Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | At-Tamhid Li Syarhi Kitabit Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. | At-Tamhid Li Syarhi Kitabit Tauhid – YouTube

Transcript:
(00:02) Saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Inalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina. Man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Qal Allahu taala fi kitabihin karim.
(00:39) Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba’d. Saudaraku seiman, ibu-ibu sekalian, kita melanjutkan kajian kita yang tadinya biasanya sore hari, kita pindahkan ke pagi hari. Untuk kitab kajiannya masih Kitabut Tauhid, namun syarahnya merujuk kitab at-Tamhidarhi Kitabi Tauhid yang ditulis oleh Syekh Saleh Alus Syikh.
(01:34) Kita masuk ke bab yang kedua. Bab fadl tauhid wama yukfiru minadzunub. Bab keutamaan tauhid dan bahwa tauhid itu menggugurkan dosa-dosa. Kata beliau, had bab yasmalu atauhida bianwaah. Bab ini mencakup semua jenis tauhid yang tiga itu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma dan sifat. Di mana beliau ingin menjelaskan di sini tentang apa sih keutamaan tauhid? Kenapa sih kita harus mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala? Bagaimana pahalanya di sisi Allah? I
(02:48) maka beliau ingin menjelaskan wa min a’zami fadlihi keutamaannya yang paling agung itu apa? Annahu bihi tukafarudzunub. bahwa tauhid itu bisa menghapus dosa, menggugurkan dosa sebanyak apapun. Ya, Ibu-ibu sekalian. Makanya beliau di situ mengatakan wama yukfiru minadzunub. Dan apa-apa yang menggugurkan dari dosa.
(03:25) Artinya, Min, di sini, Min, bayaniah untuk menjelaskan bahwa tauhid itu kekuatannya luar biasa sekali, Ibu-ibu sekalian. Seluruh dosa tanpa terkecuali bisa digugurkan oleh tauhid. Baik dosa besar apalagi dosa kecil. Dan itu ditunjukkan oleh dalil-dalil yang banyak.
(03:59) Nanti akan disebutkan dalil-dalil yang menunjukkan akan keistimewaan tauhid, Ibu-ibu sekalian. Kemudian Ibu-ibu sekalian, penulis buku membawakan ayat yang apa? Dalil yang pertama yang menunjukkan akan keutamaan tauhid itu. Allah berfirman dalam surat Al-An’am ayat 82. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Alladzina amanu walam yalbisu imanahum bidzulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun.
(04:42) Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman, maka bagi mereka apa? Keamanan dan mereka mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa taala. Di sini Allah Subhanahu wa taala, ibu-ibu sekalian, ya mengatakan bahwa orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman.
(05:17) Apa maksudnya kezaliman? Dalam ayat ini ketika ayat ini turun, Ibu-ibu, berat sekali bagi para sahabat. Kenapa kok berat? Karena di situ Allah mengatakan, “Alladzina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin.” Orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman. Zulm di sini bentuknya nakirah dalam bentuk apa? Ya fisyaak annafi ya nakirah dalam bentuk peniadaan.
(06:01) Dan tentunya dalam bahasa Arab ya mungkin ibu-ibu yang pernah belajar bahasa Arab paham bahwa nakirah, bentuk nakirah ya dalam peniadaan itu mempunyai makna umum. Artinya orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman apapun mereka mendapatkan keamanan. Oh, berarti untuk syarat mendapatkan keiman e keamanan itu ya berarti keimanan itu tidak boleh dicampuri dengan kezaliman sama sekali. Berat ini.
(06:39) Datang mereka kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, ayyuna lam yadim nafsah.” Wahai Rasulullah, siapa di antara kami yang tidak pernah menzalimi dirinya? Hai Rasulullah, kalau ternyata syarat untuk mendapatkan keamanan itu tidak pernah berbuat zalim sama sekali, berat sekali. Iya.
(07:05) Ternyata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjelaskan, Bu, apa yang dimaksud dengan zalim dalam ayat ini. Apa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Ya, zalim yang dimaksud di sini adalah syirik. Apa kalian tidak mendengar firman Allah, innasyirka ladulmun adzim? Sesungguhnya kesyirikan itu kezaliman yang besar, kata Allah Subhanahu wa taala. Ya, Ibu-ibu sekalian.
(07:40) Maka ini menunjukkan, Ibu-ibu, bahwa kalau keimanan kita tidak dicampuri dengan kesyirikan, pada waktu itu kita mendapatkan keamanan. Keamanan yang seperti apa? Keamanan itu ada bertingkat-tingkat, Ibu-ibu sekalian. Ada aman yang sempurna, ada yang aman tapi tidak sempurna. Kok bisa aman yang sempurna seperti apa, Ibu-ibu sekalian? Aman yang sempurna itu dia tidak diazab.
(08:29) Itu namanya aman yang sempurna. Ada lagi aman yang tidak sempurna, yaitu aman dari ya dari kekal dalam api neraka. Tetap aman. Kenapa? Sebab dia tidak akan kekal di neraka dan nanti ujung-ujungnya bakalan dimasukkan ke dalam surga. Terus apa yang menentukannya? Kapan seseorang itu bisa mendapatkan keamanan yang sempurna, Ibu-ibu? Tentu ibu-ibu sekalian untuk mendapatkan keamanan yang sempurna itu ya diharuskan tauhidnya pun sempurna.
(09:15) Pertanyaannya Ibu-ibu, kapan disebut tauhidnya sempurna? Ibu-ibu sekalian disebut tauhidnya sempurna apabila dia meninggalkan tiga perkara, ya. Ya, seseorang disebut tauhidnya sempurna apabila dia meninggalkan tiga perkara. Apa saja? Yang pertama yaitu kesyirikan ya dengan segala macam dengan segala macam-macamnya. Baik syirik kecil apalagi syirik besar.
(09:57) Maka ibu-ibu sekalian, seseorang yang meninggalkan semua kesyirikan, baik syirik ya besar apalagi syirik kecil ya apa terlebih syirik kecil juga dia tinggalkan semuanya. Masyaallah itu berarti tauhidnya sempurna, Ibu-ibu sekalian. Yang kedua, meninggalkan kebidahan. Yang ketiga, meninggalkan dosa-dosa besar.
(10:34) Siapa yang dia tinggalkan tiga perkara ini, maka berarti tauhidnya sempurna, Ibu-ibu sekalian. Iya. Nah, ini yang mendapatkan keamanan yang sempurna. Bahkan bisa masuk surga tanpa hisab dan azab. Nanti akan disebutkan ya babnya tersendiri, Ibu-ibu sekalian. Nah, tapi kalau misal tidak sempurna, contoh yang tidak sempurna kayak gimana, Bu? Misalnya masih jatuh kepada syirik kecil. Kalau syirik besar memang syarat itu harus tinggalkan.
(11:11) Sebab syarat syirik besar itu bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam. Kalau syirik kecil tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam. Syirik kecil contohnya apa, Bu? Syirik ria. Ya, masih suka ria, pengin dipuji orang. Ya, kalau ibadah update status ya. Ujub. Ujub juga termasuk syari kecil itu tatayyur, menganggap sial dengan angka atau dengan hari. Iya.
(11:51) Nah, ini Ibu-ibu sekalian menunjukkan tauhidnya tidak sempurna. Demikian pula orang yang jatuh kepada kebidahan, terutama bidah-bidah iktiqadiah. Demikian pula orang yang jatuh kepada dosa-dosa besar itu tauhidnya tidak sempurna. Maka orang yang tauhidnya tidak sempurna seperti ini, Ibu-ibu, terancam masuk neraka.
(12:19) Namun kalau ia mati di atas tauhid, tidak berbuat syirik besar, ya menjauhi semua syirik-syirik besar dan dia mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala dan wafat di atas lailahaillallah tetap mendapatkan apa? Keamanan. Ya, tetap mendapatkan keamanan, Ibu-ibu sekalian. Tapi keamanan yang sempurna bukan keamanan yang tidak sempurna yaitu aman dari kekal dalam api neraka.
(12:52) Kecuali kalau dia mendapatkan syafaat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam atau misalnya dia mendapatkan ampunan dari Allah subhanahu wa taala. Ya, Ibu-ibu sekalian. Syekh Salh Fauzan dalam kitab almulakhas alfiqhi eh almulakhas syarah kitabut Tauhid menyebutkan faedah-faedah dari ayat ini. Beliau berkata, “Faidah yang pertama, ayat ini menunjukkan fadlut tauhid w watamaratu fid dunya wal akhirah.
(13:32) ” Keutamaan tauhid dan buahnya yang manis di dunia dan akhirat. Karena Allah mengatakan di situ, “Alladzina amanu walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika lahumul amnu wahum muhtadun.” Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman yaitu syirik. Ya, artinya imannya itu bersih dari syirik. Merekalah orang-orang yang mendapatkan keamanan.
(14:02) Keamanan di mana? Di dunia dan akhirat. di dunia aman dari azab Allah. Iya. Ya. Dan di akhirat pun aman. Wahum muhtadun. Dan mereka mendapatkan hidayah. Hidayah di dunia kepada kebaikan, Ibu-ibu sekalian. Dan hidayah di akhirat kepada surga Allah Subhanahu wa taala. Masyaallah, Ibu-ibu sekalian.
(14:33) ini menunjukkan ya keutamaan tauhid yang luar biasa sekali. Ibu-ibapak sekalian, Ibu-ibu sekalian. Faedah yang selanjutnya kata Syekh Saleh Fauzan, an syirka dululmum nuttilun bil imani billah inana akbar wunqisun lahu inana asgqar. bahwa syirik itu adalah kezaliman. Bahkan kezaliman yang paling zalim itu syirik, Bu. Dan itu bisa membatalkan keimanan kalau ternyata itu syiriknya besar.
(15:12) Adapun kalau syirik kecil, maka tidak sampai membatalkan keimanan. Ya, tapi ingat syirik kecil itu Bu lebih berat dosanya daripada dosa besar. Makanya kata Ibnu Qayyim rahimahullah ya arriya wal ujbu walqibru ya wal amnu min makrillah walasu min rahmatillah ri ujub sombong merasa aman dari makar Allah berputus asa dari rahmat Allah itu semua kata beliau lebih berat dosanya daripada zina, makan riba dan dosa-dosa besar yang dilakukan oleh badan.
(16:04) Iya, itu menunjukkan mengerikan sekali, Bapak-ibu sekalian. Maka hati-hati ya, setiap kita wajib intropeksi diri. Ada enggak nih di dalam hati kita kesombongan? Ada tidak di hati kita ujub? Ada enggak di hati kita merasa putus asa dari rahmat Allah atau merasa aman dari makar Allah Subhanahu wa taala? Itu dosa-dosa besar itu, Ibu-ibu sekalian ya. Tapi tidak sampai ya mengeluarkan pelakunya dari Islam.
(16:40) Tidak membatalkan keimanan, tapi itu mengurangi keimanan. Kaidah selanjutnya kata Syekh Salh Fauzan dalam kitab almulakhas anirka la yukfar bahwa syirik itu tidak akan dimaafkan oleh Allah itu syirik besar. Maksudnya kalau ada orang yang meninggal di atas kesyirikan, enggak bakal dimaafkan sama Allah subhanahu wa taala. Kenapa sih Allah tidak memaafkan kesyirikan, Ibu-ibu? Pernah kita jelaskan.
(17:14) Karena kesyirikan itu hakikatnya penghinaan yang besar untuk Allah Subhanahu wa taala. Karena hakikat syirik itu apa sih, Bu? Syirik itu artinya taswiyatu ghairillah billah. Menyamakan selain Allah dengan Allah. Selain Allah apa? Makhluk. Makhluk diciptakan oleh Allah. Malaikat makhluk. Para nabi makhluk. Orang saleh makhluk.
(17:43) Apalagi patung-patung yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudarat sama sekali. Ya, matahari, bulan, bintang, semua makhluk, semua makhluk ini ya berusaha mencari jalan menuju Allah Subhanahu wa taala. Takut kepada Allah subhanahu wa taala. Bagaimana makhluk yang lemah disamakan dengan Allah? Allah ini penghinaan.
(18:13) Coba aja ibu-ibu kalau disamain sama anjing mau enggak? Kalau ada orang bilang ke ibu, “Kamu kayak anjing.” Kira-kira Ibu marah enggak, Bu? Marah. Masa saya disamain sama anjing? Kurang ajar. Padahal kita sama-sama makhluk, Bu. Anjing makhluk kita makhluk loh. Ibu-ibu kira-kira mau enggak disamain sama monyet, Bu? Ada orang bilang, “Kamu kayak monyet.
(18:43) ” Uh, tersinggung kita, Bu. Kurang ajar dia menghina saya. Saya disebut kayak anjing, kayak monyet, kayak babi. Padahal anjing, monyet, babi makhluk. Kita juga makhluk. Tapi kenapa kita tersinggung disamakan dengan itu semua? Karena manusia lebih mulia dari ya binatang-binatang itu. Ibu-ibu sekalian, manusia lebih mulia.
(19:14) Kita tidak mau disamakan. Bagaimana dengan Allah pencipta makhluk, pencipta alam semesta lalu disamakan dengan makhluknya yang lemah? Wallahi, ibu-ibu, ini penghinaan, Bu. Makanya Allah tidak akan pernah memaafkan orang yang mati di atas kesyirikan dan tidak mau taubat dari kesyirikan. Gak mau.
(19:37) Allah berfirman, “Innallaha la yagfiru ay yusraka bih waagfiru ma dunaalika liman yasya.” Sesungguhnya Allah tidak akan pernah mengampuni perbuatan syirik dan Allah masih mengampuni yang lebih rendah dari kesyirikan. Makar itu hati-hati ya. Syirik ini ngeri. Faedah selanjutnya kata Syekh Salh Faudan dalam kitab almulakhas ya an syirka yusabbibul khaufa fid dunya wal akhirah.
(20:15) Bahwa syirik itu Bu menyebabkan ketakutan di dunia dan akhirat. Di dunia orang yang berbuat syirik itu enggak aman dari azab Allah. Bu, lihat bagaimana kaumnya Nabi Nuh yang Allah ceritakan dalam Al-Qur’anul Karim. Kenapa Allah mengazab kaumnya Nabi Nuh dengan banjir bandang yang luar biasa dahsyat itu, Bu? Apa sebabnya mereka di di apa? Diazab oleh Allah. Ternyata karena mereka berbuat syirik, Bu.
(20:46) Mereka menyembah lima patung yang dinamai dengan nama orang saleh. Wad, sua, yagut, Yauk, dan Nasr. Yang Allah kisahkan itu dalam surat Nuh. Allah membinasakan kaum Ad. Kenapa Allah hancurkan kaum Ad, Bu? Ternyata akibat kesyirikan. Kaumnya Tsamud, kaumnya Nabi Saleh dihancurkan oleh Allah dengan suara yang memekakkan telinga sampai mati mereka bergelimpangan.
(21:20) Ibu-ibu sekalian kenapa akibat syirik? Makanya semua ya malapetaka yang dahsyat yang menimpa itu akibat kesyirikan, Ibu-ibu sekalian. Makanya orang yang berbuat syirik tak aman dia. Mereka mengira dengan berbuat syirik mereka akan terhindar dari marabahaya. Justru itu sebab datangnya marabahaya. Ya, mereka yang bikin sesajen di lautan sana atau sesajen di gunung-gunung mengira sesajen ini bisa menolak azab Allah.
(21:59) Ya, justru sesajan yang itu jelas kesyirikan malah mendatangkan ya azab Allah Subhanahu wa taala. Karena laut itu siapa yang menciptakannya? Allah. Laut itu hanya tunduk kepada penciptanya yaitu Allah. Gunung itu siapa yang menciptakannya? Allah. Maka gunung pun hanya tunduk kepada penciptanya, Ibu-ibu sekalian.
(22:24) bukan kepada sesajen. Sesajen tidak bisa menolak bala. Nah, ini ibu-ibu sekalian justru kesyirikan itu ya sebab utama munculnya berbagai macam apa? Azab Allah, malapetaka, musibah yang akan datang. Berbeda dengan tauhid dan keimanan, Bu. Tauhid dan keimanan itu membuka pintu-pintu barokah.
(22:56) Ya Allah berfirman, “Walau anna ahlal qura amanu wattaqau lafatahna alaihim barokatim minasama wal ard wakin kadzabu faaknahum bima kanu yaksibun.” Kalaulah penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, beriman yaitu tidak berbuat syirik tentunya, Bu. Beriman kepada Allah saja ya dengan mengesakan Allah dalam ibadah dan bertakwa kami akan bukakan kepada mereka apa kata Allah yang dibukakan barokatim minasamaai wal ard keberkahan dari langit dan bumi.
(23:39) Walakin kadzabu. Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Allah. Faakhadnahum bima kanu yaksibun. Maka kami pun siksa mereka disebabkan perbuatan-perbuatan mereka itu. Nah, ini ibu-ibu sekalian. Kemudian ya, penulis buku almualif yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Wahab at-Tamimi rahimahullah membawakan hadis Ubadah Ibnu Somit radhiallahu anhu qala qala Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam man syahida alla ilahaillallah wahdahu anna muhammadan abduhuasuluhna isa abdullahi waasuluh waalimatuhu alqoha ila maryam waruhum min wal jannata haqqunar
(24:46) haqqu adkhalahullahul jannah al maana minal amal akhraja dari ubadah ibnu somit Seorang sahabat yang mulia. Ia berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang bersyahadat, bersaksi.” Syahadat itu apa sih, Bu? Bersaksi. Ya, allahaillallah. Bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja. Tidak ada sekutu bagi Allah.
(25:27) Dan ia bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwasanya Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Dan kalimatnya yang Allah ya berikan kepada Maryam dan roh darinya. Dan ia bersaksi bahwa surga itu hak benar adanya. Neraka itu hak benar adanya. Adkhalahullahul jannah ala maana minal amal.
(25:58) Maka Allah akan masukkan ia ke surga. Allah sudah jamin dia masuk surga sesuai dengan amal dia. Subhanallah. Ibu-ibu sekalian. Iya. Di sini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, Ibu-ibu, mengabarkan bahwa orang yang bersyahadat lailahaillallah. Apa makna syahadat? Tadi sudah kita sebutkan. Syahadat itu artinya bersaksi. Ibu-ibu kalau diminta jadi saksi tapi ibu enggak punya ilmunya, berani enggak bersaksi, Bu? Pasti ibu enggak berani.
(26:40) Kenapa? Saya enggak saya enggak tahu masalahnya, Pak. Saya juga enggak pernah tidak menyaksikan kejadian itu. Jadi, saya enggak berani untuk bersaksi. Ya, berarti orang yang bersaksi itu harus pakai harus di atas apa, Ibu-ibu? Orang yang bersaksi itu harus di atas keilmuan tentang apa yang ia saksikan. mutlak itu.
(27:11) Sebab kalau misalnya persaksian kita tidak di atas keilmuan ya, maka itu bukan bersaksi namanya mereka-reka. Tapi ketika berkata, “Ashadu aku bersaksi.” Artinya saya bersaksi di atas keilmuan dan penuh keyakinan. Lailahaillallah. bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala saja. Ya, lailahaillah.
(27:49) Ilah itu apa sih, Bu? Dalam bahasa Arab ilah itu kalau diterjemahkan secara benar ilah itu artinya mak’bud yang diibadahi. Bu lailaha artinya la ma’buda. Tidak ada yang diibadahi, tidak ada yang disembah. Iya. Tapi buktinya secara kenyataan ada yang disembah selain Allah. Ada yang menyembah patung, menyembah matahari. Tapi itu semuanya tidak berhak, tidak benar.
(28:23) Maka penting ditambahkan di situ, la ma’buda bihaqqin. Tidak ada yang disembah, tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali Allah subhanahu wa taala saja. Ya. Nah, ini Ibu-ibu sekalian kalau diterjemahkan lailahaillallah artinya tidak ada Tuhan selain Allah. Kita katakan ya kurang kurang pas karena kata-kata tidak ada Tuhan selain Allah.
(29:06) Apa maksudnya ini? Kalau maksudnya tidak ada ya yang berhak menjadi Tuhan kecuali Allah. Sahih. Betul ya. Tidak ada yang berhak menjadi Tuhan kecuali siapa? Allah. Selain Allah tidak berhak jadi Tuhan. Tapi kalau maksudnya tidak ada yang dipertuhankan kecuali Allah, berarti semua yang dipertuhankan adalah Allah. Ini jelas batil, enggak benar.
(29:37) Ya, makanya yang paling benar adalah la ma’buda bihaqqin illallah. Tidak ada yang diibadahi dengan benar kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala. Nah, ini ibu-ibu sekalian. Siapa yang bersyahadat, bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah saja. Tidak ada sekutu bagi Allah.
(30:06) Artinya betul-betul yakin bahwa tidak Allah tidak punya sekutu. Tidak ada yang sebanding dengan Allah. Sebagaimana Allah mengatakan qul huallahu ahad. Katakanlah Allahu ahad. Apa ahad? Apa bedanya dengan wahid? Ya. Kalau wahid ada isnin, ada salasah. Tapi kalau ahad itu satu-satunya, qul huallahu ahad artinya katakanlah Allah satu-satunya.
(30:41) Artinya satu-satunya yang diibadahi, satu-satunya tempat kita berdoa, satu-satunya tempat kita bertawakal, satu-satunya tempat kita berkeluh kesah, satu-satunya ibu-ibu sekalian yang paling kita cintai, yang paling kita takuti, yang kita gantungkan pengharapan kepadanya hanya Allah satu-satunya. Nah, itulah tauhid Allah. Jadikan Allah satu-satunya dalam hidup kita, Ibu-ibu sekalian. Itulah makna lailahaillallah.
(31:15) Ya, Allahus Somad. Allah assomad. Asomad itu artinya apa, Bu? Alladzi yasmudu ilaihi jamiul khalaq. Yang seluruh makhluk ya bergantung kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena yang memberikan rezeki seluruh makhluk hanya Allah Subhanahu wa taala saja. Iya. Lam yalid walam yulad. Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.
(31:43) Walam yakun lahu kufuwan ahad. Dan tidak ada yang sebanding dengan Allah Subhanahu wa taala. Ada yang sebanding dengan Allah. Kalau kita yakin tidak ada. Berarti kita sudah apa? telah mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Ya, kalau ada kalau ibu berkata ada yang sebanding dengan Allah, Subhanallah ini jelas syirik, Ibu-ibu sekalian. Adakah yang sebanding dengan Allah? Tidak ada.
(32:13) Ya. Adakah yang bisa menciptakan langit dan bumi? Hanya Allah. Adakah yang bisa memberikan manfaat dan mudarat kecuali Allah? Ya, selain Allah tidak ada. Adakah yang bisa memberikan rezeki selain Allah? Tidak ada. Ya. Nah, ini ibu-ibu sekalian makna daripada man syahida alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(32:42) Dan dia bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah dan rasul-Nya. Kata-kata hamba Bu ya membantah orang-orang tarekat sufi yang mengangkat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melebihi kedudukannya sebagai seorang hamba. Menyifati Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan sifat-sifat yang hanya layak untuk Allah saja.
(33:13) Ya, seperti orang orang-orang tasawuf itu, Bu. Mereka dalam qasidah burdahnya mengatakan begini. Inn min judikad dunya watiha wamin ulumika ilmul lauhi walqami. Di antara kedermawananmu hai Rasulullah dunia dan seisinya dan di antara ilmumu hai Rasulullah ilmu lauhul mahfud dan qalam. Subhanallah. Rasulullah disifati Rasulullah tahu apa yang ada dalam lauhul mahfuz.
(33:45) Ya. Padahal yang ada dalam mahfuz mahfud itu ilmu gaib yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa taala saja. Ya, lihat orang-orang tasawuf itu, Bu mengangkat Rasulullah melebihi kedudukannya beliau sebagai seorang hamba.
(34:10) Menyifati Rasulull Sallahu Alaih Wasallam dengan sifat-sifat ketuhanan yang itu hanya milik Allah Subhanahu wa taala. Di masyarakat ada namanya selawat nariah, Bu. Ya, siapa ya di antara ibu-ibu yang hafal salat selawat nariah itu? Usholi apa? E usolli ee apa? Wa usallim ala rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apa? uqfiju bihil hawaju. Aku mengucapkan selawat dan salam kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang dengan Rasulullah ya apa? terputus semua ikatan-ikatan yang dengan Rasulullah akan hilang semua kesusahan yang dengan Rasulullah ya akan terpenuhi semua kebutuhan
(35:22) yang dengan Rasulullah akan apa tercapai semua keinginan Ini selawat nariah itu, Bu. Selawat kamilah ini enggak ada dalilnya sama sekali dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Itu murni dibuat-buat orang-orang belakangan, Bu. Ya, dibuat-buat itu dan isinya pun juga berbawa syirik dengan Rasulullah akan terpenuhi semua kebutuhan.
(35:54) Seakan-akan dia punya keyakinan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bisa memenuhi kebutuhan kita semuanya. Ya, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bisa menolak mudarat dari kita. Padahal Allah berfirman dalam surat Ala’raf apa? Qul amlik linafsi naf’ w illa masyaallah. Katakanlah ya, tidak aku tidak memiliki untuk diriku manfaat, tidak pula mudarat kecuali dengan apa yang Allah kehendaki.
(36:24) Lihat Rasulullah disuruh mengatakan ini. Katakan hai Muhammad, aku tidak memiliki untuk diriku manfaat, tidak pula mudarat kecuali dengan apa yang Allah kehendaki. Walau kuntu alamul ghaib lastatu minal khair wani yasu. Kalaulah aku tahu yang gaib, niscaya aku akan memperbanyak kebaikan dan tidak menimpaku keburukan.
(36:52) Subhanallah. Disuruh mengucapkan itu oleh Allah. Maka penting wa anna muhammadan abduhu wa rasuluhu dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah. Hamba Allah. Kata-kata hamba Allah ini untuk menolak sikap gulu berlebihan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(37:18) Ya, makanya Rasul bersabda, “La tutruni kama isa Maryam innama ana abdun faqu abdullahiasulq. Jangan kalian berlebih-lebihan dalam memuji aku, kata Rasulullah. Ya, seperti halnya orang-orang Nasrani berlebih-lebihan memuji Isa bin Maryam. Aku ini hanyalah hamba Allah. Maka katakan hamba Allah dan Rasul-Nya. Wa anna Muhammadan abduhu wa rasuluh.
(37:56) Dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba Allah. Berarti beliau hamba. Hamba siapa? Hamba Allah yang menghambakan dirinya kepada siapa? Kepada Allah yang memurnikan tauhid kepada Allah. Yang senantiasa beribadah kepada Allah saja. Ya. Wa rasuluhu dan rasulnya. Maka ini membantah kata-kata rasulnya.
(38:26) membantah orang-orang yang menghina Rasulullah dan melecehkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam seperti kaum Muktazilah. I. Adapun ahlusunah wal jamaah tengah-tengah antara kaum kaum tasawuf yang guluh berlebih berlebihan terhadap Rasulullah dan kaum Muktazilah yang meremehkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ibu-ibu sekalian, berarti kita yakin Rasulullah Muhammad itu Rasulullah.
(38:55) Konsekuensinya apa dong ketika kita yakin bahwa Nabi Muhammad itu rasulnya, Bu? Konsekuensinya yaitu kita ittiba, mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam beragama. Kenapa? Karena agama ini milik Allah. Ya, ibadah pun hanya kepada Allah dan Allah ingin diibadahi sesuai dengan yang apa yang Allah ridai dan cintai. Adapun Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, beliau hanya menyampaikan wahyu, Bu.
(39:32) Maka ikuti yang disampaikan oleh Rasulullah kepada kita, Ibu-ibu sekalian. Jadikan Rasulullah sebagai suri tauladan dalam hidup kita. Allah berfirman, “Laqod kanana lakum fi rasulillahi uswatun hasanah. Sungguh telah ada pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam suri tauladan yang baik.” Ya, suri tauladan dalam segala hal. Nah, ini ibu-ibu sekalian.
(40:00) Kemudian kata Rasulullah, “Wa anna isa abdullahi wa rasuluh waalimatuhu alqaha ila Maryamuhum min.” Dan dia bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Nah, ini keyakinan ahlusunah, Bu. W Nabi Isa atau yang disebut dengan Yesus itu bukan anak Allah, bukan. Dia hamba Allah. Ya. Dan dia adalah Rasulullah, utusan Allah Subhanahu wa taala. Makanya kaum muslimin itu tengah-tengah antara Yahudi dan Nasrani.
(40:40) Yahudi meremehkan Nabi Isa dan menuduh bahwa Nabi Isa itu anak zina. Katanya orang Nasrani berlebih-lebihan kepada Nabi Isa dan mengatakan bahwa Nabi Isa itu katanya anak Allah. Kita kaum muslimin tengah-tengah dan mengatakan Nabi Isa itu adalah hamba Allah dan rasul-Nya. Ia bukan anak Allah. Ia bukan anak zina.
(41:14) Tapi ia adalah hamba Allah dan ia Rasulullah yang diutus oleh Allah Subhanahu wa taala kepada Bani Israil. Ya, itulah Ibu Islam itu tengah-tengah ya. tidak bersikap berlebihan dan tidak juga meremehkan. Wakimuhu alqaha ila Maryamuhum min. Dan bahwasanya Nabi Isa adalah kalimat yang Allah ucapkan kepada Maryam. Apa itu kalimat? Kun fayakun. Jadilah.
(41:55) Maka ia pun jadi waruhum min dan roh darinya yang Allah tiupkan kepada Maryam. Karena kan Maryam itu masyaallah Bu seorang wanita yang sangat salhat. Namun Allah uji Maryam Bu. Ya Allah menginginkan agar Nabi agar Maryam itu hamil tanpa suami. Ya. Dan itu kuasa Allah Subhanahu wa taala, Bu. Makanya sebagian orang Nasrani berkata begini, Bu.
(42:30) Nabi Isa itu enggak punya bapak. Berarti bapaknya siapa? Allah. Maka Allah bantah dalam Al-Qur’an ya, inna matsala Isaallahi kamali Adam. Sesungguhnya perumpamaan Isa itu di sisi Allah seperti Adam. Nabi Isa punya ibu enggak punya bapak. Nabi Adam enggak punya ibu enggak punya bapak. Kalian mengklaim bahwa Nabi Isa itu anak Allah karena ia punya ibu enggak punya bapak.
(43:10) Bagaimana dengan Nabi Adam yang tidak punya ibu tidak punya bapak? Bukankah harus Nabi Adam lebih berhak untuk kalian pertuhankan dan mereka tidak mempertuhankan Nabi Adam, Ibu-ibu sekalian ya. Nah, ini keyakinan kita kepada Nabi Isa, kepada Yesus. Ya salawatullahi alaihi wasalamu wal jannata haqqun wanaro haqqu dan bersaksi bahwa surga itu hak benar adanya wanar haqqun dan neraka pun hak benar adanya.
(43:50) Wajib kita yakini Bu, surga itu benar-benar ada, Bu. Neraka itu benar-benar ada. Iya. Kalau Ibu enggak percaya, mati aja dulu, Bu. Baru bisa lihat surga neraka. Kalau sekarang kita di dunia, memang dunia itu ya belum waktunya. Di dunia itu disebut dengan darul amal, negeri untuk beramal, beramal, beramal.
(44:22) Setelah kehidupan dunia baru ada darul akhirah, negeri balasan. Ya. Dan dalam beriman kepada surga dan neraka ada hal yang harus kita yakini, Bu. Apa itu? Yang pertama, meyakini bahwa surga dan neraka itu makhluk yang Allah ciptakan. Allah yang menciptakan surga dan neraka. Surga Allah ciptakan untuk orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
(44:53) Dan neraka Allah ciptakan untuk orang-orang yang tidak beriman dan tidak mau beramal saleh. Surga Allah ciptakan untuk orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan neraka Allah ciptakan untuk orang yang memaksi Allah dan Rasul-Nya. Surga itu adalah karunia Allah dan rahmat-Nya.
(45:18) Sedangkan neraka itu adalah keadilan Allah Subhanahu wa taala. Iya. Nah, ini Bu. Jadi yang pertama wajib yakini surga itu makhluk, neraka pun makhluk. Yang kedua, wajib diyakini bahwa surga dan neraka itu sudah ada sekarang. Ahlusunah ya wal jamaah punya keyakinan bahwa surga dan neraka sudah ada. Sudah.
(45:52) Ah sunah mengatakan surga yang ditempati oleh Nabi Adam itulah surga yang akan ditempati oleh kaum mukminin nanti. Cuman keadaannya sudah berubah berbeda. I banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan bahwa surga surga sudah ada. Di antaranya tentang kisah-kisah Isra dan Mikraj. Rasulullah diizinkan untuk masuk ke dalam surga melihat istana milik Umar bin Khattab.
(46:24) Ya, demikian pula Rasulullah diperlihatkan api neraka. Kata Rasulullah, “Ternyata kebanyakan penduduknya dari kalangan wanita. Itu semua menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada.” Ya, wajib diimani. Berbeda dengan firqah Jahmiah. Kaum Jahmiyah mengatakan surga dan neraka belum ada sekarang. Nanti baru adanya pas hari kiamat nanti baru Allah ciptakan.
(46:50) Ini jelas bertabrakan dengan Al-Qur’an, hadis dan ijma ya para ulama. Kemudian yang ketiga, wajib diimani Buwa surga dan neraka itu kekal selama-lamanya. Khalidina fiha selama-lamanya. Coba Pak Bu, sebagian orang ada yang berusaha untuk meragukan akidah ini. Mereka berkata begini, “Sama tidak kekekalan surga dan neraka dengan kekal kekalnya Allah?” Kata mereka gitu.
(47:34) Sama tidak kekalnya surga dan neraka dengan kekalnya Allah? Kalau sama berarti surga dan neraka saingan Allah dong. Kalau tidak sama berarti kekal surga dan neraka kelak nanti akan hancur. Kita katakan pertanyaan kamu itu pertanyaan yang sesat. Kenapa? Karena Allah yang mengekalkan dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Gak perlu ditanya sama apa enggak dengan kekekalan Allah.
(48:09) Allah yang mengekalkan. Ya. Dan itu menunjukkan justru akan kekuasaan Allah menjadikan sesuatu kekal dan tak akan pernah hancur. Ya, Ibu-ibu sekalian. Makanya surga itu kekal, neraka pun kekal. tidak dibatasi dengan 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 1000 tahun, ya 1 miliar tahun, 1 triliun tahun, tidak. Tapi selama-lamanya abadal abidin. Masyaallah, Ibu-ibu sekalian.
(48:45) Ini wajib kita imani itu, Ibuu sekalian. Dan beriman kepada surga dan neraka itu manfaatnya luar biasa, Bu. Iya. Ketika kita beriman kepada surga Allah, itulah yang membuat kita semangat ya untuk beramal saleh. Ketika kita ingat tentang neraka, bagaimana dahsyatnya api neraka itu yang membuat kita kuat meninggalkan berbagai macam maksiat, Ibu-ibu sekalian. Takut kita untuk masuk neraka.
(49:18) Iya. Nah, kata Rasul Sallahu Alaih Wasallam, “Siapa yang bersaksi juga bahwa ia bahwa surga itu hak benar adanya dan neraka itu hak benar adanya.” Adkhalahullahul jannah ala maana minal amal. Maka Allah akan masukkan ia ke surga sesuai dengan amalnya. Ya, karena surga itu bertingkat-tingkat, Bu. Tingkatan surga itu disesuaikan dengan tingkatan amal dan iman.
(49:51) Semakin tinggi iman dan amalnya, semakin tinggi derajatnya di surga di sisi Allah Subhanahu wa taala. Semakin berkurang, semakin berkurang juga. Nah, ini ibu-ibu sekalian. Baik, Ibu-ibu. Dari hadis ini kita ambil faedah kata Syekh Salh Fauzan dalam kitab almulakhas. Hadis ini maustafadu hadis. Dari hadis ini kita ambil faedah.
(50:26) Yang pertama fadlut tauhid waallaha yukfiru bihidzunub. Hadis ini menunjukkan keistimewaan tauhid dan bahwasanya tauhid itu menggugurkan dosa Bu sebanyak apapun. Sebanyak apapun. Sebagaimana dalam riwayat Tirmidzi Allah Taala berfirman dalam hadis dalam hadis qudsi ya bna adam innakau ataitani biqurobil ardhi khataya tumma laqitani la tusrik bisai.
(50:58) Laata biqu magfirah. Wahai anak Adam, kalau kamu datang kepadaku membawa dosa sepenuh bumi lalu kamu mati bertemu denganku dalam keadaan kamu tidak mempersekutukan Aku dengan apapun, maka aku datang kepada kamu untuk membawa ampunan sepenuh bumi juga. Allahu Akbar.
(51:30) Cuma syaratnya tadi mati di atas tauhid dan tidak mempersekutukan Allah dengan apapun. Ibu-ibu sekalian. Faedah yang kedua kata Syekh Saleh Fauzan, siatu fadlillah wa ihsani subhanahu wa taala. Hadis ini menunjukkan betapa luasnya karunia Allah Bu. Luas karunia Allah Subhanahu wa taala. Hanya kita mentauhidkan Allah saja. menjauhkan kesyirikan.
(51:55) Allah janjikan untuk kita surga yang kenikmatannya luar biasa, Ibu-ibu sekalian. Makanya Allah nanti pada hari kiamat, Bu, akan berfirman kepada penduduk api neraka yang paling ringan siksanya. Ibu tahu tahu tahu tidak penduduk api neraka yang paling ringan siksanya tuh bagaimana? dikasih di kakinya itu ya sandal dari api neraka yang membuat otaknya mendidih, Ibu-ibu sekalian.
(52:26) Ya, nauzubillah minzalik. Allah akan berfirman kepada orang yang paling ringan siksanya, “Ya abdi kata Allah, hai hambaku, arroita lauat lakad dunya wama fiha akunta muadian biha.” Hai hambaku, kalau kamu memiliki harta sepenuh bumi, apakah kamu akan menebus dirimu dari api neraka? Si hamba berkata, “Betul ya Allah, aku akan tebus diriku dari api neraka.
(53:03) ” Maka Allah berfirman, “That min ahwan min had.” Waktu di dunia aku minta lebih ringan dari itu. Alla tusrik bi. Jangan sekutukan aku. Itu permintaan Allah. Jangan sekutukan aku. Faabaita ilirk. Tapi kamu enggan kecuali berbuat syirik. Iya. Tuh lihat ibu-ibu sekalian. Faedah selanjutnya, Ibu-ibu, wujubut tajanubil ifrad wat tafrid fi haqqil anbiya wasaliihin.
(53:38) Wajib kita menjauhi dua sikap. Yang pertama ifrad, berlebihan, gulung. Yang kedua, tafrid, meremehkan dan menghinakan ya terhadap para nabi dan orang saleh. Ya, terhadap para nabi dan orang saleh, Bu. Tinggalkan dua sikap ini. Berlebih-lebihan gulu, menempatkan para nabi melebihi tempatnya sebagai seorang hamba Allah.
(54:10) Dan jauhi juga meremehkan para nabi dan orang-orang saleh. Jangan ya. Tapi tengah-tengah. Ibu-ibu sekalian. Faedah yang keempat kata Syekh Salh Fauzan, an akidat tauhid tukalifu jami alkufriah. Bu, akidah tauhid itu, Bu, menyelisihi semua agama-agama yang rata-rata semua agama itu berbuat syirik. Orang Yahudi meyakini Uzair anak Allah.
(54:43) Orang Nasrani meyakini Yesus anak Allah. alwataniyin wadahriyin. Demikian pula agama berhala, penyembah berhala yang menyembah patung, menyembah matahari, menyembah api. Semua itu menyembah yang tidak berhak disembah. Ya, adapun kita hanya menyembah pencipta langit dan bumi saja yang telah ya mengutus para nabi dan rasul, menurunkan kitab-kitab suci, menegakkan hujah bahwasanya Dialah Allah pencipta langit dan bumi. Ya.
(55:25) Faedah yang kelima, anna usatal muwahidin la yukaduna finar. Hadis ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mentauhidkan Allah tapi suka berbuat maksiat ya mereka masuk neraka tapi tidak kekal di neraka. Pelaku maksiat dari orang-orang yang mentauhidkan Allah kalau masuk neraka tidak kekal di neraka, Ibu-ibu sekalian.
(55:57) Cuman masalahnya, Bu, bukan berarti kita meremehkan maksiat. Jangan. Sebagian orang ketika mendengar tentang keutamaan tauhid, ya. Wuh, orangnya mentauhidkan Allah kalau mati dijamin surga. Walaupun masuk neraka enggak bakalan kekal. Akhirnya apa coba, Bu? Malah semakin kencang maksiatnya. Bukannya tobat, malah semakin kencang.
(56:27) Ah, yang penting kan mati di atas tauhid. Paling masuk neraka seminggu. Wah, seminggu. Satu hari di neraka itu sama dengan 50.000 tahun. Tahu enggak? Iya. Kalau kita meremehkan maksiat, Bu, justru gara-gara meremehkan maksiat, khawatirnya kita diseret oleh Allah kepada syirik. Kata para ulama, almaasi dihlizul kufur.
(56:58) Maksiat itu corong menuju kekafiran. Ya, orang yang bergelimang dengan maksiat, maksiat, maksiat. Lama-lama apa coba, Bu? Lama-lama enggak enggak suka kepada orang yang mentauhidkan Allah, Bu. Lama-lama enggak suka kepada ketaatan. Benci dia enggak suka. ketidaksukaannya dia kepada ketaatan saja sudah cukup membatalkan amal dia.
(57:27) Allah berfirman, “Dalika biannahum karihu ma anzalallah faahbalahum.” Yang demikian itu dikarenakan mereka benci kepada apa yang Allah turunkan maka Allah batalkan amal-amal mereka itu. Banyak pelaku maksiat enggak suka sama orang yang berbuat ketaatan. Banyak pelaku maksiat melihat orang yang berbuat taat.
(57:54) Alah sok suci meledek wanita-wanita yang menutup aurat ya meledek orang-orang yang berusaha untuk ittiba sunah Rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Akibat apa? Yaitu akibat mereka sudah bergelimang dengan maksiat. Terbiasa dengan menyelisihi perintah Rasul sallallahu alaihi wasallam. Makanya Allah ya apa mengancam orang yang menyelisihi perintah Rasul itu Bu.
(58:25) Allah berfirman, “Falyahina yukfuna amri tusibahum fitnah yusibahumabun alim.” Hendaklah waspada orang-orang yang menyelisihi perintah rasul itu untuk ditimpa fitnah. Yang maksudnya fitnah di sini itu syirik atau kekufuran. alim atau ditimpa azab yang pedih. Ya, alim.
(58:58) Ternyata orang yang berbuat maksiat itu diberikan pilihan sama Allah dua. Kamu yang berbuat maksiat, yang menyelisihi perintah Rasul, silakan pilih dua. Antara kamu ditimpa fitnah, yaitu kesyirikan, atau ditimpa azab yang pedih. Dua-duanya pahit. Ya, berarti pilihan kita cuma satu, yaitu menaati Allah dan Rasul-Nya, Ibu.
(59:29) Karena itulah jalan keselamatan, Bu, di dunia dan akhirat. Iya. Ah, demikian, Ibu-ibu. Saya kira cukup dulu sampai di sini kajian kita. Kita buka tanya jawab. Mengapa orang musyrik Quraisy menolak tauhid uluhiyah? Mereka menolak tauhid uluhiyah, Bu, karena anggapan bahwa tauhid itu hanya rububiyah. Ya. Yang kedua, karena mereka beralasan dengan nenek moyang mereka.
(1:00:20) Nenek moyang mereka itu kan berbuat syirik dan mereka menyembah selain Allah. Makanya orang-orang musyrikin Quraisy berkata, “Inna wajadna abaana ala ummah wa inna alaarihim mutadun.” Kami mendapatkan nenek-nenek moyang kami di atas sebuah keyakinan dan kami lebih mengikuti keyakinan nenek moyang kami.
(1:00:47) Nah, ini dia sebabnya kenapa orang musyrikin Quraisy itu tidak mengikutin Allah dan Rasul-Nya. Lebih mengagungkan nenek moyang, lebih mengagungkan agama bapak-bapak mereka. Ya, padahal sebetulnya orang musyrikin Quraisy tahu mereka tuh sebetulnya salah. Mereka yakin sebetulnya Rasulullah itu di atas kebenaran seyakin-yakinnya.
(1:01:14) Cuma ya tadi ngeyel ya. Orang musyrikin Quraisy itu paham loh makna lailahaillallah. Makanya ketika mereka disuruh mengucapkan lailahaillallah apa kata orang musyrikin Quraisy Bu? Aja’alalta ilaha wahida. Inna hadza lasyaiun ujab. Apakah Muhammad hendak menjadikan sesembahan-sesembahan yang banyak itu jadi satu sesembahan saja? Ini aneh sekali kata mereka. Subhanallah.
(1:01:47) itu menunjukkan orang musyrikin itu paham makna lailahaillallah itu menjadikan Allah satu-satunya sesembahan yang disembah, yang diibadahi. Tapi mereka tidak mau. Wala haula wala quwwata illa billah. Ya itu begitulah, Bu. Ya, kalau orang tahu ilmunya tapi ngikutin hawa nafsu susah jadinya. sudah ngikutin hawa nafsu ya lebih mengagungkan nenek moyang pasti dia akan menolak ya apa yang Allah turunkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(1:02:25) Bagaimana caranya memahami kehendak Allah kauniah dengan kehendak Allah syariah? Mudah. Alhamdulillah. Kehendak Allah kauniah adalah kehendak yang tidak berhubungan dengan apa yang Allah cintai dan ridai. Kehendak ya Allah kauniah adalah kehendak yang tidak berhubungan dengan cinta dan rida. Tapi berhubungan dengan hikmah.
(1:03:02) Dengan apa? Dengan hikmah. Contoh, Allah berkehendak adanya iblis. Ya, kehendak Allah kauniah. Kenapa? Karena ada hikmah yang Allah inginkan. Apa itu hikmahnya? Menguji para para hamba-hambnya. Allah menghendaki adanya babi ya. Dan Allah haramkan. Kenapa Allah menghendaki adanya babi? Itu kau kehendak kauniah.
(1:03:42) Kenapa berhubungan dengan hikmah? Ada hikmah yang Allah inginkan dari penciptaan babi. Ya, Allah menciptakan berbagai macam tanaman, hewan-hewan, matahari, bulan, planet. Tak lepas dari hikmah. Ada tujuan yang Allah inginkan. Ya. Nah, ini namanya kehendak Allah yang bersifat kauniah. Adapun kehendak Allah syariah yaitu kehendak Allah yang ber yang berbentuk pensyariatan, undang-undang yang itu berhubungan dengan yang Allah cintai dan ridai.
(1:04:29) Ya Allah menyuruh kita salat karena Allah mencintai salat dan orang-orang yang salat. Allah menyuruh kita zakat, puasa, haji. Semua itu berbentuk apa? Syariat. Aturan untuk kehidupan manusia, untuk kemaslahatan mereka. Iya. Nah, kehendak Allah kauniah pasti terjadi. Sedangkan kehendak Allah syariah ya terkadang tidak terjadi.
(1:05:06) Contoh Allah berkehendak untuk ditaati secara kehendak syariah, tapi ternyata ada manusia yang yang tidak mau taat. itu kehendak yang bersifat syariah, diniah. Nah, ini ibu-ibu sekalian yang jelas Bu, kita itu diperintahkan oleh Allah untuk beramal dan memikirkan amal dan tidak diperintahkan untuk memikirkan takdir. Ya, kita tidak diperintahkan untuk memikirkan takdir, Bu. Kita hanya diperintahkan untuk mengimani takdir.
(1:05:49) Dan kita diperintahkan, disuruh oleh Allah untuk apa? Beramal saleh. Beramal. Beramal. Kata Rasulullah, beramal kalian. Faqulun muyassarun lima khuliqalah. Setiap kalian dimudahkan untuk apa? Allah ciptakan dia. Kalau Allah ciptakan dia untuk surga, Allah mudahkan ia menuju amalan surga. Sebaliknya kalau Allah ciptakan dia untuk neraka, Allah mudahkan ia menuju amalan penduduk neraka.
(1:06:24) Setiap kita intropeksi diri. Selama ini kita dimudahkannya ke mana? Kalau selama ini kok kita dimudahkan kepada maksiat, segera tobat, segera minta ampun kepada Allah Subhanahu wa taala. Ingat, manusia pun diberikan oleh Allah kemampuan. Ya. Apakah tanda atau ciri-ciri Allah mencintai benar meridai sebuah rumah tangga, Ustaz? Ciri rumah tangga yang diridai oleh Allah adalah dijadikan suami dan istri ini di atas ketaatan, di atas keimanan, saling membantu untuk menaati Allah subhanahu wa taala.
(1:07:13) Bu sebag disebutkan dalam hadis rahimullah ya istiqod minallail fasalla waaiqod ahlah faillam tastaiqit rasya fi wajhihal ma. Semoga Allah merahmati kata Rasulullah. Seorang suami yang bangun di waktu malam lalu ia salat tahajud lalu ia bangunkan istrinya buat salat. Ya, kalau istrinya tidak mau bangun dicipratkan ke wajahnya air.
(1:07:52) Warahimullah mroatan istiqadat minallail. Dan semoga Allah merahmati seorang istri, seorang wanita yang bangun malam. Fasat lalu ia salat malam ahlaha ahlaha lalu kemudian dia bangunkan suaminya mas bangun mas salat faillam yastaqit kalau suaminya enggak mau bangun rat fi wajihil ma dia cipratkan ke wajahnya air fasol ya jamian lalu kedua-duanya ikut salat masyaallah Ya, pernah enggak, Bu, tiba-tiba Ibu dibangunin sama suami mah salat mah tahajud atau salat witir? Terus ibu bilang gini, “Nanti aja, Pak.” Gampang.
(1:08:47) Tahu tuh ceprot aja di wajah air. Kira-kira ibu ngambek enggak sama suami? Iya. Atau suami kebalikan begitu. lagi tidur enak dipangin sama istrinya, “Mas, salat yuk.” Iya, salat witirlah. Kata suaminya, “Aduh, nantilah masih ngantuk.” Nah, tiba-tiba istrinya bawa air ceprot aja.
(1:09:25) Waduh, kira-kira ngambek enggak digituin? Kalau ngambek berarti dia tidak berterima kasih. Ya, tanda rumah tangga yang dicintai oleh Allah, suami dan istri itu saling membantu, saling bahu-membahu untuk menaati Allah. Makasih ya, Ma, sudah dibantu buat untuk buat salat. Masyaallah, dibantu. Saling membantu, Bu. suaminya mengingatkan istrinya, istrinya mengingatkan suaminya.
(1:10:01) Karena tujuannya rumah tangganya untuk apa? Biar bareng-bareng berjalan menuju surga Allah. Itu dia rumah tangga tanda yang rumah tangga yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Iya. Saya baru saja diceraikan oleh suami saya 2 hari yang lalu, Ustaz. Ini talak yang kedua dan kami masih tinggal bersama anak-anak kami, tapi sudah pisah kamar.
(1:10:34) Saya dengar kalau selama masa idah itu saya jangan keluar dari rumah. Apa saya tetap harus melayani kebutuhan makan dan minum mantan suami dan masih boleh terlihat aurat, Ustaz? Masih boleh. Karena wanita yang masih di masa idah itu statusnya masih istri. Wanita yang masih idah di masa idah itu statusnya masih istri ya.
(1:11:10) Maka dari itu, ibu berbuat baiklah sama suami ya. Kenapa suami sampai mentalak ibu? Jangan sampai pertanyaan ini malah pembenaran buat ibu nih yang ternyata ibunya maksiat sama suami, enggak mau dengar sama suami. Ya, insyaallah saya tidak ingin rujuk lagi dengan mantan suami. Rujuk itu bukan hak ibu. Rujuk itu hak suami.
(1:11:38) Kalau suami bilang, “Saya rujuk, mah udah rujuk selesai.” Walaupun ibu berkata enggak mau, tetap sah rujuknya. Karena talak dan rujuk itu dalam syariat Islam diserahkan kepada suami, bukan kepada istri. Ingat dulu ya. Nah, kita lihat masalahnya ya kita tidak tahu ini kenapa suaminya sampai mentalak istrinya. Ada permasalahan apa ini? Siapa yang salah? Kita enggak tahu.
(1:12:13) Kalau ternyata istrinya yang salah gara-gara istrinya nusyuz, maksiat sama suami, waduh dosa besar itu. Iya. Bagaimana jika orang yang berbuat syirik yang selalu minta bantuan kepada dukun yang bermodel ustaz atau kiai, jika diberi nasihat, dia selalu bilang, “Iya, syirik itu tidak boleh.” Tapi dia selalu bilang bahwa itu bentuk ikhtiar.
(1:12:42) Subhanallah. Apakah ikhtiar itu dengan sesuatu yang Allah haramkan? Kamu sudah tahu itu syirik, terus kamu bilang ini ikhtiar. Ikhtiar seperti apa? Ya, kamu cari rezeki, pengin dikasih rezeki tapi dengan cara yang Allah haramkan kepada kamu. Di mana adab kamu sama Allah? Pengin kasih rezeki tapi dengan cara maksiat kepada Allah.
(1:13:17) Ya, ini terkadang masyaallah ya akibat kebodohan, Pak, Bu. Dia kira bahwa itu sah-sah saja. Ini cuma cuma usaha kok, cuma ikhtiar. Loh, apakah usaha berarti menghalalkan segala cara? Apakah tujuan itu menghalalkan segala macam cara? Tidak bisa. Kalau tujuan menghalalkan segala cara, nanti orang korupsi karena tujuannya hubungan masjid.
(1:13:52) Aduh, apa ya gara-gara ya tujuannya mau bangun masjid korupsi jadi halal? Ya enggak bisa. Apakah gara-gara tujuannya untuk apa? Membantu fakir miskin tapi dengan cara merampok. Merampok jadi halal? Enggak bisa. Ingat ya, tujuan tidak menghalalkan segala cara. Bagaimana menghadapi suami yang rajin ke masjid, rajin kajian, rajin menuntut ilmu, rajin baca buku? Anak banyak tapi tidak tidak semangat nuntut.
(1:14:35) Tidak semangat, tapi tidak semangat nuntut anaknya belajar, tidak semangat simak hafalan anak, tidak semangat beberes rumah, tidak semangat kerjanya kurang, tidak pintar cari duit, terima takdir Allah saja, padahal anaknya banyak. Apakah istri berdosa jika jadi cerewet dan bermuka masam saat siang? hari tidak mendekati istrinya dengan kalimat-kalimat yang baik dan menenangkan, tapi mendekati saat malam hari saja.
(1:15:14) Ini lagi curcol nih, Bu. Alhamdulillah suaminya masih rajin ke masjid ya, rajin ke kajian, menuntut ilmu, rajin baca buku. Ya, adapun kekurangannya, Bu, pertama doakan, “Ya Allah, berikan kepada suami saya untuk mengamalkan ilmunya.” Iya. Jarang loh, Bu, punya suami kayak Ibu nih.
(1:15:48) Rajin ke masjid, rajin kajian, rajin menuntut ilmu, rajin baca buku. Hanya karena ada kekurangan-kekurangan, ibu jadi kesal sama dia. Gimana kalau ternyata ibu dikasih sama Allah suami yang enggak mau salat? Banyak perempuan-perempuan yang ngeluh suaminya enggak mau salat. Banyak perempuan-perempuan yang ngeluh suaminya melarang dia kajian.
(1:16:14) Banyak perempuan-perempuan yang mengeluh suaminya suka minum-minuman arak, berjudi, dan yang lainnya. Ternyata Allah masih diberikan kepada kamu suami yang taat. Cuma ada kekurangan saja ya. Enggak pintar cari duit ya. Maka tentu Ibu bersyukurlah. Lihat kepada yang lebih parah keadaannya dari Ibu.
(1:16:43) Jangan melihat kepada yang paling yang lebih enak keadaannya dari ibu. Kalau dia enggak pintar cari duit, ajari. Mas, kamu kan pemimpin rumah tangga. Kewajiban kamu mencari nafkah. Anak kita banyak, Mas. Ya, terkadang suami sudah cari duit, cuma masalahnya istrinya enggak qanaah. Itu yang jadi masalah. Terkadang ya suaminya sudah cari duit. Tapi istrinya pengin yang lebih.
(1:17:19) Pengin punya mobil, pengin punya kulkas yang gede, punya pengin punya motor, pengin punya ini dan itu. Akhirnya selah merasa kurang aja. Udah gitu gaulnya sama orang kaya. Wah khalas sudah. Iya. Akhirnya ngelihatnya kepada yang kepada yang lebih enak. ya selalu ingat melihat kepada yang lebih senang. Kalau ibu sudah seperti itu pemikirannya, Bu, dipastikan ibu tidak akan pernah bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa taala.
(1:18:03) Iya, makanya ada seorang ulama salaf berkata, saya lupa namanya. Dulu aku gaulnya sama orang kaya, tapi ketika aku bergaul sama orang kaya, kok aku galau terus ya? Aku ngelihat dia ternyata kendaraannya lebih mewah dari kendaraan saya. Dia ternyata minyak wanginya lebih mahal dari minyak wangi saya.
(1:18:37) Ya, akhirnya aku galau terus ketika aku bergaul dengan orang miskin, ternyata aku lebih tenang hatiku, kata dia. Nah, itu, Ibu. Jadi, ibu pandai-pandailah bersyukur kepada Allah. Dikasih suami yang saleh, alhamdulillah. Adapun kekurangan-kekurangan dia ya, coba kita berusaha untuk memberikan masukan-masukan yang bermanfaat ya. Nah, itu Bu.
(1:19:11) Karena memang Bu di antara cara setan untuk merusak rumah tangga itu apa, Bu? yaitu dijadikan seorang istri fokus memikirkan kekurangan suami dan suami pun fokus memikirkan kekurangan istri. Ketika kita fokus memikirkan kekurangan, kekurangan, kekurangan, lama-lama rasa cinta jadi redup, lama-lama sikap kita jadi jelek.
(1:19:46) Kenapa? Karena itu kita fokusnya mikirin kekurangan dia aja. Subhanallah. Ibu-ibu sekalian. Ketika Rasulullah melihat kebanyakan di neraka itu wanita, berarti kita berkupung di padang mahsyar itu itu para wanita yang Rasulullah lihat itu siapa ya, Ustaz? Bu, bagi Allah mudah untuk memperlihatkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentang api neraka ya dan penduduk-penduduknya.
(1:20:19) Mudah bagi Rasul, bagi Allah. Rasulullah aja diperlihatkan alal umum. Aku diperlihatkan umat-umat pada hari kiamat. Faroitu nabiyan wahu rahfun. Aku melihat ada nabi yang membawa ya beberapa kaum satu kaum wabian wahu rajulun warajulan. Aku lihat lagi ada nabi yang pengikutnya satu atau dua orang. Wabian waisa maahu ahad.
(1:20:50) Aku melihat juga nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali. Lihat Rasul diperlihatkan oleh Allah Bu. Mudah bagi Allah itu imani saja. Enggak usah dipikirin pakai otak. Gimana itu? Gimana itu? Ya, cukup imani bagi Allah. Mudah itu kita menceritakan pengalaman pribadi kepada seseorang untuk berbagi pengalaman supaya kita sama-sama menjadi lebih baik untuk mengikuti ajaran yang sesuai Al-Qur’an dan sunah dan untuk lebih meningkatkan ibadah dan keimanan kami. Fungsinya mengajak dalam kebaikan.
(1:21:38) Apakah ini termasuk ria menceritakan tentang pengalaman ya yang isinya banyak faedah-faedah yang bisa dipetik? Boleh enggak apa-apa. Dahulu Ka’ab bin Malik menceritakan tentang pengalamannya pernah beliau tidak ikut sebuah perang. Ya, itu ceritanya panjang sekali, Bu. Dan para ulama mengambil dari kisah tersebut banyak faedah-faedah.
(1:22:11) Jadi kalau kita menceritakan pengalaman pribadi kepada teman kita, tujuannya memang untuk memetik faedah ya. Selama itu tidak membongkar aib diri sendiri ya. Tidak ya. Maka boleh. Apakah termasuk ria? Kalau ri ya tergantung hati. Hati kita waktu itu berharap pujian apa enggak? Kalau enggak berharap pujian dari dia cuma sebatas tujuannya untuk mengambil hikmahnya, enggak apa-apa, enggak masalah. bukan riak seperti itu ya.
(1:22:59) Orang tua saya sudah sepuh dan sepertinya pikun. Selama hidupnya suka berobat ke dukun. Jika ada barang hilang perginya ke sana ke dukun. sudah kami sampaikan itu tidak boleh. Tapi sampai sekarang masih saja percaya sama dukun. Padahal beliau rajin salat dan ibadah sunah. Apakah tidak ada kemungkinan mendapatkan hidayah, Ustaz? Mengat beliau sudah pikum ya, Ustaz.
(1:23:33) Jangan pernah putus asa. Terus usahakan, ingatkan nih ya. Mudah-mudahan Allah berikan taubat kepada dia sehingga dia mau bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Terus ingatkan ya bacakan hadis-hadis tentang haramnya mendatangi dukun. Karena bisa jadi si ibu tadi meyakini itu bukan dukun tapi itu kiai ya yang punya karamah.
(1:24:08) Apakah orang yang meninggal mengucapkan la ilahaillallah wahdahu la syarikalah lahul mulk wahul hamdu wahua kulliin qodir akan dijamin surga ustaz kepanjangan ibu rasulah bersabda, “Man kana akhiru kalamihi la ilahaillallah dakhalal jannah.” Siapa yang akhir hayatnya ya kematiannya mengucapkan lailahaillallah maka dia pasti masuk surga.
(1:24:45) Jaminan ya. Siapapun yang ketika akhir hayatnya mengucapkan lailahaillallah dijamin masuk apa? Surga. Kalau ternyata dia banyak dosa barangkali dia dicuci dulu di neraka. Tapi tetap dia sudah mendapatkan jaminan masuk surga. Ya. Jadi ucapan lailahaillallah ikut menjualkan barang kepada pihak kepada orang. Sebkan kita sendiri sebagai penjual enggak tahu kondisi barangnya.
(1:25:33) Lah gimana antum jualkan barang enggak tahu keadaan barang. Maka kalau seperti ini harus ada namanya apa, Bu? Hak pilih, ya. antara membatalkan atau tidak. Kalau ternyata qadarullah barangnya tidak sesuai dengan apa ya ee kriteria. Kalau ternyata tidak sesuai dengan kriteria, si pembeli punya hak untuk membatalkan.
(1:26:06) Harus ada itu ya. Yang kedua, ibu menjualkan barang-barang milik orang itu sudah izin belum? Izin penjualnya. Kalau sudah izin, Ibu minta izin, Pak. Saya izin jualkan ya. Ya, silakan nanti saya kayak saya kamu saya kasih kamu ini ya. Nah, duit misalnya. Maka kalau ibu menjualkan barang dia dengan seizin dia, enggak masalah.
(1:26:45) Silakan. Ya, itu namanya Ibu sebagai wakil ya. Seperti ini boleh. Boleh. Jadi akadnya wakalah. Jika orang tua meninggal di atas kesyirikan, Ustaz, apakah amal jariah anak akan sampai ke orang tuanya? Tidak. Karena Allah tidak akan pernah mengampuni dosa syirik. Ya. Apakah seseorang sudah ditakdirkan oleh Allah bahwa dia akan masuk neraka atau surga? Iya.
(1:27:38) Tapi, tapi masalahnya tahu dari mana ibu sudah takdirkan ke surga atau ke neraka? Makanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Hai Rasulullah, kalau kita sudah tertentukan surga atau neraka, buat apa kita beramal?” Hai Rasulullah, kata Rasulullah, “I’malu faull muyarun lima khuliq.” Beramal kalian beramal.
(1:28:03) Ingat, Bu, kalau kita sungguh-sungguh mencari surga, Allah tidak mungkin menzalimi kita. Ya. Dan jangan pernah suudon kepada Allah. Jangan pernah suudon kepada Allah. Kewajiban kita beramal. Beramal bersungguh-sungguh mencari surga Allah. Ya. Dan Allah tidak akan mungkin menyia-nyiakan hamba-hambanya yang bersungguh sungguh. yakini itu apakah pelaku tasawuf yang gulu terhadap Rasulullah bisa mengeluarkan dari Islam kalau sudah sampai derajat mempertuhankan Rasul ya di mana ia beribadah kepada Rasul, berdoa kepada Rasul ya jelas itu syirkun akbar yang bisa mengeluarkan pelakunya dari Islam.
(1:28:57) Ya, tapi kalau tidak sampai kepada derajat syirik besar ya, maka yang seperti ini belum mengeluarkan pelakunya dari Islam. Ya. Nah, kita lihat apakah sikap gulunya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu sudah menjatuhkan dia kepada syirik besar, menjadikan Rasulullah sebagai sekutu bagi Allah. ya atau tidak.
(1:29:28) Nah, demikian ya. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat. Masyaallah hujan ya. Kita doa Allahumma sayiban nafia subhanak wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfirubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Illah nahmaduhuinuhuastagagfirak jazakallahu khair Yeah.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *