maaba laitina fiha [bernyanyi] ahqaba laa yadzuquuna fiha bard wala syaraba [bernyanyi] illa hamiman [musik] jaza [bernyanyi] wifaqa innahum [bernyanyi] [musik] kanu laa yarjuna hisaba wakadzabu biayatina kadzaba [bernyanyi] wa saaiin ahsainahu kitaba [bernyanyi] fadzuquu falan [musik] naziidakum [bernyanyi] intaqina ma hadqa wa aaba wa kawaiba atra
wa ka’san dihaqa la yasmauna fiha lagw wala kidzaba Jaabikaan hisaba [bernyanyi] rabbis samaawati wal ardhi wama bainahumar [bernyanyi][musik] rahman la yamlikuna minhu khitaba yauma yaquumuruh wal mala [bernyanyi] Ikatuffa la yatakallamuna illa man adina lahur rahmanu waqala [bernyanyi] sawaba dzalikal yaumul haqq faman [bernyanyi] attakhadza ila rabbihi maaba [bernyanyi]
inna Anzarnakumzaban [bernyanyi] qariba [bernyanyi] yauma yzurul maru maa qaddamat yada waquulul kafiru ya laitani kuntu [bernyanyi] turaba Bismillahirrahmanirrahim. garqitati [bernyanyi] nasabihati sabha fasabiqati sabqa fal mudabbirati amra yauma tarjufur rajifah tatbauha [bernyanyi]
radifah qulubun yaumaidin aba [bernyanyi] khiaqu a ljudduduna fil hafirah aidza kunna idaman nakhirah qalu tilka idan karratun khasirah fainnama hiya zajratun faza hum bahirah [bernyanyi][musik] hal ataka haditu musa idz nadaahu rabbuhu bilwadil muqaddasi thawa idhab ila firauna innahu thaha faqul hal laka idza Ya [bernyanyi] an tazakka
wa ahdiyaka ila rabbika fatakshsya faarahul ayatal kubra fakadzaba wa asa [musik] tumma adbara yas’a fahasara fada faqala ana rabbukumul a’la faakhadzahu [bernyanyi] Allahuakalirati wal inna fialika lim yakhsya aantum [bernyanyi] asyaddu khalqan amissamau banaaha rafaa samkaha fasawaha [bernyanyi] waagasya laila baika dahaha
akhraja minha maaha waaha wamin sayiati a’malina may yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah asadu Ya ayyuhalladina amanutqulaha haqq tuqqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah wq minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaanaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulaha wauluan sadida
faq fauzanima amma ba’du faqal hadis kitabullah wir hadyu muhammadin shallallahu alaihi wa alihi wasallam umuri muhdatuha wa muhda bidah wa bidatin dolalah waalatin finar wu Alhamdulillah. Maasyiral ikhwah wal akhwat fiddin hafidakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala.
Kita memuji dan menyanjung Allah subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya, atas kemudahan dan taufik yang diberikannya kepada kita sehingga di malam hari ini kita kembali bisa mengadakan majelis ilmu yang mulia. di Masjid Assunah yang mubarak ini dilanjutan kajian membahas kitab yang sangat bermanfaat, kitab Al-Aqidatut Thahawiyah buah karya dari Al Imam Abu Jafar at-Tahawi rahimahullahu taala dengan penjelasan dari Imam Ibnu Abil Iz al-Hanafi rahimahullahu taala.
Saat ini kita masih melanjutkan pembahasan di [berdehem] penjelasan tentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah hamba Allah yang terpilih dan rasul-Nya nabinya yang mulia serta rasul yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala. Masih terakhir yang kita bahas di pertemuan yang lalu adalah persaksian dari [berdehem] raja Romawi Heraklius yang membenarkan petunjuk yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan bukti-bukti sesuai yang dipelajarinya dari kitab Injil yang asli yang ya ini menunjukkan kepada kita
bukti yang dijelaskan oleh As Syekh al Imam Ibnu Abil Iz Al-Hanafi. rahimahullahu taala bahwa orang-orang yang berilmu, orang-orang yang jujur pasti akan membenarkan petunjuk yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan bukti-bukti kebenaran yang sedemikian banyak dari ciri-ciri yang mereka ketahui.
Ya, yang diketahui oleh orang-orang yang berilmu. Tanda-tanda kebenaran nabi yang diutus oleh Allah Subhanahu wa taala. Baik, sekarang kita akan lanjutkan kembali membaca penjelasan dari Imam Ibnu Abil Iz Al-Hanafi rahimahullahu taala. Kita kita selalu ketahui di sini ketika beliau membahas masalah-masalah seperti ini, beliau banyak [berdehem] menyelipkan bantahan terhadap orang-orang ahlul kalam, orang-orang muktazilah ya yang mereka ketika menetapkan hal-hal yang seperti ini tidak sesuai dengan akidah ahlusunah wal jamaah, tidak sesuai
dengan metode atau manhaj para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain. Kita lanjut membaca penjelasan beliau. Beliau berkata, “Wamimma [berdehem] yambagi an y an yfa anahulu filqbi bimajmui umurin qastaqillu baal [berdehem] ma yahsul lil insani minabain waukrin wa farahin wam [batuk] Q yu ba am. [berdehem] Dan juga termasuk perkara yang pantas untuk kita ketahui di sini ya, bahwa sesuatu yang dirasakan di dalam
hati manusia dengan terkumpulnya beberapa perkara, beberapa sebab, kadang-kadang sebagiannya tidak cukup sendiri untuk menjadikan orang merasakan hal tersebut. Ini kadang-kadang orang itu merasa sedih ya karena beberapa sebab yang dialaminya, beberapa kejadian bukan hanya satu kejadian saja ya. [berdehem] Bal ya.
Akan tetapi atau bahkan apa yang dirasakan oleh seseorang misalnya rasa kenyang atau roi ya yakni kenyang minum gitu ya. puas minum atau syukur, [berdehem] berterima kasih atau gembira ataupun sedih, gundah. Ini adalah perkara yang terkumpul pada dirinya lebih dari satu lebih dari satu sebab [berdehem] yang dengan sebagian sebab itu kadang tidak terjadi hal ini ya.
Akan tetapi sebagiannya kadang-kadang hanya bisa [berdehem] menjadikan dia merasakan sebagian dari hal tersebut. Yakni [berdehem] ini maksudnya beliau ingin menjelaskan kaidah bahwa apa yang dialami manusia saja [berdehem] itu bisa terjadi sesuatu dirasakannya itu ketika terkumpul beberapa sebab di dalamnya. Sehubungan dengan masalah pembahasan kita, beliau akan jelaskan setelah itu ya.
Seperti yang disebutkan dalam pertanyaan Heraklius yang kita baca di pertemuan yang lalu itu kan beberapa pertanyaan ditanyakan yang kemudian menjadikan dia yakin. Mungkin satu atau dua saja dia sudah yakin apalagi semuanya. Ciri-ciri tersebut terkumpul pada diri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena apa yang diberikan jawaban dari kisah yang kita baca di pertemuan yang lalu ya semuanya sesuai dengan apa yang pernah dipelajari atau yang diketahui oleh raja Romawi ini tentang ciri-ciri yang nabi yang diutus di akhir zaman alaihi shalatu wasalam.
Wakadzalikal ilmu bikhain minal akhbar. Demikian pula ya mengilmui atau meyakini satu berita yang sampai kepada kita. Ya berita kan bisa jadi benar, bisa jadi salah. Mungkin benar tapi banyak ditambah-tambah atau ada juga yang dikurangi. Ya, [berdehem] maka kita meyakini atau mengilmui berita tersebut juga seperti apa yang beliau terangkan.
Keyakinan kita semakin kuat kalau terkumpul padanya beberapa sebab yang menguatkan keyakinan. Beliau contohkan di sini fainna khabar wahid [batuk][berdehem] ya. akqwi. Contoh misalnya berita dari satu orang ya [berdehem] ini akan menjadikan di hati menghasilkan di hati persangkaan. [berdehem] Belum sampai pada keyakinan baru disangka saja.
Oh mungkin berita ini benar. Tapi kemudian datang sebab yang lain yang menguatkannya. [berdehem] Ya, kalau sekedar kita katakan ada orang yang memberitakan seperti ini, kita tidak tahu orangnya. Ah, bisa jadi benar atau bisa jadi ini salah. Ah, paling kuat ini adalah prasangka. Masih sekedar persangkaan.
Mungkin benar, tapi kemudian datang sebab, oh ternyata orangnya orang yang sangat jujur, orang yang sangat teliti, orang yang tidak gampang menyampaikan berita. [berdehem] pasti akan beda kita singapi berita tersebut. Orang yang sangat hati-hati menyampaikan kabar [berdehem] pasti akan berbeda dengan orang yang kita ketahui sembrono.
Ya, menceritakan asal cerita saja gampang menyampaikan berita tanpa teliti. Kalau yang seperti ini jenus kita akan ragu. Nam ila anantah ila any yantahiya ilal ilm. Ada sebab berikutnya yang menguatkan, terus lagi ada sebab yang lain sampai berita tersebut menjadikan kita yakin memberikan faedah ilmu.
Kalau awalnya hanya memberikan faedah persangkaan, ini menjadikan semakin kuat, semakin kuat indikasi-indikasi yang mendukungnya, akhirnya menjadikan sampai pada tingkatan yakin ilmu. Begitu. Hatta yatazayadu waqwa sehingga terus bertambah dan semakin kuat. Wikalilli wahwiik. Demikian pula dalil-dalil yang menunjukkan kejujuran atau kedustaan dan yang semisalnya.
Ya, maksudnya di sini bukti-bukti kebenaran Nabi sallallahu alaihi wasallam itu kan bukan cuma satu. meskipun untuk beliau satu saja sudah cukup. Bagaimana jujurnya, amanahnya, akhlaknya. Belum lagi mukjizat-mukjizat yang Allah berikan kepada beliau. Yang paling besar adalah Al-Qur’an. Belum lagi pertolongan Allah sampai puluhan tahun beliau sallallahu alaihi wasallam berdakwah.
Ya Allah berikan pertolongan. Kemudian agamanya semakin banyak yang memeluknya. Bersamaan dengan itu beliau selalu mengatasnamakan ini adalah perintah dari Allah. Seandainya beliau keliru atau salah atau berdusta pasti Allah akan membinasakan beliau. Karena sunatullah yang Allah berlakukan bagi para pendusta Allah akan binasakan.
Kalaupun muncul sekejap setelah itu akan dibinasakan. Tidak akan bertahan lama. Maksudnya ini bukti-bukti yang semakin mendukung kebenaran dakwah Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Makanya tidak ada alasan bagi orang-orang yang mendustakan dakwah beliau apalagi yang membaca sirah nabawiyah ya sejarah hidup Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dia akan semakin yakin akan kebenaran petunjuk yang beliau bawa. Ya. Sebagaimana alhamdulillah kita meyakini meskipun kita belum bertemu langsung dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang semoga Allah subhanahu wa taala mempertemukan kita dengan beliau di di dalam surga nanti dengan rahmat dan karunia-Nya. Amin. Wa aidon juga ya sudut pandang lain.
Fainnallah subhanahu abqo fil alami alatar dalata ala ma fa’alahu bianbiyaaihi wal mukminin minal karomati. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala menetapkan di alam semesta ini jejak-jejak yang menunjukkan apa yang Allah perlakukan kepada para nabinya alaihialatu wasalam dan kepada orang-orang yang beriman. Ya Allah subhanahu wa taala jadikan kesudahan baik selalu untuk mereka.
Makanya tidak perlu khawatir orang yang berpegang teguh dengan kebenaran. Semakin kita banyak membaca kisah-kisah para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam, memang betul mereka mendapatkan penentangan, mendapatkan perlawanan, tetapi selalu Allah jadikan ketika mereka bersabar, mereka bersungguh-sungguh berpegang teguh dengan agamanya, Allah jadikan kesudahan untuk mereka, kemenangan untuk mereka.
Yang tentu kemenangan ini tidak mesti kita saksikan dalam hidup kita. Mungkin setelah kita wafat kemudian generasi berikutnya yang merasakan keberkahan dalam dakwah ini. Dan yang paling penting kita semua tentu selalu berusaha berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala agar hidup kita yang cuma satu kali ini, yang sementara ini, kita isi dengan kebaikan dan tetap istikamah di atas kebaikan Islam dan sunah sampai di akhir hayat kita.
Inilah tujuan tertinggi yang kita harapkan agar kita wafat di atas kebaikan iman, kebaikan Islam, di atas keberkahan mengikuti sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Cuma nanti masalah hasil baiknya bisa jadi Allah berikan di zaman kita atau di zaman setelah kita. Yang jelas kita yakin Allah jadikan kesudahan yang baik untuk [berdehem] wal aqibatu lil muttaqin.
Kesudahan yang baik itu untuk orang-orang yang bertakwa. Tib minal [berdehem] karamah berupa kemuliaan yang Allah berikan untuk mereka. W faalahu bil mukadzibihim minal uqubah. Dan apa yang Allah perbuat terhadap orang-orang yang mendustakan dakwah mereka para nabi alaihialatu wasalam berupa siksaan yang Allah timpakan bagi mereka.
[berdehem] Ya, katubuti tahahufan. Sebagaimana ya terjadinya topan ya taufan angin kencang yang melanda mereka. Ditenggelamkannya Firaun dan tentaranya. [berdehem] Walamma zakar subhanahu qasosal anbiya nabian ba’da nabiyin fi surati syuara kisati Musa wa Ibrahim wa Nuhin waman ba’dahu alaihimusatu wasalam.
Dan ketika Allah menyebutkan Allah azza wa jalla menyebutkan kisah-kisah para nabi ya, nabi ba’da nabiyin satu persatu nabi kemudian nabi berikutnya di surat Asyuara seperti kisah Nabi Musa, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh dan nabi-nabi setelahnya alaihialatu wasalam. Yaakulu fi akhiri kulli qisah. Allah berfirman di akhir setiap kisah ini.
Inna fialika laayat w aksaruh mukminin wa inbaka lahuwal azizur rahim. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar terdapat tanda kekuasaan Allah. Dan tidaklah kebanyakan mereka itu benar-benar beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu Allah azza waalla benar-benar dialah yang maha perkasa lagi maha penyayang. Ya [batuk][berdehem] Allah menggandingkan al-izzah, sifat al-izzah maha perkasa atau maha mulianya dengan maha penyayang untuk menunjukkan apa yang Allah berlakukan bagi musuh-musuh dakwah para nabi alaihialatu wasalam. siksaan kebinasaan
yang Allah timpakan pada mereka. Karena itu dari sifat Allah yang maha perkasa. Sifat izzah maha perkasa. Tidak ada yang bisa melawannya. Kemudian pertolongan dan perlindungan yang Allah penjagaan yang Allah berikan kepada para nabi alaihialatu wasalam itu adalah dari sifat [berdehem] rahmatnya. Ya. Arrahim.
Kita sudah sebutkan kan arrahim itu rahmat yang Allah khususkan bagi orang-orang yang beriman. Ya makanya Allah subhanahu wa taala gandengkan dengan dua namanya yang maha indah untuk menunjukkan makna tersebut. Allah Subhanahu wa taala maha perkasa. Dia maha kuasa untuk menimpakan azabnya ya keburukan bagi orang-orang yang menentang kebenaran.
Sebagaimana dia juga maha penyayang, maha pengasih untuk menyayangi, melindungi, dan menjaga para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam serta para pengikut mereka yang beriman. Nam barakallahu fikum. Tiib [berdehem] wabil jumlah. Maka kesimpulannya, fal ilmu biannahu kaana fil ardhi man yaakul innahu rasulullah. Wa inna aqwaman ituhum wa inna aqwaman khuhum wa inallaha nas rusula wal mukminina nas rusula alaihimam wal mukminina walalqibata lahum waqobaahum hua minilumil mutawir wa ajlaha.
Kesimpulannya ilmu pengetahuan, keyakinan bahwa di muka bumi ini ada yang mengatakan yang mengatakan bahwa dia adalah rasul utusan Allah dan bahwasanya ada orang-orang yang mengikuti mereka dan ada juga orang-orang yang menyelisihi mereka. Dan bahwasanya Allah subhanahu wa taala menolong para rasul alaihiusalatu wasalam dan para pengikut mereka yang beriman.
[berdehem] Dan Allah jadikan akibat kesudahan yang baik selalu untuk mereka. Serta Allah mengazab musuh-musuh mereka. Ini adalah termasuk ilmu yang paling jelas dan paling terang. Ilmu ad ini adalah ilmu sesuatu ilmu yang paling ilmu mutawatir yang paling jelas yang sangat banyak jalurnya yang tidak mungkin diingkari dan paling terang.
Ya, maksudnya keyakinan seperti ini bagi orang-orang yang beriman akan semakin kuat. Itulah sebabnya kenapa kita diperintahkan belajar agama, merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an, membaca sejarah para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam. Yang ini akan semakin meyakinkan kita untuk selalu meniti jalan kebenaran dan bersabar menghadapi gangguan atau [berdehem] cobaan di jalan ini ya.
Karena bagaimanapun orang akan bertindak sesuai dengan keyakinan di dalam hatinya. Kalau lemah pengetahuannya tentang sejarah Islam ya akan lemah juga dia akan membenarkan kebenaran Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana orang yang jarang membaca Al-Qur’an dan merenungkannya, dia tentu akan kurang yakin akan kebaikan Islam, kemuliaan dan keindahan agama ini.
Ya, jadi semakin kita kenal ini, kita semakin yakin karena bukti-bukti yang menguatkan keyakinan kita semakin kuat dan semakin selalu [berdehem] bertambah seiring dengan semakin kita mempelajari, mendalami, dan selalu merenungkan dalil-dalil dalam agama ini. Nam waqlu akhbari hadil umuri adharu wau min naqli akhbari man mad minal umami min mulukil min mulukil fursi wa ulama tib.
dan menukil penukilan tentang berita penukilan berita-berita tentang perkara ini itu lebih jelas dan lebih gamblang dibandingkan penukilan berita tentang umat-umat yang terdahulu dari kalangan misalnya raja-raja Persia atau para ya [berdehem] orang-orang yang berilmu tentang kedokteran misalnya yakni ilmu-ilmu pengetahuan umum bisa dinukil dan bisa kita yakini bahwa dulu Ada orang-orang yang pertama kali [berdehem] misalnya menemukan masalah-masalah yang berhubungan dengan [berdehem] ya penemuan-penemuan yang berhubungan dengan teknologi
misalnya, kita yakin, kita percaya. Padahal jelas [berdehem] ya bisa jadi berita-berita yang disebutkan ini ada yang ditambah-tambah, ada yang dikurangi karena bukti-buktinya tidak begitu kuat. Nah, ilmu yang menjelaskan tentang nukilan berita tentang para nabi dan para rasul jelas lebih gamblang bukti-buktinya lebih kuat.
Maka mestinya berita-berita ini lebih kita benarkan dan lebih penukilannya lebih kuat dibandingkan berita-berita tentang umat-umat yang biasa yang mungkin untuk menetapkan keberadaan mereka tidak begitu kuat dalil-dalilnya. Ya, dicontohkan di sini seperti orang-orang yang dikatakan sebagai ahli-ahli kedokteran di zaman dahulu ya.
Bak baqrat, jalinus [berdehem] ya, batalimus, sakrat, aflatun, arustu dan wa atbauhu dan pengikut-pengikutnya. Ya, ini maksudnya ini saja orang percaya dan bisa yakin apalagi tentang berita para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam. Ya. Jadi maksudnya di sini orang-orang yang beriman untuk menguatkan keyakinannya dan menambah semangatnya mengikuti jejak orang-orang yang saleh, maka mereka harusnya banyak membaca kisah-kisah tentang keteladanan mereka supaya itu semakin membekas kuat di hati kita agar bisa benar-benar semangat ittiba
mengikuti dan mencontoh petunjuk mereka yang sempurna. Nah, wahnul yaum alimna bwuri min ahwalil anbiya wa auliim waaihim alimna yakinan annahu shodina alal haqqi min wujudin mutaadidah. Dan kita saat ini kalau kita telah mengetahui dengan berita yang mutawatir, berita yang sangat banyak jalurnya, periwayatannya tidak mungkin didustakan, ya kita mengetahui tentang keadaan para nabi serta para pengikut mereka, penolong-penolong mereka, maupun musuh-musuh mereka.
Kita mengetahui dengan yakin bahwa mereka itu adalah orang-orang yang benar di atas kebenaran, orang-orang yang jujur di atas kebenaran. dari berbagai segi disebutkan di sini minha di antaranya anahum akbaru al umama bimakunu minhim wlani ulaika wqilibati lahum mereka ini mengabarkan kepada umat-umat ya tentang bagaimana mereka ditolong oleh Allah subhanahu wa taala serta dibinasakannya atau ditinggalkannya musuh musuh-musuh mereka serta kesudahan yang baik yang mereka akan dapatkan.
Dan ternyata betul seperti itu. Dan selalu Allah Subhanahu wa taala jadikan kesudahan yang baik untuk para nabi dan para rasul serta hamba-hamba yang bertakwa. Waminha di antaranya ma ahdatahullahu lahum min [berdehem] nasrihim wa iklaki adwihim. [berdehem] waj alaihirauna alaiam ahwali alai wasalam apa yang Allah subhanahu wa taala jadikan untuk mereka yaitu dengan Allah menolong para rasulnya orang-orang yang beriman dan membinasakan musuh-musuh mereka jika kita mengetahui Jika diketahui segi yang kejadian yang
Allah berlakukan bagi mereka ini seperti ketika Allah menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya, menenggelamkan kaumnya Nabi Nuh Alaih Salam dan keadaan-keadaan mereka yang lain. Dengan ini kita mengetahui kebenaran para rasul alaihiusalatu wasalam. Ya. Jadi [berdehem] untuk membenarkan para nabi dan para rasul ini dari pertimbangan akal sehat saja kita akan mengakui apalagi dengan kita membaca dalil-dalil yang semakin menguatkan keyakinan tersebut.
waminha di antaranya segi yang lain [berdehem] ano maus minar ahwalihahuamulqi waahu yahsulika minzabin jahil bahwa orang yang mengetahui petunjuk yang dibawa oleh para rasul alaihiatu wasalam berupa syariat syariat yang agung dan rincian keadaan syariatnya. Akan jelas baginya bahwa para rasul ini benar-benar orang yang paling berilmu di kalangan manusia.
Karena syariat mereka benar-benar indah. Hukum-hukumnya sesuai dengan hikmah, sesuai dengan kemaslahatan. Ini tidak mungkin diciptakan manusia ya. Ini mestinya bersumber dari wahyu Allah Subhanahu wa taala yang diturunkan kepada mereka. Ya, jadi ini akan akan jelas baginya bahwa para rasul adalah manusia yang paling berilmu, yang paling paham tentang kebaikan sesuai dengan wahyu yang Allah turunkan kepada mereka.
Dan bahwasanya yang seperti ini tidak mungkin di dapatkan dari para pendusta dan orang-orang yang jahil. yakni syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dalam masalah keimanan, dalam masalah ibadah seperti salat, puasa, dan yang lainnya. Lihatlah bagaimana keindahannya dan hikmah yang sangat agung di dalamnya.
Kan tidak mungkin kalau ini bersumber dari kejahilan dan kebodohan, tidak mungkin akan diucapkan oleh seorang pendusta, seorang yang tidak jujur. Ya, [berdehem] jadi itu sangat mustahil. ini semakin kita ketahui dengan kita semakin mendalami rincian dari keindahan agama ini. [berdehem] Tib wa anna fima jau bihi minal maslahati warahmati wal huda wal khairi walatil khqi ala ma yanfauhum w ma yaduruhum ma yubayinu annahu la yasuru illa rahimin barin yaksuduir wal manfaati lilqi dan bahwasanya petunjuk yang mereka bawa Apa yang terdapat dalam petunjuk yang mereka
bawa berupa kemaslahatan, rahmat, petunjuk, kebaikan, ya selalu mengajak manusia kepada hal-hal yang bermanfaat dan menjauhkan mereka dari hal-hal yang buruk, membahayakan atau merugikan. ini semak ini menjelaskan bahwa perkara ini tidak mungkin bersumber kecuali dari ya seorang yang penyayang, seorang yang baik yang menginginkan puncak kebaikan dan manfaat bagi manusia.
Tidak mungkin bersumber dari pendusta, dari orang yang zalim, dari orang yang jahil. Hal-hal seperti ini ya. Makanya sudah kita katakan tadi, semakin kita belajar agama kita akan semakin mengenal keindahan Islam. Dan semakin kita yakini [berdehem] ya ini adalah bersumber dari sisi Allah Subhanahu wa taala karena keindahan Islam ini sempurna.
Nam [berdehem] karena keindahan Islam ini sempurna, kemaslahatan-kemaslahatan dan kebaikannya sangat sangat tinggi. Watammat kalimatubika sidqon wa adla. Dan telah sempurnalah kalimat-kalimat Rabbmu dalam kebenaran dan keadilannya. Ya, sebagaimana dalam Al-Qur’an. Walikri dalaili nubuati Muhammadin sallallahu al wasallam minal mukjizati maudun akqasu bimfatin kal baihaqi wiri dan tentang pembahasanpembahasan yang berhubungan dengan dalail bukti-bukti kebenaran ya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berupa mukjizat
mukjizat-mukjizat beliau yang Allah jadikan pada diri beliau tentu ee pembahasan masalah ini itu dibahas di pembahasan lain ya. Sebagian dari para ulama telah menulis secara tersendiri tentang pembahasan ini. Seperti Imam Albaihaqi dalam kitab Dalailun Nubuwah dan yang selain beliau rahimahumullahu taala. Ya, jadi [berdehem] ini semua tentu merupakan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
Bal inkaru risalatihi shallallahu alaihi wasallamun firbi tabaraka wa taala. Bahkan mengingkari kebenaran ya petunjuk yang dibawa oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ini berarti mencela Allah subhanahu wa taala. Celaan terhadap Allah. Seolah-olah mengatakan Allah itu lemah tidak bisa menindaki seorang pendusta yang mengaku sebagai nabi.
Seandainya Nabi sallallahu alaihi wasallam bohong. Ya, ini berarti mencela Allah Subhanahu wa taala. Wisbatu waisbatun lahu ilulmi wasfah. Dan menisbatkan Allah subhanahu wa taala kepada kezaliman, kepada kejahilan, kebodohan. Taalallahualika uluwan kabir. Yang tentu Allah maha tinggi, maha suci dari semua sifat-sifat buruk tersebut dengan kemahagian yang besar.
Bal jahdun lirbi bilyati wal inkar. Bahkan mengingkari petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berarti menolak Allah Subhanahu wa taala secara keseluruhan dan mengingkarinya. Berarti menolak keberadaan Allah Subhanahu wa taala dan mengingkarinya secara keseluruhan. Ya. Jadi ini jelas-jelas sangat di luar akal sehat manusia. Tib.
[berdehem] Masih diterangkan di sini oleh beliau ya. Kita berusaha untuk membaca sampai selesai penjelasannya ini. Wayanika annahu ana Muhammadun shallallahu alaihi wasallam indahum laisa binabiyin shodq bal malikunim. Faqad [berdehem] tahayya alahu an yaftari alallahi waataqala alaihi wasastamirru hatta yuhalila wa yuharrima waufridal faraid.
Matikan matikan tolong matikan. Wasarahul [berdehem] milalaqarusuli wahum ahlul haq wasasbi nisaahum wima amwalahum wararihim wa diarahumimahuika yaftahal ard wahlil wahua wahua mahiu amru [berdehem]
wahumilibi wulm penjelasan tentang hal ini kata beliau [berdehem] bahwasanya kalau memang menurut Menurut mereka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu bukanlah nabi yang benar. Ya, ini tuduhan mereka tentu saja. Ini dibantah secara akal ya. [berdehem] Bahkan mereka mengatakan beliau adalah penguasa yang zalim yang sungguh telah ya beliau telah [berdehem] siap untuk mengada-ngadakan kedustaan atau atas nama Allah dan berkata yang tidak benar atasnya.
Kemudian yastamiru, berlanjut keadaannya sampai menghalalkan, mengharamkan. Ini seandainya Nabi sallallahu alaihi wasallam seperti tuduhan mereka ya. Kemudian dia mewajibkan kewajiban-kewajiban, menentukan syariat, menghapuskan agama-agama yang lalu. Wadribur riqab, memukul leher musuhnya dalam medan jihad, membunuh para pengikut para rasul.
Padahal mereka adalah orang-orang yang benar. menawan para [berdehem] ya para perempuan atau istri-istri mereka menjadikan ganonimah harta-harta mereka dan anak-anak keturunan mereka serta negeri-negeri mereka. Merampas negeri-negeri mereka yang kemudian itu dilakukan terus oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai dia menaklukkan negeri-negeri dan dia menisbatkan semua itu kepada perintah Allah dan kecintaan kepada Allah.
ini dilakukan sementara Allah Subhanahu wa taala tentu maha menyaksikan semua ya apa yang diperbuat oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada orang-orang yang membawa kebenaran ini dengan mengikuti persangkaan mereka tentu saja ya dan dia terus melakukan kedustaan atas nama Allah selama 23 tahun selama dakwah beliau 23 tahun ya dan [berdehem] bersamaan dengan itu semua, Allah selalu menolong tolongnya, selalu mendukungnya, meninggikan urusannya, menguatkan bagi beliau sebab-sebab pertolongan yang ini di luar dari
pertimbangan kebiasaan akal manusia. Dan lebih-lebih lagi Allah selalu mengabulkan doanya dan menghancurkan musuh-musuhnya dan meninggikan penyebutannya. Ya, seperti ini keadaannya. yang Nabi sallallahu alaihi wasallam ini menurut mereka adalah seorang yang selalu sangat berdusta mengada-ngadakan atas nama Allah dan berbuat zalim.
Apakah masuk akal seperti itu? Kenapa Allah tidak binasakan? Padahal Allah menyaksikan. Padahal dia selalu menyebutkan ini atas nama Allah, ini perintah Allah. Kalau seandainya dia berdusta, pasti akan dihancurkan oleh Allah. Karena Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Itu maksudnya yang ingin beliau jelaskan. Fa innahu laamu mimman kadaba alallahi wa anbihi whaqahu.
Karena sesungguhnya tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang berdusta atas nama Allah. Masa Allah biarkan dia tidak diazab ya membatalkan syariat nabi-nabi yang lalu. Kan syariat Nabi sallallahu alaihi wasallam menghapuskan syariat yang lalu [berdehem] dan menggantikannya. serta membunuh wali-walinya.
Ah, wasamarat nusratuhu alaihim daiman. Yang kemudian pertolongan Allah atas nabi ini dalam melawan musuh-musuhnya selalu berlangsung. Wallahu taala yukiru alik. Kemudian Allah membiarkannya, membenarkannya melakukan semua ini. Apakah Allah tidak mampu membinasakannya? Ya jelas ini tidak mungkin. Allah tidak mengambilnya dengan tangan kanannya.
Allah tidak memutuskan tali lehernya. Fayalzamuhum yaquul. Maka kalau seperti ini keadaannya, konsekuensinya mereka-mereka yang mendustakan dakwah para nabi ini harusnya mengatakan lail alam wala mudabir. Berarti tidak ada tidak ada yang menciptakan alam semesta, tidak ada yang mengatur alam semesta, tidak ada pencipta alam semesta.
Karena buktinya terjadi di alam semesta ini sesuatu yang besar dibiarkan saja. Nam [berdehem] walau kana lahu mudabbirun qadimun hakimun laak ala yadaihi. Seandainya alam ini punya pengatur yang maha kuasa, yang maha sempurna hukumnya, mestinya dia akan mengambil kedua tangan Nabi ini dan memberikan balasan dengan sebesar-besar balasan.
nakalanihin dan menjadikan siksaannya ini sebagai pelajaran bagi orang-orang yang saleh. [batuk] Karena ini saja tidak pantas dilakukan oleh para raja. Yakni ada seorang raja terjadi dalam kerajaan wilayah kekuasaannya. Orang yang mengaku-ngaku seperti ini. Rajanya membiarkan, berarti rajanya takut atau memang dia lemah.
tidak pantas dia lakukan kecuali dia akan membinasakan orang itu kalau memang dia adalah penguasa di tempat tersebut. Ini para raja di dunia. Fakaifa bimalikil muluki wa ahkamil hakimin. Bagaimana lagi dengan raja penguasa para penguasa yaitu Allah Subhanahu wa taala dan zat yang ahkamul hakimin.
Yang paling sempurna hukum dan hikmahnya. Tidak mungkin akan membiarkan hal ini berlangsung. Ini pertimbangan akal sehat. [berdehem] Jadi tidak mungkin orang yang membaca sejarah Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak mungkin dia akan mendustakan kebenaran petunjuk yang beliau bawa. Sehingga hanya orang-orang yang jahil [berdehem][batuk] ya orang-orang yang tertutup hatinya mungkin dengan sebab kejahilan atau dengan sebab diputar balikkan fatwa.
Orang-orang yang jujur membaca kisah Nabi sallallahu alaihi wasallam dia mesti akan membenarkannya. [berdehem] W analik kita berusaha selesaikan ini yaahuahuatiusiliril bilad tidak ragu lagi Allah subhanahu wa taala telah meninggikan [berdehem] keadaan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam menampakkan dakwahnya dan persaksian tentang benarnya kena kenabian yang beliau bawa, petunjuk yang beliau bawa di hadapan semua, semua manusia di semua negeri-negeri yang ada di dunia ini.
Kalau kita baca kisah-kisah orang-orang yang mendapatkan hidayah dari kalangan orang-orang kafir yang sekedarnya membaca Al-Qur’an terjemahan dalam bahasa mereka apalagi sampai membaca buku sejarah Islam kemudian mengetahui sebagian saja dari keindahan syariat. Banyak di antara mereka yang masuk Islam dengan itu.
Ya, artinya kita yakin ini merupakan bukti kebenaran yang Allah jadikan sebagai petunjuk bagi orang-orang yang memang Allah kehendaki terbuka hatinya untuk menerima keindahan Islam. Jadi, [berdehem] jemaah sekalian rahimakumullah, maksudnya kita mengetahui semua ini agar kita semakin mensyukuri nikmat Allah.
Ya, kita semua tidak ada yang pernah bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam menyaksikan langsung. Alhamdulillah mungkin kebanyakan kita rata-rata berislam dari kecil mengikuti orang tua kita. Tapi alhamdulillah dengan semakin kita belajar, semakin mengenal keindahan Islam, kita semakin meyakini kebenaran ya kita semakin mencintai agama ini dan mencintai sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Yang ini merupakan bukti bahwa semakin kita mendalami agama ini, maka semakin bukti-buktibukti keyakinan akan kebenaran dan keindahan agama ini semakin kuat di hati seseorang yang selalu mempelajari dan mendalaminya. Nam [batuk][berdehem] tib wahnu la nunkiru annair minal kadzabina qahu q wujudi lahu lahuatun wakin amruhuamuahu alaihiuahum waqirahu Dan kita memang tidak mengingkari bahwa banyak dari orang-orang yang pendusta ini ya memang dia kadang-kadang qa fil wujud yakni ada [berdehem] ada beritanya ya atau dia punya kekuatan misalnya ada
sebagian yang punya kekuatan tetapi urusannya tidak akan disempurnakan jangka waktunya tidak akan panjang Allah akan Jadikan orang-orang yang akan mengalahkan, menghancurkan mereka para rasul atau para pengikut mereka alaihialatu wasalam yang [berdehem] akan menghancurkan dan membin membinasakan mereka secara keseluruhan.
Had sunatullahillati qod khat minqbl. Ini adalah sunatullah, kebiasaan yang Allah subhanahu wa taala berlakukan dari sebelumnya, dari sejak dulu. Hatta innal kuffar yamunika. Sampai orang-orang kafir pun mengetahui hal ini. Lihat firman Allah di surat atur ayat 3031 q taala. Allah berfirman, “Am yaquuluna syairun natarobbasu bihi ribal manun qul tarabbasu fainni maakum minal mutarabbisin.
” Atau apakah orang-orang kafir itu, orang-orang musyrik itu mengatakan bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah penyair yang kita nantikan musibah yang akan menimpanya? Ya qul katakan tarabbasu. Silakan menunggu sesungguhnya aku termasuk [berdehem] orang-orang yang menunggu bersama kalian. Kita tunggu siapa yang akan dapatkan musibah dan bencana.
Ternyata Allah berikan musibah itu justru kepada mereka orang-orang yang mendustakan dakwah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Afalau ybiru kamalah ibranibadii jarika sunatuhu mutaqilina alaih. Apakah Anda tidak menyaksikan? Allah mengabarkan di dalam Al-Qur’an bahwa kesempurnaan dan hikmahnya, kemahakuasaannya enggan untuk membiarkan orang yang berkata atas namanya sebagian ucapan saja.
Pasti Allah akan menjadikannya menimpakan padanya siksaan untuk menjadi pelajaran bagi hamba-hambnya sebagaimana ini yang berlangsung dalam sunatullah. tentang orang-orang yang berkata atas namanya. Qala taala ya Allah berfirman di surat Asyura ayat 24. Am yaquulunaftar alallahi kadiba fa yasyaillahu yaktimu alaik.
Atau apakah mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengadakan dusta atas nama Allah. Maka jika Allah menghendaki, Allah akan menutup hatimu. Yakni Allah akan memberikan azab yang langsung bagi orang-orang yang berdusta atas namanya. Wahauna intaha jawab syart tumma akhbaro khabaron jaziman giriro muallaqin [tertawa] annahu yamhul batil wa yuhiqal haq.
Sampai di sini di ayat ini ya jawaban dari syarat tadi telah selesai. Setelah itu Allah memberitakan berita yang pasti yang tidak ada keraguan lagi bahwa dia akan melenyapkan yang batil dan menetapkan yang benar yang hak. Allah berfirman, ya waqala taala di ayat lain Allah berfirman, w qarodarullaha haqqo qadrih haqqo qadrihi idalu ma anzalallahu ala basyar minai.
Dan mereka tidak memuliakan Allah dengan sebenar-benar pemuliaan ketika mereka mengatakan Allah tidak menurunkan sesuatu apapun kepada seorang manusia. Yni Allah tidak menurunkan petunjuk kepada para rasul alaihialatu wasalam. Faakhbaro subhanahu anna man nafa anhul irsala wal kalama lam lam yaqdirhu haqqo qadrih.
Maka di ayat ini Allah mengabarkan bahwa barang siapa yang menafikan dari Allah Subhanahu wa taala bahwa dia mengutus para rasul-Nya menafikan kalamullah ya, bahwa orang ini tidak memuliakan Allah dengan sebenar-benar pemuliaan. Yakni ini semua merupakan bantahan ya secara akal sehat bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran risalah atau petunjuk yang dibawa oleh para rasul alaihialatu wasalam.
Waqodakaru furuqon bainan nabi warusuli wa ahsanuha. Ya, mereka juga di sini para ulama menyebutkan perbedaan antara nabi dan rasul yang paling terbaik di sini kata Syekh ya kata Imam Ib Ibnu Abil Iz rahimahullahu taala anna nabaahullahu in amarahu yuballirohu fahua nabiun rasulun waamu nabiun yang terbaik Di antara pendapat yang menyebutkan perbedaan ini bahwa orang yang Allah berikan kabar kepadanya dari berita-berita langit, kalau Allah perintahkan dia untuk menyampaikan kepada selainnya, berarti dia adalah nabi dan rasul.
Tapi kalau Allah tidak perintahkan untuk disampaikan kepada yang lain, maka dia adalah nabi, tapi bukan rasul. Farasulu aksu min nabi minan nabiyi. Maka berarti rasul di sini lebih khusus dibandingkan Nabi. Karena kullu rasulin nabiyun waaisa kullu nabiyin rasulan. Setiap rasul itu pasti nabi. Tapi tidak semua nabi itu rasul.
Berarti rasul tingkatannya paling tinggi. Wakin risalata aamu min jihati nafsiha. Tapi kerasulan sendiri lebih umum karena dia mencakup nabi juga ya dari sisi sisi zatnya. Fubwatu juzun minar risalati id risalatu tatanawalun nubuata wiraha bikhilafir rusul. Ya. Maka kenabian itu adalah bagian dari kerasulan.
Karena kerasulan itu meliputi di dalamnya nabi dan yang selainnya. Kenabian dan selainnya. Beda dengan arrasul alaihialatu wasalam. Fainnahum la yatanawalunal anbiya wahairum. Karena mereka tidak meliputi para nabi dan yang selainnya. Balil amru bil aks. Bahkan keadaannya ya kebalikannya. Yakni ini salah satu pendapat yang beliau kuatkan dan sudah kita pernah jelaskan juga seperti keterangan Syyaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala.
Pendapat yang lebih kuat tentang yang membedakan nabi dan rasul justru pendapat yang lain. Karena kalau dikatakan nabi itu mendapatkan wahyu dari Allah kemudian tidak diperintahkan disampaikan jelas tidak mungkin. Para ulama saja yang kedudukannya di bawah para nabi diperintahkan menyampaikan ilmu dari Allah apalagi para nabi dan para rasul alaihialatu wasalam.
Jadi tidak mungkin para nabi itu tidak diperintahkan menyampaikan petunjuk Allah kan tidak mungkin. Karena ini malah dilarang. Iya kan? Menyembunyikan kebenaran. Jadi yang benar para nabi dan para rasul tetap diperintahkan menyampaikan wahyu Allah. Cuman kalau nabi itu dia mengikuti syariat rasul yang sebelumnya. Rasul itu membawa syariat yang baru.
Kalau Nabi itu mengikuti rasul yang sebelumnya. Makanya Bani Israil ya selalu dipimpin oleh para nabi, tapi mereka mengikuti syariat dari rasul seperti Nabi Musa alaihi salatu wasalam. Ya, [berdehem] setelah beliau wafat kan banyak nabi-nabi yang menggantikannya seperti muridnya sendiri, Nabi Yusya Ibnu Nun dan yang lainnya.
[berdehem] Ya, kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, innal bani israil tasusuhumul anbiyaamaaka nabiyun baatallahu nabiyan atau bua nabiyun. Ya, para Bani Israil itu selalu dipimpin oleh para nabi. Setiap kali wafat seorang nabi kemudian diutus lagi nabi yang berikutnya. tapi mengikuti rasul yang sebelumnya.
Mengikuti syariat yang dibawa oleh Rasul. Jadi semua diperintahkan untuk menyampaikan. Tapi kalau Rasul itu membawa syariat yang baru, adapun Nabi hanya mengikuti syariat yang dibawa oleh Rasul yang sebelumnya. Itu perbedaan yang lebih kuat tentang membedakan antara nabi dan rasul alaihiusalatu wasalam. Farisalatu ahammu aammu min jihati nafsiha.
ahliha. Maka kerasulan itu lebih umum dari sisi zatnya, tapi lebih khusus dari sisi orang-orangnya. Ya, karena tidak semua rasul itu adalah nabi. Ya, tidak semua nabi itu adalah rasul. Sebaliknya setiap rasul itu pasti pasti nabi. Nah, [berdehem] wa irsalur rasuli alaihalam alaihimusam minamillahi ala khalqih dan diutusnya para rasul itu adalah termasuk sebesar-besar nikmat yang Allah turunkan kepada makhluknya kepada semua manusia w khusususan Muhammadan sallallahu alaihi wasallam khususnya lagi Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
wasallam ini sebesar-besar nikmat yang Allah limpah bahkan kepada umat di akhir zaman. Dan beruntung orang-orang yang mengimani beliau dan berusaha selalu mengikuti sunah beliau. Kama qala taala sebagaimana firman Allah di surat Ali Imran saya ayat 164 ya. Laqad manallahu alal mukminina id ba fihim rasulam min anfusihim yatlu alaihim ayatihi wauzakkiihim waallimuhumul kitaba wal hikmata.
Sungguh-sungguh Allah telah memberikan karunia yang besar kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri yang rasul ini membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan, membersihkan diri-diri mereka serta mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an dan hikmah yaitu sunah yang meskipun sebelum itu mereka benar-benar di dalam kesesatan yang nyata.
Berarti diutusnya Nabi sallallahu alaihi wasallam itu adalah akbarul minan. Sebesar-besar karunia yang Allah limpahkan kepada umat ini. Seperti diterangkan dalam tafsir Ibnu Katsir rahimahullahu taala. Waqala taala. Di ayat yang lain surat Al-Anbiya ayat 107 Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Wama arsalnaka illa rahmatall lil alamin.
Dan tidaklah kami mengutusmu wahai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kecuali sebagai rahmat bagi semua makhluk di alam semesta.” Maka ini ya penjelasan yang menyebutkan tentang bagaimana kita meyakini kebenaran petunjuk Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang seharusnya kita yakini berdasarkan petunjuk akal sehat apalagi berdasarkan petunjuk dari dalil-dalil Al-Qur’an dan sunah yang sahihah dari Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
Babakallahu fikum. Selesai pembahasan masalah ini, kita akan teruskan kembali insyaallah di pertemuan berikutnya di pembahasan yang baru. Semoga bermanfaat ya. Kita kumandangkan azan dulu sebelum kita jawab pertanyaan. Silakan sudah masuk waktu. [tertawa] Allah [musik]
Muhammad Rasulullah [musik] hayya alah [musik] [musik] haya alah [musik] [musik] Hayya alalah. [musik] Hayya alal [musik] falah. Allahu [musik] Akbar Allahu Akbar.
Lailahaillallah Allah [musik] [berdehem] Iya. Barakallahu fikum. Saya persilakan
untuk yang bertanya langsung silakan. atau lewat kertas dari akhwat. Ada pertanyaan di sini yang dikirim lewat pesan WhatsApp. Bagaimana yang sesuai dengan syariat jika kita datang ke masjid tapi salat berjamaah sudah selesai? Apakah kita tetap salat berjamaah dengan orang yang datang terlambat dengan tujuan mendapatkan pahala salat berjamaah atau salat sendiri saja? Masalah hukum mendirikan jemaah yang kedua kita tahu itu adalah perbeda ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama ini khususnya berlaku bagi masjid yang
ada imam rawatibnya. Masjid-masjid kaum muslimin secara umum. Beda kalau masjid di bandara atau di pelabuhan atau di terminal masjid persinggahan yang tidak ada imam rawatibnya boleh setiap saat kita datang salat berjamaah tidak ada masalah. Karena itu memang masjid yang banyak dilalui oleh orang-orang yang musafir.
Karena kalau musafir kan dia ya sesuai dengan waktu yang singgahnya maka dia melaksanakan salat sehingga tidak bermasalah. Tidak ada masalah kalau dia melaksanakan berjamaah meskipun sudah selesai. Sekarang masjid yang ada imam rawatibnya dan [berdehem] itu masjid kebanyakan kaum muslimin. Apakah boleh kita mendirikan jemaah yang kedua? Terjadi perbedaan pendapat.
Pendapat yang dikuatkan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala dalam kitab Tamamul Minnah. Dan beliau mengatakan ini adalah pendapat Imam Assyafi’i rahimahullahu taala. Tidak boleh melaksanakan jemaah yang kedua. [berdehem] Ya, berdasarkan beberapa riwayat bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah datang dari luar Madinah di satu satu keadaan.
Kemudian ketika beliau mendapati salat berjamaah selesai, maka beliau pulang melaksanakan salat berjamaah di rumahnya bersama keluarganya. Kemudian ada asar dari Al-Han Albashri yang menyebutkan para sahabat ketika mendatangi masjid jemaah sudah selesai. fasolu furod mereka melaksanakan fasolu furada mereka melaksanakan salat sendiri-sendiri ya jadi itu yang disebutkan dalam beberapa riwayat dan asar yang menguatkan pendapat ini.
Sehingga ini yang dikuatkan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala bahwa membentuk jemaah yang kedua di masjid yang ada imam rawatibnya itu tidak diperbolehkan. Kalau ingin membentuk jemah, maka berjamaah di rumah atau kalau di masjid itu ya salatnya sendiri-sendiri. Itu yang beliau kuatkan. Kapan seseorang boleh dikatakan dia sururi atau turt? Iya.
Yang berhubungan dengan istilah sururi ini yang mengikuti pemahaman Muhammad bin Surur yang ciri-cirinya adalah mengkafirkan pemerintah, menjelek-jelekkan pemerintah, atau juga termasuk ya mengatakan para ulama itu kurang paham tentang fikhul waqi’, fikih kenyataan. sehingga mereka ya menjauhi para ulama dan menjauhkan umat dari para ulama dan menyuruh orang merujuk kepada tokoh-tokoh mereka yang terkenal dengan katanya [berdehem] paling paham kenyataan padahal suka mencela pemerintah kemudian berfatwa asal-asalan dalam urusan-urusan yang besar itu
ciri-ciri mereka ya kalau mereka kalau seorang memiliki ciri-ciri seperti ini dan dinasihati tidak mau ya bisa kita cap sebagai orang yang dia itu surut ataupun cap-cap yang sejenisnya. Cuma tentu saja tidak mudah kita menisbatkan ee apa ini gelar-gelar seperti ini kecuali kalau ada bukti yang nyata. Lagi pula kebanyakan orang mungkin tidak paham, kita nasihati terlebih dahulu.
Yang paling penting kita ingatkan tentang bahaya pemahaman-pemahaman yang menyimpang dari akidah ahlusunah wal jamaah. seperti yang dibungkus dengan bungkusan yang baru. Contoh seperti sururiah ini, itu ada dan nyata yang ciri-ciri mereka adalah seperti yang tadi kita sebutkan, mudah menjelek-jelekkan pemerintah.
Kemudian ketika kita suruh merujuk kepada para ulama ahlusunah wal jamaah, para ulama yang senior sekelas Syekh Bin Bas, Syekh Ibnu Utsaimin, Syekh Abdul Muhsin Al Abbad, Syekh Saleh Fauzan, Alfauzan dan yang lainnya. Sy Albani rahimahumullah rahimahumullahu taala yang telah wafat ya. [berdehem] Maka mereka akan mengatakan para ulama tersebut adalah para ulama haid dan nifas. Mereka tidak paham kenyataan.
Sedangkan ulama yang mereka ingin jadikan rujukan adalah tokoh-tokoh mereka yang selalu mencela pemerintah dan selalu membuat [berdehem] pernyataan-pernyataan yang ya menimbulkan fitnah di tengah kaum muslimin. Apa yang dimaksud dengan kisah atau berita israiliyat dan bagaimana akidah kita tentang kisah atau berita israiliyat tersebut? Israiliyat itu adalah kisah-kisah dari Ahlul Kitab, dari berita-berita [berdehem] dari Ahlul Kitab yang biasanya itu diambil dari ya kitab-kitab mereka atau sebagian dari kaum muslimin yang dulunya
pernah menganut agama mereka. [batuk] Ya, asalnya kita tahu yang namanya kalau berita tentang Bani Israil ya, kita bisa benarkan, bisa kita tidak benarkan sesuai dengan bukti yang ada. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang sahih, [berdehem] haditsu an bani israil wala haraj. Ceritakanlah tentang Bani Israil dan tidak ada masalah.
Anak-anak di luar jangan ribut. Anak-anak di luar jangan ribut. Anak-anak jangan ribut. [batuk][berdehem] Kalau masalah berita ya kita ceritakan tanpa dibenarkan dan tanpa disalahkan ya. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam di hadis yang lain, hadasakum [batuk][berdehem] hudistum an bani israil fala tusoddiquu wala tukadzibuh.
Jika kalian diceritakan tentang Bani Israil, maka jangan membenarkan, jangan juga mendustakannya. Ya. Jadi kalau itu kisah-kisah tidak perlu kita benarkan, tidak perlu kita dustakan. Adapun kalau berhubungan dengan hukum maka kita hadapkan dengan syariat kita. Kalau ada dalam syariat kita, kita ikuti syariat yang ada di kita, bukan karena mengikuti mereka.
Kalau tidak ada, maka tidak perlu kita amalkan. Karena hukum-hukum yang ada dalam Islam tentang agama ini sudah cukup dan lengkap. Ya. Adapun yang berasal dari israiliyat, kalau tidak ada dalam agama kita yang mendukungnya, maka tidak perlu kita mengikutinya, tidak perlu kita membenarkannya. Apalagi kalau jelas-jelas dalam agama kita menyelisihinya, maka jelas kita mengikuti yang ada di agama kita.
[berdehem] Apakah boleh kami bersedekah dan kami niatkan agar terjauhi dari dosa, riba, dan maksiat? Ya, jelas kalau untuk kebaikan agama boleh kita [berdehem] sertakan niat. Niat asalnya tentu ikhlas karena Allah, mengamalkan ibadah, ketaatan kepada Allah. Kalau dengan itu kita minta untuk dimudahkan kebaikan-kebaikan dalam agama kita, dijaga dari dosa, riba, dan maksiat boleh.
Karena itu untuk kebaikan agama itu semua diridai dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Nam TB. Cukup sampai di sini insyaallah kajian kita di kesempatan malam hari ini. Semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang. Kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin yaumiddin.
Walhamdulillahiabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla ilahailla anta astagfiruka. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. faarahulatal [bernyanyi] kubra fakadzaba wa asa tumma adbara yas’a fahasara fanada faqala ana rabbukumul a’la faakhadzahullahualal akhirati wal ula inna fialika larata [musik] Aum asaduqan amamau banaaha rafaa samkaha fasawaha waaghya lailaha [bernyanyi] wa akhraja
duha wal ardha ba’da dzalika dahaha Ak minha
Leave a Reply