- Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Masjid Nurul Iman
- Barakallah fiikum kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas semua limpahan nikmat dan karunianya di malam hari ini kita dipertemukan kembali di masjid yang Mubarak ini dalam kajian ilmiah membahas perkara yang paling penting dalam urusan agama kita bahkan yang paling penting dalam urusan iman kita yaitu membahas masalah aqidah prinsip-prinsip dasar akidah Ahlussunnah Wal Jamaah dengan mengkaji kitab yang sangat bermanfaat kitab Al Aqidatul wasithiyah buah karya dari syaikhul Islam al-imam syaikhul Islam
- Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah awal-awal pembahasan di kitab ini yang banyak disampaikan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala adalah memahami dalil-dalil dari ayat-ayat Alquran yang menetapkan sifat-sifat kesempurnaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena ini adalah perkara yang sangat menentukan nilai Iman di hati kita ini adalah Sebab utama yang akan menumbuhkan rasa cinta takut dan berharap tawakal dan semua kebaikan-kebaikan yang berhubungan dengan keimanan kita sehingga pembahasan-pembahasan awal dari kitab Al
- Aqidatul ini banyak menekankan dan menitikberatkan terhadap pembahasan masalah ini bagaimana Ahlussunnah Wal Jamaah memahami dan menetapkan ayat-ayat yang memuat penjelasan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah yang mana sudah kita ketahui bersama ini adalah mayoritas isi ayat-ayat Alquran serta bagaimana pemahaman yang Keliru dari orang-orang yang menafikan sifat-sifat Allah hanya berdasarkan akal itu pun akal mereka sendiri kemudian mentakwilkan atau menyelewengkan ayat-ayat Allah yang bahkan lebih dari satu ayat yang menetapkan sifat-sifat
- kesempurnaannya sehingga mereka-mereka akhirnya tidak bisa mengambil faedah justru menjadikan mereka semakin tersesat dan menyimpang dari jalan Allah subhanahu wa ta’ala yang lurus naudzubillahimindzalik bersama memahami nama-nama Allah yang Maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi adalah sebab yang akan menyempurnakan ibadah kita sebab yang akan menjadikan bernilai doa-doa kita bacaan Alquran kita dan dzikir dzikir kita kepada Allah karena mengenal nama-nama Allah yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha
- Tinggi berarti kita mengenal kesempurnaan kemaha tinggian sifat-sifat Allah waktu kita berdzikir memuji Allah waktu kita berdoa meminta kepada Allah ini kan berarti semakin tinggi Makna dan nilainya karena kita benar-benar menghambakan diri kita merendahkan diri kita mengakui kekurangan-kekurangan diri kita di hadapan zat yang Maha Agung yang maha besar yang Maha Tinggi yang maha kuasa atas segala sesuatu yang semua kebutuhan dan hajat kita ada di tangannya Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ya ayyuhallad ya ayyuhan nasuan tumul
- fukorollahi wallahu huwal ghoni wahai sekalian manusia Kalian adalah makhluk-makhluk yang miskin butuh kepada rahmat Allah dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang Maha kaya lagi maha terpuji makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita untuk beribadah dan berdoa dengan menyebut nama-namanya Yang Maha indah dalam FirmanNya walillahil Asmaul Husna dan Allah memiliki nama-nama Yang Maha indah maka berdoalah kalian beribadahlah kalian kepada Allah dengan nama-namanya yang maha indah tidak lupa juga kita Ingatkan
- ibadah yang paling sempurna adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba yang dia mengenal sifat-sifat kesempurnaan rohnya karena Bagaimana mungkin diamalkan satu ibadah dengan benar kalau orang yang beribadah tidak mencintai hamba yang beribadah tidak mengenal tidak mencintai tidak takut dan tidak tunduk kepada Dzat yang dia sembah tidak ada rasa takut dan pengharapan terhadap rahmatnya rasa takut akan azabnya bagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyebutkan di dalam Alquran hamba-hamba yang imannya sempurna
- mereka adalah para malaikat para nabi dan para rasul orang-orang yang sholeh Allah subhanahu wa ta’ala berfirman ular mereka-mereka yang dijadikan sembahan atau diseru selain Allah Ya ini para malaikat para nabi orang-orang yang sholeh ini justru mereka ini ia berguna mencari sebab untuk semakin mendekatkan diri mereka kepada Allah Siapa di antara mereka yang paling dekat dan mereka selalu mencari rahmat Allah mengharapkan rahmat Allah dan takut akan adanya Kenapa mereka mencari sebab untuk semakin dekat kepada Allah ini
- menunjukkan mereka beribadah dengan cinta disertai dengan pengharapan rahmat Allah dan rasa takut akan adabnya inilah ibadah yang sempurna bahkan inilah hakikat ibadah beberapa kali saya nukilkan pernyataan dari Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala di kajian kita yang lalu tentang hakikat ibadah yaitu apa ibaratun Amma yajma’u kamalhubilillah sesuatu yang menghimpun kecintaan yang sempurna dan sikap merendahkan diri yang utuh kepada Allah ibadah itu tidak disertai dengan kebencian karena ibadah itu disertai yang benar
- adalah disertai dengan cinta ada takut dan berharap di surat al-anbiya Allah Subhanahu Wa Ta’ala bersifat mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dan mereka selalu berdoa kepada kami dalam keadaan takut dan berharap serta mereka adalah orang-orang yang selalu khusyuk kepada kami kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala berlomba-lomba dalam kebaikan Kenapa karena mereka mencintai Allah dan cinta inilah yang menjadikan ibadah itu indah rasa cinta ini yang menjadikan ibadah itu nikmat
- rasa cinta ini yang menjadikan orang yang beriman selalu tenang ketika berzikir kepada Allah ala bidzikrillahi dengan berzikir kepada Allah mengingat Allah mendekatkan diri kepada Allah hati manusia menjadi tenang ya ingat kaidah juga yang saya pernah Sebutkan nukilan dari pernyataan Imam Ibnu qayyim di kitab al-fawah kelezatan itu mengikuti rasa cinta artinya kalau kita ingin rasakan nikmatnya ibadah kita harus mengenal dan mencintai Siapa yang kita ibadahi yang kita sembah yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena dalam kehidupan kita di dunia
- kita akan betah senang berlama-lama dengan dekat dengan sesuatu yang indah sesuatu yang kita cintai kita akan betah berlama-lama dengannya dekat dengannya sesuatu yang kita anggap indah kita anggap sempurna kita akan suka berlama-lama dekat dengannya padahal manusia atau makhluk terbatas keindahannya Bagaimana kalau hati kita mengenal Yang Maha indah yang Maha Tinggi Yang Maha Sempurna Subhanallah ya Oleh karena itu ibadah orang-orang yang sholeh orang-orang yang mengenal Allah beda dengan ibadah orang-orang yang tidak mengenal Allah
- mereka beribadah benar-benar menghabiskan waktunya untuk ibadah mereka benar-benar berlomba-lomba dalam ibadah mereka menantikan ibadah merindukan untuk beribadah inilah hakikat dari ibadah yang sesungguhnya pernah sebagian dari ulama Salaf yang terdahulu ada yang mengatakan seandainya para raja dan para abnahul Muluk putra-putra raja para putra-putra mahkota mereka mengetahui kenikmatan yang kami rasakan dengan belajar dan mengamalkan agama kalau mereka tahu pasti mereka akan berusaha merebut kenikmatan tersebut dari kami dengan pedang-pedang
- mereka yakni ulama ini ingin menggambarkan para raja orang-orang yang mencari kekuasaan Kenapa mereka bersemangat mengejar kekuasaan mengejar harta memperluas wilayah kekuasaan karena mereka menganggap itu puncak kenikmatan padahal ini tidak ada nilainya dibandingkan dengan kenikmatan yang dirasakan oleh para ulama dibandingkan dengan kenikmatan yang dirasakan para ulama dengan ilmu mereka dengan ibadah mereka dengan dzikir mereka bacaan Alquran mereka karena ibadah yang mereka lakukan disertai dengan kecintaan yang utuh
- sikap merendahkan diri yang sempurna di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala yang ini merupakan buah yang termanis dari mengenal nama-nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang maha indah dan sifat-sifatnya yang Maha Tinggi Oleh karena itu Imam Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala yang paling sempurna penghambaan dirinya kepada Allah paling sempurna ibadahnya adalah yang beribadah kepada Allah dengan memahami kandungan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang bisa dijangkau Dengan pemahaman manusia Oleh karena itu jamaah sekalian
- rahimakumullah ketahuilah permasalahan terbesar kita dalam ibadah baik itu masalah ikhlas tidak khusyuk Kurang semangat tidak bersegera dalam menjalankannya selalu terlambat selalu lalai cuman satu permasalahannya setelah Taufik dari Allah subhanahu wa ta’ala permasalahan terbesar kita adalah kita kurang mengenal Rabb kita kita kurang mencintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala kurang mengagungkannya dengan sebenar-benar pengagungan sederhana saja urusan dunia kalau kita merasa penting pasti kita takut terlambat melakukannya
- ya kalau sesuatu kita anggap akan merugikan kita terlambat makan misalnya orang yang punya maag Nanti akan kumat penyakit lambungnya dia akan hati-hati siap makanan kalau perlu kemana-mana dia bawa cemilan supaya tidak terlambat makan ada sesuatu yang berhubungan dengan urusan dunia kita yang penting ya harus kita lakukan tepat waktu pasti kita akan mempersiapkan entah itu alarm atau sesuatu yang mengingatkan kita jadi segala sesuatu dalam urusan dunia dunia ini yang menjadikan kita semangat melakukannya adalah kalau kita
- merasa butuh dengan sesuatu itu menyukai merasa penting sesuatu itu dalam urusan dunia bisa kita lakukan harusnya ya dalam urusan agama ini kita lebih bisa Perhatikan dan tumbuhkan lagi karena asalnya hati kita terhadap urusan-urusan dunia dia bukan diciptakan untuk itu hati kita diciptakan untuk mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala itulah perhiasan hati yang paling didambakannya inilah fitrah hati yang paling besar dan Alquran diturunkan untuk menyempurnakan Fitrah hati ini Subhanallah seandainya kita mau meluangkan waktu yang cukup
- untuk bisa membaca Alquran dan merenungkan isinya yang dengan sebab itu kita memperbaiki hati kita semakin meyakinkan hati kita untuk mengimani kesempurnaan kemaha tinggian nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa ta’ala ini akan menyempurnakan semua ibadah kita baik itu Salat kita dalam khusyuknya zikir kita yang menjadi sebab ketenangan hati kemudian bacaan Alquran doa kita dan semua ibadah-ibadah yang lain akan semakin besar nilai dan keutamaannya dan kemudian tentu akan menjadi manfaat bagi kita dalam memudahkan kita untuk
- Istiqomah untuk dijauhkan dari tipu daya setan untuk dijauhkan dari kelalaian dengan urusan dunia dan semua keburukan keburukan yang lainnya tentu saja Taufik di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak lain taufikku kecuali ada di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata lebar rahimakumullah kita akan lanjutkan pembahasan yang disampaikan atau di Sebutkan oleh syaikhul Islam Abul Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala dalam kitab Al Aqidatul wasithiyah masih pembahasan tentang sifat-sifat Allah yang disebutkan di
- dalam ayat-ayat Alquran sekarang penetapan sifat ar-rahmah Wal Maghfirah sifat rahmat dan pengampunan Allah di dalam ayat-ayat Alquran bagi orang yang sudah belajar aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah ketika kita membaca nama-nama dan sifat-sifat Allah kita sudah paham kaidahnya kita menetapkannya sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah tidak menyerupakannya dengan makhluk kita akan mengusahakan kalau itu sifat-sifat kebaikan yang berhubungan dengan kebutuhan kita kita akan mengusahakan sebab-sebab agar bisa mendapatkannya
- contoh sifat rahmat dan pengampunan Siapa yang tidak ingin mendapatkan rahmat dan pengampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Siapa yang tidak ingin mendapatkan pengampunan sementara kita tahu banyak dosa-dosa kita yang bisa menjadikan kita terhalang dari rahmatnya dari surganya diancam dalam azab neraka Siapa yang tidak ingin selamat dari semua keburukan tersebut ini bagi orang yang beriman dengan benar tapi Subhanallah seperti penetapan sifat Rahmat ini ada saja orang yang menolaknya bayangkan Bagaimana Celakanya orang
- seperti ini orang yang menetapkan saja belum tentu dapat mengusahakan dia melakukan sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah kan tidak dapat rahmatnya meskipun dia mengimaninya Nah sekarang bagaimana orang yang mengingkarinya mengatakan Rahmat ini tidak masuk akal Ya ini tidak tidak ditujukan oleh akal akalnya siapa justru Ini akal yang tidak waras ya Hujan Turun saja semua orang mengetahui ini rahmat Allah setelah kekeringan yang panjang ya kan musim kemarau turun hujan hewan-hewan kemudian mendapatkan air
- minum tumbuh-tumbuhan semua orang tahu ini adalah rahmat Allah akal menunjukkan demikian ini belum dalil secara Alquran dan Hadits yang Shahih jadi ada orang-orang yang Subhanallah punya pemikiran yang sangat rusak tentang sifat-sifat Allah bukannya berusaha untuk menetapkannya dan mencari sebab-sebab agar dia mendapatkan akar ya Dampak positif dari sifat keutamaan tersebut dia justru menolaknya dengan berbagai macam takwil mengingkarinya padahal ayat-ayat Alquran banyak yang menyebutkannya atau masih ingat Saya pernah Sebutkan
- satu kaidah Salaf ini Agung sekali tentang masalah keutamaan seperti dinukil oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah Barang siapa yang mengingkari satu keutamaan atau kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan tersebut orang yang beriman saja masih berusaha mendapatkan ini dia mengingkari sejak asap Bagaimana Allah akan memberikan kepadanya satu keutamaan yang dia sendiri tidak mau terima tidak mau membenarkannya naudzubillahimindzalik ini salah satu diantara demi Allah keburukan besar bagi orang yang tidak
- belajar akidah Dengan pemahaman yang benar ya pasti akan mempengaruhi amalnya dan yang paling penting hatinya rusak dan kalau hati sudah rusak hati kalau rusak semua anggota badan rusak kecelakaan bagi orang-orang yang tidak belajar aqidah berdasarkan pemahaman Ahlussunnah Wal Jamaah baik di dalam pembahasan ini syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala membawakan beberapa Dalil dari AlQuran Tentu juga banyak dalil dari hadis-hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang menetapkan sifat rahmat dan Maghfirah pengampunan Allah
- dalam kitab Al Aqidatul wasithiyah di sini Syekh khul Islami rahimahullah ta’ala membawakan tujuh dalil 7 dalil pertama firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala Bismillahirrohmanirrohim yang ada di setiap awal surat kecuali surat al-baqarah atau surat at-taubah Bismillahirrohmanirrohim Dengan nama Allah Yang Maha Ar Rahman pengasih lagi maha penyayang itu sudah jelas bahkan rahmat Allah ya itu disebutkan dalam dua nama Allah subhanahu wa ta’ala yang maha indah juga asalnya dari Rahmat ar-rahim juga asalnya dari Rahmat cuman para ulama
- membedakannya kalau Arrahman itu dzurrahmatilwasiah Allah memiliki Rahmat Yang Maha luas semua makhlukNya dapat inilah Rahmat yang bersifat umum orang kafir juga dapat orang muslim orang yang beriman orang yang taat maupun durhaka dapat ini Rahmat yang artinya berhubungan dengan kebutuhan dunia misalnya Allah berikan kesehatan fisik sebab-sebab kelangsungan hidup dan seterusnya Adapun ini Rahmat yang khusus bagi orang-orang yang beriman dan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala rahim terhadap orang-orang yang beriman
- Berarti khusus Apa artinya rahmat di sini contohnya apa keimanan Istiqomah di atas petunjuk allah dan rasulnya mengenal manhaj salaf Rahmat yang khusus termasuk yang paling besar adalah mengenal tauhid mengenal aqidah yang benar memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah berdasarkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah demi Allah tidak ada Rahmat yang khusus yang lebih besar dibandingkan Rahmat ini Oleh karena itu ini juga menjadi penting bagi kita Waktu kita meminta kepada Allah ingat makna yang khusus Mintalah kepada Allah Rahmat yang
- berhubungan dengan kebaikan agama kita yang berhubungan dengan kebaikan iman kita karena ini makna yang khusus jadi rahim di sini mengandung pengertian Rahmat yang khusus yang Allah khususkan bagi hamba-hamba yang beriman kemudian dalil yang kedua firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat Ghafir atau surat al-mu’min engkau meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmumu dan pengetahuanmu Yang Maha Sempurna ini ucapan para malaikat nanti kita akan menjelaskan maknanya yang ketiga ayat yang tadi saya baca surat al-ahzab ayat 43
- wakanabil mukminina rahima dan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memiliki sifat rahim menyayangi merahmati dengan rahmat yang khusus bagi orang-orang yang beriman al-a’raf ayat 156 warahmatullahi kemudian Al An’am ayat 54 Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan bagi dirinya sifat Rahmat surat Yunus ayat 107 dan dia maha pengampun lagi maha penyayang Surat Yusuf ayat 64 faullah
- wa Arham maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah yang sebaik-baik penjaga dan dialah yang arhamarrohimin yang paling penyayang diantara yang penyayang ayat yang pertama Bismillahirrahmanirrahim dan sudah kita Jelaskan maknanya kemudian ayat yang kedua yaitu firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di surat al-mukmin atau Al Ghafir surat Ghafir tadi ayat yang ke-7 Rabbana Sesungguhnya engkau meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan pengetahuanmu Jadi segala sesuatu yang sampai padanya Pengetahuan Allah maka sampai kepadanya rahmat Allah ini
- menunjukkan makna Rahmat yang umum segala sesuatu yang sampai padanya Pengetahuan Allah berarti sampai kepada semua makhluk Ya kan karena tidak mungkin ada yang luput dari ilmu Allah yang Maha Sempurna Pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Tinggi makanya ini menunjukkan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang luas meliputi semua makhlukNya dengan penjelasan yang tadi kita Terangkan yaitu Rahmat yang berhubungan dengan urusan dunia ini Rahmat yang umum [Musik] ayat ini lengkapnya ya adalah berisi doa para malaikat untuk orang-orang yang
- beriman Allah subhanahu wa ta’ala berfirman para malaikat yang memikul Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang memikul diantaranya adalah malaikat Israfil yang meniup sangkakala termasuk salah satu dari yang memikul Arsy Allah Subhanahu Wa Ta’ala para malaikat yang memikul Arsy dan juga
- malaikat yang ada di sekitarnya ini malaikat-malaikat yang mulia yang dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala mereka senantiasa mensucikan dan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala beriman kepadanya dan selalu memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman Subhanallah Lihatlah orang yang beriman malaikat saja memberikan perhatian kepadanya berdoa untuk kebaikan mereka memohonkan ampun kepada Allah dari dosa-dosa mereka ini menunjukkan Agungnya iman ya karena di sini disebutkan para malaikat memohonkan ampun kepada Allah
- untuk orang-orang yang beriman para malaikat mengatakan Robbana wasittaqulla syair rahmatan Engkaulah yang meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan ilmumu Yang Maha Sempurna ini para malaikat bertawasul dengan sifat-sifat Allah ini termasuk tawasul yang disyariatkan ya cuma doa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang maha berdiri sendiri dan menegakkan makhlukNya dengan rahmatmu aku memohon pertolongan ini contoh ya alangkah indahnya doa kita kalau kita selalu memulainya dengan memuji Allah menyebut nama-nama Allah yang Maha Indah
- menyebut sifat-sifat kesempurnaannya Apalagi sudah kita pelajari bahwa ini akan semakin menjadikan doa kita dekat dengan pengabulan Allah subhanahu wa ta’ala sekaligus menjadi sebab yang meningkatkan iman kita Engkaulah yang meliputi segala sesuatu dengan rahmat dan pengetahuanmu Yang Maha Sempurna maka ampunilah orang-orang yang selalu bertobat kepadaMu dan mengikuti jalanmu dan jagalah mereka dari azab neraka jahim orang yang berusaha mengikuti jalan Allah mengikuti jalan yang benar mengikuti jalan sunnah demi Allah mereka termasuk yang
- mendapatkan bagian kebaikan dari doa ini ya doa para malaikat memohonkan pengampunan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala bagi orang-orang yang bertobat makanya kita harus rajin bertobat beristighfar apa kata rasulullah shallallahu alaihi wasallam inilah Astagfirullah Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah bertobat dalam sehari 100 kali ada riwayat 70 kali ya orang yang rajin bertobat kepada Allah dapat bagian dari doa ini dan orang-orang yang mengikuti jalanmu jalan Allah adalah jalan yang lurus yang cuma satu
- jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in inilah jalan Ahlussunnah Wal Jamaah mereka yang berusaha mengikuti jalan ini akan ya mendapatkan bagian dari dari doa ini makanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan di dalam Alquran yang selalu kembali kepadaku ya Ibnu qayyim rahimahullah ta’ala mengatakan para sahabat radhiyallahu ta’ala anhumail semuanya adalah orang-orang yang murni selalu kembali kepada Allah maka berarti ayat ini menyuruh kita
- mengikuti jalan para sahabat radhiyallahu ta’ala anhum ajma’in dan jalan yang paling besar yang ditempuh oleh para sahabat radhiyallahu ta’ala anhuma’in adalah memahami aqidah dengan benar memahami aqidah sesuai dengan keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya Shallallahu Alaihi Wasallam adzan isya ya insya Allah kita akan teruskan kajian setelah selesai salat Isya Barakallah fiikum Shallallahu Alaihi Wasallam membaca ayat-ayat yang
- dinukilkan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala dalam pembahasan tentang penetapan sifat rahmat dan pengampunan bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala ayat yang berikutnya adalah Firman Allah di surat al-ahzab ayat 43 dan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala rahim maha penyayang terhadap orang-orang yang beriman ini Tentu saja tidak bertentangan dengan ayat yang tadi kita baca sebelumnya warahmatullahi dan rahmatku meliputi segala sesuatu karena ini artinya rahmat yang bersifat khusus ada juga yang mengatakan ini Rahmat
- khusus di akhirat Rahmat yang bersifat khusus di akhirat tentu tidak akan didapatkan oleh selain orang-orang yang beriman yang jelas ayat ini juga menetapkan tentang sifat rahmat bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala kemudian firman Allah di ayat berikutnya di surat al-a’raf ayat 56 ayat 156 156 rahmatku meliputi segala sesuatu dan rahmatku meliputi segala sesuatu kelanjutannya tumbuhan yang aku akan Tuliskan
- rahmatku ini bagi orang-orang yang bertakwa orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayatku ada Sebagian ulama yang mengatakan di sini ada dua Rahmat yang disebutkan pertama Rahmat yang bersifat umum kemudian dikhususkan Rahmat yang bersifat khusus yaitu bagi orang-orang yang bertakwa menunaikan zakat dan orang-orang yang selalu beriman kepada ayat-ayat Allah ini juga ayat yang menetapkan sifat rahmat bagi Allah berikutnya di surat al-an’am ayat 54 kata Barok hukum ala nafsihi Rahmah
- Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan bagi dirinya sifat Rahmat ini juga ayat yang tegas bahwa Allah memiliki sifat Rahmat bahkan rahmat Allah ini disebutkan di dalam hadis yang shahih mengalahkan kemurkaannya Inna rahmati sabar sesungguhnya rahmatku mendahului atau mengalahkan kemurkaanku sehingga sebab-sebab rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih besar daripada kemurkaannya kemudian firman Allah di surat Yunus ayat 157 wahuwal Ghofur rahim dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha pengampun lagi maha penyayang ini Nama Allah subhanahu wa ta’ala yang
- maha Indah rahim dan sudah kita tahu kaidahnya setiap nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena nama-namanya adalah Maha Indah al asmaul husna maka mesti mengandung sifat-sifat kesempurnaan maka berarti nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengandung sifat Rahmat yang Maha Tinggi Maha Sempurna kemudian Surat Yusuf ayat 64 Nabi Yakub Alaihi sholatu Wassalam maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala dialah sebaik-baik penjaga atau pelindung dan dialah yang paling penyayang diantara yang penyayang yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala rahmatnya tidak ada satupun yang bisa
- mengalahkannya sampai-sampai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kita tahu dalam hadis shahih riwayat Imam muslim pernah menggambarkan perbandingan rahmat Allah dengan orang yang paling sayang kepada orang lain di kalangan manusia yaitu ibu kepada anak bayinya ketika suatu saat dalam sebuah peperangan jihad di jalan Allah kaum muslimin berhasil menaklukkan musuh kemudian para tawanan perang dikumpulkan dalam keadaan kacau seorang ibu mencari-cari anak bayinya kemudian dia mendapati anak bayinya langsung disusuinya maka Rasulullah SAW bersabda
- kepada para sahabat atau rauna Apakah kalian menganggap perempuan ini atau Ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam api maka jelas mereka menjawab tidak tentu tidak mungkin wahai Rasulullah Ya Ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam api sementara terlihat dia sangat sayang kepada anaknya maka Rasulullah SAW bersabda Allahu ahamu diibadihi minhabihi walabiha sungguh Allah Subhanahu Wa Ta’ala lebih sayang kepada hamba-hambanya dibandingkan sayangnya Ibu ini kepada anak bayinya Subhanallah ini menunjukkan rahmat Allah Subhanahu
- Wa Ta’ala melebihi Rahmat siapapun di kalangan makhlukNya karena rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Tinggi dan Maha Sempurna baik inilah ayat-ayat yang menjelaskan tentang sifat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Rahmat dan juga ayat-ayat yang menyebutkan pengampunan Al Ghofur maka kita wajib menetapkan sifat ini sebagaimana sifat-sifat yang telah kita bahas di pertemuan-pertemuan yang lalu berdasarkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah karena Allah subhanahu wa ta’ala dan rasulnya menetapkannya ya dengan kaidah isbatun bila tampil watansiun bila tak
- aktif kita menetapkannya tanpa menyerupakan dengan makhluk Dan kita mensucikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya atau dengan lebih rinci kita menetapkan sifat rahmat Allah pengampunan Allah berdasarkan ayat-ayat yang sangat banyak di dalam Alquran dan juga hadits-hadit Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan meniadakan empat perkara yaitu Yang pertama apa tampil tidak boleh kita samakan dengan sifat makhluk karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak ada satu
- makhluk pun yang serupa dengannya dan dia maha mendengar lagi maha melihat mereka-mereka yang menolak sifat Rahmat mengatakan Rahmat ini tidak masuk akal tidak sesuai dengan akal karena Rahmat atau kasih sayang itu mengandung makna lunak dan lemah maka kita katakan kalau ini berlaku pada makhluk kalau betul memang Demikian maka ini tidak berlaku untuk Allah subhanahu wa ta’ala karena sifat makhluk sesuai dengan kelemahan dan kekurangannya Adapun sifat-sifat Allah sesuai dengan kemaha tinggian dan kemaha-besarannya
- kemahagungnya Jadi tidak boleh kita serupakan dengan makhluk Dan ternyata justru akal sehat menunjukkan adanya Rahmat seperti yang tadi kita sebutkan contohnya musim kemarau yang panjang kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala turunkan hujan orang yang sedang menghadapi kesulitan Allah berikan kepadanya jalan keluar orang yang sakit kemudian Allah berikan kesembuhan Subhanallah banyak bukti-bukti rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang dipersaksikan oleh akal sehat manusia Kemudian yang kedua kita harus menafikan apa
- tidak boleh membagaimanakannya hakikat rahmat Allah ada tapi cuma Allah subhanahu wa ta’ala yang mengetahuinya tidak boleh kita mereka atau mencoba menebak-nebak karena ini merupakan sarana perantara untuk menyerupakan Allah dengan makhluk yang ketiga wala ta’atil tidak boleh kita menolak Allah menetapkan berarti sifat ini sesuai dengan kebesaran dan keagungannya karena Siapa yang lebih tahu tentang sifat-sifat kesempurnaan yang pantas bagi Allah melebihi Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri Antum a’lamu amilah Apakah kamu lebih mengetahui
- dibandingkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala jelas tidak jadi kita menetapkan karena Allah menetapkannya juga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menetapkannya dalam banyak hadis-hadit yang Shahih yang keempat wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan maknanya tidak boleh kita merubah maknanya mereka-mereka yang menolak sifat ini dari kalangan Ahlul takwil mengatakan Oh Rahmat di sini maksudnya untuk berbuat baik terlalu capek diputer-puter ya alasannya tidak pantas lah kalau begitu kenapa kalian menetapkan sifat
- iradah menghendaki bagi makhluk Bukankah menghendaki bagi Allah Bukankah makhluk juga punya kehendak jawabannya beda tidak sama kehendak Allah dengan sifat makhluk kita katakan samakan dengan pembahasan masalah Rahmat sifat Allah merahmati sifat Allah mencintai sifat Allah murka juga tidak sama dengan makhluk selesai sudah ya karena pembicaraan tentang zat Allah sama dengan pembicaraan tentang sifat-sifat Allah sama dengan pembicaraan tentang perbuatan-perbuatan Allah kalau kita mengatakan Allah itu punya Dzat yang
- tidak sama dengan zat makhluk maka Allah punya nama-nama yang tidak sama dengan nama-nama makhluk demikian pula sifat-sifat yang tidak sama dengan sifat-sifat makhluk karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Tinggi dan Maha Sempurna tidak sama dengan makhluk yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan makanya tidak boleh kita menyelewengkan atau menolak sifat-sifat Allah dengan alasan yang ini tidak sesuai dengan pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang selalu mereka katakan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah
- Amir maknakanlah ayat-ayat itu sesuai dengan turunnya yakni dimaknakan dalam bahasa Arab meskipun kita menetapkan hakikatnya sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah tidak sama dengan apa yang ada pada makhluk lebar kalau fikum tentu saja menetapkan sifat rahmat bagi Allah memiliki faedah yang sangat besar dalam motivasi keimanan orang yang menetapkan sifat Rahmat meyakini rahmat Allah apalagi dia membahas Rahmat yang umum Rahmat yang khusus akan menjadikan apa dia akan semangat mencari mengusahakan sebab-sebab turunnya rahmat Allah
- contoh bertakwa Pasti orang akan semangat untuk mengusahakan ketakwaan karena Allah menjanjikan aku akan menetapkan rahmatku yang khusus untuk orang-orang yang bertakwa dia akan mengusahakan Iman karena Allah memberikan rahmat yang khusus bagi orang-orang yang beriman wakanabil mukminina rahima dan Bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala rahim penyayang terhadap orang-orang yang beriman dia akan mengusahakan sifat Ihsan berbuat kebaikan Ehsan kepada Allah dan Ikhsan kepada makhluk sudah pernah kita kaji juga ini sudah pernah kita bahas maknanya karena
- Allah berfirman Inna rahmat Allah hitoribun Minal Muhsinin sesungguhnya rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan berbuat Ihsan maka Subhanallah dengan kita mengimaninya peluang kita mendapatkan limpahan rahmat Allah semakin besar karena akan memotivasi diri kita untuk mengusahakan sebab-sebabnya mencari jalan-jalan untuk mendapatkan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala Adapun orang yang mengingkarinya naudzubillahimindzalik maka dia akan terhalangi dari kemuliaan tersebut sebagaimana kaidah yang tadi kita
- sebutkan Siapa yang mendustakan satu kemuliaan maka dia tidak akan mendapatkan kemuliaan atau keutamaan tersebut naudzubillahimindzalik Alhamdulillah demikianlah pembahasan ayat-ayat Alquran yang dibawakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ta’ala dalam kitab Al Aqidatul wasithiyah ini yang saya jelaskan tadi dengan ringkas karena mengingat waktu mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran untuk menambah keimanan kita semakin menguatkan kecintaan kita kepada Allah semakin menyemangati kita motivasi kita
- untuk mencari dan mengusahakan sebab-sebab turunnya rahmat allah subhanahu wa taala kepada kita apalagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji Inna rahmati sabakodabi sesungguhnya rahmatku mendahului atau mengalahkan kemurkaanku Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menetapkan kebaikan bagi kita semua memudahkan sebab-sebab untuk mendapatkan limpahan rahmatnya mendapatkan pengampunannya dimudahkan untuk selalu mendapatkan rahmatnya yang khusus keimanan Istiqomah di atas agamanya di atas pemahaman Alquran dan
- sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dengan pemahaman para ulama Ahlussunnah Wal Jamaah sampai di akhir hayat kita Barakallah fiikum demikianlah kajian kita semoga bermanfaat kita lanjutkan dengan bertanya menjawab pertanyaan satu atau dua pertanyaan Sebelum kita akhiri Barakallah fiikum Shallallahu Alaihi Wasallam ada pertanyaan di luar tema Bolehkah membaca wa dan email milik anak kita anak kami sudah balik saat ini menuntut ilmu di pesantren tingkatan SMP saat dia kembali ke Ma’had kami bisa mengakses HP anak kami
- untuk mengawasi pergaulannya di Mahat dan teman-temannya kalau ada indikasi-indikasi yang seperti ini tidak mengapa karena anak tentu merupakan tanggung jawab orang tuanya apalagi harta milik anak ya Kata Rasulullah SAW dalam hadis yang shahih Anta wamalu kali Abika kamu dan hartamu adalah milik ayahmu yakni diperbolehkan apalagi yang berhubungan dengan kemaslahatan seperti ini cuman tentu saja ketika kita tahu tidak ada masalah atau tidak perlu kita mencurigai tidak perlu kita tajassus ya mencari-cari kesalahannya
- kita periksa yang wajar saja kalau memang tidak ada tanda-tanda ke arah situ ya kita cukupkan ya kalaupun ada tanda-tanda kita berikan nasehat yang baik Ya tentu saja supaya menjadikan dia tidak merasa selalu dicurigai oleh orang tuanya yakni kalau ada indikasi yang menunjukkan menuju ke arah yang negatif kita lakukan kalau tidak maka tidak perlu dan tentu kita selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk kebaikan diri kita dan keluarga kita jika seandainya saya mempunyai istri dan dengannya Kami mempunyai anak dan ketika
- istri saya meninggal dunia saya menikahi keponakannya pertanyaan Ustadz anak saya dengan almarhumah istri saya Haruskah memanggil istri kedua saya keponakan istri yang pertama dengan sebutan umi atau dengan sebutan Mbak seperti sebelumnya Apakah boleh Ketika saya meninggal istri kedua saya tadi menikah dengan anak tiri saya Masya Allah ini rumit sekali ini ya dunia kayak sempit sekali kayaknya nih Padahal dunia ndak selebar daun kelor kan iya pertama di sini disebutkan almarhumah yang kurang pas ya istilah yang paling
- bagus kita doakan rahimahullah rahimahullah semoga Allah merahmatinya supaya mengandung doa Adapun almarhumah itu mengandung makna yakni seperti kita memastikan Rahmat baginya yang paling baik adalah dalam bentuk doa harusnya rahima Allah baik masalah panggilan dia boleh memanggil dengan dengan umi atau panggilan yang sesuai tidak mengapa dengan panggilan tersebut baik itu yang bisa saya jawab dari pertanyaan ini ya kalau tidak ada pertanyaan lain kita cukupkan sampai di sini kajian kita mudah-mudahan apa yang kita bahas dan
- kita kaji bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Shallallahu Alaihi Wasallam wabaraka ala Nabina Muhammad wa ala alihi wa alhamdulillahirobbilalamin Subhanallah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
#9 Menetapkan Sifat Allah Ar Rahmah & Al Maghfirah – Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply