Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A | Al- Aqidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya’lamuun

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A | Al- Aqidatu Awwalan Lau Kaanuu Ya’lamuun – YouTube

Transcript:
(00:05) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Walladinaaru dan orang-orang yang mereka bersabar dalam mencari wajah Allah, dalam menginginkan wajah Rabb mereka. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.
(00:49) 3 FM. Menar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman walah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba’du. Ikhwat Islam mazakumullah. Sahabat raja di mana pun Anda berada.
(01:22) Alhamdulillah di kesempatan siang hari ini di ee di bulan November ini kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin yaitu pembahasan alaqidatu awalan lau ya’lamun disampaikan oleh Al Ustaz Fifi Abdul Wadud hafidahullahu taala dari Yogyakarta.
(01:42) Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan pembahasan masih melanjutkan bab sifat ahlul jannah dan pada kesempatan hari ini yaitu mengenai kesucian hati. Bagi Anda sahabat Raja sekalian yang ingin bertanya perihal pembahasan ini, Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan WhatsApp ataupun Anda bisa menghubungi kami secara langsung di layanan yang telepon. Langsung kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan.
(02:06) Kepada al ustaz kami persilakan. Maskur. nahmaduhu wasastagfir Roja TV, saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Dan orang-orang yang mereka bersabar dalam mencari wajah Allah, dalam
(03:18) menginginkan wajah Rabb mereka. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM. Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menebar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Jadi, Nabi Yusuf itu sudah dianugerahkan sama Allah setengah ketampanan manusia di alam semesta ini.
(04:13) [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Tadi pahala menjenguk orang sakit. Ketika orang itu berangkat menjenguk orang sakit di pagi hari, ada 70.000 malaikat yang akan mendoakan dia sampai petang. Kalau dia menyenguk di waktu petang, ada akan ada 70.000 Ibu malaikat yang mendoakan dia.
(04:52) Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Inalhamdulillah nahmaduhin Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Rojaaru dan orang-orang yang mereka bersabar dalam mencari wajah Allah dalam menginginkan wajah Rabb mereka.
(05:44) Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menebar cahaya sunah. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah. Ba’du ikhwat Islamakumullah. Kami mohon maaf terputus stadi koneksi kami dengan Al Ustaz Afifi Abdul Wadud hafidahullah yang berada di Yogyakarta.
(06:29) Dan alhamdulillah kami sudah terkoneksi kembali dan langsung kita akan simak bersama pembahasan kitab al alqidatu awalan lanu yalamun ini dari pembahasan bab sifat ahlul jannah yaitu mengenai kesucian hati. Langsung kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan. Kepada al ustaz kami persilakan. Fafadol masuk. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(06:56) Innalhamdalillah. Wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah wala haula wala quwwata illa billah. Amma ba’du. Alhamdulillah para pemirsa radio Roja kaum muslimin rahimani warahimakumullah. Ee insyaallah kita melanjutkan pembahasan kita mengambil fawaid dari kitab al-Aqidah Awalan.
(07:28) yang masih dalam pembicaraan tentang min sifati ahlil jannah. Di antara beberapa sifat ahlul jannah. Dan kita pada siang hari ini kita insyaallah akan itu membahas satu di antara sifat ahlul jannah adalah thaatul qulub. hati mereka yang bersih. Ini bersih dari akidah yang menyimpang, bersih dari pemikiran-pemikiran yang rusak, bersih dari syahwat dan syubhat.
(07:57) hatinya berhias dengan keindahan iman, keindahan akidah yang sahihah, perias dengan keyakinan-keyakinan yang yang lurus sehingga hatinya nampak indah dan itu ee bersih dari kotoran-kotoran ini hati. Satu di antara yang Allah sebutkan tentang hatinya ahlul jannah adalah dalam surah QF ayat yang ke-31 dan seterusnya.
(08:29) Allah Subhanahu wa taala di antaranya berfirman, “Waitil jannatu lil muttaqina ghair baid.” Dan surga akan didekatkan oleh Allah Subhanahu wa taala bagi orang-orang yang bertakwa dan itu perkara yang tidak jauh. H ma tuaduna likuli awabin hafid. Inilah apa yang dijanjikan oleh Allah likulli awabin hafid.
(08:59) Bagi setiap orang mereka awab. Orang mereka senantiasa kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Hafid orang yang mereka senantiasa menjaga menjaga agama Allah. menjaga senantiasa dia mentaati perintah Allah, larangan Allah jangan sampai dia melanggar ketentuan ketentuan Allah Taala. Man khasyar rahmana bil ghaibi waa biqolbil muhib.
(09:29) Yaitu orang yang mereka hatinya ada rasa takut kepada Allah yang Maha Rahman, yang gaib yang tidak nampak. Waa biqalbim munib. Dan dia datang kepada Allah dengan hati yang munib. Jadi hati yang bersih, hati yang kembali kepada Allah, hati yang bersih daripada macam penyimpangan-penyimpangan. Udua bisalam. Masuklah kalian ke dalam surga dengan penuh keselamatan. Dalika yaumul hulud. Itulah hari kekekalan.
(10:01) Hari yang sudah tidak ada lagi, yakni akhirnya. Lahum ma yasyauna fiha wid. Bagi mereka adalah apa yang mereka kehendaki. Dan di sisi kami ada ini tambahannya. Tambahannya secara umum adalah tambahan nikmat-nikmat surga dan secara khusus yaitu tambahan nikmat spesial yaitu melihat wajah Allah Subhanahu wa taala.
(10:34) Di sini Allah di menyebutkan bahwa pewaris surga itu ahlul jannah, satu di antara sifat mereka adalah jaa biqalbin munib. Orang-orang mereka kembali kepada Allah dalam keadaan hati yang bersih. Ketemu Allah dalam hatinya bersih. Hati yang senantiasa kembali kepada Allah. Hati yang tidak perlepotan dengan kotoran-kotoran. Dia orang mereka kembali kepada Allah dalam keadaan hatinya seperti itu.
(11:03) Dia berbahagia dengan pertemuannya kepada Allah dengan surga yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa taala. Kaum muslimin yang dirahmati Allah Taala, kenapa sih alul jannah di dunia ini mereka memiliki kesibukan untuk merawat hatinya agar hatinya itu tetap dalam keadaan bersih? tidak terkotori sehingga menjadi hati yang rusak.
(11:35) Yang pertama, karena seorang mukmin yang menginginkan jannah, mereka sangat yakin anna shall jasad bisalah qolbi. Bahwa kebaikan jasad itu berkaitan dengan kebaikan itu hati dan kerusakan jasad. sangat berkaitan dengan kerusakan ini hati orang-orang yang mereka hatinya yaitu bersih akan menghasilkan amalan-amalan yang indah, amalan-amalan yang bagus dan orang yang mereka hatinya rusak maka akan menghasilkan amalan-amalan yang rusak.
(12:25) Jika Anda lihat ada orang mereka itu bersemangat untuk dia itu ee mentaati Allah Subhanahu wa taala, bersemangat untuk melakukan amal-amal saleh, bersemangat ke masjid, bersemangat bersedekah, bersemangat untuk membaca Al-Qur’an, bersemangat untuk berzikir, bersama untuk berdakwah dan semisalnya. Maka ketahuilah hati dia hati yang hidup, hati yang bersih. Tapi kalau Anda lihat ada orang, mereka bersemangat untuk melakukan maksiat.
(12:55) Dia minum, dia minum khamar, dia berzina, dia melakukan kemaksiatan-kemaksiatan, dia berjudi, durhaka, dia tinggalkan salat, dia tidak memen azan, dia tidak pernah baca Quran, dia tak pernah berzikir kepada Allah Taala. Orang mereka hatinya mendorong dia segera. Orang mereka itu segera melakukan perbuatan, kemaksiatan, penyimpangan. Maka ketahuilah hati mereka adalah hati yang sedang sakit.
(13:19) Sakit dia dililit oleh syahwat atau dililit oleh yakni syubhat. Hati mereka yang sakit t hati yang bahkan yang sudah mati. Allah Rasul wasallam dalam sebuah hadis beliau bersabda al wa inna jasiahat jasad wa fasad jasad wahbu ketahuilah sesungguhnya dalam jasad manusia mudh ada sekerat daging kalau daging ini baik seker daging ini baik maka akan baik seluruh jasad Kalau seker daging ini yaitu rusak, akan rusaklah seluruh jasad.
(14:06) Ketahuilah seker daging itu adalah alqalbu, yaitu hati. Para pemirsa yang dirahmati Allah Taala, Allah e Nabi sallallahu alaihi wasallam bagaimana menggambarkan hubungan antara hati dan amal seperti antara jantung dan tubuh kita. Kita tahu bahwa jantung itu sangat berperan sekali dengan tubuh kita. Kalau jantungnya itu sehat, maka tugas jantung memompa darah, maka aliran darahnya akan lancar, pompanya bagus, tekan darahnya bagus, maka darahnya akan mengalir ke seluruh sel-sel tubuh sehingga jasad ini akan sehat walafiat. itu secara umum begitu.
(14:57) Sebagaimana juga kalau hatinya itu bagus, hatinya bersih, maka akan mengalirkan ke tubuh manusia yaitu untuk menggerakkan amal beramal yang saleh, beramal yang baik, yang bagus. Sehingga orang yang mereka ingin jasadnya bagus, hendaki mereka perhatian dengan urusan jantung dia. Dan sebagaimana juga orang mereka ingin amalnya saleh, amalnya bagus, amalnya baik, maka hendaklah dia memperhatikan yaitu hati dia.
(15:35) Semakin sempurna kondisi hatinya, semakin sempurna kondisi ini amal saleh yang akan dia lakukan. Dan seorang mukmin dia yakin seyakin-yakinnya bahwa anggota badannya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa taala. Inama wal fuada ulika masula. Pendengaran penglihatan hati manusia mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka ini seandainya dalam diri kita apabila kita senantiasa menghadapkan diri kepada Allah, taat kepada Allah, kita rajin untuk datang ke majelis ilmu mendengarkan Al-Qur’an, maka ee kemudian dia bergembira dengan
(16:21) semua kebaikan-kebaikan yang dia lakukan. Maka ini adalah tanda hati yang sehat, hati yang bagus. Tapi kalau hati kita e kalau kita malas-malasan, berpaling dari ee kewajiban, meninggalkan salat, tidak baca Quran, maka ini adalah alamat hati kita dalam keadaan itu rusak. Entah sakit, entah bahkan sampai pada tingkat kematiannya. Ya, ini yang pertama.
(16:47) Kenapa ahlul jannah di dunia ini mereka berhias dengan hati yang bersih? memperhatikan punya kesibukan, membersihkan hatinya. Karena dia tahu hati ini penentu. Kebaikan kehidupan kita, kebaikan amal-amal kita, salehnya amal-amal kita, semua sangat berkaitan dengan bersihnya hati kita. Yang kedua, kenapa ahlul jannah mereka sibuk untuk membersihkan hati? Karena yaitu liantafiu bil Quran agar mereka bisa mendapatkan manfaat dari Al-Qur’anul Karim.
(17:31) Al-Qur’an kitab yang penuh dengan manfaat, penuh dengan nasihat, penuh dengan peringatan, penuh dengan bimbingan. Sehingga Quran, inna hadal Quran yahdi lillati aqwal. Sesungguhnya Al-Qur’an ini betul-betul akan membimbing kepada jalan yang lurus. Orang mereka mengikuti Al-Qur’an maka akidahnya akan lurus. Orang mereka mengikuti Asunah maka Al-Qur’an dan Asunah ibadahnya akan bagus. Orang mereka mengikuti Al-Qur’an dan Asunah akhlaknya akan mulia. Itu pasti.
(18:09) Itu pasti. Tetapi keberadaan Al-Qur’an yang memiliki sejuta manfaat yang mengajarkan segala kebaikan tidak akan bermanfaat kecuali bagi orang mereka punya hati yang hidup, punya hati yang sehat. Apa kata Allah dalam surat QF? Inna fidalika likro limanun alq wahua syahid. Sesungguhnya Al-Qur’anul Karim yang betul-betul penuh dengan zikir, penuh dengan peringatan, nasihat, bimbingan, arahan sehingga memiliki manfaat yang sangat luas, sangat besar. Inna fidalika.
(18:55) Seluruh kandungan yang ada dalam Al-Qur’an itu yang isinya kisah, nasihat, peringatan, ibrah hanya akan tutul menjadi peringatan yang manfaat. Ini apabila hati mereka bagus. Limang kanalu qolbun. Bagi orang mereka memiliki hati. Ini qbun hayyun, hati yang hidup, hati yang salim, hati yang selamat.
(19:28) Alqam wahua syahid atau dia pasang telinga, dia perhatikan betul dan dia menyaksikan tentang kebenaran apa yang disampaikan Al-Qur’anul Karim. Al-Qur’an tidak akan memberikan manfaat kepada orang yang hatinya kotor. Al-Qur’annya bagus, pelajarannya bagus, semuanya adalah bagaimana? Yaitu indah. Indah. Masalahnya bagaimana kondisi hati kita yang menerima Al-Qur’anul Karim.
(19:57) Hati kita dengan Al-Qur’an itu kayak ini tanah dengan air hujan yang datang. Air hujan yang memiliki sifat menghidupkan, menyegarkan itu hanya akan maksimal kemanfaatannya ketika ditampung oleh tanah yang subur.
(20:23) Tanah yang subur ketika kemudian kedatangan air hujan dia serap, dia tampung bahkan kemudian menumbuhkan tumbuhan betul-betul manfaat banget. Manfaat banget untuk diri dan orang lain. Tapi orang yang mereka tidak bisa mengambil manfaat Al-Qur’anul Karim, hatinya kayak hati kayak tanah yang talus. Kayak tanah yang talus, yaitu air datang hanya lewat gitu aja, menampung enggak apalagi menumbuhkan tumbuhan.
(20:56) Maka demikian pula orang yang mereka itu tidak bisa mengambil faedah manfaat di Al-Qur’anul Karim kayak t yang tandus. Al-Qur’an yang sangat luar biasa itu menjadi hanya lewat-lewat gitu aja karena hatinya kayak tanah tandus atau hatinya kayak batu. Aswatul qolbi, aswatul qulub. Biji sehebat apapun kalau kemudian ditaruh ditanam di batu enggak hidup. Enggak hidup.
(21:33) Bibit-bibit unggul tapi kalau ditaruhnya itu di batu enggak hidup. Karena tidak ada faktor yang akan bisa mendukung kehidupan ini tumbuhnya biji tadi. Sehingga kenapa al jannah di dunia ini mereka betul-betul disibukkan untuk memperhatikan hatinya, membersihkan ini hatinya. Yang ketiga, kenapa ahlul jannah di dunia ini mereka sangat perhatian dengan soal kesucian hati? liyanju yaumalqiamah min adzabillah.
(22:10) Dalam rangka dia untuk selamat dari kiamat kelak dari azab Allah Subhanahu wa taala. Hari-hari saat kita menghadap Allah itu super dahsyat. Orang-orang mereka tidak punya persiapan menghadap Allah dengan baik. Hari itu menjadi hari yauman tataqabulqabu filub wal absar. Hati-hari itu menjadi hati manusia terbelalak, mata manusia hati manusia ter ini bergola, mata manusia terbelalak. Hatinya bergola, matanya terbelalak.
(22:50) melihat kenyataan yang sangat dahsyat. Antum kalau lihat pemandangan yang ngeri, gempa umpamanya, tsunami umpamanya, pemandangan sangat mengerikan, mata terbelalak, mata tajam dibuat terkejut, hati bergola, penuh dengan ketakutan. Hari-hari saat menghadap Allah sangat dahsyat dan sangat luar biasa. Hari itu hari yang dikatakan oleh Allah Taala yaumfaun wala banuna illa man atallah biqolbin salim.
(23:35) Hari di mana harta manusia sebanyak apapun, anak laki-laki sehebat apapun maka sudah tidak berguna lagi kecuali orang-orang yang mereka datang kalah dengan hati yang selamat. Orang yang mereka datang hanya dengan mengumpulkan harta yang banyak, koneksi-koneksi yang hebat. Hari itu tinggal menyesal. penyesalannya agiah adi hartaku yang sangat banyak sudah tidak berguna lagi.
(24:08) Adohei kekuasaanku telah hancur binasa sehingga apa yang dia selama ini dia kejar, dihabiskan waktu untuk mengumpulkan yaitu harta dan jabatan. Bahkan dia berlaku dengan penuh kezaliman karena ambisi dan rakusnya dia dengan harta dan ee jabatan. Maka hari-hari saat menghadap Allah, seluruh apa yang dia kumpulkan, harta dan jabatan dia walaupun sangat melimpah ruah hartanya, sangat tinggi jabatannya, maka ini betul-betul tidak lagi memberikan manfaat sehingga tinggal ratapan-ratapan yang dia ratapi. Illa man atallaha biqalbin salim.
(24:52) Kecuali orang mereka datang kepada Allah dengan hati yang selamat. Kata Ibnu Qayyim, hati yang selamat itu selamat dari syirik yang akan menghancurkan tauhid. Selamat dari sunah yang akan menentang yang selamat dari bidah yang akan menentang sunah. Selamat dari gflah yang akan menghilangkan sifat zikir.
(25:10) Selamat dari syahwat yang akan menentang perintah. Dan selamat dari syubhat yang akan menjadikan orang kabur di dalam memandang hakikat itu kebenaran. Maka seorang mukmin di dunia ini yang menginginkan jannah kelak di yaumul akhir, dia akan disibukkan untuk bagaimana mempersiapkan, membersihkan hatinya betul menjadibun salim. Membersihkan hatinya dari segala macam bentuk kesyirikan akbar maupun ashar.
(25:36) Membersihkan hatinya dari ini tenggelam dalam bidah-bidah, tenggelam dalam kelalaian, tenggelam dalam syahwat, tenggelam dalam syubhat. Dia betul-betul jaga betul. Karena itu merupakan aset satu-satunya yang akan menyelamatkan dia saat menghadap Allah Subhanahu wa taala. Orang yang mereka hatinya bersih selamat, tapi orang mereka hatinya keras maka Allah ungkapkan fawailun lilqatiillah.
(26:07) Celakalah orang hatinya keras dari mengingat Allah Taala. Orang adalah hatibun salim, hati yang lembut, hati yang mereka sangat lunak, hati yang mereka gampang tersentuh dengan kalimat-kalimat Allah rasul-Nya. Hati yang betul-betul sangat cepat menyambut surat Allah dan Rasul-Nya.
(26:28) Berbeda dengan hati yang keras, hati yang tidak ada kelembutan, hati yang mereka jauh dari Allah dan senantiasa membangkang terhadap apa yang diajarkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan itulah hatinya orang-orang yang lalai. Hati yang kehidupannya di dunia kata Allah ini lahum qulubun la yafqahuna biha. Mereka punya akal, punya hati, tapi tidak bisa dipakai untuk memahami.
(26:59) Tidak mereka pakai untuk memahami sehingga wah wahumunun lairun dan mereka memiliki mereka memiliki mata tapi enggak dipakai untuk melihat. Wumun biha. Mereka punya telinga tapi tidak pakai untuk mendengar. Mereka tampil tuli, tampil bisu, tampil buta. Mereka adalah summun, bukmun, umyun. Mereka ini orang yang dikatakan Allah, ulaika humulun. Ulika kal anam ulaika humul gfilun.
(27:34) Mereka hidupnya kayak binatang, enggak pakai otak, enggak pakai akal. Mereka ini bahkan lebih sesat daripada binatang. Mereka itu orang-orang yang kehidupannya penuh dengan kelalaian. enggak peduli dengan ajaran agama Allah Subhanahu wa taala. Sehingga kenapa lu jannah di dunia mereka sibuk untuk memperhatikan hatinya? Karena ee hanya dengan bermodalkan hati yang bersih akan dia akan memasuki jannah, akan dimasukkan ke dalam itu jannah sehingga artinya jauh dari kotoran-kotoran yang membuat dia kemudian menjadi orang yang gflah minal ghafilin. Termasuk orang yang lalai kepada Allah dan agama Allah Taala. enggak peduli dengan agama Allah Taala.
(28:14) Yang keempat, ahlul jannah ini kenapa mereka ini sangat ee berusaha untuk membersihkan hatinya? Karena hati yang bersih ini akan membuat dia liyudilul jannata agar memasukkan dia ke surga. Agar memasukkan mereka ke surga. Karena surganya dihuni oleh orang-orang mereka hatinya lembut. Hatinya ini lembut artinya bagus.
(28:53) Allah Subhanahu wa taala menyediakan jana untuk para pemilik hati yang bersih, hati yang lembut. Kata Nabi, “Yudilul jannata aqwamun afidatuhum mlu afdir akan masuk ke dalam surga.” Ini kaum yang hati mereka seperti hatinya burung. Hatinya burung maksudnya adalah qulubum raqiqoh. Hati mereka lembut. Lembut.
(29:29) Gampang menerima kebenaran. gampang menangis, gampang menyesuaikan dengan ee gampang menyambut seruan Allah Subhanahu wa taala. Bukan yang ini keras. Alasan-alasan inilah di antara yang mendorong seorang mukmin di dunia ini yang menginginkan jannah untuk benar-benar memperhatikan hati mereka.
(29:58) Pertanyaannya adalah bagaimana caranya kita bisa memiliki hati yang bersih tersebut? Bagaimana kita caranya bisa membersihkan hati kita? Yang pertama, alika an tuzayyina qolbak bil aqidati shahih. Yang pertama, hendaklah Anda berusaha untuk menghiasiati Anda dengan akidah yang sahihah, akidah yang lurus. Akidah yang lurus adalah akidah lailahaillallah, yaitu iman yang sahih, iman yang benar tentang Allah, iman yang benar tentang yaumul akhir, iman yang benar tentang berbagai macam tentang hal yang gaib. Hati kalau sudah terhiasi dengan iman, masyaallah.
(30:48) Hati yang mereka mencintai kebaikan, hati yang mereka yaitu membenci keburukan-keburukan. Allah yang telah menjadikan iman itu kecintaan dalam hati kalian bahkan menjadikan hiasan dalam hati kalian sehingga iman itu menjadi sebuah keindahan dalam diri kalian. Orang yang mereka bias dengan iman kalau dia beramal akan semangat, dia akan bersegera, akan bercepat-cepat, bahkan mentalnya mental pelomba, bahkan mereka orang sampai pada tingkatan menikmati amal-amal saleh.
(31:42) Kanu yusariuna filhairat. Merekalah orang-orang bersegera dalam kebaikan. Bahkan mereka berlomba mintanya minta sang juara. mutanafisun. Mereka berlomba-lomba untuk meraih kebaikan ini di akhirat. Bahkan mereka orang-orang merasakan lezatnya iman, merasakan leszatnya ketaatan-ketaatan yang mereka dikatakan dengan istilah pemilik halawatul iman.
(32:12) Imannya betul-etulus merasakan lezatnya salat, lezatnya puasa, lezatnya dakwah, lezatnya infak, lezatnya melakukan ketaatan. Dan ada kebencian kepada perkara kefasikan, kekufuran, kefasikan, kemaksiatan. Itu cetakan iman. Cetakan iman. Maka Nabi berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala, Allahumma habib ilainal iman. Ya Allah jadikan ini ee kecintaanku kepada iman. Wayinuina. Dan jadikan iman hiasan dalam hatiku.
(32:45) Ya Rabb waqhinalfra walq wal isyan. Dan jadikan hatiku benci kepada kekafiran, kefasikan, kemaksiatan. Waja’alna minar rasyidin. Dan jadikan aku termasuk orang rasyid yang lurus. Ini doa yang Nabi ajarkan ya sebagan dalam ayat tersebut. Seorang mukmin dia beri dengan imannya dia mencintai keimanan, amal-amal iman dan merasakan lezatnya amal-amal iman.
(33:14) Sebaliknya mereka orang-orang yang sangat membenci tentang kekafiran, kefasikan, dan ini kemaksiatan. Maka itu hanya akan tumbuh dengan mengenal akidah yang benar, mengenal Allah, mengenal tentang yaumul akhir. Sehingga orang memiliki kenikmatan dalam mewujudkan amal-amal yang mengantarkan kepada keridaan Allah.
(33:39) Bagaimana Anda akan semangat untuk mendekat kepada Allah dan bisa menikmati kalau Anda tidak mencintai Allah Taala. Dan untuk bisa tumbuhnya kecintaan kepada Allah tentu yang pertama kali dilakukan adalah mengenal siapa itu Allah Taala. Maka semakin orang itu mengenal nama-nama dan sifat Allah akan semakin sempurna penghambaannya kepada Allah Taala.
(34:03) Maka kata al Imam Ibnu Qayyim eh akalatan almutabidil asfat allatial. Orang yang paling sempurna ibadahnya adalah orang mereka beribadah kepada Allah dengan semua nama-nama dan sifat yang telah Allah ajarkan kepada mereka. Maka kebutuhan seorang mukmin mengenal nama Allah dan sifat Allah sesungguhnyaalah mutlak untuk membangun ubudiahnya kepada Allah itu sangat membutuhkan dia mengenal siapa itu Allah Subhanahu wa taala.
(34:34) Ini adalah ini orang mereka hatinya tertanam dengan akidah. Maka kalau mau lihat bagaimana dampak akidah yang sahihah itu dalam kehidupan, maka lihatlah para sahabat Nabi sallallahu alaihi jamian bagaimana mereka menikmati salat, menikmati zikir, menikmati yni ketaatan. Bagaimana mereka itu semangat menyambut seruan Allah.
(34:57) Bagaimana ketika para sahabat mereka diperintahkan infak, mereka berlomba-lomba untuk berinfak fisabilillah. Tapi kalau turunkan ini ayat hijab para sahabat sahabiah langsung mereka berhijab sesuai dengan apa yang Allah inginkan dengan kain saadanya yang ada di rumah.
(35:16) Ketika Allah turunkan ayat khamar bagaimana para sahabat langsung berhenti dari khamr tanpa ada keberatan sama sekali. Bagaimana para sahabat Nabi mereka menyumbangkan harta dan jiwa mereka dengan murah kalau sudah urusannya dengan menyambut seruan Allah subhanahu wa taala. Ini semuanya sejarah yang telah berbicara. Tentu akan lebih detail. Kalau kita bisa itu membaca sejak menyimak sejarah kehidupan para sahabat Nabi Rallah alaihim jamian sehingga bagaimana mereka betul-betul sangat luar biasa dalam tampilan-tampilan amal mereka yang menunjukkan orang sangat militan, super militan dalam menunjukkan bukti-bukti
(35:53) keimanan mereka. Sampai Allah pun gelari para sahabat dengan ulaikumoddiqun orang-orang yang jujur yang telah membuktikan iman mereka. mereka orang yang beruntung dengan agamanya sukses. Mereka orang mukmin yang sejati kaumidun mereka orang-orang yang lurus. Dan puncaknya adalah radhiallahu anhum waradu Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida dengan Allah subhanahu wa taala. Yang kedua, cara bagaimana hati kita biar bersih.
(36:28) Ini alaika anasi hendaklah kalian menjauhi perbuatan maksiat. Hendaklah Anda jauhi perbuatan maksiat. Karena maksiat itu menghitamkan hati, menjadikan hati itu menjadi keras bahkan kemudian menjadi mati. Maka lihatlah orang-orang yang mereka hatinya sudah rusak. Mereka tidak peduli dengan bentuk maksiat apapun.
(37:02) Mereka tidak ada urusan dengan ini rasa takut dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini yang dikatakan oleh oleh Allah taala yaitu ron yang telah mewarnai hati mereka menjadikan hati mereka keras dan rusak. Kallaubihim. Ketahuilah itulah ran yang ada di hati mereka disebabkan karena maksiat-maksiat yang telah mereka lakukan. Hati ketika mereka itu senantiasa menyerap fitnah itu digambarkan kayak oleh Nabi turadul fitanu alal qulub kal khir udan-udan.
(37:42) Fitnah ini akan ditawarkan kepada hati manusia seperti anyaman tiker seutas demi seutas selembar demi selembarqbin asrabaha nukitatun saud kalau hati itu menyerap hati merespon fitnah maka akan dititikkan di hati itu satu titik hitam tapi kalau hati itu mengingkari fitnah maka akan diitik satu titik putih hatta alqini hingga kemudian hati itu menjadi hati ee dua hati yaitu hati yang mereka ala apyad misfa ini hati yang putih bersih sehingga betul-betul hati yang nampak bersih tidak terkotori dengan titik-titik hitam fitnatulamawatu
(38:39) walardu selama hati itu bersih, maka tidak membahayakan keberadaan fitnah-fitnah yang ada itu sel ini selama ada langit dan bumi. Artinya selamanya tidak akan membahayakan karena dia tidak merespon fitnah. Fitnah banyak bereda di tengah-tengah kita, di sekiling kita. Tapi kalau tidak direspon ya mereka akan lewat-lewat gitu aja Anda selamat.
(39:05) Kalau Anda ibaratnya hujan deras masuk rumah walaupun hujannya deras Anda tidak basah. Ada orang ee ibaratnya minta maaf nih pelacur lewat 100 perempuan anda tidak respon satu pun ya anda selamat. Yang susah itu yang kemudian hancur itu ketika dia mulai merespon itu fitnah. Wal ak. Adapun hati yang lainnya adalah aswad merbatan. Dia hati itu hati yang kayak kayak gelas yang terbalik yang tidak hati yang tidak lagi mengenal yang makruf, tidak semangat melakukan yang makruf, tidak tertarik dengan makruf dan tidak pula mengingkari yang mungkar. Hati yang buta. Ama usiba min hawa. Kecuali yang diselirani oleh hawa nafsu
(39:52) dia. Hati yang serba terbalik. Hati yang bahkan mencintai kekafiran, mencintai kesyirikan, mencintai kemunafikan, mencintai bidah, mencintai maksiat yang bahkan kurang benci membenci ketaatan, tauhid, sunah. Sehingga hati yang mereka betul-betul tenggelam dalam berbagai macam keburukan.
(40:16) Mereka makan riba, mereka minum khamar, mereka maksiat, mereka pelina, mereka telanjang, mereka mengumbar aurat. Semuanya terjadi karena hatinya hitam, hatinya mengeras, hatinya yni rusak. Yang maksiat-maksiat itu akan membuat hati mati. Kubarak aku lihat dosa itu mematikan hati dan sungguh telah mewariskan orang yang mereka itu kecanduan dosa. Sedangkan meninggalkan dosa kehidupan hati dan sebaik dan yang terbaik bagi diri Anda adalah menentang kemahuan bermaksiat.
(41:03) Yang ketiga, bagaimana cara seorang dia membersihkan hatinya? Alika bisima Quran. Hendaklah Anda mendengarkan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu syifaun lima fisur. Al-Qur’an itu adalah obat yang akan membersihkan hati manusia. Allah Al-Qur’an syfa. Sehingga kalau Anda pengin hati Anda sehat, berobatlah dengan Alquranul Karim. Ya ayyuhanasumur wudan warahmatun lilminin.
(41:43) Wahai manusia, telah datang pada kalian mauidatun, yaitu maidah, nasihat. Yang nas itu datangnya bukan dari profesor, bukan dari filosuf, tapi mirbikum dari Rabb kalian yang menciptakan kalian, yang tahu proses tentang kondisi kalian sehingga nasihat terbaik, nasihat yang terbaikur dan Al-Qur’an ini adalah kitab yang menjadi obat mengobati apa yang ada dalam hati manusia, dalam dada manusia waudan dan akan menjadi kitab pembimbing, kitab hidayah, kitab bimbingan sehingga akan lurus warahmatun dan akan menjadi kitab yang mendatangkan rahmat di mana kalau dia melaksanakan Al-Qur’an hidupnya akan penuh dengan
(42:25) rahmat penuh di penuhkan dengan kasih sayang Allah Taala akan menjadi orang-orang yang mereka marhumin dirahmati Allah Taala semangat bertobat semangat beramal saleh kemudian dia akan itu bersabar dengan segala musibah ini akan membuat mereka digugurkan dosanya oleh Allah Taala mereka akan semangat belajar memahami agama sehingga akan Allah berikan taufik amalnya cocok dengan agama Allah Taala.
(42:51) Mereka senantiasa menjaga agama Allah ee sehingga Allah jaga perihal dia itu orang mereka dirahmati Allah seperti itu. Tapi ini semuanya Quran akan menjadi muidah ini menjadi syifa menjadi hudan dan rahmat itu hanya lil mukminin. Bagi orang-orang yang mereka hatinya betul-betul diwarnai dengan iman berias dengan iman.
(43:19) Adapun orang mendekatinya penuh dengan kemaksiatan, kekufuran, kefasikan, maka tidak akan bisa mengambil manfaat dari Al-Qur’an ini tersebut. Kemudian yang keempat, kalau Anda ingin hati Anda bersih, maka fa’alika bidikrillah. Banyak-banyaklah berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Hati yang bersih, hati yang mewariskan ketenangan dan ketentraman. Hati yang kotor tidak akan meruskan ketenangan, ketentraman.
(43:49) Sehingga sempurnanya ketenangan hidup itu adalah ketika dia menyempurnakan tauhid. Lihat bihasabi kamali tauhid wa quwatihi wasadati yaakulu sadri sesuai dengan kadar kesempurnaan tauhid dan sesuai dengan kadar peratnya tauhid, bertambahnya tauhid, maka akan terwujudlah kelapangan dada sesuai dengan kadar kesempurnaan tauhid seseorang.
(44:26) Oleh karena itulah orang yang mereka betul-betul ingin hidupnya tenang, nyaman, berlapang dada, bahagia, jadilah orang mereka senantiasa menghiasi hati diri kita dengan zikir. Zikir dengan lisan kita, zikir dengan hati kita, dan zikir dengan anggota badan kita. Jang kita mengucapkan kalimat yakni zikir, kalimat-kalimat zikir, alhamdulillah, subhanallah wala haula wala quwwata illa billah, Allahu akbar dan seterusnya.
(44:57) Hatinya senantiasa kontak dengan Allah Taala dan anggota badan dia senantiasa tunduk dan patuh kepada setiap yang di ee ajarkan Allah itu orang mereka berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka orang-orang mereka hatinya telah betul-betul bersih. Dan karena banyak mereka berzikir kepada Allah Taala, mereka merasakan kebagian sang luar biasa.
(45:23) Kata seorang yang merasakannya, laamul muluk wabnaul muluk maahu fi laadunub. Seandainya raja dan anak raja mengetahui yang kita rasakan, pasti mereka akan merampas kebahagiaan kita ini dengan pedang-pedang mereka. Yang kelima, orang yang mereka ingin sekali hatinya itu bersih adalah faalaika bikasratil istigfar. Banyak-banyaklah beristigfar kepada Allah Subhanahu wa taala.
(45:47) Harus kita sadari bahwa kehidupan kita tidak pernah lepas dari dosa, kekeliruan, kelalaian, kemaksiatan. Itu pasti sedikit atau banyak. Ah, pembersihnya adalah istigfar. Adalah istigfar. Maka Allah Subhanahu wa taala perintahkan pada kita bahkan bersama dengan ketaatan kita, salat kita, haji kita, dakwah kita, bahkan menghidupkan malam harinya dengan taat. Lalu mereka menghiasi dengan setelah itu dengan banyak-banyak beristigfar kepada Allah Taala.
(46:28) Mana ada sih orang yang lebih suci, lebih bersih hatinya dibandingkan dengan Rasul sahu alaihi wasallam. Tapi apa kata Nabi? Inni laasttagfirullaha fil yaumi miata marah. Saya satu hari beristigfar kepada Allah itu 100 kali. 100 kali. Sehingga betul-betul kita dibimbing untuk betul-betul banyak-banyak beristigfar kepada Allah Subhanahu wa taala.
(46:54) Kemudian yang keenam, kalau Anda ingin hati Anda bersih, maka fahfat minubunya. Jaga betul hati Anda jangan sampai maftun, terfitnah dengan cinta dunia. Karena hubbad dunya bala. Cinta dunia itu adalah sumber segala malapetaka. Likuli umatin fitnatun kata Nabi setiap umat ada fitnahnya.
(47:27) Umati almal fitnah umatku adalah yakni harta dan orang mereka hatinya lengket dengan harta, hatinya cinta dengan harta itu yang nabi katakanis celaka celaka sengsara. Taisa Abdud dinar, Abdud dirham, Abdul Qatifah, Abdul Khamisah. Celaka hambanya dinar, hambanya dirham. Hambanya ini pakaian-pakaian yang bagus, sutra tebal, sutra tipis. Ini rya waam yam yard. Kalau dikasih rida, kalau enggak dikasih marah.
(47:58) Ini hati yang menjadi budak-budak dunia. Sehingga semua kepentingannya berkaitan dengan urusan urusan dunia. Marah ridanya dia berkaitan dengan urusan ini dunia mereka. Maka hendaklah orang betul-betul bagaimana senantiasa menjaga hatinya. Jangan sampai maftun dengan perkara dunia. Dunia memang luar biasa.
(48:23) nampak luar biasa hijau, manis, tapi penuh dengan malapetakan kalau dia tidak hati-hati. Kemudian juga di antara yang perlu kita perhatikan adalah hendaklah seorang dia betul-betul yaitu fahiulusil ilmi. Teruslah Anda belajar ilmu agar hati Anda semakin tajam membedakan antara yang hak dengan yang batil sehingga ilmu Anda akan menjadi roh kehidupan iman Anda.
(48:51) Ilmu Anda akan menjadi cahaya penerang yang menerangi Anda sehingga bisa membedakan yang hak dan yang batil. Ilmu Anda akan menjadi air penyegar yang menyegarkan pohon iman yang ada di dalam yakni hati kita. Sehingga ilmu ini mutlak kebutuhan kita harian karena lebih melebihi kebutuhan kita kepada makan dan minum. Kalau kita tiap hari makan minum, maka mesti kita tiap hari harus juga ada pertambahannya ilmu. Doa kita aja itu.
(49:17) Allahumma inni asaluka ilman nafan. Itu tiap bakda subuh kita dituntun untuk berdoa dengan doa Allah ya, “Ya Allah, aku minta kepada engkau ya ilmu yang bermanfaat.” Dan ketahuilah hati manusia itu ada hati yang dikatakan hati yang thahir, hati yang hayyun, hati yang salim. Ini alqalbus salim at thaahir alhyyu. Hati yang hidup, hati yang selamat, hati yang ini bersih.
(49:45) Itulah hatinya seorang mukmin yang betul-betul membersihkan dari syirik, dari kufur, dari nifak, dari bidah, dari maksiat, dari ini berbagai macam kerusakan-kerusakan yang dibenci oleh Allah Taala. Yang kedua adalah hati yang mayit, hati yang qasi, hati yang mati. Hati yang orang kafir, musyrik, hati yang mereka memusuhi Allah dan rasul-Nya. Hati yang mereka tidak akan selamat sama sekali dari jahanam.
(50:05) Mereka tidak mengenal kecuali hawa nafsunya. Mereka tidak mengikuti kecuali hawa nafsunya. Mereka ini semuanya belaka ini ee berjalan di atas syahwat-syahwat awan nafsu. Mereka tenggelam dalam beraganya kemungkaran. Yang ketiga adalah hati yang marut. Hati yang sakit. Hati yang sakit. Hati yang mereka terkadang condong p kebenaran, kadang condong kepada kebatilan. Kadang kayak hati yang mati.
(50:30) Kadang kadang-kadang hati yangni hidup ini tergantung yang ee menguasai atau yang dominan kepada hati yakni tersebut. Hati yang sakit ini kadang sakit dengan penyakit nifak. Sehingga munafikan adalah hati yang adalah penyakit. Fi qulubihim maradun. Kata Allah dalam hati mereka ada penyakit. Maka hati yang sakit hati yang kadang-kadang dia ter ee apa dia muncul hati yang seperti modelnya orang-orang munafik yang lesanya pendusta, tidak amanah, dia berkhianat.
(51:12) Ini di antara ee model-model bagian daripada penyakit yfak atau dia terkena yni penyakit syubhat yang membuat ilmunya rusak. Enggak lagi bisa yang hak dan yang batil. Enggak lagi bisa tauhid dengan syirik, sunah dengan bidah, Islam dengan kafir. Bahkan kadang terbalik-balik. Yang syirik dianggap tauhid, yang bidah dianggap sunah, yang maksiat dianggap taat.
(51:36) Ini orang mereka hatinya betul-betul terkena syubhat sehingga kayak mata yang bliro enggak jelas membedakan ini ee perkara-perkara yang ada. Dan syubhat ini bisa dari setan, setan manusia, ya setan jin. Sehingga hendaknya orang betul-betul ini ee bisa menepis dari syubhat itu. Dan syubhat ini dihadapi dengan ilmu.
(52:03) Sehingga orang terkena syubhat karena ilmunya lemah. Orang ilmunya kuat maka syubhat itu akan yni tersingkap akan y ini lenyap dari dirinya. Kemudian wamus syahwat ada penyakit ini syahwat di mana kalau hati itu dia dikuasai syahwat yang rusak adalah keinginannya, iradahnya. Sudah tidak lagi dia berkeinginan untuk mendapatkan rida Allah subhanahu wa taala.
(52:31) Dia adanya menjadi pengikor syahwat. Memuaskan nafsu perutnya, memuaskan nafsu kemaluannya, memuaskan nafsu hartanya. sehingga rakus dengan harta, ambisi dengan jabatan, ambisi dengan syhrah, keterkenalan, itu semuanya syahwat. Oleh karena itulah ini hendaklah seorang mukmin dia yang menginginkan jannah, hendaklah dia betul-betul dia berusaha keras untuk bisa membersihkan hatinya.
(52:59) Demikian Bapak, Ibu, para pemirsa TV Raj dan pendengar Radio Raja. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala menjaga kita untuk senantiasa punya semangat untuk berbenah diri, berbersih hati karena itulah yang menjadi sifatnya ahlul jannah kelak di akhirat. Di dunia ini mereka disibukkan dengan taharatul qulub. Semoga manfaat. Matur nuwun. Jazakumullahu khairan.
(53:26) Nah, baik. Alhamdulillah. Terima kasih banyak Ustaz jazakullah khair atas materi yang telah disampaikan di kesempatan hari ini dari pembahasan mengenai kesucian hati kitab dari kitab alaqidatu awalan lau yaamun yaitu mengenai sifat ahlul jannah. Mudah-mudahan jadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
(53:44) Untuk selanjutnya kami buka sesi interaktif. Silakan bagi Anda sekalian yang ingin bertanya perihal pembahasan ini, Anda bisa mengirimkan pertanyaan melalui layanan pesan WhatsApp di nomor 0218236543 atau Anda juga bisa menghubungi kami di layanan yang telepon biasa di 0218236543. Yang pertama kami ajukan terlebih dahulu pertanyaan di layanan pesan WhatsApp. N ada pertanyaan dari umahat yang di berada di Jawa Barat.
(54:08) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Ustaz, bolehkah seorang muslimah merasa iri terhadap teman-teman muslimah yang salehah yang memiliki banyak keutamaan baik dalam hal iman maupun amalnya serta keturunan yang saleh dan salehah. Tapi ee kita tidak mempunyai kemampuan untuk seperti mereka walaupun ingin sekali menjadi seperti mereka. Ustaz, mohon jawaban dan penjelasannya.
(54:36) ee seorang muslim boleh dia iri seperti itu. Itu namanya ghih. Keinginan untuk betul-betul mendapatkan kebaikan sebagaimana kawannya. Dan inilah para sahabat muajin, sahabat masakin, sahabat fuqara datang kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya Rasulullah daha ahludur bil ujur. Ya Rasulullah orang-orang kaya mereka telah memborong pahala. Yusalluna kama nusolli wasumuna kamasum.
(55:11) Mereka salat kayak kami salat. Mereka puasa kayak kami puasa. Tapi ya Rasulullah watasdaquuna bifuduli amwalihim. Mereka bersedekah dengan harta kelebihan harta mereka yang kami enggak mampu. Ini adalah kesedihan para sahabat. Mereka ingin banget seandainya mereka bisa bersedekah dengan harta-harta sebagaimana yang para sahabat kaya mereka memilikinya. Ini nanya khiah seperti ini boleh sangat boleh.
(55:41) Dan itu akan melahirkan yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan sehingga bagaimana dia betul-betul berusaha untuk memiliki kebaikan yang sebanyak-banyaknya. Prinsipnya kalau dalam urusan akhirat itu tanafus, bagaimana kita berlomba? Kalau bisa kalau laki-laki nih jangan jangan ada yang mendilih Anda masuk masjid Anda milh juara satu. Jangan sampai ini jangan nanyi.
(56:05) Jadilah Anda orang paling akhir keluar daripada masjid. Jadilah Anda orang menjadi pelopor-pelopor kebaikan. Pelopor bersedekah, pelopor-pelopor dakwah, pelopor dalam pengajaran. Dan kalau kita yaitu tidak bisa melakukan, tidak memiliki modal untuk melakukan kebaikan-kebaikan yang sangat banyak dan besar yang dimiliki orang lain, boleh kita giah, boleh kita yaitu ee punya keinginan kuat untuk seperti mereka dan itu minta kepada Allah Taala.
(56:36) Fasalullah min fadlih. Mintalah kepada Allah dari karunia Allah Subhanahu wa taala. Dan mudah-mudahan dengan keinginannya itu maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mereka telah melakukannya. Karena nabi kita ada sebuah hadis yang menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang mereka miskin yang tidak bisa melakukan seperti yang dilakukan oleh seseorang yang karena punya harta.
(56:59) Inadun liar nafar. Yaitu dunia itu untuk empat golongan. Satu di antaranya abdunqallahu ilman. Allah orang hamba yang Allah berikan ilmu dan harta yatqiillah. Hamba ini dia bertakwa kepada Allah menjalin silaturahim dia tahu hak-haknya Allah dalam hal ilmu dan harta dia. Ini orang yang paling ya ini utama. orang yang paling ini eh bagus.
(57:43) Yang kedua, rqallahuam. Hamba yang Allah berikan ilmu paham agama, tapi dia Allah enggak berikan harta miskin. Tetapi hamba ini dengan niat, ilmunya dia punya niat yang bagus. Laalan bial fulan. Kalau aku diberikan harta, aku akan beramal kayak amalnya si fulan. Maka fawa fi ajrihima sawa dia dalam masalah pahala sama.
(58:15) Maka boleh kita berangan-angan seperti orang yang mereka saleh salihah, mereka bersemangat beramal, mereka bagus maka keinginan kuat kita ini mudah-mudahan mendapatkan pahala sendiri. Wallahu taala alam bisawab. Baik, alhamdulillah. Terima kasih banyak ustaz. Syukran jazak khair atas jawaban dan penjelasannya.
(58:37) Demikian dan selanjutnya mungkin bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung silakan kami berikan kesempatan di layanan telepon di 0218236543. Nam bagi Anda silakan kami berikan kesempatan yang ingin bertanya secara langsung silakan. Halo. Naam. Nam ya. Sambil menunggu kembali Ustaz pertanyaan di layanan pesan WhatsApp kami ajukan.
(59:06) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Ustaz, saya seorang istri yang alhamdulillah telah mendapatkan hidayah sunah dan saya sudah ee saya dan saya saat ini sedang belajar untuk mendalaminya. Namun kadar suami belum juga kunjung mendapatkannya dan tetap bersikukuh di atas kebidahannya, Ustaz.
(59:30) Dan bagaimana jika ee kami nanti meninggal dalam keadaan keyakinan masing-masing? Apakah nanti di surga akan dipertemukan kembali? Ustaz mohon jawaban dan penjelasannya. Jazakullah khair. Kembali eh Ustaz minta maaf bisa diulang sedikit pertanyaan khusus yang depan-depan tadi? Nah, ya Ustaz ada saya adalah seorang istri yang alhamdulillah sudah mendapatkan hidayah sunah dan sekarang ee sedang mendalaminya.
(59:55) Namun qadarullah suami belum kunjung juga mendapatkan hidayah sunah dan tetap bersyukuh di atas kebidahannya. Ee yang jadi pertanyaan, bagaimana jika Allah takdirkan kami meninggal dalam ee dalam keyakinan di atas keyakinannya masing-masing lalu apakah di akhirat nanti akan dipertemukan kembali Ustaz sedangkan ee saya sudah mendapatkan hidayah sunah dan suami belum Ustaz? Mohon jawaban dan penjelasannya.
(1:00:18) Bismillahirrahmanirrahim. Ee di antara karunia Allah Subhanahu wa taala adalah akan Allah masukkan ke surga sekeluarga ketika yni keluarga itu sama-sama mukmin, sama-sama mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka akan ditemukan dengan suaminya, ditemukan dengan anak istrinya bahkan yang surganya di atas bisa ngatrol yang surganya ada di bawah.
(1:00:54) Sekarang kenyataan yang kita hadapi adalah kita bersuami istri, istri telah mendapatkan hidayah sunah dan suami belum. Yang mesti kita lakukan adalah bagaimana kita berdakwah semaksimal mungkin dengan penuh kesabaran dan dengan servis kepada suami yang terbaik supaya suami lebih bisa ee luluh dan bisa lebih mudah untuk bisa yaitu diantarkan mendapatkan hidayah sunah. Sehingga di sini hendaklah istri justru mereka bersabar menjadikan suami sebagai ladang dakwah dengan cara bagaimana yaitu suami bisa tertarik dengan sunah.
(1:01:30) Tentu ini membutuhkan perjuangan sang istri khususnya di antaranya bagaimana menjadi istri yang sangat setia dengan suami, menjadi istri yang sangat memuaskan suami, menjadi istri yang sangat patuh dengan suami yang seandainya kemudian sampai sudah kita berusaha terbaik mengajak suami, ternyata suami belum mendapatkan hidayah sunah, ya sudah kita serahkan kepada Allah subhanahu wa taala.
(1:01:55) Yang jelas nas di akhir kelak Allah lebih tahu jazaan wifaqah semua balasan Allah pasti sesuai dengan perbuatan kita. Jangan ee ee jangan bersedia apakah masih ketemu dengan suami atau tidak. Asiah ini Asiah ya istri Firaun. Bagaimana diberikan suami yang kayak Firaun dan bagaimana Asiah bersabar dengan kondisinya. Allah berikan jannah.
(1:02:21) Yang jelas di akhirat kelak pasti Allah akan perjodohkan. Seandainya kita tidak bertemu dengan suami yang sekarang karena tidak mungkin beliau tidak levelnya atau bahkan beda keyakinan bahkan suamimu boleh jadi ditempatkan di neraka. Tapi bagi istri pasti Allah akan berikan ya ini ee jodoh ee suami yang terbaik ya kelak di yaumul kiamah.
(1:02:46) Wallahu taala alam bawab. Dengan demikian kita cukupkan sekian dulu Bapak, Ibu sekalian ee para pendengar dan para pemirsa E TV Rajab. Mudah-mudahan Allah senantiasa berikan kepada kita taufik untuk semangat terus belajar agama agar kita semakin bisa melihat dengan jelas tentang kebenaran dan kebatilan.
(1:03:10) Dan semoga Allah berikan taufik pula kepada kita untuk bisa istiqamah di atas sunah sampai kita kembali kepada Allah dalam keadaan husnul khatimah. Dipanggil Allah dengan panggilan indah. nabina Muhammadin wa wasallam. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wubuik. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi terima kasih banyak untuk ustaz. Jazakal khair. Barakallahu fik.
(1:03:41) Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat apa yang telah disampaikan untuk kita semua dan pertemuan yang diberkahi Allah subhanahu wa taala. Semoga Allah menjaga alustaz beserta keluarga dan ee diberikan terus kesehatan oleh Allah untuk bisa terus memberikan faedah-faedah kepada kita semua. Demikian ikhwat al Islam azakumullah sahabat Raja di mana pun Anda berada.
(1:04:03) Kajian bersama Al Ustaz Afifi Abdul Wadud hafidahullahu taala dalam pembahasan kitab al-Aqidatu awalan lau ya’lamun. Masih dalam pembahasan bab sifat ahlul jannah e yaitu kesucian hati. Demikian kami undur diri mohon maaf apabila ada kesalahan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak radio Rogor.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *