguasa, tapi tidak boleh meluapkan dengan hawa nafsu. Ya, no viral, no justice.
(42:11) Itu para jemaah apa no viral justice kalau tidak diviralkan tidak ada keadilan gitu ya. itu. Nah, itu tadi orang khawarij, pemikiran khawarij kritik Nabi di depan itu kan di depan. Ketika Nabi bagi waris, bagi apa? Harta pasasan perang. Bilal bawa emas ya, bawa perak dibagi-bagi ya bagi-bagi pada orang yutinas itu para jemaah ya itu ya.
(42:45) Jadi apa Bilal bawa fi bilal fid wasam yid minha bilal bawa di bajunya ya emak perak nabi ambil sebagian ytin membarti depan orang banyak eh datang ya Muhammadil lah ini nabi penguasa diprotes depan umum disuruh adil lagi diviralkan gitu kalau enggak punya nya ilmu memang susah ya apalagi kalau sampai ada di biah ilmiah itu lingkungan ilmu tapi tidak berilmu berat akan dimintai pertanggungan jawab oleh Allah subhanahu wa taala ya.
(43:27) Nah, jadi itu adil ya. Yang namanya adil apa? Sesuai dengan Quran dan sunah. Itu adil. Apa yang dilakukan Nabi ketika membagi perak dari harta perang kepada Annas? Tentu saja Annas itu para sahabat orang banyak kan? Nabi adil tidak adil ya dibilang tidak adil diviralkan di depan umum bukan mengambil tangan Nabi.
(43:57) Ya Rasul kok tidak adil? itu pun juga enggak benar karena wahyu semua wahyu yang sampai Nabi ya justru ketetapan Nabi, Allah dan Rasul itu yang adil. Pertama nabi sebagai penguasa. Kedua, Nabi sebagai rasul. Ketiga, di depan orang banyak diviralkan. Ya, bahasa orang sekarang apa? No viral, no justice. Ya, digebuk itu sama Nabi ya. Ya, dengan ucapan tentu saja.
(44:35) Tapi sama Umar mau diapakan? Mau di mau dibunuh. Jangan nanti dikira ya aku Muhammad membunuh sah sahabatnya. Muncul dari orang-orang seperti ini apa? Pemberontak Zul Khuwaisirah. Hawa. Khawarij. Ah, tolong kepada kita semua kalau mau keadilan apa ukurannya? Quran dan sunah. Masa yang merawat bapak saya, ibu saya, ya adalah saudara perempuan.
(45:18) Yang laki-laki sudah sibuk dengan urusannya. Ketika ayahnya meninggal dapat warisan dua bagian, yang perempuan satu bagian. Kira-kira kalau orang tidak berilmu itu adil tidak menurut dia? Tolong jawab saudara. Bagi orang yang tidak berilmu, dia anak perempuan yang merawat ayahnya ketika meninggal, dia cuma dapat satu bagian dari warisannya.
(45:44) Saudara laki-lakinya yang ke sana kemari enggak pernah menjenguk, enggak pernah ngerawat, dapat dua bagian. Bagi orang tidak berilmu, orang perempuan tersebut tidak berilmu, adil tidak bagi dia? Tidak adil. Ya, tidak adil ya. Dan biasanya tidak diam ya, berontak dia biasanya ngomong ke sana kemari enak aja. Nah, itu ya kan yang adil itu sesuai dengan Quran dan sunah dan hadis. Ya.
(46:22) Ya, tadi itu hadisnya tuh Nabi ketika membagi perak ya, eh dikritik, diprotes, di depan umum lagi disebarkan ya. Justru itu yang tidak adil. Paham saudara? Justru yang tidak adil itu. Itu sekarang no viral, no justice. Waduh ngeri loh itu. Ngeri itu. Tolong antum semua perhatikan itu. Kita yang yang belajar ilmu sampaikan kepada siapapun.
(46:53) Enggak usah ngomong-ngomong no justice itu ya. Apalagi ukuran keadilannya adalah apa? ukuran manusia hukum ini, hukum itu, pasal ini, pasal itu. Ya, daripada jualan pasar, jualan di pasar saja. Ini jadi yang ada Quran dan sunah itu ya Quran dan sunah itu yang andil. Sehingga kalau kita ya menuntut sebuah keadilan, bagaimana Quran, bagaimana hadis Nabi membahas itu ya.
(47:37) Jangan sampai seperti tadi Zul quai quaisrah. Nah, Islam menyuruh agar kita berlaku adil bukan hanya kepada orang lain, bahkan tadi kepada apa? kepada kerabat dekatnya ya. Kepada kerabat dekatnya ya meskipun kepada kerabat dekatnya ya. Ya. Dalam surah Almaid eh surah Al-An’am 152.
(48:10) Waid qultum failu walauana qurba di bagian akhir ya. Kalau kamu mengatakan berbicara fa’dilu beradillah ya. Walau meskipun kepada kerabat dekat, kepada anaknya, kepada saudaranya, kepada orang tuanya ya tetap dituntut adil. Dan itu tadi ukuran keadilan adalah Al-Qur’an dan sunah bukan banyak-banyakan pendapat orang. Ya, kalau kalian mengikuti kebanyakan orang, maka akan apa? Ya, surah Al-An’am 116 ya.
(48:55) Nabi ditegur oleh Allah Taala, “Kalau engkau mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” Kenapa? Karena mereka itu hanya mengikuti prasangka belaka. Kalau prasangka berarti keluar dari Quran dan sunah. Ya, prasangka. prasangka itu biasanya tolok ukurnya ini ya logika sama perasaan antara kita saja punya logika sendiri punya perasaan satu sama lain tidak sama kalau mau sama ya kembali pada Quran dan sunah kembalikan ke situ.
(49:37) Nabi diprotes tadi ya, kebetulan sahabat Anshar ketika Abdullah Ibnu Zubair ya mengisi dengan air kebun-kebunnya lalu protes apakah karena dia sepupumu ya putri dari bibikmu langsung Nabi sudah Zubair ya Abdullah bin Zubair eh Azzubair bn Awwam ya silakan airi dulu kebunmu. Setelah itu tampung air suruh tampung malah lebih parah keputusannya.
(50:07) Ya, lebih parah keputusannya kalau kita tidak mau ngikuti keputusan yang di tegaskan oleh Nabi. Makana limukminin wintin qahu amrak lahumar min amrihim. Tidak pantas bagi orang beriman laki dan perempuan. Kalau beriman ya tidak pantas. Ketika Allah dan Rasul-Nya memutuskan satu perkara, lalu dia memilih yang lain. Tidak pantas gitu.
(50:41) Tidak pantas gitu ya. Kalau ngikutin hawa nafsunya iya. Tapi kalau dikembalikan kamu itu ikut hawa nafsu pasti emosi lagi dia. Berarti tidak mau sebenarnya orang itu dikatakan mengikuti hawa nafsu. Al-Qur’an mengatakan arita manak ilahahu hawa. Ya arita manak ilahahu hawa. Bagaimana dengan orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan, sebagai sesembahan? Nah, itu berarti ada orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai sesembahan.
(51:20) Biasanya semua demi kepentingan ya. Demi kepentingan lah. Ini bagi orang beriman ya tidak. Oh, begitu ya. Astagfirullah. Istigfar karena tidak tahu. Kalau tidak tahu harus cari tahu. Jangan sampai pura-paru pura-pura tidak tahu atau tidak mau tahu ya.
(51:47) Nah, kalau antum kita semua ingin yang namanya keadilan dalam urusan apa saja, bagaimana yang adil? Ya, hubungan suami istri, hubungan dengan orang tua, hubungan dengan anak, dengan tetangga, mana yang adil? Quran dan sunah, para jemaah ya. Ini mudah-mudahan kita diberikan oleh Allah Taala ya sifat-sifat adil. Karena itu perintah inallahurukum bilal ihsan waidil fahya wal munkar.
(52:18) Allah menyuruh memerintahkan untuk berbuat adil. Waum failu wauba. Kalau engkau bicara bicara dengan adil meskipun kepada kerabat dekat. Ya. Apa itu adil? Meletakkan sesuatu pada tempatnya. Lawannya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Itu namanya zulmun kezaliman. Demikian semoga bermanfaat.
(52:45) Saya kembalikan kepada ikhwah yang ada di studio wasallallahu ala nabina Muhammad waa alihi wasahbihi wasallam. Falfadol maskuron. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas pemaparannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di manaun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543.
(53:21) Untuk pertanyaan pertama kita angkat dari pesan WhatsApp dari hamba Allah. Asalamualaikum. Mohon izin bertanya Ustaz. Bagaimana sikap kita terhadap undangan seperti akikah, tasyakuran, dan juga yang lainnya. Di dalam undangan tersebut terdapat hal-hal yang menyelisihi prinsip dari agama Islam. Apakah tidak mengapa jika kita tidak menghadiri acara tersebut? Jazakumullah khair wabarakallahu fikum.
(53:54) Barakallahu fik barakallah. Jadi begini, tadi sudah disampaikan dalam hadis ya. yaitu Abu Hurairah Imam Muslim. Waid daaka faajibuhu. Kalau dia mengundangmu maka penuhilah undangannya. Tentu saja jika di sana tidak ada perkara yang melanggar syariat. Sebab kalau ada pelanggaran syariat orang tua saja perintahnya tidak boleh ditaati.
(54:34) Ya wahada faluma fid dunya. Jika kedua orang tua kamu memaksa kamu untuk menyekutukan Allah yang kau tidak mengerti ilmunya, jangan taati keduanya. Tapi tetap bergaullah dengan keduanya dengan pergaulan yang baik di dunia. Nah, berarti di sini ya harus dipisahkan ya ke hubungan manusia ya dan hubungan dengan Allah Taala.
(55:05) Bagaimana dua-duanya baik laukin fiatil khquf tidak boleh taat kepada makhluk ya dalam rangka bermaksiat kepada Allah. Nah, ini. Nah, oleh karena itu ketika diaji, diundang di situ apakah akikah atau pengantinan, ada musik, ikhtilat ya kita harus hindari. Ah, cuma dengan cara yang yang baik ya. Orang bilang bermain cantik.
(55:35) Bermain cantik bahasanya apa? Yaitu ya ee almudarah. Mudarah itu apa? berbuat baik kepada manusia dengan tidak mengorbankan nilai-nilai agama ya itu sehingga tidak apa-apa dia tidak datang ah mungkin datang setelahnya atau mungkin ngasih hadiah karena akikah kan ada yang lahir ya ngasih hadiah ya mungkin hadiahnya kereta anak itu atau apalah ya masih hadiah mungkin bantal guling untuk anak kecil setelah itu datang itu namanya mudarah ya.
(56:12) Tapi datang ada walimah, ada musik, ikhtilat laki perempuan campur ya. Kemudian duduk di situ ngambil nasi bareng padahal cuman bawa amplop Rp100.000. Untuk jaga apa kan enggak kelihatan itu enggak ada namanya hanya untuk jaga setor muka. Itu namanya mudahanah. Apa mudahanah itu? Ya, berbuat baik kepada manusia dengan mengorbankan nilai-nilai agama itu tidak boleh.
(56:44) Wadu lahinu fayudhinun. Wadu mereka ingin Muhammad laudhin. Kalau kamu mudhanah mereka juga mau mudhanah. Makanya ketika Nabi ya ditawari mereka, “Muhammad, kami mau menyembah Tuhanmu setahun asalkan juga kamu mau nyembah Tuhan kami setahun.” Barter. Turun surat qul. Ya ayyuhal kafirun sampai akhir lakum dinukum waladin. Tapi Nabi tetap itu berbuat baik ketika beliau zammiluni, zammiluni.
(57:14) Ya, selimuti aku. Khawatir sampai pada Khadijah, kamu suka nyambung silaturahim, kamu suka bantu orang yang kekurangan. Jadi nilai-nilai universal pada beliau itu diakui oleh kawan dan lawan. Ya, kalau kita kan manusia biasa terkadang tidak sampai ke sana. Tapi tetap jaga hubungan dengan manusia. Berbuatlah mudarah.
(57:39) Apa mudarah? Berbuat baik pada manusia dengan tetap menjaga hubungan, tidak mengorbankan agama. Misalkan tidak datang ke walimahnya karena ada musik campur macam maksiat banyak di situ. Datang setelahnya ucapin barakallahu laka wabaraka alaikuma ya. Ya, wabaraka alaik w jamaah. salaman ya kasih kunci mobil meskipun enggak datang dia senang ya kadonya kunci kunci mobil ya itu ya ah sudah tidak datang wah itu acaranya enggak syari gini tapi enggak datang sudah ini ya dengar yang bersangkutan ya bisa bisa apa bisa ramai ya ah itu maka kita harus bijak tetap jaga hubungan hubungan. Karena kebanyakan orang itu hukum asalnya al
(58:31) asaslu finas aljahalah. Hukum asal manusia itu tidak tahu, tidak tahu hukum asalnya sehingga jangan sampai menggunakan versi kita. Jadi tidak tahu. Oleh karena itu diberitahu dengan cara yang baik. Demikian. Allahuam bawab. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya.
(58:58) Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz izin bertanya. Apakah firqah qadariah keluar keislamannya? Karena firqah ini tidak percaya adanya qada dan juga qadar Allah Subhanahu wa taala. Sedangkan iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman. Syukran.
(59:24) jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Iya. Ee di dalam hadis ya, Nabi menyampaikan ya bahwa al-qadariyah ya majusi hadil ummah ya. Al-Qadariyah majusi hadil ummah. In maridu fala tauduhum wain matu fala tashaduhum. Ya akhrij Abu Daud dari Abdullah. Ibnu Umar radhiallahu taala anhuma. Qadariah itu majusinya umat ini.
(1:00:00) Kalau mereka sakit jangan datangi, jangan kunjungi. Ya, kalau mati jangan diantarkan. Ini ini hadis Abdullah bin Umar. Nah, apa? Al-Qadariyah dikatakan majusi. Alqadariyatu majusi hadil ummah. Qadariah itu majusinya umat ini sama dengan majusi. Apa persamaannya di sana? Majusi itu mengakui pencipta ada dua, yaitu apa? Cahaya dan kegelapan.
(1:00:28) Ya, cahaya menciptakan kebaikan. Kegelapan pencipta keburukan. Kalau Qadariah mengatakan apa? Yang menciptakan manusia adalah Allah. Yang menciptakan perbuatan manusia dia sendiri. Nah, sehingga sama-sama mengakui adanya dua pencipta. Ya, oleh karena itu Imam Bukhari nulis kitab apa? Khalqu af’alil ibad, yaitu penciptaan perbuatan hamba.
(1:01:02) Wallahu khalaqokum w tamalun. Ya Allahlah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat. Nah, ini ya itu. Wallahu khalaqokum wama tammalun. Ya, surat Assffat ayat 96. Allah yang menciptakan kalian dan juga Allah yang menciptakan perbuatan kalian. Saya berbicara begini, saya begini berbuat. Itu makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
(1:01:34) Sementara Qadariyah mengatakan bahwa manusia yang menciptakan Allah sementara perbuatan dari dia sendiri. Ya. Ee dengan demikian dia menafikan takdir Allah. Ya, menafikan takdir Allah dengan perbuatan manusia itu sendiri. Tidak ada apa namanya intervensi. Tidak ada Allah Taala di situ ya kepada manusia. Sementara Allah berfirman ya, wallahu khalaqokum w tammalun.
(1:02:09) Allah yang menciptakan kalian dan juga Allah yang menciptakan apa yang kalian perbuat. ya. Ah, maka di sini tentu saja tidak serta-merta untuk mengeluarkan orang yang punya pemahaman seperti itu dari Islam ya, tidak serta-merta ya. Namun ee yang perlu menjadi perhatian apa sebabnya orang berbicara seperti itu? Ya. Ya. Apa sebabnya? punya keyakinan seperti itu.
(1:02:48) Karena itu merupakan apa? Merupakan ee bisa jadi alasannya mentakwil, bisa jadi alasan macam-macam. Harus adanya iqamatul hujjah ya. Iqamatul hujjah yang dikeluarkan oleh para ulama Syiah rafidah ya, Jahmiyah ya. itu dan memang qadariah termasuk cikal bakal dari kesesatan ya. Syiah Rofidah kemudian apa namanya? Qadariah ya khawarij ya.
(1:03:25) Itu semua termasuk kelompok-kelompok cikal bakal dari firkah-firkah yang berikutnya. Oleh karena itu di dalam hadis yaqu ya rasulah umat ini akan pecah jadi 73 golongan semua di neraka tulis satu. Maka 73 golongan ini para ulama ya tidak mengeluarkan dari Islam kecuali setelah tegaknya hujah. Ya, Allahuam bisawaba. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya.
(1:04:11) Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz izin bertanya. Bolehkah perempuan mengantarkan jenazah ke kuburan atau ziarah kubur? Jazakumullah khair waakallahu fikum. Ee adapun ya untuk wanita ya ee yang mengantarkan ya jenazah ya ee disebutkan dalam hadis Ummu Atiah Nusaibah binti Ka’ab.
(1:04:56) nuhinail jiz walam yzam ala rawahul bukhari dari ummuah kami dilarang ya untuk menghantarkan jenazah tapi larangannya walam yzam ala yzam yaitu larannya bukan larangan yang di tekan ya tidak sampai batas haram tapi di sini ulama beda pendapat memang ya tuh [Musik] Ada hadis yang mengatakan laanallah azzawarat. Allah melaknat wanita-wanita zawarat yang banyak ziarah kubur.
(1:05:36) Ya. Ee sementara Aisyah diajarkan doa ziarah kubur ya. dan pernah sendiri mencari nabi. Nabi ada di Baqi ya. Aisyah yang mengajarkan asalamualaikum ahlar mukminin wal muslimin. Insyaallah bikumunah wakin. Pernah ada seorang wanita nangis di kuburan ya. Kemudian Nabi memberitahu, “Sabar isbiri, sabar dia tidak terima sehingga ya kamu tidak mengalami apa yang saya alami.
(1:06:23) ” Setelah diberitahu bahwa itu Nabi, wanita itu datang ke rumah Nabi ya minta maaf. Nabi mengatakan apa? Innamru fi asodmatil ula. Yang namanya sabar ketika dapat pertama kali musibah. menunjukkan bahwa wanita itu ziarah kubur. Ya. Nah, maka di sini saya katakan ulama ber pendapat ya hadis tadi hadis Ummu Atiyah nuhina antibail jana walam yzam alaina kita kami dilarang wanita untuk mengikuti jenazah mengiring jenazah ke kuburan tapi larangannya bukan larangan yang haram yang kuat yang tegas ya sehingga ada pendapat yang boleh ya ah kemudian yang mengata tidak boleh laallah Zawarat. Zawarat ini zawar siwah
(1:07:08) mubalagah yang banyak ziarah. Sementara tadi ada wanita yang ziarah di kuburan. Maka di sini ya ee jika apalagi keuman hadis untu nahidukum kubur fazuruha silakan ziarah keumuman itu. Nah di sini ya kalau memang tidak diperlukan untuk mengiring jenazah lebih baik di rumah.
(1:07:39) Ya, karena wanita itu tidak sabaran ya, bisa teriak-teriak nangis ketika barangkali jenazah ayahnya dimasukkan ke lahar atau anaknya bisa teriak-teriak, bisa niahah ya. Atau yang kerabatnya ikut pakai parfum, pakai apa ini lipstik dan macam-macam sehingga baunya itu ke mana-mana. Timbul fitnah di kuburan. timbul fitnah yang seharusnya ingat kematian. Nah, itu ya.
(1:08:07) Nah, oleh karena itu meskipun di situ ada perbedaan ulama yang membolehkan dan tidak membolehkan, tetap dengan catatan yang membolehkan tidak menimbulkan fitnah ya. Tidak menimbulkan fit fitnah ya. Jika bisa mengingat kematian tanpa ziarah kubur bagi wanita khawatir fitnah lebih baik di rumahnya. Ya, Allahuam bisawab. Sampai di sini kajian kita. Syukron. Wajazakumullah khairan.
(1:08:33) Kepada ikhwan yang ada di masjid ya, duduk dari subuh sampai detik ini ya. Nanti sian olahraga yang baik karena beberapa jam di sini. Kemudian juga yang di studio ya dan juga kepada para pemirsa dan pendengar Radio Rajak TV Rajak semoga Allah Taala memberikan kepada kita perlindungannya menjadikan ilmu yang kita pelajari jadi ilmu yang bermanfaat diberikan keberkahan sehingga kita menghadap Allah ada yang kita bawa ada yang diterima oleh Allah subhanahu wa taala sebagai amal saleh. Kurang lebihnya mohon maaf. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala
(1:09:09) alihi wasahbihi wasallam. Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir di pertemuan kita pada Ahad pagi hari ini.
(1:09:33) Semoga apa yang telah disampaikan dan juga dijawab bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan menjadi motivasi untuk kita selalu menuntut ilmu syari dan juga yang perdalamnya. Kami yang bertugas mohon pamit undur diri. Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik.
(1:09:56) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply