- Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]
- kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala kita selalu memuji dan menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunianya Alhamdulillah segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat Islam nikmat iman kemuliaan menjadi pengikut nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian nikmat besar yang Allah mudahkan bagi kita di malam hari ini dengan kita bisa selalu mengadakan majelis ilmu untuk mengkaji ayat-ayat Alquran dan hadits-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdasarkan
- pemahaman para sahabat radhiallahu ta’ala anhum ajmain apalagi kajian membahas kitab-kitab para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yang berkaitan dengan masalah prinsip-prinsip dasar agama dasar-dasar Islam yang ini dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi sebab seorang hamba akan selalu dikuatkan dan dimudahkan untuk istikamah di atas pemahaman agama yang benar sampai dia menghadap Allah subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat nanti Barakallah fiikum rahimakumullah di malam hari ini kita insya Allah akan melanjutkan kembali
- pembahasan kitab yang sangat bermanfaat kitab Al Aqidatul Islam di awal-awal pembahasan kitab ini tentang permasalahan aqidah yang paling penting keimanan yang paling dasar yaitu mengenal dan menetapkan nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna Maha mulia yang dengan sebab ini kita akan menguatkan kecintaan kita kepada Allah pengharapan dan rasa takut kita kepadanya dengan sebab ini kita akan mewujudkan Insya Allah peribadatan dan penghambaan diri yang
- sempurna kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala mengatakan Siapa yang mengenal Allah dengan nama-namanya yang maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan perbuatan-perbuatannya yang maha terpuji maka dia pasti akan mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah Sekarang kita akan lanjutkan pembahasan kitab yang sangat bermanfaat ini kitab Al Aqidatul wasithiyah di pembahasan berikut ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala menyebutkan beberapa ayat ya banyak ayat-ayat Alquran yang
- berkenaan dengan penetapan sifat Allah yaitu mahabbatullah mencintai dan menyayangi wali-walinya hamba-hambanya yang beriman sebagaimana yang Allah sebutkan di dalam banyak ayat-ayat Alquran Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengungkapkan sifat ini dengan Mahabbah kadang-kadang juga dengan lafadz dan dialah Allah subhanahu wa ta’ala yang maha mengampuni maha pengampun dan maha mencintai hamba-hamba yang beriman ya sekarang jamaah sekalian rahimakumullah ketika kita mendengarkan pembahasan seperti ini
- ya dengan keimanan yang kita miliki meskipun kita tidak mengakui memiliki iman yang sempurna tapi kira-kira apa yang terpesik terbersit dalam pikiran kita Waktu kita mengkaji ayat-ayat yang di situ Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan dia mencintai hamba-hambanya yang memiliki sifat-sifat yang Allah ridhoi ini pasti rasa gembira pastinya kita akan bersemangat untuk mengkajinya karena meraih kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kedudukan yang sangat tinggi di dalam agama bahkan ini merupakan kedudukan yang
- paling tinggi yang paling mulia bagi hamba-hamba Allah Subhanahu Wa Ta’ala yakni orang yang beriman ketika dia mendapatkan kabar Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai amalan-amalan ini mencintai kebaikan-kebaikan yang disyariatkannya dalam agamanya ini maka dia akan bersemangat untuk mengetahui agar bisa mempraktekkan amalan-amalan tersebut karena tidak mungkin seseorang yang mencintai sesuatu kemudian dia tidak ingin melakukan hal-hal yang dicintai oleh kekasihnya tersebut yakni konsekuensi iman yang benar ya
- kita tahu mencintai Allah itu adalah dasar dari keimanan bahkan disebut oleh para ulama sebagai apa sebagai ruhnya Iman mahabbatullah ta’ala mencintai Allah itu adalah ruhnya iman iman yang tanpa cinta kepada Allah berarti ibaratnya mayat atau bangkai tidak punya roh jadi dia adalah Ruhul iman hakikatnya tauhid yang sejati sekaligus sebagai landasan pendekatan diri kepada Allah dan inti dari peribadatan kepadanya jadi ketika kita menginginkan kebaikan pada diri kita menginginkan kesempurnaan pada iman kita pasti pembahasan-pembahasan seperti ini
- sangat kita harapkan untuk dijelaskan kepada kita dengan pemahaman yang benar dari sini juga kita mengetahui betapa merugi dan buruknya orang-orang yang kemudian menolak sifat-sifat kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala seperti sifat ini kemudian memahami ayat-ayat Alquran dengan menyelewengkan kandungan maknanya menyimpang dari akidah Ahlussunnah Wal Jamaah dalam perkara-perkara yang penting seperti ini jamaah sekalian rahimakumullah menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Al mahabbatu Wal Mawadah bahwa dia mencintai dan mengasihi
- hamba-hamba yang dipilihnya yang melakukan amal-amal Saleh yang diridhoinya itu disebutkan di dalam banyak ayat Alquran di dalam kitab Al Aqidah yang sedang kita kaji ini membawakan ada 8 ayat dan ini cuma contoh sebagian saja masih banyak ayat-ayat yang lain belum lagi hadis-hadit yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka Bagaimana mungkin ada orang-orang yang kemudian menolak dan mengingkari sifat yang mulia ini ya naudzubillahimindzalik pertama firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat al-baqarah ayat 195
- NU Innallaha yuhibbul Muhsinin dan berbuatlah Ehsan berbuat baiklah Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba yang melakukan kebaikan ya diperintahkan untuk berbuat Ihsan tentu saja Ihsan ada yang wajib ada yang dianjurkan dalam Islam kemudian Ihsan itu kita lakukan dalam bermuamalah dengan Allah subhanahu wa ta’ala dan ini yang paling tinggi Tentu saya kedudukannya dan juga ketika bermuamalah ya bergaul dengan sesama makhluk bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda Innallaha kata Bali Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala
- menetapkan agar kita melakukan perbuatan Ihsan dalam segala sesuatu ini adalah contoh sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena Allah menyatakan di dalam ayat ini bahwa dia mencintai hamba-hamba yang melakukan perbuatan Ihsan secara ringkas Ihsan dalam beribadah kepada Allah tentu yang terbaik yang menafsirkannya adalah hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang kita kenal dengan hadis Jibril dalam Shahih Muslim hadis yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Amirul Mukminin Umar Ibnu tentang
- Malaikat Jibril yang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan tingkatan-tingkatan dalam Islamiyah itu Islam iman dan ihsan sewaktu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ditanya tentang masalah Ihsan tingkatan yang lebih tinggi di atas iman maka Rasulullah SAW mengatakan apa yang pertama kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat Allah Kenapa ini lebih tinggi karena orang yang beribadah dengan keyakinan seperti ini sifat seperti ini maka ini yang namanya ibadah dengan keinginan dengan pengharapan
- ya orang yang beribadah kepada Allah seolah-olah Dia melihat Allah dan Allah kita tahu ya zat yang memiliki sifat-sifat sempurnaan sifat-sifat yang Maha Tinggi sifat-sifat Yang Maha Indah jadi ini ibadah dengan semangat ibadah dengan keinginan ibadah dengan pengharapan makanya tingkatannya lebih tinggi tingkatan yang kedua fa’il lamtakuntarahufa innahu ya Raka kalau kamu tidak bisa melihat Allah maka sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala melihatmu yakni mengawasi perbuatanmu ini ibadah ya ibadah dengan rasa takut
- karena kita meyakini Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Sempurna penglihatan dan pengawasannya ini menjadikan kita takut beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Tentu juga ini utama tetapi keutamaannya di bawah tingkatan yang pertama tadi yang jelas ayat ini menyebutkan tentang sifat dan orang-orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala yaitu orang-orang yang berbuat Ihsan kemudian Ihsan terhadap sama makhluk kesimpulannya kata para ulama ya ada yang menyebutkan makna Ihsan kepada sama makhluk adalah badlun nada
- wakaful Azza berusaha untuk mencurahkan kebaikan yakni menolong orang dengan harta menolong orang dengan tenaga dengan pikiran ya atau dengan cara apapun yang penting dibenarkan di dalam Islam tidak mengganggu atau menyakiti orang lain dan tholaqotul wajib ya berjumpa dengan saudara kita dengan wajah yang berseri-seri itu Sebagian ulama menafsirkan Ehsan kepada sesama makhluk seperti itu yang kita lakukan yang jelas ini adalah sifat mulia yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala jadi sama dengan ayat-ayat yang
- menyebutkan tentang sifat cinta Allah kepada hamba-hamba yang berbuat amal-amal kebaikan seperti nya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang selalu bertobat kepadanya dan orang-orang yang selalu mensucikan dirinya ya kemudian di dalam hadis-hadis yang shahih Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan banyak tentang sifat-sifat yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala misalnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda innallahayu Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai
- ketika melihat bekas-bekas nikmat yang dilimpahkan kepada hambaNya seseorang yang memakai pakaian indah ketika dia beribadah kepada Allah ketika dia datang salat Jumat ketika dia melaksanakan salat ketika dia menghadiri majelis ilmu ya sebagaimana yang disebutkan dalam penampilan Malaikat Jibril Alaihi sholatu Wassalam yang menyerupakan diri sebagai seorang Arab Badui dengan pakaian yang sangat putih penampilan yang sangat rapi ini dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ditunjukkan dalam rangka mensyukuri nikmatnya
- ini semua lafadz yang sangat jelas Allah mencintai amalan-amalan perbuatan seperti ini maka pastinya ya Ahlussunnah Wal Jamaah menetapkan sifat yang mulia ini sifat yang agung ini berdasarkan dalil-dalil Alquran banyak ayat-ayat Alquran dan banyak hadis-hadis yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki sifat Mahabbah dan Al Mawaddah mencintai dan mengasihi orang-orang yang beriman orang-orang yang melakukan amal-amal ketaatan yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta’ala
- maka sebagaimana pembahasan kita yang lalu kita wajib menetapkan sifat ini sifat Al Mahabbah berdasarkan kaidah dari para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah yaitu isbatun bila tampil Wathan kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan dengan makhluk orang-orang yang menolak sifat-sifat Allah seperti ini mengatakan ini tidak bisa diterima oleh akal sehat ya alasan mereka diantaranya kita katakan Bagaimana mungkin tidak bisa diterima akal sehat sementara yang menurunkan ayat-ayat ini kemudian Wahyu yang disampaikan oleh Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam adalah dari sisi Allah yang menurunkan wahyu dan menciptakan manusia dengan akal Sehatnya tidak mungkin apa yang Allah turunkan bertentangan dengan apa yang Allah ciptakan Jadi mereka mengatakan alasan seperti ini kemudian ya mereka akan menyebutkan kekurangan sifat ini yang ada pada makhluk sehingga mereka mengatakan tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala disifati dengan sifat yang ada kekurangannya seperti ini Padahal kita tahu Ahlussunnah Wal Jamaah kaidahnya dalam menetapkan masalah
- akidah seperti ini adalah tadi isbatun bila tampil kita menetapkan sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk kalau sifat ini ketika diterapkan pada makhluk ternyata mengandung konsekuensi yang buruk ini pun tentu perlu ditinjau kembali kita katakan maka ini tidak berlaku pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sifat-sifat Allah Maha Tinggi dan Maha Sempurna sesuai dengan kematian dan kemahalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun sifat-sifat makhluk karena makhluk memang penuh dengan kekurangan dan kelemahan maka sesuai
- dengan itu sifat-sifat mereka penuh dengan kekurangan dan kelemahan sebagaimana keadaan makhluk tersebut kemudian tanzihun bila ta’atil kita mensucikan Allah tanpa menolak sifat-sifatnya sehingga kita kembali kepada kaidah yang selalu kita sebutkan dalam setiap pembahasan sifat-sifat Allah kita menetapkan sifat mahabbah dan Al Mawaddah bagi Allah mencintai dan mengasihi hamba-hamba yang beriman yang mengamalkan amal-amal yang diridhoinya karena Alquran menetapkannya di dalam banyak Ayat juga di dalam banyak hadits-hadit Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menetapkannya dengan kita memperhatikan apa penafian empat Perkara apa itu Yang Pertama apa bila tampil tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk ya kan selalu ini menjadi kaidah sifat-sifat Allah itu sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah As Sami maha mendengar iya kan manusia bisa mendengar apa tidak bisa mendengar Apakah sama dua pendengaran ini jelas berbeda manusia terbatas pendengarannya Iya kan banyak kekurangannya Adapun Allah Subhanahu Wa
- Ta’ala Maha Sempurna pendengarannya tidak ada yang luput dari pendengaran Allah semua ucapan yang diucapkan oleh makhluk orang yang berdoa Sekian banyak ya manusia yang berdoa dalam satu waktu tidak ada yang luput dari pendengaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada yang tercampur dari ucapan doa-doa tersebut Satu dari yang lainnya karena Allah Maha Sempurna sebagaimana Allah Maha Melihat manusia juga melihat tetap berbeda hakekatnya karena sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesuai dengan kematian dan kemaha sempurnaan Allah
- Adapun sifat makhluk sesuai dengan kelemahan makhluk jadi tanpa menyerupakan makanya tadi ketika mereka mengatakan Ya sebagian dari mereka yang menolak sifat mencintai ini mengatakan mencintai ini kalau di kalangan manusia mencintai orang lain itu ada kelemahan di hatinya Kenapa dia mencintai orang lain karena hatinya lemah hatinya tunduk Akhirnya dia cinta kepada orang kepada pihak lain sehingga ini tidak pantas ditetapkan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka kita jawab ini pembahasannya manusia atau Allah Subhanahu Wa Ta’ala
- ya kalau itu berlaku untuk manusia mungkin benar kita katakan itu Karena manusia lemah Adapun Allah Subhanahu Wa Ta’ala di maha suci dari segala kekurangan segala celaan segala aib sebagaimana semua sifat-sifatnya yang lain contoh saja manusia hidup tapi karena hidupnya manusia terbatas penuh dengan kelemahan maka dia butuh untuk tidur bisa mengantuk bisa capek ya Adapun Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah Tidak mengantuk dan tidak tidak tidur dan kami tidak pernah ditimpa rasa capek kata Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi ini harus dibedakan ya Jadi kalau
- apa yang mereka katakan mencintai itu menunjukkan kelemahan hati Maka ini kalau betul berlaku pada makhluk maka tidak berlaku pada sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna buktinya para sahabat tidak pernah menolak penetapan sifat-sifat seperti ini tidak ada satu dalil pun para sahabat ketika mendengarkan ayat ini mereka Langsung mengatakan Oh ini tidak masuk akal ini menunjukkan makna kelemahan Alhamdulillah yang mereka lakukan adalah apa Justru bersemangat mendengarkan apa itu sifat-sifat yang dicintai oleh Allah
- perbuatan-perbuatan apa yang mendatangkan kecintaan Allah kepada hamba mereka bersemangat untuk melakukannya inilah hamba-hamba yang selalu mendapatkan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala Ya sudah pernah sering kita Jelaskan Celakanya orang-orang yang belajar akidah tidak sesuai dengan pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah ya ayat Alquran seperti ini kan diturunkan untuk benar-benar rahmat Allah Iya kan bagi manusia bayangkan Siapa yang tidak ingin mendapatkan kecintaan Allah ini Puncak kemuliaan tertinggi dalam Islam pasti kita semua menambahkannya
- apalagi diturunkan di dalam ayat-ayat Alquran yang merupakan apa sebaik-baik petunjuk Harusnya kita dengarkan dengan Apa semangat untuk memahaminya mengamalkannya ingin mempraktekkannya bahkan kita akan mencari ayat-ayat lain dalil-dalil lain yang menyebutkan sifat-sifat yang dicintai oleh Allah supaya semakin banyak peluang kita untuk mendapatkan keutamaan ini beda dengan mereka-mereka ini dengarkan ayat malah dicurigai ayatnya Jadi bukan menjadi petunjuk malah menjadi sebab kericuhan Oh tidak masuk akal ayat ini kayak ini tidak benar
- tidak pantas Allah seperti ini Masya Allah ayat Alquran diturunkan bukan menjadi petunjuk tapi malah menjadi sebab kerancuan malah mereka mencurigai setiap ayat yang diturunkan menghukumi dengan akal sendiri tidak ada sifat tunduk yang merupakan sifat orang-orang yang beriman ya padahal kita tahu Alquran saja disebutkan di dalam surat al-hasyr Bagaimana Gunung Batu saja Kalau kami turunkan padanya Alquran ini kamu akan melihat gunung itu akan tunduk akan khusyuk pecah karena takut kepada Allah ini manusia sekarang yang hatinya tentu
- lebih lunak dibandingkan batu ketika turun ayat Alquran kemudian dengan sikap-sikap seperti tadi ini Celakanya orang-orang yang belajar akidah tidak sesuai dengan pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah ya pemahaman Manhaj para sahabat radhiyallahu Ta’ala anhum ajma’in Jadi pertama tidak boleh kita menyerupakan Allah dengan makhluk ya mereka juga mengatakan alasan lain ini biar kita Sebutkan semua dan kita tahu jawaban yang disampaikan oleh para ulama dalam masalah ini di samping tadi mencintai itu menunjukkan kelemahan hati
- mereka juga beralasan cinta itu tidak mungkin terjadi pada dua pihak yang berbeda ini termasuk syubhat yang paling paling lemah dan paling kelihatan ya kebodohan orang-orang yang mengucapkannya Siapa yang mengatakan demikian sekarang manusia memiliki hewan peliharaan dia mencintai hewannya tersebut sehingga dia Rindu Untuk bisa bertemu kalau lama berpisah jangankan hewan ya kita punya koleksi barang saja kita Rindu Untuk bisa melihatnya lagi kan kalau lama kita tidak melihatnya ini padahal antara makhluk hidup dengan benda mati
- atau pernah dengar hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Shahih Muslim tentang Gunung uhud Iya kan apa kata rasulullah namun Rasulullah SAW bersabda Alaihissalam bersabda Uhud jabalun gunung uhud adalah uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita Mencintainya sekarang manusia dengan gunung sejenis atau beda jenis merah jenis ternyata bisa saling mencintai berarti apa yang mereka katakan cinta itu hanya terjadi pada dua yang beda jenisnya ini batil dan sangat terlihat ya keburukan dari pemahaman-pemahaman yang rusak ini
- naudzubillahimindzalik itu yang pertama kita harus menafikan tampil dalilnya adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat walam yakullahu kufuwan ahad dan tidak ada satu makhluk pun yang serupa dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang kedua kita wajib menafikan yang namanya artinya membagaimanakan menanyakan hakikat sifat Allah tidak boleh kita lakukan karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak
- mengabarkannya para sahabat radhiyallahu Ta’ala anhum ajma’in tidak menanyakan tentangnya kita Yakin hakikat sifat Allah itu ada tapi cuma Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya kita hanya menetapkan maknanya secara bahasa Arab tapi hakekatnya kita serahkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata dialah yang mengetahuinya ini juga merupakan taqif ini juga merupakan sebab untuk bisa menyerupakan Allah dengan makhluk maka dilarang untuk kita tanyakan dalam pembahasan nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala
- kita tahu dalil yang Ma’ruf adalah pernyataan dari Imam Malik rahimahullah ta’ala yang menyebutkan larangan tentang masalah ini menanyakan tentang kaifiyah sifat Allah subhanahu wa ta’ala ini merupakan Bid’ah perbuatan yang tercela di dalam agama yang ketiga kita menafikan apa menafikan yang namanya ya mereka mengatakan sifat ini tidak masuk akal kita harus tolak Bagaimana mungkin tidak masuk akal Allah menetapkannya di dalam banyak ayat-ayat Alquran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menetapkannya di dalam banyak
- hadits-hadit yang shahih Siapa yang lebih tahu tentang apa yang pantas bagi Allah Apakah manusia atau Allah dibandingkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jelas Allah lebih tahu Antum amilah Apakah kalian lebih tahu dibandingkan Allah Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui Allah menetapkan bagi dirinya berarti Allah Maha Mengetahui ini sifat yang pantas bagi keagungan dan kemuliaannya apalagi dengan makna yang tadi kita Jelaskan Masya Allah ya Allah mencintai hamba-hamba yang beriman bukti-buktinya Allah memberikan pahala
- kepada mereka balasan pahala yang berlipat ganda Allah menolong orang-orang yang beriman senantiasa melindungi mereka dari keburukan ini semua bukti-bukti bahwa Allah mencintai hamba-hamba yang beriman baik jadi tidak boleh kita menolak sifat-sifat Allah yang keempat apa wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan makna dari ayat-ayat tersebut kita harus Artikan sesuai dengan bahasa Arab yang dengan itulah Alquran diturunkan Sesungguhnya kami menurunkan Alquran itu berbahasa Arab Agar kalian bisa agar kamu bisa memahaminya
- kita Artikan secara bahasa Arab seperti mencintai ini Ma’ruf mencintai meridhoi mendengar melihat ini kita ketahui kita menetapkan maknanya tapi kita katakan tentu makna yang ada pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang maha sempurna tidak seperti apa yang ada pada makhluk yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan sudah pernah kita Jelaskan penetapan sifat dan penetapan makna sifat secara asal tidak berarti kita menyamakan hakekatnya contoh sekarang sederhana saja manusia mendengarkan Apakah pendengaran satu manusia dengan
- manusia yang lain Semua Sama jawabannya tidak ya kan orang yang sudah lebih tua mungkin pendengarannya berkurang orang yang punya sakit tertentu pendengaran yang berkurang ini diantara manusia bisa berbeda-beda apalagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala demikian pula penglihatan demikian pula cinta kecintaan kita terhadap sesuatu Apakah sama yakni seseorang mencintai anaknya ada orang yang kedua juga mencintai anaknya apakah kecintaan mereka ini sama kadarnya sama nilainya jelas bertingkat-tingkat Iya kan kalau ini berlaku pada makhluk bisa
- berbeda-beda apalagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala Oleh karena itu selalu kita katakan sifat itu tergantung kepada siapa dinisbatkan sifat tersebut Ya seperti yang pernah kita Contohkan sifat yang bisa dilihat kalau kita mengatakan misalnya tangan atau kaki berbeda hakekatnya kaki manusia dengan kaki binatang berbeda binatang saja kakinya bermacam-macam bentuknya padahal sama-sama namanya kaki ya jadi penetapan lafadz tidak mesti menunjukkan bahwa sama ketika lafad itu dinisbatkan kepada satu makhluk dengan makhluk yang lain kalau
- ini berlaku pada makhluk apalagi Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Tinggi dan Maha Sempurna yang menyatakan tentang dirinya Laisa kamiflihir Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada satupun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat jadi inilah penetapan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang berbuat Ihsan berbuat kebaikan ayat yang kedua yang dibawakan di dalam kitab ini surat al-hujurat ayat ke 9 juga menyebutkan perbuatan yang dicintai oleh Allah dan berlaku Adillah Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala
- mencintai orang-orang yang berlaku adil ini juga menunjukkan kepada kita bahwa Islam memerintahkan keadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan bersikap adil untuk berbuat baik ya Dan Allah mencintai orang-orang yang melakukan keadilan yang sesuai dengan Islam keadilan itu kata sebagian dari para ulama artinya adalah memberikan setiap orang sesuai dengan haknya sesuai yang pantas dia dapatkan makanya keadilan itu beda dengan istilah apa penyetaraan atau penyamaan tidak mesti yang adil itu menyamakan di dalam Islam
- apakah semua manusia disamakan jawabannya tidak karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak sama penghuni surga dengan penghuni neraka ya muslimin Apakah kita menjadikan orang-orang muslim sama dengan orang-orang yang durhaka jelas berbeda ya aliastawil ladzina ya’lamuna walladzina ya’lamun Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui tentu berbeda jadi adil tidak mesti mengandung arti disamakan Oleh karena itu misalnya Pembagian warisan laki-laki itu mendapatkan Dua kali bagian perempuan ini adalah adil
- Meskipun tidak sama karena sesuai dengan kemaslahatan laki-laki pantas mendapatkan bagian dua kali bagian dari dari perempuan kecuali dalam kondisi tertentu yakni seperti warisan anak dari ibu ya itu laki-laki dan perempuan sama bagiannya itu pengecualian dalam dalam masalah ini jadi ayat ini juga menetapkan sifat Apa sifat Mahabbah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang yang berbuat keadilan Nah di sinilah ya jamaah sekalian rahimakumullah para ulama itu ketika menjelaskan tentang sifat Allah mencintai hamba-hambanya
- mereka mengatakan ya kalau sekedar mengaku mencintai Allah semua orang bisa mengaku tapi yang paling penting di sini Bagaimana supaya Allah bisa mencintai kita karena ini kedudukan yang sangat tinggi dalam agama Oleh karena itu para ulama mengatakan yang menjadi perhatian utama Bagaimana kamu mencintai Allah tapi yang menjadi perhatian adalah bagaimana Allah mencintaimu dan ayat-ayat ini menjelaskannya sebab agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba-hambanya berikutnya ayat yang ketiga di surat at-taubah ayat yang ke-7
- maka selama mereka lurus terhadap kalian ini maksudnya orang-orang yang mengadakan perjanjian dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam di sisi Masjidil Haram kalau mereka tetap lurus dengan perjanjiannya maka istakimullah balas sesuai dengan perbuatan mereka tetapi pegang perjanjian tersebut Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang bertakwa ya Jadi ini menunjukkan bahwasanya Islam itu menghargai perjanjian tidak diperbolehkan berkhianat ketika kita mengadakan perjanjian sampai pun dengan orang-orang kafir tentu sesuai
- dengan syariat Islam selama mereka berpegang teguh dengannya maka kita juga berpegang teguh dengan perjanjian tersebut Insyaallah kita akan teruskan nanti setelah selesai salat Isya karena sudah waktu Barakallah fikum Alhamdulillah Alhamdulillah kita lanjutkan sedikit pembahasan
- tentang ayat-ayat yang dinukilkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala yang menetapkan sifat mahabbah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba-hambanya dan mengasihi mereka-mereka yang melakukan amal-amal kebaikan yang diridhoinya sekarang ayat yang ke-4 surat al-baqarah ayat 222 Audzubillahiminasyaitonirrojim innallahayu Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang selalu bertobat dan mencintai orang-orang yang selalu mensucikan dirinya Allah mencintai hamba yang selalu mensucikan dirinya lahir dan batin
- mensucikan lahirnya tentu dengan atau mandi junub ketika melakukan hal-hal yang mendatangkan hadas kecil hadas kecil maupun hadas besar pada dirinya juga mensucikan batinnya dengan bertobat dari perbuatan dosa ini menjadi motivasi bagi hamba untuk banyak bertobat sebanyak apapun kesalahan yang kita lakukan selama kita selalu bertobat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka Allah mencintai hamba-hamba yang selalu bertobat dan kembali kepadanya apalagi di sini berhubungan dengan mengamalkan kandungan dari nama-nama Allah yang Maha indah ini
- termasuk ibadah yang paling utama diantara nama Allah subhanahu wa ta’ala yang berhubungan dengan Pengampunan Dosa apa saja atau Maha Penerima tobat apalagi Al Ghofur maha pengampun Al Ghaffar kemudian pemaaf ini semua berhubungan dengan Pengampunan Dosa pemaaf dosa dan hamba yang mengetahui rabb-nya memiliki pengampunan Yang Maha luas pemaafan menerima tobat kemudian dia mengamalkan dengan selalu bertobat kepada Allah selalu memohon ampun beristighfar kepada Allah maka Allah mencintainya dan ini salah satu diantara
- wujud luasnya rahmat Allah karena orang yang berbuat dosa dia melakukan keburukan Kalaupun dia bertobat ya Misalnya manusia orang berbuat salah kepada kita kita mungkin memaafkan tapi tidak kembali keadaannya seperti semula tapi Allah tidak demikian memperlakukan hamba-hambanya Siapa yang bertobat dengan sungguh-sungguh kembali kepada Allah sampai pun dia berkali-kali melakukan dosa asal setiap dia bertobat dia sungguh-sungguh maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima tobatnya dan mengampuni dosa-dosanya kemudian
- ayat yang kelima Surat Ali Imron ayat 31 Mullah Katakanlah ya Rasulullah kepada semua manusia Jika kamu benar-benar mencintai Allah maka Ikutilah aku ya Ikutilah sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maka niscaya Allah akan mencintaimu dan akan mengampuni dosa-dosamu ini ayat yang disebut oleh para ulama ahlussunnah sebagai ayat Al mihnah ayat yang berisi ujian Siapa yang mengaku mencintai Allah diuji membuktikannya dan Buktinya adalah ada pada ittiba mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Ini baru
- diterima dan dibalas cintanya oleh Allah subhanahu wa ta’ala makanya mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan ikhlas dengan jujur ini merupakan sebab Allah akan mencintai hambanya dan mengampuni dosa-dosanya jadi Semakin banyak kita belajar sunnah Semakin banyak kita mengamalkannya maka semakin dekat kecintaan Allah subhanahu wa ta’ala pada pada kita selanjutnya ayat yang ke-6 surat al-maidah ayat ke-4 ke-54 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Maka nanti Allah akan mendatangkan satu kaum
- yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah lengkapnya ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ya ayyuhalladzina amanu mayor Wahai orang-orang yang beriman barangsiapa di antara kamu yang murtad meninggalkan agamanya Maka nanti Allah akan mendatangkan satu kaum lain yang Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah adil latin Alal mukminin mereka adalah orang-orang yang selalu bersikap merendahkan diri terhadap orang-orang yang beriman dan selalu bersikap keras terhadap orang-orang kafir ya Yu jahiduna fisabilillah
- mereka adalah orang-orang yang selalu berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang-orang yang mencela di sini juga ada penyebutan apa Allah mencintai mereka dan mereka mencintai Allah berarti ayat ini juga menetapkan sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang beriman yang melakukan amalan-amalan yang diridainya kemudian yang ke-7 surat as-saf ayat yang keempat [Musik] Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai orang-orang yang berperang di jalan Allah tentu ini jihad yang benar yang sesuai dengan syariat Islam
- orang-orang yang berperang di jalannya yang mereka itu bersaf rapi ya berbaris dengan rapi seolah-olah mereka itu adalah bangunan yang kuat yang kokoh ini juga menyebutkan Allah mencintai orang-orang yang melakukan perbuatan ini ya berjihad di jalan Allah berarti mereka menegakkan jihad di jalan Allah menunjukkan mereka ikhlas bukan berjihad untuk kepentingan-kepentingan dunia atau hawa nafsu kemudian mereka melakukannya dengan rapi bersama-sama seperti satu barisan seolah-olah bangunan yang kokoh ini juga dicintai oleh Allah subhanahu
- wa ta’ala menunjukkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba-hambanya yang melakukan amal-amal yang diridhoi nya ayat yang terakhir di surat al-buruj ayat 14 menyebutkan tentang nama Allah sekaligus terkandung di dalamnya sifat dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang Maha pengampun lagi maha mencintai hamba-hambanya Al Wadud menetapkan sifat Al Mawaddah Mawaddah kurang lebih maknanya berdekatan dengan mahabbah mencintai dan mengasihi ini termasuk nama Allah yang secara lengkap artinya adalah artinya Allah mencintai hamba-hamba yang
- beriman dan mereka pun mencintai Allah termasuk kandungan makna dari nama ini adalah Allah memudahkan hamba-hambanya yang beriman sebab-sebab agar mereka mencintai Allah jadi Allah itu maha luas karunianya untuk kebaikan-kebaikan Allah tidak mempersempit bahkan diperluas Bahkan dalam hadis kursi yang shahih Allah Subhanahu Wa Ta’ala pernah berfirman sesungguhnya rahmatku mengalahkan kemurkaanku kita sudah pernah Sebutkan ya surga yang luasnya seperti langit-langit dan bumi Semoga Allah memudahkan kita semua termasuk ke dalam golongan penghuni
- surga dengan rahmat dan karunianya disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim ketika Surga itu sudah diisi sama penghuninya semua masih banyak tempat yang kosong saking luasnya maka Allah menciptakan ya satu kaum yang mereka itu ditempatkan untuk menempati surga yang kosong itu Masya Allah ini mereka bisa masuk surga tanpa beramal Allah ciptakan mereka ini menunjukkan luasnya rahmat Allah sementara neraka juga seperti itu luas senantiasa neraka jahanam dilontarkan dilemparkan ke dalamnya penghuni-penghuninya dan neraka masih
- mengatakan Apakah ada tambahan Apakah masih ada tambahan karena luas sampai setelah masuk semua ternyata masih ada tempat yang luas di sini Allah tidak menciptakan makhluk untuk dimasukkan ke dalam neraka Subhanallah karena rahmat Allah mengalahkan kemurkaannya apa yang Allah lakukan disebutkan dalam hadis tersebut sampai Allah meletakkan di atas neraka jahanam ini khodam kaki Allah subhanahu wa ta’ala yang maha mulia yang sesuai dengan kebesaran dengan keagungannya kemudian neraka pun menjadi penuh satu sama lainnya dan mengatakan
- cukup-cukup Ya Allah cukup cukup ya Allah yakni ini menggambarkan tentang luasnya rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala jadi Allah memudahkan bagi hamba-hambanya sebab untuk mereka mencintai Allah makanya ayat-ayat seperti ini termasuk wujud rahmatnya Allah karena ini merupakan sebab yang harusnya kita menjadikan kita bersemangat mempelajari memahami dan berusaha mengamalkannya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan bagi hamba-hamba yang beriman sebab-sebab agar mereka mencintai Allah dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun juga mencintai mereka yang
- jelas ayat-ayat seperti ini kita ketahui sangat banyak disebutkan di dalam Alquran dan juga hadis-hadis yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Alhamdulillah kita telah selesai membahas ayat-ayat ini mudah-mudahan apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat menjadi sebab untuk menguatkan keimanan kita menjadikan kita semakin mengenal Allah Subhanahu wa ta’ala dengan kesempurnaan sifat-sifatnya dan kemaha tinggian nama-nama dan sifat-sifatnya insya Allah kita jawab pertanyaan Sebelum kita akhiri kajian kita maka
- persilahkan bagi Antum yang ingin bertanya mungkin bisa bertanya langsung bagi Ikhwan Apa makna ar-rahman Alal arsistawa Allah yang maha pemurah beristiwa di atas harusnya semua ulama Ahlussunnah Wal Jamaah sepakat mengartikan ar-rahman rahimahullah ta’ala dalam kitab itu menukil kesepakatan semua para ulama Salaf dari zaman sahabat tapiin yang mereka mengartikan istiwa itu artinya ala wartafa ya tinggi di atas ars-nya Maha tinggi di
- atas arusnya Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah makhluk Allah yang paling besar dan paling tinggi juga paling indah dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha tinggi di atas arusnya karena Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Tinggi Maha Tinggi pada dhadnya Maha Tinggi pada kemuliaan sifat-sifatnya dan Maha Tinggi pada keperkasaan dan kekuasaannya jadi semua makna kemaha tinggian ada pada sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Mohon penjelasan terkait Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam dengan kaidah yang Ustad jelaskan tadi
- tidak ada masalah karena kita selalu membayangkan makhluk jadi kita merasa susah memahami contoh sepertiga Allah turun ke langit dunia sepertiga malam yang terakhir ini harusnya riwayat Bukhari Muslim kita tahu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Innallaha Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir kemudian dia berfirman Siapa yang berdoa maka aku akan kabulkan Siapa yang meminta aku akan berikan siapa yang mohon ampun maka aku berikan pengampunan
- ya karena kita terbiasa memahami dengan kaidah makhluk akhirnya kita bingung bagaimana mungkin Allah turun sepertiga malam yang terakhir di langit Dunia Sementara sepertiga malam di seluruh dunia berbeda-beda ya kita katakan kalau makhluk yang berbuat maka tidak mungkin tapi sekarang waktu dan tempat Allah yang ciptakan masa kita menghukumi Allah dengan makhlukNya kita yakini ketika kita di Indonesia sepertiga malam yang terakhir ketika itu Allah turun sewaktu kita berada di Arab Saudi sepertiga malam yang terakhir
- ketika itu Allah turun sewaktu kita berada di Eropa sepertiga malam yang terakhir ketika itu Allah turun karena Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena dialah yang justru menciptakan dan mengatur ruang dan waktu kemudian Allah turun kita katakan seperti yang lain sifat-sifat yang lain Allah turun sesuai dengan keagungan dan kebesarannya tidak seperti turunnya makhluk tidak sama dengan turunnya makhluk tidak boleh kita membagaimanakannya tidak boleh kita menolak sifat Allah karena ini hadisnya riwayat Bukhari Muslim dan tidak boleh
- kita menyelewengkan kandungan maknanya selesai jadi tidak ada masalah sama sekali kalau kita selalu mengembalikan kepada kaidah yang diterangkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dalam semua sifat-sifat Allah yang saya tanyakan mana yang lebih utama menuntut ilmu hadir kajian atau menemui orang tua yang Butuh ditemani menemani orang tua yang Butuh ditemani tidak ada pertentangan dua-duanya Alhamdulillah kita bisa menemani orang tua kita sambil kita ngajak hadir kajian ataupun kita temani dia kalau tidak
- sempat kita hadiri kajian kita sambil dengarkan kajian mungkin secara online atau lewat rekaman bisa kita gabungkan kebaikan tersebut Alhamdulillah kalau misalnya orang tua kita meminta untuk ditemani kita dahulukan menemani orang tua kita karena kajian bisa kita dengarkan rekamannya ya kan bisa kita dengarkan secara online juga atau kita hadirin nanti Misalnya kita dahulukan kebutuhan orang tua karena ini kewajiban yang kita tahu ya kedudukannya sangat tinggi di dalam Islam berbakti kepada orang tua meminta hal-hal yang mubah
- seperti ini wajib ditunaikan oleh anaknya karena toh tidak menghalangi juga untuk tetap dia bisa mendengarkan kajian tadi secara online atau melalui rekaman Bagaimana cara sharing ke suami tanpa terlihat menggurui bahwa Allah maha melihat suami saya sedang apa ya berselingkuh namun seperti tidak takut azab Allah ya pertama harus dibuktikan dulu apakah benar dia selingkuh jangan-jangan ini cuma sangka buruk saja Terus yang kedua Siapa yang mengatakan Dia tidak takut kepada Allah yang tidak takut kepada Allah kira-kira
- hukumnya apa muslimah atau kafir bisa kafir Dia tidak takut kepada Allah Masya Allah ini satu tuduhan yang sangat sangat buruk sekali ya iblis saja dalam Alquran mengatakan saya takut kepada Allah apalagi orang yang beriman artinya jangan kita menghukumi niat atau keadaan hati seseorang kita katakan kalau mungkin terbukti dia selingkuh kita nasehati bertakwa kepada Allah takutlah kepada Allah ya dengan cara yang baik kita sampaikan mudah-mudahan dia mendapatkan hidayah ya Bagaimanapun kita inginkan dia kembali kepada kebaikan ketika dia
- berbuat salah pastinya itu tercela dan buruk tapi kita tidak ingin membalas keburukannya dengan keburukan yang kita lakukan sendiri yaitu menuduh iman seseorang mengklaim seseorang tidak takut kepada Allah ya kemudian juga tuduhan tadi harus dibuktikan terlebih dahulu Jangan cuma sekedar dugaan atau sangka buruk ya supaya menjadi sebab kebaikan dan menjadi sebab kemudahan Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk perbaikan keduanya Insya Allah nah semoga ustadz dan seluruh jamaah yang hadir di majelis ini selalu mendapatkan
- selalu berlimpah berkah dan mendapatkan rahmat Allah amin saya menjalankan puasa Daud namun pas tanggal 10 Muharram nanti bertepatan tidak puasa Insya Allah malah tanggal 9 dan 9 semua haram bertepatan pas hari puasa Bolehkah pas tanggal 10 Muharram Saya turut puasa untuk mengikuti sunnah puasa Asyura tidak ada halangan kalau misalnya pas kita berpuasa Daud dan bertepatan dengan ada keutamaan hari tertentu kita lanjutkan tidak mengapa tidak kita lanjutkan tidak mengapa ya kita mencari keutamaan puasa tersebut
- nanti kita lanjutkan lagi puasa Daud kita tidak mengapa ya Kalaupun kita berhenti misalnya karena kita ingin mengejar puasa yang tadi juga tidak mengapa Allah amal ibadah ini tidak saling bertentangan bisa kita laksanakan semua sesuai dengan waktunya dan tentu yang sesuai dengan dalil yang Shahih yang menjelaskan tentang keutamaan puasa-puasa tersebut nah satu pertanyaan lagi pertanyaan di luar tema jika kita diberikan uang hasil korupsi atasan dari pemerintahan lalu kita tidak bisa mengembalikan uang tersebut atau menolaknya karena beliau
- menolak dikembalikan seolah-olah hal tersebut didapatkan dengan cara yang legal Apakah boleh uang tersebut digunakan disalurkan untuk keperluan umum seperti pembangunan fasilitas umum renovasi jalan dan lain-lain ya kalau itu kita tahu bukan didapatkan dengan cara yang benar kita sudah berusaha mengembalikannya ternyata ditolak atau tidak tidak ada cara yang bisa kita lakukan maka kita gunakan untuk fasilitas umum karena itu memang diperuntukkan untuk hal-hal yang seperti tadi itupun niatnya kita bukan bersedekah tapi sekedar membersihkan
- diri yakni bikin perbaikan jalan misalnya di kampung kita atau perbaikan WC umum ya termasuk misalnya WC masjid kalau sering dipakai umum juga boleh kita lakukan di situ atau hal-hal lain yang bersifat fasilitas umum boleh kita gunakan untuk penyaluran uang tersebut ciri-ciri atau tanda-tanda hamba yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala diantaranya yang disebutkan di dalam ayat-ayat tadi dia selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang dicintai oleh Allah seperti selalu bertobat selalu mensucikan dirinya yang menjaga wudhunya
- menjaga sebab-sebab yang menjadikan dirinya Suci kemudian juga diantara ciri-cirinya tentu saja Man ahabba syaian aksara ulama barangsiapa yang mencintai sesuatu dia akan selalu menyebut dan mengingatnya berarti sering berpikir kepada Allah selalu ingat kepada Allah selalu menjadikan lisan basah dengan berzikir beristigfar rajin membaca Alquran ini ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala termasuk menuntut ilmu kemudian mengamalkannya ya Ini semua adalah ciri-ciri orang yang dicintai oleh Allah subhanahu wa ta’ala
- kemudian selalu bertobat ketika melakukan perbuatan dosa rajin beristighfar seperti yang disebutkan di dalam Alquran tentang orang-orang yang sholeh wabil asharihum di waktu-waktu sahur sepertiga malam yang terakhir Mereka banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Insyaallah kajian kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Shallallahu Alaihi Wasallam
#8 Maha Mencintai Dan Mengasihi Hambanya Yang Beriman – Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply