(3) [LIVE] Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. – Al Bayan Min Qashashil Quran – YouTube
Transcript:
(00:01) Walah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh amma ba’du. Ikhat Islamakumullah para pemisa dan pendengar RJA di mana pun Anda berada. Beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar Anda dan kelar kaca Anda kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah, Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Kad Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat.
(00:34) Roja TV Anda para pemirsa TV. Ah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(01:45) Inalhamdalillahi nahmaduhu wa nastainuhu wastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamati a’malina yahdihillahu fala mudillalahu wam yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutuna illa wa antum muslimun.
(02:16) Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqokum min nafsin wahidah walaq minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waquulu qulan sadida yuslih lakum a’malakum waagfir lakum am fa asdaq had kitabullah wir had muhammadin shallallallahu alaihi waa alihi wasallamarral umuri muhdasatuha fainna kulla muhdatin bidah wa kulla bidatin dolalah wa dolatin finar Ikhwah sekalian yang Allah muliakan.
(03:16) Sekali lagi dan terus ana ingatkan bahwa menuntut ilmu itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ketika seseorang diberikan taufik oleh Allah Subhanahu wa taala untuk belajar, untuk thabul ilmi, maka wajib bagi dia untuk bersyukur pada Allah. Karena tholabul ilmi merupakan jalan kepada kemuliaan dan jalan ke surga.
(03:52) Sebagaimana Rasul kita sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Man salaka thqi ilman sahallahu jannah.” Barang siapa yang berjalan di sebuah jalan dalam rangka menuntut ilmu, Allah mudahkan jalannya ke surga. Orang yang menuntut ilmu kemudian dia dapat ilmu, berarti Allah inginkan kebaikan. Sebagaimana sabda Rasul kita sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh al Imam albukhari dan muslim dari Muawiyah.
(04:27) Man yuridillahu bihi khairon yufakqihu fiddin. Barang siapa yang diingini baik oleh Allah, Allah jadikan dia paham tentang agamanya, tentang dinya. Jadi ada orang yang diinginkan kebaikan oleh Allah, kebaikan yang hakiki. Yakni orang orang orang itu Allah jadikan paham, ngerti tentang agama, ngerti tentang tauhid, ngerti tentang sunah, ngerti tentang ibadah yang sesuai dengan contoh dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. ngerti mana yang hak dan mana yang batil.
(05:08) Ilmu merupakan cahaya. Oleh karena itu, ikhwan yang Allah muliakan, kita bersyukur sama Allah, bersyukur kepada Allah apabila Allah kasih taufik kepada kita untuk bisa duduk di majelis ilmu, bisa baca Quran, baca hadis, baca kalam ulama yang dengan itu semua kita berharap Allah angkat derajat kita.
(05:39) Karena di dalam surat almujadil ayat 11, Allah menghabarkan demikian. Orang yang berilmu diangkat derajatnya oleh Allah. Yarfaillahulladina amanu minkum walladina utul ilma darajat. Kita tinggalkan kesia-siaan, kita tinggalkan semua hal yang bisa menjauhkan kita dari ilmu. Apalagi di zaman sekarang. Zaman sekarang ini banyak godaan. Banyak godaan yang godaan-godaan itu membuat orang jauh dari ilmu, membuat tholibul ilmi lalai.
(06:17) Oleh karena itu, kita harus waspada selalu kembali pada Allah, baca Quran, baca hadis-hadis Rasul kita sallallahu alaihi wasallam, duduk di majelis ilm dan bersabar. Ikhwah yang Allah muliakan, kita nuntut ilmu ini merupakan salah satu aktivitas yang mendatangkan manfaat ya.
(06:50) Pada pertemuan yang lalu, seseorang yang meninggalkan sesuatu yang manfaat, dia akan masuk kepada sesuatu yang kurang manfaat atau tidak bermanfaat. Kita baca perkataan Syekh Nasir Sa’di rahimahullahu taala ya di halaman 574 di mana beliau berkata walana minal awaidi alqariyati wal hikmatil ilahiyanfa waahul intifa bihi falamit bilqal bru ya di antara ketetapan ketetapan takdir dan hikmah ilahiah.
(07:32) Orang yang meninggalkan yang manfaat, tidak mau mengambil manfaat ya falam yantafi’. Maka dia diuji dengan menyibukkan dirinya bersibuk-sibuk dengan sesuatu yang memudaratkan. Ya, di sini disebutkan contohnya yang pertama, taraka ibadatahmanya biibadatilan. Orang yang tidak menyembah Allah, dia menyembah berhala.
(08:02) Orang yang tidak mau mentauhidkan Allah, orang yang tidak mau menyembah dan beribadah kepada Allah semata akan jatuh kepada kesyirikan. Kemudian yang kedua, waman taroka mahabbatallah wa khaufahu warjaahu ubtuliya bimahabbati ghairillah wa khaufihi warjaihi. Orang yang tidak mencintai Allah, tidak takut kepada Allah, tidak mengharapkan atau tidak rojak kepada Allah, dia akan takut, dia akan mencintai selain Allah.
(08:37) Takutnya kepada selain Allah, berharapnya kepada selain Allah Subhanahu wa taala. Kemudian contoh yang ketiga, waman lam yunfiq maahu fiatilla anfaqahu fiatian. Orang yang tidak menginfakkan hartanya dalam ketaatan kepada Allah, dia akan infakkan hartanya dalam ketaatan kepada setan.
(09:03) Berapa banyak orang yang diberi kekayaan, dia enggak paham bagaimana menggunakan hartanya. Orang yang tidak menginfakkan hartanya di jalan Allah, dia akan masukkan hartanya ke jalan setan. Wamanhiya bidulil abid. Ini contoh yang keempat ya. Orang yang tidak merendahkan diri kepada Allah, dia merendahkan diri kepada selain Allah, kepada hamba-hamba Allah yang lemah.
(09:41) Yang kelima, waman tarokal haqi bil batil. Orang yang meninggalkan kebenaran, dia akan mengambil kebatilan. Ini yang pernah kita bahas dan seingat saya sampai di paragraf 4 ya, keempat dari halaman 575. di halaman 575 beliau di paragraf terakhir menyebutkan tentang mafasid asi tentang kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh sihir.
(10:23) Di antara yang disebutkan oleh Allah di surah Al-Baqarah ayat 102 tentang kerusakan sihir, Allah Taala berfirman, “Fayata’allamuna minhuma ma yufarquuna bihi bainal mari waujih.” Manusia belajar sihir dari keduanya itu yang dengan sihir itu bisa memisah, menceraikan antara seseorang dengan pasangannya. menceraikan suami dengan istri, istri dengan suami.
(11:02) Ini kerusakan sihir. Dan sampai sekarang ada orang yang berusaha untuk merusak hubungan rumah tangga orang dengan banyak sebab. Dan sihir itu ada. Allah nyatakan di antara kerusakannya seperti ini. Allah Taala berfirman, “Fayata’allamuna minhuma ma yufarquuna bihi bainal mari wauji. Wama anna mahabbatazujaini la tuqos bimahabbati giriha.
(11:41) ” Padahal kecintaan pasangan suami istri itu tidak bisa dibandingkan, tidak bisa dikiaskan dengan kecintaan apapun. Kecintaan yang penuh dengan kesucian. Sihir itu bisa memecah dua pasangan. Allah Taala berfirman tentang ikatan pernikahan. bainakum mawaddatan warahmah.
(12:21) Allah jadikan di antara kalian cinta dan kasih sayang. Jadi cinta dan kasih sayang yang suci itu ada dalam apa? Pernikahan. Setan itu berusaha gimana caranya memisah suami istri. Oleh karena itu, ada hadis yang menerangkan ketika iblis mengirimkan bala tentaranya. Kemudian ada di antara mereka yang bisa menceraikan suami istri didekatkan sama iblis. Ah, ini nih baru nih anak buah yang hebat.
(13:01) Anak buahnya siapa? Iblis yang bisa memisah pasangan suami istri. Nah, di antara caranya dengan sihir. Sihir Allah nyatakan di sini seperti ini. Oleh karena itu, Syekh berkata, “Wafi dalilun ala anasro lahu hakikah wa innahu yaduru bidnillah.” Ya, kata beliau, wafi hadza dalam hal ini ada dalil bahwa sihir itu memang hakikat hakiki nyata itu sihir tu ada.
(13:35) Wa innahu yadurru biidnillah. Dan sihir itu bisa merusak, memudaratkan, tapi semuanya dengan izin dari Allah biidiznillah. Nah, cukup sampai baca sini. Kita langsung ke paragraf atau di halaman 576, Ikhwan di paragraf kedua. Kemudian beliau menyebutkan tentang ilmu sihir itu murni mudarat ya.
(14:13) Ilmu tentang sihir murni itu kemudaratan tidak ada manfaatnya sama sekali sihir ini. Makanya ulama berkata di siniakar anna ilmri madratun mahd. Ya. Kemudian disebutkan di sini bahwa ilmu sihir itu mahd itu murni. Murni mudarat tidak ada manfaatnya. Laisa fihi manfaatun la dininiyatun wala duniawiyah. Tidak ada manfaatnya dari sisi dunia.
(14:52) Dari sisi agama, dari sisi dunia tidak ada manfaatnya sama sekali. dari dua sisi. Dari sisi dunia enggak ada manfaatnya apalagi dari sisi agama. Kama yujadu ba’du al manafiid dunyawiyati fi ba’dil maasi. Sebagaimana halnya sebagian maksiat itu ada sebagian manfaatnya. Nah, bandingannya dengan sihir, sihir sama sekali enggak ada manfaatnya. Sebagian maksiat Allah sebutkan sebagiannya ada manfaatnya.
(15:28) Ketika Allah Subhanahu wa taala berbicara tentang khamar, minuman keras, Allah sebutkan itu di surah Albaqarah kan Allah Taala berfirman, “Qul fihima itmun kabir wa manafiu linnas.” Katakanlah di dalamnya, di dalam khamar dan judi ya, di dalam khamar itu ada apa? Ada dosa kabir. Dan Allah sebutkan ada manafi linas, ada manfaat untuk manusia.
(16:07) Allah masih menyebutkan ada manfaat berbeda dengan sihir. Enggak ada manfaat sama sekali. Allah tidak menyebutkan manfaatnya dunia dan dini agama. Qul fihimun kabir waafiu linnas. Mesti disebutkan manafya. Tapi Allah sebutkan wauhuma akbaru min naf’ihima. Itnya dosanya itu lebih besar dari manfaatnya. Tapi ada manfaatnya. Berbeda dengan sihir. Fahad sihr madratun mahd.
(16:46) Ya, kata Syekh Abu Islam, ia berkata bahwa sihir ini eh bukan Sy Abu Islam ini Syekh Nasir Sa’di, ya. Syekh Nasir Sa’di bilang sihir itu sama sekali enggak ada manfaatnya sama sekali. Makanya aneh kalau ada orang mau belajar ilmu sihir, ada anak muda belajar ilmu sihir, enggak ada manfaatnya sama sekali. Ya falais lahu dain aslan.
(17:15) Jadi enggak tidak ada yang mendorong untuk belajar ke situ. Fal manhiyatu kulluha imatun mahdaruha akbar minhairiha. Lihat larangan-larangan semuanya itu ada dua. Bisa jadi ada mudarat mudarat secara apa ya? Murni mudarat ya. A syarruha akbar min khairiha atau keburukannya lebih lebih besar daripada kebaikannya. Ya, jadi manhiat itu seperti itu.
(17:56) Nah, sihir itu keburukannya murni, semuanya buruk tanpa kecuali. Makanya wajib bagi kita untuk menghindari sihir dan masalah persihiran. Kama analmurat imma maslahatun mahdhairuha aksaru min syariha. Sebagaimana hal-hal yang diperintahkan makmurat itu juga ada dua jenis. Ada yang murni kebaikan, ada yang kebaikan dicampuri dengan keburukan, tetapi kebaikannya lebih banyak daripada keburukannya. Ini makmurat.
(18:38) Kemudian beliau berkata, “Walaqad alimu.” Dan sungguh mereka itu sudah tahu siapa mereka di sini? Aahud, orang-orang Yahudi. Lamanistarahu. Orang yang membelinya dengan bahasa membeli maksudnya apa? Rogiba fisih rbatal musari fisilah. Di orang yang senang kepada sihir seperti orang pembeli ingin membeli barang yang dia sukai.
(19:17) Allah nyatakan orang yang seperti ini yang belajar sihir senang sama sihir ma lahu fil akhirati min khalaq. Artinya tidak ada bagian bagi dia di akhirat kelak. Karena sihir ini kemudaratan mutlak. Bal hua mujibun lilati falam yakun fi’um iyahu jahlan wakinahum istahabbul hayatad dunya alal akhirah. Ya.
(19:51) Jadi sihir itu mendatangkan ukubah, mendatangkan sanksi siksaan dari Allah. tidak ada ee perbuatan mereka, maaf terhadap atau melakukan perbuatan mereka yang mana mereka itu melakukan sihir itu itu bukan karena kebodohan, akan tetapi mereka lebih suka kehidupan dunia daripada akhirat. Jadi kalimat eh walaqad alimu lamanarahu maahu akhirati min khalaq.
(20:25) Jadi orang yang belajar sihir, orang yang berbuat sihir ya itu tidak ada bagian di akhirat kelak. Ini ancaman yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala. Makanya janganlah kita dekat dengan sihir dan jangan suka sama sihir. Wis maar bihi anfusahum lau kanu y’malun. Amat buruk apa yang mereka beli untuk diri mereka. Lau kanu yammalun.
(20:57) Kalau mereka tahu maksudnya tahu itu kata Syekh Nasir Sa’di ilman yirul amala ma faaluhu. Jadi dengan pengetahuan dengan ee ya dengan pengetahuan yang bisa membuahkan amalan sehingga mereka tidak melakukan ee sihir. Lau kanu ya’malun. Kalau seandainya mereka tahu bahayanya sihir sehingga meninggalkan sihir, tapi mereka lebih suka dunia daripada apa? Akhirat.
(21:29) Ini menunjukkan tukang-tukang sihir yang melakukan sihir itu lebih suka dunia daripada akhirat. Ya. Tapi manusia ketika iman masuk ke hati, iman masuk ke hati itu lebih mengutamakan akhirat daripada dunia. Dan itu yang terjadi ketika di masa Nabi Musa Alaih Salam. Tukang sihir yang banyak itu yang belajar dari kecil. Sihir itu sudah mendarah daging sama mereka.
(21:59) Ya, ketika Nabi Musa ditantang oleh Firaun untuk menghadapi tukang-tukang sihirnya yang jumlahnya ribuan di lapangan terbuka di waktu dhha. Di satu sisi Nabi Musa sama Nabi Harun kemudian berhadapan dengan ribuan tukang sihir yang bukan tukang sihir kerocok, tukang sihir sudah top. Ya, makanya ketika mereka lemparkan tongkat-tongkat dan kayu itu, itu membuat manusia takut.
(22:32) Fastarhabuhum wajau bisihirrin adzim. membuat manusia yang hadir itu takut dan mereka mendatangkan sihir yang sangat besar. Kemudian Allah perintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkat. Dilempar sama Nabi Musa Alaih Salam dan semua di lahap tidak ada yang tersisa. Ketika Allah berbicara tentang sihir mereka, tongkat-tongkat dan tali-tali yang dilempar di lapangan itu, di lapangan terbuka itu, Allah bilang bahwa mereka itu tidak bisa mengubah tongkat menjadi ular. Tidak. Tapi Allah sebutkan bongkar di surah Thaha itu
(23:16) dengan kalimat yukhayyal. yukyal yukhayalu yukyalu ilaihi minrihim anaha dikhayalkan kalau bahasa kitanya sih tongkat-tongkat itu berubah jadi ular berbeda ketika Nabi Musa melemparkan tongkat ketika Allah berkata, “Whatka biyaminika ya Musa.
(23:45) ” Apa yang di tangan kananmu wahai Musa? Musa bilang, qa hiya as atawak alaiha. Ya Allah ini tongkatku. Aku bertele bersandarkan dengan tongkatku ini. Wahyu bihaami wali fiha maaribu ukh. Dan dengan tongkatku ini fungsinya aku pukul dedaunan. Jatuh dedaunan itu dimakan sama gonamku, kambing-kambingku. Dan saya punya keperluan yang lain dengan tongkatku ini. Allah bilang, “Qala alqiha ya Musa.
(24:14) ” Lemparkan tongkatmu wahai Musa. Faalqaha. Dilempar sama Musa. Faidza hiya hayyatun tasa’a. Faidza hiya. Hiya itu kembali ke tongkat. Faidza hiya hayyatun. Hiya. Tongkat itu menjadi ular. Hayya yang hidup tasa’a bukan khayalan nyata. Jadi ketika berbicara tentang mukjizat nyata bukan khayalan tapi sihir apa? Khayalan tukang sihir ketika awal datang itu ke Firaun bila mereka bilang ke Firaun, “Apakah kita dapat upah kalau kita menang?” Ya.
(25:01) Apakah kami dapat upah kalau kami menang? Kata Firaun ya dapat upah datang ketika mau perang mereka mengharapkan apa? Dunia sihir mengharapkan dunia tapi ketika mukjizat Nabi Musa betul-betul terlihat oleh mereka dan iman masuk. Subhanallah. Baru menyadari iman mereka tanpa ragu, tanpa nunggu perintah dari Firaun, tanpa menoleh ke Firaun langsung sujud kepada Allah dan berkata, “Qolu amanna birabbi Haruna wa Musa.” Kami beriman kepada Rabbnya Harun dan Musa.
(25:44) Sujud langsung sujud semua itu ribuan tukang sihir itu. Subhanallah. Awalnya datang minta upah, minta dunia. Tapi ketika iman sudah masuk di hati, diancam mati pun mereka siap. Ya kan? Firaun langsung mengancam mereka dengan apa? Membunuh mereka. Disalib dan mereka siap disalib, akhi sama Firaun. Mati.
(26:19) Lihat iman ketika sudah masuk di hati yaf’alul aajib. Jadi membuat orang jadi aneh ya. Awalnya ingin dunia ketika sudah ngerti tentang Allah, tentang hakikat akhirat, tentang iman, mati pun sanggup. Dunia enggak ada apa-apanya. Makanya jangan aneh ketika ada orang belajar agama, belajar din, iman masuk, dia yakin sama Allah Subhanahu wa taala, dia takut sama ancaman Allah, dia harapkan surga.
(26:59) Ketika itu dia berubah, semuanya berubah, pandangannya berubah dan dalam mencari rezeki pun dia lihat mana yang halal, mana yang haram. Orang aneh kok di tempat yang basah dia tinggalkan ya. Padahal sudah berada di puncaknya, gajinya banyak misalkan, tapi dia tinggalkan dengan mudahnya karena dia mengharap rida Allah Subhanahu wa taala. Itu enggak aneh.
(27:30) Bagi orang yang belum paham tentang din kok aneh. Bisa ya orang nyari-nyari, nunggu-nunggu, rebutan untuk jadi seperti dia. Oh, dia ditinggalkan. Karena dia misalkan kerjanya dalam urusan riba misalkan, dia tinggalkan. Enggak peduli. Sebagian orang aneh. Tapi kalau sudah iman sudah masuk di hati, subhanallah ajib.
(27:54) Nah, tunggal sihir itu seperti itu, ya. Tungan sihir itu begitu, Akhi. Ya, kalau masih dalam sihirnya enggak tobat, Allah kasih tahu mereka suka dunia. Kita lanjutkan. Waqid ba’ubuhat allati alaiha. Nah, beliau di sini di halaman 577 ini ee mengatakan datang di sini sebagian syubuhat. Syubuhat. Syubuhat jamak dari sub syubhat ya.
(28:36) Jadi ada syubhat-syubhat yang kata beliau, “Kami pandang untuk kami jawab.” Kami jawab syubhat ini. Nah, penting ini syubhatnya dijawab. Dengan ini kita tahu akan syubhat yang jelek ini yang ini sering kita dengar subhat ini ya. Dan dengan kita baca keterangan Syekh, kita tahu akan lemahnya syubhat ini dan bisa jawab. Dan kita semakin yakin kebenaran Al-Qur’an, kebenaran wahyu, kebenaran ajaran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(29:17) Kita lihat syubhatnya. Asyubhatul ula. Syubhat yang pertama. Rubba qailin yaakul. Itu bukan rbu ya, tapi rubba. domahnya di atas ro rubba qilin yaakul berapa banyak orang yang berkata fama takulu fasma bail kahati walin haituahum rubama akbar bai fakun akbaru bihi nah ini penting nih syubhat ini ya berapa banyak orang yang berkata begini perkataannya apa yang kamu katakan Apa jawabanmu? Maksudnya ya, apa jawabanmu tentang apa yang kita sering dengar.
(30:07) Kita dengar apa? Kita mendengar sebagian dukun wa peramal arrofin di mana mereka kadang memberikan informasi kepada kita tentang sesuatu bisyai. Dan ternyata persis seperti yang mereka informasikan, seperti yang mereka kabarkan. Jadi mereka ngasih informasi nih. Kemudian ternyata kenyataannya seperti itu. Woh ini membuat fitnah manusia ya.
(30:47) Tidak. Sehingga manusia percaya sama dukun, percaya sama peramal. Gimana jawabannya? Ini syubhat besar. Ini syubhat enggak ringan ini, Akhi. Peramal itu kadang lihat tangan antum, lihat tangan, “Wh, ini begini begini.” Oh, nanti begini, nanti begitu. I tidak itu peramal tuh. Hati-hati tuh. Al jawab. Jawabannya an Aisyata radhiallahu anha.
(31:23) Lihat jawabnya dengan hadis. Syekh menjawab dengan hadis. Kita lihat kita punya Quran dan sunah. Ya kan? Maka semua hal kita kembalikan kepada Quran dan sunah. Dari Aisyah radhiallahu anha qalat ia berkata, “Saala unasun Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam anil quhan.” Lihat manusia pernah bertanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentang dukun. Al-kuhan jamak dari kahin.
(32:03) Kahin itu mufrad isim tunggal. Jamaknya kuhan. Jadi manusia nanya ke Rasul tentang hakikat para dukun. D U K U N dukun. Faqala lahum Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menjawab, “Laisu bisyai.” Kata Rasul, “Enggak ada apa-apanya.” Lihat Rasul bilang, “Laisu bisyai.
(32:35) ” Kalau ada dukun, kita ingat kalimat rasul ini, akhi. Kalau ada dukun laisu bisyai tidak ada apa-apanya dia. Laisu bisyai. Apa artinya tadi? Kalau bahasa Betawi enggak ada ap-apnya. Ada sering dengar Ustaz Yazid rahimahullah ngomong begitu. Enggak ada apek-apnya ya. Enggak ada apa-apanya. Laisu bisyai. Q.
(33:11) Kemudian mereka berkata, “Ya Rasulullah, wahai Rasulullah, fainnahum yuhaddituna ahyanan bisyaii yakunu haqqa.” Wahai Rasulullah, kadang mereka mengkhabarkan tentang sesuatu dan itu nyata terjadi benar ya. Ternyata sudah ada di zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kata para sahabat Rasulullah, mereka kadang menghabarkan sesuatu, menginforasikan sesuatu dan itu kenyataan ada.
(33:48) Kita lihat jawaban Rasul sallallahu alaihi wasallam. Faqala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Tilkal kalimatu minal haqqi yakhtifuhal jinnyu.” Itu adalah kalimat yang hak yang dicuri oleh jin. Ini kata siapa? Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kalimat hak. Kalimat hak datangnya dari siapa? Allah. dicuri sama jin.
(34:21) Nah, jin itu suka nyuri pendengaran ke langit. Ya, tidak, Ikhwan? Itu jin dan bisa terbang jin ke atas. Tapi ketika turun Nabi ee ketika Nabi Muhammad diutus, ada bola-bola api yang hantam mereka. Faqquruha fi uzuni waliyihi qor dajajah. Ya, setelah mencuri kalimat yang hak itu, jin itu mengulang-ulang kata-kata kata-kata tersebut, kalimat yang hak itu.
(34:57) Ya, yukruha mengulang-ulangnya dia sampaikan di telinga kekasih-Nya. Kekasihnya ee dukun ya disampaikan di telinga kekasihnya. Q dajajah dengan cepat seperti suara ayam yang pendek dan cepat ya. Faklituna fiha aksar min miatibah atau kadbaah. Kemudian mereka campur adukkan dengan 100 kedustaan. Dibumbui dengan 100 kedustaan.
(35:39) Ya, ada kalimat hak tapi dibumbui dengan 100 kedustaan. Ini yang disebutkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam. Makanya jangan tertipu dengan dukun ya. Q al Khattabi whairuhu alkhattabi dan yang lainnya berkata maknahu anal jinni yakulim walihil kahinasin. Jadi maknanya jin itu membisikkan kalimat ke kekasihnya.
(36:11) Kekasih jin itu siapa? Jin yang jahat ya dukun. Jadi ternyata ulama dari dulu sudah bilang dukun itu kekasihnya jin jahat. Ya tidak fatasmaatin. Kemudian didengar sama setan-syetan ya. Kamaan dajaja bihin dajajatu bhaibatihaatajwab. Sebagaimana satu ayam itu bicara ngumumkan perkataannya kepada kawan-kawannya dari ayam-ayam yang lain sehingga saling menjawab.
(36:57) Itu ini yang disebut oleh Alkhattabi. Fal jinnu tastarius sama. Jin itu mencuri-curi pendengaran di langit. Wallahu subhanahu wa taala. Dan Allah subhanahu wa taala qod hafidama minit marid telah menjaga langit dari semua setan yang durhaka. Setan jahat. Marit itu jahat.
(37:28) Allah berfirman tentang hal ini di surat almulk ayat 5. Walaqad zayyanasamaad dunya bimasobiha. Dan sesungguhnya kami telah hiasi langit dunia dengan masobih. Tahu masobih? Ya, dengan bintang-bintang. Waja’alnaha rujuman lisyayatin. Dan kami jadikan dia sebagai pelempar, alat pelempar untuk setan-syetan. Jadi, jin itu dulu sebelum Al-Qur’an diturunkan bebas dia ke sana kemari di langit.
(38:05) untuk mencuri berita langit. Ketika turun Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, Allah ee siapkan alat pelempar itu buat mereka. Dikejar sama ee alat pelempar dan itu disebutkan di surat Jin ya, ada surat khusus namanya surat apa? Surah Jin ya. Dan Allah menjelaskan tentang hakikat jin di surat ini.
(38:34) Di antaranya ini kalau kita ingin tahu tentang jin ya baca surah Aljin. Kita tahu hakikat jin. Dan jin itu ada. Ya, ini syubhat yang pertama ikhwan ya. Jadi surat yang pertama ini seperti ini. Jadi jin itu mencuri berita langit kemudian dia bawa kemudian dibisikkan ke telinga dukun tapi dicampur dengan 100 kedustaan sama jin ini.
(39:05) Jadi jangan aneh kalau ada dukun yang ngasih tahu antum tentang sesuatu itu benar sesuatu itu terjadi. Tapi ketika itu dukun, antum tidak tidak boleh percaya sama dia. Ya. Asyubhatsaniah. Syubhat yang kedua ini. Syubhat yang kedua gak kalah ngerinya ini ya. Syubhat yang kedua. Waqad yaakulu akar. Kadang ada yang berkata abihi umi.
(39:46) Apa yang kamu katakan tentang dukun yang apabila ada orang yang masuk menemuinya, dia langsung nyebut namanya, “Kamu namanya fulan.” Langsung tahu namanya, “Kamu namanya Fulan, bapak kamu namanya Fulan.” Eh, fulan, ibumu namanya Fulanah. Langsung tahu. Bahkan enggak enggak jarang yang nyebutkan tanggal lahirmu ini, ya.
(40:13) Kemudian kamu lahir di sini dan seterusnya. Ketika yang datang itu dikasih tahu gitu, “Wih, hebat nih.” Ya, tidak. Ini ujian. Tapi kalau bagi orang yang ngerti Quran, sunah, Akhi, semakin yakin sama Allah. Semakin tahu bahwa dia sesat, menyimpang. Semakin begitu semakin kita yakin sama Allah Subhanahu wa taala dan yakin bahwa dukun itu sesat.
(40:42) Lihat. WQusu alaihi maana min amri qoblaiahu. Lihat dia bisa menceritakan perkara dia sebelum dia datang. Kita tahu ilman bianna hadal kahin la y’fual insan minqobl. Ya, antum sebelumnya harus tahu kata dia dukun ini itu sebelumnya enggak tahu orang ini enggak kenal juga.
(41:14) Walam yajtami bihi qobil marroti alal itq. Dan secara mutlak belum pernah bertemu berkumpul dengan orang ini. Tapi ajib dukun ini bisa tahu namanya, tahu nama ayahnya, tahu nama ibunya dan urusannya tahu. Oh, hebat nih. Ya, tidak ada enggak yang begini, Akhi? Dengar-dengar ada ya. Dengar-dengar aja, Akhi. Ada. Ada yang benar, ada yang banyolan juga. Ada yang banyolan akhi.
(41:48) Nam lihat jawabannya. Karena ada banyolan ana punya cerita khusus masalah ini ya di daerah ana punya tempat tinggal dulu ya. Dia orang terkenal gitu ya enggak punya apa-apa padahal. Kemudian ee suatu saat ngobrol sama ana dan dia didatangin sama beberapa pembesar. Kadang kalau ada calon jadi ini, jadi itu datang juga ke dia. Hm.
(42:19) Padahal dia enggak ada apa-apanya. Padahal sebelum datang ke rumahnya dia bilang, “Saya urus, saya utus-utusan dulu. Saya kasih beberapa benda.” Dilempar di rumahnya. Terus ketika saya diundang datang, saya bilang, “Tuh, di situ ada anu, di situ ada anu.” Woh, yang punya rumah semakin yakin, “Woh, ini nih manjur nih, gitu ya.” Itu ada yang seperti itu.
(42:41) Ini namanya banyolan, akhi ya. Ada yang modelnya seperti ini. Nah, ini model lain nih. Jadi, orang masuk gak tahu namanya fulan, fulan, dan seterusnya. Lihat jawabannya gini. Sebentar. Isya jam berapa, Akhi? Ya. Berapa? 9 ya. 4 menit lagi ya. Jawabannya wahidin minna maahu qorinun minal jin. Lihat akhi.
(43:14) Setiap kita, setiap kita ada qarinnya dari bangsa jin. Waqarinun minal malaikah. Dan qarin dari malaikat. Kalau qarin dari jin ini jahat. Membisikan yang jahat. Kalau qarin dari malaikat memberisikan yang baik-baik. Dan siun bermuamalah sama jin. Ya kan lihat ketika seseorang dari kalangan manusia bergerak ke dukun ini, si qarinnya dahului.
(43:59) Qarinnya datang duluan ya. Nah, itu maksudnya qarin yang dari bangsa jin ini sebelum dia datang ke dukun, dia ketemu sama jin yang dukun ini bermuamalah sama jin ini. Ya, jadi jin sama jin. Jin dari Qarin ngasih tahu tentang hakikat dirinya, hakikat manusia itu. Kan tahu si qarin kan? Dan Allah kasih kabar lewat lisan Rasul, kita semua punya apa? Qarin gitu.
(44:47) Makanya jangan aneh kata ada sebagian masyaikh bilang dan ada salah satu ustaz ketika ngobrol sama ana, salah satu di antara antum kalau mau nikah kawin lagi nih jangan aneh. Istri antum kadang tahu dikasih tahu sama qarin mau bergerak apa loh ketawa itu. Itu kata sebagian masya akhi itu sahih ini ya. Nah qarinnya datang ke jin ngasih tahu ya.
(45:22) Fatakuna hadhi ziarah fitnatan lihadalladzi ata. Maka ziarah ini menjadi fitnah bagi yang datang. Kok tahu ya itu kok tahu nama saya? Tahu nama ibu saya? Tahu nama bapak saya? Tahu tentang urusan saya. Padahal yang ngasih tahu siapa? Qarin. Ngasih tahu dulu. Nginformasikan ke jinnya, ke khadamnya. Kalau bahasa sekarang apa? Khadam ya.
(45:55) Fayminu bihi wausodu. Sehingga si si miskin ini kasihan ya orang yang ini yang enggak ngerti apa-apa ini sehingga percaya sama dukun dan membenarkan ucapan dukun. Ya wun min anw istimtail insi bil jinni wal jinnu bil ins. Ini salah satu jenis dari jenis istimta. Istimta manusia dengan jin dan jin dengan manusia. Kaidahnya gini.
(46:27) Al jinnu la yakumul insa illa id khamal insu al jin. Karena si jin itu tidak akan berkhidmah kepada manusia. melainkan jika manusia itu berkhidmah kepada jin. Ya, insyaallah setelah azan nanti kita bahas masalah ini. Ini penting sekali. Jadi, jin sama manusia yang saling berkhidmah itu disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an di surah Al-An’am nanti kita baca ayat 128. Nah, ini rahasianya di sini.
(47:04) Wallahuam bisawab wasall nabibina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wabarak wasallam. Ikhwat al Islam untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahuakbar. Ashadu alla ilahaillallah. Ashadu alla ilahaillallah. Ashadu anna muhammadar rasulullah.
(48:21) Ashadu anna muhammadar rasulullah. Hayya alas shah. Hayya alas shah. Hayya alal falah. Hayya alal falah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Lailahaillallah. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wanamanwalah wala haula wala quwwata
(49:45) illa billahi amma ba’d. Seperti yang ana katakan ini masalah sangat penting sekali ikhwan yang Allah muliakan tentang masalah hubungan antara jin dan manusia. Dari sini kita tahu kalau ada orang bilang, “Saya punya jin, saya punya khadam.” bisa dipastikan dia pun khadamnya jin ya. Dia pembantunya jin. Dia berkhidmah kepada jin.
(50:15) Karena tadi kaidahnya e aljin la yakdumul ins illa idza khadamal insu al jin. Perhatikan tuh. Jin tidak melakukan khidmah kepada manusia, melainkan jika si manusia melakukan khidmah kepada jin. Ini perlu diperhatikan. Mana dalilnya? Surah Al-An’am 1 28. Diingat-ingat. Allah Taala berfirman, “Wauma yahsyuruhum jamia.
(50:55) ” Pada hari dia mengumpulkan semuanya, Allah kumpulkan manusia dan jin. Kemudian dikatakan, “Ya masyaral jinni qodakartum minal insi.” Wahai golongan jin, kamu seringki menyesatkan manusia. Waqala auliyauhum minal insi. Dan berkatalah kawan-kawannya dari golongan manusia.
(51:33) Disebutkan di sini auliyanya, kawan-kawannya, kekasihnya dari golongan manusia. Rbanastamtaa ba’duna bi’in wagna ajaladzi ajalta lana. Wahai Rabb kami, kata mereka, kami telah saling mendapatkan kesenangan. Dan kami telah sampai pada waktu yang telah Engkau tentukan buat kami. Allah Subhanahu wa taala membongkar hal ini untuk kita semua di surah Al-An’am 128. Jadi ini salah satu bentuk istimta.
(52:16) Jin ngasih kesenangan pada manusia. manusia ngasih kesenangan kepada jin. Jadi saling berkhidmah sehingga jin itu mau berkhidmah kepada manusia. Enggak cuma-cuma di sini, Akhi. Enggak ada yang cuma-cuma. Jin yang kafir, yang munafik, yang sesat, yang menyimpang itu melakukan hal ini kepada manusia dan manusianya senang karena ada timbal balik.
(52:51) Dan ini salah salah satu bentuk istim istimta. Makanya jangan sekali-kali antum mengkhayal atau pengin punya anak buah dari jin. Khadam jin. Antum yang khadamnya jin ya? Tidak. Nah, Nabi kalau mau bisa tuh. Nabi megang jin, Akhi. Sampai tangannya Rasul basah. Kata Rasul, “Kalau tidak ingat doanya, akhi saudara saudaraku Nabi Sulaiman diant di itu diikat itu jin itu.” Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(53:27) Tapi Nabi lepaskan ya karena ini kekhususan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman di surah Sad ayat 35 doanya apa? Eh 35 apa 36? 3 l rbigfirli wahabli mulka la yambag liahadin min ba’di innaka antal wahab. Ini doanya Nabi Sulaiman. Wahai Rabbku, ampunilah aku.
(54:05) Anugerahkanlah kepadaku sebuah kerajaan yang tidak layak Kau berikan kepada orang setelahku. Kerajaan besar. Di antaranya Allah tundukkan para jin kepada Nabi Sulaiman. Ya, sudah khusus itu punya Nabi Sulaiman. Terus ada orang Islam, umat Nabi Muhammad pengin nandingi Nabi Sulaiman gitu dengan bilang, “Saya punya khadam. Terus gaya-gayaan ente kalau macam-macam SMS saya, saya kirim 1000 khadam saya gitu.
(54:40) 1000 jin saya. Yang begini jangan percaya, akhi. Ini namanya ngibul, bohong. Ya, kita baca Quran. Nah, kita lanjutkan ya. Jadi itu dan Allah di akhir ayat surah Al-An’am ayat 128 Allah bilang apa? Qanaru matwakum. Itu kata Allah. Allah berfirman, “Anar.” Neraka adalah tempat tinggal kalian terakhir. Kholidina fiha. Kekal selamanya di dalamnya. Ini kata Allah.
(55:17) Illa masyaallah inna rabbaka hakimun alim. Kemudian kata Syekh, “Fahdzar ya akhi tadtar bihaula saharati walhan.” Hati-hati wahai saudaraku, jangan sekali-kali tertipu dengan para dukun itu. Jangan sekali-kali tertipu dengan tukang-tukang sihir dan para dukun. Wa iyaka wa iyahum. Hati-hati dari mereka. Wattaqillaha fi maika wtihi iyahum.
(55:49) Bertakwalah kepada Allah tentang hartamu. Jangan sekali-kali kasih duit kepada mereka. Wa kunta qq waamta bin maahum. Kalau sudah terjadi kamu ikut terlibat bersama mereka, fatub ilallah. Bertobatlah kepada Allah wasari inabati ilaihi dan segera kembali kepada Allah. Minqorib segera qobla fawatil awal sebelum luput.
(56:24) Jadi segera bertobat sama Allah. Kalau sudah ikut-ikutan ini faedah yang kedua. Jadi syubhatnya sudah terbantahkan kan ya. Jadi kalau ada orang datang ke antum bilang itu dukun tahu nama saya, dukun tahu nama bapak saya, bapak ibu saya tahu kakek saya malah gitu ya. Dan yang saya kerjakan tahu. Kita jawab apa dengan jawaban ini? Ada qarin yang ngasih tahu.
(56:55) Faedah terakhir, faedah yang ketiga diambil dari firman Allah Taala surat Sab ayat 14. Alaihil mauta maahum al mauti illaul ardulu minatah. Ketika kami telah tentukan kematian pada Nabi Ismail eh Nabi Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka tentang kematiannya, melainkan rayap yang memakan tongkatnya. Jadi rayap itu memakan tongkatnya Nabi Sulaiman.
(57:30) Kemudian lama tongkat itu ee putus dan Nabi Sulaiman jatuh tersungkur. Baru jin tahu kalau Nabi Sulaiman sudah lama mati. Ya, dari sini jin tahu yang gaib tidak? Tidak tahu yang gaib. Ya, faedah yang ketiga, anadal anbiya la tabla wal ard. Ya, bahwa jasad nabi itu utuh. Jasad para nabi itu utuh, tidak dimakan tanah, tidak rusak.
(58:02) Nabi Sulaiman itu masyaallah sudah meninggal lama, masih utuh. Itulah para nabi dan rasul. Sulaiman mata wahua qimutunamar. Nabi Sulaiman mati atau meninggal. Dia berdiri di atas tongkatnya minzaman dan lama itu meninggalnya. Walam yatagayar tidak berubah tidak busuk.
(58:33) Waasuluna sallallahu alaihi wasallam yaakul dan rasul kita sallallahu alaihi wasallam bersabda innallaha azza waall sesungguhnya Allah azza waalla q har alal ardi ajadal anbiya alaihimusalam rasul ngasih tahu ke kita, Allah telah haramkan tanah bumi memakan jasadnya para nabi. Utuh masyaallah jasadnya para nabi dan rasul alaihialatu wasalam. Makanya ada percobaan untuk ngambil jasadnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. tapi enggak berhasil.
(59:02) Nah, Tib ada beberapa pertanyaan nanti insyaallah kita lanjutkan ya pada pertemuan berikutnya. Ini tinggal faedah-faedah saja. Nah, ada pertanyaan. Bismillahirrahmanirrahim. Afwan. Ustaz, izin bertanya. Apakah bacaan dalam salat sunah rawatib membaca doa iftitah, kemudian surah al-Fatihah, kemudian surat pendek, atau cukup surah al-Fatihah saja? Lalu saat rukuk dan sujud bacaannya cukup satu kali atau tiga kali.
(1:00:06) Dikarenakan apabila saat memperhatikan orang lain ketika salat sunah rawatib terlihat sangat cepat sekali. Mohon penjelasannya syukran jazakallah khairan. Iya. untuk masalah salat ee bacaan doa iftitah di sini ya itu dibaca dibaca ketika salat wajib dan salat sunah tidak ada bedanya tapi harus tahu kita dalam salat itu, akhi ada rukun, ada wajib, ada yang sunah. Rukun ada berapa itu harus tahu, harus kita belajar ya.
(1:00:42) Ulama sebutkan ada yang nyebutkan 14, yang wajib ada yang nyebutkan del8 itu harus tahu tuh karena terkait dengan banyak hal. Karena kalau kita tidak melakukan yang rukun, salat kita enggak sah. Sama sekali enggak sah. Dan tidak bisa diganti dengan sujud sahwi walaupun lupa. Beda dengan wajib. Wajib kalau lupa bisa diganti dengan sujud sahwi. Yang ditanyakan doa iftitah.
(1:01:04) Doa iftitah ulama masukkannya dalam masalah sunah. Sehingga kalau sunah itu sebenarnya boleh untuk tidak dibaca atau tidak dilakukan dan tidak membatalkan salat. Tetapi jangan sampai kita mengatakan karena ini sunah kita tinggalkan. Tidak. Tetap kita baca doa istiftah, kita baca ya. Dan bacaan rukuk dan sujud subha rabbiyal adzim subha rabbiyal a’la wajibnya sekali. Dua dan itu sunahnya.
(1:01:38) Wajibnya sekali. Dua dan tiga itu sunahnya. Sehingga ketika seseorang di antara kita memenuhi ini, salatnya sah. Salatnya sah. Cepat atau lambatnya mungkin dia mengurangi bacaan itu. Yang biasanya rukuknya tiga dia baca satu. Ya, ada di antara kita karena mepet misalkan rukunnya mestinya subha rabbiyal adzim. Subha rabbiyal adzim.
(1:02:04) Subha rabbiyalzim. Dia baca subhabbiyala adzim Allah samiallahu liman hamidah. Cuma sekali sah tidak sah. Tapi kalau misalkan enggak baca sama sekali dengan sengaja atau dengan sengaja enggak sah. Kalau misalkan lupa bisa diganti dengan sujud sahwi karena dia wajib. Nah, ini ya.
(1:02:31) Jadi saran ana antum belajar apa rukun salat, apa wajib-wajib salat, apa sunah-sunah salat. Ini sangat penting sekali ya. Sangat penting sekali. Ustaz Afwan pakai pensil tidak bawa pulpen ya. Besok bawa pulpen ya. Jadi enggak apa-apa yang penting ada senjata. Thalibul ilm itu senjatanya pulpen, pensil, buku. Ya, Ustaz, jika ada saudara yang sudah kena guna-guna sihir atau bagaimana menghilangkannya? Ada saudara yang mau menikah tapi kata saudara dari ibu kalau anaknya diguna-guna karena si akhwatnya nurut banget dengan laki-lakinya.
(1:03:15) Padahal si laki-laki sudah sering selingkuh bagaimana ee bagaimana Ustaz solusinya. Kalau antum yakin dia kena guna-guna atau sihir dirukiah. Dirukiah dibacai surah al-Fatihah. Baca surah Al-Baqarah. Ya, mudah-mudahan Allah selamatkan dari guna-guna dan sihirnya. Berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Insyaallah yakin bahwa ayat Allah Subhanahu wa taala dan rukiah itu bisa menyembuhkan dari itu semua.
(1:03:49) Tapi dengan yakin jangan saya coba ya, jangan. Kalau misalkan ada yang kena guna-guna, kena sihir atau kesurupan kemudian antum bilang, “Ah, saya mau coba nih.” Kata ulama, “Ujarib, ya udah deh, enggak usah. Enggak usah.” Karena apa? Ragu. Jala mau rukyah, bismillah. Rukyah, akhi. Jangan ragu. Jangan ragu-ragu ya.
(1:04:25) Tadi ustaz salah ucap QS ayat 102. Ustaz bilang ya’malun. Oh iya ya’lamun ya bukan ya’malun. Betul. Jazakallah khairan. Jadi ini bagus nih. Jadi lau kanu ya’lamun bukan lau kanu ya’malun. Ya, ini ee sekaligus meralat yang salah. Inilah pentingnya belajar dan ngaji. Di samping kita thabul ilmi ya. Di samping kita thabul ilmiah atau sebagian ustaz itu penting. Karena apa? Kalau kita salah ditegur.
(1:05:03) Tapi kalau kita ngajar ya di depannya enggak ada thalibul ilmi, kawan kita enggak ada thalibul ilmi, kita salah enggak ada yang negur. Bablas saja salah ya. Ah, itu ini jazakallah khairan akhi. Dan itu yang kita lakukan juga sama masyaikh, sama guru-guru kita sering ada ke apa keceletot kan. Nah, kita kasih tahu saya kadang ngomong kurang pas. Nah, itu dan ini balasannya.
(1:05:37) Nah, Ustaz, yang dimaksud dukun itu seperti apa? Jika dukun yang dimaksud masih salat, bagaimana kita menghukuminya? Apakah masih muslim? Ini pembahasannya panjang ya. Saya minta maaf enggak saya bahas. Ee dukun itu suka ngibul, akhi. Kalau antum tahu itu dukun, walaupun dia salat ini bahaya ya.
(1:06:03) Tapi tidak kita bahas karena pembahasannya harus ee memiliki waktu cukup. Mudah-mudahan manfaat ikhwan yang Allah muliakan. Kita akhiri subhanakallahumma wabihamdika asadua ilahailla anta astagfir wasalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Roja TV. Demikianlah ikhwat al Islam. Aakumullah para pemisa dan pendengar RJA di mana pun Anda berada.
(1:06:43) kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancarluaskan dari Masjid Albarkah, Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi. Mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Wasalamualaikum. Yeah.
Leave a Reply