Menetapkan Al – Qur’an Kalamullah (Firman Allah) – Ustadz Abdullah Taslim, Lc., M.A.

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

  • illallahu wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuq wala tamutunna illa wa antum muslimun ya ayyuhanakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah Wathalladziasal bihial arham inallahaanaikumqib yauhalladina amanutaqulaha wauluan yuslih lakumakumfirakumunubakum Allah shli wasallim wabarik ala nabina
  • Muhammadin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumiddin. Amma ba’du. Alhamdulillah Bapak-bapak, Ibu-ibu, Ikhwan dan Akhwat fiddin hafidakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat taufik kebaikan yang diberikannya kepada kita. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa taala yang mudahkan kita untuk kembali bertemu, berkumpul di majelis ilmu yang mulia di malam hari ini di Masjid Nurul Iman yang mubarak ini.
  • di lanjutan kajian kita membahas kitab yang sangat yang kitab yang sangat bermanfaat yang memuat prinsip-prinsip dasar akidah ahlusunah wal jamaah yaitu kitab Al-Aqidatul Wasitiyah buah karya dari Syaikhul Islam Abul Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala. Ya, barakallahu fikum. Saat ini kita masih melanjutkan pembahasan di ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang maha tinggi, yang maha agung, yang maha mulia.
  • [mendengus] Yang mana pembahasan ini merupakan pembahasan tentang [berdehem] ilmu yang paling agung, yang paling mulia dalam Islam secara mutlak. yang karena yang dikaji dalam pembahasan ini adalah tentang Allah zat yang maha mulia, yang maha agung, maha sempurna. Dan nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala adalah bukan makhluk.
  • Karena nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala ada pada zatnya yang maha mulia. Sehingga dengan membahas tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala dengan pemahaman yang benar, inilah cara kita mengenal Allah Subhanahu wa taala. Yang kita tahu dengan kita mengenal Allah Subhanahu wa taala, kita akan mencintainya dengan benar.
  • Kita akan selalu berharap kepadanya, kita akan takut, tunduk kepadanya, bertawakal, rida, dan semua kebaikan-kebaikan lainnya yang merupakan ibadah-ibadah hati yang agung yang bahkan itu merupakan inti dari ibadah, ketaatan dan penghambaan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Sudah berkali-kali kita ulangi makna firman Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur’an di surah Fatir.
  • Azubillahiminasyaitanirrajim. Innama yaksyallaha min ibadihil ulama. hanyalah yang takut kepada Allah di antara hamba-hambnya hanyalah orang-orang yang berilmu. Kata Imam Ibnu Katsir rahimahullah taala dalam tafsirnya ketika menafsirkan ayat ini, a alulamaul arifuna bihi. Maksudnya berilmu di sini adalah berilmu yang mengetahui, yang mengenal Allah Subhanahu wa taala.
  • yang mengenal nama-namanya yang maha indah, sifat-sifatnya yang maha tinggi. Kata beliau selanjutnya kata Ibnu Katsir rahimahullah taala, liannahu kamaatilfatu billahi atamma wal ilmu bihi akmalaatil khyatu lahu wa akar. Hal ini dikarenakan semakin bertambah, semakin pengetahuan seorang hamba, semakin pengenalan seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa taala semakin kuat, semakin bertambah, dan ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah semakin dipahaminya, maka otomatis akan menjadikan rasa takutnya, ketakwaannya kepada Allah
  • Subhanahu wa taala semakin besar dan semakin Min kuat pula. Jemaah sekalian hafidakumullah. Pelajaran tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat tentang sifat-sifat Allah yang sudah pernah kita sebutkan menurut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala juga bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah ini adalah mayoritas isi Al-Qur’an.
  • Karena Allah Subhanahu wa taala memang menjadikan mengenal kemahaungannya, kemaha besarannya adalah perkara yang paling dibutuhkan untuk menyempurnakan keimanan manusia untuk menguatkan ketakwaan di hati manusia kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, kita ingat kembali pernyataan Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu taala.
  • Akmalunasi ubudiyatan alaabidillahi bijamil asma alaiha alar. Orang yang paling sempurna penghambaan dirinya kepada Allah, yang paling sempurna dalam menunaikan ibadah kepada Allah adalah yang beribadah kepada Allah dengan memahami kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang bisa dipahami oleh pemahaman manusia.
  • Oleh karena itu, Jemaah sekalian hafidakumullah, saat ini kita sedang dalam kebaikan besar, dalam ibadah yang besar. Karena kita membahas kitab al-Aqidatul Wasitiyah, tujuannya kita membahas prinsip-prinsip dasar akidah, landasan utama keimanan. Dan ini adalah sarananya, yaitu menuntut ilmu.
  • Mengkaji kitab-kitab para ulama ahlusunah wal jamaah yang selalu membuat penjelasan bagaimana akidah ahlusunah wal jamaah didukung dengan dalil-dalil. Ya, kita bahas pembahasan dalam kitab ini kan selalu yang dibawakan ayat-ayat Al-Qur’an berturut-turut beberapa ayat dibawakan untuk menetapkan sifat Allah Subhanahu wa taala.
  • Nanti lagi akan ada di bawakan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Karena akidah Islam yang benar tentu mestinya paling banyak dijelaskan, paling diberikan perhatian besar untuk banyak disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
  • Contoh seperti masalah yang berhubungan dengan memahami nama-nama Allah Subhanahu wa taala dengan benar. Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Walillahil asmaul husna fad’uhu biha.” Dan Allah Subhanahu wa taala memiliki nama-nama yang maha indah. Maka berdoalah kamu kepada Allah, beribadahlah kamu kepada Allah dengan memahami nama-namanya.
  • Wulladzina yulhiduna fi asmaihi sayujzauna mau yammalun. Dan tinggalkanlah orang-orang yang yulhidun, menyeleweng, menyimpang dalam memahami nama-nama Allah, sungguh mereka akan mendapatkan balasan azab yang pedih karena apa yang mereka lakukan itu. Ini jelas. Al-Qur’an memberikan penjelasan tentang masalah ini dengan sangat gamblang.
  • [berdehem] Makanya ketika kita mengkaji kitab-kitab seperti ini, sungguh demi Allah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala karena kita dimudahkan memahami akidah yang sangat agung ini. Sebab yang menguatkan, menyempurnakan keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa taala ini [mendengus] ya.
  • Bagaimana mungkin kita akan bisa mencintai Allah, tunduk kepada Allah dengan ketundukan yang sebenarnya kalau kita tidak mengenal keindahannya dengan benar. Apalagi orang-orang yang selalu menyelewengkan makna nama-nama dan sifat-sifat Allah. Bahkan ada yang menolaknya, tidak menerima apa yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis yang sahih.
  • Ada juga yang berani atau lancang menyelewengkan maknanya. mentakwilkannya. Bagaimana orang ini akan selamat keyakinannya? Bagaimana akan benar ibadah dan amal ketaatan yang dilakukannya? Padahal sudah pernah kita sebutkan. Iya kan? Ibadah itu adalah intinya alhubbul kamil maadzullit tam. Kecintaan yang utuh, kecintaan yang sempurna dan ketundukan diri yang utuh kepada Allah.
  • Kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala tentang makna ibadah. Ibaratun amma yajmaal hubbi waalliillah. Sesuatu yang menghimpun kesempurnaan cinta dan kesempurnaan sikap tunduk kepada Allah. Nah, bagaimana orang yang tidak mengenal Allah atau salah dalam memahami ya perkara yang berhubungan dengan mengenal Allah ini nama-namanya yang maha indah, sifat-sifatnya yang maha tinggi, keliru dalam memahami hal ini, bagaimana akan tumbuh dengan benar kecintaannya kepada Allah, ketundukannya kepada Allah, pengharapan dan rasa
  • takutnya kepada Allah. Jadi, hanya orang yang memahami dengan benar permasalahan ini, inilah yang akan bisa membenarkan keimanannya. akan bisa meluruskan ibadahnya, [mendengus] akan bisa menumbuhkan ikhlas di hatinya, khusyuk dalam salatnya, dalam ibadahnya, akan bisa menjadikan jiwanya tenang ketika menghadapkan diri kepada Allah.
  • Kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala yang juga sudah berapa kali kita nukilkan. Man arfallaha biasmaihi wasifatihi wa af’alihi ahabbahu la mahalata. Barang siapa yang mengenal Allah dengan nama-namanya yang maha indah, sifat-sifatnya yang maha tinggi, dan perbuatan perbuatannya yang maha terpuji, pasti dia akan mencintai Allah.
  • Fitrah manusia akan mencintai keindahan. Apalagi ini yang maha indah, apalagi ini yang maha agung, maha besar, maha sempurna, pasti hatinya akan mencintai Allah. Dan bahkan menjadikan kecintaan kepada Allah pastinya melebihi dari kecintaan kepada apapun yang ada di dunia ini. Maka dengan sebab inilah iman akan hidup.
  • Karena cinta kepada Allah Subhanahu wa taala seperti yang dinyatakan oleh Syekh Abdurrahman Assa’di rahimahullahu taala, kedudukannya dalam Islam, cinta kepada Allah itu adalah ruhul iman waqiqatut tauhid wa ainut taabbud wa asasut taqarub. Cukup empat ini saja sudah mewakili semua kebaikan dalam agama. Apa kedudukan cinta kepada Allah dalam Islam? Dia adalah roh keimanan, nyawa iman.
  • Akhirnya artinya iman tidak akan hidup tanpanya. Cinta kepada Allah yang benar. Dia adalah hakikat tauhid. Ainut taabbud, inti penghambaan diri kepada Allah. Wa asasut taqarub dan landasan utama pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa taala. Maka tidak akan benar ibadah dan penghambaan diri seorang hamba kepada Allah tidak akan bernilai zikir-zikir yang diucapkannya ataupun bacaan Al-Qur’an yang dibacanya, doa-doanya kepada Allah kalau dia salah dalam mengenal Rabbnya.
  • [mendengus] Ya, bahkan tidak akan mungkin dia akan terbimbing untuk semangat dalam beribadah kalau dia salah dalam mengenal Allah Subhanahu wa taala. tidak mensikapi dengan benar makna nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang maha tinggi. Lihatlah ketika Allah Subhanahu wa taala berfirman di dalam Al-Qur’an, “Mensifati orang-orang yang lalai dari mengenal Allah, mengingat Allah, yang berpaling dari mengenal Allah Subhanahu wa taala yang benar.
  • ” Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Wala takunuina nasullaha faansahum anfusahum ulaika humul fasquun.” Dan janganlah kamu berbuat seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, maka Allah jadikan dia lupa kepada dirinya sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Yakni orang lupa kepada dirinya, dia tidak akan mengetahui kemaslahatan untuk dirinya.
  • Dia tidak akan semangat beribadah bahkan melalaikan ibadah. Dia akan lupa kepada tujuannya. Akhirat nanti dia akan lalai dengan dunianya sehingga dilalaikan, disibukkan. Semua keburukan-keburukan ini adalah akibat dari berpaling dari mengenal Allah Subhanahu wa taala. berpaling dari pemahaman yang benar dalam mengenal nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang maha tinggi lagi maha mulia.
  • Di ayat yang lain di surat Alkahf Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Wal man agfalna qolbahuikrina wataba hawahu wana amruhu fur dan janganlah kamu mengikuti orang-orang yang kami jadikan hatinya lalai. dari mengingat kami, mengingat Allah, serta dia memperturutkan hawa nafsunya sehingga menjadikan keadaan dan urusannya semua melampai batas semuanya rusak.
  • Inilah hamba yang berpaling dari mengenal Allah Subhanahu wa taala dengan pengenalan yang sebenarnya. Tib. Barakallahu fikum. Jemaah sekalian hafidakumullah. di pertemuan kita yang terakhir di bulan yang lalu. Pembahasan kita di kitab al-Akqidatul Wasitiyah ini sampai pada pembahasan isbat sifatil kalami lillah.
  • menetapkan sifat al-kalam berfirman bagi Allah subhanahu wa taala. [mendengus] [berdehem] Allah berfirman ya dengan suara yang didengar dengan [berdehem] disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an ya. Misalnya ketika Allah subhanahu wa taala berfirman, “Wakallamallahu Musa taklima.” Dan Allah Subhanahu wa taala berfirman kepada Nabi Musa dengan sebenarnya.
  • Bahkan disebutkan di dalam beberapa dalil ya Allah Subhanahu wa taala yunadi memanggil. Kemudian ada juga yunaji. Kalau memanggil itu dari jauh, kalau munajat dari dekat. Yakni semua makna yang menunjukkan bahwasanya Allah Subhanahu wa taala berfirman kepada hamba-Nya yang tentu kita yakini sebagaimana sifat-sifat yang lain.
  • Sifat-sifat ini adalah sifat yang maha tinggi sesuai dengan kemaha besaran dan kemahaungan Allah. Tidak mungkin sama dengan apa yang ada pada makhluk. Ini kaidah secara umum. Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Laisa kamitlihiun wahu samiul bashir.” Tidak ada satuun yang serupa dengan Allah Subhanahu wa taala. Maka dan dialah yang maha mendengar lagi maha melihat.
  • Dan di sini tentu saja dengan kita mengimani, meyakini Al-Qur’an itu adalah firman Allah dan firman Allah ini adalah sifat Allah. Sifat yang ada pada zat Allah berarti dia bukan makhluk. Ya. Sehingga kita meyakini bahwa tentu membaca Al-Qur’an adalah amal saleh yang paling tinggi kedudukannya dalam Islam.
  • Dibandingkan amal-amal lisan lainnya misalnya seperti memuji Allah, berzikir atau berdoa. Memang ini juga besar keutamaannya, tapi tidak akan melebihi keutamaan membaca Al-Qur’an. Ya, demikian pula ayat Al-Qur’an kedudukannya tentu tidak sama dengan ucapan-ucapan yang lain. Contoh seperti misalnya Al-Qur’an, hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
  • Hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam kan diucapkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam sendiri. [berdehem] Ya, adalah sabda-sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sendiri. meskipun maknanya dari Allah Subhanahu wa taala. Beda dengan Al-Qur’an lafaz maknanya dari Allah Subhanahu wa taala. Sehingga Al-Qur’an kita membaca lafaznya itu adalah ibadah.
  • Apalagi kita pahami kandungan maknanya lebih utama lagi. [berdehem] Ya, beda dengan yang lainnya. Seperti hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, sekedar membaca lafaznya tidak bisa kita jadikan sebagai ibadah. misalnya tidak bisa kita baca di dalam Al-Qur’an setelah Al-Fatihah misalnya kita baca hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam kita jadikan seperti Al-Qur’an jelas tidak bisa.
  • Karena kalamullah adalah firman Allah Subhanahu wa taala lafaz dan maknanya. Sehingga sudah pernah kita jelaskan juga ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwa dia menjaga kemurnian Al-Qur’an. Inna nahnu nazalnadzikra wa inna lahu lahfidun. Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an ini dan kamilah yang akan menjaganya.
  • Ingat yang dijaga di sini lafaz dan maknanya. Karena Al-Qur’an adalah lafaz dan makna. Sehingga sebaik-baik orang yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang merenungkan kandungan maknanya. Dan ini merupakan sebaik-baik petunjuk untuk ya semakin banyak kita baca dan kita pahami kandungan Al-Qur’an semakin menguatkan keimanan di hati kita, menumbuhkan kebaikan-kebaikan dalam hati kita.
  • Yang ini tentu lebih baik daripada sekedar membaca tapi tidak merenungkan merenungkan isinya. Al kulihal inilah firman Allah ya yang merupakan sifat kesempurnaan Allah Subhanahu wa taala. Nah, sekarang pembahasan kita selanjutnya adalah menetapkan isbatul Quran kalamullah. Isbatu annal qurana kalamullah. Menetapkan bahwa Al-Qur’an itu adalah firman Allah.
  • Dan ini disebutkan secara tegas di dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Keyakinan akidah ahlusunah wal jamaah. Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan bukan makhluk. Firman Allah dan bukan makhluk diturunkan dari sisi Allah Subhanahu wa taala yang maha tinggi. [berdehem] Ya. Dan kita tahu orang-orang yang menentang pemahaman yang benar ini dari kalangan orang-orang Muktazilah dan yang lainnya yang mereka mengatakan Al-Qur’an itu adalah makhluk [berdehem] sampai terjadi perdebatan, fitnah yang besar, ujian di zaman para ulama ahlusunah wal jamaah ketika mereka
  • membela mempertahankan akidah Islam yang benar. Ini contoh yang kita selalu dengar kisahnya adalah kisah yang masyhur dari Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala. Bagaimana Allah subhanahu wa taala meneguhkan keimanan beliau ketika terjadinya fitnah ini, yaitu khalifah yang ada saat itu menguji dan menyuruh, memaksa para ulama untuk mengakui akidah yang menyimpang ini yang mengatakan Al-Qur’an adalah makhluk.
  • Bahkan yakni memaksa para ulama ahlusunah wal jamaah untuk mengatakan ucapan tersebut. Ya, termasuk yang teguh dengan pendiriannya sampai mendapatkan yakni penyiksaan di penjara dan seterusnya adalah Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala yang dengan sebab ini Allah Subhanahu wa taala jadikan akidah ini akidah yang kokoh di kalangan kaum muslimin karena beliau tidak mau mengikuti ya paksaan dari penguasa saat itu.
  • Ya, tentu saja penguasa di sini terpengaruh dengan seorang tokoh Muktazilah Ibnu Abi Duad. Nah, ya yang kemudian yakni mempengaruhinya dengan syubhat, kerancuan sehingga meyakini akidah yang sesat ini. Intinya ketika itu para ulama sampai mengatakan ya dengan sebab keteguhan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala, para ulama mengatakan, “Innallaha nasaral Islam bi Abi Bakrin Siddiq yauma riddah yaumar riddah wabi Ahmad ibni Hambal yaumal mihnah.
  • ” Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala menolong Islam ini, menjaga agama Islam ini dengan keberadaan sahabat Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu, khalifah yang mulia yang beliau bersikap tegas di hari ketika banyak kabilah-kabilah Arab yang murtad sepeninggal setelah wafatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena ketegasan Abu Bakar Assiddiq, fitnah ini ya dengan izin Allah bisa dipadamkan.
  • Kemudian dengan keberadaan Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu taala ketika di hari zaman Khalifah Makmun yang menguji dan memaksa para ulama untuk mengucapkan akidah yang menyimpang dari akidah ahlusunah wal jamaah ini. [mendengus] Ya. Dan ini merupakan ya satu hal yang menunjukkan kepada kita bahwa akidah Islam yang benar itu akan selalu dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala.
  • Nah, saat ini kita akan lihat ayat-ayat Al-Qur’an yang menegaskan tentang Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan benar-benar berasal dari sisi Allah Subhanahu wa taala, bukan makhluk. Ya. Dan apa arti Al-Qur’an? Ya, Al-Qur’an adalah apa yang dibaca oleh imam ketika salat, ya, waktu membaca Al-Fatihah dan surat. Ya.
  • Kemudian apa yang kita yang dihafal oleh penghafal Al-Qur’an di dalam dada mereka, apa yang ditulis di dalam mushaf ya tentu tidak perlu lagi kita pertanyakan. Misalnya kalau begitu bagaimana suara yang mengucapkannya atau kertas yang menulisnya? Ya jelas yang namanya kertas atau suara manusia ya pastinya makhluk. Tapi yang dibaca itu adalah Al-Qur’an.
  • Dan seperti itulah yang dinyatakan di dalam dalil-dalil yang sahih ya, yang terdapat di dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam. [mendengus] Tib. Ada berapa ayat yang dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala dalam pembahasan ini.
  • Yang pertama yaitu firman Allah di surah at-Taubah ayat yang keenam. Allah Subhanahu wa taala berfirman azubillahiminasyaitanirrajim wain ahadum minal musyrikinastajaroka faajirhu hatta yasmaa kalamallah [mendengus] Terjemahan ayat ini At-Taubah ayat ke-6 ya. [berdehem] Dan jika salah seorang dari orang-orang musyrik itu jika salah seorang dari kaum musyrikin itu istajaroka meminta perlindungan kepadamu wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
  • meminta perlindungan yakni tinggal bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian dijaga keselamatannya. Faajirhu. Maka berikanlah perlindungan kepadanya. Jadikan dia tinggal bersamamu sehingga dia bisa mendengarkan kalamullah. Sehingga dia bisa mendengarkan firman Allah. yakni mendengarkan Al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, oleh Nabi Muhammad alaihi salatu wasalam yang dibaca oleh kaum muslimin.
  • Ketika dia ditinggal misalnya di tempat yang di situ dekat dengan masjid, dia akan dengarkan bacaan Al-Qur’an, mendengarkan penjelasan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang sering menyampaikan ayat-ayat Al-Qur’an. Jelas sekali di sini maksudnya sehingga dia bisa mendengarkan firman Allah. Berarti Al-Qur’an adalah firman Allah.
  • Karena tidak mungkin orang musyrik ini langsung Allah Subhanahu wa taala berbicara dengannya kan. Ya tentu adalah ya Allah hanya berikan kepada hamba-hamba yang dipilihnya dari kalangan para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam. [berdehem] Ya. Maka ayat ini jelas sekali menyebutkan [berdehem] bahwa ketika terjadi di masa Nabi sallallahu alaihi wasallam ada seorang musyrik yang datang meminta untuk tinggal bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian meminta perlindungan maka Allah perintahkan untuk terima.
  • Jadikan dia tinggal dekat masjid supaya dia bisa mendengarkan firman Allah Subhanahu wa taala. Karena tentu orang musyrik paham ya di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam orang musyrik Arab paham bahasa Arab. Dan Al-Qur’an adalah tentu sebaik-baik nasihat yang akan membuka hati orang-orang yang Allah kehendaki baginya kebaikan.
  • Ya, di sini juga menggambarkan atau menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an ini itu pengaruhnya ketika didengarkan oleh orang-orang yang memang sungguh-sungguh dalam mencari kebenaran itu sangat luar biasa. Akan menjadi sebab, sebaik-baik sebab yang akan membuka hatinya untuk menerima kebaikan Islam.
  • [berdehem] Ini yang selalu kita tekankan tekankan ya, bahwa kita jangan bosan-bosan untuk mendengarkan nasihat yang dalam nasihat itu nukilkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan sungguh nasihat itu tidak akan terasa nilai manfaatnya kalau tidak ada nukilan dalil dari Al-Qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
  • Kita lebih percaya dan lebih yakin dengan pengaruh kebaikan. Ketika ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan, hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dibacakan daripada sekedar ucapan manusia biasa. Ya, terbukti dengan ayat ini Allah perintahkan ya orang musyrik ini diterima supaya dia bisa mendengarkan firman-firman Allah yang dengan sebab itu dia dapat hidayah masuk Islam.
  • Dan terbukti seperti itu. Bahkan beberapa di antara sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang masuk Islam ketika dia mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dibaca yang kemudian dia meyakini keindahan ayat-ayat Al-Qur’an ini. Ya, bahkan bukan dari kalangan manusia, dari kalangan jin seperti yang disebutkan dalam surah Aljin.
  • Ketika mereka mendengarkan Al-Qur’an, memberikan petunjuk yang lurus, mereka kemudian [berdehem] mengatakan, “Inna samal qurana ajaba. Sesungguhnya kami mendengarkan Al-Qur’an yang sangat mengagumkan. Ya, maksudnya ini pelajaran bagi kita semua ya. Kalau kita ingin nasihati orang, jangan ragu untuk menyebutkan Al-Qur’an.
  • Karena ini adalah sebaik-baik nasihat. Ini justru lebih baik daripada ucapan kita sendiri. Ya. Tayib. Jadi Allah Subhanahu wa taala menegaskan di dalam ayat ini bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah. Sebagaimana akidah ahlusunah wal jamaah, Al-Qur’an kalamullah munazzalun minillah giru makhluk. Al-Qur’an itu adalah firman Allah diturunkan dari sisi Allah Subhanahu wa taala dan bukanlah makhluk.
  • Ya. Ya. Tentu saja seperti kita katakan tadi, orang-orang Muktazilah yang menyimpang dari akidah ahlusunah wal jamaah, mereka mengatakan Al-Qur’an itu makhluk bukan kalamullah. [berdehem] Ya, mereka berdalil yang tentu saja dengan syubhat. Seperti dengan firman Allah Subhanahu wa taala di surah Az-Zumar ayat ke-62.
  • Allahuqulai wahua ala kulliyain wakil. Ya Allah adalah pencipta segala sesuatu. Dan dia ala kulliin wakil. Maha menjaga, maha melindungi segala sesuatu. Dia mereka mengatakan Al-Qur’an termasuk asyai. Sementara Allah mengatakan di sini Allah pencipta segala asyya, segala sesuatu.
  • Jadi Al-Qur’an termasuk sesuatu kata mereka. Berarti Allah menciptakan. Karena Allah mengatakan di sini pencipta dia adalah pencipta segala sesuatu. Maka tentu saja kita jawab. Pertama, Al-Qur’an itu [berdehem] dari sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala jelas bukan makhluk. [mendengus] Di antara bukti bahwasanya kalamullah bukan makhluk kan kita diperbolehkan di dalam Islam bahkan diajarkan di dalam sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimatnya yang maha sempurna.
  • Seandainya kalamullah atau kalimat-kalimat Allah itu makhluk, berarti ini syirik. Karena tidak boleh berlindung dengan selain Allah Subhanahu wa taala. Seperti doa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim. Ya, doa yang diajarkan ketika seseorang itu nazala manzilan singgah di satu tempat ya atau mungkin singga di tempat menginap tertentu.
  • Kata sebagian dari para ulama termasuk misalnya orang menempati rumah baru dia [berdehem] membaca zikir. Auzubikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq. [mendengus] Auzubikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna. [mendengus] Ya, dari kejahatan semua makhluknya.
  • Berlindung kepada selain Allah syirik hukumnya. Tidak mungkin Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita kepada kesyirikan. Karena di sini kita berlindung dengan makhluk. Ini menunjukkan bahwasanya kalamullah, kalimat-kalimat Allah bukan bukan makhluk. Makanya kita bisa berlindung dengannya. Seperti [berdehem] Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika mengucapkan dalam doanya, audubiri min sakatika.
  • Ya Allah, aku berlindung dengan keridaanmu dari kemurkaanmu. [mendengus] Keridaan Allah bukan makhluk karena termasuk sifat-sifat Allah. Berarti diperbolehkan yang seperti ini. Nah, jadi Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan kalamullah itu adalah ada pada zat Allah dan dia bukanlah makhluk. [mendengus] Kemudian [berdehem] ya firman Allah Subhanahu wa taala di ayat tadi, Allahu khaliquai.
  • Allah menciptakan segala sesuatu [berdehem] ya tidak berarti semua yang ada dikatakan makhluk. Contohnya Al-Qur’an firman Allah bukan makhluk. Sebagaimana yang diterangkan oleh para ulama ya, ayat atau bentuk lafaz seperti ini dalam bahasa Arab kadang-kadang dimaksudkan umum yang dikehendaki padanya khusus. Amun yuradu bihi alhas.
  • Sesuatu yang umum yang dikehendaki atau dimaksudkan padanya kekhususan. Contoh seperti misalnya ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan tentang ee ratu Saba disebutkan dalam Al-Qur’an di surat Annaml ketika mensifati kerajaannya wat utiat min kulli walaha arsyun adim. Ratu ini diberikan atau didatangkan padanya segala sesuatu dan dia memiliki singgahsana yang besar.
  • Waat minai dikatakan begitu. Diberikan padanya segala sesuatu. Masuk akal. Apakah semua yang ada di dunia ini ada di kerjaan tersebut? Pasti ada yang tidak ada kan? Tapi karena banyaknya [berdehem] ya sehingga [mendengus] dikatakan seolah-olah diberikan padanya segala sesuatu. Tapi ada pasti hal-hal yang tidak ada di kerajaannya.
  • Ya, sama juga seperti ketika Allah Subhanahu wa taala berfirman, [berdehem] “Tudammiru kullaiin biamribiha faasbahu la yuro illa masakinuhum.” Angin itu menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Allah Subhanahu wa taala biamri rabbiha. Maka pagi-pagi di pagi harinya tidak terlihat kecuali rumah-rumah mereka lah.
  • Berarti rumahnya tidak dihancurkan kan? Padahal Allah mengatakan menghancurkan segala sesuatu. Buktinya rumah-rumah mereka masih terlihat. Al kulihal ya kita katakan di sini Allah pencipta segala sesuatu. Ya memang segala sesuatu yang merupakan makhluk Allah ciptakan. Tapi yang bukan makhluk yakni kalamullah ya tentu ini bukanlah yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa taala.
  • Karena kalamullah adalah sifat Allah. Firman Allah adalah sifat Allah yang ada pada zat Allah Subhanahu wa taala. Ini yang disebutkan oleh sebagian dari para ulama. bantahan terhadap ee pernyataan orang-orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk. Tib itu ayat yang pertama. Kemudian ayat yang kedua yang menjelaskan tentang hal ini yaitu firman Allah di surah Albaqarah ayat ke-75.
  • Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Ya, tentang [berdehem] mereka orang-orang yang menolak kebenaran, orang-orang ahlul kitab yang berpaling dari petunjuk Rasul sallallahu alaihi wasallam.” Waq fariqu minhum yasmauna kalamallahi tumma yuhifunahu baqu wumamuakum waqum minhum yasmauna kalamallahi yuhifunahu ba’di maqahum yamun.
  • [mendengus] Apakah kalian tetap berharap bahwa mereka itu akan mau beriman, membenarkan kalian? Padahal sungguh sebagian dari mereka benar-benar telah mendengarkan. Sebagian dari mereka itu ada yang mendengarkan kalamullah, mendengarkan firman Allah. Setelah itu mereka menyelewengkan firman Allah itu.
  • Menyelewengkan firman Allah Subhanahu wa taala itu setelah mereka memahaminya dalam keadaan mereka mengetahuinya. Dikatakan di sini padahal sebagian dari mereka mendengarkan kalamullah. Kira-kira dia dengarkan dari mana? Apakah langsung dari Allah? Kan tidak mungkin. Iya kan? Dia mendengarkan yang dibaca oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
  • Karena Al-Qur’an menjelaskan tentang ya penjelasan tentang para nabi yang terdahulu. Petunjuk mereka memuji dan membenarkan para nabi-nabi yang terdahulu mereka telah dengarkan. Tapi tetap saja mereka kemudian menyelewengkan maknanya berpaling dari petunjuknya. Ini jelas menunjukkan sekali lagi yang mereka dengarkan adalah Al-Qur’an.
  • Allah mensifatinya di sini sebagai kalamullah bukan makhluk. Ini merupakan dalil bahwa yang didengar oleh orang-orang ahlul kitab tersebut adalah ayat Al-Qur’an yang dibaca oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam maupun yang dibaca oleh para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. Bab kita akan lanjutkan insyaallah sedikit beberapa ayat lagi kita baca setelah selesai pelaksanaan salat Isya.
  • Barakallahu fikum. shallallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammad waa alihi wasbihi ajma walhamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Yeah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, alhamdulillah ini ee di tengah-tengah
  • kita ada santri-santri dari Markas Sunah Nusantara Alhijrah. Nasihat ana untuk mereka semua adalah Allaha Allaha fit taalum. Selalulah kita bertakwa kepada Allah, mencari ilmu lillahi taala dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Apalagi sudah ada fasilitas yang cukup memadai seperti ini, maka ini harus dibalas dengan syukur kita, yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam belajar.
  • Dan tentunya konsep mulazamah ini harus berjalan sebagaimana mestinya. Jangan sampai kita hanya menamakan dengan mulazamah, namun seperti yang lain-lain. Tidak ada bedanya dengan yang lain. Wakana min nasihati Syikhina Syekh Saleh Alusimi hafidahullahu taala. Beliau mengutip bait-bait yang sering dibacakan oleh ulama Syanaqitah, ulama-ulama dari Mauritania yang terkenal dengan kedalaman ilmu mereka.
  • Di antara konsep khas mulazamah yang berkembang di kalangan mereka dan menghasilkan dan mencetak ulama-ulama besar adalah yang mereka sebutkan dalam bait yang berbunyi wafiil yak. Jangan sampai kita ini belajar berbagai macam disiplin ilmu dalam satu waktu. Karena ketika ada berbagai disiplin ilmu kita pelajari sekaligus, maka tidak akan menjadikan kita ini bisa menguasai dan memahami dengan baik dan benar.
  • Karena konsentrasi kita akan terpecah. Seperti bayi kembar tidak mungkin dua-duanya keluar sekaligus. Kalau ada dua bayi kembar berlomba-lomba mau keluar lebih dahulu, maka tidak akan bisa keluar dua-duanya. Yang keluar hanya akan salah satunya. Oleh karena itu harusnya seseorang itu mempelajari dengan fokus kepada satu persatu disiplin ilmu.
  • Ya, mempelajari satu matan dari mulai yang mukhtasar, dihafal dengan baik dan benar, disyarah, dipahami syarahnya, kemudian beralih ke matan lain yang mukhtasar dan demikian seterusnya. Inilah yang konsep mulazamah yang diajarkan oleh para ulama kita dan telah berhasil mencetak ulama-ulama besar sepanjang sepanjang masa. Dan jangan pernah ee lelah dalam mencari ilmu.
  • Selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar memberikan kita keistikamahan dalam belajar dan mengajarkan kembali ilmu ini. Wallahu taala alam. Shallallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin wasallallahu wasallam ala nabiina Muhammadin waa alihi wasahbihi ajma ba asalla az walljana mim yhumati haqqiqatan srani wahajani wafra ziyarati sunah nusantara alhijrah wahani jidan maqu min jimlami wa fqadwa masjidajid k akصلallahu alaihi wasallam kqamar
  • bina sallallahu alaihi wasallam waan maahimqranarimbi sallallahu alaihi wasallam bhair tunal الرمث عنه وايض حت على العلوم الشرعيه yبallahi wasam yamس علما سهل الله به طريق الى الجنه اسال الله عز وجل ان يكتب اجرهم وان يبارك فيهم وان يجعل جهودهم مالها التوفيق والنجاح والسداد وان ينزل فيها عظيما اوصي احب المرمين بدعم هذا المركز وبتسجيل ابنائهم وبحثهم على الحضور لحلق تحفيظ القران وتعليم العلوم الشرعيه فقد التدريس فيها اساتذه على المنهج الوسط من اسال الله عز وجل ان يبارك فهم yah wallahuam wasallam nabi Muhammad
  • Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sungguh rahmat dan keutamaannya Allah sangat luas. Sungguh benar apa yang Allahu jalla waala firmankan. Dialah yang telah menciptakan dan menundukkan dunia ini untuk kalian. Dan dialah yang telah menganugerahkan untuk kalian berbagai nikmatnya yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
  • Nah, sekarang masyaallah di antara nikmat yang luar biasa dari Allah untuk kita kaum muslimin di Indonesia dan di luar Indonesia adalah adanya Asil Apps, sebuah aplikasi yang insyaallah menjadi media ilmu, media melakukan kebaikan dan hal-hal lain yang insyaallah sangat bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita.
  • Karena banyaknya fitur-fitur yang sangat bermanfaat tidak dapat saya sebutkan di dalam waktu yang singkat ini. Pasti antum dan antuna penasaran. Maka silakan untuk men-download aplikasi yang insyaallah sangat bermanfaat buat dunia dan akhirat kita. Selamat men-download. Barakallahu fikum.
  • Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sungguh kalau Allah telah berkehendak terjadinya sesuatu, maka sesuatu itu pasti terjadi dan tidak mustahil. Bagaimanapun mustahilnya di sisi manusia. Inama amu aranquu kunayakun. beberapa tahun yang lalu di tempat ana berdiri saat ini itu masih perataan dan masih cut and feel.
  • Tapi di waktu ini saya melihat masyaallah bangunan yang sudah begitu luas, yang begitu tinggi dan inilah tempat yang akan digunakan oleh anak-anak kaum muslimin untuk beribadah dan menuntut ilmu agama. Markasz Al-Hijrah Nusantara ini menunjukkan bahwa sesuatu yang besar dan berat akan menjadi kecil dan ringan tatkala kita semua ikut turun tangan dan saling bahu-membahu.
  • Yang berikutnya menunjukkan kaum muslimin memiliki semangat, memiliki sifat dermawan dan mempercayakan amanah mereka kepada panitia pembangunan markas Alhijrah Nusantara. Pertanyaannya dengan bangunan yang sudah begini luas dan tingginya, berapa harta yang telah kita titipkan dan kita letakkan di tempat jariah ini oleh kita semua? Semoga ini menjadi motivasi dan bahan introspeksi diri bagi anak pribadi dan saudara sekalian.
  • Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Yasin [bernyanyi] wal quranil hakim. Innaka laminal mursalin ala siratim mustaqim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sungguh kalau Allah telah berkehendak terjadinya sesuatu, maka sesuatu itu pasti terjadi dan tidak mustahil. Bagaimanapun mustahilnya di sisi manusia.
  • Inama amru aranquu kun fayakun. Beberapa tahun yang lalu di tempat ana berdiri saat ini itu masih perataan dan masih cut and feel. Tapi di waktu ini saya melihat masyaallah bangunan yang sudah begitu luas, yang begitu tinggi. Dan inilah tempat yang akan digunakan oleh anak-anak kaum muslimin untuk beribadah dan menuntut ilmu agama.
  • Markasz Al-Hijrah Nusantara ini menunjukkan bahwa sesuatu yang besar dan berat akan menjadi kecil dan ringan tatkala kita semua ikut turun tangan dan saling bahu-membahu. Yang berikutnya menunjukkan kaum muslimin memiliki semangat, memiliki sifat dermawan dan mempercayakan amanah mereka kepada panitia pembangunan markas Alhijrah Nusantara.
  • Pertanyaannya dengan bangunan yang sudah begini luas dan tingginya, berapa harta yang telah kita titipkan dan kita letakkan di tempat jariah ini oleh kita semua? Semoga ini menjadi motivasi dan bahan introspeksi diri bagi anak pribadi dan saudara sekalian. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
  • Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa mawalah. Muslimin dan muslimat yang dikasihi oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau kita lihat kehidupan manusia pada masa ini, ada yang pergi pagi balik petang. Ada yang pergi hari ini balik esok. Ada yang pergi hari ini kadang-kadang balik ke rumah next week atau next month.
  • Atau boleh jadi bertahun-tahun dia tak balik. Tujuannya apa? Untuk bekerja dan mencari mencari uang. Mencari duit ini tak salah. Kerana memang kita diperintahkan dalam Islam untuk mencari duit. Namun manusia yang bijak, manusia yang ketika dia punya duit tapi duit tu bukan hanya sekedar dia gunakan di dunia ini saja.
  • Tapi manusia yang smart, yang bijak adalah ketika dia ada duit, duit itu ia juga sisihkan, ia simpan untuk kehidupannya di alam di alam akhirat. Bila masa itu? Apabila seseorang mempunyai duit, maka duit itu disumbangkan di jalan Allah Subhanahuwataala. Syaitan sentiasa menggoda kita, menjanjikan kita kefakiran.
  • Asyaitanu yaukumul faqra. Syaitan menakut-nakuti kamu dengan kefakiran. Kalau kamu bersedekah maka duit kamu akan kurang. Padahal ketika seseorang bersedekah maka Allah Subhanahu Waala akan memberikan maghfirah, ampunan dan rahmatnya daripada Allah Subhanahu Waala. Maka di dalam hadis Nabi Sallallahuaihi Wasallam sabdakan ma naqatqat m harta tidak akan berkurang disebabkan bersedekah.
  • Dan orang yang bersedekah di jan Allah Subhanahu wa taala dijanjikan mendapat wa jannatin ardu samawati wal ard yaitu syurga yang luasnya seluas langit dan bumi. Uiddat lil muttaqin. Dan itu Allah janjikan untuk orang bertakwa. Ketika kita bersedekah maka hendaklah kita arahkan harta kita, sedekah kita ke tempat-tempat yang memberikan benefit untuk orang ramai.
  • Di antaranya rumah-rumah Allah Subhanahuwataala. Nabi sallallahu alaihi wasallam sabdikan, “Man bana masjidan banallahu lahu baitan fil jannah.” Siapa yang membina masjid, rumah Allah subhanahuwataala, menyumbangkan hartanya untuk membangun masjid, maka Allah Subhanahuwataala akan ciptakan untuknya istana dalam syurga. Maka di antara masjid yang bertujuan untuk membina umat, yang bertujuan untuk memperbetulkan umat manusia, memperkenalkan manusia kepada sunah Nabi Sallallahualaihiwasallam iaitu salah satu masjid yang berada di Pekanbaru
  • yang bernama Masjid Al-Hijrah. Masjid ini ada tiga lantai yang saiz dia adalah 107 * 93. Yang pada tingkat bawah ini adalah basem dan tingkat dua a adalah untuk kaum rijal, kaum lelaki muslimin dan yang ketiga adalah untuk akhwat muslimat. Dan apabila masjid ini a siap insya-Allah boleh menampung lebih kurang 20K 20,000 jemaah.
  • Dan masjid ini bukan hanya sekedar untuk solat tetapi masjid ini juga dibuat halaqah-halaqah, majlis-majlis ilmu yang hampir tak pernah putus. Dan masjid ini juga mengadakan tempat halaqah-halaqah Quran, halaqah-halaqah majlis ilmu taklim yang mana disasarkan tempat ini akan dibina hampir mirip seperti halaqah-halaqah yang ada di masjid Nabi Sallallahualaihiwasallam iaitu Masjid Nabawi.
  • Maka jemaah yang dikasihi oleh Allah Subhanahuwataala apabila menyumbangkan hartanya di jan sasaran untuk mendermakan harta kita di janpkan kepada Allah Subhanahuwataala mudah-mudahan semua ibadah kita diterima oleh Allah dan mudah-mudahan kita menjadi orang yang mendapat naungan sedekah di hari kiamat dan mudah-mudahan kita dipertemukan oleh Allah Subhanahuwataala di surga nanti dan berjiran [berdehem] dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
  • Amin ya rabbal alamin. Wabillahi taufik wal hidayah. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Temukan solusi untuk masalah kesehatan Anda di Klinik Asil TV, sebuah program kesehatan interaktif yang menghubungkan Anda langsung dengan dokter-dokter spesialis. Anda bisa menghubungi kami dan bertanya langsung tentang segala masalah kesehatan dari gejala ringan hingga penyakit serius.
  • Insyaallah akan dijawab oleh para ahli. Jantung koroner adalah pembuluh darah yang memberi oksigen dan nutrisi untuk jantung. Logologis adalah yang ahli di bidang paru dan pernafasan. Katologi klinik itu adalah yang berfokus di laboratorium. Radiologi intervensi itu adalah cabang dari ilmu radiologi. Saksikan setiap Sabtu jam 13.
  • 00 waktu Indonesia Barat. Klinik Asil TV, solusi sehat kita bersama. Alhamdulillahi rabbil alamin wasallallahu wasallam ala nabiina Muhammadin waa alihi wasahbihi ajin. Amma ba. Masyaallah tabarakallah. الشباب الله ان يحفظهم yubarik fناسas بين طلاب العلم احب ان اذكر اخو لعلها تشجعنا jamal yبallah alaihi wasallam yamis fah lahu fuwatض majlis ilmi haqqiqatilikha الاحبه allahz wall fq ahlqina yamadina la yamun inama ulabahlm yhtifun hum waratulbiya kballahu alaihi wasallam
  • waratulbi lam yu dinar w dirha warahu ak b ak basib wafir الاء وتقربه الى الله عز وجل فوصي اخو الممين مشارق الارض ومغار حضور شهود و الامام احمد وصنا جميعا من المahqbarah yabر ندخل القبر اسال الله عز وجل يجعلنا واياكم ممن طال عمره وحسن win ahladina hum ahl khasz wallahuam Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
  • Di akhir zaman yang penuh fitnah, syubhat dan syahwat seperti ini tidak menuntut ilmu agama, rugi dong. Rugi dong. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, barang siapa yang menempuh sebuah perjalanan dalam rangka menuntut ilmu agama, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Hadis riwayat al Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.
  • Beliau juga bersabda, “Mayuridillahu bihi khairan yufaqqihu fiddin.” Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, maka Allah akan pahamkan ia tentang agamanya. Hadis riwayat al Imam Al Bukhari dari Muawiyah Ibnu Abi Sufyan radhiallahu anhu. Seorang ulama tabiin yang bernama Ayyub Asikhtiani rahimahullahu taala mengatakan, “Min saadatil hadas yiqahimun fiali amri merupakan tanda masa depan seorang pemuda itu akan cemerlang, akan baik adalah Allahu jalla waala memberikan taufik kepadanya belajar kepada alim sunni sejak dini. Oleh
  • karenanya nabi kita sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ajiballah minbin laisat lahu Allah sangat kagum kepada seorang pemuda di mana semenjak masa mudanya dia sudah mampu mengontrol hawa nafsunya, tidak berzina, tidak minum khamer, tidak jadi begal, tidak menjadi penjudi, penjudi online, offline ataukah keburukan-keburukan lainnya yang seringki dilakukan oleh keumuman anak muda.
  • ” Nabi sallallahu alaihi wasallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari kiamat. [musik] [berdehem] Ah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [mendengus] Alhamdulillah Alhamdulillahi ala ihsanih wasyukrullahu ala taufikihi wamtinanih
  • wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah lisani wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu ila ridwani shallallahu alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani amma ba’du barakallahu [mendengus] fikum maasiral muslim maasir ikhwal akhwat fidin Hafidakumullah aakumullah. Kita teruskan kembali membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala di dalam kitab Al-Akqidatul Wasitiyah ini untuk menetapkan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah dan bukan makhluk sebagaimana akidah
  • ahlusunah wal jamaah. Ya, ada lima ayat yang dibawakan oleh beliau di sini. yang dua ayat sudah kita bahas. Kemudian ayat yang ketiga kita terangkan saja secara ringkas ya, karena maknanya sudah lebih sama seperti yang sebelumnya. Alayatusut thashah ayat yang ketiga yaitu firman Allah Subhanahu wa taala di surah Al-Fath ayat ke-15.
  • Azubillahiminasyaitanirrajim. [berdehem] Yuriduna ay yubaddilu kalamallah tattabiuna kadalikum qallahu minqobl. Ya, ini menceritakan tentang orang-orang Arab Badui yang [mendengus] ya tidak ikut dalam peperangan, tapi kemudian ingin ikut ketika dalam pembagian rampasan perang. Allah berfirman tentang mereka, “Yuriduna yubadilu kalamallah.
  • ” Mereka ini ingin menggantikan, ingin merubah kalamullah, yakni merubah ketentuan Allah di dalam Al-Qur’an. Maksudnya sekali lagi Allah Subhanahu wa taala menyebutkan di sini bahwa ya Allah Subhanahu wa taala menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamnya, firman-Nya. [mendengus] [berdehem] Kadzalikum qallahu minql.
  • Seperti itulah Allah Subhanahu wa taala berfirman sebelumnya. Jadi jelas sekali ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dengan penegasan dari Allah Subhanahu wa taala sendiri ketika menyebutkan bahwa mereka-mereka yang melakukan perbuatan tersebut ingin merubah ketentuan Allah di dalam Al-Qur’an.
  • Maka Allah Subhanahu wa taala menyebutkan mereka itu ingin merubah kalamullah. Berarti Al-Qur’an adalah kalamullah dan bukan makhluk. Baik. Tib. Kemudian di ayat yang keempat Allah Subhanahu wa taala [mendengus] juga menyebutkan tentang penetapan hal ini. Ya, itu di firman Allah di surah Al-Kahf ayat ke-27 [berdehem] yang dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah taala ayat yang keempat yaitu Alkahfat yang keet7.
  • Watlu ma uhiya ilaika min kitabbika la mubaddila likalimatih. [mendengus] Ya Allah subhanahu wa taala berfirman memerintahkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Watluma bacakanlah kepada mereka apa yang wahyu yang Allah turunkan kepadamu dari kitab Allah, dari kitabullah Al-Qur’an. Tidak ada yang bisa menggantikan kalimat-kalimat Allah.
  • Ini menunjukkan Al-Qur’an adalah kalamullah. Ya, [berdehem] Al-Qur’an adalah wahyu yang Allah Subhanahu wa taala turunkan dari sisinya. Di dalamnya terdapat kalimat-kalimat Allah yang menunjukkan ini adalah kalamullah [mendengus] dan bukan makhluk sebagaimana akidah ahlusunah wal jamaah. Ini juga dalil yang beliau bawakan untuk menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah ya diturunkan dari sisi Allah Subhanahu wa taala.
  • Dan ketika Al-Qur’an tersebut ditulis dalam mushaf juga tetap namanya adalah kalamullah. Ketika Al-Qur’an dibaca oleh pembaca Al-Qur’an, dibaca oleh imam dalam salat, dia tetap adalah kalamullah. Sebagaimana yang dihafal di dalam [berdehem] ee dada-dada para penghafal Al-Qur’an tetap dikatakan sebagai kalamullah. Tib. Kemudian ayat yang kelima adalah firman Allah Subhanahu wa taala di surah An-Naml ayat ke-76.
  • Inna hadzal qurana yaquu ala bani israila aktaralladzi hum fihi yakhtalifun. Sesungguhnya Al-Qur’an ini menceritakan kepada Bani Israil kebanyakan dari hal-hal yang mereka perselisihkan. Kata-kata yaakusu menceritakan Allah maksudnya yang menceritakan dalam Al-Qur’an ya. Dan kata para ulama yaakussu menceritakan itu harus dengan ucapan.
  • Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa taala berfirman menceritakan tentang kisah Bani Israil. Maka ayat ini dari kata-kata yakusu menunjukkan Allah Subhanahu wa taala berfirman ya ketika menceritakan kisah-kisah ini di dalam Al-Qur’an berarti ini menetapkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah. Karena [berdehem] Allah Subhanahu wa taala yang menceritakan kisah-kisah tersebut dalam firmannya sehingga bisa kita baca, bisa kita dengarkan dari orang yang membacanya.
  • Sekali lagi ini juga menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah bukan makhluk sebagaimana akidah ahlusunah wal jamaah. Babakallahu fikum. Inilah lima ayat yang dibacakan atau dibawakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala untuk menetapkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah. Sekali lagi Al-Qur’an sebagai kalamullah ya bagaimanapun bentuknya.
  • Apakah itu ditulis oleh orang yang menulisnya atau dicetak dalam mushaf ataupun dihafal di dada orang-orang yang menghafal Al-Qur’an, dibaca oleh pembaca Al-Qur’an atau imam yang membaca dalam salat, tetap dikatakan itu adalah sebagai Al-Qur’an. Karena yang namanya ucapan itu dinisbatkan kepada siapa kali siapa yang pertama kali mengucapkannya.
  • Seandainya sekarang saya mengatakan sebuah lafaz di hadapan antum, saya mengatakan innamal a’malu bin niat wa innama likulriin ma nawa. Ini adalah ucapan siapa? Ucapan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Iya kan? Jadi ucapan itu dinisbatkan kepada yang pertama kali mengucapkannya. Ketika saya membaca sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, antum antum mengatakan itu adalah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam meskipun yang mengucapkannya adalah saya.
  • Iya kan? Tapi kita katakan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ketika antum [berdehem] mendengarkan, “Saya pernah mendengar sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, apakah berarti antum dengar langsung dari Nabi sallallahu alaihi wasallam?” Kan dengarnya dari penceramah, iya kan? Atau dari ustaz yang menyampaikannya.
  • Maka seperti itulah kalamullah. Allah sebutkan firman Allah yang dibaca itu tetap adalah firman Allah. Firman Allah yang dihafalkan itu adalah firman Allah. Firman Allah yang tertulis dalam mushaf itu adalah firman Allah. tetap dikatakan dia sebagai kalamullah. Berarti Al-Qur’an adalah kalamullah dan bukan makhluk sebagaimana akidah ahlusunah wal jamaah. Nah, barakallahu fikum.
  • Bab, cukup sampai di sini insyaallah pembahasan tentang masalah ini. Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat dan menjadi sebab untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Sebelum kita akhiri, kalau ada pertanyaan yang ingin disampaikan maka saya persilakan. Barakallahu fikum. [mendengus] Iya. Iya. Barakallahu fikum.
  • Kalau menurut akidah ahlusunah wal jamaah, orang yang mengatakan Al-Qur’an itu adalah makhluk, hukumnya kufur. Karena sifat Allah adalah sifat-sifat maha sempurna. Makanya tadi kita bisa berlindung dengan sifat Allah Subhanahu wa taala. Misalnya kita berlindung dengan rahmat, minta pertolongan. Birahmatika astagitu.
  • Iya kan? Ya hayy ya qayyum birahmatika astagitu. Wahai Allah yang maha hidup maha berdiri sendiri. Dengan rahmatmu aku mohon pertolongan. Seandainya sifat Allah itu makhluk tidak boleh kita minta pertolongan dengan makhluk. Iya kan? Al kulihal. Jadi konsekuensinya itu ya jelas merupakan menisbatkan kepada Allah sifat kekurangan yang tidak pantas bagi kemahaungan dan kemahaannya.
  • Firman Allah adalah jelas ya bersumber dari sisi Allah Subhanahu wa taala ada pada zat Allah yang menunjukkan bahwa ini adalah tidak mungkin makhluk karena tidak mungkin ada yang ada pada zat Allah Subhanahu wa taala adalah makhluk. Nah, barakallahu fikum. [mendengus] Tib. Kalau tidak ada pertanyaan lagi, kita cukupkan sampai di sini kajian kita.
  • Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bisanin ila yaumiddin. Wa akhir dakwana anilhamdulillahi rabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *