(3) [LIVE] Ustadz Abdullah Zaen, M.A. | Serial Fiqih Doa dan Dzikir No: 243 – YouTube
Transcript:
(00:00) [Musik] Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menebar cahaya sunah. Alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastainu umurid dunya waddin wasallallahu ala nabiina wa sayyidina Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain. Amma ba’. Kita panjatkan puja dan puji syukur keadirat Allah Subhanahu wa taala.
(00:52) Pada kesempatan pagi menjelang siang yang berbahagia kali ini hari Senin tanggal 26 Jumadal Ula 1447 Hijriah atau yang bertepatan dengan tanggal 17 November 2025. kita kembali diberi kekuatan, kesehatan, hidayah, serta taufik dari Allah jalla waala sehingga kita bisa kembali menghadiri pengajian rutin Senin pagi di Masjid Manarul Ilmi di komplek Pondok Pesantren Tunas Ilmu di Desa Gedung Wuluh, Purbalingga ini.
(01:42) Kita berharap semoga Allah subhanahu wa taala melimpahkan kepada kita semuanya ilmu yang bermanfaat sehingga bisa kita amalkan sebagai bekal untuk menghadap kepada Allah jalla waala. Allahuma amin. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(02:16) kepada keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang setia mengikuti tuntunannya hingga di akhir nanti. Bapak, Ibu yang kami hormati dan juga segenap pendengar serta pemirsa rahimani warahimakumullah. Alhamdulillah kembali kita mengkaji tema fikih doa dan zikir. Kali ini kita memasuki serial nomor 243 mengangkat tema bacaan saat bangkit dari rukuk.
(02:54) Jadi ketika kita rukuk kemudian kita bangkit dari rukuk, ada sebuah bacaan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan saya yakin Bapak Ibu sekalian sudah hafal semuanya. Apa bacaannya? Samiallahu liman hamidah. Inilah bacaan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Apa dalil yang dijadikan landasan untuk membaca zikir ini? Dalilnya antara lain adalah hadis yang disampaikan oleh seorang sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang bernama Abdullah Ibnu Mas’ud.
(03:43) Sinten? Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu. Beliau menuturkan, “Sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam jika bangkit dari rukuk, maka beliau akan mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu.” Bahu niku pundi? Nah, ini bahu ya, pundak. Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ngangkatnya setinggi bahu.
(04:23) Kemudian telapak tangannya menghadap ke mana? Ke depan. Ya, telapak tangannya menghadap ke depan. Jadi, bukan menghadap ke samping kayak gini, bukan. Tapi menghadapnya ke depan. Jadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika bangkit dari rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya setinggi bahu. Di dalam beberapa riwayat yang lain dan riwayat itu juga riwayat yang sahih bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam mengangkat setinggi telinga.
(05:00) Telinga berarti lebih nopo? lebih tinggi. Kalau tadi kan segini nggih. Kalau ini agak naik dikit sejajar dengan telinga. Nah, ini dua riwayat yang menjelaskan kepada kita dua cara Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika mengangkat tangan saat salat. Jadi, ada dua versi.
(05:29) Yang pertama setinggi bahu, yang kedua setinggi telinga. Yang benar yang mana, Bu? Dua-duanya. Kenapa dua-duanya benar? Karena dua-duanya pernah dikerjakan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Berarti kita pakainya yang mana, Bu? Ya dua-duanya. Dua-duane se kepriwe berarti siji loro k ya.
(06:00) Bukan dua-duanya itu maksudnya kadang-kadang setinggi bahu, kadang-kadang setinggi telinga. Jadi ini yang dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, kata Abdullah Ibnu Mas’ud, jadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika bangkit dari rukuk, beliau mengangkat kedua tangannya setinggi bahu sambil beliau mengucapkan samiallahu liman hamidah. Hadis riwayat Bukhari.
(06:39) Mari kita renungan, mari kita renungkan makna dari kalimat sami’allahu liman hamidah. Kalimat ini diawali dengan sami noa sami? Kalau kita buka kamus, maka kita akan temukan bahwa sami artinya nopo? Mendengar. Pertanyaannya, siapa yang mendengar Allah? Karena di situ diucapkan sami Allah. Berarti yang mendengar adalah Allah.
(07:22) Ah, terus pertanyaan berikutnya, Allah mendengar apa? Jawabannya liman hamidah. Jadi samiallah artinya Allah men mendengar apa yang didengar liman hamidah yang didengar adalah orang yang memuji Allah. Jadi ketika kita memuja memuji Allah Subhanahu wa taala dengan menyebutkan nama-namanya yang mulia, Asmaul Husna. Ketika kita memuji dengan mengucapkan subhanallah, alhamdulillah walailahaillallah Allahu Akbar.
(08:14) Ketika kita memuji Allah, maka Allah akan mendengar. Itu adalah makna harfiah apa adanya dari kalimat tadi. Ah, muncul pertanyaan. Allah mendengar apa? Mendengar orang yang memujinya. Lah kalau ada orang tidak memuji Allah alias ngomonge ngomonge ora bener. Nopo ngomong ora bener? Sing sikile papat ketika marah yang keluar kebun kebun binatang.
(09:06) Orang itu ketika ngomong dengan kata-kata yang kasar dan jorok tadi, dia memuji Allah atau tidak? Tidak. Pertanyaannya adalah apakah omongan orang itu didengar Allah? Didengar moten? Didengar loh. Katanya tadi Allah mendengar orang yang memujinya. Lah kalau ada orang tidak memuji Allah didengar enggak? Didengarlah.
(09:38) Loh, kenapa didengar ustaz? Karena Allah itu salah satu asmaul husnanya adalah assami. Napa, Bu? Assami. Apa artinya assami? Yang maha mendengar. Jenengane maha berarti yang didengar sama Allah nopo? Ya semuanya. Suara yang lirih maupun suara yang keras itu didengar sama Allah.
(10:24) Kalau kulo kali jenengan mendengar suara yang apa? Yang lirih apa yang keras? Hah? Yang keras. Beneran? Yang keras. Dengar saya teriak. Jenengan dengar enggak? Hah? Saya teriak pakai mik gitu ya, ngomong seru banget. Jenengan dengar atau tidak? Dengar benar ya. Saya contohkan ngomong seru banget nganggo mik. Mulut saya dekatkan ke mik.
(10:58) Kira-kira jenengan tahu apa yang saya ucapkan? Bingung. Berarti jenengan itu bukan mendengar suara yang keras, bukan mendengar suara yang lirih, tapi mendengar suara yang sedang mendengar suara yang nor normal normal. Berarti pendengaran manusia itu ter batas. Kalau ada orangorang ngomong sama jenengan dari luar kota, dari luar kota tanpa HP, jenengan dengar? Maka aja ngomong watuk-watuk keselek k lagi dirasani ngertine sekangendi dirasani wonten tiang kados niku Bu sapa? Nyong lagi dirasani sekang ngendi ngertine dirasani ya suudon no mboten niku suudon
(12:05) ngerasani niku gibah dosa besar itu berarti kita menuduh orang melakukan dosa besar ya keselek kenapa sih yo n anu karo mangan karo ngomong jadi keselek ya. Jadi jangan salahkan orang. Nah, kembali kepada samiallahu liman hamidah. Jadi penafsiran sami’allahu liman hamidah hanya dengan makna Allah mendengar ini kurang pas.
(12:43) Makanya para ulama kemudian mereka menganalisa, memperhatikan, mempelajari kalimat ini. Di dalam kalimat ini kita diajarkan untuk mengucapkan samiallahu li man. Berarti wonten huruf lam teng mriku. Li nggih. Li niku teng bahasa Arab namine huruf lam. Berarti bukan samiallahu man hamidah mboten tapi samiallahu liman.
(13:30) Wah berarti para ulama niku pancen temenanan nggih nek mengkaji nggih. Enggih. Jadi cuma ketambahan li took li tok litok. Cuma ketambahan li saja itu maknanya akan bertambah. Itu ada satu kaidah di dalam bahasa Arab. Ziadatul mabna tadullu ala ziyadatil makna. Jadi kalau ada ketambahan huruf maka maknanya pun akan bertambah lah.
(14:07) Apa tambahannya ustaz? Kata para ulama kita, samiallahu liman itu artinya adalah Allah akan mendengar dan mengabulkan. Artinya nopa Bu? Mendengar dan mengabulkan. Apa yang akan didengar dan dikabulkan oleh Allah? Doa orang yang memujinya. Berarti Bapak, Ibu yang kami hormati, kalau kita pengin doa-doa kita dikabulkan, apa yang mesti kita lakukan? Awalilah doa kita dengan memuji Allah. Ini adab, Bapak, Ibu ya.
(14:57) Jadi, kita itu harus beradab kepada manusia atau kepada Allah. Hah. Kita ini harus berakhlak kepada manusia atau kepada Allah? Dua-duanya. [Musik] Masa sama manusia berakhlak dan beradab kok sama Allah enggak berakhlak dan beradab. Ya, itu enggak bagus itu. Ya, ada sebagian orang itu mempersempit makna adab dan akhlak.
(15:37) Ya jeneng ora salat Bu lah sing penting srawung karo tanggane. Ngapa salat tapi medit [Musik] loh apa kabehan sing salat medit. Ada enggak orang yang salat tapi dermawan? Banyak. Sing penting srawung karo tanggane. Sing penting ora medit. itu adab dengan sinten? Manusia. Kalau kita salat itu adab kita dengan siapa? Dengan Allah. Kenapa kita bisa beradab kepada manusia kemudian kita tidak beradab kepada Allah? Tetangga kita yang kita serawungi tadi itu ngasih nopo sih? Tetangga kita yang kita ramahi tadi ngasih kita apa, Bu? Jangan bening. Apa maning?
(16:41) Nyilihi beras. Ya nek kentongan uyah naluk nopo nyilih Bu? Naluk ya nyili ya ngesuk dibalikaken ya. Iya. Tetangga kita itu yang kita baiki tadi dia memberi kita ya banyak ya yang beri sayur, beras, garam. Minjami kita tangga kalau kita butuh tangga. Minjami kita palu kalau kita butuh palu. Itu kebaikan tetangga kita. yang kita ramahi tadi.
(17:25) Pertanyaannya adalah apa kebaikan Allah kepada kita, Bu? Kebaikan Allah kepada kita dibandingkan kebaikan tetangga kepada kita, besar mana? kebaikan Allah disili tangga disili anda nang tanggane dipinjami tangga oleh tetangga kita kalau kita sama Allah dikasih apa kaki buat naik tangga mahal mana, Bu? Tangga atau kaki? Kaki tetangga kita ngirimi jangan bening, sayur bening kepada kita.
(18:20) Allah Subhanahu wa taala memberi kita nyawa. Nyawa dengan sayur bening mahal mana? Nyawa. Kalau jenengan dikirimi sayur bening, tapi jenengan enggak punya nyawa, pripun? Ya sapa sing madang? Ya. Kenapa kita bisa berakhlak kepada manusia? Beradab kepada manusia kemudian kita tidak beradab kepada Allah. Yang nyuruh kita salat niku sinten? Allah.
(19:02) Yang nyuruh kita baca Quran sinten? Allah. Kenapa ketika kita disuruh sama Allah, kita disuruh salat sama Allah, kita banyak alasan? Ya, jadi di dalam bacaan samiallahu liman hamidah, kita diajari supaya kalau mau berdoa mengawali doa dengan opo? Wau pujian. Dan kata Imam an-Nawawi rahimahullahu taala, para ulama itu sudah berijmak alias bersepakat bahwa doa itu disunahkan untuk diawali dengan pujian kepada sinten? Allah.
(19:59) Pernah pada suatu hari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendengar ada seorang sahabat yang berdoa tanpa mengawali doanya dengan pujian kepada Allah dan tanpa membaca selawat tanpa no bujian dan tanpa selawat. Maka Nabi kita sallallahu alaihi wasallam langsung berkomentar, ajila hadza. Artine orang ini doanya terburu-buru, tergesa gesau.
(20:49) Tumma daahu faqala lahu ahahirihi. Kemudian orang yang tadi berdoa terburu-buru dipanggil oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan dinasihati oleh beliau. Kalau kamu mau berdoa, maka awalilah dengan pujian kepada Allah dan berselawat kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Tumma yadu ba’du bimaa. Setelah itu baru berdoa terserah.
(21:29) [Tepuk tangan] Hadis riwayat Abu Daud dan dinilai sahih oleh Imam at-Tirmidzi, Imam Ibnu Hibban dan juga Imam Alhakim. Baik berarti Bapak Ibu nek arep nongga niku awali dengan opo? Pujian dan selawat. Ustaz memuji Allah niku pripun toh? Lah panjenengan setiap hari memuji Allah kok minimal 17 kali sehari.
(21:58) Kapan niku? Pas membaca surah al-Fatihah. Alhamdulillahiabbil alamin arrahmanirrahim maiki yaumiddin. Itu pujian atau bukan pujian? Nek selawat pripun, Ustaz? Selawat yang paling pendek niku Allahumma sholli ala Muhammad. Angel nopo gampil? Gampil udah gitu aja. Alhamdulillahiabbil alamin arrahmanirrahimiki yaumiddin. Allahumma sholli ala Muhammad niku sing pendek.
(22:41) Nek sing dawa pripun? Kados tahiyat pripun? Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama shita ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik ala Muhammad wa ala ali Muhammad kama barokta ala Ibrahim wa ala ali Ibrahim innaka hamidum majid. Pilih selawat yang panjang apa yang pendek? Deneng amleng.
(23:33) Pilih selawat yang panjang atau yang pendek? Pilih duit sing akeh apa sing setitik? Urusan duit karepe akeh. Urusan selawat karepe sing pendek. menungsam-menungsa. Oke. Jadi kalau mau berdoa jangan tergesa-gesa. Wong kita ngomong sama manusia aja pakai adab kok. Ada orang pengin ngutang kira-kira apa? Tok tok tok tok tok. Asalamualaikum. Waalaikumsalam.
(24:11) Ana apa? ngutang kados niku mboten pripun riin ee goleh deham-deham akeh banget ya. Nuwun sewu kepareng kulo matur ee silaturahim mutermuter [Musik] ya apa sih dawa banget to the point bae mung kita sama manusia aja pakai adab masa sama Allah enggak pakai adab masa ujuk-ujuk ya Allah aku njaluk duit. Subhanallah.
(25:01) Mana adab kita sama Allah? Ya, mana adab kita sama Allah? Makanya kalau kita perhatikan Bapak Ibu, banyak sekali doa-doa itu yang diawali dengan asmaul husna. Contohnya setiap pagi, setiap petang kita berdoa, “Ya Hayyu, Ya Qayyum.” Terus birahmatika astagit. Doanya yang mana ustaz? Astaghit. Astaghit. Astaghf artinya aku mohon pertolongan. Jadi ora ujuk-ujuk ya Allah njaluk tulung enggak ya.
(25:47) Tapi kita awali dulu dengan ya hayyu ya qayyum birahmatika ya. Ya hayyu ya qayyum birahmatika. Nembe nopo? Astagit. Itu namanya adab. Kecuali dalam kondisi darurat loh ya. Contohne kejemplung sumur ya langsung bae ngomong tulung-tulung r usah kedawan kok sedek apa? [Musik] Ya, itu kondisi darurat ya. Enggak ada darurat loh.
(26:23) Ya, kita memuji Allah, kita puji Allah dulu sebelum kita minta kepada Allah Subhanahu wa taala. Baik. Sami’allahu liman hamidah. Samiallahu liman hamidah. Ini yang disuruh baca itu siapa toh? Imam apa makmum apa pas salat sendirian. Jadi yang namanya orang salat itu kondisinya adalah salah satu dari tiga. Salah satu dari nopo? Tiga. Jadi imam atau jadi makmum atau salat sendirian.
(27:06) Ada enggak kondisi yang keempat? Imam, makmum, dewekan. Ada selain tiga ini enggak ada ya. Jeneng wong salat ya nek ora jadi imam jadi makmum. Nek ora jadi makmum ya salat dewekan. Antara tiga hal ini kita akan jelaskan. Pertama, bagi orang yang salat sendirian, maka para ulama sepakat semuanya. Dia disyariatkan membaca samiallahu liman hamidah. Dari ibu-ibu yang salatnya di rumah ya sendirian.
(27:54) Ketika jenengan bangkit dari rukuk jangan lupa membaca samiallahu liman hamidah. Bapak-bapak ketika lagi salat sunah qobliah salat nopo? Ba’diah salat nopo duha. Nopo malih tahajud. itu ketika bangkit dari rukuk jangan lupa baca samiallahu liman hamidah. Ini salat sen sendirian. Terus yang kedua kalau jadi imam.
(28:27) Kalau jadi imam. Kalau jadi imam menurut empat mazhab. Mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafi’i, mazhab Hambali. Pinten mazhab Bu? Empat. Disyariatkan bagi imam untuk membaca samiallahu liman hamidah. Ah sisanya yang ketiga nopo Bu yang belum saya sebutkan noo makmum.
(29:05) Nah, kalau kita jadi makmum ini kita perlu enggak mengucapkan samiallahu liman hamidah apa cukup membaca rabbana wakal hamdu? Jawabannya para ulama dalam hal ini mereka berbeda pendapat. Mayoritas ulama alias kebanyakan ulama mereka mengatakan cukup bagi makmum membaca rabbana wakal hamdu. Ini kebanyakan ulama.
(29:44) Ada juga sebagian ulama yaitu mazhab Syafi’i dan mazhab zahiri. Mereka mengatakan yo walaupun makmum ya tetap membaca samiallahu liman hamidah terus ditambahi nopo? Rabbana wakal hamdu. Ustaz itu dua pendapat. Engghendat. Jadi dalile argumene niku sami-sami kuat lah. Terus pripun Ustaz nek kados niku kalau sama-sama kuat berarti monggo mawon.
(30:25) Monggo mawon siapa, Bu? Ya jenengan mau pakai baca monggo. Enggak baca monggo. Mboten salat aja. ya tetap salat cuman baca samiallahu liman hamidah monggo bagi makmum atau tidak membaca kemudian langsung rabbana wakal hamdu juga silakan. Kenapa? Karena dalil masing-masing pendapat kuat argumennya sama-sama kokoh. Ini materi kita hari ini.
(31:05) Masih ada sisa waktu silakan kalau ada pertanyaan bisa disampaikan. Iya, terima kasih Ustaz atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat buat kita semua. Semoga kita bisa mengamalkan ilmu yang disampaikan. Ee langsung saja, Ustaz, kita bacakan pertanyaan yang sudah masuk. Yang pertama, bismillah. Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(31:30) Bolehkah setiap bangkit dari ruku membaca rabbana wakal hamdu ditambah dengan hamdan kasiron thyiban mubarokan fih? Apa? Ditambah dengan hamdan kasiron thyiban mubarokan fih. Apakah ini dalilnya sahih, Ustaz? Iya. Apakah boleh ditambah hamdan kasiran thayiban mubarokan fih? Kita akan bahas insyaallah bacaan-bacaan i’tidal ini kan kita baru sampai mana? Bacaan bangkit dari rukuk.
(31:59) Jadi ketika kita bangkit menyat itu kan ada bacaannya. Ketika kita berdiri alias ik’tal itu ada bacaannya. Insyaallah kita akan pelajari pada pertemuan berikutnya bacaan-bacaan tersebut mulai dari yang paling pendek sampai yang paling panjang ya. Dan seperti biasanya biasanya kita akan seperti biasanya kita akan ee membahas dari yang paling pendek dulu ya. Bacaan yang pendek-pendek dulu.
(32:31) Rabbana wakal hamdu atau rabbana lakal hamdu. Nanti ada juga Allahumma rabbanakal hamdu. Ada juga yang panjang rabbana lakal hamdu milas samawati al ardhi w ma bainahuma minaiin ba’du. Ada ada juga. Allahumma rabbana lakal hamdu hamdan katsiran thayiban mubarokan fih. Dan masih ada yang lebih panjang lagi. Insyaallah semuanya akan kita bahas.
(32:59) Maka ikuti terus pengajian Senin pagi. Ada yang lain? Monggo. Iya, terima kasih Ustaz atas jawabannya. Pertanyaan berikutnya di luar tema, Ustaz. Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah. Apakah benar ada keistimewaan untuk orang yang safar ketika hendak salat tanpa perlu berwudu? Tanpa tanpa perlu berwudu? Safar salat enggak pakai wudu.
(33:23) Aku nembe tumon k salat. Ketika bepergian jauh enggak perlu wudu. Setahu saya syarat sah salat itu suci. Nopa, Bu? Syarat sah salat suci. Salah satu cara supaya suci nopo? wudu dan ini berlaku dalam kondisi bepergian maupun dalam kondisi tidak berpegan mungkin ya kalau saya ngira-ngira ya mungkin perkiraan saya benar mungkin salah mungkin maksud dari penanya ini mungkin mengusap kaos kaki mungkin tetap wudu tapi bagian kakinya di apa diusap ya pakai kaos kaki sih atau ee kalau orang Arab itu khuf.
(34:32) Kh niku kados kaos kaki tapi terbuat dari kulit. Seperti kaos kaki tapi bahaya nopo? Kulit. Itu namanya khuf. Nah, mungkin itu yang dimaksud kalau Anda yang bertanya itu, maksud pertanyaan Anda adalah mengusap khuf atau kaos kaki ketika bepergian, maka tidak apa-apa.
(35:07) Yang penting syaratnya adalah sebelum memakai kaos kaki Anda sudah wudu. Jadi syaratnya sebelum pakai kaos kaki sudah nopo wudu. Berarti ketika pakai kaos kaki itu kondisi dalam keadaan su suci kok kemudian batal. Maka jenengan boleh berwudu lagi untuk bagian kaki khusus itu enggak harus dilepas kaos kakinya. Cukup diapain? Cukup diusap. Sret.
(35:46) Yang diusap atas atau bawah? Atas apa bawah? Atas. Atas. Itu yang dicontohkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang diusap nopo? Bagian atas. Loh, usa sing kotor ngisor kok ngih manut bae karo Kanjeng Nabi. Jadi kalau sudah ketemu hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam, jangan ditolak pakai logika ya.
(36:14) Ini ibadah yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Iya, terima kasih Ustaz. Pertanyaan berikutnya masih di luar tema. Ee asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah. Maah bertanya di luar tema, “Apa hukumnya muslimah keluar malam setelah isya bersama suami untuk mencari makan?” Mencari makan dan itu dilakukan sering dikarenakan suami yang mengajak dan suami sibuk bekerja.
(36:44) Ee seharian full beliau ada waktunya ketika setelah salat Isya. Ustaz, boleh atau tidak seorang wanita keluar malam b’da isya beserta suaminya untuk makan? Ya, karena suami ada waktunya saat itu. Aslinya kalau aman dan ada keperluan penting gak apa-apa. Aman niku nggih ketika keluar dari rumah itu tidak dikhawatirkan jenengan akan diapa-apain. Itu aman maksudnya ya. Dia apa-apain itu ya macam-macam.
(37:22) dirampok ya atau nuwun sewu dilecehkan. Kalau jenengan keluar rumah kemudian aman karena ditemani suami misalnya ya. Kemudian ada tujuan ee yang penting ya tadi mungkin pengin ee berbincang ya dengan suami karena suami ada waktunya itu gak apa-apa insyaallah.
(37:56) Tapi yo kalau bisa yo jangan terlalu sering lah ya. Kalau bisa jangan terlalu sering. Mendingan diselang-seling ya. Kadang keluar kadang pesan online ya kadang-kadang jenengan yang masak ya. Jadi sehingga enggak bolak-balik keluar-keluar terus. Lagi pula makan malam-malam kayak gitu kan sudah bakda isya. secara kesehatan juga kurang bagus toh ya.
(38:31) Bagusnya kan kalau mau tidur itu perutnya itu yo jangan habis makan langsung. Kasihan nanti proses perut untuk ngapain? Untuk mencerna, menggiling. Harusnya kan lagi tidur perut kita juga ikut istirahat. Kalau sebelum tidur kita baru makan, berarti perut kita ketika lagi tidur kita, perut kita ngapain? Kerja keras. Akhirnya bangun-bangun rasane ora kepenak. Kenapa ora kepenak? Karena enggak total istirahatnya.
(39:06) Ya. Jadi, makan malam-malam bakda isya apalagi apa maning segak goreng. Waduh enak sih enak. Iya seak goreng lawe mendoan lah jan enake pol. Tapi kan enggak baik lah ya malam-malam apa maning kayak dewek sing wis tua-tua kayak kie yo harusnya yo ingat noopo? Ingat umur ya. Ingat nopo umur. Baik saya kira cukup ya. Terima kasih atas perhatiannya mena segala kekurangannya. Kita akhiri.
(39:42) Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply